Anda di halaman 1dari 71

Era Pasca Soeharto atau Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998,

tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil
presiden BJ Habibie.

Daftar isi

1 Latar belakang
o 1.1 1998
o 1.2 1999
o 1.3 2000
o 1.4 2001
o 1.5 2002
o 1.6 2003
o 1.7 2004
o 1.8 2005
o 1.9 2006
o 1.10 2007
o 1.11 2008
o 1.12 2009
o 1.13 2010
o 1.14 2011
o 1.15 2012

2 Sumber

3 Referensi

4 Pranala luar

Latar belakang
Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya
ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu
menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi
mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang
kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas
hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri,
Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

1998
Krisis ekonomi dan Kerusuhan Mei 1998

22 Januari 1998
o Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana
bantuannya.

12 Februari

o Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.

5 Maret

o Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR


untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang
disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi
nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI

10 Maret

o Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali dengan
menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.

14 Maret

o Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII.


Bob Hasan dan anak Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, terpilih menjadi menteri.

15 April

o Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena


sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri
melakukan berunjuk rasa menuntut dilakukannya reformasi politik

18 April

o Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14


menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di
Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut.

1 Mei

o Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi
Dahlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.

2 Mei

o Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan


reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (1998).
o Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga
bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi disikapi
dengan represif oleh aparat. Di beberapa kampus terjadi bentrokan.

4 Mei

o Harga BBM melonjak tajam hingga 71%, disusul tiga hari kerusuhan di Medan
dengan korban sedikitnya 6 meninggal.

7 Mei
o Peristiwa Cimanggis, bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan terjadi di
kampus Fakultas Teknik Universitas Jayabaya, Cimanggis, yang mengakibatkan
sedikitnya 52 mahasiswa dibawa ke RS Tugu Ibu, Cimanggis. Dua di antaranya
terkena tembakan di leher dan lengan kanan, sedangkan sisanya cedera akibat
pentungan rotan dan mengalami iritasi mata akibat gas air mata.

8 Mei

o Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh.

9 Mei

o Soeharto berangkat seminggu ke Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G-15.


Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.

12 Mei

o Tragedi Trisakti, 4 mahasiswa Trisakti terbunuh.

13 Mei

Mal Ratu Luwes di Jl. S. Parman termasuk salah satu yang dibakar di Solo

o Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. kerusuhan juga terjadi di kota Solo.
o Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di
Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam
pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto
menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
o Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.

14 Mei

o Demonstrasi terus bertambah besar hampir di semua kota di Indonesia,


demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.
o Soeharto, seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika
rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo.
o Kerusuhan di Jakarta berlanjut, ratusan orang meninggal dunia akibat kebakaran
yang terjadi selama kerusuhan terjadi.

15 Mei

o Selesai mengikuti KTT G-15, tanggal 15 Mei l998, Presiden Soeharto kembali ke
tanah air dan mendarat di lapangan Bandar Udara Halim Perdanakusuma di
Jakarta, subuh dini hari. Menjelang siang hari, Presiden Soeharto menerima Wakil
Presiden B.J. Habibie dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.

17 Mei

o Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, Abdul Latief melakukan langkah


mengejutkan pada Minggu, 17 Mei 1998. Ia mengajukan surat pengunduran diri
kepada Presiden Soeharto dengan alasan masalah keluarga, terutama desakan
anak-anaknya.

18 Mei

o Pukul 15.20 WIB, Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko di
Gedung DPR, yang dipenuhi ribuan mahasiswa, dengan suara tegas menyatakan,
demi persatuan dan kesatuan bangsa, pimpinan DPR, baik Ketua maupun para
Wakil Ketua, mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan diri secara arif dan
bijaksana. Harmoko saat itu didampingi seluruh Wakil Ketua DPR, yakni Ismail
Hasan Metareum, Syarwan Hamid, Abdul Gafur, dan Fatimah Achmad.
o Pukul 21.30 WIB, empat orang menko (Menteri Koordinator) diterima Presiden
Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan. Mereka juga berniat
menggunakan kesempatan itu untuk menyarankan agar Kabinet Pembangunan VII
dibubarkan saja, bukan di-reshuffle. Tujuannya, agar mereka yang tidak terpilih
lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu "malu". Namun, niat itu tampaknya
sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. Ia langsung mengatakan, "Urusan kabinet
adalah urusan saya." Akibatnya, usul agar kabinet dibubarkan tidak jadi
disampaikan. Pembicaraan beralih pada soal-soal yang berkembang di
masyarakat.
o Pukul 23.00 WIB Menhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto
mengemukakan, ABRI menganggap pernyataan pimpinan DPR agar Presiden
Soeharto mengundurkan diri itu merupakan sikap dan pendapat individual,
meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif. Wiranto mengusulkan
pembentukan "Dewan Reformasi".
o Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ dan Forum Kota memasuki halaman
dan menginap di Gedung DPR/MPR.

Mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR

19 Mei

o Pukul 09.00-11.32 WIB, Presiden Soeharto bertemu ulama dan tokoh masyarakat,
yakni Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid, budayawan Emha
Ainun Nadjib, Direktur Yayasan Paramadina Nucholish Madjid, Ketua Majelis
Ulama Indonesia Ali Yafie, Prof Malik Fadjar (Muhammadiyah), Guru Besar
Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia Yusril Ihza Mahendra, KH Cholil
Baidowi (Muslimin Indonesia), Sumarsono (Muhammadiyah), serta Achmad
Bagdja dan Ma'ruf Amin dari NU. Dalam pertemuan yang berlangsung selama
hampir 2,5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh
membeberkan situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap
menginginkan Soeharto mundur. Soeharto lalu mengajukan pembentukan Komite
Reformasi
o Presiden Soeharto mengemukakan, akan segera mengadakan reshuffle Kabinet
Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet
Reformasi. Presiden juga membentuk Komite Reformasi. Nurcholish sore hari
mengungkapkan bahwa gagasan reshuffle kabinet dan membentuk Komite
Reformasi itu murni dari Soeharto, dan bukan usulan mereka.
o Pukul 16.30 WIB, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita bersama Menperindag
Mohamad Hasan melaporkan kepada Presiden soal kerusakan jaringan distribusi
ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran. Bersama mereka juga ikut
Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yang akan melaporkan soal rencana
penjualan saham BUMN yang beberapa peminatnya menyatakan mundur. Pada
saat itu, Menko Ekuin juga menyampaikan reaksi negatif para senior ekonomi;
Emil Salim, Soebroto, Arifin Siregar, Moh Sadli, dan Frans Seda, atas rencana
Soeharto membentuk Komite Reformasi dan me-reshuffle kabinet. Mereka intinya
menyebut, tindakan itu mengulur-ulur waktu.
o Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, Jakarta.
o Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk
memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
o Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga,
Surabaya.

20 Mei

o Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas, setelah


80.000 tentara bersiaga di kawasan Monas.
o 500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan Hamengkubuwono
X. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta, Medan, Bandung.
o Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22
Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru
o Pukul 14.30 WIB, 14 menteri bidang ekuin mengadakan pertemuan di Gedung
Bappenas. Dua menteri lain, yakni Mohamad Hasan dan Menkeu Fuad Bawazier
tidak hadir. Mereka sepakat tidak bersedia duduk dalam Komite Reformasi,
ataupun Kabinet Reformasi hasil reshuffle. Semula ada keinginan untuk
menyampaikan hasil pertemuan itu secara langsung kepada Presiden Soeharto,
tetapi akhirnya diputuskan menyampaikannya lewat sepucuk surat. Alinea
pertama surat itu, secara implisit meminta agar Soeharto mundur dari jabatannya.
Perasaan ditinggalkan, terpukul, telah membuat Soeharto tidak mempunyai
pilihan lain kecuali memutuskan untuk mundur. Ke-14 menteri itu adalah Akbar
Tandjung, AM Hendropriyono, Ginandjar Kartasasmita, Giri Suseno, Haryanto
Dhanutirto, Justika Baharsjah, Kuntoro Mangkusubroto, Rachmadi Bambang
Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya, Sanyoto Sastrowardoyo,
Sumahadi, Theo L. Sambuaga dan Tanri Abeng.
o Pukul 20.00 WIB, surat itu kemudian disampaikan kepada Kolonel Sumardjono.
Surat itu kemudian disampaikan kepada Presiden Soeharto.
o Soeharto kemudian bertemu dengan tiga mantan Wakil Presiden; Umar
Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.
o Pukul 23.00 WIB, Soeharto memerintahkan ajudan untuk memanggil Yusril Ihza
Mahendra, Mensesneg Saadillah Mursjid, dan Panglima ABRI Jenderal TNI
Wiranto. Soeharto sudah berbulat hati menyerahkan kekuasaan kepada Wapres BJ
Habibie.
o Wiranto sampai tiga kali bolak-balik Cendana-Kantor Menhankam untuk
menyikapi keputusan Soeharto. Wiranto perlu berbicara dengan para Kepala Staf
Angkatan mengenai sikap yang akan diputuskan ABRI dalam menanggapi
keputusan Soeharto untuk mundur. Setelah mencapai kesepakatan dengan
Wiranto, Soeharto kemudian memanggil Habibie.
o Pukul 23.20 WIB, Yusril Ihza Mahendra bertemu dengan Amien Rais. Dalam
pertemuan itu, Yusril menyampaikan bahwa Soeharto bersedia mundur dari
jabatannya. kata-kata yang disampaikan oleh Yusril itu, "The old man most
probably has resigned". Yusril juga menginformasikan bahwa pengumumannya
akan dilakukan Soeharto 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB. Kabar itu lalu
disampaikan juga kepada Nurcholish Madjid, Emha Ainun Najib, Utomo

Danandjaya, Syafii Ma'arif, Djohan Effendi, H Amidhan, dan yang lainnya. Lalu
mereka segera mengadakan pertemuan di markas para tokoh reformasi damai di
Jalan Indramayu 14 Jakarta Pusat, yang merupakan rumah dinas Dirjen
Pembinaan Lembaga Islam, Departemen Agama, Malik Fadjar. Di sana Cak Nur panggilan akrab Nurcholish Madjid - menyusun ketentuan-ketentuan yang harus
disampaikan kepada pemerintahan baru.

Pernyataan pengunduran diri


Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini:
Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998

21 Mei

o Pukul 01.30 WIB, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan
cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan, "Selamat
tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru".
o Pukul 9.00 WIB, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul
9.00 WIB. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon maaf
kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka didampingi
ajudannya, Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto (kemudian
menjadi Kepala Polri). Mercedes hitam yang ditumpanginya tak lagi bernomor
polisi B-1, tetapi B 2044 AR.
o Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.
o Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantanmantan presiden, "ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para
mantan presiden/mandataris MPR, termasuk mantan Presiden Soeharto beserta
keluarga."

o Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah satu
yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan
konstitusional.

22 Mei
o Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi".
o Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad.
o Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang
memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih
bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih
tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari
Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya

10 November 1998

Pada tanggal 10 November 1998, diprakarsai oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Forum
Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ), ITB Bandung, Universitas Siliwangi, dan
empat tokoh reformasi yaitu Abdurrahman Wahid, Amien Rais, Sri Sultan Hamengkubuwono X
dan Megawati Soekarnoputri mengadakan dialog nasional di rumah kediaman Abdurrahman
Wahid, Ciganjur, Jakarta Selatan. Dialog itu menghasilkan 8 butir kesepakatan, yaitu sebagai
berikut:
1. Mengupayakan terciptanya persatuan dan kesatuan nasional.
2. Menegakkan kembali kedaulatan rakyat.
3. Melaksanakan desentralisasi pemerintahan sesuai dengan otonomi daerah.
4. Melaksanakan pemilu yang luber dan jurdil guna mengakhiri masa pemerintahan transisi.
5. Penghapusan Dwifungsi ABRI secara bertahap
6. Mengusut pelaku KKN dengan diawali pengusutan KKN yang dilakukan oleh Soeharto
dan kroninya.
7. Mendesak seluruh anggota Pam Swakarsa untuk membubarkan diri.
Pengangkatan Habibie sebagai Presiden
Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh gelombang
demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang
demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang menewaskan 18 orang.

Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter
Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga
melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.
Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik
dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah Habibie
menjabat. Tahanan politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman Sudjatmiko dan
beberapa petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era Presiden Abdurrahman
Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan politik baru muncul. Sejumlah
aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah atau menghina kepala negara.
Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang terjerat pelanggaran HAM tak bisa
dilangsungkan karena kuatnya proteksi politik. Bahkan, sejumlah perwira militer yang oleh
Mahkamah Militer Jakarta telah dihukum dan dipecat karena terlibat penculikan, kini telah
kembali duduk dalam jabatan struktural.
Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, pemberian
kebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begitu Habibie
juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namun urung dilakukan
karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang menewaskan mahasiswa
UI, Yun Hap.
Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan
Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut
dari Indonesia pada Oktober 1999. Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat
sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa
kelam dalam sejarah Indonesia.

1999

Kekerasan etnis/agama terjadi di Maluku

Pemisahan Timor Timur menjadi negara merdeka melalui referendum yang disponsori
oleh PBB; konflik antar pro-kemerdekaan dan pro-Indonesia menimbulkan banyak
korban jiwa.

Pemilu 1999 - Pemilihan umum yang bebas diselenggarakan di Indonesia

Pengangkatan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden

Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999), partai PDI-P pimpinan
Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena jabatan
presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi presiden.
Abdurrahman Wahid, pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu, terpilih
kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil
presiden.

Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang


makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman
Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.

2000

Skandal Buloggate dan Bruneigate menerpa pemerintahan Gus Dur

Kasus pemeriksaan dugaan korupsi mantan presiden Soeharto kandas

Papua Barat (yang dulu disebut dengan Irian Jaya) menuntut referendum seperti Timor
Timur

April

17-21 April - Kerusuhan Poso babak yang kedua terjadi

Mei

16 Mei -15 Juni - Kerusuhan Poso masih terus berlanjut

19-23 Juli - Indonesia Terbuka 2000 diselenggarakan di Gelora Senayan, Jakarta.


Indonesia memperoleh medali emas di tunggal dan ganda putra.

Juli

Agustus

1 Agustus - sebuah bom meledak di Kedubes Filipina di Jakarta. Bom meledak dari
sebuah mobil yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat.
2 orang tewas dan 21 orang lainnya luka-luka, termasuk Duta Besar Filipina Leonides T
Caday.

27 Agustus - sebuah bom lainnya meledak di Kedubes Malaysia di Jakarta. Granat


meledak di kompleks Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada korban
jiwa.

September

13 September - bom kembali mengguncang Jakarta. Kali ini lantai parkir P2 Gedung
Bursa Efek Jakarta diledakkan oleh sebuah bom mobil yang mengakibatkan 10 orang
tewas, 90 orang lainnya luka-luka. 104 mobil rusak berat, 57 rusak ringan. (Lihat pula:
Bom Bursa Efek Jakarta)

Desember

24 Desember - serangkaian ledakan bom pada malam Natal di beberapa kota di Indonesia
merenggut nyawa 16 jiwa dan melukai 96 lainnya serta mengakibatkan 37 mobil rusak.
(Lihat pula Bom malam Natal 2000)

2001

Kekerasan antar etnis Dayak dan Madura terjadi di Kalimantan

IMF menghentikan bantuan moneternya

Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan meminta Gus
Dur untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi dan ketidak kompetenan. Di
bawah tekanan yang besar, Abdurrahman Wahid lalu mengumumkan pemindahan
kekuasaan kepada wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Sekitar pukul 20.48, Gus Dur
keluar dari Istana Merdeka. Saat berdiri di ujung teras, Gus Dur malah sempat
melambaikan tangan kepada massa pendukungnya yang berunjuk rasa. Hanya pohon
yang ditebang kelompok pendukung Gus Dur sebagai pelampiasan emosi.

Juli - Pengangkatan Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden


Melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, Megawati secara resmi diumumkan menjadi
Presiden Indonesia ke-5.
Meski ekonomi Indonesia mengalami banyak perbaikan, seperti nilai mata tukar rupiah yang
lebih stabil, namun Indonesia pada masa pemerintahannya tetap tidak menunjukkan perubahan
yang berarti dalam bidang-bidang lain.
Popularitas Megawati yang awalnya tinggi di mata masyarakat Indonesia, menurun seiring
dengan waktu. Hal ini ditambah dengan sikapnya yang jarang berkomunikasi dengan masyarakat
sehingga mungkin membuatnya dianggap sebagai pemimpin yang 'dingin'.
Sejak kenaikan Megawati sebagai presiden, aktivitas terorisme di Indonesia meningkat tajam,
beberapa peledakan bom terjadi yang menyebabkan sentimen negatif terhadap Indonesia dari
kancah internasional.

23-29 Juli - Indonesia Terbuka 2001 digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, dan
Indonesia berhasil menyapu bersih kelima medali emas.

September

23 September - 12 hari setelah 9/11, sebuah bom meledak di kawasan Plaza Atrium,
Senen, Jakarta. 6 orang cedera.

Oktober

12 Oktober - sebuah ledakan bom mengakibatkan kaca, langit-langit, dan neon sebuah
restoran cepat saji KFC di Makassar pecah. Tidak ada korban jiwa. Sebuah bom lainnya
yang dipasang di kantor MLC Life cabang Makassar tidak meledak.

November

6 November - sebuah bom rakitan meledak di halaman Australian International School


(AIS), Pejaten, Jakarta.

Desember

20 Desember - Kedua pihak dalam Konflik Poso menandatangani Keputusan Malino


yang diprakarsai oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, presiden dan wakil
presiden terpilih pada 2004.

25 Desember - Kereta api 146 Empu Jaya menabrak Kereta api 153 Gaya Baru Malam
Selatan di stasiun Ketanggungan Barat, Brebes. Peristiwa ini mengakibatkan 31 orang
tewas dan 53 lainnya luka berat termasuk masinis dari KA 146.

2002
Januari
Pemerintah Indonesia meresmikan komisi pelanggaran HAM untuk memeriksa dugaan
pelanggaran HAM pada pemisahan Timor Timur 1999
Irian Jaya diberi kekuasaan otonom oleh Jakarta dan diperbolehkan berganti nama menjadi
Papua

1 Januari - sebuah granat manggis meledak di depan Rumah Makan Ayam Bulungan,
Jakarta. Satu orang tewas dan seorang lainnya luka-luka. Di Palu, Sulawesi Tengah,
terjadi empat ledakan bom di berbagai gereja. Tidak ada korban jiwa.

Mei
Timor Timur, bekas provinsi termuda Indonesia, resmi merdeka dengan nama Timor Leste
Juli

12 Juli - Puteri Indonesia 2002

Agustus
Amandemen UUD 1945 dianggap sebagai langkah konkrit menuju negara demokrasi. Untuk
pertama kalinya rakyat Indonesia dapat memilih presiden secara langsung.

26 Agustus - 1 September - Indonesia Terbuka 2002 diselenggarakan di Surabaya.


Indonesia memenangkan medali tunggal putra dan ganda campuran

Oktober - Bom Bali 2002

12 Oktober - Sebuah klub malam di daerah Pantai Kuta dibom, 202 orang yang mayoritas
turis meninggal, 300 lebih luka-luka. Sebuah bom lainnya meledak di dekat konsul AS di
Pantai Sanur yang tidak menimbulkan korban. Pada saat yang bersamaan, di Manado,
Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen Filipina, tidak ada korban
jiwa.

