Anda di halaman 1dari 28

MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI

OLEH : M. ACHWANI

MANAJEMEN SPORT UTAMA 2013


1

DAFTAR ISI/HALAMAN : PENDAHULUAN, 3-6 MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI, 7-12 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI, 13-18 FIFA GRASSROOTS, 19-21 GOLDEN RULE FAIR PLAY, 22-23 GRASSROOTS FUN PHASE AND FUNDATION PHASE, 24-27 PENUTUP, 28. RESPEK DAN FAIR PLAY BASIS EDUKASI PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI

PENDAHULUAN
SEPAKBOLA ADALAH HASIL BUDAYA ATAU KULTUR PERADABAN MANUSIA DI MUKA BUMI, KARENA MERUPAKAN PERMAINAN MENARIK DAN TONTONAN SENI KEINDAHAN, SEHINGGA SEPAKBOLA MENJADI OLAHRAGA PALING POPULER SEJAGAT DAN DIGEMARI SEMUA PENDUDUK KOLONG LANGIT, MULAI DARI ANAK KECIL, ANAK MUDA DAN ORANG TUA, OLEH SEBAB ITU IA BISA DISEBUT SEBAGAI SALAH SATU KEAJAIBAN DUNIA YANG HARUS DIPELIHARA, DIKEMBANGKAN DAN DILESTARIKAN DENGAN BAIK. DI INDONESIA PUN DEMIKIAN, SEJAK JAMAN BELANDA SEPAKBOLA MENJADI OLAHRAGA YANG PALING POPULER DAN PALING DIGEMARI MASYARAKAT, MALAH ORGANISASI SEPAKBOLA NASIONAL (PSSI) YANG DIDIRIKAN PADA TANGGAL 19 APRIL 1930 DIJADIKAN ALAT PERJUANGAN BANGSA, SEBAGAI BAGIAN DARI USAHA KAUM PERGERAKAN MENUJU INDONESIA MERDEKA. BENDERA MERAH PUTIH PUN PERTAMA KALI DIKIBARKAN DI ARENA PERTANDINGAN SEPAKBOLA PADA WAKTU PERESMIAN STADION SRIWEDARI SOLO BULAN OKTOBER TAHUN 1933, JAUH SEBELUM PENGIBARAN SANG SAKA MERAH PUTIH PADA WAKTU PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI OLEH SOEKARNO-HATTA DI PEGANGSAAN TIMUR JAKARTA PADA TANGGAL 17 AGUSTUS 1945. JADI KULTUR YANG DIBANGUN PADA AWALNYA ADALAH SEPAKBOLA INDONESIA YANG BERNAFASKAN KEBANGSAAN, PEMERSATU BANGSA, KEMUDIAN SETELAH KEMERDEKAAN MEMBANGUN PRESTASI SEPAKBOLA UNTUK KEBANGGAAN BANGSA, DIMANA MUARA KOMPETISINYA ADALAH MENJARING PEMAIN TERBAIK DAN MEMBENTUK TIMNAS TANGGUH, SEHINGGA PRESTASI SEPAKBOLA PADA TAHUN LIMA PULUHAN BISA DI RAIH DAN TIMNAS INDONESIA PUN MENJADI SALAH SATU MACAN SEPAKBOLA ASIA SAMPAI TAHUN TUJUH PULUHAN. TETAPI SETELAH ITU MEREDUP DI TAHUN DELAPAN PULUHAN, WALAU PERNAH MENJADI JUARA SEA GAMES DAN BERUNTUNG MENJADI PERINGKAT 4 ASIAN GAMES.

DALAM PERKEMBANGAN SELANJUTNYA PRESTASI TIMNAS KITA MAKIN MENURUN, KEBANGGAAN TIDAK BISA LAGI DIDAPAT DARI SEPAKBOLA, KARENA POLA PEMBINAAN SEBELUMNYA YANG SUDAH BAGUS TIDAK DILANJUTKAN DAN REGENERASI TIDAK BERJALAN SEBAGAIMANA MESTINYA, AKIBATNYA SEKARANG KITA MENJADI TIDAK TAHU KAPAN SEPAKBOLA DISINI AKAN KEMBALI MERAIH KEJAYAAN. BERSAMAAN DENGAN ITU KULTUR SEPAKBOLA YANG BERNAFASKAN KEBANGSAAN, PEMERSATU BANGSA DAN PRESTASI SEPAKBOLA UNTUK KEBANGGAAN BANGSA PUN IKUT MENGHILANG. SEJAK PRESTASI MENGHILANG, SEPAKBOLA KITA TIDAK LAGI BEPERAN SEBAGAI PEMERSATU BANGSA DAN TIDAK LAGI BERNAFASKAN KEBANGSAAN BAGI PARA PELAKUNYA, HAL ITU BISA DILIHAT DALAM KENYATAANNYA BANYAK TERJADI PERSELISIHAN DIANTARA SESAMA KLUB PESERTA SAAT BERLANGSUNGNYA KOMPETISI LOKAL, MALAH DIANTARA SUPORTER ADA YANG BERMUSUHAN, SEHINGGA KESANNYA HANYA MEMENTINGKAN DIRINYA MASING-MASING SEAKAN TIDAK MEMPERDULIKAN LAGI BAHWA SEPAKBOLA ADALAH PEMERSATU BANGSA. KEPENTINGAN KLUB NAMPAK LEBIH DIDAHULUKAN DARI PADA KEPENTINGAN NASIONAL, KLUB ATAU PEMAIN BISA TIDAK MENGINDAHKAN PANGGILAN UNTUK BERMAIN DI TIMNAS, BUNTUTNYA PRESTASI TIMNAS KITA SEKARANG TIDAK LAGI MENDATANGKAN KEBANGGAAN BAGI BANGSA INI. PADA AWAL TAHUN DELAPAN PULUHAN PSSI SEBENARNYA PERNAH MENCOBA UNTUK MENJAGA KESINAMBUNGAN PRESTASI SEPAKBOLA AGAR BISA TETAP MENJADI SALAH SATU MACAN SEPAKBOLA ASIA, DENGAN MENCIPTAKAN POLA PEMBINAAN SEPAKBOLA NASIONAL (PPSN) TERMASUK TENTANG PEMBINAAN USIA DINI, KEMUDIAN PSSI MELENGKAPI DENGAN POLA PEMBINAAN PERSEPAKBOLAAN INDONESIA (P3I) PADA AWAL TAHUN SEMBILAN PULUHAN. NAMUN ACUAN ITU TIDAK DIGUNAKAN LAGI OLEH PENGURUS PSSI BERIKUTNYA, PADAHAL BILA POLA PEMBINAAN SEPAKBOLA NASIONAL DIBUAT KEMBALI ATAU PALING TIDAK DILAKUKAN PENINGKATAN

