Anda di halaman 1dari 14

BAB III

TATANAN GEOLOGI

Daerah penelitian terletak di Propinsi Nagroe Aceh Darussalam (NAD), tepatnya


di Kota Sabang, Kecamatan Suka Jaya, dengan posisi geografis antara 95 12 00 95
23 00 Bujur Timur dan 05 46 00 05 55 00 Lintang Utara (dijelaskan pada bab I).
Lokasi daerah penelitian terletak kurang lebih 10 km sebelah selatan Kota Sabang.
Daerah penelitian terletak di Pulau Weh yang berada di ujung barat laut Pulau
Sumatera. Pulau Weh sendiri termasuk salah sebuah pulau gunungapi muda yang berada
pada jalur gunungapi orogen Sunda yang membujur dari timur ke barat mulai dari Nusa
Tenggara - Bali - Jawa - Sumatera hingga pulau-pulau yang terdapat di ujung paling
baratlaut Sumatera dan merupakan sebuah gunungapi tipe C (De Neve, 1983), yaitu tipe
gunungapi yang pusat erupsinya tidak diketahui dalam sejarah kegiatannya, tetapi
memperlihatkan ciri-ciri kegiatan masa lampau yang ditunjukan oleh lapangan fumarol
(gas-gas gunungapi).

16

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

3.1 Geologi Regional


3.1.1 Kerangka Tektonik
Kerangka tektonik yang bekerja pada Pulau Weh merupakan bagian dari tektonik
yang bekerja di Pulau Sumatera. Pulau Sumatera terletak di sepanjang tepi barat
Indonesia, yang merupakan hasil bentukan dari tumbukan 2 lempeng, yaitu Lempeng
Samudera Hindia-Australia yang bergerak ke utara-timur laut dan Lempeng Benua
Eurasia yang bergerak ke arah tenggara yang mengakibatkan adanya penunjaman di
sepanjang lepas pantai barat Sumatera serta menyebabkan terbentuknya jalur
gunungapi sepanjang Pulau Sumatera dan sesar geser menganan Sumatera.

Gambar 3.1. Kerangka tektonik Pulau Sumatera yang dipengaruhi oleh


tumbukan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia (Geist et al.,2004)

17

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

Menurut Pulunggono, 1993 op.cit., Darman & Sidi, 2000. Pulau Sumatera
dapat diklasifikasikan menjadi 5 unit tektono struktural (Gambar 3.1.), yaitu:

Punggungan Luar-busur Sunda (Sunda Outer-arc Ridge), terletak


sepanjang tepi cekungan depan-busur Sunda (Sunda Fore-arc Basin),
merupakan punggungan non-vulkanik yang memanjang dari Laut
Andaman hingga tenggara Jawa.

Cekungan Depan-busur (Sunda Fore-arc Basin), terletak di antara


punggungan luar-busur Sunda non-vulkanik (Sunda Outer-arc Ridge)
dengan pegunungan Barisan. Secara umum, ada 2 cekungan depan busur
Sunda, yaitu: cekungan Sibolga di barat laut Sumatera, dan Cekungan
Bengkulu di barat daya Sumatera.

Cekungan

Belakang-busur

Sumatera

(Sumatera

Back-arc

Basin),

merupakan unit yang terbentuk dari kumpulan cekungan-cekungan, seperti:


cekungan Sumatera Utara, Cekungan Sumatera Tengah, dan Cekungan
Sumatera Selatan.

Pegunungan Barisan (Barisan Mountain Range), merupakan busur vulkanik


yang umumnya berkomposisi batuan berumur Permian-Karbon hingga
Mesozoikum. Daerah penelitian terletak pada unit tektono-struktural ini.

Sumatera

Intra-arc

atau

Intramontane

Basin,

dipisahkan

oleh

pengangkatan subsekuen dan erosi dari bekas pengendapan sebelumnya.


Unit ini meliputi Cekungan Ombilin yang memanjang dari selatan Solok ke
arah barat daya melewati Payakumbuh dengan jarak berkisar 120 km.
Cekungan ini sangat dalam, terisi oleh endapan sedimen Tersier dengan
umur Eosen hingga awal Miosen Tengah.

