Anda di halaman 1dari 38

METODE SIMPLEKS

Oleh:
Muhiddin Sirat

EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LAMPUNG
TAHUN 2007

Analisis Optimasi 1
MATERI (I):

METODE SIMPLEKS

PENDAHULUAN
 Metode simpleks adalah suatu prosedur
aljabar (yang bukan secara grafik) untuk
mencari nilai optimal dari fungsi tujuan
dalam masalah optimasi yang terkendala.

 Perhitungan dalam metode simpleks


didasarkan pada aljabar matriks, terutama
mencari invers matirks untuk penyelesaian
persamaan linier simultan, oleh karena itu
penyelesaian optimal dengan metode
simpleks diawali pengubahan kendala
pertidaksamaan menjadi persamaan.

 Untuk mencari nilai optimum dengan


menggunakan metode simpleks dilakukan
dengan proses pengulangan (iterasi) dimulai
dari penyelesaian dasar awal yang layak
(feasible) hingga penyelesaian dasar akhir
yang layak dimana nilai dari fungsi tujuan
telah optimum
Analisis Optimasi 2
PERSYARATAN METODE SIMPLEKS
Terdapat tiga persayaratan untuk memecahkan
masalah linier programing, yaitu :
 Semua kendala pertidaksamaan harus diubah
menjadi persamaan.
 Sisi kanan dari tanda pertidaksamaan
kendala tidak boleh adanya negatif.
 Semua variabel dibatasi pada nilai non
negatif.

PENULISAN STANDAR DARI METODE


SIMPLEKS

Berdasarkan ketiga persyaratan di atas, maka kita


dapat menulis bentuk standar dari metode
simpleks sebagai berikut :
1. Masalah Linier Programing dengan Fungsi
Tujuan Maksimisasi.

Sebagai contoh untuk dua variabel dan dua


kendala :
Analisis Optimasi 3
Maksimumkan : π = C1 X1 + C2X2

Dengan Kendala:
a11 X 1 + a12 X 2 ≤ K1
a21 X 1 + a22 X 2 ≤ K 2
X 1 ≥ 0 dan X 2 ≥ 0

Bentuk standar metode simpleks di atas dapat


ditulis menjadi :
a. Fungsi tujuan bentuk eksplisit diubah
menjadi bentuk implisit.
- π + C1 X1 + C2 X2 = 0
b. Kendala bentuk pertidaksamaan (tanda ≤ )
diubah menjadi persamaan dengan cara
menambahkan variabel slack pada ruas kiri,
sehingga menjadi :
a11 X 1 + a12 X 2 + S1 = K1
a21 X 1 + a22 X 2 + S 2 = K 2

dimana : S1 dan S2 adalah variabel slack (non


negatif).
a. Dalam notasi matriks, kita peroleh :

Analisis Optimasi 4
π 
X  0
 − 1 C1 C2 0 0  1   
 0 a a 1 0    
 1 1 2 2 X
  1 2 = K
 0 a2 1 a2 2 0 1  S   K 
 1   2
 S1 
b. Tabel Simpleks Pertama
Variabel Nilai kanan
Dasar π X1 X2 S1 S2
(konstanta)
π -1 +C1 +C2 0 0 0
S1 0 a11 a12 1 0 K1
S2 0 a21 a22 0 1 K2

Analisis Optimasi 5
2. Masalah Linier Programing Berupa
Fungsi Tujuan Minimisasi.

Minimumkan : C = c1 X1 + c2 X2

a11 X 1 + a22 X 2 ≥ K1
Dengan kendala : a11 X 1 + a22 X 2 ≥ K 2
X 1 ≥ 0 dan X 2 ≥ 0

Bentuk standar metode simpleks dapat


ditulis menjadi :
a. Fungsi tujuan semula bentuk eksplisit
diubah menjadi bentuk implisit :
- C + c1 X1 + c2 X2 = 0
b. Kendala pertidaksamaan (tanda ≥ )
Diubah menjadi persamaan dengan
cara dikurangi variabel slack
kemudian ditambah variabel buatan :

Analisis Optimasi 6
a11 X1 + a12 X2 – S1 + A1 = K1
a21 X1 + a22 X2 - S2 + A2 = K2
dimana :
S1 dan S2 adalah variabel slack
A1 dan A2 adalah variabel buatan

c. Dalam notasi matriks, kita peroleh :

C 
X 
 1
 − 1 c1 c2 0 0 0 0   X 2   0 
 0 a a − 1 0 1 0  S  =  K 
 1 1 1 2   1   1
 0 a2 1 a2 20 0 − 1 1   S2   K2 
 
 A1 
A 
 2
d.Tabel Simpleks Pertama
Analisis Optimasi 7
Variabel Nilai kanan
C X1 X2 S1 S2 A1 A2
Dasar (konstanta)
π -1 +c1 +c2 0 0 0 0 0
S1 0 a11 a12 -1 0 1 0 K1
S2 0 a21 a22 0 -1 0 1 K2

PENYELESAIAN DENGAN
MATODE SIMPLEKS

Setelah kita mengetahui penulisan umum dari


metode simpleks, maka langkah penyelesaian
guna memperoleh kombinasi yang optimal dari
variabel pilihan (Xi) adalah sebagai berikut :

1. Membuat tabel simpleks awal/pertama


2. Menentukan kolom pivot (kolom kunci).
Kolom kunci adalah kolom yang berada
pada angka positif terbesar dalam baris
fungsi tujuan (baris pertama).
Analisis Optimasi 8
3. Menentukan baris pivot (baris kunci).
Pilihlah baris dengan hasil bagi antara nilai
kanan (konstanta) positif dengan angka pada
kolom kuncinya yang terkecil. Angka yang
berada pada perpotongan kolom kunci dan
baris kunci disebut angka kunci.
4. Menentukan baris kunci baru dengan cara
membagi semua elemen dalam baris kunci
dengan angka kunci agar angka kunci sama
dengan 1 (satu).
5. Menentukan baris lain yang baru (selain
baris kunci) :
a. Baris baru = (baris lama) – (angka
pada kolom kunci yang bersesuaian
dengan baris lama dikali baris kunci
baru).

Analisis Optimasi 9
b. Setelah diketahui baris kunci baru dan
baris lain yang baru, bentuklah tabel
simpleks kedua.
c. Perhatikan tabel simpleks kedua, jika
angka pada baris pertama (baris fungsi
tujuan) masih terdapat angka positif,
lakukan langkah berikutnya dengan
cara yang sama.
d. Jika sudah tidak ada lagi angka positif
pada baris pertama, berarti
penyelesaian telah optimal, dan akan
dapat diketahui nilai variabel pilihan
yang akan mengoptimal fungsi tujuan.

METODE SIMPLEKS :
MASALAH MAKSIMISASI DENGAN
KENDALA BENTUK BAKU (SEMUA
KENDALA BERTANDA ≤ ):

Analisis Optimasi 10
Gunakan metode simpleks untuk memaksimumkan
π = 8000 X1 + 7000 X2
Dengan kendala :
2 X 1 + 3 X 2 ≤ 24
2 X 1 + X 2 ≤ 16
X 1 + 4 X 2 ≤ 27
X 1 ≥ 0 dan X 2 ≥ 0

Langkah Membentuk Tabel Simpleks I:

1. Fungsi tujuan dalam bentuk implisit :


- π + 8000 X1 + 7000 X2 = 0
2. Karena masalah maksimisasi, maka
kendala ditambah variabel slack:
2 X 1 + 3 X 2 + S1 = 24
2 X 1 + X 2 + S 2 = 16
X 1 + 4 X 2 + S3 = 27

3. Tabel Simpleks I (awal)


Variabel Nilai kanan
π X1 X2 S1 S2 S3
Dasar (konstanta)

Baris 1 = π -1 8000 7000 0 0 0 0


Baris 2 = S1 0 2 3 1 0 0 24
Baris 3 = S2 0 2 1 0 1 0 16
Baris 4 = S3 0 1 4 0 0 0 27