(UPGRADE) DAN PEMUTAKHIRAN DATA (UPDATE) PRESTASI SEPAKBOLA KITA NASIBNYA TIDAK AKAN SEMERANA SEKARANG. BELAJAR DARI SITUASI SEPAKBOLA SAAT INI, DIMANA KITA BELUM MEMILIKI POLA PEMBINAAN YANG BISA MENGATUR PEMBINAAN SEPAKBOLA SECARA BERJENJANG, BERTAHAP DAN BERKESINAMBUNGAN, MAKA SEPAKBOLA YANG BERBASISKAN PEMBINAAN USIA DINI BISA DIJADIKAN SEBAGAI PEMBINAAN DASAR DARI SEBUAH PEMBINAAN SEPAKBOLA JANGKA PANJANG SEBELUM MEMASUKI JENJANG USIA MUDA DAN USIA SENIOR. SEPAKBOLA USIA DINI MEMANG BISA DIJADIKAN TUMPUAN HARAPAN SEBAB TELAH BERTUMBUH PESAT, ANAK-ANAK BANGSA MEMAINKAN BOLA DIMANA-MANA TANPA MEMBEDAKAN LATAR BELAKANG SOSIAL, RAS, KEPERCAYAAN, USIA DAN GENDER MEREKA SEMUA BISA MEMAINKAN SI KULIT BUNDAR DENGAN SENANG HATI. KEHIDUPAN SEPAKBOLA USIA DINI DI NEGARA KITA BERKEMBANG SECARA ALAMI SELARAS DENGAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA DI INDONESIA YANG MERUPAKAN CABANG OLAHRAGA PALING PUPOLER DAN BANYAK DIGEMARI MASYARAKAT, WALAU PRESTASI TIMNAS KITA TIDAK BERBANDING LURUS DENGAN KEPOPULERANNYA. NAMUN PERTANYAANNYA APAKAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI DISELURUH PELOSOK INDONESIA INI SUDAH MERUPAKAN SEBUAH KULTUR BENAR?, ATAU BARU SEBATAS EPHORIA? ATAU APAKAH SUDAH MENJALANKAN NORMA DAN NILAI STANDAR UNTUK MEMBANGUN SEBUAH KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI, ATAU SEBALIKNYA MENGARAH KEPADA KEHIDUPAN SEPAKBOLA TAK BERKULTUR?. MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI ITU SUDAH MERUPAKAN KEBUTUHAN, KARENA IA ADALAH SEBUAH RUH YANG BISA MENDORONG MEMAJUKAN PRESTASI SEPAKBOLA ANAK-ANAK, BERKENAAN

DENGAN HAL ITU BERIKUT DISAMPAIKAN HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN UPAYA UNTUK MEMBANGUN KULTUR DIMAKSUD. YANG BERJUDUL MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI, DENGAN ILUSTRASI TENTANG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI, YANG BEGITU PESAT KEMAJUAN KUANTITASNYA SEHINGGA DIPANDANG PERLU UNTUK DISERTAI DENGAN MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI SEBAGAI RUH DARI PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI.

MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI


KULTUR ATAU BUDAYA MENURUT PARA AKHLI ADALAH SUATU CARA ATAU POLA HIDUP YANG BERKEMBANG, MEMILIKI NORMA-NORMA DAN NILAI-NILAI PERILAKU HIDUP YANG DIIKUTI SEKELOMPOK ORANG DENGAN SADAR DAN DIWARISKAN DARI SEBUAH GENERASI KE GENERASI BERIKUTNYA. ARTIKULASI PADA KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH BERKEMBANGNYA SEBUAH KULTUR YANG MEMILIKI NORMA DAN NILAI PERILAKU YANG MEMANDANG SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH SEBUAH PEMBINAAN YANG DILAKUKAN SESUAI PERTUMBUHAN USIANYA DAN MEMPERLAKUKAN ANAK-ANAK SEBAGAIMANA MESTINYA ATAU JANGAN SAMAKAN MEREKA DENGAN ORANG DEWASA SAAT BERMAIN SEPAKBOLA. ANAK-ANAK HARUS MENDAPAT PENDIDIKAN BAIK, DENGAN MENANAMKAN NORMA DAN NILAI HIDUP YANG BAIK, SEPERTI RESPEK, FAIR PLAY, MENGHORMATI ORANG LAIN, MENGIKUTI ARAHAN DAN PETUNJUK PELATIH, ORANG TUA MAUPUN PENGURUS ATAU OFISIAL, MENTAATI PERATURAN SERTA KEPUTUSAN WASIT. BILA MENDAPAT KEMENANGAN MENYAMBUTNYA TIDAK BERLEBIHAN ATAU JANGAN MEMBUAT LAWAN YANG DIKALAHKANNYA MENJADI SAKIT HATI, BISA MENERIMA KEKALAHAN DENGAN LAPANG DADA TANPA SEDIH BERLEBIHAN, ATAU TIDAK MELAKUKAN PROTES BERLEBIHAN BILA MENEMUI HAL-HAL YANG KURANG BERKENAN. SEDANG BAGI PARA PEMBINA PEMAIN USIA DINI, BAIK PENGURUS, OFISIAL DAN PELATIH, KEMUDIAN OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, IW, PP), SERTA JUGA PARA ORANG TUA, KULTUR SEHAT YANG HARUS DIWUJUDKAN ADALAH YANG BERCIRI SALING MENGHORMATI PERANAN DAN TUGAS MASING-MASING, SALING MENDUKUNG DAN TIDAK IKUT CAMPUR PADA HAL YANG BUKAN MENJADI PERANAN DAN TUGASNYA, KHUSUS UNTUK OFISIAL PERTANDINGAN IA HARUS MENJADI PENGADIL YANG BAIK.

KEMUDIAN TIDAK MENGHALALKAN SEGALA CARA UNTUK MEMENANGKAN PERTANDINGAN, SEPERTI MEMPENGARUHI ATAU MENEKAN PENGADIL DI LAPANGAN PERMAINAN, MENYURUH ANAK DIDIK BERMAIN KASAR, MEMARAHI ANAK DIDIK BILA MELAKUKAN KESALAHAN DI LAPANGAN ATAU BILA TIMNYA MENGALAMI KEKALAHAN, BERTENGKAR DENGAN PENGADIL ATAU DENGAN OFISIAL TIM LAWAN DIMUKA ANAK DIDIK. UNTUK MENGHINDARKAN KEKELIRUAN-KEKELIRUAN YANG TIDAK PADA TEMPATNYA, SELAIKNYA SEMUA PEMBINA SEPAKBOLA USIA DINI MEMPERHATIKAN PETUNJUK PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI DARI FIFA (FIFA GRASSROOTS), YANG BERSIFAT MENDIDIK YAITU SEPAKBOLA USIA DINI LEBIH MEMENTINGKAN MEMBANGUN KEMAMPUAN INDIVIDU, SEMUA HARUS DIBERI KESEMPATAN BERMAIN, BUKAN KEMENANGAN YANG DICARI ATAU MENGEJAR JUARA, SEBAB SEPAKBOLA USIA DINI TIDAK MENGENAL JUARA, YANG ADA TIM TERBAIK, JUGA TIDAK ADA HADIAH LANGSUNG KEPADA PEMAIN. BERKAITAN DENGAN ITU, MENGINGAT ARAH PEMBINAAN PEMAIN SEPAKBOLA USIA DINI SELAMA INI DI INDONESIA NAMPAKNYA BELUM SESUAI SEPERTI YANG DIKAMPANYEKAN FIFA, OLEH KARENA ITU MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI DI INDONESIA MEMANG SUDAH MERUPAKAN KEBUTUHAN SEBAGAI BAGIAN PENTING UNTUK MENGIRINGI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI BILA KITA INGIN MERAIH KEMAJUAN PRESTASI DI MASA DEPAN. DISEMUA NEGARA SEPAKBOLA MAJU, UMUMNYA BISA MAJU KARENA DIDUKUNG KULTUR SEPAKBOLA YANG BAGUS, SEBAB HAL ITU MERUPAKAN KUNCI KEBERHASILAN DI DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN DAN KEMAJUAN PRESTASI SEPAKBOLA DI NEGARANYA MASING-MASING. CIRI KULTUR SEPAKBOLA YANG DIMAKSUD IALAH MEREKA MEMILIKI NORMA DAN NILAI YANG MENJADI ANUTAN SEMUA PELAKU DAN PENGGEMBIRA SEPAKBOLA DISANA, SEPERTI ETOS KERJA, SEMUA BILA INGIN MAJU HARUS BEKERJA KERAS, BERLATIH KERAS DAN BERDISIPLIN. SELARAS DENGAN ITU PARA PENGGEMBIRA

