Anda di halaman 1dari 33

PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS)

OLEH : M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2013


1

DAFTAR ISI :
1. PENGANTAR 2. PENDAHULUAN BAGIAN SATU PERENCANAAN DAN URUTAN KEGIATAN 3. PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN U12 4. URUTAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN BAGIAN DUA PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI 5. PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) 6. PERATURAN PERMAINAN (FIFA LAW OF THE GAME) 7. MENYIAPKAN LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN 8. INSPEKSI LAPANGAN ATAU STADION OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) 9. FORMULIR-FORMULIR PERTANDINGAN 10. MENYIAPKAN AKREDITASI BAGIAN TIGA PERSIAPAN TEKNIS DAN SDM 11. WORKSHOP ATAU SEMINAR 12. PERTEMUAN MANAJER 13. UNDIAN GRUP 14. SKRINING 15. PERTEMUAN TEKNIK 16. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) 17. OFISIAL PERTANDINGAN 18. PANITIA DISIPLIN BAGIAN EMPAT PENGORGANISASIAN PERTANDINGAN 19. OGANISASI PERTANDINGAN 20. URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF) 21. DAERAH STERIL 22. PANDUAN UNTUK ANOUNCER 23. INFORMASI PERTANDINGAN BAGIAN LIMA PELAKSANAAN DAN PELAPORAN PERTANDINGAN 24. PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN, CONTOH 1 25. JADUAL PERTANDINGAN, CONTOH 1 26. URUTAN KEDUDUKAN, CONTOH 1 4 5 6 6 7 8 8 13 13 14 15 15 16 16 16 17 18 18 19 19 20 22 22 22 23 24 24 25 25 25 26

27. PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN, CONTOH 2 28. JADUAL PERTANDINGAN, CONTOH 2 29. URUTAN KEDUDUKAN, CONTOH 2 30. PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN, CONTOH 3 31. JADUAL PERTANDINGAN, CONTOH 3 32. URUTAN KEDUDUKAN, CONTOH 3 33. PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG 34. LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN 35. PENUTUP

26 27 27 28 28 30 30 31 32

PENGANTAR
MEMBUAT SEBUAH PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL DAN MENYUSUN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS) ADALAH MERUPAKAN HAL YANG PENTING DI DALAM MEMPERSIAPKAN SEBUAH PERHELATAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI. PERENCANAAN JELAS AKAN MEMUDAHKAN FESTIVAL DILAKSANAKAN DI SEBUAH TEMPAT SESUAI DENGAN JADUAL PERTANDINGAN YANG TELAH DITETAPKAN SEBELUMNYA. DAN BEGITU PULA BILA ORGANISASI PERTANDINGAN DISUSUN DISETIAP PERTANDINGAN DENGAN MENGGUNAKAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF,) AKAN MEMBUAT PERTANDINGAN DAPAT DILAKSANAKAN TEPAT WAKTU DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR. KEDUA HAL TERSEBUT BAIK PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL MAUPUN ORGANISASI PERTANDINGAN ADALAH DUA HAL YANG SALING BERKAITAN KARENA MENATA FESTIVAL DAN MENATA PERTANDINGAN DENGAN BAIK, DIMANA PERENCANAAN DIBUAT MATANG MEMBUAT SEMUA PIHAK YANG TERKAIT PERTANDINGAN, AKAN TAHU KAPAN AKAN ADA PERTANDINGAN, DI LAPANGAN MANA DAN SIAPA LAWAN SIAPA, BEGITU PULA DENGAN DIPANDU ORGANISASI PERTANDINGAN SEMUA PIHAK MISALNYA AKAN TAHU KAPAN WAKTU PEMANASAN, KAPAN TIM HARUS BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN DAN KAPAN AKAN MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN. WALAU KEDUANYA BISA DIBEDAKAN TETAPI TIDAK BISA DIPISAHKAN SATU SAMA LAIN, PERENCANAAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN MENENTUKAN ARAH DAN TUJUAN PERTANDINGAN AGAR BISA TERCAPAI DAN ORGANISASI PERTANDINGAN MEMASTIKAN SEMUA KEGIATAN YANG TELAH DIRENCANAKAN DAPAT DILAKSANAKAN SESUAI URUTAN KEGIATAN DAN SESUAI WAKTUNYA. PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI ATAU USIA MUDA DAN DEWASA, BILA PERTANDINGAN DITATA BAIK ATAU BERKUALITAS MAKA AKAN MEMUNGKINKAN DITEMUKANYA PEMAIN BERTALENTA. SYARAT SEBUAH ATAU RANGKAIAN PERTANDINGAN BERKUALITAS ADALAH BERCIRIKAN CUKUP WAKTU UNTUK PEMULIHAN BAGI PEMAIN YANG BERTANDING DAN TERBUKANYA PELUANG BAGI PELATIH UNTUK BISA MENGATUR PENAMPILAN PEMAINNYA PADA SETIAP PERTANDINGAN SEHINGGA DAPAT MENEMUKAN PUNCAK PERMAINANNYA PADA PERTANDINGAN YANG PENTING. PEMAIN JANGAN DIEKSPLOITASI PADA SAAT FESTIVAL, PERHITUNGKAN WAKTU DAN LAPANGAN YANG ADA, JANGAN MENERIMA PESERTA TERLALU BANYAK SEHINGGA DURASI PERTANDINGAN HANYA SEBENTAR, PERTANDINGAN JADI KEBANYAKAN DALAM SATU HARI BAGI PEMAIN. TAPI SEBALIKNYA PEMAIN BOLEH DIEKSPLORASI DENGAN MEMBERIKAN KEBEBASAN BERMAIN DALAM SUASANA FUN UNTUK MENGEKPRESIKAN DIRI SEMUA KEMAMPUANNYA DISETIAP KALI BERMAIN TANPA DIINTERVENSI SIAPAPUN TERMASUK INTERVENSI DARI PELATIH TIDAK BOLEH, SEMUA PEMAIN HARUS BERMAIN. JARAK PERTANDINGAN SATU DENGAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA MISALNYA 30 MENIT UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN CUKUP PEMANASAN BAGI TIM YANG AKAN BERTANDING, SEBAGAIMANA DIATUR DALAM ORGANISASI PERTANDINGAN KHUSUSNYA DALAM PENGATURAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF.) SEMUA STANDAR DAN PERSYARATAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI SEPERTI UNTUK U12 YANG SEMESTINYA ATAU IDEALNYA DITERAPKAN SEJAK SEKARANG, TETAPI BILA BELUM BISA DITERAPKAN SEKARANG MISALNYA, AGAR BISA DIUSAHAKAN DITERAPKAN PADA KESEMPATAN MENDATANG. 4

PENDAHULUAN
PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), SECARA GARIS BESARNYA TERDIRI DARI 2 HAL, YAITU HAL PERTAMA ADALAH TENTANG BAGAIMANA FESTIVAL DISELENGGARAKAN MULAI DARI PERENCANAAN SAMPAI DILAKSANAKAN, HAL KEDUA ADALAH TENTANG TATA CARA MENGORGANISIR KEGIATAN PADA HARI PERTANDINGAN PADA FESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI DENGAN CONTOH UNTUK U12. KEMUDIAAN PERENCANAAN INI DI BAGI DALAM 5 BAGIAN, YAITU BAGIAN SATU PERENCANAAN DAN URUTAN KEGIATAN, BAGIAN DUA PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI, BAGIAN TIGA PERSIAPAN TEKNIS DAN SDM, BAGIAN EMPAT PENGORGANISASIAN PERTANDINGAN DAN BAGIAN LIMA PELAKSANAAN DAN PELAPORAN PERTANDINGAN. BAGIAN SATU MENGENAI PERENCANAAN DAN URUTAN KEGIATAN, YANG MELIPUTI PERTAMA PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN U12, KEDUA URUTAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN. BAGIAN DUA MENGENAI PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI, YANG MELIPUTI PERTAMA PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP), KEDUA PERATURAN PERMAINAN (LAW OF THE GAME), KETIGA MENYIAPKAN LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN, KEEMPAT INSPEKSI LAPANGAN ATAU STADION OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, KELIMA FORMULIR-FORMULIR PERTANDINGAN, KEENAM MENYIAPKAN AKREDITASI. BAGIAN TIGA MENGENAI PERSIAPAN TEKNIS DAN SDM, YANG MELIPUTI PERTAMA WORKSHOP ATAU SEMINAR, KEDUA PERTEMUAN MANAJER, KETIGA UNDIAN GRUP, KEEMPAT SKRINING, KELIMA PERTEMUAN TEKNIK, KEENAAM SUMBER DAYA MANUSIA (SDM), KETUJUH OFISIAL PERTANDINGAN, KEDELAPAN PANITIA DISIPLIN. BAGIAN EMPAT PENGORGANISASIAN PERTANDINGAN, YANG MELIPUTI PERTAMA ORGANISASI PERTANDINGAN, KEDUA DAERAH STERIL, KETIGA URUTAN WAKTU WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF), KEEMPAT PANDUAN UNTUK ANOUNCER, KELIMA INFORMASI PERTANDINGAN. BAGIAN LIMA PELAKSANAAN DAN PELAPORAN PERTANDINGAN, YANG MELIPUTI KESATU PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN, KEDUA JADUAL PERTANDINGAN, KETIGA URUTAN KEDUDUKAN, KEEMPAT PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG, KELIMA LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN. KELIMA BAGIAN TERSEBUT DIATAS MERUPAKAN RANGKAIAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN YANG BERKAITAN SATU SAMA LAIN UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN PELAPORAN SUATU PERHELATAN PERTANDINGAN YANG TERENCANA DENGAN BAIK DENGAN TUJUAN AGAR PELAKSANAAN PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR. SPESIAL MENGENAI PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP), YANG DISAJIKAN PADA HALAMAN 7, DARI 25 BUTIR PERATURAN TERSEBUT BISA DIPISAH MENJADI DUA KELOMPOK, YAITU KELOMPOK YANG MENYANGKUT PANDUAN DAN MENYANGKUT PERATURAN KHUSUS. YANG MENYANGKUT PANDUAN SEPERTI NAMA FESTIVAL, DASAR PERATURAN, PENDAFTAN PESERTA, PENDAFTARAN OFISIAL DLL, KEMUDIAN YANG MENYANGKUT PERATURAN KHUSUS SEPERTI SISTEM PERTANDINGAN, PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN, WAKTU ATAU LAMANYA PERTANDINGAN DLL. 5

BAGIAN SATU : PERENCANAAN DAN URUTAN KEGIATAN


PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN U12
CONTOH : 8 SSB PESERTA DALAM WAKTU TERBATAS (SEHARI) DALAM SUASANA FUN
1. MODE PERTANDINGAN UNTUK USIA PEMAIN U12, 7 LAWAN 7 ATAU 9 LAWAN 9, DI BAGI 2 GRUP PADA BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), KEMUDIAN DI BAGI DALAM 2 BABAK. DAN MEMBERIKAN KESEMPATAN BERMAIN 3 KALI BAGI TIM YANG TIDAK LOLOS KE BABAK KEDUA. DAN 4 KALI BERTANDING BAGI SETIAP TIM PESERTA YANG BERHAK MAJU KE BABAK KEDUA. 2. JADWAL PERTANDINGAN YANG SATU DENGAN YANG LAIN BERJARAK 30 MENIT, UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN PEMANASAN DENGAN WAKTU YANG CUKUP BAGI SETIAP TIM PESERTA DAN JUGA UNTUK MEMBERIKAN WAKTU PEMULIHAN YANG CUKUP BAGI PEMAIN DARI TIM YANG AKAN BERTANDING PADA JADUAL BERIKUTNYA. 3. BABAK PERTAMA DAN DILANJUTKAN KE BABAK KEDUA LANGSUNG PERTANDINGAN FINAL UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN, YAITU URUTAN 1 DARI KEDUA GRUP LANGSUNG BERTANDING MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 1 FESTIVAL. DAN URUTAN 2 DARI KEDUA GRUP LANGSUNG BERTANDING UNTUK MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 3 FESTIVAL, BEGITU SETERUSNYA DENGAN PERTIMBANGAN UNTUK MENYESUAIKAN WAKTU YANG DIMILIKI DALAM PERTANDINGAN SEHARI MEMANG TERBATAS. 4. DENGAN MODE PERTANDINGAN 2 BABAK DAN PEMBAGIAN GRUP HANYA 2, AKAN MEMBUAT PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN AGAK LONGGAR, MEMBERIKAN WAKTU PEMANASAN CUKUP, DURASI PERTANDINGAN JUGA CUKUP DAN TENTUNYA AKAN MEMBERIKAN MASA PEMULIHAN YANG CUKUP PULA BAGI SETIAP PEMAIN. 5. PENGATURAN SEMACAM ITU AKAN MEMBUAT PEMAIN BISA MENAMPILKAN PERMAINAN PUNCAK, KEMUDIAN PEMAIN MERASA TIDAK DIEKSPLOITIR TENAGA NYA HABIS-HABISAN SEPERTI SELAMA INI TERJADI DALAM MODEL PERTANDINGAN SEHARI DENGAN JUMLAH PERTANDINGAN LEBIH DARI 6 KALI MISALNYA KARENA PESERTA LEBIH DARI 12 JUMLAHNYA, PEMBAGIAN GRUP YANG LEBIH BANYAK DAN BANYAKNYA BABAK LEBIH DARI 3 BABAK, SEHINGGA SULIT UNTUK MENEMUKAN PENAMPILAN PUNCAK BAGI PEMAIN YANG IKUT SERTA. 6. APALAGI BILA DI DUKUNG DENGAN PERATURAN SEMUA PEMAIN HARUS DITURUNKAN BERTANDING (PENGGANTINYA SEMUA PEMAIN CADANGAN DITURUNKAN PADA PARUH KEDUA), HAL ITU AKAN MEMBUAT EKSPLORASI KEMAMPUAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA MASING-MASING PEMAIN MENJADI MAKSIMAL DAN MENGHINDARKAN EKPLOITASI PEMAIN BERLEBIHAN YANG KESANNYA KURANG MANUSIAWI. 7. PERATURAN KHUSUS DIBUAT SEDERHANA TETAPI SEBAIKNYA TIDAK TERLALU SEDERHANA, KARENA SESEDERHANA APAPUN, PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN HARUS BISA MEMECAHKAN BANYAK PERSOALAN YANG TIMBUL PADA SAAT PERTANDINGAN BERLANGSUNG. 8. KEMUDIAN DIBUAT URUTAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN YANG SISTEMIK, MULAI DARI PERSIAPAN, DILANJUTKAN DENGAN PELAKSANAAN DAN DIAKHIRI DENGAN PELAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN YANG LENGKAP, DENGAN TUJUAN AGAR PELAKSANAAN PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR. 9. BILA INGIN MENGIKUT SERTAKAN PESERTA YANG LEBIH BANYAK, WAKTU BERMAIN BISA DIKURANGI, LAPANGAN BISA DITAMBAH BILA PESERTANYA 16/32 MISALNYA, HARUS ADA 4/8 LAPANGAN, ATAU BILA LEBIH LAGI BISA DIBUAT 2/4 HARI, TAPI JANGAN LUPA PENGATURAN WAKTU DIANTARA JADUAL PERTANDINGAN DAN PEMULIHAN TETAP DIPERHITUNGKAN. 6