Analisis Optimasi 11
Kolom kunci adalah kolom X1 dan Baris kunci adalah
baris 3

Langkah Membentuk Tabel Simpleks II:

1. Kolom kunci adalah kolom yang berada pada


angka positif terbesar dalam baris pertama,
yaitu kolom X1.
2. Baris kunci adalah :
Nilai kanan ( NK ) 24
Baris 2 = Angka kolom kunci ( AKK )
=
2
= 12

Nilai kanan 16
Baris 3 = Angka kolom kunci
=
2
= 8 → positif terkecil

Nilai kolom 27
Baris 4 = Angka kolom kunci
=
1
= 27

Baris kunci adalah baris 3

3. Baris kunci baru (baris 3 baru) :


Baris kunci lama :
π X1 X2 S1 S2 S3 NK

Analisis Optimasi 12
0 2 1 0 1 0 16
Baris kunci baru = Baris lama dibagi angka kunci
0 1 ½ 0 ½ 0 8

4. Baris lain yang baru


Baris (1) Baru = Baris (1) lama – (Baris kunci baru x 8000)
Baris (2) Baru = Baris (2) lama – (Baris kunci baru x 2)
Baris (4) Baru = Baris (4) lama – (Baris kunci baru x 1)

5, Tabel Simpleks II
Variabel Nilai
π X1 X2 S1 S2 S3
Dasar Kanan

Baris (1) = π -1 0 3000 0 -4000 0 -64.000


Baris (2) = S1 0 0 2 1 -1 0 8
Baris (3) = X1 0 1 ½ 0 ½ 0 8
Baris (4) = S3 0 0 3,5 0 -½ 0 19

Langkah Membentuk Tabel Simpleks III:


1. Kolom kunci = Kolom X2
2. Baris kunci =
NK 8
Baris 2 = = = 4 → positif terkecil
AKK 2

Analisis Optimasi 13
NK 8
Baris 3 = = = 16
AKK 1/ 2
NK 19
Baris 4 = = = 5,43
AKK 3,5

Baris kunci adalah baris 2

3. Baris kunci baru (baris 2 baru) =


π X1 X2 S1 S2 S3 NK
0 0 1 ½ -½ 0 4

4. Baris lain yang baru =


Baris (1) Baru = Baris (1) lama – (Baris kunci baru x 3000)
Baris (3) Baru = Baris (3) lama – (Baris kunci baru x ½)
Baris (4) Baru = Baris 94) lama – (Baris kunci baru x 3,5)

5. Tabel Simpleks III


Variabel Nilai
π X1 X2 S1 S2 S3
Dasar Kanan
Baris (1) = π -1 0 0 -1500 -2500 0 -76.000
Baris (2) = X2 0 0 1 ½ -½ 0 4
Baris (3) = X1 0 1 0 -1/4 ¾ 0 6
Baris (4) = S4 0 0 0 -7/4 5/4 1 5

Karena pada baris (1) tidak ada lagi yang bernilai


positif, penyelesaian optimal selesai.

X1 = 6 ; X2 = 4 ; - π = -76

Analisis Optimasi 14
π *= 76.000

---------------------------------------------

MATERI (II):

METODE SIMPLEKS
MASALAH MINIMISASI DENGAN
KENDALA BENTUK BELUM BAKU
(SALAH SATU KENDALA BERTANDA ≤ )

Jika pertidaksamaan kendala berbentuk tanda ≥


, maka variabel slack dikurangkan dari sisi kiri;
dan untuk tanda ≤ ditambahkan dari sisi kiri.

Untuk fungsi tujuan ditambah M.Ai ( + M.Ai)


untuk fungsi tujuan minimisasi; dan dikurang
M.Ai (- M.Ai ) untuk fungsi tujuan Maksimiasi.

Contoh Soal:

Minimumkan: Z = 2X1 + 10X2

Kendala : 2X1 + X2 ≤ 6
5X1 + 4X2 ≥ 20

Analisis Optimasi 15
X1 ≥ 0 dan X2 ≥ 0

Tentukan X1, X2 yang meminimum Z=…?

Penyelesaian:

Tahap 1: Memasukkan Variable Slack dan


Variable Buatan

Fungsi Tujuan : Z = 2X1 + 10X2 + MA1


Kendala :
2X1 + X2 + S1 = 6
5X1 + 4X2 - S2 + A1 = 20

Keterangan:
S1 dan S2: variabel Slack
A1 : Variabel Buatan (variabel artifisial).

Tahap 2 :Langkah Membentuk Tbl Simpleks I:

Membentuk fungsi tujuan untuk siap


dimasukkan ke Tabel Simpleks I:

Minimumkan:
- Z + 2X1 + 10X2 + MA1 = 0

Analisis Optimasi 16
Karena nilai M pada fungsi tujuan harus nol,
maka fungsi tujuan semula harus diubah
menjadi funsi tujuan yang disesuaikan.

Fungsi X1 X2 S1 S2 A NK
Tujuan
Fungsi 2 10 0 0 M 0
Tujuan
Kendala 5M 4M 0M -1M 1M 20M
(2) x M
Fungsi (2-5M) (10-4M) 0 +M 0 -20M
Tujuan
Baru

Tabel Simpleks I:

Variabel X1 X2 S1 S2 A NK
dasar
F.Tujuan (2-5M) (10-4M) 0 +M 0 -20M
(Cj-Zj)
S1 2 1 1 0 0 6
S2 5 4 0 -1 1 20

Tahap 3: Langkah Membentuk Tabel


Simpleks II.

(1). Kolom Kunci : Kolom X1 karena memiliki


nilai negatif terbesar pada baris Cj-Zj.
Analisis Optimasi 17
(2). Baris Kunci (NK/ AKK):
Baris 2 (Baris S1): NK/AKK = 6/2 = 3....(BK)
Baris 3 (Baris S2): NK/AKK = 20/5 = 4.

(3). Baris Kunci Baru (Baris 2) Baru:


BKB = (BKL/AK)
Baris X1 X2 S1 S2 A NK
Kunci
BKB= 2/2 ½ ½ 0/2 0/2 6/2
BKL/AK
BKB 1 ½ ½ 0 0 3

(4). Baris Lain yang Baru:


a. Baris 1 (Baris Cj-Zj) baru
= Baris Lama – (AKK.BKB)
Baris 1 X1 X2 S1 S2 A NK
(Cj-Zj)
Baris 1 (2-5M) (10-4M) 0 M 0 -20M
Lama
BKB 1 ½ ½ 0 0 3
AKKx (2-5M)(1) (2-5M)(1/2) (2-5M)(1/2) (2-5M)(0) (2-5M)(0) (2-5M).(3)
BKB
(2-5M) (1-5/2M) (1-5/2M) 0 0 (6-15M)
Baris 1 0 (9-3/2M) (-1+5/2M) 0 0 (-6M-5M)
Baru

b. Baris 3 (Baris S2) Baru:


Baris 3 X1 X2 S1 S2 A1 NK
Baris 3 5 4 0 -1 1 20
Lama
BKB 1 ½ ½ 0 0 3
BKBx 5(1) 5(1/2) 5(1/2) 5(0) 5(0) 5(3)
Analisis Optimasi 18
AKK
5 2,5 2,5 0 0 15
Baris 3 0 3/2 -2,5 -1 1 5
Baru

Tabel Simpleks II
Variabel X1 X2 S1 S2 A1 NK
Dasar
Baris 1 0 (9-3/2M) (-1+5/2M) M 0 (-6-5M)
Cj-Zj
Baris S1.... 1 ½ ½ 0 0 3
Baris (X1)
Baris S2 0 3/2 -5/2 -1 1 5

Tahap IV: Langkah Membnetuk Tabel


Simpleks III

Dengan cara yang sama dapat ditentukan:


(1). Kolom Kunci: Kolom X2 (Negatif terbesar)
(2). Baris Kunci: Baris 3 (Baris S2);
(3). Baris Kunci Baru;
(4). Baris Lain yang baru.

