Anda di halaman 1dari 10

FORENSIK

STANDAR PELAYANAN MEDIS Dl INSTALASI JENAZAH I. Autopsi Pada Jenazah Yang


Dikenal
a. Korban diantar Polisi / Penyidik ( petugas ) dan korban diterima bersarra
permintaan Visum et Repertum di Bagian lnstalasi Jenazah, kemudkar+ permintaan
Visum et Repertum diagendakan di lnstalasi Jenazah, tetapR apabila korban datang
tidak bersamaan dengan permintaan Visum et Repertum tidak diterima dan
sebafiknya apabila permintaan Visum et Repertum datang tanpa adanya korban juga
tidak diterima di instalaal Jenazah_
b. Tata Usaha meminta kesediaan / persetujuan izin tertulis dari keluarga korban
yang paling dekat ( misafnya orang tua, suami / istri atau anak dari korban ) untuk
dilakukan autopsi.
c. Apabila keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan pemeriksaan dalam
( autopsi ) dan juga hanya pemeriksaan luar saja, keluarga korban harus kembali ke
Polisi yang meminta Visum et Repertum untuk menyatakan keberatan untuk
diautopsi ataupun alasanalasannya di kantor Polisi dan begitu juga dengan
pemeriksaan luar saja. Dokter dan tehnisi dari lnstalasi Jenazah harus menunggu
surat
dari Kepolisian mengenai keberatan
keluarga korban untuk
diautopsi,
pemeriksaan luar ataupun untuk mencabut kasus
tersebut.
d. Apabila telah ada izin dari keluarga maka tehnisi menghubungi mahasiswa ( Co Ass ) yang sedang coskap di Bagian Kedokteran
e. Kehakiman / Instalasi Jenazah untuk melakukan pemeriksaan luar, pemeriksaan
ini dilakukan oleh mahasiswa dan kemudian dicatat mufai dari ujung kepala sampai
ke ujung kaki, hal - hat yang perlu seperti lokasi luka ataupun apa - apa yang
terdapat pada tubuh korban bagian luar.
f. Setelah selesai pemeriksaan luar tehnisi menghubungi dokter jaga untuk
dilakukan pemeriksaan dalam ( autopsi ) dan ini dilakukan oleh dokter jaga, tehnisi
dan mahasiswa serta PPDS.
g. Sewaktu dilakukan autopsi tidak seorangpun dari pihak kaluarga korban berada di
ruang autopsi, kecuali dari pihak penyidik ( potisi yang meminta Visum et
Repertum ).
h. Sewaktu ditakukan autopsi apabita ada hal - hal yang dicurigai atau yang
dianggap perlu dilakukan pemeriksaan tambahan seperti :
1. Pemeriksaan Patologi Anatomi 1 Jaringan
Untuk pemeriksaan Patotogi Anatomi, jaringan diambil dan direndam ke dalam
formalin 10 % sampai tenggelam dalam sebuah toples dan dikirimkan ke Bagian
Patologi Anatomi beserta dengan surat pengantar yang ditanda tangani oteh dokter
yang memeriksa.
2. Pemeriksaan Darah ke Bagian Patologi Klinik
Darah diambil dengan spuit sebanyak 20 - 40 cc dari jantung dan dikirimkan ke
Bagian Patologi Kiinik dengan surat pengantar yang ditanda tangani oleh dokter yang
memeriksa.
11. Autopsi Pada Jenazah Yang Tidak Dikenat ( Mr.X )

Mayat diterima sama seperti korban yagn ada keluamya dan setelah
pemeriksaan luar, kemudian jenazah dimasukkan ke dalam kamar pendingin.

