Anda di halaman 1dari 390

Laporan Tahunan 2009

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.

Membawa Anda
Menuju Dunia Masa Depan
Membawa Anda
Menuju Dunia
Kami melakukan transformasi
secara fundamental
dan menyeluruh untuk
mempertahankan posisi sebagai
p e m i m p i n p a s a r. S e j a l a n
dengan transformasi tersebut
ka m i m e n e ra p ka n st ra te g i
u n t u k m e n j a d i ka n T E L KO M
lebih fleksibel dan kompetitif
dalam mengantisipasi dan
menghadapi berbagai
perubahan dan kompetisi
yang semakin ketat di
masa depan.
Masa Depan

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009


Logo Baru

Corporate Identity (logo) Telkom Indonesia yang baru diciptakan


berdasarkan strategi brand yang baru, yang didasari 5 Brand Values yang
membentuk Brand Positioning. Brand Values merupakan nilai-nilai dasar
brand yang wajib diamalkan dalam kehidupan insan Telkom Indonesia
sehari-harinya. Brand Positioning “Life Confident” dibentuk berdasarkan
5 Brand Value tersebut dan merupakan pernyataan tentang posisi unik
Telkom Indonesia sebagai brand.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Brand Values
Expertise – keahlian yang dicapai dari pengetahuan yang dalam dan pengalaman
yang teruji.

Empowering – Memberdayakan stakeholders dalam menanggapi aspirasi


mereka.

Assured – Keyakinan dalam tindakan kita, nilai-nilai, dan jaringan yang


meningkatkan kepercayaan dan loyalitas.

Progressive – progresif dan terdepan dalam teknologi, pemikiran, produk, dan


customer service.

Heart – Melayani dengan hati kebutuhan dalam segala hal yang kita lakukan
untuk kebutuhan stakeholders.

Brand Positioning
Life Confident
Keahlian dan dedikasi kami pada kemajuan akan memberikan
keyakinan bagi semua stakeholder kami untuk mendukung
kehidupan mereka di mana pun mereka berada.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
Daftar Isi

1 5 6
Lisensi 48
Tarif dan Biaya 50
Interkoneksi
Sekilas Telkom Faktor-Faktor 56 Pembahasan Informasi
Logo Baru 2 Risiko Dan Analisis Keuangan
Ikhtisar Keuangan 6 Risiko yang 56 Manajemen Tambahan
Data Keuangan 8 Terkait dengan Tinjauan dan 91 Informasi Keuangan 121
Ikhtisar Operasi 12 Indonesia Prospek Operasi Kasus Hukum 121
Ikhtisar Saham 13 Risiko terkait 58 dan Keuangan Material
Biasa dengan TELKOM Tinjauan Hasil 91
dan Anak Memorandum dan 123
Tentang TELKOM 22 Usaha
Perusahaan Anggaran Dasar
Visi, Misi, Tujuan, 23 Hasil Usaha 100
Pengungkapan 64 Rangkuman 125
Inisiatif Strategis Kuantitatif dan Hasil Segmen 109 Perbedaan
Peristiwa Penting 24 Kualitatif atas Likuiditas dan 110 Signifikan Antara
2009 Risiko Pasar Sumber-Sumber Praktik Tata
Penghargaan 2009 28 Permodalan Kelola Perusahaan
Indonesia dan

4
Arus Kas Bersih 111
Standar Tata Kelola

2
Modal Kerja 113
Perusahaan NYSE
Aset Lancar 113
Kontrak Material 127
Tinjauan Kewajiban Jangka 113
Pengendalian Nilai 127
Laporan operasional Pendek
Tukar
kepada Telkom 2009 Struktur Modal 114
Perpajakan 128
Pemegang Tinjauan Bisnis 69 Kewajiban 114
Saham Belanja Modal 114

7
Infrastruktur 74
Laporan Komisaris 32 Jaringan Kebijakan 116
Utama Pengembangan 79 Akuntansi yang
Signifikan,
Laporan Direktur 36 Jaringan
Penggunaan
Tata kelola
Utama Strategi 82
Estimasi dan perusahaan
Perusahaan
Pertimbangan Tata Kelola 133

3
Layanan Kepada 84 Perusahaan
Riset dan 118
Pelanggan
Pengembangan Struktur Tata Kelola 134
Penjualan, 86 serta Kekayaan Perusahaan
Tinjauan Pemasaran dan Intelektual Organisasi Tata 135
Distribusi
industri Informasi Tren 118 Kelola Perusahaan
Tagihan, 87
telekomunikasi Pembayaran dan
Pengaturan 119 Komite dan Unit 137
Transaksi di Luar Pendukung
di indonesia Penagihan
Neraca
Pengelolaan 88 Laporan Komite 140
Industri 41 Kewajiban 119 Audit
Telekomunikasi di Piutang Pelangan
Kontraktual Laporan Komite 143
Indonesia Asuransi 89 Nominasi dan
Regulasi di Bidang 41 Merek Dagang, Hak 89 Remunerasi
Telekomunikasi Cipta dan Paten
Persaingan 46

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Laporan Direktur Struktur Bisnis dan
Utama Organisasi
Hal. 36 Hal. 180

8 10
Laporan Komite 146 Informasi 181
Evaluasi dan Mengenai Anak
Monitoring Perusahaan dan
Perencanaan Risiko SDM TELKOM: Perusahaan Lampiran
Prosedur dan 151 Asosiasi
Sumber daya Daftar Istilah 198
Pengendalian Profil Dewan 184
Internal terbaik Komisaris
Referensi Silang 202
Form 20-F
Budaya Korporasi 152 TELKOM 171 Profil Direksi 186
Memberdayakan Referensi Peraturan 203
dan Etika Bisnis Jajaran Manajemen 190
dan Mengelola SDM Bapepam-LK
Informasi yang 152 Senior No. X.K.6
Berkaitan dengan Profil SDM 172
Produk dan 191
Penerapan Pengukuran SDM 174 Layanan
Good Corporate
Governance
("GCG")
Pengembangan
SDM
174 Sambungan
Telepon Tidak
Bergerak Kabel
191
11
Laporan
Menuju Penerapan 158

9
Sambungan 191
Tata Kelola
Telepon Tidak
keuangan
Perusahaan yang Tanggung Jawab 206
Bergerak Nirabel
Lebih Baik Manajemen atas
data Data dan Internet 192
Auditor 164 Laporan Tahunan
Independen perusahaan Jaringan dan 192
Pernyataan Direksi 207
Sejarah Perusahaan 178 Interkoneksi
Ketersediaan 164 Laporan Keuangan
Struktur Bisnis dan 180 Seluler 193
Dokumen Konsolidasian
Organisasi Peta Daerah 194
Pengendalian dan 164
Operasional
Prosedur
Aset Tetap 194
Tanggung Jawab 165
Sosial Perusahaan Alamat Perusahaan 195

Pernyataan yang Perusahaan Perseroan (Persero) beban umum dan administrasi dan akan terjadi di masa depan. Terdapat
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan pernyataan-pernyataan yang bersifat sejumlah faktor yang dapat
Bersifat anak perusahaannya (”TELKOM”,”kami”, pandangan ke depan mengenai menyebabkan hasil dan perkembangan
Pandangan ke ”Perseroan”, atau ”Perusahaan”) dan operasi, kinerja dan kondisi keuangan aktual menjadi berbeda secara materiil
rencana serta tujuan tertentu Perseroan Perseroan. Pernyataan-pernyataan dari hal-hal yang diungkapkan atau
Depan atau Perseroan dan anak tersebut secara umum dapat tersirat pada pernyataan-pernyataan
p e r u s a h a a n n ya , d i m a n a p e r l u , diidentifikasi oleh penggunaan istilah yang bersifat pandangan ke depan
khususnya terkait dengan hal-hal s e p e r t i ” p e rc aya ” , ” b e r h a ra p ” , tersebut.
Dokumen ini berisi pernyataan tertentu tersebut, diantara pernyataan- ”mungkin”,”akan”, ”ingin”,”dapat”,”be
yang bersifat pandangan ke depan pernyataan tertentu dalam bagian rencana”. Atau ”mengantisipasi”, serta Informasi penting terkait dengan risiko
sesuai dengan pengertian Section 27A ’Prospek dan Kajian Operasional & sisi negatif dari istilah-istilah tersebut dan ketidakpastian tertuang pada
dari Securities Act 1933, yang telah Keuangan, termasuk tapi tidak terbatas atau istilah serupa. bagian lain dari laporan tahunan ini,
diubah (”Securities Act”) dan Section pada, pernyataan-pernyataan yang termasuk pada bagian ”Faktor Risiko”,
21E dari Securities Exchange Act 1934, merujuk pada ekspektasi serta rencana Akibat sifatnya, pernyataan-pernyataan ”Pengaturan Transaksi Di Luar Neraca”,
yang telah diubah (”Exchange Act”) Perseroan, strategi, tujuan manajemen, yang bersifat pandangan ke depan ”Pengungkapan Dalam Tabel untuk
dan Private Securities Litigation 1995, tren di pangsa pasar secara melibatkan risiko dan ketidakpastian Kewajiban Kontraktual”, dan
yang terkait dengan kondisi keuangan, keseluruhan, manajemen risiko, nilai karena terkait pada peristiwa yang ”Pengungkapan Kuantitatif dan
hasil kinerja operasional dan usaha tukar mata uang dan pendapatan serta tergantung pada kondisi-kondisi yang Kualitatif mengenai Risiko Pasar”.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
 Sekilas TELKOM/Ikhtisar Keuangan

Ikhtisar Keuangan
Tabel Ikhtisar Keuangan (Berdasarkan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia)
Neraca Konsolidasian
(dalam miliar Rupiah)

31 Des 2005 31 Des 2006 31 Des 2007 31 Des 2008 31 Des 2009

Total Aset Lancar 10.305 13.921 15.978 14.622 16.186

Total Aset Tidak Lancar 51.866 61.215 66.081 76.634 81.374

TOTAL ASET 62.171 75.136 82.059 91.256 97.560

Total Kewajiban Jangka Pendek 13.513 20.536 20.674 26.998 26.718

Total Kewajiban Jangka Panjang 19.061 18.344 18.331 20.260 20.919

TOTAL KEWAJIBAN 32.574 38.880 39.005 47.258 47.637

HAK MINORITAS 6.305 8.187 9.305 9.684 10.933

EKUITAS 23.292 28.069 33.749 34.314 38.990

INVESTASI 13.553 17.239 15.780 22.244 19.161

MODAL KERJA BERSIH (3.208) (6.615) (4.696) (12.376) (10.531)

Tabel Laporan Laba - Rugi Konsolidasian


(dalam miliar Rupiah, kecuali untuk laba bersih per lembar saham dan laba bersih per ADS)

  31 Des 2005 31 Des 2006 31 Des 2007 31 Des 2008 31 Des 2009

Jumlah Pendapatan Usaha 41.807 51.294 59.440 60.689 64.597

Jumlah Beban Usaha 24.636 29.701 32.967 38.382 41.994

EBITDA *) 25.660 31.716 37.067 34.621 36.560

LABA USAHA 17.171 21.593 26.473 22.307 22.603

(Beban) Penghasilan lain-lain bersih (929) 400 (877) (1.995) (254)

LABA SEBELUM PAJAK 16.242 21.994 25.596 20.312 22.349

LABA BERSIH 7.994 11.006 12.857 10.619 11.332

Laba bersih per saham dasar 396,51 547,15 644,08 537,73 576,13

Laba Bersih per ADS


(40 saham seri B per ADS) 15.860,25 21.886,00 25.763,20 21.509,20 23.045,20

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Ikhtisar Keuangan 

Tabel Rasio Keuangan dan Operasi Konsolidasian


31 Des 2005 31 Des 2006 31 Des 2007 31 Des 2008 31 Des 2009

Laba Bersih per Total Aset (ROA)(1) (%) 12,9 14,6 15,7 11,6 11,6

Laba Bersih per Ekuitas (ROE)(2) (%) 34,3 39,2 38,1 30,9 29,1

Rasio Lancar(3) (%) 76,3 67,8 77,3 54,2 60,6

Total Kewajiban per Total Aset(4) (%) 52,4 51,7 47,5 51,8 48,8

Marjin Usaha(5) (%) 41,1 42,1 44,5 36,8 35,0

Rata-rata Periode Kolektibilitas Piutang6 (Hari) 31,2 26,5 20,6 21,4 21,4

Marjin EBITDA(7) (%) 61,4 61,8 62,4 57,0 56,6

Marjin Laba Bersih(8) (%) 19,1 21,5 21,6 17,5 17,5

Hutang per Ekuitas(9) (%) 57,9 54,8 46,7 57,6 56,1

Hutang per EBITDA (%) 52,5 48,5 42,5 57,1 59,8

EBITDA per Beban Bunga(10) (kali) 21,8 24,7 25,8 21,9 18,3

EBITDA per Hutang Bersih(11) (%) 322,7 454,9 677,7 276,0 267,5

RASIO PRODUKTIVITAS:

