Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Judul

: Perawatan Masa Nifas

Pokok Bahasan

: - Pengertian perawatan masa nifas


- Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam perawatan masa nifas

Waktu

: 1 x 15 Menit

Tempat

: Ruang 17 A

Sasaran

: Ny. A dan keluarga

A. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )


Setelah mengikuti penyuluhan selama 15 menit

mengetahui tentang

perawatan masa nifas.


B. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )
1. Setelah di berikan penyuluhan selama 5 menit klien dapat menjelaskan
pengertian perawatan masa nifas minimal 80 % benar.
2. Setelah di berikan penyuluhan selama 10 menit klien dapat menyebutkan
tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan masa nifas
minimal 5 benar.
C. Materi
1. Pengertian perawatan masa nifas.
2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan masa nifas.
D. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Pembuka
Penyuluh
Salam
Memperkenalkan diri
Apersepsi

Peserta
Menjawab
Memperhatikan
Memperhatikan
Kegiatan Inti

Penyuluh
Peserta
Menjelaskan Materi
Memperhatikan
Tanya jawab
Tanya jawab
Kegiatan Penutup
Mereview
Memperhatikan

Menyimpulkan Materi
Salam

Menyimak
Menjawab

E. Media dan Alat Penyuluhan


1.

Media
-

Leaflet

2. Alat penyuluhan
Spidol/ penggaris
F. Metode Penyuluhan
Metode yang digunakan oleh penyuluh adalah metode ceramah dan tanya
jawab.
G. Sumber
- Mochtar,R : Sinopsis Obstetri, Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi I, ed-2
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1991. hal : 129-132
- Prawirohardjo,S : Ilmu Kebidanan, Fisiologi Nifas dan Penanganannya, ed-I.
Yayasan Bina Pustaka, Jakarta 1976. hal : 187-194.
H. Evaluasi Penyuluhan
Penyuluh melakukan evaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan kepada
pasien dan keluarga, di antaranya :
1. Jelaskan pengertian perawatan masa nifas !
2. Sebutkan 5 hal yang harus diperhatikan dalam perawatan masa nifas!
Jawaban
1. Perawatan masa nifas adalah perawatan terhadap wanita hamil yang telah
selesai bersalin sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil,
lamanya kira-kira 6-8 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetelia baru pulih
kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan masa nifas.
a.
Mobilisasi

2.

Umumnya wanita sangat lelah setelah melahirkan, lebih-lebih bila


persalinan berlangsung lama, karena si ibu harus cukup beristirahat,
dimana ia harus tidur terlentang selama 8 jama post partum untuk
memcegah perdarahan post partum. Kemudian ia boleh miring ke kiri
dan ke kanan untuk memcegah terjadinya trombosis dan tromboemboli.

Pada hari kedua telah dapat duduk, hari ketiga telah dapat jalan-jalan
dan hari keempat atau kelima boleh pulang. Mobilisasi ini tidak mutlak,
bervariasi tergantung pada adanya komplikasi persalinan, nifas, dan
sembuhnya luka.
b.

Diet / Makanan
Makanan yang diberikan harus bermutu tinggi dan cukup kalori, yang
mengandung cukup protein, banyak cairan, serta banyak buah-buahan
dan sayuran karena si ibu ini mengalami hemokosentrasi.

c.

Buang Air Kecil


Buang air kecil harus secepatnya dilakukan sendiri. Kadang-kadang
wanita sulit kencing karena pada persalinan m.sphicter vesica et
urethare mengalami tekanan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi
musc. sphincter ani. Juga oleh karena adanya oedem kandungan kemih
yang terjadi selama persalinan. Bila kandung kemih penuh dengan
wanita sulit kencing sebaiknya lakukan kateterisasi, sebab hal ini dapat
mengundang terjadinya infeksi.

d.

Buang Air Besar


Buang air besar harus sudah ada dalam 3-4 hari post partum. Bila ada
obstipasi dan timbul berak yang keras, dapat kita lakukan pemberian
obat pencahar (laxantia) peroral atau parenterala, atau dilakukan klisma
bila masih belum berakhir. Karena jika tidak, feses dapat tertimbun di
rektum, dan menimbulkan demam.

e.

Demam
Sesudah bersalin, suhu badan ibu naik 0,5 C dari keadaan normal, tapi
tidak melebihi 38 0C. Dan sesudah 12 jam pertama suhu badan akan
kembali normal. Bila suhu lebih dari 38 0C/ mungkin telah ada infeksi.

f.