DISANA SELALU MEMBANGUN SUASANA YANG MEMBUAT PERKEMBANGAN SEPAKBOLA DI NEGARANYA MENJADI SEMAKIN MERIAH. DENGAN ETOS KERJA YANG DIMILIKI, SEMUA PEMAIN MENGIKUTI PROGRAM LATIHAN SECARA TERATUR, MELALUI PENJENJANGAN BERAWAL DARI USIA DINI YANG MENEKANKAN PADA MEMBANGUN KETERAMPILAN INDIVIDU, NAIK KE JENJANG USIA MUDA SUDAH DIKOMBINASIKAN PEMBENTUKAN TEKNIK BERMAIN DENGAN KERJA SAMA TIM, SEHINGGA PADA SAAT USIA SENIOR PARA PEMAIN SUDAH MEMILIKI KEMATANGAN BERMAIN SEPAKBOLA KELAS TINGGI. PENONTON DAN SUPORTER PUN BISA MEMBERIKAN ATMOSFIR YANG MEMBUAT KEHIDUPAN SEPAKBOLA MENJADI BERTAMBAH MERIAH, MENARIK, MENGGAIRAHKAN, SEHINGGA BISA MENDATANGKAN SEMANGAT BAGI PARA PEMAIN UNTUK TAMPIL PRIMA DI LAPANGAN PERMAINAN DISETIAP KALI BERTANDING. SUASANA SEPERTI ITULAH YANG BERHASIL MENDATANGKAN SPONSOR, JANGAN SEBALIKNYA SEPERTI DI KITA YANG RENTAN TERJADINYA KERUSUHAN MISALNYA HAL ITU TENTUNYA AKAN BERAKIBAT DIJAUHI SPONSOR ATAU LEBIH EKSTRIMNYA TIDAK ADA SPONSOR YANG MAU. KALAU SEKARANG TIMBUL PERTANYAAN MENGAPA PRESTASI SEPAKBOLA INDONESIA MASIH TETAP REDUP, JAWABANNYA ITU DISEBABKAN PEMBINAAN USIA DINI SEPULUH TAHUN LALU KURANG KUAT MEMBANGUN FONDASI BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR, KEMUDIAN TIDAK MELAKUKAN PEMBENTUKAN KEMATANGAN BERMAIN DI PEMBINAAN USIA MUDA, SEHINGGA MEMASUKI USIA SENIOR KEMAMPUAN PEMAIN KITA TIDAK CUKUP KUAT UNTUK BERSAING DI ARENA PERTANDINGAN INTERNASIONAL. BILA SAJA SEPULUH TAHUN LALU MEMBANGUN FONDASI KUAT PADA SAAT MENJALANKAN PEMBINAAN DI USIA DINI, YANG BERLANJUT PEMBENTUKAN DAN PEMATANGKAN KUALITAS BERMAIN PADA SAAT PEMBINAAN USIA MUDA, TENTU HASILNYA AKAN BEDA, BISA JADI PRESTASI BERHASIL DIPETIK SEKARANG.

KALAUPUN PADA FESTIVAL USIA DINI ATAU KEJUARAAN USIA MUDA BEBERAPA WAKTU LALU PERNAH BERHASIL MERAIH KEJUARAAN INTERNASIONAL TIDAK RESMI, JANGAN MEMBANDINGKAN BEGITU SAJA DENGAN PRESTASI TIMNAS SENIOR. DENGAN MEMPERTANYAKAN KENAPA TIMNAS DI KELOMPOK USIA BISA BERHASIL SEDANGKAN TIMNAS SENIOR KITA TIDAK?. SEBAB ITU BISA TERJADI KARENA ADA KELEMAHAN DI MASA LALU, PALING TIDAK DARI 2 JENJANG PEMBINAAN SEBELUMNYA (USIA DINI DAN USIA MUDA), KEMUDIAN YANG MENANGGUNG AKIBATNYA ADALAH DI JENJANG TERAKHIRNYA (USIA SENIOR). KELEMAHAN ITU MEMANG BISA TERJADI DI MASA LALU MAUPUN DI MASA SEKARANG, SEBAB ITU MERUPAKAN RANGKAIAN PEMBINAAN JANGKA PANJANG. DIMANA KALAU PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI SEPULUH TAHUN LALU TIDAK CUKUP KUAT MEMBANGUN FONDASI, KEMUDIAN PEMBINAAN USIA MUDA TIDAK MENCIPTAKAN PEMBENTUKAN CARA BERMAIN YANG MUMPUNI ATAU TIDAK MEMBANGUN KEMATANGAN BERMAIN YANG KUAT, WAJAR KALAU KEMUDIAN DISAAT USIA SENIOR TIDAK BERHASIL MERAIH PRESTASI INTERNASIONAL SEPERTI YANG DIHARAPKAN. BILA DI MASA LALU MEMBANGUN FONDASI PEMBINAAN DI USIA DINI KUAT, TENTU HAL ITU AKAN MENJADIKAN MUDAH KETIKA PARA PEMAIN TERSEBUT MENDAPAT GEMBLENGAN LANJUTAN DI SAAT USIA MUDA DAN SETERUSNYA SAMPAI SAAT PEMBINAAN USIA SENIOR. PEMBINAAN BERKESINAMBUNGAN DI KETIGA JENJANG PERIODE TERSEBUT BISA TERWUJUD BILA MEMILIKI BOBOT BAIK DALAM HAL MEMBANGUN TEKNIK, FISIK, MENTAL MAUPUN KULTURNYA. KARENA BILA TIDAK DIIRINGI PEMBANGUNAN KULTURNYA, BISA JADI SEPAKBOLA USIA DINI AKAN BERJALAN SEPERTI TANPA ARAH, SEMUA PIHAK AKAN MELAKUKANNYA DENGAN CARA SENDIRI-SENDIRI, CELAKANYA KALAU MENYAMAKAN CARA MEMBINA PEMAIN USIA DINI DENGAN PEMAIN USIA MUDA ATAU BAHKAN DENGAN PEMAIN USIA DEWASA, KALAU SUDAH BEGITU PERIODE MEMBANGUN FONDASI MENJADI TERABAIKAN.

10

LALU KULTUR SEPERTI APA YANG HARUS DIBANGUN? KULTUR YANG HARUS DIBANGUN ADALAH KULTUR YANG MEMILIKI PANDANGAN SAMA TERHADAP NORMA DAN NILAI TERHADAP PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI SEBAGAIMANA DIPROGRAMKAN FIFA, UNTUK MEMBERIKAN KEPADA MEREKA KELELUASAAN BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN SENANG, MEMBERIKAN RUANG AGAR MEREKA BISA MENAMPILKAN SEMUA KEMAHIRAN YANG DIMILIKINYA DISETIAP KALI BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN TANPA ADA BEBAN DAN TEKANAN DARI SIAPAPUN. JADI YANG HARUS BERKEMBANG DI LINGKUNGAN PEMBINAAN USIA DINI ADALAH KESADARAN YANG SAMA ATAS NORMA DAN NILAI STANDAR MENURUT PANDUAN BAGI PEMAIN SEUSIANYA, SEBAGAI TEMPAT MEMBANGUN DASAR KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKBOLA, ATAU SEBAGAI BASIS PEMBINAAN DARI RANGKAIAN PEMBINAAN JANGKA PANJANG, SEBELUM MEMASUKI JENJANG PEMBINAAN USIA MUDA YANG AKAN TERUS BERLANJUT SAMPAI KE PEMBINAAN USIA DEWASA TANPA TERPUTUS DI TENGAH JALAN. OLEH SEBAB ITU DISETIAP KEGIATAN FESTIVAL JANGAN MELAKUKAN IMING-IMING HADIAH TETAPI HARUS MENERAPKAN STANDAR PEMBINAAN USA DINI MENURUT PANDUAN YANG BENAR, BAHWA PEMBINAAN USIA DINI TIDAK MENGEJAR KEMENANGAN TETAPI MEMENTINGKAN PENAMPILAN SEMUA PEMAINNYA DISETIAP PERTANDINGAN YANG DIIKUTINYA, DIMANA SEMUA PEMAIN WAJIB DITURUNKAN BERMAIN DALAM SETIAP PERTANDINGAN. WALAU DALAM KENYATAANNYA MASIH ADA PEMBINA MAUPUN ORANG TUA YANG LEBIH MENGINGINKAN MENANG DARIPADA MENAMPILKAN SEMUA PEMAINNYA DALAM SEBUAH PERTANDINGAN, TETAPI SEDIKIT DEMI SEDIKIT PERLU DITUMBUHKAN KULTUR YANG MEMILIKI KESADARAN SAMA BAHWA PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI ADALAH UNTUK MEMBENTUK KUALITAS PEMAIN DAN BUKAN MEMBENTUK TIM YANG HARUS MENJADI JUARA. MENSOSIALISAIKAN PANDUAN FIFA GRASSROOTS TENTANG CARA MENANGANI PEMAIN USIA DINI DENGAN BENAR ADALAH SEJALAN DENGAN UPAYA MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI YANG MEMANG
11

SUDAH SAATNYA DIMULAI, KARENA MENGINGAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI DI TANAH AIR SUDAH BEGITU PESAT, MAKA PERLU DIJAGA AGAR ARAH PEMBINAANNYA BENAR, BERDAYA GUNA DAN BERHASIL GUNA. TIMNAS PELAJAR INDONESIA MENGIKUTI APSSO 2010

12

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI


SEBAGAI ILUSTRASI, PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI DI INDONESIA SECARA KUANTITAS SUNGGUH MENGAGUMKAN, HAL ITU HARUS DIMANFAATKAN DENGAN MENJADIKAN SEBAGAI BASIS PEMBINAAN PRESTASI UNTUK MENGEJAR KETERTINGGALAN SEPAKBOLA KITA, YANG DI TINGKAT ASEAN SAJA TIMNAS INDONESIA SUDAH LAMA TIDAK BISA MERAIH GELAR JUARA, APALAGI DI TINGKAT ASIA. PADAHAL KITA PERNAH MENJADI SALAH SATU MACAN SEPAKBOLA ASIA, PADA PERIODE KEEMASAN TAHUN LIMA PULUHAN, ENAM PULUHAN DAN TUJUH PULUHAN, WALAU ITU SUDAH LAMA BERLALU, KENANGAN ITU PATUT DIBANGGAKAN DAN HARUS MENJADI INSPIRASI KUAT UNTUK TERUS BERUSAHA MENGEMBALIKAN KEKUATAN KITA SEBAGAI SALAH SATU MACAN SEPAKBOLA ASIA. SEBENARNYA ADA SEBERSIT HARAPAN, DENGAN KEBERHASILAN TIM USIA DINI MAUPUN TIM USIA MUDA BEBERAPA WAKTU LALU MENJADI TIM TERBAIK ATAU JUARA DI BERBAGAI PERTANDINGAN INTERNASIONAL YANG DIIKUTINYA, WALAU BUKAN DALAM SEBUAH KEJUARAAN RESMI INTERNASIONAL. TETAPI PALING TIDAK ITU SUDAH MENJANJIKAN KALAU SEPAKBOLA USIA DINI MAUPUN USIA MUDA MEMILIKI MASA DEPAN, APALAGI BILA SEMUA PIHAK YANG TERKAIT DENGAN PEMBINAAN ANAK-ANAK BANGSA ITU MAU KERJA KERAS DENGAN CARA BENAR SESUAI STANDAR PEMBINAAN BAKU. RAIHAN YANG DICAPAI MENJADI TIM TERBAIK TERSEBUT SEBENARNYA BERMULA DARI BERMACAM FESTIVAL DALAM NEGERI YANG JAWARANYA DIKIRIMKAN KE FESTIVAL INTERNASIONAL DI EROPA ATAU KE CAMP LATIHAN KLUB BESAR EROPA, HASIL ITU MENGGEMBIRAKAN DAN LUAR BIASA. SEBAB DISAMPING MENUNJUKAN BAHWA KITA BISA, HAL ITU JUGA BISA MEMOMPA SEMANGAT DAN GAIRAH PARA PESEPAKBOLA CILIK DAN PARA PEMBINANYA DI SELURUH PELOSOK TANAH AIR UNTUK MENGIKUTI JEJAK DIKESEMPATAN BERIKUTNYA.

13

SELAIN ITU BANYAK CARA LAIN DITEMPUH GUNA MEMAJUKAN SEPAKBOLA DI TANAH AIR AGAR BISA MERAIH GELAR DI KEJUARAAN RESMI INTERNASIONAL, MISALNYA MENGIRIMKAN PEMAIN UNTUK BERLATIH DI LUAR NEGERI, NAMUN HASILNYA BELUM KELIHATAN HINGGA SEKARANG. MASYARAKAT SEPAKBOLA SUDAH TAK SABAR MENUNGGU AKAN TIBANYA PRESTASI DI KEJUARAAN RESMI INTERNASIONAL, PALING TIDAK DI TINGKAT ASEAN BILA DI TINGKAT ASIA MASIH SERET. UNTUK BISA MENCAPAI PRESTASI SEPAKBOLA DI MASA DEPAN TENTU MEMBUTUHKAN SUATU MODAL INVESTASI JANGKA PANJANG, TETAPI TANPA SADAR SEBENARNYA KITA SUDAH MENANAM INVESTASI JANGKA PANJANG MELALUI KEGIATAN SEPAKBOLA USIA DINI DI INDONESIA YANG DARI WAKTU KE WAKTU MAKIN PESAT. TERLIHAT DARI BANYAK DIGELARNYA PERTANDINGAN FESTIVAL USIA DINI, BERMACAM LABEL LIGA BERMUNCULAN, ADA YANG DISPONSORI PERUSAHAAN BESAR ATAU KLUB BESAR EROPA DAN AMERIKA LATIN. TENTU HAL ITU SANGAT MENGGEMBIRAKAN, KARENA SEPAKBOLA USIA DINI MERUPAKAN INVESTASI JANGKA PANJANG DARI PEMBANGUNAN SEPAKBOLA TERARAH DENGAN PENJENJANGAN JELAS, OLEH SEBAB ITU PERTUMBUHANNYA HARUS MENDAPAT PERHATIAN DAN DUKUNGAN DARI SEMUA LAPISAN MASYARAKAT YANG MEMILIKI KEPEDULIAN TERHADAPNYA. MELIHAT PERTUMBUHAN SEPERTI ITU KITA PATUT MENSYUKURINYA, MEMELIHARANYA DAN MENGEMBANGKANNYA KEARAH PEMBINAAN YANG LEBIH TEPAT BAGI MEREKA, KITA TIDAK BOLEH SENANG HANYA KARENA MELIHAT PERTUMBUHANNYA SAJA DIKARENAKAN BANYAKNYA PERTANDINGAN DILAKUKAN DIMANA-MANA, SECARA KUANTITAS MEMANG MAJU, TETAPI JANGAN LUPA SECARA KUALITAS MASIH HARUS DIKEJAR BILA KITA INGIN MAJU. DALAM MEMBINA PEMAIN USIA DINI JUGA HARUS DIPERHATIKAN KESEIMBANGAN ANTARA PEMBINAAN TEKNIS DAN FISIK DENGAN PERKEMBANGAN MENTAL PSIKOLOGISNYA. KEMUDIAN PEMBINAAN MESTI