Total Pendapatan Usaha/Karyawan (Rp miliar) 1,2 1,5 1,8 2,0 2,2

LIS/Karyawan (SST) 452,4 465,9 593,3 853,7 1.015,6

(1) ROA merupakan laba bersih dibagi total aset pada akhir tahun.
(2) ROE merupakan laba bersih dibagi total ekuitas pada akhir tahun.
(3) Rasio lancar merupakan aset lancar dibagi kewajiban jangka pendek pada akhir tahun.
(4) Total kewajiban per total aset merupakan total kewajiban dibagi total aset pada akhir tahun.
(5) Marjin usaha merupakan laba usaha dibagi pendapatan usaha.
(6) Rata-rata periode kolektibelitas piutang merupakan jumlah piutang usaha dibagi dengan pendapatan usaha dikali 365 hari.
(7) Marjin EBITDA merupakan EBITDA dibagi pendapatan usaha.
(8) Marjin laba bersih merupakan laba bersih dibagi pendapatan usaha.
(9) Hutang per ekuitas merupakan total hutang dibagi total ekuitas pada akhir tahun.
(10) EBITDA per beban bunga merupakan EBITDA dibagi beban bunga.
(11) EBITDA per hutang bersih merupakan EBITDA dibagi total kewajiban yang dikurangi kas dan setara kas, penyertaan sementara dan rekening escrow pada akhir tahun.
*) EBITDA merupakan laba usaha sebelum penyusutan dan amortisasi. EBITDA dan rasio-rasio terkait lainnya yang terdapat dalam Laporan Tahunan ini adalah sebagai indikator tambahan
atas kinerja dan tingkat likuiditas Perusahaan yang tidak diwajibkan oleh atau disajikan sesuai dengan PSAK Indonesia. EBITDA tidak merupakan indikator dari kinerja atau likuiditas
keuangan TELKOM sesuai dengan PSAK Indonesia dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti dari laba bersih, laba usaha atau pengukur kinerja lainnya yang didapat sesuai dengan
PSAK Indonesia atau sebagai pengganti dari arus kas yang didapat dari kegiatan operasional sebagai indikator dari tingkat likuiditas Perusahaan. TELKOM menganggap bahwa EBITDA
adalah indikator yang efektif dalam mengukur kinerja operasional Perusahaan karena mencerminkan biaya kas operasional dengan menghapus penyusutan dan amortisasi. Metode yang
digunakan untuk menghitung EBITDA mungkin saja berbeda dengan istilah yang digunakan oleh perusahaan lain untuk EBITDA. Berikut ini adalah rekonsilidasi laba usaha TELKOM
terhadap EBITDA.

Tabel Rekonsilidasi Laba Usaha TELKOM terhadap EBITDA


31 Des 2005 31 Des 2006 31 Des 2007 31 Des 2008 31 Des 2009

Laba Usaha 17.171 21.593 26.473 22.307 22.603

Tambah (Kurang):

Penyusutan 7.571 9.094 9.440 11.070 12.566

Amortisasi 918 1.029 1.154 1.244 1.390

EBITDA 25.660 31.716 37.067 34.621 36.560

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
 Sekilas TELKOM/Data Keuangan

data keuangan
KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan (sebelum 8 Maret 2010, buku 2009, kesembilan perusahaan adalah yaitu
KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan bernama KAP Haryanto PT Telekomunikasi Indonesia International (“TII”,
Sahari & Rekan), a member firm of PricewaterhouseCoopers sebelumnya PT AriaWest International - “AWI”, 100%-
global network (“PwC”), telah mengaudit Laporan Keuangan d i m i l i k i T ELKOM ) , P T D aya m i t ra Te l e ko m u n i ka s i
Konsolidasian TELKOM tahun fiskal 2006, 2007, 2008 dan (“Dayamitra”, 100%-dimiliki TELKOM), PT Pramindo
2009. Sebelumnya KAP Siddharta Siddharta & Widjaja, a Ikat Nusantara (“Pramindo”, 100%-dimiliki TELKOM),
member firm of KPMG International (“KPMG”) di Indonesia PT Telekomunikasi Seluler (“Telkomsel”, 65%-dimiliki
telah mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian TELKOM TELKOM), PT Multimedia Nusantara (“Metra”, 100%-
untuk tahun fiskal 2005. dimiliki TELKOM), PT Infomedia Nusantara (“Infomedia”,
100%-dimiliki TELKOM, melalui 49% kepemilikan Metra),
Laporan Keuangan Konsolidasian TELKOM disusun PT Indonusa Telemedia (“Indonusa”, 100%-dimiliki
berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di TELKOM, melalui 1,25% kepemilikan Metra), PT Graha
Indonesia, yang dalam beberapa hal berbeda dengan U.S. Sarana Duta (“GSD”, 99,99%-dimiliki TELKOM), dan
GAAP. Lihat Catatan No. 52 dan 53 Laporan Keuangan PT Napsindo Primatel Internasional (“Napsindo”, 60%-
Konsolidasian TELKOM yang menjelaskan mengenai dimiliki TELKOM). Lihat Catatan 1d dalam Laporan
ikhtisar dari beberapa perbedaan signifikan antara PSAK Keuangan Konsolidasian TELKOM.
Indonesia dan U.S. GAAP, serta rekonsiliasi U.S. GAAP
untuk jumlah laba bersih dan ekuitas pemegang saham Tabel berikut menguraikan rangkuman informasi
TELKOM pada setiap akhir tahun yang disajikan dalam keuangan TELKOM pada tahun-tahun tertentu. Informasi
Laporan Keuangan Konsolidasian. ini sebaiknya dibaca bersama dengan “Pembahasan dan
Analisis Manajemen - Tinjauan dan Prospek Operasi dan
Pada Tanggal 31 Desember 2009, sembilan perusahaan Keuangan” dengan mengacu pada Laporan Keuangan
dan anak perusahaannya telah dikonsolidasi dalam Ko n s o l i d a s i a n T ELKOM b e s e r t a c a t a t a n - c a t a t a n
Laporan Keuangan Konsolidasian T ELKOM tahun pendukung yang terdapat dalam Laporan Tahunan ini.

Komisaris Utama dan Direktur Utama TELKOM bersama dengan Meneg BUMN dan Menkominfo melakukan penekanan tombol sebagai tanda
diresmikannya logo baru TELKOM Indonesia, di Jakarta 17 Oktober 2009.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Data Keuangan 

Tabel Data Laporan Laba Rugi Konsolidasian


Tahun yang berakhir 31 Desember,

2005 2006 2007 2008 2009 2009


(angka disajikan dalam miliar Rupiah, kecuali data yang terkait dengan saham, (angka
dividen, dan ADS) disajikan
dalam
juta Dolar
Amerika
Serikat,
kecuali data
yang terkait
dengan
saham,
dividen, dan
ADS)(1)

Data Laporan Laba Rugi Konsolidasian

Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di


Indonesia

PENDAPATAN USAHA

Telepon

Telepon tidak bergerak

Percakapan Lokal dan SLJJ 7.223 7.131 7.023 5.738 4.774 506

Pendapatan abonemen bulanan 3.290 3.492 3.701 3.668 3.508 372

Pendapatan pasang baru 197 170 124 130 92 10

Lain-lain 71 186 153 194 271 29

Jumlah pendapatan telepon tidak


bergerak 10.781 10.979 11.001 9.730 8.645 917

Seluler

Pendapatan pemakaian 13.666 19.257 21.990 24.138 26.071 2.766

Pendapatan abonemen bulanan 384 298 205 186 424 45

Pendapatan jasa penyambungan 64 109 130 285 224 24

Fitur 457 959 313 723 483 51

Jumlah pendapatan seluler 14.571 20.623 22.638 25.332 27.202 2.886

Jumlah pendapatan telepon 25.352 31.602 33.639 35.062 35.847 3.803

Kerjasama Operasi (KSO)

Pendapatan minimum TELKOM (MTR) 269 207 - - - -

Bagian atas pendapatan KSO yang harus


dibagi (DKSOR) 319 275 - - - -

Amortisasi pendapatan kompensasi KSO


yang ditangguhkan 1 7 - - - -

Jumlah pendapatan kerjasama operasi 589 489 - - - -

Interkoneksi - bersih 7.742 8.682 9.651 8.791 7.622 809

Pendapatan 10.724 11.794 12.706 12.054 10.551 1.120

Beban (2.982) (3.112) (3.055) (3.263) (2.929) (311)

Jaringan 587 719 708 1.080 1.218 129

Data, internet dan jasa teknologi informasi 6.934 9.065 14.684 14.713 18.506 1.964

Jasa telekomunikasi lainnya 603 737 758 1.044 1.404 149

Jumlah pendapatan usaha 41.807 51.294 59.440 60.690 64.597 6.854

BEBAN USAHA

Penyusutan 7.571 9.094 9.440 11.069 12.566 1.333

Karyawan 6.563 8.514 8.495 9.117 8.533 906

Operasi, pemeliharaan, dan jasa


telekomunikasi 5.916 7.496 9.591 12.218 14.582 1.547

Umum dan administrasi 2.764 3.356 3.672 3.629 4.053 430

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
10 Sekilas TELKOM/Data Keuangan

Tahun yang berakhir 31 Desember,

2005 2006 2007 2008 2009 2009


(angka disajikan dalam miliar Rupiah, kecuali data yang terkait dengan saham, (angka
dividen, dan ADS) disajikan
dalam
juta Dolar
Amerika
Serikat,
kecuali data
yang terkait
dengan
saham,
dividen, dan
ADS)(1)

Pemasaran 1.126 1.241 1.769 2.349 2.260 240

Penurunan nilai aset 617 – – - - -

Kerugian atas komitmen pembelian 79 – – - - -

Jumlah beban usaha 24.636 29.701 32.967 38.382 41.994 4.456

LABA USAHA 17.171 21.593 26.473 22.308 22.603 2.371

(Beban) Penghasilan lain-lain

Pendapatan bunga 345 655 519 672 462 49

Bagian (rugi) laba bersih perusahaan


asosiasi 11 (6) 7 20 (30) (3)

Beban bunga (1.177) (1.286) (1.436) (1.582) (2.000) (212)

Keuntungan (kerugian) selisih kurs - bersih (517) 836 (295) (1.614) 973 103

Lain-lain - bersih 409 202 328 509 341 36

(Beban) Penghasilan lain - bersih (929) 401 (877) (1.995) (254) (27)

Laba sebelum pajak 16.242 21.994 25.596 20.313 22.349 2.371

Beban pajak (5.184) (7.040) (7.928) (5.640) (6.373) (676)

Laba sebelum hak minoritas atas laba bersih


anak perusahaan yang dikonsolidasi 11.058 14.954 17.668 14.673 15.976 1.695

Hak minoritas atas laba bersih anak


perusahaan yang dikonsolidasi - bersih (3.064) (3.948) (4.811) (4.054) (4.644) (493`)

LABA BERSIH 7.994 11.006 12.857 10.620 11.332 1.202

Rata-rata tertimbang saham yang beredar


(juta) 20.160 20.115 19.962 19.749 19.669 19.669

Laba bersih per saham 396,5 547,2 644,1 537,7 576,1 0,06

Laba bersih per ADS 15.860,3 21.886,0 25.763,2 21.509,2 23.045,2 2,40

U.S. GAAP(3)

Laba bersih 7.840 12.111 11.966 10.874 12.092 1.283

Pendapatan usaha 42.187 54.357 62.813 64.115 67.852 7.139

Laba bersih per saham 388,89 602,12 599,43 550,63 614,78 0,07

Laba bersih per ADS 15.555,74 24.085,00 23.977,20 22.025,34 24.591,25 2,61

Dividen terkait periode (berbasis akrual)(2)

Dividen per saham yang diumumkan 218,86 303,21 455,87 296,94 26,65(6) -

Dividen per ADS yang diumumkan 8.754,40 12.128,40 18.234,80 11.877,60 1.066,00(6) 0,11

Dividen dibayarkan pada periode (berbasis kas)

Dividen per saham yang diumumkan 144,90 267,27 303,25 407,42 323,59 0,03

Dividen per ADS yang diumumkan 5.796,09 10.692,40 12.130,00 16.296,80 12.943,60 1,37

