Anda di halaman 1dari 4

Unsur-unsur yang berada pada golongan VIIA disebut dengan golongan halogen.

Anggotanya yaitu flour, klor, brom, iod, dan astatin. Halogen mempunyai elektronegatifitas yang
tinggi karena mempunyai tujuh elektron valensi dan membentuk ion halida negatif seperti
dijumpai pada garam ionik. Ikatan antara atom halogen cukup kuat nemun daya tarik antar
molekul X2 lemah disebabkan karena daya tarik Van der Walls saja. Klor berwujud gas pada
suhu kamar karena titik didih dan titik bekunya lebih rendah yaitu -35˚C dan -102˚C. Sedangkan
iod berwujud padat pada suhu ruangan karena titik didih dan titik bekunya lebih tinggi yaitu
103˚C dan 114˚C. Iod cair bersifat konduktor lemah, yang berkurang dengan naiknya suhu
seperti logam. Pada praktikum kali ini, dimana tujuan dari praktikum ini adalah untuk
mempelajari cara pembuatan klor dan beberapa sifat klor, dan iod.
Pada percobaan pertama yaitu mengetahui cara pembuatan klor. Pada percobaan ini
kaporit dicampurkan dengan asam klorida pekat. Setelah tercampur, larutan langsung ditutup
dengan sumbat karet dan diolesi dengan vaselin agar gas yang terbentuk tidak keluar. Pada saat
tabung reaksi yang berisi campuran antara kaporit dan larutan HCl pekat dihubungkan dengan
pipa ke dalam Erlenmeyer yang berisi air tidak banyak perubahan yang terlihat, hanya terdapat
sedikit gelembung pada selang dan dinding erlenmeyer. Reaksi yang terjadi yaitu :
Ca(OCl)2(s) + 4HCl (pekat) -> CaCL2 + 2H2O + 2Cl2(g
HCl merupakan asam kuat yang terdisosiasi secara sempurna menjadi ion-ionnya. Maka tidak
terdapat kecenderungan dalam ion kloirida untuk terhidrolisis dalam air. Dari reaksi tersebut
dapat diketahui bahwa gelembung2 tersebut merupakan gas Cl2. Harusnya gas klor yang
dihasilkan dan dialirkan kedalam air yang berada pada labu erlenmeyer dapat mengubah air
menjadi keruh. Namun sedikitnya tanda – tanda reaksi yang terjadi dan air tidak berubah menjadi
keruh dapat terjadi karena keluarnya gas yang terbentuk melalui celah yang belum tertutup rapat
dengan penyumbat yang telah diolesi dengan vaselin. Selain itu, dapat terjadi karena gas yang
dihasilkan dari reaksi sangat sedikit. Gas klor yang dihasilkan dari reaksi dapat larut dalam air
dan bereaksi menghasilkan campuran asam hidroklorida dan asam hipoklorit menurut persamaan
reaksi:
Cl2(g) + H2O -> Cl-(aq) + H+(aq) + HOCl(aq)

