Anda di halaman 1dari 8

Assalamualaikum, wr. wb Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.

Kepada Ibu Kepala Sekolah yang saya hormati, Kepada Bapak dan Ibu guru yang saya hormati, Serta teman-teman sekalian yang saya banggakan. Pertama-tama puji syukur kita panjatkan ke hadirat ALLAH SWT yang telah mencurahkan rahmat dan hidayah sehingga kita dapat berkumpul di ruangan ini. Tak lupa shalawat beriring salam kita ucapkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir hayat. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato saya yang berjudul Hari Pahlawan. Pidato ini bertujuan mengingatkan kita bahwa kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme sangat penting dalam mengembangkan negara kita. Tanpa sikap tersebut, maka mustahil bagi kita untuk membuat negara kita bertahan hidup. Teman-teman yang saya banggakan, Setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November. Ini adalah refleksi negara kita dalam menghargai sejarah masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan melawan penjajahan. Hari Pahlawan diambil dari sejarah pertempuran di Surabaya. Itu ketika orang-orang kita melawan Belanda dan pasukan Sekutu dengan tujuan perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Lebih dari 100.000 orang Indonesia yang terlibat di pertempuran melawan Sekutu yang diperkirakan lebih dari 30.000 tentara. Setidaknya 16.000 orang Indonesia meninggal, sedangkan di pihak musuh hilang 2.000 prajurit. Pertempuran itu merupakan pertempuran terberat dalam revolusi dan menjadi simbol nasional perlawanan Indonesia. Dianggap sebagai upaya heroik oleh Indonesia, pertempuran membantu rakyat kita mendapatkan dukungan internasional untuk Kemerdekaan Indonesia. Sebagai memori pertempuran, 10 November kemudian dirayakan setiap tahun sebagai Hari Pahlawan. Pertempuran di Surabaya adalah salah satu pertempuran yang terjadi di negara kita selama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka mengorbankan segalanya, termasuk darah mereka dan kehidupan. Mereka berdedikasi, kepahlawanan mereka, patriotisme dan nasionalisme untuk negara ini. Teman-teman yang saya banggakan, Saat ini kita hidup di negara kemerdekaan. Tidak ada lagi pertempuran melawan penjajah. Tapi, itu tidak berarti bahwa kita berhenti berjuang. Ada banyak jenis perjuangan yang harus kita lakukan. Berjuang melawan korupsi, kolusi dan nepotisme adalah beberapa contoh perjuangan. Kita harus tetap semangat kepahlawanan, patriotisme dan nasionalisme di negara berkembang ini. Itulah cara kita menghargai pahlawan kita. Demikianlah pidato saya. Mari kita terus semangati pahlawan kita, mari kita lanjutkan perjuangan. Terus berjuang untuk negara kita, untuk masa depan yang lebih baik. Terima kasih banyak atas perhatian Anda. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan Wassalamualaikum Wr.wb Assalamualaikum wr.wb

Assalamualaikum, wr. wb Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.

Kepada Ibu Kepala Sekolah yang saya hormati, Kepada Bapak dan Ibu guru yang saya hormati, Serta teman-teman sekalian yang saya banggakan. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat ALLAH SWT yang telah mencurahkan rahmat dan hidayah sehingga kita dapat berkumpul di ruangan ini. Tak lupa shalawat beriring salam kita ucapkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir hayat. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato saya yang berjudul Hari Pahlawan. Dalam pidato ini saya ingin menggelorakan semangat kemerdekaan Indonesia yang saya rasa sudah terkikis terlalu banyak di jiwa para pemuda Indonesia. Mungkin kita akan bertanya Tanya mengapa hanya tanggal 10 November yang di jadikan hari pahlawan ? karena pada saat itu pahlawan pahlawan kemerdekaan replubik Indonesia sedang melawan belanda di Surabaya. Pahlawan itu adalah bung tomo. Ia pahlawan yang gigih, tegas dan berwibawa. Sejarah pada tanggal 10 november juga adalah waktu ketika bendera belanda di sobek dan di jadikan bendera Indonesia. Teman-teman sekalian yang saya banggakan, pahlawan-pahlawan tersebutlah yang menjadi suri tauladan bagi kita sang penerus bangsa. Walaupun globalisasi telah mendunia tetapi budaya Indonesia masih tetap. Yang displin, tekun, sabar, dan selalu mentaati peratuan yang ada. Kita sebagai penerus bangsa harus mengikuti kebajikan kebajikan yang telah di lakukan oleh pahlawan kita, tidak harus dengan mengangkat senjata dan turun ke medan perang. Tetapi untuk tidak bertawuran, karena tawuran bukanlah budaya kita, budaya kita adalah saling menghormati satu sama lain. Tidak juga dengan melompati dinding sekolah, itu bukan budaya kita, budaya kita adalah tertib dan displin. Teman-teman sekalian yang saya banggakan, waktu demi waktu terus berjalan, dan sudah terasa lama kita merdeka. Tetapi mengapa kita selalu mengikuti budaya penjajah. Indonesia harus bangkit dari penjajah penjajah masa lalu ataupun sekarang yang seperti para koruptor dan lain lain. Kita yakin kan bersama bahwa Indonesia bisa ! Mungkin demikian pidato yang bisa saya sampaikan, kebeneran berasal dari ALLAH dan kesalahan berasal dari saya. Mohon maaf bila ada kesalahan-kesalahan kata dan akhir kata saya ucapkan wabillahitauqfiq walhidayah, Wassalamualaikum Wr.wb

