Anda di halaman 1dari 23

BAB 1

BESARAN DAN SISTEM SATUAN

1.1

Filosofi Model, Hukum, Prinsip dan Teori


dalam Fisika
Model:
Ketika fisikawan ingin memahami suatu fenomena tertentu, mereka selalu menggunakan model.
Dalam fisika, model adalah suatu analogi alias perbandingan mengenai suatu hal dengan sesuatu
yang sudah kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, model juga merupakan sebuah
bentuk sederhana dari suatu sistem yang sulit untuk dianalisis secara keseluruhan. Para fisikawan
selalu menggunakan perbandingan mengenai suatu hal atau fenomena yang rumit tersebut dengan
sesuatu yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh:
1. model gelombang cahaya
Dalam kenyataannya cahaya bersifat sebagai gelombang dan hal ini telah dibuktikan melalui
eksperimen di laboratorium. Walaupun demikian, cahaya yang kita lihat langsung dengan mata tidak
menunjukkan bentuk sebagai gelombang.
Untuk mengatasi hal ini, para fisikawan menggunakan analogi alias perbandingan gelombang
cahaya dengan gelombang air, karena kita sudah mengetahui dan sering melihat gelombang air.
Jadi kita bisa membayangkan bahwa cahaya seolah-olah terbuat dari gelombang-gelombang,
karena dalam berbagai eksperimen di laboratorium para fisikawan mengamati bahwa cahaya juga
berprilaku sebagai gelombang.
2. model partikel >>> anggap bola sebagai obyek atau partikel, di mana gerakannya seolah-olah
dalam ruang hampa (gesekan udara diabaikan), beratnya dianggap tetap alias tidak berubah, dan
rotasi bumi juga kita abaikan (model yang kita pilih harus difokuskan aspek penting yang ingin kita
analisi) >>> model ideal

Teori
Makhluk apakah teori itu ?
jika anda pernah mendengar nama eyang Einstein maka anda mungkin mengetahui salah satu teorinya yang
luar biasa, yakni teori relativitas khusus. Mengapa disebut teori, bukan model ? apakah perbedaan antara teori
dengan model ?
Model relatif lebih sederhana dan mempunyai kesamaaan struktur dengan fenomena yang dipelajari, sedangkan
teori lebih luas, lebih mendetail dan memberikan ramalan yang dapat diuji dan sering hasil pengujian memiliki
ketepatan yang tinggi. Terkadang karena sebuah model dikembangkan dan mempunyai cakupan fenomena yang
lebih luas maka dapat disebut sebagai teori. Contohnya dalah teori gelombang cahaya dan teori atom.
Hukum
Bagaimanakah dengan hukum, misalnya Hukum I Newton ?
Hukum merupakan pernyataan yang singkat tapi bersifat umum dalam menjelaskan perilaku alam. Terkadang
pernyataan itu membentuk suatu persamaan atau hubungan, misalnya Hukum II Newton. Suatu pernyataan
disebut hukum jika secara eksperimental berlaku secara luas. Hukum-hukum ilmiah bersifat deskriptif;
menjelsakan bagaimana alam berprilaku, tidak menjelsakan bagaimana alam harus berprilaku. Berbeda dengan
hukum politik yang preskriptif, di mana menjelaskan bagaimana manusia harus beprilaku. Suatu pernyataan
disebut hukum jika validitasnya telah teruji secara luas. Walaupun demikian, jika terdapat informasi-informasi
baru yang muncul maka hukum-hukum tertentu harus disesuaikan, bahkan harus dilenyapkan.

Prinsip
Jika hukum mempunyai cakupan yang luas, maka prinsip mempunyai cakupan yang terbatas, misalnya prinsip
Archimedes atau prinsip Pascal. Prinsip dan hukum memiliki kemiripan, hanya pernyataan sebuah prinsip kurang umum,
sedangkan pernyataan yang dikategorikan ke dalam hukum memiliki cakupan yang luas.

1.1

PENDAHULUAN

Fisika :
Ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda dialam,
gejala-gejala, kejadian-kejadian alam serta interaksi dari
benda-benda dialam .
Fisika merupakan ilmu pengetahuan dasar yang mempelajari
sifat-sifat dan interaksi antar materi dan radiasi.
Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada
pengamatan eksperimental dan pengukuran kuantitatif
(Metode Ilmiah).
1.2

Fisika
Klasik
(sebelum 1920)
Energi, Posisi, waktu dan Momentum
partikel dapat ditetapkan
secara tepat
ruang dan waktu merupakan dua hal
yang terpisah

Hukum Newton

Kuantum
(setelah 1920)
Ketidak pastian Posisi dan
Momentum
partikel
ruang dan waktu merupakan satu
kesatuan

