Anda di halaman 1dari 3

Kisah CV Unik Pelamar Menteri di Meja Jokowi

Jumat, 15 Agustus 2014 | 08:37 WIB


KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
Presiden terpilih Joko Widodo berpose bersama Kepala Staf Kantor Transisi Rini M Soemarno dan 4 deputi kantor transisi
Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan dan Akbar Faisal seusai meresmikan kantor transisi di Jalan
Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin (4/8/2014).
Kisah CV Unik Pelamar
Menteri di Meja Jokowi
Jokowi Tak Mau Jadi
Presiden CNN, "Cuma
Nengak-nengok"
"Nasib" Subsidi BBM
Diserahkan ke
Pemerintahan Baru
Kartu Indonesia Sehat
Terancam Tak Masuk
RAPBN 2015, Ini Kata
Jokowi
Terkait
9
JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan penyusunan kabinet Joko
Widodo-Jusuf Kalla menyimpan sejumlah cerita. Ternyata, tak sedikit yang
berminat menjadi menteri. Mereka yang tertarik, mengirimkan Curriculum
Vitae (CV) layaknya melamar pekerjaan. Ratusan CV pun menumpuk di
meja Jokowi.
Salah satu Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto mengatakan, karena terlalu
banyaknya yang melamar jadi menteri, ia tidak hapal berapa jumlah CV
yang masuk ke Kantor Transisi setiap harinya. Tak jarang, CV yang masuk
membuatnya tersenyum. Mengapa?
"Kami tidak tahu orang ini siapa. Tapi kami tahu dia pernah ke mana saja.
Karena dia hanya melampirkan foto-foto di tempat yang dia pernah
kunjungi di dunia. Si orang ini melamar jadi Menteri Pariwisata," ujar Andi
di Kantor Transisi, Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis
(14/8/2014).
Ia mengatakan, CV unik tak hanya satu, tetapi jumlahnya cukup banyak.
Meski ia tak menyebut angka pastinya. Akan tetapi, meski dianggap unik,
kata Andi, Tim Transisi tetap menganggap keinginan si pelamar serius dan
tidak main-main. Tim Transisi pun menindaklanjutinya dengan serius. Andi
menilai, antusiasme publik ini menunjukkan euforia atas keterbukaan
Jokowi-JK dalam proses pembentukan kabinet.
"Atas dasar apresiasi kami terhadap partisipasi publik dalam menyambut
pemerintahan yang baru, kami menanggapi ini serius. Setiap surat yang
masuk, satu per satu kami balas," lanjut Andi.
Lantas, dikemanakan CV tersebut? Andi mengatakan, keputusan siapa
yang akan menjadi menteri diserahkan sepenuhnya pada Jokowi dan JK
selaku presiden dan wakil presiden. Tim Transisi hanya bertugas untuk
memasukkan nama pelamar ke dalam tabulasi kemudian menyerahkannya
kepada Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi sendiri mengatakan bahwa sah-sah saja jika ada
orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi menteri.
"Sah-sah saja. Kamu mau melamar menteri juga ndak apa-apa kok," ujar
Jokowi.
Akan tetapi, Jokowi menegaskan, Kantor Transisi bukanlah tempat
pembentukan kabinet menteri. Di rumah itu, Tim Transisi mempersiapkan
peralihan kekuasaan dari pemerintahan saat ini ke pemerintahan Jokowi-
Jusuf Kalla.
"Di situ tempat identifikasi masalah. Di situ itu membuat program di awal
pemerintahan saya. Berhubungan dengan pemerintah SBY
agar nyambung," ujar Jokowi.