Anda di halaman 1dari 29

7 Bahan yang Mengejutkan Dalam Pasta Gigi

19:13 INFORMASI 0 comments




Meskipun Pasta gigi (dalam beberapa bentuk atau yang lain) telah
ada sekitar selama Yunani Kuno, berbahan (seperti
yang kita tahu itu) tidak menjadi populer hingga Perang Dunia I. Segera
setelah perusahaan mulai memproduksi pasta gigi, orang mulai membeli pasta
gigi, dijamin menghasilkan gigi yang berkilau!.danpasta gigi dengan cepat menjadi produk
yang kebanyakan orang tak bisa hidup tanpa pasta gigi.


Pasta gigi adalah salah satu barang yang hampir setiap orang menggunakan setiap
harii, tapi apa yang
membuat ramuan ini begitu istimewa? Apakah Anda menyikat gigi Anda sekali per
hari atau tiga kali per hari, kemungkinan besar Anda tidak pernah meluangkan
waktu untuk membaca daftar bahan. Beberapapercaya bahwa bahan-bahan yang
terkandung dalam paket standar pasta gigi adalah penting ,orang lain percaya bahwa
air mungkin hanya sebagai efektif. Pada akhirnya, ada alasan bagus mengapa pasta gigi ada
yang memberi peringatan : "J angan menelan"




1. Formaldehyde

Itu bahan yang sama yang koroner tidak bisa hidup tanpa dapat ditemukan di
dalam tabung pasta
gigi Anda. Formaldehida membunuh semua bakteri kecil yang naik ke gigi setelah makan atau ti
dur. Jika sejumlah besar formaldehida sengaja tertelan,hasilnya bisa berakibat
fatal. Parah hasil konsumsi formaldehidapenyakit
kuning, kerusakan ginjal, kerusakan hati, dan kematian.


2. Detergent

Foam, busa, aktivasi! Apa yang akan dirasakan pasta gigi jika tidak
berbusa? Produsen menggunakan deterjen biasa untuk meredakan massa yang berlebih
pada pasta gigi. Sementara gelembung mungkin menyenangkan, berhati-hatilah jika Anda
secara tidak sengaja menelan dalam
jumlah besar hal ini, menelandeterjen dapat menyebabkan pembakaran saluran pencernaan.



3. Rumput laut

Melar dan berlendir, rumput laut berguna untuk memadatkan pasta gigi agar menjadi padat.
Tanpa zat rumput laut hijau ini pasta gigi akan hancur berantakan, kabar baik nya adalah rumput
laut ini tidak beracun. Kenyataannya rumput laut memiliki sejumlah manfaat gizi. meskipun
memakannya dengan sushi menjadikannya lebih baik untuk mendapatkan manfaat tersebut.

4. Pepermint Oil

Nafas segar hanya dapat terus segar dengan bantuan minyak papermint, walaupun
menyegarkan saat menyikat gigi, minyak papermint dapat menyebabkan denyut nadi lambat,
mulas dan termor otot bila di kosumsi.

5. Paraffin

Parrafin menciptakan pasta halus yang merembes ke pasta gigi. Seperti yang mungkin anda
bayangkan,parafin tidak diperuntukan untuk dimakan. jika kebetulan saja tidak sengaja menelan
bahan ini,mungkin akan berdampak sedikit rasa sakit perut, mual, muntah, dan sembelit.

6. Glycerin Glycol

Pernah mendengar bahan ini sebelum nya? Glycerin Glycol ditambahkan dalam pasta gigi agar
pasta gigi tidak terlalu kering, ini juga di temukan dalam bahan anti beku. Glycerin Glycol
meskipun tidak beracun, tambahan ini dapat menyebabkan mual jika tertelan.

7. Titanium Dioxide

Ini adalah campuran bahan lain dari pasta gigi, biasanya campuran ini terdapat pada cat putih.
Bila di tambahkan ke pasta gigi, Titanium dioxide memiliki effect aman pada gigi seperti halnya
pada dinding yang di cat putih, itu membuat nya bagus dan putih (selama beberapa jam
setidaknya), titanium dioxide jika tertelan tidak akan menyakiti kita , tapi tidak dianjurkan juga
untuk menelannya.
http://pengetahuanpintars.blogspot.com/2011/11/7-bahan-yang-mengejutkan-dalam-pasta.html


SUMBER : http://pengetahuanpintars.blogspot.com/2011/11/7-bahan-yang-mengejutkan-
dalam-pasta.html#ixzz2uaNgOdmc






BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kosmetika merupakan kebutuhan yang selalu dihubungkan dengan keinginan untuk
mempercantik, memperindah, menambah daya tarik serta mempengaruhi suasana dengan
bau-bauan menjadi demikian rupa sehingga dapat menjadi situasi yang harmoni,
menyenangkan serta membahagiakan lahir dan batin. Dalam hal ini soal yang
bersangkutan dengan kesehatan tidak boleh dilupakan.Kosmetika merupakan produksi
yang dipakai oleh manusia sejak lahir sampai mati. Kebutuhan manusia akan kosmetika
memuncak sejak menjelang dewasa - waktu ingin menarik hati lawan jenis sampai
menjelang menopause - waktu ingin tetap awet muda. Dengan terpenuhinya kebutuhan
sandang-pangan,maka kebutuhan akan pemakaian kosmetika cukup meningkat.
Kosmetika didefinisikan sebagai sesuatu yang untuk digosokkan, dituangkan atau
disemprotkan pada anggota badan manusia dengan maksud untuk membersihkan,
memelihara, merawat serta bisa mengubah penampilan seseorang menjadi lebih
menarik.Kosmetika merupakan salah satu sediaan farmasi yang tidak termasuk dalam
golongan obat.Produk kosmetika tidak hanya untuk perawatan wajah saja tetapi juga
untuk merawat dan memelihara anggota tubuh yang lain seperti gigi,rambut,kulit tangan
dan kaki serta bagian tubuh yang lain.
Pasta gigi adalah sediaan dasar berupa masa lembek, umumnya tidak begitu berlemak
bagian terbesar dari padatan, digunakan sebagai atau untuk pembuatan sediaan kosmetika
untuk berbagai maksud, umumnya untuk sediaan pembersih seperti pasta gigi dan sampo
pasta, sediaan masker kecantikan, depilator pasta dan sediaan pelindung seperti sediaan
sumba surya dan tabir surya.
Dalam makalah ini penulis akan membahas kosmetik untuk kesehatan mulut yaitu
pasta gigi .Zat yang terkandung dalam kosmetik, tidak boleh menggangu kesehatan mulut
secara keseluruhan.Hal ini dikarenakan tingkat kesensitifitasan mulut yang cukup tinggi
terutama pada gigi yang sering terjadi masalah seperti gigi berlubang atau timbulnya plak
pada gigi .Sehingga dalam membuat formulasi untuk sediaan pasta gigi harus
diperhatikan benar sifat fisika kimia masing masing bahan yang digunakan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah karakteristik bahan yang digunakan dalam sediaan pasta gigi ?
2. Bagaimanakah formulasi sediaan pasta gigi Onesmile?
3. Bagaimanakah prosedur pembuatan sediaan pasta gigi Onesmile ?
4. Bagaimanakah evaluasi sediaan pasta gigi Onesmile?
5. Bagaimanakah pengemasan sediaan pasta gigi Onesmile ?
1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui karakteristik bahan yang digunakan dalam sediaan pasta gigi ?
2 Untuk mengetahui formulasi sediaan pasta gigi Onesmile?
3 Untuk memahami pembuatan sediaan pasta gigi Onesmile ?
4 Untuk memahami evaluasi sediaan pasta gigi Onesmile?
5 Untuk merancang pengemasan sediaan pasta gigi Onesmile ?
BAB II
DASAR TEORI
2.1 KOSMETIK
Kosmetika didefinisikan sebagai sesuatu yang untuk digosokkan, dituangkan atau
disemprotkan pada anggota badan manusia dengan maksud untuk membersihkan,
memelihara, merawat serta bisa mengubah penampilan seseorang menjadi lebih
menarik.Kosmetika merupakan salah satu sediaan farmasi yang tidak termasuk dalam
golongan obat.Produk kosmetika tidak hanya untuk perawatan wajah saja tetapi juga
untuk merawat dan memelihara anggota tubuh yang lain seperti gigi,rambut,kulit tangan
dan kaki serta bagian tubuh yang lain.
2.2 GIGI
2.2.1 Definisi
Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Mereka memiliki
struktur yang bervariasi yang memungkinkan mereka untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi
adalah untuk merobek dan mengunyah makanan dan pada beberapa hewan, terutama karnivora, sebagai senjata.
Akar dari gigi tertutup oleh gusi. Gigi memiliki struktur pelindung yang disebut email gigi, yang membantu
mencegah lubang di gigi. Pulp dalam gigi menciut dan dentin terdeposit di tempatnya.
Gigi merupakan bagian paling membedakan di jenis mamalia yang berbeda, dan salah satu yang bisa
menjadi fosil dengan baik. Paleontologis menggunakannya untuk mengidentifikasi jenis fosil dan seringkali
hubungan di antaranya. Bentuk gigi berhubungan dengan jenis makanan hewan tersebut. Misalnya herbivora
memiliki banyak gigi geraham untuk mengunyah karena rumput sulit untuk dicerna. Karnivora membutuhkan
taring untuk membunuh dan merobek, dan karena daging mudah untuk dicerna, maka mereka dapat menelan
makanan tersebut tanpa membutuhkan geraham untuk mengunyah makanan tersebut terlebih dahulu.