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Data Keuangan 11

Tahun yang berakhir 31 Desember

2005 2006 2007 2008 2009 2009

(angka disajikan dalam miliar Rupiah) (angka


disajikan
dalam
juta Dolar
Amerika
Serikat)(1)

Neraca Konsolidasian

Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia

Total Aset 62.171 75.136 82.059 91.256 97.560 10.351

Kewajiban jangka pendek(4) 13.513 20.536 20.674 26.998 26.718 2.812

Kewajiban lain-lain 7.728 8.095 7.736 7.019 6.352 674

Kewajiban jangka panjang 11.332 10.249 10.595 13.241 14.566 1.545

Total kewajiban 32.574 38.880 39.005 47.258 47.637 5.031

Hak minoritas 6.305 8.187 9.305 9.684 10.933 1.160

Modal saham(5) 5.040 5.040 5.040 5.040 5.040 535

Total ekuitas 23.292 28.069 33.749 34.314 38.990 4.160

U.S. GAAP (3)

Aset lancar 10.953 14.639 16.977 15.598 18.436 1.956

Aset tidak lancar 52.528 61.495 66.963 76.636 83.100 8.817

Total aset 63.481 76.134 83.940 92.234 101.536 10.772

Kewajiban jangka pendek 13.797 19.682 22.068 27.033 26.964 2.861

Kewajiban jangka panjang 18.800 21.976 22.731 20.869 22.544 2.392

Total kewajiban 32.597 41.658 44.799 47.902 49.508 5.253

Kepemilikan non-pengendali atas aset bersih anak 11.067 1.174


perusahaan 6.316 8.167 9.323 9.605

Ekuitas shareholder 24.568 26.309 29.818 34.727 40.961 4.346

Total kewajiban dan ekuitas 63.481 76.134 83.940 92.234 101.536 10.773

(1) Nilai tukar Rupiah ke Dolar AS ditujukan hanya untuk kemudahan kepada pembaca dan menggunakan rata-rata atas nilai beli dan jual sebesar Rp9.425 per Dolar AS yang dipublikasikan
oleh Reuters pada tanggal 31 Desember 2009. Kemudahan translasi ini tidak untuk diartikan sebagai representasi dari nilai tukar di mana Rupiah telah dapat atau akan, dikonversikan ke
dalam Dolar AS.
(2) Dividen per lembar saham yang diumumkan pada tahun 2005 terdiri dari dividen tunai tahun 2004 sebesar Rp152,01 per lembar saham dikurangi dividen tunai interim yang
didistribusikan pada bulan Desember 2004 sebesar Rp7,11 per lembar saham. Dividen yang diumumkan pada tahun 2006 adalah dividen tunai untuk tahun 2005 sebesar Rp218,86
per lembar saham. Dividen yang diumumkan pada tahun 2007 terdiri dari dividen tunai untuk tahun 2006 sebesar Rp303,21 per lembar saham dikurangi dividen tunai interim yang
didistribusikan bulan Desember 2006 sebesar Rp48,41 per lembar saham. Dividen yang diumumkan pada tahun 2008 terdiri dari dividen tunai dan spesial deviden untuk tahun 2007
sebesar Rp455,87 per lembar saham dikurangi dividen tunai interim yang didistribusikan pada bulan Nopember 2007 sebesar Rp48,45 per lembar saham. Dividen yang diumumkan
pada tahun 2009 merupakan dividen tunai tahun 2008, sebesar Rp296,94, per lembar saham.
(3) Jumlah berdasarkan U.S. GAAP menunjukkan penyesuaian atas beberapa perbedaan perlakuan akuntansi dari imbalan pemutusan kontrak kerja secara sukarela, kapitalisasi selisih
kurs ke aset dalam konstruksi, instrumen derivatif melekat, kapitalisasi biaya bunga ke aset dalam konstruksi, pola bagi hasil (PBH), imbalan kerja, bagian rugi (laba) bersih perusahaan
asosiasi, amortisasi hak atas tanah, pengakuan pendapatan, amortisasi goodwill, sewa pembiayaan, akuisisi Dayamitra, kewajiban yang timbul dari penghentian penggunaan aset, pajak
tangguhan, efek tersedia untuk dijual, selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan perusahaan asosiasi, amandemen dan pernyataan kembali KSO di Divre VII, dan kepemilikan
non-pengendali. Lihat Catatan No 52 Laporan Keuangan Konsolidasian.
(4) Termasuk porsi hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun.
(5) Pada tanggal 31 Desember 2009, Modal Saham yang ditempatkan dan disetor penuh terdiri dari satu Saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal sebesar Rp250 per
lembar (saham Dwiwarna) dan 20.159.999.279 saham Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp250 per lembar (Saham Biasa) dari modal saham terdiri dari satu Saham Seri A
Dwiwarna dan 79.999.999.999 Saham Seri B.
(6) Merupakan dividen interim.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
12 Sekilas TELKOM/Ikhtisar Operasi

Ikhtisar Operasi
Tabel Ikhtisar Operasi

31 Des 2005 31 Des 2006 31 Des 2007 31 Des 2008 31 Des 2009

TELEPON TIDAK BERGERAK KABEL


Jumlah pelanggan (dalam ribuan)* 8.686 8.709 8.685 8.630 8.377
Jumlah produksi pulsa (dalam jutaan pulsa) 67.669 64.012 75.451 62.940 54.186

TELEPON TIDAK BERGERAK NIRKABEL


(FLEXI)
Jumlah pelanggan (dalam ribuan):
Classy/Pascabayar 821 794 828 731 649
Trendy/Prabayar 3.241 3.381 5.535 11.994 14.490
Total* 4.062 4.176 6.363 12.725 15.139
* Line In Service (“LIS”) = pelanggan (telepon tidak bergerak kabel atau telepon tidak bergerak nirkabel) + telepon umum

Penjualan (dalam ribuan pelanggan)


Classy/Pascabayar 475 261 273 177 73
Trendy/Prabayar 3.558 3.175 5.026 13.414 14.762
Jumlah 4.034 3.436 5.299 13.591 14.835
ARPU (rata-rata 12 bulan-Rp’000):
Pascabayar 123 135 115 93 84
Prabayar 19 35 42 32 18
Campuran 47 54 53 38 22
Jaringan:
Base Transceiver Station / BTS (unit) 1.448 1.531 1.911 4.054 5.543
Jumlah kota yang termasuk dalam layanan 231 236 238 353 370

SELULER
Base Transceiver Station / BTS (unit) 9.895 16.057 20.858 26.872 30.992
Kapasitas jaringan (dalam jutaan pelanggan) 26,2 38,8 50,5 67,3 85,2
Jumlah pelanggan (dalam jutaan)
Pascabayar (kartuHALO) 1,5 1,7 1,9 1,9 2,0
Prabayar (simPATI) 16,0 21,4 24,0 43,0 58,0
Prabayar (Kartu As) 6,8 12,5 22,0 20,4 21,6
Total 24,3 35,6 47,9 65,3 81,6
ARPU (rata-rata 12 bulan-Rp’000)
Pascabayar (kartuHALO) 291 274 264 216 214
Prabayar (simPATI) 84 83 84 63 48
Prabayar (Kartu As) 45 54 57 37 31
Campuran 87 84 80 59 48
LAIN - LAIN
Pita lebar Internet (Speedy):
Jumlah pelanggan (dalam ribuan) 31 93 241 645 1.145
Jumlah kota yang termasuk dalam layanan 2 28 88 375 378
Internet Dial-up (TELKOMNet Instan):
Rata-rata pengguna (dalam ribuan) 500 680 662 574 448
Jumlah produksi menit (dalam miliar) 2,8 3,7 3,7 2,8 1,5
Televisi kabel dan berbayar (TELKOM-Vision):
Jumlah pelanggan (dalam ribuan) 29,0 42,0 67,2 210,3 178,6

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Ikhtisar Saham Biasa 13

Ikhtisar
Saham Biasa (Common Stock)
Tabel Kronologi Aksi Korporasi (Corporate Action)

Tanggal Tindakan Korporasi Komposisi Kepemilikan Saham


Pemerintah % Publik %
Republik Indonesia

13/11/1995 Pre Initial Public Offering (Pre-IPO) 8.400.000.000 100,0 - -


14/11/1995 IPO
Penjualan saham milik Pemerintah (933.334.000) 933.334.000
Emisi saham baru TELKOM 933.333.000
Komposisi kepemilikan saham 7.466.666.000 80,0 1.866.667.000 20,0
11/12/1996 Block sale saham milik Pemerintah (388.000.000) 388.000.000
Komposisi kepemilikan saham 7.078.666.000 75,8 2.254.667.000 24,2
Pemerintah membagikan saham insentif
15/05/1997 kepada para pemegang saham publik (2.670.300) 2.670.300
Komposisi kepemilikan saham 7.075.995.700 75,8 2.257.337.300 24,2
07/05/1999 Block sale saham milik Pemerintah (898.000.000) 898.000.000
Komposisi kepemilikan saham 6.177.995.700 66,2 3.155.337.300 33,8
Pembagian bonus saham (emisi) (setiap
02/08/1999 50 saham mendapatkan 4 saham) 494.239.656 252.426.984
Komposisi kepemilikan saham 6.672.235.356 66,2 3.407.764.284 33,8
07/12/2001 Block sale saham milik Pemerintah (1.200.000.000) 1.200.000.000
Komposisi kepemilikan saham 5.472.235.356 54,3 4.607.764.284 45,7
16/07/2002 Block sale saham milik Pemerintah (312.000.000) 312.000.000
Komposisi kepemilikan saham 5.160.235.356 51,2 4.919.764.284 48,8
30/07/2004 Pemecahan nilai nominal saham (1:2)
Komposisi kepemilikan saham 10.320.470.712 51,2 9.839.528.568 48,8
21/12/2005 Program pembelian saham kembali (I) (1) 10.320.470.712 51,7 9.628.238.068 48,3
29/06/2007 Program pembelian saham kembali (II) (2) 10.320.470.712 52,3 9.413.238.068 47,7
20/06/2008 Program pembelian saham kembali (III) (3) 10.320.470.712 52,5 9.348.954.068 47,5

(1) Program pembelian kembali saham tahap pertama dimulai pada tanggal 21 Desember 2005 (bertepatan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) ketika program
tersebut disetujui) dan berakhir pada bulan Juni 2007.
(2) Program pembelian kembali saham tahap kedua dimulai pada tanggal 29 Juni 2007 (bertepatan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB“) ketika program
tersebut disetujui) dan berakhir pada bulan Juni 2008.
(3) Program pembelian kembali saham tahap ketiga dimulai pada tanggal 20 Juni 2008 (bertepatan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) ketika program
tersebut disetujui) dan berakhir pada bulan Desember 2009.

KEBIJAKAN DIVIDEN
Penentuan jumlah dividen yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham diajukan dan diputuskan pada Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”). Rasio pembayaran dividen TELKOM adalah sebesar 55% untuk tahun buku
2005, 55% untuk tahun buku 2006, 70% untuk tahun buku 2007 dan 55% untuk tahun buku 2008. Rasio pembayaran
dividen untuk tahun buku 2009 akan ditetapkan pada RUPST 2010, yang akan diselenggarakan pada bulan Juni 2010.
kronologi pembayaran dividen saham biasa TELKOM.

TELKOM membayar dividen tunai atas Saham Biasa seperti yang diputuskan oleh RUPST, sebagai berikut:

Tabel Kronologi Pembayaran Dividen Saham Biasa TELKOM


Tahun Dividen Tanggal RUPST Rasio Pembayaran (1) Jumlah Dividen Dividen per Lembar Saham
(%) (Rp juta) (Rp)

2005 30 Juni 2006 55 4.400.090 218,86


2006 29 Juni 2007 55 6.053.067 (2) 303,21
2007 20 Juni 2008 70 8.999.913 (3) 455,87
2008 12 Juni 2009 55 5.840.708 296,94
(1) Merupakan persentase laba bersih yang dibayar ke pemegang saham sebagai dividen.
(2) Termasuk dividen tunai interim yang dibayarkan pada bulan Desember 2006 sejumlah Rp971.017 juta.
(3) Termasuk dividen tunai interim yang dibayarkan pada bulan November 2007 sejumlah Rp965.398 juta.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
14 Sekilas TELKOM/Ikhtisar Saham Biasa

Pada tanggal 29 Desember 2009, TELKOM membayarkan Berdasarkan RUPST yang diselenggarakan pada bulan
d i v i d e n i n te r i m u n t u k t a h u n b u ku 2 0 0 9 s e b e s a r Juni 2009, Telkomsel menyetujui, antara lain, dividen
Rp524.190 juta atau Rp26,65 per lembar saham. tunai sebesar Rp9,1 triliun yang merupakan 80% dari
laba bersih Telkomsel di tahun 2008. Dari dividen
Pada tahun 2007, 2008, dan 2009, dividen tunai dibayarkan yang diumumkan, sebanyak 35% telah dibayarkan
kepada Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd. (“SingTel kepada SingTel Mobile.
Mobile”), pemegang saham minoritas Telkomsel, masing-
masing berjumlah Rp3.308,7 miliar, Rp3.332,5 miliar, dan
Rp2.518,2 miliar.

