Anda di halaman 1dari 13

PESAWAT RONTGEN

KONVENSIONAL
Radiology Dasar
Teori Dasar :
Pesawat radiology adalah alat / pesawat medik yang bekerja mengunakan radiasi pengion baik itu
sinar nuklir,gamma,sinar X dan lain-lain
Pesawat roentgen adalah alat / pesawat medik yang bekerjanya mengunakan radiasi sinar X, baik
untuk keperluan fluoroskopi maupun radiografie.
Sejarah singkat ditemukannya sinar X :
Sinar X pertama kali ditemukannya oleh Willhem Conrad Rontgen pada tahun !"#, beliau mengunakan
tabung $eslier yaitu tabung yang terbuat dari $lass %n&elope yang didalamnya terdapat gas 'rgon atau
Xenon yang jika ada perbedaan potensial diantara anoda dan katoda maka gas (gas ini akan terionisasi dan
elektron-elektron akan membebaskan diri dari ikatan atomnya) %lektron yang terdekat dengan anoda akan
langsung ditarik keanoda sehingga terjadi hole) *ole ini akan diisi oleh elektron berikutnya, tempat yang
ditinggalkan elektron ini akan menjadi hole lagi dan terjadi pengisian lagi oleh elektron berikutnya, begitu
seterusnya sehingga akan terjadi estafet elektron dan terjadilah rangkaian tertutup dan terjadilah arus
elektron yang berkebalikan dengan arus listrik yang kemudian disebut arus tabung ) Pada saat yang
bersamaan, elektron-elektron yang ditarik ke anoda tersebut akan menabrak anoda dan ditahan) +ika
tabrakan elektron tersebut tepat diinti atom disebut peristiwa ,reamstrahlung dan apabila menabraknya
dielektron dikulit -, disebut - -arakteristik) 'kibat tabrakan ini maka terjadi hole-hole karena elektron-
elektron yang ditabrak tersebut terpental) *ole-hole ini akan diisi oleh elektron-elektron lain) Perpindahan
elektron ini akan menghasilkan seatu gelombang elektromagnetik yang panjang gelombangnya berbeda-
beda) $elombang elektromagnetik dengan panjang gelombang ., ( ' inilah yang kemudian disebut sinar
X atau sinar Rontgen) /abung X ray jenis pertama ini disebut Cold Chatoda /ube
0amun pada perkembangan selanjutnya, pada tahun "1, Collige menyempurnakan penemuan Rontgen
dengan memodifikasi tabung yang digunakan) /abung yang digunakan adalah tabung &akum yang
didalamnya hanya terdapat 2 elektroda yaitu anoda dan katoda) /abung jenis ini kemudian disebut *ot
Chatoda /ube dan merupakan tabung yang dipergunakan untuk pesawat Rontgen kon&ensional yang
sekarang)
Cara kerja Hot katoda Tube :
/abung yang digunakan adalah tabung &akum yang didalamnya hanya terdapat 2 elektroda yaitu anoda dan
katoda) -atoda / filamen tabung rontgen dihubungkan ke transformator filamen) /ransformator filamen
ini akan memberi supply sehingga mengakibatkan terjadinya pemanasan pada filamen tabung rontgen,
sehingga terjadi /hermioni3 %mission, dimana elektron-elektron akan membebaskan diri dari ikatan
atomnya, sehingga akan banyak terjadi elektron bebas dan terbentuklah awan elektron)
'noda dan katoda di hubungkan dengan transformator tegangan tinggi . -4 ( #. -4) Primer *// diberi
tegangan 'C 5 bolak-balik 6 maka akan terjadi garis-garis gaya magnet 5 $$7 6 yang akan berubah ( ubah
bergantung dari besarnya arus yang mengalir) 'kibat dari perubahan garig-garis gaya magnet ini akan
menyebabkan timbulnya gaya gerak listrik 5 $$8 6 pada kumparan sekunder, yang besarnya tergantung dari
setiap perubahan fluks pada setiap perubahan waktu 5 % 9 - d : / dt 6) ;ari proses ini didapatkanlah
tegangan tinggi yang akan disuplay ke elektroda tabung rontgen)
Pada saat anoda mendapatkan polaritas < dan katoda mendapat polaritas - maka elektron-elektron bebas
yang ada disekitar katoda akan ditarik menuju anoda, akibatnya
terjadilah suatu loop 5 rangkaian tertutup6 maka akan terjadi arus elektron yang berlawanan dengan arus
listrik yang kemudian disebut arus tabung) Pada saat yang bersamaan, elektron-elektron yang ditarik ke
