Anda di halaman 1dari 27

RESUME

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


TAHUN 2014

SD KELAS IV







Oleh
ABDUL HOLIK, S.Pd

KELAS IVA

2



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

1.1 RASIONAL PENGEMBANGAN DAN ELEMEN PERUBAHAN
KURIKULUM 2013

A. Latar Belakang Perlunya Pengembangan Kurikulum 2013
Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan
proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut. Kurikulum 2013 dikembangkan
berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta
didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman
yang selalu berubah; (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang
demokratis, bertanggung jawab.
B. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013
Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi,
baik tantangan internal maupun tantangan eksternal.
1. Tantangan Internal
a. Pemenuhan 8 (delapan)Standar Nasional Pendidikan yang meliputi Standar
Pengelolaan, Standar Biaya, Standar Sarana Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, dan Standar Kompetensi
Lulusan.
b. Perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif.
SDM usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi dan keterampilan akan
menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya.
2. Tantangan Eksternal
a. Tantangan masa depan antara lain globalisasi, kemajuan teknologi informasi.
b. Kompetensi masa depan antara lain kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir
jernih dan kritis, kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab,
kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda,
dan memiliki kesiapan untuk bekerja.
c. Persepsi masyarakat antara lain terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban
siswa terlalu berat, kurang bermuatan karakter.
d. Perkembangan pengetahuan dan pedagogi antara lain Neurologi, Psikologi, Observation
based [discovery] learning dan Collaborative learning.
e. Fenomena negatif antara lain perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, dan
kecurangan dalam ujian.
3. Penyempurnaan Pola Pikir
Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila
terjadi pergeseran atau perubahan pola pikir dalam proses pembelajaran sebagai berikut
ini.
a. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa.
b. Dari satu arah menuju interaktif.
c. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring.
d. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki.
e. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata.
f. Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim.

3



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
g. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan.
h. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru.
i. Dari alat tunggal menuju alat multimedia.
j. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif.
k. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan.
l. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak.
m. Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak.
n. Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan.
o. Dari pemikiran faktual menuju kritis.
p. Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan.
C. Karakteristik Kurikulum 2013
Kompetensi untuk Kurikulum 2013 dirancang berikut ini.
1. Isi atau konten kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti (KI)
kelas dan dirinci lebih lanjut dalam Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
2. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam
aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (kognitif dan psikomotor) yang harus dipelajari
peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti adalah
kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran
KD yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran siswa aktif.
3. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu
tema untuk SD/MI, dan untuk mata pelajaran di kelas tertentu untuk SMP/MTS, SMA/MA,
SMK/MAK.
4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di jenjang pendidikan menengah diutamakan pada
ranah sikap sedangkan pada jenjang pendidikan menengah pada kemampuan intelektual
(kemampuan kognitif tinggi).
5. Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris (organizing elements) Kompetensi Dasar yaitu
semua KD dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi dalam
Kompetensi Inti.
6. Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling
memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmata pelajaran dan jenjang
pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
7. Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk satu tema (SD/MI) atau satu kelas
dan satu mata pelajaran (SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK). Dalam silabus tercantum seluruh
KD untuk tema atau mata pelajaran di kelas tersebut.
8. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikembangkan dari setiap KD yang untuk mata
pelajaran dan kelas tersebut.

D. Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran Kurikulum 2013 terdiri atas pembelajaran intrakurikuler dan
pembelajaran ekstrakurikuler.
1. Pembelajaran intrakurikuler didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini.
a. Proses pembelajaran intrakurikuler adalah proses pembelajaran yang berkenaan dengan
mata
b. Proses pembelajaran didasarkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif untuk menguasai
Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti pada tingkat yang memuaskan (excepted).
c. Proses pembelajaran dikembangkan atas dasar karakteristik konten kompetensi yaitu
pengetahuan yang merupakan konten yang bersifat mastery dan diajarkan secara