KINERJA PERDAGANGAN SAHAM DAN ADS TELKOM 2009

Volume Harga

Grafik Harga dan Volume Perdagangan Saham TELKOM Di Bursa Efek Jakarta

Grafik Harga dan Volume Perdagangan ADS TELKOM Di New York Stock Exchange

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Ikhtisar Saham Biasa 15

HARGA SAHAM PER KUARTAL Tabel berikut menyajikan harga tertinggi dan terendah
Tabel berikut merupakan harga tertinggi dan terendah dari American Depositary Shares (“ADS”) TELKOM untuk jangka
Saham Biasa untuk periode tertentu, yang tercatat di Bursa waktu tertentu, yang tercatat di New York Stock Exchange
Efek Indonesia (”BEI”) pada periode yang disajikan. (“NYSE”) dan London Stock Exchange (“LSE”). Perdagangan
dalam bentuk ADS tidak dilakukan “di LSE”, akan tetapi
diperdagangkan secara “off exchange” (di luar bursa) sesuai
aturan LSE. Berdasarkan peraturan LSE, perdagangan off
Tabel Informasi Harga Saham exchange berarti bahwa tidak ada penawaran yang terjadi
Tahun Kalender Harga per Saham Biasa* di LSE, bahwa perusahaan anggota LSE tidak melaksanakan
Tertinggi Terendah transaksi tersebut di LSE melainkan di bursa lain atau
transaksi pribadi, dan setelah transaksi tersebut dilaksanakan,
(dalam Rupiah)
perdagangan tersebut dilaporkan ke LSE.
2005 6.150 4.175
Kuartal Pertama 5.125 4.300
Kuartal Kedua 5.350 4.175 Tabel Informasi Harga Saham ADS
Kuartal Ketiga 5.800 4.775 Tahun Kalender Harga per ADS Harga per ADS
(NYSE) (LSE)
Kuartal Keempat 6.150 4.925
Tertinggi Terendah Tertinggi Terendah
2006 10.550 5.950
(dalam Dolar AS)
Kuartal Pertama 7.000 5.950
Kuartal Kedua 8.400 6.750 2005 25,50 16,85 29,76 16,88
Kuartal Pertama 21,96 18,11 21,86 18,17
Kuartal Ketiga 8.450 7.100
Kuartal Kedua 21,96 16,85 21,99 16,88
Kuartal Keempat 10.550 8.200
Kuartal Ketiga 23,66 18,10 29,76 17,97
2007 12.650 8.900
Kuartal Keempat 25,50 19,81 25,47 19,71
Kuartal Pertama 10.350 8.900
2006 46,68 24,65 46,70 23,78
Kuartal Kedua 10.800 9.400
Kuartal Pertama 31,51 24,65 31,38 23,78
Kuartal Ketiga 11.450 9.850
Kuartal Kedua 38,28 27,95 38,35 27,90
Kuartal Keempat 12.650 10.000 Kuartal Ketiga 36,56 30,32 36,15 30,08
2008 10.250 5.000 Kuartal Keempat 46,68 35,64 46,69 36,00
Kuartal Pertama 10.250 8.400 2007 56,50 37,74 56,87 38,29
Kuartal Kedua 9.700 7.189 Kuartal Pertama 46,98 37,74 46,82 39,30
Kuartal Ketiga 7.878 6.155 Kuartal Kedua 47,02 42,70 47,15 39,60
Kuartal Keempat 7.250 5.000 Kuartal Ketiga 51,61 40,00 51,60 38,29
2009 10.350 5.750 Kuartal Keempat 56,50 41,88 56,87 41,79
Kuartal Pertama 7.900 5.750 2008 45,50 17,31 45,74 16,89

Kuartal Kedua 8.100 6.850 Kuartal Pertama 45,50 37,50 45,74 36,32
Kuartal Kedua 42,86 31,50 41,99 32,03
Kuartal Ketiga 9.450 7.550
Kuartal Ketiga 34,49 26,47 35,43 26,46
September 8.800 8.250
Kuartal Keempat 30,65 17,31 29,31 16,89
Oktober 8.950 7.850
2009 41,55 20,19 40,76 25,67
November 9.150 8.100
Kuartal Pertama 26,45 20,19 27,92 25,67
Desember 10.350 8.950
Kuartal Kedua 31,25 24,93 36,91 31,76
2010
Kuartal Ketiga 35,93 31,38 37,43 37,16
Januari 9.700 9.200
September 36,06 32,20 34,40 32,78
Februari 9.450 8.200 Oktober 37,65 33,56 37,43 37,16
Maret 8.750 8.000 November 38,68 34,58 40,76 38,53
Desember 41,55 38,51 40,66 39,83
* Perusahaan melaksanakan pemecahan saham (stock split) dengan ratio 1:2 untuk
Saham Biasa dengan nilai nominal Rp500 per lembar saham menjadi nilai nominal 2010
Rp250 per lembar saham sebagaimana diputuskan dalam RUPST pada tanggal 30
Juli 2004, yang efektif pada tanggal 1 Oktober 2004. Nilai nominal hasil stock split Januari 41,07 39,05 40,66 39,83
telah diperhitungkan pada seluruh periode yang tertera.
Februari 40,13 35,64 35,57 35,57

Pada tanggal 30 Desember 2009 harga penutupan Maret 38,00 34,90 40,21 35,41
saham pada hari terakhir perdagangan BEI di tahun
2009 adalah Rp9.450. Pada tanggal 31 Desember 2009, hari terakhir perdagangan
saham di NYSE dan LSE pada tahun 2009, harga penutupan
untuk satu lembar ADS TELKOM masing - masing adalah
sebesar US$39,95 dan US$40.75.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
16 Sekilas TELKOM/Ikhtisar Saham Biasa

pasar di pasar negosiasi diselesaikan berdasarkan perjanjian


Saham Biasa TELKOM tercatat di Bursa Efek Indonesia antara anggota bursa yang menjual dan anggota
(“BEI”). Selain itu, saham TELKOM juga tercatat dan bursa yang membeli dan diselesaikan per transaksi.
diperdagangkan di New York Stock Exchange (“NYSE”) Transaksi di pasar tunai BEI harus diselesaikan pada
dan London Stock Exchange (“LSE”) melalui mekanisme hari yang sama saat perdagangan dilakukan. Dalam hal
American Depositary Shares (“ADS”). Satu lembar saham anggota bursa gagal melakukan penyelesaian, maka
ADS mewakili 40 lembar saham dari Saham Biasa. Saham berlaku ketentuan perdagangan pasar tunai tempat
TELKOM juga terdaftar di Jepang melalui Public Offering perdagangan sekuritas dilakukan dengan negosiasi
Without Listing (“POWL”). langsung berdasarkan persyaratan tunai dan langsung
(cash and carry). Seluruh transaksi pasar tunai harus
Pasar sekuritas Indonesia dan Sekilas BEI dilaporkan ke BEI. Setiap anggota bursa diwajibkan
Di masa lalu, terdapat dua bursa efek di Indonesia. Pertama, membayar biaya transaksi sebagaimana yang diatur oleh
Bursa Efek Jakarta, berlokasi di Jakarta. Kedua, Bursa Efek BEI. Selanjutnya keterlambatan atas pembayaran biaya
Surabaya, berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Pada tanggal transaksi akan dikenakan denda sebesar 1,0% dari jumlah
1 Desember 2007, bursa efek tersebut merger dan dibentuk yang terhutang untuk setiap hari keterlambatan. Untuk
Bursa Efek Indonesia atau “BEI”. Pada tanggal 31 Desember setiap pelanggaran terhadap peraturan BEI, maka BEI
2009, total nilai perdagangan di BEI mencapai Rp975,1 triliun, dapat mengenakan sanksi kepada anggotanya, termasuk
dengan kapitalisasi pasar senilai Rp2.019,4 triliun. denda, peringatan tertulis, skorsing, atau pencabutan
ijin sebagai anggota bursa.
Pada tanggal 31 Desember 2009, BEI memiliki 120 anggota
perusahaan pialang. Mekanisme perdagangan di BEI diatur Seluruh transaksi terkait saham yang hanya tercatat di
berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan oleh BEI. Saat BEI dan menggunakan jasa pialang harus dilaksanakan
ini dalam satu hari terdapat dua sesi perdagangan untuk melalui BEI. Agar perdagangan dapat dilaksanakan
pasar reguler dan pasar negosiasi (negotiated market) dari di BEI (kecuali block trade), maka baik penyelesaian
Senin hingga Kamis. Sesi pagi dimulai pukul 09.30 hingga (settlement) tunai maupun sekuritas harus dilaksanakan
pukul 12.00, sementara sesi siang berlangsung antara pukul melalui fasilitas BEI. Sementara itu, penggunaan modus
13.30-16.00. Pada hari Jumat, sesi pertama mulai pukul short selling dilarang berdasarkan peraturan yang
09.30-11.30 dan sesi kedua mulai pukul 14.00-16.00. Hanya berlaku. Selanjutnya, BEI memiliki wewenang untuk
ada satu sesi perdagangan pasar tunai setiap harinya, membatalkan sebuah transaksi apabila terdapat bukti
berlangsung dari Senin hingga Kamis mulai pukul 09.30- adanya kecurangan, manipulasi pasar atau penggunaan
12.00, dan pada hari Jumat dari pukul 09.30-11.30. informasi orang dalam. BEI juga dapat menangguhkan
perdagangan apabila terdapat petunjuk adanya transaksi
Perdagangan sekuritas dibagi menjadi tiga segmen yaitu yang berupa penipuan atau penggelembungan harga
pasar reguler, pasar negosiasi, dan pasar tunai (kecuali untuk saham, informasi yang menyesatkan, referensi informasi
right issue yang hanya dapat diperdagangkan di pasar tunai orang dalam, sekuritas palsu atau sekuritas yang diblokir
dan pasar negosiasi). Pasar reguler merupakan mekanisme dari perdagangan, atau peristiwa material lainnya. BEI
untuk memperdagangkan saham dalam lot standar di pasar memiliki wewenang untuk menangguhkan perdagangan
lelang yang dilakukan secara terus menerus selama jam sekuritas tertentu atau menskors anggota tertentu dari
bursa. Perdagangan pasar reguler dan pasar tunai pada bursa efek.
umumnya dilaksanakan dalam unit lot, satu lot yang terdiri
dari 500 lembar saham. Selain itu, BEI juga memberlakukan Anggota BEI mengenakan biaya pialang untuk jasa mereka
pembatasan atas pergerakan harga saham. berdasarkan perjanjian dengan klien hingga maksimum
sebesar 1,0% dari nilai transaksi. Saat melaksanakan
Aktivitas lelang berlangsung sesuai dengan prioritas harga transaksi saham di BEI, setiap anggota bursa diwajibkan
dan prioritas waktu. Prioritas harga merujuk pada pemberian untuk membayar biaya transaksi sebesar 0,03% dari nilai
prioritas berdasarkan pesanan pembelian dengan harga transaksi (untuk transaksi di pasar regular dan pasar tunai)
yang lebih tinggi atau pesanan penjualan dengan harga yang dan biaya transaksi sebesar 0,03% dari nilai transaksi di
lebih rendah. Apabila pesanan pembelian atau penjualan pasar regional, atau besaran lain tergantung kebijakan
diajukan dengan harga yang sama, maka prioritas diberikan bursa. Biaya transaksi minimal sebesar Rp2 juta per
untuk pesanan pembelian atau penjualan yang diajukan bulan sebagai kontribusi untuk penyediaan fasilitas bursa
lebih awal (prioritas waktu). efek dan tetap berlaku untuk anggota bursa efek yang
sedang diskors. Klien juga bertanggung jawab membayar
Perdagangan pasar negosiasi dilaksanakan melalui negosiasi pajak pertambahan nilai sebesar 10,0% dari jumlah biaya
langsung antara (i) anggota BEI atau (ii) antara klien melalui pialang dan biaya transaksi. Selain itu, penjual saham lokal
satu anggota BEI atau (iii) antara klien dan anggota BEI diharuskan membayar wajib pungut pajak penghasilan
atau (iv) antara anggota BEI dengan Kliring Penjaminan (with holding tax) sebesar 0,1% atau 0,6% untuk saham
Efek Indonesia (“KPEI”). pendiri dari total jumlah nilai transaksi. Selain itu, bea
meterai sebesar Rp3.000 harus dibayar untuk setiap
Transaksi di pasar regular BEI harus diselesaikan transaksi dengan nilai antara Rp250.000 dan Rp1.000.000,
selambat-lambatnya pada perdagangan hari ketiga setelah dan bea meterai sebesar Rp6.000 untuk setiap transaksi
transaksi kecuali untuk perdagangan silang. Transaksi dengan nilai lebih dari Rp1.000.000.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Ikhtisar Saham Biasa 17

Para pemegang saham atau pihak didistribusikan guna membayar upah tersebut. Depositary dapat mengumpulkan
yang ditunjuk, dapat meminta emiten iuran tahunan untuk layanan depositary dengan mengurangi distribusi kas atau
atau biro administrasi sekuritas yang secara langsung mengirim tagihan ke investor atau dengan menagih ke rekening
ditunjuk oleh emiten saham tersebut dari sistem pembukuan pihak yang mewakili mereka. Secara umum, Depositary
untuk mendaftarkan saham mereka dapat menolak memberikan layanan yang menghasilkan upah sampai tagihan
ke dalam daftar pemegang saham mereka untuk layanan tersebut dibayar.
emiten. Para pemegang saham dengan
kepemilikan saham sebesar 5,0% atau
lebih dari modal yang ditempatkan dan
disetor penuh, setelah memenuhi tingkat Tabel Biaya Terkait Penerbitan dan Pembuatan ADS
kepemilikan saham tersebut atau setelah Pemegang saham yang melakukan
terjadinya perubahan kepemilikan deposit atau penarikan dari saham
tersebut, diwajibkan untuk melaporkan Biasa atau ADS, harus membayar: Untuk:
kepemilikan sahamnya kepada Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga US$5 (atau kurang) per 100 saham ADS Penerbitan saham ADS, termasuk
(atau sebagian dari 100 saham ADS). penerbitan hasil dari pembagian saham
Keuangan (“Bapepam-LK”). atau hak atau kepemilikan lainnya.

Guna mengantisipasi fluktuasi harga Pembatalan dari saham ADS untuk


saham yang tidak normal dalam situasi keperluan penarikan, termasuk jika
krisis keuangan global pada kuartal perjanjian deposit berakhir.
terakhir 2008, maka BEI merasa perlu US$0,02 (atau kurang) per saham ADS. Setiap pembayaran tunai (cash) kepada
untuk merubah persyaratan atas auto pemegang saham ADS yang terdaftar.
rejection, yaitu suatu mekanisme Biaya yang setara dengan biaya yang Penyampaian surat berharga kepada
ketika saham akan diberhentikan dibebankan apabila surat berharga yang pemegang saham oleh Depositary kepada
dari perdagangan secara otomatis didistribusikan kepada pemegang saham pemegang saham tercatat ADS.
guna menjaga perdagangan yang berupa saham dan saham tersebut telah
teratur, wajar dan efisien. Berdasarkan dideposit untuk penerbitan saham ADS.
penyesuaian yang dibuat oleh BEI pada US$0,02 (atau kurang) per saham ADS Layanan Depositary.
bulan Oktober 2008 dan Januari 2009, per tahun kalender.
tingkat auto rejection berubah menjadi
Biaya registrasi atau pemindahan. Pemindahan dan pencatatan saham
35% di atas atau di bawah harga acuan pada daftar saham Perusahaan dari
untuk saham seharga antara Rp50 atau kepada atas nama Depositary
– Rp200, 25% untuk saham dengan atau agennya ketika pemegang saham
harga antara Rp200 sampai dengan melakukan deposit atau melakukan
penarikan saham biasa.
Rp5.000, dan 20% untuk saham dengan
harga di atas Rp5.000. Biaya Depositary. Pengiriman melalui telegram, telex dan
faksimili (jika disediakan sesuai perjanjian
Perdagangan di NYSE, LSE, Dan deposit).
biaya depositary Menukar mata uang asing ke Dolar AS.
Bank of New York Mellon (sebelumnya
The Bank of New York) bertindak Pajak dan biaya lainnya yang dibebankan Sesuai dengan kebutuhan.
oleh pemerintah, Depositary atau
sebagai depositary (”Depositary”)
kustodian pada saat membayar saham
untuk saham ADS yang diperdagangkan ADS atau saham lain di bawah jaminan
di NYSE dan LSE. Pada tanggal 31 ADS, seperti pajak untuk pemindahan
Desember 2009, terdapat sebanyak saham, meterai atau pajak penghasilan.
44.718.251 ADS dengan 128 pemegang
Setiap biaya yang dikenakan oleh Sesuai dengan kebutuhan.
ADS terdaftar. Depositary atau agennya untuk melayani
surat berharga yang didepositkan.
Depositary mendapat bayaran untuk
pengiriman dan penyerahan ADS
secara langsung dari investor pada Depositary menyetujui penggantian biaya sampai dengan US$300.000 per
s a at m e l a ku ka n d e p o s i t s a h a m tahunnya sampai tahun 2013 untuk beberapa beban tertentu yang timbul
a t a u ke t i k a m e n ye ra h k a n A D S akibat dari kegiatan administrasi dan pemeliharaan fasilitas ADR, termasuk,
untuk keperluan penarikan atau namun tidak terbatas, untuk beban hubungan investor, baik langsung maupun
bertindak sebagai penengah bagi tidak langsung, serta beban program ADR terkait lainnya. Penggantian
mereka. Depositary juga menerima ini akan dievaluasi dan disesuaikan jika jumlah saham ADS yang beredar
bayaran ketika melakukan distribusi berada di bawah jumlah minimum yang telah ditetapkan sebelumnya atau
kepada investor dengan mengurangi tidak tercatat lagi dari NYSE. Kami berharap dapat melakukan negosiasi
upah tersebut dari jumlah yang ulang terhadap jumlah penggantian biaya tersebut untuk tahun-tahun
didistribusikan atau dengan menjual setelah tahun 2013. Pada tahun 2009, TELKOM menerima penggantian
sebagian dari properti yang akan biaya sebesar US$159.006,65.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
18 Sekilas TELKOM/Ikhtisar Saham Biasa

Komposisi Pemegang Saham Hubungan Dengan


Modal Dasar Perseroan: Pemerintah dan
1 lembar saham Seri A Dwiwarna, dan 79.999.999.999 saham Seri B Instansi Pemerintah
(Saham Biasa). Hubungan TELKOM dengan Pemerintah
terjadi dalam banyak segi. Pemerintah
adalah pemegang saham mayoritas dan
pengendali. Pemerintah merupakan
Tabel Komposisi Pemegang Saham TELKOM
sampai dengan 31 Desember 2009 regulator yang membuat, mengawasi
dan menegakkan peraturan yang
Saham Saham (%) berkaitan dengan pengaturan sektor
Seri A Seri B
Dwiwarna (Saham Biasa)
telekomunikasi dan penetapan tarif.
Selain itu, Pemerintah menerbitkan
Pemerintah Republik Indonesia 1 10.320.470.711 52,47 lisensi, dan juga merupakan salah satu
Publik 9.348.954.068 47,53
pelanggan TELKOM.

Sub total modal (ditempatkan dan Adapun yang dimaksud dengan


disetor penuh) 1 19.669.424.779 100,00
“Pemerintah” dalam hal ini adalah
Saham Treasuri (saham yang dibeli Pemerintah Republik Indonesia,
kembali) 490.574.500 -
termasuk kementerian, departemen
TOTAL 1 20.159.999.279 100,00 dan instansi pemerintah, namun tidak
termasuk badan usaha milik negara.
Pemerintah Republik Indonesia (Pemerintah) memiliki satu lembar saham Seri A
Dwiwarna, yang memiliki hak suara istimewa. Hak-hak material dan batasan- Pemerintah sebagai Pemegang
batasan yang terdapat pada saham biasa, juga berlaku pada saham Dwiwarna Saham
kecuali Pemerintah tidak dapat mengalihkan saham Dwiwarna, memiliki hak Sampai dengan 31 Desember 2009,
veto berkaitan dengan pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Dewan Pemerintah memiliki 52,47% Saham
Komisaris, penerbitan saham baru dan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan, Biasa dan satu Saham Seri A (Saham
termasuk perubahan untuk menggabungkan atau membubarkan perusahaan Dwiwarna) TELKOM, yang memiliki
sebelum masa berlakunya berakhir, menambah atau mengurangi modal dasar hak suara khusus.
dan mengurangi saham yang dipesan (subscribed capital).
Berdasarkan peraturan yang berlaku,
“kepemilikan” saham biasa dan
satu saham Dwiwarna berada di
Tabel Pemegang Saham TELKOM Dengan Kepemilikan Lebih
Dari 5% Dan Jumlah Saham Yang Dimiliki Dewan Komisaris bawah kuasa Departemen Keuangan
Dan Direksi, Pada Tanggal 31 Desember 2009 RI . K e m u d i a n , s e s u a i d e n g a n
kewenangan yang diberikan oleh
Jenis Saham Identitas Orang Jumlah Saham Yang Persentase Saham (%)
Departemen Keuangan, Menteri BUMN
atau kelompok Dimiliki
menggunakan hak-hak yang diberikan
Seri A Pemerintah 1 - dalam saham ini sebagai pemegang
Seri B Pemerintah 10.320.470.711 52,47 saham pengendali TELKOM.
Seri B Direksi 23.112 <0,01
Sebagai pemegang saham mayoritas,
Pemerintah sangat berkepentingan
atas kinerja TELKOM, baik terkait
Tabel Pemegang Saham biasa TELKOM Dengan Kepemilikan dengan manfaat yang diberikannya
Perorangan Kurang Dari 5%, Pada Tanggal 31 Desember 2009 kepada bangsa dan kemampuan
Kelompok Jumlah Saham Biasa Yang Persentase (%) Kepemilikan TELKOM untuk beroperasi secara
Dimiliki Saham Biasa Beredar komersial. Hak dan batasan material
yang berlaku untuk Saham Biasa
Perorangan Indonesia 109.881.600 0,56 juga berlaku untuk Saham Seri A
Karyawan - Lokal 14.316.126 0,07 Dwiwarna, dengan pengecualian
Koperasi 657.220 - pemerintah tidak boleh mengalihkan
Yayasan 9.953.880 0,05 Dwiwarna dan Saham Seri A,
P e m e r i n t a h m e m i l i k i h a k ve t o
Dana Pensiun 186.820.440 0,95
berkenaan dengan: (i) pencalonan,
Perusahaan 260.074.040 1,32 pengangkatan dan pemberhentian
Bank 252.364 - direksi; (ii) pencalonan, pengangkatan
Perusahaan Terbatas 310.629.646 1,58 dan pemberhentian komisaris; (iii)
Badan Usaha Lainnya 4.320 - penerbitan saham baru; dan (iv)
perubahan terhadap Anggaran Dasar
Danareksa 32.000 -
Perusahaan, termasuk tindakan untuk
Reksadana 446.830.660 2,27 menggabungkan atau membubarkan
Perorangan Asing 4.871.796 0,02 T ELKOM , m e n i n g k a t k a n a t a u
Badan Usaha Asing 8.004.606.864 40,70 mengurangi modal dasarnya,
Total 9.348.930.956 47,53