URUTAN KEGIATAN PENYELENGGARA PERTANDINGAN


PERSIAPAN-PELAKSANAAN-PELAPORAN 1. MEMBUAT PERENCANAAN AWAL YANG MENYANGKUT HAL ATAU TENTANG APA-BAGAIMANAKAPAN-DIMANA-SIAPA-BERAPA?. 2. MERANCANG PERTANDINGAN DENGAN 8/16/32 PESERTA. 3. MEMBAGI DALAM BERAPA GRUP (MASING-MASING TERDIRI DARI 4 PESERTA), MEMBUAT PERTANDINGAN DALAM BERAPA BABAK DAN JADUAL PERTANDINGAN. 4. RAPAT INTERNAL MEMBAHAS PERENCANAAN DAN PERSIAPAN. 5. MENYIAPKAN SEMUA SARANA FASILITAS PERTANDINGAN DAN PERSONIL PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. 6. MEMBUAT PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP). 7. PEMBERITAHUAN ATAU UNDANGAN KEPADA 8/16/32 CALON PESERTA. 8. PENDAFTARAN PESERTA DAN PENDAFTARAN PEMAIN. 9. PENETAPAN 8/16/32 PESERTA. 10. PUBLIKASI DAN PROMOSI FESTIVAL YANG HENDAK DISELENGGARAKAN. 11. WORKSHOP ATAU SEMINAR DILAKUKAN SEBELUM PERTEMUAN MANAJER, UNTUK MENINGKATKAN DAN MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN TENTANG SEPAKBOLA USIA DINI SERTA MENANGANI ORGANISASI DAN MEMBINA PEAIN USIA DINI 12. PERTEMUAN MANAJER DILAKUKAN JAUH SEBELUMNYA ATAU SETELAH JUMLAH PESERTA. SUDAH FINAL (TETAP) BERJUMLAH 8/16/32 PESERTA . a. UNTUK MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN PERATURAN LAINNYA YANG ADA KAITANNYA DENGAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL. b. UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PESERTA BENAR-BENAR MEMAHAMI PKP, c. KEKHASAN PERTANDINGAN USIA DINI, TERUTAMA YANG MENYANGKUT SISTEM PERTANDINGAN, MEMBERIKAN KESEMPATAN SEMUA PEMAIN TURUN BERTANDING, MEMBANGUN SUASANA FUN ATAU GEMBIRA DLL, d. ORGANISASI PERTANDINGAN, DENGAN PENGATURAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL, PENGATURAN DAERAH STERIL DLL. 13. SKRINING BAGI PEMAIN DARI 8/16/32 PESERTA, UNTUK MEMASTIKAN USIA PEMAIN BENAR ADANYA, DILAKSANAKAN SEBELUM PERTEMUAN TEKNIK . 14. UNDIAN GRUP DAN PENETAPAN JADUAL PERTANDINGAN. 15. PERTEMUAN TEKNIK, DILAKSANAKAN SEBELUM PERTANDINGAN DIMULAI, UNTUK MEMPEROLEH PEMAHAMAN YANG SAMA ATAS SEMUA HAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN. 16. PEMBUKAAN FESTIVAL. 17. PERTANDINGAN, BABAK PERTAMA (PENYISIHAN) DI SETIAP GRUP, DILANJUTKAN KE BABAK KEDUA DAN BABAK SELANJUTNYA ATAU LANGSUNG PERTANDINGAN BABAK FINAL UNTUK MENETAPKAN URUTAN KEDUDUKAN. 18. PENUTUPAN FESTIVAL, MENGUMUMKAN URUTAN KEDUDUKAN, MULAI DARI PERINGKAT 1 (TIM TERBAIK) SAMPAI KE PERINGKAT BERIKUTNYA DAN PARA PEMAIN BERPRESTASI. 19. MEMBUAT LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN BAGUSNYA DALAM BENTUK LAPORAN TEKNIK.

BAGIAN DUA : PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI


PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN > SEBUT NAMA FESTIVAL
SEKURANG-KURANGNYA MENCAKUP HAL-HAL DIBAWAH INI (MATERI PENYUSUNAN PKP)
1. NAMA FESTIVAL DAN PENJELASAN SINGKAT TENTANG a. PERTANDINGAN ANTAR APA?, b. PERTANDINGAN BERAPA PEMAIN LAWAN BERAPA PEMAIN? c. KELOMPOK USIA BERAPA? d. WAKTU PELAKSANAAN, e. TEMPAT PELAKSANAAN. 2. DASAR PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) a. PERATURAN UMUM PERTANDINGAN PSSI (PUP PSSI), b. PERATURAN PERMAINAN FIFA (LAW OF THE GAME) YANG DIMODIFIKASI UNTUK PEMAIN USIA DINI, YAITU PERATURAN PERMAINAN KHUSUS PEMAIN BERUSIA 12 TAHUN 7 V 7 (SATU TIM 7 PEMAIN), DITERBITKAN PSSI TAHUN 2002. DAN DAPAT PULA MERUJUK KEPADA MANUAL BPPUM PSSI YANG DITERBITKAN PSSI TAHUN 2011. 3. PENDAFTARAN PESERTA a. PERSYARATAN PENDAFTARAN SSB PESERTA, b. WAKTU PENDAFTARAN, c. TEMPAT PENDAFTARAN. 4. PENDAFTARAN PEMAIN a. PERSYARATAN PENDAFTARAN PEMAIN, b. BATASAN USIA PEMAIN (TAHUN KELAHIRAN), c. DOKUMEN BUKTI TANGGAL KELAHIRAN, d. DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) DAN JUMLAH PEMAIN YANG BISA DI DAFTARKAN, MISALNYA 14 UNTUK 7 LAWAN 7 ATAU 18 ORANG UNTUK 9 LAWAN 9. 5. PENDAFTARAN OFISIAL a. DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO), MISALNYA TERDIRI DARI 3 ORANG, b. MANAJER TIM, c. PELATIH, d. KESEHATAN. 6. PERTEMUAN MANAJER a. DILAKSANAKAN SETELAH JUMLAH PESERTA TERPENUHI (8 PESERTA MISALNYA), b. DILAKUKAN UNTUK MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN MEMBAHAS HAL-HAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN, c. UNDIAN PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN, d. DIHADIRI OLEH MANAJER-MANAJER TIM PESERTA, e. DIPIMPIN OLEH KETUA PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN ATAU KOMISI/SEKSI PERTANDINGAN. 7. SKRINING a. DILAKUKAN SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN ATAU WAKTU LAIN YANG DITETAPKAN, b. PERSYARATAN SKRINING, MEMBAWA DOKUMEN AKTE KELAHIRAN DAN RAPORT, c. WAKTU SKRINING, DITETAPKAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, d. TEMPAT SKRINING, DITETAPKAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, 8

e. DILAKSANAKAN OLEH TIM SKRINING YANG DITUNJUK OLEH PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. f. SETIAP OFISIAL TIM PESERTA IKUT MENYAKSIKAN PELAKSANAAN SKRINING, g. PEMAIN YANG LOLOS SKRINING DITUANGKAN DALAM BERITA ACARA YANG DITANDA TANGANI OLEH TIM SKRINING DAN SEMUA MANAJER TIM PESERTA SERTA DIKETAHUI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN. 8. PERTEMUAN TEKNIK a. DILAKSANAKAN SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN, b. DILAKSANAKAN SETELAH SKRINING, c. DAN DILAKSANAKAN SETELAH UNDIAN PEMBAGIAN GRUP DAN PENETAPAN JADUAL PERTANDINGAN A TAU BISA DILAKUKAN SAAT PERTEMUAN TEKNIK, d. DIHADIRI OLEH MANAJER, PELATIH DAN KAPTEN TIM PESERTA, KEMUDIAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN TERMASUK KOORDINATOR KESEHATAN, KEAMANAN DAN MEDIA (BILA ADA). e. DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KESERAGAMAN PENGERTIAN MENGENAI HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTANDINGAN TERSEBUT. f. BERDASARKAN AGENDA PERTEMUAN TEKNIK YANG DISUSUN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, YANG POKOK ADALAH MENGESAHKAN DAN MENETAPKAN HASIL UNDIAN PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN, PENGESAHAN PEMAIN SESUAI BERITA ACARA SKRINING PEMAIN, MENGESAHKAN DAN MENETAPKAN WARNA KOSTIM DISETIAP PERTANDINGAN. g. HAL LAIN YANG POKOK ADALAH MENETAPKAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF), SEREMONI SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN, PERTANDINGAN, TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN, PENGATURAN PEMANASAN SAAT PERTANDINGAN, PERTOLONGAN PEMAIN CEDERA, PEMBERIAN AIR MINUM, KEADAAN KAHAR (MEMAKSA) DLL. h. DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, i. HASIL PERTEMUAN TEKNIK DITUANGKAN DALAM BENTUK BERITA ACARA YANG DITANDA TANGANI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN (PP). 9. LAPANGAN PERMAINAN a. UKURAN LAPANGAN, 40 X 60 METER ATAU MAKSIMAL 50 X 70 METER, b. GAWANG, 2 X 5 METER, c. GARIS SAMPING, SEPANJANG 60 METER, d. GARIS GAWANG, SEPANJANG 49 METER, e. DAERAH GAWANG, 4 X 13 METER, f. DAERAH PENALTI, 12 X 29 METER, DENGAN LINGKARAN 5 METER DARI TITIK PENALTI, g. TITIK PENALTI, 9 METER, h. TIANG BENDERA SUDUT , 1.5 METER, DENGAN BUSUR (LINGKARAN) SUDUT 75 CM, i. LINGKARAN TENGAH, 5 METER. 10. BOLA a. NOMOR BOLA, 4, b. UKURAN LINGKARAN, TIDAK LEBIH DARI 64 CM DAN TIDAK KURANG DARI 62 CM, c. BERAT, TIDAK LEBIH DARI 440 GRAM DAN TIDAK KURANG DARI 400 GRAM, d. TEKANAN UDARA, O.4-O.6 ATMOSFIR (400/600 GRAM/CM2).