18

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

Gambar 3.2. Pembagian unit tektono struktural Sumatera


(Pulunggono, 1993, op.cit., Darman & Sidi, 2000)

Pulau Sumatera merupakan salah satu lajur magmatik yang ada di Indonesia.
Pulau Sumatera terletak di sepanjang tepi barat daya Lempeng Benua Eurasia yang
bertumbukan dengan Lempeng Samudera Hindia sehingga mengalami penunjaman
sepanjang lepas pantai barat Sumatera. Penunjaman yang terjadi pada masa Tersier
sampai Resen yang mengakibatkan terbentuknya jalur busur magma yaitu Pegunungan
Bukit Barisan. Penunjaman yang terbentuk secara berkala telah dilepaskan melalui

19

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

sesar transform yang sejajar dengan tepi lempeng dan terpusat di sepanjang Sistem
Sesar Sumatera yang berarah barat laut-tenggara. Panjang zona sesar ini kurang lebih
1650 km, membentang sepanjang Pulau Sumatera mulai dari Pulau Weh hingga Teluk
Semangko, Lampung (van Bemmelen, 1949)
Batuan vulkanik banyak tersingkap di bagian tengah yang merupakan jalur
vulkanik aktif sejak berumur Oligosen Atas hingga Resen yang dicirikan oleh
banyaknya kerucut- kerucut gunungapi aktif seperti Sibayak, Sinabung, Sarulla, Sorik
Marapi, Gereudong, Seulawah Agam hingga kerucut vulkanik Leumo Matee di Pulau
Weh. Komposisi batuan vulkanik di sepanjang jalur ini bervariasi yaitu dari Andesit,
Andesit basaltis hingga riolitik serta batuan-batuan jenis produk vulkanik purba di
daratan pulau Sumatera.
Proses pensesaran Sumatera terjadi pada Geantiklin Barisan, yang diikuti
terbentuknya zona depresi atau graben semangko yang berlanjut dari timur hingga ke
utara, sehingga mengakibatkan daratan Pulau Weh ikut mengalami depresi tektonik (
Katili & Hehuwat, 1967 op.cit., Dirasutisna & Hasan, 2005). Dengan demikian
struktur yang terbentuk di Pulau Weh berpola yang sama dengan struktur yang terjadi
di daratan Sumatera. Bentuk struktur tersebut umumnya dipengaruhi oleh Sistem
Sesar Sumatera yang banyak membentuk segmen-segmen disertai bermunculan
kerucut-kerucut vulkanik muda berumur Kuarter disepanjang jalur sesar tersebut dan
gunungapi yang terdapat didaratan Pulau Weh berada pada zona sesar tersebut ( Tjia,
1977 op.cit., Dirasutisna & Hasan, 2005).
Struktur geologi akibat dari gejala tektonik dan kegiatan vulkanisme pada
Plio-Pleistosen dicirikan oleh adanya kelurusan vulkanik, gawir sesar, dinding gawir
depresi vulkanik dan kelurusan kerucut atau pusat-pusat erupsi vulkanik.

20

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

3.2 Geologi Daerah Penelitian


Daerah penelitian terletak pada unit tektono-struktural Pegunungan Barisan yang
merupakan busur vulkanik akibat subduksi antara Lempeng Samudera Hindia yang
menunjam ke bawah Lempeng Benua Eurasia (Gambar 3.2). Kegiatan tektonik ini
mempengaruhi geologi daerah penelitian, yang ditunjukkan oleh litologi daerah penelitian
yang didominasi oleh endapan vulkanik seperti: aliran lava, aliran piroklastik, dan jatuhan
piroklastik.
3.2.1 Stratigrafi
Menurut Dirasutisna & Hasan (2005), litologi di Pulau Weh terdiri dari batuan
Tersier dan Kuarter yang dibedakan menjadi 4 kelompok batuan utama, yaitu
Kelompok Batuan Sedimen Tersier (Miosen) merupakan batuan dasar di Pulau Weh,
Kelompok Batuan Vulkanik Tua Pulau Weh yang berumur Kuarter-Tersier berupa
lava dan aliran piroklastik, Kelompok Batuan Vulkanik Muda berumur Kuarter yang
merupakan produk deretan kerucut vulkanik muda yang membentuk suatu kelurusan
vulkanik berarah barat laut-tenggara dan utara-selatan, serta Kelompok Batugamping
terumbu.