anoda tersebut akan menabrak anoda dan ditahan) +ika tabrakan elektron tersebut tepat diinti atom disebut
peristiwa ,reamstrahlung dan apabila menabraknya dielektron dikulit -, disebut - -arakteristik) 'kibat
tabrakan ini maka terjadi hole-hole karena elektron-elektron yang ditabrak tersebut terpental) *ole-hole ini
akan diisi oleh elektron-elektron lain) Perpindahan elektron ini akan menghasilkan seatu gelombang
elektromagnetik yang panjang gelombangnya berbeda-beda) $elombang elektromagnetik dengan panjang
gelombang ., ( ' inilah yang kemudian disebut sinar X atau sinar Rontgen )
Blok diagram Pesaat roentgen kon!ensional
". Blok Rangkaian Poer Su##ly

Ragkaian ini berfungsi untuk mendistribusikan tegangan pada seluruh rangkaian pesawat sesuai yang
dibutuhkan oleh masing-masing rangkaian) Rangkaian ini terdiri dari =
". Saklar.
,erfungsi untuk menghubungkan supply listik P80 dengan pesawat roentgen)
$. .%use & sekring
,erfungsi sebagai pengaman)
'. (oltage Com#ensator
'lat yang berfungsi untuk mengkompensasi nilai tegangan yang diperlukan pesawat jika terjadi penurunan
atu kenaikan pada supply P80 +ika tegangan naik kita harus menambah jumlah lilitan primer dengan
memutar sele3tor &oltage 3ompensator dan jika tegangan turun kita harus mengurangi jumlah lilitan primer
dengan memutar sele3tor &oltage 3ompensator sehingga diperoleh perbandingan transformasi antara
tegangan dan jumlah lilitan primer dengan tegangan dan jumlah lilitan sekunder adalah tetap dengan
demikian diperoleh nilai tegangan pada setiap lilitan akan tetap)
Perbandingan transformasi dapat dirumuskan =
% = 0 9 %2 = 02
;imana % 9 /egangan di primer
0 9 +umlah lilitan di primer
%2 9 /egangan di sekunder
02 9 +umlah lilitan di sekunder
Contoh = % = 0 9 %2 = 02
22. = 22. 9 =
+ika tegangan dari P80 stabil 22. & dan lilitan primer jumlahnya 22. maka perbandingan output di
sekunder 9 = maksudnya, pada setiap lilitan terdapat &olt tegangan)
+ika tegangan dari P80 naik menjadi 21. & dan lilitan primer 22., maka perbandingan output = >
21. & = 22. =
agar diperoleh nilai tegangan setiap lilitan 5pada output / sekunder6 akan tetap = maka kita harus
menambah jumlah lilitan primer sebanyak . lilitan)
% = 0 9 %2 = 02
21. & = 21. 9 =
7aka perbandingan transformasi tetap)
+ika tegangan dari P80 turun menjadi 2. & dan jumlah lilitan primer tetap 22. maka perbandingan pada
sekunder 5output6 =
2. & = 22. =
'gar tetap diperoleh perbandingan transformasi = / tetap, maka kita harus mengurangi jumlah lilitan
primer sebanyak . lilitan)
2. & = 2. 9 =
7aka diperoleh perbandingan transformasinya tetap)
". )uto Tra*o :
'lat untuk memindahkan daya listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lain dengan 3ara menaikkan atau
menurunkan tegangan keseluruh pesawat) 'utotrafo adalah transformator yang kumparan primer dan
kumparan sekundernya menjadi satu dalam satu 3ore
$. +ine Resistan,e - R .ate/
Setiap pesawat mempunyai hambatan atau R yang diberikan oleh pabrik, 3ontohnya pada pesawat shimad?u
R9.,.@-.,.!A, resistan3e ini disebut R internal 5 R pesawat 6) Sehinnga R line adalah tahanan atur yang
berfungsi untuk men3o3okkan tahanan pengkabelan dengan tahanan yang dibutuhkan pesawat)
R internal 9 R) mate 5line6 < R) %ksternal 5pengkabelan6)
'. (oltage 0ndi,ator =
Bntuk mengetahui apa tegangan P80 mengalami kenaikan atau penurunan)
1. 2(P sele,tor .ayor
Bntuk memilih tegangan tinggi / memilih besarnya beda potensial antara anoda dan katoda, yang besar
selisih tiap terminal C . -4
3. 2(P sele,tor .inor
Bntuk memilih tegangan tinggi / memilih besarnya beda potensial antara anoda dan katoda, yang besar
selisih tiap terminalnya -4
4. (oltage regulator =
Bntuk memilih tegangan P80 ./22./1!. 4a3 tergangtung dengan pesawat yang digunakan dan dinegara
mana)

$. Blok Rangkaian Pemanas %ilamen.
