Anda di halaman 1dari 43

STATISTIKA INFERENSI

, ,

x, s, P
Sampel
yang
representat
if

Paramete
r
menaksi
r
Statistik
Sampel
Acak
Popula
si

Uji
Hipotesis
Penarik
an
kesimpu
lan

Pada bab ini, akan dibahas hal-hal yang


berkaitan dengan penarikan kesimpulan
tentang
parameter
populasi
melalui
pengujian hipotesis.
Sama
halnya
dengan
penaksiran
parameter populasi, distribusi sampling
dari statistik sampel mempunyai peranan
penting dalam pengujian hipotesis.
Penarikan kesimpulan tentang parameter
populasi akan sangat bergantung pada
sampel yang dianalisis .
Kebenaran atau ketidakbenaran suatu
hipotesis statistik tidak pernah diketahui
secara pasti, kecuali jika diperiksa/ diteliti
seluruh populasinya. Tapi hal itu seringkali

PENGUJIAN
HIPOTESIS

Tujuan pengujian hipotesis adalah


untuk memilih salah satu dari dua
hipotesis tentang parameter populasi,
yang keduanya saling bertentangan, yaitu
hipotesis nol (H0), dan hipotesis alternatif
atau hipotesis penelitian (H1). Kedua
hipotesis tersebut bersifat saling asing
(mutually exclusif), artinya jika satu
hipotesis
ditolak,
maka
sebagai
konsekuensinya
hipotesis
lainnya
diterima.
Pengujian hipotesis berdasarkan pada
konsep
pembuktian
melalu
pengkontradiksian,
yaitu,
jika
analisis

Sebaliknya, jika analisis sampel tersebut


konsisten dengan hipotesis yang diuji, maka
hipotesis
tersebut
diterima.
Namun
demikian, penerimaan terhadap suatu
hipotesis semata-mata sebagai akibat
tidak cukupnya bukti untuk menolak
hipotesis dan tidak berarti bahwa
hipotesis tersebut adalah benar.
Prosedur pengujian hipotesis terdiri
atas komponen-komponen berikut:
i.Hipotesis nol
ii.Hipotesis alternatif atau hipotesis
penelitian
iii.Statistik uji

Hipotesis
nol
adalah
asumsi
atau
anggapan yang berkaitan dengan nilai
parameter populasi yang akan diuji.
Hipotesis nol umumnya menyatakan
bahwa nilai parameter populasi tersebut
sama dengan suatu nilai tertentu.
Misalkan adalah parameter populasi, maka
H0 umumnya dinyatakan dalam bentuk:
H0 :
= 0
; dimana 0 adalah suatu
nilai tertentu
Hipotesis alternatif merupakan suatu
pernyataan alternatif jika asumsi atau
anggapan tentang parameter populasi
tersebut ternyata salah atau ditolak.
Hipotesis alternatif dapat mengambil salah

Secara umum, terdapat tiga


format

pasangan

hipotesis

hipotesis

alternatif

dalam

bentuk
nol

pengujian

hipotesis, yakni:
i.H0 : = 0
H1 : 0 (hipotesis dua arah)
ii.H0 : = 0
H1 : > 0 (hipotesis satu arah)
iii.H0 :
H1 :

= 0
< 0

dan

(hipotesis satu arah)

Untuk memilih salah satu dari dua


hipotesis tersebut (H0 dan H1), diperlukan
suatu kriteria pengujian yang ditentukan
berdasarkan pada statistik uji. Penentuan
statistik uji tersebut didasarkan atas
statistik
sampel
dan
distribusi
samplingnya.
Dengan
demikian,
statistik
uji
merupakan suatu variabel acak yang nilainilainya digunakan untuk mengambil
keputusan,
apakah
menolak
atau
menerima hipotesis nol.
Nilai-nilai statistik yang digunakan
untuk menolak hipotesis nol disebut
sebagai daerah kritis atau daerah
penolakan hipotesis, sedangkan nilai

Berikut ini, tiga bentuk hubungan antara


daerah penolakan dan daerah penerimaan
hipotesis
daerah
kritis

daerah
penerimaan
H0

titik
kritis

Untuk hipotesis dua


arah:
daerah H0 : = 0
kritis
H1 : 0

titik
kritis

daerah
penerimaan
H0

daerah
kritis

Untuk hipotesis satu


arah:
daerahH0 : = 0
kritis
H 1 : > 0

titik
kritis

Untuk hipotesis satu


arah:
H 0 : = 0
H 1 : < 0

daerah
penerimaan
H0

titik
kritis 0

Contoh perumusan hipotesis:


