Anda di halaman 1dari 4

1.

Patofisiologi bronkopneumonia
Bakteri Stafilokokus aureus
Bakteri Haemofilus influezae

Penderita akit berat yang dirawat di RS


Penderita yang mengalami supresi
sistem pertahanan tubuh
Kontaminasi peralatan RS
Saluran Pernafasan Atas

Kuman berlebih di
bronkus

Kuman terbawa di
saluran pencernaan

Proses peradangan

Infeksi saluran
pencernaan

Akumulasi sekret
di bronkus

Bersihan jalan
nafas tidak
efektif

Peningkatan flora
normal dalam usus

Mukus bronkus
meningkat

Peningkatan
peristaltik usus

Bau mulut tidak


sedap

Malabsorbrsi

Anoreksia
Intake kurang

Infeksi Saluran Pernafasan Bawah

Dilatasi
pembuluh darah

Peningkatan suhu

Eksudat plasma
masuk alveoli

Septikimia

Gangguan difusi
dalam plasma
Gangguan
pertukaran gas

Edema antara
kaplier dan
alveoli
Iritasi PMN
eritrosit pecah

Peningkatan
metabolisme

Edema paru

Evaporasi
meningkat

Pengerasan
dinding paru

Diare

Penurunan
compliance paru

Gangguan
keseimbangan
cairan dan eletrolit

Suplai O2
menurun

Nutrisi kurang dari


kebutuhan

Hipoksia
Hiperventilasi
Dispneu
Retraksi dada /
nafas cuping
hidung

Metabolisme
anaeraob meningkat
Akumulasi asam
laktat
Fatigue

Gangguan pola
nafas
Intoleransi
aktivitas

2. Tujuan pemberian salep mata dan injeksi Vit K pada BBL


3. Bayi yang baru lahir ketika tidak mendapatkan salep mata dalam waktu kurang dari 1 jam
menyebabkan infeksi mata bayi baru lahir. Bila keadaan ini tidak diobati atau terlambat diobati
bisa timbul kerusakan kornea, mulai dari bentuk ulkus hingga perforasi (Depkes, 2000).
4. Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi
mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir.
Pada bayi baru lahir, saluran air mata belum terbuka sempurna, selain mata tampak merah, bayi
akan terlihat seperti mengeluarkan air mata terus (di bagian mata dekat hidung) walaupun
sedang tidak menangis. (http://www.scribd.com).

Injeksi vit K pada bayi baru lahir dilakukan untuk meningkatkan pembekuan darah dalam
tubuh. Sistem pencernaan pada bayi masih steril dan tidak adanya

bakteri sintesis vitamin K yang bisa memproduksi vitamin K2. ASI


oleh ibunya pun hanya mengandung sedikit vitamin K, ini memang
telah diteliti karena kebanyakan ASI sedikit mengandung vitamin K.
Sehingga diperlukan tambahan vitamin K dari luar atau biasanya
langsung sintesis yaitu vitamin K3. Atau pada banyak kasus, malah
memberikan suntikan vitamin K1. Tentu diupayakan tubuh si bayi
agar mampu mensintesa vitamin K1 tersebut tidak melalui usus. Bayi
dapat mengalami pendarahan dalam karena berbagai macam sebab.
Seperti adanya indikasi penyakit bawaan atau karena guncangan dari
orang tuanya saat menggendong. Untuk itulah pemberian vitamin K
pada bayi sangat diperlukan. Atau bayi mengalami penyakit sukarnya
pembekuan darah. Dokter tetap akan memberikan vitamin K ini agar
penyakit sukarnya pembekuan darah dapat diobati.
5. Pada Hidrochepalus, aliran mana yang mengalami kelainan? cairan serebrospinal
kenapa bisa terakumulasi, dan terakumulasinya dimana?
Pada hidrosefalus aliran yang mengalami kelainan adalah saluran cairan serebrospinal.
Cairan Serebro Spinal (CSS) ditemukan di ventrikel otak dan sisterna dan ruang subarachnoid
yang mengelilingi otak dan medula spinalis. Seluruh ruangan berhubungan satu sama lain, dan
tekanan cairan diatur pada suatu tingkat yang konstan.
Sebagian besar CSS (dua pertiga atau lebih) diproduksi di pleksus choroideus ventrikel
serebri (utamanya ventrikel lateralis). Sejumlah kecil dibentuk oleh sel ependim yang membatasi
ventrikel dan membran arakhnoid dan sejumlah kecil terbentuk dari cairan yang bocor ke
ruangan perivaskuler disekitar pembuluh darah otak (kebocoran sawar darah otak).
Adanya obstruksi disepanjang saluran CSS (cairan serebrospinal dari ventrikel ke-3 di
kepala hingga ruang subarachnoid. Obstruksi tersebut menghalangi penyerapan CSS di
subarachnoid space dan arachnoid vili. Contohnya yaitu : sumbatan yang diakibatkan
karena aqueductal stenosis, ventriculitis, clot akibat perdarahan interventricular.

Hidrosefalus penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak(cairan
serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid,
atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang
selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.

6. Tanda-tanda TIK pada anak


Nyeri kepala, muntah, lethargi, lelah, apatis, perubahan personalitas, ketegangan dari
sutura cranial dapat terlihat pada anak berumur 10 tahun, penglihatan ganda, kontruksi
penglihatan perifer strabismus, Perubahan pupil
7. Ciri-ciri down syndrome
tinggi badan yang relative pendek
bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior
kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang
mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit
dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian
tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari
pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.
hidung yang

datar

menyerupai

orang Mongoloid maka

sering

juga

dikenal

dengan mongolisme
Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics). Kelainan kromosom
ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistem organ yang lain.

8. Kelainan kongenital yang menyertai down syndrome


1) Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada
sistim organ yang lain.Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa congenital heart
disease. kelainan ini yang biasanya berakibat fatal karena bayi dapat meninggal dengan
cepat. Masalah jantung yang paling kerap berlaku ialah jantung berlubang seperti
Ventricular Septal Defect (VSD) yaitu jantung berlubang diantara bilik jantung kiri dan

kanan atau Atrial Septal Defect (ASD) yaitu jantung berlubang diantara atria kiri dan
kanan. Masalah lain adalah termasuk salur ateriosis yang berkekalan (Patent Ductus
Ateriosis / PDA). Bagi kanak-kanak down syndrom boleh mengalami masalah jantung
berlubang jenis kebiruan (cynotic spell) dan susah bernafas.
2) Pada sistim pencernaan dapat ditemui kelainan berupa sumbatan pada esofagus
(esophageal atresia) atau duodenum (duodenal atresia).
3) Saluran esofagus yang tidak terbuka (atresia) ataupun tiada saluran sama sekali di
bahagian tertentu esofagus. Biasanya ia dapat dekesan semasa berumur 1 2 hari dimana
bayi mengalami masalah menelan air liurnya. Saluran usus kecil duodenum yang tidak
terbuka penyempitan yang dinamakan Hirshprung Disease. Keadaan ini disebabkan
sistem saraf yang tidak normal di bagian rektum. Biasanya bayi akan mengalami masalah
pada hari kedua dan seterusnya selepas kelahiran di mana perut membuncit dan susah
untuk buang air besar. Saluran usus rectum atau bagian usus yang paling akhir (dubur)
yang tidak terbuka langsung atau penyempitan yang dinamakan Hirshprung Disease.
Keadaan ini disebabkan sistem saraf yang tidak normal di bagian rektum. Biasanya bayi
akan mengalami masalah pada hari kedua dan seterusnya selepas kelahiran di mana perut
membuncit dan susah untuk buang air besar Apabila anak sudah mengalami sumbatan
pada organ-organ tersebut biasanya akan diikuti muntah-muntah. Pencegahan dapat
dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para
ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. Terlebih lagi ibu hamil yang
pernah mempunyai anak dengan sindrom down atau mereka yang hamil di atas usia 40
tahun harus dengan hati-hati memantau perkembangan janinnya karena mereka memiliki
risiko melahirkan anak dengan sindrom down lebih tinggi.