Anda di halaman 1dari 3

1.

Jelaskan 5 aspek dalam diagnostic holistic


a. Anak
b. Ibu
c. ayah
Jawab

Holistik yakni memandang manusia sebagai mahkluk biopsikososial pada


ekosistemnya. Manusia terdiri dari komponen organ, nutrisi, kejiwaan dan
perilaku.Diagnosa holistik adalah tata cara diagnosa yang memperhatikan
berbagai aspek yang dimungkinkan menyebabkan penyakit pada pasien yang
bersangkutan.
Diagnosis Holistik : kegiatan untuk mengidentifikasikan dan menentukan
dasar dan penyebab (disease), luka (injury), serta kegawatan yang diperoleh dari
keluhan riwayat penyakit pasien, pemeriksaan penunjang dan penilaian internal
dan eksternal dalam kehidupan pasien dan keluarganya.Holistik merupakan salah
satu konsep yang meliputi dimensi personal, fisik, psikologi, sosial, dan spiritual
dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit. Dalam pendekatan holistik,
dipercayai bahwa kesehatan seseorang tidak hanya bergantung pada apa yang
sedang terjadi secara fisik pada tubuh seseorang, tetapi juga terkait dengan kondisi
psikologi, emosi, sosial, spiritual, dan lingkungan.
Pendekatan holistik tidak hanya mengobati gejala tetapi juga mencari
penyebab dari gejala. Pendekatan holistik untuk pengobatan pasien telah
dikemukakan oleh Percival di dalam bukunya pada tahun 1803. Kasus kesehatan
dari setiap individu perlu pendekatan secara holistik(menyeluruh). Selain individu
sebagai objek kasus, juga terkait dengan aspek fisik(biologis), psikologis, sosial,
dan kultural serta lingkungan. Masalah kesehatan individu merupakan suatu
komponen dari sistem pemeliharaan kesehatan dari individu yang bersangkutan,
individu sebagai bagian dari keluarga, dan sebagai bagian dari masyarakat yang
meliputi aspek biomedis, psikologis, aspek pengetahuan , sikap dan perilaku,
aspek sosial dan lingkungan.

5 aspek dalam diagnostik holistik :

(1) Aspek Personal: alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran dan persepsi


pasien
(2) Aspek Klinis: Masalah medis, diagnosis kerja berdasarkan gejala dan
tanda
(3) Aspek

risiko internal : seperti pengaruh genetik, gaya hidup,

kepribadian, usia, gender


(4) Aspek risiko eksternal dan psikososial: berasal dari lingkungan
(keluarga, tempat kerja, tetangga, budaya)
(5) Derajat Fungsional: Kualitas Hidup Pasien . Penilaian dengan skor 1
5, berdasarkan disabiltas dari pasien, yaitu :
Aktivitas menjalankan fungsi Score

Keterangan

sosial dalam kehidupan


Mampu melakukan pekerjaan 1

Mandiri

seperti sebelum sakit

diri, bekerja di dalam dan

Mampu melakukan pekerjaan 2

luar rumah
Mulai mengurangi aktivitas

ringan sehari-hari di dalam dan

kerja kantor

luar rumah
Mampu melakukan perawatan 3

Mandiri

diri,

diri, tidak mampu bekerja

tapi

tidak

mampu

dalam

dalam

perawatan

perawatan

melakukan pekerjaan ringan

ringan

Dalam keadaan tertentu masih 4

Tidak melakukan aktivitas

mampu

kerja,

merawat

diri,

tapi

tergantung

sebagian besar aktivitas hanya

keluarga

duduk dan berbaring


Perawatan diri oleh orang lain, 5

Tergantung

hanya berbaring pasif

rawat

1. Anak
- Aspek 1

: Batuk pilek, banyak koreng, bisul

bernanah dan BB sulit naik

pada

pada

pelaku

Aspek 2
Aspek 3

tubuh, riwayat penyakit keluarga, diasuh oleh neneknya


Aspek 4
: Lingkungan tidak higienis, riwayat keluarga
Aspek 5
: Skala 2

2. Ibu
- Aspek 1

: Pioderma, ISPA, Kurang gizi


: Status gizi kurang, daya tahan

: Hamil , Mengalami alergi terhadap dingin berupa

gatal-gatal
Aspek 2
Aspek 3
Aspek 4

: Alergi/ hipersensivitas tipe 1


: Bekerja sebagai buruh garmen
: Lingkungan tidak higienis, bekerja

buruh
Aspek 5

: Skala 1

3. Ayah
- Aspek 1

sebagai

: Sering mengalami batuk dan

seorang perokok
Aspek 2
: ISPA
Aspek 3
: Bekerja sebagai satpam dan

perokok 1 hari 1 bungkus


Aspek 4
: Lingkungan tidak higienis, seorang

perokok
Aspek 5

: Skala 1

Sumber :

Kahanjak DN. Slide kuliah kedokteran keluarga. Universitas Palangka


Raya : Modul IKK, 2016.

Nasution N. Gambaran Peran Keluarga Dalam Pemulihan Pasien


Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara- 2014
available in :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/41404/4/Chapter%20II.pdf