Anda di halaman 1dari 7

HUBUNGAN PKN

DENGAN POLITIK
Disusun oleh :
Rama ubaidillah
(2013101203154)

Definisi
Secara etimologis kata politik berasal dari bahasa yunani polis
yang dapat berarti kota atau Negara kota. Dari kata polis ini
kemudian diturunkan kata-kata lain seperti polites
(warganegara) dan politikos nama sifat yang berarti
kewarganegaraan (civic). Dan politike techne untuk
kemahiran politik serta politke episteme untuk ilmu politik.
Kemudian orang romawi mengambil oper perkataaan yunani
itu menamakan pengetahuan tentang Negara (pemerintah) ars
politca artinya kemahiran (kunst) tentang masalah-masalah
kenegaraan. Orang yang pertama kali menggunakan istilah
ilmu politik (science politique) ialah jean bodin dalam chef
doeuvre-nya les six livres de la republique. Diterbitkan
dalam tahun 1576.

Kemudian tahun 1606 thomas fizherbert dan Jeremy


betham, serta anarchis willian godwin mempergunakan
ilmu politik di mulailah keanekawarnaan dalam ilmu
politik itu. Keanekawarnaanitu dapat dilihat degan jelas
dalam bahasa inggris. Selain itu political science
yang lazim diterjemaahkan dengan istilah ilmu
politik, adapula sebutan-sebutan seperti the science
of politicsatau politics saja.

Berdasarkan pengertian diatas ilmu politik dapat diartikan


sebagai ilmu Negara yang didalamnya dibahas atau dikaji
tentang hubungan sesame individu warga Negara yang
diatur oleh hukum, hubungan antara individu dengan
kelompok, dengan Negara dan hubungan Negara dengan
Negara.
Selanjutnya menurut Miriam budiardjo (1998;8)
menjelaskan bahwa politik (politics)merupakan berbagai
kegiatan dalam suatu system politik atau Negara yang
menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari system
itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Pengambilan
keputusan (decision making) mengenai apakah yang
menjadi tujuan dari system politik itu menyangkut seleksi
antara beberapa alternative dan penyusunan skala prioritas
dari tujuan-tujuan yang telah dipilh tersebut.

Sejarah
Perkembangan Ilmu Politik Ilmu politik adalah salah satu ilmu
tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. Sejak orang mulai
hidup bersama, masalah tentang pengaturan dan pengawasan
dimulai. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalahmasalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan,
hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah, serta
sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan
kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan.
Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno,
membuat peningkatan pada masa Romawi, tidak terlalu
berkembang di Zaman Pertengahan, sedikit berkembang pada
Zaman Renaissance dan Penerangan, membuat beberapa
perkembangan substansial pada abad 19, dan kemudian
berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik
mendapatkan karakteristik tersendiri.

Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada


tahun 450 S.M. seperti dalam karya Herodotus, Plato, Aristoteles,
dan lainnya. Di beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan
Cina, telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu. Tulisan-tulisan
dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan
Arthasastra, berasal kira-kira dari tahun 500 S.M. Di antara filsuf
Cina terkenal, ada Konfusius, Mencius, dan Shan Yang(350 S.M.).
Di Indonesia sendiri ada beberapa karya tulis tentang kenegaraan,
misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi.
Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran
karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negaranegara penjajah dari Barat.
Di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik
pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum,
karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. Selain ilmu
hukum, pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih
terasa sampai perang Dunia II.

Hubungan
Inti dari politik adalah Kekuasaan,dan kekuasaan
pasti berhubungan dengan organisasi,yang mana negara
juga termasuk dalam sebuah organisasi dunia. PKn
mempelajari mengenai kewarganegaraan dalam arti
luas
mempelajari
mengenai
Warga(rakyat)dan
Negara.dalam kasus ini ilmu politik mempuyai
hubungan dengan PKn yang mana politik dengan
kekuasaannya memimpin suatu organisasi yang
bernama Negara dan warga(rakyat)lah yang menjadi
tujuan dan sumber di bentuknya suatu Negara tersebut.