Anda di halaman 1dari 12

PEDOMAN PELAYANAN LABORATORIUM RSHS

BAB I PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Laboratorium Patologi Klinik yang didirikan tahun 1957, merupakan Unit
Pelayanan Fungsional (UPF) dari Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan
Sadikin dibawah pengawasan Direktorat Medik dan Keperawatan RSUP Dr.
Hasan Sadikin dan berada di gedung Patologi Klinik Rumah Sakit Umum
Pusat Dr. Hasan Sadikin. Kegiatan UPF Patologi Klinik mencakup Jasa
Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian. Pelayanan di Laboratorium UPF
Patologi Klinik RSUP Dr. Hasan Sadikin dilakukan melalui sub unit
pelayanan yang dipimpin oleh penanggung jawab masing-masing, terdiri
dari Laboratorium Rawat jalan, Laboratorium 24 Jam Rawat Inap,
Laboratorium 24 Jam Emergensi, Laboratorium Biologi Molekuler,
Laboratorium Sentral, dan Faal Klinik.

B.

Ruang Lingkup
Dalam bidang pelayanan Laboratorium UPF Patologi Klinik melakukan
kegiatan pelayanan pemeriksaan laboratorium Bahan Pemeriksaan (BP)
dalam rangka penyaringan, diagnostik dan prognostik suatu penyakit
untuk pasien rawat jalan, rawat inap, Medical Check Up (MCU) di RSUP Dr.
Hasan Sadikin. UPF Patologi Klinik juga melayani permintaan pemeriksaan
dari para dokter praktek swasta, praktisi umum dari rumah sakit lain.

C.

Batasan Operasional
Dokumen mutu dalam pemetaan proses dicirikan dengan berbagai
macam simbol :
Oval : memperlihatkan input untuk memulai proses atau output pada
akhir proses
Kotak atau persegi empat : memperlihatkan tugas-tugas atau kegiatan
yang dilaksanakan di dalam proses
Diamond : memperlihatkan titik-titik dalam proses tempat diperlukannya
sebuah keputusan
Di luar kotak kegiatan, biasanya hanya ada 1`panah, jika lebih maka
diperlukan keputusan diamond

D.

Landasan Hukum
- Peraturan Menteri Kesehatan nomor: 1673/Menkes/Pes/XII/2005 Tentang
Organisasi dan Tata Kerja RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung
- Keputusan Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin Nomor HK.
03.06/E013/2685/III/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana
Fungsional (UPF) Patologi Klinik RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

BAB II
A.

STANDAR KETENAGAAN
Kualifikasi sumber daya manusia

Data pegawai patologi klinik terdiri dari dokter staf ahli Patologi Klinik,
Analis, tenaga administrasi, perawat, pekarya laboratorium, dan tenaga
honor bagian.
Data pendidikan pegawai patologi klinik terdiri dari S3, S2, S1, Sp1, D4
analis, D3 analis, SPA/SMAKES, SPK, SLTA umum, SLTP, dan SD.
Data status kepegawaian pegawai patologi klinik terdiri dari pegawai PNS
Depkes, pegawai PNS Diknas, pegawai honor bagian.

B.

Distribusi ketenagaan
Dokter spesialis patologi klinik di Laboratorium Patologi Klinik terdiri dari :
Divisi Hematologi Klinik (4 orang), Divisi Kimia Klinik (4 orang), Divisi
Biomolekuler (2 orang dan 1 orang merangkap di Divisi Lab 24 Jam Gawat
Darurat), Divisi Imunoserologi (3 orang), Divisi Mikrobiologi (2 orang dan 1
orang merangkap di Divisi Lab 24 Jam Rawat Inap).
Analis di Divisi Hematologi Klinik (12 orang), Divisi Kimia Klinik (6 orang),
Divisi Biomolekuler (2 orang), Divisi Imunoserologi (4 orang), Divisi
Mikrobiologi (10 orang), Divisi Lab 24 Jam Rawat Inap (22 orang), Divisi
Lab 24 Jam Gawat Darurat (17 orang).
Tenaga administrasi terdiri di Lab sentral terdiri dari 6 orang, Lab 24 Jam
Rawat Inap 6 orang, Lab 24 Jam Gawat Darurat 7 orang. Perawat terdiri
dari 2 orang dan bekerja di Divisi Faal Klinik. Pekarya Laboratorium di Lab
sentral terdiri dari 5 orang, Lab 24 Jam Rawat Inap 1 orang.