4



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
langsung (direct teaching), keterampilan kognitif dan psikomotorik adalah konten yang
bersifat developmental yang dapat dilatih (trainable) dan diajarkan secara langsung
(direct teaching), sedangkan sikap adalah konten developmental dan dikembangkan
melalui proses pendidikan yang tidak langsung (indirect teaching).
d. Pembelajaran kompetensi untuk konten yang bersifat developmentaldilaksanakan
berkesinambungan antara satu pertemuan dengan pertemuan lainnyadan saling
memperkuat antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
e. Proses pembelajaran tidak langsung (indirect) terjadi pada setiap kegiatan belajar yang
terjadi di kelas, sekolah, rumah dan masyarakat. Proses pembelajaran tidak langsung
bukan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) karena sikap yang dikembangkan
dalam proses pembelajaran tidak langsung harus tercantum dalam silabus, dan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru.
f. Proses pembelajaran dikembangkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif melalui
kegiatan mengamati (melihat, membaca, mendengar, menyimak), menanya (lisan, tulis),
menganalis (menghubungkan, menentukan keterkaitan, membangun cerita/konsep),
mengkomunikasi-kan (lisan, tulis, gambar, grafik, tabel, chart, dan lain-lain).
g. Pembelajaran remedial dilaksanakan untuk membantu peserta didik menguasai
kompetensi yang masih kurang. Pembelajaran remedial dirancang dan dilaksanakan
berdasarkan kelemahan yang ditemukan berdasarkan analisis hasil tes, ulangan, dan
tugas setiap peserta didik. Pembelajaran remedial dirancang untuk individu, kelompok
atau kelas sesuai dengan hasil analisis jawaban peserta didik.
h. Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan
hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastikan penguasaan
kompetensi pada tingkat memuaskan.
2. Pembelajaran ekstrakurikuler.
Pembelajaran ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan untuk aktivitas yang
dirancang sebagai kegiatan di luar kegiatan pembelajaran terjadwal secara rutin setiap
minggu. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas kegiatan wajib dan pilihan. Pramuka adalah
kegiatan ekstrakurikuler wajib.Kegiatan ekstrakurikuler wajib dinilai yang hasilnya
digunakan sebagai unsur pendukung kegiatan intrakurikuler.


E. Struktur Kurikulum SD/MI
MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR
PER MINGGU
I II III IV V VI
Kelompok A
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 5 6 5 5 5
3. Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7
4. Matematika 5 6 6 6 6 6
5. Ilmu Pengetahuan Alam - - - 3 3 3
6. Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 3 3 3
Kelompok B
1. Seni Budaya dan Prakarya 4 4 4 4 4 4
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 4 4 4 4 4 4
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 30 32 34 36 36 36



5



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Keterangan:
Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah.
Integrasi Kompetensi Dasar IPA dan IPS didasarkan pada keterdekatan makna dari konten
Kompetensi Dasar IPA dan IPS dengan konten Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan yang berlaku untuk kelas I, II, dan III, sedangkan untuk kelas IV, V dan
VI, Kompetensi Dasar IPA dan IPS berdiri sendiri dan kemudian diintegrasikan ke dalam tema-
tema yang ada untuk kelas IV, V dan VI.
Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru
memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi
peserta didik aktif. Proses pembelajaran peserta didik aktif memerlukan waktu yang lebih
panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan
untuk mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.

F. Elemen-elemen Perubahan Kurikulum 2013
Elemen-elemen perubahan kurikulum 2013 mencakup Standar Kompetensi Lulusan (SKL),
Standar Isi (SI), Standar Proses, dan Standar Penilaian.
1. Perubahan Kurikulum 2013 pada Kompetensi Lulusan adalah: konstruksi holistik, didukung
oleh semua materi atau mapel, terintegrasi secara vertikal maupun horizontal.
2. Perubahan Kurikulum 2013 pada materi pembelajaran dikembangkan berbasis kompetensi
sehingga memenuhi aspek kesesuaian dan kecukupan, kemudian mengakomodasi konten
lokal, nasional, dan internasional antara lain TIMMS, PISA, PIRLS.
3. Perubahan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran mencakup: a) berorientasi pada
karakteristik kompetensi yang mencakup: 1) sikap (Krathwohl): menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, dan mengamalkan, 2) keterampilan (Dyers): mengamati,
menanya, mencoba, menalar, menyajikan, dan mencipta, dan 3) pengetahuan (Bloom &
Anderson): mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan
mencipta; b) menggunakan pendekatan saintifik
4. Perubahan Kurikulum 2013 pada penilaian mencakup penilaian berbasis tes dan nontes
(portofolio), Selanjutnya dalam Kurikulum 2013 terdapat elemen utama perbaikan
kurikulum 2013 seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.

