Anda di halaman 1dari 10

Kerangka Acuan Kerja

KAJIAN REST AREA DI KABUPATEN BANYUMAS


1. Latar Belakang

Kabupaten Banyumas adalah salah satu


kabupaten yang dilewati oleh jalur lintas
selatan, yang menghubungkan beberapa
pusat kegiatan/pusat kota di Indonesia, hal ini
menyebabkan ruas jalan yang berada di
Kabupaten Banyumas menjadi salah pilihan
pengendara
kendaraan
umum.
Dengan
melihat
kondisi
geografis,
Kabupaten
Banyumas adalah salah daerah yang menjadi
titik jenuh saat melakukan perjalanan dengan
menggunakan
kendaraan.
Untuk
mengakomodasi berbagai aktualita di ruas
jalan Kabupaten Banyumas perlu difasilitasi
dengan fasilitas transportasi umum seperti
Rest Area.
Rest Area adalah salah satu fasilitas prasarana
transportasi
umum
yang
merupakan
tempat/lokasi
peristirahatan
untuk
pengemudi,
penumpang,
maupun
kendaraannya (baik sepeda motor maupun
mobil) yang dipadukan dengan fasilitas parkir
kendaraan (sepeda motor atau mobil), dengan
tujuan pengemudi dapat beristirahat untuk
sementara selama perjalanan dan bertujuan
untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
Rest Area pada dasarnya difasilitasi dengan
toilet, tempat ibadah, informasi lalu lintas
hingga SPBU dan Kuliner, yang terletak pada
daerah yang nyaman dan berada di sisi ruas
jalan raya sehingga lebih mudah di akses.
Undang-undang 22 tahun 2009 pada pasal 90
ayat 3 menyebutkan Pengemudi Kendaraan
Bermotor Umum setelah mengemudikan
Selama 4 (empat) jam berturut-turut wajib
beristirahat paling singkat setengah jam.
Dengan
menelaah
undang-undang
dan
melihat
kondisi
geografis
Kabupaten
Banyumas yang dilewati oleh jalan utama
sudah semestinya difasilitasi dengan Rest
Area
untuk
memberikan
kenyaman

pengendara dan menjadi titik istirahat bagi


pengemudi
dan
penumpang
kendaraan
umum.
Beberapa ruas jalan di Indonesia telah di
fasilitasi dengan bangunan Rest Area, dengan
pembangunan Rest Area ini diharapkan dapat
memberikan fasilitas Trasportasi dan menjadi
arah investasi yang baik, bahkan Rest Area
terbesar di Indonesia yang berada di Km 72A
Tol Cipularang dilengkapi dengan pusat
perbelanjaan yang cukup besar, demikian
halnya
dengan
Kabupaten
Rembang
mengembangkan Rest Area yang dipadukan
dengan destinasi wisata. Dari literatur di atas
menjelaskan pembangunan Rest Area dapat
memberikan dampak positif baik yang tampak
(Tengible) maupun yang tidak tampak
(Intengible).
Demikian halnya di negara-negara maju Rest
Area terintegrasi dengan Angkutan umum
melalui terminal atau halte, hal ini diharapkan
menjadi pilihan ketika pengemudi atau
kendaraannya mengalami masalah, sehingga
perjalanan dengan moda trasportasi umum
menajadi alternatif yang baik dan potensial.
Kecamata Sumpiuh yang berada di wilayah
administrasi kabupaten Banyumas menjadi
salah
satu
daerah
strategis
untuk
dibangunnya Rest Area, sesuai dengan RTRW
Kabupaten Banyumas, kecamatan sumpiuh
berada
di
dekat
perbatasan
dengan
kabupaten Kebumen, dengan beberapa lahan
potensial yang dimiliki oleh pemerintah
kabupaten Banyumas. Kawasan potensial ini
diharapkan dapat mendukung peningkatan
ekonomi masyarakat Kabupaten Banyumas
salah satunya dengan dibangunnya Rest Area
di kecamatan Sumpiuh, sehingga masyarakat
di kecamatan Sumpiuh dapat memanfaatkan
Rest Area menjadi salah satu pusat kuliner
dan bentuk usaha lain.
Terbentuknya Studi Kelayakan Rest Area ini
diharapkan dapat menjadi dukungan untuk

2. Maksud dan
Tujuan

3. Sasaran

4. Lokasi
Pekerjaan
5. Sumber
Pendanaan
6. Nama dan
Organisasi
Pejabat
Pembuat
Komitmen
1. Data Dasar

2. Standar Teknis

mengembangkan
pertumbuhan
ekonomi
Kabupaten Banyumas dan menjadi daerah
yang strategis, sebagai pusat pelayanan
kawasan, pusat kegiatan wilayah, dan dapat
meningkat menjadi pusat kegiatan nasional.
Maksud dari pekerjaan ini adalah melakukan
identifikasi awal titik-titik lokasi dan analisis
kelayakan Rest Area di Kabupaten Banyumas
sebagai
tempat
untuk
Peristirahatan
Pengemudi, penumpang, dan kendaraan.
dalam kerangka memberikan pelayanan
kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan
rekomendasi dan analisis lokasi lahan Rest
Area di masa datang.
Sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan ini
adalah dokumen perencanaan lokasi-lokasi
Rest Area yang dapat dikembangkan di
wilayah Kabupaten Banyumas.
Lokasi pekerjaan adalah di wilayah Kabupaten
Banyumas.
APBD Kabupaten Banyumas Tahun Anggaran
2015
xxxxxxxxxxxxxx
Kepala DISHUBKOMINFO