Daerah
Penelitian

Gambar 3.3. penampang skematik Pulau Sumatera


(modifikasi dari Eubank & Makki, 1981 op.cit., Darman & Sidi., 2000)

21

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

Uraian tiap satuan batuan adalah sebagai berikut:


Batuan Sedimen Tersier
o Batupasir Tufan (Tms)
Tersingkap di daerah pantai timur, berlapis baik yang mencirikan suatu
perulangan perlapisan dari kasar ke halus,

berwarna coklat muda, agak

kompak, diperkirakan berumur Miosen.


Batuan Vulkanik Tua Pulau Weh
o Satuan Aliran Lava Pulau Weh (QTvw)
Satuan ini berupa aliran lava andesitik-basaltik yang kondisi singkapannya
sangat hancur. Secara umum satuan ini berwarna abu-abu tua - kehitaman,
bertekstur porfiritik, mineralogi dominan piroksen, plagioklas, olivin sebagai
fenokris serta mineral gelap lainnya.
o Satuan Aliran Piroklastik Pulau Weh (QTapw)
Tersingkap secara luas dibagian tengah dan juga di daerah struktur sesar
utama, kompak, terlaskan, jenis breksi tufan bersifat asam, mengandung
batuapung, gelas, terkekarkan akibat pengaruh tektonik. Disusun oleh fragmenfragmen yang bersifat andesitik-dasitik, berwarna abu-abu terang agak
keputihan, berukuran abu hingga bongkah, menyudutsetengah menyudut.
Kedua satuan ini baik aliran piroklastik (QTapw) maupun aliran lava Pulau
Weh (QTvw) diperkirakan berumur Tersier Atas yang tidak dikenal pusat
erupsinya.
Batuan Vulkanik Muda
Berupa deretan perbukitan yang membentuk kerucut-kerucut vulkanik muda yang
membentuk suatu kelurusan vulkanik dari utara ke selatan terdiri dari Gunung
Labu Bau, Gunung Leumo Matee, Gunung Semeureuguh, sedang dari arah barat
laut - tenggara mulai dari Gunung Iboih, Gunung Pawang dan Gunung Kulam
o Satuan Vulkanik Labu BaU (Qvlb)
Terdiri dari lava dan aliran piroklastik. Lava singkapannya kompak, berwarna
abu-abu terang, bersifat andesitik-dasitik, komposisinya piroksen, plagioklas
yang sangat dominan dalam masadasar gelas. Sedangkan aliran piroklastik

22

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

yang berupa breksi tufan bersifat andesitikdasitik dengan fragmen menyudutmenyudut tanggung.
o Satuan Vulkanik Iboih (Qvi)
Penyebarannya di daerah barat hingga di ujung Pulau Weh pada satuan
morfologi vulkanik Iboih itu sendiri. Batuan tersingkap sebagai kubah lava,
relatif segar, kompak, berwarna abu-abu gelap-kehitaman, vesikular, afanitikporfiritik, membentuk kekar-kekar. Mineralogi terdiri dari hornblende,
plagioklas, piroksen dan mengandung gelas vulkanik serta mineral opak.
o Satuan Vulkanik Pawang (Qvp)
Berupa lava dan aliran pirokalstik (breksi tufan) yang tersisip didalam lavanya,
bersifat andesitik-dasitik, berwarna abu-abu gelap, berbutir halus sampai kasar.
Aliran lava mineraloginya berupa hornblende, piroksen, plagioklas sebagai
fenokris.
o Satuan Vulkanik Kulam Tua (Qvk 1)
Secara umum batuannya tersingkap di daerah utara hingga Teluk Pria Lhaot
dan juga di bagian tengah daerah penelitian. Berupa aliran lava andesitik,
berwarna abu-abu gelap, porfiritik, komposisi plagioklas piroksen dan
mengandung gelas vulkanik serta mineral opak.
o Aliran Piroklastik Kulam (Qapk)
Satuan ini tersingkap di selatan tepatnya di pantai selatan sebelah barat
Gunung Semeureuguh. Berwarna coklat muda, kemerahan-gelap, komponen
terdiri dari fragmen lithik berukuran campuran halus sampai dengan kasar
sekali, di beberapa tempat terlihat tersisip di dalam lava, sebagian telah mulai
lapuk. Satuan ini termasuk dalam jenis breksi tufan berumur Kuarter.
o Satuan Vulkanik Kulam Muda ( Qvk2 )
Terdiri dari lava dan aliran piroklastik. Singkapan lavanya setempat-setempat
tersingkap dengan kondisi kompak yang memperlihatkan kekar-kekar dan
bagian atasnya banyak yang sudah mengalami pelapukan, bersifat andesitikdasitik. Warna abu-abu kehitaman, bertekstur porfiritik, dengan komposisinya
piroksen dan plagioklas dalam masadasar gelas. Sedangkan aliran piroklastik

