Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

SWITCHING
Disusun Oleh :
Ismunandar

NIM. D41113314

Aulia Fadhila

D411 13 010

Rahmat Rizaldi

D411 13 017

M.Syarif Mari

D411 13 024

Nurzakiah Amir

D411 13 036

Muh.Irsyad

D411 13 306

Henry Pasodung

D411 13 302

UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Dalam melakukan hubungan telekomunikasi diperlukan proses penyambungan /


switching sehingga interkoneksi dapat dengan mudah dilakukan. Untuk terlaksananya
penyambungan, maka perangkat switching dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang
melakukan fungsi pengontrolan, penyambungan maupun pengebelan. Selain switching
terdapat sebuah proses yang sangat penting dalam pembentukan hubungan, yaitu
signaling/pensinyalan.

B. Maksud dan Tujuan


Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan bagi
penulis khususnya dan pembaca umumnya dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

C. Metode Penulisan
Kami mempergunakan materi yang ada di dalam buku acuan kemudian
dikembangkan dan kami juga mengambil materi dari sumber-sumber lain seperti internet.
Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah : menuliskan materi-materi yang telah
ada dalam buku acuan perkembangan peserta didik. Dan dilakukan penambahan materi
melalui internet dan sebagainya.

BAB II
PEMBAHASAN
SWITCHING

Pengertian

Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja dilapisan Data-link, mirip dengan
bridge, berfungsi menghubungkan banyak segmen LAN ke dalam satu jaringan yang lebih
besar.
Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang
melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan
forwarding berdasarkan alamat MAC).
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu
area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama
seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port
bridge.
Switch adalah komponen jaringan yang di gunakan untuk menghubungkan beberapa
HUB untuk membentuk jaringan yang lebih besar atau menghubungkan komputer2 yang
mempunyai kebutuhan bandwidth yang besar. Switch memberikan unjuk kerja yang jauh
lebih baik dari pada HUB dengan harga yang sama atau sedikit lebih mahal.
Secara umum arti switching dalam telekomunikasi adalah melakukan suatu proses
hubungan antara dua pelanggan telepon, sehingga keduanya dapat berbicara satu sama lain.
Menurut ITU-T Switching adalah :
Thee stablishing, on demand, of an individuall connection from a desired inlet to desired
outlet within a set of inlets and outlets for as long as required for the transfer of information
{Membangun hubungan atas permintaan secara individu dari pelanggan tertentu yang
memanggil kepada pelanggan yang dipanggil/tujuan tertentu melalui seperangkat inlet-inlet
dan outlet-outlet, selama hubungan tersebut dibutuhkan untuk menyalurkan informasi atau
tukar menukar informasi oleh kedua belah pihak}

OTOMATIS

MANUAL

Pada saat sinyal memasuki suatu port di switch, switch melihat alamat tujuan dari
frame dan secara internal membangun sebuah koneksi logika dengan port yang terkoneksi ke
node tujuan. Port-port lain di switch tidak mengambil bagian di dalam koneksi. Hasilnya
adalah setiap port di switch berkores-pondensi ke suatu collision domain tersendiri sehingga
kemacetan jaringan terhindari. Jadi, jika suatu Ethernet switch 10-Mbps mempunyai 10
port,maka setiap port secara efektif mendapatkan total bandwidth 10Mbps sehingga port
switch memberikan suatu koneksi yang dedicated ke node tujuan.
Switch terbagi dalam 2 tipe utama: switch layer-2 dan layer-3. Switch layer-2
beroperasi pada layer data-link model OSI dan berdsarkan terknologi bridging. Switch tipe
ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan pada alamat MAC. Switch layer-2
dapat digunakan untuk memecah jaringan yang sedang berjalan ke dalam collision domain
yang lebih kecil untuk meningkatkan unjuk kerja.
Switch layer-3 beroperasi pada layer-3 dari model OSI dasar teknologi routing.
Switch tipe ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan alamat jaringan. Switchswitch ini dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang berbeda di dalam

suatu internetwork. switch layer-3 kadang-kadang di sebut Switch routing atau switch
multilayer.

Cara Kerja Switch


Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collosion
domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui
switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara
menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk
menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.