Untuk melakukan autopsi ditunggu dalam waktu 2 x 24 jam apabita tidak ada

juga ketuarga korban yang datang maka diiakukan autopsi dan setelah selesai
jenazah tersebut dimasukkan kembali ke dalam kamar pendingin dan masih ditunggu
lagi mana tau ada keluarganya dalam waktu 2 x 24 jam.
- Apabila tidak ada juga keluarga yang datang maka mayat tersebut dikuburkan
Rumah Sakit, Bagian Kedokteran Kehakiman 1 Instalasi Jenazah membuat surat
kepada Direktur yang isinya mohon dikuburkan mayat Mr.X.
111. Hasil Visum et Repertum
Setelah setesai dilakukan autopsi hasil dari Visum et Repertum setesai dalam waktu
lebih kurang 15 hari setelah dilakukan autopsi apabila tidak ada pemeriksaan
tambahan.
- Tetapi apabila ada pemeriksaan tambahan mungkin lebih dari 15 hari tergantung
cepat lambatnya hasil dari pemeriksaan tarnbahan tersebut, seperti :
* Pemeriksaan Patologi Anatomi
* Pemeriksaan Patologi Klinik
* Pemeriksaan racun.
-Yang boleh mengambil hasil dari Visum et Repertum adalah Polisi yang meminta
Visum et Repertum ( penyidik ) dan ketuarga korban tidak boleh mengambil hasil dari
Visum et Repertum tersebut.
iV. Autopsi Kasus Aspiksia
1.
Hanging
2.
Pencekikan
3.
Drawning / Tenggelam
ad.1. Hanging
1. Pemeriksaan Luar
- Leher tegang dan tertengadah
- Muka pucat
- Mata terbuka lebar, perdarahan subconjungtiva
- Pupii dilatasi
- Bibir, ujung - ujung dari dan kuku cyanose.
- Lidah terjulur dan tergigit
- Dari salah satu sudut muiut tampak keluar air ludah
- Bekas jeratan di leher keras dan kering, berwarna coklat tua terletak antara dagu
dan ostyroid.
- Jejas tali coklat seperti kulit disamak atau wama kertas per kamen.
- Pada pinggir ikatan dijumpai daerah hiperemis dan ekhimosis.
lni menunjukkan bahwa pengikatan terjadi sewaktu korban masih hidup. - lkatan
pada leher bisa dengan simpul hidup dan simpul mati. - Dijumpai lebam mayat pada
bagian bawah dari lengan dan tungkai terutama di ujung - ujung jari tangan dan kaki.
2. Pemeriksaan Dalam
Leher :
- Pada ieher dilakukan incisi dan perhatikan lapis demi lapis.
- Jaringan subkutan agak pucat dan otot - otot pada leher mengalami kerusakan dan
tampak daerah resapan darah atau haematom.
- Pada arteri corotis communis dijumpai redline ( garis merah ) pada
'
tunica intima.
- bs hyoid dijumpai dislocation fraktur.
- Pada judicial hanging dijumpai fraktur atau distocation dari serviCall11 atau lil - IV,
Paru - paru :
- Paru - paru mengalami oedematous dan kongesti dan dijumpai tardeus sport.
Jantung :
- Jantung bilik kanan penuh dengan darah dan bilik kiri kosong.

