Anda di halaman 1dari 38

Tektonostratigrafi dan Struktur

Seram Bagian Timur


oleh
S.Bachri
Dipresentasikan Oleh
Laurensius Andreas Ohoilulin
410010047
Seminar Geologi
Teknik Geologi
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
2014
Out Line

Pendahuluan
Tinjauan
Pustaka
Pembahasan
Kesimpulan
Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Tektonostratigrafi merupakan perpaduan metode tektonik dan stratigrafi dalam mempelajari,
menganalisis, mendiskusikan, menyimpulkan dan memahami stratigrafi suatu kawasan yang
geologinya sangat rumit dan kompleks.

Kenampakan citra satelit Indonesia dan
pembagian zona tektoniknya dengan
garis Wallace

Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari penulisan makalah seminar ini adalah untuk lebih
memperdalam pengetahuan tentang tektonostratigrafi dan struktur
geologi secara umum dan aplikasinya dalam merekonstruksi proses-
proses tektonik yang mengontrol di Indonesia Timur khususnya Seram
Bagian Timur.
Perumusan Masalah
Pada seminar geologi ini akan dibahas penggunaan metode
tektonostratigrafi dalam membedakan kondisi geologi yang terjadi di
Seram bagian Timur, dengan menggunakan hasil observasi peneliti-
peneliti sebelumnya.
Lokasi
Lokasi penelitian ini terdapat di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi
Maluku


Metode Penelitian
Penulisan makalah seminar ini menggunakan metode seminar tipe 2,
yakni berdasarkan pada studi pustaka dari beberapa literatur, website
dan makalah yang membahas tentang terminologi dalam
tektonostratigrafi dan struktur geologi implikasinya dalam rekonstruksi
tektonik.
Lokasi penelitian dan setting tektoniknya (Silver, 1979)
Tinjauan Pustaka
Dasar Teori
Tektonik Lempeng
Tektonik lempeng artinya model dinamis
terhadap pola-pola deformasi dan
kegempaan yang teramati dan terekam
yang terjadi di bagian luar dari pada kulit
bumi.

Konvergen Divergen
Mekanisme Tektonik Lempeng
Gerak Bersinggungan
Mekanisme Tektonik Lempeng
Stratigrafi
Ilmu yang mempelajari
tentang aturan,
hubungan, dan
pembentukan (genesa)
macam-macam batuan di
alam dalam ruang dan
waktu.

Aturan: Tatanama stratigrafi diatur dalam
Sandi Stratigrafi.
Hubungan: Pengertian hubungan dalam
stratigrafi adalah bahwa setiap lapis batuan
dengan batuan lainnya
Pembentukan (Genesa): Mempunyai
pengertian bahwa setiap lapis batuan
memiliki genesa pembentukan batuan
tersendiri.
Ruang: Mempunyai pengertian tempat,
yaitu setiap batuan terbentuk atau
diendapkan pada lingkungan geologi
tertentu.
Waktu: Memiliki pengertian tentang umur
pembentukan batuan tersebut dan
biasanya berdasarkan Skala Umur Geologi.
Tektonostratigrafi
Tektonostratigrafi secara umum dipakai untuk meninjau
kegiatan tektonik yang terjadi pada satuan litostratigrafi
(Wikipedia)
Pembagian tektonostratigrafi dimaksudkan untuk
menggolongkan suatu kawasan di bumi, yang tergolong
pinggiran lempeng aktif, baik yang menumpu (plate
convergence) ataupun memberai (plate divergence)
menjadi mintakat-mintakat (terrances). Tingkat Tingkat
Satuan Tektonostratigrafi: Urutan tingkat satuan
tektonostratigrafi resmi, mulai dari yang terbesar: Lajur
(Zone), Komplek (Complex), Mintakat (Terrane), dan Jalur
(Belt).
Mintakat Tektonostratigrafi
Mintakat alokton adalah
suatu kawasan yang
memiliki ciri geologi, umur
dan struktur tersendiri dan
sangat berbeda dengan
kawasan tetangga di
sekitarnya. Mintakat alokton
terbentuk di tempat lain dan
kemudian terberai, terpisah
dari induk sumbernya, dan
teralihtempatkan ke
tempatnya berada sekarang.
Mintakat atokton merupakan
kawasan yang secara
geologi dan tektonik
terbentuk in situ, di
tempatnya berada sekarang
ini dan belum pernah
terpisah atau
teralihtempatkan.
Mintakat para-atokton
merupakan kawasan yang
memiliki ciri geologi, umur,
struktur dan tektonik
tersendiri dan berbeda
dengan kawasan
tetangganya. Mintakat ini
telah terberai, terpisah dan
teralihtempatkan pada jarak
yang relatif dekat dari induk
sumbernya.
Mintakat Alokton Mintakat Atokton
Mintakat Para-
atokton
Geologi Regional
Kepulauan Indonesia bagian timur
umumnya mengalami dampak
benturan lempeng Pasifik, lempeng
India-Australia dan lempeng Eurasia
relatif lebih intensif yang
menyebabkan wilayah ini menjadi
salah satu yang sangat dinamis
dengan berbagai jenis bahan
tambang.
Rekonstruksi gerakan lempeng Hindia dan Australia
sebelum bertumbukan dengan lempeng Pasifik dan
Eurasia
menurut Murphy (PSGEA,2005)
Fisiografi