Mules-mules
Hal ini timbul akibat kontraksi uterus dan biasanya lebih terasa sedang
menyusui. Hal ini dialami selama 2-3 hari sesudah bersalin. Perasaan
sakit ini juga timbul bila masih ada sisa selaput ketuban, plasenta atau

gumpalan dari di cavum uteri. Bila si ibu sangat mengeluh, dapat


diberikan analgetik atau sedativa supaya ia dapat beristirahat tidur.
g.

Laktasi
ibu disuruh mencoba menyusui bayinya untuk merangsang timbulnya
laktasi, kecuali ada kontraindikasi untuk menyusui bayinya, misalnya:
menderita thypus abdominalis, tuberkulosis aktif, thyrotoxicosis,DM
berat, psikosi atau puting susu tertarik ke dalam, leprae.
Atau kelainan pada bayinya sendiri misalnya pada bayi sumbing
(labiognato palatoschizis) sehingga ia tidak dapat menyusu oleh karena
tidak dapat menghisap, minuman harus diberikan melalui sonde.

LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian
Perawatan masa nifas adalah perawatan terhadap wanita hamil yang
telah selesai bersalin sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum

hamil, lamanya kira-kira 6-8 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetelia baru
pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.
B. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan masa nifas
a. Mobilisasi
Umumnya wanita sangat lelah setelah melahirkan, lebih-lebih bila
persalinan berlangsung lama, karena si ibu harus cukup beristirahat,
dimana ia harus tidur terlentang selama 8 jama post partum untuk
memcegah perdarahan post partum. Kemudian ia boleh miring ke kiri dan
ke kanan untuk memcegah terjadinya trombosis dan tromboemboli. Pada
hari kedua telah dapat duduk, hari ketiga telah dapat jalan-jalan dan hari
keempat atau kelima boleh pulang. Mobilisasi ini tidak mutlak, bervariasi
tergantung pada adanya komplikasi persalinan, nifas, dan sembuhnya luka.
b. Diet / Makanan
Makanan yang diberikan harus bermutu tinggi dan cukup kalori, yang
mengandung cukup protein, banyak cairan, serta banyak buah-buahan dan
sayuran karena si ibu ini mengalami hemokosentrasi.
c. Buang Air Kecil
Buang air kecil harus secepatnya dilakukan sendiri. Kadang-kadang wanita
sulit kencing karena pada persalinan m.sphicter vesica et urethare
mengalami tekanan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi musc.
sphincter ani. Juga oleh karena adanya oedem kandungan kemih yang
terjadi selama persalinan. Bila kandung kemih penuh dengan wanita sulit
kencing sebaiknya lakukan kateterisasi, sebab hal ini dapat mengundang
terjadinya infeksi.
d. Buang Air Besar
Buang air besar harus sudah ada dalam 3-4 hari post partum. Bila ada
obstipasi dan timbul berak yang keras, dapat kita lakukan pemberian obat
pencahar (laxantia) peroral atau parenterala, atau dilakukan klisma bila
masih belum berakhir. Karena jika tidak, feses dapat tertimbun di rektum,
dan menimbulkan demam.

e. Demam
Sesudah bersalin, suhu badan ibu naik 0,5 C dari keadaan normal, tapi
tidak melebihi 38 0C. Dan sesudah 12 jam pertama suhu badan akan
kembali normal. Bila suhu lebih dari 38 0C/ mungkin telah ada infeksi.
f. Mules-mules
Hal ini timbul akibat kontraksi uterus dan biasanya lebih terasa sedang
menyusui. Hal ini dialami selama 2-3 hari sesudah bersalin. Perasaan sakit
ini juga timbul bila masih ada sisa selaput ketuban, plasenta atau gumpalan
dari di cavum uteri. Bila si ibu sangat mengeluh, dapat diberikan analgetik
atau sedativa supaya ia dapat beristirahat tidur.
g. Laktasi
Ibu disuruh mencoba menyusui bayinya untuk merangsang timbulnya
laktasi, kecuali ada kontraindikasi untuk menyusui bayinya, misalnya:
menderita thypus abdominalis, tuberkulosis aktif, thyrotoxicosis,DM berat,
psikosi atau puting susu tertarik ke dalam, leprae.
Atau kelainan pada bayinya sendiri misalnya pada bayi sumbing
(labiognato palatoschizis) sehingga ia tidak dapat menyusu oleh karena
tidak dapat menghisap, minuman harus diberikan melalui sonde.