Istilah Yang Terkait Pada Switch

A. DIP Switch
Sebuah array dalam paket pemindah IC, digunakan untuk memilih opsi di dalam
beberapa potong hardware sehingga tidak harus merubah frekuensi.
B. Auto Switch
Suatu perangkat yang memungkinkan kita menghubungkan lebih dari satu komputer
kepada satu perangkat (printer misalnya) dan jika ada komputer yang ingin menggunakan
perangkat tersebut maka akan dibentuk jalur komunikasi langsung dari komputer yang
membutuhkan ke komputer tersebut kemudian memutuskan jalur tersebut untuk kemudian
membentuknya lagi ke komputer lain yang membutuhkannya.
C. Data Switch
Sebuah lokasi didalam sistem komputer di titik mana data yang baru masuk dapat
diarahkan ke berbagai lokasi.

Sistem Switching

Secara umum peralatan switching dapat dikategorikan kedalam bagian-bagian yang


melaksanakan salah satu fungsi berikut : Signaling, Control dan penyambungan (switching),
seperti uang terlihat pada gambar 2.9.
Fungsi dasar dari peralatan signaling adalah untuk memonitor aktivitas incoming lines
dan meneruskan informasi kontrol dan status yang sesuai kepada elemen kontrol dari switch.
Peralatan signaling juga digunakan untuk memberikan sinyal kontrol ke outgoing lines
dibawah pengarahan elemen kontrol switch.
Fungsi utama dari sistem switching adalah untuk interkoneksi dan merutekan trafik
melalui jaringan. Tanpa switch, tiap pelanggan memerlukan saluran langsung terpisah ke
masing-masing pelanggan lainnya. Dalam jaringan seperti ini, pelanggan pemanggil memilih
saluran yang sesuai untuk membangun hubungan dengan pelanggan yang dituju. Jaringan
dengan hubungan pointto- point antar terminal seperti ini dikenal sebagai jaringan mata jala
(fully connected network). Jumlah saluran yang diperlukan dalam jaringan mata jala akan
sangat besar. Secara umum jika kita mempunyai N terminal, maka diperlukan sebanyak N(N1) /2 saluran. Konsekuensinya, penggunaan jaringan mata jala untuk menghubungkan
pesawat telepon untuk skala besar tidak praktis.
Sistem Switching dapat dibagi 2 macam, yaitu
A. Sistem Switching tidak terpusat.
B. Sistem Switching terpusat (centralized).
-

Sistem Switching Tidak Terpusat

Sistem penyambungan (switching) ini identik dengan jaringan mata jala, memerlukan
banyak saluran dan sejumlah (N-1) elemen penyambungan (crosspoint) diperlukan pada tiap
elemen
-

Sistem Switching terpusat (centralized)


Sistem Switching terpusat ini juga ada 2 macam, yaitu :

o Nonbloking
o Bloking
A. Sistem Switching terpusat (Nonbloking)
Sistem penyambungan terpusat atau sentral, pelanggan tidak dihubungkan langsung
satu sama lainnya, tetapi semua dihubungkan ke sistem penyambungan (sentral). Signaling
sekarang diperlukan untuk memberi tahu sentral untuk membangun atau melepaskan
hubungan. Juga harus dimungkinkan sentral dapat mendeteksi apakah pelanggan yang
dipanggil sedang sibuk dan mengindikasikan ke pelanggan pemanggil. Dengan switching
yang terpusat, pelanggan hanya memerlukan satu saluran untuk menghubungkannya dengan
sistem penyambungan, sehingga total saluran yang diperlukan sama dengan jumlah
pelanggan yang dihubungkan ke sentral. Dengan sistem seperti ini jumlah saluran transmisi
yang diperlukan berkurang dengan faktor (N-1)/2 dan jumlah crosspoint berkurang dengan
faktor 2.
B. Sistem Switching terpusat (bloking)
Keuntungan yang utama dari sistem ini adalah jumlah koneksi simultan yang
diharapkan pada situasi normal, bahkan pada waktu-waktu sibuk, berkisar 0,1N sampai 0,2N,
sehingga jumlah crosspoint dapat lebih dikurangi. Jika panggilan yang terjadi lebih besar dari
pada yang dapat diakomodasikan, maka terjadi bloking. Pada sistem ini koneksi dibangun
melalui sejumlah link L. Crosspoint dari pesawat pemanggil dan yang dipanggil secara
simultan dioperasikan untuk menghubungkan suatu link tertentu. Total crosspoint adalah LN.
Jika L=2N, crosspoint yang diperlukan adalah 0,2N, terjadi pengurangan yang cukup berarti
kira-kira sebanyak 60%.

Dasar-dasar Penyambungan

Fungsi utama dari suatu sistem switching adalah untuk membangun jalur elektrik
antara pasangan inlet dan outlet yang diberikan. Ada 4 jenis hubungan dapat dibangun
melalui sistem penyambungan :
a.
b.
c.
d.

Panggilan lokal antara dua pelanggan didalam sistem.


Panggilan outgoing antara pelanggan dengan trunk outgoing
Panggilan incoming antara incoming trunk dan pelanggan lokal
Panggilan transit antara incoming trunk dan outgoing trunk.

Gambar 2.10. memperlihatkan model konfigurasi jaringan penyambungan

Suatu hubungan dibangun berdasarkan informasi signaling yang diterima pada


saluran inlet. Subsistem kontrol mengirim informasi signaling ke pelanggan dan sentralsentral lain yang dihubungkan ke outgoing trunk. Selain itu signaling juga terjadi antar
subsistem yang berbeda di dalam sentral. Format dan kebutuhan signaling untuk pelanggan,
trunk dan subsistem kontrol sangat berbeda satu dengan lainnya. Karenanya suatu system
penyambungan menyediakan tiga bentuk signaling yang berbeda :
1. Signaling loop pelanggan.
2. Signaling antar sentral.

3. Signaling di dalam sentral.


Gambar 2.11. memperlihatkan elemen-elemen system switching

Teknik Dasar Switching

Teknik switching di pakai pada jaringan telekomunikasi, komunikasi voice data tidak
terlepas dari teknik switching. Berikut ini adalah uraian/penjelasan beberapa teknik switching
yang diterapkan dalam voice. Teknik Switching dikenal ada dua buah yaitu Circuit Switching
and Packet Switching.

Pengantar Switching/Penyambungan

Contoh sederhana : hubungan komunikasi dua buah pesawat telepon secara langsung

Hubungan dengan N pelanggan : N-1 saluran/pelanggan atau N(N-1)/2 saluran

Hubungan sejumlah pelanggan telepon yang banyak secara langsung tidak efisiean karena
dibutuhkan saluran yang besar jumlahnya dan jaringan akan menjadi rumit.

System switching dibangun dan diletakan diantara pelanggan-pelanggan tersebut yang


dikenal sebagai suatu sentral atau exchange.

Untuk N pelanggan hanya diperlukan N saluran untuk menghubungkan pelanggan,


penambahan satu pelanggan cukup dengan menghubungkan pelanggan tersebut ke
sentral.

Jadi dapat disimpulkan, bahwa fungsi dasar switching adalah sebagai berikut :
1. Penyambungan (interconnection).
2. Pengendalian ( control ).
3. Deteksi adanya permintaan sambungan.
4. Menerima informasi.
5. Mengirim informasi
6. Mengadakan test sibuk.
7. Mengawasi pembicaraan

Perkembangan Perangkat Switching/Penyambungan

1. Sistem Manual

2. Sistem Otomat
Elektromekanik
Konsep

Sudah ada line circuit

Switching otomatis

Calling station dihubungkan ke inlet

Called station dihubungkan ke outlet

Proses switching : Wiper digerakan oleh motor listrik ke posisi oulet yang
sesuai dengan called number.

Pergerakan selector dilakukan step by step, pulsa nomor dari calling station
harus decadik

Pergerakan selector dilakukan step by step

digit 1 : Menggerakan selector awal (line finder = Pre-selektor).


digit 2 : Menggerakan group selector.
digit 3 : Menggerakan selector akhir (final slector = Line selector).
Crosspoint Switch

Merupakan evolusi dari electromagnetic manual switch

Perkembangan : Crossbar
crosspoint switch

>

non-electronic crosspoint

>

electronic

Pergerakan open dan closed dari X dikontrol oleh main controller

Crosspoint dapat terdiri dari beberapa tingkat :

Perkembangan Teknik Switching

Berikut ini adalah perkembangan teknik switching pada jaringan :

Circuit Switch
Latar Belakang

Informasi real time (voice/video) kritis terhadap waktu (delay)

Diperlukan platform jaringan yang menjamin


selama komunikasi berlangsung

Maka dirancang jaringan berbasis circuit switched (jaringan telekomunikasi :


PSTN, PLMN)

kontinuitas transfer informasi

Prinsip Dasar

Sebelum dilakukan transfer informasi, terlebih dahulu dilakukan pembentukan


(set up) koneksi dari ujung ke ujung (end-to-end) oleh proses signaling

Setelah terbangun hubungan, dilakukan transfer informasi (proses pembicaraan)

Selama transfer informasi (bicara), kanal bicara (time slot) digenggam/diduduki


secara exclusive, tidak di-share dengan nomor time slot tetap tdk berubah.

Selesai fase transfer informasi dilakukan pembubaran (oleh proses signaling)

Packet Switch
Latar Belakang

Kelemahan circuit switch adalah selama interkoneksi jalur hanya dapat digunakan
oleh panggilan tersebut sehingga link yang harus disediakan harus banyak.

Informasi dalam jaringan packet switched umumnya berupa data non real time
(walaupun data real time pun sudah dapat direalisasikan seperti VoIP dll), namun
pada prinsipnya jenis informasi yang paling dominan berupa data : Tekstual,
Gambar (image), Video clip, dll.

Prinsip Dasar

Sebelum dikirim, Informasi disegmentasi (paketisasi) terlebih dahulu.

Tiap paket dikirim tanpa dibangun koneksi ke tempat tujuan terlebih dahulu,
sehigga tiap paket sangat mungkin menempuh rute yang berbeda.

Karena perbedaan rute, kemungkin paket sampai di tempat tujuan tidak berurut.

Di tempat tujuan paket diurut kembali (reassemble) seperti urutan aslinya, baru
kemudian disajikan (dipresentasikan).

Pengklasifikasian Packet Switch

Datagram Packet Switching

Virtual Circuit Packet Switching

Message Switch
Message Switching merupakan tipe store and forward connection yang diset-up
antara devices yang berhubungan sepanjang jalur pengiriman data. Device pertama
membuat suatu connection ke devices berikutnya dan mengirim data. Setelah
transmission ini complete, connection akan kembali torn down, dan devices kedua
akan mengulangi proses tersebut.
Pengiriman email merupakan contoh yang baik dari message switching, ketika kita
menekan button send, sistem kita akam mengirim data tersebut ke mail server local
kita. Mail server akan mengurut kembali data kita, kemudian mail server kita akan
menghubungi mail server tempat alamat yang akan kita kirimi email tadi. Sampai
akhirnya mail server tersebut akan mengirim message tersebut ke penerima dengan
proses yang sama.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Fungsi dasar switching adalah penyambungan (interconnection), pengendalian


(control), deteksi adanya permintaan sambungan, menerima informasi, mengirim informasi,
mengadakan test sibuk, dan mengawasi pembicaraan.
Perkembangan perangkat switching dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem manual
dan sistem otomat.
Terdapat tiga teknik switching dalam telekomunikasi, yaitu circuit switch, paket
switch, dan message switch.
Sinyal analog adalah sinyal pemanfaatan gelombang elektromagnetik. Merupakan
hasil teknologi yang mengubah sinyal tersebut menjadi kombinasi ututan bilangan 0 dan 1
secara terputus-putus (discrete) untuk proses pengiriman informasi yang mudah, cepat dan
akurat.
Proses yang harus dilalui dalam metode pengubahan sinyal analog menjadi digital
adalah melalui beberapa tahapan, yaitu : sampling, quntizing, coding, dan multiplexing.

DAFTAR PUSTAKA
Chein, Thomas M and Liu, Stephen S, ATM Switching System, Artech House, Boston
London 1995
Russel, Travis, Signaling System #7, Mc Grawhill Telecommunication, 1998
http://www.scribd.com/doc/59577946/Bab-3-Signaling-Dan-Switching
http://cizta-welcomemyfriend.blogspot.com/2009/12/pengertian-switch.html
http://uzethea.blogspot.com/2010/04/pengertian-switch.html
http://www.slideshare.net/snmpsimamora/switching-and-signalling-technique-1443356
http://wahyunurjaman.blogspot.com/2011/09/signaling.html
http://www.artikata.com/arti-166931-signaling.html
http://rizkyblog.com/info/pengertian-signaling-sentral/
http://rizkyblog.com/info/pengertian-signaling-dengan-contohnya/