Pulau Seram termasuk ke dalam
mandala kepulauan Maluku.
Bentuk fisiografi daerah ini
merupakan perbukitan
bergelombang kuat yang
terbentuk oleh aktivitas tektonik
yang terjadi di daerah ini.
Tektonik

Pulau Seram terletak sepanjang
utara busur Banda, Indonesia
bagian timur. Pulau Seram
berada pada zona tektonik
kompleks, karena Pulau Seram
merupakan pertemuan tiga
lempeng tektonik, yaitu:
Lempeng Australia, Lempeng
Pasifik-Filipina, dan Lempeng
Eurasia.

Setting tektonik Seram menurut Silver (1979)

Stratigrafi Regional Peta Geologi Lembar Bula dan Watubela,
Maluku
Stratigrafi
Struktur Geologi
Regional
Peta geologi dan struktur permukaan di Pulau Seram serta penampangnya menurut Kemp dan Mogg (1992)

Pada umumnya, sesar naik dan sumbu antiklin yang
berarah baratlaut tenggara mengindikasikan
bahwa deformasi pada daerah ini dipengaruhi oleh
kompresi yang berarah timurlaut baratdaya.
Kenampakan singkapan yang memperlihatkan sesar naik
ini didominasi di bagian tengah dan bagian timur dari
Pulau Seram.
Pembahasan
Tektonostratigrafi
Dasarnya, satuan dari mintakat alokton akan menjelaskan batuan dari busur gunung api,
sementara satuan para-atokton menjelaskan batuan kerak benua ataupun batuan sedimen yang
berasal dari kerak benua itu sendiri.

Para-atokton
Kompleks Kombipoto
Kompleks Kobipoto yang berumur
Perm yang terdiri dari sekis mika,
sekis tremolit aktinolit, sekis klorit,
pualam, sekis epidot, sekis ampibol
dan gneis (Gafoer et al., 1984a).
Formasi Kanikeh
Batuan sedimen Trias-Jura ini terdiri dari
sedimen endapan flysch dari Formasi
Kanikeh dan batugamping dari Formasi
Manusela. Kedua formasi ini
berhubungan saling menjari. Formasi
Kanikeh terdiri dari perselingan
batupasir, batulanau dan batulempung.
Formasi Manusela
Formasi Manusela tersusun atas
batugamping berlapis hingga masif,
mengandung alga dan foraminifera
berumur Trias-Jura (Shell, 1977, in
Gafoer et al., 1984b)
Formasi Nief
Terdiri atas kalsilutit, serpih, dan
napal yang berumur Kapur Akhir
hingga Miosen Akhir
Formasi Sawai
Terdiri dari kalsilutit dengan sisipan
tipis dari rijang yang mengandung
radiolaria.
Formasi Hatuolo
Terdiri dari serpih coklat kemerahan,
berlapis, dan sisipan napal merah
keabu-abuan juga lensa rijang yang
mengandung radiolaria.
Formasi Selagor
Terdiri dari batugamping, napal dan
sisipan serpih. Fosil foram yang
dikandung mengindikasikan awal
pengendapan terjadi sekitar Oligosen
Akhir hingga Miosen Tengah
(Karmini, 1976, in Gafoer et al.,
1984b) dengan lingkungan
pengendapan berupa laut dangkal
ditinjau dari kehadiran alga dan
foraminifera besar.
Alokton
Batuan Ultramafik
terbentuk pada waktu
memberainya kontinen
Australia dari Pangea