Dualisme
Gelombang-Partikel
Teori Relativitas Einsten

1.3

1.2 BESARAN DAN SATUAN

Fisika adalah ilmu yang mempelajari benda-benda serta fenomena dan keadaan yang terkait dengan
benda-benda tersebut. Untuk menggambarkan suatu fenomena yang terjadi atau dialami suatu
benda, maka didefinisikan berbagai besaran-besaran fisika. Besaran-besaran fisika ini misalnya
panjang, jarak, massa, waktu, gaya, kecepatan, temperatur, intensitas cahaya, dan sebagainya
Makna yang berbeda dalam keseharian atau dalam bahasa-bahasa sastra.
Misalnya,
Anak itu bergaya di depan kaca,
Ia berusaha keras menyelesaikan soal ujiannya,
Momentum perubahan politik sangat tergantung pada kondisi ekonomi negara.
Sesuatu yang tidak dapat dinyatakan dalam angka-angka bukanlah besaran fisika, dan tidak akan
dapat diukur. Mengukur adalah membandingakan antara dua hal, biasanya salah satunya adalah
suatu standar yang menjadi alat ukur.
Ketika kita mengukur jarak antara dua titik, kita membandingkan jarak dua titik tersebut dengan jarak
suatu standar panjang, misalnya panjang tongkat meteran. Ketika kita mengukur berat suatu benda,
kita membandingkan berat benda tadi dengan berat benda standar. Jadi dalam mengukur kita
membutuhkan standar sebagai pembanding besar sesuatu yang akan diukur.

Apakah yang diukur ?

Pengukuran

Pengamatan
Peristiwa Alam

Model

Eksperimen

Besaran Fisika

Pengukuran
Alat Ukur
Kuantitas
(Hasil Pengukuran)

KALIBRASI

Sistem Matrik

SI
Penyajian

Harga

Standar ukuran

Satuan

Sistem satuan

Konseptual

Besaran Pokok
: besaran yang ditetapkan
dengan suatu standar ukuran
Besaran Turunan
: Besaran yang dirumuskan
dari besaran-besaran pokok

Besaran
Fisika

Besaran Skalar
: hanya memiliki nilai
Matematis
Besaran Vektor
: memiliki nilai dan arah

Besaran :
Sesuatu yang dapat diukur dinyatakan dengan angka
(kuantitatif) Contoh : panjang, massa, waktu, suhu, dll.

Mengukur :
Membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang
lain
yang sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Besaran Fisika baru terdefenisi jika : ada nilainya (besarnya)
ada satuannya

contoh : panjang jalan 10 km


satuan
nilai

1.4

Satuan :
Ukuran
dari suatu
ditetapkan sebagai
meter, kilometer
satuan besaran
panjang
satuan. detik, menit, jam satuan waktu
Contoh :gram, kilogram
satuan massa
dll.

Sistem satuan : ada 2 macam

1.

Sistem Metrik : a. mks (meter, kilogram, sekon)


b. cgs (centimeter, gram, sekon)
2. Sistem Non metrik (sistem British)

Sistem Internasional (SI)


Sistem satuan mks yang telah disempurnakan yang paling banyak dipakai
sekarang ini.

Dalam SI :
Ada 7 besaran pokok berdimensi dan 2 besaran pokok tak berdimensi

1.5

Definisi standar besaran pokok

Panjang - meter :

Massa - kilogram :

Satu meter adalah panjang lintasan di dalam ruang hampa yang dilalui oleh cahaya
dalam selang waktu 1/299,792,458 sekon.
Satuan SI untuk panjang adalah meter dan satu meter didefinisikan sebagai
1650763,73 kali panjang gelombang cahaya transisi 2p 10 - 5d5 isotop Kr86

Satu kilogram adalah massa silinder platinum iridium dengan tinggi 39 mm dan
diameter 39 mm.

Waktu sekon

Satuan SI untuk waktu adalah sekon dan satu sekon didefinisikan sebagai 9 192 631
770 kali periode transisi/periode/getaran tertentu yang dipancarakan atom Cs 133 dalam
transisi antara dua tingkat energi (hyperfine level) yang terdapat pada aras dasar
(ground state. Satuan SI untuk massa adalah kilogram, dan satu kilogram didefinisika
sebagai massa sebuah silinder patinum iridium yang disimpan di Lembaga Berat dan
Ukuran Internasional di Prancis. Tetapi selain itu juga terdapat standar massa non SI,
yaitu standar massa atom yang diambil berdasarkan massa satu atom C 12 yang tepat
didefinisikan bermassa 12 dalam satuan massa atom terpadu (amu atomic mass unit,
disingkat u).