14

DILAKUKAN DENGAN BENAR OLEH SEMUA UNSUR PEMBINA SEPAKBOLA USIA DINI, SESUAI PERANAN DAN TUGASNYA MASING-MASING SEHINGGA BISA MELAHIRKAN KULTUR PEMBINAAN YANG SEHAT. PERKEMBANGAN SEKOLAH SEKOLAH SEPAKBOLA (SSB) DAN AKADEMI SEPAKBOLA (AS) TEMPAT MENEMPA PEMAIN USIA DINI SAAT INI SEDANG NGETREN MELAKUKAN PENGELOMPOKAN UNTUK MELAKUKAN PERTANDINGAN SEMACAM KOMPETISI, DENGAN MEMBENTUK LIGA-LIGA SEPAKBOLA YANG MEMILIKI JARINGAN DI SELURUH WILAYAH INDONESIA, SELAIN FESTIVAL-FESTIVAL SEPAKBOLA YANG BIASA DILAKUKAN DAN DIIKUTI OLEH SSB-SSB/AS-AS SEPERTI SEBELUMNYA. PERTUMBUHAN YANG BEGITU PESAT ITU TENTU TIDAK TERLEPAS DARI DUKUNGAN BANYAK PIHAK, SEPERTI ORANG TUA PARA SISWA SSB DAN AS MASING-MASING, KARENA MEREKALAH AWALNYA ANAK-ANAK BISA BERMAIN BOLA, KEMUDIAN PERAN BESAR DARI PARA PEMBINA SSB DAN AS, SERTA PARA PENGGAGAS BERBAGAI FESTIVAL, SELAIN ITU JUGA ADANYA DUKUNGAN DARI BERBAGAI PERUSAHAAN DAN MEDIA BESAR YANG MENSPONSORI BANYAK KEGIATAN PERTANDINGAN SERTA KLUB-KLUB BESAR EROPA DAN AMERIKA LATIN YANG MEMBUKA CABANG KEGIATAN LATIHAN DISINI. TERCIPTANYA ATMOSFIR SEPAKBOLA USIA DINI SEPERTI ITU MENUMBUHKAN FENOMENA MENARIK, KARENA SAAT SEPAKBOLA KITA BELUM BERPRESTASI TETAPI KEHIDUPAN SEPAKBOLA USIA DININYA BEGITU SEMARAK. KERAMAIAN SEPAKBOLA USIA DINI BUKAN HANYA DI LAPANGAN SAJA, DI DUNIA MAYAPUN RAMAI TERUTAMA DI DINDING DAN BERANDA FESBUK. STATUS, CATATAN DAN FOTO-FOTO BERBAGAI KEGIATAN SEPAKBOLA USIA DINI SEAKAN TAK PERNAH PUTUS, SETIAP HARI ADA SAJA PEMUTAKHIRAN DATA (UP DATE), MENGUNGGAH (UPLOAD), MENGUNDUH (DOWNLOAD), COPAS (COPY PASTE). FENOMENA SPEKTAKULER SEPERTI ITU SANGAT DIPERLUKAN SEBAGAI MODAL DASAR UNTUK MEMBANGUN SENDI-SENDI PEMBINAAN SEPAKBOLA, ATAU FENOMENA SEPERTI ITU BISA DIKATAKAN SEBAGAI INVESTASI BESAR UNTUK MASA DEPAN SEPAKBOLA INDONESIA YANG LEBIH CERAH.

15

BILA PERTUMBUHANNYA SUDAH PESAT, ATMOSFIR DAN FENOMENA SEPAKBOLA USIA DINI SUDAH TERLIHAT SPEKTAKULER, KINI YANG HARUS DIBANGUN ADALAH KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI, UNTUK MENJAGA ARAH PEMBINAANNYA AGAR MENUJU KEARAH YANG BENAR, DILAKUKAN DENGAN CARA YANG BENAR DAN DILAKSANAKAN OLEH ORANG-ORANG YANG AHLI DI BIDANGNYA. SERTA DIBINA, DIPANDU DAN DIKOORDINASIKAN OLEH ORGANISASI OTORITAS SEPAKBOLA NASIONAL (PSSI) BERIKUT JAJARANNYA DI TINGKAT DAERAH DAN CABANG. DIPANDU OLEH ATAU BERKOORDINASI DENGAN ORGANISASI OTORITAS SEPAKBOLA NASIONAL BERIKUT JAJARANNYA DI TINGKAT DAERAH DAN CABANG ADALAH PERLU, SEBAB SESUAI KEWENANGANNYA IA ADALAH ORGANISASI SATU-SATUNYA YANG BERWENANG MENGURUS SEPAKBOLA DI NEGARA INI BERDASARKAN STATUTA YANG DIMILIKINYA (FIFA APPROVED). BILA KITA INGIN MENJADI PELATIH, YANG BERWENANG MEMBUAT KURIKULUM DAN SILABUS, MENGADAKAN KURSUS DAN MENERBITKAN SERTIFIKATNYA ADALAH PSSI. YANG BERWENANG MEMBENTUK TIMNAS DAN MENGIRIMKAN TIMNAS TERSEBUT KE KEJUARAAN RESMI INTERNASIONAL ADALAH PSSI. BILA KITA HENDAK MENYELENGGARAKAN PELATIHAN MAUPUN PERTANDINGAN, YANG BERWENANG MEMBUAT SURAT REKOMENDASI ADALAH PSSI, OLEH KARENA ITU KEPADA SETIAP PENYELENGGARA FESTIVAL PELATIHAN MAUPUN PERTANDINGAN HARUS MENGAJUKAN PERMOHONAN REKOMENDASI KEPADA PSSI SETEMPAT SEBELUM MELAKUKAN KEGIATAN. DENGAN MENYERTAKAN PROGRAM PELATIHAN ATAU PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN UNTUK MENDAPATKAN PERSETUJUANNYA, AGAR PROGRAM PELATIHAN SESUAI DENGAN PANDUAN FIFA GRASSROOTS FESTIVAL YANG DIBIMBING OLEH PELATIH PENDIDIK, PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN FESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI YANG DIBUAT MEMENUHI STANDAR PERATURAN PERTANDINGAN DAN PERATURAN PERMAINAN FIFA.

16

PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN FESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI BISA DIBUAT SEDERHANA TETAPI MUDAH DIMENGERTI, TERMASUK MENYEBUTKAN UKURAN DAN GARIS LAPANGAN PERMAINAN YANG BENAR, UKURAN GAWANG YANG BENAR, UKURAN BOLA YANG BENAR, WAKTU BERMAIN YANG BENAR. WASIT YANG MEMIMPIN HARUS BISA MEMBIMBING, MEMPERKENALKAN PERATURAN PERMAINAN SEJAK DINI DAN KARTU HIJAU, DSP DAN CARA PENGGANTIAN PEMAIN, ORGANISASI PERTANDNGAN DLL. MODIFIKASI BISA DIBENARKAN DALAM PERATURAN PERTANDINGAN BILA SELARAS DENGAN PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI YANG BERSIFAT MENDIDIK, TETAPI SERTAKAN PENJELASAN MAKSUDNYA. JUGA BILA KITA INGIN BERTANYA TENTANG ARAH PEMBINAAN SEPAKBOLA UNTUK SEMUA JENJANG TERUTAMA PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI, MISALNYA TENTANG KURIKULUM BELAJAR BERMAIN SEPAKBOLA, YA KEPADA PSSI, DENGAN DEMIKIAN KITA BISA MENGETAHUI ARAH PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI YANG SEBENARNYA SELARAS DENGAN PANDUAN FIFA. OLEH SEBAB ITU GUNA MENJAGA AGAR PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI BERJALAN MENUJU KEARAH YANG BENAR, MAKA SETIAP PEMBINA DI SSB MAUPUN AS HENDAKNYA MEMAHAMI CARA MENGORGANISIR DAN MEMBINA PEMAIN USIA DINI BERBEDA DENGAN CARA MENGORGANISIR DAN MEMBINA PEMAIN USIA DEWASA. MEREKA HARUS DIPERLAKUKAN SECARA KHUSUS SEBAGAIMANA SELAIKNYA MENDIDIK ANAK-ANAK SEUSIANYA, BAIK SAAT MEMBINA MEREKA DI LUAR DAN DI DALAM LAPANGAN KETIKA MEREKA BERMAIN SEPAKBOLA. PARA PELATIH SEPAKBOLA USIA DINI SEYOGYANYA MEMAHAMI BAGAIMANA CARA MEMPERLAKUKAN ANAK DIDIK SAAT BERLATIH DI LAPANGAN DAN CARA MELATIH SPESIFIK, DALAM MEMBERIKAN ILMU TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR SESUAI PANDUAN FIFA GRASSROOTS, YANG LEBIH MENEKANKAN MELATIH KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKBOLA INDIVIDU. SEMUA PIHAK YANG TERKAIT, YANG ADA HUBUNGANNYA DENGAN PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI PERLU SALING MENDUKUNG DAN TETAP BERADA DI JALUR PERANNYA MASING-MASING.
17