2.1.2 Anatomi Gigi
Gigi adalah salah satu aksesoris dalam mulut yangmempunyai lima peranan yang sangat penting iaitu
sebagai fungsi mengunyah, fungsi fonasi, fungsi estatika,fungsi kejiwaan, fungsi identifikasi (
forensik). Setiap gigi terdiri daripada tiga bagian iaitu mahkota gigi ( coronadentis), leher gigi ( cervix ), akar
gigi ( radix).
Setiap gigi mempunyai jaringan gigi yang terdiri dari:
1. Email :
a.Jaringan
keras yang mengalami kalsifikasi yang menutupi dentin dari mahkota gigi.
b.Berasal dari jaringan ektodermal
c.Berfungsi sebagai menahan daya kunyah/abrasi
d.Terdiri dari zat anorganik lebih kurang 99% sebagai prismata dan zat organik lebih kurang 1 %
sebagai substantia pelekat.
2. Dentin:
a.Jaringan yang berasal dari mesenchym
b.Merupakan jaringan ikat yang mengalami kalsifikasi dan jaringan yang terbesar dari gigi
c.Terdiri dari zat anorganik lebih kurang 70% dan zat organic lebih kurang 30% pada canaliculi dentin
yang didalamnya terdapat Tomes Fiber
3. Pulpa:
a.Jaringan yang berasal dari mesenchym
b.Pada ronga pulpa bias ditemui saraf, pembuluh darah, pem lymphe dan jaringan ikat (jarang)
c.Fungsi : formatif (member bentuk), nurtisi, sensoris, dan defensif
Pada ujung akar gigi terdapat foramen apikal yaitu lubang yang terdapat di ujung
akar gigi yang merupakan jalan masuk persyarafan dan pembuluh darah pada gigi.
Sedangkan bagian-bagian jaringan pendukung gigi adalah sebagai berikut:
1. Ligamentum periodontal:
a.Mempunyai dua fungsi iaitu sebagai:
1) sumber nutrisi ( membekalkan nutrisi kepada cementum, tulang dan
gingival) dan sensori ( dipersarafi oleh serabut saraf sensori yang berfungsi
untuk menghantarkan stimulus sentuhan, tekanan, dan nyeri).
2) Fungsi fisikal:
Sarung untuk melindungi pembuluh darah, serabut saraf daripada luka yang di
sebabkan oleh tekanan mekanikal.
Sebagai pelekatan gigi kepada tulang
Mempertahankan tisu gingival
Sebagai penyerap tekanan
2. Alveolar Processus:
a.Adalah bahagian daripada mandibular dan maxilla
b.Berfungsi sebagai pembentuk dan penyokong tooth sockets
3. Cementum:
a.Jaringan tulang dimana jaringan intercellulernya alami kalsifikasi meliputi bagian akar
gigi.
b.Fungsi : melekatkan gigi pada periodontal
c.Merupakan cellular atau acellular
2.2 PASTA
2.2.1Pengertian
Pasta gigi adalah sediaan dasar berupa masa lembek, umumnya tidak begitu berlemak
bagian terbesar dari padatan, digunakan sebagai atau untuk pembuatan sediaan kosmetika
untuk berbagai maksud, umumnya untuk sediaan pembersih seperti pasta gigi dan sampo
pasta, sediaan masker kecantikan, depilator pasta dan sediaan pelindung seperti sediaan
sumba surya dan tabir surya.
Pasta seperti suspensi, tetapi bagian padatan lebih besar dari bagian cairan. Pasta terdiri dari
cairan, umumnya berupa air atau larutan dalam air, sedangkan padatan berfariasi dalam
jenisnya, umumnya tergolong dalam padatan non lemak yang tidak larut daam bagian cairan.
Sesuai dengan maksud dan penggunaannya, pasta mengandung berbagai macam zat seperti
detergen, humektan, depilator, pigmen, abrasivum dan zat tabir surya. Pasta gigi tidak
bermutu mudah berkeringat, konstisiensinya tidak seragam dan terdapat gumpalan kasar, lagi
pula struktur massanya tidak lembut.
2.2.2 Sifat sifat pasta
1. Ketika digunakan untuk sikat gigi, dapat menghilangkan partikel-partikel asing, substansi
makanan, plak dan membersihkan gigi.
2. Haruslah tidak bersifat toksik, memiliki rasa yang menyenangkan dan meninggalkan mulut
dalam keadaan segar setelah penggunaannya.
2.3 PASTA GIGI
2.3.1 Definisi
Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi, biasanya dengan sikat gigi.
Di Indonesia, pasta gigi sering juga disebut Odol, yaitu salah satu merek pasta gigi. Walaupun merek ini sudah
berpuluh-puluh tahun tidak lagi dijual di Indonesia, nama Odol telah menjadi nama generik. Odol pertama kali
diproduksi di Jerman oleh Dresden chemical laboratory Lingner, yang sekarang dikenal sebagai Lingner Werke
AG pada tahun 1892 sebagai cairan pencuci mulut/mouthwash. Odol moutwash pada tahun 1900 an adalah
merk ternama dan yang paling luas penggunaannya di hampir seluruh daratan Eropa.
Pasta gigi adalah sediaan dasar berupa masa lembek, umumnya tidak begitu berlemak
bagian terbesar dari padatan, digunakan sebagai atau untuk pembuatan sediaan kosmetika
untuk berbagai maksud, umumnya untuk sediaan pembersih seperti pasta gigi dan sampo
pasta, sediaan masker kecantikan, depilator pasta dan sediaan pelindung seperti sediaan
sumba surya dan tabir surya.
Pasta seperti suspensi, tetapi bagian padatan lebih besar dari bagian cairan. Pasta terdiri dari
cairan, umumnya berupa air atau larutan dalam air, sedangkan padatan berfariasi dalam
jenisnya, umumnya tergolong dalam padatan non lemak yang tidak larut daam bagian cairan.
Sesuai dengan maksud dan penggunaannya, pasta mengandung berbagai macam zat seperti
detergen, humektan, depilator, pigmen, abrasivum dan zat tabir surya. Pasta gigi tidak
bermutu mudah berkeringat, konstisiensinya tidak seragam dan terdapat gumpalan kasar, lagi
pula struktur massanya tidak lembut.
2.3.2 Sejarah
Karl August Lingner adalah orang yang menciptakan Odol moutwash dan dia adalah orang yang giat
mengampanyekan Hidup Higienis. Dia juga dikenal sebagai orang pertama yang mengadakan International
Hygiene Exhibition pada tahun 1911. Dia mendirikan museum The German Hygyene Museum di Dresden.
2.3.3 bahan bahan yang digunakan
Sebuah pasta gigi pada umumnya tersusun atas :
1. Agen Polishing (penggosok).
Merupakan salah satu bahan terpenting pasta gigi yang berfungsi untuk menghilangkan
partikel makanan yang menempel pada gigi dan juga membantu menghilangkan diskolorisasi
pada gigi. Pada umumnya, hampir separuh dari total berat pasta gigi adalah agen ini. Agen
yang sering digunakan adalah : kapur presipitasi, trikalsium fosfat, alumunium fosfat,
magnesium trisilikat, dll
2. Agen Moistener (pelembab).
Biasanya ditambahkan ke dalam pasta gigi untuk menghindarkan terjadinya pengeringan
dan pengerasan pasta. Yang sering digunakan adalah : gliserin, sorbitol, propilen glikol, dll.
3. Agen deterjen dan foaming (pembuat busa).
Berfungsi untuk membantu aksi agen polishing dengan membasahi gigi dan partikel
makanan yang tertinggal di gigi juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir). Jumlah
deterjen yang digunakan bervariasi antara 1.5 5 % dari total berat pasta gigi. Bahan deterjen
yang paling sering digunakan adalah : sodium lauril sulfat dan magnesium lauril sulfat.
Berfungsi untuk membantu aksi agen dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang
tertinggal di gigi juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir). Jumlah deterjen yang
digunakan bervariasi antara 1.5 5 % dari total berat pasta gigi. Bahan deterjen yang paling
sering digunakan adalah : sodium lauril sulfat dan magnesium lauril sulfat.
4. Agen pengikat.
Agen ini sangat esensial untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan pasta. Yang lazim
digunakan adalah:
- Pati (Starch)
- Gum tragacanth.
- Sodium alginat (Manucol SA).
- Modified Irish Moss (Sangat bagus dan menjadikan pasta sangat stabil).
- Sintetik seperti : Propilen glukol.
5. Pemanis.
Untuk memberikan rasa manis pada pasta. Yang sering digunakan adalah sakarin
dengan konsentrasi antara 0.1 1.3 %. Gula juga dapat digunakan namun sayangnya
cenderung mengkristal.
6. Flavour (Pemberi rasa).
Untuk memberikan aroma atau rasa pada pasta dan menghindarkan terjadinya rasa eneg
atau mual. Selain itu juga untuk menambah kesegaran pasta. Yang sering digunakan adalah
minyak peppermint.
7. Pengawet.
Bahan pengawet haruslah bersifat non toksik dan berfungsi untuk menjaga struktur fisik,
kimiawi dan biologi pasta. Misalnya adalah sodium benzoat atau sodium hidroxibenzoat.
2.3.4 Macam-macam pasta Gigi
a. Pasta gigi dengan fluoride
Bahan yang perlu diperhatikan saat memilih pasta gigi adalah fluoride. Dalam 50 tahun terakhir,
fluoride menjadi bahan paling efektif untuk melindungi email gigi dari kerusakan akibat asam dan mencegah
gigi berlubang.
Fluoride bisa mencegah pembusukan gigi dewasa dan memperkuat gigi yang masih tumbuh. Pada masa
pertumbuhan gigi, fluoride dan kalsium membantu membentuk struktur gigi. Fluoride membuat email gigi lebih
kuat.
Beberapa tahun belakangan, penggunaan fluoride di pasta gigi sempat dipertanyakan. Adanya
penelitian yang menyebutkan bahwa fluoride bisa berbahaya jika tertelan membuat pasta gigi berfluoride
dilarang beredar di beberapa negara.
Tapi penelitian lain menyebutkan, fluoride masih aman digunakan dalam kadar tertentu. Badan
Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memberikan batasan penggunaan fluoride di pasta gigi sebesar 0,15%.
b. Pasta gigi untuk gigi sensitif
Anda yang memiliki gigi sensitif, sebaiknya memilih pasta gigi khusus. Ciri-ciri gigi senstif adalah tak
tahan makanan atau minuman yang terlalu panas ataupun yang terlalu dingin. Gigi sensitif juga terkadang bisa
membuat rasa ngilu saat memakan bahan makanan tertentu, misalnya gula, permen, cokelat dan sebagainya.
Pasta gigi untuk gigi sensitif biasanya mengandung potasium nitrat atau strontium klorida. Bahan
tersebut bisa mengurangi sensitivitas gigi dengan memberi perlindungan pada bagian yang terhubung dengan
saraf gigi.
c.Pasta gigi pemutih
Setiap orang mengharapkan senyum indah dengan sederet gigi putig cemerlang. Itulah yang
menyebabkan produk pasta gigi whitening semakin laris.
Pasta gigi pemutih sebetulnya tidak mengandung bahan pemutih. Pasta gigi ini mengandung bahan
abrasif yang bisa mengikis kotoran dan noda di gigi sehingga gigi terlihat lebih cerah.
Banyak anggapan kandungan bahan abrasif pada pasta gigi pemutih bisa mengikis email gigi. Tapi
studi ilmiah membuktikan bahwa bahan abrasif pada pasta gigi pemutih cukup aman dan tidak merusak pelapis
gigi.
2.3.5 Cara menyikat gigi yang benar :