6



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Gambar 1: Elemen Utama Perbaikan Kurikulum 2013

Selanjutnya Kurikulum 2013 mengusung adanya keseimbangan antara sikap, keterampilan,
dan pengetahuan untuk membangun soft skills dan hard skills seperti terlihat pada gambar di
bawah ini.

Gambar 2: Elemen Perubahan

7



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Gambar 3: Keseimbangan antara Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan
untuk Membangun Soft Skills dan Hard Skills

Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa salah satu karakteristik Kurikulum 2013
adanya keseimbangan antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan untuk membangun soft
skills dan hard skills peserta didik dari mulai jenjang SD, SMP, SMA/ SMK, dan PT seperti yang
diungkapkan Marzano (1985) dan Bruner (1960). Pada jenjang SD ranah attitude harus lebih
banyak atau lebih dominan dikenalkan, diajarkan dan atau dicontohkan pada anak, kemudian
diikuti ranah skill, dan ranah knowledge lebih sedikit diajarkan pada anak. Hal ini berbanding
terbalik dengan membangun soft skills dan hard skills pada jenjang PT. Di PT ranah knowledge
lebih dominan diajarkan dibandingkan ranah skills dan attitude.

Gambar 4: Rumusan Proses dalam Kurikulum 2013

Berdasarkan gambar 4, terdapat perluasan dan pendalaman taksonomi dalam proses
pencapaian kompetensi. Dalam kurikulum 2013 untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan PT
memadukan lintasan taksonomi sikap (attitude) dari Krathwohl, keterampilan (skill) dari Dyers,
dan Pengetahuan (knowledge) dari Bloom dengan revisi oleh Anderson.

8



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Gambar 5: Ruang Lingkup Keterpaduan dan Prosesnya

Berdasarkan gambar 5 menjelaskan ruang lingkup keterpaduan dan prosesnya yang mencakup:
a) keterpaduan dalam mapel (integrasi vertikal) bersifat intradisipliner, b) keterpaduan
antarmapel (integrasi horizontal) yang bersifat multidisipliner dan interdisipliner, dan c)
keterpaduan luar mapel (transdisipliner) yang bersifat berbasis konteks melalui observasi.
a. Perancangan RPP mencakup: Kompetensi Dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran,
mengalir secara logis ke materi ajar, rancangan proses dan aktivitas belajar, sumber dan
media, output/produk siswa, dan penilaian.
b. Pelaksanaan pembelajaran sesuai RPP mencakup: instrumen pengendalian, dan indeks
kesesuaian RPP dengan pelaksanaan.
c. Supervisi pendampingan mencakup: pedoman pelaksanaan supervisi, pelaksanaan,
eksekusi rekomendasi supervisi, dan sistem pelaporan perbaikan pasca supervisi.
d. Budaya mutu sekolah mencakup: standar mutu, kepemimpinan, atmosfir sekolah, ketaatan
terhadap standar, dan proses pembudayaan (penguatan dan penghargaan).




9



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

1.2 SKL, KI, KD DAN STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


A. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
1. Cakupan Kompetensi Lulusan
2. Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan

B. KOMPETENSI INTI
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV
adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa
ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku
anak beriman dan berakhlak mulia.

C. KOMPETENSI DASAR
Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan Kompetensi Dasar
dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri
dari suatu mata pelajaran.
STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
1. Pengembangan Kurikulum 2013 pada Satuan Pendidikan
2. Manajemen Implementasi
3. Evaluasi Kurikulum

HO-1.2

10



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

1.2 PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU, PENDEKATAN SAINTIFIK,
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN, DAN PENILAIAN AUTENTIK


A. PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU
Ada sepuluh elemen yang terkait dengan hal ini dan perlu ditingkatkan oleh guru.
1. Mereduksi tingkat kealpaan atau bernilai tambah berpikir reflektif.
2. Memberkaya sensori pengalaman di bidang sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
3. Menyajikan isi atau substansi pembelajaran yang bermakna.
4. Lingkungan yang memperkaya pembelajaran.
5. Bergerak memacu pembelajaran (Movement to Enhance Learning).
6. Membuka pilihan-pilihan.
7. Optimasi waktu secara tepat.
8. Kolaborasi.
9. Umpan balik segera.
10. Ketuntasan atau aplikasi.

