Anda di halaman 1dari 37

Kulit Jejas, luka, skin loss dll

Otot Memar, ruptur dll

Tendon Laserasi, ruptur dll

Syaraf Neuropraksia, Neurometsis, Axonometsis

Tulang Fissure, fraktur dll

Sendi Dislokasi

Putusnya hubungan kesinambungan/


diskontinuitas tulang dan atau tulang
rawan
Fraktur tertutup :Bila kulit sekitar intak
Fraktur terbuka :Bila ada luka, sehingga
kemungkinan terjadi kontaminasi atau
infeksi

SMF Bedah FK UKI

Terjadinya diskontinuitas (Ketidak Sinambungan)


jaringan tulang / tulang rawan.

Simbol fraktur

Penyebab: Trauma

Berat

Ringan

1. Anamnesa

Keluhan Utama Tulang (Organ)


Bengkok, Bengkak, Pendek sesudah
trauma

Mekanisme trauma (History of


accident) Langsung / Tidak langsung

Riwayat Penyakit dahulu & Peny


keluarga Untuk menjelaskan
penyakit dasar

2.

Pemeriksaan

Umum
Berat : Bisa shock
Trauma penyerta lain

Lokal
Deformitas
Luka / Tidak
Nyeri Tekan & Nyeri sumbu
Bahagian acral/ distal : A, V, N

3. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium

Darah
Urine
Radiologis

Rontgen Foto
CT Scan
MRI

Pemeriksaan Rontgen Foto


Syarat

Foto Rule of two

Two view (dua arah)

AP & Lateral

Two Joint

Dua sendi

Two Occasion / Time Dua waktu

Dari

hasil radiologis dapat diklasifikasi

Lokasi anatomi

Konfigurasi

Aligment garis fraktur

II.

Berdasarkan
garis patah

1.Komplet

2.Inkomplet

III.

Jumlah garis patah

1. Simple

2. Komunitif

3. Segmental
10

IV.

Arah garis patah

1. Transversal 2. Oblique 3. Spiral


SMF Bedah FK UKI

4. Kompresi
11

Luasnya Fraktur
Fr Komplet (patah total)
Fr Inkomplete (Mis :Greenstick Fr)

Garis Fracture

Klasifikasi Lokasi Anatomi

Tulang Panjang 1/3 proximal, 1/3 tengah & 1/3 distal

Tulang Pendek Kaput, Batang, Basis

Aligment Fr,

Aposisi garis Fraktur

Contoh D/ Fraktur Cruris Sinistra terbuka dislokasi


adaxin cum kontractionum

Berdasarkan adanya luka

1.

Fraktur tertutup : Tidak ada luka (Fragmen fr tidak


berhub dengan bhg luar)

2.

Fraktur terbuka (Grade Gustilo)

Grade I

: Luka terbuka < 1 cm (Pin Point Fr)

Grade II

: Luka terbuka > 1 cm

Grade III :

A Luka yang masih bisa ditutup

B Luka yang tidak bisa ditutup

C Disertai kerusakan Neurovasculer

1.

Fase Hematoma ( 2-8 jam ssd trauma)

2. Fase Resorbsi hematoma (Sp 1 minggu)

Hematoma diisi oleh sel-sel tulang baru

3. Fase calus ( tulang muda) (ssd 3 minggu)

Osteoblasts membentuk spongy bone

4. Fase Konsolidasi ( 6-12 minggu)

Tulang spongiosa menjadi padat

5. Fase Remodelling (12-24 bulan)


Spongy bone berobah jadi tulang normal
Tak tampak lagi garis fraktur

1.

2.

Faktor Umum

Umur

Gizi

Adanya peny. Sitemik / tidak

Faktor Lokal

Posisi garis patah tulang

Perdarahan

Cara imobilisasi dll

Adanya infeksi

1.

Good Union Menyambung sempurna


Bentuk, Ukuran anatomis & Fungsi
kembali normal

2.

Delayed union Menyambung lama

3.

Non-union Ssd 5 bl.

4.

Malunion Salah sambung

19

Anak dalam masa pertumbuhan


Impending infeksi
Jenis fraktur tidak cocok untuk ORIF
Toleransi operasi tidak baik
Pasien menolak operasi

SMF Bedah FK UKI

20

Sukar reposisi tertutup


Fraktur multipel
Fraktur patologis
Fraktur intra artikular

SMF Bedah FK UKI

21

1.

Shock & Perdarahan

2.

Sindroma Emboli Lemak

3.

Compartment syndrome

4.

Infeksi Osteomyelitis

5.

Gangguan pertumbuhan Fr Epifisis

6.

Kecacatan

Ggn perdarahan bgh distal fr. krn bendungan akibat


peningkatan tekanan intra compartment sekitar fr

Penyebab Internal / Ekternal (balutan sangat ketat)

Gejala P5
1. Pulselessness (Nadi melemah)
2. Pain saat ektensi.
3. Pallor (pucat) (Slow capillary return).
4. Paresthesia.
5. Puffiness (edema).

Penanganan

Lepaskan spalk, Elevasi

Fasciotomi

Lemak sumsum tl masuk p. darah & menyumbat


jantung, paru, otak kematian

Sering dari fraktur panggul atau fraktur femur

Gejala timbul ssd 12-36 jam dengan:


KU memburuk
Timbul bintik- bintik dikulit
Coma , hypoxia

Prognosa Jelek

Ukuran pendek

Bentuk bengkok

Sendi kaku

Jalan pincang

Amputasi dll.

Akibat peningkatan tekanan dalam


kompartemen
Mengakibatkan gangguan aliran darah kapiler
dan iskemia seluler
Sering pada tungkai bawah dan lengan bawah
Penyebab : internal (dari dalam) atau external
Penekanan pada saraf, otot, pemb.darah

Kompartemen pada
cruris

Kompartemen pada
antebrachi

Gambaran klinis :
Nyeri pada peregangan pasif
Gangguan sensoris (paresthesi, tebal)
Kelemahan otot progresif
Oedema
Peningkatan tekanan dalam kompartemen
Hilangnya denyut nadi

SMF Bedah FK UKI

31

SMF Bedah FK UKI

32

SMF Bedah FK UKI

33