Sesaat setelah pengeboman Abu Bakar Baasyir ditangkap. Ia dituduh berniat untuk
menggulingkan pemerintahan Indonesia dengan posisinya sebagai pemimpin spiritual Jamaah
Islamiyah (JI), kelompok yang disangka berada di balik pengeboman Bali.
November

20 November - KMP Adidas bertabrakan dengan KMP Sinar Akaba di sekitar perairan
Pulau Hari, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara, sekitar 25 mil arah tenggara
pelabuhan Kendari. KMP Sinar Akaba tenggelam, seorang penumpang tewas dan lainnya
luka parah.

Desember
Pemerintah Indonesia dan GAM menandatangani kesepakatan damai di Jenewa, Swiss, dengan
tujuan untuk mengakhiri konflik bersenjata selama lebih dari 26 tahun. Kesepakatan itu
menyetujui otonomi Aceh dan pemilihan umum yang bebas di provinsi yang hampir semuanya
beragama Islam tersebut; sebagai balasannya GAM harus menyerahkan seluruh senjatanya.

5 Desember - bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak di restoran
McDonald's cepat saji di Makassar, setahun setelah pengeboman KFC di kota yang sama.
3 orang tewas dan 11 luka-luka.

2003
Februari

3 Februari - sebuah bom rakitan meledak di lobi Wisma Bhayangkari, Mabes Polri
Jakarta. Tidak ada korban jiwa.

April

27 April - sebuah bom meledak di area publik di terminal 2F, bandar udara internasional
Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. 2 orang luka berat dan 8 lainnya luka sedang dan
ringan.

Mei

19 Mei - Pembicaraan damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM gagal; militer
Indonesia melakukan serangan ofensif ke kubu gerilyawan GAM. Darurat militer
diberlakukan di provinsi Aceh. (Lihat pula: Operasi militer Indonesia di Aceh 2003-2004)

25 Juli - Puteri Indonesia 2003

Juli

Agustus

5 Agustus - Sebuah bom mobil meledak di depan Mariott Hotel di Jakarta, menewaskan
belasan orang dan 152 orang lainnya mengalami luka-luka. (Lihat pula: Bom JW Marriott
2003)

26-31 Agustus - Indonesia Terbuka 2003 diselenggarakan di Batam. Indonesia


memperoleh medali emas di tunggal putra.

Agustus-Oktober
Tiga orang tersangka pengeboman Bali dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati.
Tersangka keempat dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup.
Abu Bakar Baasyir dibebaskan dari tuduhan makar, namun kembali dipenjarakan dengan pasal
subversif dan pelanggaran keimigrasian. Dakwaan subversif kemudian dibatalkan.

2004
Januari

10 Januari - sebuah bom meledak di sebuah kafe di Palopo, Sulawesi menewaskan empat
orang.

April - Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD Indonesia 2004
Pemilihan umum parlementer dan daerah. Golkar memenangi suara terbanyak, disusul oleh PDIP
Juli - Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2004
Indonesia menyelenggarakan pemilu presiden secara langsung pertamanya.
Megawati menyatakan pemerintahannya berhasil dalam memulihkan ekonomi Indonesia, dan
pada 2004, maju ke Pemilu 2004 dengan harapan untuk terpilih kembali sebagai presiden.

Ujian berat dihadapi Megawati untuk membuktikan bahwa dirinya masih bisa diterima mayoritas
penduduk Indonesia. Dalam kampanye, seorang calon dari partai baru bernama Partai Demokrat,
Susilo Bambang Yudhoyono, muncul sebagai saingan Megawati.
Partai Demokrat yang sebelumnya kurang dikenal, menarik perhatian masyarakat dengan
pimpinannya, Yudhoyono, yang karismatik dan menjanjikan perubahan kepada Indonesia.
Pemilihan putaran pertama menyisihkan kandidat lainnya sehingga yang tersisa tinggal
Megawati dan SBY.
September

9 September 2004, ledakan besar yang bersumber dari sebuah mobil yang diparkir terjadi
di depan Kedutaan Besar Australia. 5-11 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Ledakan juga mengakibatkan kerusakan beberapa gedung di sekitarnya seperti Menara
Plaza 89, Menara Grasia, dan Gedung BNI. (Lihat pula: Bom Kedubes Australia 2004)

Mantan jenderal SBY memenangi pemilihan presiden putaran kedua, sebagian disebabkan
karena ketidakpercayaan pemilih terhadap Megawati.
Sejak kenaikan SBY menjadi presiden, Indonesia mengalami musibah bencana alam yang hebat
dan kecelakaan-kecelakaan transportasi yang datangnya bertubi-tubi.
November
Akhir dari dua tahun kerja komisi HAM Timor Timur yang mengadili 18 orang dengan tuduhan
pelanggaran HAM selama krisis Timor Timur 1999. Hanya satu orang yang diputuskan bersalah
- pemimpin militia pro-Indonesia Eurico Guterres.

22 November - Susilo Bambang Yudhoyono meminta bantuan internasional sekitar 75


miliar USD untuk membangun infrastruktur di Indonesia, pada forum APEC di Chile

26 November - Terjadi gempa di Nabire, Papua. (Lihat pula: Gempa bumi Nabire 2004)

30 November - Terjadi kecelakan pesawat terbang Lion Air Penerbangan 538 di Solo
yang menewaskan 26 orang. Keamanan penerbangan-penerbangan murah di Indonesia
mulai disorot.

Desember

7 Desember - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Abdullah Puteh,


Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, ke Rutan Salemba sebagai tersangka kasus
korupsi pembelian 2 buah helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp.12,5 miliar.

10 Desember - SBY resmi memerangi korupsi di Indonesia dengan mengeluarkan izin


pemeriksaan 25 pejabat negara, diantaranya 2 gubernur KDH, 7 anggota DPR/MPR, 4
bupati KDH dan 2 walikota.

12 Desember - Dua gereja di Palu menjadi sasaran teror. Terjadi aksi penembakan di
Gereja Anugerah Masomba dan terjadi ledakan bom di Gereja Immanuel. Dua kejadian
tersebut terjadi hampir bersamaan, yaitu masing-masing pukul 19.05 dan 19.20 WITA.
Tiga orang terluka dalam peristiwa ini.

13 Desember - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta data Kedubes RI di


London tentang skandal pembelian 100 tank Scorpion senilai Rp 2,8 triliun ( 160 juta)
pada tahun 1992 - 1994 yang melibatkan Tutut, Rini Suwondho, dan dua petinggi militer
Indonesia saat itu, HBL Mantiri dan R. Hartono.

15 Desember - Banjir di Amuntai, Kalimantan Selatan terus meluas. Jumlah korban


mencapai seperempat jumlah penduduk Kab. Hulu Sungai Utara yaitu 200 ribu jiwa.
Hingga saat ini tak ada laporan adanya korban jiwa, karena terseret banjir atau yang
tersengat listrik.

15-19 Desember - Indonesia Terbuka 2004 diselenggarakan di Station Tenis Tertutup


Senayan, Jakarta. Iindonesia berhasil memenangkan gelar tunggal dan ganda putra.

16 Desember - Hasil final penelitian Tim Terpadu Penanganan Pencemaran Teluk Buyat
menyimpulkan Teluk Buyat, Ratatotok, Minahasa, tercemar logam berat, terutama
merkuri dan arsenik yang berasal dari pembuangan tailing PT Newmont Minahasa Raya
(NMR).

18 Desember - Sembilan bom ditemukan di bus Mekar Raya jurusan Garut-Cicaheum


(Bandung). Bom-bom tersebut berbentuk tabung-tabung yang diletakkan di dalam kardus
mi instan. Bus tersebut dihentikan oleh Polisi di bundaran Cibiru, Bandung setelah Polisi
menerima laporan adanya benda mencurigakan dalam bus.

19 Desember - Pertamina secara serentak menaikkan harga Elpiji, Pertamax, dan


Pertamax Plus.

20 Desember - Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dilanda kegelapan setelah


delapan tower PLN bertegangan tinggi dirobohkan orang-orang tak dikenal.

20 Desember - Jusuf Kalla terpilih menjadi ketua umum partai Golkar menggantikan
Akbar Tanjung.

21 Desember - Helikopter Bell 205 nomor registrasi HU-416 milik TNI AD mengalami
musibah. Helikopter tersebut jatuh menabrak tebing di kawasan Sungai Siriwo, Kampung
Okobado, Distrik Siriwo, Kab. Nabire, Papua. Akibatnya, lima awak dan penumpang
tewas. Kecelakaan tersebut terjadi pada saat angin kencang.

24 Desember - Eurocopter Super Puma milik TNI AU mengalami musibah. Helikopter


tersebut menabrak Bukit Perahu yang terletak di Desa Suran Gede, Kec. Kejajar, Kab.
Wonosobo, Jawa Tengah. Akibatnya, lima awak dan penumpang langsung tewas di
tempat kejadian. Kecelakaan diperkirakan terjadi akibat cuaca buruk.

26 Desember - Tsunami 2004 - Lebih dari 220 ribu jiwa di ujung utara pulau Sumatra,
Indonesia, dinyatakan hilang atau meninggal setelah provinsi Aceh disapu oleh badai
tsunami raksasa pada malam Natal 2004. Negara-negara di dunia menyalurkan
bantuannya ke provinsi Indonesia yang dilanda konflik selama puluhan tahun tersebut,
mengakhiri isolasi provinsi Aceh dari dunia internasional. Rekonstruksi masih terus
dilakukan hingga saat ini. Bencana ini juga secara tidak langsung mengakhiri operasi
militer Indonesia di Aceh yang berlangsung sejak Mei 2003 (lihat: Operasi militer
Indonesia di Aceh 2003-2004)

29 Desember - Bank Indonesia mengeluarkan pecahan 20 ribu dan 100 ribu baru.

2005
Januari

6 Januari - Di Jakarta, Indonesia diadakan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Tsunami


yang dihadiri banyak pemimpin dunia seperti Menlu AS; Colin Powell, Sekjen PBB; Kofi
Annan dan lain lain untuk membahas dampak dan menolong korban gempa bumi
Samudra Hindia 2004.

13 Januari - Paris Club memberikan moratorium utang sebesar US$ 350 juta kepada
Indonesia hingga penilaian perlunya moratorium dari Bank Dunia selesai.

24 Januari - Gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Palu, Sulawesi Tengah. Rakyat


langsung mengungsi karena takut kemungkinan adanya tsunami seperti yang terjadi di
Aceh.

Februari

2 Februari - Gempa berkekuatan 5,2 SR di bagian selatan Kabupaten Garut merobohkan


puluhan rumah dan merusak ratusan rumah lainnya. Tercatat juga adanya gempa susulan
di Palu serta gempa di Pulau Bali dan Lombok.

7 Februari - Wabah demam berdarah dengue semakin meluas setelah Jakarta menyusul
Jawa Barat dengan diberikannya status kejadian luar biasa (KLB) kepada kota ibukota
tersebut.

16 Februari - Transparency International Indonesia mengumumkan Jakarta sebagai kota


paling korup di Indonesia

18 Februari - Dua reporter Metro TV, wartawan Meutya Hafid dan juru kamera
Budiyanto disandera ketika bertugas di Irak.

18 Februari - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik 3 Kepala Staf TNI yang
baru.

19 Februari - Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang Bau-Bau,


Sulawesi Tenggara.

21 Februari - Longsor sampah Leuwigajah menimbulkan korban 94 orang, setidaknya 67


tewas tertimbun.

22 Februari - Pesawat Cassa 212-200 milik Polri jatuh di laut dekat Bandara Sarmi,
Papua sehingga menewaskan 15 orang.

Maret

1 Maret - Meski ditolak DPR, harga BBM resmi naik rata-rata sebesar 29 persen kecuali
untuk minyak tanah rumah tangga yang tetap Rp 700/liter.

3 Maret - Pengadilan Indonesia memutuskan Abu Bakar Baasyir bersalah dalam tuduhan
konspirasi pengeboman Bali 2002, dan dihukum penjara dua setengah tahun. Ia kemudian
dibebaskan Juni 2006, satu seperempat tahun kemudian.

13 Maret - Sebanyak 17 penumpang tewas dan sekitar 30 orang lainnya masih dalam
pencarian, akibat gelombang "bono" yang menghantam speed boat "Tuakal" di Teluk
Meranti, Riau.

18 Maret - Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot Garuda Indonesia, resmi ditahan sebagai
tersangka dalam kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir.

21 Maret - Dua bom meledak di Ambon, Maluku, yang mengakibatkan 19 orang lukaluka.

23 Maret - Sedikitnya 28 warga di Kabupaten Aceh Utara menderita muntah darah dan
sesak napas setelah menghirup gas milik Exxon Mobil Indonesia yang bocor.

28 Maret - Gempa di Sibolga, Sumatera Utara menewaskan lebih dari seribu orang,
dengan jumlah korban terbesar dari Pulau Nias. Gempa tersebut menimbulkan kepanikan
akan terjadinya tsunami seperti beberapa bulan sebelumnya. Tsunami tidak terjadi. (Lihat
pula: Gempa bumi Sumatra Maret 2005)

28-31 Maret - Kongres II PDI-P berlangsung di Denpasar, Bali dan dijadwalkan berakhir
tanggal 2 April. Megawati Soekarnoputri terpilih secara aklamasi untuk kembali

memimpin PDI-P untuk periode 2005-2010. Kongres akhirnya ditutup dua hari lebih
cepat.
April

2 April - Sebuah helikopter Australia berpenumpang 11 prajuritnya yang sedang


melakukan tugas kemanusiaan jatuh di sekitar Teluk Dalam, Nias. 9 orang tewas dan dua
lainnya selamat. Dua hari kemudian Presiden SBY menganugerahkan penghargaan Satya
Lencana Bakti Sosial kepada 11 prajurit Australia tersebut di Canberra, Australia.

8 April - Insiden Penyerempetan Kapal RI dan Malaysia 2005 menyulut masalah


Ambalat. Hingga kini status Ambalat masih dipertentangkan

11 April - Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh divonis hukuman 10 tahun penjara
dan denda Rp 500 juta dalam kasus tuduhan korupsi.

12 April - Pesawat jenis Twin Otter yang berpenumpang 17 orang dinyatakan hilang
dalam penerbangan dari Timika menuju Enarotali, Papua. Pesawat tersebut diduga jatuh
di daerah pegunungan.

12 April - Gunung Talang yang berada di daerah Solok, Sumatera Barat meletus dan
menyemburkan debu dan abu. Sekitar 27 ribu warga dievakuasi. Letusan tersebut disusul
oleh lima letusan lanjutan yang salah satunya menyebabkan gempa bumi berkekuatan 5,2
skala Richter.

17 April - Sembilan orang dari berbagai negara yang disebut dengan Bali Nine ditangkap
karena menyelundupkan heroin di Bali. Mereka dijatuhi hukuman mati dan seumur hidup
pada tahun 2006.

21 April - terjadi insiden di perbatasan Timor Timur, Lettu Teddy Setiawan ditembak mati
polisi perbatasan Timor Timur.

19-24 April - Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika 2005 dibuka oleh Presiden SBY di
Bandung dan Jakarta. Konferensi ini dihadiri 89 kepala negara/pemerintahan dan
mengulangi kesuksesan Indonesia menggelar acara yang serupa lima puluh tahun silam.

Mei

4 Mei - 10 tahun setelah dinyatakan bebas polio, penyakit ini kembali muncul di
Indonesia. Hingga kini telah ada dua kasus yang dilaporkan.

12 Mei - Status "darurat sipil" di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam akan diturunkan
menjadi status "tertib sipil" terhitung mulai 18 Mei karena berbagai hal yang bersifat
kedaruratan sudah tertangani.

20 Mei - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Nazaruddin Sjamsuddin, dijadikan


tersangka dalam kasus dugaan korupsi di KPU.

28 Mei - Dua ledakan bom mengguncang Pasar Sentral Tentena, Tentena, Poso, Sulawesi
Tengah. Sedikitnya 20 orang tewas.

31 Mei - Pesawat Adam Air penerbangan MedanJakarta tergelincir di Bandara


Soekarno-Hatta. Akibatnya 5 penumpang luka-luka.

Juni

1 Juni - Kedutaan Indonesia di Australia menerima kiriman surat yang diduga berisi
antraks yang diduga terkait dengan putusan pengadilan Schapelle Corby, seorang
penyelundup obat-obatan asal Australia yang tertangkap di Bali.

11 Juni - Bayi kembar siam Nia dan Mia mulai dioperasi di RS Cipto Mangunkusumo
oleh sebuah tim dokter yang terdiri dari dua dokter anestesi dan enam dokter bedah.
Walaupun kondisi dada dan perut menyatu, masing-masing bayi memiliki satu jantung
yang hanya dipisahkan oleh selaput. Nia Ayu Lestari dan Mia Ayu Lestari lahir pada 22
Maret 2005 dari pasangan Nurlela dan Mulyadi.

16 Juni - Nurdin Halid, ketua PSSI, dinyatakan tidak bersalah oleh Majelis Hakim
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dalam kasus korupsi distribusi minyak goreng.
Sementara tim Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi kasus ini ke Mahkamah Agung.

17 Juni - Nia, atau dikenal dengan Nurlela II, salah seorang bayi kembar siam yang telah
menjalani operasi pemisahan di RSCM, meninggal dunia karena kebocoran jantung.

17 Juni - Sembilan nelayan Indonesia kabur dari pelabuhan Nhulunbuy dengan


menggunakan kapal nelayan mereka. Saat ini Australia telah mengirimkan pasukannya
untuk mengejar mereka.

18 Juni - Kelangkaan BBM dalam dua hari terakhir menyebabkan sebagian besar SPBU
di Malang, Jawa Timur, terpaksa tutup. Di Mataram, BBM juga langka karena
keterlambatan pasokan dari Stasiun Manggis, Bali.

18 Juni - Yamin Labuso dan Erikson Hutagaol, dua dari tiga warga Indonesia yang
diculik gerilyawan di wilayah Mindanao, Filipina, tiba di Indonesia. Namun Ahmad
Resmiadi, warga Indonesia lainnya masih disandera para gerilyawan.

22 Juni - Tiga mantan direktur Bank Indonesia, yaitu Heru Supraptomo, Hendro
Budiyanto, dan Paul Sutopo, akhirnya dijebloskan ke penjara setelah Mahkamah Agung
memutuskan bahwa mereka bersalah dalam kasus korupsi BLBI. Dalam kasus yang
merugikan negara lebih dari 2 trilyun ini, mereka bertiga hanya dihukum 1,5 tahun
penjara.

23 Juni - Mantan Menteri Agama Republik Indonesia Said Agil Husin Al Munawar, resmi
ditahan di Rumah Tahanan Mabes Polri dalam kasus penyelewengan Dana Alokasi
Ummat (DAU) Departemen Agama.

24 Juni - Eksekusi hukuman cambuk, untuk pertama kalinya dilakukan terhadap 26 orang
terpidana yang dijatuhi hukuman oleh Mahkamah Syariyah Bireuen berlangsung di
depan publik di halaman Masjid Agung Bireuen, Aceh seusai salat Jumat yang
melibatkan 12 eksekutor dari wilayatul hisbah atau polisi syariat.