Menggosok gigi, setelah makan dan sebelum tidur adalah kegiatan rutin sehari-hari. Tujuannya untuk
memperoleh kesehatan gigi/mulut dan napas menjadi segar. Terdapat beberapa cara yang berbeda-beda dalam
menggosok gigi, yang perlu diperhatikan ketika menggosok gigi adalah:
(1) Cara menyikat harus dapat membersihkan semua deposit pada permukaan gigi dan gusi secara baik,
terutama saku gusi dan ruang interdental (ruang antar gigi);
(2) Gerakan sikat gigi tidak merusak jaringan gusi dan mengabrasi lapisan gigi dengan tidak memberikan
tekanan berlebih;
(3) Cara menyikat harus tepat dan efisien.
(4) Frekuensi menyikat gigi maksimal 3 X sehari (setelah makan pagi, makan siang dan sebelum tidur malam),
atau minimal 2 X sehari (setelah makan pagi dan sebelum tidur malam).
Telah kita ketahui bahwa frekuensi menggosok gigi adalah sehari 3 X, setiap sehabis makan dan
sebelum tidur. Kenyataannya menggosok gigi 3 X sehari tidak selalu dapat dilakukan, terutama ketika seseorang
berada di sekolah, kantor atau tempat lain. Manson (1971) berpendapat bahwa menggosok gigi sehari cukup 2
X, setelah makan pagi dan sebelum tidur malam.
Menyikat gigi harus dilakukan secara sistematis, tidak ada sisa makanan tertinggal. Caranya
menggosok mulai dari gigi belakang kanan/kiri digerakan ke arah depan dan berakhir pada gigi belakang
kanan/kiri dari sisi lainnya. Hasil penyikatan akan lebih baik bila menggunakan disclosing solution atau
disclosing tablet sebelum dan sesudah penyikatan gigi. Dengan disclosing solution, lapisan-lapisan yang
melekat pada permukaan gigi dapat terlihat jelas.
2.3.6Penyakit pada mulut
Penyakit gigi dan mulut menduduki urutan pertama dari daftar 10 besar penyakit yang
paling sering dikeluhkan masyarakat Indonesia. Persepsi dan perilaku masyarakat Indonesia
terhadap kesehatan gigi dan mulut masih buruk. Ini terlihat dari masih besarnya angka karies
gigi dan penyakit mulut di Indonesia yang cenderung meningkat. Sementara ada dua penyakit
mulut yang sering dialami masyarakat yaitu karies gigi dan periodental, karies gigi adalah
sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi
berlubang. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi,
infeksi, berbagai kasus berbahaya, dan bahkan mematikan.
Penyakit Periodental itu sendiri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh
bakteri yang terakumulasi di dalam calculus (karang gigi) yang biasanya terdapat pada leher
gigi. Penyakit periodontal ini dapat ringan seperti gingivitis (peradangan hanya pada gusi),
biasanya gigi bewarna merah dan mudah berdarah. Pada keadaan yang lebih berat dapat
terjadi kerusakan tulang pendukung gigi dan juga abses periodontal. Penyakit ini telah
dikenal sejak masa lalu, karena kesehatan mulut dan gigi sebenarnya tidak dapat dipisahkan
dari kesehatan tubuh secara umum.
Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita baik anakanak
maupun orang dewasa, dan menjadi masalah yang sangat merugikan masyarakat. WHO juga
menyatakan dua penyakit mulut yang utama adalah karies dan penyakit periodental. Adapun
penyebab kedua penyakit tersebut karena konsumsi makanan yang manis dan lengket, malas
atau salah dalam menyikat gigi, kurangnya memperhatikan kesehatan gigi dan mulut atau
bahkan tidak pernah sama sekali memeriksakan kesehatan gigi.
2.3.7 Factor penyebab kerusakan gigi
1. Makanan asam dapat merusak gigi
Selain makanan yang manis, makanan yang mengandung asam ternyata bisa merusak gigi Anda.
Permen asam, minuman bersoda, bisa membuat lapisan gigi Anda menjadi erosi! Robyn Loewen, DDS, seorang
ahli kedokteran gigi anak dari American Academy of Pediatric Dentistry, menyatakan, jika Anda ingin
mengonsumsi makanan yang mempunyai sifat asam tinggi, konsumsilah bersama makanan lain. Lalu, sikatlah
gigi secara rutin dengan pasta gigi yang mengandung baking soda yang telah terbukti menetralisasi asam di
dalam mulut Anda sehingga bisa mengurangi bakteri pencinta asam yang menyebabkan karies.
2. Email gigi, lapisan luar gigi yang keras
Minuman dingin maupun makanan yang terlalu panas adalah beberapa hal yang dapat merusak gigi
Anda. Tidak seperti kulit, gigi Anda tidak bisa tumbuh kembali. Bila Anda meminum atau makanan yang terlalu
dingin atau panas, maka Anda akan membekukan gigi ataupun memanaskan gigi tersebut. Apalagi jika Anda
setelah makan yang panas, Anda langsung minum air es yang dingin. Sama saja Anda memanaskan gelas
kemudian segera dibekukan dalam lemari es. Untuk pertama kali, mungkin gigi tidak akan ada masalah, namun
kelamaan, email gigi akan mulai retak dan bisa beresiko terjadi lubang pada gigi.
3. Anda bisa kehilangan gigi pada usia berapa pun
Masing-masing individu terlahir dengan gigi yang tidak sama. Perbedaan ras, suku, maupun genetik
mempengaruhi kekuatan dan ketahanan gigi selama hidup. Kadang ada satu keluarga yang giginya rapi dan
kuat, kadang ada juga yang satu keluarga giginya tidak rapi dan mudah karies. Yang sering kali tidak sama pada
setiap orang adalah tumbuhnya gigi geraham yang tumbuh terakhir. Akan tetapi, sering kali penyebab
kehilangan gigi Anda adalah penyakit pada gusi dan karies.
Sebuah studi penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 22,8 persen penduduk yang berusia 65-74
tahun dan 29 persen penduduk AS berusia 75 tahun ke atas memakai gigi palsu.
4. Terlalu banyak fluoride bisa berakibat buruk
Kita tahu bahwa fluoride sangat penting supaya gigi sehat. Akan tetapi, pada anak-anak usia di bawah
8 tahun, fluoride yang berlebihan akibat pasta gigi tertelan dalam jumlah banyak akan menyebabkan kondisi
yang disebut fluorosis. Umumnya, fluorosis diawali dengan kondisi yang terlihat seperti titik putih dan akhirnya
menjadi kecoklatan.
5. Kawat gigi bisa menyebabkan kavitas/lubang gigi
Sebenarnya lidah dan ludah merupakan pembersih alami. Setelah kita makan, biasanya kita akan
menggerak-gerakkan lidah kita untuk menggosok gigi secara tidak sadar. Begitu pula ludah akan menetralisir
kelebihan asam yang tertinggal dalam gigi dan di dalam mulut. Namun ketika seseorang memasang kawat gigi,
mereka cenderung menghentikan lidah yang menyapu gigi akibat rasa tidak nyaman yang timbul karena
berbenturan dengan logam kawat gigi, sehingga bisa menimbulkan tumpukan kotoran di sekitar braket dan gigi
Anda.
2.4 PH MULUT
2.4.1 Tentang Mulut Asam
minuman manis dan soda dapat memainkan peranan besar dalam keasaman mulut yang dapat
menyebabkan kerusakan gigi. Anda dapat menguji keasaman mulut Anda dengan pH strip untuk menentukan
apakah mulut Anda telah menjadi asam setelah minum dan makan xylitol setelah minuman manis dapat
membantu mengurangi keasaman ini.
2.4.2 Asam Mulut
Yang jelas sebagian besar sumber asam di dalam mulut adalah makanan dan minuman.
Lemon dan cuka adalah contoh asam. Kedua produk ini digunakan sebagai bahan dalam
produk pembersih untuk membubarkan protein dan kalsium untuk "membersihkan"
Diet minuman dapat asam dan akan merusak gigi, walaupun mereka tidak
mengandung gula.
Bakteri ini tumbuh di mulut asam, dan berkembang dengan baik jika Anda minum
soda, minuman berbuah, jus dll.
Obat yang kering mulut mendorong "asam membuat bakteri" untuk tumbuh dan
membuat mulut asam.
asam perut kerusakan gigi sebanyak yang lain asam sebagai. Ini terlihat pada pasien
dengan refluks asam atau bulimia.
bilasan mulut tertentu (misalnya Listerine) secara mengejutkan asam.
Respon: Ketika kamu menggigit menjadi lemon Anda alami menghasilkan air liur dalam
mulut Anda. Ini adalah yang cara alam untuk menghapus keasaman dan melindungi gigi
Anda. Tanpa bantuan dari air liur asam di mulut Anda akan melarutkan kalsium dari gigi
Anda.
Air liur membawa kalsium dan mineral pada gigi dan membantu memperbaiki
kerusakan. Dibutuhkan sekitar 20-30 menit untuk alam untuk mencairkan dan menghapus
asam merusak dari mulut Anda. Grafik ini menggambarkan bagaimana menempatkan
keasaman mulut Anda di bawah tingkat yang aman, tetapi ada pemulihan alami dari waktu ke
waktu ...