Tujuan pembelajaran tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan
pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai
muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata,
seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam
konteks tema yang jelas;
g. guru dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu
dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih
dan atau pengayaan; dan
h. budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan
mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.
1. Ciri-ciri Pembelajaran Tematik Terpadu
a. Berpusat pada anak.
b. Memberikan pengalaman langsung pada anak.
c. Pemisahan antarmuatan pelajaran tidak begitu jelas (menyatu dalam satu pemahaman
dalam kegiatan).
d. Menyajikan konsep dari berbagai pelajaran dalam satu proses pembelajaran (saling
terkait antarmuatanpelajaran yang satu dengan lainnya).
e. Bersifat luwes (keterpaduan berbagai muatanpelajaran).
f. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak
(melalui penilaian proses dan hasil belajarnya).
2. Peran Tema dalam Proses Pembelajaran
Tema berperan sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran dengan memadukan beberapa
muatan pelajaran sekaligus.
HO: 1.3

11



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
Tahapan Pembelajaran Tematik Terpadu
a. Memilih/Menetapkan Tema
b. Melakukan Analisis SKL, KI, Kompetensi Dasar dan Membuat Indikator
c. Membuat Hubungan Pemetaan antara Kompetensi Dasar dan Indikator dengan Tema
d. Membuat Jaringan Kompetensi Dasar
e. Menyusun Silabus Tematik Terpadu
f. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu

B. PENDEKATAN SAINTIFIK
1. Esensi Pendekatan Saintifik/ Pendekatan Ilmiah
Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah
Menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV, proses pembelajaran terdiri atas
lima pengalaman belajar pokok yaitu:
a. mengamati;
b. menanya;
c. mengumpulkan informasi/eksperimen;
d. mengasosiasikan/mengolah informasi; dan
e. mengkomunikasikan.


12



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)
Pembelajaran Berbasis Proyekmemiliki karakteristik berikut ini.
1) peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja;
2) adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik;
3) peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau
tantangan yang diajukan;
4) peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola
informasi untuk memecahkan permasalahan;
5) proses evaluasi dijalankan secara kontinyu;
6) peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan;
7) produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif; dan
8) situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.
Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut.
1) Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question)
2) Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)
3) Menyusun Jadwal (Create a Schedule)
4) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek
5) Menguji Hasil (Assess the Outcome)
6) Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)

a. Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek
Penilaian pembelajaran dengan modelPembelajaran Berbasis Proyek harus diakukan secara
menyeluruh terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa dalam
melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek dapat
menggunakan teknik penilaian yang dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu penilaian proyek atau penilaian produk.
Penilaian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

1) Penilaian Proyek
Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
(1) Kemampuan pengelolaan
(2) Relevansi
(3) Keaslian
2) Penilaian Produk
Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan
penilaian yaitu:
(1) Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan
merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
(2) Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik
dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
(3) Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan
peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.



LK- 1.3

13



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
2. Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery Learning)
a. Definisi/Konsep
Model Discovery Learningadalah didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila
pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan
mengorganisasi sendiri.
Dalam metode Discovery Learning bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, siswa
dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan,
mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat
kesimpulan.

b. Langkah-langkah Operasional Implementasi dalam Proses Pembelajaran
Menurut Syah (2004:244) dalam mengaplikasikan Discovery Learning di kelas,ada beberapa
prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum sebagai
berikut.
1) Stimulation (Stimulasi/Pemberian Rangsangan)
2) Problem Statement (Pernyataan/Identifikasi Masalah)
3) Data Collection (Pengumpulan Data)
4) Data Processing (Pengolahan Data)
5) Verification (Pembuktian)
6) Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)

1. Penilaian Autentik dan Belajar Autentik
2. Jenis-jenis Penilaian Autentik
Dalam rangka melaksanakan penilaianautentik yang baik, guru harus memahami secara jelas
tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu, guru harus bertanya pada diri sendiri, khususnya
berkaitan dengan: (1) sikap, pengetahuan dan keterampilan apa yang akan dinilai; (2) fokus
penilaian akan dilakukan, misalnya, berkaitan dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan;
dan (3) tingkat pengetahuan apa yang akan dinilai, seperti penalaran, memori, atau proses.
a. Penilaian Sikap
1) Observasi
2) Penilaian Diri
3) Penilaian Antar teman
4) Jurnal Catatan Guru
b. Penilaian Pengetahuan
Aspek pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut ini.
1) Tes tulis
2) Tes Lisan
3) Penugasan
c. Penilaian Keterampilan
Aspek keterampilan dapat dinilai dengan cara berikut:
1) Penilaian Kinerja
2) Penilaian Proyek
3) Penilaian Portofolio





