Anda di halaman 1dari 18

1

BANK SOAL ASISTENSI MIKRO EKONOMI 1 SEMESTER GANJIL (2012-2013)


Asisten: Minda Putri Dwinanda

SOAL

1. CH 2 & CH 4 (Soal Pyndick Chapter 2)
Permintaan hasil pertanian Indonesia kebanyakan berasal dari negara lain. J ika
permintaan tersbut sebesar Qd= 3244 283P dengan permintaan Domestik
Q
Dom
=1700-107P. Penawaran Domestik sebesar Qs = 1944 + 207P. J ika terjadi
penurunan permintaan akan ekspor pertanian Indonesia sebesar 40 %:
a. Petani Indonesia sangat peduli dengan penurunan permintaan ekspor ini.
Apa yang terjadi dengan harga dan kuantitas pertanian di Indonesia?
Apakah petani memiliki alasan yang cukup untuk khawatir?
b. Hitung elastisitas permintaan dan penawaran Indonesia, sebelum terjadi
penurunan ekpor pertanian! (gunakan Point Elasticity)
c. Hitung elastisitas penawaran diantara harga akibat terjadinya penurunan
ekspor pertanian! (gunakan Arc Elasticity)

2. CH 2 & CH 4 (UTS-22/10/09 no.1)
Asumsikan kurva permintaan dan penawaran pakaian adalah sebagai berikut:
Permintaan: Qd = 1600 125P
Penawaran: Qs = 440 + 165P
a. Hitunglah harga dan kuantitas keseimbangan pasar untuk komoditas
pakaian tersebut!
b. Hitunglah price elasticity supply dan price elasticity of demand yang anda
peroleh. J elaskan arti kedua elastisitas tersebut!
c. Apabila pemerintah memberikan subsidi harga sehingga harga pakaian per
unit di pasar menjadi sebesar Rp 4,5 , apakah dampaknya terhadap
keseimbangan pasar?
d. Hitung berapa besar excess supply atau excess demand dari pakaian yang
terjadi akibat kebijakan pemerintah tersebut?

3. CH 3 (UTS-22/10/09 no.2)
Seorang pelajar bernama Nana bermaksud mengkonsumsi 2 jenis barang yaitu
Buku (B) dan Pulpen (P). Fungsi utilitas yang dimilikinya adalah U = B
0.25
P
0.75
. Nana
mendapat uang dari orang tuanya sebesar Rp 50.000, sementara harga sebuah
buku dan pulpen masing-masing sebesar Rp 4.000 dan Rp 2.000
Dengan menggunakan analisis utilitas dan garis anggaran:
a. Carilah nilai utilitas optimal untuk Buku dan Pulpen yang dikonsumsi Nana!
b. Gambarkan dan jelaskan utilitas optimal yang terjadi pada kasus tersebut!

4. CH 3 (UTS 24/10/07 no.10)
Adi mempunyai fungsi utilitas U = X
0.5
Y
0.5

2

a. Turunkan fungsi permintaan untuk barang X dan baran Y
b. J ika harga barang X adalah $5, dan harga baragn Y adalah $10, dan
pendapatan Ali adalah $100, hitunglah kuantitas permintaan barang X & Y

5. CH 3 (UTS 22/10/09 no.3)
Anggaran Leo dinyatakan dalam persamaan berikut:
m = Px.X +
dimana m adalah pendapatan Leo, Px, dan X adalah harga dan kuantitas baju,
sementara adalah nilai barang selain baju (dimana =Py.Y)
a. J ika fungsi utilitas Leo dinyatakan dengan: U = 10X
1/4

3/4
, dengan
persamaan budget line di atas. Tuliskan dean jelaskan fungsi permintaan
baju dari Leo saat pendapatannya sebesar Rp 400.000!
b. Berdasarkan hasil tersebut (pada soal a), seandainya di pasar diasumsikan
hanya ada tiga prang pembeli baju, yakni Leo dan kedua temannya yang
memiliki fungsi permintaan baju yang identik. Maka, tuliskan dan jelaskan
fungsi permintaan pasar dari baju!
c. Toko baju langganan ketiga orang di atas memberikan diskon sebesar 50%
untuk setiap baju. Berapakah total permintaan baju di pasar setelah adanya
diskon jika diketahui harga baju sebelum diskon adalah Rp 100.000?
Berapa pula jumlah baju dan nilai barang selain baju yang akan dibeli Leo
setelah diskon?

