Anda di halaman 1dari 155

27

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN


KARYAWAN TERKOMPUTERISASI PADA TOSERBA
VIENNA CINERE



SKRIPSI
Diajukan Ke Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Sistem Informasi UPN Veteran Jakarta
Sebagai Pemenuhan Salah Satu Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Komputer

Tines Priandini
206.512.011


FAKULTAS ILMU KOMPUTER
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
JAKARTA
2011



PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Nama : Tines Priandini
Nrp : 206.512.011
Menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa skripsi dengan judul PERANCANGAN
SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN KARYAWAN TERKOMPUTERISASI PADA
TOSERBA VIENNA CINERE yang dibuat untuk melengkapi sebagian persyaratan
menjadi Sarjana Komputer pada Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu
Komputer Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, sejauh yang saya
ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari skripsi yang sudah dipublikasikan dan
atau pernah dipakai untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di lingkungan Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Jakarta maupun di Perguruan Tinggi atau Instansi
manapun, kecuali bagian yang sumber informasinya dicantumkan sebagaimana mestinya.

Jakarta, Februari 2011





Tines Priandini



PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR
Skripsi dengan judul :
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN KARYAWAN
TERKOMPUTERISASI PADA TOSERBA VIENNA CINERE
Dibuat untuk melengkapi persyaratan menjadi Sarjana Komputer pada Program Studi
Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional Veteran
Jakarta. Skripsi ini dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai skripsi pada Program Studi
Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional Veteran
Jakarta.

Jakarta, Februari 2011



Kepala Program Studi, Dosen Pembimbing,


Titin Pramiyati, S.Kom.,M.Si Erly Krisnanik, S.Kom.,M.M


PENGESAHAN SIDANG TUGAS AKHIR
Pada hari Sabtu tanggal 22 Januari 2011 pukul 11.00 sampai dengan 12.30 telah
dilaksanakan sidang tugas akhir :
Nama : Tines Priandini
NRP : 206.512.011
Jurusan : Sistem Informasi
Judu T.A : Perancangan Sistem Informasi Penggajian Karyawan
Terkomputerisasi Pada Toserba Vienna Cinere
Pembimbing : Erly Krisnanik, S.Kom.,M.M

Disahkan oleh :




Penguji I Penguji II


Jayanta, S.Kom.,M.Si Bambang Tri Warsono, S.Kom.,M.Si


LEMBAR MONITORING BIMBINGAN SKRIPSI PROGRAM
STUDI SISTEM INFORMASI

Judul : PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
PENGGAJIAN KARYAWAN
TERKOMPUTERISASI PADA TOSERBA
VIENNA CINERE
Pembimbing : Erly Krisnanik, S.Kom.,M.M
Mahasiswi : Tines Priandini (206.512.011)

NO POKOK BAHASAN TANGGAL PARAF
1 Membahas Latar Belakang Masalah,
Perumusan Masalah, Ruang Lingkup,
Maksud dan Tujuan Penelitian, dan
Sistematika Penulisan
12-10-10
2 Tinjauan Pustaka ( Bab II ) 12-10-10
3 Pemeriksaan dokumen I/O dan
kelengkapan
kamus data
19-10-10
4 BAB III & DAD Sistem Usulan 19-10-10
5 Rancangan Masukan & Keluaran 25-11-10
6 Keamanan Sistem & Bab IV 25-11-10
7 Cek & Ricek BAB I, II, III, IV, V 14-12-10



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan
skripsi dengan judul Perancangan Sistem Informasi Penggajian Karyawan
Terkomputerisasi Pada Toserba Vienna Cinere.
Dengan adanya penyusunan skripsi ini, banyak diperoleh manfaat serta dapat
mengembangkan nalar dan pengetahuan tentang penerapan ilmu yang didapatkan di
bangku kuliah. Dari skripsi ini dilatih kesabaran, ketekunan dan ketelitiannya. Skripsi ini
masih banyak terdapat kekurangan, keterbatasan dan kesalahan dalam penyajiannya
sehingga skripsi ini belum sebagaimana yang diharapkan. Untuk itu dari skripsi ini,
berharap adanya saran dan kritikan dari pembaca.
Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu dalam
penyelesaian skripsi ini, yaitu antara lain :
1. Bapak Dr.Dwi Nugroho, M.Sc. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.
2. Ibu Titin Pramiyati, S.Kom, M.Si. sebagai Ketua Program Studi S-1 Sistem
Informasi FIK UPNVJ.
3. Ibu Erly Krisnanik, S.Kom, M.M sebagai Dosen Pembimbing dalam penyusunan
skripsi ini, yang telah memberikan masukan yang sangat berarti dan membimbing
penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.



4. Teman-teman senasib dan seperjuangan Kresya, Evi, Rienta, Raden Tyar yang
telah membagi ilmu serta memberi warna dalam persahabatan dan kebersamaan
yang telah terjalin selama masuk kuliah di UPNVJ.
5. Orang tua doa yang hebat serta dukungan moril dan materil.
6. Almarhumah Ninin tersayang, untuk doa, kasih sayang yang luar biasa, serta
dukungan materil. Skripsi ini saya persembahkan khusus untuk Ninin, semoga
beliau diberi tempat yang seindah-indahnya disisi Allah SWT. Amin
7. Dara Pamungkasari, sebagai sahabat dan penyemangat. Terima kasih atas suka
dan dukanya.
8. Rekan-rekan sesama mahasiswa, terutama untuk mahasiswa FIK, Jurusan Sistem
Informasi Lokal A-2006, serta semua pihak yang telah membantu dan
mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
Harapan dari penelitian ini, semoga dapat bermanfaat bagi siapa saja yang
membacanya.

Jakarta, Februari 2011




Tines Priandini



DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................................i
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN .......................................................................ii
HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR..........................iii
HALAMAN PENGESAHAN SIDANG TUGAS AKHIR................................................iv
LEMBAR MONITORING .................................................................................................v
KATA PENGANTAR ..........................................................................................vi
DAFTAR ISI ........................................................................................................viii
DAFTAR SIMBOL ................................................................................................x
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................xiv
DAFTAR TABEL ...............................................................................................xv
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................xvi
ABSTRACT ......................................................................................................xviii
ABSTRAK .........................................................................................................xix
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................1
1.1 Latar Belakang ..........................................................................1
1.2 Perumusan Masalah ...................................................................2


1.3 Ruang Lingkup ..........................................................................2
1.4 Maksud dan Tujuan .................................................................3
1.5 Sistematika Penulisan ................................................................3
BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................6
2.1 Metode Pendekatan Sistem .......................................................6
2.2 Metode Pengembangan Sistem .................................................6
2.3 Pengertian dan Penjelasan .........................................................8
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ....................................................22
3.1 Kerangka Pikir Penelitian .......................................................22
3.2 Uraian ......................................................................................22
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian .................................................24
3.4 Alat dan Bahan Penelitian .......................................................25
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM .............................27
4.1 Sejarah Singkat Perusahaan ....................................................27
4.2 Dokumen yang Digunakan ......................................................30
4.3 Prosedur Sistem Berjalan ........................................................34
4.4 Analisis Permasalahan .............................................................48


4.5 Analisa Kebutuhan Informasi ..................................................51
4.6 Rancangan Umum Sistem Usulan ...........................................54
4.7 Rancangan Logik Sistem Usulan ............................................56
4.8 Rancangan Fisik ......................................................................77
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN .....................................................86
5.1 Tujuan dan Sasaran .................................................................86
5.2 Konfigurasi Sistem Usulan ......................................................87
5.3 Keamanan ................................................................................90
5.4 Implementasi ...........................................................................90
BAB VI PENUTUP .....................................................................................94
6.1 Kesimpulan ..............................................................................94
6.2 Saran ........................................................................................96
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................98
LAMPIRAN ..........................................................................................................99





DAFTAR SIMBOL
1. Diagram Alir Data









2. Kamus Data











3. Diagram Hubungan Entitas









4. Bagan Pengolahan Tersrtuktur







DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Simbol DFD Yourdan & DeMarco ...................................................16
Gambar 2.2 Formula Perhitungan PPh Pasal 21 ...................................................19
Gambar 3.1 Kerangka Pikir Penelitian SDLC ......................................................22
Gambar 4.1 Struktur Organisasi ............................................................................28
Gambar 4.2 Diagram Konteks Sistem Berjalan ....................................................46
Gambar 4.3 Diagram Nol (0) Sistem Berjalan ......................................................47
Gambar 4.4 Diagram Konteks Sistem Usulan ......................................................57
Gambar 4.5 Diagram Nol (0) Sistem Usulan ........................................................58
Gambar 4.6 Diagram Rinci Proses Rekam Data ...................................................59
Gambar 4.7 Diagram Rinci Pembayaran Gaji ......................................................60
Gambar 4.8 Diagram Rinci Laporan ....................................................................61
Gambar 4.9 ERD ...................................................................................................76
Gambar 4.10 Bagan Pengolahan Terstruktur ........................................................77
Gambar 4.11 Struktur Menu Front End ................................................................79
Gambar 5.1 Struktur Menu Front End ..................................................................89









DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Matrix Kegiatan dan Kebutuhan Informasi ...........................................19
Tabel 4.1 Matrix Kegiatan dan Kebutuhan Informasi ...........................................34
Tabel 4.2 Bentuk UNF ..........................................................................................72
Tabel 4.3 Bentuk 1NF ...........................................................................................73
Tabel 4.4 Bentuk 2NF ...........................................................................................74
Tabel 4.5 Bentuk 3NF ...........................................................................................75
Tabel 4.6 Rancangan Data ....................................................................................84
Tabel 4.7 Rancangan Masukkan ...........................................................................85
Tabel 4.8 Rancangan Keluaran .............................................................................85
Tabel 5.1 Jadwal Implementasi .............................................................................93












DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A-1 Data Karyawan ..............................................................................99
Lampiran A-2 Rekap Absensi .............................................................................100
Lampiran A-3 Data Lembur ................................................................................101
Lampiran B-1 Laporan Gaji ................................................................................102
Lampiran B-2 SPT Tahunan PPh 21 ...................................................................103
Lampiran B-3 Slip gaji ........................................................................................104
Lampiran C-1 Form Login ..................................................................................105
Lampiran C-2 Form Karyawan ...........................................................................106
Lampiran C-3 Form Absensi ...............................................................................107
Lampiran C-4 Form Lembur ...............................................................................108
Lampiran C-5 Form Gaji .....................................................................................109
Lampiran C-6 Form PPh .....................................................................................110
Lampiran D-1 Slip Gaji .......................................................................................111
Lampiran D-2 Laporan Absensi ..........................................................................112
Lampiran D-3 Laporan Gaji ................................................................................113
Lampiran D-4 SPT Tahunan PPh 21 ...................................................................114
Lampiran E-1 Spesifikasi File User ....................................................................115
Lampiran E-2 Spesifikasi File Karyawan ...........................................................116
Lampiran E-3 Spesifikasi File Absensi ...............................................................117


Lampiran E-4 Spesifikasi File Lembur ...............................................................118
Lampiran E-5 Spesifikasi File Jabatan ................................................................119
Lampiran E-6 Spesifikasi File Tunjangan ...........................................................120
Lampiran E-7 Spesifikasi File PTKP...................................................................121
Lampiran E-8 Spesifikasi File PKP ....................................................................122
Lampiran E-9 Spesifikasi File Gaji .....................................................................123
Lampiran E-10 Spesifikasi File PPh ...................................................................124
Lampiran E-11 Spesifikasi File Potongan ...........................................................125
Lampiran E-12 Spesifikasi File Departemen ......................................................126
Lampiran E-13 Spesifikasi File Pos ....................................................................127
Lampiran F-1 Bagan Tersrtuktur Login ..............................................................128
Lampiran F-2 Bagan Terstruktur Rekam Data Karyawan ..................................129
Lampiran F-3 Bagan Terstruktur Rekam Data Absensi .....................................130
Lampiran F-4 Bagan Terstruktur Rekam Data Lembur ......................................131
Lampiran F-5 Bagan Terstruktur Hitung Uang Lembur .....................................132
Lampiran F-6 Bagan Terstruktur Hitung Tunjangan ..........................................133






COMPUTERIZED SALARY INFORMATION SYSTEM
DESIGN AT TOSERBA VIENNA CINERE
BY
TINES PRIANDINI
206.512.011

Toserba Vienna Cinere as an organization who tend to make a profit, always
need a computerized system to used in collecting, storing, and processing the data to
deliver informations that can support the company to make an effective business
decision, to reach that goal we need to take up a upgraded and development steps of the
processing data system by evaluating the on going system, formulate the goals in data
processing pattern as well as making new reports. Later, this new system will hold a
significant role in providing the need of informations to the manajerial function, the
manajer in controlling the implementation activity and to help the leaders get the
condisideration materials as a benchmark againts the result achieved.

Keyword : informations, system, processing








PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN
KARYAWAN TERKOMPUTERISASI PADA TOSERBA
VIENNA CINERE
OLEH
TINES PRIANDINI
206.512.011

Toserba Vienna Cinere sebagai sebuah organisasi yang cenderung bertujuan
untuk menghasilkan keuntungan, selalu membutuhkan suatu sistem yang
terkomputerisasi untuk digunakan didalam pengumpulan, penyimpanan, dan
pemrosesan data untuk menghasilkan informasi yang dapat mendukung perusahaan
untuk membuat keputusan bisnis yang efektif, untuk mencapai tujuan tersebut perlu
ditempuh langkah-langkah peningkatan dan pengembangan sistem pengolahan data
yang ada dengan cara mengevaluasi sistem yang telah ada dan berjalan sampai saat
ini, merumuskan tujuan-tujuan yang akan dicapai berupa pola pengolahan data
maupun pembuatan laporan yang baru. Nantinya sistem yang baru tersebut akan
memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan kebutuhan informasi
kepada fungsi-fungsi manajerial, kepala bagian didalam pengendalian pelaksanaan
kegiatan serta membantu dan memudahkan para pemimpin untuk mendapatkan
bahan pertimbangan sebagai tolak ukur terhadap hasil yang telah dicapai.
Keyword : informasi, sistem, pengolahan




BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Toserba Vienna adalah sebuah Mini Market yang menjual aneka
kebutuhan sehari-hari yang dijual secara Retail. Perusahaan yang
tergolong ke dalam usaha menengah ke bawah ini berdiri pada akhir tahun
2008. Operasional perusahaan ini adalah yaitu membeli barang dalam
jumlah besar ke pabrik langsung atau pada super distributor lalu
menjualnya kembali. Perusahaan ini beralamat di Jln.Bukit Barisan Blok J
No.45 Megapolitan Cinere Estate, Limo, Depok.
Selama ini Toserba Vienna melakukan proses absensi secara
manual menggunakan kartu absensi, dan nantinya kartu absensi ini akan
digunakan sebagai pedoman dalam perhitungan gaji yang akan diterima
oleh karyawan. Seperti halnya absensi, perhitungan gaji selama ini juga
dilakukan secara manual berdasarkan pada daftar hadir karyawan
yang tercantum pada kartu absensi. Sistem manual seperti ini
membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar sehingga berjalan tidak
efektif, selain itu juga ada kemungkinan terjadi kesalahan perhitungan
gaji. Oleh karena itu perusahaan Toserba Vienna berencana untuk
membuat suatu sistem informasi penggajian karyawan yang merubah
semua proses perhitungan lama secara manual menjadi sistem baru yang
terotomatisasi sehingga akan menjadi lebih efektif dan mengurangi
terjadinya kesalahan perhitungan gaji karyawan


1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan pembahasan diatas mengenai permasalahan yang
timbul karena sistem berjalan, maka dibuatlah sistem informasi
penggajian karyawan yang terotomatisasi sehingga menghemat waktu
dan akurat serta lebih efektif dan efisien dalam mendukung kegiatan
operasional perusahaan sehari hari. Adapun masalah masalah yang
terjadi:
1. Bagaimana membuat suatu sistem informasi penggajian untuk
karyawan yang efektif dan efisien?
2. Bagaimana sistem ini dapat membantu proses penghitungan gaji
karyawan dan meminimalisasi kesalahan?
3. Bagaimana sistem ini dapat membantu proses pencetakan slip gaji ?
4. Bagaimana sistem ini dapat membantu proses pembuatan laporan gaji
karyawan?
5. Bagaimana sistem ini dapat membantu membuat laporan PPh Pasal 21?
1.3 Ruang Lingkup Masalah
Pembuatan sistem informasi penggajian untuk karyawan ini
mempunyai ruang lingkup yang dibatasi dibawah ini antara lain:
1. Pembuatan sistem informasi penggajian yang dilengkapi dengan
fasilitas keamanan (login dan password) bagi user yang berhak saja.
2. Pembuatan sistem informasi penggajian untuk menghitung gaji yang
meliputi penghitungan jumlah gaji pokok, tunjangan, uang lembur,
potongan-potongan, PTKP dan PKP sehingga menghasilkan jumlah
gaji yang harus dibayarkan setiap bulannya.