24 Juni - Pemerintah Indonesia meminta agar para relawan asing tidak keluar malam di
Aceh, setelah peristiwa tertembaknya Eva Yeung, salah seorang relawan dari Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Saat ini kondisi Eva Yeung telah membaik
setelah dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura

25 Juni - Annike Nelce Bowaire, Siswi SMAN I Serui, meraih medali emas di lomba
fisika dunia, The First Step to Nobel Prize in Physics (FS) yang berpusat di Warsawa,
Polandia. Dia adalah orang kedua dari Papua yang memperoleh prestasi itu setelah
Septinus George Saa pada tahun 2004.

25 Juni - Mahkamah Agung Republik Indonesia mengeluarkan keputusan peninjauan


kembali (PK) yang memperingan vonis Tommy Soeharto dari 15 menjadi 10 tahun
penjara, sehingga diperkirakan Tommy Soeharto yang ditahan di Lembaga
Permasyarakatan Batu, Nusakambangan bebas pada tahun 2007.

29 Juni - Menjelang pelaksanaan pilkada di Kabupaten Poso, sebuah bom meledak di


tengah keramaian Pasar Sentral Poso. Ini adalah ledakan bom kedua dalam kurun kurang
dari 24 jam setelah Selasa malam (28/6) sebuah bom meledak di teras bekas Kantor DPC
PDIP Poso. Ledakan ini tidak mengakibatkan korban jiwa.

30 Juni - Pemerintah Indonesia tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski
harga minyak mentah di pasar internasional membubung tinggi. Pemerintah saat ini
berkonsentrasi dalam mengamankan stok BBM di dalam Negeri.

30 Juni - Dua kereta rel listrik kelas ekonomi bertabrakan di kawasan Pasar Minggu,
Jakarta. Sedikitnya dua orang meninggal dan 50 orang luka-luka.

2 Juli - Kepolisian Indonesia menahan lagi 24 orang yang diduga terlibat dalam Bom Bali
2002.

8 Juli - Kecelakaan KM Digoel di Laut Arafura. Diperkirakan korban 84 orang ditemukan


tewas dan 100-an penumpang belum diketahui nasibnya.

Juli

10 Juli - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Inpres No. 10/2005 tentang
Penghematan Energi dalam upaya menyelesaikan krisis BBM.

17 Juli - Pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan damai dengan kelompok separatis


Aceh, Gerakan Aceh Merdeka.

20 Juli - Tiga warga Tangerang dipastikan sebagai korban pertama flu burung di
Indonesia dalam wabah terbaru yang merebak di wilayah Asia Tenggara.

29 Juli - Pemilihan Puteri Indonesia 2005

Agustus

11 Agustus - Kebakaran hutan di Indonesia yang menyebabkan polusi udara di dua kota
di Malaysia: Port Klang dan Kuala Selangor, mencapai level 500 yang berbahaya.
Akibatnya sekolah-sekolah terpaksa diliburkan. Ini merupakan kejadian yang terburuk
sejak 1998.

15 Agustus - Pemerintah Indonesia dan GAM kembali duduk di meja perundingan yang
diketuai oleh Martti Ahtisaari. Setelah terjadinya Tsunami yang meluluh-lantakkan Aceh,
GAM akhirnya setuju untuk menyerahkan seluruh senjatanya dan pemerintah Indonesia
setuju untuk menarik seluruh tentara Indonesia, memberikan otonomi, dan pemilihan
langsung boleh diselenggarakan. Perjanjian damai berhasil ditandatangani dan secara
resmi mengakhiri gerakan separatis GAM.

16 Agustus - Pemerintah Belanda, melalui Menteri Luar Negeri Bernard Bot, mengakui
kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

18 Agustus - sehari setelah peringatan hari kemerdekaan RI, terjadi gangguan sistem
interkoneksi listrik Jawa-Bali; listrik di Jakarta dan Banten mati total selama tiga jam dan
menyebabkan pemadaman di sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Mati listrik ini memengaruhi jutaan pengguna, menyebabkan gangguan di bidang
transportasi kereta, pesawat, rumah sakit, dan menyebabkan kebakaran karena
penggunaan lilin. (Lihat pula: Mati listrik Jawa-Bali 2005)

20 Agustus - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan badan intelijen


nasional dan kepolisian untuk memeriksa mati listrik yang memengaruhi 100 juta orang
terbesar di dunia tersebut.

31 Agustus - Pemerintah Indonesia membebaskan 200 tahanan GAM, tindakan yang


merupakan bagian dari ditandatanganinya persetujuan perdamaian.

September

2 September - Sebuah pekuburan di atas bukit di Padang longsor; 11 orang tewas dan 14
lainnya masih tertimbun.

5 September - Sebuah pesawat penumpang Mandala Airlines Penerbangan 91 mengalami


kecelakaan di Medan, Sumatera Utara, menewaskan sekitar seratus penumpangnya dan
lima puluh orang lainnya di darat. Gubernur Sumatera Utara, Rizal Nurdin dan mantan
gubernur, Raja Inal Siregar dipastikan meninggal dunia.

13 September - Rois, tersangka pelaku Bom Kuningan, divonis hukuman mati oleh
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

15 September - Aceh Monitoring Mission (AMM) memulai tugasnya memantau proses


damai di Aceh. GAM memulai penyerahan senjata tahap pertama sebagai bagian dari
Nota Kesepahaman (MoU) perdamaian di Banda Aceh kepada tim dari AMM. Badan ini
nantinya dibubarkan Desember 2006.

18 September - Polisi membubarkan pertemuan petani di Lombok; 27 orang petani


ditembak (termasuk 1 anak-anak), 8 terkena pukulan dan 3 lainnya ditangkap oleh pihak
kepolisian Lombok Tengah.

19-25 September - Indonesia Terbuka 2005 diselenggarakan di Gelora Bung Karno,


Jakarta. Indonesia meraih medali emas untuk ganda putra dan campuran.

25 September - Persipura Jayapura untuk pertama kalinya menjuarai Liga Indonesia


setelah mengalahkan Persija 3-2 di final. PSIS Semarang meraih tempat ketiga setelah
mengalahkan PSMS Medan 2-1.

27 September - Di mana-mana terlihat antrian panjang di SPBU-SPBU oleh para pemakai


kendaraan yang mengantisipasi kenaikan BBM pada 1 Oktober.

Oktober

1 Oktober - Bom Bali 2005 - hampir tiga tahun setelah Bom Bali pertama, tiga buah bom
bunuh diri kembali meledak di Bali. Sekurang-kurangnya 22 orang tewas dan sekitar dua
ratus lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di sebuah klub di Pantai Kuta dan di
Jimbaran.

1 Oktober - Harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia naik dengan
persentase kenaikan paling kecil sekitar 80%.

19 Oktober - Banjir bandang di Semadam, Aceh Tenggara; sedikitnya 12 orang tewas.

29 Oktober - Tiga siswi SMU di Poso yang sedang berjalan ke sekolah Kristen dipenggal
kepalanya oleh sekelompok orang tak dikenal, kekerasan ini merupakan bagian dari
konflik beragama yang masih terus melanda Poso.

31 Oktober - 42 anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dilantik oleh Menteri Dalam
Negeri Mohammad Ma'ruf setelah menanti selama empat tahun sejak 2001-2005 ketika
Undang-Undang Otonomi Khusus diberlakukan.

November

9 November - Polri melakukan penyergapan di sebuah vila di Kota Batu; Dr. Azahari,
buronan teroris dari Malaysia, dipastikan tewas setelah diidentifikasi lewat sidik jarinya.

13 November - Peringatan Tujuh Tahun Tragedi Semanggi I diadakan di Sekretariat


Jaringan Solidaritas Keluarga Korban Pelanggaran HAM (JSKK).

25 November - Pemerintah Indonesia diizinkan oleh Roche Holding untuk memroduksi


Tamiflu untuk menghadapi flu burung. Hal ini dapat dilakukan karena Tamiflu tidak
memiliki perlindungan paten di Indonesia.

Desember

5 Desember - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan pada


Kabinet Indonesia Bersatu. Tiga menteri digeser posisinya, tiga dicopot, sementara tiga
lainnya adalah orang baru.

9 Desember - Sebanyak 55 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa kelaparan


di Kabupaten Yahukimo, Papua, yang telah berlangsung sejak 11 November.

13-18 Desember - Aksi protes menyambut pembukaan Konferensi Tingkat Menteri WTO
yang berlangsung di Hong Kong.

26 Desember - Peringatan satu tahun bencana tsunami yang telah menewaskan lebih dari
120 ribu jiwa di Indonesia, Thailand, Sri Lanka, Malaysia dan negara lainnya.

28 Desember - Mantan kepala BKPM, Theo Toemion ditahan KPK karena dugaan tindak
pidana korupsi saat menjabat periode 2003-2004 yang merugikan negara sebesar 32
miliar rupiah.

31 Desember - Ledakan bom di pasar di Kota Palu menyebabkan 8 orang meninggal


dunia dan melukai 45 lainnya. (Lihat pula: Bom Palu 2005)

2006
Januari

1 - Banjir bandang menewaskan 63 orang di Jember, Jawa Timur.

4 - Tanah longsor di dusun Cijeruk, Banjarnegara, Jawa Tengah menyebabkan tewasnya


76 orang. Bencana ini diakibatkan hujan yang turun deras dan penggundulan hutan yang
tak teratur.

6 - terjadi insiden perbatasan Timor-Timur lagi, tiga penduduk NTT ditembak mati oleh
polisi perbatasan Timor Timur.

16 - Sekitar 12.000 buruh yang berasal dari 10 kabupaten dan kota di Jawa Timur,
mengepung Kantor Gubernur Jawa Timur. Mereka menuntut gubernur segera merevisi
upah minimum kabupaten/kota tahun 2006.

17 - David Nusa Wijaya, terpidana kasus BLBI Bank Servitia yang menjadi buronan,
ditangkap di AS dan dikembalikan ke Indonesia.

20 - Aparat keamanan Indonesia menembak mati seorang pelajar di Papua dan


mencederai dua orang lainnya sementara laporan lainnya menyebut bahwa korban jiwa
berjumlah empat orang. Peristiwa ini diduga terkait dengan pengungsian 43 warga Papua
ke Australia dua hari sebelumnya.

20 - Timor Timur menyampaikan laporan pembantaian warganya oleh Indonesia dari


1975-1999 kepada PBB. Menurut laporan tersebut, lebih dari 100.000 orang meninggal
dunia akibat kelaparan yang disengajai.

27 - Hujan deras sejak 26 Januari menyebabkan banjir dan tanah longsor melanda
beberapa kota di jalur Pantura pulau Jawa. Jalur transportasi terputus akibat rusaknya
beberapa jembatan. Seluruh penerbangan menuju Semarang dialihkan dan dibatalkan.

31 - KM Citra Mandala Bahari tenggelam di Selat Rote; sedikitnya 50 hilang dan 110
orang berhasil diselamatkan.

Februari

4 - Larangan merokok di tempat umum mulai diberlakukan di provinsi DKI Jakarta


berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Nomor 75 Tahun 2005.

7 - Said Agil, mantan Menteri Agama Indonesia, divonis 5 tahun penjara dalam kasus
korupsi Dana Abadi Umat.

7 - Para peneliti mengumumkan penemuan puluhan spesies satwa dan tumbuhan baru di
sekitar Pegunungan Foja, Papua.

11 - Adam Air dengan nomor penerbangan 728 mendarat darurat di Bandara Tambolaka,
Nusa Tenggara Timur setelah mengalami kerusakan total sistem navigasi dan komunikasi
selama tiga jam.

13-15 Februari - tujuh anggota Bali Nine divonis hukuman seumur hidup dan dua dijatuhi
hukuman mati. Setelah melalui banding dan kasasi akhirnya tujuh dijatuhi hukuman mati
dan dua seumur hidup

17 - Gerakan nasional toilet umum bersih dicanangkan Departemen Kebudayaan dan


Pariwisata, dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, dan
Bandara Ngurah Rai Denpasar.

20 - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan terdakwa ECW Neloe, I Wayan


Pugeg, dan M. Sholeh Tasripan dari tuntutan 20 tahun penjara terkait kasus korupsi Bank
Mandiri yang merugikan negara Rp160 miliar.

21 - Banjirdan tanah longsor kembali melanda Kota Manado setelah sebelumnya telah
terjadi pada tanggal 13 dab 19 Februari. Bencana tersebut telah menelan korban
sedikitnya 31 orang.

21 - Terjadi bentrokan dan penembakan saat aparat TNI, Polisi, dan satpam PT Freeport
Indonesia mengusir warga setempat yang melakukan pendulangan emas di kali Kabur
Wanamon. Warga kemudian menduduki jalan masuk Freeport di Tembagapura, Papua.

22 - Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin


Temenggung ditetapkan Jaksa Penyidik di Kejaksaan Tinggi DKI untuk ditahan.

23 - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali membebaskan terdakwa kasus dugaan


korupsi, yaitu pimpinan PT Cipta Graha Nusantara selaku debitor Bank Mandiri: Edyson
(direktur utama), Saiful Anwar (komisaris utama), dan Diman Ponijan (direktur
keuangan).

24 - Pemerintah DKI Jakarta memulai inspeksi dan pemusnahan unggas yang terindikasi
terjangkit flu burung.

27 - Dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) putaran IV, balita di 33 provinsi Indonesia
divaksinasi cuma-cuma guna memberikan kekebalan terhadap virus polio liar.

27 - Arkeolog menemukan apa yang diyakini sebagai sisa-sisa peradaban yang hilang
tersapu letusan gunung Tambora pada 10 April 1815. Penjelajah Belanda dan Inggris
yang mengunjungi tempat itu pada awal 1800-an terkejut mendengar penduduk di sana
menggunakan bahasa yang sangat berbeda dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain di
Nusantara.

Maret

3 - Atap kereta api penumpang nomor KA 907 jurusan Rangkasbitung, Banten menuju
Jakarta runtuh saat memasuki Stasiun Kebayoran Lama. Puluhan penumpang terluka.

7 - Catatan tahunan Komisi Nasional Perempuan menunjukkan terjadinya peningkatan


kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga sepanjang 2005 sebanyak 82%
dibanding tahun 2004.

8 - Hari Perempuan Internasional diperingati di berbagai kota di Indonesia dengan


demonstrasi menolak diskriminasi, pemiskinan, dan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi

10 - Sebuah bom meledak di desa Toini, daerah transmigran, sekitar 30 km dari kota
Poso, Sulawesi Tengah. Pelaku pengeboman di daerah itu selama ini belum terungkap.

16 - Tiga petugas polisi dan seorang intel TNI tewas, serta puluhan orang terluka akibat
bentrokan terkait demonstrasi penolakan PT. Freeport Indonesia di depan Universitas
Cendrawasih, Jayapura.

20 - Aktivitas di empat pelabuhan besar di Indonesia lumpuh selama 21 jam akibat aksi
mogok kerja yang dilakukan anggota Organda Unit Angkutan Barang Khusus Pelabuhan
untuk memprotes pengenaan PPN terhadap jasa angkutan darat di jalan dan air. Aksi ini
akhirnya dihentikan setelah pemerintah memenuhi tuntutan para pemogok.

24 - Pemerintah Indonesia menarik duta besarnya di Australia sebagai protes atas


keputusan Australia memberikan visa kepada 42 warga Papua. Tindakan ini diputuskan
dalam rapat koordinasi polkam hari Jumat seperti dijelaskan Menkopolhukam Widodo
A.S.

April

3 - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Barnabas Suebu - Alex Hesegem
ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah Papua.
Barnabas-Alex meraih 354.000 suara, disusul oleh Lukas Enembe dengan 333.000 suara.

5 - Puluhan ribu buruh melakukan demonstrasi serentak di Jakarta dan kota-kota lain
menolak revisi UU Ketenagakerjaan No 13/2003.

7 - Majalah Playboy versi Indonesia mulai beredar walaupun ditentang berbagai pihak.

9 - Indosiar merencanakan untuk menghentikan penayangan acara Republik BBM,


setelah pertemuan para pimpinan stasiun TV dengan wapres Jusuf Kalla tanggal 7 April.

10 - Kota Padang dan sejumlah kota di Sumatera Barat diguncang gempa berkekuatan 5,5
Skala Richter. Diperkirakan pusat gempa berada 80 km barat laut dari Kota Padang, atau
di sekitar epulauan Mentawai.

11 - WC kering ramah lingkungan yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan


Indonesia diperkenalkan di Jepara, Jawa Tengah. Teknologi tersebut diharapkan dapat
menjadi solusi untuk daerah-daerah krisis air bersih di Indonesia.

12 - Gedung kantor redaksi Playboy Indonesia di Jakarta dilempari batu saat Front
Pembela Islam berunjuk rasa menuntut penutupan majalah tersebut.

12 - Status gunung Merapi ditingkatkan menjadi status siaga. Kemungkinan besar gunung
tersebut akan meletus.

15 - Dua kereta api tujuan Surabaya, yaitu KA Ekonomi Kertajaya dari Stasiun Pasar
Senen dan KA Eksekutif Sembrani dari Stasiun Gambir bertabrakan dini hari, persis di
Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Korban tewas dilaporkan 13 orang.

17 - Perahu layar motor "Batista" tenggelam di perairan Rote, Nusa Tenggara Timur.
Sebagian besar penumpang selamat dan hanya satu yang belum diketahui nasibnya.

18 - Aktivitas Merapi meninggi dengan guguran lava, gempa multifase, dan gempa
vulkanik. Warga di sejumlah desa sekitarnya mulai berkemas sebagai persiapan evakuasi.

18 - KRL Ekspres Pakuan menabrak sebuah metromini di Kalibata, Jakarta Selatan.


Tujuh penumpang Metromini tewas.

19 - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengingatkan pemerintah bahwa


salah satu hutan gambut terbesar di dunia yang ada di Kampar, Riau akan musnah apabila
penebangan dan konversi lahan gambut menjadi Hutan Tanaman Industri terus
berlangsung.

20 - Kapal utama Greenpeace, Rainbow Warrior, merapat di Jakarta setelah sebulan


berlayar di perairan Indonesia dalam rangka patroli pelestarian hutan.

20 - Sedikitnya 16 orang tewas dalam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten
Trenggalek, Jawa Timur.

21 - Majelis banding Pengadilan Tinggi Jakarta tetap memvonis 14 tahun penjara


Pollycarpus Budihari Priyanto, yang dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan
Munir.

22 - Ribuan orang turut serta dalam pawai budaya di Jakarta untuk menolak Rancangan
Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi. Pawai bertema "Bhinneka Tunggal Ika"
ini dimeriahkan aksi budaya daerah-daerah di Indonesia.

28 - Kerusuhan terjadi di Dili, ibu kota Timor Timur. Sedikitnya dua orang terbunuh dan
28 orang luka-luka setelah ratusan mantan tentara dan pendukungnya mengamuk.

29 - Jam malam dan perintah tembak di tempat diberlakukan di Kabupaten Tuban, Jawa
Timur, menyusul kerusuhan sebagai buntut pemilihan kepala daerah.

29 - Dua tersangka teroris dari kelompok Noordin M. Top tewas dalam tembakmenembak dengan polisi di desa Binangun, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.
Dua orang lainnya tertangkap.

Mei

3 - Aksi buruh menuntut dibatalkannya revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan yang dilakukan di depan Gedung DPR/MPR berakhir dengan bentrokan
yang terjadi dengan aparat kepolisian. Kemarahan terjadi akibat dari ketidakpuasan para
buruh terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh pemerintah.

5 - Sedikitnya terjadi empat kali guguran lava pijar di Gunung Merapi, Jumat (5/5)
dinihari. Lava pijar menuju Kaliurang sejauh 200-an meter. Guguran lava mulai muncul
di Gunung Merapi sejak tanggal 4

8 - Wakil Presiden Jusuf Kalla dilaporkan ke Kepolisian Metro Jakarta Raya hari ini.
Pelapornya Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi
(PB HMI MPO) menuduh Jusuf Kalla memprovokasi buruh pada aksi 3 Mei lalu.

9 - Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB, sebuah lembaga
baru untuk menggantikan Komisi HAM PBB. Indonesia mendapatkan dukungan 165
negara dari 191 negara anggota PBB.

10 - Mahkamah Agung menolak peninjauan kembali kedua yang diajukan terpidana


kerusuhan Poso, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu.

11 - Dua puluh satu elemen nasionalis yang tergabung dalam JPN melakukan aksi pawai
budaya menolak disahkannya RUU APP. Aksi pawai dilakukan dengan menyusuri jalan
Sudirman menuju gedung DPR, Senayan.

12 - Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan tentang Surat


Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang
isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto. SKPP itu
dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006.

12 - Peringatan sewindu Tragedi Trisakti, mahasiswa dari berbagai elemen melakukan


demonstrasi menuju kediaman Soeharto di Jl.Cendana dan di depan gedung DPR/MPR.

12 - Kota Jakarta diguncang gempa. Getarannya dapat dirasakan di gedung-gedung tinggi


di seputar Jakarta Pusat.

13 - Status gunung Merapi ditingkatkan menjadi status awas. Peningkatan status ini
terjadi setelah muncul awan panas dari puncak gunung merapi.

14 - Sebelas penggali pasir yang terkubur hidup-hidup di desa Nyalindung, Cipatat,


Kabupaten Bandung, ditemukan tewas.

16 - Agama Konghucu memperoleh pengakuan resmi di Malang, Jawa Timur ketika


pemeluknya diizinkan mencantumkan agama mereka di KTP. *16 - Sebagai tanggapan
terhadap rencana pemerintah untuk menutup kasus pengadilan mantan Presiden Soeharto,
para aktivis prodemokrasi mendeklarasikan Gerakan Masyarakat Adili Soeharto di
Kantor Kontras, Jakarta.

21 - Unjuk rasa terjadi di sejumlah daerah di Indonesia oleh sejumlah ormas Islam yang
menuntut disahkannya RUU APP. Sementara di Bali terjadi unjuk rasa menolak RUU
APP.

26 - Kondisi keamanan di Timor Timur yang sedang memburuk menyebabkan Presiden


Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan penutupan sementara pintu perbatasan
darat Timor Timur dengan Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

27 Mei - Gempa bumi hebat kembali terjadi di Indonesia, kali ini mengenai kawasan
Yogyakarta dan sekitarnya di pulau Jawa dan mengakibatkan enam ribu orang lebih
meninggal dunia. (Lihat pula: Gempa bumi Yogyakarta Mei 2006)

Sejak 27 Mei - Lumpur Lapindo - Banjir lumpur panas melanda Sidoarjo hingga saat ini
masih belum dapat ditanggulangi

30 - Gempa tektonik mengguncang Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua.


Gempa yang berpusat pada 115 kilometer timur laut Wamena dan berada pada kedalaman
laut 33 kilometer berkekuatan 6 Skala Richter (SR). Beberapa saat kemudian, kota
Padang dan sejumlah kota di Sumatera Barat juga diguncang gempa berkekuatan sedang.
Tidak ada korban jiwa dalam kedua gempa ini.

31 Mei - 4 Juni - Indonesia Terbuka 2006 diselenggarakan di Surabaya. Indonesia


memenangkan emas di tunggal dan ganda putra

Juni

1 - Sebanyak 124 pohon di Kebun Raya Bogor yang banyak di antaranya berusia di atas
seratus tahun tumbang akibat angin kencang dan badai yang melanda Bogor. Hujan badai
juga menyebabkan lima belas rumah rusak berat (di antaranya rata dengan tanah), satu
jembatan putus di Kelurahan Kebon Jahe, 54 rumah rusak ringan di Kelurahan Paledang,
dan lima rumah rusak berat di Kelurahan Empang, serta belasan mobil rusak.

1 - Hujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari
belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Muntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini.

4 - Aktivitas Gunung Merapi lampaui status awas. Kepala BPPTK DIY Ratdomo Purbo
menjelaskan bahwa dua hari terakhir ini volume lava di kubah Merapi memenuhi seluruh
kapasitas kubah merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru akan langsung keluar
dari kubah Merapi.

8 - Gunung Merapi menyemburkan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah
lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Semburan
awan panas sejauh lima km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan
menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten
Sleman.

12 - Dalam sidang putusan praperadilan Soeharto, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta


Selatan Andi Samsan Nganro menyatakan bahwa SKP3 Soeharto tidak sah menurut
hukum dan tuntutan terhadap HM Soeharto tersebut dibuka dan dilanjutkan.

13 - Semburan lumpur panas di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari ke14 semakin tidak terkendali dan belum ada tanda-tanda mereda. Lumpur panas telah
merendam 45 hektar sawah dan tambak, pemukiman penduduk di tiga desa, tujuh pabrik,
dan sebagian jalan tol. Penduduk semakin banyak yang mengungsi.

14 - Abu Bakar Ba'asyir, terpidana konspirasi serangan bom Bali 2002, selesai masa
tahanannya dan dibebaskan dari LP Cipinang, Jakarta.

16 - Sidang kasus suap terhadap Mahkamah Agung dengan terdakwa Harini Wiyoso
diwarnai aksi walk out salah seorang kuasa hukum terdakwa yang kecewa karena
persidangan telah melewati masa 90 hari. Sebelumnya sidang sempat tertunda sebanyak
enam kali karena ketua majelis tidak menyetujui pemanggilan saksi Bagir Manan.

20 - Banjir dan longsor melanda sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Genangan air,
longsoran tebing, dan jembatan putus mengakibatkan beberapa kabupaten terisolasi.
Dilaporkan sedikitnya 38 orang tewas, puluhan lainnya dinyatakan hilang.

29 - Setelah beberapa hari terakhir merendam dua ribu rumah di Kecamatan Katingan
Tengah, banjir luapan Sungai Katingan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah,
mengalir ke hilir, terutama ke Kecamatan Pulau Malan dan Tewang Sangalang Garing,
dan mulai menggenangi ruas jalan trans-Kalimantan di Kereng Pangi Kilometer 10,
Katingan Tengah, yang menghubungkan kota Palangkaraya dengan Sampit, Kabupaten
Kotawaringin Timur.

11 - UU Kewarganegaraan dan UU Pemerintahan Aceh disetujui DPR.

13 - Tujuh orang tewas dan tiga orang luka berat akibat carok massal di Desa Bujur
Tengah, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Jumlah

Juli

korban diduga masih akan bertambah, karena banyak korban yang melarikan diri
meskipun dalam keadaan luka.

17 - Sebuah tsunami yang disebabkan oleh gempa bawah laut menewaskan lebih dari 668
orang, 287 hilang dan 74.100 orang lainnya kehilangan tempat tinggalnya di bagian
selatan Jawa. (Lihat pula: Gempa bumi Jawa Juli 2006)

24 - Gempa bumi dengan kekuatan 6,6 SR menghantam selatan Gorontalo. Gempa


tersebut tidak menimbulkan tsunami walaupun sempat diduga berpotensi sebaliknya oleh
BMG.

26 - Stadion Menteng yang didirikan pada 1921 dan berdasarkan Surat Keputusan
Gubernur Jakarta Tahun 1975 telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan cagar budaya
yang harus dilindungi, dirobohkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Agustus

5 - Penyelenggaraan Miss Indonesia 2006

11 - Pada detik-detik terakhir menjelang pelaksanaan hukuman mati atas tiga tertuduh
kasus Poso (Fabianus Tibo, Marinus Riwu dan Dominggus da Silva), pemerintah
Indonesia mengeluarkan perintah penundaannya. Penundaan ini datang beberapa jam
setelah Paus Benediktus XVI mengeluarkan imbauan khusus kepada Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono.

12 - Sebuah gempa susulan kembali menerpa Sibolga, Sumatera Utara, namun tidak
menimbulkan korban jiwa.

25 - Penyelenggaraan Puteri Indonesia 2006

September

6 - Ledakan bom terjadi di Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso,
Sulawesi Tengah, menewaskan seorang warga.

7 - Aktivis hak asasi manusia dan keluarga para korban pelanggaran HAM memperingati
dua tahun kematian Munir, sekaligus peringatan Hari Pembela HAM Indonesia. Acara
yang juga dihadiri utusan Amnesty International ini berlangsung di Tugu Proklamasi
Jakarta.

8 - Indonesia menuntut akses kepada Hambali, yang disebut-sebut sebagai tangan kanan
Osama bin Laden di kawasan itu, setelah mendapatkan konfirmasi dari Washington
bahwa ia masih hidup dan dipindahkan ke Teluk Guantanamo, Kuba.

18 - Para ilmuwan dari Conservation International menemukan sejumlah spesies baru di


perairan Irian Jaya Barat, di daerah Kepala Burung, antara lain ikan hiu yang berjalan
dengan siripnya, dan udang yang tampak seperti belalang sembah. Tim itu juga
memperingatkan bahwa binatang-binatang di daerah itu sangat terancam, karena nelayan
menggunakan dinamit dan racun sianida untuk menangkap ikan.

20 - Pejabat-pejabat Indonesia mengatakan ribuan polisi dikerahkan di Poso dalam


mengantisipasi berbagai kemungkinan sehubungan dengan rencana eksekusi terhadap
Fabianus Tibo, Marinus Riwu, dan Dominggus da Silva yang dituduh bersalah dalam
penyerangan kepada kelompok Muslim pada Mei 2000. Eksekusi akan dilaksanakan pada
Jumat dini hari mendatang.

22 - Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu dieksekusi mati sehubungan
dengan kerusuhan Poso yang sarat dengan muatan politis. Eksekusi tersebut ditentang
luas dan menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Oktober

2 - Asap dan abu dari hutan-hutan yang dibakar di Indonesia menutupi bagian barat
Indonesia, dan menyebabkan memburuknya kualitas udara di Singapura dan Malaysia.

4 - Mahkamah Agung menyatakan Pollycarpus Budihari Priyanto tidak terbukti


melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir. Dalam putusan kasasinya, MA hanya
menghukum Pollycarpus dua tahun penjara karena terbukti menggunakan surat palsu.

12 - Pemerintah Indonesia berjanji akan segera meratifikasi Persetujuan ASEAN tentang


Pencemaran Asap Lintas-Batas menyusul kabut asap tahunan dari Indonesia yang
kembali menyelimuti negara tersebut dan tetangganya, Malaysia dan Singapura.

12 - Indonesia melunasi seluruh sisa utangnya sebesar US$3,2 miliar kepada IMF, empat
tahun lebih awal dari jadwal.

12 - Wabah penyakit chikungunya di Kelurahan Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok


telah menjangkiti sedikitnya 117 orang. Sebagian besar penderita adalah warga RT
02/RW 04, yang berjumlah 56 orang.

16 - Indonesia, Italia, Afrika Selatan, dan Belgia terpilih sebagai anggota tidak tetap
Dewan Keamanan PBB untuk periode 2 tahun dan mulai bertugas sejak 1 Januari 2007.

16 - Pdt. Irianto Kongkoli, MTh, Sekretaris Umum Majelis Sinode Gereja Kristen
Sulawesi Tengah (GKST) tewas ditembak orang tidak dikenal di Palu, masih terkait
dengan kerusuhan agama yang berlangsung di Palu.

17 - Kejaksaan Agung Republik Indonesia mulai menayangkan foto dan menyebarkan


data para buronan tindak pidana korupsi yang putusan perkaranya telah berkekuatan

hukum tetap. Data dan foto 14 belas koruptor tersebut direncanakan ditayangkan di
televisi dan media massa dengan frekuensi seminggu sekali.

19 - Biaya menghentikan banjir lumpur di Sidoarjo dan membersihkannya diperkirakan


akan mencapai setidaknya AS$180 juta, sementara biaya akhirnya diduga akan jauh lebih
besar lagi.

27 - Jembatan gantung yang berada di lokasi wisata Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
nyaris ambruk akibat baut di salah satu penyangganya lepas. Untuk mengamankan
keseimbangan, petugas menopang jembatan dengan bambu.

30 - Tommy Soeharto dibebaskan bersyarat dari penjara setelah mendapatkan remisi


enam minggu pada perayaan Idul Fitri.

November

6 - Bank Indonesia memperkirakan cadangan devisa dalam mata uang asing mencapai
sekitar 47 miliar Dolar Amerika pada akhir tahun 2007 atau lebih tinggi dari perkiraan
sebelumnya yang hanya diperkirakan 39,5 miliar Dolar Amerika.

7 - Kabut asap masih pekat meski Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sempat
diguyur hujan. Jarak pandang pun hanya 50 meter.

11 - Bom meledak di sebuah restoran A&W di Jakarta Timur. Seorang laki-laki terluka
dalam ledakan itu dan dirawat di sebuah rumah sakit terdekat. Motif peledakan ini belum
diketahui.

12 - Muhamad Nuh, korban yang dirawat akibat ledakan bom di Jakarta Timur, diduga
adalah pelaku pengeboman tersebut.

20 - Presiden Yudhoyono beserta anggota kabinet dan 9 tokoh sipil bertemu dengan
Presiden AS George W. Bush yang berkunjung ke Bogor, Jawa Barat.

22 - Pipa gas Pertamina yang berada di bawah luberan lumpur Lapindo Brantas di
Porong, Sidoarjo meledak, disusul jebolnya sejumlah titik tanggul penahan lumpur.
Akibatnya lima orang tewas dan belasan luka bakar cukup parah. Kobaran api yang
sangat besar menyala di titik ledakan dekat Km 38 Jalan Tol Porong-Gempol.

29 - Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Ternate, Maluku
Utara dan Manado, Sulawesi Utara.

Desember

8 - DPR-RI menyetujui 16 RUU tentang pembentukan 16 kabupaten dan kota baru di


sejumlah provinsi.

11 - Pilkada memilih gubernur dan 19 bupati/walikota secara serentak digelar di


Nanggroe Aceh Darussalam, sebagai lanjutan dari perjanjian damai 2005. Mantan
pemimpin separatis Irwandi Yusuf terpilih sebagai gubernur Aceh.

20 - Konser grup musik Ungu di Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah, merenggut


korban: 10 orang tewas karena terinjak-injak dan bertabrakan dengan penonton keluar
dan masuk. Selain terinjak-injak, mereka juga meninggal karena terperosok ke dalam
parit di dekat pintu stadion.

30 Desember - KMP Senopati Nusantara yang mengangkut 800-an penumpang dan 25


anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang. Kapal ini hilang sekitar utara Pulau
Mundanika, Kalimantan Selatan. Baru ditemukan 117 orang yang selamat. (Lihat pula:
Musibah KM Senopati Nusantara)

2007
Januari

1 Januari - Malam tahun baru terjadi musibah Adam Air Penerbangan 574 yang hingga
kini masih menyisakan misteri. Seluruh penumpang dan awak pesawat tidak pernah
diketemukan jenasahnya dan dianggap meninggal.

16 Januari - rangkaian kereta api Bengawan jurusan Solo-Tanahabang terputus di


Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lima orang penumpang
dilaporkan tewas, ratusan lainnya luka-luka akibat insiden ini.

Februari

sejak 1 Februari - Banjir di ibu kota Jakarta menewaskan lebih dari delapan puluh orang
dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi. (Lihat pula: Banjir Jakarta 2007)

18 Februari - Terjadi bencana angin lesus yang menerjang kawasan Lempuyangan,


Yogyakarta yang berlangsung selama sekitar 15 menit. Akibat angin ini, ratusan rumah,
pohon, kabel listrik, dan papan reklame porak-poranda diterjang angin bahkan
menyebabkan lebih dari 30 orang terluka. (Lihat pula: Lesus Lempuyangan Februari
2007)

22 Februari - Sedikitnya 25 orang tewas setelah KM Levina I jurusan Tanjung Priok


Pangkal Balam, Bangka yang mengangkut 291 penumpang terbakar di Selat Sunda.[3]. 4
orang di antaranya tewas saat melakukan investigasi pada bangkai kapal pada tanggal 25
Februari. Mereka tewas saat bangkai kapal tersebut tenggelam.

Maret

6 Maret - Terjadi gempa bumi di Padang, Sumatera Barat. (Lihat pula: Gempa bumi
Sumatera Barat Maret 2007)

7 Maret - Kecelakan pesawat yang membawa korban jiwa kembali terjadi. Kali ini
Garuda Indonesia Penerbangan 200 meledak ketika mendarat menyebabkan 22
penumpangnya meninggal

April

21 April - Kereta api Serayu jurusan Senen-Kroya anjlok di Garut, Jawa Barat. Sebanyak
tiga gerbong jatuh ke jurang sedalam 30 meter yang ada di pinggiran rel kereta. 40 orang
terluka serta 6 orang lainnya luka berat

Mei

7-13 Mei - Indonesia Terbuka 2007 diadakan di Istora Senayan, Jakarta. Indonesia gagal
memenangkan medali emas.

30 Mei - Insiden Alastlogo di Pasuruan, Jawa Timur akibat sengketa tanah antara militer
dan petani.

Juni
Polisi menangkap Zarkasih dan Abu Dujana, yang dituduh mengepalai gerakan militan JI
Juli

5 Juli - Miss Indonesia 2007

11 Juli - KM Sinar Madinah tenggelam di perairan Laut Selatan Kabupaten Dompu, Nusa
Tenggara Barat. Kapal tenggelam setelah dihempas gelombang setinggi lima meter. Tujuh
orang awak kapal sempat terlilit jaring, namun enam orang berhasil menyelamatkan diri.
Seorang anak buah kapal hilang bersama jaring yang melilit dirinya.

11 Juli - KM Wahai Star yang mengangkut sekitar 100 penumpang dan ribuan ton hasil
bumi dari Leksula tujuan Ambon tenggelam di perairan antara Pulau Buru dan Ambon.
(Lihat pula: Musibah KM Wahai Star)

Agustus
Kelompok Islam Hizb ut-Tahrir menyelenggarakan konferensi internasional yang menyerukan
didirikannya kekalifahan tunggal di dunia Islam.

3 Agustus - Puteri Indonesia 2007

8 Agustus - Pilkada DKI Jakarta 2007, pemenangnya adalah Fauzi Bowo dan Prijanto
dengan perolehan 2.109.511 suara (57,87%)

September

12 September - Terjadi gempa bumi lepas pantai di dekat provinsi Bengkulu. (Lihat pula:
Gempa bumi Bengkulu 2007)

Oktober

18 Oktober - KM Asita III tenggelam di perairan Selat Kadatua, sekitar 10 mil dari Kota
Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, 125 orang selamat, sedikitnya 31 orang
meninggal dunia, dan 35 lainnya hilang.