6. CH 6 (Soal Pyndick Appendix 7)
Manakah dari fungsi produksi ini yang merupakan fungsi produksi Increasing
Return to Scale, Constant Return to Scale, atau Decreasing Return to Scale?
(berikan penjelasan)
a. F(K,L) =K
2
L
b. F(K,L) =10K +5L
c. F(K,L) =(KL)
0.5

d. F(K,L) =K.L
0.75


7. CH 7 (UTS 2/11/06 no. 4)
J elaskan pernyataan di bawah ini! Gunakan penjelasan matematis dan grafis
jika diperlukan.
With constant return to scale, the long run average cost curve consists of the
minimum point of short run average cost curves. With economies and diseconomies
of scale, the minimum points of short run average cost curves do not lie on the long
run average cost cruves. The Long Run Average Cost (LAC) is the envelope of the
short run average cost.

8. CH 7 (UTS 22/10/09 no.4)
Sebuah perusahaan memiliki fungi produksi sebagai berikut:
Q = (K
1/2
+ L
1/2
)
2
atau Q = ( K + L)
2

3

Dimana Q adalah output dan K adalah modal, serta L adalah tenaga kerja
a. Tuliskan dan jelaskan fungsi permintaan tenaga kerja dari perusahaan ini di
saat tercapainya biaya minimum dalam jangka panjang? (Fungsi
permintaan tenaga kerja harus berunsur L =f(Q,w,r), dimana w adalah
biaya sewa tenaga kerja dan r adalah biaya sewa modal)
b. Tuliskan dan jelaskan fungsi permintaan modal dari perusahaan ini di saat
tercapainya biaya minimum dalam jangka panjang? (Fungsi permintaan
modal harus berunsur K =f(Q,w,r), dimana w adalah biaya sewa tenaga
kerja dan r adalah biaya sewa modal)
c. J ika diketahui bahwa biaya sewa setiap tenaga kerja adalah Rp 600.000
dan biaya sewa setiap modal adalah Rp 800.000. Berapakah kombinasi
jumlah tenaga kerja dan modal di saat minimum biaya, jika perusahaan ini
ingin menghasilkan satu unit output?

9. CH 8 (UTS 22/10/09 no.5)
Pasar gorengan dapat dikategorikan sebagai pasar yang kompetitif. Andaikan
fungsi permintaan dan penawaran di pasar gorengan dapat dinyatakan dalam
persamaan-persamaan berikut:
Permintaan per hari: Qd = 2.000.000 1000P
Permintaan per hari: Qs = -375.000 + 3750P
Qd, Qs berturut-turut melambangkan jumlah permintaan dan penawaran dalam unit,
sedangkan P harga dalam rupiah per unit. Berdasarkan informasi di atas,
a. Hitunglah harga dan kuantitas keseimbangan gorengan yang terjadi
b. Andaikan terdapat 1000 pedagang gorengan yang identik di dalam pasar
dan masing-masing pedagang mendapatkan normal (zero economic)
profit, berapakah jumlah gorengan yang dijual oleh tiap-tiap pedagang?
Berapakah Marginal Cost, Average Cost, Total Cost untuk memproduksi
gorengan yang dikeluarkan oleh tiap pedagang?
c. Belakangan ini terjadi peningkatan harga minyak goreng dan kedelai (yang
berdampak pada peningkatan harga tempe dan tahu yang merupakan
bahan dasar pembuatan gorengan), dengan analisis grafis dugalah
dampak jangka pendek dari perubahan tersebut terhadap jumlah produksi
dan keuntungan yang diperoleh masing-masing pedagang!
d. Bagaimana pulak dampak jangka panjang dari peristiwa tersebut (pada
nomor c) terhadap jumla pedagang gorengan, keuntungan pedagang, dan
harga gorengan di pasaran