3. Pembuatan berbagai macam laporan antara lain:
Laporan Absensi Karyawan
Laporan Gaji
Laporan SPT PPh 21
4. Aplikasi dan database dibuat dengan Microsoft Visual FoxPro 9.0
5. Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD)
dibuat dengan Microsoft Visio 2007.
1.4 Maksud dan Tujuan
Maksud dari penulisan tugas akhir ini untuk memenuhi syarat
kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana jurusan Sistem Informasi
pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional
Veteran Jakarta.
Sedangkan tujuan dari Tugas Akhir ini adalah merancang dan
membuat sistem informasi penggajian karyawan untuk Toserba Vienna
yang diharapkan dapat membuat proses penghitungan gaji dan hal- hal
yang berhubungan dengan penggajian karyawan lebih efektif dan
efisien.
1.5 Sistematika Penulisan
Secara garis besar, laporan dari Tugas Akhir ini disusun dengan
Sistematika Penulisan sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan
Bab ini berisi tentang hal hal yang mendasari penulis
dalam membuat sistem informasi penggajian karyawan
ini antara lain latar belakang, perumusan masalah, ruang


lingkup masalah, maksud dan tujuan, manfaat dan
sistematika penulisan laporan.
BAB II : Landasan Teori
Bab ini berisikan semua dasar dasar teori yang
berhubungan dengan pembuatan Tugas Akhir ini.
BAB III : Metodologi Penelitian
Bab ini berisi kerangka pikir tentang penelitian, dan
juga berisi alat dan bahan penelitian yang kemudian
akan dianalisa dan diidentifikasi dalam analisa data dan
proses.
BAB IV : Analisa dan Perancangan Sistem
Bagian ini menjelaskan tentang penjelasan sistem yang
berjalan dan sistem usulan antara lain struktur organisasi,
tugas dan fungsi, bentuk masukan dan keluaran, prosedur
sistem yang berjalan, Diagram Alir Data (DAD),
identifikasi masalah, masalah pokok, analisa sistem yang
berjalan, permasalahan yang ada dan pemecahan masalah
yang diusulkan.
BAB V : Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan permasalahan yang ada dan prosedur sistem
yang berjalan, maka pada bab ini dibahas langkah
alternatif pemecahan yang diusulkan untuk dapat
mengatasi masalah yang ada, yaitu dengan memberikan
rancangan sistem informasi penggajian, yang didalamnya


terdapat tujuan dan sasaran dibuatnya sistem usulan,
konfigurasi sistem yang diusulkan , keamanan dan
implementasi sistem.
BAB VI : Penutup
Dalam bab ini merupakan kesimpulan dari seluruh
pembahasan tugas akhir dan juga memuat pendapat serta
saran-saran tentang hal-hal yang belum tertulis dalam
pembahasan, namun perlu dilakukan sehingga pemecahan
masalah yang telah dirancang dapat diimplentasikan
















BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Metode Pendekatan Sistem
Metode pendekatan sistem yang akan digunakan adalah analisis
karena penyusunan laporan akan didasarkan pada data-data yang
diperoleh dari objek penelitian yaitu Toserba Vienna Cinere. Metode ini
menggunakan alat pemodelan untuk menganalisa sistem di Toserba
Vienna Cinere , Diagram Konteks, Diagram Alir Data.
2.2 Metode Pengembangan Sistem
Metode yang digunakan penulis dalam perancangan sistem
informasi ini adalah metode daur hidup pengembangan sistem atau
systems development life cycle (SDLC). SDLC merupakan pendekatan
yang sangat terstruktur, digambarkan secara bertingkat (metafora) dan
digunakan untuk menggambarkan bahwa keluaran dari suatu tahap
merupakan masukan dari tahap berikutnya serta dimungkinkan untuk
kembali pada langkah sebelumnya (proses itrasi) saat suatu keputusan
tertentu perlu dipertimbangkan kembali.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut.
1. Mengidentifikasi proyek dan seleksi
Pada tahap ini dilakukan pemahaman awal situasi sistem
dan terjadi pemilihan proyek-proyek yang layak untuk di kerjakan,
hanya proyek yang terpilih yang akan bergerak ke tahap
selanjutnya.
2. Inisiasi proyek dan perencanaan


Proyek terpilih pada tahap pertama, selanjutnya ditentukan
spesifikasi kebutuhan dan bagaimana sistem dapat membantu
menyelesaikan permasalahan, analisis kebutuhan data dilakukan
secara keseluruhan untuk sistem informasi yang diusulkan.
3. Analisis
Menganalisis situasi sistem untuk menspesifikasi dan
menstrukturkan kebutuhan pengguna dan menyeleksi fitur sistem
yang lain, guna mendapatkan hasil spesifikasi fungsional sistem
dan model data secara rinci.
4. Perancangan secara logika.
Mendapatkan dan menstruktur kebutuhan sistem secara
keseluruhan, guna menghasilkan spesifikasi rinci data, laporan,
tampilan, dan aturan pemrosesan, termasuk didalamnya bagaimana
format masukan serta keluaran.
5. Perancangan secara fisik.
Mengembangkan spesifikasi teknologi dan menghasilkan
struktur program dan basis data serta perancangan struktur fisik.
6. Implementasi.
Pada tahap ini dilakukan penulisan program, pembuatan
basis data (database), penginstalan, pengujian sistem yang
menghasilkan program dan dokumentasi, melakukan pelatihan
pada calon pengguna serta merancang prosedur-prosedur
penggunaan sistem informasi.
7. Pemeliharaan.


Yaitu memantau kegunaan atau fungsi sistem yang
menghasilkan audit sistem secara periodik serta memungkinkan
untuk membangun kembali sistem saat terkontaminasi atau rusak.
2.3 Pengertian dan Penjelasan
a. Sistem
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-
prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama
untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
sasaran tertentu, Jerry Fitz Gerald dalam Jogiyanto HM (1990:1).
Sebuah sistem terdiri dari bagian - bagian saling berkaitan yang
beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran dan maksud
bukan seperangkat unsur yang tersusun secara tak teratur, tetapi
terdiri dari unsur yang dapat dikenal sebagai saling melengkapi
karena satu maksud, tujuan, atau sasarannya.
Sistem sebagai kumpulan elemen-elemen yang saling
berkaitan dan bertanggung jawab dalam memproses masukan
(input) sehingga menghasilkan keluaran (output), Tavri D.
Mahyuzir (1989:1). Suatu sistem mempunyai karateristik atau
sifat-sifat tertentu yaitu mempunyai komponen, batas sistem,
lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran,
pengolah, dan sasaran atau tujuan





b. Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang
lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, Jogiyanto
H.M (1990:8). Informasi merupakan masukan bagi manajemen di
dalam pengambilan keputusan, maka perlu dibuat suatu sistem
informasi yangbbaik agar diperoleh informasi yang akurat dan
tepat waktu untuk mendukung pengambilan keputusan yang
cepat dan tepat oleh para pengambil keputusan. Sumber dari
informasi adalah data, kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Data merupakan
bentuk mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu
diolah lebih lanjut.
Kualitas dari informasi tergantung dari tiga hal, yaitu:
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalaha
dan tidak menyesatkan.
2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada
penerima tidak boleh terlambat.
3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk
pemakainya.
c. Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan
strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar


tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan, Robert A.
Leitch dan K. Roscoe Davis, dalam Jogiyanto HM
(1990:11). Sistem informasi juga dapat didefinisikan sebagai
gabungan dari berbagai sistem yang saling terkait, dengan
menggunakan basis data dan sumber daya secara bersama-sama,
Wing Wahyu Winarno (2004:1.15). Adapun komponen-komponen
dari sistem informasi tersebut yaitu:
1. Perangkat keras (Hardware), terdiri dari komputer, pheriferal
(printer), dan jaringan
2. Perangkat lunak (Software), yang merupakan kumpulan dari
perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk
memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu.
3. Data, yang merupakan komponen dasar dari informasi yang
akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.
4. Manusia, seperti operator, pemimpin sistem informasi dan
sebagainya.
5. Prosedur, seperti dokumentasi prosedur atau proses sistem,
buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.
d. Sistem Informasi Penggajian
Sistem informasi penggajian karyawan terdiri dari
manusia, peralatan dan prosedur untuk mengumpulkan, mengatur,
menganalisa, menghitung, mengevaluasi dan mendistribusikan
informasi yang dibutuhkan tepat pada waktunya dan akurat kepada
karyawan dan pimpinan. Sistem informasi penggajian karyawan


ini adalah sistem yang berbasis komputer untuk mengolah data
gaji karyawan serta data lainnya yang berkaitan dengan proses
penggajian karyawan, baik dari dalam perusahaan maupun dari
luar perusahaan.
e. Gaji
Adalah suatu bentuk pembayaran secara periodik dari
pihak perusahaan atau majikan kepada karyawannya atau
pekerjanya sesuai dengan yang dinyatakan dalam kontrak kerja.
Dari sudut pandang pelaku bisnis, gaji dapat dianggap sebagai
biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan sumber daya manusia
untuk menjalankan operasi.
f. Penggajian
Adalah kegiatan atau proses dari pembayaran gaji dari
pihak perusahaan atau majikan kepada karyawannya dengan
mengikuti prosedur prosedur tertentu yang sudah disepakati
sebelumnya.
g. Database Management System
Database Management System (DBMS) adalah suatu
kumpulan basis data yang saling berelasi satu sama lain dan suatu
bentuk program untuk mengakses basis data tersebut (Harianto,
2000). DBMS terdiri dari beberapa basis data dan satu atau lebih
program pengelola yang berguna untuk mengolah data yang ada
seperti untuk menambah data, menghapus data, mengambil data
dan memperbarui data data yang ada.


Basis data sendiri merupakan sekelompok kumpulan data
yang saling berelasi, yang mana dapat disimpan, diproses,
dimanipulasi dan digunakan oleh pihak pihak yang
berkepentingan. Relasi tersebut biasanya ditujukan dengan bagian
bagian penting dari tiap tiap file (kumpulan data) yang ada.
Untuk mengenal basis data secara lebih mendetil, perlu diketahui
komponen komponen dasar pembentuk basis data, yaitu:
1. Entity
Entity adalah bentuk dari orang, tempat, kejadian atau konsep
dari suatu informasi yang dijadikan suatu data bagi basis data
yang akan digunakan.
2. Attribut
Attribut adalah suatu sebutan untuk mewakili suatu entity.
3. Data Value
Data value adalah data actual atau informasi yang disimpan
dalam tiap tiap data elemen atau attribut.
4. Record / Tuple
Adalah kumpulan elemen elemen yang saling berkaitan
yang berguna untuk menginformasikan tentang suatu entity
secara lengkap
5. File
Adalah kumpulan suatu record record sejenis yang
mempunyai panjang elemen yang sama, attribut yang sama
namun berbeda data valuenya.


h. Normalisasi
Normalisasi adalah suatu teknik untuk meng-organisasi
data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di
dalam suatu organisasi.
Tujuan dari normalisasi :
1. Untuk menghilangkan kerangkapan data
2. Untuk mengurangi kompleksitas
3. Untuk mempermudah pemodifikasian data
i. Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Data Model adalah model dari
hubungan antar data dalam suatu basis data (Dwelly, 2000). Dari
Entity Relationship Data Model ini nantinya akan dibentuk suatu
Entity Relationship Diagram yang menjelaskan secara keseluruhan
dari sistem yang ada di dalam perusahaan
Beberapa keunggulan dari Entity Relationship Data Model:
1. Konsep data model dengan level tinggi
2. Desainnya mendekati pengamatan / penerimaan pemakai
terhadap data.
3. Tidak untuk mendeskripsikan cara data disimpan dalam
komputer.
j. Bagan Terstruktur
Digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan
organisasi sistem informasi secara berjenjang dalam bentuk modul
dan sub-modul. Bagan tersrtuktur juga menunjukkan hubungan


elemen data dan elemen kontrol antara hubungan modulnya.
Bagan terstruktur dapat memberikan penjelasan sistem yang
lengkap dipandang dari elemen data, elemen kontrol, modul, dan
hubungan antar modulnya.
k. Diagram Alir Data (DAD)
DFD atau Diagram Alir Data (DAD) merupakan diagram
yang menggunakan notasi-notasi atau symbol-simbol untuk
menggambarkan sistem jaringan kerja antar fungsi-fungsi yang
behubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data.
Adapun yang komponen yang digunakan dalam DAD adalah:
1. Kesatuan Luar (External Entity)
Kesatuan luar di lingkungan luar sistem yang dapat
berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada
di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau
menerima output dari sistem. Suatu kesatuan luar dapat
disimbolkan dengan suatu notasi persegi panjang dengan
sisi kiri dan atasnya berbentuk garis tebal.
2. Aliran Data (Data Flow)
Aliran data di DFD disimbolkan dengan suatu anak
panah. Aliran data ini mengalir diantara proses (process),
simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external
entity). Aliran data ini menunjukkan arus data yang dapat
berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.



