Anda di halaman 1dari 14

MODUL 4

PENAMPANG KOLOM
Kolom merupakan elemen tekan penumpu balok yang memikul gaya-gaya pada lantai.
Sebagaimana halnya penampang balok, kekuatan kolom dievaluasi dengan memperhatikan
prinsip-prinsip berikut:
Distribusi regangan disepanjang tebal kolom bersifat linier
Tidak terjadi slip antara beton dan tulangan
Regangan tekan maksimum beton pada kondisi ultimit !.!!"
Kekuatan tarik beton diabaikan
#da berbagai tipe kolom: $ %ambar &. '
a' Kolom persegi dengan tulangan longitudinal dan tulangan pengikat lateral
b' Kolom bulat(bundar dengan tulangan longitudinal, spiral dan pengikat lateral
)' Kolom komposit dimana profil baja ditanam dalam beton
Gambar 1. Jenis Penampang Kolom
*erdasarkan beban yang bekerja, kolom dapat dibagi atas
Kolom yang dibebani se)ara konsentrik
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
1
(a) (b) (c)
+adi disini , !- namun dalam praktek, semua kolom harus didesain terhadap
kemungkinan adanya eksentrisitas $akibat ketidaksempunaan bekisting dan lain--
lain'. *esarnya nilai eksentrisitas minimum biasanya diambil sebesar &!. tebal
kolom untuk kolom persegi dan /. diameter untuk kolom yang diberi spiral.
Kolom yang dibebani se)ara eksentrik
Keruntuhan pada kolom dapat disebabkan oleh:
Kelelehan tulangan pada 0ona tarik keruntuhan ini terjadi pada kolom pendek
1rushing beton pada 0ona tekan
Tekuk pada kolom langsing
2emisahan atas kolom pendek dan kolom langsing didasari atas nilai rasio kelangsingan
kolom, yaitu: 22
r
KL
u
definisi kolom yang tidak diberi bresing(pengaku
> 22
r
KL
u
definisi kolom panjang/langsing yang tidak diberi bresing
dimana:
u
L
tinggi bagian kolom yang tidak ditumpu se)ara lateral
K faktor yang bergantung pada kondisi restraint pada ujung-ujung kolom.
1. Analisis Kekuatan Kolom Pendek
Kekuatan Kolom 2endek yang Dibebani Se)ara Konsentrik
Kekuatan kolom pendek yang dibebani se)ara konsentrik terbagi atas komponen
sumbangan beton dan sumbangan baja, yaitu:

( )
st g c c
A A f P
'
0
85 . 0
dan st y s
A f P
0
dimana
st
A
= luas total tulangan baja, yaitu
'
s s st
A A A +
g
A
= luas total penampang bruto( kotor
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
2
2enggunaan nilai !.3/ dalam perhitungan kekuatan kolom didasari atas adanya
perbedaan kekuatan tekan beton pada elemen struktur aktual terhadap kuat tekan beton
silinder, yaitu
' '
0
85 . 0
c c
f f .
*erdasarkan persamaan diatas, kekuatan kolom adalah:
( )
st y st g c s c
A f A A f P P P + +
'
0 0 0
85 . 0
4ntuk menghindari perlunya perhitungan eksentrisitas minimum seperti yang dijabarkan
sebelumnya, SK-S56 mensyaratkan adanya reduksi kekuatan sedemikian rupa sehingga:

untuk kolom dengan tulangan spiral:


( ) [ ]
st y st g
'
c n
A f A A f 85 . 0 85 . 0 (ma) P +

untuk kolom dengan tulangan pengikat:


( ) [ ]
st y st g
'
c n
A f A A f 85 . 0 80 . 0 (ma) P +
5ilai kekuatan nominal diatas harus dikalikan lagi dengan faktor reduksi untuk elemen
struktur tekan, yaitu:
!0 . 0
untuk kolom dengan tulangan spiral