minuman
Masalah terjadi jika Anda minum asam lagi sebelum mulut telah pulih. Konstan meminum
dapat menjaga mulut dalam keadaan asam selama berjam-jam dan dengan cara ini gigi rusak.
Grafik ini menggambarkan cara yang sering digunakan dapat menjaga mulut pada tingkat
yang merusak ...


2.4.3 Kerusakan dalam mulut kering
Siapapun yang memiliki mulut kering akan beresiko lebih besar kerusakan gigi. Tanpa air liur
tidak ada respon alami untuk membersihkan asam. Orang-orang dengan hidung diblokir atau
yang bernafas melalui mulut mereka memiliki kurang air liur. Alergi, masalah sinus, olahraga
atau bahkan tidur dapat menempatkan Anda pada risiko untuk kerusakan asam.
2.4.4 Pengujian pH
Rasa bukanlah cara terbaik untuk menentukan apakah sesuatu bersifat asam. Keasaman yang paling akurat
diukur pada skala pH yang memberikan setiap tingkat keasaman sebuah angka dari 0 hingga 14. Di tengah skala
adalah pH netral (pH 7.0).
. cairan Alkaline akan memiliki nomor di atas 7. (Evian water has a pH of 7.2). (Air
Evian memiliki pH 7.2).
cairan Asam akan memiliki jumlah lebih rendah dari 7 (soda diet mempunyai pH 2.2)
2.4.5 enamel gigi larut ketika keasaman kurang dari pH 5.5.
Dalam mulut yang sehat, pH saliva harus beristirahat 6.5 atau lebih tinggi.
makanan tertentu akan meningkatkan pH air liur Anda.. misalnya (Kentang, susu,
pisang, kari)
ketidakseimbangan hormon dapat membuat suatu asam mulut.
Mulut kering akan lebih asam.
asam lambung akan membuat asam mulut.
Kuman di gigi kotor memproduksi asam dan dapat membuat mulut serendah pH 5.5.