3. Proses (Process)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang
dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu
aliran data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan
aliran data yang akan keluar dari proses. Suatu proses
dapat disimbolkan dengan notasi lingkaran atau dengan
simbol empat persegi panjang dengan sudut-sudut tumpul.
4. Penyimpanan Data (Data Store)
Penyimpanan data merupakan penyimpanan data
yang dapat berupa:
Suatu file atau basis data yang tersimpan di dalam
sistem komputer
Suatu arsip atau catatan manual
Suatu kotak tempat tempat data di meja kerja
seseorang
Meskipun dinamakan DFD, namun penekanan pada DFD
lebih pada prosesnya, bahkan DFD merupakan salah satu alat
pemodelan proses dari sistem yang paling sering digunakan. DFD
mempunyai level level dan semakin besar level maka proses
akan semakin detail dimulai dari context diagram, DFD Level 0,
DFD Level 1.








Gambar 2.1
Simbol DFD Yourdan & DeMarco
l. PIECES (Performance, Information, Economic, Control,
Efficiency,Services)
PIECES adalah sebuah kerangka kerja yang berguna untuk
mengklasifikasikan masalah (problems), peluang (oppurtunity)
dan arahan atau tujuan (directives). Disebut PIECES karena setiap
hurufnya mewakili satu dari enam kategori, yaitu:
P kebutuhan untuk meningkatkan kinerja
I kebutuhan untuk meningkatkan kualitas informasi dan data
E kebutuhan untuk meningkatkan sistem dari segi ekonomi
seperti menekan biaya dan meningkatkan keuntungan
C kebutuhan untuk meningkatkan pengendalian atau
keamanan
E kebutuhan untuk meningkatkan ke-efisiensian dari orang-
orangnya dan prosesnya
S kebutuhan untuk meningkatkan pelayanan kepada
pelanggan, supplier, partner, pegawai, dan sebagainya.





m. Pajak Penghasilan (PPh Pasal 21)
Pajak adalah iuran wajib yang dipungut oleh pemerintah
dari masyarakat atau wajib pajak untuk menutupi pengeluaran
rutin negara dan biaya pembangunan tanpa balas jasa yang dapat
ditunjuk secara langsung. Wajib pajak adalah pribadi atau badan,
meliputi pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut pajak
yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan dengan ketentuan
peraturan perundangan perpajakan.
Pajak Penghasilan Pasal 21 dikenakan kepada wajib pajak
orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekrjaan, jasa dan
kegiatan. Wajib pajak PPh Pasal 21 adalah sebagai berikut :
1. Pejabat Negara
2. Pegawai Negeri Sipil
3. Pegawai
4. Pegawai Tetap
5. Pegawai Lepas
6. Penerima Honorarium
7. Penerima Pensiunan
8. Penerima Upah
Dalam menghitung Pajak PPh pasal 21 untuk pegawai
tetap, dalam perpajakan dikenal Biaya Jabata dan PTKP
(Penghasilan Tidak Kena Pajak) yang dapat dikurangi dari jumlah
penghasilan yang diterima wajib pajak. Biaya Jabatan adalah biaya
untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan. Biaya


jabatan mulai tanggal 1 Januari 2009 besarnya adalah 5% dari
penghasilan bruto dan setinggi-tingginya adalah Rp. 6.000.000
setahun atau Rp. 500.000 sebulan. Besarnya PTKP berdasarkan
undang-undang terbaru yaitu Undang-Undang No. 36 Tahun 2008
adalah sebagai berikut :
a. Rp. 15.840.000 untuk diri Wajib Pajak.
b. Rp. 1.320.000 tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
c. Rp. 15.840.000 tambahan untuk seorang istri yang
penghasilannya digabung dengan penghasilan suami dengan
syarat :
1. Penghasilan istri tidak semata-mata diterima dari
suatu Pemberi Kerja yang telah dipotong pajak.
2. Pekerjaan istri tidak ada hubungannya dengan usaha
atau pekerjaan bebas suami atau anggota keluarga
lain.
d. Rp 1.320.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah
dan keluarga karena perkawinan dalam garis keturunan lurus
serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya,
paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.





Sedangkan besarnya Tarif PPh pasal 21 dari undang-
undang yang sama adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1 Tarif PPh Pasal 21
PENGHASILAN TARIF
Sampai dengan Rp.50.000.000 5%
Rp.50.000.000 s.d. Rp.250.000.000 15%
Rp.250.000.000 s.d. Rp.500.000.000 25%
Diatas Rp.500.000.000 30%

Tarif pemotongan pajak PPh pasal 21 bagi Wajib Pajak
yang tidak mempunyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah
20% lebih besar daripada Wajib Pajak yang mempunyai NPWP.
Adapun cara menghitung PPh Pasal 21 yang terhutang setiap
bulan adalah sebagai berikut:









Gambar 2.2
Formula Perhitungan PPh Pasal 21


n. Surat Pemberitahuan (SPT)
Surat pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh wajib
pajak digunakan untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran
pajak yang terutang menurut ketentuan peraturan perundang
undangan perpajakan.
Fungsi SPT :
1. Fungsi SPT bagi Wajib Pajak Penghasilan:
a. Sebagai sarana untuk melaporkan dan
mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang
sebenarnya terutang.
b. Untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak yang
telah dilaksanakan sendiri dan atau melalui pemotongan
pajak atai pemungutan pajak lain dalam satu tahun Pajak
atau Bagian Tahun Pajak.
c. Untuk melaporkan pembayaran dari pemotong atau
pemungut tentang pemotongan atau pemungutan pajak
orang pribadi atau badan lain dalam satu masa pajak, yang
ditentukan peraturan perundang undangan perpajakan
yang berlaku.
2. Fungsi SPT bagi Pemotong atau Pemungut Pajak:
a. Sebagai sarana untuk melaporkan dan
mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau
dipungut dan disetorkannya


Secara garis besar Surat Pemberitahuan (SPT) dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. SPT Masa, adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan
untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak
yang terutang dalam suatu Masa Pajak atau pada suatu saat.
2. SPT Tahunan, adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan
untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang
terutang dalam suatu Tahun Pajak.













BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Kerangka Pikir Penelitian












Gambar 3.1
Kerangka Pikir Penelitian SDLC
3.2 Uraian
a. Perencanaan
Penulis mengumpulkan data-data dari bagian keuangan dan
personalia Toserba Vienna guna menemukan masalah yang
terdapat pada sistem yang sedang berjalan. Masalah yang
ditemukan pada sistem berjalan tersebut adalah proses
1. Perencanaan
4. Penerapan
5. Penggunaan
3. Perancangan
2. Analisis


penghitungan gaji karyawan yang lama, rentan kesalahan, dan
output yang terbatas dikarenakan jumlah tenaga kerja tidak
sebanding dengan beban kerja. Karena pekerjaan dilakukan
dengan semi manual (sudah menggunakan komputer tetapi hanya
sebagai alat bantu yang tidak memiliki sistem tersendiri),
penyimpanan data masih menggunakan media kertas yang mana
menyebakan penumpukan arsip-arsip dan rentan akan kerusakan.
Hal tersebut membuat sistem penggajian yang sedang berjalan ini
tidak efektif dan efisien.
b. Analisis
Ada 3 proses dalam tahapan ini, yaitu :
- Analisa data, penulis menganalisa data apa saja yang diperlukan
untuk suatu proses penghitungan gaji karyawan Toserba Vienna
sampai menghasilkan slip gaji karyawan.
- Analisa proses, penulis menganalisa dan menggambarkan
proses-proses apa saja yang berjalan pada sistem berjalan dan
sistem usulan, dengan menggunakan Diagram Alir Data.
- Analisa kebutuhan, penulis mengidentifikasi masalah yang ada
guna menemukan masalah pokok yang akan menjadi kebutuhan
sistem usulan nantinya. Untuk mengidentifikasi penulis
menggunakan PIECES.




c. Perancangan
Setelah melakukan analisa terhadap data-data yang
digunakan maka dilakukan tahap perancangan aplikasi sistem
yang disesuaikan dengan kebutuhan dari Sistem Informasi
Penggajian Karyawan Toserba Vienna. Perancangan form-form
yang ada di aplikasi dan databasenya dibuat menggunakan
software pemograman visual yaitu Microsoft Visual FoxPro 9.0
d. Penerapan
Setelah sistem selesai dirancang, maka tahap berikutnya
adalah tahap penerapan. Pada tahap ini biasanya terkait dengan
pemrograman, instalasi dan rencana pemeliharaan. Dalam tahap
ini juga dilakukan testing dan training dengan tujuan agar sistem
dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.
e. Penggunaan
Tahap yang terakhir adalah tahap penggunaan dimana
sistem sudah siap digunakan oleh user. User disini adalah pihak-
pihak yang terlibat dengan sistem dan mempunyai kepentingan
yaitu, Bagian Keuangan, Bagian Personalia dan Direktur.
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Toserba Vienna Cinere yang menjadi
objek penelitian dalam memperoleh sumber data. Pelaksanaannya sebagai
berikut:





a. Waktu
Penelitian dilaksanakan pada hari kerja pukul 11.00 15.00
WIB selama satu bulan yang dimulai dari tanggal 2 November 2009
s/d 29 Desember 2009.
b. Tempat Penelitian
penelitian dilaksanakan di perusahaan yang menjadi objek
penelitian, yaitu :
Nama Perusahaan : Toserba Vienna Cinere
Alamat Perusahaan : Jln. Bukit Barisan Blok J/52 Megapolita
Cinere Estate, Limo, Depok.
3.4 Alat dan Bahan Penelitian
Adapun spesifikasi perangkat keras maupun lunak yang digunakan
untuk mengolah data-data tersebut adalah sebagai berikut :
a. Spesifikasi Perangkat Keras
- Type Processor : Intel(R) Core(TM) i3 CPU M330 2.13GHz
- Memory : 2,00 GB
- Harddisk : 100 GB
- Monitor : 14 Inch
- Keyboard : 104 key (standar)
- Mouse : PS/2 Optical mouse (standar)
b. Spesifikasi Perangkat Lunak
- Windows 7 (Seven) Ultimate 64 bit Edition sebagai sistem
operasi
- Microsoft Office 2007, untuk penulisan laporan
- Microsoft Visio 2007, untuk membuat DFD, ERD


- Adobe Photoshop CS, untuk membuat logo
- Microsoft Visual FoxPro 9.0, untuk membuat program aplikasi
dan database















BAB IV
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
4.1 Sejarah Singkat Perusahaan
Toserba Vienna adalah sebuah Mini Market yang menjual aneka
kebutuhan sehari-hari yang dijual secara Retail. Perusahaan yang
tergolong ke dalam usaha menengah ke bawah ini berdiri pada akhir tahun
2008. Operasional perusahaan ini adalah yaitu membeli barang dalam
jumlah besar ke pabrik langsung atau pada super distributor lalu
menjualnya kembali. Perusahaan ini beralamat di Jln.Bukit Barisan Blok J
No.45 Megapolitan Cinere Estate, Limo, Depok. Per 1 Desember,
perusahaan memiliki 30 karyawan (termasuk Direktur)
Visi Perusahaan :
- Memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pelanggan
Misi Perusahaan :
- Menyediakan produk yang bermutu sesuai dengan kebutuhan
pelanggan
- Mengembangkan perusahaan agar lebih besar dan lebih maju.








4.1.1 Struktur Organisasi


Gambar 4.1
Struktur Organisasi Toserba Vienna Cinere

4.1.2 Uraian Tugas
Adapun uraian tugas dan tanggung jawab masing-masing
bagian adalah sebagai berikut :
1. Direktur
- Mengontrol segala kegiatan yang berjalan di
perusahaan
- Mengelola perusahaan sesuai dengan visi dan misi
perusahaan
- Mengangkat dan memberhentikan karyawan
- Mempunyai kewenangan penuh terhadap bawahan
- Menerima laporan aktivitas dari semua bagian
2. Manajer Personalia
- Mengeluarkan surat PHK
- Mengeluarkan surat peringatan (SP)


- Bertanggung jawab atas pencatatan absensi karaywan
sehari hari
- Bertanggung jawab dalam hal pencatatan data
karyawan
- Membuat rekapitulasi data karyawan
- Membuat rekapitulasi absensi
- Membuat laporan data karyawan
- Membuat laporan absensi karyawan
3. Manajer Keuangan
- Bertanggung jawab atas pembayaran gaji kepada
karyawan
- Menghitung jumlah pajak penghasilan karyawan
- Membuat laporan pajak penghasilan
- Membuat laporan gaji
- Mengeluarkan SPT Tahunan
- Bertanggung jawab atas perolehan dana dan
pemeliharaan dana perusahaan
- Mengatur pengeluaran dana perusahaan
4. Manajer Penjualan
- Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan marketing
plan
- Bertanggung jawab terhadap hasil penjualan produk
- Membina dan membimbing sales team


- Membina dan memelihara hubungan baik dengan
distributor
- Membuat sales plan
- Membuat laporan penjualan
5. Manajer Inventory
- Mengontrol jumlah stok barang di gudang
- Melakukan optimasi dan pengendalian persediaan
- Membuat perencanaan inventory
- Membuat laporan stok barang
4.2 Dokumen Yang Digunakan
a. Dokumen Masukkan
Dokumen masukkan adalah bentuk data yang diperlukan
dalam proses sistem penggajian karyawan. Dokumen masukkan
akan diolah sesuai dengan maksud dan tujuan sistem.
1. Nama Masukan : Data Karyawan
Fungsi : Mengetahui data karyawan secara
detil
Sumber : Bagian personalia
Media : Kertas
Frekuensi : Setiap bulan
Format : Lampiran A 1
2. Nama Masukan : Rekap Absensi
Fungsi : Mengetahui data absensi karyawan
selama sebulan


Sumber : Bagian Personalia
Media : Kertas
Frekuensi : Setiap Bulan
Format : Lampiran A 2
3. Nama Masukan : Data Lembur Karyawan
Fungsi : Mengetahui jumlahn lembur
karyawan selama sebulan
Sumber : Bagian personalia
Media : Kertas
Frekuensi : Setiap bulan
Format : Lampiran A 3
b. Dokumen Keluaran
Dokumen keluaran adalah hasil akhir dari proses
pengolahan dokumen masukkan.
1. Nama Keluaran : Laporan Gaji
Fungsi : Mengetahui laporan gaji karyawan
selama sebulan
Distribusi : Direktur
Media : Kertas
Frekuensi : Setiap bulan
Format : Lampiran B 1
2. Nama Keluaran : Laporan SPT Tahunan
Fungsi : Rincian pajak terutang yang sudah
dibayar


Distribusi : Direktur, Karyawan
Media : Kertas
Frekuensi : Setiap tahun
Format : Lampiran B 2
3. Nama Keluaran : Slip Gaji
Fungsi : Bukti pembayaran gaji
Distribusi : Karyawan
Media : Kertas
Frekuensi : Setiap bulan
Format : Lampiran B 3
c. Dokumen Simpanan
Bentuk dokumen simpanann dari Sistem Penggajian
Karyawan Toserba Vienna Cinere adalah sebagai berikut :
1. Nama Simpanan : Buku Karyawan
Fungsi : Menyimpan data karyawan
Media : Buku
Frekuensi : Bulanan
2. Nama Simpanan : Buku Absensi
Fungsi : Menyimpan data absensi karyawan
beserta lembur
Media : Buku
Frekuensi : Bulanan




3. Nama Simpanan : Buku Gaji Karyawan
Fungsi : Menyimpan data penggajian
karyawan
Media : Buku
Frekuensi : Bulanan
4. Nama Simpanan : Buku Tunjangan Karyawan
Fungsi : Menyimpan tunjangan yang
diterima karyawan setiap bulannya.
Media : Buku
Frekuensi : Bulanan
5. Nama Simpanan : Buku PPh 21 Karyawan
Fungsi : Menyimpan rekapitulasi pajak
penghasilan yang sudah
dibayarkan.
Media : Buku
Frekuensi : Bulanan
6. Nama Simpanan : Buku Lembur
Fungsi : Menyimpan data uang lembur yang
diterima karyawan per bulan
Media : Buku
Frekuensi : Bulanan





7. Nama Simpanan : Buku Potongan
Fungsi : Menyimpan data potongan yang
diterima karyawan
Media : Buku
Frekuensi : Bulanan

4.2.1 Matrix Kegiatan dan Kebutuhan Informasi
Tabel 4.1 Matrix Kegiatan & Kebutuhan Informasi
Bagian Kegiatan Informasi yang Dibutuhkan
Direktur Mengawasi proses
penggajian
karyawannya
Laporan Gaji Karyawan
Laporan SPT Tahunan
Keuangan Mengentry data,
Menghitung
tunjangan,
Menghitung uang
lembur,
Pembayaran gaji,
Membuat laporan.
Data karyawan
Data Absensi
Daftar Tunjangan
Data Lembur
Buku Potongan
Buku Lembur
Buku Gaji Karyawan
Buku Karyawan
Buku absensi
Personalia Membuat Rekap
Absensi
Data absensi
Karyawan Menerima gaji,
Menerima laporan
SPT PPh 21

Slip gaji
PPh 21 karyawan

4.3 Prosedur Sistem Berjalan
4.3.1 Ketentuan Umum Perusahaan
1. Penetapan Gaji
a. Direksi menetapkan sistem dan peraturan penggajian
yang berlaku di perusahaan dan diatur dalam ketentuan
tersendiri.


b. Kenaikan gaji karyawan ditetapkan oleh Direksi dan
dilakukan satu kali setiap awal tahun.
c. Penetapan gaji terendah tidak kurang dari upah
minimal yang ditetapkan oleh Pemerintah.
d. Pajak atas gaji menjadi tanggungan perusahaan.
2. Komponen Gaji
a. Komponen gaji karyawan terdiri atas
- Gaji Pokok
- Tunjangan Tetap
o Tunjangan Jabatan
- Tunjangan Tidak Tetap
o Tunjangan Makan
o Tunjangan Transport
b. Tunjangan jabatan diberikan kepada karyawan yang
menempati jabatan struktural dalam perusahaan.
c. Tunjangan makan diberikan kepada karyawan untuk
satu kali makan dalam satu hari.
d. Untuk karyawan yang melakukan kerja lembur
minimal 3 jam (diluar istirahat 1 jam) diberikan 2 kali
uang makan.
e. Tunjangan transport diberikan kepada karyawan untuk
perjalanan berangkat dan pulang kerja
f. Untuk tunjangan makan dan tunjangan transport
berlaku ketentuan sebagai berikut:


- Dibayarkan kepada karyawan secara bulanan dan
dihitung berdasarkan jumlah kehadiran per bulan.
- Karyawan yang tidak masuk kerja tidak
mendapatkan tunjangan makan dan transport.
- Penghitungan besarnya tunjangan makan dan
transport untuk satu bulan adalah tunjangan per hari
dikalikan jumlah kehadiran sebulan.
- Besar tunjangan makan dan tunjangan transport
ditetapkan dalam ketentuan sendiri.
3. Pembayaran Gaji
Gaji karyawan dibayarkan selambatnya pada hari
kerja terakhir pada bulan yang bersangkutan.
4. Gaji Selama Sakit Berkepanjangan
a. Karyawan yang mengalami sakit yang lama dan terus
menerus yang dibuktikan dengan surat keterangan
dokter.
b. Besarnya pembayaran gaji tersebut berpedoman pada
Undang-Undang No.13 tahun 2003 Pasal 93 yang
besarnya sebagai berikut :
- untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100%
(seratus perseratus) dari gaji;
- untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh
puluh lima perseratus) dari gaji;


- untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima
puluh perseratus) dari gaji;
- untuk bulan selanjutnya dibayar 25 % (dua puluh
lima perseratus) dari gaji sebelum pemutusan
hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.
5. Tunjangan Hari Raya Keagamaan
a. Yang berhak mendapat Tunjangan Hari Raya
Keagamaan (THR) adalah Karyawan tetap dengan
ketentuan sebagai berikut:
- Bagi Karyawan yang pada saat tanggal Hari Raya
telah bekerja sebagai karyawan tetap selama satu
tahun diberikan satu kali THR.
- Bagi Karyawan yang pada saat tanggal Hari Raya
telah bekerja sebagai karyawan tetap di bawah satu
tahun, jumlah THR yang diberikan dihitung
proporsional, yaitu 1/12 dari THR untuk tiap bulan
masa kerja yang genap.
- Karyawan yang dua bulan atau lebih sebelum saat
tanggal Hari Raya telah berhenti bekerja dari
Perusahaan tidak berhak atas THR.
- Besaran 1 (satu) kali THR adalah: 1 (satu) kali gaji
pokok.




6. Tunjangan Perawatan Kesehatan
a. Perusahaan menjamin terpeliharanya kesehatan
karyawan dengan cara memberi penggantian biaya
perawatan kesehatan.
b. Yang dimaksudkan dengan perawatan kesehatan ialah
usaha penyembuhan terhadap suatu penyakit atau
gangguan kesehatan yang secara nyata dapat
menghambat karyawan dalam melaksanakan tugasnya
dan bukan usaha untuk menambah kekuatan kecantikan
dan sebagainya.
c. Perusahaan tidak memberikan penggantian biaya bagi
pemeriksaan, perawatan dan pembelian obat-obatan,
alat-alat dan lain sebagainya untuk:
- Perawatan kecantikan dan atau untuk keindahan
tubuh.
- Perawatan penyakit menular seksual
d. Batasan biaya dan prosedur pelaksanaan tunjangan
kesehatan diatur dalam khusus dan tersendiri
7. Tunjangan Kematian dan Uang Duka
a. Bila Karyawan meninggal dunia bukan karena
kecelakaan kerja, di samping mendapatkan uang
pesangon dan uang jasa sesuai dengan peraturan yang
berlaku, kepada keluarganya atau ahli warisnya
diberikan:


- Gaji/Upah dalam bulan yang sedang berjalan.
- Uang duka.
- Santunan kematian yang dilaksanakan melalui
program jamsostek sesuai ketentuan perundangan
yang berlaku (UU No. 03 tahun 1992 jo PP No. 79
tahun 1998)
b. Bila Karyawan meninggal dunia karena kecelakaan
kerja, di samping mendapatkan uang pesangon dan
uang jasa sesuai dengan peraturan yang berlaku,
kepada keluarga nya atau ahli warisnya diberikan:
- Gaji/Upah dalam bulan yang sedang berjalan.
- Uang duka.
- Santunan kecelakaan kerja yang dilaksanakan
melalui program jamsostek sesuai ketentuan
perundangan yang berlaku (UU No. 03 tahun 1992
jo PP No. 79 tahun 1998)
c. Bila yang meninggal adalah istri /suami karyawan,
anak karyawan, orang tua (bukan mertua) karyawan
maka akan diberikan uang duka.
d. Besarnya uang duka ditetapkan tersendiri berdasarkan
keputusan Direksi.
8. Pinjaman
a. Untuk meringankan beban karyawan, perusahaan
memberikan bantuan keuangan berupa pinjaman tanpa


bunga bagi karyawan untuk keperluan yang dianggap
penting dan mendesak.
b. Pinjaman diberikan kepada karyawan yang telah
bekerja minimal 1 tahun berturut-turut.
c. Besarnya pinjaman maksimal adalah 3 kali gaji total
dan harus lunas paling lambat dalam jangka waktu 12
bulan
d. Pinjaman dapat diberikan atau ditolak oleh Direksi
tergantung kondisi keuangan perusahaan.
e. Permintaan pinjaman berikutnya akan diproses apabila
pinjaman sebelumnya telah dibayar lunas 1 bulan
sebelum permohonan baru diajukan.
9. Bonus Akhir Tahun
a. Perusahaan akan memberikan bonus akhir tahunan
kepada karyawan, yang diambil dari keuntungan
perusahaan yang besarnya tergantung pada kebijakan
perusahaan.
b. Waktu pembagian bonus disesuaikan dengan likuiditas
perusahaan, paling lambat 1 bulan setelah akhir tahun.
10. Hari dan Jam Kerja
a. Jam operasional hari kerja jam 08.00 24.00
b. Terdiri dari 2 shift kerja, pagi dan sore. Shift pagi dari
jam 08.00 17.00 (8 jam), shift sore dari jam 17.00
24.00 (6 jam) .


c. Hari kerja adalah 6 hari (Senin - Sabtu)
d. Shift diberlakukan bagi karyawan dengan jabatan
pekerja
11. Kerja Lembur
a. Kompensasi lembur diberlakukan bagi karyawan
dengan jabatan Manajer, Staf, dan Pekerja.
b. Jam lembur pada hari biasa (Senin - Sabtu) minimal 1
jam, maksimal 3 jam (18.00 21.00).
c. Jam lembur pada hari Minggu atau libur nasional selain
hari raya keagamaan (lebaran, natal), untuk shift pagi
adalah jam 08.00 17.00, jika masih diperlukan bisa
dilanjutkan dari jam 18.00 21.00 (maksimal 11 jam)
d. Jam lembur pada hari minggu atau libur nasional selain
hari raya keagamaan, untuk shift sore adalah dari jam
17.00 24.00.
12. Upah Lembur
Dasar yang dipakai dalam perhitungan upah lembur
adalah Keputusan Mentri Nomer 102 Tahun 2004 tentang
waktu kerja lembur dan upah lembur.
a. waktu kerja yang telah ditentukan, yakni melebihi 7
(tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu)
minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu)
minggu atau 8 (delapan) jam sehari, dan 40 (empat
puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja


dalam 1 (satu) minggu atau upah yang diterima pada
hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi
yang ditetapkan Pemerintah
b. Yang dimaksud gaji sebulan untuk perhitungan upah
lembur sesuai Kepmen No.102 Tahun 2004, Pasal 10
adalah :
- Gaji Pokok + Tunjangan Tetap
c. Untuk menghitung tarif lembur per jam adalah :
- Gaji pokok / 173 = tarif lembur / jam
- Angka 1/173 didasarkan pada perhitungan :
Dalam satu tahun ada 52 minggu
Jadi dalam 1 bulan = 52/12 = 4,333333
minggu. Total jam kerja/minggu = 40 jam
Jadi Total jam kerja dalam 1 bulan = 40 X
4,33 = 173,33 dibulatkan menjadi 173 jam
maka untuk menghitung upah per jam yaitu
upah perbulan / 173
d. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa
(Senin - Sabtu) :
- Untuk jam pertama dibayar sebesar 1,5 x Tarif
Lembur/Jam
- Untuk jam kedua dan seterusnya dibayar
sebesar 2 x Tarif Lembur/Jam


e. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari Minggu atau
libur nasional untuk 8 jam pertama dibayar 2 x Tarif
Lembur Per Jam, untuk jam ke 9 dibayar 3 x Tarif
Lembur Per Jam, untuk jam ke 10 dan ke 11 dibayar 4
x Tarif Lembur Per Jam.
13. Ijin Meninggalkan Pekerjaan Dengan Mendapat Upah
Penuh
a. Berdasarkan UU No 13 Tahun 2003 Pasal 93, dalam
hal-hal penting, karyawan dapat diberi ijin untuk tidak
hadir pada hari kerjanya tanpa dipotong cuti, dengan
mendapat upah penuh yaitu untuk keperluan sebagai
berikut :
- Kematian suami/isteri, orang tua/mertu atau
anak/ menantu : 2 hari kerja
- Kematian anggota keluarga dalam 1 rumah : 1
hari kerja
- Pernikahan karyawan : 3 hari kerja
- Pernikahan anak karyawan : 2 hari kerja
- Khitanan anak : 2 hari kerja
- Pembaptisan anak : 2 hari kerja
- Isteri melahirkan atau keguguran kandungan : 2
hari kerja


b. Bila keperluan-keperluan seperti tersebut diatas
berlangsung diluar kota, maka ijin tidak hadir dapat
ditambah dengan waktu perjalanan tercepat.
14. Menghitung Tunjangan
Perhitungan jumlah tunjangan yang diterima per bulan
adalah sebagai berikut :
Tunjangan Jabatan + Tunjangan Makan + Tunjangan
Transport = Jumlah Tunjangan/Bulan
15. Menghitung Uang Lembur
Perhitungan jumlah uang lembur per bulan adalah sebagai
berikut :
(Jumlah Indeks Lembur Hari Kerja/Bulan x Tarif
Lembur/Jam) + (Jumlah Indeks Lembur Hari Libur/Bulan
x Tarif Lembur/Jam) = Jumlah Uang Lembur / Bulan
16. Menghitung Potongan
Perhitungan jumlah potongan per bulan adalah sebagai
berikut :
Potongan Asuransi + Potongan Pinjaman + Potongan PPh
21 = Jumlah Potongan / Bulan
4.3.2 Uraian Proses
1. Entry Data
Bagian personalia akan memberikan data
karyawan, data absensi karyawan, dan data lembur
karyawan untuk di entry oleh bagian keuangan ke dalam


buku karyawan, buku absensi karyawan, dan buku
lembur. Fungsinya adalah sebagai sumber data dalam
penghitungan tunjangan dan uang lembur karyawan.
2. Hitung Tunjangan
Bagian keuangan akan menghitung jumlah
tunjangan yang akan diterima oleh karyawan tersebut
dengan mengambil data dari buku karyawan dan daftar
tunjangan karyawan lalu hasilnya akan disimpan ke dalam
buku tunjangan karyawan.
3. Hitung Lembur
Dari data lembur yang telah di entry ke dalam buku
indeks lembur, bagian keuangan akan menghitung jumlah
uang lembur yang akan diterima karyawan dalam sebulan
berdasarkan jumlah jam lembur, indeks lembur dan tarif
lembur, hasilnya disimpan di dalam buku lembur.
4. Pembayaran Gaji
Sistem akan mengambil data jumlah tunjangan dari
buku tunjangan, jumlah uang lembur diterima dari buku
lembur, jumlah potongan dari buku potongan, hasilnya
akan disimpan ke dalam buku gaji. Untuk mneghitung PPh
diambil diambil data gaji bruto dari buku gaji, lalu
mencocokan dengan daftar ptkp dan pkp, setelah dilakukan
perhitungan hasil akan disimpan ke dalam buku pph dan
buku potongan.