Reaksi diatas merupakan reaksi disproporsionasi klor terlarut menjadi Cl-, H+, dan
HOCl. HOCl merupakan asam lemah dan hanya muncul dalam bentuk larutan aqua
meskipun dalam larutan, akan terdekomposisi lambat membebaskan O2.
Selanjutnya H2O yang telah disambungkan dengan tabung reaksi yang berisi kaporit yang
dicampur dengan HCl pekat dimasukkan kedalam 3 buah tabung reaksi yang berbeda dengan
volume 6 ml pada masing – masing tabung. Tabung pertama ditutup dengan bunga sepatu,
tabung kedua ditutup dengan kain kering dan tabung ketiga ditutup dengan kain basah. Pada
ketiga experiment tersebut tidak terjadi perubahan. Akan tetapi harusnya pada bunga akan
muncul bercak – bercak berwarna putih yang menandakan adanya klor. Kesalahan ini dapat
terjadi karena gas klor yang larut dalam H2O yang digunakan sangat sedikit sehingga tidak dapat
di amati adanya klor. Sedangkan untuk kain harusnya digunakan kain yang berwarna agar dapat
lebih mudah untuk melihat perubahan yang terjadi. Karena pada praktikum kali ini digunakan
kain yang berwarna putih, sehingga sulit diamati perubahan yang terjadi. Pada percobaan
selanjutnya yaitu 2 ml larutan klor ditambahkan dengan 1
ml CCl4 (karbon tetraklorida). Pada percobaan terbentuk 2 fase, yaitu larutan dibawah berwarna
bening dan diatas keruh, larutan dibawah merupakan fase organik dan diatasnya merupakan fase
air yang tidak lain merupakan larutan klor, CCl4 tidak dapat bergabung dengan klor dikarenakan
perbedaan kepolarannya, CCl4 merupakan senyawa non polar. Sedangkan klor adalah senyawa
polar. Selanjutnya yaitu mereaksikan serbuk iod dengan CCl4 diamana warnaya berubah menjadi
ungu pekat dan terbentuk dua lapisan, diatas berwarna kuning sedangkan dibawah berwarna
ungu tua.
Pada percobaan selanjutnya yaitu mengenai iod. Serbuk iod dimasukan ke dalam tabung
reaksi kemudian ditambahkan dengan H2O, larutannya berwarna oranye kecokelatan Kelarutan
iod dalam air sangat sedikit, iod tidak habis bereaksi hal ini disebabkan karena yod tidak larut
sempurna dalam air. Setelah itu kedalam larutan tersebut ditambahkan dengan 1 ml CCl4
(karbon tetraklorida). Lama-kelamaan yod yang belum habis bereaksi dalam air setelah
ditambahkan karbon tetraklorida menjadi larut dan bergabung dengan CCl4 yang menjadi
berwarna ugu, terbentuk dua fase yaitu dibawah ungu yang merupakan fase organik dan diatas
bening yang merupakan fase air. Hal ini yang disebabkan karena kepolarannya, yod bersifat non
polar. Begitu juga dengan CCl4 (karbon tetraklorida) merupakan pelarut non polar yang
mempunyai sifat polaritas rendah. Sedangkan air merupakan pelarut polar, pada prinsipnya
pelarut polar akan larut dengan senyawa polar begitu juga dengan non polar. Jika kedua jenis
molekul/senyawa yang dicampur sama-sama non polar maka mereka sama-sama netral, tidak
memiliki dipol, sehingga keduanya dapat bercampur secara homogen.
Percobaan selanjutnya, dimasukkan serbuk iod ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan
H2O dan larutannya berubah warna menjadi bening agak oranye. Seperti yang telah dikatakan di
atas bahwa serbuk iod tidak larut sepenuhnya dalam air. Kemudian larutan dari hasil
pencampuran serbuk iod dengan H2O ini sebanyak 3 tetes dimasukkan ke dalam tabung reaksi
yang di dalamnya telah terisi amilum 10% sebanyak 2 ml dan menghasilkan larutan yang
berwaran biru muda. Penggunaan amilum juga untuk uji sensitif terhadap iodin. Bila iod kontak
dengan pati, dihasilkan warna biru khas yang disebabkan oleh kompleks ion pati I2 . Tidak ada
ikatan kimia yang terlibat dalam hal ini, melainkan molekul polimer amilum membungkus diri di
seputaran molekul iodin. Karena sifat inilah yang menjadikan amilum sebagai indikator
penentuan iodin. Percobaan terakhir yaitu iod yang direaksikan dengan etanol sebagai pelarutnya
dan terbentuk larutan yang berwarna cokelat kehitaman.

Kesimpulan:
Klor dalam suhu ruangan berupa gas,berwarna kuning,berbau dan dapat larut
dalam air.
Klor dalam air menghasilkan asam hidroklorida dan asam hipoklorit
Halogen adalah deretan unsure -unsur yang sangat reaktif,
Terbentuk asam hipoklorit saat gas klor dilarutkan dalam air,
Klor terbentuk dalam air dengan reaksi disproporsionasi
Larutan klor yang ditutup dengan bunga dan kain tidak terjadi perubahan
disebabkan kesalahan dari praktikum antara lain: gas klor yang terlarut dalam H2O
sangat
sedikit
Larutan diklorin dalam air berfungsi sebagai pemutih.
Senyawa-senyawa non akan larut dalam senyawa non polar juga begitu juga
senyawa polar.
Kelarutan iod dalam alkohol dalam alkohol lebih besar daripada kelarutannya
dalam air.
iod dalam alkohol dan air berwarna coklat sedangkan dalam CCL4 berwarna
ungu.
iod merupakan padatan yang berupa lembaran kilap dan berwarna hitam.
iod tidak melarut sempurna dalam air, tetapai melarut sempurna didalam pelarut
non polar seperti CCl4.