Assalamualaikum, wr. wb Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Kepada Ibu Kepala Sekolah yang saya hormati, Kepada Bapak dan Ibu guru yang saya hormati, Serta teman-teman sekalian yang saya banggakan. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat ALLAH SWT yang telah mencurahkan rahmat dan hidayah sehingga kita dapat berkumpul di ruangan ini. Tak lupa shalawat beriring salam kita ucapkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir hayat. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato saya yang berjudul Hari Pahlawan. Saudara, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Setiap tanggai 10 Nopember, kita bangsa Indonesia, khususnya rakyat Surabaya memperingatinya sebagai hari Pahlawan, hari yang sangt bersejarah bagi bangsa kita dalam mempertahankan kemerdekaan. Dalam catatan sejarah pada tanggai 30 Oktober 1945, Bung Karno, Bung Hatta dan Amir Syarifuddin datang ke Surabaya atas permintaan Komandan Sekutu, untuk mendamaikan perselisihan, antara bangsa Indonesia dengan pasukan inggris di Surabaya. Perdamaian dapat dicapai. Tetapi setelah Bung Karno, Bung Hatta dan Amir Syarifuddin kembali ke Jakarta, pertempuran tidak dapat dihindari lagi, sehingga menyebabkan tewasnya Brigadir Jendral Mallaby. Karena pasukan Inggris hancur berantakan, maka didatangkanlah pasukan bantuan dari Devisi V di bawah pimpinan Mayor Jendral Mansergh, Sebanyak 24 000 orang mendarat di Surabaya. Selanjutnya tanggai 9 Nopember 1945 Inggris mengeluarkan ancaman bahwa Inggris akan menggempur kota Surabaya dari laut, darat dan udara apabila orang-orang Indonesia tidak mematuhi perintah-perintah Inggris. Inggris mengeluarkan instruksi yang isinya: Semua pemimpin bangsa Indonesia dari semua pihak di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggai 10 Nopember 1945 pukul 06.00 pagi di tempat yang telah ditentukan dengan membawa bendera merah putih yang diletakkan di atas tanah berjarak seratus meter dari tempat berdiri, lalu mengangkat tangan sebagai tanda menyerah. Ancaman itu tidak digubris, apalagi ditaati oleh arek-arek Suroboyo, sehingga pada tanggai 10 Nopember itu terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat. Rakyat Indonesia di Surabaya bertekad untuk membela kemerdekaan dengan seluruh jiwa raga. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Kejadian ini merupakan bukti keberanian dan kebulatan tekad daiam mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Bung Tomo adalah salah seorang pimpinan perjuangan rakyat Surabaya dengan suaranya yang lantang dan menggelegar membakar semangat arek-arek Suroboyo: Maju terus pantang mundur! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Tujuannya jelas yaitu mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Mereka rela untuk mati, agar kita tetap hidup dan merdeka. Pesan mereka hanyalah: Teruskan perjuangan dan jangan khianati perjuangan kami. Hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Peristiwa 10 Nopember ini, oleh bangsa Indonesia dijadikan sebagai hari Pahlawan. Semangat kepahlawan mereka dapat kita teladani untuk membangun negara dan bangsa agar semakin maju dan bermartabat. Para pahlawan tersebut telah mengorbankan harta benda dan jiwa raganya, kini yang tidak ikut berperang sudah selayaknya meneruskan perjuangannya sesuai bidang tugas kita masing-masing! Semoga arwah para pahlawan diterima di sisi Tuhan sebagai pejuang yang mati syahid, amin. Demikianlah yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan yang baik, terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafannya. Wassalaamualaikum wr wb