Tabel Simpleks III


Variabel X1 X2 S1 S2 A1 NK
Dasar
Baris 1 1 0 14 6 (-6+M) -36
Cj-Zj
Baris S1... 1 0 27/3 1/3 -1/3 4/3

Analisis Optimasi 19
(X1)
Baris S2... 0 1 -5/3 -2/3 2/3 10/3.
(X2)

Karena : Baris 1 (Cj-Zj) sudah positif semua


dan telah terbentuk matrik Identity untuk kolom
1 dan kolom 2, maka Tabel Simpleks selesai;

Nilai Optimum:

-Zj = -36...... Zj = 36, X1 = 4/3, X2 = 10/3.

-----------------------------

Analisis Optimasi 20
MATERI (III):

METODE SIMPLEKS
MASALAH MINIMISASI DENGAN
KENDALA BENTUK BAKU (SEMUA
KENDALA BERTANDA ≥ )

Minimumkan : C = 6X1 + 24X2

Kendala: X1 + 2X2 ≥ 3
X1 + 4X2 ≥ 4

Dan X1, X2 ≥ 0

Penyelesaian:

Langkah membentuk Tabel Simpleks I:

1. Penyesuaian Fungsi tujuan dan Kendala:

Minimisasi: C = 6X1 + 24X2 + MA1+ MA2

Analisis Optimasi 21
Kendala : X1 + 2X2 –S1 + A1 = 3
X1 + 4X2 – S2+ A2 = 4

Keterangan: S1, S2 : Variabel Slack


A1,A2 : Variabel Buatan

2. Penyesuaian Fungsi tujuan agar siap masuk


pada Tabel Simpleks I, karena nilai M akan
dianggap Nol.
a. Fungsi Tujuan dalam bentuk Implisit
- C + 6X1 + 24X2 + MX1 + MX2 = 0

b. Penyesuain Fungsi Tujuan :


Fungsi X1 X2 S1 S2 A1 A2 NK
Tujuan
Cj-Zj 6 24 0 M 0 M 0
Kendala 1M 2M -M M 0 0 3M
(1) x M
Cj-Zj (6-M) (24-2M) M 0 0 M -3M
Kendala 1M 4M 0 0 -M M 4M
(2) xM
Cj-Zj (6-2M) (24-6M) M 0 M 0 -7M
(nilai M
=0)

c.Tabel Simpleks I

Variabel X1 X2 S1 S2 A1 A2 NK
Dasar
Cj-Zj (6-2M) (24-6M) M 0 M 0 0
A1 1 2 -1 1 0 0 3
A2 1 4 0 0 -1 1 4

Analisis Optimasi 22
Langkah Membentuk Tabel Simpleks II:

1. Kolom Kunci: Kolom X2 (Negatif terkecil)


2. Baris Kunci:
Baris 3=NK/AKK = 3/2 = 1,5
Baris 3 : NK/AKK = 4/4 = 1 ...Baris Kunci

3. Baris Kunci Baru (BKB = BL/AK);

4. Baris lain (Baris 1 dan Baris 2) yang baru;

5. Tabel Simpleks II:

Variabel X1 X2 S1 S2 A1 A2 NK
Dasar
Cj-Zj (-1/2M) 0 M 0 (6-1/2M) (-6+3/2M) (-24+6M)
A1 ½ 0 -1 1 ½ -1/2 1
A2...X2 ¼ 1 0 0 -1/4 1/4 1

Langkah Membentuk Tabel Simpleks III:

Kolom Kunci: Kolom X1(Negatif terkecil)


Analisis Optimasi 23
Baris Kunci:
Baris 2= NK/AKK = 1/(1/2)=2..Baris Kunci
Baris 3 : NK/AKK = 1/(1/4) = 4.

Baris Kunci Baru (BKB = BL/AK);

Baris lain (Baris 1 dan Baris 3) yang baru.

Tabel Simpleks III:

Variabel X1 X2 S1 S2 A1 A2 NK
Dasar
Cj-Zj 0 0 0 M 6 (-6+M) (-24+7M)
A1...X1 1 0 -2 2 1 -1 2
X2 0 1 ½ -1/2 -2/4 2/4 1/2

Titik Optimal:
X1 = 2 ; X2 = ½; -Zj = -24+7M....Zj=C= 24.