3. Medico Legal Dari Hanging


- Suicide
( Bunuh diri )
- Homicide
( Dibunuh )
- Accidental ( Kecelakaan )
ad. 2. Pencekikan
1. Pemeriksaan Luar
- Jejas letaknya melintang dan melingkar pada bagian bawah leher, dibawah kartilago
tiroid.
- Dasar pada jejas berwarna pucat, lunak dan agak kemerahan.
- Jejas mengering dan keras karena mengalami parchmentasi
( seperti perabaan pada kerta perkamen ).
-Tanda - tanda cedera lainnya yang bisa ditemukan adalah memar, fraktur tulang
hioid, kartilago laringeal dan cincin trakea.
Jika pencekikan menggunakan tangan, akan tampak bekas jari pada leher.
- Penekanan akibat ibu jari tangan terlihat paling jelas.
Wajah sianosis dan membengkak
Bola mata menonjol dan pupil membesar.
- Lidah membengkak, terjulur dan kadang - kadang tergigit.
Sianosis bibir
Tangan tergenggam
lnkontinensia urine dan faeses
Organ genetalia mengalami kongesti.
2. Pemeriksaan Dalam
- Jika dilakukan pemotongan pada organ tubuh akan tampak resapan darah pada
jaringan otot mungkin mengalami laserasi dan hal ini juga bisa terlihat pada lapisan
dalam dan lapisan tengah arteri karotis.
- Fraktur tulang tiroid atau kartilago tiroid sering ditemukan, tetapi fraktur tulang
servikal jarang sekali terjadi.
- Kongesti yang luas bisa ditemukan pada daerah laring, trakea dan saluran bronkus.
Cincin trakea juga bisa mengalami fraktur.
- Kongesti
- Bercak - bercak perdarahan
- Jika dilakukan sayatan akan keluar darah
- Empiseme disertai dengan ruptur pada septum interalveolar.
3. Mediko Legal Dari Pencekikan
- Homocide
( dibunuh )
- acidental
( kecelakaan )
ad.3 Drawning / Tenggelam
1. Pemeriksaan Luar
- Pakaian masih basah jika pemeriksaan dilakukan tidak lama setelah mayat
dikeluarkan dari dalam air.
-Terdapat tanda - tanda asfiksia berupa : wajah pucat, mata setengah terbuka,
dilatasi pupil, lidah terjulur, bisa juga ditemukan perdarahan subkonjungtiva.
- Lebam mayat berwarna merah mudah dan tampak pada bagian kepala leher dan
dada
- Dari mulut dan lubang hidung bisa ditemukan cairan yang berbusa halus dan
berwama putih
Tampak kutis anserina, yaitu berdirinya bulu - bulu pada permukaan kubr. - Kulit
pada bagian tangan dan kaki tampak pucat, basah dan berkeriput keadaan ini
disebut washer woman hands.

- Benda asing berupa rumput, batu kerikil, dahan kayu dan lain - lain bisa ditemukan
dalam genggaman korban karena spasmekadaver.
Penis dan skrotum mengalami pengisutan dan kontraksi terutama pada musim
dingin.
2. Pemeriksaan Dalam
Paru - paru berisi air dan mengembang sampai menutupi permukaan jantung
- Permukaan paru - paru teraba seperti spon dan mudah melekuk pada penekanan
ringan dengan jari.
Cairan berbusa halus juga ditemukan pada trakea dan cabang utama bronkus.
- Benda-benda organik maupun anorganik lainnya seperti jenis ganggang, pasir, bisa
ditemukan pada saluran pemafasan.
- Partikel makanan dari lambung yang diaspirasi ke dalam saluran pemafasan juga
bisa ditemukan.
- Komposisi air yang berada dalam lambung korban bisa memberikan petunjuk
mengenai jenis air dimana korban tenggelam.
3. Pemeriksaan Tambahan
1.
Diatometes
2.
Lung spoling / bilas paru
ad. 1. Diatometes
- Ambil jaringan paru sebanyak 150 - 2000 gram, bersihkan lalu masukan ke dalam
labu ellenmeyer, masukkan H2SO4 pekat sampai menutup seluruh jaringan paru dan
biarkan selama 24 jam sehingga seluruh jaringan paru hancur dan seperti bubur
hitam.
- Panaskan dengan api yang kecil sampai mendidih sehingga semuanya hancur betul.
-Tuangkan ke dalam beberapa tetes HNO3 pekat sampai wamanya kuning jemih.
- Cairan disentrifuge selama 15 menit dengan kecepatan 3000 rpm. - Sedimennya
dicuci dengan aquades kemudian disentrifuge sedimennya dilihat dibawah
mikroskop.
- Periksalah kerangka diatome yang berupa sel - sel yang cerah dengan dinding
bergaris - garis bentuk bulat.
- Pemeriksaan diatome dikatakan positip bila dari sediaan paru dapat ditemukan
diatome sebanyak 5 per LPB atau bila dari sumsum tulang sebanyak 1 per LPB.
ad.2. Lung Spoling / Bilas Paru
- Bagian p aru bawah diambil dan dicuci dengan aquades disuntikkan pada paru paru beberapa tempat lalu paru tersebut diangkat dan cairannya diangkat
disentrifuge selama 15 menit,
- Kemudian cairan diatasnya dibuang dan diambil sedimennya dan diperiksa dibawah
mikroskop akan dijumpai kristal - kristal pasir.
4. Mediko Legal Dari Drawning / Tenggelam
- Accidental ( kecelakaan )
- Suicide
( dibunuh )
- Homicide
( dibunuh )
V. Autopsi Kasus Keracunan
1.
Pemeriksaan Luar
- Racun jenis tertentu mengeluarkan bau aroma yang khas, misalnya asam
hidrosianida, asam karbolat, kloroform, alkohol dan lain - lain, untuk menjaga
keutuhan mayat tidak boleh menggunakan cairan disinfektan yang mempunyai bau.
- Pada permukaan tubuh mayat mungkin ditemukan bercak - bercak yang berasal
dari muntahan, faeces dan kadang-kadang jenis racun itu sendiri.
- Perubahan wama kulit, misatnya menjadi kuning pada keracunan fosfor dan
keracunan akut akibat unsur tembaga sulfat.