Desember
Zarkasih yang dituduh mengepalai gerakan militan JI mulai disidangkan di Jakarta
26 Desember - Indonesia menggalakkan Tahun Kunjungan Indonesia 2008

2008
Januari

27 Januari - Mantan presiden Soeharto meninggal dunia karena komplikasi kesehatan.

14 Februari - Pendirian tvOne menggantikan Lativi yang mengudara pertama kali siaran
televisi diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia adalah Susilo Bambang
Yudhoyono.

20 Februari - Sebuah gempa bumi dan disusul oleh dua gempa susulan melanda
Kabupaten Simeulue, Aceh. Penduduk Aceh yang masih trauma dengan Tsunami 2004
ketakutan akan adanya tsunami.

April

13 April - Pilkada Jabar terdiri dari 3 pasangan, pemenangnya adalah Ahmad Heryawan
dan Dede Yusuf

Mei
Presiden SBY mengumumkan rencananya untuk Indonesia mundur dari Organisasi Pengekspor
Minyak Sedunia karena impor minyak Indonesia sudah lebih besar dari jumlah ekspornya serta
produksi minyak yang gagal. Terjadi demonstrasi atas rencana pemerintah menaikkan harga
minyak untuk mengurangi subsidi pemerintah.

13 Mei - Kontes Putri Indonesia diselenggarakan untuk kali keempat. (Lihat pula: Miss
Indonesia 2008)

Juni

1 Juni - Insiden Monas - memicu aksi protes terhadap kekerasan secara nasional.

Juli
Laporan akhir oleh komisi gabungan Indonesia dan Timor Leste menyalahkan Indonesia atas
pelanggaran HAM. Presiden SBY menyampaikan "penyesalannya yang mendalam".

5-17 Juli - Pekan Olahraga Nasional XVII diselenggarakan di Kalimantan Timur

Agustus

8 Agustus - Aora TV diluncurkan mengudara pertama kali siaran televisi berlangganan di


Jakarta. Produk pertama yang ditawarkan adalah paket perdana terbatas Olimpiade
Beijing 2008, yang terdiri dari 10 kanal, 3 lokal dan 7 internasional. 4 kanalnya
dikhususkan untuk siaran-siaran Olimpiade non-stop. Paket yang ditawarkan setelah Aora
TV berhasil memperoleh hak siar Liga Utama Inggris di Indonesia untuk musim 20082009 yang semula dimiliki oleh Astro Nusantara adalah Paket Liga Utama Inggris.
Pecahnya kerjasama Astro All Asia Networks plc dan PT First Media Tbk (bagian dari
Grup Lippo) dalam PT Direct Vision, operator Astro Nusantara, dimanfaatkan oleh Aora
TV untuk mendapatkan lisensi penyelenggaraan siaran Liga Utama Inggris di Indonesia.

8-24 Agustus - Indonesia turut berlaga dalam Olimpiade Beijing 2008. Indonesia berhasil
memperoleh 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, yang membuat tradisi emas Indonesia
sejak 1992 tetap terjaga. (Lihat pula: Indonesia pada Olimpiade 2008)

15 Agustus - Puteri Indonesia 2008

17 Agustus - Merangka peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Hari Kemedekaan
Republik Indonesia yang ke-63 dari halaman Istana Merdeka letaknya menghadap ke
Taman Jakarta Monumen Nasional (Monas) Jalan Medan Merdeka Utara, Kawasan
Gambir, Jakarta Pusat. dibacakan oleh Presiden Republik Indonesia adalah Susilo
Bambang Yudhoyono yang didampingi oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia adalah
Prabowo Subianto Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi
Bendera Indonesia (Sang Saka Merah Putih) yang dijahit oleh upacara penaikan bendera
mulai pukul 09:00 sampai 12:00 WIB dan upacara penurunan bendera mulai pukul 17:00
sampai 19:00 WIB. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu kebangsaan dari
Indonesia disebut Indonesia Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih
disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.

18 Agustus - Liputan 6 punya perhelatan. Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya


studio siaran baru, station ident siaran baru dan logo siaran baru Liputan 6 diluncurkan.
Dalam sambutannya, Pemimpin Redaksi Liputan 6 adalah Rosianna Silalahi mengatakan,
Studio kami rancang terintegrasi dengan newsroom. Tidak terpisah. Dengan begitu,
siaran tak hanya bisa dilakukan di studio, tapi juga di sejumlah titik di newsroom Liputan
6. Ia menambahkan, peluncuran studio ini akan menyertai langkah Liputan 6 untuk terus
mempertahankan prestasi dan menjadi bagian terbaik dari SCTV. Dalam sambutannya,
Penyiar Redaksi Liputan 6 adalah Ajeng Kamaratih, Direktur Utama SCTV adalah Fofo
Sariaatmadja mengatakan, pola integrasi antara studio dan newsroom merupakan
terobosan Liputan 6. Itulah yang kami sebut kreatif, berani mencoba sesuatu yang
baru. Liputan 6 tak asing dengan terobosan. Satu contoh, misalnya, sejak beberapa waktu
silam para penyiar di siaran akhir pekan selalu menggunakan batik. Perubahan juga
terjadi pada wajah Liputan6.com. Menurut Arief Suditomo, perubahan itu
memperlihatkan tekad Liputan 6 untuk melanjutkan konvergensi antara traditional media
dengan new media. Jika sebelumnya elemen biru begitu mendominasi, tampilan baru
Liputan6.com menyajikan sapuan oranye yang dominan, sebagaimana studio dan logo
baru Liputan 6.

September

15 September - Tragedi Pasuruan - pembagian zakat yang menimbulkan 21 korban jiwa.

30 September-1 Oktober - Merangka peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan 30


September yang ke-43 dari halaman Istana Merdeka letaknya menghadap ke Taman
Jakarta Monumen Nasional (Monas) Jalan Medan Merdeka Utara, Kawasan Gambir,
Jakarta Pusat. dibacakan oleh Presiden Republik Indonesia adalah Susilo Bambang
Yudhoyono yang didampingi oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia adalah Prabowo
Subianto Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi Bendera
Indonesia (Sang Saka Merah Putih) yang dijahit oleh upacara penaikan bendera mulai
pukul 19:00 sampai 21:00 WIB yang pada tanggal 30 September. dan upacara penurunan
bendera mulai pukul 23:00 sampai 01:00 WIB yang pada tanggal 1 Oktober. Setelah
bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu kebangsaan dari Indonesia disebut Indonesia
Raya. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu
Monumen Nasional.

Oktober

1-5 Oktober - Idul Fitri (Bahasa Arab: du l-Fitr) adalah hari raya umat Islam
yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1
Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya
Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari
penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal selama 5-hari juga bervariasi, sehingga
boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang
berbeda. Pada tanggal 1 Syawal selama 5-hari, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan
menyelenggarakan Salat Ied bersama-sama di masjid-masjid, di tanah lapang, atau
bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area ibadahnya tidak cukup
menampung jamaah.

20 Oktober - PT Direct Vision selaku pemegang hak siar televisi berlangganan Astro
sudah tidak menyiarkan lagi tayangan Astro Nusantara di Indonesia yang berhenti siaran
tamat yang penutup mengudara terakhir kali operasional bangkrut dari Jakarta.

November

9 November - Trio terpidana mati Bom Bali 2002, Amrozi, Ali Gufron, dan Imam
Samudera dieksekusi pada pukul 00.15 WIB di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

2009
April

9 April - Pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD dilakukan secara serentak di
seluruh Indonesia. Pemenangnya adalah Partai Demokrat, Golkar dan PDIP.

Mei

4 Mei - Antasari Azhar, Ketua KPK dianggap sebagai tersangka dalam kasus
pembunuhan Direksi PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen.

Juni

Juli

5 Juni - Miss Indonesia 2009

12 Juni - Sebuah helikopter Puma milik TNI-AU jatuh di Bogor hingga menyebabkan 4
awaknya tewas.

8 Juli - Pemilihan umum presiden dan wakil presiden dilakukan secara serentak di
seluruh Indonesia. Pemenangnya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono
dalam masa jabatan 2009-2014.

17 Juli - Terorisme kembali mengguncang Indonesia, khususnya di Jakarta. Sebuah bom


meledak di dua hotel ternama yaitu JW Mariott dan Ritz Charlton. Peristiwa ini
mengakibatkan 9 orang meninggal dunia dan 53 terluka (termasuk 16 WNA dan 37
WNI). Pelakunya adalah Noordin M. Top dan Ibrohim.

September

2 September - Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter mengguncang wilayah Jawa Barat
bagian selatan yang berpusat di 142 km barat daya Tasikmalaya. Gempa ini
mengakibatkan puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya dilaporkan
mengalami luka-luka, dikarenakan gempa. Gempa ini juga dirasakan hingga Bali. Lalu,
terjadi gempa susulan berkekuatan 4,9 pada Skala Richter pada pukul 16.28 WIB pada
tanggal 2 September 2009. (lihat pula: Gempa bumi Jawa Barat 2009)

7 September - Gempa terjadi di Yogyakarta pada 7 September 2009 berkekuatan 6,8 skala
Richter yang diperkirakan terkait dengan yang terjadi sebelumnya di Jawa Barat. Gempa
ini tidak menimbulkan kerusakan.

30 September - Terjadi kembali gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang


Sumatera Barat, dan mengakibatkan 1.117 orang tewas, 1.214 orang luka berat, 1.688
orang luka ringan dan 1 hilang. (Lihat pula: Gempa bumi Sumatera Barat 2009)

Oktober

9 Oktober - Puteri Indonesia 2009

2010
April

14 April - Kerusuhan terjadi di Koja, tepatnya di areal makam Mbah Priok dan
sekitarnya, melibatkan Satpol PP dan warga, mengakibatkan sedikitnya tiga orang tewas
dan ratusan luka-luka.

Mei

Juni

1 Mei - Dimulainya Sensus Penduduk Indonesia 2010. Awalnya sensus ditargetkan


selesai pada 31 Mei 2010. Namun pada tanggal 31 Mei 2010, BPS memperpanjang waktu
sensus hingga tanggal 15 Juni 2010.[1][2]

1 Juni - Kontes Putri Indonesia diselenggarakan untuk kali keenam (Lihat pula: Miss
Indonesia 2010)

29 Juni - Sebuah kecelakaan menimpa Kereta Api Logawa jurusan Purwokerto-Jember


yang terjadi di antara wilayah Saradan - Wilangan. Kecelakaan ini mengakibatkan 6
penumpang tewas dan 73 penumpang lainnya luka-luka.

Agustus

18 Agustus - Sebuah perampokan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara yaitu di Bank
CIMB Niaga cabang Medan Aksara Jl. AR Hakim, Medan. Bank ini disatroni kawanan
perampok berjumlah kurang lebih 16 orang dan perampok sadis yang menewaskan
seorang Brimob itu pun masih diburu.

September.

12 September - Terjadi aksi penusukan dan pemukulan terhadap anggota Majelis Gereja
HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi, yakni Pendeta Luspida Simanjuntak dan Sintua
Hasian Sihombing.

26 September - Sebuah bentrokan yang melibatan dua warga terjadi di Kota Tarakan,
Kalimantan Timur.

Oktober

2 Oktober - Sebuah kecelakaan kembali menimpa Kereta Api Argo Bromo Anggrek
jurusan Jakarta-Surabaya yang menabrak Kereta api Senja Utama Semarang jurusan
Jakarta-Semarang. yang diperkirakan terjadi pada pukul 02:48 WIB yang terjadi di
Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Kecelakaan ini mengakibatkan 36 penumpang tewas,
dan 50 penumpang lainnya luka-luka. Selain itu, kecelakaan juga menimpa Kereta api
Bima jurusan Jakarta-Surabaya yang menyerempet gerbong terakhir Kereta api Gaya
Baru pada 2 Oktober 2010 yang diperkirakan terjadi pada pukul 02:35 WIB yang terjadi
di Stasiun Purwosari, Solo,Jawa Tengah dan mengakibatkan 1 orang tewas dan 4 orang
lainnya terluka.

8 Oktober - Puteri Indonesia 2010

14 Oktober - Sebanyak 21 gerbong kereta api terbakar di Stasiun Rangkasbitung, Lebak,


Banten. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dalam peristiwa ini
polisi berhasil menangkap EO, satu dari dua orang yang diduga pelaku pembakaran
tersebut.

25 Oktober - Gempa berkekuatan 7.7 skala Richter disertai tsunami mengguncang


Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Gempa ini mengakibatkan 286 orang tewas, 252
orang luka berat, 200 hilang. (Lihat pula: Gempa bumi Kepulauan Mentawai 2010)

26 Oktober - Gunung Merapi kembali meletus dan melanda daerah di sekitar DI


Yogyakarta dan Jateng yaitu Sleman, Boyolali, Magelang dan Klaten. Peristiwa ini
mengakibatkan sedikitnya 165 orang tewas, termasuk Mbah Maridjan.

November

9 November - Setelah kunjungan empat hari di India, Presiden AS Barack Obama dan
isterinya Michelle Obama mengunjungi Jakarta, Indonesia selama 2 hari. Pukul 16.22
WIB Obama tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk menuju ke Istana
Negara, Jakarta. Kemudian, pada pukul 17.00 WIB Obama tiba di Istana Negara dan
disambut dalam upacara kenegaraan. Lalu, Obama mengadakan pertemuan bilateral
dengan presiden SBY. Pada malam harinya, Obama menginap di Hotel Shangri-La,
Jakarta.

10 November - Pada hari kedua kunjungan Obama ke Indonesia, Obama bersama


isterinya Michelle Obama mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta. Setelah ke Masjid
Istiqlal, Obama mengunjungi ke Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat untuk
memberikan kuliah umum. Lalu, Obama mengunjungi Taman Makam Pahlawan
Kalibata, Jakarta Selatan untuk menghormati pahlawan dengan meletakkan karangan
bunga, tetapi dibatalkan. Kemudian, Obama meninggalkan Jakarta dengan pesawat Air
Force One dari Halim menuju Seoul, Korea Selatan untuk mengikuti KTT G-20.

Desember

27 Desember - Terjadi pertukaran napi yaitu di luar LP Bojonegoro. Salah satu napi yang
ditukar adalah Kasiem. Napi yang ditukar itu menjadi Karni. Kejadian tersebut bermula
saat dia didatangi oleh mantan sopir Kasiem yang meminta tolong terkait vonis bagi
Kasiem.

29 Desember - Indonesia menjadi juara kedua Piala AFF 2010, setelah dikalahkan oleh
Malaysia di babak final dengan skor 4-2.

2011
Januari

28 Januari - Terjadi tabrakan kereta api antara KA Mutiara Selatan dengan KA Kutojaya
Selatan di Stasiun Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat. Dalam peristiwa tersebut
setidaknya tiga orang tewas dan 26 orang lainnya terluka.

28 Januari - Setidaknya 13 orang tewas setelah KMP Teduh Laut II yang mengangkut 438
penumpang dan 31 kru kapal terbakar di 3 mil dari Pelabuhan Merak.

Februari

6 Februari - Terjadi penyerangan oleh warga Cikeusik terhadap jemaah Ahmadiyah di


Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten. Akibat penyerangan ini, diperkirakan
antara tiga atau enam orang tewas, sementara dua mobil, satu motor, dan satu rumah,
hancur diamuk massa.

8 Februari - Aksi anarkis terjadi kembali. Tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah
dibakar massa.

Maret

29 Maret - Seorang nasabah Citibank, Irzen Octa meninggal dunia akibat diduga dibunuh
oleh penagih utang kartu kredit Citibank di kantor Citibank Cabang Menara Jamsostek
Jakarta. Irzen diduga dibunuh lantaran protes terhadap tagihan kartu kreditnya.

April

2 April - Sebuah dana nasabah bank swasta Citibank dibobol oleh Senior Relationship
Manager Citibank N.A Malinda Dee. Kasus tersebut, entah sengaja entah tidak, awalnya
ditutup-tutupi oleh Polri. Pun Citibank lebih banyak tutup mulut soal Melinda yang
mereka sebut "eks-karyawan" Citibank itu.

15 April - Sebuah bom meledak di Masjid Mapolersta Cirebon ketika akan diadakan
Shalat Jumat. Peristiwa ini mengakibatkan seorang pelaku tewas dan 25 orang luka-luka.

21 April - Sebuah bom di jalur pipa gas di Christ Cathedral, Serpong, Tangerang berhasil
digagalkan oleh polisi.

22 April - Seorang juru kamera Global TV ditangkap polisi Jumat 22 April 2011 pagi di
kawasan Jakarta Selatan ditangkap karena diduga meliput secara langsung aksi teroris
tersebut.

Mei

25 Mei - 3 orang polisi tewas akibat ditembak oleh sekawanan perampok di Kantor BCA
Jalan Emisaelan Palu.

Sejarah Reformasi Indonesia


by.Dian Pratama 20/05/2012
Di zaman reformasi ini, agama saja di reformasi orang (pemurnian-tajdid), kenapa kita tidak
memurnikan sejarah. Kenapa kita harus mempertahankan dan mendukung ajaran sesat sejarah
yang sudah jelas kebohongan, penipuannya dan menyesatkan itu. Kenapa kita masih mau
diperbodoh oleh sejarah tanpa rasa kritis sedikitpun. Kenapa kita harus mewariskan kesesatan ini
kepada generasi kita yang akan datang.? Bukankah pertanyaan (kritis) itu adalah pintu ilmu
(pepatah Arab). Bukankah kita di ajar dan dilatih untuk selalu bertanya what, why, when, where,
how?
Pertanyaan: Benarkah Negara Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 Tahun dan oleh
Jepang Selama 3,5 Tahun?
Jawaban: Indonesia tidak pernah dijajah selama 350 tahun., sebab;
1. Negara Indonesia berdiri secara resmi dan sah sejak 17 Agustus tahun 1945 dan Belanda
mengakuinya tahun 1948. Ciri-ciri sebuah negara dalam sains politik antara lain; adanya
pemimpin, ada undang2, ada rakyat, ada wilayah, ada batas negara dan sebagainya. Dan semua
itu belum ada sebelum 1945 di Indonesia
2. Penjajahan Indonesia hanya berlaku sejak 17 Agus 1945 saja yaitu sekitar 3 tahun saja
3. Sebelum 1945 belum ada yang namanya negara Indonesia. Yang ada adalah Hindia Belanda,
kepuluan melayu, Nusantara dan sebagainya.
4. Usia Indonesia sekarang (2012) baru 66 Tahun dan tidak mungkin dijajah selama 350 tahun.

Pertanyaan: Benarkah bangsa Indonesia dijajah selama 350 Tahun?


Jawaban: Bangsa Indonesia tidak pernah dijajah selama 350 tahun sebab;
1. Belum ada yang namanya bangsa Indonesia ketika itu
2. Pulau Jawa dijajah selama 350 tahun mungkin ia, tetapi pulau-pulau lainnya tidak. Semua
daerah tidak sama masanya ditaklukkan oleh Belanda. Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan
sebagainya tidak dijajah dalam tahun yang sama.
3. Tidak ada satu kesatuan ketika itu, tidak ada satu kepemimpinan di kepulauan ini selama 350
tahun itu, yang ada hanya raja-raja seperti di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan
sebagainya yang masing-masingnya dibawah kepemimpinan tersendiri.
Tepatkah Negara Indonesia Disebut Merdeka Tahun 1945?
Kalimat yang tepat Untuk Indonesia pada tahun 1945 adalah KELAHIRAN bukan kemerdekaan.
Karena Belum pernah ada negara yang bernama Indonsia dijajah sebelum tahun 1945. Merdeka
pada tahun 1948 seperti yang diakui oleh Belanda karena selama 3 tahun itulah Indonesia dijajah
adalah lebih tepat lagi -sudah terbentuk negara Indonesia- Dijajah selama 3 tahun dan lalu
merdeka pada tahun 1948.
Mengapa kita harus kaku dan terkongkong disaat pemerintah selama ini gagal dalam
mensejahterakan rakyat, padahal ribuan tahun yang lalu rakyat di kepulauan ini pernah makmur
dibawah kerajaan Aceh, Demak, Sulu dan sebagainya?
Kenapa kita harus fanatik buta dengan negara kesatuan padahal konsep itu tidak pernah
mengeluarkan bangsa dan negara ini dari kongkongan kemiskinan, kebodohan, dan
ketertinggalan yang disebabkan oleh pemerintah yang gagal?
Kenapa kita tidak melihat solusi lain yang juga sah, legal, halal dan terbukti mensejahterakan
rakyat dinegara-negara lain seperti otonomi khusus, federal, kemerdekaan daerah atau apapun
namanya, tetapi masih disebut negara Indonesia seperti yang berlaku di USA yang terdiri dari 50
negara bagian, Australia 6 negara bagian, Venezuela 23 negara bagian, UAE 7 negara bagian,
Malaysia 13 negara bagian dan lain-lain yang lebih 75% negara didunia menganut sitem federal.
Mereka masih tetap dengan bangganya mengatakan saya orang Amerika, Australia, dan
sebagainya. Mereka tidak mengatakan saya orang negara bagian dsbnya.
Ataukah kita sepakat rela, ridho, tawakal saja untuk selamanya sampai hari kiamat merasakan
penderitaan, kesakitan dan penyiksaan ini. Padahal Tuhan telah menganugrahkan kita akal untuk
berpikir realistis dan fleksibel mencari jalan dan cara yang lebih baik dan terbaik untuk
kemakmuran bersama, untuk pembangunan bersama, untuk masa depan bersama. sehingga tidak
terkesan bahwa negara ini hanya milik mereka, dibawah kuasa mereka dan kita-kita ini hanyalah
menompang dan menjadi masyakarat kelas kedua di negara yang menjadi warisan nenek moyang
kita ribuan tahun lamanya ini?

Bukan negara seperti ini yang mau diperjuangkan oleh pahlawan Islam yang berjuang matimatian sampai tetesan darah terakhir seperti Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Tambusai,
Diponegoro, Cut Nyak Din, Raja Haji dll dan jutaan ummat Islam yang berjuang dengan mereka
lainnya.

Kronologi Reformasi 1998

Reformasi merupakan formulasi menuju


Indonesia baru dengan tatanan baru. Buah perjuangan reformasi itu tidak dapat dipetik
dalam waktu yang singkat, namun membutuhkan proses dan waktu. Berikut ini kronologis
singkat dalam perjuangan menegakkan era reformasi 1998:
5 Maret 1998

Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan
penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum
MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI

11 Maret 1998

Soeharto dan BJ Habibie disumpah menjadi Presiden dan Wakil Presiden

14 Maret 199
Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII.
15 April 1998
Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan
ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan berunjukrasa
menuntut dilakukannya reformasi politik.
18 April 1998
Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri
Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun
cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog
tersebut.
1 Mei 1998
Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan
mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.
2 Mei 1998
Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa
dilakukan sejak sekarang (tahun 1998-red).
4 Mei 1998
Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak
( 2 Mei 1998 ) dengan demonstrasi besar- besaran. Demonstrasi itu berubah menjadi kerusuhan
saat para demonstran terlibat bentrok dengan petugas keamanan. Di Universitas Pasundan
Bandung, misalnya, 16 mahasiswa luka akibat bentrokan tersebut.
5 Mei 1998
Demonstrasi mahasiswa besar besaran terjadi di Medan yang berujung pada kerusuhan.
9 Mei 1998
Soeharto berangkat ke Kairo, Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G -15. Ini merupakan
lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.
12 Mei 1998
Aparat keamanan menembak empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai.
Keempat mahasiswa tersebut ditembak saat berada di halaman kampus.
13 Mei 1998
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi datang ke
Kampus Trisakti untuk menyatakan duka cita. Kegiatan itu diwarnai kerusuhan.

14 Mei 1998
Soeharto seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat
menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo. Sementara itu
kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa pusat perbelanjaan di Jabotabek seperti
Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur. Beberapa dari bagunan
pusat perbelanjaan itu dirusak dan dibakar. Sekitar 500 orang meninggaldunia akibat kebakaran
yang terjadi selama kerusuhan terjadi.
15 Mei 1998
Soeharto tiba di Indonesia setelah memperpendek kunjungannya di Kairo. Ia membantah telah
mengatakan bersedia mengundurkan diri. Suasana Jakarta masih mencekam. Toko toko
banyak di tutup. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah.
16 Mei 1998
Warga asing berbondong bondong kembali ke negeri mereka. Suasana di Jabotabek masih
mencekam.
19 Mei 1998
Soeharto memanggil sembilan tokoh Islam seperti Nurcholis Madjid, Abdurachman Wahid,
Malik Fajar, dan KH Ali Yafie. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam
(molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir,
dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur.
Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Ia lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi. Pada
saat itu Soeharto menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Namun hal itu
tidak mampu meredam aksi massa, mahasiswa yang datang ke Gedung MPR untuk berunjukrasa
semakin banyak.
Sementara itu Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk
memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
20 Mei 1998
Jalur jalan menuju Lapangan Monumen Nasional diblokade petugas dengan pagar kawat berduri
untuk mencegah massa masuk ke komplek Monumen Nasional namun pengerahan massa tak jadi
dilakukan. Pada dinihari Amien Rais meminta massa tak datang ke Lapangan Monumen
Nasional karena ia khawatir kegiatan itu akan menelan korban jiwa. Sementara ribuan
mahasiswa tetap bertahan dan semakin banyak berdatangan ke gedung MPR / DPR. Mereka
terus mendesak agar Soeharto mundur.
21 Mei 1998
Di Istana Merdeka, Kamis, pukul 09.05 Soeharto mengumumkan mundur dari kursi Presiden dan
BJ. Habibie disumpah menjadi Presiden RI ketiga.

apaapa

there'll always be something


Sunday, February 1, 2009
Masa Reformasi
1. Latar belakang jatuh/berakhirnya orde baru:
Krisis politik
Pemerintah orde baru, meskipun mampu mengangkat Indonesia dari keterpurukan ekonomi
dan memberikan kemajuan, gagal dalam membina kehidupan politik yang demokratis,
terbuka, adil, dan jujur. Pemerintah bersikap otoriter, tertutup, dan personal. Masyarakat
yang memberikan kritik sangat mudah dituduh sebagai anti-pemerintah, menghina kepala
negara, anti-Pancasila, dan subversive. Akibatnya, kehidupan berbangsa dan bernegara yang
demokratis tidak pernah terwujud dan Golkar yang menjadi partai terbesar pada masa itu
diperalat oleh pemerintah orde baru untuk mengamankan kehendak penguasa.
Praktik KKN merebak di tubuh pemerintahan dan tidak mampu dicegah karena banyak pejabat
orba yang berada di dalamnya. Dan anggota MPR/DPR tidak dapat menjalankan fungsinya
dengan baik dan benar karena keanggotaannya ditentukan dan mendapat restu dari penguasa,
sehingga banyak anggota yang bersikap ABS daripada kritis.
Sikap yang otoriter, tertutup, tidak demokratis, serta merebaknya KKN menimbulkan
ketidakpercayaan masyarakat. Gejala ini terlihat pada pemilu 1992 ketika suara Golkar
berkurang cukup banyak. Sejak 1996, ketidakpuasan masyarakat terhadap orba mulai terbuka.
Muncul tokoh vokal Amien Rais serta munculnya gerakan mahasiswa semakin memperbesar
keberanian masyarakat untuk melakukan kritik terhadap pemerintahan orba.
Masalah dwifungsi ABRI, KKN, praktik monopoli serta 5 paket UU politik adalah masalah yang
menjadi sorotan tajam para mahasiswa pada saat itu. Apalagi setelah Soeharto terpilih lagi
sebagai Presiden RI 1998-2003, suara menentangnya makin meluas dimana-mana.
Puncak perjuangan para mahasiswa terjadi ketika berhasil menduduki gedung MPR/DPR pada
bulan Mei 1998. Karena tekanan yang luar biasa dari para mahasiswa, tanggal 21 Mei 1998
Presiden menyatakan berhenti dan diganti oleh wakilnya BJ Habibie.
Krisis ekonomi
Krisis moneter yang menimpa dunia dan Asia Tenggara telah merembet ke Indonesia, sejak
Juli 1997, Indonesia mulai terkena krisis tersebut. Nilai rupiah terhadap dollar Amerika terus
menurun. Akibat krisis tersebut, banyak perusahaan ditutup, sehingga banyak pengangguran
dimana-mana, jumlah kemiskinan bertambah. Selain itu, daya beli menjadi rendah dan sulit
mencari bahan-bahan kebutuhan pokok.
Sejalan dengan itu, pemerintah melikuidasi bank-bank yang bermasalah serta mengeluarkan
KLBI (Kredit Likuiditas Bank Indonesia) untuk menyehatkan bank-bank yang ada di bawah
pembinaan BPPN. Dalam praktiknya, terjadi manipulasi besar-besaran dalam KLBI sehingga
pemerintah harus menanggung beban keuangan yang semakin besar. Selain itu, kepercayaan
dunia internasional semakin berkurang sejalan dengan banyaknya perusahaan swasta yang tak

mampu membayar utang luar negeri yang telah jatuh tempo. Untuk mengatasinya,
pemerintah membentuk tim ekonomi untuk membicarakan utang-utang swasta yang telah
jatuh tempo. Sementara itu, beban kehidupan masyarakat makin berat ketika pemerintah
tanggal 12 Mei 1998 mengumumkan kenaikan BBM dan ongkos angkutan. Dengan itu, barang
kebutuhan ikut naik dan masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup.
Krisis sosial
Krisis politik dan ekonomi mendorong munculnya krisis dalam bidang sosial. Ketidakpercayaan
masyarakat terhadap pemerintah serta krisis ekonomi yang ada mendorong munculnya
perilaku yang negatif dalam masyarakat. Misalnya: perkelahian antara pelajar, budaya
menghujat, narkoba, kerusuhan sosial di Kalimantan Barat, pembantaian dengan isu dukun
santet di Banyuwangi dan Boyolali serta kerusuhan 13-14 Mei 1998 yang terjadi di Jakarta dan
Solo.
Akibat kerusuhan di Jakarta dan Solo tanggal 13, 14, dan 15 Mei 1998, perekonomian kedua
kota tersebut lumpuh untuk beberapa waktu karena banyak swalayan, pertokoan, pabrik
dibakar, dirusak dan dijarah massa. Hal tersebut menyebabkan angka pengangguran
membengkak.
Beban masyarakat semakin berat serta tidak ada kepastian tentang kapan berakhirnya krisis
tersebut sehingga menyebabkan masyarakat frustasi. Kondisi tersebut membahayakan karena
mudah diadu domba, mudah marah, dan mudah dihasut untuk melakukan tindakan anarkis.
2. Kronologi mundur/berakhirnya kekuasaan Soeharto:
5 Maret 1998
Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan
penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang
Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI
11 Maret 1998
Soeharto dan BJ Habibie disumpah menjadi Presiden dan Wakil Presiden
14 Maret 1998
Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII.
15 April 1998
Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang
bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan unjukrasa
menuntut dilakukannya reformasi politik.
18 April 1998
Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri
Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun
cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog
tersebut.
1 Mei 1998

Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan
mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.
2 Mei 1998
Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa
dilakukan sejak sekarang (tahun 1998).
4 Mei 1998
Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak
(2 Mei 1998) dengan demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi itu berubah menjadi kerusuhan
saat para demonstran terlibat bentrok dengan petugas keamanan. Di Universitas Pasundan
Bandung, misalnya, 16 mahasiswa luka akibat bentrokan tersebut.
5 Mei 1998
Demonstrasi mahasiswa besar - besaran terjadi di Medan yang berujung pada kerusuhan.
9 Mei 1998
Soeharto berangkat ke Kairo, Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G -15. Ini merupakan
lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.
12 Mei 1998
Aparat keamanan menembak empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai.
Keempat mahasiswa tersebut ditembak saat berada di halaman kampus.
13 Mei 1998
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi datang ke
Kampus Trisakti untuk menyatakan duka cita. Kegiatan itu diwarnai kerusuhan.
14 Mei 1998
Soeharto seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat
menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo. Sementara itu
kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa pusat perbelanjaan di Jabotabek seperti
Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur. Beberapa dari
bangunan pusat perbelanjaan itu dirusak dan dibakar. Sekitar 500 orang meninggal dunia
akibat kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi.
15 Mei 1998
Soeharto tiba di Indonesia setelah memperpendek kunjungannya di Kairo. Ia membantah telah
mengatakan bersedia mengundurkan diri. Suasana Jakarta masih mencekam. Toko-toko
banyak ditutup. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah.
16 Mei 1998
Warga asing berbondong-bondong kembali ke negeri mereka. Suasana di Jabotabek masih
mencekam.

19 Mei 1998
Soeharto memanggil sembilan tokoh Islam seperti Nurcholis Madjid, Abdurrahman Wahid,
Malik Fajar, dan KH Ali Yafie. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam
(molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi
terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur.
Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Ia lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi.
Pada saat itu Soeharto menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Namun
hal itu tidak mampu meredam aksi massa, mahasiswa yang datang ke Gedung MPR untuk
berunjukrasa semakin banyak.
Sementara itu Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk
memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
20 Mei 1998
Jalur jalan menuju Lapangan Monumen Nasional diblokade petugas dengan pagar kawat
berduri untuk mencegah massa masuk ke komplek Monumen Nasional namun pengerahan
massa tak jadi dilakukan. Pada dinihari Amien Rais meminta massa tak datang ke Lapangan
Monumen Nasional karena ia khawatir kegiatan itu akan menelan korban jiwa. Sementara
ribuan mahasiswa tetap bertahan dan semakin banyak berdatangan ke gedung MPR / DPR.
Mereka terus mendesak agar Soeharto mundur.
21 Mei 1998
Di Istana Merdeka, Kamis, pukul 09.05 Soeharto mengumumkan mundur dari kursi Presiden
dan BJ. Habibie disumpah menjadi Presiden RI ketiga.
3. Indonesia masa pemerintahan B.J. Habibie:
Kebijakan-kebijakan pada masa Habibie:
Membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan
Dibentuk tanggal 22 Mei 1998, dengan jumlah menteri 16 orang yang merupakan perwakilan
dari Golkar, PPP, dan PDI.
Mengadakan reformasi dalam bidang politik
Habibie berusaha menciptakan politik yang transparan, mengadakan pemilu yang bebas,
rahasia, jujur, adil, membebaskan tahanan politik, dan mencabut larangan berdirinya Serikat
Buruh Independen.
Kebebasan menyampaikan pendapat.
Kebebasan menyampaikan pendapat diberikan asal tetap berpedoman pada aturan yang ada
yaitu UU No.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
Refomasi dalam bidang hukum
Target reformasinya yaitu subtansi hukum, aparatur penegak hukum yang bersih dan
berwibawa, dan instansi peradilan yang independen. Pada masa orde baru, hukum hanya
berlaku pada rakyat kecil saja dan penguasa kebal hukum sehingga sulit bagi masyarakat kecil
untuk mendapatkan keadilan bila berhubungan dengan penguasa.

Mengatasi masalah dwifungsi ABRI


Jendral TNI Wiranto mengatakan bahwa ABRI akan mengadakan reposisi secara bertahap
sesuai dengan tuntutan masyarakat, secara bertahap akan mundur dari area politik dan akan
memusatkan perhatian pada pertahanan negara. Anggota yang masih menduduki jabatan
birokrasi diperintahkan untuk memilih kembali kesatuan ABRI atau pensiun dari militer untuk
berkarier di sipil. Dari hal tersebut, keanggotaan ABRI dalam DPR/MPR makin berkurang dan
akhirnya ditiadakan.
Mengadakan sidang istimewa
Sidang tanggal 10-13 November 1998 yang diadakan MPR berhasil menetapkan 12 ketetapan.
Mengadakan pemilu tahun 1999
Pelaksanaan pemilu dilakukan dengan asas LUBER (langsung, bebas, rahasia) dan JURDIL (jujur
dan adil).
Masalah yang ada yaitu ditolaknya pertanggung jawaban Presiden Habibie yang disampaikan
pada sidang umum MPR tahun1999 sehingga beliau merasa bahwa kesempatan untuk
mencalonkan diri sebagai presiden lagi sangat kecil dan kemudian dirinya tidak mencalonkan
diri pada pemilu yang dilaksanakan.
4. Indonesia masa pemerintahan Abdurrahman Wahid:
Kebijakan-kebijakan pada masa Gus Dur:
Meneruskan kehidupan yang demokratis seperti pemerintahan sebelumnya (memberikan
kebebasan berpendapat di kalangan masyarakat minoritas, kebebasan beragama,
memperbolehkan kembali penyelenggaraan budaya tiong hua).
Merestrukturisasi lembaga pemerintahan seperti menghapus departemen yang dianggapnya
tidak efesien (menghilangkan departemen penerangan dan sosial untuk mengurangi
pengeluaran anggaran, membentuk Dewan Keamanan Ekonomi Nasional).
Ingin memanfaatkan jabatannya sebagai Panglima Tertinggi dalam militer dengan mencopot
Kapolri yang tidak sejalan dengan keinginan Gus Dur.
Masalah yang ada:
Gus Dur tidak mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan TNI-Polri.
Masalah dana non-budgeter Bulog dan Bruneigate yang dipermasalahkan oleh anggota DPR.
Dekrit Gus Dur tanggal 22 Juli 2001 yang berisikan pembaharuan DPR dan MPR serta
pembubaran Golkar. Hal tersebut tidak mendapat dukungan dari TNI, Polri dan partai politik
serta masyarakat sehingga dekrit tersebut malah mempercepat kejatuhannya. Dan sidang
istimewa 23 Juli 2001 menuntutnya diturunkan dari jabatan.
5. Indonesia masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri:
Kebijakan-kebijakan pada masa Megawati:
Memilih dan Menetapkan
Ditempuh dengan meningkatkan kerukunan antar elemen bangsa dan menjaga persatuan dan
kesatuan. Upaya ini terganggu karena peristiwa Bom Bali yang mengakibatkan kepercayaan
dunia internasional berkurang.
Membangun tatanan politik yang baru

Diwujudkan dengan dikeluarkannya UU tentang pemilu, susunan dan kedudukan MPR/DPR,


dan pemilihan presiden dan wapres.
Menjaga keutuhan NKRI
Setiap usaha yang mengancam keutuhan NKRI ditindak tegas seperti kasus Aceh, Ambon,
Papua, Poso. Hal tersebut diberikan perhatian khusus karena peristiwa lepasnya Timor Timur
dari RI.
Melanjutkan amandemen UUD 1945
Dilakukan agar lebih sesuai dengan dinamika dan perkembangan zaman.
Meluruskan otonomi daerah
Keluarnya UU tentang otonomi daerah menimbulkan penafsiran yang berbeda tentang
pelaksanaan otonomi daerah. Karena itu, pelurusan dilakukan dengan pembinaan terhadap
daerah-daerah.
Tidak ada masalah yang berarti dalam masa pemerintahan Megawati kecuali peristiwa Bom
Bali dan perebutan pulan Ligitan dan Sipadan.
6. Indonesia masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono:
Kebijakan-kebijakan pada masa SBY:
Anggaran pendidikan ditingkatkan menjadi 20% dari keseluruhan APBN.
Konversi minyak tanah ke gas.
Memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai).
Pembayaran utang secara bertahap kepada badan PBB.
Buy back saham BUMN
Pelayanan UKM (Usaha Kecil Menengah) bagi rakyat kecil.
Subsidi BBM.
Memudahkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Meningkatkan sektor pariswisata dengan mencanangkan "Visit Indonesia 2008".
Pemberian bibit unggul pada petani.
Pemberantasan korupsi melalui KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Masalah yang ada:
Masalah pembangunan ekonomi yang ala kadarnya sangat memperihatinkan karena tidak
tampak strategi yang bisa membuat perekonomian Indonesia kembali bergairah. Angka
pengangguran dan kemiskinan tetap tinggi.
Penanganan bencana alam yang datang bertubi-tubi berjalan lambat dan sangat tidak
profesional. Bisa dipahami bahwa bencana datang tidak diundang dan terjadi begitu cepat
sehingga korban kematian dan materi tidak terhindarkan. Satu-satunya unit pemerintah yang
tampak efisien adalah Badan Sar Nasional yang saat inipun terlihat kedodoran karena sumber
daya yang terbatas. Sementara itu, pembentukan komisi dll hanya menjadi pemborosan yang
luar biasa.
Masalah kepemimpinan SBY dan JK yang sangat memperihatinkan. SBY yang sok kalem dan
berwibawa dikhawatirkan berhati pengecut dan selalu cari aman, sedangkan JK yang sok
profesional dikhawatirkan penuh tipu muslihat dan agenda kepentingan kelompok. Rakyat
Indonesia sudah melihat dan memahami hal tersebut. Selain itu, ketidakkompakan anggota

kabinet menjadi nilai negatif yang besar.