BAB III
METODE PERCOBAAN
3.1 KARAKTERISTIK BAHAN
Berada di bab lampiran
3.2 ALASAN PEMILIHAN BAHAN
1. Kalsium karbonat
Merupakan salah satu bahan terpenting pasta gigi yang berfungsi untuk
menghilangkan partikel makanan yang menempel pada gigi dan juga membantu
menghilangkan diskolorisasi pada gigi. Pada umumnya, hampir separuh dari total berat pasta
gigi adalah calcium karbonat
2. gliserin
Humectants adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebutkan bahan-bahan yang
mampu mempertahankan air agar tidak terjadi pengeringan pada sediaan pasta dan biasa
dipakai dalam basis sediaan pasta gigi . Terdapat banyak bahan yang memiliki fungsi-fungsi
ini. Humectants yang sering digunakan adalah glycerin.
3. Sodium Lauryl Sulfat
SLS ini berfungsi untuk membantu aksi agen polishing dengan membasahi gigi dan
partikel makanan yang tertinggal di gigi juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir).
Jumlah deterjen yang digunakan bervariasi antara 1.5 5 % dari total berat pasta gigi. Bahan
deterjen yang paling sering digunakan adalah : sodium lauril sulfat dan magnesium lauril
sulfat.
4. Pulvis Gummi Arabica
Bahan ini berfungsi sebagai bahan pengikat, bahan ini sangat esensial untuk
mencegahterjadinya pemisahan bahan pasta.
5. Natrium Sakarin
Natrium sakarin merupakan bahan pemanis. Dimana rasa manis dapat mengurangi
rasa pedas yang ditimbulkan oleh menthol, sehingga penggabungan kedua bahan ini dapat
diterima oleh mulut
6. Oleum Ment pip
Oleum ment pip merupakan bahan pemberi rasa. Bahan ini diberikan untuk
memberikan aroma atau rasa pada pasta dan menghindarkan terjadinya rasa eneg atau mual.
Selain itu juga untuk menambah kesegaran pasta. Yang sering digunakan adalah minyak
peppermint.
7. Natrium Bicarbonat
Natrium bicarbonate dugunakan sebagai bahan pengembang agar sedian pasta gigi
lebih terlihat banyak dan bagus. Natrim bicarbonate ini juga mudak sekali didapatkan
8. Menthol
Menthol digunakan sebagai bahan pemberi aroma, hal ini dikarenakan baunya yang
khas sekali, segar dalam mulut dan bahan ini sering sekali digunakan dalam pembutan pasta
gigi guda harganya yang murah dan mudah sekali didapat
9.Sodium benzoat
Bahan ini digunakan sebagai bahan pengawat, karena dalam formulasi pasta gigi pengawet
yang digunakan sebagai biasanya dalah sodium benzoate
3.3 SPESIFIKASI BAHAN
1. Kekentalan (Viskositas)
Sediaan pasta gigi direncanakan memiliki viskositas atau kekentalan yang tinggi dimana
pasta merupakan sediaan yang bagian padatanya lebih besar dibanding bagian cair.
Kekentalan yang besar sesuai dengan persyaratan pasta yang mengharuskan
memiliki kekentalan yang tinggi. Oleh karena itu pasta gigi harus kental dan tidak
boleh terlalu cair seperti air.
2. pH
Derajat keasaman atau pH sediaan pasta gigi ini diusahakan untuk disamakan dengan pH
fisiologis mulut atau bila berbeda, pH yang ada haruslah aman bila digunakan.
Karena semakin jauh beda antara pH pasta gigi dengan pH fisiologis mulut (dapat
jauh lebih tinggi/ jauh lebih rendah) maka sediaan dapat menimbulkan efek samping
yang negatif
3. Warna
Sediaan pasta gigi ini direncanakan untuk memiliki warna putih. Hal ini disesuaikan dengan
bahan-bahan yang tidak mengandung pewarn dan sesuai dengan kebutuhan gigi
yang bagus apabila tetap berwarna putih bersih. Apabila ditambahkan pewarna
dikhawatirkan dapat mempengaruhi warna asli gigi.
4. Kemudahan penggosokan dan penimbulan busa
5. Bau dan rasa
Sediaan pasta gigi ini menggunakan bahan perasa dan aroma dari oleum ment
pip dan menthol. Hal ini bertujuan untuk memberikan aroma menthol yang sejuk
dan rasa yang pedas dingin. Penggunaan bahan aroma dan rasa dalam jumlah yang
sedikit diharapkan memberiakn rasa yang sedikit pedas tetapi sejuk , sesuai dengan
cirri khas dari sediaan pasta gigi.