11. SISTEM PERTANDINGAN a. KOMPETISI SETENGAH, UNTUK BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), b. DI BAGI 2 GRUP PADA BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), c. DI BAGI 2 BABAK, d. PERTANDINGAN DENGAN SISTEM GUGUR PADA BABAK KEDUA (FINAL). 12. PEMBAGIAN GRUP JADUAL PERTANDINGAN a. DITETAPKAN SAAT PERTEMUAN MANAJER , b. PESERTA TERBAGI DALAM 2 GRUP, A DAN B, MASING-MASING TERDIRI DARI 4 TIM, c. MENUNJUKAN NOMOR PERTANDINGAN (NP), HARI/TANGGAL, TEMPAT DAN MENUNJUKAN LAWAN BERTANDING ANTARA SIAPA DENGAN SIAPA? d. DIPUBLIKASIKAN SECARA LUAS UNTUK DIKETAHUI KEPADA SEMUA PIHAK YANG ADA KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN DAN UNTUK MENARIK MINAT PENONTON. 13. WAKTU ATAU LAMANYA BERMAIN a. 2 X 20 MENIT, b. ISTIRAHAT 5 MENIT, DARI BUNYI PLUIT KE BUNYI PLUIT, ATAU 5 MENIT KEMUDIAN SETELAH BUNYI PLUIT TANDA BERAKHIR PARUH PERTAMA, SUDAH DILAKUKAN KEMBALI TENDANGAN AWAL DI PARUH KEDUA. 14. DAFTAR SUSUNAN PEMAIN( DSP) a. SEMUA PEMAIN YANG MASUK DALAM DSP HARUS TERCANTUM DALAM DNP YANG TELAH DISAHKAN DALAM PERTEMUAN TEKNIK OLEH PP. b. JUMLAH PEMAIN YAN MASUK DSP 14 ORANG ATAU 18 ORANG. c. JUMLAH PEMAIN YANG TURUN BERTANDING, 7 ORANG ATAU 9 ORANG SETIAP TIM. d. PEMAIN CADANGAN, 7 ORANG ATAU 9 OANG SETIAP TIM. e. SEMUA PEMAIN YANG DITURUNKAN BERTANDING HARUS TERCANTUM DALAM DSP. 14 PENGGANTIAN PEMAIN a. DISETIAP PARUH PERMAINAN TIDAK BOLEH ADA PERGANTIAN PEMAIN KECUALI ADA YANG CEDERA BERAT SESUAI PEMERIKSAAN DOKTER ATAU PETUGAS KESEHATAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, b. MEMASUKI PARUH KEDUA SEMUA PEMAIN CADANGAN MASUK MENGGANTIKAN PEMAIN YANG TELAH BERMAIN DI PARUH PERTAMA. 15 KOSTIM a. WARNA KOSTIM UTAMA (TIM TUAN RUMAH), b. WARNA KOSTIM CADANGAN (TIM TAMU), c. PENJAGA GAWANG, WARNA MENYESUAIKAN. d. WARNA KAOS KAKI DAN MENGGUNAKAN SKIN GUARD, e. KAOS BERNOMOR PUNGGUNG, BERNOMOR DADA, BERNOMOR PADA CELANA (SEBELAH KANAN). 16 TIDAK ADA OFSAID 17 LEMPARAN BOLA KEDALAM a. HARUS DILAKUKAN DENGAN BENAR, BOLA DIAYUN KEBELAKANG KEPALA SEBELUM DILEMPAR KEDALAM, KEMUDIAN KAKI TIDAK BOLEH MENGINJAK GARIS SAMPING DAN KEDUA BELAH KAKI HARUS MENGINJAK TANAH, b. JIKA PEMAIN YANG MELEMPAR BOLA KEDALAM MELAKUKAN KESALAHAN, WASIT BOLEH MEMBERIKAN KESEMPATAN MELEMPAR BOLA KEMBALI DENGAN BENAR DENGAN DIBERI CONTOH OLEH WASIT. 18 TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN DAN DAERAH TEKNIK a. JUMLAH OFISIAL, 3 ORANG DENGAN MENGGUNAKAN KARTU TANDA PENGENAL. b. JUMLAH PEMAIN CADANGAN, 7 ATAU 9 ORANG, 10

c. MENGGUNAKAN ROMPI WARNA TIDAK SAMA DENGAN KOSTIM PEMAIN DI LAPANGAN, d. BERLAKU TERTIB, TIDAK MENINGGALKAN BANGKU CADANGAN, BERLAKU TERTIB DAN SOPAN, YANG MEMBERIKAN PETUNJUK KEPADA PEMAIN HANYA SEORANG (PELATIH). 19 PEROLEHAN NILAI, MENENTUKAN PEMENANG DAN PERINGKAT a. MENANG 3, SERI 1 DAN KALAH 0, b. JIKA NILAI YANG DIDAPAT OLEH 2 TIM ATAU LEBIH, MAKA UNTUK UNTUK MENENTUKAN PERINGKATNYA (SECARA BERURUTAN BILA MASIH TETAP SAMA) : 1) SELISIH GOL, 2) GOL MEMASUKAN LEBIH BANYAK, 3) PERTEMUAN DIANTARA KEDUANYA, 4) BILA HASILNYA MASIH SAMA MAKA DI UNDI DALAM PERTEMUAN DIANTARA KEDUA TIM DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, 5) BILA KEDUANYA BERTEMU DALAM PERTANDINGAN TERAKHIR, UNTUK MENGHASILKAN PEMENANGNYA UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN DALAM GRUP PADA BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), BISA DILAKUKAN PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT, BILA HASILNYA MASIH SERI DILANJUTKAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, BILA JUGA BELUM MENGHASILKAN PEMENANGNYA MAKA UNTUK MENGHASILKAN PEMENANGNYA MELALUI UNDIAN OLEH WASIT. 6) DALAM PERTANDINGAN FINAL UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN, BILA PERTANDINGAN SAAT WAKTU NORMAL BERAKHIR DENGAN SERI, MAKA DILAKUKAN PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT, BILA HASILNYA MASIH SERI DILANJUTKAN DENGAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, BILA JUGA BELUM MENGHASILKAN PEMENANGNYA MAKA UNTUK MENGHASILKAN PEMENANGNYA MELALUI UNDIAN OLEH WASIT. 20 PELANGGARAN DAN SANKSI a. MELAKUKAN PELANGGARAN SERIUS DI LAPANGAN PERMAINAN, BAIK SECARA FISIK, KELAKUAN TIDAK SOPAN MAUPUN UCAPAN TIDAK SOPAN, b. TIDAK HADIR DI LAPANGAN, DIBERI BATAS TOLERANSI MISALNYA 10 MENIT, c. TIDAK MAU MELANJUTKAN PERTANDINGAN (MOGOK), DIBERI BATAS TOLERANSI MISALNYA 5 MENIT MISALNYA, d. MENGUNDURKAN DIRI, DICABUT DARI KEPESERTAANYA DAN SEMUA NILAI YANG DI DAPAT DIHAPUS. e. KARTU KUNING (PERINGATAN) DAN KARTU MERAH (PENGUSIRAN), MENDAPAT AKUMULASI KARTU KUNING DAN MENDAPAT 2 KARTU KUNING DALAM PERTANDINGAN BERBEDA TIDAK DIPERKENANKAN BERMAIN 1 KALI PADA PERTANDINGAN BERIKUTNYA, MENDAPAT KARTU MERAH TIDAK DIPERKENANKAN BERMAIN 1 KALI PADA PERTANDINGAN BERIKUTNYA. KARTU KUNING (KK) BERLAKU UNTUK SETIAP BABAK DAN KARTU MERAH (KM) BERLAKU DISEMUA BABAK. f. SANKSI TERHADAP PEMAIN BERSIFAT MENDIDIK, g. SANKSI TERHADAP OFISIAL TIM HARUS DIBERIKAN SECARA TEGAS SESUAI KETENTUAN BERLAKU KARENA OFISIAL TIM ADALAH PANUTAN BAGI PEMAIN USIA DINI. 21 PANITIA DISIPLIN a. MEWUJUDKAN DAN MEMELIHARA SUASANA TUNDUK DAN PATUH PADA PERATURANPERATURAN, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN DAN KETENTUAN-KETENTUAN YANG BERKAITAN DENGAN PERTANDINGAN, b. MENANGANI, MENYIDANGKAN DAN MENYELESAIKAN KASUS PELANGARAN DISIPLIN YANG DILAKUKAN OLEH OFISIAL TIM DAN TIDAK UNTUK PELANGGARAN DISIPLIN YANG

11

22

23

24

24.

25.

DILAKUKAN PEMAIN KARENA HAL ITU MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA DARI OFISIAL TIMNYA MASING-MASING. c. MENANGANI, MENYIDANGKAN DAN MENEYELESAIKAN PROTES DALAM WAKTU SESINGKATSINGKATNYA, d. MENCATAT DAN MEMBERITAHUKAN PEMAIN YANG TERKENA KARTU KUNING DAN KARTU MERAH KEPADA TIM YANG BERSANGKUTAN, e. SUSUNAN PANITIA DISIPLIN TERDIRI DARI SEORANG KETUA DAN SEKRETARIS DARI UNSUR PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, SERTA MANAJER TIM YANG TIDAK BERTANDING, FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU a. SEMUA PEMAIN HARUS BERLAKU FAIR PLAY, MENTAATI PERATURAN DAN MENGHORMATI PEMAIN DAN OFISIAL LAWAN SERTA MENGHORMATI KEPUTUSAN WASIT. b. WASIT HARUS MEMBERIKAN KARTU HIJAU KEPADA PEMAIN YANG BERLAKU SPORTIF ATAU PEMAIN YANG MENYADARI KEKELIRUANNYA JIKA MELAKUKAN PELANGGARAN TERHADAP PEMAIN LAWAN, DENGAN MEMINTA MAAF ATAU MEYALAMI PEMAIN LAWANNYA, ATAU JUGA MENOLONG MEMBANGUNKAN PEMAIN LAWAN YANG TERJATUH KARENA BERTABRAKAN DENGANNYA, MEMBUANG BOLA SEGERA KELUAR LAPANGAN PERMAINAN JIKA IA MELIHAT ADA PEMAIN LAWANNYA JATUH CEDERA MISALNYA, MELERAI KAWANNYA YANG BERTENGKAR DENGA PEMAIN LAWAN. OFISIAL YANG BERBUAT SPORTIF DISEPANJANG WAKTU BERTANDING JUGA BISA DIBERI KARTU HIJAU OLEH WASIT SEUSAI PERTANDINGAN DENGAN MENDATANGINYA DI BANGKU CADANGAN YANG BERSANGKUTA, KEADAAN KAHAR (KEADAAN MEMAKSA) a. GANGGUAN CUACA, KARENA HUJAN LAPANGAN TERGENANG AIR BOLA TIDAK JALAN, b. GANGGUAN PENONTON, MEMASUKI LAPANGAN, c. GANGGUAN KEAMANAN, TERJADI KEKACAUAN KEAMANAN, d. AKIBAT ADANYA GANGGUAN SEPERTI TERSEBUT DIATAS, PERTANDINGAN HARUS DIHENTIKAN OLEH WASIT, PERTANDINGAN DAPAT DIMULAI BILA GANGGUAN DIMAKSUD SUDAH DAPAT DIATASI, SEPERTI HUJAN SUDAH BERHENTI DAN AIR SUDAH TIDAK MENGGENANGI LAPANGAN LAGI, KEMUDIAN BILA GANGGUAN PENONTON DAN KEAMANAN SUDAH DIATASI OLEH PIHAK KEAMANAN, DENGAN BATAS WAKTU YANG DITENTUKAN TIDAK LEBIH DARI 15 MENIT MISALNYA. PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG a. TIM TERBAIK, b. TIM FAIR PLAY, c. PENCETAK GOL TERBANYAK, d. PEMAIN DEPAN TERBAIK, e. PEMAIN BELAKANG TERBAIK, f. PEMAIN BELAKANG TERBAIK DAN PENJAGA GAWANG TERBAIK (SEDIKIT MASUK GOL). LAIN-LAIN a. HAL-HAL YANG BELUM DIATUR DALAM PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN INI AKAN DITETAPKAN KEMUDIAN OLEH PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, DENGAN MERUJUK KEPADA PERATURAN UMUM PERTANDINGAN PSSI. PERATURAN PERMAINAN FIFA DAN MANUAL BPPUM PSSI. b. BILA TERJADI INTERPRETASI BERBEDA ATAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN INI, MAKA YANG BERHAK MEMUTUSKAN DAN MEMBERIKAN INTERPRETASI RESMI ADALAH PANTIA PELAKSANA PERTTANDINGAN FESTIVAL INI. PENUTUP PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN INI BERLAKU MULAI DI TANGGAL DITETAPKANNYA SAMPAI DENGAN SELESAINYA FESTIVAL INI. 12

PERATURAN PERMAINAN (LAW THE OF THE GAME)