Masalah politik dan keamanan cukup stabil dan tampak konsolidasi demokrasi dan
keberhasilan pilkada Aceh menjadi catatan prestasi. Namun, potensi demokrasi ini belum
menghasilkan sistem yang pro-rakyat dan mampu memajukan kesejahteraan bangsa
Indonesia. Tetapi malah mengubah arah demokrasi bukan untuk rakyat melainkan untuk
kekuatan kelompok.
Masalah korupsi. Mulai dari dasar hukumnya sampai proses peradilan, terjadi perdebatan
yang semakin mempersulit pembersihan Republik Indonesia dari koruptor-koruptor perampok
kekayaan bangsa Indonesia. Misalnya pernyataan JK yang menganggap upaya pemberantasan
korupsi mulai terasa menghambat pembangunan.
Masalah politik luar negeri. Indonesia terjebak dalam politk luar negeri Pahlawan
Kesiangan. Dalam kasus Nuklir Korea Utara dan dalam kasus-kasus di Timur Tengah, utusan
khusus tidak melakukan apa-apa. Indonesia juga sangat sulit bergerak diantara kepentingan
Arab Saudi dan Iran. Selain itu, ikut serta dalam masalah Irak jelas merupakan dikte Amerika
Serikat yang diamini oleh korps Deplu. Juga desakan peranan Indonesia dalam urusan dalam
negeri Myanmar akan semakin menyulitkan Indonesia di masa mendatang. Singkatnya,
Indonesia bukan lagi negara yang bebas dan aktif karena lebih condong ke Amerika Serikat.
7. Dampak reformasi bagi rakyat Indonesia:
Pemerintahan orde baru jatuh dan muncul era reformasi. Namun reformasi dan keterbukaan
tidak diikuti dengan suasana tenang, aman, dan tentram dalam kehidupan sosial ekonomi
masyarakat. Konflik antar kelompok etnis bermunculan di berbagai daerah seperti Kalimantan
Barat. Konflik tersebut dilatarbelakangi oleh masalah-masalah sosial, ekonomi dan agama.
Rakyat sulit membedakan apakah sang pejabat bertindak sebagai eksekutif atau pimpinan
partai politik karena adanya perangkapan jabatan yang membuat pejabat bersangkutan tidak
dapat berkonsentrasi penuh pada jabatan publik yang diembannya.
Banyak kasus muncul ke permukaan yang berkaitan dengan pemberian batas yang tegas pada
teritorial masing-masing wilayah, seperti penerapan otonomi pengelolaan wilayah pengairan.
Pemerintah tidak lagi otoriter dan terjadi demokratisasi di bidang politik (misalnya:
munculnya parpol-parpol baru), ekonomi (misalnya: munculnya badan-badan umum milik
swasta, tidak lagi melulu milik negara), dan sosial (misalnya: rakyat berhak memberikan
tanggapan dan kritik terhadap pemerintah).
Peranan militer di dalam bidang politik pemerintahan terus dikurangi (sejak 2004, wakil
militer di MPR/DPR dihapus).

8. Latar belakang munculnya reformasi:


Bidang politik
Munculnya reformasi di bidang politik disebabkan oleh adanya KKN, ketidakadilan dalam
bidang hukum, pemerintahan orde baru yang otoriter (tidak demokratis) dan tertutup,
besarnya peranan militer dalam orde baru, adanya 5 paket UU serta munculnya demo
mahasiswa yang menginginkan pembaharuan di segala bidang.
Bidang ekonomi
Munculnya reformasi di bidang ekonomi disebabkan oleh adanya sistem monopoli di bidang

perdagangan, jasa, dan usaha. Pada masa orde baru, orang-orang yang dekat dengan
pemerintah akan mudah mendapatkan fasilitas dan kesempatan, bahkan mampu berbuat apa
saja demi keberhasilan usahanya.
Selain itu juga disebabkan oleh krisis moneter. Krisis tersebut membawa dampak yang luas
bagi kehidupan manusia dan bidang usaha. Banyak perusahaan yang ditutup sehingga terjadi
PHK dimana-mana dan menyebabkan angka pengangguran meningkat tajam serta muncul
kemiskinan dimana-mana dan krisis perbankan.
Hal-hal tersebut membuat perlu dilakukannya tindakan-tindakan yang cepat dan tepat untuk
mengatasinya.
Bidang sosial
Krisis ekonomi dan politik pada masa pemerintahan orde baru berdampak pada kehidupan
sosial di Indonesia. Muncul peristiwa pembunuhan dukun santet di Situbondo, perang saudara
di Ambon, peristiwa Sampit, beredar luasnya narkoba, meningkatnya kejahatan, pembunuhan,
pelacuran. Hal tersebut membuat diperlukannya tindakan yang cepat dan tepat.
Eingestellt von Vialli um 10:04 AM
Labels: tugas sekolah

Candra Nopita Sari


Senin, 16 April 2012
PEREKONOMIAN INDONESIA DI ERA REFORMASI
NAMA : Candra Nopita Sari
NPM
: 27211949
KELAS : 1EB23
KELOMPOK : 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada awal bulan Maret 1998 melalui Sidang Umum MPR, Soeharto terpilih kembali
menjadi Presiden Republik Indonesia, serta melaksanakan pelantikan Kabinet
Pembangunan VII. Namun pada saat itu semakin tidak kunjung membaik.
Perekonomian mengalami kemerosotan dan masalah sosial semakin menumpuk.
Kondisi dan situasi seperti ini mengundang keprihatinan rakyat.
Mamasuki bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak
menggelar demonstrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya Soeharto
dari kursi kepresidenannya.
Pada tanggal 12 Mei 1998 dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti,
terjadi bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan tertembaknya
empat mahasiswa hingga tewas, ke empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya
Lesmana, Hafidin Royan, Hendriawan Sie, dan Heri Hartanto.
Pada tanggal 19 Mei 1998 puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi
di Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduki Gedung DPR/MPR. Pada tanggal itu
pula di Yogyakarta terjadi peristiwa bersejarah. Kurang lebih sejuta umat manusia
berkumpul di alun-alun utara kraton Yogyakarta untuk mendengarkan maklumat
dari Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam VII. Inti isi dari maklumat itu

adalah menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk menggalang persatuan dan


kesatuan bangsa.
Pada tanggal 20 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundang tokoh-tokoh bangsa
Indonesia untuk dimintai pertimbangannya membentuk Dewan Reformasi yang
akan diketuai oleh Presiden Soeharto, namun mengalami kegagalan.
Pada tanggal 21 Mei 1998, pukul 10.00 WIB bertempat di Istana Negara, Presiden
Soeharto meletakkan jabatannya sebagai presiden di hadapan ketua dan beberapa
anggota dari Mahkamah Agung. Presiden menunjuk Wakil Presiden B.J. Habibie
untuk menggantikannya menjadi presiden, serta pelantikannya dilakukan di depan
Ketua Mahkamah Agung dan para anggotanya. Maka sejak saat itu, Presiden
Republik Indonesia dijabat oleh B.J. Habibie sebagai presiden yang ke-3.
1.2 Rumusan Masalah
. Bagaimanakah perekonomian Indonesia pada saat peristiwa reformasi ?
. Bagaimanakah dampak reformasi pada saat tersebut ?
1.3 Tujuan Masalah
. Untuk mengetahui bagaimana perekonomian pada saat itu.
. Untuk mengetahui kondisi sosial maupun dampak reformasi tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Krisis Multidimensi dan Munculnya Reformasi
Pada pertengahan tahun 1997, krisis moneter melanda negara-negara di kawasan
Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Krisis moneter di Indonesia dimulai dengan
menurunnya nilai tukar rupiah. Hal itu memicu penurunan produktivitas ekonomi
serta munculnya disfungsi institusi ekonomi dalam mengatasi krisis tersebut.
Kelompok masyarakat yang kritis melihat bahwa krisis ini merupakan kesalahan
Orde Baru yang di nilai tidak baik dalam mengurus pemerintahan. Hal ini kemudian
mengarah pada munculnya krisis legitimasi kepercayaan atas pemerintahan Orde
Baru. Masyarakat kampus yang terdiri atas para mahasiswa, dosen, dan rektor
mulai menyuarakan pendapatnya melalui berbagai media, baik itu seminar, diskusi,
mimbar bebas hingga aksi demonstrasi. Permasalahan krisis kepercayaan terhadap
pemerintahan Orde Baru makin meningkat dengan di angkatnya kembali Soeharto
sebagai presiden Republik Indonesia. Berbagai peristiwa bentrokan antara kelompok
mahasiswa dan tentara serta kelompok pendukung Soeharto pun mulai
bermunculan.
Krisis multidimensi yang melanda Indonesia dalam kurun waktu tahun 1997-1998
memberikan akses yang besar terhadap dinamika kehidupan ekonomi, politik, dan
sosial bangsa. Dimulai dari krisis ekonomi yang menghantam Indonesia pada tahun
1997, efek domino pun langsung mendera masyarakat Indonesia di berbagai lini.
Penurunan tingkat daya beli, munculnya krisis sosial, dan meningkatnya
pengangguran karena PHK menjadi permasalahan sosial yang krusial. Krisis politik,
krisis sosial, dan krisis legitimasi atas pemerintahan Orde Baru kemudian
bermunculan sebagai reaksi utama.

Berbagai krisis yang melanda Indonesia ini juga dihiasi oleh berbagai peristiwa
berdarah dan politis di dalamnya. Krisis demi krisis yang harus di hadapi oleh
Indonesia pada kurun waktu 1997-1998 membuat Indonesia tersadar. Proses nationstate building yang harus di lakukan oleh Indonesia selepas masa pemerintahan
Presiden Soeharto pada 1996, ternyata baru memasuki tahapan permulaannya.
Berbagai manuver politik dan aksi demonstrasi mahasiswa pun mewarnai berbagai
peristiwa pada kurun waktu awal bergulirnya gerakan reformasi yang di perakarsai
oleh mahasiswa dan beberapa tokoh masyarakat di tahun 1998.
a . Krisis Ekonomi
Krisis Ekonomi yang melanda Indonesia pada 1997 merupakan sebuah efek domino
dari krisis ekonomi Asia yang melanda berbagai negara, seperti Thailand, Filipina,
dan Malaysia. Disebabkan oleh adanya fundamen ekonomi yang lemah, Indonesia
mengalami kesulitan dalam menata ulang kembali perekonomiannya untuk keluar
dari krisis.
Perkembangan ekonomi Indonesia telah mengalami stagnansi sejak tahun 1990-an.
Saat itu, sistem neoliberalisme menjadi norma pengaturan ekonomi dan politik
dunia. Barang-barang produksi Indonesia menjadi tidak berdaya saing apabila
dibandingkan dengan barang luar negri yang secara bebas memasuki pasaran
Indonesia. Berdasarkan batasan-batasan yang telah dicanangkan oleh bank dunia,
pembangunan ekonomi tergolong berhasil jika memenuhi syarat-syarat yang
ditentukan oleh bank dunia. Syarat-syarat tersebut diantaranya adalah adanya
peningkatan investasi dibidang pendidikan, yang ditandai dengan peningkatan
sumber daya manusia, rendahnya tingkat korupsi yang ada di tataran
pemerintahan, dan adanya stabilitas dan kredibilitas politik.
Syarat-syarat yang dikemukakan oleh bank dunia itu semacam acuan bagian
negara-negara berkembang dalam melakukan pembangunan ekonomi, khususnya
negara penerima bantuan luar negri seperti Indonesia. Akan tetapi, pada krisis
1997, kondisi ekonomi Indonesia tidak merepresentasikan satupun kriteria-kriteria
yang telah ditetapkan oleh bank dunia tersebut. Hal yang terjadi di Indonesia justru
adanya krisis moneter yang ditandai dengan rendahnya mutu sumber daya
manusia, tingginya tingkat produksi di instansi-instansi pemerintah, dan kondisi
instabilitas politik. Perekonomian Indonesia mengalami penurunan hingga mencapai
0% tahun 1998.
Kemerosotan ekonomi Indonesia ternyata tidak ditanggapi oleh presiden Soeharto
dengan membuat perbaikan dalam hal kebijakan ekonomi, tetapi justru dengan
meminta bantuan dana Monitari Fund (IMF). Pada 15 januari 1988, presiden
Soeharto menandatangani 50 butir letter of intent (Lol) dengan dilaksanakannya
oleh direktur IMF Asia, Michael Camdessus, sebagai sebuah syarat untuk
mendapatkan kucuran dana bantuan luar negri tersebut.
Dengan merujuk pada batasan tingkat keberasilan ekonomi suatu bangsa yang
dikeluarkan oleh bank dunia, maka dapat disimpulkan bahwa perekonomian
Indonesia tahun 1997/1998 telah mengalami kehancuran. Dalam hal investasi dan
peningkatan modal, Indonesia mengalami kemunduran yang tajam. Pada investor

luar negri beramai-ramai memindahkan modalnya kenegara lain karena tidak


adanya stabilitas dan kredibilitas politik dalam negri. Angka ekspor-impor Indonesia
menurun drastis karena sektor usaha tidak dipercaya oleh perbankan Indonesia.
Tingginya tingkat korupsi ditataran sektor ekonomi dan pemerintahan dan
munculnya kasus kredit macet yang melanda bank-bank utama di Indonesia
mengakibatkan pembayaran letter of credit (L/C) dari sektor-sektor usaha Indonesia
tidak diterima diluar negri. Penanggahan krisis ekonomi Indonesia di tahun
1997/1998 berujung pada munculnya krisis multidimensi, baik itu politik dan sosial,
maupun krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.
b . Krisis Sosial
Pada masa akhir pemerintahan Orde Baru, Indonesia mengalami gejolak politik
yang tinggi, baik di tataran pemerintahan maupun di tingkat pergerakan rakyat dan
mahasiswa. Suhu politik di tataran elite yang makin memanas menimbulkan
berbagai potensi perpecahan sosial di masyarakat.
Terdapat dua jenis aspirasi di masyarakat, mendukung Soeharto atau menuntutnya
agar turun dari kursi kepresidenan. Kelompok masyarakat yang menuntut Presiden
Soeharto mundur dari pemerintahan diwakili oleh mahasiswa. Kelompok ini memiliki
cita-cita reformasi terhadap Indonesia. Organisasi pada jalur ini, diantaranya
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Forum Kota (Forkot).
Meskipun kedua organisasi mahasiswa tersebut memiliki napas perjuangan yang
berbeda, tetapi tetap memiliki tujuan yang sama, yakni menurunkan Soeharto dari
kursi kepresidenan, menghapus Dwi Fungsi ABRI, dan mewujudkan reformasi
Indonesia secara optimal.
Sementara itu, krisis sosial horizontal di Indonesia juga mengalami titik puncak.
Kondisi kehidupan masyarakat yang sangat sulit, ditambah dengan angka
pengangguran yang tinggi, menyebabkan berbagai benturan sosial. Kerusuhan
sistematis yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia pada 13-14 Mei 1998
menjadi bukti dari adanya pergesekan sosial antar masyarakat.
Munculnya berbagai kerusuhan sosial horizontal ini merupakan implikasi dari
kebijakan ekonomi sentralistik yang menimbulkan jurang pemisah kesejahteraan
yang begitu tinggi anatara pusat dan daerah. Pola transmigrasi yang diterapkan
oleh pemerintah tidak diiringi dengan penanganan solidaritas sosial di daerah
tujuan. Pada akhirnya, kecemburuan sosial akibat adanya disparitas tingkat
perekonomian tersebut tidak dapat dihindarkan. Kondisi inilah yang kemudian
memicu tuntutan kepada pemerintah pusat untuk mereformasi pola pembangunan
ekonomi. Tuntutan inilah yang memunculkan kesadaran masyarakat Indonesia akan
pentingnya reformasi bagi kehidupan bangsa.

c . Krisis Politik
Pemerintah Orde Baru menerapkan Demokrasi Pancasila sebagai asas negara
Indonesia. Dengan dilandasi oleh sistem demokrasi yang dari rakyat, oleh rakyat
dan untuk rakyat yang diwakili oleh MPR dan DPR, pemerintah Orde Baru

membangun pondasi dasar kehidupan bernegara Indonesia.