10. CH 9 (UTS 22/10/09 no.6)
Harga BBM dunia meningkat dengan berakhirnya musim panas di belahan
bumi utara sehingga harga pasar dimestik perlu dikaji ulang. J ika diketahui
persamaan sebagai berikut:
Penawaran : Qs = 1 + 0.25P
Permintaan : Qd = 2.5 0.5P
a. Hitung harga (dalam USD) dan kuantitas (juta Barrel) ekuilibrium
4

b. Hitung Opportunity Cost per hari dari menjual BBM di pasar domestik
seharga Rp 4.500 per liter (asumsi 1 barel =120 l, 1 USD =Rp 9.000 dan
semua produksi dijual domestik)
c. Hitung biaya yang ditanggung pemerintah bila harga BBM (di soal a)
diturunkan menjadi 1.5 dolar per barel dengan menjual stok minyak


JAWABAN
1.
a. Qd Total =3244 283P


Keseimbangan awal terjadi saat
Qd Total =Qs Total
3244 283P =1944 +207P
1300 =490P
Pe =2,65
Qe =2494

Qd Dom =1700 107P

Qd Total =Qd Domestik +Qd Eskpor
3244 283P =1700 107P +Qd Eskpor
Qd Ekspor =3244 283P (1700 107P)
Qd Eks 1 =1544 176P

Demand terhadap ekspor turun 40 %

[ 100% - 40% =60% atau 0,6]
Qd Eks stlh turun 40% =Qd Eks x 0,6
=(1544 176P) x 0,6
Qd Eks 2 =926,4 105,6P

Qd Total stlh penurunan Ekspor =Qd Ekspor stlh turun 40% +Qd Domestik
=1700 107P +(926,4 105,6P)
Qd Total Eks 2 =2626,4 212,6P

Qd Total Esk 2 = Qs Total
Keseimbangan setelah terjadi penurunan Eskpor
2626,4 212,6P =1944 +207P
682,4 =419,6
Pe 2 =1,63
Qe 2 =2281
5

Akibat terjadi penurunan permintaan ekspor pertanian, kurva Deman shifting dari D
1

ke D
2.
J ika Supply tidak mengalami perubahan, maka harga keseimbangan turun
dari 2,65 ke 1,63 dan kuantitas keseimbangan turun dari 2494 ke 2281.

Petani akan merasa khawatir jika akibat penurunan permintaan terhadap ekspor
permintaan ini akan menurunkan penerimaan mereka.

TR 1 =Pe x Qe =2494 x 2,65 =6609,1
TR 2 =Pe 2 x Qe 2 =2281 x 1,63 =3718,03
% perubahan =
2 1
1
x 100% =
3718,036609,1
6609,1
x 100% =- 56%
Maka, dengan penurunan total penerimaan sebesar 56% sangatlah wajar jika petani
merasa khawatir dengan penurunan ekspor ini.

b.