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Ikhtisar Saham Biasa 19

menurunkan modal dasar, atau mengurangi modal yang mendapat persetujuan dari mayoritas pemegang
ditempatkan. Dengan demikian, Pemerintah memiliki saham dari Saham Biasa yang tidak memiliki benturan
kendali efektif atas hal-hal tersebut walaupun memiliki kepentingan atas transaksi yang diusulkan, kecuali
kurang dari mayoritas Saham Biasa yang beredar. b e n t u ra n ke p e n t i n g a n te r s e b u t te r j a d i s e b e l u m
Hak-hak Pemerintah berkenaan dengan Saham Seri A Perusahaan tercatat dan diungkapkan sepenuhnya
Dwiwarna tidak akan berakhir, kecuali ada perubahan dalam dokumen penawaran.
sehingga diperlukan amandemen terhadap Anggaran
Dasar Perusahaan yang mensyaratkan persetujuan Benturan kepentingan seperti yang didefinisikan
Pemerintah sebagai pemegang Saham Seri A Dwiwarna dalam peraturan Bapepam-LK adalah benturan antara
tersebut. Lihat Catatan 25 dan 43 Laporan Keuangan kepentingan ekonomi Perusahaan dan para pemegang
Konsolidasian TELKOM. s a h a m d i s a t u s i s i d a n d i s i s i l a i n ke p e n t i n g a n
ekonomi pribadi anggota Dewan Komisaris, Direksi
Perusahaan mempunyai kebijakan untuk tidak atau pemegang saham utama (pemegang 20% atau
m e n g a d a ka n t ra n s a k s i d e n g a n p i h a k- p i h a k ya n g lebih saham yang ditempatkan) serta afiliasi mereka,
mempunyai hubungan istimewa apabila tidak lebih baik secara gabungan atau terpisah. Suatu benturan
menguntungkan dibandingkan dengan yang diperoleh kepentingan juga terjadi apabila anggota Dewan
Perusahaan dari transaksi dengan pihak ketiga. Menteri Komisaris, Direksi atau pemegang saham prinsipal
BUMN telah menyampaikan kepada Perusahaan bahwa dari Perusahaan atau afiliasi mereka masing-masing
kementrian tidak mengadakan transaksi dengan entitas terlibat dalam transaksi, kepentingan pribadi mereka
lain yang berada di bawah kendalinya, kecuali bila mungkin berbenturan dengan kepentingan Perusahaan.
perjanjian bisnisnya konsisten dengan syarat-syarat B a p e p a m - LK b e r we n a n g u n t u k m e m b e r l a k u k a n
dan kebijakan Perseroan sebagaimana yang diuraikan peraturan ini; pemegang saham Perusahaan juga
dalam kalimat sebelumnya. berhak untuk mengajukan tuntutan atas pemberlakuan
peraturan ini.
Berdasarkan peraturan Bapepam-LK, karena Perusahaan
tercatat di BEI, setiap transaksi yang memiliki benturan Sesuai dengan peraturan Bapepam- LK, transaksi
kepentingan sebagaimana dijelaskan di bawah ini antara Perusahaan dan badan usaha milik negara
dengan perusahaan lain yang tercatat di BEI, harus atau badan usaha lainnya yang dikendalikan oleh

Komisaris Utama dan Direktur Utama TELKOM berfoto bersama Meneg BUMN dan Menkominfo sesaat setelah acara softlaunching logo baru TELKOM,
pada tanggal 17 Oktober 2009, di Jakarta.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
20 Sekilas TELKOM/Ikhtisar Saham Biasa

negara dapat mengakibatkan “benturan kepentingan”. Perhubungan) untuk penyediaan jasa selulernya, dan dari
Dalam hal ini, persetujuan dari pemegang saham yang Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia terkait
tidak berkepentingan wajib diperoleh jika “benturan dengan investasi oleh Telkomsel untuk pembangunan
kepentingan” ini terjadi. Perusahaan meyakini bahwa jasa sambungan telepon seluler dengan jangkauan
transaksi-transaksi yang dilaksanakan dengan badan nasional, termasuk perluasan jangkauan jaringannya.
usaha milik negara atau yang dikendalikan negara Pemerintah, melalui Menkominfo sebagai pengatur,
telah dilakukan melalui praktik bisnis yang independen, berwenang untuk memberikan lisensi baru untuk
berbasis komersial dan bukan merupakan transaksi yang pendirian usaha patungan dan pengaturan baru lainnya,
mengandung “benturan kepentingan” yang memerlukan khususnya di bidang telekomunikasi.
suara pemegang saham netral. Transaksi tersebut
termasuk penjualan jasa telepon oleh TELKOM kepada Kepemilikan lisensi di atas mengharuskan TELKOM
badan usaha milik negara atau yang dikendalikan negara membayar biaya hak penyelenggaraan jasa telekomunikasi
atau pembelian listrik dari Perusahaan dari badan usaha yang disediakan dan biaya hak penggunaan frekuensi
milik negara. Perusahaan berharap, dalam hubungannya radio kepada Menkominfo. Biaya hak penyelenggaraan
dengan pengembangan dan pertumbuhan bisnisnya, adalah sebesar Rp587,8 miliar pada tahun 2007, Rp632,5
dari waktu ke waktu Perusahaan dapat mengadakan miliar pada tahun 2008 dan Rp327,1 miliar (US$34,7 juta)
usaha patungan, perjanjian atau transaksi dengan pada tahun 2009. Persentase biaya penyelenggaraan
badan usaha milik negara atau yang dikendalikan oleh tersebut dari jumlah beban usaha adalah sebesar 1,8%
Pemerintah tersebut. Dalam situasi ini, TELKOM dapat di tahun 2007, 1,6% di tahun 2008 dan 0,8% di tahun
berkonsultasi dengan Bapepam-LK dalam menentukan 2009. Biaya hak penggunaan frekuensi radio senilai
apakah usaha patungan, perjanjian atau transaksi yang Rp1.138,5 miliar pada tahun 2007, Rp2.400,3 miliar
diusulkan memerlukan suara dari pemegang saham pada tahun 2008 dan Rp2.499,3 miliar (US$265,2
netral berdasarkan syarat-syarat peraturan Bapepam- juta) pada tahun 2009. Persentase biaya tersebut dari
LK. Apabila Bapepam-LK berpandangan bahwa usaha keseluruhan beban usaha adalah 3,5% di tahun 2007,
patungan perjanjian atau transaksi yang diusulkan 6,2% di tahun 2008 dan 6,0% di tahun 2009. TELKOM
tidak memerlukan suara dari pemegang saham netral membayar biaya KPU kepada Menkominfo sebesar
sesuai peraturan yang berlaku, maka TELKOM akan Rp438,5 miliar di tahun 2007, Rp462,5 miliar di tahun
melaksanakannya tanpa memerlukan persetujuan dari 2008 dan Rp809,6 miliar (US$85,9 juta) di tahun 2009.
pemegang saham netral tersebut. Namun, apabila Persentase biaya KPU ini mencerminkan 1,3% di tahun
Bapepam-LK mensyaratkan bahwa usulan tersebut 2007, 1,2% di tahun 2008 dan 2,0% di tahun 2009 dari
memerlukan suara dari pemegang saham netral sesuai keseluruhan beban usaha.
peraturan yang berlaku, maka TELKOM harus berupaya
mendapatkan persetujuan dari pemegang saham netral
sebagaimana yang disyaratkan atau membatalkan
usulan tersebut.
Sampai dengan 31
Pemerintah sebagai Regulator
Pemerintah mengatur sektor telekomunikasi melalui Desember 2009,
Menteri Komunikasi dan Informasi (“Menkominfo”).
M e n ko m i n f o b e r we n a n g m e n e r b i t k a n p e ra t u ra n sebanyak 31.718
pelaksanaan atas undang-undang, yang umumnya
memiliki lingkup yang luas. Berdasarkan keputusan orang, termasuk
ini Menkominfo mendefinisikan struktur industri,
menentukan formula tarif, menentukan kewajiban Pemerintah, terdaftar
Kewajiban Pelayanan Umum (“KPU”), dan mengendalikan
berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi sebagai pemegang
kompetitif, usaha dan kondisi keuangan TELKOM. Melalui
Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“Ditjen
Saham Biasa
Postel”), Menkominfo mengatur alokasi frekuensi dan
menentukan jumlah sambungan telepon tidak bergerak.
TELKOM, termasuk
TELKOM wajib memperoleh lisensi dari Ditjen Postel
untuk setiap jenis layanan yang ditawarkan, termasuk
8.009.478.660 Saham
frekuensi yang dipergunakan (sebagaimana dialokasikan
oleh Menkominfo). TELKOM dan operator lain diharuskan
Biasa yang dimiliki oleh
membayar biaya hak penggunaan frekuensi. Telkomsel 1.385 pemegang saham
m e m i l i k i b e b e ra p a l i s e n s i ya n g d i te r b i t ka n o l e h
Menkominfo (yang sebelumnya dikeluarkan oleh Menteri di luar Indonesia

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Ikhtisar Saham Biasa 21

Pemerintah sebagai Pemberi Pinjaman Perubahan Kendali


Pada bulan Juli 1994, Pemerintah mengatur sebuah Tidak ada rencana apapun yang dapat mengakibatkan
fasilitas dengan sejumlah institusi asing menyediakan perubahan kendali terhadap TELKOM.
dana bagi TELKOM (melalui Pemerintah) dalam bentuk
“pinjaman penerusan” (sebagai two-step-loans) yang Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan
digunakan untuk sejumlah pengeluaran tertentu. Istimewa
Pinjaman ini dijamin oleh Pemerintah. Sampai dengan TELKOM terikat dengan beberapa perjanjian tertentu
31 Desember 2009, pinjaman dalam bentuk “two- dan terlibat dalam transaksi dengan sejumlah pihak
step -loans” sebesar Rp3.518,09 miliar (US$373,08 yang mempunyai hubungan istimewa dengan TELKOM,
juta), termasuk yang jatuh tempo pada tahun berjalan seperti perusahaan patungan, koperasi dan yayasan,
(current maturities). TELKOM diwajibkan membayar dan juga Pemerintah serta badan usaha yang terkait
bunga kepada Pemerintah dan membayar kembali atau yang dimiliki atau dikendalikan oleh Pemerintah,
pokok pinjamannya yang selanjutnya dibayarkan oleh seperti badan usaha milik negara. Lihat Catatan 43
Pemerintah kepada masing-masing pemberi pinjaman. pada Laporan Keuangan Konsolidasian TELKOM untuk
Sampai dengan 31 Desember 2009, 70,89% dari pinjaman informasi lebih rinci mengenai transaksi dengan pihak
penerusan tersebut merupakan pinjaman dalam mata yang mempunyai hubungan istimewa.
uang asing. Sisanya, sebesar 29,11% dari pinjaman
tersebut dalam mata uang Rupiah. Pada tahun 2009, Pembelian Surat Saham oleh Emiten dan Pembeli
tingkat suku bunga tahunan atas pinjaman yang harus Terafiliasi
dibayar kembali, dalam Rupiah berkisar antara 9,65% Sampai dengan 31 Desember 2009, jumlah total
sampai 10,30% atas pinjaman yang harus dibayar saham TELKOM yang telah dibeli kembali sebanyak
kembali, dalam Dolar Amerika Serikat mulai dari 4% 490.574.500 lembar Saham Biasa setara dengan 2,43%
sampai 6,67% dan atas pinjaman yang harus dibayar dari Saham Biasa yang diterbitkan dan beredar dengan
kembali dalam Yen Jepang sebesar 3,10%. harga pembelian kembali senilai Rp4.264.073 juta,
termasuk biaya broker dan kustodian. Berdasarkan
Departemen dan Instansi Pemerintah sebagai program pembelian kembali, TELKOM membeli dengan
Pelanggan TELKOM perincian sebagai berikut: 118.376.500 lembar saham di
Sejumlah departemen dan instansi Pemerintah, membeli tahun 2006, 126.364.000 lembar saham di tahun 2007
layanan TELKOM sebagai pelanggan, negosiasi kontrak dan 245.834.000 lembar saham di tahun 2008. Selama
dilakukan secara komersial. TELKOM tidak memberikan periode dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember
layanan secara cuma-cuma atau dalam bentuk barter. 2009, TELKOM tidak melakukan pembelian kembali
TELKOM berhubungan dengan berbagai departemen dan Saham Biasa. Lihat Catatan 27 Laporan Keuangan
instansi Pemerintah sebagai pelanggan secara terpisah Konsolidasian TELKOM.
satu dengan lainnya. Pada tahun 2009, total pendapatan
yang diterima dari berbagai departemen dan instansi Kami berencana untuk mempertahankan, menjual atau
sebanyak Rp1.069 miliar, jumlah itu kurang dari 2% dari menggunakan treasury stock untuk keperluan lain sesuai
total pendapatan operasional konsolidasian TELKOM, dengan Peraturan Bapepam-LK No. XI.B.2 dan UU No.
dan tidak merupakan jumlah yang material terhadap 40/2007 mengenai Perusahaan Terbatas.
pendapatan operasional. Departemen dan instansi
pemerintah dikenakan tarif pemakaian dan bulanan
yang sama dengan segmen perumahan, yang lebih
rendah daripada tarif layanan untuk bisnis. Perlakuan
khusus ini tidak berlaku untuk tarif panggilan lokal,
jarak jauh dan SLI.

