Anda di halaman 1dari 5

NAMA : PUTU RINA WIDHIASIH

NIM
: P07134014002

MENGENAL ICW DAN PRESTASINYA


ICW adalah lembaga sosial yang berisikan sekumpulan orang yang peduli dan berkomitmen
untuk memberantas korupsi dengan memberdayakan rakyat untuk berperan aktif. ICW berdiri di
Jakarta pada tanggal 21 Juni 1998, di tengah geliat gerakan reformasi yang menginginkan
pemerintahan pasca rezim orde baru yang lebih demokratis dan bebas dari korupsi.
Pergerakan ICW tertuang dalam bentuk manifesto yang dinamakan Manifesto Gerakan
Antikorupsi ICW. Berisikan paparan tentang budaya korupsi di Indonesia, yang disebabkan oleh
dominasi politik dalam membuat kebijakan publik, tidak adanya tranparansi akuntasi serta
lemahnya hak rakyat untuk meminta pertanggungjawaban wakil rakyat di lembaga legislatif.
VISI DAN MISI ICW
Visi ICW :
Menguatnya posisi tawar rakyat untuk mengontrol negara dan turut serta dalam keputusan
untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang demokratis, bebas dari korupsi, berkeadilan
ekonomi, sosial, serta jender.
Misi ICW adalah memberdayakan rakyat dalam:
1. Memperjuangkan terwujudnya sistem politik, hukum, ekonomi dan birokrasi yang bersih
dari korupsi dan berlandaskan keadilan sosial dan jender.
2. Memperkuat partisipasi rakyat dalam proses pengambilan dan pengawasan kebijakan
publik.
Dalam menjalankan misi tersebut, ICW mengambil peran sebagai berikut:
1. Memfasilitasi penyadaran dan pengorganisasian rakyat dibidang hak-hak warganegara
dan pelayanan publik.

2. Memfasilitasi penguatan kapasitas rakyat dalam proses pengambilan dan pengawasan


kebijakan publik.
3. Mendorong inisiatif rakyat untuk membongkar kasus-kasus korupsi yang terjadi dan
melaporkan pelakunya kepada penegak hukum serta ke masyarakat luas untuk diadili dan
mendapatkan sanksi sosial.
4. Memfasilitasi peningkatan kapasitas rakyat dalam penyelidikan dan pengawasan korupsi.
5. Menggalang kampanye publik guna mendesakkan reformasi hukum, politik dan birokrasi
yang kondusif bagi pemberantasan korupsi.
6. Memfasilitasi penguatan good governance di masyarakat sipil dan penegakan standar
etika di kalangan profesi.
Posisi ICW :
Berpihak kepada masyarakat yang miskin secara ekonomi, politik dan budaya.
Nilai :
1. Keadilan sosial dan kesetaraan jender.
Setiap laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk
berperan aktif dalam pemberantasan korupsi, memiliki hak dan peluang yang sama di dalam
lembaga maupun dalam kaitannya dengan kesempatan yang sama untuk mengakses dan
mengontrol sumber daya lembaga.
2. Demokratis.
Setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan dalam setiap pengambilan
3.

keputusan, perilaku dan pikiran, wajib menjunjung nilai demokrasi.


Kejujuran.
Setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan wajib membeberkan setiap
kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kewajibannya serta mengambil langkahlangkah untuk mengatasi benturan kepentingannya yang mungkin timbul.

Prinsip ICW:
1. Integritas

Setiap individu tidak pernah melakukan kejahatan pidana, politik, ekonomi dan hak asasi
manusia.

Setiap individu tidak pernah membela atau melindungi koruptor.

Setiap individu tidak boleh menempatkan dirinya di bawah kepentingan finansial atau
kewajiban lainnya dari pihak luar, baik individu maupun organisasi yang dapat
mempengaruhinya dalam menjalankan tugas-tugas dan misi ICW.

2.Akuntabilitas.
Setiap individu harus bertanggungjawab atas keputusan dan tindakan-tindakannya kepada
rakyat dan harus tunduk pada pemeriksaan publik terhadap seluruh aktivitas di ICW.
3. Independen.

Setiap individu tidak menjadi anggota ataupun pengurus salah satu partai politik.

Setiap individu bertindak objektif dalam menghadapi pejabat negara ataupun kelompok
kepentingan tertentu.

Setiap individu tidak boleh membuat keputusan dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungan finansial atau materi bagi dirinya sendiri, keluarga dan konco.

4. Obyektivitas dan kerahasiaan.

Setiap individu dalam mengambil keputusan dan tindakan harus semata-mata


berdasarkan pertimbangan kebenaran dan keadilan.

Setiap individu wajib merahasiakan para identitas saksi dan pelapor kasus korupsi yang
melaporkan kasus korupsi ke ICW.

5. Anti-Diskriminasi.
Dalam melaksanakan tugas pemberantasan korupsi, hak dan kewajiban di lembaga, setiap
individu tidak melakukan diskriminasi baik berdasarkan agama, ras atau golongan.

ICW memiliki 6 divisi pendukung, diantaranya:

Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan (Emerson Yuntho, Lalola Easter, Aradila Caesar)

Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran (Firdaus Ilyas, Mouna Wasef, Wana Alamsyah)

Divisi Korupsi Politik (Abdullah Dahlan, Donal Fariz, Almas Sjafrina)

Divisi Monitoring Pelayanan Publik (Febri Hendri, Siti Juliantari, Aisy Ilfiah, Nida
Zidny)

Divisi Investigasi dan Publikasi (Tama S. Langkun, Christian Evert, Lais Abid, Sigit
Wijaya, Dewi Anggeraini, Ayu Rahmaningtias, Asri Tri Undari)

Divisi Fundraising (Tibiko Zabar Pradano)

Koordinatornya saat ini adalah Adnan Topan Husodo. Wakil Koordinator adalah Ade Irawan
dan Agus Sunaryanto
ICW memiliki Dewan Perkumpulan yang beranggotakan:

Ani Sutjipto

Yanuar Rizki

Dadang Trisasongko

Lucky Djani

Teten Masduki

ICW memegang teguh prinsip integritas, akuntabilitas, independen, obyektivitas dan


kerahasiaan serta anti-diskriminasi. Berdasarkan itu, ICW menjalankan aksinya dengan
mendengar dan membaca laporan pengaduan masyarakat. Tindak lanjut ICW adalah perumusan

masalah dan riset serta wawancara dengan pihak pelapor untuk mengkaji gambaran perumusan
masalah, untuk menentukan langkah konkret yang harus diambil. Yaitu dengan pengecekan data
di lapangan serta wawancara dengan pihak yang terkait dengan pengaduan. Hasil investigasi
dikaji ulang bersama dewan etik sebelum dipublikasikan ke pihak terkait. Secara teori, pola kerja
ICW sangatlah sederhana, tapi fakta di lapangan senantiasa berbeda.
Beberapa contoh hasil investigasi ICW:
1. Kasus Jalan Tol
2. Kasus Buku Pelajaran
3. Kasus Penggelapan Pajak
4. Kasus PTPN XIII
5. Kasus Sinyal Kereta Api
6. Kasus Perminyakan
Terlepas dari segala kekurangan, sebagai lembaga independen, peran ICW dalam
pemberantasan korupsi di Indonesia sangatlah signifikan. Prestasi ICW dalam membrantas
korupsi sangat banyak. ICW membantu penyidikan bagi pelaku korupsi tersebut.