Anda di halaman 1dari 12

PERSONAL ASSIGNMENT 2

Session 3
(7213T-TP2S2-R1)
Due Date : 27 September 2015, 23:59:00

MATA KULIAH

IT NETWORK GOVERNANCE
DOSEN

Benfano Soewito, Ir., M.Sc., Ph.D


Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M.

OLEH:
TINA TRI WULANSARI
1412409315

Program Pascasarjana Ilmu Komputer


PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JENJANG S2
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
JAKARTA
2015

Personal Assignment 2
Session 3

1. List the RFC 1918 private address ranges.


Saat ini ada tiga blok alamat IP private yang dialokasikan oleh IANA, yaitu:
10.0.0.0/8
172.16.0.0/12
192.168.0.0/16

(10.0.0.0 - 10.255.255.255)
(172.16.0.0 - 172.31.255.255)
(192.168.0.0 - 192.168.255.255)

Terkait dengan IP Private ini kebanyakan jaringan private tidak membutuhkan jatah dari
alamat IP publik yang dapat di routing secara global untuk setiap komputer di organisasi.
Khususnya, komputer yang bukan server publik tidak perlu memperoleh alamat IP yang
dapat dihubungi dari Internet publik. Sebuah organisasi biasanya memakai alamat IP
dari wilayah alamat IP private untuk mesin di jaringan internal.
Gambar 3.5: RFC1918 alamat IP private mungkin dipakai dalam organisasi, dan tidak
dirouting ke Internet global.

Yang ini didefinisikan di RFC1918. Alamat ini tidak dimaksudkan untuk diarahkan di
Internet, dan biasanya unik hanya dalam organisasi atau kelompok organisasi yang pilih
untuk mengikuti skema penomoran yang sama.

Jka anda pernah bermaksud menghubungkan jaringan private yang menggunakan


alamat IP berdasarkan RFC1918, pastikan supaya memakai alamat IP unik di semua
jaringan. Misalnya, anda mungkin memecah alamat 10.0.0.0/8 menjadi beberapa
jaringan Kelas B (10.1.0.0/16, 10.2.0.0/16, dll.). Sebuah blok bisa dialokasikan
berdasarkan lokasi fisiknya (kampus utama, cabang, kantor lapangan satu, kantor
lapangan dua, asrama, dan semacamnya). Administrator jaringan di masing-masing
lokasi kemudian bisa memerinci jaringan lebih jauh ke dalam beberapa jaringan Kelas C
(10.1.1.0/24, 10.1.2.0/24, dll. ) atau ke dalam blok ukuran logik lain-nya. Di masa
mendatang, sebaiknya jaringan yang akan berhubungan (baik menggunakan sambungan
fisik, sambungan wireless, atau VPN), maka semua mesin harus dapat dicapai dari titik
yang mana pun di jaringan tanpa perlu berikan nomor ulang ke peralatan jaringan.
Beberapa Internet provider mungkin mengalokasi alamat IP private daripada alamat IP
publik ke pelanggan mereka, walaupun ini mempunyai kerugian yang serius. Karena
alamat IP ini tidak bisa diarahkan dari Internet, komputer yang mereka pakai bukan
merupakan "sebagian" Internet, dan tidak secara langsung dapat di capai dari Internet.
Untuk membolehkan mereka berkomunikasi dengan Internet, alamat IP private mereka
harus diterjemahkan ke alamat IP publik. Proses translasi ini dikenal sebagai Network
Address Translation (NAT), dan biasanya dilakukan di gateway / pintu gerbang antara
jaringan private dan Internet.

Guidelines for choosing RFC 1918 addresses to use on the campus network:
Guideline (1)
If the RFC 1918-addressed devices will somehow connect (e.g. through a NAT device) to
a campus subnet in one of the three main address ranges -- 128.32.0.0/16,
136.152.0.0/16, 169.229.0.0/16 -- replace the first octet with 10, as follows:
if your subnet is 128.32.x.y/N --> use 10.32.x.y/N
if your subnet is 136.152.x.y/N --> use 10.152.x.y/N
if your subnet is 169.229.x.y/N --> use 10.229.x.y/N
Note that the lowest number in the RFC 1918 address range should be left reserved for
the router interface; the highest number in the RFC 1918 address range is reserved for
the broadcast address.
Example: if your subnet is 128.32.155.0/25, use RFC 1918 address range 10.32.155.0/25,
with 10.32.155.1 reserved for the router and 10.32.155.127 reserved for broadcast.