Assalamualaikum warahmatullahi wabarrakatuh Salam sejahtera bagi kita semua Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari, dan Para peserta upacara yang saya hormati, Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan YME karena hanya atas ijinNya-lah kita dapat berkumpul bersama untuk memperingati Hari Pahlawan, 10 Nopember. Sebelum melanjutkan sambutan ini, perkenankanlah pula saya atas nama KBRI Canberra mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi mereka yang melaksanakannya dengan harapan semoga dalam bulan suci dan penuh berkah ini Allah s.w.t berkenan untuk selalu melimpahkan rakhmat dan hidayahNya kepada kita semua di dalam menjalankan kehidupan profesional dan pribadi kita masing-masing. Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari, dan Para peserta upacara yang saya hormati, Hari Pahlawan 10 Nopember merupakan salah-satu tonggak utama dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia di dalam upayanya membebaskan diri dari cengkeraman tangan kaum penjajah. Keheroikan para pejuang pembela kemerdekaan di dalam mempertahankan bumi pertiwi dari agresi bangsa-bangsa penjajah kembali dibuktikan ketika mereka mampu menunjukkan keteguhan hati untuk mempertahankan kota Surabaya, walaupun ribuan nyawa pejuang bangsa dikenal atau tidak dikenal dikorbankan. Perjuangan mereka tidaklah sia-sia, korban di pihak tentara asing juga tidak kecil, bahkan komandan pasukan Inggris yang ingin dimanfaatkan oleh kolonialis Belanda, turut gugur di medan laga Surabaya. Semangat yang melandasi pertempuran Surabaya itulah yang mendorong kita untuk mengukuhkan hari pecahnya pertempuran tersebut sebagai Hari Pahlawan yang setiap tahun kita peringati dengan tujuan tidak hanya untuk tetap mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam pertempuran tersebut, tetapi juga untuk memperbaharui semangat kita untuk kembali bangkit dan bersatu di dalam menghadapi krisis multidimensional yang berkepanjangan yang melanda negara dan bangsa Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Lunturnya semangat perjuangan dan rasa persatuan akhir-akhir ini harus kita akui. Bangsa Indonesia tidak henti-hentinya dilanda krisis yang cenderung menghilangkan semangat patriotisme dan semangat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa. Sungguh suatu tantangan yang amat sulit yang memerlukan pembaharuan semangat kejuangan kita, agar mampu meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa yang darahnya telah membasahi bumi pertiwi demi terwujudnya NKRI yang utuh, sejahtera, aman, adil dan makmur. Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari, dan Para peserta upacara yang saya hormati, Hendaknya serangkaian cobaan yang dihadapi bangsa dan negara saat ini yang mencakup pecahnya konflik-konflik sektarian, separatisme, krisis ekonomi dan politik, serta peristiwa pemboman di Bali, 12 Oktober yang lalu, dapat menyegarkan kembali semangat kepahlawanan nasional kita untuk turut membantu bangsa dan negara keluar dari cobaan-cobaan yang sungguh tidak ringan tersebut. Untuk itu, perkenankanlah saya untuk menggunakan kesempatan ini untuk menghimbau para peserta upacara untuk kembali merenungkan dan mengenang kesucian perjuangan para pahlawan bangsa, karena memang hanya bangsa yang besar yang menghargai para pahlawannya. Saya berkeyakinan bahwa Indonesia masih memiliki sejumlah kualitas yang akan membantunya

