Anda di halaman 1dari 10

Seminar Akuntansi Persiapan Ujian Akhir Semester

PSAK 23 AKUNTANSI PENDAPATAN


Soal I
PT Color Info adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
distribusi majalah-majalah bisnis. Pada tanggal 15 Juli 2010,
perusahaan menerima pembayaran uang muka sebesar Rp
240.000,- untuk berlangganan majalah Good Luck dari seorang
pelanggan retail. Uang muka ini merupakan pembayaran untuk
langganan majalah selama satu tahun. Majalah Good Luck
merupakan salah satu produk andalan PT Color Info dengan jadual
terbit 3 bulan sekali. Terbitan berikut pada tanggal 27 Juli 2010
dan sudah mulai dikirim kepada pelanggan baru tersebut.
Bagaimana pengakuan pendapatan pada PT Color Info 31
Desember 2010. Sertakan penjelasan dengan PSAK yg relevan.
Jawab:
PSAK 23, member pedoman tentang pengakuan pendapatan dari
penjualan barang, diakui jika seluruh kondisi berikut dipenuhi:
a. Entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan
barang secara signifikan kepada pembeli.
b.
c.
d.
e.

Entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya


terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan
pengendalian efektif atas barang yang dijual.
Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal
Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan
transaksi tersebut akan mengalir ke entitas.
Biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi
penjualan tersebut dapat diukur secara andal.

Pengakuan Pendapatan Oleh FASB & IAI pedoman umum


pengakuan pendapatan versi FASB yang diringkas dalam SFACN
No. 5 paragraf E 4:
b.Kalau kontrak penjualan atau penerimaan kas (atau keduanya)
mendahului produksi dan pengiriman (seperti dalam kasus
berlangganan majalah dengan pembayaran di muka), pendapatan
dapat diakui pada saat berhak (earned) dan pengiriman
(delivery)
analisis kasus
Pada kasus ini, terdapat dua peristiwa yang dapat menandai
munculnya pencatatan akuntansi. Yaitu saat PT Color Info
menerima uang muka pada tanggal 15 Juli 2010 dan pada saat PT
Color Info mengirimkan majalah kepada pelanggan. Pada saat
mennerima uang muka, secara teoritis pendapatan sudah
memenuhi syarat terealisasi namun belum memenuhi syarat
terbentuk, Dengan demikian, penerimaan uang muka dianggap
sebagai kewajiban. Perlakuan akuntansi bagi PT Color Info pada
tanggal 15 Juli 2010, penerimaan uang muka, dijurnal:
Kas
Rp120.000,Pendapatan diterima di muka
Rp120.000,Pendapatan dapat diakui pada saat PT Color Info telah
mengirimkan majalah kepada pelanggan yaitu pada tanggal 27
Juli. Besarnya pendapatan Rp30.000,- (Rp120.000,- / 4 kali
penerbitan dalam setahun). Pada saat ini pendapatan telah terjadi
karena syarat terbentuk dan terealisasi sudah dipenuhi. Perlakuan
akuntansi pada tanggal ini pada saat pengiriman tanggal 27 Juli
2010, 27 okt 2010, 27 Januari 2011, dan 27 April 2011 adalah:
Pendapatan diterima di muka
Rp30.000,Pendapatan
Rp30.000,Kos barang terjual
xxxx
Sediaan barang dagangan
xxxx
Per 31 Desember 2010
Saldo Pendapatan diterima di muka pada neraca Rp60.000,- (Cr)
Saldo Pendapatan pada laporan laba rugi Rp60.000,- (Cr)

Soal II
PT Great Ocean adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
real estate. Saat ini PT Great Ocean sedang menjalankan proyek
pembangunan rumah tinggal 2 lantai dengan tipe 120/200. Proyek
ini memiliki masa pengerjaan 7 bulan pada 2 periode yang
berbeda, yaitu 2 bulan (November-Desember) pada tahun 2012 dan
5 bulan (Januari-Mei) berikutnya pada tahun 2013. Rumah ini
sudah dipesan oleh pelanggan dengan nilai kontrak penjualan
Rp953.093.046. Pelanggan sudah membayar uang muka sebesar
20% dari nilai kontrak. Total estimasi biaya sampai proyek selesai
sebesar Rp 632.493.561. Bagaimanakah perlakuan akuntansi untuk
mengakui pendapatan dalam Laporan Keuangan 31 Desember
2012? Biaya untuk proyek ini pada periode pembangunan
November-Desember 2012 adalah sebesar Rp 280.715.432.
Jawab:
Kasus ini juga merupakan penyimpangan dari standar pengakuan
pendapatan saat penjualan. Yaitu perusahaan hendak mengakui
besarnya pendapatan pada saat pendapatan tersebut belum selesai
terbentuk (proses pembentukan belum dipenuhi). Metoda yang
umum digunakan untuk mengakui pendapatan saat kemajuan
produksi adalah metode persentase penyelesaian (percentageofcompletion method), sedangkan bila perusahaan mengakui
pendapatan saat produksi selesai maka metoda kontrak-selesai
(completed-contract method) dapat digunakan.
Secara konseptual, pendapatan sudah ada sejak proyek sudah mulai
dikerjakan. Hal ini didukung oleh konsep upaya dan hasil. Dengan
demikian, meskipun pendapatan belum terbentuk secara penuh,
secara teoritis pendapatan sudah ada (syarat pembentukan
dipenuhi). Kontrak pembelian antara PT Great Ocean dengan
pembeli merupakan syarat terealisasinya pendapatan. Oleh karena
itu, perusahaan sudah dapat mengakui terjadinya pendapatan
selama November-Desember 2001. Perlakuan akuntansi untuk
mencatat transaksi ini adalah:
Terima uang muka
Kas
Rp 190.618.609
Piutang
Rp762.474.437
Pendapatan kontrak tangguhan
Rp953.093.046
Pendapatan yg diakui selama November-Desember 2012 dengan
menggunakan metoda persentase penyelesaian dijurnal dengan:
Mengakui pendapatan 31 Desember 2012:
Pendapatan kontrak tangguhan Rp422.982.694,Pendapatan kontrak*
Rp422.982.694,*Persentase penyelesaian berdasarkan cost to cost method:
(Rp280.715.432/ Rp632.493.561) = 44,38%
*Besarnya pendapatan yang diakui adalah:
44,38% x Rp953.093.046 = Rp422.982.694,-.
PSAK 45 AKUNTANSI NIRLABA
Soal III
Dengan mengacu PSAK 45 Akuntansi Nirlaba, jelaskan
pengakuan, pengukuran, dan penyajian investasi yang
mendatangkan pendapatan secara permanen dalam organisasi
nirlaba.
Jawab:
Pengakuan
diakui sebagai aset jika dan hanya jika:
(a) kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat
ekonomik masa depan dari aset tersebut; dan
(b) biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Pengukuran
Investasi dicatat sebesar nilai pasar atau nilai apraisal, dan
penghasilan (atau kerugian) yang telah terealisasiakan atau belum
terealisasikan dapat dilihat dari laporan aktivitas. Entitas
menginvestasikan kelebihan kas di atas kebutuhan harian dalam
1

investasi lancar.
Penyajian
aktiva yang disumbangkan untuk investasi yang mendatangkan
pendapatan secara permanen dapat disajikan sebagai unsur terpisah
dalam kelompok aktiva bersih yang penggunaannya dibatasi secara
permanen atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.
Pada CaLK investasi yang mendatangkan pendapatan secara
permanen dijelaskan sebagai berikut

Soal V
PT Love Others, sebuah organisasi kesehatan dan kesejahteraan
sukarela nirlaba swasta, menerima bantuan tunai sebesar
Rp500juta dari Bapak Surya pada 15 November 2009. Bapak
Surya menyatakan bahwa bantuannya digunakan untuk pengadaan
peralatan bagi organisasi. PT Love Others menggunakan bantuan
tersebut untuk memperoleh peralatan seharga Rp 500 juta pada
Januari 2010. Berdasarkan PSAK 45 Akuntansi Nirlaba,
bagaimana PT Love Others mencatat transaksi tersebut pada
laporan keuangan 31 Desember 2009 (termasuk tentukan apakah
kontribusi Rp500juta tersebut dilaporkan pada laporan kegiatan
sebagai pendapatan tidak terbatas atau laporan posisi keuangan
sebagai pendapatan tertangguh yang terbatas sementara atau
laporan posisi keuangan sebagai pendapatan tertangguh yang tidak
terbatas atau laporan kegiatan sebagai pendapatan yang terbatas
sementara).
Berikan alasan Saudara dengan PSAK yang relevan
Jawab:
Pendapatan tersebut dicatat sebagai liabilitas pada laporan posisi
keuangan per 31 Desember 2009 sebagai pendapatan tertangguh
yang terbatas sementara.

Soal IV
Berikan penjelasan mengenai klasifikasi secara fungsional dalam
laporan aktivitas organisasi nirlaba.
Jawab:
Paragraf 29-32 PSAK 45:
Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus
menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi
fungsional, seperti menurut kelompok program jasa utama dan
aktivitas pendukung.
Klasifikasi secara fungsional bermanfaat untuk membantu para
penyumbang, kreditur, dan pihak lain dalam menilai pemberian
jasa dan penggunaan sumber daya. Disamping penyajian
klasifikasi beban secara fungsional, organisasi nirlaba dianjurkan
untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut
sifatnya. Misalnya, berdasarkan gaji, sewa, listrik, bunga,
penyusutan.
Program pemberian jasa merupakan aktivitas untuk menyediakan
barang dan jasa kepada para penerima manfaat, pelanggan, atau
anggota dalam rangka mencapai tujuan atau misi organisasi.
Pemberian jasa tersebut merupakan tujuan dan hasil utama yang
dilaksanakan melalui berbagai program utama.
Aktivitas pendukung meliputi semua aktivitas selain program
pemberian jasa. Umumnya, aktivitas pendukung meliputi aktivitas
manajemen dan umum, pencarian dana, dan pengembangan
anggota.

Karena hibah yang diterima tidak menambah aktiva bersih


yayasan. Yayasan masih memiliki kewajiban untuk membeli
peralatan pada bulan januari 2010. Ketika pembelian peralatan
terealisasi baru direklasifikasi menjadi pendapatan yang terbatas
sementara.
Disebut terbatas sementara karena merupakan pembatasan
temporer terhadap sumbangan berupa aktivitas operasi tertentu.
(paragraf 17 PSAK 45)
Adapun jurnal untuk mencatat transaksi di atas adalah:
15 nov 2009:
Kas
500jt
pendapatan tertangguh yg terbatas sementara.

500jt

Jan 2010:
pendapatan tertangguh yang terbatas sementara. 500jt
Pendapatan hibah yg terbatas sementara
Peralatan
Kas

500jt
500jt
500jt

PSAK 25 KEBIJAKAN AKUNTANSI, PERUBAHAN


ESTIMASI, DAN KESALAHAN
Soal VI

Selama tahun 2012, PT Soulmate yang bergerak dalam produksi


Aktivitas manajemen dan umum meliputi pengawasan, manajemen
mencatat informasi sebagai berikut:
bisnis, pembukuan, penganggaran, pendanaan, dan aktivitas
administratif lainnya, dan semua aktivitas manajemen dan
administrasi kecuali program pemberian jasa atau pencarian dana. a. Beberapa produk yang telah dijual pada tahun 2011 salah
tercatat dalam persediaan per 31 Desember 2011 sebesar
Aktivitas pencarian dana meliputi publikasi dan kampanye
Rp6.500.000.
pencarian dana; pengadaan daftar alamat penyumbang;
pelaksanaan acara khusus pencarian dana; pembuatan dan
penyebaran manual, petunjuk, dan bahan lainnya; dan pelaksanaan b. Catatan akuntansi PT Soulmate untuk tahun 2012 menunjukkan
penjualan sebesar Rp104.000.000, harga pokok penjualan
aktivitas lain dalam rangka pencarian dana dari individu, yayasan,
Rp86.500.000 (termasuk kesalahan Rp 6.500.000) pada saldo
pemerintah dan lain-lain. Aktivitas pengembangan anggota
awal persediaan), dan pajak penghasilan Rp 5.250.000.
meliputi pencarian anggota baru dan pengumpulan iuran anggota,
hubungan dan aktivitas sejenis.
2

c.

Tahun 2011:

Soal VII

Penjualan

Dengan mengacu pada PSAK 25, berikan suatu contoh kondisi


penerapan prospektif untuk perubahan kebijakan akuntansi ketika
penerapan retrospektif tidak praktis diterapkan.

73.500.000

Harga pokok penjualan

(53.500.000)

Laba sebelum PPh


PPh
Laba

Jawab:

20.000.000
(6.000.000)
14.000.000

(Panduan Implementasi PSAK 25 Contoh 2)

d.

Saldo laba awal 2011 adalah Rp 20.000.000 dan saldo laba akhir
Rp 34.000.000

e.

Tarif PPh 30% untuk tahun 2012 dan 2011. Tidak ada
penghasilan dan beban lainnya.

f.

PT Soulmate memiliki Rp 5.000.000 modal saham dan tidak ada


komponen ekuitas lainnya selain saldo laba. Saham perusahaan tidak
ditawarkan kepada public dan tidak mengungkapkan laba per saham.
Anda diminta untuk melakukan:

a.

Analisis akibat kesalahan pencatatan persediaan tersebut


terhadap laporan keungan 2010, 2011, dan 2012 (Anda dapat
secara langsung menyediakan laporan keuangan 2010, 2011,
2012) untuk menunjukkan pengaruh/akibat kesalahan
pencatatan persediaan tersebut.

b.

Berdasarkan PSAK 25, jelaskan bagaimana perlakuan


akuntansi atas kesalahan pencatatan persediaan tersebut.

Jawab:
(Panduan Implementasi PSAK 25 Contoh 1)
a. Dampak ke lapkeu
Koreksi kesalahan pada kasus tersebut berdampak pada periode
pelaporan 2011 dan 2012. Sedangkan tahun 2010 tidak mengalami
perubahan. Berikut dampak perubahannya:
2011
2012
Uraian
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
73.500
73.500
104.000
104.000
Penjualan
HPP
(53.500)
(60.000)
(86.500)
(80.000)a.
Laba sblm PPh
20.000
13.500
17.500
24.000b.
PPh
(6.000)
(4.050)
(5.250)
(7.200)c.
Laba
14.000
9.450
12.250
16.800d.
e.
Uraian
Laba Ditahan
(setelah ditutup)*
* perhitungan

2011
Sebelum

Sesudah

2012
Sebelum
Sesudah

19.000

14.450

31.250

31.250

(5.000
+14.000)

(5.000
+9.450)

(19.000
+12.250)

(14.450
+16.800

b. Perlakuan akuntansi.
Laporan keuangan 2011 disajikan kembali untuk mengoreksi
kesalahan persediaan di 2011.
Jurnal untuk mengoreksi kesalahan pada 2011, yaitu dengan
menjurnal:
Laba ditahan
6.500
Persediaan
6.500
Sedangkan pada tahun 2012 tidak perlu menjurnal, karena
persediaan sudah disesuaikan pada tahun 2011. Sehingga secara
otomatis saldo awal persediaan 2012 sudah terkoreksi. (asumsi
kesalahan diketahui sebelum tutup buku 2012).

Contohnya yaitu ketika suatu entitas mengubah kebijakan akuntansi


penyusutan aset tetap, sehingga menerapkan lebih banyak
pendekatan komponen secara penuh, pada saat yang sama
menerapkan model revaluasi. Manajemen berpendapat kebijakan ini
menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan karena
komponen aset tetap lebih akurat dan didasarkan atas nilai kini.
Sebelum periode terjadinya perubahan kebijakan akuntansi, catatan
entitas tidak cukup detail untuk menerapkan pendekatan komponen
secara penuh. Pada akhir periode lalu, manajemen membuat survei
rekayasa, di mana menyediakan informasi komponen yang dimiliki
dan nilai wajarnya, umur manfaat, nilai residu estimasian, dan
jumlah yang dapat disusutkan pada awal periode ini. Namun, survei
tersebut tidak menyediakan dasar yang cukup untuk mengestimasi
secara andal biaya untuk komponen-komponen tersebut yang
sebelumnya tidak dicatat secara terpisah, dan catatan yang ada
sebelum survei tidak mengizinkan informasi ini direkonstruksi.
Dengan demikian manajemen mempertimbangkan bagaimana
mencatat untuk setiap dua aspek perubahan akuntansi. Manajemen
menentukan tidak praktis untuk mencatat perubahan tersebut untuk
pendekatan komponen yang lebih penuh secara retrospektif, atau
mencatat perubahan secara prospektif dari tanggal yang lebih awal
daripada awal periode ini.
Kebijakan ini diterapkan secara prospektif mulai dari periode
terjadinya perubahan kebijakan akuntansi karena tidak praktis untuk
mengestimasi dampak penerapan kebijakan baik secara retrospektif,
atau secara prospektif dari tanggal yang lebih awal. Oleh karena itu,
penerapan kebijakan baru tidak mempunyai dampak atas periode
sebelumnya.
Namun terdapat dampak pada tahun berjalan berupa (misal):
Meningkatkan jumlah tercatat aset tetap pada awal tahun;
Meningkatkan penyisihan pajak tangguhan awal;
Menghasilkan surplus revaluasi pada awal tahun;
Meningkatkan beban penyusutan; dan
Mengurangi beban pajak.
PSAK INSTRUMEN KEUANGAN (50, 55, DAN 60)
Soal VIII - Sale of disproportionate interest
PT Best Effort menerbitkan suatu portofolio interest-bearing loan
dengan nilai Rp 10 milyar, jangka 5 tahun. PT Best Effort tersebut
kemudian melakukan perjanjian dengan PT Best Wish yang
menyepakati bahwa PT Best Effort akan memberikan sejumlah Rp
9 milyar terlebih dahulu kepada PT Best Wish. Jumlah tersebut
merupakan jumlah yang diperoleh dari portofolio interest-bearing
loan dan bunga. PT Best Effort akan menahan hak atas sisa
sejumlah Rp 1 milyar dan bunga yang merupakan bunga
subordinasi dalam portofolio interest-bearing loan.
Berdasarkan PSAK 60, lakukan analisis apakah penjualan hak
yang akan diterima atas bagian suatu portofolio aset keuangan
sejenis dapat diperlakukan sebagai bagian dari aset untuk tujuan
penghapusan pengakuan.
Jawab:
Tidak bisa saling write off pengakuan antara liabilitas keuangan
dengan aset keuangan. Masing-masing dicatat terpisah. Karena
tidak memenuhi persyaratan syarat saling hapus.
3

PSAK 50 paragraf 42 mengatur bahwa aset keuangan dan liabilitas


keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika memenuhi syarat
berikut:
a)

Entitas saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara


hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah
diakui tersebut; dan

b) Entitas berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk


merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
simultan.
Dengan demikian PT Best Effort akan mencatat bearing loan
sebagai liabilitas keuangan sebesar Rp 10 milyar dan mengakui
loan and receivable kepada PT Best Wish sebesar Rp9M sebagai
aset keuangan.
Soal IX - Sale of asset with a guarantee
PT Forever Young melakukan perjanjian untuk mengalihkan 90%
atas hak arus kas suatu kelompok piutang dari PT Floral. PT
Forever Young juga memberikan jaminan untuk kerugian kredit
sejumlah 8% dari nilai pokok piutang.
Berdasarkan PSAK 60, lakukan analisis apakah tes penghentian
pengakuan diberlakukan atas seluruh atau hanya sebagian aset
keuangan yang dijual dengan jaminan.
Jawab:
Analisa bagan berikut, mungkin bisa bantu menjawab soal.

instrumen ekuitas tidak diwajibkan untuk menyerahkan kas atau


aset keuangan lain kepada pihak lain.
Dengan demikian walaupun penerbitan saham secara bentuknya
merupakan isntrumen ekuitas, namun karena ada kewajiban
kontraktual memberikan dividen tahunan kepada Investor Z
sejumlah 20% dari laba tahunan Entitas A, maka instrument
tersebut diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan.
Soal IX - Technology license
Pada 1 Januari 20X1, Entitas B menandatangani perjanjian dengan
Entitas C untuk menggunakan teknologi untuk produk kosmetik
yang sudah dipatenkan. Jangka waktu perjanjian 10 tahun. Lisensi
tidak bersifak eksklusif. Berdasarkan perjanjian tersdebut, Entitas
B harus membayar Entitas C sejumlah 10% dari penjualan produk
kosmetik.
Berdasarkan PSAK 60, apakah perjanjian tersebut menimbulkan
suatu kewajiban/instrumen keuangan? Berikan penjelasan atas
jawaban Saudara.
Jawab:
Hint: Analisis fokus pada apakah Entitas B memiliki pengendalian
atas teknologi
Suatu perjanjian dikategorikan setiap liabilitas keuangan apabila
memenuhi kriteria berikut:
a.

Kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau asset


keuangan lain kepada entitas lain, atau untuk mempertukarkan
asset keuangan/liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan
kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas tersebut.

b.

Kontrak yang akan/mungkin diselesaikan dengan menggunakan


instrument ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan
suatu nonderivatif atau derivative.

Transaksi tersebut tidak memenuhi kriteria b.


Soal X Kategori Aset Keuangan
Jelaskan kategori aset keuangan dalam PSAK 60. Jelaskan
jawaban Saudara.
Jawab:
Kategori Aset Keuangan dibedakan menjadi empat jenis:

Soal X - Financing arrangement


Pada 1 Januari 20X0, Entitas A menerbitkan saham yang dibeli
oleh Investor Z senilai Rp 1 milyar. Berdasarkan perjanjian modal
saham, Entitas A akan memberikan dividen tahunan kepada
Investor Z sejumlah 20% dari laba tahunan Entitas A.
Apakah transaksi tersebut termasuk ruang lingkup PSAK 60
sehingga PT A mengakui sebagai kewajiban keuangan? Jelaskan
alasan/jawaban Saudara.
Jawaban:
fitur penting dalam membedakan antara liabilitas keuangan dan
instrumen ekuitas adalah adanya kewajiban kontraktual salah satu
pihak dari instrumen keuangan (penerbit), untuk menyerahkan kas
atau aset keuangan lain kepada pihak lain (pemegang), atau untuk
mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan
pemegang instrumen ekuitas dalam kondisi yang berpotensi tidak
menguntungkan pihak penerbit. Meskipun pemegang instrumen
ekuitas mungkin berhak menerima dividen atau bentuk distribusi
ekuitas lain secara prorata, penerbit tidak memiliki kewajiban
kontraktual untuk melakukan distribusi tersebut karena penerbit

1) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba


Rugi (Financial aset at Fair Value through Profit and Loss)
Diperdagangkan:
Diperoleh/dimiliki untuk tujuan dijual/dibeli kembali dalam
waktu dekat;
Bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang
memiliki pola ambil untung dalam jangka pendek; atau
merupakan derivatif (kecuali derivatif yang ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai dan efektif).
Ditetapkan untuk dinilai pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi
2) Investasi dalam Kelompok Dimiliki hingga jatuh Tempo (Held
to Maturity Investments)
Kriteria:

Aset keuangan non derivatif;

Pembayaran tetap/telah ditentukan;

Jatuh tempo telah ditetapkan;

Entitas memiliki maksud dan kemampuan untuk


memiliki hingga jatuh tempo
Kecuali:

ditetapkan sbg aset keu pada nilai wajar melalui


L/R;

ditetapkan sbg AFS;


4

memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan


piutang.

3) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang (Loans and Receivables)


Kriteria:

Aset keuangan non derivatif;

Pembayaran tetap/telah ditentukan;

tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif,


Kecuali:

dimaksudkan utk dijual dlm waktu dekat (trading);

ditetapkan sbg aset keu pada nilai wajar mel L/R;

diklasifikasikan sbg AFS;

pinjaman yang diberikan/piutang yg investasi


awalnya tdk akan diperoleh kembali scr substansial (kecuali
krn penurunan kualitas), shg hrs diklasifikasikan sbg AFS.
4) Aset Keuangan yang diklasifikasikan dalam Kelompok Tersedia
untuk Dijual (Available for sale Financial Assets)
Kriteria:

Aset keuangan non derivatif;

Ditetapkan sebagai AFS;


Kecuali

pinjaman yang diberikan/piutang,

dimiliki hingga jatuh tempo, atau

dinilai pada nilai wajar melalui L/R.


Soal XI Classification and measurement of financial assets
Pada 1 Januari 2010, PT Wireless membeli obligasi senilai Rp 5
milyar, jangka waktu 5 tahun, tingkat bunga 5%/tahun (yang juga
merupakan suku bunga efektif), jatuh tempo setiap 31 Desember.
Pada 31 Desember 2010, bunga yang diterima sesuai dengan
perjanjian awal, sementara tingkat bunga pasar 6%.
Berdasarkan PSAK instrument keuangan:
a. Tentukan tingkat bunga yang digunakan dan nilai akun aset
keuangan pada tanggal 31 Desember 2010 dengan dasar
klasifikasi financial assets at fair value through profit or loss
(FVTPL)
b. Tentukan tingkat bunga yang digunakan dan nilai akun aset
keuangan pada tanggal 31 Desember 2010 dengan dasar
klasifikasi amortised cost, dengan asumsi memenuhi
rangkaian tes berdasarkan PSAK instrumen keuangan sejak
awal pengakuan
c. Jika pada awal tahun 2011, penerbit obligasi teridentifikasi
menghadapi
kesulitan
keuangan
sehingga
tingkat
pengembalian atas obligasi semakin rendah, tentukan nilai
impairment aset keuangan dalam laporan keuangan 31
Desember 2011.

kembali estimasi arus kas yang mungkin diperoleh dan


selanjutnya didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal
untuk memperoleh nilai kini atas arus kas tersebut. Selisih
kurang antara nilai tercatat kredit sebelum terdapat bukti
obyektif penurunan nilai dan nilai kini estimasi arus kas masa
datang merupakan cadangan kerugian penurunan nilai yang
harus dibentuk. Jurnal mencatat penurunan nilai:
Db.Kerugian penurunan nilai
xxxx
Kr. Cadangan kerugian penurunan nilai
xxxx
PSAK 7 PENGUNGKAPAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Soal XII Individually significant transaction because of size
of transaction
Entitas E secara tidak langsung berada di bawah pengendalian
Pemerintah I. Pada tahun 2009, Pemerintah melakukan perjanjian
kerja sama dengan Entitas E yang menyepakati bahwa Entitas E
akan bertindak sebagai supplier tunggal pengadaan peralatan listrik
untuk beberapa kementerian/lembaga. Jangka waktu kontrak 3
tahun dengan diskon 10% dari daftar harga yang digunakan Entitas
E sebagai dasar penetapan harga untuk transaksi peralatan listrik
retail. Untuk periode akuntansi yang berakhir 31 Desember 2011,
nilai penjualan total berdasarkan perjanjian antara Entitas E dan
Pemerintah I adalah Rp 35 milyar (2010: Rp 28 milyar). Pada 31
Desember 2011, jumlah jatuh tempo yang menjadi kewajiban
Pemerintah I adalah Rp 1 milyar (2010: Rp 3 milyar).
Berdasarkan PSAK 7 Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi,
jelaskan/ilustrasikan hal-hal yang harus diungkapkan dalam
Laporan Keuangan Entitas E terkait kasus di atas.
Jawab:
PSAK 7 par 24 & 25 + Contoh Ilustrasi pengungkapan:

Jawab:
a. - Tingkat bunga yang digunakan = actual paid = 5%
Db. Beban Bunga (5%*5M)
250jt
Kr. Kas
250jt
- Nilai akun aset keuangan per 31 Desember 2010
Disesuaikan dengan nilai wajar obligasi (jika FV > BV
diakui keuntungan, jika FV < BV diakui kerugian)
b.

- Tingkat bunga yang digunakan = effective interst rate = 6%


Db. Beban Bunga
300Jt
Kr. Kas
250jt
Kr. Hutang Obligasi
50Jt
- Nilai akun aset keuangan per 31 Desember 2010 = BV +
selisih beban bunga dengan yang dibayarkan = Rp5M+50jt
=5.050Jt

c.

Berdasarkan bukti obyektif tersebut, PT Wireless melakukan


5

Soal XIII Individually significant transaction carried out on


non-market terms
Entitas E secara tidak langsung berada di bawah pengendalian
Pemerintah I. Pada 30 Desember 2009, Pemerintah I menunjuk
Entitas E sebagai installer tunggal software yang dikembangkan

Soal XV Pihak berelasi dengan entitas pelapor


Berdasarkan PSAK 7, manakah pihak-pihak di bawah ini yang
termasuk pihak berelasi dengan entitas pelapor? Jelaskan jawaban
Saudara.
Jawab:

oleh Pemerintah I. Software tersebut rencananya akan digunakan


untuk proses penyampaian ekspor impor secara online oleh
perusahaan ekspor impor. Perjanjian Entitas E dan Pemerintah I
akan berlaku selama lima tahun. Berdasarkan perjanjian tersebut,
Pemerintah I akan melakukan pembayaran kepada Entitas E untuk
setiap biaya instalasi software setelah proses instalasi selesai.
Namun demikian, Entitas E tidak berhak untuk mendapat marjin di
atas biaya jasa untuk aktivitas instalasi software tersebut. Pada 31
Desember 2011, nilai penjualan/jasa agregat berdasarkan
perjanjian adalah Rp 35 milyar (2010: Rp 28 milyar). Pada 31
Desember 2011, nilai yang menjadi kewajiban Pemerintah I adalah
Rp 3 milyar (2010: Rp 3 milyar).
Berdasarkan PSAK 7 Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi,
jelaskan/ilustrasikan hal-hal yang harus diungkapkan dalam
Laporan Keuangan Entitas E terkait kasus di atas.
Jawab:

1)
2)
Soal XIV Individually significant transaction outside normal3)
day-to-day business operations
Entitas E secara tidak langsung berada di bawah pengendalian
Pemerintah I. Berdaarkan perjanjian tanggal 1 Januari 2011 antara4)
Entitas E dan Pemerintah I, Entitas E dan Pemerintah I sepakat
untuk membentuk suatu konsorsium untuk pengembangan,
pembiayaan, dan operasi Pusat Pengembangan dan Penelitian.
Entitas E akan melakukan sub-lease satu lantai gedung kantor
utamanya untuk dijadikan kantor operasi dalam rangka proyek
bersama Pemerintah I tersebut. Pada 31 Desember 2011, total5)
modal Entitas E dalam proyek tersebut bernilai Rp 70 milyar dan6)
total pembayaran sewa kantor operasi Rp 1 milyar sebagai
pendapatan sewa.
Berdasarkan PSAK 7 Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi,
jelaskan/ilustrasikan hal-hal yang harus diungkapkan dalam
Laporan Keuangan Entitas E terkait kasus di atas.
Jawab:
Pengungkapan pada Lapkeu
Pada tanggal 1 Januari 2011 entitas E, suatu entitas yang mana
pemerintah I memiliki saham sebesar x% dari saham yang beredar,
Entitas E melakukan transaksi diluar operasi bisnis normal perusahaan.
Entitas E dan Pemerintah I sepakat untuk membentuk suatu konsorsium
untuk pengembangan, pembiayaan, dan operasi Pusat Pengembangan
dan Penelitian. Entitas E melakukan sub-lease satu lantai gedung kantor
utamanya untuk dijadikan kantor operasi dalam rangka proyek bersama
Pemerintah I tersebut. Total modal Entitas E dalam proyek tersebut
bernilai Rp 70 milyar dan total pembayaran sewa kantor operasi Rp 1
milyar sebagai pendapatan sewa.

Berdasarkan kriteria di atas, maka hubungan pihak relasi, adalah


sebagai berikut
Subsidiaries = pihak berelasi kategori b).(i)
Asosiasi = pihak berelasi kategori b).(ii)
Bank sebagai kreditur = pihak berelasi kategori a).(i)

Dewan direksi kategori a).(ii)

Suami Dewan direksi = pihak berelasi kategori b).(vii)


Anggota tim manajemen eksekutif = pihak berelasi kategori a).
(iii)
7) Supplier & customer utamabukan pihak berelasi (par11)
SAK ETAP
Soal XVII Ruang lingkup
Anda adalah Direktur Keuangan PT Unconditional yang menyusun
laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Direktur Produksi baru
PT Unconditional berpendapat bahwa PT Unconditional
menggunakan PSAK umum.
Anda diminta untuk menyediakan draft laporan kepada Direktur
Produksi yang menjelaskan entitas yang diperkenankan
menggunakan SAK ETAP dan alasan PT Unconditional
menggunakan SAK ETAP
Jawaban:
Menurut BAB 1 RUANG LINGKUP SAK ETAP
1.1 Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik (SAK ETAP) dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa
akuntabilitas publik. Entitas tanpa akuntabilitas publik adalah
7

entitas yang:
3.528
(a) tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
Pinjaman jangka pendek termasuk kategori setara kas
(b) menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general
Perusahaan membagikan dividen 2011 sebesar Rp 448.000.000
purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh
pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat Investasi aset tidak lancar selama tahun 2011 Rp 200.000.000
langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga
Anda diminta untuk menyiapkan Laporan Arus Kas 31 Desember
pemeringkat kredit.
2011 dengan metode tidak langsung.
1.2 Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan jika:
Jawab:
(a) entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam
Format Laporan Arus Kas:
proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar
modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar
modal; atau
(b) entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk
sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,
pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan
bank investasi.
1.3 Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat
menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat
regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP.
Soal XVIII Laporan Arus Kas
Anda adalah Akuntan PT Ordinary yang baru saja menyelesaikan
penyusunan laporan keuangan 31 Desember 2011 sebagai berikut
Laporan Pendapatan Komprehensif 31 Desember 2011
(dalam Rp juta)
Laba kotor
Pendapatan bunga
Beban administratif
Biaya keuangan
Laba sebelum pajak
Beban PPh
Laba tahun berjalan
Neraca (dalam Rp juta)
2011
Aset tetap
3.528
Investasi
Persediaan
840
Piutang dagang
2.184
Pinjaman jangka pendek
290
Kas
11
Total aset
6.853

4.138
140
(2.178)
(420)
1.680
(784)
896
2010
2.828
140
572
1.764
6
5.310

PSAK Syariah (101-109)


Soal XIX Akad Syariah
Sebutkan akad-akad syariah yang digunakan dalam PSAK Syariah
dan berikan penjelasan atas akad-akan tersebut.
Jawab:

Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara shahibul maal


(pemilik dana) dan mudharib (pengelola dana) dengan nisbah
bagi hasil menurut kesepakatan di muka.

Musyarakah adalah akad kerjasama di antara para pemilik modal


yang mencampurkan modal mereka untuk tujuan mencari
keuntungan. Dalam musyarakah, mitra dan bank sama-sama
menyediakan modal untuk membiayai suatu usaha tertentu, baik
yang sudah berjalan maupun yang baru. Selanjutnya mitra dapat
mengembalikan modal tersebut berikut bagi hasil yang telah
disepakati secara bertahap atau sekaligus kepada bank.

Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan


harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh
penjual dan pembeli.

Saham biasa
Saham preferen
Laba ditahan

1.120
896
1.456

840
840
1.008

Hutang jangka panjang


Hutang dagang
Hutang pajak
Overdraft

952
721
672
1.036
6.853

280
668
616
1.058
5.310

Salam dan Salam Paralel merupakan akad jual beli muslam fiih
(barang pesanan) dengan penangguhan pengiriman oleh muslam
ilaihi (penjual) dan pelunasannya dilakukan segera oleh pembeli
sebelum barang pesanan tersebut diterima sesuai dengan syaratsyarat tertentu.

Istishna dan Istishna Paralel adalah akad jual beli antara almustashni (pembeli) dan as-shani (produsen yang juga bertindak
sebagai penjual). Berdasarkan akad tersebut, pembeli menugasi
produsen untuk menyediakan al-mashnu (barang pesanan) sesuai
spesifikasi yang disyaratkan dan menjualnya dengan harga yang
disepakati. Cara pembayaran dapat berupa pembayaran di muka,
cicilan, atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu.

Informasi tambahan:

Aset tidak lancar dengan harga perolehan Rp 476.000.000 dan


nilai buku Rp 252.000.000 dijual seharga Rp 179.000.000 pada

tahun 2011.
Informasi tentang aset tidak lancar (dalam Rp juta)
31 Desember 2011
Nilai perolehan
5.432

Akumulasi penyusutan
(1.904)

Ijarah adalah akad sewa-menyewa antara pemilik majur (obyek


sewa) dan mustajir (penyewa) untuk mendapatkan imbalan atas
obyek sewa yang disewakannya.
Ijarah Muntahiyah Bittamlik adalah akad sewa-menyewa antara
pemilik obyek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan
8

atas obyek sewa yang disewakannya dengan opsi perpindahan


hak milik obyek sewa pada saat tertentu sesuai dgn akad sewa.

Wadiah adalah titipan nasabah yang harus dijaga dan


dikembalikan setiap saat apabila nasabah yang bersangkutan
menghendaki. Bank bertanggung jawab atas pengembalian
titipan.
Wadiah dibagi atas wadiah yad-dhamanah dan wadiah
yadamanah. Wadiah yad-dahamanah adalah titipan yang selama
belum dikembalikan kepada penitip dapat dimanfaatkan oleh
penerima titipan.Apabila dari hasil pemanfaatan tersebut
diperoeh keuntungan maka seluruhnya menjadi hak penerima
titipan. Sedangkan dalam prinsip wadiah yad-amanah, penerima
titipan tidak boleh memanfaatkan barang titipan tersebut sampai
diambil kembali oleh penitip.
Qardh adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat
dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau
kesepakatan antara peminjam dan pihak yang meminjamkan
yang mewajibkan peminjam melunasi hutangnya setelah jangka
waktu tertentu. Pihak yang meminjamkan dapat menerima
imbalan namun tidak diperkenankan untuk dipersyaratkan di
dalam perjanjian.
Sharf adalah akad jual beli suatu valuta dengan valuta lainnya.
Transaksi valuta asing pada bank syariah (di luar jual beli
banknotes) hanya dapat dilakukan untuk tujuan lindung nilai
(hedging) dan tidak dibenarkan untuk tujuan spekulatif.
Wakalah adalah akad pemberian kuasa dari muwakil (pemberi
kuasa/nasabah) kepada wakil (penerima kuasa/bank) untuk
melaksanakan suatu taukil (tugas) atas nama pemberi kuasa.
contoh : pengiriman transfer, penagihan hutang baik melalui
kliring maupun inkaso, dan realisasi L/C.
Kafalah adalah akad pemberian jaminan yang diberikan oleh
kaafil (penjamin/bank) kepada makful (penerima jaminan) dan
penjamin bertanggung jawab atas pemenuhan kembali suatu
kewajiban yang menjadi hak penerima jaminan. Contoh : garansi
bank, standby L/C, pembukaan L/C impor, akseptasi,
endosemen, dan aval.
Hiwalah adalah pemindahan atau pengalihan hak dan kewajiban,
baik dalam bentuk pengalihan piutang maupun hutang, dan jasa
pemindahan/pengalihan dana antar entitas.

2) laporan laba rugi;


3) laporan arus kas;
4) laporan perubahan ekuitas;
5) laporan perubahan dana investasi terikat;
Laporan ini memisahkan dana investasi terikat berdasarkan
sumber dana dan memisahkan investasi berdasarkan jenisnya.
Investasi terikat adalah investasi yang bersumber dari pemilik
dana investasi terikat dan sejenisnya yang dikelola oleh bank
sebagai manajer investasi berdasarkan mudharabah muqayyadah
atau sebagai agen investasi.
6) laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infak, dan shadaqah ;
Laporan ini menunjukkan:
a) sumber dana ZIS yang berasal dari penerimaan zakat dari
bank syariah dan luar bank syariah, infak dan shadaqah;
b) penggunaan dana ZIS (berupa penyaluran kepada yang berhak
sesuai syariah) untuk fakir, miskin, hamba sahaya (riqab),
orang yang terlilit hutang (gharim), muallaf, orang yang
berjihad (fiisabilillah), dalam perjalanan (ibnusabil) dan amil;
c) kenaikan atau penurunan sumber dana ZIS;
d) saldo awal dan akhir dana penggunaan dana ZIS (yang belum
dibagikan)

7) laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan; dan


Laporan ini menunjukkan:
a) sumber dana qardhul hasan (penerimaan infak, shadaqah,
Soal XX Laporan Keuangan Bank Syariah
denda; dan pendapatan non-halal, baik dari internal atau
Dengan mengacu pada PSAK 59:
eksternal seperti infak dan shadaqah dari pemilik, nasabah,
a. jelaskan unsur-unsur laporan keuangan bank syariah.
atau pihak lainnya);
b. Jelaskan akun-akun yang berbeda yang terdapat dalam laporan
b) penggunaan dana qardhul hasan untuk pinjaman, sumbangan
keuangn bank syariah dengan akun-akun yang terdapat dalam
atau pengembalian dana qardhul hasan temporer;
laporan keuangan bank konvensional.
c) kenaikan atau penurunan sumber dana qardhul hasan;
d) saldo awal dan akhir dana penggunaan dana qardhul hasan
c. Jelaskan mengapa unsur laporan keuangan bank syariah berbeda
(yang belum disalurkan).
dengan unsur laporan keuangan bank konvensional.
8) catatan atas laporan keuangan.
Jawab:
a. Laporan keuangan bank syariah yang lengkap terdiri dari b. akun-akun yang berbeda yang terdapat dalam laporan keuangan
komponen-komponen berikut:
bank syariah, diantaranya:
1) Neraca
Neraca
Laporan Laba Rugi
piutang murabahah;
piutang salam;
piutang istishna;
piutang pendapatan ijarah;
Pembiayaan mudharabah;
Pembiayaan musyarakah;
Aktiva yang diperoleh untuk ijarah;
Aktiva istishna dalam penyelesaian
giro dan tabungan wadiah;
giro dan tabungan wadiah;
hutang salam;
hutang istishna;
Pinjaman subordinasi.

Pendapatan operasi utama:


Pendapatan dari jual beli:
pendapatan marjin murabahah;
pendapatan bersih salam paralel;
pendapatan bersih istishna paralel;
Pendapatan dari sewa:
pendapatan bersih ijarah;
Pendapatan dari bagi hasil:
pendapatan bg hasil mudharabah;
pendapatan bg hasil musyarakah;
Pendpatan operasi utama lainnya;

Investasi Tidak Terikat


Hak pihak ketiga atas bagi hasil
Investasi tdk terikat dr (bukan) bank
investasi tidak terikat;
Tabungan & deposito mudharabah
Pendapatan operasi lainnya;
Beban operasi lainnya;
Pendapatan non-operasi;
Beban non-operasi;
Zakat; dan Pajak.
c.

unsur laporan keuangan bank syariah berbeda dengan unsur

laporan keuangan bank konvensional karena:


Substansi transaksi pada operasi kedua bank berbeda, sehingga
kebutuhan informasi juga berbeda.
ketentuan peraturan perundang-undangan terkait perbankan
syariah yang dapat berbeda dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum.
Standar akuntansi yang mengatur mengenai transaksi syariah
(PSAK 59) dan transaksi konvensional (SAK) berbeda.

10