1. Salah satu pabrik accu menyatakan
bahwa masa pakai accu tidak kurang dari
350 hari. Pernyataan pabrik harus ditolak
bila rata-rata umur pakai kurang dari 350
hari dan harus diterima bila lebih lama
atau sama dengan 350 hari. Dengan
demikian, perumusan yang digunakan
adalah:
H0 : = 350 hari
(berarti masa pakai accu tidak kurang
dari 350 hari)

2. Perusahaan
penyedap
makanan
menyatakan bahwa kandungan MSG
(monosium glutamat) per bungkus tidak
lebih dari 15mg. Pernyataan perusahaan
ini harus ditolak bila rata-rata kandungan
MSG melebihi 15 mg dan harus diterima
bila lebih kecil atau sama dengan 15 mg.
Dengan demikian, perumusan yang
digunakan adalah:
H0 : = 15 mg
(berarti kandungan MSG per bungkus
penyedap makanan maksimum sebesar
15mg)
H1 : > 15 mg

3. Jika kita ingin menguji dugaan seorang


manajer
yang
menyatakan
bahwa
persentase penjualan motor sebesar 30%
untuk tahun 2014, maka perumusan
hipotesis yang digunakan adalah:
H0 : = 30% mg
(berarti hanya sekitar 30% penjualan
motor untuk tahun 2014)
H1 : 30% mg
(berarti persentase penjualan tidaklah
30% tetapi mungkin lebih tinggi atau
mungkin pula kurang dari 30%)

Pada setiap pengujian hipotesis, harus


selalu diputuskan apakah menerima atau
menolak H0 dan selalu ada kemungkinan
membuat kesalahan dalam mengambil
keputusan tersebut. Kesalahan tersebut
terjadi ketika menolak suatu hipotesis yang
benar, atau menerima suatu hipotesis yang
salah. Kedua jenis kesalahan ini diberi nama
secara khusus dalam pengujian hipotesis,
yaitu:
Kesalahan jenis I : kesalahan ini terjadi
ketika menolak H0 padahal H0 benar.
Peluang terjadinya kesalahan ini
dinyatakan dengan dan disebut
sebagai
taraf
nyata
(level
signification)
Kesalahan jenis II : kesalahan ini terjadi

Hubungan antara kedua jenis kesalahan


dapat dilihat pada tabel berikut:
Keadaan Sebenarnya
Keputus
an
Tolak H0
Terima
H0

H0 benar

H0 salah

Kesalahan
Benar
Jenis I
(peluang = 1
(peluang = )
)
Benar
Kesalahan
(peluang = 1
Jenis II
)
(peluang = )

PENGUJIAN HIPOTESIS TENTANG RATARATA POPULASI


Berikut ini tiga bentuk format
pasangan hipotesis nol dan hipotesis
alternatif
dalam
pengujian
hipotesis
tentang rata-rata:
i.H0 : = 0
H1 : 0 (hipotesis dua arah)
ii.H0 : = 0
H1 : > 0 (hipotesis satu arah, uji
pihak kanan)
iii.H0 : = 0
H :
<
(hipotesis satu arah, uji

Lanjutan (Pengujian
Rata-rata Populasi)

Hipotesis

tentang

A. Varians populasi ( 2) diketahui


Misalnya
diketahui
populasi
berdistribusi normal dengan varians, 2,
diketahui.
Kemudian,
dari
populasi
tersebut diambil sampel berukuran n
30.
Sebelum dilakukan pengujian terhadap
hipotesis, perlu dilakukan prosedur umum
berikut:
1) Rumuskan hipotesis nol dan hipotesis
alternatif
H0 : = 0

Lanjutan (Pengujian
Rata-rata Populasi)

Hipotesis

tentang

2) Tentukan taraf nyata


3) Hitung statistik uji:
x 0
zhitung
n

Catatan, jika tidak diketahui, maka


statistik ujinya xadalah:
0
zhitung s
n

4) Tentukan daerah kritis zhitung berdasarkan


taraf nyata
Untuk uji dua arah:
Daerah penerimaan H0 : - z(1/2)(1 ) zhitung
z(1/2)(1 )

Lanjutan (Pengujian
Rata-rata Populasi)

Hipotesis

tentang

Untuk uji satu arah (pihak kanan, H1 : >


0):
Daerah penerimaan H0
: zhitung
z0,5
Daerah kritis (penolakan H0) : zhitung >
z0,5
Untuk uji satu arah (pihak kiri, H1 : <
0):
Daerah penerimaan H0
: zhitung
-z0,5
Daerah kritis (penolakan H0) : zhitung <