Sketsa kenampakan benua Australia
yang masih menyatu dengan Pangea
pada Awal Perm menurut Wakita & Metcalfe (2005)

Atokton
Kompleks Salas
Terdiri dari berbagai macam
bongkahan batuan asing dengan
masadasar lempungan
Formasi Wahai
napal, putih kekuningan hingga abu-
abu, berlapis tipis hingga tebal,
dengan sisipan lapisan batugamping
pasiran, dan batupasir pada bagian
atasnya (Gafoer et al.,1984b).
Formasi Fufa
Tersusun atas batupasir, batulanau,
batulempung, lensa konglomerat,
dan gambut.
Terumbu Koral Terangkat
Tersusun atas batugamping koral
berstruktur terumbu
Sketsa kenampakan geologi Indonesia
bagian Timur menurut Hall (2001)

Kolom Tektonostratigrafi Seram Bagian Timur (Bachri, 2011)
Struktur
Gambar citra landsat
menunjukan bahwa
kehadiran sesar naik
berlawanan kearah Timur
laut. Arah turunnya sesar
naik ini berlawanan dengan
yang ada di Wilayah Timor,
dan hal ini mengindikasikan
bahwa proses deformasi ini
berlangsung sebelum
Seram terputar arah Timur
Barat dan bergerak ke arah
Barat.
Citra landsat Seram bagian Timur dengan interpretasi struktur geologinya (Bachri,2011)

Sumbu lipatan dari peta geologi yang
ada (Gafoer et al.,1984a) dapat
diidentifikasi hampir sama dengan
sumbu yang panjang akibat gaya
utama dari timur barat hingga
barat laut tenggara Orientasi
struktur yang terlihat berarah Utara-
Selatan atau Timur laut Barat daya
dapat dihubungkan dengan subduksi
di jalur Seram. Beberapa sesar
mendatar dan sesar normal dapat
juga ditemukan memotong satuan
batuan dari mintakat atokton
mengindikasikan bahwa struktur
tersebut terbentuk setelah tumbukan
busur neogen.

Sketsa beberapa kenampakan struktur di lapangan (Bachri,2011)

PEMBANDING TEKTONOSTRATIGRAFI BUSUR BANDA LUAR
DENGAN REFERENSI BAGIAN BARAT TIMOR LESTE DAN BAGIAN
TIMUR PULAU SERAM
Pulau Timor dan Seram,
merupakan bagian dari
Busur Banda Luar bagian
dari zona tumbukan
antara lempeng benua
Australia, pada tepian
pasif barat daya Australia,
di bagian selatan, dan
sistem tunjaman yang
berhubungan dengan
Busur Banda di bagian
utara
Tektonostratigrafi bagian
barat Timor Leste
Para-atokton
Kompleks Lolotoi
Kompleks Lolotoi diperkenalkan oleh
Audley-Charles (1986). Satuan ini
tersusun oleh batuan sedimen dan
gunungapi yang telah mengalami
pemalihan regional derajat rendah.
Formasi Aileu
Formasi Aileu terdiri atas filit, sekis,
amfibiolit, batusabak, serpih, dengan
sedikit batuan gunungapi dan
batugamping
Formasi Maubisse
Formasi ini tersusun oleh perselingan
batuan gunungapi, batugamping dan
serpih. Beberapa batugamping
mengandung krinoid yang
menunjukkan umur Perem Awal
Formasi Atahoc
Terdiri atas batupasir kuarsa, serpih
karbonan berwarna hitam, kalsilutit,
serta basal amigloid yang
mendominasi bagian atas formasi.
Formasi Cribas
Tersusun oleh batulempung,
batulanau, batupasir kuarsa, kalsilutit
dan biokalkarenit.
Formasi Altutu
Secara khas tersusun oleh kalsilutit
berlapis baik dengan ketebalan 5-30
cm, dengan sedikit interkalasi napal
atau napal menyerpih dan kalkarenit.
Formasi Wailuli
Dikuasai oleh serpih, termasuk serpih
bitumenan, dengan interkalasi
batupasir berbutir halus. Batupasir
kuarsa, batulanau, dan batugamping
juga dijumpai dalam formasi ini.