Analisis Optimasi 24
MATERI (IV):

METODE SIMPLEKS
DENGAN PROGRAM DUAL

I. PENDAHLUAN
Pembahasan tentang masalah dualitas
dalam linier programing menjadi penting,
ketika kita akan menentukan nilai optimal
fungsi tujuan dengan kendala-kendala
yang bertanda lebih besar atau sama
dengan nol (≥ ).

Apabila bentuk pertidaksamaan kendala


tanda ≥ , maka pengubahan bentuk
pertidaksamaan kendala untuk menjadi
persamaan harus memasukkan variabel
buatan (Artifisial Variable) disamping
memasukkan variabel slack (slack
variable)

Analisis Optimasi 25
Contoh :
Minimumkan : C = 6 X 1 + 24 X 2

X1 + 2 X 2 ≥ 3
Kendala: X1 + 4 X 2 ≥ 4

1. Perubahan Kendala Pertidaksamaan:

Agar kendala pertidaksamaan menjadi


persamaan maka harus dikurangi variabel
slack dan ditambah variabel buatan.
X 1 + 2 X 2 − S1 + A1 = 3
X 1 + 4 X 2 + −S 2 + A2 = 4
Si = Variabel slack
Ai = Variabel bua tan

2. Perubahan Fungsi Tujuan:

Dan fungsi tujuan harus ditambah Σ M.AI


untuk fungsi tujuan minimisasi, dan
dikurangi Σ M.AI untuk fungsi tujuan
maksimisasi.

Berdasarkan contoh di atas, fungsi


tujuan minimisasi dan dengan kendala
bentuk bakunya bertanda ≥ , maka
perubahan bentuk fungsi tujuan adalah
sebagai berikut :

Analisis Optimasi 26
C = 6X1 + 24 X2 di ubah menjadi :
C = 6 X1 + 24 X2 + M.A1 + M.A2

walaupun nilai M akan dianggap sama


dengan nol.

Penyesuaian fungsi tujuan dan kendala-


kendala harus dilakukan sebelum kita
membentuk tabel simpleks awal (tabel
simpleks I) . Oleh karena itu proses
penentuan nilai optimal fungsi tujuan
dalam linier programing yang kendalanya
bertanda ≥ menjadi tidak praktis karena
harus memasukkan variabel buatan selain
variabel slack.

Sebaliknya apabila kendala-kendala


bertanda ≤ , maka proses penentuan
nilai optimal fugsi tujuan lebih praktis,
karena: (1) cukup memasukkan variabel
slack saja dalam proses pengubahan
kendala pertidaksamaan agar menjadi
persamaan, dan (2) tidak perlu

Analisis Optimasi 27
memasukkan variabel buatan pada fungsi
tujuan.

Apabila bentuk awal (primal), yaitu


minimisasi fungsi tujuan dan kendala
bertanda ≥ , maka bentuk dualnya
adalah maksimisasi fungsi tujuan dan
kendala bertanda ≤ . Demikian pula
sebaliknya.

II. MASALAH DUALITAS DALAM LINIER


PROGRAMING

Apabila masalah awal (primal) adalah


maksimisasi fungsi tujuan, maka dualnya
adalah masalah minimisasi. Dan
sebaliknya, jika masalah awal (primal)
adalah minimisasi fungsi tujuan, maka
dualnya adalah masalah maksimisasi.

