Anda di halaman 1dari 49

WINTER

Template
AKUNTANSI
EKUITAS
01
K
E
L
.

8

ANGGOTA KELOMPOK:
02
Shinta Milatina
1010532052
Kevin Reinaldo A
101053
Muhammad Arif H
101053
OUTLINE
03
Pengertian Ekuitas
PSAK yang mengatur tentang
ekuitas
PSAK 50
PSAK 55
PSAK 60
PENGERTIAN EKUITAS
04
Ekuitas adalah hak residual atas asset entitas setelah dikurangi semua
kewajiban. Ekuitas juga dapat diartikan juga sebagai modal atau kekayaan
entitas (perusahaan), yang terdiri dari selisih jumlah aktiva (asset) dikurangi
dengan pasiva (kewajiban).

Ekuitas = Aktiva - Kewajiban
PSAK YANG MENGATUR TENTANG
AKUNTANSI EKUITAS
05
Sebelum Konvergensi IFRS
PSAK 21
Setelah Konvergensi IFRS
PSAK 21
DASAR PERTIMBANGAN PENCABUTAN
PSAK 21*
06
*) Exposure Draft Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan No. 6, 5 Oktober 2010 (Paragraf 6)
a) Dampak dari konvergensi ke standar akuntansi internasional
(International Financial Reporting Standards atau IFRS) yang
mengakibatkan perlunya pencabutan SAK yang sudah ada
pengaturannya dalam SAK lain.
b) Adanya pertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku antara lain undang-undang tentang perseroan terbatas akibat
perubahan undang-undang tersebut.
c) Adanya inkonsistensi antara pengaturan dalam PSAK 21 dengan PSAK
lain.
Lalu, apa standar yang digunakan
untuk ekuitas?
07
Entitas dapat
menerapkan PSAK lain
yang dapat
menggantikan PSAK 21.


PSAK 50
(Penyajian)


PSAK 60
(Pengungkapan)
PSAK 55
(Pengakuan dan
Pengukuran)
Instrumen Keuangan
08
INSTRUMEN KEUANGAN :
PENYAJIAN
09
DEFINISI DAN KLASIFIKASI
10
PEMISAHAN LIABILITAS KEUANGAN
DAN EKUITAS
Instrumen keuangan dapat dikategorikan sebagai instrumen keuangan
jika, dan hanya jika, kedua kondisi (a) dan (b) berikut terpenuhi:
(a) Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual:
(i) untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas
lain; atau
(ii)untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan
dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak
menguntungkan penerbit.
(b) Jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas, instrumen tersebut
merupakan:
(i) nonderivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi
penerbitnya untuk menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas; atau
11
AKUNTANSI UNTUK INSTRUMEN
KEUANGAN MAJEMUK
Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi persyaratan
instrumen keuangannya untuk menentukan apakah instrumen tersebut
mengandung komponen ekuitas dan liabilitas.

Entitas mengakui secara terpisah komponen-komponen instrumen
keuangan yang:
(a) menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas; dan
(b) memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi
instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas
yang bersangkutan.
12
(ii) derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan sejumlah
tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen
ekuitas yang diterbitkan entitas. Untuk tujuan ini, rights, opsi atau waran
untuk memperoleh suatu jumlah yang tetap instrumen ekuitas yang dimiliki
entitas untuk jumlah yang tetap dari berbagai mata uang adalah instrumen
ekuitas jika entitas menawarkan rights, opsi atau waran prorata terhadap
semua pemilik yang ada saat ini pada kategori yang sama pada instrumen
ekuitas nonderivatif yang dimiliki.

Kewajiban kontraktual, termasuk kewajiban yang berasal dari instrumen
keuangan derivatif, yang akan atau dapat menyebabkan adanya penerimaan
atau penyerahan instrumen ekuitas milik penerbit di masa yang akan datang,
namun tidak memenuhi kondisi (a) dan (b) di atas, bukan merupakan
instrumen ekuitas.
Lanjutan
13
Lanjutan
Obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham biasa adalah contoh dari
instrumen keuangan majemuk. Darisudut pandang entitas, instrumen ini terdiri
dari dua komponen:
liabilitas keuangan (perjanjian kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset
keuangan lainnya) dan
instrumen ekuitas (opsi beli yang memberikan hak pada pemegangnya
selama jangka waktu tertentu untuk mengkonversi instrumen tersebut
menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan).

Dalam laporan posisi keuangan, penyajian komponen liabilitas dan ekuitas
dilakukan oleh entitas secara terpisah
14
Ketika nilai tercatat awal suatu instrumen keuangan majemuk dialokasikan
pada komponen ekuitas dan kewajiban:
Komponen ekuitas yang dialokasikan adalah nilai sisa dari nilai wajar
instrumen keuangan secara keseluruhan dikurangi dengan nilai
komponen kewajiban yang ditetapkan secara terpisah
Lanjutan
15
AKUNTANSI UNTUK PENARIKAN
SAHAM DAN SAHAM TREASURY
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan,
penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas entitas tersebut tidak
dapat diakui dalam laporan laba rugi. Pembelian saham diperoleh kembali
(treasury stock) dicatat sebagai perubahan atas ekuitas sehingga tidak
ada keuntungan/kerugian yang diakui.
.

Entitas memperoleh
kembali instrumen
ekuitasnya
instrumen-instrumen tersebut
(saham treasuri)
dikurangkan dari ekuitas
16
SALING HAPUS ATAS ASET DAN
LIABILITAS
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya
disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas:
saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan, maka entitas tidak boleh melakukan
saling hapus aset keuangan yang ditransfer dan liabilitas terkait
17
INSTRUMEN KEUANGAN :
PENGAKUAN &
PENGUKURAN
18
PENGAKUAN DAN PENGHAPUSAN
Instrumen keuangan diukur pada pengakuan awal sebesar nilai wajar
ditambah dengan biaya transaksi kecuali untuk instrumen yang diukur dengan
menggunakan nilai wajar.
Penghapusan (dererecognition) aset keuangan didasarkan atas kombinasi risk
and reward dan pendekatan pengendalian. Evaluasi atas risk and reward
diakukan sebelum evaluasi atas transfer pengendalian.
Pengakuan gain/loss atas penghapusan (extinguishment) liabilitas keuangan
ketika utang baru diterbitkan memiliki persyaratan (term) yang berbeda dengan
utang lama.
Restrukturisasi utang yang menyebabkan modifikasi substansial term dapat
menghasilkan gain/loss pada saat penerbitan liabilitas baru.
19
PENGUKURAN SAAT PENGAKUAN
AWAL
20
Nilai Wajar adalah nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau
nilai dimana suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang
memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arms
length transaction), bukan nilai yang akan
diterima atau dibayarkan entitas dalam
suatu transaksi yang dipaksakan, likuidasi
yang dipaksakan, atau penjualan akibat
kesulitan keuangan.
NILAI WAJAR
21
HIRARKI PENGUKURAN NILAI WAJAR
Kuotasi harga di pasar aktif;
Jika pasar tidak aktif, maka menggunakan teknik penilaian yang
meliputi:
penggunaan transaksi-transaksi pasar wajar yang terkini
antara pihak-pihak yang mengerti, berkeinginan, jika
tersedia;
referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang
secara substansial sama; analisis arus kas yang didiskonto
(discounted cash flow analysis); dan
model penetapan harga opsi (option pricing model)
22
PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN
AWAL
Ada 3 cara:
Nilai wajar
Biaya diamortisasi
Biaya (penggunaan terbatas hanya jika nilai wajar tidak dapat
ditentukan)

Metode yang digunakan untuk pengukuran ini tergantung pada
kategori instrumen keuangan yang diklasifikasikan.
23
AKUNTANSI UNTUK DERIVATIF
Derivatif adalah instrumen keuangan atau kontrak lain dengan
karakteristik:
Nilainya berubah akibat dari perubahan variabel yang mendasari
(spt suku bunga, harga, nilai tukar, dll).
Tanpa investasi awal neto atau nilainya lebih kecil dari nilai kontrak
sejenis yang memberi pengaruh yang sama terhadap perubahan
faktor pasar.
Diselesaikan pd tanggal tertentu di masa mendatang.
24
KARAKTERISTIK DERIVATIF
Derivatif yang berdiri sendiri (Freestanding derivative). Misalnya option,
forward contract, swap, future contract
Derivatif Melekat (Embedded derivative)
Komponen dari hybrid/combined instrument;
Didalamnya terdapat kontrak utama non derivatif;
Sebagian arus kas yg berasal dari instrumen yang digabungkan
bervariasi seperti derivatif yg berdiri sendiri.
Terdapat persyaratan untuk diakui terpisah