=1/ x


Elastisitas Permintaan
=- 283 x
2,65
2494
=- 0,3 Inelastis
Pada saat Keseimbangan awal , kenaikan 1 % harga akan
mengakibatkan penurunan permintaan pertanian sebesar 0,3 %

=1/Slope Qs x


Elastisitas Penawaran
=207 x
2,65
2494
=0,22 inelastis
Pada saat Keseimbangan awal , kenaikan 1 % harga akan
mengakibatkan kenaikan penawaran pertanian sebesar 0,22 %

c. Arc Elasticity
Pe =2,65
Qe =2494
Pe 2 =1,63
Qe 2 =2281

= 2 = 2281 2494 = 213
= 2 = 1,63 2,65 = 1,02

=
+ 2
2
=
2494 +2281
2
= 2387,5

=
+ 2
2
=
2,65 +1,63
2
= 2,14


6

=
213
1,02
x
2,14
2387,5
=0,187 inelastis

Diantara harga pertanian sebesar 1,65 hingga 2,63 , kenaikan 1 %
harga akan mengakibatkan kenaikan penawaran pertanian sebesar 0,187 %


2.

a. Keseimbangan terjadi saat
Qd =Qs
1600 125P =440 +165P
1160 =290P
P* =4
Q* =1100

b. Elastisitas Harga

=1/ x


=- 125 x
4
1100
=- 0,45 Inelastis
Pada saat Keseimbangan awal , kenaikan 1 % harga akan
mengakibatkan penurunan permintaan pertanian sebesar 0,45 %

=1/Slope Qs x


=165 x
4
1100
=0,6 inelastis
Pada saat Keseimbangan awal , kenaikan 1 % harga akan
mengakibatkan kenaikan penawaran pertanian sebesar 0,6%

c. Subsidi Harga menjadi Rp 4,5
Floor Price

Qd =1600 125P
=1600 125(4,5)
Qd
s
=1037,5
Qs =440 +165P
=440 +165(4,5)
Qs
s
=1182,5



7

Akibat kebijakan pemerintah tersebut terjadi harga menjadi lebih tinggi,
sehingga dalam jangka pendek terjadi excess supply atau surplus. Tidak
terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran dengan harga yang
lebih tinggi yaitu sebesar 4,5
d. Besarnya excess supply adalah =Qs
s
- Qd
s

=1182,5 1037,5
=145
Dari total 1182,5 pakaian yang ditawarkan, terdapat 145 pakaian yang
tidak memiliki permintaan.

3. a. max =
0.25

0.75

s.t 50.000 = 4000 + 2000 50 = 4 +2

=
0.25

0.75
+ (50 4 2)

= 0.25
0.75

0.75
4 = 0 4 = 0.25
0.75

0.75
..(1)

= 0.75
0.25

0.25
2 = 0 2 = 0.75
0.25

0.25
..(2)

= 50 4 2 =0 .(3)

Subsitusi persamaan (1) dan (2)

4 = 2 . 2
0.25
0.75

0.75
=2 (0.75
0.25

0.25
)
0.25
0.75

0.75
=1.5
0.25

0.25

0.25

0.75
=6.
0.25

0.75

= 6(4)

Subsitusi persamaan (3) dan (4)

50 4 2 =0
50 4 2(6) =0
50 -16B =0
B =3,125
P =18,7

Nilai Utilitas U =
0.25

0.75

U =(3,125)
0.25
(18,7)
0.75

U =11,98

8

Maka, nilai utilitas optimal Nana untuk mengkonsumsi 3 buku dan 18
pulpen adalah sebesar 11,98

b.

Dengan pendapatan sebesar 50.000, kepuasan Nana optimal saat
bernilai 11,98 dengan mengkonsumsi 3 Buku dan 18 Pulpen

4. a. max =
0.5

0.5

s.t = . +.

=
0.5

0.5
+ ( . . )

= 0.5
0.5

0.5
= 0 =
0.5
0.5

0.5

..(1)

= 0.5
0.5

0.5
= 0 =
0.5
0.5

0.5

..(2)

= . . =0 .(3)

Subsitusi persamaan (1) dan (2)

=
0.5
0.5

0.5

=
0.5
0.5

0.5


. =.
=
.

(4)
=
.

(5)
9

Subsitusi persamaan (3) dan (4)

. . =0
. (
.

) . =0
. . =0
2. =0
Y =



Subsitusi persamaan (3) dan (5)

. . =0
. . (
.