Bentuk Awal (Primal) Minimisasi:

Primal :
Minimisasikan : Z = C.X

Analisis Optimasi 28
Dengan kendala : A.X ≥ K
Maka dualnya :
Maksimisasikan : Z = K.Y
Dengan kendala : A1Y ≤ C
Contoh dalam bentuk umum dua
variabel Xi adalah sebagai berikut :

Bentuk awal (primal) :


Minimisasikan : C = C1 X1 + C2 X2
a11 X 1 + a12 X 2 ≥ K1
Dengan kendala : a21 X 1 + a22 X 2 ≥ K 2

Maka dualnya :
Maksimisasikan : Z = K1 Y1 + K2 Y2
a11 Y1 + a21 Y2 ≤ C1
Dengan kendala : a12 Y1 + a22 Y2 ≤ C2

Analisis Optimasi 29
III. CONTOHSOAL METODE SIMPLEKS
DENGAN PROGRAM DUAL (UNTUK
KENDALA BERTANDA BAKU)

Diketahui bentuk primal fungsi tujuan


minimisasi dan kendala adalah :

Z = 120 X1 + 180 X2

Pertidaksamaan Kendala:
6 X 1 + 3 X 2 ≥ 45
4 X 1 + 10 X 2 ≥ 55
X 1 ≥ 0 dan X 2 ≥ 0

Tentukan : nilai X1 dan X2 yang meminimisasi.


Fungsi tujuan, dan tentukan nilai optimal fungsi
tujuan.

Penyelesaian:
1. Bentuk dualnya adalah :
Maksimisasikan : Z = 45 Y1 + 55 Y2
6Y1 + 4Y2 ≤ 120
Dengan kendala : 3Y1 +10 Y2 ≤ 180
Y1 ≥ 0 dan Y2 ≥ 0

Analisis Optimasi 30
2. Fungsi tujuan dalam bentuk implisit :
- Z + 45 Y1 + 55 Y2 = 0

3. Penambahan variabel slack :


6Y1 + 4Y2 + S1 = 120
3Y1 +10 Y2 + S 2 = 180

4. Tabel simpleks awal


Variabel Nilai
Zj Y1 Y2 S1 S2
Dasar Kanan

Zj -1 45 55 0 0 0
S1 0 6 4 1 0 120
S2 0 3 10 0 1 180

5. Tahapan pembentukan tabel simpleks II


dan III sama dengan langkah pada
contoh terdahulu.

6. Melalui proses yang sama pada contoh


terdahului dapat ditentukan nilai Y1 dan
Y2 yang mengoptimal Z :

Y1* = 10 ; Y2* = 15 ; dan Z* = 1275


7. Untuk menentukan X1* dan X2* dengan
langkah sebagai berikut :

Analisis Optimasi 31
Zj* = 1275
Bentuk awal fungsi tujuan:
Z = 120 X1 + 180 X2 .
Fungsi Tujuan:
1275 = 120 X1 + 180 X2

Kendala (1):
X1 + 3 X2 ≥ 45
6 X1 = 3 X2 + 45
1 45
X1 = −
2
X2 +
6

Persamaan ini disubsitusikan ke fungsi


tujuan akan diperoleh :
285
X1* = 48

25
X2* = 8

Z*minimum = 1275

IV. CONTOHSOAL METODE SIMPLEKS


DENGAN PROGRAM DUAL (UNTUK

Analisis Optimasi 32
KENDALA BERTANDA TIDAK
BAKU)

MASALAH AWAL (PRIMAL):

Minimisasi : Z = 2X1 + 10X2

Kendala : 2X1 + X2 ≤ 6
5X1 + 4X2 ≥ 20

Kendala pertama tanda tidak baku untuk fungsi


tujuan minimisasi.
Bentuk Baku masalah minimisasi semua
Kendala bertanda ≥ ; Oleh karena itu kendala
pertama diubah menjadi bentuk baku, sehingga
Fungsi Tujuan dan Kendala yang baru menjadi
sbb:

Minimisasi : Z = 2X1 + 10X2


Kendala :
-2X1 - X2 ≥ -6
5X1 + 4X2 ≥ 20.

MASALAH DUALNYA:

Analisis Optimasi 33
Selanjutnya dapat dibentuk dualnya (Dual
Program):

Maksimisasi: Z = -6Y1 + 20 Y2

Kendala : -2Y1 + 5Y2 ≤ 2


-1Y1 + 4Y2 ≤ 10

LANGKAH MEMBENTUK
TABEL SIMPLEKS I:

Merubah fungsi Tujuan menjadi bentuk


implisit:
-Z - 6Y1 + 20Y2 = 0.