23

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

bersifat andesitik-dasitik, warna kecoklatan, fragmen menyudut-setengah


membundar, terdiri atas bongkah.
o Satuan Vulkanik Semeureuguh ( Qvs )
Terletak di pantai selatan pulau Weh yang terdiri dari lava dan

jatuhan

piroklastik. Aliran lava bersifat andesitik-dasitik membentuk kekar-kekar,


sangat kompak dan mineraloginya piroksen dan plagioklas sebagai fenokris.
Jatuhan piroklastik tidak begitu kompak, berukuran fragmen dari abu-bongkah,
menyudut-setengah menyudut, bersifat andesitik, terdapat batu apung,
berwarna abu-abu kecoklatan tersebar disekitar pusat erupsinya dan dibagian
utara dibatasi oleh kontrol struktur.
o Satuan Aliran Piroklastik Semeureuguh( Qaps)
Satuan aliran piroklastik ini berukuran butir abu, agak kasar, komposisi gelas
vulkanik, berlokasi di pantai selatan pada sisi selatan tubuh Gunung
Semeureuguh, bersifat andesitik-dasitik, berwarna putih keabu-abuan, massif,
bertektur breksi, mengandung fragmen lava andesitik-piroksen, menyudut
tanggung, berukuran haluskasar, terpilah buruk, kemas terbuka. Berada
selaras di atas satuan aliran lava Semereuguh (Qvs) dengan umurnya
diperkirakan Kuarter.
o Satuan Vulkanik Leumo Matee (Qvlm)
Aliran lava produk Leumo Matee ini bersifat andesitik-dasitik, berwarna abuabu terang, bertekstur porfiritik. Komposisi mineral hornblende, piroksen,
plagioklas sebagai fenokris. Hasil Fision Track Dating batuan hasil aktivitas
vulkanik Leumo Matee berumur 1.1 juta tahun/Pleistosen
o Satuan Aliran Piroklastik Leumo Matee (Qaplm)
Batuan ini tersingkap di daerah sebelah barat sebagai aliran piroklastik, bersifat
andesitik-dasitik, jenis breksi tufan, mengandung batuapung, gelas, berwarna
abu-abu terang, agak melapuk, di beberapa tempat bertekstur breksi yang
mengandung fragmen lava. Fragmen breksi terdiri dari lava andesitik
hornblende-piroksen, menyudut tanggung, terpilah buruk, kemas terbuka.
Matrix terdiri dari tuf abu-pasiran berwarna abu-abu terang, porositas baik dan

24

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

bersifat getas.

Kedudukan satuan aliran piroklastik berada selaras di atas

satuan vulkanik Leumo Matee (Qvlm). Umurnya diperkirakan Kuarter.

Gambar 3.4. Peta kelurusan vulkanik Pulau Weh


(Dirasutisna & Hasan, 2005)

Batugamping Terumbu ( Qgt)


Batu terumbu ini tersingkap secara luas disepanjang pantai timur yang membentuk
bukit-bukit rendah hingga ke utara. Pada singkapan ini mencerminkan adanya fosil
atau bekas-bekas binatang laut, berwarna putih kekuning-kuningan yang terdapat
dibagian timur daerah penelitian. Diperkirakan berumur Kuarter.

Aluvial (Qa)
Merupakan hasil rombakan dari beraneka ragam atau jenis batuan dari tua dan
muda dengan ukuran lanau hingga kerakal atau bolder.