Alokton
Batuan Ofiolit
Di bagian barat Timor Leste tersusun
oleh batuan basal sampai ultrabasa
yang umumnya berasosiasi dengan
zona sesar naik.
Batugamping Cablaci
Terdiri atas batugamping berbutir
halus sampai kasar (kalsilutit -
kalkarenit)
Atokton
Kompleks Bobonaro
merupakan batuan campuraduk,
diduga secara dominan terdiri atas
endapan olistostrom yang terjadi
setelah tumbukan yang
mengakibatkan Timor terangkat dan
membentuk lereng yang relatif
tajam.
Formasi Viqueque
Bagian bawahnya didominasi oleh
napal berlapis tebal, sementara
bagian atasnya dikuassai oleh
batupasir, umumnya gampingan,
terkonsolidasi menengah
Konglomerat Dilor
Terdiri atas konglomerat batupasir
kasar yang keduanya terpilah buruk,
dengan lensa-lensa batulanau dan
batupasir di dalam konglomerat.
Jurus dan kemiringan formasi ini
menunjukkan bahwa formasi ini
menindih Formasi Viqueque yang
berumur Plio-Plistosen.
Formasi Ainaro
Terdiri atas endapan teras tua,
tersusun oleh konglomerat polimiktik,
batupasir dan lempung yang
umumnya terkonsolidasi lemah.
Kondisi perlapisan umumnya masih
relatif horisontal sampai miring
landai. Formasi ini menempati daerah
berelief rendah, membentuk
pebukitan dengan puncak datar.
Batugamping Baucau
Terdiri atas terumbu koral dengan
selingan kalkarenit dan kalsrudit.
Secara umum formasi ini masif
sampai berlapis tebal. Perlapisan
relatif horisontal, dengan ketebalan
sekitar 100 meter. Di lokasi tipenya,
satuan ini menunjukkan morfologi
teras
Formasi Suai
Formasi ini terdiri atas konglomerat
dan batupasir berbutir kasar,
gampingan dengan kemiringan
lapisan sangat landai sampai
horisontal, terkonsolidasi lemah
berdasarkan data bor di lokasi
tipenya, dijumpai napal yang kaya
akan foraminifera berumur Plistosen
Tengah (Audley-Charles, 1968).

Kolom tektonostratigrafi bagian timur Pulau Seram dan bagian barat Timor Leste (Bachri, 2011)
Tektonostratigrafi Seram Bagian Timur Menurut Penyaji
(Laurensius Andreas Ohoilulin, STTNAS Yogyakarta 2014)

Kondisi Geologi Umum
Secara umum gambaran dari
penyebaran batuan di Seram Bagian
Timur dan Timor Leste bagian barat
dapat kita bandingkan. Penyebaran
batuan di Timor Leste bagian barat dari
utara ke selatan adalah dari satuan
berumur tua ke muda. Hal ini
bersebelahan dengan kondisi di Seram
Bagian Timur dengan penyebaran dari
utara ke selatan tersusun atas satuan
batuan dari yang berumur muda ke tua.
Hal ini disebabkan oleh sebelum
tumbukan dengan lempeng pasifik
Pulau Seram yang tersusun oleh batuan
seri Australia terputar berarah barat-
timur.