- Keadaan pupil mata dan jari tangan yang lemas atau mengepai.
- Periksa lubang pada tubuh mayat untuk melihat adanya tanda - tanda bekas zat
korosif atau benda asing.
2.
Pemeriksaan Dalam Perubahan yang terjadi - Hiperemia.
- Perlunakan
- Ulserasi
- Perforasi
Hiperemia
- Hiperemia atau warna kemerahan pada membran mukosa paling jelas terlihat pada
bagian cardiac lambung dan pada bagian kurvatura mayor.
- Wamanya adaiah merah gelap dan hiperemia ini bentuknya bias merata atau
berupa bercak, misalnya pada keracunan arsen hiperemia adalah merah merata.
Perlunakan
- Keadaan ini terjadi pada keracunan zat korosif, lebih sering tertd~sc pada bagian
cardiac lambung, kurvutura mayor, tenggorokan Ca esofagus.
- Jika disebabkan karena penyakit maka gambaran ini hanya tampar pada lambung.
Ulserasi
Paling sering ditemukan pada bagian kurvatura mayor pada iambung dan harus
dibedakan dari tukak peptik yang paling sering terdapat pada kurvatura monor dan
ditandai dengan adanya hiperemia sekitar tukak tersebut.
Perforasi
Sangat jarang terjadi kecuali pada kasus keracunan asam sutfat.
3. Pemeriksaan Kimia Labkrim Poldasu

Urine dan faeces


- Darah, misalnya pada keracunan alkohol dan karbon monoksida.
- Lambung dan isinya
- Bagian dari usus halus ( duodenum dan jejenum ) - Hati, minimum beratnya
sejumlah 1 lbs - Setengah bagian dari masing - masing ginjal - Tulang, rambut, gigi,
kuku ( pada keracunan arsert ) - Rlkohol murni
- Natrium klorida ( larutan jenuh )

Darah dan urine dikirm tanpa bahan pengawet


Cara Pengiriman Bahan Ke Laboratorium fViminotogi Poldasu Cabang Medan
Cairan lambung beserta isinya diambil semuanya dari pada korban yang dicurigai
dan dimasukkan ke dalam toples yang diberi label sebagai berikut :
* Nama korban
* Tanggal autopsi
* Umur korban
* Permintaan dari Polisi
Cairan tadi lalu dibungkus dan dikirimkan beserta surat pengantar serta foto copy
permintaan Visum et Repertum yang telah ditanda tangani dokter yang memeriksa
dan ditujukan kepada Potisi / Penyidik yang meminta Visum.
4. Mediko Legal Dari Keracunan

Suicide ( bunuh diri )

Homicide ( dibunuh )

Accidental ( kecelakaan )
VI. Autopsi Kasus Trauma

1.
2.
3.
4.

Trauma Tumpul
Trauma Tajam
Luka Listrik
Luka Tembak

ad. 1. Trauma Tumpul


Trauma atau luka akibat kekerasan tumpul dapat dibagi
a.
Luka lecet
b.
Luka memar
c.
Luka robek
ad.a. Luka Lecet
Pemeriksaan Luar
- Dijumpai adanya exudat yaitu serum yang mengering

Pada perabaan dijumpai keropeng


- Luka lecet akibat goresan, ujung kulit tampak pada akhir goresan dengan bagian
awal yang bersih.