keluar dari kemelut, salah-satu diantaranya adalah masih tertanamnya semangat kepahlawanan di dada kita untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih cerah, dimana seluruh warga-negara terlepas dari agama, ras, etnik, dan warna kulit bahu-membahu berpartisipasi di dalam membangun bangsa dan negara, Republik Indonesia. Selamat merayakan Hari Pahlawan dengan harapan semoga cita-cita para pahlawan pendahulu kita dapat segera terwujud di masa yang akan datang. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarrakatuh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam sejahtera bagi kita semua Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Hadirin -hadirat sekaiian yang berbahagia. Marilah kita panjatkan puji kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di halaman stadion. dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 Nopember. Saudara, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Setiap tanggai 10 Nopember, kita bangsa Indonesia, khususnya rakyat Surabaya memperingatinya sebagai hari Pahlawan, hari yang sangt bersejarah bagi bangsa kita dalam mempertahankan kemerdekaan. Dalam catatan sejarah pada tanggai 30 Oktober 1945, Bung Karno, Bung Hatta dan Amir Syarifuddin datang ke Surabaya atas permintaan Komandan Sekutu, untuk mendamaikan perselisihan, antara bangsa Indonesia dengan pasukan inggris di Surabaya. Perdamaian dapat dicapai. Tetapi setelah Bung Karno, Bung Hatta dan Amir Syarifuddin kembali ke Jakarta, pertempuran tidak dapat dihindari lagi, sehingga menyebabkan tewasnya Brigadir Jendral Mallaby. Karena pasukan Inggris hancur berantakan, maka didatangkanlah pasukan bantuan dari Devisi V di bawah pimpinan Mayor Jendral Mansergh, Sebanyak 24 000 orang mendarat di Surabaya. Selanjutnya tanggai 9 Nopember 1945 Inggris mengeluarkan ancaman bahwa Inggris akan menggempur kota Surabaya dari laut, darat dan udara apabila orang-orang Indonesia tidak mematuhi perintah-perintah Inggris. Inggris mengeluarkan instruksi yang isinya: Semua pemimpin bangsa Indonesia dari semua pihak di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggai 10 Nopember 1945 pukul 06.00 pagi di tempat yang telah ditentukan dengan membawa bendera merah putih yang diletakkan di atas tanah berjarak seratus meter dari tempat berdiri, lalu mengangkat tangan sebagai tanda menyerah. Ancaman itu tidak digubris, apalagi ditaati oleh arek-arek Suroboyo, sehingga pada tanggai 10 Nopember itu terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat. Rakyat Indonesia di Surabaya bertekad untuk membela kemerdekaan dengan seluruh jiwa raga. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Kejadian ini merupakan bukti keberanian dan kebulatan tekad daiam mempertahankan kemerdekaan

dan membela tanah air Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Bung Tomo adalah salah seorang pimpinan perjuangan rakyat Surabaya dengan suaranya yang lantang dan menggelegar membakar semangat arek-arek Suroboyo: Maju terus pantang mundur! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Tujuannya jelas yaitu mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Mereka rela untuk mati, agar kita tetap hidup dan merdeka. Pesan mereka hanyalah: Teruskan perjuangan dan jangan khianati perjuangan kami. Hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Peristiwa 10 Nopember ini, oleh bangsa Indonesia dijadikan sebagai hari Pahlawan. Semangat kepahlawan mereka dapat kita teladani untuk membangun negara dan bangsa agar semakin maju dan bermartabat. Para pahlawan tersebut telah mengorbankan harta benda dan jiwa raganya, kini yang tidak ikut berperang sudah selayaknya meneruskan perjuangannya sesuai bidang tugas kita masing-masing! Semoga arwah para pahlawan diterima di sisi Tuhan sebagai pejuang yang mati syahid, amin. Demikianlah yang dapat kami sampaikan dalam kesempatan yang baik, terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafannya. Wassalaamualaikum wr wb

Assalamualaikum, wr. wb Salam sejahtera bagi kita semua, semoga Tuhan selalu melimpahkan berkat-Nya kepada kita semua. Kepada Ibu Kepala Sekolah yang saya hormati, Kepada Bapak dan Ibu guru yang saya hormati, Serta teman-teman sekalian yang saya banggakan. Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat dan rahmat-Nya kita dapat memperingati hari pahlawan. Hari pahlawan adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pada kesempatan ini marilah kita bersama-sama menengok kembali sejarah perjuangan bangsa kita.