Guideline (2)
If your subnet campus subnet has some other address range (i.e. 192.31.161.z/N,
192.35.209.z/N, 192.58.221.z/N, etc.) send email to noc@berkeley.edu. As in guideline
(1), the lowest and highest address in the RFC 1918 address block are reserved.
Guideline (3)
Guidelines (1) and (2) prevent the condition where private nets on different campus
subnets use the same RFC 1918 addresses, which would cause problems if the addresses
are routed inside campus. However, guidelines (1) and (2) do not prevent use of of the
same RFC 1918 address range on two or more private networks within a single campus
subnet.
Guideline (4)
Guidelines (1) and (2) limit the number of RFC 1918 addresses to the number of hosts on
the conventional campus subnet.
Guideline (5)
Guidelines (1)-(4) will not meet all situations, but following them will minimize future
problems, and maximize the chances that any RFC 1918 addresses you adopt will be
routable in the future.

2. True or false: You can use DHCP to specify the TFTP hosts IP address to a client PC.
True, bahwa DHCP dapat digunakan untuk menentukan TFTP hosts IP address.
Berikut penjelasannya: salah satu versi lain dari FTP adalah Trivial FTP (TFTP) yang
bentuknya lebih ringan dan kecil. Tapi protokol ini tidak memberikan fungsi sebanyak
FTP. Client tidak bisa melakukan directory-browsing. Tapi jika kita sudah mengetahui
lokasi data yang akan diambil, maka TFTP bisa membantu kita karena keunggulannya
dalam kecepatan transfer.
DHCP memberikan alamat IP kepada host secara dinamis. DHCP mempermudah
administrasi dan bisa bekerja dengan bagus pada lingkungan network kecil sampai
besar. Semua macam hardware bisa digunakan sebagai DHCP Server.
Prinsipnya adalah Komputer kita (DHCP Client) mengirimkan request ke seluruh jaringan
secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif. Ini disebut DHCP DISCOVER.
Lalu ketika sampai di salah satu DHCP Server, maka DHCP Server tersebut akan
mengirimkan tawaran sebuah alamat pada DHCP Client tadi. Ini disebut DHCP OFFER.
DHCP Client akan meminta DHCP Server untuk menyewakan salah satu alamat IP dari
DHCP Pool yang ada pada DHCP Server tersebut. Ini disebut DHCP REQUEST.

Terakhir, DHCP Server akan merespon dengan mengirimkan paket acknowledgement.


Ini disebut DHCP ACK. Setelah alamat disewakan, Server akan meng-update database
miliknya dan Client akan menaruh konfigurasi IP yang diberikan dari Server pada dirinya
dan bisa melakukan komunikasi.

3. True or false: 255.255.255.248 and /28 are two representations of the same IP mask.
False

4. True or false: Upper-layer protocols are identified in the IP headers protocol field. TCP
is protocol 6, and UDP is protocol 17.
True, bahwa TCP adalah protokol 6 dan UDP adalah protokol 17. Berikut nomor dan
keyword protokol:
Decimal
=======
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

.
.
.
.

Keyword
=======
HOPOPT
ICMP
IGMP
GGP
IP
ST
TCP
CBT
EGP
IGP

Protocol
==============
IPv6 Hop-by-Hop Option
Internet Control Message
Internet Group Management
Gateway-to-Gateway
IP in IP (encapsulation)
Stream
Transmission Control
CBT
Exterior Gateway Protocol
any private interior gateway
(used by Cisco for their IGRP)
BBN-RCC-MON BBN RCC Monitoring
NVP-II
Network Voice Protocol
PUP
PUP
ARGUS
ARGUS
EMCON
EMCON
XNET
Cross Net Debugger
CHAOS
Chaos
UDP
User Datagram
MUX
Multiplexing
DCN-MEAS
DCN Measurement Subsystems
HMP
Host Monitoring
PRM
Packet Radio Measurement
XNS-IDP
XEROX NS IDP
TRUNK-1
Trunk-1
TRUNK-2
Trunk-2
LEAF-1
Leaf-1

.
.
.
.

.
.
.
.

5. Fill in the blank: Without any options, the IP header is ____20_____ bytes in length.
IHL (IP Header Leght) : Informasi panjang keseluruhan header paket data. Minimum
panjang IP header adalah 20 bits, dan maximum panjang adalah 24 bits.