Besaran Turunan
Contoh :

Kecepatan

pergeseran yang dilakukan persatuan waktu


satuan : meter per sekon (ms-1)

Percepatan

perubahan kecepatan per satuan waktu


satuan : meter per sekon kuadrat (ms-2)

Gaya
massa kali percepatan
satuan : newton (N) = kg m s-2

7 Besaran Pokok dalam Sistem internasional (SI)


NO

Besaran Pokok

Satuan

Singkatan

Dimensi

Panjang

Meter

Massa

Kilogram

kg

Waktu

Sekon

Arus Listrik

Ampere

Suhu

Kelvin

Intensitas Cahaya

Candela

cd

Jumlah Zat

Mole

mol

Besaran Pokok Tak Berdimensi


NO

Besaran Pokok

Satuan

Sudut Datar

Radian

Sudut Ruang

Steradian

Singkatan

Dimensi

rad

sr

1.6

.
Besaran-besaran fisika secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, besaran skalar,
besaran vektor dan besaran tensor. Untuk besaran tensor, tidak akan dipelajari dalam pelajaran
fisika dasar. Besaran skalar adalah besaran yang memiliki nilai saja, sedangkan besaran vektor
adalah besaran yang selain memiliki nilai juga memiliki arah.

- Guna Dimensi :
1. Untuk menurunkan satuan dari suatu besaran
2. Untuk meneliti kebenaran suatu rumus atau persamaan
- Metode penjabaran dimensi :
1. Dimensi ruas kanan = dimensi ruas kiri
2. Setiap suku berdimensi sama

Dimensi
Dimensi menyatakan esensi dari suatu besaran

fisika yang tidak bergantung pada satuan yang


digunakan.
Jarak antara dua tempat dapat dinyatakan dalam

meter, mil, langkah,dll. Apapun satuannya jarak pada


dasarnya adalah panjang.

Besaran
Pokok

Simbol
Dimensi

Besaran
Pokok

Simbol
Dimensi

Massa

Suhu

Panjang

Jumlah Zat

Waktu
Arus listrik

T
I

Intensitas

Contoh :
a. Tidak menggunakan nama khusus
NO

Besaran

Satuan

Kecepatan

meter/detik

Luas

meter 2

b. Mempunyai nama khusus


NO

Besaran

Satuan

Lambang

Gaya

Newton

Energi

Joule

Daya

Watt

Frekuensi

Hertz

Hz

1.8

Besaran Turunan dan Dimensi


NO

Besaran Pokok

Rumus

Dimensi

Luas

panjang x lebar

[L]2

Volume

panjang x lebar x tinggi

[L]3

Massa Jenis

massa
volume

[m] [L]-3

Kecepatan

perpindahan
waktu

[L] [T]-1

Percepatan

kecepatan
waktu

Gaya

massa x percepatan

[M] [L] [T]-2

Usaha dan Energi

gaya x perpindahan

[M] [L]2 [T]-2

Impuls dan Momentum

gaya x waktu

[M] [L] [T]-1

[L] [T]-2

1.9

Faktor Pengali dalam SI

NO

Faktor

Nama

Simbol

10 -18

atto

10 -15

femto

10 -12

piko

10 -9

nano

10 -6

mikro

10 -3

mili

10 3

kilo

10 6

mega

10 9

giga

10

10 12

tera

1.10

Contoh Soal
1. Tentukan dimensi dan satuannya dalam SI untuk besaran turunan berikut :
a. Gaya
b. Berat Jenis
c. Tekanan
d. Usaha
e. Daya
Jawab :
a. Gaya

= massa x percepatan
=M
x LT -2
= MLT -2 satuan kgms-2

c. Tekanan =

d. Usaha

berat
b. Berat Jenis = volume

gaya
luas

MLT -2
=
L2

Gaya
MLT -2
Volume =
L3

= MLT-2 (L-3)
= ML-2T-2 satuan kgm-2

= ML -1T -2 satuan kgm-1s-2

= gaya x jarak = MLT -2 x L = M L2T -2 satuan kgm2s-2


e. Daya =

usaha
waktu

ML 2 T -2
T

= ML 2 T -1 satuan kgm-2s-1

1.11

Analisa Dimensi
Suatu besaran dapat dijumlahkan atau
dikurangkan apabila memiliki dimensi
yang sama.
Setiap suku dalam persamaan fisika
harus memiliki dimensi yang sama.

Contoh :
Perioda ayunan sederhana T dinyatakan dengan rumus
berikut ini :
T 2 gl
l panjang tali dan g percepatan gravitasi dengan
satuan panjang per kwadrat waktu. Tunjukkan bahwa persamaan ini secara dimensional benar !
Jawab :

Dimensi perioda [T] :

Dimensi panjang tali [l] : L


Dimensi percepatan gravitasi [g] : LT-2
: tak berdimensi

L
T
LT 2
T

2. Buktikan besaran-besaran berikut adalah identik :


a. Energi Potensial dan Energi Kinetik
b. Usaha/Energi dan Kalor
Jawab :
a. Energi Potensial : Ep = mgh
Energi potensial = massa x gravitasi x tinggi
= M x LT-2 x L = ML2T - 2
Energi Kinetik : Ek = mv2
Energi Kinetik
= x massa x kecepatan2
= M x (LT-1) 2 = ML2T-2
Keduanya (Ep dan Ek) mempunyai dimensi yang sama keduanya identik

b. Usaha= ML2T-2
Energi
= ML2T-2
Kalor = 0.24 x energi = ML2T-2
Ketiganya memiliki dimensi yang sama identik

1.12