Contoh 1.
1. Sebuah perusahaan farmasi yang memproduksi
obat anti diare menyatakan bahwa setiap botol obat
(netto 120mL) mengandung pectin 550mg dengan
simpangan baku 24mg. Untuk menguji pernyataan
ini, seorang mahasiswa mengambil sebanyak 36
botol obat secara acak dan setelah menguji
menyatakan bahwa rata-rata kandungan pectin
540mg. Ujilah dengan taraf nyata 5% apakah
pernyataan perusahaan farmasi itu dapat diterima!
Jawab:
Dengan memisalkan kandungan pectin berdistribusi
normal, maka akan diuji hipotesis berikut:
H0 : = 550mg
H1 : 550mg

Lanjutan (Jawaban Soal 1 Contoh 1)

Untuk taraf nyata = 5% = 0,05 dan uji

dua arah, maka diperoleh ztabel = z(1/2)(1 ) =


z0,475 = 1,96
540 550
Statistik
uji
digunakan
adalah:
zhitung yang

-2,5
24
36

Berikut kriteria pengujian hipotesis:

Terima H0 jika - 1,96 zhitung 1,96


Tolak H0 jika zhitung < -1,96 atau zhitung >
1,96
Penarikan kesimpulan:
Karena zhitung = -2,5 < -1,96 = ztabel, maka
H0 ditolak.

2. Hasil uji laboratorium Fakultas Kedokteran


Hewan menyatakan bahwa tikus putih
yang semula mempunyai jangka hidup
rata-rata 620 hari ternyata dapat
diperpanjang menjadi 650 hari dengan
simpangan baku 75 hari, jika menu
makanannya ditambah protein nabati.
Apakah ada alasan untuk mempercayai
bila 30 ekor tikus yang dicoba pola menu
makanannya dapat hidup lebih lama.
Gunakan hasil uji tersebut dengan taraf
nyata 3%!
Jawab:
Dengan
memisalkan
masa
hidup

Lanjutan (Jawaban Soal


2 Contoh 1)

Untuk taraf nyata = 3% = 0,03 dan uji


satu arah (pihak kanan), maka diperoleh
ztabel = z0,5 = z0,47 = 1,88

650
620digunakan adalah:
uji
yang
Statistik
zhitung
2,19
75
30

Berikut kriteria pengujian hipotesis:


Terima H0 jika zhitung 1,88
Tolak H0 jika zhitung > 1,88

Penarikan kesimpulan:
Karena zhitung = 2,19 > 1,88 = ztabel, maka
H0 ditolak.

Lanjutan (Pengujian
Rata-rata Populasi)

Hipotesis

tentang

B. Varians populasi ( 2) tidak diketahui


Pada uji hipotesis rata-rata populasi
yang didasarkan pada ukuran sampel
yang jumlahnya relatif kecil (n < 30),
distribusi yang digunakan bukan lagi
distribusi normal melainkan distribusi t
dengan derajat kebebasan, dk = n 1. Di
samping itu, bila pada pengujian statistik
z mempunyai kemungkinan adanya
ragam populasi, pada uji hipotesis ini
besar ragam
x tidak diketahui sehingga
uji hipotesisnya sangat ditentukan oleh

Lanjutan (Pengujian
Rata-rata Populasi)

Hipotesis

tentang

Pada pembahasan yang lalu, distribusi


sampling dari rata-rata sampel yang
berukuran kecil dari suatu populasi dengan
distribusi peluangnya berbentuk genta akan
mengikuti kaidah distribusi t. Oleh karena
itu, statistik
X uji
yang biasa digunakan untuk
T S
kasus ini adalah
n

Lanjutan (Pengujian
Rata-rata Populasi)

Hipotesis

tentang

Selanjutnya, prosedur pengujian hipotesis


dapat dilakukan sesuai prosedur pada
bagian A, kecuali bahwa nilai statistik uji dari
sampelnya dihitung dengan rumus berikut:
x 0
thitung s
n

Daerah kritis thitung berdasarkan taraf nyata


dan dk = n 1, adalah
untuk uji dua arah:
Daerah penerimaan H0 : - t1 (1/2) thitung t1
(1/2)

Daerah kritis (penolakan H0) :

Lanjutan (Pengujian
Rata-rata Populasi)

Hipotesis

tentang

Untuk uji satu arah (pihak kanan, H1 : >


0):
Daerah penerimaan H0

: thitung t1

Daerah kritis (penolakan H0) : thitung >


t1

Untuk uji satu arah (pihak kiri, H1 : < 0):


Daerah penerimaan H0
: thitung
-t1
Daerah kritis (penolakan H0) : thitung <
-t1

Contoh 2.
1. Sebuah perusahaan biskuit menuliskan berat
bersih dalam kemasan yang ditempel adalah
250gram. Apakah memang betul berat bersih
biskuit adalah 250gram atau tidak. Untuk itu,
perlu dilakukan penelitian terhadap 25
kemasan, isinya dibuka dan ditimbang. Dari
hasil penimbangan 25 kemasan, diperoleh
rata-rata bersih 248gram dengan simpangan
baku
5gram.
Apakah
hasil
penelitian
mempercayai bahwa berat bersih memang
250gram seperti yang tertera dalam label
kemasan? (gunakan taraf nyata 5%)

Lanjutan (Jawaban Soal 1 Contoh 2)

Jawab:

Hipotesis uji:
H0 : = 250mg
H1 : < 250mg

Untuk taraf nyata = 0,05 dan dk = 25

1 = 24, maka diperoleh ttabel = t(0,95)(24) =


1,71
248
250
Statistik
uji
yang
digunakan
adalah:
thitung
-2,00
5
25

Lanjutan (Jawaban Soal 1 Contoh 2)

Berikut kriteria pengujian hipotesis:


Terima H0 jika thitung -1,71
Tolak H0 jika thitung < -1,71

Penarikan kesimpulan:
Karena thitung = -2,00 < -1,71 = ttabel, maka
H0 ditolak.
Jadi, perusahaan yang menyatakan
bahwa berat bersih biskuit 250mg tidak
dapat dipercaya

2. Sebuah mesin pengemas susu cair dapat


diatur
sehingga
susu
cair
yang
dikeluarkan mempunyai rata-rata volume
200mL. Setiap 6 bulan sekali dilakukan kir
terhadap mesin tersebut. Mesin diperiksa
dengan cara mengambil 16 sampel acak
kemudian isinya diukur. Berdasarkan hasil
pemeriksaan
diperoleh
rata-rata
isi
kemasan
sebesar
196mL
dengan
simpangan baku 8mL.
Gunakan
taraf
nyata
5%
untuk
mempercayai bahwa mesin tersebut
masih bekerja dengan baik.
Jawab:

Lanjutan (Jawaban Soal


2 Contoh 2)

Untuk taraf nyata = 0,05 dan dk = 16

1 = 15, maka diperoleh ttabel = t(0,975)(15) =


2,13
196
200
Statistik
uji
yang
digunakan
adalah:
t

-2,00
hitung

8
16

Berikut kriteria pengujian hipotesis:

Terima H0 jika -2,13 thitung 2,13


Tolak H0 jika thitung < -2,13 atau thitung >
2,13
Penarikan kesimpulan:
Karena thitung = -2,00 > -2,13 = ttabel, maka
H diterima.

PENGUJIAN HIPOTESIS TENTANG


PROPORSI POPULASI
Pada pengujian proporsi, yang ingin
diketahui adalah proporsi yang dihasilkan
dari suatu pengamatan tertentu memiliki
perbedaan yang berarti atau tidak terhadap
proporsi populasi pada taraf nyata tertentu.
Berikut ini tiga bentuk format
pasangan hipotesis nol dan hipotesis
alternatif
dalam
pengujian
hipotesis
tentang proporsi:
i.H0 : = 0
H1 : 0 (hipotesis dua arah)
ii.H0 : = 0
H1 : > 0 (hipotesis satu arah)

Lanjutan (Pengujian
Proporsi Populasi)

Hipotesis

tentang

Untuk menentukan uji statistik proporsi


sampel berukuran cukup besar (n 5 dan
n(1 ) 5) digunakan distribusi proporsi
yang telah dinormalisir d e n g a n r a t a - r a t a
p =(1
d)/n
a n s i m p a n g a n b a ku =
.
Sebelum dilakukan pengujian terhadap
hipotesis, perlu dilakukan prosedur umum
berikut:
1) Rumuskan hipotesis nol dan hipotesis
alternatif
H0 : = 0

Lanjutan (Pengujian
Proporsi Populasi)

Hipotesis

tentang

2) Tentukan taraf nyata


3) Hitung statistik uji:
zhitung

p 0
0 (1 0)

4) Tentukan daerah kritis zhitung berdasarkan


taraf nyata
Untuk uji dua arah:
Daerah penerimaan H0 : - z(1/2)(1 ) zhitung
z(1/2)(1 )
Daerah kritis (penolakan H0) :
zhitung < -z(1/2)(1 ) atau zhitung > z(1/2)(1 )

Lanjutan (Pengujian
Proporsi Populasi)

Hipotesis

tentang

Untuk uji satu arah (pihak kanan, H1 : >


0):
Daerah penerimaan H0
: zhitung
z0,5
Daerah kritis (penolakan H0) : zhitung >
z0,5
Untuk uji satu arah (pihak kiri, H1 : <
0):
Daerah penerimaan H0
: zhitung
-z0,5
Daerah kritis (penolakan H0) : zhitung <

Contoh 3.
1. Sebuah perusahaan yang memproduksi
kapsul penurun tekanan darah menyatakan
bahwa 30% pasien dapat sembuh jika
meminum obat tersebut. Untuk menguji
pernyataan ini, dilakukan pemeriksaan
terhadap 140 pasien penderita tekanan
darah tinggi dan ternyata sebanyak 35
pasien tekanan darahnya turun. Ujilah
dengan taraf nyata 5% apakah pernyataan
perusahaan yang memproduksi kapsul
penurun tekanan darah dapat diterima!

Lanjutan (Jawaban Soal 1 Contoh 3)

Jawab:
Hipotesis uji:
H0 : = 30% = 0,30
H1 : < 0,30

Untuk taraf nyata = 5% = 0,05 diperoleh


z0,45 = 1,645

35 0,30
0,25adalah:
0,30
Statistik uji140
yang digunakan
zhitung

-1,29
0,30 (1 0,30)
0,0015
140

Berikut kriteria pengujian hipotesis:


Terima H0 jika zhitung -1,645

Lanjutan (Jawaban Soal 1 Contoh 3)

Penarikan kesimpulan:
Karena zhitung = -1,29 > -1,645 = ztabel,
maka H0 diterima.
Dengan demikian, tidak ada alasan yang
kuat untuk meragukan pernyataan
perusahaan tersebut.

2. Seorang
ketua
DPD
suatu
partai
menyatakan bahwa dalam pemilu 2015
dapat mengantongi 60% suara. Untuk
menguji pernyataan tersebut, sebuah
penelitian dilakukan dengan mengambil
500
konstituen.
Berapa
banyak
konstituen yang memilih partai tersebut
agar
pernyataan
ketua
DPD
tadi
dibenarkan? (gunakan taraf nyata 10%)
Jawab: x
p 500
Dik : = 60% = 0,60

0,60(1 0,60)
0,00048
0,022
500

Lanjutan (Jawaban Soal 2 Contoh 3)

Hipotesis uji:
H0 : = 0,60
H1 : < 0,60

Untuk taraf nyata = 0,10 diperoleh z0,40 =

1,28
x 0,60
Statistik
yang digunakan adalah:
zhitunguji
500
0,022
x 0,60

x x sebagai
selanjutnya,
dihitung
zhitung 500 akan
-1,28
500
0,60 0,022 (-1,28)
berikut: 0,022
x 0,60 -0,028
500
x -0,028 0,60 0,572
500

Lanjutan (Jawaban Soal 2 Contoh 3)

x -0,572
500 285,978

Dengan demikian, dari sampel acak


berukuran 500 orang, paling sedikit ada 286
konstituen yang memilih partai tersebut.

3. Pabrik minuman ringan menjamin bahwa


90% produk minuman kalengnya tidak
mengandung kafein. Untuk menguji
pernyataan di atas, maka lembaga
konsumen telah memilih sebanyak 100
kaleng secara acak. Hasil pengujian
menunjukkan 7 kaleng mengandung
kafein. Uji dengan taraf nyata 2% apakah
pernyataan pabrik dapat dipercaya.
Jawab:
Jawab:

. Hipotesis uji:
H0 : = 90% = 0,90

Lanjutan (Jawaban Soal 3 Contoh 3)

Untuk taraf nyata = 2% = 0,05


diperoleh z0,48 = 2,05

7 0,90
yang
digunakan
adalah:
Statistik uji100
0,93

0,90
100

zhitung

0,90 (1 0,90)
100

0,0009

Berikut kriteria pengujian hipotesis:


Terima H0 jika zhitung 2,05
Tolak H0 jika zhitung > 2,05

Penarikan kesimpulan:
Karena zhitung = 1 < 2,05 = ztabel, maka H0
diterima.
Dengan demikian, tidak ada alasan yang