6. The IP headers ToS field is redefined as the DS field. How many bits does DSCP use for
packet classification, and how many levels of classification are possible?
ToS IP Precedence value-nya sama dengan CoS (3 bit)tapi karena IP Precedence tidak
bisa differensiasi lebih dari 8 tipe traffic (0 ~ 7), dibuatlah DSCPsatu aplikasi pake AF41,
satu lagi pake AF43sama-sama level tinggi AF4 akan tetapi AF41 lebih di prioritaskan.
Maka dibuatlah DSCP (Differentiated Service Code Point) yang besarnya 6 bit: 3 bit
pertamaClass Selector, 3 bit berikutnya Drop Presedence, 2 bit selanjutnya adalah ECN
(explicit Congestion Notification)
Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada 6 bit yang dialokasikan untuk klasifikasi packet
yang digunakan oleh DSCP, dan levelnya ada 8, yaitu:
Precedence Level
7
6
5
4
3
2
1
0

Deskripsi
Stays the same (link layer and routing protocol keep alive)
Stays the same (used for IP routing protocols)
Express Forwarding (EF)
Class 4
Class 3
Class 2
Class 1
Best effort

7. True or false: NAT uses different IP addresses for translations. PAT uses different port
numbers to identify translations.
True, NAT merupakan fitur atau metode yang digunakan dalam dunia networking untuk
menghemat pemakaiaan IP address. Secara prinsip NAT menenerjemahkan beberapa IP
address menjadi satu IP address saja atau dengan kata lain, NAT menjadikan beberapa
IP address diwakilkan oleh sebuah IP address saja.
Sedangkan PAT memastikan bahwa perangkat menggunakan TCP port number yang
berbeda untuk setiap sesi dengan server pada Internet. Ketika respon kembali dari
server, source port number, yang menjadi destinasi port number pada jalur kembali,
menentukan mana perangkat router yang meneruskan packet. Proses PAT juga

memvalidasi bahwa packet yang datang diminta, sehingga menambah tingkat keamanan
dari sesi.

8. True or false: The IP headers header checksum field performs the checksum of the IP
header and data.
True, Header Checksum: informasi nilai yang dihitung berdasarkan kalkulasi content IP
header. Digunakan untuk menentukan apakah ada error pada saat dilakukannya
transmissi data.
Berikut keterangan mengenai Packet Header, bagaimana proses sebuah data. Apa isi
sebuah data sehingga data tersebut bisa di transmisikan. ketika kita analogikan
mengirim data di internet itu seperti mengirim POS, bisa dikatakan data adalah isi surat
tersebut, kemudian paket header adalah amplop, perangko, alamat, dan kelengkapan
lainnya. Paket header ini memberikan beberapa informasi tambahan. Jika kita bedah
sebuah paket data yang ditrasnmisikan menggunakan ipv4, maka isi dari paket data
tersebut bisa kita lihat seperti gambar berikut :

IPVer : Menyimpan informasi versi IP yang digunakan (IPv4 atau IPv6).


IHL (IP Header Leght) : Informasi panjang keseluruhan header paket data. Minimum
panjang IP header adalah 20 bits, dan maximum panjang adalah 24 bits.
TOS : Adalah sebuah field dalam header IPv4 yang memiliki panjang 8 bit dan digunakan
untuk menandakan jenis Quality of Service (QoS) yang digunakan oleh datagram yang
bersangkutan untuk disampaikan ke router-router internetwork. Implementasi TOS ini
biasanya saat kita melakukan limitasi HIT di web proxy mikrotik atau service VOIP.
16 Bit Total Length : Isian 16 bits ini memberikan informasi ukuran keseluruhan
paket(fragment)termasuk header dan data. Informasi ditampilkan dalam format bytes
16 Bit Identification, Fragment Offset Flag/Length : Pada saat ip packet berjalan di

internet, paket ini mungkin akan melewati beberapa router yang tidak bisa menghandle
ukuran packet, misalnya nilai Maximum transmission unit (MTU) yang dimilikinya lebih
kecil dibandingkan ukuran datagram IP, maka paket akan di pecah atau di fragmentasi
menjadi paket - paket yang lebih kecil untuk kemudian akan disusun kembali setelahnya.
Parameter ini yang akan digunakan untuk fragmentasi dan penyusunan kembali.
TTL : Ada kemungkinan sebuah IP packet berjalan tanpa tujuan di jaringan Internet.
Contoh kasus misalnya adanya kesalahan routing atau routing loop. Agar paket ini tidak
berputar-putar di jaringan internet selamanya, nilai TTL ini akan dikurangi setiap kali
paket data melewati router. Ketika nilai TTL sebuah paket data sudah habis atau
memiliki nilai 0, maka paket tersebut akan di drop atau dibuang.
Protocol : Berisi informasi protokol apa yang digunakan untuk melakukan transmisi data.
16 Bit Header Checksum : informasi nilai yang dihitung berdasarkan kalkulasi content IP
header. Digunakan untuk menentukan apakah ada error pada saat dilakukannya
transmissi data.32 Bit Source IP Address : 32 bits informasi sumber IP paket data.
32 Bit Destination IP Address : 32 bits informasi IP yang dituju paket data.
Options (if any) : Parameter ini termasuk jarang digunakan, memiliki panjang yang
bervariasi, dari 0 sampai kelipatan 32 bits. Parameter ini bisa digunakan untuk
menyimpan sebuah nilai untuk opsi security, Record Route, Time Stamp, dll.
Data : Berisi data yang ditransmisikan. Dari informasi paket header diatas, pada
akhirnya sebuah data bisa dikirim dari satu host ke host yang lain.

