Anda di halaman 1dari 3

KUPEDES BRI

Kupedes adalah suatu fasilitas kredit yang


disediakan oleh BRI Unit(bukan oleh Kantor
CabangBRI atau Bank lain), untuk
mengembangkan atau meningkatkan usaha
kecil yang layak.
Sasaran Kupedes
Perorangan atau Perusahaan usahanya
dinilai layak (eligible).
Golongan masyarakat berpenghasilan tetap
misalkan Pegawai Negeri Sipil dengan
pangkat lid kebawah dan bukat pejabat,
Anggota ABRI pangkat pembantu letnan I
kebawah dan bukan pejabat, pegawai
perusahaan daerah, pensiunan dari pegawai
berpenghasilan tetap, dll.
Jenis Kupedes
Kupedes Modal Kerja
Kupedes Investasi
Sektor yang dibiayai Kupedes
Sektor Pertanian
Perindustrian
Perdagangan
Jasa lainnya
Golongan berpenghasilan tetap
Syarat dan Ketentuan Kupedes
Plafond Kupedes minimal Rp 25.000,- dan
maksimum Rp. 25.000.000, Dapat diberikan kedua jenis Kupedes
dalam waktu bersamaan sepanjang besarnya
belum mencapai maksimum Rp.
25.000.000,Jangka Waktu dan Pola Angsuran
Jangka waktu angsuran minimal 3 bulan dan
maksimal 24 bulan. Untuk Kupedes modal
Kerja dan Investasi 36 bulan. Pola
angsuran :
Angsuran secara bulanan.
Angsuran secara bulanan dengan grace
period Angsuran 3,4, 6 bulan.
Keistimewaan Kupedes
Diberikan IPTW(Insentif pembayaran tepat
waktu) bagi nasabah yang tertib mengangsur
pinjamannya secara tepat waktu selama
periode tertentu yaitu sebesar 1/4 bagian dari
suku bunga.

Agunan yang harus disediakan oleh calon


nasabah nilainya harus cukup mengcover
jumlah Kupedes yang diterimanya beserta
kewajiban-kewajibannya (pinjaman pokok +
bunga).
Pengertian Kredit Mikro
Kredit Mikro adalah salah satu
bentuk pinjaman yang akan di berikan oleh
pihak bank kepada usaha mikro yang
bertujuan untuk membantu kelancaran
usaha. Ini berarti berlaku untuk pemilik
usaha yang usahanya sudah berjalan.
Pinjaman ini tidak berlaku untuk pengadaan
Modal Awal Usaha. Yang bisa mengajukan
kredit mikro adalah usaha yang sudah
berjalan kurang lebih selama 6 bulan.
JENIS PINJAMAN KREDIT
MIKRO BANK BRI
Menurut informasi yang kami dapat
kemarin, pinjaman kredit mikro yang
disediakan oleh pihak Bank BRI itu
dibedakan menjadi 2 yaitu KUR dan
KUPEDES. KUR dan KUPEDES adalah
salah satu fasilitas kredit yang disediakan
oleh BRI Unit(bukan oleh kantor cabang
BRI atau Bank lain) untuk mengembangkan
atau meningkatkan usaha kecil yang layak.
Perbedaan KUR dan KUPEDES

KUR, adalah pinjaman dari mulai


satu juta sampai dua puluh juta
rupiah. Usaha ini adalah usahausaha yang tidak terlalu besar,
seperti : usaha kebab, warungwarung kecil, ataupun fri. Didalam
KUR tidak ada biaya administrasi
seperti biaya percetakan,BPN,dll.
Pihak pengajuan kredit hanya
membayar biaya materai.

KUPEDES, adalah pinjaman dalam


jenis usaha besar seperti usaha
rumah makan, kontrakan, dll yang
memiliki keuntungan yang besar
juga. Pinjaman ini dimulai dari satu
juta sampai seratus juta. Apabila
sudah diatas seratus juta,itu sudah
tidak tergolong lagi kedalam jenis
usaha mikro tetapi suadah berbeda
lagi jenis pinjamanya.