C.

Pengaturan jaga
Pengaturan jaga analis terbagi atas 2 jenis :
-

Laboratorium Rawat Jalan : Senin sampai Kamis : 07.30-15.30, istirahat


pukul 12.00 13.00. Jumat : 07.30-16.00, istirahat pukul 11.30-13.00

BAB III
A.

Laboratorium Cito Gawat Darurat dan Laboratorium Cito Rawat Inap


melayani selama 24 jam setiap hari dari hari Senin sampai Minggu
Pukul 00.00-24.00.

STANDAR FASILITAS
Denah ruang

Laboratorium Patologi Klinik RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung terdiri dari
Laboratorium sentral, Laboratorium 24 Jam Rawat Inap, Laboratorium 24
Jam Gawat Darurat. Laboratorium sentral menempati bangunan 3 lantai
dengan luas 2592 m. Lantai 1 difungsikan untuk pendaftaran, sampling
pemeriksaan hematologi rutin, urinalisis, mikrobiologi, dan administrasi
hasil pemeriksaan. Lantai 2 difungsikan untuk ruang analisa
imunoserologi, biologi molekuler, kimia klinik dan perbekalan. Lantai 3
difungsikan sebagai ruang analisa hematologi khusus, administrasi
DENAH
kepegawaian, ruang makan dan
arsip.LANTAI III

KETERANGAN

EXIT

301
320

302
302

44
44

301 Divisi Hematologi

304

44
306

302Toilet

44
308

44

303 Sekretariat PPDS

310
303

305

44
310
44

304 Ruang Apheresis

312

305 Ruang Makan

44
314

307

44

306 Ruang Staf


Hematologi

316

44

307 Ruang Arsip

309
318

308 Ruang Perpustakaan

44
318
44
EXIT

309 Ruang Koferensi

310 Mushola

DENAH LANTAI II

312 Dapur

314 Sekretariat Patklin

316 Ruang Sidang I

318 Toilet

320 Selasar LT. 3

KETERANGAN
201 Divisi Kimia Klinik A
202 Toilet
203 Divisi Kimia Klinik B
204 Ruang Kepala Bagian
205 Divisi Kimia Klinik C
206 Ruang Penyimpanan
Reagen
207 Ruang Biologi Molekuler
208 Ruang Logistik
209 Divisi Immunologi
210 Gudang Reagen
212 Gudang ATK
214 Ruang Gelap
216 Ruang Isolasi DNA
218 Cleen Room
220 Ruang Cuci
222 Toilet
224 Selasar LT. 2

DENAH LANTAI I

KETERANGAN

EXIT
4

103

118

101

102 Toilet Wanita

105

106

102

101 Ruang Dahak

104

103 Toilet Pria

112

104 Kamar 1
107
118

105 Loket Pendaftaran


IPD

108
112

109

106 Loket Pendaftaran


OPD

110

107 Kamar 2

118

108 Kamar 3

113

111

109 Kamar 4

119

44
116

110 Kamar 5
116

116

116

116

114

111 Ruang Hasil


Pemeriksaan

114

112 Divisi Rawat Jalan


113 Ruang EKG

116
116

116

114 Ruang Mikrobiologi

120

44

115 Toilet
115

116
117

EXIT

T4
4

116 Divisi Mikrobiologi


117 Ruang Dokter Jaga
PPDS
118 Ruang Tunggu
Pasien
119 Selasar LT. 1

Laboratorium 24 Jam Rawat Inap difungsikan untuk pendaftaran,sampling


pemeriksaan
hematologi
rutin,
urinalisis,
mikrobiologi,
analisa
imunoserologi sederhana, analisa kimia klinik, dan administrasi hasil
pemeriksaan dari pasien rawat inap area selatan RSHS.
Laboratorium 24 Jam Gawat Darurat difungsikan untuk pendaftaran,
sampling pemeriksaan hematologi rutin, urinalisis, mikrobiologi, analisa

