Anda di halaman 1dari 17

SESI / PERKULIAHAN KE : 1 -2

TIK : Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa dapat :


Menjelaskan hal-hal yang distandarisasi dalam gambar (standar ISO)

Pokok Bahasan : Standarisasi


Deskripsi singkat :
Kuliah ini akan membahas tujuan standarisasi dalam gambar teknik, serta
menjelaskan hal-hal yang distandarisasi (standarisasi garis, standarisasi huruf /
angka, standarisasi kertas, standarisasi pena / pensil, standarisasi skala). Disamping
itu juga diberikan latihan-latihan menggambar jenis-jenis garis serta latihan
penggunaan peralatan gambar secara tepat dan benar. Materi standarisasi ini sangat
bermanfaat sebagai dasar dalam menggambar / membaca gambar sesuai standar
ISO.
Bahan Bacaan :
1. Luzadder WJ,Hendarsin Menggambar Teknik, Edisi kedelapan, Erlangga,
Jakarta, 1983
2. Sato T.G, Hartanto S.N, Menggambar Mesin menurut standar ISO, Pradnya
Paramita, Jakarta, 2003
3. Spencer, Rahim Gussito,Gambar Teknik jilid I dan II, Erlangga, 2001
4. TEDC Bandung,Gambar Teknik dan latihan gambar, Bandung. 1987
Pertanyaan Kunci/Tugas :
Ketika Anda membaca bahan bacaan ini, gunakanlah pertanyaan-pertanyaan ini untuk
membantu anda.
1. Apa tujuan adanya standarisasi dalam bidang gambar teknik !
2. Hal-hal apa saja yang distandarisasi dalam bidang gambar teknik !
3. Bagaimana menggunakan peralatan gambar dengan tepat dan benar serta
latihan menggunakannya !
Tugas :
Tugas / latihan secara lengkap ada pada penutup materi standarisasi ini.

BAB I
STANDARISASI DALAM GAMBAR TEKNIK
1.1

PENDAHULUAN
Gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud dari seorang

ahli teknik. Oleh karena itu sering juga disebut sebagai bahasa teknik atau
bahasa ahli teknik. Perbandingan antara bahasa dan gambar diperlihatkan pada
tabel 1.1. Dari tabel tersebut terlihat, standar gambar merupakan tata bahasa dari
suatu bahasa.
Penerusan informasi adalah fungsi yang penting untuk bahasa maupun
gambar. Gambar bagaimanapun juga adalah bahasa teknik, oleh karena itu suatu
gambar harus dapat meneruskan keterangan-keterangan secara tepat dan obyektif.
Dalam hal bahasa, kalimat pendek dan ringkas harus mencakup keterangan atau
pikiran yang berlimpah. Hal ini hanya dapat diperoleh oleh kemampuan, karir dan
watak penulis.
Keterangan-keterangan dalam gambar, yang tidak dapat dinyatakan
dalam bahasa harus diberikan dalam bentuk lambang. Oleh karena itu, seberapa
banyak dan seberapa tinggi mutu keterangan yang dapat diberikan oleh suatu
gambar tergantung dari kemampuan perancang gambar (design drafter). Sebagai
perancang gambar sangat penting untuk memberikan gambar yang tepat dengan
mempertimbangkan pembacanya. Demikian juga untuk pembaca, berapa banyak
keterangan yang dapat dibacanya dengan teliti dari suatu gambar.
Tabel 1.1 Perbandingan antara bahasa dan gambar
Indra
Ekspresi
Aturan

1.2

Lisan
Kalimat
Akustik
Visual
Suara
Kalimat
Tata Bahasa

Gambar
Visual
Gambar
Standar gambar

PENYAJIAN

1.2.1 Fungsi dan sifat gambar teknik


Pada permulaan industri, perencana dan pembuat gambar merupakan
orang yang sama. Dalam hal demikian, gambar hanya berfungsi sebagai alat
2