9. Range : 172.56.4.0 - 172.56.7.255


Subnet: 1022
Address range: 172.56.4.1 172.56.7.254
Broadcast: 172.56.7.255
10. When packets are fragmented at the network layer, where are the fragments
reassem- bled?
Paket di fragmentasi ketika paketnya sangat besar, pada saat IP packet berjalan di
internet, paket ini mungkin akan melewati beberapa router yang tidak bisa menghandle
ukuran packet, misalnya nilai maximum transmission unit (MTU) yang dimilikinya lebih
kecil dibandingkan ukuran datagram IP, maka paket akan di pecah atau di fragmentasi
menjadi paket - paket yang lebih kecil untuk kemudian akan disusun kembali setelahnya.
Parameter ini yang akan digunakan untuk fragmentasi dan penyusunan kembali.

11. Which protocol can you use to configure a default gateway setting on a host?

a.
b.
c.
d.

ARP
DHCP
DNS
RARP

12. How many host addresses are available with a Class B network with the default mask?
a. 63,998
b. 64,000
c. 65,534
d. 65,536

13. Which of the following is a dotted-decimal representation of a /26 prefix mask?


a. 255.255.255.128
b. 255.255.255.192
c. 255.255.255.224
d. 255.255.255.252

14. Which network and mask summarize both the 192.170.20.16/30 and
192.170.20.20/30 networks?
a. 192.170.20.0/24
b. 192.170.20.20/28
c. 192.170.20.16/29
d. 192.170.20.0/30

15. Which AF class is backward compatible with IP precedence bits flash traffic?
a. AF2
b. AF3
c. AF4
d. EF

16. Which of the following is true about fragmentation?


a. Routers between source and destination hosts can fragment IPv4 packets.
b. Only the first router in the network can fragment IPv4 packets.
c. IPv4 packets cannot be fragmented.

d. IPv4 packets are fragmented and reassembled at each link through the network.

17. A packet sent to a multicast address reaches what destinations?


a. The nearest destination in a set of hosts.
b. All destinations in a set of hosts.
c. Broadcasts to all hosts.
d. Reserved global destinations.

18. What are three types of IPv4 addresses?


a. Anycast
b. Multicast
c. Dynamic
d. Broadcast
e. Unicast
f. Global
g. Static

19. Which devices should be assigned an IP address dynamically? (Select three.)


a. Cisco IP phones
b. LAN switches
c. Workstations
d. Mobile devices
e. Routers

20. Which name resolution method reduces administrative overhead?


a. Static name resolution
b. Dynamic name resolution
c. DHCP name resolution
d. Host.txt name resolution

21. How many hosts can be addressed with the following IPv4 subnet:
172.30.192.240/28?
a. 6
b. 14

c. 126
d. 1024

22. What is the smallest subnet and mask that can be used in a DMZ network that needs
to have only three hosts?
a. 192.168.10.32/30
b. 192.168.10.32/29
c. 192.168.10.32/28
d. 192.168.10.32/27

Referensi:
http://blog.umy.ac.id/ditakurniasari/2015/05/16/dynamic-nat-port-address-translation-pat/
http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=59
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Alamat_IP_private
http://www.net.berkeley.edu/netinfo/ip/rfc1918.shtml
http://www.norisanto.com/ccna/nat-jarang-diketahui-tapi-begitu-penting-perannya-dalamnetworking/
http://belajarcomputernetwork.com/tag/dscp/
http://www.iana.org/assignments/protocol-numbers/protocol-numbers.xhtml
https://support.microsoft.com/id-id/kb/289892
http://www.tcpipguide.com/free/t_IPSubnettingSummaryTablesForClassAClassBandClassCN3.htm
http://ilmukomputer.org/2013/01/28/packet-data-arp-icmp-dan-dhcp/