5. Laporan
Ada 2 jenis laporan yang akan dibuat, yaitu laporan
gaji dan laporan SPT PPh 21. Untuk membuat laporan gaji
diambil datanya dari buku gaji karyawan, laporan tersebut
akan diserahkan kepada Direktur. Untuk membuat laporan
SPT PPh 21 diambil datanya dari buku PPh 21
karyawan dan akan diserahkan kepada Direktur dan
Karyawan.
4.3.3 Diagram Alir Data
Diagran Alir Data digunakan untuk menggambarkan
proses atau fungsi-fungsi yang dilakukan oleh sistem secara
keseluruhan. Proses yang berjalan digambarkan secara logik
dengan diagram tersebut.
1. Diagram Konteks

Gambar 4.2
Diagram Konteks Sistem Berjalan



2. Diagram Nol (0) atau Overview Sistem Berjalan


P.1
Entry Data
Personalia Buku Absensi
Buku Lembur
Data Karyawan
Rekap Absensi Dt_karyawan
Data Lembur
P.2
Hitung
Tunjangan
Daftar
Tunjangan
Buku
Tunjangan
Karyawan
Dt_karyawan Daftar tunjangan
Dt_tunkar
P.3
Hitung Uang
Lembur
P.4
Pembayaran
Gaji
Karyawan
P.5
Laporan
Direktur
Gambar 4.3
Diagram Nol (0) Sistem Berjalan
Data Lembur
Buku
Karyawan
Buku
Karyawan
Dt_lembur
Dt_uangLembur
Dt_karyawan
Dt_karyawan
Daftar PKP
Daftar PTKP
Buku Lembur
Buku
Tunjangan
Karyawan
Buku Gaji
Karyawan
Buku PPh
Dt_uangLembur
Daftar PTKP
Daftar PKP
Dt_tunkar
Gaji bruto
Gaji netto
Dt_pph
Dt_pph
Slip gaji
Dt_gaji Data_rekap PPh
SPT PPh 21
SPT PPh 21
Lap Gaji
Potongan Dt_pot
Dt_potPPh







4.4 Analisis Permasalahan
a. Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil penelitian terhadap sistem yang sedang
berjalan maka dapat diidentifikasi beberapa masalah dengan
menggunakan kaedah pemecahan PIECES.
1. Performance / Kinerja
Minimnya pekerja pada bagian keuangan dan
personalia menunjukkan ketidak seimbangan antara
pekerjaan dan pekerjanya. Beban bekerja yang begitu
banyak dan tidak adanya suatu sistem terkomputerisasi
yang membantu proses tersebut membuat para karyawan
terbebani dan kinerjanya jadi melambat. Tidak adanya
sistem yang terkomputerisasi juga mnegurangi rasa
kebetahan bekerja karyawan sehingga sering terjadi
pergantian karyawan.
2. Information / Informasi
Informasi yang dihasilkan oleh sistem berjalan
seringkali terlambat dan banyak kesalahan. Proses untuk
membuat informasi tersebut sudah sangat melelahkan
sehingg dilakukan cek dan ricek terhadap informasi yang
dihasilkan. Hal tersebut membuat nilai informasi yang
dihasilkan oleh sistem manual ini rendah.




3. Economic / Ekonomi
Tidaknya adanya media penyimpanan elektronik
atau database menyebabkan kebutuhan akan kertas dan
alat tulis lainnya tinggi, dan perusahaan juga harus
mengeluarkan dana ekstra untuk pemeliharaan arsip-arsip
tersebut. Belum lagi jika ada karyawan yang berhenti
bekerja karena tidak sanggup atau tidak betah bekerja di
perusahaan ini, pihak perusahaan harus memberikan
pesangon serta waktu dan tenaga lagi untuk mencari
karyawan pengganti.
4. Control / Kendali
Karena media penyimpanan arsip-arsip perusahaan
adalah kertas maka rentan dengan resiko kehilangan dan
kerusakan, terutama jika resiko tersebut dikarenakan oleh
kondisi alam (banjir) dan hewan (tikus). Laporan yang
dihasilkan juga terbatas, sehingga Direktur tidak
mempunyai bahan yang cukup untuk mengontrol dan
mengevaluasi perusahaannya sehingga kemajuan
perusahaan terhambat.
5. Efficiency / Efisiensi
Sistem berjalan tidak efisien dalam hal
penyimpanan, pemeliharaan, dan pencarian data. Waktu
yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu pekerjaan tidak
sepadan dengan hasilnya.


6. Services / Pelayanan
Sering terjadi keterlambatan dan kesalahan
memperlihatkan pelayanan yang buruk baik untuk
karyawan, Direktur maupun pelanggan.
b. Masalah Pokok
1. Masalah Sistem
Informasi yang dihasilkan oleh sistem berjalan
seringkali terlambat dan banyak kesalahan, Informasi yang
dihasilkan oleh sistem berjalan kurang dapat memberikan
informasi yang akurat dan detail. Tidak akurat dan tidak
detailnya informasi yang dihasilkan dapat terlihat dari
laporan yang dihasilkan. Sulitnya proses pencarian data
juga menjadi penghambat. Data belum terorganisir dengan
baik, yang berarti adalah pada sistem yang berjalan ini
tidak adanya suatu pengolahan data yang baik dalam arti
tidak dibuatnya suatu media penyimpanan databsase yang
dapat menyimpan data - data penting yang ada. Media
penyimpanan file tersebut sangat penting dalam
pengolahan data nanti yang akan dibutuhkan dalam
menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para
pelaksana.
2. Masalah Teknologi Pengolah Data
Belum digunakannya aplikasi khusus yang
membantu dan mendukung kinerja Sistem Penggajian


Karyawan pada Toserba Vienna. Metoda penyimpanan
datanya memiliki resiko keamanan yang tinggi karena data
data penting tidak tersimpan dalam media penyimpanan
berupa database.
4.5 Analisa Kebutuhan Informasi
Informasi adalah data yang telah diproses atau organisasi ulang
menjadi bentuk yang berarti. Informasi juga merupakan salah satu elemen
dari sistem yang mempunyai peran yang cukup besar. Informasi yang
dapat dihasilkan dengan akurat dan tepat waktu dapat menunjang kinerja
sistem. Berdasarkan analisa terhadap sistem yang berjalan, dan melihat
permasalahan yang ada, maka perlunya suatu pemecahan melalui Sistem
Informasi Penggajian Karyawan, yaitu sistem informasi yang dapat
mengakses data dengan mudah, cepat serta mempermudah proses
penghitungan gaji karyawan sehingga mempercepat kerja bagian
keuangan Toserba Vienna Cinere.
a. Analisa Data
Sistem penggajian karyawan pada Toserba Vienna Cinere
mempunyai masalah dalam pengolahan dan penyajian datanya.
Pengolahan datanya masih bersifat manual karena masih
menggunakan kertas sebagai media utamanya yang rentan akan
resiko kerusakkan. Peralatan komputer hanya dipakai untuk
mengetik surat, laporan, membuat tabel-tabel dan sebagainya,
hasilnya sebagian besar langsung di cetak menggunakan printer,
perangkat lunak yang digunakan adalah Microsoft Office Word


2003 dan Microsoft Office Excel 2003. Pada sistem berjalan, jika
ingin mengetahui informasi yang berkaitan dengan gaji karyawan
masih mengalami kesulitan dan memerlukan waktu yang relatif
lama, karena harus mencari dan memilih ke dalam arsip dan kertas
kertas file yang menyimpan data data penggajian karyawan.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan suatu sistem
informasi yang dapat mengakses data dengan mudah dan cepat
melalui suatu media dialog dalam bentuk tampilan layar. Analisa
secara detil terhadap sistem perlu dilakukan, baik bentuk masukan
data maupun keluaran data sehingga akan didapatkan kebutuhan
informasi yang tepat sesuai kebutuhan. Berdasarkan analisa diatas
maka perlu adanya penyimpanan data yang dapat menyimpan data
yang besar dan dapat diakses secara cepat, diperlukanya output
selain daftar dalam bentuk hardcopy maupun tampilanya dilayar
monitor serta data yang dihasilkan dapat langsung dicek.
b. Analisa Penyimpanan Data
Untuk penyimpanan data pada sistem berjalan, data yang
ada tidak langsung disimpan ke media komputer tapi disimpan
dalam arsip berupa kertas-kertas file. Setelah itu untuk membuat
laporan laporan baru dibuat dengan Microsoft Excel atau
Microsoft Word. Penyimpanan data tersebut mengakibatkan
lamanya waktu di dalam pencarian data yang berkaitan dengan
penggajian karyawan. Hal ini mengakibatkan sering terjadinya
keterlambatan dalam penyajian informasi yang bersifat segera.


Dalam segi keamanan, data yang disimpan masih perlu
diperhatikan karena belum tersimpan dalam database yaitu masih
berupa arsip-arsip.
c. Analisa Pembuatan Laporan
Proses pembuatan laporan memakan waktu lama dan
hasilnya tidak sepadan (adanya kesalahan) sehingga informasi
yang dihasilkan tidak akurat. Laporan yang dapat dihasilkan dari
sistem berjalan pun hanya 2 yaitu laporan gaji dan laporan SPT
PPh 21, semestinya sistem juga dapat menghasilkan laporan
karyawan dan absensi karena data-data tersebut termasuk ke
dalam data masukkan dalam sistem berjalan, namun karena
keterbatasan pekerja, waktu, dan alat bantu hal tersebut tidak dapat
direalisasikan.
d. Analisa Kebutuhan Sistem
Dari permasalahan yang timbul diatas, maka perusahaan
membutuhkan suatu sistem informasi akuntansi penggajian
karyawan yang terkomputerisasi yang diharapkan dapat membantu
kinerja pada bagian keuangan dan personalia ke arah yang lebih
baik dan dapat menghemat tenaga dan waktu dibandingkan dengan
sistem berjalan. Sistem informasi yang disebut diatas meliputi hal
hal dibawah ini, antara lain sebagai berikut:
1. Sistem informasi penggajian yang dilengkapi dengan fasilitas
keamanan (login dan password) bagi user yang berhak saja
seperti administrator, bagian personalia, dan bagian keuangan.


2. Sistem dapat memudahkan proses entry atau input data
3. Sistem dapat mengorganisasikan data data dengan baik
4. Sistem informasi penggajian karyawan dapat menghitung gaji
yang harus diterima oleh seorang karyawan beserta pajak
penghasilannya yang dihitung secara bulanan secara
terotomatisasi.
5. Sistem dapat menghasilkan slip gaji
6. Sistem dapat membuat berbagai laporan yang dibutuhkan oleh
Direktur, yaitu: laporan karyawan, absensi, gaji, dan SPT PPh
21
4.6 Rancangan Umum Sistem Usulan
Setelah menganalisa sistem berjalan serta melihat permasalahan
yang ditimbulkan oleh sistem berjalan tersebut maka untuk memberikan
solusi terhadap masalah pokok, perlu dirancang dan dibuat suatu sistem
informasi penggajian karyawan yang terotomatisasi dan interaktif yang
dapat membantu khususnya sistem penggajian karyawan pada bagian
keuangan Toserba Vienna Cinere, mulai dari penghitungan tunjangan,
uang lembur, pajak penghasilan sampai dengan pembuatan laporan
absensi, gaji, dan SPT PPh 21 untuk karyawan dan direktur. Dengan
sistem ini diharapkan dapat mempermudah dalam pengaksesan dan
pencarian data dan informasi, mempermudah proses penghitungan,
memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, menghemat tenaga
dan waktu sehingga para pelaksana tidak terbebani dengan pekerjaannya,
terutama dalam proses penghitungan gaji dan pembuatan laporan.


a. Metode Pengembangan yang Digunakan
Metode pengembangan yang digunakan untuk dapat
mengatasi permasalahan yang ada pada sistem penggajian
karyawan pada Toserba Vienna Cinere adalah: Mengaplikasikan
Sistem Informasi Penggajian Karyawan
Keuntungan:
1. Data akan lebih terorganisir
2. Proses hitung menghitung menjadi lebih cepat dan tepat.
3. Informasi yang dibutuhkan lebih akurat, detail dan tepat
waktu.
4. Meringankan beban kerja para pekerja di bagian admin &
keuangan, sehingga meningkatkan semangat dan kinerja para
pekerja.
5. Memudahkan untuk membuat laporan laporan.
6. Mempermudah dalam melakukan pengawasan akan data dan
mengendalikan kelancaran sistem.
Kerugian:
1. Membutuhkan perangkat lunak pendukung yang akan di
instalasi pada komputer.
2. Dibutuhkan kapasitas simpanan data yang cukup besar.
3. Dibutuhkan user yang mengerti atau menguasai aplikasi ini.
4. Merencanakan pelatihan untuk program aplikasi yang akan
digunakan untuk bagian yang terlibat dalam sistem informasi
akuntansi penggajian karyawan.


5. Mengadakan evaluasi sistem informasi penggajian karyawan
secara periodik dan menyeluruh.
b. Teknologi yang Digunakan
Teknologi yang digunakan dalam pengembangan sistem
informasi ini adalah dengan pembuatan aplikasi standalone. Hal
tersebut disesuaikan dengan kebutuhan sistem dimana admin dan
user yang menggunakan sistem ini adalah orang yang sama yaitu
bendahara di bagian keuangan. Sistem ini diharapkan mampu
mengatasi permasalahan yang selama ini menjadi hambatan.
c. Pengamanan Aplikasi
Untuk pengamanan aplikasi sebaiknya menggunakan login
untuk admin / user. Admin dapat mengakses dan mengolah
seluruh file yang dipakai dalam sistem.
4.7 Rancangan Logik Sistem Usulan
Pada sistem usulan terdapat beberapa perubahan dari cara
pengoperasian sistem berjalan. Sistem yang semula dilakukan secara
manual akan digantikan dengan sistem yang akan dilakukan secara
terkomputerisasi.
4.7.1 Diagram Alir Data
Diagram alir data digunakan untuk menggambarkan proses
aturan fungsi fungsi yang dilakukan oleh sistem secara
keseluruhan, proses proses dari sistem usulan digambarkan
secara logika dengan menggunakan alir data. Gambaran umum
dari sistem usulan ini dapat dilihat sebagai berikut :


a. Diagram Konteks Sistem Usulan

Gambar 4.4
Diagram Konteks Sistem Usulan























b. Diagram Nol (0) Sistem Usulan


Gambar 4.5
Diagram Nol (0) Sistem Usulan



c. Diagram Rinci
Diagram rinci menggambarkan proses secara detail
dari tahap proses yang ada dalam diagram nol. Diagram
rinci dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih
detail.