YANG DISESUAIKAN UNTUK PEMAIN USIA DINI 1. PERATURAN PERMAINAN (FIFA LAW OF THE GAME), YANG BERJUMLAH 17 PASAL. SEBAGAIMANA KETENTUAN IFAB, PENERAPAN PERATURAN PERMAINAN INI DAPAT DIMODIFIKASI UNTUK PELAKSANAAN PERTANDINGAN YANG PEMAINNYA BERUSIA DIBAWAH 16 TAHUN, SEPAKBOLA WANITA, SEPAKBOLA VETERAN (USIA DI ATAS 35 TAHUN) DAN PEMAIN CACAT. PERUBAHAN YANG DIPERKENANKAN ADALAH TERHADAP : a. UKURAN LAPANGAN PERMAINAN, b. UKURAN, BERAT DAN BAHAN DASAR BOLA, c. LEBAR GAWANGDAN TINGGI MISTAR/PALANG GAWANG DARI TANAH, d. LAMA WAKTU PERMAINAN, e. PERGANTIAN PEMAIN, PERUBAHAN LAIN DARI YANG DISEBUT DIATAS HANYA DAPAT DILAKUKAN DENGAN PERSETUJUAN IFAB (DEWAN ASOSIASI SEPAKBOLA INTERNASIONAL), DALAM HAL INI PENYESUAIAN DAPAT DILAKUKAN SEBAGAIMANA DISAMPAIKAN DIBAWAH INI : 2. WAKTU BERMAIN, 2 X 20 MENIT ISTIRAHAT 5 MENIT. 3. UKURAN LAPANGAN PERMAINAN, 4. UKURAN GAWANG, 2 X 5 METER, 5. UKURAN BOLA, NOMOR 4, 6. DAERAH GAWANG, DAERAH PENALTI, UKURAN DISESUAIKAN, a. DAERAH GAWANG, 4 X 13 METER, b. DAERAH PENALTI, 12 X 29 METER, DENGAN LINGKARAN 5 METER DARI TITIK PENALTI, 7. TITIK PENALTI, 9 METER, 8. TIANG BENDERA SUDUT (TINGGI TIDAK BOLEH KURAN DARI 1.5 METER, DENGAN BUSUR (LINGKARAN) SUDUT 75 CM, 9. LINGKARAN TENGAH LAPANGAN, 5 METER, 10. LEMPARAN KEDALAM, BOLEH DIULANG BILA PADA KESEMPATAN PERTAMA MELAKUKAN KESALAHAN DI DALAM CARA MELEMPAR BOLA KEDALAM, 11. PENYESUAIAN PERATURAN LAINNYA SEPERTI JARAK PEMAIN LAWAN SAAT TENDANGAN SUDUT, TENDANGAN BEBAS DAN TENDANGAN PENALTI, PERINGATAN, PENGUSIRAN SEMENTARA SELAMA 2 MENIT, SETELAH ITU KEMBALI BISA BERMAIN. DLL. 12. WASIT, HARUS BERTINDAK SEBAGAI WASIT PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR), MEMBERITAHU KESALAHANNYA KEPADA PARA PEMAIN BILA YANG BERSANGKUTAN MELAKUKAN PELANGGARAN DAN DIINGATKAN AGAR TIDAK MENGULANGINYA KEMBALI. 13. MENYANGKUT PERATURAN LAINNYA SAMA, SEPERTI HANDS BALL, TENDANGAN SUDUT, TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN PENALTI, CARA MENCETAK GOL, PERINGATAN, PENGUSIRAN DLL.

MENYIAPKAN LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN


LAPANGAN : 1. 2. 3. 4. LAPANGAN PERMAINAN RATA DAN BERUMPUT HIJAU. GARIS LAPANGAN YANG TERDIRI DARI GARIS SAMPING DAN GARIS GAWANG. TIANG GAWANG. TIANG BENDERA SUDUT. 13

5. BANGKU CADANGAN DAN AREA TEKNIK. 6. MEJA DAN KURSI OFISIAL PERTANDINGAN. 7. PAPAN SKOR PERTANDINGAN. DLL. PERLENGKAPAN : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. BOLA SEPAK. POMPA. PENTIL. PENGUKUR TEKANAN BOLA. BAN KAPTEN. BILA PERLU MENYEDIAKAN PLUIT CADANGAN. SISTIM SUARA (SOUND SYSTEM). BENDERA FAIR PLAY. CD FIFA ANTHEM. CD INDONESIA RAYA. LAGU BERSEMANGAT. PAPAN SKOR PERTANDINGAN. PAPAN PENGGANTI,. ROMPI UNTUK PEMAIN CADANGAN DAN OFISIAL TIM. PAPAN INFORMASI, HASIL-HASIL PERTANDINGAN, KLASEMEN SEMENTARA ATAU KLASEMEN AKHIR, PENCETAK GOL TERBANYAK. SPANDUK MENANDAI NAMA LAPANGAN A DAN B. BENDERA LIGA JIKA TERGABUNG DALAM SEBUAH LIGA ANAK-ANAK, BILA ADA. BENDERA SSB PESERTA, DI PASANG DI TEMPAT PERTANDINGAN. BENDERA PSSI (BILA PELAKSANAANNYA MENDAPAT REKOMENDASI DARI PSSI DAN ATAS SEIJIN PSSI), DIPASANG DI TEMPAT PERTANDINGAN BILA ADA. SPANDUK NAMA FESTIVAL DI TARUH DI PINGGIR LAPANGAN SEBELAH TIMUR, TEPAT DI HADAPAN GARIS TENGAH LAPANGAN. SPANDUK FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN. SPANDUK KAMPANYE GRASSROOTS SEPERTI BERMAIN FUN, MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR SEPAKBOLA BUKAN MEMBANGUN TIM SEMATA, BERUSAHA UNTUK MENANG TAPI KEMENANGAN BUKAN TUJUAN SEMATA DLL. SPANDUK LATAR BELAKANG NAMA DAN WAKTU FESTIVAL UNTUK BERFOTO, BAGI JUARA DAN PESERTA. PANGGUNG UNTUK UPACARA PEMBERIAN PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG. MATERI SPONSOR, BILA ADA DIPASANG DISEKITAR LAPANGAN PERMAINAN. DLL.

23. 24. 25.

INSPEKSI LAPANGAN ATAU STADION OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN (PP)


PADA GARIS BESARNYA 1. 2. 3. 4. 5. 6. LAPANGAN PERMAINAN RATA DAN BERUMPUT HIJAU. GARIS LAPANGAN, GARIS SAMPING, GARIS GAWANG DAN TITIK PENALTI. GAWANG, UKURAN TINGGI DAN LEBAR, LINGKARAN TIANG GAWANG. TIANG DAN BENDER SUDUT. PAPAN SKOR PERTANDINGAN. PAPAN PENGGANTI PEMAIN. 14

7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

BANGKU CADANGAN. SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM). MEJA DAN KURSI OFISIAL PERTANDINGAN. TENDA UNTUK PANITIA PERTANDINGAN, OFISIAL PERTANDINGAN DAN BANGKU CADANGAN. BENDERA FAIR PAY. SPANDUK KAMPANYE FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN. MATER SPONSOR. BILA PERTANDINGAN DILAKUKAN DI STADION, RUANGAN-RUANGAN GANTI DI BAWAH TRIBUN. PERLENGKAPAN DAN PERALATAN YANG AKAN DIPERGUNAKAN SAAT PERTANDINGAN. DLL.

FORMULIR-FORMULIR PERTANDINGAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. FORMULIR RINGKASAN PERTANDINGAN, FORMULIR LAPORAN HARIAN, FORMULIR LAPORAN PERTANDINGAN, LAPORAN PENGAWAS PERTANDINGAN, LAPORAN WASIT, FORMULIR PENILAIAN FAIR PLAY.

MENYIAPKAN AKREDITASI
(MENERBITKAN KARTU TANDA PENGENAL) 1. KARTU TANDA PENGENAL BAGI PEMAIN YANG SUDAH LOLOS SKRINING. 2. KARTU TANDA PENGENAL BAGI OFISIAL TIM MASING-MASING TIM YANG MENDAMPINGI PEMAIN. 3. KARTU TANDA PENGENAL BAGI SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT PADA PERTANDINGAN, SEPERTI PANPEL, PETUGAS PANPEL, MEDIA, KESEHATAN DAN KEAMANAN. 4. KHUSUS UNTUK FOTOGRAFER, BILA ADA BISA DIBERIKAN ROMPI BERWARNA DAN MEREKA BERPOSISI DI BELAKANG GAWANG. 5. KARTU TANDA PENGENAL BISA DIBERI TANDA LAPANGAN BAGI PERSONIL YANG BISA MASUK KE PINGGIR LAPANGAN (FOP/FIELD OF PLAY). 6. DAN JIKA PERTANDINGAN DILAKUKAN DI SEBUAH STADION, KARTU TANDA PENGENAL BISA DITAMBAHKAN BAGI MEREKA YANG BERTUGAS DI RUANGAN-RUANGAN DI BAWAH TRIBUN, DENGAN TANDA AREA RESMI (OA/OFFICIAL AREA).

15

BAGIAN TIGA : PERSIAPAN TEKNIS DAN SDM


WORKSHOP ATAU SEMINAR
DENGAN SPANDUK LATAR BELAKANG (BACKDROP) 1. WORKSHOP ATAU SEMINAR DILAKSANAKAN SEBELUM ATAU MENDAHULUI SEBELUM PELAKSANAAN PERTEMUAN MANAJER. 2. WAJIB DIIKUTI OLEH MASING-MASING 3 ORANG DARI SETIAP TIM PESERTA, YANG BERASAL DARI UNSUR PENGURUS, MANAJER DAN PELATIH TIM PESERTA. 3. DIIKUTI JUGA PARA WASIT YANG AKAN MEMIMPIN PERTANDINGAN USIA. 4. ORANG TUA YANG BERMINAT IKUT SERTA, DIPERSILAKAN. 5. DILAKUKAN UNTUK MEMBERIKAN PEMAHAMAN TENTANG SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), PERATURAN PERMAINAN DAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI SESUAI PANDUAN FIFA GRASSROOTS. 6. DAN UNTUK MEMBERIKAN PENCERAHAN TENTANG CARA MENGELOLA ORGANISASI DAN MEMBINA PEMAIN USIA DINI. 7. KHUSUS BAGI WASIT AGAR LEBIH MEMAHAMI PERATURAN PERMAINAN DAN PERATURAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI. 8. MENGHADIRKAN NARA SUMBER TERUTAMA PAKAR SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS). 9. MATERI WORKSHOP ATAU SEMINAR YANG DISUSUN PARA NARA SUMBER DIBAGIKAN KEPADA PARA PESERTA. 10. SEUSAI MENGIKUTI WORKSHOP ATAU SEMINAR SETIAP PESERTA MENDAPATKAN SERTIFIKAT DAN BERHAK MENDAMPINGI TIMNYA MASING-MASING DISETIAP PERTANDINGAN (SERTIFIKASI PERSYARATAN UNTUK MENGIKUTI FESTIVAL), SERTA BAGI WASIT MENJADI WASIT YANG MEMENUHI PERSYARATAN UNTUK MEMIMPIN PERTANDNGAN. 11. KHUSUS BAGI PELATIH BISA MENDAPAT SEBUTAN SEBAGAI PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR) DAN WASIT JUGA BISA MENDAPAT SEBUTAN SEBAGAI WASIT PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR). 12. HASIL-HASIL WORKSHOP ATAU SEMINAR DITERBITKAN DAN DIBAGIKAN KEPADA SEMUA PESERTA UNTUK DIKETAHUI DAN MENAMBAH REFERENSI (RUJUKAN) BAGI PARA PESERTA.

PERTEMUAN MANAJER
DENGAN SPANDUK LATAR BELAKANG (BACKDROP) 1. DILAKUKAN UNTUK MENDAPATKAN PANDANGAN SAMA TENTANG SEMUA HAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN YANG AKAN DILAKSANAKAN, TERUTAMA MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN BILA ADA MEMBAHAS PANDUAN FESTIVAL YANG DIBUAT OLEH PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. 2. PALING LAMBAT DILAKUKAN 2 MINGGU SEBELUM PERTANDINGAN ATAU SETELAH DITUTUP PENDAFTARAN, DENGAN MENETAPKAN WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN. 3. ATAU DILAKSANAKAN SETELAH JUMLAH PESERTA TERPENUHI SESUAI PERENCANAAN DAN HARUS DILAKSANAKAN JAUH SEBELUM WAKTU PELAKSANAAN SKRINING DAN PERTEMUAN TEKNIK.

16

4. DIIKUTI OLEH PARA MANAJER TIM PESERTA DAN DIPANDU OLEH PIMPINAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN ATAU KOMISI/SEKSI PERTANDINGAN. 5. SEHINGGA MEMILIKI WAKTU YANG CUKUP UNTUK PERSIAPAN BAGI PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN DAN MEMPUBLIKASIKAN NAMA-NAMA TIM PESERTA YANG IKUT MENJELANG PERTANDINGAN DILAKSANAKAN. 6. DIHARAPKAN SETELAH MENGIKUTI PERTEMUAN MANAJER SEMUA TIM PESERTA SUDAH MEMAHAMI PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN MEMAHAMI PANDUAN YANG MEMUAT SEMUA PERSYARATAN DAN STANDAR YANG HARUS DIIKUTI TIM PESERTA. 7. HASIL-HASIL PERTEMUAN MANAJER DITERBITKAN DAN DITANDA TANGANI OLEH PIMPINAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, UNTUK DIKETAHUI, DITAATI DAN DILAKSANAKAN OLEH SEMUA PIHAK YANG ADA KAITANNYA DENGAN PELAKSANAAN FESTIVAL.