Lain-lain
Proporsi Saham Biasa TELKOM yang dimiliki di
Indonesia dan di luar Indonesia
Sampai dengan 31 Desember 2009, sebanyak 31.718
pemegang saham, termasuk Pemerintah, terdaftar
sebagai pemegang Saham Biasa TELKOM, termasuk
8.009.478.660 Saham Biasa yang dimiliki oleh 1.385
pemegang saham di luar Indonesia.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2009, terdapat


128 pemegang saham ADS yang memiliki 44.718.251
ADS (setara dengan 1.927.402.040 Saham Biasa).

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
22 Sekilas TELKOM/Tentang TELKOM

Tentang TELKOM
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (“TELKOM”, diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”),
“Perseroan”, “Perusahaan” atau “Kami”) adalah New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock
penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange (tanpa
terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan tercatat). Harga saham TELKOM di BEI pada akhir
InfoComm, telepon tidak bergerak kabel (fixed Desember 2009 adalah Rp9.450 dengan nilai
wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fixed kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun
wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, 2009 mencapai Rp190.512 miliar atau 9,43% dari
serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung kapitalisasi pasar BEI.
maupun melalui anak perusahaan.
Untuk menghadapi tantangan dengan semakin
Sampai dengan 31 Desember 2009, jumlah pelanggan m e n i n g kat nya ke b u t u h a n a ka n m o b i l i t a s d a n
TELKOM telah tumbuh sebesar 21,2% atau menjadi konektivitas tanpa putus, TELKOM telah memperluas
105,1 juta pelanggan. TELKOM melayani 8,4 juta portofolio bisnisnya yang mencakup telekomunikasi,
pelanggan telepon tidak bergerak kabel, 15,1 juta informasi, media dan edutainment (TIME). Dengan
pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel, dan 81,6 meningkatkan infrastruktur, memperluas teknologi
juta pelanggan telepon seluler. Next Generation Network (NGN) dan memobilisasi
sinergi di seluruh jajaran TELKOMGroup, TELKOM
Sampai dengan 31 Desember 2009, sebagian dapat mewujudkan dan memberdayakan pelanggan
besar dari saham biasa TELKOM dimiliki oleh ritel dan korporasi dengan memberikan kualitas,
Pemerintah Republik Indonesia dan sisanya dimiliki kecepatan, kehandalan dan layanan pelanggan yang
oleh pemegang saham publik. Saham TELKOM lebih baik.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Visi, Misi, Tujuan, Inisiatif Strategis 23

Visi, Misi, Tujuan,


Inisiatif Strategis

Visi Menjadi perusahaan InfoComm terkemuka di kawasan regional.

• Menyediakan layanan InfoComm terpadu dan lengkap dengan

Misi
kualitas terbaik dan harga kompetitif.
• Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

TujuanMenciptakan posisi unggul dengan memperkokoh bisnis legacy &


meningkatkan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan
industri pada tahun 2015.

1.
Inisiatif
Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak bergerak

Strategis
kabel / fixed wireline (“FWL”).
2. Memperkuat & mengembangkan bisnis jaringan tidak
bergerak nirkabel / fixed wireless access ( “FWA”) dan
mengelola portofolio nirkabel.
3. Melakukan investasi pada jaringan pita lebar (broadband).
4. Mengintegrasikan solusi enterprise dan berinvestasi di bisnis
wholesale.
5. Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”).
6. Mengembangkan layanan teknologi informasi.
7. Mengembangkan bisnis media dan edutainment.
8. Merampingkan portofolio anak perusahaan.
9. Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio.
10. Melakukan transformasi budaya perusahaan.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
24 Sekilas TELKOM/Peristiwa Penting 2009

Peristiwa
Penting 2009
Januari
T ELKOM & G a r ud a I n d o n e s i a
M e r e s m i k a n l aya n a n Co n tact
Center terpadu

Menkominfo Mohammad Nuh meresmikan


Kantor Layanan Contact Center Garuda
Indonesia di Jakarta pada tanggal 15 Januari
2009. Peresmian ini dihadiri Direktur
Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar
dan Direktur Utama TELKOM, Rinaldi
Firmansyah. Layanan contact center ini
berfungsi sebagai integrated information
center guna melayani reservasi dan
layanan GFF (Garuda Frequent Flyer).
Layanan contact center Garuda Indonesia
ini dikelola dan dioperasikan oleh anak
perusahaan TELKOM yaitu PT Infomedia
Nusantara, yang telah berpengalaman
dalam mengelola layanan sejenis.

Mei Juni

Peluncuran Indigo Fellowship 2009

Kami meluncurkan Indigo Fellowship 2009


pada tanggal 25 Mei, sebuah program tanggung
jawab sosial yang bertujuan untuk membantu
penyediaan link and match bisnis pemula
di dalam industri kreatif berbasis Teknologi R U P ST 2 0 0 9 d i g e l a r d e n g a n tuj u h ag e n da
Informasi dan Komunikasi Peluncuran Indigo utama
Fellowship 2009 ini dihadiri oleh Direktur
Utama, Rinaldi Firmansyah, Direktur IT & Supply, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TELKOM
Indra Utoyo, Direktur NWS, Ermady Dahlan tahun 2009 digelar di Jakarta pada tanggal 12 Juni dan
serta senior leaders TELKOMGroup. membahas tujuh agenda utama.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Peristiwa Penting 2009 25

Juli Agustus September


TELKOM Sinergi BUMN – TELKOM T ELKOM m e m b e r i k a n b a n tu a n
memperoleh lisensi dan HIMBARA kemanusiaan untuk korban gempa
akses pita lebar bumi di SumatEra Barat
nirkabel untuk Himpunan Bank-Bank Negara
frekuensi 2,3 GHz (Himbara) yang terdiri dari Sebagai wujud solidaritas pada masyarakat
B a n k M a n d i r i , B RI , B NI yang terkena musibah gempa bumi di
B e rd a s a r ka n h a s i l 46 dan BTN melakukan Sumatera Barat (Padang-Pariaman),
lelang tanggal kerjasama dengan TELKOM TELKOM telah menyediakan berbagai
1 5 J u l i , T ELKOM dalam pelaksanaan transaksi bentuk bantuan kemanusiaan seperti
memperoleh lisensi elektronik dengan tujuan untuk upaya normalisasi layanan telekomunikasi
penyelenggaraan menciptakan efisiensi biaya terutama pada rumah sakit, tenda-tenda
jaringan tidak bergerak dan kemudahan transaksi pengungsian maupun posko-posko.
lokal berbasis packet bagi nasabah. Sinergi BUMN TELKOM juga menyediakan fasilitas telepon
switched untuk ini diresmikan di Jakarta bebas pulsa (toll free) bagi masyarakat
frekuensi radio 2,3 pada tanggal 28 Agustus dan yang ingin mendapatkan informasi tentang
GHz di Jawa Tengah, dihadiri oleh Menteri Negara musibah gempa bumi ini, menyediakan
Jawa Timur, Papua, BUMN, Sofyan Djalil, dan para layanan telepon gratis, menyediakan
Maluku, dan Sulawesi Direktur Utama Bank anggota layanan kesehatan, membangun Speedy
bagian utara. Himbara dan Dirut TELKOM, Press Center serta fasilitas satelit untuk
Rinaldi Firmansyah. pengiriman berita.

September September
Bakti sosial komunitas Postel
untu k kor ban gem pa bu mi
Tasikmalaya

Sebagai wujud kepedulian atas


gempa bumi yang mengguncang
Tasikmalaya, Menkominfo bersama
komunitas Postel mengunjungi Desa
Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya
pada tanggal 9 September. Bakti
sosial ini ditandai dengan pemberian
sumbangan kepada masyarakat. Ada
dua macam sumbangan yang diberikan
yaitu sumbangan yang bersifat jangka
pendek seperti sembako, selimut,
layanan telekomunikasi gratis, layanan
Mudik nyaman bersama TELKOMGroup kesehatan, dapur umum, serta layanan
air bersih, dan sumbangan yang
Pada tanggal 18 September, di Lapangan Parkir Timur Gelora Bung bersifat jangka panjang dalam bentuk
Karno, Senayan Jakarta, Menkominfo Mohammad Nuh melepas layanan SMS Tunasis, yaitu pendapatan
peserta mudik nyaman bersama TELKOMGroup Peduli yang diikuti dari para donatur yang dikirimkan
oleh 4.402 orang. TELKOMGroup bekerjasama dengan Polri dan melalui SMS selama satu bulan ke
Dishub, serta agen tunggal pemegang merek mendirikan berbagai depan yang akan disumbangkan untuk
pos untuk mengantisipasi arus mudik maupun arus balik lebaran. perbaikan sarana pendidikan yang
TELKOMGroup juga menyediakan video streaming yang bisa diakses rusak karena gempa.
melalui hand phone atau komputer di 33 lokasi.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
26 Sekilas TELKOM/Peristiwa Penting 2009

September
Menkominfo menghadiri trial perdana IPTV

Menteri Komunikasi dan Informasi, Mohammad Nuh, menyerahkan


sertifikasi penyelenggaraan layanan Internet Protocol Television/
IPTV (berdasarkan pada Peraturan Menteri No. 30/PER/M.
KOMINFO/8/2009) kepada Direktur Utama TELKOM, Rinaldi
Firmansyah. Pada kesempatan yang sama, TELKOM melaksanakan
trial perdana IPTV di hadapan Menkominfo beserta para pejabat
Depkominfo, serta asosiasi terkait di Jakarta pada tanggal
8 September.

IPTV merupakan konvergensi antara siaran televisi dan layanan


telekomunikasi (termasuk suara, teks, data, dan video). Layanan
ini didukung oleh infrastruktur pita lebar (broadband). Untuk
akses pita lebar, TELKOM telah memiliki jaringan kabel telepon
ke rumah-rumah sebanyak 8,7 juta satuan sambungan telepon
(SST). Sedangkan kontennya, TELKOM juga telah memiliki
jaringan TV berlangganan (pay TV).

Oktober Oktober

Peluncuran New TELKOM Indonesia Peringatan Hari Jadi TELKOM


ke-153
TELKOM melakukan transformasi bisnis secara fundamental yang diikuti
juga dengan memperkenalkan corporate identity baru dalam menyambut Tanggal 23 Oktober 2009 merupakan
era baru TELKOM sebagai satu-satunya perusahaan Telecommunication, hari jadi TELKOM yang ke 153, dan
Information, Media dan Edutainment (TIME) di Indonesia. untuk pertama kalinya dirayakan
oleh semua staf TELKOM di seluruh
New TELKOM Indonesia ini resmi diperkenalkan kepada publik pada Indonesia. Acara ini juga memperingati
tanggal 16 Oktober di Jakarta pada acara Official Launching New dilakukannya pengoperasian layanan
TELKOM Indonesia dengan ditekannya sirine bersama-sama oleh jasa telekomunikasi untuk pertama
Direktur Utama Rinaldi Firmansyah, Komisaris Utama Tanri Abeng, kalinya di Indonesia dalam bentuk
Menkominfo Mohammad Nuh, dan Meneg BUMN Sofyan Djalil. Grand layanan telegrap elektromagnetik yang
launching New TELKOM Indonesia digelar pada tanggal 23 Oktober di menghubungkan Jakarta dan Bogor
Djakarta Theatre bersamaan dengan penganugerahan Indigo Award pada bulan Oktober 1856.
yang disiarkan secara langsung oleh Trans TV.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Peristiwa Penting di tahun 2009 27

Oktober
Menteri Negara BUMN meresmikan
InSure Net

Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil,


meresmikan Indonesia Insurance Shared
Service Platform (InSure Net) dan Asosiasi
Asuransi Negara (Asgara) di Jakarta pada
tanggal 15 Oktober. InSure Net merupakan
sebuah platform kolaborasi dan transaksi
secara online, dalam rangka meningkatkan
efisiensi dan produktivitas, serta mutu
pelayanan institusi asuransi. InSure Net
menghubungkan institusi asuransi dengan
entitas pelaku di industri kesehatan, seperti
apotek, penyedia layanan kesehatan,
regulator dan institusi keuangan.