3.4 FORMULASI BAHAN
1. Kalsium karbonat 97,5 g
2. gliserin 52.5 ml
3. Sodium Lauryl Sulfat 52,5 g
4. Pulvis Gummi Arabica 1,5 g
5. Natrium Sakarin 1.5 g
6. Oleum Ment pip 7.5 ml
7. Natrium Bicarbonat 30 g
8. Menthol 150 mg
9 Sodium benzoate 270 mg
10. Aquabidest 28,5 ml
3.5 ALAT DAN BAHAN
a.Alat
1. Mortir dan Stamper
2. Sendok tanduk
3. Beaker Glass
4. Gelas Ukur
5. Neraca + anak timbangan
6. Sudip
7. Kertas perkamen
8. Viskometer Brookfield
9. Kertas indicator
b. Bahan
1. Kalsium karbonat
2. gliserin
3. Sodium Lauryl Sulfat
4. Pulvis Gummi Arabica
5. Natrium Sakarin
6. Oleum Ment pip
7. Natrium Bicarbonat
8. Menthol
9. Aquabidest
3.6 PROSEDUR PEMBUATAN
1. campurkan PGA dengan air aquadest 13,5 ml , aduk sampai mengental (terbentuk
mucilage)
2. tambahkan gliserin, aduk sampai homogeny
3. tambahkan kalsiumkarbonat pada no (2) aduk sampai homogen
4. melarutkan Na Sakari dengan air aquadest 7,5 ml
5. tambahkan no (4) ke no (3) aduk sampai homogeny
6. Tambahkan sodium lauryl sulfat di no (5) aduk sampai homogen
7. Tambahkan oleum ment pip ke no (6), aduk sampai homogeny
8. tambahkan Na Bicarbonat ke no (7), tambahkan sedikit-demi sedikit, aduk sampai
homogeny
9. tambahkan sodium benzot, aduk sampai homogen
10. tambahkan air aquadest sedikit demi sedikit sampai terbentuk pasta yang sesuai
11. 10 taruh pasta ke tempat yang tertutup baik
12. diamkan selama 24 jam
13. taruh pasta gigi ditempat yang tertutup baik atau wadah tube
14. beri etiket yang menarik
3.7 EVALUASI SEDIAAN
a. pH
1.Pengertian pH
pH adalah pengukuran derajat keasaman suatu sediaan. Pengukuran pH
dimaksudkan untuk mengetahui apakah derajat keasaman dari sediaan kosmetik
pasta gigi yang telah dibuat sesuai dengan pH standar . Apabila pH sediaan
pastagigi hasil percobaan tersebut memenuhi rentang pada standar, dapat
dikatakan bahwa pasta gigi yang telah dibuat aman untuk digunakan gigi dan
mulut.
2.Prosedur kerja
Pengukuran pH dilakukan dengan cara mencelupkan kertas indikator sampai
batas celupan, mendiamkannya beberapa saat hingga terjadi perubahan warna,
kemudian membandingkan perubahan warna yang terjadi dengan warna indikator.
Nilai pH didapatkan dengan melihat persamaan warna dari kertas indicator yang
telah dicelupkan dengan warna pada label.
3.Hasil
Hasil pengukuran pH pada sediaan pasta gigi adalah 9. Nilai Ph pasta gigi
ONESMILE sama dengan pasta gigi pada umumnya yaitu basa sehingga sediaan
yang dibuat dikatakan layak untuk digunakan.
b. Viskositas
1. Pengertian viskositas
Viskositas merupakan suatu sifat cairan yang berhubungan erat dengan
hambatan untuk mengalir, kekentalan didefinisikan sebagai gaya yang diperlukan
untuk menggerakkan secara berkesinambungan suatu permukaan datar melewati
permukaan datar lain dari kondisi mapan tertentu bila ruang dalam permukaan
tersebut diisi dengan cairan yang akan ditentukan kekentalannya.kekentalan
adalah tekanan geser dibagi laju tegangan geser.
Satuan dasar kekentalan adalah poise yang bernilai 1 poise = 100
centripoise.Penentuan suhu penting karena kekentalan berubah sesuai suhu,secara
umum kekentalan menurun dengan naiknya suhu,untuk pengukuran sediaan
farmasi suhu dipertahankan dalam batas kurang lebih 0,1.
Alat yang digunakan untuk mengukur viskositas adalah viscometer.Banyak
jenis viscometer tabung kapiler telah dirancang,tetapi viscometer Ostwald dan
viscometer Brookfield yang paling sering digunakan.Dalam evaluasi ini praktikan
menggunakan viscometer Brookfield karena sampel yang dievaluasi memiliki
viskositas yang cukup tinggi.
Viskometer Brookfield merupakan salah satu viscometer yang menggunakan
gasing atau kumoaran yang dicelupkan kedalam zat uji dan mengukur tahanan
gerak dari bagian yang berputar. Tersedia kumparan yang berbeda untuk rentang
kekentalan tertentu, dan umumnya dilengkapi dengan kecepatan rotasi. (FI
IV,1038). Prinsip kerja dari viscometer Brookfield ini adalah semakin kuat
putaran semakin tinggi viskositasnya sehingga hambatannya semakin besar.
2. Skala pada viscometer Brookfield (poise)
Rotor 3 : 0,3 13
Rotor 1 : 3 150
Rotor 2 : 100 - 4000
3. Prosedur kerja:
1. Pasang spindel pada gantungan spindel
2. Turunkan spindel sedemikian rupa sehingga batas tercelup kedalam cairan
sampel yang akan diukur viskositasnya.
3. Pasang stop kontak
4. Nyalakan rotor sambil menekan tombol
5. Biarkan spindel berputar dan lihatlah jarum merah pada skala
6. Bacalah angka yang ditunjukkan oleh jarum tersebut untuk menghitung
viskositas maka angka pembaca tersebut dikalikan dengan suatu actor yang
dapat dilihat pada table yang terdapat dibrosur alat
4. Hasil Evaluasi :
No Rotor Viskositas (poise)
1 I >150
2 II 180
3 III -
Jadi kekentalan untuk sediaan pasta gigi adalah sebesar 180 poise
c. Warna dan Bau
Pengujian warna dan bau dilihat dari organoleptisnya. Cara pengujian
organoleptis ini yaitu dengan menuangkannya pada wadah dan melihat warna yang
dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan yaitu putih . Aromanya diuji
dengan cara mencium sediaan tersebut yang menghasilkan aroma menthol yang
dingin dan rasanya diuji dengan cara dicicipi atau dirasakan yang menghasilkan rasa
yang cukup pedas.
d. Penimbulan Busa
Umumnya pasta gigi memberikan busa yang cukup banyak sebagai bahan
pengangkat partikel yang masih tersisa pada gigi . Pengujian penimbulan busa dari
sediaan yang kami buat dilakukan dengan cara menuangkannya pada tangan
kemudian membasahinya dengan air lalu menggosok tangan hingga menimbulkan
busa. Namun busa yang dihasilkan dari sediaan kami tidak cukup banyak.
3.8 Pengemasan Sediaan
a. Wadah
Wadah yang digunakan adalah tube plastik yang tertutup baik . Pemilihan
wadahnya bersifat khusus ini karena bahan-bahan yang terkandung dalam sediaan
mudah bereaksi dengan cahaya yaitu mudah teroksidasi. Selain itu, wadah tube
plastik lebih ekonomis dan praktis dari pada tube dari besi sebagai bentuk
kemasan pasta gigi.
b. Label
Label atau etiket mencantumkan keterangan antara lain :
Bagian depan
Merk
Keterangan mengenai pasta gigi
Gambar
Jumlah sediaan ( berat netto)
Bagian belakang
Merk
Keteranganmengenai pasta gigi
Komposisi bahan
Produsen
Cara penggunaan
Kode produk kosmetik
BAB IV
PEMBAHASAN
Pasta gigi adalah salah satu bentuk sediaan kosmetik yang diperuntukan sebagai
pembersish gigi. Penggunaaanya pada gigi diharuskan menggunakan bahan-bahan tidak akan
menimbulkan reaksi negative pada gigi seperti pengeroposan gigi , timbulnya plak atau gigi
berlubang akibat bakteri. Pemilihan bahan yang tepat harus memperhatikan juga sifat
karakteristik bahan dalam formulasi agar menghasilkan sediaan pasta gigi yang sesuai
standar, terutama dilihat dari pH, dan viskositas sediaan tersebut.
Sediaan pasta gigi yang dibuat menggunakan bahan aktif Kalsium Karbonat yang
berfungsi sebagai penghilangkan partikel makanan yang menempel pada gigi, membantu
menghilangkan diskolorisasi pada gigi dan juga memperkuat gigi agar tidak mudah keropos .
Sediaan pasta gigi onesmile ini menggunakan glycerin sebagai basianya . gliserin digunakan
untuk mampu mempertahankan air agar tidak terjadi pengeringan pada sediaan pasta dan
biasa dipakai dalam basis sediaan pasta gigi. Dengan menggunakan bahan tersebut
kelembapan pasta gigi akan sangat terjaga karena bahan-bahan yang digunakan dalam
formulasi pasta gigi ada yang dapat bereaksi dengan udara dan dapat menggurangi kadar air
Sebagai kosmetika kesehatan mulut, pasta gigi haruslah mampu menimbulkan busa yang
banyak dan mudah dibersihkan, hal-hal tersebut dapat dibuktikan dengan pencucian
menggunakan air, setelah diberi air ternyata busa yang dihasilkan cukup banyak dan mudah
sekali dibersihkan dengan air tanpa perlu waktu yang lama. Hal tersebut dikarenakan
pembuatanya yang menggunakan bahan pembusa yang sesuai takaran dan sedikitnya kadar
minyaknya yaitu gliserin yang sesuai sehingga cukup dibersihkan denagn air.
Sediaan pasta gigi haruslah memiliki derajat keasaman yang sesuai dengan bahan
bahan yang digunakan dimana bahan yang digunakan terdiri dari bahan yang memiliki pH
basa dan netral sedangkan pH mulut adalah netral. Mulut yang bersifat asam atau dalam
keadaan asam dapat membuat bakteri banya bersarang didalamnya sehingga keamana
kesehatan mulut dan gigi kurang terjaga. pH pasta gigi yang sudah ada juga memiliki Ph,
apabila pasga gigi dipakai akan mengurangi derajat keasaman mulut sehingga bakteri tidak
dapat merusak gigi. Hasil pengukuran derajat keasaman (pH) sediaan sabun muka kami
bernilai 9 ,
Sediaan pasta gigi haruslah memiliki kekentalan yang tinggi, Hal tersebut
dikarenakan persyaratan persediaan pasta yang sedikit mengandung air didalamnya . Nilai
viskositasnya yang diukur dengan viscometer Brookfield yaitu 18000 centi poise. Hasil uji
viskositas sediaan pasta gigi onesmile tersebut menunjukkan hasil yang sangat kental,
sehingga cocok digunakan sebagai pasta gigi . Jadi, kekentalan sediaan pasta gigi onesmile
ini baik.
Pasta gigi Onesmile ini memiliki warna putih . Hal ini karena kami memperhatikan fungsinya
yang untuk gigi dimana gigi yang indah adalah gigi yang putih bersih dan konsumen yang
memang lebih menggemari menggunakan pasta gigi yang tidak berwarna. Selain itu, aroma
yang dihasilkan dari pasta gigi Onesmile ini adalah aroma menthol. Jumlah yang diberikan
pada sediaan adalah 1.5 mg. Penggunaan aroma dalam jumlah yang sedikit diharapkan tidak
memberikan reaksi negatif seperti rasanya yang terlalu pedas. Jadi, pasta gigi Onesmile ini
memiliki organoleptis sediaan yang baik.
Pengemas yang digunakan adalah tube berwarna putih. Pemilihan tersebut karena bahan-
bahan yang terkandung dalam sediaan ini dapat bereaksi dengan zat-zat tertentu dan lebih
aman disimpan dalam wadah yang tertutup rapat juga terlindung dari cahaya.

BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
1. Pasta gigi Onesmile yang menggunakan bahan aktif kalsium krbonat ini berfungsi
sebagai pejaga kesehatan gigi dari plak-plak yang menempel dan memperkuat gigi
agar tidak mudah keropos
2. Pasta Gigi Onesmile ini merupakan sediaan pembersih mulut dan gigi yang cukup
baik, dilihat dari segi kesesuaian pH-nya dengan pH mulut, berwujud pasta yang
kental, serta aroma yang menyegarkan, menimbulkan busa yang cukup banyak
juga mudah sekali dibersihkan dengan air.
5.2 SARAN
1. Memperhatikan konsentrasi bahan- bahan yang digunakan pada sediaan pasta gigi
dengan lebih cermat, terutama bahan- bahan yang dapat menimbulkan efek
negative pada gigi dan mulut.
2. Gunakanlah pasta gigi yang memeng mempunyai funggsi khusus dalam menjaga
kesehatan gigi agar tidak terjadi kerusakan gigi
3. Disarankan untuk menyikat gigi setiap hari, minimal 2 kali sehari yaitu pagi setelah
makan dan malam sebelum tidur, tentunya dengan cara menyikat gigi yang benar
4. Periksakan gigi anda minimal satu kali dalam 6 bulan agar kesehatan dan
kebersihan mulut dan gigi tetap terjaga
DAFTAR PUSTAKA
Eddy Tano, Dipl, Chem. Eng. Teknik Membuat Kosmetik dan Tip Kecantikan. 1996
Jakarta. Penerbit Rineka Cipta
Dr. Retno Iswari Traggono, SpKK, Dra Fatwa Latifah, Apt. Buku Pegangan Ilmu
Pengetahuan Kosmetik. 2007. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama
Sjarif M. Wasitaatmadja. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. 1997. Penerbit Universitas
Indonesia. Jakarta
Kodeks Kosmetik
Anonim. Farmakope Indonesia edisi IV. 1995.Jakarta. Depkes RI
http://senyumsehat.wordpress.com/2007/03/03/cara-menyikat-gigi-yang-baik-dan-
benar/
http://www.pdgi-
online.com/v2/index.php?option=com_content&task=view&id=25&Itemid=1
http://www.rileks.com/hot-rileks/24949-5-rahasia-gigi-rusak.html
http://klinikdoktergigi.wordpress.com/2010/04/15/faktor-penyebab-rusaknya-gigi/
http://www.koran-jakarta.com/print-berita.php?id=14919
http://ratna-wati-chemistry.blogspot.com/2009/05/kalsium-karbonat-caco3-ciri-ciri-
dan.html
http://rachdie.blogsome.com/2006/10/17/dasar-pembuatan-pasta-gigi/
http://irwanfarmasi.blogspot.com/2010/05/v-behaviorurldefaultvml-o.html