Dungsinya untuk memberikan 3atu daya dan mengatur besar arus pemanas filament agar terjadinya
termioni3 emission bisa di kendalikan sehingga jumlah ele3tron ( ele3tron bebas yang dihasilkan pada
filament tabung rontgen bisa di3ontrol)
Rangkaian ini terdiri dari :
Rangkaian Stabilisator Tegangan.
Dungsinya untuk menstabilkan tegangan untuk rangkaian pemanas filament sehingga pengaruh fluktuasi
tegangan P80 tidak mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada filament tabung rontgen) Rangkaian ini
terdiri lagi kumparan primer yang kita sebut 0, kemudian kumparan sekunder yang terdiri dari 02 dan
01) 02 di paralel dengan C diseri dengan 01) 7asukkan / input disebut %k dan keluaran / output disebut %k2)
'da 1 kemungkinan keadaan pada stabili?er tegangan =
". 52 "6 52 $ - P+7 7ormal /
/idak terjadi penaikan / penurunan tegangan P80) Pada 02,tegangan mendahului arus
sebesar ".
o
sedangkan pada C arus akan mendahului tegangannya rebasar ".
o
) Sehingga pada tegangan C
dan tegangan 02 akan mempunyai besar tegangan yang sama 5karena diparallel6 tetapi fasenya akan
berlawanan) Perbedaan fasa ini menyebabkan terjadinya peniadaan impedansi antara R dan C sehingga
tegangan pada stabilisator tegangan adalah tegangan yang keluar melewati R internal dan bukan R
impedansi)
$. 52 "8 52 $ - kenaikan tegangan P+7/
-arena terjadi kenaikan tegangan P80, maka tegangan pada 02 juga akan mengalami kenaikan) Pada saat
tersebut adalah masa transisi 5perubahan6, dimana tegangan pada C masih tetap 5tidak mengalami
perubahan6, sehingga antara tegangan pada 0 dan tegangan pada C terjadi beda fase sebesar EX02 -
EXC 5 karena X3 lebih ke3il 6, sehingga besar keluaran pada 0 dan C 5parallel6 9 EX02 - EXC < E)R
'. Pada saat 5k"
+ika tegangan diprimer /urFn maka tegangan di sekunder juga akan ikut turun 502 dan 01 tegangannya
akan turun6) 7eskipun tegangan di 02 turun tapi tegangan di C tidak akan langsung turun, hal ini karena
belum terjadi stedy state sehingga antara teganagn di C dan 02 terjadi selisih fase dimana tegangan di C
akan lebih besar dari tegangan di 02)
maka pada % 9 EXC < EX02 sehingga %k2 9 % < EX01
S#a,e Charge Com#ensator
'lat ini berfungsi untuk mengkompensasikan nilai arus tabung agar sesuai dengan yang dipilih meskipun
terjadi perubahan tegangan tinggi pada tabung roentgen) Rangkaian ini berupa &ariable resistor 54R6 yang
terdiri dari tap-tap, yang tiap tap-tapnya mempunyai nilai R yang berbeda-beda)
-arakteristik tabung roentgen=
- Semakin tinggi tegangan maka arus akan semakin besar)
- /abung roentgen hanya bekerja pada daerah spa3e 3harge)

Sele3tor pada SCC ini digank dengan k&p sele3tor moyar dengan maksud agar pada saat kita memilih besar
tegangan kita juga mengatur/memilih besarnya nilai R pada SCC) +ika posisi k&p sele3tor mayor pada
pemilihan -4 tertinggi maka pada SCC nilai R nya akan pada posisi dengan nilai R tertinggi begitu juga
sebaliknya)*al ini dimaksudkan supaya pada saat -4 naik maka SCC yang terdiri dari 4R dan digank
dengan -4 sele3tor, maka nilai R pada SCC juga naik sehingga terjadi &oltage drop yang besar pada SCC dan
mengakibatkan tegangan pada pemanas filamen berkurang, jadi walaupun energi yang menarik elektron
lebih kuat tetapi jumlah ele3tron yang ditarik sedikit maka nilai arus tabung yang terjadi sesuai dengan yang
telah ditentukan)) -emudian pada saat -4 turun maka nilai R spa3e 3harge 3ompensator yang terdiri dari