PEMBINA DAN PELATIH BERTUGAS MENANGANI ANAK DIDIKNYA SAAT BERLATIH DAN BERTANDING DI LAPANGAN BERDASARKAN PROGRAM LATIHAN DAN PERTANDINGAN YANG DISUSUN SEBELUMNYA. PARA ORANG TUA MENYERAHKAN ANAK-ANAKNYA KEPADA PARA PEMBINA DAN PELATIH UNTUK DIDIDIK MENJADI PESEPAKBOLA, NAMUN IA BISA TETAP IKUT MENGAWASI PERKEMBANGAN ANAK-ANAKNYA. PIHAK PERUSAHAAN DAN MEDIA SPONSOR BERBAGAI KEGIATAN, SERTA KLUB BESAR EROPA DAN AMERIKA LATIN YANG MEMBUKA KEGIATAN DISINI HARUS BISA MENDORONG PERCEPATAN PENINGKATAN KEMAJUAN PRESTASI. HAL ITU BISA TERCAPAI KALAU KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI KITA SUDAH TERBANGUN, ATAU KALAU SEPAKBOLA USIA DINI SUDAH MEMILIKI KULTUR DENGAN TATA CARA MENGELOLA SEPAKBOLA USIA DINI YANG TEPAT, TERARAH DAN BERBOBOT SEPERTI DIGAMBARKAN DIATAS MAKA DIYAKINI PRESTASI YANG DIINGINKAN BISA DIRAIH PADA WAKTUNYA. FIFA DISAMPING MENCIPTAKAN PANDUAN UNTUK MEMBINA SEPAKBOLA USIA DINI, JUGA MENCIPTAKAN GOLDEN RULE FAIR PLAY YANG DITUJUKAN UNTUK SELURUH INSAN SEPAKBOLA TERMASUK USIA DINI DI DUNIA, SELAIN ITU PADA KURIKULUM DAN SILABUS KURSUS PELATIH LISENSI D MEMUAT PULA PANDUAN TENTANG PEMBINAAN GRASSROOTS, YANG KESEMUANYA BISA DIJADIKAN PANDUAN UNTUK MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI YANG BAIK SEBAGAIMANA DIUNGKAPKAN DIBAWAH INI.

18

FIFA GRASSROOTS
SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI DI INDONESIA, BERIKUT INI DISAMPAIKAN PANDUAN FIFA UNTUK DIPAHAMI DAN DIHAYATI MAKNA DAN ARTINYA, YAITU TENTANG PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI SAMPAI DENGAN USIA 12 TAHUN, DENGAN FILOSOFI SEPAKBOLA USIA DINI (PHILOSOPHY OF GRASSROOTS FOOTBALL) SEBAGAI BERIKUT : 1. SEPAKBOLA UNTUK SEMUA ORANG, SEPAKBOLA DAPAT DIMAINKAN DIMANA SAJA TANPA MEMBEDAKAN GENDER, KEPERCAYAAN, ETNIK, LATAR BELAKANG SOSIAL DAN TINGKAT KEBUGARAN.

19

2. SEBAGAIMANA DISEBUTKAN DIATAS, BAHWA SEPAKBOLA DAPAT DIMAINKAN DIMANA SAJA. PROGRAM USIA DINI FIFA MEMBAWA SEPAKBOLA UNTUK USIA 6 SAMPAI 12 TAHUN DI SELURUH DUNIA. 3. SEPAKBOLA ADALAH SEBUAH SEKOLAH FAIR PLAY SEUMUR HIDUP, SEMANGAT BEKERJASAMA, PERTEMANAN MERUPAKAN SEDIKIT DARI BANYAK NILAI YANG DIDAPATKAN DARI SEPAKBOLA. 4. HAL TERSEBUT JUGA UNTUK KESENANGAN YANG MERUPAKAN HAL TERPENTING DALAM PELATIHAN SEPAKBOLA, SERTA MENGAJARKAN PERMAINAN BUKAN KEMENANGAN DALAM SEMUA TUJUAN. 5. BIARKAN ATAU BERIKAN ANAK-ANAK KEBEBASAN SAAT BERMAIN SEPAKBOLA YANG DIPERUNTUKAN BAGI PESEPAKBOLA USIA DINI AGAR MEREKA BERGAIRAH DAN MENDAPATKAN PENGHARGAAN.

KELIMA UNGKAPAN PHILOSOPHY FIFA GRASSROOTS TERSEBUT DALAM APLIKASINYA MENGANDUNG ARTI BAHWA :
PERTAMA, DALAM MEMBINA PEMAIN USIA DINI, DIMANA SAJA SEPAKBOLA DIMAINKAN TIDAK BOLEH MEMBEDA-BEDAKAN DIANTARA ANAK DIDIKNYA KARENA GENDER, ANTARA ANAK LAKI-LAKI MAUPUN WANITA MEMPUNYAI KESEMPATAN SAMA UNTUK BERMAIN SEPAKBOLA, TIDAK DIBEDAKAN PULA LATAR BELAKANG KEPERCAYAAN (AGAMA), ETNIK DAN SOSIAL, KEMUDIAN JUGA TIDAK MEMBEDAKAN KEBUGARAN YANG DIMILIKI PARA PEMAIN USIA DINI, YANG BUGAR DAN KURANG BUGAR DAPAT BERMAIN BERSAMASAMA WALAU TENTU TAKARAN LATIHANNYA TIDAK SAMA. KEDUA, PROGRAM SEPAKBOLA USIA DINI FIFA BISA DIMAINKAN DIMANA SAJA UNTUK PESEPAKBOLA CILIK USIA 6 S/D 12 TAHUN, PROGRAM FIFA INI DIPERUNTUKAN BAGINYA UNTUK BISA MENGEMBANGKAN HOBI BERMAIN SEPAKBOLA YANG DIMILIKINYA AGAR BISA MENJADI PESEPAKBOLA HANDAL SAMA SEPERTI TEMANTEMAN SEBAYANYA DI SELURUH DUNIA. KETIGA, TANAMKAN PENDIDIKAN FAIR PLAY SEJAK DINI KEPADA MEREKA, SUPAYA BERLAKU SPORTIF BAIK SAAT MENANG ATAU KALAH, BANGUN SEMANGAT KERJASAMA, SALING MEMBANTU, SALING MENOLONG DIANTARA ANAK DIDIKNYA, BANGUN JUGA JARINGAN PERTEMANAN DIANTARA MEREKA AGAR MEREKA
20