UNDIAN GRUP
1. 2. 3. 4. 5. UNDIAN GRUP DILAKSANAKAN SESUDAH PERTEMUAN MANAJER. UNDIAN DILAKUKAN UNTUK MENETAPKAN PEMBAGIAN GRUP. DAN UNTUK MENETAPKAN JADUAL PERTANDINGAN . DIHADIRI OLEH PARA MANAJER TIM ATAU YANG MEWAKILINYA. UNDIAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN MENYIAPKAN TABUNG YANG DITARUH DIATAS SEBUAH MEJA YANG DITEMPATKAN DI BAGIAN DEPAN MEJA PIMPINAN SIDANG, KEMUDIAN MENYIAPKAN PAPAN TULIS (WHITE BOARD) UNTUK MENULISKAN HASIL UNDIAN GRUP. DI DALAMNYA DITARUH GULUNGAN KERTAS YANG DIBERI INISIAL MISALNYA A1,A2,A3,A4,B1,B2,B3,B4 DAN SETERUSNYA SESUAI NAMA GRUP DAN JUMLAH TIM PESERTA YANG TERGABUNG DI DALAMNYA. DIHADIRKAN TERLEBIH DAHULU SEORANG ATAU BEBERAPA ORANG SAKSI UNTUK MENGAWASI PROSES UNDIAN GRUP. PELAKSANAAN UNDIAN BISA DILAKUKAN DENGAN CARA SETIAP PERWAKILAN TIM PESERTA DIPANGGIL KEDEPAN SATU PERSATU SESUAI URUTAN DAFTAR HADIR (ABSEN), UNTUK MENGAMBIL DAN MEMBUKA GULUNGAN KERTAS UNDIAN DARI DALAM TABUNG, KEMUDIAN DIPERLIHATKAN KEPADA SAKSI, KEPADA PESERTA ACARA UNDIAN GRUP DAN KEPADA PETUGAS YANG MENULISKAN HASIL UNDIAN GRUP DI PAPAN TULIS ATAU KEPADA OPERATOR KOMPUTER BILA MENGGUNAKAN LAYAR LCD. SELAIN DENGAN CARA ITU BISA JUGA DILAKUKAN DENGAN CARA DUA TAHAP, YAITU TAHAP PERTAMA MELAKUKAN UNDIAN UNTUK MENGAMBIL NOMOR URUT UNDIAN GRUP, PROSES SAMA DENGAN DIATAS, SATU PERSATU PERWAKILAN TIM PESERTA DIPANGGIL KEDEPAN SESUAI URUTAN ABSENSI, MENGAMBIL DAN MEMBUKA GULUNGAN NOMOR URUTAN UNDIAN, KEMUDIAN DIPERLIHATKAN KEPADA SAKSI, KEPADA PESERTA ACARA UNDIAN GRUP DAN KEPADA PETUGAS YANG MENULISKAN HASIL UNDIAN GRUP DI PAPAN TULIS ATAU KEPADA OPERATOR KOMPUTER BILA MENGGUNAKAN LAYAR LCD. PROSES BERIKUTNYA PERWAKILAN TIM PESERTA DIPANGGIL KEMBALI SATU-PERSATU SESUAI NOMOR URUT MASING-MASING UNTUK MENGAMBIL DAN MEMBUKA UNDIAN GRUP, KEMUDIAN DIPERLIHATKAN KEPADA SAKSI, KEPADA PESERTA ACARA UNDIAN GRUP DAN KEPADA PETUGAS YANG MENULISKAN HASIL UNDIAN GRUP DI PAPAN TULIS ATAU KEPADA OPERATOR KOMPUTER BILA MENGGUNAKAN LAYAR LCD. GUNAKAN PROGRAM MICROSOFT EXCEL, YANG LANGSUNG MENETAPKAN SECARA OTOMATIS JADUAL PERTANDINGAN SETELAH HASIL UNDIAN GRUP SETIAP TIM PESERTA MUNCUL.

6.

7. 8.

9.

10.

11.

17

SKRINING
1. SKRINING DILAKSANAKAN SEBELUM PERTEMUAN TEKNIK, 2. PROSES SKRINING, MENGHADIRKAN SEMUA PEMAIN DARI TIM PESERTA DENGAN DIDAMPINGI OFISIAL TIM MASING-MASING, 3. TIM SKRINING, DIBENTUK OLEH PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN DENGAN DIDAMPINGI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, 4. DATA ATAU DOKUMEN YANG DIPERIKSA ADALAH BUKU ALBUM PEMAIN DENGAN LAMPIRAN AKTA KELAHIRAN, RAPOR SEKOLAH DAN KARTU KELUARGA, 5. BERITA ACARA HASIL SKRINING, SETELAH DILAKUKAN SKRINING KEPADA SEMUA PEMAIN PESERTA, MAKA HASIL SKRINING DITUANGKAN DALAM BENTUK BERITA ACARA, YANG DITANDA TANGANI SELURUH ANGGOTA TIM SKRINING DAN BILA DIPERLUKAN SEMUA OFISIAL TIM IKUT MENANDA TANGANI, 6. PEMAIN YANG SUDAH LOLOS SKRINING DAN NAMANYA TERCANTUM DALAM BERITA ACARA HASIL SKRINING, KEMUDIAN DISAHKAN SAAT PERTEMUAN TEKNIK YANG DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, DALAM BENTUK LEMBARAN DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) YANG DISAHKAN DAN DITANDATANGANI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, SEBAGAI PEMAIN YANG DAPAT DITURUNKAN BERTANDING OLEH TIMNYA MASING-MASING, 7. HASIL SKRINING PEMAIN YANG SUDAH DISAHKAN SAAT PERTEMUAN TEKNIK MENGIKAT SEMUA PIHAK, PROTES MENGENAI HAL ITU TIDAK DIPERKENANKAN, KECUALI BILA ADA BUKTI BARU YANG MENUNJUKAN BAHWA PEMAIN TERSEBUT SEBENARNYA TELAH MELAMPAUI USIA YANG DIPERSYARATKAN, ATAU TERNYATA DOKUMEN YANG DIGUNAKAN MILIK ORANG LAIN. 8. BILA ADA PEMAIN YANG SUDAH DIMAINKAN DALAM PERTANDINGAN TERNYATA DIKETAHUI KEMUDIAN DENGAN BUKTI BARU BAHWA YANG BERSANGKUTAN SEBENARNYA TELAH MELAMPAUI USIA YANG DIPERSYARATKAN, ATAU TERNYATA DOKUMEN YANG DIGUNAKAN MILIK ORANG LAIN, MAKA PEMAIN TERSEBUT DINYATAKAN SEBAGAI PEMAIN TIDAK SAH.

PERTEMUAN TEKNIK
DENGAN SPANDUK LATAR BELAKANG (BACKDROP) 1. 2. 3. 4. 5. PERTEMUAN TEKNIK DILAKSANAKAN SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN. AGENDA DISUSUN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN. DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN. DIHADIRI OLEH SEMUA MANAJER, PELATIH DAN KAPTEN DARI TIM PESERTA. DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KESERAGAMAN PENGERTIAN MENGENAI HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTANDINGAN TERSEBUT. 6. PERTEMUAN TEKNIK DILAKSANAKAN BERDASARKAN AGENDA PERTEMUAN TEKNIK YANG DISUSUN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, YANG POKOK ADALAH MENGESAHKAN DAN MENETAPKAN HASIL UNDIAN HASIL PEBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN, PENGESAHAN PEMAN SESUAI BERITA ACARA SKRINING PEMAIN MENGESAHKAN DAN MENETAPKAN WARNA KOSTIM DISETIAP PERTANDINGAN. 7. BOLA YANG AKAN DIPERGUNAKAN DIPERLIHATKAN DAN DISIMPAN DI MEJA PIMPINAN PERTEMUAN TEKNIK. 8. MASALAH KEAMANAN , RENCANA PENGAMANAN DAN JUMLAH PERSONIL KEAMANAN, SERTA PENANGGUNG JAWAB KEAMANAN SETIAP ROMBONGAN PESERTA ADALAH MANAJER TIMNYA MASING-MASING. 18

9. MASALAH KESEHATAN (TENAGA MEDIS, TANDU, AMBULANS, OBAT-OBATAN TERMASUK TABUNG OKSIGEN). 10. HAL-HAL POKOK LAINNYA ADALAH MENETAPKAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL, SEREMONI SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN, TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN, PEMANASAN SAAT PERTANDINGAN, PERTOLONGAN PEMAIN CEDERA, PEMBERIAN AIR MINUM, KEADAAN KAHAR (MEMAKSA) DLL. 11. HASIL PERTEMUAN TEKNIK SEPERTI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MAUPUN KESEPAKATANKESEPAKATAN MENGIKAT SEMUA PIHAK YANG BERKAITAN DENGAN PERTANDINGAN, 12. HASIL PERTEMUAN TEKNIK DITUANGKAN DALAM BENTUK BERITA ACARA PERTEMUAN TEKNIK YANG DITANDA TANGANI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN DAN BILA DIPERLUKAN DAPAT DITANDA TANGANI OLEH PARA PIHAK YANG AKAN BERTANDING DAN HADIR PADA SAAT PERTEMUAN TEKNIK, TERUTAMA SEMUA MANAJER TIM ATAU BISA DITAMBAH PIHAK PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN TERMASUK KEAMANAN.

SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)


1. ANGGOTA PANPEL, MEMILIKI PENGETAHUAN YANG CUKUP TENTANG CARA KERJA PANPEL DAN TENTANG SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), 2. KETUA DAN SEKRETARIS PANITIA DISIPLIN, YANG MEMAHAMI BERBAGAI PERATURAN, 3. PETUGAS SEKRETARIAT (ADMIN), DEMIKIAN JUGA MEMILIKI PENGETAHUAN TENTANG CARA KERJA PANPEL DAN TENTANG SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), SERTA TENTU PENGETAHUAN DAN KECAKAPAN MENGURUS ADMINISTRASI KEPANTIAAN DAN ADMINISTRASI PERTANDINGAN, 4. PETUGAS PERLENGKAPAN, BERTANGGUNG JAWAB MENYIMPAN DAN MENYEDIAKAN SEMUA PERLENGKAPAN MAUPUN PERALATAN SEPERTI BOLA, PAPAN PENGGANTI PEMAIN , POMPA, PENTIL, ALAT PENGUKUR TEKANAN UDARA BOLA, BENDERA FAIR PLAY, CD FIFA ANTHEM DLL, SUPAYA SEMUANYA TERSEDIA SAAT PERLENGKAPAN DAN PERALATAN DIPERLUKAN UNTUK PERTANDINGAN, 5. PETUGAS LAPANGAN, MENYIAPKAN LAPANGAN PERMAINAN, GAWANG DAN JARINGNYA, TIANG BENDERA SUDUT, PAPAN SKOR PERTANDINGAN, SISTIM SUARA (SOUND SYSTEM) DLL, 6. ANOUNCER, UNTUK MENGUMUMKAN HAL-HAL PENTING SEPERTI JADUAL PERTANDINGAN, ATAU MENYEBUTKAN TIM YANG AKAN BERTANDING, ATAU TIM BERIKUTNYA YANG AKAN BERTANDING, HASIL SKOR PERTANDINGAN DLL, MELAKSANAKAN TUGAS SESUAI PANDUAN BAGI ANOUNCER, 7. ANAK GAWANG, DIPERLUKAN, PALING TIDAK 4 ORANG BANYAK, DENGAN MENGAMBIL POSISI DI KEEMPAT SUDUT LAPANGAN MISALNYA,

OFISIAL PERTANDINGAN
1. WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN, HARUS BERLAKU SEBAGAI WASIT GRASSROOTS, BILA ADA PEMAIN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN IA HARUS MEMBERITAHU PEMAIN TERSEBUT TENTANG KESALAHAN YANG DILAKUKANNYA DAN MENGINGATKAN SUPAYA HAL ITU TIDAK DIULANGI KEMBALI, TERMASUK BILA MENEMUKAN ADA PEMAIN YANG MELAKUKAN KESALAHAN DI DALAM MELEMPAR BOLA KEDALAM, IA HARUS MEMBERI KESEMPATAN KEPADA YANG BERSANGKUTAN AGAR MELAKUKAN DENGAN BENAR DENGAN MEMBERIKAN CONTOH CARA YANG BENAR DALAM MELAKUKAN LEMPARAN BOLA KEDALAM. 19

2. OFISIAL KEDUA, MEMBANTU WASIT UNTUK MEMERIKSA PERLENGKAPAN PEMAIN SEBELUM BERTANDING, MENGAMATI JALANNYA PERTANDINGAN DAN MEMBERITAHU WASIT BILA ADA PELANGGARAN YANG DILAKUKAN PEMAIN, MENGAWASI KETERTIBAN DI BANGKU CADANGAN, MENGATUR PERGANTIAN PEMAIN, MEMBANTU MEMBERIKAN ABA-ABA BAGI PETUGAS MEDIS UNTUK MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN BILA HENDAK MENOLONG PEMAIN YANG CEDERA, 3. IW (INSPEKTUR WASIT), BERTUGAS MENGATUR PENUGASAN WASIT DAN MENGEVALUASI KINERJA WASIT SAAT MEMIMPIN PERTANDINGAN. 4. PENGAWAS PERTANDINGAN (PP), PENANGGUNG JAWAB TEKNIS PERSIAPAN, PENGAWASAN PELAKSANAAN DAN MEMBUAT LAPORAN SEUSAI PERTANDINGAN (MEMBUAT LAPORAN KHUSUS APABILA ADA KEJADIAN PELANGGARAN DISIPLIN DAN MELAPORKAN KEPADA PANITIA DISIPLIN YANG DIBENTUK OLEH PENYELENGGARA PERTANDINGAN), 5. SEMUA OFISIAL PERTANDINGAN YANG TERLIBAT DALAM FESTIVAL, SEKURANG-KURANGNYA BERKUALIFIKASI WASIT C-III, IW DAN PP PENGCAB PSSI. 6. SEMUA OFISIAL PERTANDINGAN TERUTAMA WASIT HARUS BERTINDAK SEBAGAI WASIT PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR), MENDIDIK ANAK-ANAK AGAR MENGERTI TENTANG PERATURAN PERMAINAN DAN MENGHORMATI KEPUTUSAN WASIT SEJAK DINI. 7. PERSONIL OFISIAL PERTANDINGAN YANG BERTUGAS DALAM SEBUAH FESTIVAL HENDAKNYA MENCERMINKAN BERASAL DARI KETIGA UNSUR, YAITU WASIT (TERMASUK OFISIAL KEDUA), INSPEKTUR WASIT (IW) DAN PENGAWAS PERTANDINGAN (PP), JANGAN DIKURANGI DARI KETIGA UNSUR TERSEBUT KARENA MASING-MASING MEMILIKI FUNGSI DAN TUGAS BERBEDA, SEHINGGA BILA KETIGA UNSUR TERSEBUT DILIBATKAN AKAN BISA MENDUKUNG KELANCARAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN DISETIAP FESTIVAL. 8. TERUTAMA DI DALAM HAL MENANAMKAN EDUKASI PEMAHAMAN ATAS PERATURAN PERMAINAN DAN PERATURAN PERTANDINGAN SERTA MENGHORMATI DAN MENTAATI KEPUTUSAN WASIT SEJAK DINI.