4R yang telah digank dengan -4 sele3tor akan turun juga, sehingga terjadi &oltage drop yang ke3il pada SCC
dan mengakibatkan tegangan pada pemanas filamen bertambah / naik sehingga awan elektron naik
5semakin banyak6 sehingga walaupun energi yang menarik ele3tron ke3il tapi ele3tron yang ditarik banyak
maka nilai arus tabung yang terjadi sesuai dengan
m) ,ontrol
,erfungsi untuk mengatur arus pemanas filament yang kemudian akan digunakan sebagai penentu besarnya
arus tabung yang digunakan) 'lat ini disambung seri dengan trafo filament) Bntuk memilih arus tabung kita
sebenarnya memilih nilai R nya untuk menentukan &oltage drop pada 4R) Semakin besar pilihan m' maka
pilihan tap tersebut berada pada posisi nilai R yang paling ke3il,sehingga &oltage dropnya ke3il) ;an
semakin ke3il m' maka pilihan tap tersebut berada pada posisi nilai R paling besar) 'rus tabung ditentukan
oleh besarnya tegangan pada trasformator filamen) /egangan transformator ini 5%D6 akan menentukan
besarnya arus transformator filamen ini 5ED6, semakin besar tegangan trafo filamen semakin besar pula arus
yang mengalir pada trafo filament,besarnya arus trafo filamen ini akan menentukan banyaknya elektron
bebas yang dihasilkan) %D besar --G ED besar --G elektron bebas banyak --G awan ele3tron banyak) +ika R
lebih tinggi, tegangan trafo filamen ke3il karena dengan tahanan lebih besar maka tegangan pada tegangan
trafo lebih ke3il karena R tadi menyebabkan &oltage drop yang lebih besar)
4 9 E C R ) /egangan pada filament 9 /egangan awal ( &oltage drop)

Stand by Resistan,e
'lat yang berfungsi untuk memberikan pemanasan awal pada filamen tabung rontgen agar terjadi pre
heating sebelum eCpose berlangsung sehingga filament tabung roentgen lebih awet) 'lat ini terdiri dari R
yang dilengkapi yang dilengkapi dengan kontaktor yang digerakkan oleh delay relay)
Cara kerjanya adalah sebagai berikut, pada saat main swith H0, filament tabung rontgen langsung
mendapatkan tegangan dari transformator filament tapi melewati stand by resistant sehingga tegangan yang
mengalir bukan tegangan normal) Pada saat eCpose, timer bekerja dan relay energi3e bekerja sehingga
kontaktor eCposure swith terhubung dan kontaktor relay di stand by resistant terhubung 5di by pass 6,
sehingga tegangan akan melewati kontaktor 5bukan R lagi6 sehingga tidak ada &oltage drop sehingga
pemanasan filament pada tegangan normal)
%ilament limiter -m) limiter/
'lat yang berfungsi untuk membatasi mengalirnya arus filamen, maksudnya agar tegangan pemanas filamen
di atas sesuai dengan kemampuan kapasitas filamen tabung rontgen sehingga pemberian tegangan tersebut
memberi pemanasan yang normal) Pengunaan filament limiter ini akan lebih terasa terutama pada tabung
rontgen yang mengunakan double fo3us, yaitu fo3us besar dan fo3us ke3il yang masing-masing dilengkapi
filament limiter sendiri) Bntuk yang large fo3us nilai tahanan limiternya ke3il, sedangkan untuk yang small
fo3us nilai tahanan limiternya besar yang diatur sekali pada waktu perakitan)
Tra*o *ilament
,erfungsi untuk step down filament, biasanya tegangan yang digunakan adalah tegangan . &olt menjadi 2
&/! & tergantung spesifikasi tabung)
%ilamen tabung rontgen
,erfungsi sebagai sumber elektron dan juga sebagai katoda))
/erdiri dari bahan /ungsten yang mempunyai titik lebur yang tinggi 1I..