imunoserologi sederhana, analisa kimia klinik, dan administrasi hasil


pemeriksaan dari pasien Unit Gawat Darurat (UGD)
B.

Standar fasilitas
-

Gedung : Terdiri dari 3 lantai, berdiri di atas luas tanah 1.000 m2,

luas bangunan
2,592 m2
-

Sumber air

Sumber listrik : PLN

Penerangan

Ventilasi : Ruangan ber AC

BAB IV
A.

: Air PDAM
: Pencahayaan dari luar gedung dan listrik

TATA LAKSANA PELAYANAN


Pendaftaran dan pencatatan

Pendaftaran permintaan pemeriksaan laboratorium tercantum dalam :


- SOP No. HS 08 B28 VII PR UM 003 (Prosedur Pengumpulan dan
Penanganan BP)
- SOP No. HS 08 B28 VII PS UM 003 (Proses permintaan verbal)
B.

Pengelolaan Bahan Pemeriksaan (BP)


Pengelolaan BP tercantum dalam :
- SOP No. HS 08 B28 VII PR UM 003 (Prosedur Pengumpulan dan
Penanganan BP)
- SOP No. HS 08 B28 VII PR UM 009 (Prosedur penyimpanan BP)

a.

Spesimen infeksious
Semua kandungan kimia yang berasal dari tubuh pasien harus dianggap
berpotensi menginfeksi. Alat pelindung diri digunakan ketika menyentuh
spesimen yang dikategorikan berbahaya. Prosedur penanganan cairan
tubuh ini termuat dalam SOP Tindakan Penanganan Cairan Tubuh No. HS
08 B28 XII DP UM 004.

b.

Spesimen tidak infeksious


Semua kandungan kimia yang berasal dari tubuh pasien harus dianggap
berpotensi menginfeksi. Alat pelindung diri digunakan ketika menyentuh
spesimen yang dikategorikan berbahaya. Prosedur penanganan cairan
tubuh ini termuat dalam SOP Tindakan Penanganan Cairan Tubuh No. HS
08 B28 XII DP UM 004.

C.

Pemeriksaan laboratorium
Proses pemeriksaan laboratorium menggambarkan proses pemeriksaan
mulai dari pendaftaran sampai hasil didistribusikan
(SOP Proses
Pemeriksaan BP No. HS 08 B28 VII PS UM 002).

D.

Pengelolaan limbah
Pengelolaan limbah tercantum dalam :
- SOP No. HS 08 B28 VII PS UM 007 (Proses pembuangan BP)

E.

Laporan hasil dan arsip


Laporan hasil laboratorium tercantum dalam :

- SOP No. HS 08 B28 VII PR UM 008 (Prosedur pelaporan hasil


laboratorium)
- SOP No. HS 08 B28 VII PS UM 006 (Proses pelaporan hasil-hasil yang
abnormal)
F.

Pemeliharaan dan kaliberasi alat


Pemeliharaan dan kalibrasi alat tercantum dalam Prosedur Kalibrasi dan
Perawatan Alat SOP No. HS 08 B28 V PR UM 003) yang merupakan
pedoman dalam membuat kebijakan mengenai frekuensi dan mekanisme
kalibrasi dan perbaikan instrumen-instrumen laboratorium.

G.

Trouble shooting
Proses pemecahan masalah yang timbul dalam peralatan tercantum
dalam SOP Prosedur Pelatihan Berkelanjutan No. HS 08 B28 III PM UM 004

BAB V

LOGISTIK

Laboratorium Patologi Klinik memiliki peraturan yang terkait dengan peralatan


dan reagen sebagai berikut :
- Kebijakan peralatan (HS 08 B28 V KB UM 001)
- Proses peralatan (HS 08 B28 V PS UM 001)
- Prosedur identifikasi peralatan (HS 08 B28 V PR UM 001)
- Prosedur dokumentasi dan catatan peralatan laboratorium (HS 08 B28 V PR UM
004)
- Prosedur perawatan peralatan laboratorium (HS 08 B28 V PR UM 005)
- Proses pengadaan persediaan (HS 08 B28 VI PS UM 001)

- Prosedur pemesanan persediaan (HS 08 B28 VI PR UM 001)


- Prosedur penerimaan dan pemeriksaan persediaan (HS 08 B28 VI PR UM 002)
- Prosedur pengadaan persediaan (HS 08 B28 VI PR UM 003)
- Prosedur pengelolaan dan pengecekan persediaan (HS 08 B28 VI PR UM 004)
- Prosedur pembuangan persediaan yang kadaluarsa (HS 08 B28 VI PR UM 007)

BAB VI
A.

KESELAMATAN PASIEN
Pengertian

Keselamatan pasien di laboratorium merupakan suatu proses dalam


pemberian pelayanan laboratorium terhadap pasien yang lebih aman.
B.

Tujuan
Mencegah Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian Nyaris Cedera (KNC),
dan Sentinel Event pada pasien akibat pelayanan laboratorium.

C.

Tata laksana keselamatan pasien


-

Proses pengenalan risiko dimulai dari tahap praanalitik, analitik, dan


pasca analitik

Suatu kejadian yang ditemukan dalam setiap tahap tersebut


didokumentasikan dalam laporan harian yang kemudian direkap
sebagai laporan bulanan

Laporan kejadian dengan band biru dan hijau dianalisis di Laboratorium


Patologi Klinik dan dilaporkan ke KPRS

Laporan Kejadian dengan band kuning dan merah dianalisis di tingkat


KPRS

Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap frekuensi kejadian

BAB VII

KESELAMATAN KERJA

Keamanan kerja dilakukan UPF Patologi Klinik dengan cara membuat


proses mutu untuk menetapkan keamanan bagi karyawan yang terdiri dari :
-

Prosedur penanganan limbah biohazard (HS 08 B28 XII PR UM 001)

Prosedur Keamanan petugas laboratorium (HS 08 B28 XII DP UM 001)

Prosedur keamanan petugas saat orientasi dan pelatihan (HS 08 B28


XII DP UM 002)

Prosedur praktek laboratorium yang baik (HS 08 B28 XII DP UM 003)

Prosedur tindakan penanganan cairan tubuh (HS 08 B28 XII DP UM 004)

Prosedur keamanan biologis (HS 08 B28 XII DP UM 005)

Prosedur klasifikasi agen biologis menurut risiko (HS 08 B28 XII DP UM


006)

Prosedur lemari pengaman biologi (HS 08 B28 XII DP UM 007)

Prosedur pembuangan limbah biologis (HS 08 B28 XII DP UM 008)

Prosedur keamanan umum bahan kimia (HS 08 B28 XII DP UM 009)

Prosedur penanganan bahan kimia (HS 08 B28 XII DP UM 010)

Prosedur pelabelan bahan kimia (HS 08 B28 XII DP UM 011)

Prosedur penyimpanan bahan kimia (HS 08 B28 XII DP UM 012)

Prosedur pembuangan limbah bahan kimia (HS 08 B28 XII DP UM 013)

Prosedur keamanan listrik dan peralatan (HS 08 B28 XII DP UM 014)

Prosedur penanganan kegagalan daya listrik (HS 08 B28 XII DP UM 015)

Prosedur pengiriman spesimen dan bahan-bahan berbahaya (HS 08


B28 XII DP UM 016)