PANITIA DISIPLIN
1. SECARA UMUM MERUJUK KEPADA TUGAS KOMISI DISIPLIN DISIPLIN ADALAH MEWUJUDKAN DAN MEMELIHARA SUASANA TUNDUK DAN PATUH KEPADA PERATURAN-PERATURAN, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN DAN KETENTUAN-KETENTUAN YANG TELAH DITETAPKAN OLEH PSSI, SERTA BERPEDOMAN KEPADA PERATURAN-PERATURAN DARI FIFA/AFC. 2. SECARA KHUSUS PANITIA DISIPLIN BERTUGAS UNTUK MEMELIHARA SUASANA TUNDUK DAN PATUH KEPADA PERATURAN PERTANDINGAN DAN PERATURAN PERMAINAN SERTA PERATURAN LAINNYA YANG DIKELUARKAN PENYELENGGARA PERTANDINGAN. 3. CONTOH KASUS PADA PELANGGARAN DISIPLIN PADA PERTANDINGAN FESTIVAL ADALAH PELANGGARAN YANG DILAKUKAN OLEH TIM ATAU OFISIAL SEPERTI PROTES YANG DILAKUKAN SECARA BERLEBIHAN, MELAKUKAN KEKERASAN FISIK ATAU PENGANIAYAAN, MENGELUARKAN KATA-KATA KOTOR ATAU PENGHINAAN, MELANGGAR TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN, MELAKUKAN PEMOGOKAN, MENGGUNAKAN PEMAIN TIDAK SAH, SERTA PELANGGARAN LAINNYA. 4. MENANGANI, MENYIDANGKAN DAN MENYELESAIKAN BILA ADA PROTES YANG DIAJUKAN TIM PESERTA, DENGAN KETENTUAN KAPTEN TIM MENULIS PROTES YANG DIMAKSUD PADA FORMULIR PERTANDINGAN SAAT USAI PERTANDINGAN DAN DISUSUL DENGAN SURAT PROTES YANG DITANDA TANGANI MANAJER TIM SEGERA SESUDAH PERTANDINGAN.

20

5. PANITIA DISIPLIN TERDIRI DARI KETUA DAN SEKRETARIS YANG BERASAL DARI UNSUR PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, SERTA ANGGOTA YANG TERDIRI DARI MANAJER TIM YANG TIDAK BERTANDING. 6. SETIAP ANGGOTA PANITIA DISIPLIN SEKURANGNYA MENGUASAI PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) SERTA PERATURAN LAINNYA YANG DITETAPKAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. 7. MEMBUAT SURAT PEMBERITAHUAN PEMAIN YANG TERKENA KARTU KUNING (KK) DAN KARTU MERAH (KM) ATAU SANKSI DENDA BILA ADA KEPADA OFISIAL TIM PESERTA. 8. MENYIDANGKAN KASUS PELANGGARAN DISIPLIN YANG TERJADI SELAMA KEGIATAN PERTANDINGAN BERLANGSUNG, YANG DILAKUKAN OLEH OFISIAL TIM DAN TIDAK UNTUK PEMAIN PEMAIN, KARENA BILA PEMAIN MELAKUKAN KESALAHAN ATAU MELAKUKAN PELANGGARAN DISIPLIN, HAL ITU SEPENUHNYA TANGGUNG JAWAB OFISIAL TIMNYA MASINGMASING. 9. KALAUPUN ADA SANKSI BAGI PEMAIN HAL ITU HARUS BERSIFAT MENDIDIK DAN BERSIFAT SEMENTARA DIBERLAKUKANNYA, DENGAN MEMBERITAHUKAN BAHWA KESALAHAN ITU TIDAK BOLEH DILAKUKAN DAN DIINGATKAN BAIK-BAIK AGAR TIDAK DIULANG KEMBALI, SAMA HALNYA BILA DILAKUKAN SAAT PERTANDINGAN BILA TERKENA PENGUSIRAN OLEH WASIT , IA HANYA DIKELUARKAN SEMENTARA 2-3 MENIT, UNTUK DIINGATKAN TIDAK BOLEH LAGI MELAKUKAN PELANGGARAN DAN SETELAH ITU DIPERKENANKAN KEMBALI BERMAIN. 10. SEMUA SANKSI YANG DIJATUHKAN OLEH PANITIA DISIPLIN BERSIFAT FINAL DAN MENGIKAT SELAMA FESTIVAL BERLANGSUNG. 11. SEMUA SANKSI YANG DIJATUHKAN OLEH PANITIA DISIPLIN HANYA BERLAKU DI FESTIVAL TERSEBUT SAJA.

21

BAGIAN EMPAT : PENGORGANISASIAN PERTANDINGAN


ORGANISASI PERTANDINGAN
URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (UWMTA) PADA PERTANDINGAN TURNAMEN KANDANG (HOME TOURNAMENT) 1. 2. 3. 4. 5. 6. URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL ISINYA MELIPUTI : URUTAN WAKTU SEBELUM PERTANDINGAN DIMULAI. SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN. TENDANGAN AWAL, MASA ISTIRAHAT (DARI BUNYI PELUIT KE BUNYI PELUIT). SEREMONI SESUDAH PERTANDINGAN.

(PERMASALAHAN PADA PERTANDINGAN YANG DILAKSANAKAN SATU HARI ADALAH KETERBATASAN WAKTU, SEHINGGA PERTANDINGAN KEDUA DAN BERIKUTNYA SULIT DILAKUKAN PEMANASAN SEPERTI SEBELUM PERTANDINGAN PERTAMA, KECUALI BILA DIBERI JARAK 30 MENIT DIANTARA SATU PERTANDINGAN DENGAN YANG LAINNYA SEPERTI, CONTOH DIBAWAH INI).

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (UWMTA)


(PERTANDINGAN PERTAMA) - 90 MENIT - 60 MENIT - 55 MENIT - 50 MENIT - 30 MENIT - 25 MENIT - 15 MENIT - 14 MENIT - 10 MENIT - 7 MENIT - 5 MENIT - 4 MENIT PENGAWAS PERTANDINGAN TIBA DI LAPANGAN (STADION). KEDUA TIM YANG BERTANDING DAN WASIT TIBA DI LAPANGAN (STADION). PP MENGUNJUNGI KEDUA TIM DI RUANG GANTI (BILA ADA), MENYERAHKAN DSP DAN MEMERIKSA KELENGKAPAN PEMAIN. PP MENGAMBIL KEMBALI DSP. PEMANASAN PENJAGA GAWANG. PEMANASAN PEMAIN LAPANGAN. PEMANASAN PEMAIN DI LAPANGAN SELESAI. PEMBACAAN DSP. WASIT, PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY DAN PEMAIN BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN. PEMERIKSAAN KELENGKAPAN PEMAIN. PP, WASIT DAN PEMAIN MEMASUKI DIDAHULUI PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN, DIIRINGI FIFA ANTHEM. SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN, BERJAJAR DI DALAM LAPANGAN, MENYANYIKAN INDONESIA RAYA, BERSALAMAN DIANTARA PEMAIN KEDUA TIM (TIM B KE A) DAN WASIT, FOTO KEDUA TIM, TOSS. INDONESIA RAYA. TENDANGAN AWAL (KICK OFF).

22

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (UWMTA)


PERTANDINGAN BERIKUTNYA IDEALNYA BERJARAK 30 MENIT UNTUK WAKTU PEMANASAN - 60 MENIT - 55 MENIT - 50 MENIT - 30 MENIT - 25 MENIT - 15 MENIT - 14 MENIT - 10 MENIT - 7 MENIT - 5 MENIT - 4 MENIT KEDUA TIM YANG BERTANDING DAN WASIT TIBA DI LAPANGAN (STADION). PP MENGUNJUNGI KEDUA TIM, MENYERAHKAN DSP DAN MEMERIKSA KELENGKAPAN PEMAIN. PP MENGAMBIL KEMBALI DSP. PEMANASAN PENJAGA GAWANG. PEMANASAN PEMAIN LAPANGAN. PEMANASAN PEMAIN DI LAPANGAN SELESAI. PEMBACAAN DSP. WASIT, PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY DAN PEMAIN BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN. PEMERIKSAAN KELENGKAPAN PEMAIN PP, WASIT DAN PEMAIN MEMASUKI LAPANGAN PER MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN DIDAHULUI PEMBAWA BENDERA FAIR PLAY, DIIRINGI FIFA ANTHEM. SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN, BERDIRI BERJAJAR DI DALAM LAPANGAN, MENYANYIKAN INDONESIA RAYA, BERSALAMAN DIANTARA PEMAIN KEDUA TIM (TIM B KE A) DAN WASIT, FOTO KEDUA TIM, TOSS. TENDANGAN AWAL (KICK OFF)

DAERAH STERIL
1. HANYA PEMAIN, WASIT, IW DAN PP, SERTA OFISIAL TIM YANG MENDAMPINGI TIM SESUAI JUMLAH YANG DITETAPKAN DAN PANPEL ATAU PETUGAS LAPANGAN YANG MENGGUNAKAN TANDA PENGENAL LAPANGAN (FOP/FIELD OF PLAY) YANG DAPAT MEMASUKI LAPANGAN DAN DISEKITARNYA. 2. ATAU BILA ADA RUANG GANTI HANYA PEMAIN, WASIT, IW DAN PP, TIM YANG MENDAMPINGI TIM SESUAI JUMLAH YANG DITETAPKAN DAN PANPEL ATAU PETUGAS RUANGAN YANG MENGGUNAKAN TANDA PENGENAL AREA RESMI (OA/OFFICIAL AREA) YANG DAPAT MEMASUKI AREA KORIDOR RUANGAN-RUANGAN GANTI. 3. SELAIN OFISIAL PERTANDINGAN DAN PANITIA ATAU PETUGAS YANG MENGGUNAKAN KARTU TANDA PENGENAL LAPANGAN, WARTAWAN FOTO DAPAT PULA MEMASUKI DAERAH STERIL, DENGAN KETENTUAN DISAMPING MENGGUNAKAN KARTU TANDA PENGENAL WARTAWAN FOTO JUGA SEBAIKNYA MENGGUNAKAN ROMPIBERWARNA CERAH DAN T MENGAMBIL POSISI DI BELAKANG GAWANG.

23

PANDUAN UNTUK ANOUNCER


UNTUK KEPERLUAN TERSEBUT HARUS DISEDIAKAN SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM) 1. MEMBACAKAN DSP SESUDAH SELESAI WAKTU PEMANASAN KEDUA TIM (-14 MENIT DARI TENDANGAN AWAL). 2. MENGINFORMASIKAN KEDUA TIM YANG AKAN BERTANDING ADALAH TIM..(A) YANG DISEBUT TERLEBIH DAHULU DAN TIM .. (B), MARI KITA SAMBUT KEDUA TIM YANG AKAN BERTANDING (TEPUK TANGAN). 3. PENGGANTIAN PEMAIN, SEBUT NAMA DAN NOMOR PUNGGUNG PEMAIN YANG DIGANTIKAN SERTA SEBUT NAMA DAN NOMOR PUNGGUNG PEMAIN YANG MENGGANTIKAN (SAAT BOLA TIDAK DALAM PERMAINAN). 4. SEBUTKAN NAMA PEMAIN, NOMOR PUNGGUNG DARI TIM APA BILA ADA PEMAIN YANG MENCETAK GOL. 5. DAN SEBUTKAN SKOR PERTANDINGAN SAAT ITU. 6. KARENA PERTADINGAN USIA DINI WAKTU PERMAINAN MURNI SESUAI WAKTU LAMANYA PERTANDINGAN DI SETIAP PARUH PERMAINAN, TIDAK ADA PENAMBAHAN WAKTU, JADI TIDAK ADA PENYEBUTAN PENAMBAHAN WAKTU SEPERTI PADA PERTANDINGAN USIA MUDA ATAU DEWASA (BOLEH SAAT BOLA DALAM PERMAINAN). 7. SELESAI PERTANDINGAN SEBUTKAN SKOR PERTANDINGAN DAN INFORMASIKAN JADUAL PERTANDINGAN BERIKUTNYA. 8. SEMUA BENTUK PEMBERITAHUAN APAPUN YANG DILAKUKAN OLEH ANOUNCER HARUS SEPENGETAHUAN PENGAWAS PERTANDINGAN, MAKSUDNYA AGAR TIDAK SEMBARANGAN BERBICARA KAREN AKAN MENGGANGGU KONSENTRASI PEMAIN YANG SEDANG BERTANDING.