) =0
. . =0
2. =0
X =



b. =100 , =5 , =10
Y =

2
=
100
2(10)
=5
X =

2
=
100
2(5)
=10
Kuantitas permintaan Adi akan barang X adalah 10 dan barang Y adalah 5

5. a. max = 10
1 4

3 4

s.t 400.000 = . +

= 10
1 4

3 4
+ (400.000 . )

= 2.5
3 4

3 4
= 0 =
2.5
3 4

3 4

..(1)

= 7.5
1 4

1 4
= 0 = 7.5
1 4

1 4
..(2)

= 400.000 . =0 .(3)





10

Subsitusi persamaan (1) dan (2)

=
2.5
3 4

3 4

=7.5
1 4

1 4

=3
=3. (4)

Subsitusi persamaan (3) dan (4)

400.000 . =0
400.000 . 3. =0
400.000 4. =0
4. =400.000
. =100.000
X =
.


J umlah permintaan baju Leo saat memiliki pendapatan sebesar
400.000 adalah sebanyak 100.000 dibagi dengan harga baju tersebut

b. J ika hanya terdapat 3 pembeli dalam pasar dengan persamaan yang
identik dengan Leo maka
Qd =3X
Qd =3 .
100.000


Qd =
.

J umlah permintaan baju di pasar adalah sebanyak 300.000


dibagi dengan harga baju tersebut

c. Total permintaan baju di pasar setelah adanya diskon
[100.000 x 50%] =Rp 50.000 =
Qd =
300.000

=
300.000
50.000
=6 baju
J umlah baju (X) dan nilai barang selain baju (y) yang dibeli Leo setelah
diskon adalah:
X =
100.000

=
100.000
50.000
=2 baju
400.000 = . +
y =400.000 (50.000)(2)
y = Rp 300.000

6. a. F(K,L) =K
2
L
F (K,L) (K)
2
(L)
11

.F(K,L)
3
.(K
2
L)
.F(K,L) <
3
.(K
2
L)
Fungsi ini menunjukkan kondisi Increasing Return to Scale (IRS) karena
kenaikan pada fungsi output (
3
)lebih besar dibanding kenaikan pada fungsi
input

().
b. F(K,L) =10K

+5L
F (K,L) 10(K)

+5(L)
.F(K,L) .(10K

+ 5L)
.F(K,L) = .(10K
+5
L)
Fungsi ini menunjukkan kondisi Constant Return to Scale (CRS) karena
kenaikan pada fungsi output ()sama dengan kenaikan pada fungsi input

().
c. F(K,L) =(KL)
0.5

F (K,L) (KL)
0.5

.F(K,L)
0.5
.
0.5
. (K

L)
0.5
.F(K,L) . (K

L)
0.5

.F(K,L) = .(KL)
0.5

Fungsi ini menunjukkan kondisi Constant Return to Scale (CRS) karena
kenaikan pada fungsi output ()sama dengan kenaikan pada fungsi input

().
d. F(K,L) =K.L
0.75

F (K,L) K.(L)
0.75

.F(K,L) .
0.75
.K

L

.F(K,L)
1.75
. (K
.
L
0.75
)
.F(K,L) <
1.75
(KL
0.75
)
Fungsi ini menunjukkan kondisi Increasing Return to Scale (IRS) karena
kenaikan pada fungsi output (
1.75
)lebih besar dibanding kenaikan pada fungsi
input

().

7.

12

Pernyataan tersebut benar, dengan kondisi economies dan dieconomies of scale,
hanya akan terdapat 1 SAC yang merupakan periode paling efisien dalam jangka
panjang, maka selain SAC lain selain SAC tersebut buka merupakan SAC yang
paling efisien (tidak bersinggungan dengan LAC di titik minimum SAC). Sedangkan,
dengan kondisi Constant Return to Scale, seluruh periode SAC juga merupakan
kondisi paling efisien di jangka panjang, sehingga seluruh SAC akan bersinggungan
dengan LAC di titik minimum SAC.