Akibat gesekan : pada bagian awal luka tampak bersih tapi ujung luka dijumpai
tumpukan kulit.
- Akibat tekanan : daerah sekitar kulit yang mengalami penekanan menunjukkan
tanda konstriksi.
- Jejak langsung : pada kulit terlihat bekas sesuai dengan benda yang bersinggungan
dengan kulit misalnya tergilas ban mobit,
ad.b. Luka Memar
Pada luka memar yang dapat dijumpai adalah
- Lokalisasi luka tidak tertentu. - Dijumpai pembengkakan - Darahnya tidak bisa
dicuci
- Permukaan lebih tinggi dari kulit - Terjadinya dalam jaringan.
ad.c. Luka Robek
Luka robek menunjukkan gambaran sebagai berikut :

Pinggir luka tidak rata

Sudut luka tidak tajam

Adanya jembatan jaringan

Biasanya dijumpai luka robek lainnya.


ad.2. Trauma Tajam
1. Pemeriksaan Luar
- Bentuk luka teratur seperti elips, tapi luka rata, tidak dijumpai jembaear jaringan,
rambut ikut terpotong, jaringan lemak, otot, pembuiuh darah, sarar terputus, dasar
luka berupa garis atau titik, sekitar luka biasanya bers+r - Luka iris pada bunuh diri :

Lokasi pada tempat tertentu antara lain : leher, pergelangan targar perut dan
tutut. lrisan di leher biasanya tidak sampai diruas tulan; leher.

Terdapat luka iris yang sejajar, pertama dangkal dinamakan irisan


percobaan, kemudian timbul keberanian untuk mengiris lebih dalam. * Pakaian
biasanya disingkirkan sebetu'n melakukan irisan. * Tidak ditemukan luka tangkisan
* Tempat kejadian perkara rapi, tidak porak poranda.
- Ciri luka tusuk tergantung dari penampang dan mata
- Benda berujung runcing dan bermata - tajam satu menyebabkan :

Tepi luka tajam


* Satu ujung luka runcing sedang ujung yang lain kurang

Bila arah mata pisau waktu ditusukkan berlainan arah dengan waktu pisau
ditarik keluar maka didapatkan luka dengan ujung lebih dari dua.
* Pada sisi mata yang tajam rambut ikut terpotong

* Dalamnya luka lebih besar daripada panjang luka

Bila luka tegak lurus dengan seret otot, maka luka akan menganga
lebar. Bila luka sejajar dengan serat otot menganga berkurang.
- Mengukur panjang luka harus dikerjakan dengan lebih dahutu menautkan tepi luka
dari panjang d2n dalamnya luka dapat diambil kesimpulan :
* Panjang luka adalah ukuran maksimal lebar senjata
* Dalam luka adalah minimal panjang senjata dan ini tergantung dari tokalisasi,
misanya dinding perut dapat rnengernpis sehingga pisau yang pendek dapat
mencapai ruas tulang punggung.
- Luka tusuk pada bunuh diri antara lain :

Luka tusuk yang menggerombol, pertama dangkal, Iuka tusuk percobaan


kemudian lebih dalam.

Lokalisasi tertentu adalah daerah perut, jantung,adakalanya hanya satu tusukan.

Pakaian biasanya disingkirkan sebelum menusuk.

Tidak ada luka tangkis

Tempat, kejadian perkara rapi, tidak porak poranda.


- Luka tusuk karena kecelakaan : seseorang merosot dari atap kemudian tercocok
pada ruji pagar yang runcing.
- Luka bacok : biasanya korban dengan luka bacok disebakan karena pembunuhan
dan hampir selalu ditemukan kerusakan pada tutang. Arit
( celurit sabit ) merupakan senjata yang dapat menimbulkan luka iris, luka tusuk dan
luka bacok.
- Emboli Udara : terjadi bila sewaktu hidup udara masuk ke dalam sirkulasi darah.
Akibatnya adalah kapiler paru - paru tertutup oleh gelembung udara. Emboli udara
paru - paru disebabkan karena vena besar didaerah tulang selangka atau daerah
lipat paha terbuka.
Karena adanya tekanan negatif di dalam vena, udara terisap dan ikut ke jantung
kanan, arteria pulmonalis dan menutup kapiler paruparu.
2. Pemeriksaan Dalam
Organ yang sering terkena pembuluh darah - Perdarahan
3. Pemeriksaan Tambahan

