Anda di halaman 1dari 20

Jasreena Kaur Sandal

11.2013.165
Hemoptisis atau batuk darah adalah
ekspektorasi darah atau mukus yang
berdarah

Infeksi-tuberkulosis, abses paru, pneumonia, dan kaverne

Kardiovaskuler, stenosis mitralis dan aneurisma aorta.

Neoplasma, terutama karsinoma bronkogenik dan poliposis
bronkus.

Gangguan pada pembekuan darah (sistemik).

Benda asing di saluran pernapasan.

Faktor-faktor ekstrahepatik dan abses amuba.

Batuk darah idiopatik, biasanya berhenti spontan dengan
suportif terapi.

Penyakit
Presentase Pasien
Hemoptisis
Penyakit
Presentase Pasien
Hemoptisis
Karsinoma bronkogenik 56,0 Empiema 24,5
Abses paru 49,2 Metastasis Karsinoma 24,0
Infark pulmonal 44,0
Bronkiektasis 43,5 Tumor Mediastinum 20,0
Tuberkulosis 36,5 17,5
Krista kongenital 25,8 Obstruksi Esofagus 9,0
aneurisma Rasmussen pada kaverna tuberkulosis yang
merupakan asal dari perdarahan pada hemoptisis

Mekanisma terjadinya batuk darah adalah sebagai berikut :
Radang mukosa
-trakeobronkitis akut atau kronis, mukosa yang kaya pembuluh
darah menjadi rapuh

Infark paru
-emboli paru atau invasi mikroorganisme pada pembuluh darah,

Pecahnya pembuluh darah vena atau kapiler
-Distensi pembuluh darah akibat kenaikan tekanan darah
intraluminar seperti pada dekompensasi cordis kiri akut dan mitral
stenosis.

Kelainan membran alveolokapiler
-reaksi antibodi terhadap membran, seperti pada Goodpastures
syndrome.

Perdarahan kavitas tuberkulosa
Pecahnya pembuluh darah dinding kavitas
tuberkulosis yang dikenal dengan aneurisma
Rasmussen
Invasi tumor ganas
Cedera dada

Bercak (streaking) Darah bercampur dengan sputum
Volume darah kurang dari 15-20
mL/ 24 jam
Hemoptisis total volume darah yang
dibatukkan 20-600 mL di dalam
waktu 24 jam
Hemoptisis Masif Darah yang dibatukkan dalam
waktu 24 jam lebih dari 600 mL
Pseudohemoptisis batuk darah dari struktur saluran
napas bagian atas (di atas laring)
atau dari saluran cerna atas
(gastrointestinal)
Klasifikasi menurut Pusel

+ batuk dengan perdarahan yang hanya dalam bentuk garis-garis dalam sputum,
bloodstreak.
++ batuk dengan perdarahan 1 30 ml
+++ batuk dengan perdarahan 30 150 ml
++++ batuk dengan perdarahan 150 - 600 ml
Massive Batuk dengan perdarahan >600 ml
Anamnesis
Jumlah dan warna darah yang dibatukkan.
Lamanya perdarahan.
Batuk yang diderita bersifat produktif atau
tidak.
Batuk terjadi sebelum atau sesudah
perdarahan.
Ada merasakan nyeri dada, nyeri substernal
atau nyeri pleuritik.
Riwayat penyakit paru atau jantung terdahulu
Pemeriksaan Fisik
Panas merupakan tanda adanya peradangan.
Auskultasi :
Kemungkinan menonjolkan lokasi.
Ronchi menetap, whezing lokal, kemungkinan
penyumbatan oleh : Ca, bekuan darah.
Friction Rub : emboli paru atau infark paru
Clubbing : bronkiektasis, neoplasma
Foto toraks dalam posisi PA dan lateral

Pemeriksaan bronkografi untuk mengetahui
adanya bronkiektasis

Pemeriksaan dahak baik secara bakteriologi
maupun sitologi
memastikan bahwa perdarahan tersebut
berasal dari saluran pernafasan bawah, dan
bukan berasal dari nasofaring atau
gastrointestinal

Hemoptisis Hematemesis
Darah yang dibatukkan Darah yang dimuntahkan
Darah biasanya warna
merah muda
Darah biasanya hitam
Darah bersifat basa Darah bersifat asam
Darah dapat berbusa Darah tidak pernah
berbusa
Didahului dengan
perasaan ingin batuk
Didahului dengan rasa
mual dan muntah
Tujuan pokok terapi ialah:
Mencegah asfiksia
Menghentikan perdarahan
Mengobati penyebab utama perdarahan
Terapi Konservatif
Mencegah penyumbatan saluran nafas
-mengurangi batuk dapat diberikan Codein10
- 20 mg

Memperbaiki keadaan umum penderita
-Pemberian oksigen
-Pemberian cairan untuk hidrasi
-Tranfusi darah
-Memperbaiki keseimbangan asam dan basa.

Menghentikan perdarahan
-Pada umumnya hemoptisis akan berhenti
secara spontan rata-rata dalam 7 hari.
-Pemberian kantongan es diatas dada,
hemostatiks, vasopresin (Pitrissin). ascorbic
acid dikatakan khasiatnya belum jelas
- Apabila ada kelainan didalam faktor-faktor
pembekuan darah, lebih baik memberikan
faktor tersebut dengan infus.

Terapi Pembedahan
-pada hemoptisis masif
Asfiksia -terdapatnya bekuan darah dalam
saluran pernapasan.
Syok hipovolemik -jumlah darah yang
dikeluarkan
Aspirasi- masuknya bekuan darah maupun
sisa makanan ke dalam jaringan paru yang
sehat bersama inspirasi
Faktor mempengaruhi

Tingkatan hemoptisis: hemoptisis yang terjadi
pertama kali mempunyai prognosis yang lebih
baik.
Macam penyakit dasar yang menyebabkan
hemoptisis.
Cepatnya kita bertindak
Hemoptisis <200 ml/24 jam prognosa baik
Profuse massive >600 cc/24 jam prognosa
buruk, 85% meninggal
Hemoptisis merupakan salah satu gejala pada
penyakit paru saluran pernapasan dan atau
kardiovaskuler yang disebabkan oleh berbagai
macam etiologi.
Untuk mengetahui penyebab batuk darah kita
harus memastikan bahwa perdarahan tersebut
berasal dari saluran pernafasan bawah, dan
bukan berasal dari nasofaring atau
gastrointestinal.
Tujuan pokok terapi hemoptisis ialah mencegah
asfiksia, menghentikan perdarahan dan
mengobati penyebab utama perdarahan