o
C dengan nomor atom J@)
Dilamen ini berfungsi sebagai sumber elektron dan juga sebagai katoda
-atoda / filament terbagi 2, yaitu =
a) -atoda ;ire3t
;isebut juga katoda langsung yaitu filament yang sekaligus berfungsi sebagai katoda
a) -atoda Endire3t
;isebut juga katoda tak langsung yaitu filament hanya berfungsi sebagai sumber elaktron sedangkan
katodanya dipisah 5didepan filament6, katodanya bias terhubung dengan transformator filament atau
dengan sumber lain)
Pada katoda juga dipasang Do3ussing Cup yaitu alat yang menyerupai mangkok untuk mengfokuskan
jalannya ele3tron dari anoda ke katoda)
-atoda juga bisa berupa =
a) Single fo3us
b) ;ouble fo3us
7aksud digunakannya double fo3us agar dapat melayani pengunaan m'5arus6 yang berbeda-beda)
". Blok Rangkaian Tegangan Tinggi

Pada rangkaian ini terdapat trafo tegangan tinggi yang berfungsi untuk memberikan beda potensial antara
anoda dan katoda dimana anoda harus selalu mendapat polaritas positif dan katoda harus selalu mendapat
polaritas negatif agar elektron-elektron bebas yang ada disekitar katoda dapat ditarik ke anoda)
/ransformator adalah alat yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan dari satu rangkaian
kerangkaian lain) ,ila transformator tersebut untuk menaikkan tegangan disebut transformator step up
5 pada *// 6dan apabila untuk menurunkan tegangan disebut transformator step down 5 pada trafo
filamen 6) transformator step up mempunyai jumlah lilitan sekunder lebih banyak dari pada jumlah lilitan
primernya sedangkan transformator step down mempunyai jumlah lilitan sekunder lebih sedikit dari pada
jumlah lilitan primernya) Pada *// jenis transformator yang digunakan adalah step up dan perbandingan
transformasinya bisa men3apai = ... atau tergantung dari desain pabrik pembuatan) ,ila pada kumparan
primer dialiri arus bolak balik 5 'C 6 maka akan timbul garis-garis gaya magnet yang berubah-ubah
tergantung dari besarnya arus yang mengalir) Perubahan garis-garis gaya magnet ini akan menyebabkan
terjadinya gaya gerak listrik 5 ggl 6 pada lilitan sekundernya, yang besarnya bergantung dari perubahan fliks
pada setiap perubahan waktu)
1.Blok rangkaian tabung rontgen
7erupakan sebuah tabung diode yaitu tabung &akum yang terdiri dari dua elektrode, yaitu anode dan
katode) X ray tube adalah tempat berlangsungnya proses terbentuknya sinar C)
K Pesawat dengan unit C ray tube o&er table untuk pemotretan tunggal disebut LPesawat Rontgen
eCaminationM
K Pesawat rontgen yang memiliki C ray tube o&er table dan under table disebut 2 %Camination)
'da 2 ma3am C ray tube =
- C ray tube o&er table berada diluar patient table
- C ray tube under table berada di bawah uni&ersal patient table
3. Blok tangkaian timer
/imer berfungsi untuk menentukan lamanya proses penyinaran
/erdapat @ jenis timer yaitu=
"/ Timer .ekanik
Cara kerja=
) menetukan lamanya penyinaran dengan menarik &al&e p kearah searah jarum jam, dalam waktu yang
bersamaan jarum penahan P' lepas hingga gigi gergaji W akan ikut berputar kekanan 5searah jarum ajm6
kontaktor C dari normally open menjadi 3lose)
2) setelah sesuai waktu yangn ditetapkan, misalnya sampai .,1 detik jarum P' mengun3i roda gigi W)
1) sementyara preparation selesai, yaitu k4, m' dan waktu telah ditetapkan maka P, SW% ditekan, sehingga