berfikir dan gambar hanya merupakan gambar konsep. Oleh karena itu, aturanaturan gambar tidak diperlukan.
Bilamana perencana dan pembuat tidak lagi merupakan orang yang
sama, tetapi mempunyai hubungan satu sama lain, maka fungsi gambar ditambah
sebagai penyampai informasi. Dalam sebuah pabrik kecil, si perancang akan
meminta pada si pembuat untuk membuat benda kerja. Permintaan tersebut
disampaikan melalui sebuah gambar. Dengan demikian fungsi gambar menjadi
cara berfikir dan penyampai informasi. Gambar-gambar yang dipergunakan
adalah gambar sistem dari satu grup atau gambar sistem individual. Standar
gambar harus dipersiapkan sebagai standar perusahaan yang berlaku umum dalam
perusahaan.
1.2.2 Standarisasi
Kegiatan standarisasi dalam bidang gambar teknik secara internasioanl
diatur oleh ISO/TC 10. Technical Comision (TC 10) dibagi dalam 8 sub komite
(SC). Kerangka standarisasi (TC 10) dapat dilihat pada Gbr.1.1 . Setiap SC
mempunyai bagian-bagian tersendiri. Sebagai contoh

bagian-bagian / sistem

penggambaran dapat dilihat pada Gbr.1.1.

Gbr.1.1 Sistem penggambaran berdasarkan ISO


1.2.3 Garis
Dalam gambar teknik dipergunakan beberapa jenis garis, yang masingmasing mempunyai arti dan penggunaan yang tersendiri. Oleh karena itu
penggunaannya harus sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Secara umum, jenis garis berdasarkan bentuknya dalam gambar teknik


dibagi atas :
- Garis nyata
- Garis gores
- Garis bertitik
Selain berdasarkan bentuknya,

Garis kontinu
Garis pendek dengan jarak antara
Garis gores dengan titik diantaranya
jenis garis dapat pula dibedakan menurut

ketebalanya yang terbagi atas tiga yaitu : garis tebal, garis sedang dan garis tipis.
Ketiga jenis garis ini mempunyai perbandingan 1 : 0,7 : 0,5. Tebal garis dipilih
sesuai dengan besar kecilnya dan fungsi dari gambar.
Jenis-jenis dan penggunannya berdasarkan standar ISO.R.128 dapat
dilihat pada tabel 1.2.
Tabel 1.2 Jenis-jenis garis dan penggunaannya

1.2.4 Huruf / angka


Dalam gambar huruf-huruf dan angka-angka dipergunakan untuk
memberi ukuran, catatan, judul dsb. Ciri-ciri yang penting pada huruf dan angka
pada gambar teknik, yaitu :
- Jelas
- Seragam
Bentuk huruf/angka harus mudah ditulis dan dibaca. Dalam standar ISO,
contoh-contoh huruf dan angka dapat dilihat pada Gbr.1.2.

Gbr.1.2 Bentuk huruf berdasarkan standar ISO


6

1.2.5 Kertas gambar


Kertas gambar yang dipergunakan mempunyai ukuran-ukuran yang telah
distandarisasi. Ukuran yang paling banyak digunakan adalah seri A. Seri A
mempunyai ukuran standar yang dinyatakan dengan membubuhkan 0 (nol) angka
1 sampai 5. Ukuran A0 mempunyai luas 1 m2, dengan perbandingan panjang
terhadap lebar sebagai 2 : 1. Ukuran-ukuran yang lain diperoleh dengan
membagi dua ukuran yang mendahuluinya. Untuk lebih jelasnya lihat Gbr.1.3 dan
Tabel 1.3. Pada Tabel 1.3 diperlihatkan ukuran kertas gambar dan ukuran garis
tepi dari masing-masing ukuran kertas.

Gbr.1.3 Perbandingan tiap ukuran kertas gambar


Tabel 1.3 Lambang dan ukuran kertas gambar

d min

Lambang
axb
c min
tanpa tepi jepit
dengan tepi jepit

AO
841 x 1189
20
20
25

A1
594 x 841
20
20
25

A2
420 x 594
10
10
25

A3
297 x 420
10
10
25

A4
210 x 297
10
10
25

1.2.6 Pensil gambar


Pensil gambar digolongkan menurut kekerasannya, yang dinyatakan oleh
gabungan huruf dan angka. Ada tiga golongan kekerasan pensil, yang masingmasing dibagi lagi menurut tingkat kekerasannya. Golongan tersebut adalah
keras, sedang dan lunak Adapun lambang dari golongan pensil tersebut, yaitu :
- H (Hard)
- F (Firm)
- HB (Half Black)
- B (Black)
Tiap golongan dibagi lagi dalam 6 tingkat kekerasan yang dinyatakan
dalam angka. Contoh pembagian golongan tersebut dapat dilihat pada tabel 1.4.
Tabel 1.4 Pembagian golongan kekerasan pensil gambar
Kode pensil
BB 3B
2B F
H 6H
7H 9H