14



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013


























MATERI PELATIHAN 2
ANALISIS PENGGUNAAN
BUKU GURU DAN BUKU SISWA

15



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

A. KEDUDUKAN DAN FUNGSI BUKU SISWA DAN BUKU GURU

1. Kedudukan dan Fungsi Buku Siswa
Buku ini dipergunakan sebagai panduan aktivitas pembelajaran untuk memudahkan siswa
dalam menguasai kompetensi tertentu. Buku ini juga digunakan untuk melaksanakan kegiatan-
kegiatan dalam proses pembelajaran (activities based learning) di mana isinya dirancang dan
dilengkapi dengan contoh-contoh lembar kegiatan agar siswa dapat mempelajari sesuatu yang
relevan dengan kehidupan yang dialaminya.
a. Panduan bagi Siswa dalam Melaksanakan Kegiatan-Kegiatan Pembelajaran
b. Penghubung antara Guru, Sekolah, dan Orang Tua
c. Lembar Kerja Siswa
d. Penilaian dan Portofolio
e. Media Komunikasi antara Guru dan Siswa
f. Sebagai Kenang-kenangan Rekam Jejak Belajar Siswa

2. Kedudukan dan Fungsi Buku Guru
Buku Guru adalah panduan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Berikut ini
penjelasan tentang fungsi buku guru.
a. Sebagai Petunjuk Penggunaan Buku Siswa
b. Sebagai Acuan Kegiatan Pembelajaran di Kelas
1)
c. Penjelasan tentang Metode dan teknik Pembelajaran yang Digunakan dalam Proses
Pembelajaran



HO-2.1

16



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
B. STRUKTUR DAN HUBUNGAN FUNGSIONAL
BUKU SISWA DAN BUKU GURU

1. Struktur Buku Guru
Uraian berikut dimaksudkan agar guru dapat mengenal dan memahami struktur isi Buku Guru
dengan baik. Struktur Buku Guru adalah sebagai berikut.
a. Kata Pengantar
b. Tentang Buku Guru
c. Bagaimana Menggunakan Buku Guru
d. Panduan Penilaian
e. Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Inti
f. Pemetaan Kompetensi Dasar KI 1 dan KI 2
g. Pemetaan Kompetensi Dasar KI 3 dan KI 4
h. Ruang Lingkup Pembelajaran
i. Halaman Pembelajaran
Contoh Cara Penggunaan Buku Guru dan Buku Siswa:
Kelas : IV
Tema : II Indahnya Negeriku
Subtema : I (Keanekaragaman Hewan dan Tumbuhan)

Urutan
Pembelajaran
dalam Buku
Langkah Penggunaan
Buku
Kegiatan Pengayaan
Materi
Penggunaan
Media/Alat/Sumber
Belajar
Pembelajaran
1
a. Pastikan guru
membaca tujuan
pembelajaran yang
terdapat di Buku Guru
halaman 5.
b. Awali pembelajaran
dengan kegiatan
mengamati hewan
langka dan tidak langka
yang terdapat pada
Buku Siswahalaman 3.
c. Selanjutnya perhatikan
langkah-langkah
pembelajaran yang
terdapat pada Buku
Guru.
d. Akhiri pembelajaran
dengan meminta siswa
melakukan perenungan
dengan menjawab
pertanyaan pada Buku
Siswahalaman 9.
e. Pesankan kepada siswa
agar mencari informasi
lain di rumah tentang
keberagaman budaya
a. Pada saat kegiatan
awal, guru dapat
menggunakan kelas
sebagai sumber belajar
tentang hewan langka
dan tidak langka. Guru
dapat meminta siswa
untuk menuliskan apa
saja yang mereka
ketahui tentang hewan
langka dan tidak langka
dalam selembar kertas.
b. Guru juga dapat
memvariasikan
kegiatan dengan
memberikan
pertanyaan
benar/salah untuk
menggali pengetahuan
siswa tentang hewan
langka dan tidak langka
dan materi lain yang
siswa akan pelajari
pada hari itu.
c. Di akhir pembelajaran,
guru dapat
Gambar keragaman
hewan langka dan tidak
langka

