Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA)


PADA BALITA

Disusun oleh:
Kelompok 2

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN
2016

SAP
(Satuan Acara Penyuluhan)

Pokok bahasan

: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Sub pokok bahasan

: Pencegahan penularan ISPA pada balita

Tempat

: Majelis Talim Al- Barokah RT 04/02 Desa Selaraja Kec.


Warunggunung Lebak Banten

Sasaran

: Ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita di Desa Selaraja


Kecamatan Warunggunung Lebak Banten

Waktu

: 10.00 WIB

Tanggal

: Kamis, 10 Maret 2016

Penyuluh

: Mahasiswa/i Poltekkes Kemenkes Banten

A. Tujuan Intruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan selama 10 menit, diharapkan ibu mengerti tentang
penyakit ISPA dan pencegahan penularan ISPA
B. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah penyuluhan diharapkan klien mampu :
a. Menjelaskan pengertian ISPA
b. Menyebutkan tanda dan gejala ISPA
c. Menjabarkan pengobatan ISPA
C. Materi
Materi yang akan disampaikan, yaitu:
1. Pengertian ISPA
2. Tanda dan gejala ISPA

3. Pengobatan ISPA
D. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab
E. Media dan alat peraga
1. Leaflet
2. Laptop
3. Infocus
F. Kegiatan Proses Penyuluhan
Kegiatan
NO

Tahap

Waktu
Penyuluhan

1.

Perkenalan

3 menit

dan

Sasaran

1) Mengucapkan salam
2) Memperkenalkan diri

Pembukaan

3) Menjelaskan tujuan

2.

Inti

5 menit

1) Menjelaskan tentang

Pengertian ISPA

Tanda

dan

1) Menjawab
salam
2) Menyimak dan
memperhatikan

1) Menyimak dan
memperhatikan

gejala

ISPA

Pengobatan ISPA

2) Memperhatikan Respon
Audiens
3) Memberikan
kesempatan kepada

2) Menyimak dan
memperhatikan
3) Bertanya

peserta untuk bertanya


3.

Penutup

2 menit

1) Melakukan evaluasi

1) Menjawab

dengan cara memberikan


pertanyaaan
2) Menyimpulkan materi
2) Mendengarkan

3) Mengucapkan salam

3) Menjawab
salam

G. Sumber Bacaan
DepKes RI ISPA 2007. Pedoman Pemberantasan Penyakit ISPA. Jakarta: EGC
Sarwono, Dr. (2005). Buku Ajar :Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Balai Penerbit
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
H. Evaluasi
1. Cara
2. Jenis soal
3. Waktu
1. Soal

: Lisan
: Essay
: Setelah Dilakukan Penyuluhan
:
a. Jelaskan Pengertian ISPA?
b. Sebutkan Tanda dan Gejala ISPA?
c. Jelaskan Pengobatan pada ISPA?
Tangerang, 10 Maret 2016

Penyuluh

Lampiran

Satuan Acara Penyuluhan


A. Pengertian ISPA
ISPA merupakan singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut, istilah ini diadaptasi
dari istilah dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections (ARI). Istilah ISPA
meliputi tiga unsur yakni infeksi, saluran pernafasan dan akut, dengan pengertian sebagai
berikut:

ISPA adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan
infeksi jasad remik atau bakteri, virus tanpa atau disertai radang parenkim paru.
(Vietha,2009).
ISPA adalah infeksi saluran pernafasan yang berlangsung selama 14 hari. Saluran
nafas yang dimaksud adalah organ mulai dari hidung sampai paru-paru.
B. Penyebab ISPA
1. Virus dan bakteri
2. Lingkungan rumah yang tidak sehat
3. Imunisasi yang tidak lengkap (imunisasi BCG dan DPT)
4. Kurang gizi
C. Klasifikasi ISPA
Menurut berat ringannya penyakit, ISPA dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
1. ISPA ringan
2. ISPA sedang
3. ISPA berat
D. Tanda dan Gejala ISPA
1. ISPA ringan
a. Batuk
b. Pilek : mengeluarkan ingus atau lendir dari hidung
c. Demam : suhu badan >37C
2. ISPA sedang
Jika dijumpai tanda-tanda ISPA ringan disertai satu atau lebih tanda berikut:
a. Suhu >39C
b. Timbul bercak-bercak pada daerah permukaan kulit menyerupai bercak
c. Campak
d. Pernafasan berbunyi seperti mengorok/mendengkur
3. ISPA berat
Jika dijumpai tanda-tanda ISPA ringan atau sedang diserta satu atau lebih tandatanda berikut :
a. Bibir atau kulit biru
b. Telinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang telinga
c. Lubang hidung kembang kempis saat bernafas
d. Tidak sadar/pingsan
e. Tampak gelisah
E. Pencegahan ISPA
1. Makan makanan yang bergizi
2. Olahraga yang teratur
3. Menghindari dari merokok
4. Menjaga kebersihan lingkungan dan perorangan
5. Hindari kontak serumah bila ada yang terkena ISPA

6. Mengkonsumsi air bersih minimal 1 hari 8 gelas


7. Memakan buah buahan
F. Penanganan ISPA
Berikut ini beberapa tips untuk penanganan ISPA secara umum:
1. Istirahat yang cukup
2. Berikan anak minum lebih banyak, terutama bila anak batuk dan demam
3. Berikan obat penurun panas bila demam
4. Hindari penularan ke orang lain. Cara untuk menghindari penularan: menutup mulut
dan hidung bila batuk/bersin, cuci tangan dengan sabun setelah batuk/bersin,
gunakan masker (bila anak cukup kooperatif), hindari kontak terlalu dekat dengan
bayi atau manular.
5. Jangan memberikan antibiotik tanpa intruksi dokter. Antibiotik tidak diperlukan
apabila ISPA yang disebabkan infeksi virus. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat
dapat meningkatkan kekebalan bakteri terhadap antibiotik tersebut.
6. Hindari pemberian obat batuk/pilek pada anak. Diskusikan dengan dokter anda
mengenai manfaat dan risiko obat tersebut apabila akan diberikan pada anak anda
7. Kenali tanda-tanda gawat darurat
Anda perlu segera memeriksakan anak ke dokter apabila:
1. Sesak napas atau frekuensi napas menjadi lebih cepat
2. Napas berbunyi mengi (wheezing) atau seperti merintih (grunting)
3. Dinding dada/sela-sela iga tampa tertarik ke dalam bila anak bernapas
4. Bibir berwarna kebiru-biruan
5. Leher anak kaku
6. Kesulitan menelan
7. Muntah terus menerus

8. Anak tampak sangat lemah