"5 . 0
untuk kolom dengan tulangan pengikat(sengkang
onto!" Kolom pendek berikut dibebani gaya aksial $lihat gambar'
7itung kekuatan aksial nominal (ma) P
n
dari penampang kolom tersebut.
(ma) P
n
!.3$!.389:.;$"!/8/!3-&3<;89'=<!!$&3<;89' <!9! k5
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
3
#05
"#
508
3D28 ( As = 1846 mm )
3D28 ( As = 1846 mm )
Kekuatan Kolom #ang Di$e$ani %e&a'a Eksent'ik
2rinsip blok tegangan persegi ekivalen yang berlaku pada analisis blok dapat juga diterapkan
pada analisis kolom terhadap beban eksentrik. $ %ambar 3-9 '
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
4
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
5
A
s
Penampang (alok Diag'am )egangan Diag'am *egangan
003 0.
c

c
b
d
h
s

c
C
b
c
. 85 0
a
y s s
A T
'
s

s s s
A C
A
s
d
M
nd Z
c
Z
s
%ambar 9. Distribusi tegangan pada penampang kolom
c
c $
00# . 0
s


y s s s
f % f ba f 85 . 0 &
'
c &

c
' $ c
00# . 0
'
s


s
'
y
'
s s
'
s
f f % f
'
s
'
s s
f A &

s s s
f A '
2ersamaan keseimbangan mensyaratkan:
s s c n
' & & P +

( ) ( ) y $ ' ' $ y &
2
a
y & e P (
s s c n n
+ +
,
_


atau
s s s s c n
f A f A ba f P +
' ' '
85 . 0
( ) ( ) y d f A d y f A
a
y ba f e P M
s s s s c n n
+ +
,
_

'
2
85 . 0
' ' '
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
6
A
s
Penampang Balok Diagram
egangan
Diagram
!egangan
003 0.
c

c
d
h
y s

c
C
b
'
85 . 0
c
f
a
s s sb
A T
'
s

y s

s s s
A C

2ada persamaan diatas, jarak netral ) diasumsikan berada dalam daerah d penampang
sehingga tulangan baja pada lokasi d benar-benar mengalami gaya tarik. 2erlu di)atat bah>a
gaya aksial
n
P tidak boleh besar dari (ma) P
n
.
Dari persamaan-persamaan diatas dapat dilihat bah>a ada beberapa paramaeter yang tidak
diketahui, yaitu :

Tinggi blok tegangan ekivalen, a.

'
s
f

s
f

n
P
untuk e tertentu atau e untuk
n
P
tertentu.
5ilai
'
s
f dan
s
f
dapat dinyatakan dalam a, sehingga hanya tinggal dua bilangan yang tidak
diketahui, yaitu a dan
n
P atau a dan e. Dengan dua persamaan yang ada, kita dapat
meme)ahkan hingga diperoleh a dan e. Seperti disebutkan sebelumnya, jenis keruntuhan yang
dapat terjadi pada kolom pendek adalah leleh tulangan terik dan keruntuhan tekan. Kondisi
balan)e ter)ipta jika keruntuhan terjadi bersamaan pada tulangan tarik dan beton tekan. +ika
n
P beban aksial dan
nb
P
beban aksial yang berkaitan keruntuhan balan)e, maka :
nb n
P P <
keruntuhan tarik
nb n
P P
keruntuhan balan)e
nb n
P P >
keruntuhan tekan
Keruntuhan *alan)e pada 2enampang Kolom 2ersegi
onto!" Tentukan
nb
P
dan eb untuk penampang berikut:
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
7
(pa )1) f
(pa " . 2! f
y
'
c

+a,a$"
00# . 0
ma c

dan y s


s
*
b
%
f
00# . 0
#
$
c
+


# . 2"# c
b

mm

# . 2"# c
b

mm
mm 8 . 22# # . 2"# 85 . 0 c a
b 1 b

Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
8
A
s
Penampang
Balok
Diagram
egangan
Diagram
!egangan
003 0.
c

c
b
d
h
s

c
C
b
c
. 85 0
a
y s s
A T
'
s

s s s
A C
A
s
d
M
nd Z
c
Z
s

002 . 0 10 28 . 2
c
' $ c
00# . 0 '
#
b
b
s


sehingga:
MPa fy fs )1) '
2nb = !.3/?"!/?99".3 &;!.&< 8 &!< 5
,nb !,3/89:.;8"!/899",3
,
_