MEMILIKI KEDEKATAN SATU SAMA LAIN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR LAPANGAN, HAL ITU MERUPAKAN SEBAGIAN DARI NILAI-NILAI BAGUS DI DALAM KEHIDUPAN YANG DIDAPAT DARI SEPAKBOLA. KEEMPAT, BANGUN KESENANGAN BERMAIN BAGI PESEPAKBOLA USIA DINI SEBAGAI HAL TERPENTING, AJARKAN PERMAINAN MULAI DARI MENGENALKAN BERBAGAI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, SERTA MEMBERIKAN FONDASI YANG KUAT DALAM HAL BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR, MEMBERI KESEMPATAN SEMUA BISA BERMAIN SEPAKBOLA TETAPI BUKAN MENGEJAR KEMENANGAN DISETIAP PERTANDINGAN YANG DIIKUTINYA. KELIMA, BERIKAN KELELUASAAN DAN KEBEBASAN YANG SELUAS-LUASNYA BAGI PARA PEMAIN USIA DINI UNTUK MENGEKPRESIKAN SEMUA KEMAHIRAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA YANG DIMILIKI DIRINYA KETIKA SEDANG BERLATIH MAUPUN SEDANG BERTANDING DI LAPANGAN SEPAKBOLA. LIMA PHILOSOPHY FIFA GRASSROOTS ITU MEMANG SARAT MAKNA, TUJUANNYA UNTUK MENYAMAKAN PERSEPSI BAGI PARA PEMBINA SEPAKBOLA USIA DINI SEDUNIA. JADI BILA HENDAK MEMULAI MENANGANI PESEPAKBOLA USIA DINI, PAHAMI TERLEBIH DAHULU PHILOSOPHYNYA. SEHINGGA SEMUA KEGIATAN PEMBINAAN PEMAIN SEPAKBOLA USIA DINI BISA DILAKUKAN DENGAN CARA YANG BENAR, BERLANDASKAN PHILOSOPHY YANG MEMILIKI MAKNA DAPAT MEMANDU PARA PEMBINA DAN PELATIH DIDALAM MENANGANI ORGANISASI MAUPUN MENANGANI PEMAIN SEPAKBOLA USIA DINI SAAT BERLATIH ATAU SAAT BERTANDING DI LAPANGAN. DENGAN PROGRAM LATIHAN YANG SESUAI BAGI PEMAIN USIA DINI, SERTA PERATURAN PERTANDINGAN SEDERHANA YANG JUGA SESUAI BAGI PEMAIN USIA DINI. KEMUDIAN UNTUK MELENGKAPI PANDUAN DI DALAM MEMBINA PEMAIN USIA DINI, SESUDAH PANDUAN FIFA GRASSROOTS SEPERTI DIKEMUKAKAN DIATAS, BERIKUT INI DISAMPAIKAN GOLDEN RULE FAIR PLAY ATAU CODE OF FAIR PLAY YANG JUGA DIBUAT OLEH FIFA.

21

GOLDEN RULE FAIR PLAY


FIFA MENCIPTAKAN GOLDEN RULE FAIR PLAY YANG DIHARAPKAN BISA MENJADI PEDOMAN BAGI SELURUH INSAN SEPAKBOLA DI DUNIA, DIMANA SECARA SEDERHANA CODE OF FAIR PLAY YANG DIBUAT OLEH FIFA MEMILIKI ARTI SEPERTI SEBAGAI BERIKUT : 1. 2. 3. 4. JANGAN BERMAIN MEMBAHAYAKAN PEMAIN LAWAN. HORMATI ATURAN MAIN DAN JALANKAN DENGAN BAIK INSTRUKSI OFISIAL. HORMATI LAWAN SEPERTI LAIKNYA KOLEGA KITA DI SEPAKBOLA. TETAP MAMPU MEMPERLIHATKAN SIKAP MENJUNJUNG TINGGI DISIPLIN, WALAU DALAM SITUASI SULIT ATAU TIDAK MENGENAKAN.
22

5. BERIKAN DUKUNGAN TERHADAP SIAPAPUN YANG BERUPAYA MENGENYAHKAN TINDAKAN CURANG DALAM PERTANDINGAN. 6. TUNJUKAN PERHATIAN BESAR TERHADAP PEMAIN YANG CEDERA, DENGAN SEGERA MENGHENTIKAN PERTANDINGAN DALAM SITUASI APAPUN. 7. JANGAN PERNAH PUNYA NIAT UNTUK BALAS DENDAM TERHADAP KESALAHAN YANG DILAKUKAN PEMAIN LAWAN. 8. MAIN SESUAI DENGAN PERINTAH BUNYI PELUIT WASIT. 9. RENDAH HATI SAAT MERAYAKAN KEMENANGAN, SERTA BERJIWA BESAR DALAM MENERIMA KEKALAHAN. 10.MEMBERIKAN PENGHARGAAN TERHADAP INDIVIDU ATAU LEMBAGA, YANG SECARA LUAR BIASA TELAH MENJUNJUNG TINGGI TERHADAP SIKAP-SIKAP FAIR PLAY. DENGAN DEMIKIAN GOLDEN RULE FAIR PLAY ATAU CODE OF FAIR PLAY YANG DIBUAT OLEH FIFA ADALAH SEBUAH KETENTUAN YANG HARUS DIJUNJUNG TINGGI DAN DIJALANKAN OLEH SEMUA INSAN SEPAKBOLA DI SELURUH DUNIA. MENGINGAT SEPAKBOLA ITU SEBUAH HASIL BUDAYA ATAU KULTUR DALAM PERADABAN MANUSIA YANG BERMARTABAT, OLEH SEBAB ITU HARUS DIJAGA BAIK-BAIK OLEH SEMUA INSAN SEPAKBOLA DENGAN MENJAGA PERILAKU MASING-MASING, SELALU BERLAKU FAIR PLAY ATAU BERLAKU SPORTIF SERTA RESPEK TERHADAP SEMUA ORANG DAN RESPEK TERHADAP PERATURAN. JANGAN DIKOTORI OLEH PERILAKU YANG BISA MERUSAK SEPAKBOLA, SEPERTI PERILAKU YANG BERSIFAT PENGHINAAN ATAU PENGANIYAAN, DISKRIMINASI, RASIS SERTA PERILAKU BURUK LAINNYA. SELAIN GOLDEN RULE FAIR PLAY ADA SATU LAGI PANDUAN TENTANG PENANGANAN MEMBINA PESEPAKBOLA USIA DINI, YAITU PETUNJUK TENTANG GRASSROOTS FUN PHASE AND FUNDATION PHASE (FASE SENANG DAN FASE FONDASI BERMAIN SEPAKBOLA USIA DINI), SEPERTI SEBAGAI BERIKUT INI.
23

GRASSROOTS FUN PHASE AND FUNDATION PHASE


SEBAGAIMANA TERCANTUM PADA BUKU KURIKULUM DAN SILABUS KURSUS PELATIH LISENSI D, YANG ISINYA MENCAKUP BERBAGI PERANAN DIANTARA PELATIH, PENGURUS DAN ORANG TUA DALAM MEMBINA PEMAIN USIA DINI.

PERANAN DARI PELATIH :


MEMBERIKAN KEPADA ANAK-ANAK, PENGALAMAN POSITIF MELALUI DUKUNGAN DAN DORONGAN SEMANGAT, PENTING DISADARI ANAK-ANAK HARUS DILINDUNGI DARI HARAPAN YANG TIDAK REALISTIS. OLEH SEBAB ITU, PELATIH MEMPUNYAI PERANAN PENTING UNTUK LEBIH MEMIKAT ANAK-ANAK SUPAYA MENYUKAI SEPAKBOLA DAN MENYUKAINYA SECARA PERMANEN. SELAMA BERINTERAKSI DENGAN ANAK-ANAK, PELATIH HARUS MEMPERSIAPKAN LINGKUNGAN KONDUSIF UNTUK BELAJAR SEPAKBOLA, TEKANANNYA KEPADA PARTISIPASI MAKSIMUM, PERBAIKAN KETERAMPILAN INVIDU PEMAIN DAN MENGASUH MEREKA DENGAN SEMANGAT TIM.

TUJUAN :
SEPAKBOLA MEMBERIKAN KESEMPATAN UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI SOSIAL BAIK, KEBIASAAN GAYA HIDUP SEHAT MERUPAKAN INSTRUMEN UNTUK MENDIDIK ANAK-ANAK PERMAINAN SPORTIF, OLAHRAGA JUJUR DAN BAIK HATI, KONSEP FAIR PLAY ATAU PERMAINAN SPORTIF ADALAH ELEMEN VITAL SELAMA MEREKA BERPERAN SERTA.