Gambar 4.6
Diagram Rinci Proses Rekam Data


P.5.1
Hitung Gaji
Bruto
P.5.2
Hitung PPh
P.5.3
Hiutng
Potongan
P.5.4
Hitung Gaji
Bersih
P.5.5
Cetak Slip Gaji
Tunjangan
Lembur
Gaji
Karyawan
PTKP
PKP
Dt_karyawan
Dt_tun
Dt_uang_lembur
Dt_gaji_bruto
Dt_pkp
Dt_ptkp
Dt_gaji_bruto
PPh Dt_pph
Dt_ga_pok
Dt_karyawan
Potongan
Dt_pot
Dt_gaji_bruto
Dt_pot
Dt_karyawan
Gaji Gaji_net
Dt_gaji Karyawan Slip gaji

Gambar 4.7
Diagram Rinci Proses Pembayaran Gaji



Gambar 4.8
Diagram Rinci Proses Laporan

4.7.2 Kamus Data
Kamus Data atau Data Dictionary atau disebut juga
dengan istilah system data dictionary adalah katalog fakta tentang
data dan kebutuhan informasi. Dengan menggunakan kamus data
analisa sistem dapat mendefinisikan aliran data yang ada di sistem
dengan lengkap. Kamus data dibuat pada tahap analisis sistem dan
digunakan dengan baik pada tahap analisis maupun tahap
perancangan sistem. Pada tahap analisis, kamus data dapat
digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan
pemakai sistem tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai,
sedangkan pada tahap perancangan database, kamus data dibuat
berdasarkan arus data yang ada di dalam diagram alir data.
Adapun hal yang harus dimuat dalam kamus data adalah sebagai
berikut :


a. Arus Data
Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data
dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukan arus data yang
dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses, sistem
arus data diberi simbol tanda panah.
1. Dokumen Masukkan
a) User
Maksud : Untuk verifikasi data agar
dapat login dan
mendapatkan hak akses
Sumber : Pesonalia
Struktur Data : Username + Password +
Jabatan
b) Data Karyawan
Maksud : Rekam data karyawan
Sumber : Personalia
Struktur Data : nik + nama + jabatan +
departemen + jen_kel + ttl
+ pendidikan + tgl_masuk
+ tgl_berhenti +
status_kawin + alamat +
kd_pos + telp + npwp





c) Absensi
Maksud : Merekam data absensi
karyawan
Sumber : Personalia
Struktur Data : tanggal + nik + nama +
jabatan + departemen +
hari_kerja + cuti + ijin +
sakit + alpha
d) Lembur
Maksud : Merekam data lembur dan
uang lembur karyawan
Sumber : Personalia
Struktur Data : tanggal + nik + nama +
jabatan + departemen +
lembur_hr_kerja +
lembur_hr_libur + tarif
lembur +
total_uang_lembur
2. Dokumen Keluaran
a) Laporan Absensi
Maksud : Laporan data absensi
karyawan
Sumber : Sistem
Distribusi : Direktur


Struktur Data : tanggal + nik + nama +
jabatan + departemen +
hari_kerja + cuti + ijin +
sakit + alpha
b) Laporan Gaji
Maksud : Laporan gaji karyawan
Sumber : Sistem
Distribusi : Direktur
Struktur Data : tanggal + nik + nama +
jabatan + departemen +
npwp + ga_pok +
total_tunjangan +
total_uang_lembur +
gaji_bruto +
total_potongan +
gaji_netto
c) SPT PPh 21
Maksud : laporan rinci pembayaran
pajak penghasilan karyawan
Sumber : Sistem
Distribusi : Direktur, Karyawan
Struktur Data : tanggal + nik + nama +
jabatan + departemen +
npwp + status_kawin +


gaji_bruto +
gaji_bruto_setahun +
biaya_jab +
gaji_netto_setahun +
total_ptkp + total_pkp +
tarif 5 % + tarif 15 % +
pph_setahun +
pph_sebulan
d) Slip Gaji
Maksud : laporan rinci pembayaran
pajak penghasilan karyawan
Sumber : Sistem
Distribusi : Direktur, Karyawan
Struktur Data : tanggal + nik + nama +
jabatan + departemen +
npwp + ga_pok +
total_tunjangan +
total_uang_lembur +
gaji_bruto +
total_potongan +
gaji_netto





b. Penyimpanan Data
Simpanan data merupakan simpanan data yang
dapat berupa file atau basis data didalam sistem komputer.
Simpanan data pada diagram arus data dapat disimbolkan
dengan garis horizontal pararel.
a) User
Fungsi : Menyimpan data user untuk login
ke sistem
Struktur Data : Username + Password + Jabatan
b) Data Karyawan
Fungsi : Menyimpan data rekap karyawan
Struktur Data : nik + nama + jabatan + departemen
+ jen_kel + ttl + pendidikan
+ tgl_masuk + tgl_berhenti +
status_kawin + alamat + kd_pos +
telp + npwp
c) Absensi
Fungsi : Menyimpan data absensi
Struktur Data : tanggal + nik + nama + jabatan +
departemen + hari_kerja + cuti +
ijin + sakit + alpha





d) Lembur
Fungsi : Menyimpan data lembur dan uang
lembur
Struktur Data : tanggal + nik + nama + jabatan +
departemen + lembur_hr_kerja +
lembur_hr_libur + tarif lembur +
total_uang_lembur
e) Daftar Tunjangan
Fungsi : Menyimpan data daftar tunjangan
karyawan
Struktur Data : jabatan + tun_jab + tun_mkn +
tun_transport
f) Tunjangan Karyawan
Fungsi : Meyimpan data rekap tunjangan
Struktur Data : tanggal + nik + nama + jabatan +
departemen + hari_kerja +
total_tun_jab + total_tun_mkn +
total_tun_transport +
total_tunjangan
g) PTKP
Fungsi : Menyimpan data PTKP
Struktur Data : kd_ptkp + status_kawin +
jmlh_ptkp



h) PKP
Fungsi : Menyimpan data tarif PPh 21
Struktur Data : kd_pkp + batas_pkp + tarif
i) Gaji Karyawan
Fungsi : Menyimpan data gaji
Struktur Data : tanggal + nik + nama + jabatan +
departemen + npwp + ga_pok +
total_tunjangan +
total_uang_lembur + gaji_bruto +
total_potongan + gaji_netto
j) PPh 21
Fungsi : Menyimpan data rekap PPh 21
Struktur Data : tanggal + nik + nama + jabatan +
departemen + npwp +
status_kawin + gaji_bruto +
gaji_bruto_setahun + biaya_jab +
gaji_netto_setahun + total_ptkp +
total_pkp + tarif 5 % + tarif 15 %
+ pph_setahun + pph_sebulan
k) Potongan
Fungsi : Menyimpan data rekap PPh 21
Struktur Data : tanggal + nik + jabatan +
departemen + potongan_asuransi +


potongan_pinjaman + pph_sebulan
+ total_potongan
c. Uraian Proses
Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang,
mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke
dalam penghasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran
(Yourdan dan DeMarco). Adapun uraian proses yang terdapat
pada sistem usulan adalah sebagai berikut :
1) Nama Proses : Login
Penjelasan : berfungsi untuk memberikan akses
kepada user sesuai dengan hak
aksesnya. Jika data login sesuai
dengan data file user maka sistem
akan memberikan konfirmasi bahwa
login berhasil dan hak akses di
berikan
Sumber : Personalia
2) Nama Proses : Rekam Data
Penjelasan : berfungsi untuk merekam data
karyawan, absensi dan lembur yang
akan disimpan ke dalam file karyawan,
absensi, dan lembur. Data tersebut
merupakan data masukkan dalam
proses penggajian
Sumber : Personalia


3) Nama Proses : Hitung Uang Lembur
Penjelasan : berfungsi untuk mengetahui jumlah
uang lembur yang diterima karyawan
selama sebulan. Data diambil dari file
karyawan dan file absensi, dihitung
berdasarkan jumlah indeks lembur
selama sebulan dan tarif lembur. Hasil
disimpan ke file lembur.
Sumber : Sistem
4) Nama Proses : Hitung Tunjangan
Penjelasan : berfungsi untuk mengetahui jumlah
tunjangan yang diterima karyawan per
bulan. Data diambil dari file jabatan
dan file absensi. Hasil disimpan ke
dalam file tunjangan.
Sumber : Sistem
5) Nama Proses : Pembayaran Gaji
Penjelasan : berfungsi untuk mengetahui jumlah
gaji bersih yang diterima karaywan
setiap bulannya dan untuk mencetak
slip gaji. Data diambil dari file
karaywan, lembur, tunjangan, PPh
dan potongan. Hasilnya akan
disimpan ke dalam file gaji.
Sumber : Sistem

6) Nama Proses : Laporan


Penjelasan : membuat laporan antara lain, laporan
gaji, absensi dan SPT Tahunan PPh
21. Data diambil dari file absensi, gaji
dan PPh. Laporan gaji dan absensi
diberikan kepada Direktur, sedangkan
SPT Tahunan PPh 21 diberikan
kepada Direktur dan Karyawan.
Sumber : Sistem
4.7.3 Normalisasi Data
Normalisasi adalah suatu teknik untuk mendapatkan satu
himpunan (set) tabel yang ternormalisasi dan memenuhi aturan
aturan yang berlaku dalam basis data model relasional. Tujuan dari
normalisasi adalah untuk menghilangkan kerangkapan data,
mengurangi kompleksitas dan mempermudah pemuktahiran data.













a. UNF (Unnormalized Form)
Terdapat satu atau lebih atribut yang menampung
banyak nilai atau informasi berulang (repeating group)
Tabel 4.2 Bentuk UNF
UNF
Username + Password + Jabatan + { nik + nama + jabatan +
departemen + jen_kel + ttl + pendidikan + tgl_masuk +
tgl_berhenti + status_kawin + alamat + kd_pos + telp + npwp} +
tanggal + nik + nama + jabatan + departemen + hari_kerja + cuti
+ ijin + sakit + alpha + tanggal + nik + nama + jabatan +
departemen + lembur_hr_kerja + lembur_hr_libur + tarif lembur
+ total_uang_lembur + jabatan + tun_jab + tun_mkn +
tun_transport + tanggal + nik + nama + jabatan + departemen +
hari_kerja + total_tun_jab + total_tun_mkn + total_tun_transport
+ total_tunjangan + kd_ptkp + status_kawin + jmlh_ptkp +
kd_pkp + batas_pkp + tarif + tanggal + nik + nama + jabatan +
departemen + npwp + ga_pok + total_tunjangan +
total_uang_lembur + gaji_bruto + total_potongan + gaji_netto +
tanggal + nik + nama + jabatan + departemen + npwp +
status_kawin + gaji_bruto + gaji_bruto_setahun + biaya_jab +
gaji_netto_setahun + total_ptkp + total_pkp + tarif 5 % + tarif 15
% + pph_setahun + pph_sebulan + tanggal + nik + jabatan +
departemen + potongan_asuransi + potongan_pinjaman +
pph_sebulan + total_potongan
















b. 1NF (First Normal Form)
Sebuah tabel dikatakan berada pada bentuk normal
pertama (1NF) apabila semua atribut tabel bersangkutan
bernilai tunggal (atomik), hal tersebut dicapai dengan cara
menghilangkan unsur pengulangan (repeating).
Mengandung ketergantungan parsial ( partial dependency)
yaitu atribut bukan kunci (minimal satu) tergantung hanya
pada sebagian atribut kunci primer.
Tabel 4.3 Bentuk 1NF
1
st
NF
Username + Password + Jabatan + (PK) nik + nama + jabatan +
departemen + jen_kel + ttl + pendidikan + tgl_masuk +
tgl_berhenti + status_kawin + alamat + kd_pos + telp + npwp +
tanggal + nik + nama + jabatan + departemen + hari_kerja + cuti
+ ijin + sakit + alpha + tanggal + nik + nama + jabatan +
departemen + lembur_hr_kerja + lembur_hr_libur + tarif_lembur
+ total_uang_lembur + jabatan + tun_jab + tun_mkn +
tun_transport + tanggal + nik + nama + jabatan + departemen +
hari_kerja + total_tun_jab + total_tun_mkn + total_tun_transport
+ total_tunjangan + kd_ptkp + status_kawin + jmlh_ptkp +
kd_pkp + batas_pkp + tarif + tanggal + nik + nama + jabatan +
departemen + npwp + ga_pok + total_tunjangan +
total_uang_lembur + gaji_bruto + total_potongan + gaji_netto +
tanggal + nik + nama + jabatan + departemen + npwp +
status_kawin + gaji_bruto + gaji_bruto_setahun + biaya_jab +
gaji_netto_setahun + total_ptkp + total_pkp + tarif 5 % + tarif 15
% + pph_setahun + pph_sebulan + tanggal + nik + jabatan +
departemen + potongan_asuransi + potongan_pinjaman +
pph_sebulan + total_potongan







c. 2NF (Second Normal Form)
Suatu tabel telah mencapai tingkat normal kedua
(2NF) jika semua atribut bukan kunci (non key attributes)
tabel bersangkutan tergantung sepenuhnya pada kunci
primer (primary key). Mengandung ketergantungan
transitif (transitive dependency) yaitu atribut non key
bergantung kepada atribut non key
Tabel 4.4 Bentuk 2NF
2
nd
NF
User (PK) username + password + jabatan
Karyawan (PK) nik + nama + jabatan + departemen + jen_kel +
ttl + pendidikan + tgl_masuk + tgl_berhenti +
status_kawin + alamat + kd_pos + telp + npwp

Absen (PK) kd_absen + (FK) nik + nama + jabatan +
departemen + hari_kerja + cuti + ijin + sakit + alpha
Lembur (PK) kd_lembur + (FK) nik + nama + jabatan +
departemen + lembur_hr_kerja + lembur_hr_libur +
tarif lembur + total_uang_lembur
Jabatan jabatan + tun_jab + tun_mkn + tun_transport
Tunjangan (PK) kd_tun + (FK) nik + nama + jabatan +
departemen + hari_kerja + total_tun_jab +
total_tun_mkn + total_tun_transport + total_tunjangan
PTKP (PK) kd_ptkp + (FK) nik + jmlh_ptkp
PKP (PK) kd_pkp + batas_pkp + tarif
Gaji (PK) kd_gaji + (FK) nik + nama + jabatan +
departemen + npwp + ga_pok + total_tunjangan +
total_uang_lembur + gaji_bruto + total_potongan +
gaji_netto
PPh (PK) kd_pph + (FK) nik + nama + jabatan +
departemen + npwp + status_kawin + gaji_bruto +
gaji_bruto_setahun + biaya_jab + gaji_netto_setahun
+ total_ptkp + total_pkp + tarif 5 % + tarif 15 % +
pph_setahun + pph_sebulan
Potongan (PK) kd_potong + (FK) nik + jabatan + departemen +
potongan_asuransi + potongan_pinjaman +
pph_sebulan + total_potongan




d. 3NF (Third Normal Form)
Mengandung ketergantungan transitif (transitive
dependency) yaitu atribut non key bergantung kepada
atribut non ke
Tabel 4.5 Bentuk 3NF
3
rd
NF
User (PK) username + password + (FK) kd_jab
Karyawan (PK) nik + nama + (FK) kd_jab + (FK) kd_dep +
jen_kel + ttl + pendidikan + tgl_msk + tgl_berhenti
+ status_kawin + alamat + (FK) kd_pos + telp +
npwp
Absen (PK) kd_absen + (FK) nik + hari_kerja + cuti + ijin
+ sakit + alpha
Lembur (PK) kd_lembur + (FK) nik + lembur_hr_kerja +
lembur_hr_libur + tarif lembur + total_uang_lembur
Jabatan (PK) kd_jab + nama_jab + tun_jab + tun_mkn +
tun_transport
Tunjangan (PK) kd_tun + (FK) kd_jab + (FK) kd_absen +
total_tun_jab + total_tun_mkn + total_tun_transport
+ total_tunjangan
PTKP (PK) kd_ptkp + (FK) nik + jmlh_ptkp
PKP (PK) kd_pkp + batas_pkp + tarif
Gaji (PK) kd_gaji + (FK) nik + (FK) kd_tun + (FK)
kd_lembur + (FK) kd_potong + ga_pok + gaji_bruto
+ gaji_netto
PPh (PK) kd_pph + (FK) nik + (FK) kd_gaji + (FK)
kd_ptkp + (FK) kd_pkp + gaji_bruto_setahun +
biaya_jabatan + gaji_netto_setahun + total_ptkp +
total_pkp + tarif 5 % + tarif 15 % + pph_setahun +
pph_sebulan
Potongan (PK) kd_potong + (FK) nik + (FK) kd_pph +
potongan_asuransi + potongan_pinjaman +
total_potongan
Departemen (PK) kd_dep + nama_dep
Pos (PK) kd_pos + kota +kecamatan + kelurahan











4.7.4 Entity Relationship Diagram


Gambar 4.9
Diagram Hubungan Entitas












4.8 Rancangan Fisik
4.8.1 Bagan Pengolahan Terstruktur


Gambar 4.10
Bagan Pengolahan Terstruktur










4.8.2 Rancangan Program
Rancangan program ini dibuat berdasarkan Diagram Alir
Data (DAD) dan bagan pengelolaan terstruktur menu
pengoprasian. Rancangn program ini dibuat untuk memberikan
kemudahan dalam membuat tampilan pada aplikasi yang akan
dibuat.
1. Spek Rancangan Program
Menu Utama Front End
a) Login User
b) Menu User Personalia
c) Menu User Keuangan
d) Menu User Direktur














2. Struktur Menu Pengoperasian
Menu Front End


Gambar 4.11
Struktur Menu Front End

4.8.3 Rancangan Kode
Dalam sistem usulan ini dijumpai data yang disimpan
dalam bentuk kode. Kode kode tersebut dibuat dengan tujuan :
1. Memudahkan didalam perekaman data dan mengurangi
kesalahan data
2. Menyederhanakan data dan mengamankan data.
Adapun rancangan kode yang terdapat pada sistem usulan
yaitu :



1. Username
Nama Elemen : Username
Panjang : 6 digit
Tipe Data : Karakter
Struktur : XXX XXX
Keterangan : 3 digit pertama menunjukkan kode jabatan
3 digit terakhir nomor acak yang dipilih
oleh user
Contoh : dir123
2. Kode Jabatan
Nama Elemen : kd_jab
Panjang : 3 digit
Tipe Data : Karakter
Struktur : XXX
Keterangan : 3 digit pertama merupakan kependekan
dari nama jabatan
Contoh : DIR (Direktur)
3. Kode Departemen
Nama Elemen : kd_dep
Panjang : 3 digit
Tipe Data : Karakter
Struktur : XXX
Keterangan : 3 digit pertama merupakan kependekaan
dari nama departemen


Contoh : PER (Personalia)
4. Kode PPh
Nama Elemen : kd_pph
Panjang : 9 digit
Tipe Data : Karakter
Struktur : XXX XX XX XX
Keterangan : 3 digit pertama menunjukkan kode pph
2 digit kedua menunjukkan bulan
2 digit ketiga menunjukkan tahun
2 digit keempat menunjukkan nomer urut
Contoh : pph021001
5. Kode Tunjangan
Nama Elemen : kd_tun
Panjang : 9 digit
Tipe Data : Karakter
Struktur : XXX XX XX XX
Keterangan : 3 digit pertama menunjukkan kode
tunjangan
2 digit kedua menunjukkan bulan
2 digit ketiga menunjukkan tahun
2 digit keempat menujukkan nomer urut
Contoh : kdj011002




6. Kode Absen
Nama Elemen : kd_absen
Panjang : 9 digit
Tipe Data : Karakter
Struktur : XXX XX XX XX
Keterangan : 3 digit pertama menunjukkan kode
absen
2 digit kedua menunjukkan bulan
2 digit ketiga menunjukkan tahun
2 digit keempat menujukkan nomer urut
Contoh : kda031003
7. Kode Lembur
Nama Elemen : kd_lembur
Panjang : 9 digit
Tipe Data : Karakter
Struktur : XXX XX XX XX
Keterangan : 3 digit pertama menunjukkan kode
lembur
2 digit kedua menunjukkan bulan
2 digit ketiga menunjukkan tahun
2 digit keempat menujukkan nomer urut
Contoh : kdl031103




8. Kode Potongan
Nama Elemen : kd_potong
Panjang : 9 digit
Tipe Data : Karakter
Struktur : XXX XX XX XX
Keterangan : 3 digit pertama menunjukkan kode
potongan
2 digit kedua menunjukkan bulan
2 digit ketiga menunjukkan tahun
2 digit keempat menujukkan nomer urut
Contoh : kdp031003
9. Kode Gaji
Nama Elemen : kd_gaji
Panjang : 9 digit
Tipe Data : Karakter
Struktur : XXX XX XX XX
Keterangan : 3 digit pertama menunjukkan kode
gaji
2 digit kedua menunjukkan bulan
2 digit ketiga menunjukkan tahun
2 digit keempat menujukkan nomer urut
Contoh : kdg031109




4.8.4 Rancangan Data
File file yang digunakan dalam proses penggajian
karyawan adalah seperti yang dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 4.6 Rancangan Data
No Nama File Organisasi Record Key Media Bentuk
1 User Index (PK) username Server
database
Lampiran E-1
2 Karyawan Index (PK) nik Server
database
Lampiran E-2
3 Absensi Index (PK) kd_absen Server
database
Lampiran E-3
4 Lembur Index (PK)kd_lembur Server
database
Lampiran E-4
5 Jabatan Index (PK) kd_jab Server
database
Lampiran E-5
6 Tunjangan Index (PK) kd_tun Server
database
Lampiran E-6
7 PTKP Index (PK) kd_ptkp Server
database
Lampiran E-7
8 PKP Index (PK) kd_pkp Server
database
Lampiran E-8
9 Gaji Index (PK) kd_gaji Server
database
Lampiran E-9
10 PPh Index (PK) kd_pph Server
database
Lampiran E-10
11 Potongan Index (PK)
kd_potong
Server
database
Lampiran E-11
12 Departemen Index (PK) kd_dep Server
database
Lampiran E-12
13 Pos Index (PK) kd_pos Server
database
Lampiran E-13









4.8.5 Rancangan Masukkan
Rancangan masukan adalah form pengisian dimana data
data diinput kemudian di proses. Rancangan masukan yang
diusulkan adalah sebagai berikut :
Tabel 4.7 Rancangan Keluaran
No Nama Form Fungsi Bentuk
1 Form Login Untuk Login User agar mendapatkan
hak akses
Lampiran
C-1
2 Form Karyawan Untuk merekam data rekap karyawan Lampiran
C-2
3 Form Absensi Untuk merekam data rekap absensi Lampiran
C-3
4 Form Lembur Untuk menghitung dan menyimpan
data uang lembur
Lampiran
C-4
5 Form Gaji Untuk menghitung dan menyimpan
data gaji
Lampiran
C-5
6 Form PPh 21 Untuk menghitung dan menyimpan
data PPh 21
Lampiran
C-6

4.8.6 Rancangan Keluaran
Rancangan keluaran adalah informasi dari hasil data
masukan. Rancangan keluaran yang terdapat pada sistem usulan
adalah sebagai berikut :
Tabel 4.8 Rancangan Keluaran
No Nama Keluaran Deskripsi Distribusi Bentuk
1 Slip Gaji bukti pembayaran gaji Karyawan Lampiran
D-1
2 Laporan Absensi Laporan absensi Direktur Lampiran
D-2
3 Laporan Gaji Laporan gaji Direktur Lampiran
D-3
4 SPT PPh 21
Tahunan
Laporan pajak penghasilan Direktur,
Karyawan
Lampiran
D-4




BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Tujuan dan Sasaran
Setelah menganalisa sistem penggajian yang berjalan pada bagian
keuangan Toserba Vienna maka untuk menunjang kecepatan dan
ketepatan proses penggajian karyawan diperlukan sistem yang cepat,
tepat, dan akurat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Pada
bab ini penulis akan merancang suatu sistem guna menjawab
permasalahan tersebut dimana sistem yang dikembangkan adalah sistem
informasi penggajian karyawan dengan database yang baik dan ditunjang
oleh perangkat komputer yang memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan
sehingga memberi kemudahan dalam menyajikan informasi secara cepat
dan tepat untuk perkembangan di masa sekarang dan akan datang.
Tujuan dari pengembangan sistem ini adalah untuk mengatasi
masalah yang ada pada sistem yang sedang berjalan. Dengan adanya
sistem usulan ini diharapkan akan dapat membantu kebutuhan
penggunaan dalam hal :
1. Memperbaiki prosedur dalam sistem informasi penggajian karyawan,
khususnya dalam prosedur penghitungan gaji dan pembuatan laporan
gaji.
2. Meningkatkan keakuratan data, kecepatan, ketepatan, dan ketelitian
dalam penyajian informasi yang dibutuhkan
3. Penghematan waktu dengan akurasi yang tinggi


4. Mempercepat dan mempermudah dalam pengontrolan dokumen
masukan dan keluaran
5. Meningkatkan pengolahan laporan laporan.
Sasaran yang ingin dicapai dalam sistem usulan ini adalah :
1. Merancang sistem informasi penggajian karyawan sehingga dapat
membantu dalam proses pengambilan keputusan.
2. Merancang sebuah database yang dapat menyimpan data dengan
dengan keamanan yang cukup baik dan terorganisir.
3. Memudahkan dalam mendapatkan data dan informasi dengan cepat,
akurat serta up to date.
4. Memudahkan dan mempercepat proses penghitungan.
5. Memudahkan dalam membuat laporan laporan.
5.2 Konfigurasi Sistem Usulan
Konfigurasi komputer ini menunjukkan spesifikasi yang minimal
harus dipenuhi untuk menerapkan sistem yang diusulkan supaya berjalan
efektif dan efisien. Adapun spesifikasi yang dibutuhkan adalah sebagai
berikut :
1. Spesifikasi Perangkat Keras
a. Komputer Server Database
CPU : Intel Core
TM
2 Duo, 2,8 GHz
RAM : DDR2 2 GB
HDD : 250 GB, 7200 RPM
DVD RW : Speed 6x DVD RW Drive
Keyboard : 104 keys


Mouse : USB optical mouse
Monitor : LCD, 17 Inch
Printer : HP Deskjet F2476
Speaker : 2.1 multimedia speaker system
b. Komputer Client
CPU : Intel Core
TM
2 Duo, 2,2 GHz
RAM : DDR2 1 GB
HDD : 120 GB, 7200 RPM
DVD RW : Speed 6x DVD RW Drive
Keyboard : 104 keys
Mouse : USB optical mouse
Monitor : LCD, 17 Inch
Speaker : 2.1 multimedia speaker system
2. Spesifikasi Perangkat Lunak
a. Perangkat Lunak Server
Sistem Operasi : Windows Server 2005
Database : Microsoft Visual FoxPro 9.0
Office : Microsoft Office 2007
Programming : Microsoft Visual FoxPro 9.0
Anti-Virus :
b. Perangkat Lunak Client
Sistem Operasi : Windows 7 Ultimate
Office : Microsoft Office 2007
Browser : Mozilla Firefox Version 3.6.12


Anti-Virus :
3. Spesifikasi Perangkat jaringan
Hub : D-Link 24 Port
Kabel : UTP Cat 5, terminal RJ-45
4. Konfigurasi Sistem Jaringan
Sistem informasi penggajian karyawan menggunakan LAN
(Local Area Network). LAN ini sistem pengolahannya hanya
dilakukan di workstation, jadi LAN yang digunakan untuk sistem
penggajian karyawan pada Toserba Vienna ini hanya terbatas pada
gedung dari Toserba Vienna saja. LAN ini bermula dari beberapa
komputer mikro yang saling berhubungan dan dikaitkan pula
dengan alat alat bantu seperti printer, scanner, dan lainnya
dengan tujuan untuk berbagai pemakaian data, aplikasi dan
resource pada lingkungan tertentu.


Gambar 5.1
Konfigurasi Sistem Jaringan Intranet


5.3 Keamanan
Untuk mendukung kelancaran semua kegiatan diatas maka
diperlukan suatu sistem keamanan komputer, yang mana sistem ini dibuat
sebagai antisipasi dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor lainnya.
Keamanan yang dibuat antara lain :
1. Perangkat Keras
Menggunakan Uninteruptible Power Supply (UPS),
merupakan sistem penyedia daya listrik yang sangat penting
dan diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari
kegagalan daya serta kerusakan sistem dan hardware.
Menggunakan Stabilizer, alat ini juga penting untuk
menstabilkan arus listrik yang berlebihan atau kurang. Jika hal
ini dapat merusak hardware
2. Perangkat Lunak
Menggunakan Username pada proses login (password). Agar
tidak bisa diakses oleh semua orang. Maka, digunakan
prosedur login untuk mengatasi pengaksesan data oleh orang
yang tidak berwenang, yang bisa mengakibatkan perubahan
data yang tidak diinginkan.
5.4 Implementasi
Rencana implementasi sistem adalah suatu rencana kerja yang
menjelaskan sesuatu tentang penerapan sistem secara keseluruhan.
Rencana implementasi sistem ini juga merupakan tahapan lanjutan dari
perancangan sistem. Tujuannya untuk mewujudkan sustu sistem yang


diusulkan dan menilai apakah sistem yang diusulkan layak atau tidak
untuk dibuat.
1. Uraian Kegiatan
Adapun tahapan-tahapan dalam kegiatan implementasi
adalah :
a. Pembuatan Program dan Tes Program
1. Perkiraan waktu rata-rata pembuatan 1 modul program
adalah 3 hari
2. Tim pengembang 1 orang
3. Banyaknya modul yang harus dibuat 10 modul
Jadi waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan program
adalah :
Waktu = jml modul program x lama waktu
Jml programer
Waktu = 10 x 3 hari
1
= 30 hari
= 1 Bulan
b. Pembuatan Buku Petunjuk
Maksud dari pembuatan buku petunjuk ini adalah untuk
membantu user dalam melaksanakan sistem informasi
penggajian karyawan. Buku petunjuk pengoperasian ini secara
garis besar menjelaskan tentang prosedur-prosedur yang
digunakan dalam pelaksanaan sistem secara keseluruhan seperti
petunjuk pengisian form, petunjuk pengoperasian sistem dan


prosedur pembuatan laporan.Waktu yang dibutuhkan sekitar
1 minggu.
c. Pelatihan Personal
Kegiatan ini dilakukan untuk melatih personil yang akan
mengoperasikan sistem. Latihan tersebut dibutuhkan sebagai
langkah perkenalan terhadap sistem baru, sehingga diharapkan
pengoperasian sistem yang baru dapat berjalan dengan baik.
Perkiraan waktu yang dibutuhkan adalah 1 minggu.
d. Pengumpulan Data
Pengumpulan data disini yaitu menyiapkan data
masukan awal yang akan direkam ke media komputer pada
sistem informasi penggajian karyawan
e. Perekaman Data
Kegiatan ini adalah penyiapan awal yang diperlukan
dalam pengolahan sistem baru, dilakukan dengan tujuan untuk
mengumpulkan dan mengelompokkan data berdasarkan
kebutuhannya. Kemudian direkam sebagai data pemasukan data
awal, kegiatan ini dijadwalkan 2 minggu.
f. Tes Sistem
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh
mana sistem telah berfungsi secara keseluruhan dengan baik,
benar dan terintergrasi secara benar terhadap bagian-bagian
lain, dimana sistem telah dapat menangani semua masukkan
yang diterima dan menghasilkan keluaran sesuai dengan yang
diinginkan, perkiraan waktu yang dibutuhkan 2 minggu.