17



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
Indonesia.
f. Manfaatkan rubrik
penilaian yang terdapat
pada masing-masing
kegiatan.
mendiskusikan
jawaban dari
pertanyaan-
pertanyaan yang
dilakukan di awal
pembelajaran. Hal ini
bertujuan agar siswa
dapat merefleksikan
dan menganalisis
sendiri tentang
jawaban yang awalnya
mereka buat dengan
pengetahuan yang
telah mereka dapatkan
setelah pembelajaran.

d. Guru dapat
mengembangkan
pertanyaan dengan
memberikan
pertanyaan mengapa
dan bagaimana agar
siswa dapat
menjelaskan jawaban
lebih dalam.


Pendekatan Saintifik
Pelaksanaan pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yang
memuat kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/eksperimen,
mengasosiasi/menalar dan mengkomunikasikan. Langkah-langkah pembelajaran tersebut
telah dituangkan dalam buku guru.
Pada tema 6, subtema 1 PB 1, aktivitas saintifikterlihat sebagai berikut:
Mengamati Siswa mengamati gambar hewan langka dan tidak langka
Menanya Siswa membuat pertanyaan yang berkaitan dengan gambar
hewan langka dan tidak langka
Mengumpulkan
informasi/eksperimen
Siswa membaca teks Perburuan Liar Ancam Macan Tutul
di Ujung Kulon
Siswa berdiskusi tentang perburuan hewan liar
Mengasosiasi/menalar Siswa mengelompokkan hewan berdasarkan langka atau
tidak langka
Siswa menelaah tabel data tentang jumlah jam tidur
hewan. Siswa mendiskusikan data tersebut dan
menjawab soal tentang desimal dan persen.
Mengkomunikasikan Siswa membuat laporan hasil diskusi

18



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
Siswa mempresentasikan hasil diskusi





19



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013




MATERI PELATIHAN 3
PERANCANGAN PEMBELAJARAN DAN
PENILAIAN
3.1 PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DAN MODEL-
MODEL PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN
TEMATIK TERPADU
3.2 PERANCANGAN PENILAIAN AUTENTIK DALAM
PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU
3.3 PELAPORAN HASIL PENILAIAN PEMBELAJARAN




20



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DAN MODEL-MODEL
PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU

A. Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu
1. Mengamati
Kegiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah
berikut ini.
a. Menentukan objek apa yang akan diobservasi.
b. Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi.
c. Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun
sekunder.
d. Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi.
e. Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data
agar berjalan mudah dan lancar.
f. Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi, seperti menggunakan
buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya.
2. Menanya
Fungsi bertanya
1) Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik tentang suatu
tema atau topik pembelajaran.
2) Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar, serta mengembangkan
pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri.
3) Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan rancangan
untuk mencari solusinya.
4) Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya atas substansi pembelajaran
yang diberikan.
5) Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan,
dan memberi jawaban secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik
dan benar.
6) Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan
kemampuan berpikir, dan menarik simpulan.
7) Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau
gagasan, memperkaya kosakata, serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup
berkelompok.
8) Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat, serta sigap dalam merespon
persoalan yang tiba-tiba muncul.
9) Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu
sama lain.
a. Kriteria pertanyaan yang baik
1) Singkat dan jelas
2) Menginspirasi jawaban
3) Memiliki fokus
4) Bersifat probing atau divergen
5) Bersifat validatif atau penguatan
HO-3.1

21



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
6) Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang
7) Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif
8) Merangsang proses interaksi
3. Mengasosiasi/ Mengolah informasi
Kegiatan belajar yang dilakukan dalam proses mengasosiasi / mengolah informasi adalah
sebagai berikut.
a. mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi.
b. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai
sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.
4. Mengkomunikasikan
Kegiatan belajar mengkomunikasikan adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Kompetesi yang
dikembangkan dalam tahapan mengkomunikasikan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti,
toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas,
dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

B. Penerapan Model Pembelajaran dalam Pembelajaran Tematik Terpadu

3.2 PERANCANGAN PENILAIAN AUTENTIK PADA PEMBELAJARAN
TEMATIK TERPADU

A. Penilaian Sikap
Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait
dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait
dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan
bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal
dengan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi
kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.
Pada jenjang SD, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghargai dan menghayati
ajaran agama yang dianutnya, sedangkan kompetensi sikap sosial mengacu pada KI-2:
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