25

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

3.2.2 Struktur Geologi Daerah Penelitian


Berdasarkan Dirasutisna & Hasan (2005), Pola struktur geologi di daerah
penyelidikan dicerminkan oleh berbagai macam indikasi dilapangan seperti depresi
vulkanik (horst dan graben), triangular facet, gawir sesar, kekar gerus, offset batuan
dan topografi, kelurusan sungai, bukit dan topografi, breksiasi, gores-garis, dan
hadirnya manifestasi panasbumi yang berupa batuan alterasi bertipe argilik
(montmorilonit-kaolinit) dan pemunculan mata air panas.

Gambar 3.5. Pola struktur geologi pada Pulau Weh


(modifikasi Dirasutisna & Hasan, 2005)

Pada daerah penelitian terdapat sesar-sesar utama yang pada umumnya adalah
sesar normal yang merupakan struktur kontrol geologi panasbumi yang berkembang
26

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

pada daerah penelitian. Disamping itu terdapat pula sesar-sesar sekunder terbentuknya
akibat dari proses tektonik di daerah ini seperti Sesar Leumo Matee, Ceunohot, Iboih,
Jaboi dan Sesar Nibung.
Struktur sesar tersebut akan di uraikan lebih lanjut berdasarkan periode
pembentukan sebagai kontrol geologi dan pemunculan manifestasi panasbumi yaitu:

Sesar Sabang
Sesar Sabang salah satu sesar normal utama yang terdapat di daerah ini
diperkirakan terbentuk pada periode awal kegiatan tektonik regional pada zaman
Tersier bawah yang diikuti sesar utama lainnya seperti Sesar Seuke, Balohan, Pria
Lhaot dan Bangga. Sesar Sabang adalah sesar normal utama yang berarah relatif
barat laut-tenggara, dimana blok timur sebagai blok yang relatif naik.

Sesar Seuke
Sesar Seuke ini berarah hampir barat laut-tenggara (N 330o E) yang merupakan
sesar normal dimana blok timur relatif naik terhadap blok barat. Sesar Seuke ini
merupakan terusan dari Sesar Sabang yang mempunyai arah yang sama.

Sesar Balohan
Sesar Balohan diperkirakan juga sesar normal berarah barat laut-tenggara (N
335oE) dimana blok bagian timur relatif turun terhadap blok bagian barat.

Sesar Labu Bau


Sesar ini juga termasuk sesar utama yang berposisi di bagian timur berarah hampir
utara-selatan (N 345oE) yang membentuk suatu kelurusan pemunculan kerucutkerucut vulkanik.

Sesar Bangga
Sesar Bangga ini diperkirakan sesar normal. Arah sesar ini relatif barat laut tenggara memotong sisi barat dari tubuh Gunung Leumo Matee dan Gunung
Semeureuguh di pantai selatan.

27

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

Sesar Pria Lhaot


Sesar Pria Lhaot ini berarah utara-selatan memotong sisi barat tubuh vulkanik
muda Kulam dan berkaitan dengan pemunculan manifestasi panasbumi di teluk
Pria Lhaot. Sesar ini diduga sebagai sesar normal dimana blok sebelah timur
relatif naik terhadap bidang sesar bagian barat sebagai blok yang bergerak turun.

Sesar Kulam
Sesar Kulam ini diperkirakan sesar normal yang berarah utara-selatan dimana blok
barat relatif turun terhadap blok timur. diperkirakan terbentuk pada periode
aktifitas tektonik Miosen.

Sesar Leumo Matee dan Ceunohot


Kedua sesar ini merupakan sesar normal yang paling muda berarah timur laut-barat
daya (Sesar Ceunohot) dan barat laut-tenggara (Sesar Leumo Matee) dan
membentuk lembah graben yang berposisi antara tubuh vulkanik Semeureuguh
dan Leumo Matee. sesar ini sebagai kontrol geologi pemunculan manifestasi
panasbumi daerah Jaboi.

28

Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan

Gambar 3.6. Peta Geologi Pulau Weh (modifikasi dari Dirasutisna & Hasan, 2005)
29
Koleksi Perpustakaan ITB-hanya digunakan untuk keperluan pendidikan dan penelitian-dilarang diperjualbelikan