akan ada arus yang mengalir dari power supply menuju kontaktor C ke P, SW% kemabli ke relay S, kembali
ke power supply)
@) sehingga akan menyebabkan relay s energi?ed dan menarik kontak SW1 hingga rangkaian power supply dan
rangkaian tegangan tinggi terhubung dan menyebabkan eCpose 5penyinaran6 dimulai)
#) sementara P, ditekan, maka akan menekan jarum &al&e P' sehingga terlepas dari pengun3ian, gigi gergaji
mulai berputar kea rah kiri 5berlawanan jarum jam6)
Setelah waktu .,1 detik tadi, &al&e sampai pada posisi nol) 7aka &al&e akan menyentuh kontaktor C hingga
membuka kembali) ;engan membukanya kontaktor C, relay S energi?ed, kontaktor SW1 membuka kembali,
sehingga akan memutuskan hubungan antara rangakian Power Supply dengan rangakaian transformator
tegangan tinggi hingga proses eCpose terhenti)
$/ Timer 5lektrik
Cara kerja =
) menetukan lamanya penyinaran dengan memutar knop - yang diikuti lengan ' kearah kiri 5berlawanan
jarum jam6, misalnya .,# detik, dan plat bsi ;2 kearah kiri)
2) pada saat itu motor 7 telah berputar hingga memutar plat ; kearah kanan 5searah jarum jam6)
1) saat preparation selesai, yaitu k4, m', waktu telah ditetapkan maka P, SW%, terminal terhubung dengan
terminal 2, terminal 1 terhubung dengan terminal @)
@) dengan terhubungnya terminal dan terminal 2, maka dari Power Supply akan mengalir arus 5menuju relay
S6 kembali ke power supply, sehingga relay S energi?ed) ;engan energi?ednya relay, maka plat ;2 akan
menempel dengan plat ;) sehingga plat ;2 bergerak kekanan, diikuti lengan ' dan knop -)
#) pada waktu yang bersamaan, ada arus yang mengalir dari power supply menuju ke kontaktor 1-@ lalu ke
kontak lalu ke relay SW dan kemudian kembali ke power supply)
'/ Timer elektronik
Cara kerja=
) kita menentukan lamanya penyinaran waktu yang ada, /9 R)C
2) SW% ditekan ke posisi on, sehingga terjadi pengisian kondensator dengan arah arus dari
terminal5<6SWRkondensator Cterminal ) sementara itu, kontak SWS 5bawah6 akan 3lose 5karena
digank dengan SW%6, sehingga relay S' akan energi?ed, kontaktor SW1' menutup, sehingga rangkaian
power supply dan rangkaian *// akan terhubung dan eCpose akan berlangsung)
1) berlangsungnya eCpose berbarengan dengan pengisian kondensator, sehingga saat muatan kondensator
penuh 5time konstan I1N, karena merupakan fungsi linier setiap perubahan waktu6, yang merupakan
tegangan L3riti3al grideM, maka pada posisi I1N itu maka relay S, akan bekerja)
@) dengan berubahnya thyratron, maka arus mengalir ke relay S, sehingga relay S, akan bekerja, dengan
bekerjanya relay S, maka kontaktor SW1 membuka)
#) membukannya SW1 menyebabkan terputusnya power supply dengan *//)
4.Timer Automatic
Cara kerja =
) menetukan lamanya waktu penyinaran 9 R)C
2) pada saat P, SW% ditekan maka akan ada arus yang mengalir dari power supply menuju terminal J,#,I,!
SW1 lalu menuju kumparan primer *// dan kembali ke supply)
1) maka akan ada arus yang mengalir pada sekunder trafo tegangann tinggi dengan arah arus = Re3tifier
menuju kapasitor) Sehingga kapasitor akan terisi penuh sebesar .,I1 C)
@) setelah kapasitor terisi penuh, maka /hirytron akan mendapat tegangan sehingga akan mengaktifkan relay
S)
#) dengan aktifnya Relay S, maka kontaktor SW1 akan terbuka) Sehingga tidak ada arus yang mengalir pada
primer trafo tegangan tinggi)
I) prose penyinaran telah selesai)