INFORMASI PERTANDINGAN
INFORMASI DISAMPAIKAN PADA HARI PERTANDINGAN 1. HARUS DISEDIAKAN DAN DISAMPAIKAN KEPADA KHALAYAK DAN SELALU DILAKUKAN PEMUTAKHIRAN DATA, 2. KLASEMEN, KLASEMEN SEMENTARA DAN KLASEMEN AKHIR, 3. PENCETAK GOL, 4. YANG TERKENA KARTU KUNING (KK) DAN YANG TERKENA KARTU MERAH (KM) DLL, 5. YANG MENDAPAT PENGHARGAAN KARTU HIJAU, 6. DAN IFORMASI LAINNYA YANG DIANGGAP PENTING, 7. INFORMASI BISA DISAMPAIKAN MELALUI SISTEM SUARA ATAU DI TEMPEL DI PAPAN INFORMASI YANG MUDAH DIBACA KHALAYAK, 8. CARA LAIN PENYAMPAIAN INFORMASI, MELALUI EDARAN ATAU IT ATAUPUN MELALUI MEDIA.

24

BAGIAN LIMA : PELAKSANAAN DAN PELAPORAN


PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 1 BILA 8 PESERTA, SATU HARI PERTANDINGAN
1. 2 X 20 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT, PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT 2. JARAK DIANTARA PERTANDINGAN SATU DENGAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA USAHAKAN BERJARAK 30 MENIT UNTUK MEMBERIKAN WAKTU UNTUK PEMANASAN 15 MENIT, 3. JUMLAH PESERTA 8, 4. DIBAGI 2 GRUP (A DAN B), 5. MASING-MASING TERDIRI DARI 4 TIM DAN 6 KALI PERTANDINGAN DALAM 1 GRUP, 6. MEMPERGUNAKAN 2 LAPANGAN (LAPANGAN A DAN LAPANGAN B), 7. BERTANDING 7 LAWAN 7 ATAU 9 LAWAN 9, (DENGAN PEMAIN SETIAP PARUH PERMAINAN BERBEDA), 8. DSP BERJUMLAH 14 PEMAIN UNTUK 7 LAWAN 7 DAN 18 ORANG UNTUK 9 LAWAN 9, 9. DIBAGI DALAM 2 BABAK, BABAK PERTAMA DAN BABAK KEDUA (FINAL), UNTUK MEMPEREBUTKAN URUTAN KEDUDUKAN ATAU PERINGKAT 1 S/D 8, 10. SEHINGGA SEMUA TIM PESERTA MENJALANI JUMLAH PERTANDINGAN YANG SAMA YAITU 4 KALI PERTANDINGAN. 11. JUMLAH KESELURUHAN 16 PERTANDINGAN ATAU SESUAI NOMOR PERTANDINGAN (NP). 1 S/D NP.16.

JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 1 BABAK PERTAMA (PENYISIHAN ) 2 X 20 MENIT


08.00 09.15 10.30 11.45 13.00 14.15 LAPANGAN A NP.1 A1 A2 NP.3 A3 A4 NP.5 A4 A1 NP.7 A2 A3 NP.9 A4 A2 NP.11 A1 A3 LAPANGAN B NP.2 B1 - B2 NP.4 B3 - B4 NP.6 B4 - B1 NP.8 B2 - B3 NP.10 B4 - B2 NP.12 B1 - B3

BABAK FINAL UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN, 2 X 20 MENIT LAPANGAN A 15.30 NP.13 U3GA-U3GB 16.45 NP.15 U1GA-U1GB LAPANGAN B NP.14 U4GA-U4GB NP.16 U2GA-U2GB

25

URUTAN KEDUDUKAN CONTOH 1 SESUAI HASIL PERTANDINGAN


PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 15 MENDUDUKI PERINGKAT 1 (TIM TERBAIK). PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 15 MENDUDUKI PERINGKAT 2. PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 16 MENDUDUKI PERINGKAT 3. PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 16 MENDUDUKI PERINGKAT 4. PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN 13 MENDUDUKI PERINGKAT 5. PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN 13 MENDUDUKI PERINGKAT 6. PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN 14 MENDUDUKI PERINGKAT 7. PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN 14 MENDUDUKI PERINGKAT 8.

PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 2 BILA 16 PESERTA, 2 HARI PERTANDINGAN


1. 2 X 20 MENIT UNTUK BABAK PERTAMA, 2 X 15 MENIT UNTUK BABAK BERIKUT, ISTIRAHAT 5 MENIT, PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT, 2. JARAK DIANTARA PERTANDINGAN SATU DENGAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA USAHAKAN BERJARAK 30 MENIT UNTUK MEMBERIKAN WAKTU UNTUK PEMANASAN 15 MENIT, UNTUK BABAK KEDUA DINATARA PERTANDINGAN BABAK PERTAMA DAN KEDUA SERTA DIANTARA BABAK SEMI FINAL DAN BABAK FINAL DIBERIKAN WAKTU ISTIRAHAT 1 JAM, DITAMBAH WAKTU UNTUK PEMANASAN 15 MENIT. 3. JUMLAH PESERTA 16, 4. DIBAGI 4 GRUP (A, B, C, D), 5. MASING-MASING GRUP TERDIRI DARI 4 TIM DAN DAN 6 KALI PERTANDINGAN DALAM 1 GRUP, 6. MEMPERGUNAKAN 2 LAPANGAN (LAPANGAN A DAN B), 7. BERTANDING 7 LAWAN 7 ATAU 9 LAWAN 9, (DENGAN PEMAIN SETIAP PARUH PERMAINAN BERBEDA), 8. DSP BERJUMLAH 14 PEMAIN UNTUK 7 LAWAN 7 DAN 18 PEMAIN UNTUK 9 LAWAN 9, 9. DIBAGI DALAM 4 BABAK, BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), BABAK 8 BESAR (+ BABAK 8 KECIL), BABAK 4 BESAR (4 KECIL)/SEMI FINAL DAN BABAK FINAL (+ FINAL KECIL MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 8), DAN UNTUK KESELURUHANNYA MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 1 S/D 16. 10. SEMUA TIM PESERTA YANG MASUK KE BABAK KEDUA MENJALANI JUMLAH PERTANDINGAN YANG SAMA YAITU 7 KALI PERTANDINGAN. 11. JUMLAH KESELURUHAN 34 PERTANDINGAN ATAU SESUAI NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 1 /D NP. 34.

26

JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 2


HARI PERTAMA BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), 2 X 20 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT. LAPANGAN A NP.1 A1-A2 NP.3 C1-C2 NP.5 A3-A4 NP.7 C3-C4 NP.9 A4-A1 NP.11 C4-C1 NP.13 A2-A3 NP.15 C2-C3 LAPANGAN B NP.2 B1-B2 NP.4 D1-D2 NP.6 B3-B4 NP.8 D3-D4 NP.10 B4-B1 NP.12 D4-D1 NP.14 B2-B3 NP.16 D2-D3

08.00 09.15 10.30 11.45 13.00 14.15 15.30 16.45

HARI KEDUA LANJUTAN BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), 2 X 20 MENIT LAPANGAN A NP.17 A4-A2 NP.19 C4-C2 NP.21 A1-A3 NP.23 C1-C3 LAPANGAN B NP.18 B4-B2 NP.20 D4-D2 NP.22 B1-B3 NP.24 D1-D3

07.00 08.15 09.30 10.45

BABAK KEDUA 8 BESAR-4 BESAR/SEMI FINAL DAN BABAK FINAL, 2 X 15 MENIT. LAPANGAN A NP.25 U1GA-U2GB NP.27 U1GC-U2GD ISTIRAHAT NP.31 M25-M26 ISTIRAHAT NP.33 M31-M32 LAPANGAN B NP.26. U1GB-U2GA NP.28 U1GD-U2GC ISTIRAHAT NP.32 M27-M28 ISTIRAHAT NP.34 K31-K32

12.00 13.15 13.50 15.05 15.40 17.05

URUTAN KEDUDUKAN CONTOH 2


SESUAI HASIL PERTANDINGAN PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) PEMENANG NOMOR PERTANDINGAN (NP.) PENGALAH NOMOR PERTANDINGAN (NP.) 33 33 34 34 MENDUDUKI PERINGKAT 1 (TIM TERBAIK) MENDUDUKI PERINGKAT 2. MENDUDUKI PERINGKAT 3. MENDUDUKI PERINGKAT 4.

27

PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 3 (MODE CAMPFESTIVAL)


BILA DIIKUTI 32 PESERTA, 4 HARI PERTANDINGAN 1. 2 X 20 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT, PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT, 2. JARAK DIANTARA PERTANDINGAN SATU DENGAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA USAHAKAN BERJARAK UNTUK MEMBERIKAN WAKTU PEMANASAN 15 MENIT, 3. JUMLAH PESERTA 32, 4. DIBAGI 8 GRUP (A, B, C, D, E, F, G, H), 5. MASING-MASING TERDIRI DARI 4 TIM DAN 6 KALI PERTANDINGAN DALAM SATU GRUP. 6. MENGGUNAKAN 8 LAPANGAN (LAPANGAN A, B, C, D, E, F, G, H), 7. BERTANDING 7 LAWAN 7 ATAU 9 LAWAN 9, (DENGAN PEMAIN SETIAP PARUH BERBEDA), 8. DSP BERJUMLAH 14 PEMAIN UNTUK 7 LAWAN 7 DAN 18 PEMAIN UNTK 9 LAWAN 9, 9. DIBAGI DALAM DALAM 5 BABAK, BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), 10. DIMANA URUTAN 1 DAN URUTAN 2 GRUP MAJU KE BABAK 16 BESAR, PEMENANGNYA MAJU BABAK 8 BESAR, BABAK SEMI FINAL ATAS DAN BABAK FINAL ATAS, UNTUK MENCAPAI TANGGA PERINGKAT TERATAS DAN PERINGKAT BERIKUTNYA, 1 S/D 16. 11. KEMUDIAN URUTAN 3 DAN URUTAN 4 GRUP MAJU KE BABAK 16 KECIL, PEMENANGNYA MAJU KE BABAK 8 KECIL, BABAK SEMI FINAL BAWAH DAN BABAK FINAL BAWAH, UNTUK MENCAPAI TANGGA PERINGKAT 17 S/D 32. 12. SEMUA TIM YANG MASUK KE BABAK 16 BESAR/KECIL, YANG MASUK 8 BESAR/KECIL, SAMPAI YANG MASUK BABAK FINAL ATAS DAN BAWAH, JUMLAH PERTANDINGAN YANG DIJALANINYA SAMA, TAITU 4/5/7 KALI PERTANDINGAN. 13. PAGI HARI SEBELUM PEMBUKAAN DIADAKAN TERLEBIH DAHULU COACHING CLINIC BAGI PARA PEMAIN PESERTA, 14. PADA WAKTU SAMA DI PAGI HARI DILAKUKAN DILAKUKAN PERTEMUAN TEKNIK, 15. DISELA-SELA JADUAL PERTANDINGAN PADA HARI KEDUA DILAKUKAN KONTES DAN LOMBA TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA.