Data Penunjang
Data inventarisasi jalan, Lintas Harian Ratarata (LHR), peta digital, tata guna lahan, data
kependudukan, data pertumbuhan kendaraan
per tahun.
1) Undang-Undang RI Nomor 38 Tahun
2004 tentang Jalan.
2) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun
2009
tentang
Lalu
Lintas
dan
Angkutan Jalan.
3) Peraturan Pemerintah RI Nomor 74
Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.
4) Peraturan Pemerintah RI Nomor 43
Tahun 1993 tentang Prasarana dan
Lalu Lintas Jalan.

5) Peraturan Pemerintah RI Nomor 44


Tahun 1993 tentang Kendaraan dan
Pengemudi.
6) Peraturan Pemerintah Nomor 36
Tahun
2005
tentang
Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor
28 Tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung Gedung.
7) Peraturan Pemerintah Nomor
Tahun 2006 tentang Jalan.

34

8) Peraturan Pemerintah Nomor 32


Tahun 2011 tentang Manajemen dan
Rekayasa, Analisis Dampak Serta
Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas.
9) Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun
2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
10)
Peraturan Menteri Perhubungan RI
Nomor KM 14 Tahun 2006 tentang
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas
di Jalan.
11)
Keputusan Menteri Perhubungan
RI Nomor KM 65 Tahun 1993 tentang
Fasilitas Pendukung Kegiatan Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan.
12)
Keputusan Menteri Perhubungan
RI Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang
Fasilitas Parkir untuk Umum.
13)
Keputusan Menteri Perhubungan
RI Nomor KM 31 Tahun 1995 tentang
Terminal Transportasi Jalan.
14)
Keputusan Menteri Perhubungan
RI Nomor KM 35 Tahun 2003 tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang di
Jalan dengan Kendaraan Umum.
15)
Keputusan
Direktur
Jenderal
Perhubungan
Darat
Nomor
272/HK.105/DRJD/96
tentang
Pedoman
Teknis
Penyelenggaraan

Fasilitas Parkir.

3. Studi-studi
Terdahulu

4. Referensi
Hukum

1. Lingkup
Pekerjaan

16)
Perencanaan Tempat Istirahat dan
Pelayanan di Jalan Bebas Hambatan,
Direktorat Bina Teknik, Direktorat
Jenderal Bina Marga tahun 1995.
Diambil dari studi terkait pada instansi :
Bappeda DIY, Dishubkominfo DIY, Dinas
PUP ESDM DIY, serta instansi terkait
(Kota/Kabupaten) dalam kurun waktu 3
(tiga) tahun.
1. Peraturan Presiden Nomor : 54 Tahun
2010 dan Peraturan Presiden Nomor 70
Tahun
2012
tentang
Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah
2. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah
Nomor : 6 Tahun 2010 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa
Tengah tahun 2009-2029.
3. Peraturan
Daerah
Kabupaten
Banyumas Nomor : 10 Tahun 2011
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Banyumas tahun 20112031.
4. Peraturan
Daerah
Kabupaten
Banyumas Nomor : 7 Tahun 2011
tentang Izin Mendirikan Bangunan
Kabupaten Banyumas.
5. Peraturan
Daerah
Kabupaten
Banyumas Nomor : 3 Tahun 2011
tentang Bangunan Gedung Kabupaten
Banyumas.
Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan studi ini secara hierarkis
meliputi tahapan berikut ini.
1. Menelaah literatur dan hasil studi yang
telah ada yang terkait langsung
maupun
tidak
langsung
dengan
pengembangan lalu lintas Kabupaten
Banyumas.
2. Melakukan kompilasi data sekunder dan
instansional terkait.
3. Melakukan kompilasi data primer,
antara lain : survey lalu lintas, tata
guna
lahan,
fasilitas/prasarana

transportasi umum.
4. Melakukan perhitungan dan
data primer, yang meliputi :

analisis

a. Identifikasi lahan-lahan sebagai


calon lokasi Rest Area.
b. Analisis rute angkutan umum.
c. Analisis perhitungan biaya (biaya
pembebasan lahan, perencanaan
hingga konstruksi) Rest Area.
d. Analisis tata guna lahan.
5. Melakukan skenario penanganan.
6. Menyusun strategi
rekomendasi.

pentahapan

dan

7. Menyusun laporan kegiatan.


2. Keluaran
3. Peralatan,
Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat
Pembuat
Komitmen
4. Peralatan dan
Material dari
Penyedia Jasa
Konsultansi

5. Lingkup
Kewenangan
Penyedia Jasa
6. Jangka Waktu
Penyelesaian
Pekerjaan
7. Personil

Tersusunnya dokumen rencana dan kelayakan


Rest Area di Kabupaten Banyumas.
Peralatan, material, dan personil semua
disediakan dari Penyedia jasa, Pejabat
Pembuat
Komitmen
hanya
memberikan
fasilitasi dalam pengumpulan data sekunder
yang terkait dengan kegiatan ini.

Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa


Konsultansi meliputi peralatan kantor seperti
komputer, foto kopi, printer dan lain-lainnya
disesuaikan
dengan
rencana
anggaran
belanja. Untuk alat survei minimal peralatan
yang dibutuhkan adalah counter, alat tulis,
dan kendaraan.
Lingkup kewenangan penyedia jasa dalam
pekerjaan ini hanya dalam hal penyusunan
feasibility study Rest Area.
Kegiatan studi ini akan dilaksanakan selama
30 (tiga puluh) hari kalender.
Posisi

Kualifikasi

Jumla
h
Oran
gBulan

(ob)
Tenaga Ahli
Ketua
Tim/Ahli
Madya
Perencanaan
Transportasi

minimal
1 (1)
Sarjana Strata
2 (S2) Bidang
Perencanaan
Transportasi
(Transport
Planning)
pengalaman 5
tahun,
atau
Sarjana Strata
1 (S1) Bidang
Teknik
Sipil
Transportasi
pengalaman 7
tahun.
Ahli
Madya/Muda Minimal
1 (1)
Angkutan Umum
Sarjana Strata
2 (S2) Bidang
Transportasi/Sis
tem
Transportasi/An
gkutan Umum
pengalaman 3
tahun
atau
Sarjana Strata
1 (S1) Bidang
Teknik
Sipil
Transportasi
pengalaman 5
tahun.
Ahli
Muda minimal
Perencanaan
Sarjana Strata
Transportasi
2 (S2) Bidang
Transportasi /
Sistem
Transportasi
pengalaman 2
tahun atau
Sarjana Strata
1 (S1) Bidang
Teknik Sipil
Transportasi
pengalaman 4
tahun.
Ahli Muda Angkutan minimal
Umum
Sarjana Strata

1 (1)

1 (1)

2 (S2) Bidang
Transportasi /
Sistem
Transportasi /
Angkutan
Umum
pengalaman 2
tahun atau
Sarjana Strata
1 (S1) Bidang
Teknik Sipil
Transportasi
pengalaman 4
tahun.
Tenaga Pendukung
Sekretaris/Administ minimal
rasi
atau
sederajat
Operator Komputer minimal
atau
sederajat
Pesuruh
minimal
atau
sederajat
Surveyor
minimal
atau
sederajat

SLTA 1 (1)
yang
SLTA 1 (1)
yang
SLTP 1 (1)
yang
SLTA 20
yang

8. Jadwal
Tahapan
Pelaksanaan
Pekerjaan

No

Kegiatan
1

1
2
3
4
5
6
7
8

Minggu
2
3

Kajian Literatur, Telaah Aspek


Legal dan Dokumen terkait
Kompilasi Data Sekunder
Survey dan Kompilasi Data Primer
Koordinasi dengan Instansi Terkait
Analisis Data
Rekomendasi
Pelaporan
Diskusi Laporan Akhir

Laporan
1. Laporan
Pendahuluan
2. Laporan
Bulanan
3. Laporan
Antara
4. Laporan Akhir

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Laporan
Akhir
memuat:
seluruh
hasil
pekerjaan, kompilasi data dan analisis yang
telah dilakukan secara komprehensif, serta
penyusunan dokumen.
Laporan
harus
diserahkan
selambatlambatnya: 30 (tiga puluh) hari kerja sejak
SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) buku
laporan dan cakram padat (compact disc)
sebanyak 10 (sepuluh) unit.

5. Presentasi

1. Produksi
dalam Negeri

2. Persyaratan
Kerjasama

3. Pedoman
Pengumpulan
Data Lapangan
4. Alih

Presentasi dilakukan selama 1 (satu) kali,


yaitu pada saat sebelum selesainya Laporan
Akhir.
Hal Lain
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan
KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah
Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan
lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.
Jika kerjasama dengan penyedia jasa
konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan
kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan
berikut harus dipatuhi:
Pengumpulan data lapangan harus memenuhi
persyaratan berikut:
Persyaratan-persyaratan formal dan syarat
keselamatan sesuai peraturan yang berlaku.
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi
berkewajiban untuk menyelenggarakan

Pengetahuan

pertemuan dan pembahasan dalam rangka


alih pengetahuan kepada personil satuan kerja
Pejabat Pembuat Komitmen berikut: