Anda di halaman 1dari 2

LATIHAN SOAL

LAPORAN ARUS KAS



SOAL I : LAPORAN ARUS KAS

Berikut ini neraca PT PIYA-PIYO untuk periode yang berakhir 31 Desember 2011.

01 Januari 2011 31 Desember 2011
Kas 8,150,000 16,750,000 8.600.000
Piutang Dagang 24,800,000 19,300,000 -5.500.000
Persediaan Barang Dagang 34,000,000 43,000,000 9.000.000
Beban dibayar dimuka 2,000,000 1,300,000 -700.000
Tanah 100,000,000 150,000,000 50.000.000
Bangunan 80,000,000 120,000,000 40.000.000
Akumulasi penyusutan-
Bangunan (16,000,000) (24,000,000) -8.000.000
Peralatan 42,000,000 30,000,000 -12.000]000
Akumulasi penyusutan-Peralatan (14,000,000) (15,000,000) -1.000.000
Total 260,950,000 341,350,000

Utang dagang 26,100,000 24,700,000 -1.400.000
Beban yang masih terutang 3,200,000 4,000,000 800.000
Utang pajak penghasilan - 3,000,000 3.000.000
Utang obligasi 80,000,000 130,000,000 50.000.000
Modal 151,650,000 179,650,000 28.000.000
Total 260,950,000 341,350,000

Laporan Laba Rugi Tahun 2011
(dalam rupiah)
Penjualan 325,000,000
Harga pokok penjualan (224,000,000)
Laba kotor 101,000,000
Beban operasi :
Beban penyusutan 13,000,000
Beban operasi lainnya 31,000,000
Total beban operasi (44,000,000)
Beban lain-lain :

Kerugian dari penjualan
peralatan (2,000,000)

Laba sebelum pajak 55,000,000
Pajak penghasilan (20,000,000)
Laba bersih 35,000,000

Berikut keterangan tambahan :
1. Penjualan dilakukan dengan tunai dan kredit
2. Pembelian tanah terkait dengan penerbitan surat utang jangka panjang
3. Pembelian bangunan dilakukan dengan tunai
4. Penjualan peralatan dilakukan secara tunai (saudara bisa menggunakan informasi di
laporan laba rugi dan perubahan akumulasi penyusutan untuk menghitung harga jualnya)
5. Pertambahan saldo modal diakibatkan dari laba dan prive pemilik.

Saudara diminta untuk menyusun laporan arus kas dengan metode tidak langsung untuk PT
PIYA-PIYO.


Soal II : Rekonsiliasi Kas


Pada awal September 2009, PT PIYA-PIYO menerima rekening koran bank (bank
statement) bulan Agustus 2009. Saldo rekening Koran tersebut menunjukkan saldo Rp
124,560,000. Sedangkan pembukuan kas perusahaan membukukan saldo Rp93,678,000.
Adanya perbedaan jumlah saldo tersebut, membuat manajer keuangan pusing, seharusnya
saldo buku bank sama dengan saldo menurut pembukuan perusahaan. Anda, sebagai
mahasiswa akuntansi, diminta bantuannya untuk menjelaskan perbedaan tersebut.

Setelah bekerja giat selama 36 jam tanpa istirahat, akhirnya Anda menemukan data-
data sebagai berikut :
1. Saldo kas kecil yang tercatat di buku perusahaan sebesar Rp109.800. Setelah dihitung
ulang jumlah kas di tangan ternyata uang tunai di tangan ada sebesar Rp202.000,-. Kas
kecil ini tidak termasuk saldo kas yang ada di rekening Koran bank.
2. Rekening Koran bank tersebut menunjukkan pendapatan bunga dari bank selama bulan
Agustus sebesar Rp3.600.000,- dan biaya administrasi sebesar Rp150.000,-. Bank
langsung mengkreditkan pendapatan bunga serta mendebit biaya administrasi ke
rekening PT PIYA-PIYO.
3. Setelah memverifikasi lebih lanjut, ditemukan data sebagai berikut :
a. Setoran dari penjualan pada tanggal 31 Agustus 2009 sebesar Rp11.732.000,- belum
tampak sebagai deposit di rekening Koran bank. Perusahaan telah membukukan
pada hari yang sama dengan hari penjualan tersebut.
b. Cek-cek yang dikeluarkan untuk membayar pemasok, belum tampak di rekening
Koran. Cek-cek tersebut adalah cek no #235AB Rp8.500.000,-; cek no #146XY
Rp2.734.000,-; dan cek no #729CV Rp3.260.000.
c. Cek no #234MD Rp5.000.000,-; yang diterima dari pelanggan sebagai pelunasan
piutang dagang, tidak muncul sebagai deposit di rekening Koran. Perusahaan telah
membukukan penerimaan cek tersebut sebagai pelunasan piutang. Bank
mnegklarifikasi bahwa cek tersebut tidak cukup dana.
d. Bank telah mengkreditkan ke rekening PT PIYA-PIYO sejumlah setoran langsung dari
pelanggan ke bank sebesar Rp12.000.000, ditambah bunga 8%, untuk jangka waktu
8 bulan waktu pelunasan. Bank mengenakan jasa tagihan sebesar 0.5% dari total
setoran.
e. Rekening Koran bank menunjukkan setoran sebesar Rp17.500.000,-. Perusahaan
belum pernah mencatat penyetoran tersebut. Dan setelah dikonfirmasi ke bank,
baru diketahui bahwa setoran tersebut seharusnya ke PT PINO-KIO.
f. Cek no #315 Rp2.225.000,- yang dikeluarkan untuk membayar sejumlah tagihan
(Utilities Expense), dibukukan sebagai pengeluaran kas sebesar Rp2.522.000,-.

Dengan mempertimbangkan temuan data-data di atas, Saudara diminta bantuannya
untuk menyusun rekonsiliasi antara rekening Koran bank dengan pembukuan kas perusahaan
bulan Agustus 2009. Sertakan penjelasan dan jurnal koreksi bilamana diperlukan.