3. Temui Customer Service.


Untuk pinjaman diatas seratus juta baru kita
dapat mengajukan pinjaman di BRI KC
Depok, pinjaman ini biasanya diajukan oleh
para perusahaan-perusahaan.
LANGKAH-LANGKAH
PENGAJUAN PINJAMAN
Untuk langkah-langkah pengajuan pinjaman
ni ternyata tidak telalu sulit ataupun
merepotkan. Di BRI kita dapat dengan
mudah mengajuakan pinjaman kredit mikro,
asalkan usaha yang kita ajukan sudah
berjalan kurang lebih selama 6 bulan.
Mengapa harus usaha yang sudah berjalan?
Karena pinjaman ini adalah bertujuan untuk
membantu mengembangkan usaha, dan
apabila usaha itu sudah berjalan berarti
usaha itu sudah bisa dibilang usaha yng
sudah jelas keberadaanya dan dapat
dipercaya.
Langkah-langkah :
1. Di BRI kita tidak perlu menyiapkan
proposal usaha, proposal usaha hanya
diperlukan untuk usaha besar ataupun
pinjaman uang diatas 100 juta.
2. Siapkan berkas-berkas yang diperlukan
seperti:

Foto copy KTP

PasPhoto 4x6

Apabila sudah menikah,


lampirkan foto copy surat nikah dan
Pas Photo suami-istri.

Surat
(SIUP,SITU,dll)

Untuk
motor/mobil

Untuk
Surat/Akta Tanah.

Izin

KUR

Usaha

BPKB

KUPEDES

4. Ajukan dan jelaskan jenis pinjaman yang


kita inginkan.
5. Jelaskan Usaha yang kita punya.
6. Nasabah akan dimintai data keterangan
nasabah oleh cutomer service sebagai data
dan untuk pemberian informasi selanjutnya
ketika ada kegiatan survei.
7. Pihak Bank akan menginformasikan
kegiatan survei setelah 2 atau 3 hari setelah
pengajuan.
8. Dilakuakanya survei tempat usaha, serta
rumah nasabah oleh pihak bank yang disebut
dengan mantri. Disini oihak bank akan
mengecek tentang kelayakan nasabah dan
kejelasan usaha yang anda miliki.
9. Setelah proses survei, pihak bank akan
melakukan check nama nasabah di data BI
CHECKING. Apakah nasabah ini adalah
nasabah yang bermasalah atau tidak.
10. Apbila di BI CHECKING nama nasabah
tidak bermasalah, data nasabah akan di kirim
kepihak pimpinan cabang atau kepala unit
untuk di approve.
11. Pihak bank akan menghubungi nasabah
apabila sudah disetujui oleh pihak pimpinan.
Mungkin hanya informasi ini yang dapat
kami sampaikan, setidaknya semoga dapat
membantu bagi kalian yang ingin
mengajukan pinjaman terutama ke Bank
BRI. Karena dari beberapa proses inilah,
pihak Bank BRI pun meminta maaf apabila
proses pinjaman di Bank BRI mungkin lebih
lama dibandingkan dengan pihak bank lain.
Pihak BRI tidak ingin sembarang
memberikan pinjaman, oleh karena itulah
butuh proses untuk mengesahkan tentang
kelayakan usaha. Bukan haya karena
prosesnya, tetapi ini juga dikarenakan terlalu
banyaknya nasabah BRI.

Koperasi dan UKM


Perkembangan koperasi di Sumatera Utara sampai Desember 2012 berjumlah 11.206 unit dimana
6.706 di antaranya adalah koperasi aktif dan
4.500 koperasi yang tidak aktif. Rasio koperasi
aktif sampai dengan tahun 2012 sebesar 59.84%.
Kabupaten yang tertinggi rasio koperasi aktif
yakni Kabupaten Nias Utara sebesar 100%, dan
yang terendah adalah Kabupaten Toba Samosir
sebesar 22.76%.
Untuk koperasi simpan pinjam (KSP) terdapat
sejumlah 191 unit dengan jumlah anggota
126.799 orang dan nasabah berjumlah
129.036 dengan total aset berjumlah sekitar Rp.
516 milyar dan jumlah pinjaman sebesar sekitar
Rp.479 milyar. Selain KSP, terdapat koperasi
jasa keuangan syariah (KJKS) yang berdasarkan
kabupaten/kota sampai bulan Desember 2012
sebanyak 100 unit dengan jumlah anggota
sebanyak 47.927 orang .
Unit simpan pinjam (USP) sampai dengan tahun
2012 berjumlah 3.910 unit dengan jumlah
anggota 661.758 orang dan nasabah berjumlah
610.499. Total aset yang dikelola sejumlah Rp.
1.031milyar dengan jumlah pinjaman sekitar Rp.
973 milyar.
Jumlah UMKM di Provinsi Sumatera Utara
terdiri dari usaha mikro sebesar 1.453.063 unit
dan usaha kecil 698.666 unit. Sementara
perusahaan menengah berjumlah 136.574 unit
dengan jumlah penyerapan tenaga kerja secara
keseluruhan sebesar 625.954 orang.
Selain itu, terdapat 95 unit bank perkreditan
rakyat (BPR) yang tersebar di berbagai
kabupaten/kota