Arti dan fungsinya


Sangat lunak/sangat hitam.
Digunakan untuk melukis
Lunak / hitam
Digunakan untuk sket dan tulisan
Keras sampai sangat keras
Untuk menggambar teknik
Paling keras
Untuk membuat lithografik

1.2.7 Skala
Skala adalah perbandingan ukuran linier pada gambar terhadap ukuran
linier dari unsur yang sama dari benda. Pengecilan atau pembesaran gambar
dilakukan dengan skala tertentu. Skala gambar terdiri dari tiga, yaitu :
- Skala ukuran penuh/normal (1 : 1)
- Skala pembesaran ( x : 1)
- Skala pengecilan (1 : x)
Skala ukuran penuh digunakan bilamana gambarnya dibuat sama besar
dengan

ukuran sebenarnya, skala pembesaran dipergunakan jika gambarnya

dibuat lebih besar daripada benda sebenarnya, sedangkan skala pengecilan

dipergunakan bilamana gambarnya dibuat lebih kecil dari benda sebenarnya.


Skala-skala yang dianjurkan untuk gambar teknik dapat dilihat pada tabel 1.5.
Tabel 1.5 Skala gambar yang dianjurkan
Golongan
Skala pembesaran
Ukuran penuh
Skala pengecilan

Skala yang dianjurkan


50 : 1
20 : 1
10 : 1
5:1
2:1
1:1
1:2
1:5
1 : 10
1 : 20
1 : 50
1 : 100
1 : 200
1 : 500
1 : 1000
1 : 2000
1 : 5000
1 : 10000

1.2.8 Penanganan gambar


a)

Posisi dan ukuran kepala gambar


Pada setiap gambar terdapat kepala gambar. Kepala gambar harus

dibubuhkan untuk menunjukkan hal-hal yang diperlukan untuk penanganan


gambar atau secara umum menunjukkan isi gambar yang terdiri atas :
- Nama perusahaan
- Judul gambar
- Nomor gambar
- Tanda tangan petugas yang bertanggung jawab
- Keterangan gambar, dsb
Kepala gambar harus terletak seperti pada tabel 1.6. Kepala gambar
terletak dalam kertas gambar bagian sudut kanan bawah untuk lembar kertas
gambar dengan posisi horizontal jenis X, atau posisi vertikal jenis Y (lihat
Gbr.1.4). Walaupun demikian, untuk menghemat kertas gambar yang kepala
gambarnya dicetak, diperbolehkan menggunakan kertas gambar jenis X dalam
posisi vertikal dan kertas gambar jenis Y dalam posisi horizontal(lihat Gbr. 1.5).
Ukuran kepala gambar mempunyai

panjang maksimum 180 mm.

Tingginya tergantung dari kebutuhan. Contoh kertas gambar dengan kepala


gambar dapat dilihat pada Gbr.1.6.

Gbr.1.4. Letak normal dari kertas gambar

Gbr.1.5 Letak khusus dari kertas gambar


b)

Batasan dan bingkai kertas gambar


Batas bebas yang dikelilingi oleh tepi kertas gambar yang sudah

dipotong dan rangka yang membatasi ruang gambar harus disediakan untuk semua
ukuran kertas gambar. Batas-batas tersebut sekurang-kurangnya harus mempunyai
lebar 20 mm untuk ukuran kertas A0 dan A1, dan 10 mm untuk ukuran kertas
A2, A3 dan A4.
10

Pinggiran arsip untuk pembuatan lubang-lubang harus disediakan untuk


keperluan penyimpanan. Lebar minimum pinggiran tersebut adalah 20 mm dan
harus terletak jauh sebelah kiri dari kepala gambar. Garis yang membatasi ruang
gambar harus dibuat dengan garis gambar setebal minimum 0,5 mm.
c). Pemilihan skala
Skala gambar yang dipilih tergantung dari besar kecilnya benda yang
akan digambar dan tujuan gambar. Dalam segala hal, skala yang dipilih harus
cukup besar agar supaya dapat memberikan keterangan yang lengkap dan jelas
dari benda yang digambar. Sebaliknya, skala gambar dan ukuran benda akan
menentukan ukuran gambar.