Prosedur standar pengendalian umum (HS 08 B28 XII DP UM 017)

Prosedur pencegahan dan keamanan bahaya kebakaran (HS 08 B28 XII


DP UM 018)

Prosedur rencana evakuasi (HS 08 B28 XII DP UM 019)

Prosedur fasilitas cuci mata darurat (HS 08 B28 XII DP UM 020)

Prosedur pengendalian tumpahan biologis (HS 08 B28 XII DP UM 021)

Prosedur pengendalian tumpahan bahan kimia (HS 08 B28 XII DP UM


022)

Prosedur pertolongan pertama dan darurat medik (HS 08 B28 XII DP


UM 023)

Prosedur penyelidikan kecelakaan di tempat kerja (HS 08 B28 XII DP


UM 024)

Prosedur peralatan pelindung diri (HS 08 B28 XII DP UM 025)

Prosedur desinfektan laboratorium (HS 08 B28 XII DP UM 026)

Prosedur inspeksi kesehatan dan keselamatan tempat kerja (HS 08


B28 XII DP UM 027)

Prosedur imunisasi dan prosedur pengawasan kesehatan (HS 08 B28


XII DP UM 029)

Prosedur kontak pekerjaan yang tidak disengaja (HS 08 B28 XII DP UM


030)

Prosedur ventilasi (HS 08 B28 XII DP UM 031)

Prosedur rumah tangga (HS 08 B28 XII DP UM 032)

Prosedur keamanan perorangan (HS 08 B28 XII DP UM 033)

Prosedur pelaporan kecelakaan berkaitan dengan pekerjaan (HS 08 B28


XII DP UM 034)

BAB VIII PENGENDALIAN MUTU


Proses kerja di laboratorium mencakup tahap pre analitik, analitik dan
post analitik
A.
-

Pra analitik
Mengambil formulir dan atau BP ke loket pendaftaran (HS
08.B28.05.PR.01)

- Memanggil pasien untuk diambil bahan pemeriksaannnya (darah, urin,


feses, dan cairan tubuh lain) (HS 08.B28.05.PR.01)
-

Melakukan pengambilan bahan pemeriksaan darah pada pasien (HS


08.B28.05.PR.01)

Menempelkan label identitas pada BP yang akan diperiksa (HS


08.B28.05.PR.01)

Membagi BP berdasarkan jenis pemeriksaan yang diminta (HS


08.B28.05.PR.01)

Menyerahkan BP pada kurir untuk dikirim ke unit terkait (HS


08.B28.05.PR.01)

- Kurir mencatat data BP pada buku ekspedisi kemudian mengirimkan BP


beserta formulir permintaan ke unit/laboratorium terkait (HS
08.B28.05.PR.01)
- Analis mengolah BP sesuai dengan jenis pemeriksaan yang akan dianalisis
(HS 08.B28.05.PR.01)
B.

Analitik

Melakukan QC dan kalibrasi terhadap alat yang akan dipergunakan untuk


analisis BP (HS08.B28.05.PR.01)

- Melakukan analisis terhadap BP berdasarkan jenis pemeriksaan yang


menjadi tanggung jawabnya (HS 08.B28.05.PR.01)
- Memasukkan data hasil pemeriksaan pada komputer untuk pemeriksaan
yang tidak masuk sistem LIS (HS 08.B28.05.PR.01)
C.

Pasca analitik

- Melakukan validasi terhadap hasil pemeriksaan laboratorium dalam


komputer dengan memberi tanda bintang (HS 08.B28.05.PR.01)
- Apabila hasil pemeriksaan tidak sesuai, koordinator analis/dokter
mempertimbangkan untuk pengulangan pemeriksaan (HS
08.B28.05.PR.01)
- Jika hasil pengulangan masih sesuai maka koordinator analis/dokter
melaporkan pada penanggung jawab laboratorium untuk meminta
pertimbangan (HS 08.B28.05.PR.01)