Memasukkan Variabel Slack:

-2Y1 + 5Y2 + S1 = 2
-1Y1 + 4Y2 + S2 = 10.

Tabel Simpleks I:

Variabel Y1 Y2 S1 S2 NK

Analisis Optimasi 34
Dasar
Cj-Zj -6 +20 0 0 0
S1 -2 5 1 0 2
S2 -1 4 0 1 10

LANGKAH MEMBENTUK
TABEL SIMPLEKS II:

Kolom Kunci: karena Fungsi Tujuan


Maksimisasi, maka kolom kunci berada pada
kolom Y2 (positip terbesar pada baris Cj-Zj).

Baris Kunci (BK) adalah baris 2, karena:


Baris 2: NK/AKK = 2/5 ......BK (positip
terkecil).
Baris 3 : NK/AKK = 10/4.

Baris Kunci Baru (BKB):


BKB = Baris Kunci /AKKnya.

Baris Lain baru (baris 1 dan baris 3 yang baru):


Baris 1 baru = Baris 1 Lama – (AKKnya x BKB)
Baris 3 baru = Baris 3 lama –(AKKnya x BKB).

Tabel Simpleks II :

Variabel Y1 Y2 S1 S2 NK

Analisis Optimasi 35
Dasar
Cj-Zj 2 0 -4 0 -8
S1....Y2 -2/5 1 1/5 0 2/5
S2 3/5 0 -4/5 1 42/5

LANGKAH MEMBNETUK
TABEL SIMPLEKS III:

Kolom Kunci: karena Fungsi Tujuan


Maksimisasi, maka kolom kunci berada pada
kolom Y1 (positip terbesar pada baris Cj-Zj).

Baris Kunci (BK) adalah baris 3, karena:


Baris 2: NK/AKK = (2/5)/-(2/5) = -1
Baris 3 : NK/AKK = (42/5)/(3/5) = 42/3 (positip
terkecil)

Baris Kunci Baru (BKB):


BKB = Baris Kunci /AKKnya.

Baris Lain baru (baris 1 dan baris 2 yang baru):


Baris 1 baru = Baris 1 Lama – (AKKnya x BKB)
Baris 2 baru = Baris 2 lama –(AKKnya x BKB).

Tabel Simpleks III :

Variabel Y1 Y2 S1 S2 NK

Analisis Optimasi 36
Dasar
Cj-Zj 0 0 -4/3 -10/3 -36
Y2 0 1 -1/3 10/15 6
S2....Y1 1 0 -4/3 5/3 42/3=14

Untuk Fungsi tujuan maksimisasi, apabila Baris


Cj-Zj sudah Nol atau Negatif, maka solusi
optimal sudah selesai dan nilai optimum dapat
diketahui.

- Zj = -36 maka Zj = 36;


Y1 = 14 dan Y2 = 6

Untuk menentukan nilai X1 dan X2 Optimal


adalah sebagai berikut:

Maka Fungsi Tujuan: 36= 2X1 + 10X2......(1)

Kendala 1: 2X1 + X2 = 6
X2 = -2X1 + 6..........................(2)

Substitusikan (2) ke (1):


36 = 2X1 + 10 (-2X1+6)..........X1 = 4/3.

Jadi : X2 = -2(4/3) + 6 ...........X2 = 10/3.

V. PENUTUP

Analisis Optimasi 37
Teori ekonomi merupakan landasan dalam
menyusun model ekonomi. Dengan
menggunakan model yang bersifat
matematis kita dapat menggunakan analisis
optimasi guna menentukan nilai optimum
fungsi tujuan. Analisis optimasi dapat
menggunakan : (1) tehnik kalkulus
diferensial, dan ke (2) menggunakan tehnik
programasi linier (linier programing).
Penguasaan aturan diferensiasi fungsi,
matriks, dan aturan-aturan optimasi fungsi
akan sangat membantu penganalisis ekonomi
dalam menentukan nilai optimal variabel
ekonomi yang dimasukkan dalam model yang
digunakan.

--------------------------------

Analisis Optimasi 38