Apakah kalian semua tahu, Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini adalah hasil perjuangan rakyat Indonesia. Mereka berjuang melawan penjajah dengan semangat rela berkorban yang tinggi. Mereka mempertaruhkan nyawa dan harta demi kemerdekaan bangsa kita. Sungguh luar biasa! Mereka berjuang tanpa pamrih. Beruntunglah kita, pemerintah menetapkan tanggal 10 November sebagai hari pahlawan. Kita diberi kesempatan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa. Kemerdekaan bangsa ini tercapai karena rakyat Indonesia mempunyai semangat perjuangan yang tinggi. Tanpa semangat perjuangan yang tinggi, kita yakin kemerdekaan bangsa ini tidak akan tercapai. Selamanya rakyat Indonesia akan hidup dibawah penindasan penjajah. Para penjajah negeri kita bermaksud menguasai pemerintahan dan mengeruk kekayaan bangsa ini. Berbagai cara mereka lakukan. Para penjajah itu memaksa rakyat Indonesia bekerja lewat kerja rodi dan romusa. Tanpa upah mereka harus bekerja keras. Bahkan, tanpa makan yang cukup. Oleh karena itu, banyak rakyat Indonesia yang meninggal pada saat kerja rodi dan romusa. Para hadirin! Semangat rela berkorban para pejuang kita yang begitu besar itu patut kita teladani. Kita harus bersyukur kepada Tuhan. Kita dapat menghirup udara kemerdekaan. Berkat para pejuanglah, negara ini terbebes dari penjajahan. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berdoa agar arwah mereka diterima di sisi Tuhan. Para hadirin sekalian! Marilah kita pekikkan SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA. Semoga bangsa ini tetap dikaruniai kemerdekaan dan persatuan. Kita semua selalu di bawah lindungan-nya. Amin. Sekian pidato dari saya, apabila ada kesalahan ucapan atau apapun mohon dimaafkan. Terima Kasih Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh Alhamdulillahirobbil Alamin. Wabihi Nastainu Alaa Umuu Riddunya Waddin, Waala Alihi Wa Ashabihi Ajmain. Amma Badu

Bapak guru para Romo Yai yang saya Mulyakan, Para staff dan seluruh karyaman Madrasah TBS yang saya hormati pula dan Teman Teman kelas 12 yang saya cintai dan saya banggakan.

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat dan rahmat-Nya kita dapat memperingati hari pahlawan. Hari pahlawan adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pada kesempatan ini marilah kita bersama-sama menengok kembali sejarah perjuangan bangsa kita.

Hari ini kita memperingati hari pahlawan, tepatnya tanggal 10 november. Hari pahlawan ini diperingati dari peristiwa perjuangan arek-arek Surabaya di bawah pimpinan pahlawan kita Bung Tomo. Saat itu kota Surabaya didatangi oleh tentara belanda yang membonceng pasukan Inggris. Karena kesewenangan tentara belanda akhirnya terjadi pertempuran di hotel yamato yang ditandai dengan penurunan bendera belanda oleh arek-arek Surabaya dan digantikan dengan Sang Saka Merah Putih. Di bawah kepemimpinan Bung Tomo bangsa Indonesia tidak gentar menghadapi perlawanan tentara belanda. Bahkan terus memekikkan kata MERDEKA, MAJU, SERBU, SERANG dengan semangat kepahlawanan, bangsa Indonesia mampu melawan dan mencapai kemenangan. Akhirnya kota Surabaya berhasil dikuasai kembali oleh bangsa Indonesia.

Kemerdekaan bangsa ini tercapai karena rakyat Indonesia mempunyai semangat perjuangan yang tinggi. Tanpa semangat perjuangan yang tinggi, kita yakin kemerdekaan bangsa ini tidak akan tercapai. Selamanya rakyat Indonesia akan hidup dibawah penindasan penjajah. Para penjajah negeri kita bermaksud menguasai pemerintahan dan mengeruk kekayaan bangsa ini. Berbagai cara mereka lakukan. Para penjajah itu memaksa rakyat Indonesia bekerja lewat kerja rodi dan romusa. Tanpa upah mereka harus bekerja keras. Bahkan, tanpa makan yang cukup. Oleh karena itu, banyak rakyat Indonesia yang meninggal pada saat kerja rodi dan romusa. Para hadirin Rohimakumullah! Semangat rela berkorban para pejuang kita yang begitu besar itu patut kita teladani. Kita harus bersyukur kepada Tuhan. Kita dapat menghirup udara kemerdekaan. Berkat para pejuanglah, negara ini terbebes dari penjajahan. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berdoa agar arwah mereka diterima di sisi Tuhan. Para hadirin Rohimakumullah Marilah kita pekikkan SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA. Semoga bangsa ini tetap dikaruniai kemerdekaan dan persatuan. dan Kita semua selalu di bawah lindungan-nya. Amin amin yaa robbal alamin. Sekian pidato dari saya, apabila ada kesalahan ucapan atau apapun baik disengaja maupun tidak sengaja mohon maaf sebesar besarnya.

wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuhh