Anda di halaman 1dari 58

MASA LALU, SEKARANG,

DAN MASA DEPAN


OSEANOGRAFI INDONESIA
ANUGERAH NONTJI

PIT ISOI VII 2010


PANGKAL PINANG, BABEL
5 7 OKTOBER 2010

PESAN PRESIDEN
SOEKARNO
17 AGUSTUS 1966:
JAS MERAH :
JANGAN SEKALI-KALI
MENINGGALKAN
SEJARAH

PENGETAHUAN KITA SAAT INI MERUPAKAN


AKUMULASI PENGETAHUAN YANG TELAH DILETAKKAN
OLEH PENDAHULU KITA.

BERMODALKAN SEJARAH, PENGALAMAN


MASA KINI MENATAP MASA DEPAN

MASA KEJAYAAN
KERAJAAN
MARITIM
NUSANTARA

MASA KEJAYAAN KERAJAAN


MARITIM:
SRIWIJAYA (ABAD 7 - 13)
MAJAPAHIT (ABAD 1314)

WILAYAH PENGARUH KERAJAAN SRIWIJAYA


DAN MAJAPAHIT

PERAHU-PERAHU NUSANTARA TELAH


BERLAYAR SAMPAI KE INDIA SEJAK
ABAD-ABAD PERTAMA MASEHI
(Perlas, 2006)

PENGETAHUAN
KELAUTAN TELAH
BERKEMBANG
SEJAK DAHULU
KALA

PERAHU PADA RELIEF CANDI


BOROBUDUR (ABAD 9)

EKSPEDISI
SAMUDRARAKSA
(BOROBUDUR SHIP
EXPEDITION), 15/08/2003
23/02/2004

ABAD-ABAD EKSPLORASI
(AGE OF EXPLORATION &
DISCOVERIES)
ABAD 15 - 17

CHENG HO

TUJUH KALI PELAYARAN KE


INDONESIA (1405 1433)
PETA-PETA NAVIGASI
INFORMASI GEOGRAFI, KEBUDAYAAN,
ILMU PENGETAHUAN

PERLOMBAAN KEKUATAN
MARITIM EROPA (PORTUGIS
& SPANYOL) KE PULAU
REMPAH (MALUKU) SETELAH
CONSTANTINOPEL JATUH KE
TURKI, 1453
TRAKTAT
TORDESILAS
1494

TEROBOSAN PORTUGIS KE NUSANTARA

VASCO DA GAMA

(1511)

KOLONI PORTUGIS ABAD 16

PENGEMBANGAN PETA-PETA NAVIGASI KE


NUSANTARA
AFONSO DE ALBUQUERQUE

FERDINAND MAGELLAN

EKSPEDISI SPANYOL, KELILING


BUMI YANG PERTAMA (1519
1522)
SINGGAH DI MALUKU

JAN HUYGEN VAN LINSCHOTEN:


BUKU: ITINERARIO (1596) PETA
AWAL DAN INFO STRATEGIS
NUSANTARA

PETA BANTEN, DARI PELAYARAN


CORENELIS DE HOUTMAN

1596: CORNELIS DE HOUTMAN TIBA DI BANTEN. MEMBUKA


JALAN MASUKNYA KEKUATAN BELANDA YANG KELAK
MENGUASAI NUSANTARA

VOC (1602 1800): EKSPLORASI DAN PENCARIAN JALUR


LAUT KE DAERAH-DAERAH BARU. PENGEMBANGAN PETAPETA LAUT NUSANTARA

MULAI BANGKITNYA
PERHATIAN ILMIAH KE
PERAIRAN NUSANTARA

KARAENG PATTINGALLOANG DARI KERAJAAN GOA

ATLAS MAIOR

BOLA DUNIA ( 1.3 m) , 1651, PETA DUNIA TERBAIK PD ZAMANNYA.


TELESKOP: 40 TAHUN SETELAH DITEMUKAN OLEH GALILEO.
ATLAS MAIOR (JOAN BLEAU, 1662)

WILLIAM DAMPIER
(1652 1715)
BAJAK LAUT YG CENDEKIA
EKSPLORASI DI INDONESIA TIMUR
PENULIS BUKU
NATURALIS
DAMPAK KARYANYA PADA OSEANOGRAFI,
BIOLOGI, SASTRA DUNIA

PENEMU SELAT
DAMPIER
(ANTARA
SORONG & P.
WAIGEO)
Trade winds, breezes, storm seasons, tides
and current throughout the workd (1699) , 173
th sebelum Challenger Expedition

GEORGIUS EVERHARDUS RUMPHIUS (1627-1702). PERINTIS


BIOLOGI LAUT INDONESIA, BEKERJA DI AMBON. KARYA BESARNYA:
DAMBOINSCHE RARITEIT KAMER (1705), DAN HERBARIUM
AMBOINENSE (1741-1750). IA DIJULUKI SEBAGAI THE BLIND
SEEER (SI BUTA YANG BISA MELIHAT) KARENA SEBAGIAN KARYANYA
DISELESAIKANNYA SETELAH IA BUTA, DENGAN BANTUAN ASISTENNYA.
IA JUGA MELAPORKAN KEJADIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI YANG
DAHSYAT YANG MELULUH-LANTAKKAN AMBON, 17 FEBRUARI 1674
17

ABAD 18-19:
33 EKSPEDISI
ILMIAH KELAUTAN
KE NUSANTARA:
PERANCIS

11

INGGERIS

10

BELANDA

AUSTRIA

JERMAN

AMERIKA

EKSPEDISI CHALLENGER (1872 1876)


CHALLENGER

PELETAK DASAR
OSEANOGRAFI MODERN
PENELITIAN DI IND. TIMUR

PIETER BLEEKER (1819 1878)

KARYA BESARNYA ATLAS ICHTYOLOGIQUE (1862 1878)


TERDIRI 36 VOLUME, DENGAN LEBIH 1500 GAMBAR. DARI
KURANG LEBIH 700 PUBLIKASINYA, SEKITAR 500 MENGENAI
IKAN-IKAN INDONESIA. IA MENDESKRIPSIKAN 511 GENUS BARU,
DAN 1925 JENIS BARU.

THE GREATEST ICHTHYOLOGIST OF ALL TIME

ALFRED RUSSEL WALLACE


PENEMU GARIS WALLACE
TEORI EVOLUSI LEWAT
MEKANISME SELEKSI ALAM
PENDAHULU TEORI EVOLUSI
DARWIN
KAWASAN WALLACEA
LINTAS PERJALANAN WALLACE
1854 - 1862

APRIL-SEPTEMBER

OKTOBER-MARET

22

VAN DER STOK


(1897)
PETA POLA ARUS
PERMUKAAN RATARATA PADA MUSIM
YANG BERBEDA YANG
DIBUAT OLEH VAN
DER STOK (1897),
DARI MAGNETISCH &
METEOROLOGISCH
OBSERVATORIUM ,
BATAVIA (JAKARTA).
PETA INI DISUSUN
BERDASARKAN DATA
NAVIGASI (LOG
BOOK) DARI SEMUA
KAPAL-KAPAL PERANG
BELANDA YANG
BEROPERASI DI
INDONESIA TAHUN
1814 1890.

EKSPEDISI SIBOGA (1899 1900)


PIMPINAN: MAX WBER
MAX WEBER

PENEKANAN PADA BIOLOGI LAUTDALAM, DI PERAIRAN INDONESIA


BAGIAN TIMUR. MENGHASILKAN
LEBIH 130 MONOGRAFI YANG TERBIT
DARI TAHUN 1901 HINGGA 1982.
PETA BATIMETRI INDONESIA YANG
PERTAMA JUGA DIHASILKAN DARI
SIBOGA

GUNBOAT-SCIENCE
POLICY

WEBER & DE BEUFORT: THE FISHES OF THE


INDO-AUSTRALIAN ARCHIPELAGO (1911
1962): MENATA SEKITAR 3000 JENIS IKAN

ANNA WEBER VAN BOSSE : PERINTIS


KAJIAN ALGAE DI INDONESIA. IA
MENCATAT SEBANYAK 555 JENIS ALGAE
DI INDONESIA. HEBARIUMNYA
SEBANYAK 50.000 SPESIMEN
DISUMBANGKAN KE RIJKS HERBARIUM,
LEIDEN.
24

PERIODE 1900 1939:


PENELITIAN LAUT MULAI
TERARAH DAN
MELEMBAGA DI
NUSANTARA

LABORATORIUM PENELITIAN LAUT YANG


PERTAMA DI INDONESIA, 1905
VISSCHERIJ LABORATORIUM
DIDIRIKAN DI PASAR IKAN,
JAKARTA, 1905. CIKAL BAKAL
PUSLIT OSEANOGRAFI LIPI
SEKARANG

LABORATORIUM VOOR HET


ONDERZOEK DER ZEE, 1922.
MERUPAKAN LABORATORIUM
PENELITIAN LAUT YANG
PERTAMA DI DAERAH TROPIS

KAPAL RISET PERTAMA DI NUSANTARA


GIER : KAPAL RISET
PERTAMA DI NUSANTARA,
DIBAWAH VISSCHERIJ
STATION TE BATAVIA, 1905

KAPAL RISET BRAK , ~


1915, DARI LABOTAORIUM
VOOR HET ONDERZOEK
DER ZEE, BATAVIA

VENING-MEINESZ

PENELITIAN GRAVITASI DGN


KAPAL SELAM AL BELANDA
(1923 1927)
MEINESZ BELT
CONVECTION CURRENT ON
THE EARTH
FONDAMEN UTK TEORI
TEKTONIKA LEMPENG

K II

WILLEBRORD SNELLIUS

P.M. VAN RIEL

374 STASIUN
TEKANAN PADA
FISIKA, KIMIA,
GEOLOGI, BIOLOGI
PELETAKAN DASAR
YG KUAT UTK
OSEANOGRAFI
INDONESIA & DUNIA

EKSPEDISI
SNELLIUS I
1929 - 1930

H. C. DELSMAN (DIREKTUR

LOZ, 1922-1933) MERINTIS


PENELITIAN IKTIOPLANKTON DI
INDONESIA (1921-1938).
KARYA BESARNYA FISH EGGS
AND LARVAE OF THE JAVA
SEA MENYEBABKAN IA
DIPANDANG SEBAGAI BAPAK
IKTIOPLANKTON DUNIA

PERIODE 1939-1950
PERIODE SEPI: HAMPIR TAK ADA
PENELITIAN OSEANOGRAFI DI
PERAIRAN NUSANTARA MULAI
MENJELANG PERANG DUNIA KE-2
HINGGA ZAMAN REVOLUSI FISIK

31

PERIODE 1950 1980:


MULAI BANGKITNYA
KEKUATAN NASIONAL
DALAM PENELITIAN
OSEANOGRAFI

PEMETAAN SEBARAN
SALINITAS DI
PERAIRAN
NUSANTARA (19501953) OLEH LEMBAGA
PENELITIAN LAUT
OSEANOGRAFER
INDONESIA YANG
PERTAMA

KEIKUT-SERTAAN KAPALKAPAL MASKAPAI PELAYARAN,


KAPAL-KAPAL DJAWATAN
PELAYARAN, PELABUHAN,
PENJAGA SUAR, UNTUK
MENGAMBIL SAMPLE
SALINITAS SECARA TERATUR
SEPANJANG TAHUN
147.000 SAMPLE (1950 -1954)
PEMETAAN SEBARAN
SALINTAS MENURUT MUSIM

KLAUS WYRTKI

(KEPALA LPL 1954-1957)


MENERBITKAN PHYSICAL OCEANOGRAPHY
OF THE SOUTHEAST ASIAN WATERS DALAM
NAGA REPORT (1961) YANG MERUPAKAN
SINTESIS SEMUA PENGETAHUAN PHYSICAL
OCEANOGRAPHY DI ASIA TENGGARA SAMPAI
AKHIR TAHUN 1950-AN

SAMUDERA (1952)

PERAN KAPAL-KAPAL
OSEANOGRAFI
INDONESIA 1950-1980
JALANIDHI (1963)
JALANIDHI (1963)

BURUJULASAD (1966)

PROGRAM NASIONAL
PROGRAM
INTERNASIONAL: IIOE
(INTERNATIONAL INDIAN
OCEAN EXPEDITION),
CSK (COOPERATIVE
STUDY OF KUROSHIO)

JALANIDHI

EKSPEDISI BARUNA (9 MEI


S/D 27 JULI 1964)
MERUPAKAN EKSPEDISI
OSEANOGRAFI PERTAMA
DENGAN KORDINASI NASIONAL.
MELIBATKAN TIGA KAPAL: RI
JALANIDHI, KM DJADAJAT DAN
RI TAMRAU. KEGIATAN DI
KAWASAN INDONESIA BAGIAN
TIMUR

PRESIDEN SUKARNO:
PELAKSANAAN EKSPEDISI
BARUNA HARUS DIJIWAI
DENGAN KEBANGGAAN
NASIONAL

J.A. KATILI
SEATAR (STUDIES ON SOUTHEAST ASIA
TECTONIC AND RESOURCES), 1973 - 1988
MELIBATKAN LEBIH 10 KAPAL RISET
GAMBARAN YG LEBIH JELAS TTG
KARAKTERISTIK TEKTONIK DAN STRUKTUR
GEOLOGI PERAIRAN NUSANTARA
MEMBUKA PELUANG PENAMBANGAN LEPAS
PANTAI

PERKEMBANGAN DAN
PERCEPATAN
OSEANOGRAFI
> TAHUN 1980-AN

PERKEMBANGAN DAN
PERCEPATAN OSEANOGRAFI
MODERN
KAPAL OSEANOGRAFI DENGAN INSTRUMEN
BERBASIS ELEKTRONIK / KOMPUTER
GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM)
SINGLE BUOY MOORING
ARGO FLOAT/ SUBSURFACE DRIFTER
SUBMERSIBLE & ROV
SATELLITE OCEANOGRAPHY

TYRO

EKSPEDISI SNELLIUS II
(1984 1985)
EKSPEDISI OSEANOG. TERBESAR
KERJASAMA IND.- BELANDA ,DGN
KAPAL TYRO SBG KPL UTAMA
LIMA TEMA PENELITIAN:
1. PELAGIC ECOSYSTEM
2. VENTILATION OF DEEP-SEA BASINS
3. RIVER INPUT AND OCEAN SYSTEMS
4. GEOLOGY AND GEOPHYSICS
5. CORAL REEFS

MELIBATKAN 450 ORANG


PENELITI DAN TEKNISI,
INDONESIA DAN BELANDA

BARUNA JAYA 1 - IV

BJ I (1989)
BJ II (1990)
BJ III (1990)
BJ IV (1995)

BARUNA JAYA VII (1998)

BARUNA JAYA VIII (1998)

KAPAL-KAPAL
OSEANOGRAFI
GENERASI BARU
PENINGKATAN
KEMAMPUAN DAN
KERAGAMAN SURVEI DAN
PENELITIAN LAUT
GEOMARIN (1990)

EKSPEDISI DENGAN KAPAL-KAPAL


RISET INDONESIA 1960-1995
1960 1969

10 PELAYARAN

356 STASIUN

1970 1979

29 PELAYARAN 1174 STASIUN

1980 1989

19 PELAYARAN

439 STASIUN

1990 1995

17 PELAYARAN

639 STASIUN

-----------------------------------------------------1960 1995

75 PELAYARAN

2608 STASIUN

-----------------------------------------------------Sumber: Ilahude (1995)

STASIUN-STASIUN OSEANOGRAFI YANG


DILAKUKAN INDONESIA YANG TERCATAT DALAM
PUSAT DATA KELAUTAN PUSLIT OSEANOGRAFI
LIPI:
PERIODE: 1970 2005, JUMLAH STASIUN: 3768,
JUMLAH EKSPEDISI: 130.

MARION DUFRESNE

KERJASAMA RISET
OSEANOGRAFI DENGAN
BERBAGAI NEGARA/
BADAN INTERNASIONAL

HAKUHO MARU

SONNE

PLATFORM KERJA MAKIN BERAGAM

KAPAL RISET BARUNA JAYA VIII DAN SUBMERSIBLE JAGO (1999)


DARI MAX PLANCK INST.

SHINKAI 6500
YOKOSUKA

SUBMERSIBLE (KAPAL SELAM) RISET BERAWAK SHINKAI 65OO


DENGAN KAPAL PENDUKUNG YOKOSUKA (MILIK JAMSTEC :JAPAN
MARINE SCIENCE AND TECHNOLOGY CENTRE) MENGADAKAN
PENYELAMAN RISET DI PALUNG JAWA (JAVA TRENCH), SAMPAI LEBIH
2000 M, TAHUN 2002. PENGUMPULAN DATA DAN SAMPLE LAUT-DALAM,
MENGIKUT SERTAKAN PENELITI INDONESIA

ROV (REMOTELY OPERATED VEHICLE) =


ROBOT LAUT
ROV HYPER-DOLPHIN

(DENGAN KAPAL SUPPORT


RV NATSUSHIMA)
DIGUNAKAN DALAM KAJIAN
DASAR LAUT PASCA TSUNAMI
DI BARAT ACEH

ROV JUGA BERHASIL

DIGUNAKAN UNTUK MEREKAM


KEHIDUPAN IKAN COELACANTH
DI GUA-GUA BAWAH LAUT, DI
LAUT SULAWESI. AWAL JUNI
2006. AQUAMARINE FUKUSHIMA

MOORING
SUBMERGED
BUOY

Location of mooring

RECORDING
ISNTRUMENT

ANCHOR

ACOUSTIC
LINK

BOTTOM

INTERNATIONAL NUSANTARA STRATIFICATION AND TRANSPORT (INSTANT:)


BERLANGSUNG TAHUN 2003 2007, DIIKUTI INDONESIA, AMERIKA SERIKAT,
AUSTRALIA, PERANCIS DAN BELANDA, DENGAN MEMASANG 11 BUOY PEMANTAU
OSEANOGRAFI DI SELAT MAKASSAR, SELAT LOMBOK, SELAT LIFAMATOLA, SELAT
OMBAI DAN CELAH TIMOR, DALAM KAJIAN ARLINDO (ARUS LINTAS LINDONESIA)

ARGO FLOAT (SUBSURFACE DRIFTER)


MENGIRIM DATA

TENGGELAM HINGGA
KEDALAMAN
TERTENTU

HANYUT

NAIK KE
PERMUKAAN
SAMBIL
MENGUMPUL
KAN DATA

INDONESIA IKUT AMBIL BAGIAN DALAM KEGIATAN ARGO FLOAT


INTERNASIONAL (DALAM RANGKA GOOS/ GLOBAL OCEAN
OBSERVING SYSTEM), YANG AKAN MENEBARKAN SEKITAR 3000
ARGO FLOAT DI SEANTERO LAUT DUNIA.

SATELLITE
OCEANOGAPHY
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
SATELIT DAN APLIKASINYA DI
BIDANG OSEANOGRAFI
PEMETAAN PESISIR
OCEAN COLOR
CZCS (COASTAL ZONE
COLOR SCANNER), 19791986
SEAWIFS (SEA-VIEWING
WIDE FIELD-OF-VIEW
SENSOR), 1997-2002
MODIS ( MODERATERESOLUTION IMAGING
SPECTRORADIOMETER)
2002 +
ALTIMETRY (TOPGRAFI MUKA
LAUT): TOPEX/POSEIDON

CITRA
DARI
SATELIT
MODIS,
2003

51

SATELIT TOPEX/POSEIDON
KAJIAN ALTIMETRI (TINGGI MUKA LAUT):
PASANG-SURUT
ARUS
ARLINDO
EL NINO
SEA-LEVEL RISE

52

PENELITIAN GEOLOGI LAUT


MORFOLOGI DAN SEDIMEN
DASAR LAUT
HYDROTHERMAL VENT

TEMUAN GUNUNG API BAWAH LAUT DI


LAUT BANDA BAGIAN SELATAN,
BARUNA KOMBA DENGAN PUNCAK 183
M DIBAWAH MUKA LAUT

TSUNAMI EARLY WARNNG SYSTEM

MENYONGSONG
MASA DEPAN

KELEMBAGAAN:
PENGUATAN LEMBAGA RISET
KELAUTAN
SDM YANG TANGGUH
ORGANISASI PROFESI
PANITIA NASIONAL
PENELITIAN LAUT
PUSAT DATA OSEANOGRAFI
NASIONAL (NODC)

SUBSTANSI PENELITIAN
BIOLOGI CORAL TRIANGLE
MARINE PRODUCTS ACTIVE
SUBSTANCES
ENERGI
DINAMIKA PESISIR
GLOBAL WARMING
TRANSPOR MASSA AIR
TSUNAMI EARLY WARANING SYSTEM
SUBMARINE VOLCANOES &
HYDROTHERMAL VENTS

TERIMA
KASIH