2
8 + 22#
25)
=&3<;8<&<$9/<-;"'=&3<;8<&<$<&<-9/<'
/&@/8&!/ 5mm
Sehingga:
mm ) . #2)
P
(

nb
nb
b
e
Ke'untu!an *a'ik pada Penampang Kolom Pe'segi
4ntuk kondisi e > eb atau Pn < Pnb , keruntuhan tarik akan terjadi pada tulangan baja sehingga fs
=fy. Sedangkan tegangan pada baja tekan tidak harus selalu sama dengan fy. +ika tulangan
tekan leleh, maka fs' = fy
4ntuk kondisi keruntuhan seperti ini dan As = As', maka:
Pn = 0.85 f'c ba
Mn =Pne=0.85f'cba
y s
f A
a
+
,
_

2 2
(d-d')
Dimana + y
2
,
yang merupakan pusat geometri penampang. 2ersamaan-persamaan diatas dapat
digabung sehingga:
( ) '
2 2
d d f A
a
P e P
y s n n
+
,
_


Karena :
b f
P
a
c
n
'
85 . 0

( ) '
! . 1 2
'
d d f A
b f
P
P e P
y s
c
n
n n
+

,
_


sehingga:
( ) 0 '
2 ! . 1
-
'

,
_

d d f A e

P
b f
P
y s n
c
n
+ika . ma/a +
b$
A
'
s

( )
1
1
]
1

,
_

,
_


b f
d d f A
e

b f P
c
y s
c n '
'
85 . 0
' 2
-
2 2
85 . 0
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
9
+ika
+
85 . 0
'
c
f
fy
m
maka persamaan diatas dapat ditulis:
1
1
]
1

,
_

+
,
_


+
,
_

d
d
m!
d
e
d
e
bd f P
c n
'
1 2 -
2
2
2
2
85 . 0
'
+ika
2
,
$ ' e e + $dimana eA jarak antara baja tarik dan beton 2'
1
1
]
1

,
_

+
,
_

+
,
_


d
d
m
d
e
d
e
bd f P
c n
'
1 2
'
1
'
1 85 . 0
2
'
4ntuk kondisi yang lebih umum dimana dan massa beton yang dipindahkan karena adanya
tulangan tekan diperhitungkan, sehingga : 1c = 0. 85
'
c
f ( ba - A ' )! maka:
( ) ( ) ( )

'

1
]
1

,
_

+ + +
,
_

+
d
d
m m m
d
e
d
e
m m bd f P
c n
'
1 1 ' ' '
'
2
'
1 1 ' 85 . 0
2
'
2ersamaan ini hanya berlaku jika tulangan baja tekan leleh.
-akto' )eduksi Kekuatan Kolom
Seperti kita ketahui untuk kondisi lentur murni !.3!. Sedangkan untuk kombinasi lentur dan
aksial tekan:
!.;/ untuk kolom dengan tulangan sengkang ikat
!.:! untuk kolom dengan tulangan spiral
S56 memperbolehkan peningkatan nilai dari !.: ke !.3 $untuk tulangan spiral' dan dari !.;/
sampai !.3 $untuk tulangan sengkang pengikat' jika 2n lebih ke)il dari pada !.& #g
'
c
f .
+adi untuk kolom dengan tulangan ikat:
"5 . 0
1 . 0
15 . 0
80 . 0
'


Ag f
P
c
n
4ntuk kolom dengan tulangan spiral:
!0 . 0
1 . 0
10 . 0
80 . 0
'


g c
n
A f
P
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
10
dimana 2u 2n
*atasan tersebut se)ara umum berarti bah>a faktor reduksi !.;/ dan !.:! di atas hanya
diberlakukan jika keruntuhan yang terjadi didahului oleh keruntuhan tekan.
*atasan diatas dapat diterapkan langsung untuk kolom dengan:

<!! ,2a

tulangan longitudinal bersifat simetris

! . 0
'

ds d
4ntuk kolom yang lain, 2b harus dihitung terlebih dahulu. Setelah itu, faktor reduksi bisa
dikurangi seperti diatas jika nilai 2n lebih ke)il dari pada !.& #g fA) #tau 2b. +ika nilai 2b
lebih ke)il dari pada !.&#g BA) maka pembagi pada persamaan diatas, yaitu !.& fA)#g diganti
menjadi 2b.
.. Diag'am /nte'aksi P-M
Kapasitas suatu penampang kolom beton bertulang dapat dinyatakan dalam bentuk diagram
interaksi 2-,, yang menunjukkan hubungan beban aksial dan momen lentur pada elemen
struktur tekan kondisi batas.
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
11
%ambar 3-" Diagram 2-,
Setiap titik kurva menunjukkan satu kombinasi 2n dan ,n untuk penampang dengan
kondisi(lokasi sumbu netral yang tertentu. $%ambar 3-"'.
2rosedur 2eren)anaan:
&. 4ntuk 2u dan ,u yang bekerja pada penampang, hitung
.
u
u
P
M
e
9. #sumsikan dimensi penampang dan rasio tulangannya $antara & - < .'.
". 7itung 2nb untuk penampang yang diasumsikan tersebut dan tentukan tipe keruntuhannya.
<. 2eriksa apakah penampang )ukup memadai $aman dan ekonomis'. #sumsikan penampang
baru jika penampang tidak memadai.
/. Desain tulangan lateral.
0. Kondisi *a'ik Mu'ni
Kekuatan penampang yang dibebani gaga tarik aksial murni dihitung dengan menganggap
bah>a penampang telah retak dan mengalami regangan tarik seragam melebihi regangan leleh
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
12
ey. #kibat regangan leleh tersebut semua lapisan tulangan pada penampang akan
men)apai tegangan leleh, fy, sehingga:
i y
n
1 t
nt
As f P


dimana 2nt kekuatan tarik nominal penampang
4. Pe'en&anaan Kolom Pendek
SK-S56 membatasi rasio tulangan pada kolom sebesar : 0!0" # $ # 0!08
Calaupun %&a' dapat diambil sebesar !,!3, pemasangan tulangan dengan rasio seperti ini
sangat sulit dilakukan dilapangan, terutama jika digunakan jenis sambungan le>atan.
*erdasarkan pengalaman, rasio tulangan yang paling ekonomis untuk kolom persegi adalah
berkisar antara & - 9 ..
*erdasarkan SK-S56:
0 +umlah tulangan minimum untuk kolom persegi adalah <.
0 +umlah tulangan minimum untuk kolom bundar adalah ;.
Pe'ki'aan uku'an kolom
4ntuk nilai , ke)il, ukuran kolom yang dibutuhkan dapat diperkirakan dari rumus berikut:
0
4ntuk kolom dengan tulangan spiral:
( ) t fy f 50 . 0
P
A
'
c
1
g
+

0
4ntuk kolom dengan tulangan pengikat(sengkang
( ) t fy f
P
A
c
u
g
+

'
)0 . 0
dimana
g
st
t
A
A

2ersamaan-persamaan diatas )enderung mengunderestimate ukuran kolom jika ada
momen yang bekerja disamping beban aksial. 4ntuk kondisi seperi ini, nilai Ag yang
didapat dari persamaan di atas harus diperbesar / - &! )m. +ika momen yang bekerja
lebih dominan, gunakan pendekatan peren)anaan lentur.
1. *ulangan /kat 2*ies3 pada Kolom
Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
13
Bungsi dipasangnya tulangan ties pada kolom:
&. ,engekang tulangan longitudinal terhadap tekuk
9. ,emberi bentuk pada kolom dan memperlahan posisi tulangan-tulangan longitudinal
selama penge)oran
". ,emberikan kekangan pada beton sebagai tulangan sengkang.
4ntuk tulangan spiral, SK-S56 memberikan batasan minimum, yaitu:

y
'
c
&
g
s
f
f
1
A
A
)5 . 0

,
_

dimana
( )( )
( )
&
2P
2
c
c sp
s
s3
A )
s ) 4 3
3 A


Spasi bersih $s' tulangan spiral tidak boleh melebihi :/ mm

Struktur Beton II
Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
11
14