25
AKUNTANSI UNTUK DERIVATIF
DIPERDAGANGKAN
Entitas yang diharuskan untuk memisahkan derivatif melekat dari
kontrak utamanya, namun tidak dapat mengukur derivatif
melekatnya secara terpisah, maka keseluruhan kontrak yang
digabungkan diperlakukan sebagai aset/liabilitas keuangan yang
dimiliki untuk diperdagangkan
26
AKUNTANSI UNTUK HEDGING
(LINDUNG NILAI)
Perlakuan akuntansi khusus bagi transaksi hedging yang mencakup instrumen
hedging dan hedge item, yang bertujuan untuk memastikan keuntungan atau
kerugian atas instrumen hedging dan hedge item diakui dalam laporan Laba
Rugi periode yang sama.
Jika tidak diterapkan, kemungkinan missmatch antara keuntungan/kerugian
instrumen hedge dengan keuntungan/kerugian hedge item
Tidak seluruh lindung nilai dapat memenuhi persyaratan untuk Akuntansi
Lindung Nilai menurut PSAK 55
27
JENIS HEDGING (LINDUNG NILAI)
Lindung nilai atas nilai wajar: suatu lindung nilai terhadap eksposure:
perubahan nilai wajar atas aset atau kewajiban yang telah diakui
atau komitmen pasti yang belum diakui, atau bagian yang telah
diidentifikasi dari aset, kewajiban, atau komitmen pasti tersebut, yang
dapat diatribusikan pada risiko tertentu dan dapat memengaruhi
laporan laba rugi

Lindung nilai atas arus kas: suatu lindung nilai terhadap eksposur
variabilitas arus kas yang:
dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan aset atau
kewajiban yang telah diakui (misalnya seluruh atau sebagian
pembayaran bunga di masa depan atas utang dengan suku bunga
variabel) atau yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait
dengan prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi, dan
dapat memengaruhi laporan laba rugi.
28
PERLAKUAN AKUNTANSI
29
INSTRUMEN KEUANGAN :
PENGUNGKAPAN
30
KELOMPOK INSTRUMEN
KEUANGAN DAN TINGKAT
PENGUNGKAPAN
Ketika Penyataan ini mensyaratkan pengungkapan berdasarkan kelompok
instrumen keuangan, maka entitas mengelompokan instrumen keuangan
menjadi kelompokkelompok sesuai dengan sifat informasi yang
diungkapkan dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen
keuangan tersebut. Entitas menyediakan informasi yang cukup untuk
memungkinkan rekonsiliasi terhadap setiap baris pos yang disajikan dalam
laporan posisi keuangan
31
SIGNIFIKANSI INSTRUMEN
KEUANGAN UNTUK
POSISI DAN KINERJA KEUANGAN
Laporan Posisi Keuangan
Kategori Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Adapun hal-hal yang diungkapkan antara lain:
(a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
menunjukkan secara terpisah:
(i) aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal; dan
(ii) aset keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk
diperdagangkan.
32
Lanjutan
(b) investasi dimiliki hingga jatuh tempo;
(c) pinjaman yang diberikan dan piutang;
(d) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
menunjukkan secara terpisah;
(i) liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal; dan
(ii) liabilitas keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk
diperdagangkan.
(e) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
33
Lanjutan
Reklasifikasi
Jika entitas telah mereklasifikasi aset keuangan
dengan satu pengukuran:
(a) pada biaya perolehan atau biaya perolehan
diamortisasi, dan bukan nilai wajar; atau
(b) pada nilai wajar; dari pada biaya perolehan
atau biaya perolehan diamortisasi, maka
entitas mengungkapkan jumlah yang
direklasifikasi ke dan dari setiap kategori dan
alasan reklasifikasi
34
Lanjutan
Penghentian-Pengakuan
Entitas mungkin telah mentransfer aset keuangan sedemikian rupa sehingga
sebagian atau semua aset keuangan tidak memenuhi kualifikasi penghentian-
pengakuan. Entitas mengungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan:
(a) jenis aset;
(b) jenis risiko dan manfaat atas kepemilikan yang tetap berada pada entitas;
(c) saat entitas melanjutkan pengakuan seluruh aset jumlah nilai tercatat aset
dan liabilitas yang terkait; dan
(d) saat entitas melanjutkan pengakuan aset sejauh keterlibatan
berkelanjutannya, total nilai tercatat dari aset awal, jumlah aset dimana
entitas melanjutkan pengakuan, dan jumlah tercatat liabilitas yang terkait .
35
Lanjutan
Agunan
Entitas mengungkapkan:
(a) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk liabilitas
atau liabilitas kontinjensi, termasuk jumlah yang telah direklasifikasi.
(b) syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut.