8. a. min = . + .
s.t = (
1/2
+
1/2
)
2
= +2
1/2

1/2
+

= . + . + ( 2
1 2

1 2
)

= (1 +
1 2

1 2
) = 0 =

1 +
1 2

1 2
..(1)

= (
1/2

1/2
+ 1) = 0 =

1/2

1/2
+ 1
..(2)

= . . = 0 ..(3)

Subsitusi persamaan (2) dan (3)
=

1 +
1 2

1 2
=

1/2

1/2
+ 1

1 2

1 2
+ 1
1+

1 2

1 2
=

1 2
+
1 2

1 2

1 2
+
1 2

1 2
=

1/2

1/2
=

1/2
=

1/2

2
(4)
=

2
(5)


13

Subsitusi persamaan (1) dan (3)
. . = 0
. +.

2
= 0
. +

= 0
= . 1 +


=

. +


J umlah Tenaga Kerja yang akan dipergunakan perusahaan untuk mencapai biaya
minimum dengan Fungsi Produksi = (
1/2
+
1/2
)
2
berbanding lurus dengan
jumlah kuantitas yang diproduksi dan biaya sewa, dan berbanding terbalik dengan
biaya tenaga kerja

b. Subsitusi persamaan (1) dan (4) dari jawaban poin a
. . = 0
.

2
. = 0


2

+ . = 0
= .

+ 1
=

.

+

J umlah Modal yang akan dipergunakan perusahaan untuk mencapai kuantitas
optimal dengan Fungsi Produksi = (
1/2
+
1/2
)
2
berbanding lurus dengan
jumlah kuantitas yang diproduksi dan biaya tenaga kerja, dan berbanding terbalik
dengan biaya sewa.

c. Diketahui =Rp 600.000; =Rp 800.000; q =1
=

.1+

=
1
600.000 1+
600.000
800.000

=
1
1.050.000

=

.

+ 1
=
1
800.000
800.000
600.000
+ 1
=
1
1.866.666,67


J ika perusahaan tersebut ingin memproduksi 1 unit output, untuk meminimumkan
biaya, perusahaan tersebut memerlukan
1
1.050.000
Tenaga Kerja dan
1
1.866.666,67

modal.

NOTE: guys, sorry banget waktu itu gw salah baca soal, jadi kalo untuk cost,
dia ga cuma bisa maksimum output, tapi bisa juga minimum cost lalu subject
14

to output. Ini gw sertakan jawaban yang sebelumnya gw ajarin untuk pelajarin
perbedaannya apa. Jawaban yang benar tetap yang di atas ya.

a. max = (
1/2
+
1/2
)
2
= +2
1/2

1/2
+ ..(1)
s.t = . +.

= (
1/2
+
1/2
)
2
+ ( . . )

= 1 +
1/2

1/2
= 0 =
1+
1/2

1/2

..(2)

= 1 +
1/2

1/2
= 0 =
1+
1/2

1/2

..(3)

= . . = 0

Subsitusi persamaan (2) dan (3)
=
1+
1/2

1/2

=
1+
1/2

1/2


1+

1 2

1 2
1+

1 2

1 2
=

1 2
+
1 2

1 2

1 2
+
1 2

1 2
=

1/2

1/2
=

1/2
=

1/2

2
(4)
=

2
(5)


