Anda di halaman 1dari 8

KAJIAN PUSTAKA

Definisi Minuman Ringan


Definisi minuman adalah segala sesuatu yang dapat dikonsumsi dan dapat
menghilangkan rasa haus. Minuman umumnya berbentuk cair, namun ada pula yang
berbentuk padat seperti es krim atau es lilin. Minuman kesehatan adalah segala sesuatu yang
dikonsumsi yang dapat menghilangkan rasa haus dan dahaga juga mempunyai efek
menguntungkan terhadap kesehatan (Winarti,2006). Minuman merupakan bahan yang sangat
dibutuhkan oleh makhluk hidup, yang berguna bagi kelangsungan hidup. Oleh karena itu,
kualitas minuman harus terjamin agar konsumen sebagai pemakaian produk minuman yang
mengandung bahan tambahan makanan, seperti bahan pengawet makanan.
Minuman ringan adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, merupakan
minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan atau bahan
tambahan lainnya baik alami maupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk
dikonsumsi (Cahyadi, 2005). Menurut Standart Nasional Indonesia (SNI) 01-2972-1992,
limun adalah minuman ringan siap minum yang mengandung pemanis alami atau buatan
dengan atau tanpa penambahan CO2 dan bahan tambahan makanan yang diizinkan.
Minuman ringan terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Minuman ringan dengan karbonasi, misalnya : Sprite.
2. Minuman ringan tanpa karbonasi ( non karbonasi), misalnya : Nutrisari.
Minuman ringan tanpa karbonasi adalah minuman yang dibuat dengan mengabsorpsi
karbon dioksida kedalam air minum sedangkan minuman ringan tanpa karbonasi adalah
minuman ringan berkarbonasi. (Enamel,1998)
Fungsi minuman ringan itu tidak berbeda jauh dengan minuman ringan lainnya yaitu
sebagai minuman untuk melepaskan dahaga sedangkan dari segi harga, ternyata minuman
ringan karbonasi relatif lebih mahal dibanding minuman non karbonasi. Hal ini disebabkan
teknologi proses yang digunakan dan kemasan yang khas, yaitu dalam kemasan kaleng atau
botol seperti Sprite
Limun sebagai minuman berkarbonasi
Minuman Limun adalah minuman manis dengan berbagai rasa yang biasa dikonsumsi
oleh masyarakat Indonesia. Minuman Limun mengandung energi sebesar 30 kilokalori,
protein 0 gram, karbohidrat 8 gram, lemak 0 gram, kalsium 0 miligram, fosfor 0 miligram,
dan zat besi 0 miligram. Selain itu di dalam Minuman Limun juga terkandung vitamin A

sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari
melakukan penelitian terhadap 100 gram Minuman Limun, dengan jumlah yang dapat
dimakan sebanyak 100 %.
Dalam pembuatannya limun ditambahkan natrium biakrbonat, hal tersebut bertujuan
untuk menciptakan minuman berkarbonasi. Yang dimaksud minuman berkarbonasi adalah
minuman yang mempunyai efek extra sparkle dengan ciri khas sentuhan khas soda di mulut
(mouthfeel) dan perasaan yang mengigit (bite) pada saat minuman tersebut diminum
( Immanuela dkk, 2012). Minuman berkarbonasi adalah minuman yang mengandung gas
CO2 murni. Minuman ini diproses dengan cara penyerapan CO2 oleh air atau larutan didalam
sebuah tangki dengan temperatur rendah yang bertujuan untuk memberikan rasa
segar,mengembangkan aroma dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme didalam
minuman tersebut, selain itu CO2 merupakan gas yang bersifat mulia,aman karena tidak
mudah bereaksi dengan zat yang lainnya untuk membentuk zat-zat yang berbahaya,sehingga
merupakan zat pengawet yang aman untuk dikonsumsi.
Minuman ringan terdiri dari 94% air berkarbonasi. Karbondioksida menyebabkan
adanya sifat kilau dan rasa menggit pada minuman, dan juga bertindak sebagai pengawet
ringan. Karbondioksida sesuai untuk pembuatan minuman ringan karena sifatnya yang inert,
tidak bersifat toksit, dan relatif murah dan mudah untuk dicairkan. Bahan utama kedua dalam
minuman ringan adalah gula, dengan kandungan 7 - 12% (Jelen, 1985). Rasa keseluruhan
minuman ringan tergantung pada tiangkat kemanisan, kepahitan dan keasaman (pH). Asam
yang paling umum dalam minuman ringan adalah asam sitrat, yang memiliki rasa jeruk
lemon, asam juga menurunkan pH, sehingga dapat mengawetkan minuman.
Greenspot
Green Spot sebuah minuman ringan yang pernah populer pada dekade 1970-an, kini
banyak diburu sebagai pernik pajangan interior. Green Spot semula diproduksi PT Sinar
National Bottling Industries (SNBI) di Pulogadung, Jakarta Timur. Green Spot hampir sama
dengan minuman Lemonade. Bedanya, Green Spot rasa jeruk sedangkan Lemonade rasa
lemon. Rasa Green Spot sangat menyegarkan walaupun tidak bersoda, minuman atas lisensi
Green Spot International (AS) lebih enak diminum dalam keadaan dingin.
Kini, setelah minuman ringan Green Spot ini tidak lagi diproduksi, justru banyak
orang memburunya. Kelangkaannya yang bikin bernilai, membawa pada memori masa
lampau. Secara visual ilustrasi reklame kaleng yang mempunyai ukuran P.68 cm x L.34 cm
bergaya vintage ini cukup sukses sebagai daya pikat (Anonim, 2012)

Natrium Bikarbonat
Natrium bikarbonat atau disebut juga natrium hydrogen bikarbonat merupakan
senyawa kimia dengan rumus NaHCO3 berupa padatan putih yang kristalin namun terkadang
berupa serbuk putih halus, sedikit terasa alkalin menyerupai natrium karbonat. Senyawa ini
merupakan komponen dari mineral natron dalam beberapa sumber mineral lain. Bentuk
mineral alaminya dikenal sebagai nahkolit penggunaannya semakin meluas, matrium
bikarbonat ini mempunyai beberapa nama dagang soda bokarbonat(Anonim, 2009
NaHCO3 banyak dibuat dengan proses solva karbonat, natrium chlorida NaHCO3 secara
komersial ditambang dalam bentuk biji trona kemudian ditambah dengan karbon silvinite)
dan garam rangkap KCl.MgCl2.6H depositnya (35% USSR, 25% sentrasinya NaHCO3.
Senyawa ini biasanya dan biasanya ditemukan terlarut nahkolit. Tiruan senyawa ini biasanya
juga diproduksi. Semenjak, antara lain baking soda, soda kue, soda masak, dan
(Anonim,2009).
NaHCO3 banyak dibuat dengan proses solvay, yaitu reaksi antara kalsium karbonat,
natrium chlorida, ammonia, dan karbon dioksida dalam air.Produksi NaHCO3 secara
komersial, yaitu dengan cara melarutkan abu soda yang ditambang dalam bentuk bijih trona
kemdian ditambah dengan karbon dioksida berlebih. NaHCO3 akan diperoleh sebagai
endapan padat.Reaksi (Anonim, 2009)
Na2CO3+CO2+H2O 2NaHCO3
Diatas suhu 70o berangsur-angsur akan terdekompisisi menjadi natrium karbonat, air, dan
karbon dioksida. Proses konversi akan berlangsung cepat pada suhu 250o. Reaksi
(Anonim,2009)
2NaHCO3 Na2CO3 + H2O + CO2
Asam Sitrat
Menurut National softdrink Association (NSDA) Glossary of softdrink Terms (2007)
dalam Latif, Asam sitrat merupakan asam organic lemah yang ditemukan pada daun dan buah
tumbuhan genus citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik
dan alami,selain itu juga digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan
minuman ringan. Dalam biokimia,asam sitrat dikenal sebagai senyawa anatara dalam siklus
asam sitrat yang terjadi dalam mitokondria,yang penting dalam metabolism makhluk hidup.
Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran,namun diremukan pada
mkonsentrasi tingggi,yang dapat mencapai 8% bobot kering, pada jeruk dan limau misalnya
(jeruk nipis dan jeruk purut)

Rumus bangun asam sitrat


Sumber : Widyorini, 2012.
Asam sitrat merupakan senyawa intermediet dari asam organik yang berbentuk kristal
atau serbuk. Pemecahan karbohidrat dengan cara fermentasi dapat menghasilkan berbagai
macam senyawa organik diantaranya adalah asam sitrat. Dengan enzim amilase,
glukoamilase, atau amiloglukosidase, senyawa karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa,
melalui jalur EMP glukosa akan diubah menjadi asam piruvat. Asam piruvat melalui siklus
krebs atau siklus TCA akan diubah menjadi asam sitrat.
Essence.
Pada temperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbuk kristal berwarna putih. Serbuk
kristal tersebut dapat berupa bentuk anhydrous (bebas air), atau bentuk monohidrat yang
mengandung satu molekul air untuk setiap molekul asam sitrat. Bentuk anhydrous asam sitrat
mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam
sitrat dalam air dingin. Bentuk monohidrat tersebut dapat diubah menjadi bentuk anhydrous
dengan pemanasan di atas 74 C. Secara kimia, asam sitrat bersifat seperti asam karboksilat
lainnya. Jika dipanaskan di atas 175 C, asam sitrat terurai dengan melepaskan karbon
dioksida dan air.
Asam sitrat merupakan asam organic yang larut dalam air dengan citarasa yang
menyenangkan dan banyak digunakan dalam industry pangan. Kebutuhan dunia akan asam
sitrta terus meningkat dari tahun ke tahun dan produksi asam sitrat tiap tahun meningkat 2
3%. Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai zat pemberi cita rasa dan pengawet
makanan dan minuman, terutama minuman ringan. Kode asam sitrat sebagai zat aditif
makanan (E number ) adalah E330.
Asam sitrat (C6H8O7) banyak digunakan dalam industri terutama industri makanan,
minuman, dan obat-obatan. Kurang lebih 60% dari total produksi asam sitrat digunakan
dalam industri makanan, dan 30% digunakan dalam industri farmasi, sedangkan sisanya
digunakan dalam industri pemacu rasa, pengawet, pencegah rusaknya rasa dan aroma,
sebagai antioksidan, pengatur pH dan sebagai pemberi kesan rasa dingin. Dalam industri
makanan dan kembang gula, asam sitrat digunakan sebgai pemacu rasa, penginversi sukrosa,

penghasil warna gelap dan penghelat ion logam. Dalam industri farmasi asam sitrat
digunakan sebgai pelarut dan pembangkit aroma, sedangkan pada industri kosmetik
digunakan sebagai antioksidan (Bizri & Wahem, 1994 dalam Anang dkk., 2010).
Gula Pasir
Gula pasir memiliki struktur kimia yang sederhana karena gula pasir mudah dicerna
karena rantai kimianya pendek dan terjadi pemotongan rantai. Gula pasir mengandung
sukrosa. Sukrosa adalah disakarida yang mempunyai peran penting dalam pengolahan
makanan dan banyak terdapat pada tebu, bit, siwalan dan kelapa kopyor. Sukrosa merupakan
gula yang murah dan diproduksi dalam jumlah besar. Secara komersial gula pasir dibuat
melalui proses penyulingan dan kristalisasi (Almatsier, 2001).
Sukrosa mempunyai sifat yang mudah larut dalam air, berbentuk kristal dan
mempunyai rasa manis sehingga sukrosa yang ditambahkan sebagai pemanis terutama untuk
meningkatkan cita rasa. Di samping itu juga digunakan sebagai pengawet karena tekanan
osmosisnya yang tinggi sehingga menyebabkan terjadinya plasmolisis yang mengakibatkan
kematian bagi mikroba (Buckle, dkk.,1987).
Menurut Mardokusumo A, 1993 jenis gula putih termasuk jenis gula dengan tipe
warna standar 25 ke atas sampai maksimal minimal 99,5o, misalnya SHS dan gula rafinade.
Untuk SHS tidak ada pembagian atas dasar spesifikasi butir yang ketat, tetapi menggunakan
enam fraksi standar ayakan Tyler sebagai kriteria utama. Ayakan enam fraksi tersebut
mempunyai lubang persegi dengan ukuran masing-masing 1,65 mm; 1,17 mm; 0,83 mm; 0,59
mm; 0,30 mm dan di bawah 0,30 mm.
Flavor atau Essence
Flavor atau Essence adalah kesan sensorik dari makanan atau minuman yang di
proses secara kimia (sintetis) agar menyerupai rasa dari bahan alaminya, dan biasanya rasa
dari sebuah agen flavor/essence ditentukan oleh indera perasa dari penampakan, rasa dan
baunya. Indera perasa yang mendeteksi rasa di mulut dan tenggorokan serta suhu dan tekstur
dari sebuah flavorist, juga sangat penting dalam menentukan keseluruhan kualitas rasa dari
sebuah flavor/essence tersebut, dengan demikian, rasa dari sebuah bahan alami dapat diubah
menjadi bahan buatan atau bahan sintetis (proses kimia) yang mampu menciptakan kesan rasa
yang hampir sama dengan bahan alaminya.
Flavorist/essence didefinisikan sebagai zat yang memberikan rasa substansi lain,
mengubah karakteristik zat terlarut, menyebabkan ia menjadi manis, asam dll. Meskipun

istilah flavor/essence dalam bahasa umum menunjukkan sensasi kimia dari gabungan rasa
dan bau, namun kualitas rasa dari flavorist/essence tersebut lebih baik dari bahan alaminya,
Karena biaya tinggi atau kurang tersedianya ekstrak rasa alami, maka diciptakanlah ekstrak
rasa buatan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, ekstrak rasa buatan yang paling komersial
adalah sifat-identik, yang berarti bahwa ekstrak rasa buatan tersebut adalah produk/hasil
kimia yang setara dengan rasa alami tetapi disintetis secara kimia dan bukan diekstrak dari
sumber bahan alami.
Kebanyakan rasa buatan adalah campuran khusus dan sering terdiri dari senyawa
kompleks tunggal dari rasa alami yang digabungkan bersama-sama baik meniru atau
meningkatkan rasa dari bahan alaminya . Campuran ini dirumuskan untuk memberikan rasa
yang unik dari suatu produk makanan/minuman dan untuk menjaga konsistensi rasa antara
batch produk yang berbeda atau setelah perubahan resep agar kualitasnya terjaga, berbagai
macam senyawa kimia yang dapat dijadikan sebagai flavor/essence dari bahan alaminya
dapat dilihat pada table di bawah

Essence merupakan senyawa yang digunakan untuk menghasilkan rasa buatan hampir
sama dengan yang terjadi secara alami. Ini telah dikemukakan bahwa rasa buatan mungkin
lebih aman untuk dikonsumsi daripada rasa alami karena standar kemurnian dan konsistensi
campuran yang ditegakkan baik oleh perusahaan atau oleh hukum. Rasa alami mungkin
masih mengandung kotoran dari sumbernya, sementara rasa buatan biasanya lebih murni
dalam proses pembuataanya dan diharuskan untuk menjalani tes lebih dahulu sebelum dijual
untuk dikonsumsi.

DAFTAR PUSTAKA KAJIAN TEORI


Almatsier, S. 2001. Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Anonim. 2009. Sodium Bicarbonate, http://en.wikipedia.org/wiki/Sodium_ip Dasar Ilmu
Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Anang dkk. 2010. Isolasi dan Seleksi Kapang Penghasil Asam Sitrat, (online)
(https://khairulanam.files.wordpress.com/2010/08/asam-sitrat.pdf) diakses tanggal
13 Februari 2015.
Anonim. 2012. 16 minuman ringan yang pernah& masih ada di indonesia, (online)
(http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013106698/12-minuman-ringandari-luar-negeri-yang-pernah-ada-di-indonesia) Diakses 13 Februari 2015.
Bizri, N.J. dan A.L. Wahem. 1994. Citric Acid and Antimicrobials Affect Microbiological
Stability and Quality of Tomato Juice. J. of Food Science 59 (1) : 130-134
Buckle, K.A., dkk, 1987. Ilmu Pangan, Universitas Indonesia (UI. Press), Jakarta
Cahyadi, W. 2005. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta:
Cetakan I. Bumi Aksara.
Enamel, Nance A. 1998. Composition, Formation, and Structure. Dalam : Nanci A
(editor),Ten Cates Oral histology deploment,structure,and function 6th ed.St
louis:Mosby.1998:145-151)
Immanuela dkk. 2012. Penggunaan Asam Sitrat dan Natrium Bikarbonat dalam Minuman
Jeruk Nipis Berkarbonasi, Jurnal ISSN 2252-6587, (online)
(http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php /fsce/article/download/340/388) diakses
tanggal 13 Februari 2015
Jelen, Pavel. (1985). Introduction to Food Processing. Virginia : Reston Publishing
Company.
Latif, 2012. Kelarutan Magnesium Email pada Perendaman Gigi dalam Minuman yang
Mengandung Asam Biakrbonat dan Asan Sitrat (in Vitro), (online)
http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/8847/skripsi.pdf?
sequence=1) diakses 13 Februari 2015.
National softdrink Association (NSDA) Glossary of softdrink Terms, Washington DC, 2007,
(Online) ( http://www.nsda.org/softdrink/glossary/indeks.html) diakses tanggal 13
Februari 2015.

Widyorini, 2012. Pengaruh Konsentrasi Asam Sitrat dan Suhu Pengempaan terhadap
Kualitas Papan Partikel dari Pelepah Nipah, (online) (http://jurnal.ugm.ac.id/
index.php/ jikfkt/article/download/3313/2905) diakses tanggal 13 Februari
2015Volume VI No. 1, Januari - Maret 2012.
Winarti, S. 2006. Minuman Kesehatan. Trubus Agrisarana, Surabaya.
.