Patologi Anatomi
ad. 3. Luka Listrik
1. Pemerlksaan Luar
- Elektrik mark
* Bulat/oval dan cekung ditengah
* Dinding sekeiiling menonjol
* Dasar luka rata dan pucat
- Joule bums/endogenous bums
* Kulit coklat / hitam
- Eksogenous bums
* Tubuh hangus terbakar

1' electrocute balne : muka mayat pucat


-1' electrocute blue : muka mayat biru
- Mata kongesti
Pupil dilatasi - Split / fissura
2. Pemeriksaan Dalam
- Paru - paru kongesti
Otak, meningen, pleura, perikardium, endocardium mengatami tardeu's sport.

3. Pemeriksaan Tambahan Patologi Anatomi


ad. 4. Luka Tembak 1. Pemeriksaan Luar
- Luka tembak masuk
* Ukurannya kecil
* Pinggiran luka melekuk ke arah dalam * Pinggiran luka mengalami abrasi * Bisa
tampak kelim lemak
* Pakaian masuk ke dalam luka
* Pada fuka bisa tampak hitam, terbakar, kelim tatto, jelaga
* Pada tulang tengkorak pinggiran luka bagus bentuknya
* Tampak berwama merah terang
* Disekitar luka tampak kelim ekimosis * Perdarahan hanya sedikit
- Luka tembak keluar
* Ukurannya lebih besar dan lebih tidak teratur * Pinggiran luka melekuk ke arah luar
* Pinggiran luka tidak mengalami abrasi * Tidak tampak kefim lemak
* Pakaian tidak masuk ke dalam luka
* Pada luka tidak tampak hitam, terbakar, kelim tatto, jelaga.
* Pada tulang tengkorak pinggiran Iuka tidak bagus bentuknya.
* Tidak tampak berwama merah terang
* Disekitar luka tidak tampak kelim ekimosis. * Perdarahan banyak.
- Pemeriksaan khusus pada luka tembak * Mikroskopis
* Kimiawi
* Radiologi
* Pemeriksaan radiologis atau analisa aktivitas metron pada luka tembak masuk.
" Adanya lingkaran timah atau zat be~i disekitar luka
* Pada luka tembak keluar tidak ada.
- Pemeriksaan luar berdasarkan jarak tembak
- Jika senjata ditembakkan pada jarak yang sangat dekat atau menempel dengan
kuiit :
* Jaringan subkutan 5 sampai 7,5 cm disekitar luka tembak masuk mengalami
leserasi.
* Kulit disekitar luka terbakar atau hitam karena asap.
* Kelim tatto terjadi karena bubuk mesiu senjata yang tidak terbakar
* Rambut disekitar luka hangus
* Pakaian yang menutupi luka terbakar karena percikan api dari senjata.
' Walaupun jarang bisa ditemukan tercak berwarna abu -abu putih disekitar luka, hal
ini terjadi jika bubuk mesiu tidak berasap dan tidak terdapat kehitaman pada kulit.
- Tembakan jarak dekat
* Jaraknya antara 30 - 45 cm dari kulit.
* Ukuran luka tebih kecil dibandingkan peluru
* Warna hitam dan kelim tatto lebih luas disekitar luka
* Tidak ada luka bakar atau kulit hangus.
- Tembakan jarak jauh
* Jaraknya adalah diatas 45 cm
* Ukuran luka jauh lebih kecil dibandingkan peluru
* Kehitaman atau kelim tatto tidak ada
* Bisa tampak kelim Iecet, jika peluru menyebabkan gesekan pada Iubang tampak
masuk dan menyebabkan lecet, maka disebut kelim lecet.
2. Pemeriksaan Dalam
Penentuan jalannya peluru
- Organ - organ vital yang kena peluru - Ditemukan anak peluru
Apakah iuka keluar.

