P. 1
Jembatan Bali Nusa Tenggara

Jembatan Bali Nusa Tenggara

|Views: 10|Likes:
Dipublikasikan oleh Induztrial Eng
Bergerak ke Timur, menuju Indonesia yang lebih baik

INDUZTRIAL ENG
Think Tank of Industrialization
085 66 82 44 913
Bergerak ke Timur, menuju Indonesia yang lebih baik

INDUZTRIAL ENG
Think Tank of Industrialization
085 66 82 44 913

More info:

Published by: Induztrial Eng on Mar 27, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2012

pdf

text

original

INDUZTRIAL ENG Think Tank of Industrialization 085 66 82 44 913

Menggagas Jembatan Bali Nusa Tenggara
Transformasi Bali - Nusa Tenggara sebagai Zona Wisata Tunggal

Bali, yang sudah terkenal di mancanegara daripada negaranya sendiri (Indonesia), sudah seharusnya diperkenalkan kembali (re-launch) ke dunia internasional sebagai “Bali Nusa Tenggara”. Langkah cobranding ini bertujuan untuk mengangkat sektor pariwisata propinsi tetangganya, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sangat ketinggalan. Hal ini harus segera dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi antara Bali dengan Nusa Tenggara. Pada sisi lain, integrasi infrastruktur pariwisatanya pun perlu segera mengikuti. Dari sisi pengembangan pariwisata, lebih menguntungkan membangun jembatan dari Bali ke Nusa Tenggara daripada membangun jembatan dari Bali ke Jawa. Dengan adanya jalan raya dan jembatan yang menghubungkan tiga propinsi ini, diharapkan turis-turis asing dapat meluap dari Bali ke arah Timur, bukan ke arah Barat. Karena Jawa sejak dahulu memang sudah di-desain sebagai zona industri, bukan zona wisata. Lombok dan Komodo adalah contoh potensi pariwisata yang belum tergarap secara optimal. Integrasi infrastruktur darat, laut, dan udara antara Bali dengan Nusa Tenggara akan semakin mengembangkan potensi alamiah ini. Hambatan-hambatan finansial, regulasi, dan teknologi yang berkaitan dengan masalah safety , kegempaan, ataupun jalur pelayaran internasional tetap harus dipertimbangkan dan diakali agar tidak bertabrakan dengan ketentuan yang ada. Kalaupun jembatan Bali Nusa Tenggara belum mungkin diwujudkan, sediakanlah kapal yang lebih cepat, bisa mengangkut kendaraan lebih banyak dan lebih sering agar konektivitas transportasi darat tetap terjaga. Kalau masalahnya hanya masalah dana, target waktu pelaksanaannya bisa diperpanjang supaya biaya investasi pertahunnya bisa lebih murah. Yang jelas, urusan dana harus merupakan partnership antara pemerintah dan swasta, baik lokal maupun asing.

Maret 2010

085 66 82 44 913 Induztrial Eng

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->