Subsitusi persamaan (1) dan (4)
= +2
1
2

1
2
+
=

2
+2

2

1
2

1
2
+
15

=

2
+ 2

1
2


1
2
+
=

2
+ 2

+
=

2
+ 2

+ 1
=

+


b. Subsitusi persamaan (1) dan (5) dari jawaban poin a
= +2
1
2

1
2
+
= +2
1
2

2

1
2
+

2

= +2

1
2


1
2
+

2

= +2

2

= 1 + 2

2

=

+



c. Diketahui =Rp 600.000; =Rp 800.000; q =1
=

2
+2

+ 1
=
1

6
8

2
+2
6
8
+ 1
=0,327
=

1+2

2
=
1
1+2
8
6
+
8
6

2
=0,184

9.
a. Keseimbangan terjadi saat
Qd =Qs
2.000.000 1000P =-375.000 +3750P
2.375.00 = 4250P
P* = 500
Q* = 1500.000
b. J ika terdapat 1000 pedagang dan dalam kondisi zero economic profit

q per pedagang =


=
1500.000
1000
=1.500

16

Pada kondisi zero economic profit / normal profit MR=P=MC=AR=AC

P =MC =AC =500
TC =AC x q =500 x 1.500 =750.000








c. Akibat kenaikan harga bahan baku gorengan akan meningkatkan
Marginal Cost dan Average Cost. Sehingga dalam jangka pendek pedagang akan
menderita economic loss dan mengurangi produksinya ke titik dimana P =MC
2
.
Dalam kondisi zero economic
profit, pedagang tetap mendapatkan
profit selama AVC masih berada di
bawah harga (P). J adi dalam janga
pendek keuntungan pedagang
tergantung dari kenaikan AVC akibat
kenaikan harga tahu dan tempe. J ika
kenaikan hanya sebatas AVC
pedagang masih mendapat
keuntungan, jika AVC pedagang
mengalami BEP, dan pada saat AVC
pedagang mengalami loss.

d. Pedagang Pasar

Dalam jangka panjang, akibat terjadinya economic loss, beberapa pedagang akan
memutuskan untuk exit atau mengurangi jumlah produksinya. Sehingga terjadi
penurunan penawaran di pasar (S S
2
), dan harga pasar meningkat menjadi P
2

MR=P
17

dan kuantitas yang diproduksi di pasar menurun menjadi Q
2.
Hal tersebut
menyebabkan masing-masing pedagang kembali menerima zero economic profit
pada tingkat harga P
2
, MC
2
, dan AC
2
.

10.
a. Keseimbangan terjadi saat
Qd =Qs
2,5 0,5P =1 +0,25P
1,5 =0,75P
P* = $ 2
Q* = 1,5 Juta Barrel
b. Menjual BBM di pasar domestik seharga Rp 4.500 per liter
Harga BBM per liter di pasar internasional:
P**: $2 x Rp 9.000 =Rp 18.000 per barel
=Rp 18.000 / 120 liter =Rp 150 per liter
Q**: 1,5 J uta Barel x 120 liter =180 J uta liter
TR pasar Internasional: Rp 150 x 180 J uta liter =Rp 2,7 Milyar
TR pasar domestik: Rp 4500 x 180 juta liter =Rp 810 Milyar
Maka opportunity cost menjual BBM di pasar domestik adalah total
revenue pasar internasional yaitu Rp 2,7 Milyar per tahun. Maka
Opportunity Cost per hari adalah Rp 2,7 Milyar / 265 hari, yaitu Rp 7,4 juta
per hari.
c. J ika pemerintah ingin menurunkan harga BBM menjadi $1,5 dengan
menjual stok minyak, maka akan terjadi Shortage atau excess demand
dimana jumlaj yang ditawarkan hanya sebesar 1,375 juta barel.
Qs(1,5) =1 +0,25(1,5) =1,375
Qd(1,5) =2,5 0,5(1,5) =1,75

18

J ika pemerintah memutuskan untuk menjual stok minyak untuk menutupi shortage,
maka pemerintah harus mengeluarkan biaya sebesar wilayah QsQdE
2
C atau
sejumlah $1,5 x (1,75-1,375), yaitu sebesar $ 0,84. Kebijakan ini menguntungkan
konsumen dengan bertambahnya surplus konsumen sebesar trapesium AE
2
E
1
B.