Teknik dan Bentuk Instrumen
Penilaian sikap dapat dilakukan menggunakan teknik observasi, penilaian diri, penilaian
antarteman, dan jurnal.
B. Penilaian Pengetahuan
Aspek Pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut:
a. Tes tulis
b. Tes Lisan
HO-3.2

22



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
c. Penugasan
C. Penilaian Keterampilan
Aspek keterampilan dapat dinilai dengan cara berikut:
a. Kerja atau Praktik
Deskripsi:
- Pada saat mempresentasikan gambar alat yang digunakan pekerja
berdasarkan lukisannya, Adi memiliki gaya bahasa dan kesesuaian dengan
materi sangat baik. Adi masih perlu bimbingan dalam penampilannya.
- Pada saat mempresentasikan gambar alat yang digunakan pekerja
berdasarkan lukisannya, Bagus memiliki kemampuan menyesuaikan
materi dan isi dengan sangat baik. Bagus masih perlu bimbingan dalam
estetika dan gaya bahasanya.
- Pada saat mempresentasikan gambar alat yang digunakan pekerja
berdasarkan lukisannya, Candra sudah memperhatikanestetika, bahasa
dan substansi dengan sangat baik.

b. Projek
Penilaian Projek merupakan penilaian terhadap tugas yang mengandung investigasi dan
harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut meliputi perencanaan,
pelaksanaan, pelaporan. Projek juga akan memberikan informasi tentang pemahaman dan
pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam
mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengkomunikasikan
informasi.
c. Portofolio
Agar penilaian portofolio berjalan efektif guru beserta peserta didik perlu menentuan hal-
hal yang harus dilakukan dalam menggunakan portofolio sebagai berikut:
1) masing-masing peserta didik memiliki portofolio sendiri yang di dalamnya memuat
hasil belajar siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi.
2) menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulan/disimpan.
3) sewaktu waktu peserta didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar,
masukkan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka
memperbaiki hasil kerja dan sikap.
4) peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan guru.
5) catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik perlu diberi
tanggal, sehingga perkembangan kemajuan belajar peserta didik dapat terlihat.

Contoh Format Penilaian Portofolio
Nama Siswa : Adi
Kelas : IV
Semester : II (dua)
Tanggal
dokumen
Nama dokumen
Substansi/
Isi
Bahasa Estetika
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Laporan secara lisan Projek
penanaman tanaman dalam
pot


V V



V

Hasil karya penanaman
tanaman dalam pot


V V



V

23



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kliping macam-macam
gambar pekerjaan di
lingkungannya


V V



V

Tugas menggambar alat
yang digunakan pekerja


V V



V

Hasil karya koleksi gambar
Pekerjaan manusia


V V



V

Kumpulan foto kegiatan
yang dilakukan sehari-hari
dalam membantu pekerjaan
orang tua


V V



V

Keterangan:
1: kurang; 2: cukup; 3: baik; 4: sekali
Portofolio berfungsi sebagai bukti autentik hasil belajar siswa yang merupakan
bagian tak terpisahkan dari laporan hasil capaian kompetensi siswa yang
disampaikan kepada orang tua.
Guru memberi komentar/catatan tentang dokumen portofolio yang telah
dikumpulkan siswa dalam bentuk kalimat positif yang berisi motivasi, semangat,
juga usaha-usaha yang masih perlu ditingkatkan. Komentar/catatan tersebut
ditulis dan dimasukkan dalam file portofolio setiap siswa.




Contoh komentar/catatan guru:

Ananda Adi telah mengumpulkan karya yang sangat bagus.
Dari segi substansi/isi telah menunjukkan pemahaman tugas-tugas
dengan sangat baik. Demikian juga, dari segi estetika sangat rapi dan
bagus. Ananda perlu usaha untuk lebih tekun lagi
dalam memahami ejaan dan tata kalimat.