Akan tetapi, terdapat berbagai penyelewengan dalam pelaksanaan sistem
demokrasi tersebut. MPR dan DPR hanya menindaklanjuti aspirasi berbagai
kelompok masyarakat saja. Proses aspirasi politik ke pemerintahan tidak
terdistribusi secara sempurna. Dengan demikian, proses penyaluran aspirasi pun
menjadi terhambat. Segala peraturan yang dibentuk oleh MPR/DPR pada prinsipnya
tidak berorientasi jangka panjang, melainkan semata-mata bertujuan untuk
memnuhi keinginan dan kepentingan para oknum-oknum tertentu.
Selain itu, budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) telah mengakar kuat di
dalam tubuh birokrasi pemerintahan. Dengan demikian, proses pengawasan dan
pemberian mandataris kepemimpinan antara DPR dan MPR dengan presiden
menjadi tidak sempurna karena adanya ikatan KKN tersebut. Unsur legislatif yang
sejatinya dilaksanakan oleh MPR dan DPR dalam membuat dasar-dasar hukum dan
haluan negara menjadi sepenuhnya dilakukan oleh Presiden Soeharto. Akibatnya,
suksesi politik pemerintahan menjadi tidak terlaksana dengan baik. Kondisi ini
memicu munculnya kondisi status quo yang berakibat pada munculnya krisis politik,
baik itu dalam tataran elite politik maupun masyarakat yang mulai
mempertanyakan legitimasi pemerintahan Orde Baru.
Menanggapi kondisi perekonomian yang semakin parah, mahasiswa bersama
elemen-elemen masyarakat pun mulai bergerak untuk turun ke jalan
berdemonstrasi menuntut penurunan harga. Bergai aksi-aksi yang di gelar
mahasiswa berserta elemen masyrakat mulai bermunculan sejak bulan februari
1998, dan mencapai puncaknya pada Mei 1998. Pada 12 Mei 1998, berbagai
elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi damai menuntut penurunan harga
di jakarta. Di Universitas Trisakti, aksi demonstrasi damai pun terjadi. Situasi aksi
damai pada hari itu berjalan dengan sangat tertib. Akan tetapi, situasi kemudian
memanas suatu hari menjelang sore. Mahasiswa yang ingin melakukan long march
menuju DPR/MPR tidak di perbolehkan berjalan lebih jauh oleh para petugas.
Mereka di berhentikan tidak jauh dari pintu kampus Trisakti. Bentrokkan pun tidak
terhindarkan. Di dalam insiden bentrokan ini, empat mahasiswa tewas dan puluhan
mengalami luka serius.
Ke empat mahasiswa tersebut adalah

Elang Mulya Lesmana, Hafidin Royan, Hendriawan Sie, dan Heri Hartanto. Mereka
kemudian di beri gelar sebagai pahlawan reformasi. Aksi penembakan terhadap

empat mahasiswa ini mengundang berbagai reaksi keras dari masyarakat dan
elemen mahasiswa di berbagai daerah. Sebelumnya, seorang mahasiswa dari
Yogyakarta, yang bernama Moses Gatotkaca, juga tewas dalam sebuah bentrokan
dengan aparat keamanan sewaktu melakukan aksi menuntut mundurnya Presiden
Soeharto. Moses Gatotkaca meninggal pada 8 Mei 1998.
Pada 13 dan 14 Mei 1998, kerusuhan pun pecah di Jakarta dan kota besar lainnya.
Terjadi kerusuhan 13 dan 14 Mei 1998 ini merupakan titik kulminasi depresi
masyarakat akibat krisis ekonomi Indonesia. Krisis sosial dan masyarakat pun mulai
bermunculan seiring dengan adanya gesekan sosial tersebut.
Suasana Jakarta yang sangat tegang pasca tragedi kerusuhan 13 dan 14 Mei 1998
ini terus berlangsung hingga di gelarnya aksi demonstrasi besar-besaran oleh para
mahasiswa pada tanggal 19 Mei 1998.
Secara berbondong-bondong

para mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan kotakota lainnya melakukan long march menuju gedung MPR/DPR tujuannya adalah
menuntut turunnya Presiden Soeharto, menggelar sidang istimewa MPR, dan
pelaksanaan reformasi total dalam tubuh pemerintahan negara. Selain di Jakarta, di
hari yang sama aksi serupa juga terjadi di Yogyakarta. Di kota ini, mahasiswa
bersama elemen-elemen masyarakat Yogyakarta berkumpul di alun-alun kota.
Mereka ingin mendengar maklumat dari Sri Sultan Hamengkubuwono dan Sri Paku
Alam mengenai kondisi negara yang sedang tegang.
Pada tanggal yang sama, yaitu 19 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundang tokoh
masyarakat untuk datang ke Istana Negara. Agendanya adalah membahas segala
kemungkinan penanganan krisis negara. Tokoh-tokoh yang diundang berjumlah 9
orang. Mereka adalah Nurcholis Madjid, Abdurrahman Wahid, Emha Ainun Nadjib, Ali
Yafie, Malik Fadjar, Cholil Baidlowi, Sutrisno Muhdam, Maaruf Amin dan Ahmad
Bagdja. Selain itu, hadir pula Yuhsril Ihza Mahendra, Sekretaris Militer Presiden
Majen Jasril Jakub, dan ajudan Presiden. Di dalam pertemuan ini, tercapai
kesepakatan untuk membentuk suatu badan yang dinamakan Komite Reformasi. Di
dalam pertemuan ini, juga disepakati bahwa Presiden Soeharto akan melakukan
reshuffle Kabinet Pembangunan VI, dan mengubah nama susunan kabinet tersebut
menjadi Kabinet Reformasi. Tugas dari Komite Reformasi adalah untuk

menyelesaikan UU Kepartaian, UU Pemilu, UU Susunan, dan Kedudukan MPR/DPR


serta DPRD, UU Anti-Monopoli, UU Anti-Korupsi, dan lainnya.
Pada 20 Mei 1998, suasana di gedung MPR/DPR telah penuh sesak oleh mahasiswa.
Berbagai elemen mahasiswa yang berasal dari perguruan-perguruan tinggi di
Indonesia berkumpul bersama. Di sisi lain, berbagai tokoh masyarakat seperti
Amien Rais dan Emil Salim menyatakan kekecewaannya dengan keputusan Presiden
Soeharto tersebut. Penyebabnya adalah Presiden Soeharto meminta pembelian
waktu enam bulan untuk menggelar Pemilihan Umum secara konstitusional. Akan
tetapi, hal tersebut tidak dinyatakan di dalam keputusan beliau selepas pertemuan
itu selesai. Di sisi lain, berbagai kelompok masyarakat, khususnya mahasiswa,
menuntut turunnya Soeharto dari kursi kepresidenan. Emil Salim, melalui Gema
Madani menyerukan agar Presiden Soeharto melaksanakan niatnya untuk lengser
keprabon (turun dari tahta kekuasaan) pada saat itu juga (20 Mei 1998), Amien Rais
juga berada dalam posisi yang sama. Ia menginginkan reformasi di laksanakan
secepatnya.
Kekuatan mahasiswa makin menguat dan solid di gedung MPR/DPR. Mahasiswa pun
melaksanakan aksi memperingati Hari Kebangkitan Nasional di halaman gedung
MPR/DPR. Aksi tanggal 20 Mei 1998 ini di hadiri oleh berbagai tokoh masyarakat.
Pada pukul 11.30, Amien Rais datang ke gedung MPR/DPR. Hadir pula tokoh-tokoh
masyarakat, seperti Deliar Noer, Emil Salim, Erna Witoelar, Albert Hasibuan,
Saparinas Sadli, Norsyahbani Katjasumkana, A.M. Fatwa, Adnan Buyung Nasution,
Permadi, Matori Abdul Djalil, dan Wimar Witoelar. Bahkan, tokoh-tokoh seni
Indonesia pun hadir, seperti Dono Wakop, Garin Nugroho, dan Neno Warisman. Aksi
ini secara seporadis memunculkan dukungan moral dari seluruh elemen bangsa.
Bahkan, sumbangan-sumbangan nasi bungkus dan air minum dari berbagai
kalangan kepada mahasiswa yang sedang berdemo di gedung MPR/DPR pun terus
berdatangan. Hari ini merupakan simbol bahwa perjuangan mahasiswa pada saat
itu secara moral telah berhasil memunculkan solidaritas di kalangan masyarakat.
Pada tanggal ini pula (20 Mei 1998), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Madeleine
Albright, secara nyata memberikan pernyataannya yang meminta Presiden
Soeharto untuk segera mundur. Ia menyatakan bahwa pengunduran diri Presiden
Soeharto sudah semestinya di lakukan untuk memberi jalan bagi transisi demokrasi
di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kesempatan ini merupakan momentum bagi
Presiden Soeharto untuk menorehkan historisnya sebagai negarawan.
Pada pukul 14.30, sejumlah 14 menteri yang berada di bawah koordinasi Menko
Ekuin, Ginandjar Kartasasmita, menyatakan penolakannya untuk dicalonkan kembali
di dalam Kabinet Reformasi. Mahasiswa secara bersama masih terus melakukan
aksinya di gedung MPR/DPR. Pada pukul 16.45, terjadi pertemuan antara perwakilan
mahasiswa dengan pimpinan MPR/DPR di lantai 3 gedung lama MPR/DPR. Di dalam
pertemuan ini, mahasiswa memberikan batas waktu pengunduran diri Soeharto
hingga hari Jumat, 22 Mei 1998. Apabila tidak ada kepastian lebih lanjut, maka hari
Senen, 25 Mei 1998 pimpinan DPR akan mempersiapkan Sidang Istimewa MPR.
Aksi di gedung MPR/DPR

mencapai puncaknya pada 21 Mei 1998. Pada pukul 9.06 WIB, Soharto
mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Presiden Republik Indonesia.
Bertempat di Credential Room, Istana Negara Jakarta, dengan di saksikan oleh
Ketua Mahkamah Agung, Soeharto mengakhiri jabatannya sebagai Presiden yang
telah diemban selama 32 tahun. Naskah pengunduran dirinya berjudul Pernyataan
Berhenti sebagai Presiden RI, yang ditulis oleh Yusril Ihza Mahendra. Setelah
pengunduran diri Soeharto, Mahkamah Agung langsung melantik Wakil Presiden
Baharuddin Jusuf Habibie sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru. Hal ini
sesuai dengan amanat di dalam Pasal 30 UUD 1945 yang berbunyi : Jika Presiden
mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam
masa jabatannya, ia di ganti oleh wakil presiden sampai habis masa jabatannya.
2.2 Dampak Reformasi
1. Amandemen Undang-Undang Dasar 1945
Perubahan (Amandemen) terhadap UUD 1945 merupakan salah satu tuntutan dari
reformasi. Tuntutan perubahan terhadap UUD 1945 itu pada hakikatnya merupakan
tuntutan bagi adanya penataan ulang terhadap kehidupan berbangsa dan
bernegara. Tuntutan perubahan UUD 1945 dilatarbelakangi antara lain karena
sistem perwakilan masa Orde Baru yang bersifat semu dan pada kenyataannya
kekuasaan yang besar berada pada presiden, adanya pasal-pasal yang
menimbulkan multitafsir, serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat
peyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi.
Perubahan UUD 1945 bertujuan untuk menyempurnakan aturan dasar seperti
tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara
demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan
aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 disertai kesepakatan
diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan
susunan kenegaraan kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mempertegas sistem pemerintahan
presidensil. Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan
(amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR yaitu
sebagai berikut :

a. Perubahan Pertama UUD 1945 dilaksanakan dalam sidang Umum MPR 1999,
tanggal 14-21 Oktober 1999.
b. Perubahan Kedua UUD 1945 dilaksanakan dalam sidang Tahunan MPR 2000,
tanggal 7-18 Agustus 2000.
c. Perubahan Ketiga UUD 1945 dilaksanakan dalam sidang Tahunan MPR 1999,
tanggal 1-9 November 2001.
d. Perubahan Keempat UUD 1945 dilaksanakan dalam sidang Tahunan MPR 1999,
tanggal 1-11 Agustus 2002.
Perubahan terhadap UUD 1945 telah menghasilkan beberapa ketentuan baru dalam
penyelenggaraan negara. Hasil amandemen tersebut antara lain memuat aturan
tentang mekanisme pemilihan presiden, dengan adanya pemilihan presiden secara
langsung dan pembatasan masa jabatan presiden.
2. Kebebasan Pers
Pada masa Orde Baru kebebasan pers sangat dibatasi oleh pemerintah. Setiap isi
berita yang disajikan tidak boleh bertentangan dengan pemerintah. Pada saat itu
kebebasan pers cenderung untuk memperkuat status quo, daripada membangun
keseimbangan antarfungsi eksekutif, legislatif, yudikatif, dan kontrol politik.
Adanya SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) sesuai dengan Permenpen 01/1984
Pasal 33h merupakan salah satu contoh pembatasan kebebasan pers. Dengan
definisi pers yang bebas dan bertanggung jawab. SIUPP merupakan lembaga yang
menerbitkan pers dan pembredelan. Media massa yang memuat berita yang
mengkritisi pemerintah tidak luput dari pembredelan seperti yang dialami Tempo,
Detik, Editor pada tahun 1994. Pembredelan merupakan sebuah tindakan otoriter
pemerintah Orde Baru yang menekan kebebasan pers. Hal itu mengisyaratkan
ketidakmampuan sistem hukum pers yang bebas dan bertanggung jawab secara
hukum.
Setelah jatuhnya pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998, kebebasan pers
mengalami masa pencerahan. Tumbuhnya pers pada masa reformasi merupakan
hal yang menguntungkan bagi masyarakat. Kehadiran pers saat ini dianggap sudah
mampu mengisi kekosongan ruang publik yang menjadi celah antara penguasa dan
rakyat. Dalam kerangka ini, pers telah memainkan peran sentral dengan
memberikan dan menyebarluaskan informasi untuk penentuan sikap, dan
memfasilitasi pembentukan opini public dalam rangka mencapai konsensus
bersama atau mengontrol kekuasaan penyelenggara negara.
Perubahan yang luar biasa dalam mengekspresikan kebebasan dirasakan dalam

kehidupan pers di era reformasi. Fenomena itu ditandai dengan munculnya mediamedia baru, baik media cetak maupun elektronik dengan berbagai kemasan dan
segmen. Keberanian pers dalam mengkritik kebijakan pemerintah juga mencari ciri
baru pers Indonesia.
3. Restukturisasi ABRI
Sejak reformasi bergulir tahun 1998, ABRI menjadi salah satu institusi yang
dipandang perlu direformasi. Masyarakat menilai perlu adanya perubahan bagi ABRI
dalam tataran sikap dan tindakan. Selama masa Orde Baru ABRI memiliki
kecenderungan menempatkan diri sebagai mesin politik untuk menegakkan
kekuasaan Orde Baru.
Tuntutan perubahan pada ABRI berujung pada tuntutan penghapusan Dwi Fungsi
ABRI. Dwi Fungsi ABRI telah membawa konsekuensi panjang dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara selama masa Orde Baru. Dengan dalih menjalankan
fungsi sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan serta kelangsungan
pemerintahan.
Tuntutan reformasi dalam tubuh ABRI diakomodasi dengan mengadakan perubahan
structural ABRI, yaitu antara lain sebagai berikut :
a. Pemisahan POLRI dan TNI yang semula bersama-sama tergabung dalam ABRI.
b. Pemisahan TNI dan POLRI tersebut juga berakibat pada perubahan Dephankam
menjadi Dephan.
c. Penghapusan Dwi Fungsi ABRI, likuidasi fungsi kekaryaan serta sosial politik TNI,
penghapusan keberadaan Fraksi TNI/POLRI, serta perubahan doktrin dan organisasi
TNI.
Sejak penghapusan Dwi Fungsi ABRI dan diikuti wacana kembalinya lembaga TNI ke
barak serta dipisahkannya TNI dengan POLRI, member harapan baru bagi proses
demokratisasi serta mengobati kekecewaan panjang rakyat terhadap posisi ABRI
yang kini menjadi TNI.
4. Otonomi Daerah
Era reformasi ditandai oleh bangkitnya demokrasi peran pemerintah pusat yang
besar serta menjadi titik sentral yang menentukan gerak kehidupan daerah, harus
segera diakhiri. Oleh karena itu, lahirlah UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang
Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dah Daerah. Undang-undang ini memberikan
masyarakat setempat, sesuai dengan prakarsa, aspirasi masyarakat yang sejalan
dengan semangat demokrasi.
Seiring dengan perjalanan waktu, kebijakan tersebut banyak menuai persoalan.
Persoalan-persoalan yang muncul antara lain masalah koordinasi antar daerah
otonom tingkat provinsidan kabupaten, munculnya raja-raja kecil di daerah yang
cenderung mengabaikan nilai etik dalam berpolitik, sulitnya pengawasan daerah
otonom dan lain sebagainya.
Pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan baru mengenai Otonomi Daerah,
yakni dengan pemberlakuan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU

No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintahan Pusat dan


Daerah. Semangat yang terkandung dalam Undang-Undang tersebut tidak ditujukan
untuk melakukan resentralisasi atas apa yang telah didesentralisasikan, namun
lebih ditujukan untuk mengurangi dampak negatif dan menambah manfaat positif
dari otonomi daerah sebagai salah satu agenda utama reformasi.
5. Munculnya Eurofia Kebebasan
Era reformasi adalah era keterbukaan untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat
terhadap perkembangan politik maupun kritik terhadap kinerja aparatur negara.
Orde reformasi telah memberi peluang yang besar bagi masyarakat untuk ikut serta
dalam memberikan tanggapan kritik terhadap pemerintah. Hal ini disebabkan,
karena tidak ada lagi sistem yang mengekang kebebasan berpendapat dan
berbicara, baik secara represif maupun preventif seperti halnya dalam masa
Pemerintahan Orde Baru. Dengan adanya era keterbukaan dan kebebasan tersebut
telah berdampak pada munculnya aksi-aksi unjuk rasa terhadap kinerja pemerintah.
Pada awal reformasi, setiap hari hampir terjadi unjuk rasa. Unjuk rasa itu ditujukan
bukan hanya kepada pemerintah namun juga instansi lainnya yang dianggap tidak
dapat dipercaya dan merugikan kepentingan masyarakat. Namun, disinyalir ada
sebagian dari aksi-aksi tidak murni dilakukan oleh pengunjuk rasa, melainkan hanya
merupakan aksi yang mengemban kepentingan-kepentingan kelompok tertentu. Di
antara para pengunjuk rasa tersebut adalah orang-orang bayaran yang pada
umumnya pengangguran yang jumlahnya semakin meningkat akibat badai krisis
moneter yang melanda Indonesia.
Reformasi sebagai era keterbukaan banyak dimaknai oleh masyarakat sebagai
kebebasan yang berlebihan. Masyarakat terjebak oleh euforia kebebasan yang telah
menimbulkan bahaya disintegrasi nasional dan sosial. Konflik-konflik di Ambon,
Poso, Sanbas, dan Sampit merupakan contoh gejolak sosial di daerah yang dapat
menimbulkan disintegrasi nasional dan sosial.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keadaan sistem ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan reformasi memiliki
karakteristik sebagai berikut:
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kondisi perekonomian Indonesia mulai
mengarah pada perbaikan, di antaranya pertumbuhan PDB yang mulai positif, laju
inflasi dan tingkat suku bunga yang rendah, sehingga kondisi moneter dalam negeri
juga sudah mulai stabil.
Hubungan pemerintah dibawah pimpinan Abdurahman Wahid dengan IMF juga
kurang baik, yang dikarenakan masalah, seperti Amandemen UU No.23 tahun 1999
mengenai bank Indonesai, penerapan otonomi daerah (kebebasan daerah untuk

pinjam uang dari luar negeri) dan revisi APBN 2001 yang terus tertunda.
Politik dan sosial yang tidak stabil semakin parah yang membuat investor asing
menjadi enggan untuk menanamkan modal di Indonesia.
Makin rumitnya persoalan ekonomi ditandai lagi dengan pergerakan Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung negatif, bahkan merosot hingga 300 poin,
dikarenakan lebih banyaknya kegiatan penjualan daripada kegiatan pembelian
dalam perdagangan saham di dalam negeri.