3. Pemeriksaan Tambahan
Cara pengambilan peluru
* Pengambilan anak peluru harus hati - hati dan tidak boleh memakai benda keras,
karena nanti bisa menimbulkan goresan baru pada anak peluru, jadi pengambilan
peluru harus dialas dengan benda yang lembut seperti kapas dan lain-lain.
- Cara pengiriman anak peluru
* Anak peluru lebih dahulu dibungkus dengan benda yang lembut, misalnya kapas

Masukkan ke dalam wadah / kotak kecil dan dipadatkan dengan kapas.

Kotak dibungkus rapi dan disegel dengan label yang bertuliskan nama korban.

Kirimkan kepada penyidik disertai dengan surat pengantar dan berita acara
serah terima.
VI1. Autopsi Pembunuhan Anak ( Infanticide ) 1. Pemeriksaan Luar
- Panjang badan
Berat badan
- Lingkaran kepala
Warna kulit
- Kuku
Genitalia
- Lanugo
- Adanya bekas tusukan pada fontanella, epicanthus mata, ubun - ubtr besar dan
kecil, dengan mempergunakan jarum/peniti atau senyaRa tajam.
- Pukulan pada kepala bayi atau memelintir leher
Adanya tanda - tanda mati lemas seperti cianosis pada bibir dan ujungujung jari,
bintik perdarahan pada selaput biji mata dan kelopak mata serta lebam mayat yang
lebih luas dan getap setta busa halus yang keluar dari rongga hidung berwama putih
dan kemerahan.
Keadaan mulut dan sekitamya yang tidak jarang berbentuk bulan sabit dan
memar pada bibir dalam yang berhadapan dengan gusi atau adanya benda asing di
dalam mulut.
- Di daerah leher dan sekitamya adanya luka lecet tekanan yang melingkari sebagian
atau seluruhnya yang merupakan jejas jerat akibat tekanan yang ditimbulkan oleh
penjerat dan luka - luka kecil akibat kuku bekas pencekik.
- Adanya luka tusuk atau Iuka sayat pada daerah leher dan mulut dimana menurut
literatur ada metode khas itu tusukan benda tajam pada langit - langit sampai
menembus ke rongga tengkorak yang disebut dengan tusukan bidadari.
- Memotong tali pusat secara paksa dan sering terjadi di hematome. -Adanya tanda tanda terendam yaitu tubuh yang basan dan berlumpur,telapak tangan dan telapak
kaki yang pucat dan keriput (washer womens hand ), kulit melebihi yang berbintik bintik ( cutis anserina ) seperti kulit angsa, serta adanya benda - benda asing
terutama di dalam saluran pemafasan ( trakhea ) yang dapat berbentuk pasir,
lumpur, tumbuhan air atau binatang air.
2. Pemeriksaan Dafam
Bayi yang sudah bernafas diafragma terletak setinggi iga 6- 7
Bila bayi sudah bemafas sebagian atau seluruh usus kecil dan usus besar terisi
udara.
Paru-paru sudah kembang memenuhi rongga dada sehingga permukaan jantung
sudah tertutup.
- Pinggir paru pada bayi yang sudah bemafas tumpul sedangkan yang belum pemah
bemafas tajam.
Pada perabaan teraba derik udara ( kerepitasi ) yang bila perabaan ini dilakukan
atas sepotong kecil jaringan paru yang dibenmkan dalam air akan tampak
gelembung - gelembung udara

- Bila ditimbang maka beratnya sekitar 1/35 berat badan yang berarti lebih berat bila
dibandingkan dengan berat paru - paru yang belum bernafas yaitu sekitar 1R0 berat
badan
- Berwama merah ungu memberikan gambaran mozaik karena adanya pelbagai
tingkatan aerasi atau pengisian udara
Melihat dan mengambil isi lambung
3. Pemeriksaan Tambahan
Patoiogi anatomi : Mikroskopis
- Tes apung parung
Potong paru - paru menjadi 12 - 20 potongan kecil.
- Masukkan ke dalam air, kemudian dipencet dengan jari dibawah
air, bila telah bemafas, gelembung udara akan terlihat da{am air.

Bila masih mengapung bagian kecil paru - paru ditaruh diantara 2


lapis kertas dan dipijak dengan berat badan.
- Paru - paru akan mengapung apabila bayi tetah pemah bemafas, sedangkan yang
telah membusuk akan tenggelam.

10