Anda di halaman 1dari 13

GAMBARAN UMUM PROPINSI BENGKULU

Dalam rangka menyempurnakan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Bengkulu, perumusan isu dan permasalahan pengembangan wilayah pada awal tahapan kegiatan menjadi langkah utama yang kemudian mengarahkan analisis dan proses perencanaan. Pada bagian ini Pihak Konsultan mencoba merumuskan isu dan permasalahan yang berkembang di Propinsi Bengkulu, berdasarkan data dan informasi terakhir yang berhasil dihimpun. Untuk Propinsi memberikan Bengkulu, gambaran berikut mengenai kondisi sekilas terakhir gambaran

disampaikan

umum mengenai Propinsi Bengkulu.

5.1. Kondisi Fisik Dasar 5.1.1. Geografis


Propinsi Bengkulu terletak antara 101 20' BT - 103 45' BT 2 25' LS = 5 00' LS dengan batas-batas wilayah: utara Timur berbatasan berbatasan dengan dengan Prop.Jambi Pegunungan dan Bukit Sebelah Sebelah Barisan

Prop.Sumbar

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-1

Sebelah selatan berbatasan dengan Prop. Lampung Sebelah barat dengan Samudra Hindia.

5.1.2. Administrasi
Propinsi Bengkulu yang berada di sebelah barat pegunungan Bukit Barisan dengan luas wilayah sebesar 1.978.870 Ha atau 19.788,7 Km 2 . Wilayah administrasi Propinsi Bengkulu memanjang dari perbatasan dengan Propinsi Sumatera Barat sampai dengan perbatasan Propinsi Lampung yang jaraknya lebih kurang 567 kilometer. Propinsi Bengkulu berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia pada garis pantai sepanjang lebih kurang 433 kilometer. Bagian Timurnya

berbukit-bukit dengan dataran tinggi yang subur, sedang bagian barat merupakan dataran rendah yang relatif sempit, memanjang dari utara ke selatan serta diseling oleh daerah yang bergelombang.

5.1.3. Topografi
Berdasarkan keadaan alam dan letaknya, maka wilayah

Propinsi Bengkulu mempunyai ketinggian dari permukaan laut yang berbeda-beda. Keadaan ketinggian wilayah Propinsi ini sangat bervariasi mulai dari 0 100 m, 100 500 m, 500 1000 m dan lebih besar 1000 m. Pembagian kelas ketinggian tersebut. Berdasarkan kondisi Geologisnya Propinsi Bengkulu terdiri dari 5 formasi, yaitu: Formasi Batuan Andesit, Formasi Telisa Atas, Formasi Telisa Bawah, Formasi Kristalin, Formasi Neogen, Formasi Alluvial .

5.1.4. Morfologi
Secara geomorfologi atau bentuk permukaan bumi di Propinsi Bengkulu dapat dibedakan menjadi 4 (empat) bagian bentuk daerah, yaitu: 1. Dataran Pantai Dataran ini terdapat dari disepanjang sampai pantai, padang yang Guci membentang muko-muko

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-2

umumnya daerah ini sempit dan terdapat cejungan dan rawa-rawa. 2. Dataran Alluvial Dataran ini berada memanjang di belakang dataran pantai yang mempunyai tinggi 3. Dataran Lipatan Daerah ini hampir memanjang sejajar dengan dataran alluvial dengan ketinggian antara 100 400 meter diatas permukaan laut. Daerah ini antara lain meliputi Lumbuk Pinang, Beringin Tambun dan Hulu Sungai Ipuh. 4. Daerah Vulkanik Daerah ini menempati sebagian besar pegunungan Bukit Barisan yang merupakan jalur pegunungan patahan dan kompleks Bengkulu. vulkanik dengan pusat erupsi di luar Propinsi lebar berkisar antara 5 10 Km, umumnya daerah ini mempunyai kesuburan tanah cukup

5.1.5. Klimatologi
Iklim di Propinsi Bengkulu ditandai dengan jumlah curah hujan yang cukup tinggi, yaitu: rata-rata 100 mm/tahun, dengan rata-rata hari hujan antara 100-250 hari/tahun. Hari hujan rata-rata 20 hari/bulan dengan jumlah hari hujan terendah 18 hari yang terjadi pada bulan Mei dan September, sedangkan hari hujan tertinggi selama 23 hari terjadi pada bulan November danDesember.

5.1.6. Hidrologi
Pada saat ini telah diidentifikasi lebih kurang 22.647 Ha lahan di wilayah Propinsi Bengkulu mengalami erosi yang tersebar pada tiap Kabupaten, Kabupaten Rejang Erosi yang cukup besar terjadi di Hilangnya lapisan atas tanah Lebong.

(degradasi) ini disebabkan antara lain oleh longsoran Air Hujan, Sungai, laut dan angin. Lereng adalah salah satu factor
Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat V-3

yang sangat menentukan intensitas erosi disamping kepekaan tanah dengan kandungan pasir, liat debu dan bahan-bahan organic. Selain itu factor manusia sangat pula mempengaruhi, dengan adanya perubahan hutan, pengunndulan lereng-lereng perbukitan dan aktifitas budidaya lainnya.

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-4

GB PETA Bengkulu

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-5

5.2. Kondisi Sosial Ekonomi 5.2.1. Demografi


Permasalahan kependudukan penyebarannya atau Propinsi belum issue Bengkulu merata. utama adalah Penduduk

Presentase Penduduk Berum ur 10 Tahun Keatas m enurut Pendidikan Tertinggi yang Ditam atkan Tahun 19992002
40 30 20 10 0

beraglomeraasi hanya sekitar daerah-daerah bagian tengah dan di daerah-daerah pantai barat sepanjang jalan propvinsi, sementara bagian pedalaman merupakan kelompokkelompok kecil dan terpencar.
Ti ngk a t P e ndi di k a n

1999

2000

2001

2002

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-6

Selain itu

tingkat pendidikan

penduduknya umumnya masih

rendah sehingga mempengaruhi kualitas tenaga kerja. Jika diperhatikan grafik berikut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk yang tidak bersekolah sangat tinggi. jika dilihat dari tingkat perkembangannya menunjukkan penurunan yang tidak signifikan dengan sampai tingkat dengan tahun 2002, sedangkan jumlah merata. penduduk yang lulus SD tetap tinggi, yaitu berkisar 30-35% kecendrungan perkembangan Penduduk yang dengan tingkat pendidikan tamat SMP dan SMA juga menunjukkan jumlah yang tetap dan merata tidak terlihat adanya tingkat perkembangan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan kualitas tenaga kerja dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2002 menunjukkan tingkat yang tetap. Jika
Jumlah Penduduk, Tenaga Kerja, Angkatan Kerja Tahun 1988-2002 2,000,000 Jumlah 1,500,000 1,000,000 500,000 1988 1990 1992 1994 1996 1998 2000 2002

dilihat

grafik

dibawah

ini,

tingkat

pertumbuhan penduduk sangat tinggi, pada akhir tahun 2002 mencapai diatas 1,5 juta penduduk tetapi kenaikan jumlah penduduk ini tidak disertai dengan peningkatan jummlah penyerapan tenaga kerja, tingkat penyerapan tenaga kerja hanya mencapai kurang dari 1 juta penduduk. ini kemungkinan Sedangkan jumlah penduduk disebabkan oleh adanya

Tahun Penduduk Tenaga Kerja Angkatan Kerja

angkatan kerja juga mengalami penurunan, hal perpindahan penduduk angkatan kerja keluar

dari Propinsi Bengkulu dan mencari pekerjaan di daerah lain, kemungkinan penduduk angkatan kerja bekerja di kota-kota besar. Perpindahan penduduk ini dapat disikapi karena tidakadanya peningkatan lapanganusaha di Propinsi tersebut.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tahun 1988-2002
Persentase 80.00 60.00 40.00 20.00 19 88 19 90 19 92 19 94 19 96 19 98 20 00 20 02

Tingkat

partisipasi

angkatan

kerja di Propinsi Bengkulu dari tahun 1988 sampai dengan tahun 2002 tidak mengalami perkembangan yang berarti, dari grafik ini jelas terlihat adanya indikasi penurunan partisipasi

Tahun

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-7

angkatan kerja dan kecendrungan ini dapat dilihat mulai menurun tingkat sejak tahun 2000. Beberapa kemungkinan yang terjadi pada grafik tersebut, yaitu: a. Terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi, b. Terjadinya penurunan tingkat kesejahteraan penduduk disertai penurunan tingkat kesehatan sehingga menurunkan tingkat partisipasi tenaga kerja. Jika diperhatikan grafik berikut
Presentase Penduduk Berumur 10 tahun Keatas yang Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan Tahun 1999-2002

ini dapat diketahui bahwa junlah penduduk hal ini yang berkerja pada bahwa Sektor Pertanian sangat besar,

80 60 40 20 0 Industri Konstruksi/ Bangunan Pertanian Angkutan Jasa-jasa

Persentase

menunjukkan

Sektor pertanian adalah Sektor yang sangat dominan di Propinsi Bengkulu. kegiatan menunjukkan terlalu merupakan Sektor kedua yang Sedangkan usaha kegiatan untuk usaha ini perdagangan

Lapangan Pekerjaan 1999 2000 2001 2002

kedua. Tetapi jumlah ini tidaklah dominan, perlu Sektor ditingkatkan

pertumbuhannya sehingga merupakan Sektor alternatif bagi perkembangan ekonomi di Propinsi tersebut.

5.2.2. Sosial Budaya


Penduduk Provinsi Bengkulu sebagian besar berbudaya Melayu, dengan titik berat kepada tradisi Ninik mamak yang berorientasi kepada tradisi Minang. Sebagian besar penduduk Bengkulu masih bertradisi Matrilineal dengan garis keturunan Ibu sebagi garis keturunan.

5.2.3. Ekonomi
Dilihat dari tingkat pendapatan daerah perkapita, Propinsi Bengkulu mengalami perkembangan angka PDRB perkapita yang

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-8

cukup tinggi, rata-rata

peningkatan PDRB dapat dilihat dari

grafik dibawah ini, Sektor yang mengalami kenaikan yang sangat signifikan adalah Sektor Industri pengolahan. Jika kita perhatikan kenaikan PDRB atas harga tetap kenaikan yang sangat mencolok dikenali dari sekyor listrik, gas dan air bersih, kemungkinan penerimaan PDRB dari Sektor ini disebabkan oleh kenaikan tariff listrik dan minyak yang mulai merambat naik dari tahun 1998. Untuk Sektor Industri pengolahan peningkatan yang sangat signifikan dihasilkan oleh industri pengolahan kayu, Industri ini merupakan penyumbang terbesar pendapatan daerah untuk Propinsi Bengkulu, pengolahan pertanian, tersebut. ini dapat mengungguli penerimaan dan Sektor Perdagangan, hotel Sektor Sektor

restauran

merupakan Sektor unggulan untuk penerimaan PDRB di Propinsi

Indeks Perkembangan PDRB Prop. Bengkulu Atas Dasar Harga Konstan menurut Lapangan Usaha Tahun 1997 - 2002

Pertanian 250 Pertambangan 200 Industri Pengolahan Listrik Gas dan Air Bersih Bangunan 100 Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 1997 1998 1999 2000 2001 2002 Jasa-Jasa

Jumlah

150

50

0 Tahun

Indeks Perkembangan PDRB Prop. Bengkulu atas dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Pertanian Tahun 1997-2002
800 700 600 500 400 Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) 300 Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat 200 100 0 1997 1998 1999 Tahun

Pertam bangan Industri Pengolahan Listrik Gas dan Air Bersih Bangunan
V-9

Perdagangan, Hotel dan Restoran

2000

2001

2002

Pengangkutan dan Kom unikasi

5.2.4. Kondisi Sarana Prasarana


1. Sarana Air Bersih
P re se nta se Ruma h Ta ngga me nurut S umbe r Air Minum ya ng Dipa ka i me nurut Ka bupa te n/ Kota Ta hun 2 0 0 2

Di Rpovinsi Bengkulu Sebagian besar penduduknya Pengolahan tidak menggunakan Air (PAM) , tetapi sebagian dan dari yang

60
Ai r Kemasan

40 20 0
Bengkulu Selat an Rejang Lebong Bengkulu Ut ara Kot a Bengkulu

Ledeng Pompa sumur Ter n i l dung Sumur Tak Ter n i l dung Mata Ai r Ter n i l dung Mata Ai r Tak Ter n i l dung Ai r Sungai Lai nnya

besar penduduk mengguhakan Air sari sumur tak terlindung Rumah presentasi tangga

menggunakan air bersih dari sumur tak terlindung terbesar pada Ka. Bengkulu 43,86% dan Bengkulu Selatan sebesar

K a bupa t e n / K ot a

Utara

sebesar

40,13%. Sedangkan presentase jumlah penduduk yang menggunakan Air PAM hanya sebesar 0,23% di seluruh Provunsi dan hanya 1,12% untuk kota Bengkulu. ( Sumber
BPS Pusat) :

2.
Banyaknya Fasilitas Peribadatan menurut Kabupaten / Kota Tahun 2002 1000
800 600 400 200 0 Bengkulu Selatan Rejang Lebong Bengkulu Utara Kota Bengkulu Jumlah

Sarana

Pendidikan Sarana Peribadatan untuk Provinsi

Bengkulu yang terbesar

nerjumlah 699

umit di Kabupaten Bengkulu Selatan dan berjumlah 383 unit di kabupatem Rejang Lebong, sedangkan Kabupaten Bengkulu Utara sebesar 774 umit dan