24



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013


LAPORAN
HASIL PENCAPAIN KOMPETENSI PESERTA DIDIK
SEKOLAH DASAR
(SD)










KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA


PELAPORAN HASIL PENILAIAN PEMBELAJARAN

A. Contoh Pengisian buku Rapor
Sesuai dengan Juknis yang telah dibuat oleh Direktorat Dikdasmen maka contoh Rapor
atau Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Dasar serta cara
pengisiannya dapat dibaca berikut ini:




HO-3.3

25



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
PETUNJUK

1. Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik, merupakan ringkasan hasil
penilaian terhadap seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan peserta didik dalam
kurun waktu tertentu. Laporan perkembangan dan hasil Pencapaian Kompetensi peserta
didik secara rinci, disajikan dalam portofolio yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik ini.
2. Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik dipergunakan selama peserta
didik yang bersangkutan mengikuti pelajaran di Sekolah Dasar;
3. Apabila pindah sekolah, buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik ini
dibawa oleh yang bersangkutan untuk dipergunakan di sekolah baru dengan
meninggalkan arsip/copy di sekolah lama;
4. Apabila buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik ini hilang, dapat
diganti dengan Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik pengganti yang
disahkan oleh Kepala Sekolah asal;
5. Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik ini harus dilengkapi dengan
pas foto(3 cm x 4 cm) dan pengisiannya dilakukan oleh Guru Kelas;
6. Laporan penilaian memuat hasil Pencapaian Kompetensi yang disajikan secara deskriptif
untuk masing-masing kompetensi inti.
7. Laporan perkembangan fisik diisi dengan data kondisi peserta didik berdasarkan hasil
pengukuran yang dilakukan guru bekerjasama dengan pihak lain yang relevan.
8. Laporan kondisi kesehatan diisi dengan deskripsi hasil pemeriksaan yang dilakukan guru,
bekerjasama dengan tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat.
9. Kolom ketidakhadiran diisi dengan data akumulasi ketidakhadiran siswa, baik karena
sakit, izin, maupun tanpa keterangan dalam satu semester.




26



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
IDENTITAS PESERTA DIDIK
1. Nama Peserta Didik : ..
2. Nomor Induk : ..
3. Tempat,Tanggal
Lahir
: ..
4. Jenis Kelamin : ..
5. Agama : ..
6. Pendidikan
sebelumnya
: ..
7. Alamat Peserta Didik : ..
8. Nama Orang Tua :
a. Ayah : ..
b. Ibu : ..
9. Pekerjaan Orang
Tua
:
a. Ayah : ..
b. Ibu : ..
10. Alamat Orang Tua :
Jalan : ..
Kelurahan/Desa : ..
Kecamatan : ..
Kabupaten/Kota : ..
Provinsi : ..
11. Wali Peserta Didik :
a. Nama : .......................................................................................
b. Pekerjaan : .......................................................................................
c. Alamat : .......................................................................................

., .
Kepala Sekolah,






................................................
NIP. ........................................



Pas Foto
ukuran
3 X 4 CM

27



SD kelas 4 Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
A. Petunjuk Pengisian Buku Rapor

A. Sikap
Pada kolom deskripsi diisi oleh guru dalam kalimat positif tentang:
1. Apa yang menonjol terkait dengan kemampuan pada aspek sikap anak dalam tiap muatan
pelajaran yang ada pada komptensi inti 1 dan 2 (KI-1 dan KI-2).
2. Usaha pengembangan kemampuan pada aspek sikap anak dalam tiap muatan pelajaran
untuk mencapai kompetensi inti 1 dan 2 (KI-1 dan KI-2) pada kelas yang diikutinya.
Pada aspek sikap, deskripsi menggambarkan prestasi siswa pada muatan mata pelajaran
pada kelas dan semester tertentu dari aspek sikap.

B. Pengetahuan
Pada kolom deskripsi diisi oleh guru dalam kalimat positif tentang:
1. Apa yang menonjol terkait dengan kemampuan pada aspek pengetahuan anak
dalam tiap muatan pelajaran yang ada pada komptensi inti 3 (KI 3).
2. Usaha pengembangan kemampuan pada aspek pengetahuan anak dalam tiap
muatan pelajaran untuk mencapai kompetensi inti 3 (KI 3) pada kelas yang
diikutinya.
C. Keterampilan
Pada kolom deskripsi diisi oleh guru dalam kalimat positif tentang:
1. Apa yang menonjol terkait dengan kemampuan pada aspek keterampilan anak
dalam tiap muatan pelajaran yang ada pada komptensi inti 4 (KI-4).
2. Usaha pengembangan kemampuan pada aspek keterampilan anak dalam tiap
muatan pelajaran untuk mencapai kompetensi inti 4 (KI-4) pada kelas yang
diikutinya.
D. Perkembangan Fisik/Kesehatan