Anda di halaman 1dari 19

ANATOMI THYROID GLAND

Kelenjar thyroid terlekat di bagian dalam di sternothyroid dan

sternohyoid muscles:

Terletak di anterior pada leher setinggi C5-T1 vetebrae.

Memiliki 2 lobes kiri dan kanan. Anteriolateral dari larynx dan

trachea.
Terdapat isthmus , biasanya terdapat anterior di second and

third tracheal rings.


Kelenjar tiroid di tutupi oleh capsul tebal fibrous , sehingga

membentuk septa di dalam tiroid.


Jaringan ikat padat menempel pada kapsul dari cricoid cartilage
dan superior tracheal rings.

Vaskularisasi

Artery

Vena

Nerve ( Tiroid )

Lymphatic drainage ( Tiroid)

Folikel

Fungsi Hormon Thyroid

Hormon Thyroid memiliki peran untuk setiap sistem dalam


tubuh

Penting untuk perkebangan otak pada fetus dan pematangan

otot
Menjaga ( meintaining ) normal hypoksia dan hyperapnic pada

respiratory center di otak


Meningkatkan pergerakan GI ( terjadi diare pada hipertiroid dan

konstipasi pada hipotiroid. )


Meningkatkan pergantian tulang dan protein
Berpengaruh dalam kecepatan kontraksi otot dan relaxation
Berpengaruh
dalam
metaboliseme
(
meningkatkan
glycogenolysis

hepatic

gluconeogenesis,

intestinal

glucose

absopsi dan pembentukan cholesterol dan pemecahan )

PENYAKIT TIROID
P
N
H
TBM
oeai
dr
nklpm
sioebu
igtrelb
knitsa
arih
ora
ioan
din
id
si
s
m
em
e

STRUMA NODUSA

DEFINISI STRUMA
Pembesaran pada kelenjar tiroid (2x dari normal atau lebih)
Fungsi kelenjar dapat normal/eutiroid, hipertiroid, atau hipotiroid

toksik, nontoksik
Pembesaran bervariasi tanpa gejala, gejala pendesakan

KLASIFIKASI STRUMA
1)
Struma Non-Toxic
2)
Struma Toxic
3)
Struma Neoplastik
4)
Tiroiditis

KLASIFIKASI STRUMA
Menurut American Society for Study of Goiter membagi :

Struma Non Toxic Nodusa

Struma Non Toxic Diffusa

Struma Toxic Nodusa

Struma Toxic Diffusa


*Istilah toksik dan non toksik dipakai karena adanya perubahan dari
segi fungsi fisiologis kelenjar tiroid seperti hipertiroid dan hipotiroid,
sedangkan istilah nodusa dan diffusa lebih kepada perubahan bentuk
anatomi.

D
N
S
T
N
io
t
ie
o
d
f
n
x
o
r
d
u
f
i
p
o
u
llic
u
m
t
a
s
o
d
a
rr
e
x
is
i
t
ic
k
s

STRUMA NODOSA NON-TOKSIK

Definisi: Pembesaran dari kelenjar tiroid yang berbentuk nodular


tanpa gejala-gejala hipertiroid.
Epidemiologi :
- Endemik pada daerah yang kekurangan yodium
- Wanita : Pria = 1,2 - 4,3 : 1
Etiologi
-

Kekurangan iodium
Kelebihan yodium
Goitrogen
Dishormonogenesis
Riwayat radiasi kepala dan leher

STRUMA DIFUSA NON-TOKSIK

Definisi: Pembesaran dari kelenjar tiroid yang bersifat difus tanpa

gejala-gejala hipertiroid.
Etiologi :
o Defisiensi Iodium

o
o
o
o
o
o
o
o
o
o

Autoimmun thyroiditis: Hashimoto oatau postpartum thyroiditis


Kelebihan iodium
Stimulasi reseptor TSH oleh TSH dari tumor hipofisis,
Inborn errors metabolisme
Terpapar radiasi
Resistensi hormon tiroid
Tiroiditis Subakut (de Quervain thyroiditis)
Silent thyroiditis
Agen-agen infeksi
Keganasan Tiroid

STRUMA NODOSA TOKSIK

Definisi : Pembesaran dari kelenjar tiroid yang bersifat nodular


dengan gejala gangguan produksi hormon tiroid (hipertiroid)
Epidemiologi:
o Wanita > pria
o Usia > 40 tahun
Etiologi
o Defisiensi iodium yang mengakibatkan penurunan level T4
o Aktivasi reseptor TSH
o Mutasi somatik reseptor TSH dan Protein G
o Mediator-mediator pertumbuhan termasuk : Endothelin-1 (ET1), insulin like growth factor-1, epidermal growth factor, dan
fibroblast growth factor.

STRUMA DIFUSA TOKSIK

Definisi

dengan gejala gangguan produksi hormon tiroid (hipertiroid)


Epidemiologi :
o Kanak-kanak : perempuan 3/100000,
laki-laki

: Pembesaran dari kelenjar tiroid yang bersifat difus

0,5/100000
o Dewasa : wanita:pria = 2,7% : 0,23%
o Riwayat keluarga, insidens meningkat
Etiologi :
o Genetik + Lingkungan genetik (HLA factors), wanita, infeksi
viral, operasi, konsumsi iodine, obat goitrogen.
o Berhubungan dengan TSH receptor stimulating antibodies.
Kurangnya sel T supresor menyebabkan produksi antibodi yang

tidak terkontrol autoimun dapat melewati sawar plasenta


dan menyebabkan hipertiroidisme fetal dan neonatal.

DIAGNOSIS

a aP
P
n
E nE
e
e
-a amm
n
n
n
u nu
e en
n
js sj
a
a aa
nn
gg

Anamnesis
Non-toksik :
o Massa nodular (soliter atau multipel) atau difus, biasanya mulai
membesar pada usia muda dan berangsur-angsur berkembang

pada usia dewasa kebanyakan tanpa gejala, ikut saat menelan


o Keluhan pendesakan (gangguan bernapas)
o Rasa berat pada leher terutama saat menelan
Toksik :
o Massa struma ditambah dengan gejala hipertiroid
Hipermetabolik dengan produksi panas dan katabolisme
protein penurunan BB, heat intolerance, berkeringat,

muscle weakness, osteoporosis


Adrenergik palpitasi, tremor,

emosi

labil,

restlessness, hiperdefekasi, nafas pendek


Pemeriksaan Fisik
Status Lokalis :
o Pada pemeriksaan fisik nodul harus dideskripsikan:
lokasi: lobus kanan, lobos kiri, ismus
ukuran: dalam sentimeter, diameter panjang

insomnia,

jumlah nodul: satu (uninodosa) atau lebih dari satu

(multinodosa)
konsistensinya: kistik, lunak, kenyal, keras
nyeri: ada nyeri atau tidak pada saat dilakukan palpasi
mobilitas: ada atau tidak perlekatan terhadap trakea,

muskulus sternokleidomastoidea
pembesaran KGB di sekitar tiroid: ada atau tidak.
Status Generalis : (Hipertiroid)
o Tekanan darah meningkat
o Nadi meningkat
o Mata :
Exopthalmus
Stelwag Sign : Jarang berkedip
Von Graefe Sign : Palpebra superior tidak mengikut

bulbus okuli waktu melihat ke bawah


Moebius Sign : Sukar konvergensi
Joffroy Sign : Tidak dapat mengerutkan dahi
Ressenbach Sign : Tremor palpebra jika

tertutup
o Hipertroni simpatis : Kulit basah dan dingin, tremor halus
o Jantung : Takikardi

mata

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan untuk mengukur fungsi tiroid

Pemeriksaan antibodi terhadap antigen tiroid

Pemeriksaan radiologis

Pemeriksaan histopatologis (FNAB)

Pemeriksaan potong beku


Pemeriksaan Fungsi Tiroid
Pemeriksaan hormon tiroid dan TSH menggunakan radioimmuno

assay cara dengan (ELISA) dalam serum atau plasma darah.


Pemeriksaan T4 total dikerjakan pada semua penderita penyakit
tiroid,

normal : 60-150 nmol/L:50-120ngL; T3 sangat membantu

untuk hipertiroidisme,

kadar N dewasa 1,0-2,6 nmol/L atau

0,65-1,7 ng/dL;
TSH sangat membantu untuk mengetahui hipotiroidisme primer
Basal TSH meningkat 6 mU/L. Kadang-kadang meningkat sampai 3
kali normal.

Pemeriksaan antibodi terhadap antigen tiroid

antibodi tiroglobulin
antibodi mikrosomal
antibodi antigen koloid 2 (CA2 antibodies)
antibodi permukaan sel (cell surface antibody)
thyroid stimulating hormone antibody (TSA)

Pemeriksaan Radiologis

Foto Rontgen leher


USG
Radioisotop

Pemeriksaan PA

FNAB
potong beku (vc/vries coupe)

PENATALAKSANAAN
Perawatan akan tergantung pada penyebab struma. Penyebab struma
dapat karena:
o Defisiensi Yodium: suplementasi yodium
o Hashimoto Tiroiditis: suplemen hormon tiroid sebagai pil setiap
hari.
o Hipertiroidisme
tergantung pada penyebab hipertiroidisme.
Tujuan pengobatan hipertiroidisme adalah membatasi produksi
hormon

tiroid

yang

berlebihan

dengan

cara

menekan

produksi (obat antitiroid) atau merusak jaringan tiroid


(yodium radioaktif, tiroidektomi subtotal).
Obat antitiroid
o Indikasi :
Terapi untuk memperpanjang remisi atau mendapatkan remisi
yang menetap, pada pasien muda dengan struma ringan

sampai sedang dan tirotoksikosis.


Obat untuk mengontrol tirotoksikosis pada fase sebelum
pengobatan, atau sesudah pengobatan pada pasien yang

mendapat yodium aktif.


Persiapan tiroidektomi

Pengobatan pasien hamil dan orang lanjut usia


Pasien dengan krisis tiroid
o Obat antitiroid yang sering digunakan :
Karbimazol, Metimazol, Propiltiourasil

Yodium radioaktif
Indikasi :
Pasien umur 35 tahun atau lebih
Hipertiroidisme yang kambuh
Gagal mencapai remisi sesudah pemberian obat antitiroid
Adenoma toksik, goiter multinodular toksik

Operasi
Indikasi :
Pasien umur muda dengan struma besar serta tidak berespons

terhadap obat antitiroid.


Pada wanita hamil (trimester kedua) yang memerlukan obat

antitiroid dosis besar


Alergi terhadap obat antitiroid, pasien tidak dapat menerima

yodium radioaktif
Adenoma toksik atau struma multinodular toksik
Pada penyakit Graves yang berhubungan dengan satu atau

lebih nodul
Multinodular
Kosmetik
Untuk nodul tunggal tiroid

yang bukan oleh karena


keganasan dilakukan tindakan
isthmolobektomi, sedangkan
multinoduler dilakukan tindakan subtotal tiroidektomi atau
near total tiroidektomi, tetapi para ahli bedah endokrin
menganjurkan total tiroidektomi.

Menurut ahli bedah endokrin, terdapat 2 pilihan operasi yang


dianjurkan pada penderita hipertiroid:
o Bilateral tiroidektomi atau near total tiroidektomi

o Total tiroidektomi

KARSINOMA TIROID
Karsinoma

tiroid

adalah

suatu

keganasan

(pertumbuhan

tidak

terkontrol dari sel) yang terjadi pada kelenjar tiroid

Epidemiologi

Keganasan terbanyak ke-9 di antara 10 kanker terbanyak


Insidensi meningkat seiring meningkat usia, dgn puncak pada usia

21-40 tahun.
Wanita 2-4 kali lebih sering

Risiko dan diagnosis keganasan nodul tiroid tunggal

Risiko pada pria lebih tinggi

Bila diet yodium cukup, risiko lebih kecil (dataran rendah,

konsumsi ikan)
Defisiensi yodium (di pegunungan) membuat risiko lebih besar
Usia muda (risiko keganasan sekitar 30%)
Anamnesis radiasi masa muda (risiko tinggi)
USG untuk membedakan nodul padat dan kista
Biopsi aspirasi jarum halus biasa menentukan diagnosis

Curiga Keganasan Tiroid (Riccabona)

Umur < 20 tahun dan > 50 tahun

Riwayat terpapar radiasi leher pada masa kanak-kanak

Pembesaran kelenjar tiroid yang cepat

Struma dengan suara parau

Disfagia
Nyeri spontan
Riwayat keluarga menderita kanker
Struma hiperplasia yang tetap membesar setelah diobati
dengan tiroksin
Sesak napas

Klasifikasi
Klasifikasi karsinoma tiroid berdasarkan histopatologi mayor,

Karsinoma papiler

Karsinoma folikuler

Karsinoma anaplastik

Karsinoma meduler

Karsinoma epidermoid
Metastasis

Trakea

Faring

Esofagus

Nervus rekurens

Pembuluh darah karotis

Vena jugularis

Struktur leher dan kulit

Metastasis hematogen : paru, tulang, otak, hati


Diagnosis Banding
Klasifikasi TNM karsinoma tiroid

Stadium Klinis Karsinoma Tiroid


Karsinoma tiroid papilare atau folikulare

Medulare

Anaplastik

Diagnosis

Anamnesis
a) Pengaruh usia dan jenis kelamin
b) Pengaruh radiasi di daerah leher dan kepala
c) Kecepatan tumbuh tumor
d) Riwayat gangguan mekanik di daerah leher
e) Riwayat penyakit serupa pada keluarga

Pemeriksaan Fisik
o Inspeksi:
Adanya benjolan di leher depan atau lateral
Bila terlihat sesak, waspada adanya penekanan pada
trakea
o Palpasi:

Benjolan kita palpasi, kalau dari tiroid maka pada waktu

menelan akan ikut ke atas.


Pada tumor primer dapat berupa suatu nodul Ada tidaknya
benjolan pada tulang belakang, clavicula, sternum serta
tempat metastase jauh lainnya di paru, hati, ginjal dan
otak.

Terapi
Adenokarsinoma berdiferensiasi baik, usia muda, unilateral,
berdiameter

kecil,

tidak

menyebar

istmolobektomi (hemitiroidektomi)
Skornya buruk tiroidektomi total
Prognosis

ke

kelenjar

leher