Ketika entitas memiliki agunan (aset keuangan atau aset nonkeuangan) dan
diijinkan untuk menjual atau menjaminkan kembali tanpa didahului wanprestasi
oleh pemilik agunan, maka entitas mengungkapkan:
(a) nilai wajar agunan yang dimiliki;
(b) nilai wajar dari setiap agunan yang dijual atau dijaminkan kembali, dan apakah
entitas berkewajiban untuk mengembalikan agunan tersebut; dan
(c) syarat dan kondisi yang terkait dengan penggunaan agunan tersebut.
36
Lanjutan
Penyisihan Kerugian Kredit
Ketika aset keuangan mengalami penurunan nilai karena kerugian kredit
dan entitas mencatat penurunan nilai dalam pos terpisah (misalnya pos
penyisihan digunakan untuk mencatat penurunan nilai individual atau pos
serupa yang digunakan untuk mencatat penurunan nilai kolektif atas aset
keuangan) daripada secara langsung mengurangi nilai tercatat aset
keuangan, maka entitas mengungkapkan suatu rekonsiliasi perubahan pada
akun tersebut selama periode untuk setiap kelompok aset keuangan
37
Lanjutan
Instrumen Keuangan Majemuk Dengan Beberapa Derivatif Melekat
Jika entitas menerbitkan instrumen yang mengandung komponen liabilitas
dan ekuitas dan instrumen tersebut memiliki beberapa derivatif melekat
yang nilainya saling btergantung satu sama lain (seperti callable convertible
debt instrument), maka entitas mengungkapkan keberadaan fitur tersebut.
Wanprestasi dan Pelanggaran
Untuk pinjaman diterima (loan payable) yang diakui pada akhir periode
pelaporan, entitas mengungkapkan:
(a) rincian setiap wanprestasi selama periode dari pokok, bunga, dana
pelunasan (sinking fund), atau syarat penarikan atas pinjaman diterima
tersebut;
38
Lanjutan
(b) jumlah tercatat pinjaman diterima yang mengalami wanprestasi pada akhir
periode pelaporan; dan
(c) apakah wanprestasi telah diselesaikan, atau syarat pinjaman diterima
telah dinegosiasi ulang, sebelum laporan keuangan secara resmi
diterbitkan.

Jika, selama periode, terdapat pelanggaran atas syarat perjanjian pinjaman
selain yang diuraikan di atas, maka entitas mengungkapkan informasi yang
sama seperti yang disyaratkan di atas jika pelanggaran tersebut
memungkinkan pemberi pinjaman untuk meminta percepatan pembayaran
kembali (kecuali pelanggaran telah diselesaikan, atau syarat pinjaman telah
dinegosiasi ulang, pada atau sebelum akhir periode pelaporan).
39
Lanjutan
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Pos-pos Penghasilan, Beban, Keuntungan atau Kerugian
Entitas mengungkapkan pos penghasilan, beban, keuntungan atau
kerugian berikut ini pada laporan laba rugi komprehensif atau catatan
atas laporan keuangan:
(a) laba atau rugi neto pada:
(i) aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi, yang menunjukkan secara terpisah aset
keuangan atau liabilitas keuangan yang telah ditetapkan untuk
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat
pengakuan awal, dan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang
dikategorikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan.
40
Lanjutan
(ii) aset keuangan tersedia untuk dijual, yang menunjukkan secara terpisah
jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui pada pendapatan
komprehensif lain selama periode, dan jumlah yang dipindahkan dari
ekuitas ke dalam laporan laba rugi untuk periode tersebut;
(iii) investasi dimiliki hingga jatuh tempo;
(iv) pinjaman yang diberikan dan piutang; dan
(v) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
(b) total pendapatan bunga dan total beban bunga (dihitung dengan
menggunakan metode suku bunga efektif) untuk aset keuangan atau
liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi;
41
Lanjutan
(c) pendapatan dan beban imbalan (selain jumlah yang termasuk dalam
penentuan suku bunga efektif) yang timbul dari:
(i) aset keuangan atau liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi; dan
(ii) aktivitas wali amanat dan aktivitas gadai lainnya yang mengakibatkan
kepemilikan atau investasi aset atas nama individu, wali amanat,
program manfaat pensiun, dan institusi lain;
(d) pendapatan bunga dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai
yang diakru; dan
(e) jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelompok aset keuangan.
42
Lanjutan
Pengungkapan Lain