24

SAAT MENGASUH ANAK DIDIK DIANJURKAN LEBIH MEMBERIKAN KESENANGAN DAN KENIKMATAN BERMAIN DARI PADA HANYA MELIHAT KEMENANGAN SEMATA PADA AKHIR PERTANDINGAN SAAT MENGIKUTI FESTIVAL ATAU SAAT MITRA LATIH. BANGUN KETERAMPILAN DASAR TEKNIK INDIVIDU PEMAIN DAN MENGERTI PERMAINAN MENJADI YANG UTAMA, TIDAK MENGUTAMAKAN MEMBERIKAN TAKTIK TIM ATAU MENEMPATKAN DALAM POSISI TERTENTU SAJA PADA TINGKAT AKAR RUMPUT. PELATIH PERLU MENGINGATKAN BAHWA PERKEMBANGAN PEMAIN ADALAH PERJALANAN PANJANG, PERLU KESABARAN. SABAR DALAM MELAKUKAN PENDEKATAN, USAHAKAN MEMBERIKAN ANAK-ANAK KESEMPATAN UNTUK MEMATANGKAN KETERAMPILANNYA PADA KECEPATAN SESUAI USIANYA YANG MEMBUAT MEREKA NYAMAN.

PERANAN ORANG TUA/WALI DAN PENGURUS :


MEMASTIKAN ANAK-ANAK MENERIMA MANFAAT TERBESAR DARI KETERLIBATAN MEREKA DALAM SEPAKBOLA. SANGAT DIREKOMENDASIKAN UNTUK MEMBUAT PERATURAN ATAU PENGATURAN PERAN ORANG TUA, WALI DAN PENGURUS (OFISIAL) PADA TIAP TINGKAT FESTIVAL (PELATIHAN MAUPUN PERTANDINGAN) YANG DAPAT DI IMPLENTASIKAN.

PERATURAN ITU HARUS MEREFLEKSIKAN PRINSIP-PRINSIP BERIKUT :


MENDORONG ANAK-ANAK YANG BERMINAT SEPAKBOLA. MENDORONG ANAK-ANAK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN DASAR DAN HINDARI SPESIALISASI DALAM TAHUN-TAHUN PEMBENTUKAN. JANGAN PERLAKUKAN ANAK-ANAK SEOLAH-OLAH MINIATUR ORANG DEWASA.
25

JANGAN MEMARAHI ATAU BERTERIAK PADA ANAK-ANAK UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN DI LAPANGAN. JANGAN PERNAH MEMBERIKAN KEBERHASILAN PERSEORANGAN MELEBIHI TUJUAN PENDIDIKAN. JANGAN MENGANGGAP KEBERHASILAN TIM HANYA TERGANTUNG PADA PELATIH SENDIRI. FOKUS PADA USAHA ANAK-ANAK DAN PENAMPILANNYA PADA PERTANDINGAN ATAU FESTIVAL. TANAMKAN PENGETAHUAN FAIR PLAY DAN BILA MENERIMA KEKALAHAN TANPA KEKECEWAAN BERLEBIHAN. MENDORONG ANAK-ANAK SUPAYA SELALU BERMAIN SESUAI PERATURAN DAN MENGHORMATI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PARA OFISIAL DAN PELATIH. JANGAN MENTERTAWAKAN ATAU MELECEHKAN PEMAIN, OFISIAL DAN PENONTON. HARUS SABAR, KARENA BEBERAPA ANAK MEMERLUKAN WAKTU LEBIH LAMA UNTUK BERKEMBANG DARI PADA YANG LAIN. AJARI ANAK-ANAK MENGHARGAI PELATIH, OFISIAL DAN ORANG TUA. CIPTAKAN KESEIMBANGAN ANTARA PENDIDIKAN FORMAL DAN PENGEMBANGAN SEBAGAI PEMAIN. SIAPKAN MAKANAN BERGIZI DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN YANG BENAR. DENGAN PEMBAGIAN PERANAN KETIGA PILAR PENTING TERSEBUT YANG TERDIRI DARI PELATIH, PENGURUS DAN ORANG TUA SEBAGAIMANA DIMAKSUD, SEMUA PIHAK BISA MEMUSATKAN PERHATIAN PADA TUGASNYA SESUAI PERANANNYA MASING-MASING DI DALAM MELAKUKAN PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI, TANPA MENCAMPURI TUGAS ATAU PERANAN PIHAK LAIN, TETAPI SALING MENDUKUNG DAN BEKERJA SAMA DAN DENGAN TUJUAN SAMA UNTUK MEMAJUKAN PRESTASI PESEPAKBOLA CILIK DI LINGKUNGAN PEMBINAANNYA MASING-MASING.

26

HAL ITU SELARAS DENGAN REKOMENDASI SEBAGAIMANA TERSEBUT DIATAS, BAHWA KALAU PERLU DIBUAT PERATURAN PENGATURAN ORANG TUA, WALI DAN PENGURUS (OFISIAL) PADA SETIAP PELAKSANAAN FESTIVAL (PELATIHAN MAUPUN PERTANDINGAN), YANG DAPAT DIIMPLEMENTASIKAN SERTA MEREFLEKSIKAN PRINSIP-PRINSIP SEPERTI DIMAKSUD.

27

PENUTUP
DEMIKIANLAH TELAH DISAMPAIKAN TENTANG UPAYA MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI, DENGAN DILENGKAPI ILUSTRASI TENTANG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI DI INDONESIA PADA SAAT INI, KEMUDIAN 3 PANDUAN TENTANG DAN YANG ADA KAITANNYA DENGAN PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI, YANG SATU SAMA LAIN MEMILIKI KESAMAAN SERTA SALING MELENGKAPI. YAITU PANDUAN FIFA GRASSROOTS, GOLDEN RULE FAIR PLAY (CODE OF FAIR PLAY FIFA) SERTA GRASSROOTS FUN FASE DAN FUNDATION FASE SEBAGAIMANA YANG TERCANTUM DALAM BUKU KURIKULUM DAN SILABUS KURSUS PELATIH LISENSI D, KESEMUANYA BERGUNA UNTUK MENUMBUHKAN NORMA DAN NILAI YANG PATUT DIIKUTI SEBAGAI KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI YANG LAIK DIJALANKAN SEJAK SEKARANG, BILA SEPAKBOLA KITA INGIN MAJU PRESTASINYA DI MASA DEPAN. DENGAN DEMIKIAN MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI YANG MEMILIKI TATA KRAMA, FAIR PLAY, RESPEK, SEMANGAT, KERJA KERAS, SISTEM DAN BERORIENTASI KEPADA PEMBANGUNAN PRESTASI, MERUPAKAN RUH YANG DIPERLUKAN DAN SEBAGAI BAGIAN DARI MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA NASIONAL, DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBANGUN SEPAKBOLA JANGKA PANJANG DI INDONESIA, SECARA BERJENJANG, BERTAHAP DAN BERKESINAMBUNGAN SAMPAI MENGANTARKAN KEMBALI INDONESIA MENJADI SALAH SATU MACAN SEPAKBOLA ASIA YANG LEBIH TINGGI LAGI PRESTASINYA DARI MASA LALU. SEBAGAI PENUTUP PENULIS MENYAMPAIKAN SERUAN BAHWA MEMBANGUN KULTUR SEPAKBOLA USIA DINI MERUPAKAN AMANAH BAGI SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT MEMBINA ANAK-ANAK YANG MENYENANGI SEPAKBOLA, DAMPINGI TERUS MEREKA HINGGA CITA-CITANYA TERCAPAI MENJADI PESEPAKBOLA BERKELAS, BERKARAKTER DAN BISA MENGHARUMKAN NAMA DAERAH MAUPUN NAMA BANGSA. 14012013 M. ACHWANI.
28