Kabupaten / Kota

Masjid Gereja Katolik

Langgar/M sebesar 257 unit di kota Bengkulu. Pura Sumber : BPS

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-10

Jum lah Puskesm as dan Rasio Per 10.000 Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2002
40 35 30 25 20 15 10 5 0 34 28 15 0.881 0.613 0.707 0.493 35

3. Sarana Kesehatan Untuk jumlah puskesmas di kabupaten Bengkulu selatan sebanyak 34 unit dengan ratio per 10.000 penduduk sebesar 0,881. Sedangkan di kabupaten Rejang Lebomng sebanyak 28 unit dengan ratio per 10.000 penduduk sebesar 0,613. Jumlah Puslkes,as terbanyak pada kabupaten Bengkulu Utara sebesar 35 unit dengan ratio sebesar 0,707 ( Sumber

Ka bupa te n / Kota Jumlah Puskesmas Rasio Per 10.000 Penduduk

: BPS)

4.

Sarana dan Prasaraaa Listrik Penggunaan listrik di Provinsi Bengkulu hanya sebagian Penduduk yang dapat menikmati Listrik dari PLN, Sebagian besar hanya menggunakan Pelita sebesar 46% penduduk di Kabupaten Bengkulu Utara dan sebesar 42% penduduk di Bengkulu Selatan tidak dapat menikmati terbesar hanya di kota Listrik PLN. Listrik dari PLN Bengkulu, yaitu sebesar 95%.

Bengkulu Rejang Bengkulu Kota Propinsi Selatan Lebong Utara Bengkulu Bengkulu Listrik PLN 50,84 69,67 42,55 95,83 61,85 Listrik non PLN 2,47 1,71 6,79 0,83 3,17 Petromak 2,97 3,5 4,76 1,34 3,37 Pelita Sentir 42,89 25,12 45,9 2 31,41 Lainnya 0,83 0 0 0 0,2 Sumber : BPS

5.3. Issue-Issue Permasalahan


Propinsi Bengkulu pada lima tahun terakhir mengalami 1996

penurunan kegiatan usaha pertanian yang sangat signifikan, menurut data luas panen produksi padi dari tahun

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-11

sampai dengan tahun 2002, terjadi

penurunan produksi padi

dan penurunan luas panen yang sangat besar, dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa produksi penurunan luas panen padi pada tahun 1996 yang mencapai 121.929 Ha turun menjadi 109.519 Ha pada tahun 2002, yang berarti terjadi penurunan produksi padi lebih besar dari 20%, sedangkan untuk produksi padi turun dari 396.997 ton pada tahun 1996 menjadi 379.819 ton pada tahun 2002. Diharapkan produksi padi dapat meningkat ataupun jika mengalami penurunan tidaklah sebesar dibawah 5%. Tetapi yang terjadi penurunan produksi yang sangat besar.Penurunan produksi ini dapat disebabkan beberapa hal diantaranya; Terjadi penurunan dapat kualitas berupa, infrastruktur, saluran irigasi penurunan yang tidak

infrastruktur

terawat, atau sarana jalan yang tidak terawat dan tidak adanya pembangunan jalan maupun irigasi baru ataupun kesehatan masyarakat yang mengalami penurunan dan yang lebih penting lagi tidak adanya pembukaan lahan-lahan baru untuk persawahan. Terjadinya penurunan tingkat perekonomian masyarakat setempat, sehingga keuntungan, Penurunan kegiatan pertanian ini diikuti oleh komoditi yang lain seperti produksi palawija, yang mengalami penurunan luas panen sebesar 19,85% dan produksinya menurun 18,53%. Penurunan luas panen yang tidak diikuti peningkatan produktivitas per hektar dari tahun ke tahun perlu diwaspadai. Yang sangat besar terjadi pada penurunan produksi ubikayu, yaitu sebesar 34,40% atau 6,88% pertahun dan penurunan produksi kacang kedelai sebesar 77,18% atau 15,44% pertahun selama kurun waktu (1998-2002), Tingkat penurunan ini sangat mengkhawatirkan, sebab jika kita prediksikan lima tahun ke depan akan terjadi stagnasi kegiatan pertanian, hal ini berarti akan terjadi tingkat kekurangan pangan secara massal. Kekhawatiran ini beralasan oleh kecenderungan penurunan yang sangat signifikan seperti masyarakat petani tidak dapat membeli

pupuk, ataupun hasil padi yang dijual tidak dapat memnuhi

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-12

yang telah dikemukan. Untuk itu perencanaan kembali Tata Ruang kawasan dan membuat program-program yang baik sangat perlu dilakukan untuk penurunan tersebut. dapat mengantisipasi adanya

Penjabaran RTRW Propinsi (Bantuan Teknis) Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Barat

V-13