JADUAL PERTANDINGAN CONTOH 3 (MODE CAMPFESTIVAL)


HARI PERTAMA 10.00 10.00 14.00 15.00 BABAK PENYISIHAN GRUP/LAPANGAN : 16.00 NP.1 S/D 8 17.00 NP.9 S/D 12 COACHING CLINIC PEMAIN PERTEMUAN TEKNIK JUGLING BERSAMA PEMBUKAAN FESTIVAL

A 1-2 3-4

B 1-2 3-4

C 1-2 3-4

D 1-2 3-4

E 1-2 3-4

F 1-2 3-4

G 1-2 3-4

H 1-2 3-4

28

HARI KEDUA 09.00 10.00 13.30 14.30 NP.17 S/D 24 NP.25 S/D 32 NP.33 S/D 40 NP.41 S/D 48 4-1 2-3 4-2 1-3 4-1 2-3 4-2 1-3 4-1 2-3 4-2 1-3 4-1 2-3 4-2 1-3 4-1 2-3 4-2 1-3 4-1 2-3 4-2 1-3 4-1 2-3 4-2 1-3 4-1 2-3 4-2 1-3

16.00 KONTES DAN LOMBA TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA HARI KETIGA LAPANGAN BABAK 16 BESAR 08.00 NP.49 S/D 52 09.00 NP.53 S/D 56

U1GA-U2GB U1GE-U2GF

U1GB-U2GA U1GF-U2GE

U1GC-U2GD U1GG-U2GH

U1GD-U2GC U1GH-U2GG

LAPANGAN BABAK 16 KECIL 09.00 NP.57 S/D 60 10.00 NP.61 S/D 64

U3GA-U4GB U3GE-U4GF

U3GB-U4GA U3GF-U4GE

U3GC-U4GD U3GG-U4GH

U3GD-U4GC U3GH-U3GG

LAPANGAN BABAK 8 BESAR 15.00 NP.65 S/D 68 BABAK 8 KECIL 16.00 NP.69 S/D 72

M49-M50

M51-M52

M53-M54

M55-M56

M57-M58

M59-M60

M61-M62

M63-M64

HARI KEEMPAT LAPANGAN BABAK 4 BESAR/SEMI FINAL ATAS 08.00 NP.73 09.00 NP.74 BABAK 4 KECIL/SEMI FINAL BAWAH 08.00 NP.75 09.00 NP.76

M65-M66 M67-M68

M69-M70 M71-M72

29

BABAK FINAL BAWAH 11.30 NP.77 12.30 NP.78 K75-K76 M75-M76 (PERINGKAT 19-20) (PERINGKAT 17-18)

BABAK FINAL ATAS 11.30 NP.79 12.30 NP.80 K73-K74 M73-M74 (PERINGKAT 3-4) (TIM TERBAIK-PERINGKAT 2)

URUTAN KEDUDUKAN CONTOH 3 SESUAI HASIL PERTANDINGAN


PEMENANG PERTANDINGAN NP.80 MENDUDUKI PERINGKAT 1 (TIM TERBAIK), PENGALAH PERTANDINGAN NP.80 MENDUDUKI PERINGKAT 2, PEMENANG PERTANDINGAN NP.79 MENDUDUKI PERINGKAT 3, PENGALAH PERTANDINGAN NP.79 MENDUDUKI PERINGKAT 4, YANG KALAH PADA PERTANDINGAN NP.65 S/D 68 MENDUDUKI PERINGKAT 5 S/D 8, YANG KALAH PADA PERTANDINGAN NP. 49 S/D 56 MENDUDUKI PERINGKAT 9 S/D 16. PEMENANG PERTANDINGAN NP.78 MENDUDUKI PERINGKAT 17, PENGALAH PERTANDINGAN NP.78 MENDUDUKI PERINGKAT 18, PEMENANG PERTANDINGAN NP.77 MENDUDUKI PERINGKAT 19, PENGALAH PERTANDINGAN NP.77 MENDUDUKI PERINGKAT 20, YANG KALAH PADA PERTANDINGAN NP.69 S/D 72 MENDUDUKI PERINGKAT 21 S/ 24, YANG KALAH PADA PERTANDINGAN NP.57 S/D 64 MENDUDUKI PERINGKAT 25 S/D 32. DENGAN KETENTUAN UNTUK MENENTUKAN PERINGKAT 5 S/D 16 DAN PERINGKAT 21 S/D 32, DAPAT DILAKUKAN DENGAN MELIHAT PADA HASIL PERTANDINGAN SEBELUMNYA, NILAI, SELISIH DAN PRODUKTIVITAS GOL, BILA SAMA DILAKUKAN UNDIAN, ATAU JUGA BILA CUKUP WAKTU BISA DILAKUKAN PERTANDINGAN PENENTUAN PERINGKAT.

PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG


SESUAI HASIL PERTANDINGAN DAN TIM PENILAI

TIM TERBAIK
PERINGKAT 2 PERINGKAT 3 TIM FAIR PLAY PENCETAK GOL TERBANYAK PEMAIN DEPAN TERBAIK PEMAIN TENGAH TERBAIK PEMAIN BELAKANG TERBAIK PENJAGA GAWANG TERBAIK (MEMBERIKAN SERTIFIKAT UNTUK SEMUA TIM PESERTA, OFISIAL, PEMAIN DAN ORANG TUA). 30

LAPORAN PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN


DIBUAT LAPORAN TEKNIK YANG MENCAKUP : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. LAPORAN PENYELENGARAAN SECARA UMUM. HASIL-HASIL PERTANDINGAN. KLASEMEN AKHIR DAN URUTAN KEDUDUKAN. DATA STATISTIK. PROFIL DAN FOTO TIM. PROFIL DAN FOTO PEMAIN. PROFIL DAN FOTO PELATIH. PROFIL DAN FOTO SERTA KINERJA WASIT, PEMAHAMAN PERATURAN PERMAINAN DAN PERATURAN PERTANDINGAN. EVALUASI PENAMPILAN PEMAIN, PENAMPILAN TIM, TAKTIK STRATEGI, FORMASI TIM. ALBUM FOTO PERTANDINGAN. RENCANA PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN BERIKUT.

IDEALNYA AGAR LAPORAN TEKNIK DIBUAT LEBIH AKURAT, MAKA SEBAIKNYA DIBENTUK GRUP STUDI TEKNIK ATAU DALAM BAHASA ASINGNYA DISEBUT TECHNICAL STUDY GROUP (TSG), YANG DITUGASKAN MENGAMATI, MENCATAT ATAU MENDATA DENGAN MENGGUNAKAN FORM TSG DISETIAP PERTANDINGAN, UNTUK MENGHIMPUN BAHAN GUNA MENYUSUN LAPORAN TEKNIK. ATAU BISA JUGA DILAKUKAN DENGAN CARA SEDERHANA TAPI MAKSUDNYA SAMA SEBAGAI BAHAN UNTUK MENYUSUN LAPORAN TEKNIK, YAITU MEMBUAT FORMULIR ISIAN BAGI KEDUA PELATIH YANG TIMNYA BERTANDING, UNTUK MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIMNYA DAN TIM LAWAN PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI, YANG MENCAKUP :

1. PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI a. PERMAINAN TIM, b. PERMAINAN INDIVIDU, c. PEMAIN MENONJOL, d. FORMASI TIM, e. PENERAPAN FAIR PLAY ATAU KARTU HIJAU. 2. PENILAIAN TERHADAP TIM LAWAN a. PERMAINAN TIM, b. PERMAINAN INDIVIDU, c. PEMAIN MENONJOL, d. FORMASI TIM. e. PENERAPAN FAIR PLAY ATAU KARTU HIJAU.

31

PENUTUP
DEMIKIANLAH PERENCANAAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN FESTIVAL DAN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS) DISAMPAIKAN KEPADA KHALAYAK DENGAN MAKSUD UNTUK MENAMBAH KOSA PENGETAHUAN SIAPAPUN YANG MEMBACANYA, ATAU UNTUK DAPAT DIJADIKAN RUJUKAN ATAU PANDUAN BAGI YANG BERMINAT HENDAK MELAKUKAN KEGIATAN FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS). PANDUAN INI MEMANG DENGAN MENGAMBIL CONTOH BILA HENDAK MENYELENGGARAKAN FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA 12 TAHUN, TAPI SEBENARNYA DENGAN BEBERAPA PENYESUAIAN DAPAT DIJADIKAN CONTOH UNTUK PERTANDINGAN BAGI PEMAIN USIA DINI BERBEDA TAHUN KELAHIRAN ATAU USIANYA, SEPERTI UNTUK USIA 8 TAHUN ATAU USIA 10 TAHUN MISALNYA, DENGAN BEBERAPA PENYESUAIAN. PENYESUAIAN DIMAKSUD MELIPUTI SEPERTI DURASI PERTANDINGAN, UKURAN LAPANGAN,UKURAN GAWANG, UKURAN BOLA, JUMLAH PEMAIN YANG BERTANDING MAPUN, JUMLAH DALAM DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) YANG DI DAFTARKAN KEPADA PENYELENGGARA, JUMLAH DALAM DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP) PADA SETIAP KALI PERTANDINGAN, PENGGANTIAN PEMAIN YANG PADA INTINYA SAMA DENGAN USIA 12 TAHUN, SEMUA PEMAIN HARUS BERMAIN, ATAU PEMAIN YANG BEMAIN DI PARUH PERTAMA DAN PADA PARUH KEDUA HARUS BERBEDA PEMAINNYA. UNTUK KEPERLUAN TERSEBUT SEBAIKNYA DSP HARUS BERJUMLAH KELIPATAN DUA DARI JUMLAH PEMAIN YANG BERMAIN DI LAPANGAN, BILA 5 LAWAN 5 BERARTI DSP BERJUMLAH 10 PEMAIN DAN BILA 7 LAWAN 7 BERARTI DSP BERJUMLAH 14 PEMAIN, SERTA BILA 9 LAWAN 9 BERARTI DSP BERJUMLAH 18 ORANG, KHUSUS UNTUK USIA 8 TAHUN PENGGANTIAN BISA BEBAS KELAUR MASUK MISALNYA. DENGAN KETENTUAN SEMUA HARUS BERMAIN DAN PENGATURAN PENGGANTIAN PEMAIN DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA, PEMAIN YANG BERMAIN DI PARUH SATU DAN PARUH DUA BERBEDA, DIGANTIKAN SAAT MEMASUKI PARUH KEDUA ATAU TIDAK ADA PENGGANTIAN PEMAIN DISETIAP PARUH PERMAINAN KECUALI BILA ADA PEMAIN CEDERA DINYATAKAN OLEH KESEHATAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN TIDAK DAPAT MELANJUTKAN BERMAIN. SEBAGAIMANA DISAMPAIKAN PADA BAGIAN PENDAHULUAN DIATAS, SPESIAL MENGENAI PERATURAN KHSUSUS PERTANDINGAN (PKP) BISA DIBAGI DUA MENJADI PANDUAN DAN PERATURAN KHSUS PERTANDINGAN TERSENDIRI SEHINGGA BISA MENJADI LEBIH RINGKAS TAMPAKNYA. YANG MASUK BAGIAN PANDUAN SEPERTI TENTANG NAMA FESTIVAL, DASAR MEMBUAT PKP, PENDAFTARAN PESERTA, PENDAFTARAN PEMAIN, PENDAFTARAN OFISIAL, PERTEMUAN MANAJER, SKRINING, PERTEMUAN TEKNIK, LAPANGAN PERMAINAN DAN BOLA. YANG MASUK PKP SEPERTI, SISTEM PERTANDINGAN, PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN, WAKTU ATAU LAMANYA BERMAIN, DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP), PENGGANTIAN PEMAIN, KOSTIM, TIDAK ADA OFSAID, LEMPARAN KEDALAM, TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN DAN DAERAH TEKNIK, PEROLEHAN NILAI, MENENTUKAN PEMENANG DAN PERINGKAT, PELANGGARAN DAN SAKSI, PANITIA DISIPLIN (SANKSI EDUKASI), FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU, KEADAAN KAHAR (KEADAAN MEMAKSA), PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG, LAIN-LAIN DAN PENUTUP. 32

SEMUA HAL YANG TERMASUK DALAM KELIMA BAGIAN DIATAS SEBENARNYA HAL YANG STANDAR BILA KITA HENDAK MENYIAPKAN DAN MELAKSANAKAN PERTANDINGAN YANG JUGA BERKUALITAS, DENGAN CIRI PERTANDINGAN YANG TERORGANISIR DAN TERTATA RAPI, SEHINGGA DIDALAM PELAKSANANNYA BISA BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR. SPESIAL TENTANG PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP), CONTOH DIATAS BARU TENTANG HALHAL YANG PERLU ATAU SEKURANG-KURANGNYA MENCAKUP HAL TERSEBUT SEBAGAI MATERI UNTUK PENYUSUNAN PERATURAN KHUSUS (PKP), SELANJUTNYA BISA DIKEMBANGKAN DAN DILENGKAPI ISINYA AGAR BISA MENJADI SEBUAH PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DISEBUAH FESTIVAL PERTANDINGAN YANG HENDAK DISELENGGARAKAN. DENGAN MENATA SEBUAH FESTIVAL LEBIH BAIK DAN DENGAN MENATA PERTANDINGAN LEBIH BAIK, DIHARAPKAN BISA LEBIH MUDAH UNTUK MENEMUKAN PARA PEMAIN BERBAKAT DISAAT KITA MENYELENGGARAKAN PERTANDINGAN BAGI PEMAIN USIA DINI, YANG BERSIFAT FUN SERTA LEBIH MENGUTAMAKAN MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DAN BUKAN UNTUK MEMBENTUK TIM. UNTUK MELENGKAPI PEMAHAMAN ATAS PANDUAN PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), DIPERSILAKAN MEMPELAJARI PANDUAN LAINNYA YAITU TENTANG STANDAR MINIMAL TEKNIS PELAKSANAAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), 7 LAWAN 7 UNTUK U9 DAN U10 SERTA 9 LAWAN 9 UNTUK U11 DAN U12, YANG TELAH DITERBITKAN OLEH MANAJEMEN SPORT UTAMA. TERIMA KASIH ATAS SEMUA PERHATIANNYA. JAKARTA, 23 DESEMBER 2013, M. ACHWANI, MANAJEMEN SPORT UTAMA. (VERSI REVISI)

(MA-23112013)

33