g. Peralihan Sistem
Peralihan sistem adalah suatu upaya mempersiapkan
sistem agar diimplementasikan dimana sistem yang lama akan
digantikan dengan sistem yang baru.
h. Pengoperasian Sistem
Jika peralatan baru akan dimiliki maka tempat dan ruang
untuk menempatkan peralatan ini pun perlu dipersiapkan
terlebih dahulu keamanan fisik dari tempat itu, dan ini perlu
dipertimbangkan. Hal ini juga perlu diperhatikan adalah
peletakan peralatan sehingga semua peralatan harus
dijangkau secara efektif.
2. Jadwal Implementasi









Tabel 5.1
Jadwal Implementasi


BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dari bab bab sebelumnya yang telah
membahas secara rinci segala permasalahan yang dihadapi oleh sistem
berjalan dan bagaimana cara pemecahannya, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa dengan membuat sistem informasi ini, pengguna
dapat memproses dan memperoleh informasi lebih cepat, tepat dan efisien
sehingga mutu pelayanan dan informasi dari sistem penggajian ini dapat
ditingkatkan. Maka sesuai dengan tuntutan pengembangan pada Sistem
Penggajian Karyawan di Toserba Vienna yang semakin baik, dan
mencapai tujuan yang sesuai dengan yang diharapkan perlu dilakukan
suatu penanganan kegiatan pemrosesan sistem penggajian karyawan.
Sudah saatnya dibutuhkan suatu sistem manajemen yang baik terutama
pada pemrosesan dan penyajian informasi yang cepat, tepat dan benar.
Kecepatan dan ketepatan dalam penyajian keputusan.
Dalam penelitian ini, tahap-tahap dari SDLC yang digunakan
adalah analisa kebutuhan sistem dan informasi, desain konseptual, dan
desain fisik.
1. Analisa Kebutuhan Sistem dan Informasi
Dari analisa terhadap sistem berjalan ditemukan beberapa
kekurangan, seperti :


a. Informasi yang dibutuhkan tidak dapat tersedia secara
cepat dan tepat.
b. Tidak ada media penyimpanan data yang terintegrasi,
sehingga menyulitkan pencarian data.
c. Rentannya keamanan data.
d. Sistem belum dapat menghasilkan laporan karyawan dan
absensi
Dari hasil wawancara dengan pihak Keuangan perusahaan,
maka dapat ditentukan kebutuhan sistem dan informasi sebagai
berikut :
a. Tersedianya informasi secara cepat dan tepat, sehingga
dapat mempercepat dan mengurangi kesalahan pada proses
kinerja perusahaan.
b. Pembuatan laporan secara cepat dan akurat sehingga dapat
menunjang proses evaluasi
c. Tersedianya sarana input data yang memadai untuk
menghasilkan laporan yang akurat.
d. Diperlukan perubahan pada beberapa prosedur yang
sekarang diterapkan untuk menerapkan sistem informasi
penggajian yang terkomputerisasi.
2. Pada tahap desain konseptual, hal yang dilakukan adalah membuat
diagram arus data atas proses penggajian karyawan. Dalam
penelitian ini proses penggajian karyawan dibagi menjadi 6


prosedur, yaitu login, rekam data, rekap uang lembur, rekap
tunjangan, rekap gaji, dan laporan.
3. Pada tahap desain fisik, hal yang dilakukan adalah mendesain
output, database, input, dan pengendalian input. Dari desain output
dihasilkan laporan karyawan, absensi, gaji, dan formulir SPT PPh
21 Tahunan. Dari desain database dihasilkan tabel-tabel yang
nantinya akan digunakan untuk menyimpan dan mengolah data.
Dari desain input dihasilkan form login, input rekap karyawan,
input rekap absensi, hitung uang lembur, hitung gaji dan hitung
PPh 21
6.2 Saran
Guna mendukung kelancaran berjalannya sistem yang diusulkan
sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan, maka diperlukan:
1. Peningkatan disiplin kerja
Disiplin diri dari karyawan sangat membantu terlaksananya
system yang baru ini, karena dengan disiplin diri setiap karyawan,
maka system ini dapat berjalan dengan baik.
2. Peningkatan pemeliharaan sistem
Semua sistem akan berjalan dengan baik apabila sistem
tersebut dipelihara dan dijaga dengan baik pula. Agar sistem itu
berjalan sebagaimana mestinya maka disarankan agar diadakan
pemerikasaan rutin terhadap pelaksanaan dan pengoperasian,
sehingga bila terjadi kesalahan yang berhubungan dengan sistem
dapat segera diketahui. Upaya untuk menangani kesalahan -


kesalahan tersebut perlu diadakan evakuasi terhadap sistem yang
dioperasikan secara rutin dan teratur, sehingga langkah perbaikan
dan penyempurnaan dapat cepat ditentukan dan dilaksanakan. Dari
hasil evaluasi juga dapat diketahui apakah sistem ini masih dapat
memenuhi kebutuhan akan informasi atau tidak.
3. Studi kelayakan
Studi kelayakan diperlukan untuk mengamati hal-hal yang
dapat menunjang sistem demi tercapainya suatu pendayagunaan
dan pengelolaan data yang optimal.


















DAFTAR PUSTAKA
Chayo, Yosafat, 2008. Membuat Aplikasi Penggajian Karyawan Dengan Microsoft
Visual 8.0, Yogyakarta : Penerbit ANDI
Hartono, Jogiyanto, 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi, Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Jakarta : Penerbit Indeks.
Kristanto, Andri, 2003. Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta : Penerbit
Gava Media
McLeod, Jr, Raymond, 2007. Sistem Informasi Manajemen, Edisi Kesembilan,
Jakarta : Penerbit Indeks.
Tofik, Moch, 2010. Panduan Praktis Membuat Aplikasi Penggajian Dengan Microsoft
Office Excel 2007, Jakarta Selatan : Penerbit Media Kita














Lampiran A-1 Dokumen Data Karyawan




Lampiran A-2 Dokumen Rekap Absensi









Lampiran A-3 Dokumen Data Lembur









Lampiran B-1 Dokumen Laporan Gaji











Lampiran B-2 Dokumen SPT Tahunan PPh 21




Lampiran B-3 Dokumen Slip Gaji



















Lampiran C-1 Form Login

















Lampiran C-2 Form Karyawan












Lampiran C-3 Form Absensi









Lampiran C-4 Form Lembur









Lampiran C-5 Form Gaji












Lampiran C-6 Form PPh









Lampiran D-1 Dokumen Slip Gaji









Lampiran D-2 Dokumen Laporan Absensi











Lampiran D-3 Dokumen Laporan Gaji










Lampiran D-4 Dokumen SPT Tahunan PPh 21



Lampiran E-1 Spesifikasi File User
Tabel User
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 username Nama pilihan
pengguna
varchar 6 Primary key
2 password Kata kunci varchar 6
3 kd_jab Kode jabatan varchar 3 Foreign key















Lampiran E-2 Spesifikasi File Karyawan
Tabel Karyawan
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 nik Nomor induk
karyawan
varchar 9 Primary key
2 kd_jab Kode jabatan varchar 3 Foreign key
3 kd_dep Kode departemen varchar 3 Foreign key
4 kd_pos Kode pos varchar 5 Foreign key
5 nama Nama karyawan varchar 50
6 Jen_kel Jenis kelamin 2
7 Ttl Tempat tanggal
lahir
varchar 50
8 Pendidikan Pendidikan terakhir varchar 20
9 Tgl_msk Tanggal masuk
kerja
Date 8
10 Tgl_berhenti Tanggal berhenti
kerja
date 8
11 Status_kawin Status kawin varchar 2
12 Alamat Alamat karyawan varchar 50
13 Telp Nomer telpon
karyawan
varchar 9
14 npwp Nomer pokok wajib
pajak
varchar 16











Lampiran E-3 Spesifikasi File Absensi
Tabel Absensi
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 kd_absen Kode absensi varchar 9 Primary key
2 nik Nomor induk
karyawan
varchar 9 Foreign key
3 hari_kerja Jumlah absen
hari kerja
varchar 2
4 cuti Jumlah cuti
yang diambil
varchar 2
5 ijin Jumlah ijin varchar 2
6 sakit Jumlah sakit varchar 2
7 alpha Jumlah alpha varchar 2










Lampiran E-4 Spesifikasi File Lembur
Tabel Lembur
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 kd_lembur Kode lembur varchar 9 Primary key
2 nik Nomor induk
karyawan
varchar 9 Foreign key
3 lembur_hr_kerja Jumlah
indeks
lembur pada
hari kerja
varchar 3
4 lembur_hr_libur Jumlah
indeks
lembur pada
haril libur
varchar 3
5 tarif lembur Tarif lembur varchar 8
6 total_uang_lembur Total uang
lembur
diterima
currency 8











Lampiran E-5 Spesifikasi File Jabatan
Tabel Jabatan
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 Kd_jab Kode jabatan Varchar 3 Primary Key
2 Nama_jab Nama jabatan Varchar 10
3 tun_jab Tunjangan
jabatan
Varchar 8
4 tun_mkn Tunjangan
makan
Varchar 8
5 tun_transport Tunjangan
transport
Varchar 8













Lampiran E-6 Spesifikasi File Tunjangan
Tabel Tunjangan
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 kd_tun Kode
tunjangan
Varchar 3 Primary Key
2 kd_jab Kode jabatan Varchar 3 Foreign key
3 kd_absen Kode absen varchar 9 Foreign key
4 total_tun_jab Total
tunjangan
jabatan
currency 8
5 total_tun_mkn Total
tunjangan
makan
currency 8
6 total_tun_transport Total
tunjangan
transport
currency 8
7 total_tunjangan Total
tunjangan
diterima
currency 8










Lampiran E-7 Spesifikasi File PTKP
Tabel PTKP
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 kd_ptkp Kode
penghasilan
tidak kena
pajak
Varchar 4 Primary Key
2 nik Nomor induk
karyawan
varchar 9 Foreign key
3 jmlh_ptkp Jumlah
penghasilan
tidak kena
pajak
Varchar 10













Lampiran E-8 Spesifikasi File PKP
Tabel PKP
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 Kd_pkp Kode
penghasilan
kena pajak
Varchar 4 Primary Key
2 batas_pkp Batas jumlah
penghasilan
kena pajak
Varchar 10
3 tarif Tarif pkp
dalam persen
Varchar 2













Lampiran E-9 Spesifikasi File Gaji
Tabel Gaji
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 kd_gaji Kode gaji Varchar 9 Primary Key
2 nik Nomor induk
karyawan
Varchar 9 Foreign Key
3 kd_tun Kode tunjangan varchar 9 Foreign Key
4 kd_lembur Kode lembur varchar 9 Foreign Key
5 kd_potong Kode potong Varchar 9 Foreign Key
6 ga_pok Gaji pokok Varchar 8
7 gaji_bruto Jumlah Gaji
kotor
Varchar 8
8 gaji_netto Jumlah Gaji
bersih
Varchar 8












Lampiran E-10 Spesifikasi File PPh
Tabel PPh
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 kd_pph Kode pph Varchar 9 Primary Key
2 nik Nomor induk
karyawan
Varchar 9 Foreign Key
3 kd_gaji Kode gaji Varchar 9 Foreign Key
4 kd_ptkp Kode
penghasilan
tidak kena
pajak
Varchar 4 Foreign Key
5 kd_pkp Kode
penghasilan
kena pajak
Varchar 4 Foreign Key
6 gaji_bruto_setahun Jumlah gaji
kotor setahun
Currency 10
7 biaya_jabatan Biaya jabatan Currency 10
8 gaji_netto_setahun Jumlah gaji
netto setahun
Currency 10
9 total_ptkp Total
penghasilan
tidak kena
pajak
Currency 10
10 total_pkp Total
penghasilan
kena pajak
Currency 10
11 tarif 5 % Tarif pkp 5 % Currency 10
12 tarif 15 % Tarif pkp 15% Currency 10
13 pph_setahun Jumlah pph
setahun
Currency 10
14 pph_sebulan Jumlah pph
sebulan
Currency 10






Lampiran E-11 Spesifikasi File Potongan
Tabel Potongan
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 kd_potong Kode potongan Varchar 9 Primary Key
2 nik Nama
departemen
Varchar 9 Foreign Key
3 kd_pph Kode pph Varchar 9 Foreign Key
4 Asuransi Potongan
asuransi
kesehatan
Currency 10
5 Pot_pinjaman Potongan
pinjaman
Currency 10
6 pph_sebulan Potongan pph Currency 10
7 Total_potongan Total potongan Currency 10












Lampiran E-12 Spesifikasi File Departemen
Tabel Departemen
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 Kd_dep Kode departemen Varchar 3 Primary Key
2 Nama_dep Nama departemen Varchar 10















Lampiran E-13 Spesifikasi File Pos
Tabel Pos
No Elemen Data Deskripsi Tipe Panjang Keterangan
1 Kd_pos Kode pos Varchar 5 Primary Key
2 kota Nama kota Varchar 50
3 kecamatan Nama
kecamatan
Varchar 50
4 kelurahan Nama kelurahan Varchar 50














Lampiran F-1 Bagan Terstruktur Proses Login


Buka File User
Do While Not EOF
Do Input
Read Username, Password, Jabatan
End Input
Do Cari
Seek Jabatan
If Found ( )
Tampilkan Hasil Login Sesuai Jabatan
Else
Tampilkan Hasil Login Gagal
End Cari
End While


Lampiran F-2 Bagan Terstruktur Proses Rekam Data


BEGIN
Buka File Karyawan, POS, Jabatan, Departe
Display Form Karyawan
Do While! EOF ( )
Masuk Data Karyawan
While Rekam Data Karyawan ke File Karyawan
End Do
END







Lampiran F-3 Bagan Terstruktur Proses Rekam Data Absensi


BEGIN
Buka File Absensi
Display Form Absensi
Do While! EOF ( )
Masuk Data Absensi
While Rekam Data Absensi ke File Absensi
End Do
END





Lampiran F-4 Bagan Terstruktur Proses Rekam Data Lembur


BEGIN
Buka File Lembur
Display Form Lembur
Do While! EOF ( )
Masuk Data Lembur
While Rekam Data Lemburke File Lembur
End Do
END





Lampiran F-5 Bagan Terstruktur Proses Hitung Uang Lembur


BEGIN
Buka File lembur, absensi
Display Form lembur
Do While! EOF ( )
Hitung Uang Lembur
While Rekam Data Uang Lembur ke File lembur
End Do
END





Lampiran F-6 Bagan Terstruktur Proses Hitung Tunjangan


BEGIN
Buka File tunjangan, jabatan, absen
Display Form Tunjangan
Do While! EOF ( )
Hitung Tunjangan
While Rekam Data Tunjangan ke File Tunjangan
End Do
END