Stratigrafi
Dari data stratigrafi, secara umum
satuan batuan penyusun Seram
Bagian Timur seri Australia pada
umumnya memiliki kemiripan genesa
dengan satuan batuan dari mintakat
alokton dan para-atokton di Timor
Leste bagian barat.
Struktur
Sesar naik yang ditemukan pada batuan
seri Australia di Seram Bagian Timur
yang berlawanan ke arah timur laut
mengindikasikan bahwa sebelum
tumbukan neogen terjadi Pulau Seram
terputar barat-timur. Kesebandingannya
di Timor Leste dapat dilihat dari batuan
penyusun mintakat para-atokton dan
alokton yang dapat dijumpai sesar naik
yang berlawanan ke arah tenggara.
Gejala di Seram Bagian Timur ini
disebabkan oleh gaya yang bekerja dari
Sesar Sorong yang pada Miosen Tengah
bekerja untuk mengimbangi gaya dari
zona tunjaman Indo-Australia

Pola tektonik Indonesia saat Miosen Tengah (Hall,2001)

Beberapa satuan yang khas dapat dikorelasikan seperti berikut ini:
Ofiolit berumur Kapur pada satuan alokton di bagian barat Timor Leste dapat dikorelasikan
dengan batuan ultramafik yang merupakan satuan alokton berumur Kapur di bagian timur
Pulau Seram.
Kompleks Kombipoto yang merupakan batuan alas satuan para-atokton di bagian timur
Pulau Seram dapat disebandingkan dengan Kompleks Lolotoi yang merupakan batuan alas
satuan para-atokton di bagian barat Timor Leste.
Formasi Selagor (Oligosen Akhir Miosen Tengah bagian bawah) yang merupakan endapan
laut dangkal di bagian timur Pulau Seram dapat dikorelasikan dengan Batugamping Cablaci
di bagian barat Timor Leste.
Kompleks Salas yang merupakan batuan campur-aduk (olistostrom) berumur Miosen Akhir
Pliosen Awal di bagian timur Pulau Seram dapat dikorelasikan dengan Kompleks
Bobonaro yang juga merupakan olistostrom berumur Miosen Akhir Pliosen Awal di bagian
barat Timor Leste.
Satuan-satuan Atokton di Seram Bagian Timur yang terdiri atas terumbu koral terangkat
dapat dikorelasikan dengan Batugamping Baucau dan Formasi Suai di bagian barat Timor
Leste.
Yang berbeda dari Tektonostratigrafi bagian timur Seram menurut peneliti dengan
penyaji adalah, dimasukkannya Formasi Selagor ke dalam satuan mintakat alokton
dikarenakan kesamaan litologi dan penyebarannya dengan Batugamping Cablaci di
Timor Leste bagian barat yang memperlihatkan ketidakselarasan dengan batuan di
sekitarnya yang merupakan batuan dari mintakat atokton.

Kolom tektonostratigrafi bagian timur Seram dan Timor Leste bagian barat beserta
modifikasinya (Ohoilulin, 2014)
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Tektonostratigrafi dari Seram bagian
Timur menunjukkan interaksi antara
tiga lempeng utama, yaitu lempeng
Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan
lempeng Pasifik, yang menghasilkan
keragaman satuan batuan yang
menyusun daerah penelitian dan
berhubungan dengan aktifitas
tektonik yang berbeda. Tumbukan
pada periode neogen menjadi proses
yang sangat mempengaruhi
stratigrafi Seram bagian Timur,
ataupun busur Banda luar pada
umumnya. Kompresi tektonik pada
periode neogen dapat ditunjukkan
dari proses orogenesa di Seram
bagian Timur yang menghasilkan
terangkatnya Seram bagian Timur
dan terbentuknya struktur-struktur
utama, umumnya sesar naik.
Saran
Daerah penelitian termasuk dalam
peta geologi lembar Bula dan
Watubela namun dalam
penguraiannya terbentuknya
kepulauan Watubela tidak
disinggung, mungkin agar lebih
lengkap daerah penelitian bisa
ditambahkan luasnya.
Implikasi dari tektonostratigrafi
terhadap sumber daya alam daerah
penelitian harusnya bisa
ditambahkan.
Data lapangan yang dipakai untuk
interpretasi struktur secara regional
terlalu sedikit dan lebih
mengandalkan foto citra landsat.

TERIMA KASIH