Kebijakan Akuntansi
Entitas mengungkapkan dalam
ikhtisar kebijakan akuntansi yang
signifikan, dasar pengukuran
yang digunakan dalam
menyusun laporan keuangan dan
kebijakan akuntansi lain yang
relevan untuk pemahaman suatu
laporan keuangan.
43
Lanjutan
Akuntansi Lindung Nilai
Entitas mengungkapkan hal-hal berikut secara terpisah untuk setiap jenis
lindung nilai (yaitu lindung nilai atas nilai wajar, lindung nilai atas arus kas,
dan lindung nilai atas investasi neto pada operasi luar negeri):
(a) uraian setiap jenis lindung nilai;
(b) uraian instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung
nilai dan nilai wajarnya pada akhir periode pelaporan; dan
(c) jenis risiko yang dilindung nilai.
44
Lanjutan
Untuk lindung nilai atas arus kas, entitas mengungkapkan:
(a) periode ketika arus kas diekspektasikan terjadi dan ketika arus kas
diekspektasikan mempengaruhi laporan laba rugi;
(b) uraian atas prakiraan transaksi dimana akuntansi lindung nilai sebelumnya
telah digunakan, namun tidak lagi diekspektasikan untuk terjadi;
(c) jumlah yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama periode;
(d) jumlah yang dipindahkan dari ekuitas ke dalam laporan laba rugi untuk
periode tersebut yang menunjukkan jumlah yang termasuk dalam setiap pos
pada pendapatan komprehensif lain; dan
(e) jumlah yang dipindahkan dari ekuitas selama periode dan termasuk dalam
biaya perolehan awal atau jumlah tercatat lain dari aset nonkeuangan atau
liabilitas nonkeuangan yang perolehan atau terjadinya merupakan suatu
prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi yang dilindung nilai.
45
Lanjutan
Entitas mengungkapkan secara terpisah:
(a) dalam lindung nilai atas nilai wajar, keuntungan atau kerugian:
(i) atas instrumen lindung nilai; dan
(ii) atas item yang dilindung nilai yang dapat diatribusikan pada risiko
yang dilindung nilai.
(b) ketidakefektifan yang diakui dalam laporan laba rugi yang timbul dari
lindung nilai atas arus kas; dan
(c) ketidakefektifan yang diakui dalam laporan laba rugi yang timbul dari
lindung nilai atas investasi neto pada operasi luar negeri.
46
Lanjutan
Nilai Wajar

Kecuali yang diuraikan pada paragraf 31, untuk setiap
kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan, entitas mengungkapkan
nilai wajar dari kelompok aset dan liabilitas keuangan tersebut dengan cara
yang memungkinkan untuk dibandingkan dengan jumlah tercatatnya.

Dalam pengungkapan nilai wajar, entitas mengelompokkan aset keuangan
dan liabilitas keuangan dalam kelompok-kelompok, namun saling hapus
diantara mereka sepanjang jumlah tercatatnya saling hapus dalam laporan
posisi keuangan
47
JENIS DAN TINGKAT RISIKO YANG
TIMBUL DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Pengungkapan Kualitatif
Untuk setiap jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan, entitas
mengungkapkan:
(a) eksposur risiko dan bagaimana risiko tersebut timbul;
(b) tujuan, kebijakan, dan proses pengelolaan risiko dan metode yang
digunakan untuk mengukur risiko tersebut;dan
(c) setiap perubahan pada (a) atau (b) dari periode sebelumnya.
48
Lanjutan
Risiko kredit
Aset keuangan yang melewati jatuh tempo atau mengalami penurunan
nilai
Agunan dan peningkatan kualitas kredit yang diperoleh
Risiko likuiditas
Risiko Pasar
Analisis Sensitivitas
Pengungkapan risiko pasar lainnya
Pengungkapan Kuantitatif

49