Gbr.1.6 Contoh kertas gambar dengan kepala gambar


11

c)

Batasan dan bingkai kertas gambar


Batas bebas yang dikelilingi oleh tepi kertas gambar yang sudah

dipotong dan rangka yang membatasi ruang gambar harus disediakan untuk semua
ukuran kertas gambar. Batas-batas tersebut sekurang-kurangnya harus mempunyai
lebar 20 mm untuk ukuran kertas A0 dan A1, dan 10 mm untuk ukuran kertas
A2, A3 dan A4.
Pinggiran arsip untuk pembuatan lubang-lubang harus disediakan untuk
keperluan penyimpanan. Lebar minimum pinggiran tersebut adalah 20 mm dan
harus terletak jauh sebelah kiri dari kepala gambar. Garis yang membatasi ruang
gambar harus dibuat dengan garis gambar setebal minimum 0,5 mm.
c). Pemilihan skala
Skala gambar yang dipilih tergantung dari besar kecilnya benda yang
akan digambar dan tujuan gambar. Dalam segala hal, skala yang dipilih harus
cukup besar agar supaya dapat memberikan keterangan yang lengkap dan jelas
dari benda yang digambar. Sebaliknya, skala gambar dan ukuran benda akan
menentukan ukuran gambar.
Gambar detail yang terlalu kecil untuk diberi ukuran lengkap pada
gambar utamanya, harus digambar disamping gambar utama dalam gambar detail
tersendiri dan digambar dengan skala pembesaran.
d). Pengawasan gambar
Pengawaan gambar yang mengawasi tata cara gambar seperti misalnya
gambar asli, reproduksi, pencatatan, distribusi, perubahan teknik, penemuan
kembali dan kerusakan, dewasa ini mempunyai pengaruh yang lebih banyak pada
kegiatan teknik dan produksi daripada sebelumnya dengan meningkatnya jumlah
gambar.

12

Untuk lebih memperjelas ketentuan-ketentuan mengenai jenis dan


penggunaan garis, berikut ini diperlihatkan contoh-contoh penggunaan garis :
1. Jarak minimum antara garis (jarak antara

garis tengah garis) sejajar

termasuk garis arsir tidak boleh kurang dari tiga kali tebal garis yang
paling tebal dari gambar (lihat Gbr.1.7).
2. Pada garis-garis sejajar yang berpotongan, jaraknya dianjurkan paling
sedikit empat kali tebal garis (Gbr.1.8).
3. Bila beberapa garis berpusat pada sebuah titik, garis-garisnya tidak
digambar berpotongan pada titik pusatnya, tetapi berhenti pada titik
dimana jarak antara garis kurang lebih sama dengan tiga kali tebal
garisnya (lihat Gbr.1.9).
4. Contoh penggunaan garis gores dan garis bertitik dapat dilihat pada
Gbr.1.10.
5. Contoh penggambaran garis gores (garis tidak tampak) dapat dilihat pada
Gbr.1.11.

Gbr.1.7 Jarak antara garis-garis

Gbr.1.8 Garis-garis sejajar yang saling berpotongan


13

Gbr.1.9 Garis-garis yang memotong pada sebuah titik

Gbr.1.10 Gambar garis gores dan garis bertitik


14

Gbr.1.11 Contoh penggambaran garis gores

1.3 PENUTUP
1) Jelaskan tujuan standarisasi dalam bidang gambar teknik !
2) Tuliskan dampak negatif bila tidak ada standarisasi dalam bidang
gambar teknik !
3) Jelaskan hal-hal yang distandarisasi dalam bidang gambar teknik!

15

16

17