November November

Menkominfo mendukung TELKOM dalam


peluncuran DNS Nawala

P r e s i d e n I n d o n e s i a m e r e s m i k a n P ROY EK Tanggal 17 Nopember di Jakarta, TELKOM dan


Palapa Ring Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari)
meluncurkan Domain Name System (DNS) yang
Pada tanggal 30 November, Presiden Indonesia, Susilo dikenal dengan nama Nawala. Nawala adalah
Bambang Yudhoyono meresmikan pembangunan awal dari layanan gratis bagi pengguna internet yang
Palapa Ring untuk sektor selatan Indonesia Bagian Timur menyediakan fasilitas penyaringan terhadap
berupa penggelaran serat optik yang menghubungkan konten yang bersifat negatif, pornografi,
antara Mataram-Nusa Tenggara Barat dengan Kupang- blocking malware, phishing dan lain-lain.
Nusa Tenggara Timur. Dengan terintegrasinya backbone Pada kesempatan itu EGM Multimedia, Ruslan
serat optik dari kawasan barat, tengah dan timur Indonesia, Rustam menandatangani MoU dengan Ketua
maka infrastruktur ICT Nasional dengan nama TELKOM Awari, Irwin Day, yang disaksikan oleh Menteri
Super Highway akan terwujud. Jaringan serat optik nasional Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring,
telah menjangkau 33 ibukota provinsi dan 440 kota serta Ketua Komnas Perlindungan anak, Kak Seto
kabupaten di seluruh Indonesia dan akan menjadi tulang Mulyadi, Direktur NWS, Ermady Dahlan dan
punggung bagi semua penyelenggara telekomunikasi serta Direktur IT & Supply, Indra Utoyo.
pengguna jasa telekomunikasi yang membutuhkan transfer
data dalam kecepatan tinggi atau pita lebar.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
28 Sekilas TELKOM/Penghargaan 2009

Penghargaan 2009
Februari Februari

TELKOM DAN TELKOMSEL Raih Top Brand


Award 2009 TELKOM menerima Indonesian CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY Award 2008 dari Menteri Sosial
TELKOM yang diwakili oleh Direktur
Konsumer, I Nyoman G Wiryanata, menerima TELKOM meraih 6 kategori pada penghargaan tahunan Indonesian
penghargaan untuk kategori Internet Service CSR Award 2008 di Jakarta, salah satunya adalah penghargaan
Provider (Speedy & Telkomnet Instant), Platinum, yaitu penghargaan di bidang sosial, ekonomi dan
prepaid CDMA (Flexi Trendy), dan post- lingkungan. Direktur HCGA, Faisal Syam menerima penghargaan
paid CDMA (Flexi Classy) dalam ajang ini yang diserahkan langsung oleh Menteri Sosial RI, Bachtiar
penghargaan tahunan Top Brand Award di Chamsyah. TELKOM juga meraih penghargaan Gold di bidang
Jakarta pada tanggal 10 Februari. Telkomsel sosial, Silver di bidang sosial, ekonomi dan lingkungan, juara
diwakili Dirutnya, Sarwoto, menerima pertama di bidang sosial, ekonomi dan lingkungan untuk TELKOM
penghargaan kategori Cellular SIM Card Divre I, serta juara kedua untuk bidang ekonomi sosial, dan
simPati dan Cellular SIM card kartuHalo. lingkungan untuk TELKOM Divre V.

02 02
April Mei
TELKOM Tercatat di Urutan 675
Forbes Global 2000
TELKOM Raih The Best Contact Center
TELKOM menduduki urutan 675 Operation
dalam Forbes Global 2000 yang
didasarkan pada market value Melalui Contact Center 147 TELKOM
TELKOM senilai US$10,60 miliar, laba bekerjasama dengan Infomedia turut serta
sebesar US$7,41 miliar serta aset dalam acara Indonesia Contact Center Award
mencapai US$8,74 miliar. Ini adalah yang diselenggarakan oleh Indonesia Contact
untuk yang ketiga kalinya TELKOM Center Assosiation (ICCA) dari tanggal 28
tercatat di daftar Forbes Global April sampai dengan 29 Mei 2009. TELKOM
2000. Pada tahun 2007, TELKOM berhasil meraih award The Best Operational
berada di peringkat 835 dan pada Contact Center (Emas), The Best Business
tahun 2008 meningkat ke posisi Contribution (Emas), The Best Technology
729. Pada tahun 2009 ini, peringkat Innovation (Perunggu) serta The Best Manager
TELKOM naik menjadi urutan 675, above 100 seats (Perunggu).
tertinggi di antara enam perusahaan
Indonesia yang masuk daftar Forbes
Global 2000.

04 05
Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Penghargaan 2009 29

Juni Juni Juli


T ELKOM R a i h T ELKOM F l e x i d a n
Penghargaan Contact Telkomsel Raih
Center Tingkat Asia- P e n g h a r g a a n pa d a
Pasifik cellular Award 2009

ContactCenterWorld.com TELKOM Flexi meraih Best


m e n g u m u m ka n T ELKOM Customer Care Operator
sebagai The Best Outsourcing dan Best CDMA Operator
Partnership – Asia Pasifik 2009. d a l a m p e n g a n u g e ra h a n
Penyerahan penghargaan di Cellular Award ke-enam
lakukan di Contact Center tahun 2009. Pemilihan TELKOM – Perusahaan Terbaik,
Asia Pasifik Top Performer te r s e b u t d i l a ku ka n o l e h Rinaldi Firmansyah - CEO of The
2009 yang berlangsung di lembaga survei MARS yang Year 2009
Singapura, pada tanggal 26 bekerjasama dengan Majalah
Juni, dan diikuti oleh lebih dari Seluler yang berlangsung T ELKOM d i n o b a t k a n s e b a g a i
seribu peserta termasuk dari di Jakarta pada tanggal 24 perusahaan terbaik kategori Emiten
Singapura, Malaysia, Pakistan Juni. Majalah Seluler juga Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi
dan Australia. memberikan apresiasi pada pada Bisnis Indonesia Awards 2009,
Telkomsel untuk kategori yang diselenggarakan pada tanggal
Best of Operator dan Best 23 Juli 2009 di Jakarta. Dalam acara
GSM operator. tersebut, juga diberikan penghargaan
CEO of the Year 2009 pada Dirut
TELKOM Rinaldi Firmansyah.

06 06 07
Agustus September

TELKOM Raih ICSA 2009

TELKOM Raih dua Penghargaan IMAC 2009 T ELKOM b e r h a s i l m e r a i h


Penghargaan Indonesian
TELKOM menerima Indonesia’s Most Admired Companies (IMAC) Award Customer Satisfaction Award
2009 di bidang telekomunikasi berdasarkan survei yang diselenggarakan atas (ICSA) 2009 untuk kategori
kerjasama Majalah Business Week dan Frontier Consulting Group. Penghargaan Internet Service Provider Wireline/
tahunan tersebut diberikan oleh Chairman Frontier Consulting Group Handi Fixed category for Speedy.
Irawan dan diterima oleh Direktur Konsumer TELKOM, I Nyoman G Wiryanata, Penghargaan diserahkan oleh
pada tanggal 12 Agustus di Jakarta. Selain itu, TELKOM juga mendapat Chairman Frontier Consulting
penghargaan The Most Sustainable Corporate Image 2009 berdasarkan Group, Handi Irawan kepada
kriteria penilaian performance, quality, attractiveness dan responsibility serta Direktur Konsumer TELKOM, I
ditambah strategi komunikasi perusahaan. Acara ini berlangsung di Jakarta Nyoman G Wiryanata di Jakarta
pada tanggal 28-29 Juli. pada tanggal 3 September.

08 09
Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
30 Sekilas TELKOM/Penghargaan 2009

Oktober Oktober

TELKOM Raih Best of The Best e-Company TELKOM Terima Penghargaan Zero Accident dan
Award 2009 SMK3

TELKOM meraih Best of The Best e-Company TELKOM menerima Piagam Penghargaan Tahunan
Award 2009 pada ajang tahunan Warta Ekonomi Kecelakaam Nihil (Zero Accident Award) dari Menteri Tenaga
e-Company Award 2009 di Jakarta pada Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno, atas prestasinya
tanggal 29 Oktober. Penghargaan diberikan dalam melaksanakan program Keselamatan Kesehatan
oleh CEO Warta Ekonomi, Mario Alisjahbana Kerja (K3) tahun 2009, di Jakarta pada tanggal 14 Oktober
pada Direktur IT & Supply, Indra Utoyo. Warta 2009. TELKOM Divisi Regional V juga berhasil menerima
Ekonomi e-Company Award merupakan ajang Penghargaan Kecelakaan Nihil dari bidang telekomunikasi
penghargaan perusahaan terbaik di Indonesia dan menerima 18 penghargaan untuk Sistem Manajemen
yang dinilai sukses mengimplementasikan K3 (SMK3).
teknologi informasi yang mampu mendorong
kinerja bisnis perusahaan.

10 10
November November
TELKOM Raih Best of The Best
Frost & Sullivan Telecoms Award
2009

Country Director Frost & Sullivan, Eugene


Van de Weerd menyerahkan penghargaan
kepada Direktur Konsumer, I Nyoman G
Wiryanata, dalam ajang Frost & Sullivan
Indonesia Telecoms Award 2009 di
Jakarta pada tanggal 11 November.
TELKOM meraih penghargaan Best of the
Best Service Provider of the Year, Data RBT Angklung Flexi Raih MURI
Communication Service Provider of the
Year, dan Broadband Service Provider Pada tanggal 14 November, Divisi TELKOM Flexi menerima 2
of the Year. Selain itu, Telkomsel juga penghargaan dari Museum Rekor Indonesia. Pertama, TELKOM Flexi
meraih penghargaan Mobile Service menciptakan sesuatu yang belum pernah ada dan memotivasi adanya
permainan angklung dengan peserta 4.500 orang. Kedua, TELKOM
Provider of the Year. TELKOM dan
Flexi merupakan pemrakarsa dan penyelenggara kolaborasi musik
Telkomsel berhasil mempertahankan
Ring Back Tone (RBT) ”TELKOM Flexi bukan Telepon Biasa” yang
penghargaan tahunan tersebut selama melibatkan sebanyak 4.500 orang pemain angklung. Penghargaan
dua tahun berturut-turut. MURI tersebut diberikan langsung oleh Ketua MURI, Jaya Suprana
kepada Direktur Konsumer TELKOM, I Nyoman G Wiryanata dan
EGM Divisi TELKOM Flexi Triana Mulyatsa.

11 11
Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Penghargaan 2009 31

Desember Desember

TELKOM Raih IHCS Award 2009

TELKOM mendapatkan penghargaan


tahunan sebagai Perusahaan TELKOM Raih Penghargaan Best of ISRA 2009
Telekomunikasi dengan pengelolaan
SDM terbaik dalam ajang Indonesian TELKOM menerima penghargaan tahunan Best of Indonesia Sustainability
Human Capital Study 2009. Reporting Awards (ISRA) 2009, dalam kategori industri jasa keuangan,
Penghargaan diterima oleh Direktur infrastruktur, utilitas dan transportasi, serta perdagangan, jasa dan
HCGA, Faisal Syam di Jakarta pada investasi. Pemberian penghargaan ini diselenggarakan atas kerjasama
tanggal 22 Desember. Menurut National Center for Sustainability Reporting (NCSR), Indonesia-
penilaian dewan juri, TELKOM Netherlands Association, Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI),
memiliki pengelolaan SDM yang serta Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Penghargaan
te r b a i k d i a n t a ra p e r u s a h a a n Best ISRA 2009 tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup
telekomunikasi lainnya. RI, Gusti Muhammad Hatta kepada Direktur HCGA, Faisal Syam, di

12 12
Jakarta pada tanggal 22 Desember 2009.

Desember Desember

TELKOM Raih Investor Award TELKOM Perusahaan Idaman 2009 versi Warta Ekonomi
2009
TELKOM menduduki peringkat teratas di antara 15 perusahaan papan
TELKOM meraih penghargaan atas yang masuk dalam peringkat Perusahaan Idaman 2009 versi Warta
tahunan Investor Award 2009 Ekonomi. Perusahaan idaman adalah Perusahaan yang dianggap terbaik
dengan kategori BUMN Terbaik untuk di industrinya serta dipersepsikan sebagai perusahaan besar, terkenal,
Badan Usaha Non Keuangan Sektor dan memiliki manajemen yang baik. Pemeringkatan ini didasarkan dari
Telekomunikasi versi Majalah Investor. hasil survei Warta Ekonomi selama bulan September 2009. Penghargaan
Penghargaan diserahkan oleh Said tahunan tersebut diberikan langsung oleh Pemimpin Perusahaan Warta
Didu selaku Sekretaris Kementrian Ekonomi, Mario Alisjahbana, yang didampingi Menteri Kelautan &
BUMN kepada AVP Marketing Perikanan, Fadel Muhammad kepada Dirut TELKOM Rinaldi Firmansyah
Communication, Desnaidi Aziz di di Jakarta pada tanggal 4 Desember. TELKOM juga dinilai memiliki
Jakarta pada tanggal 10 Desember. kualitas pengelolaan SDM yang baik di antaranya melalui kepastian

12 12
pengembangan karir dan kompetensi.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
32 Sekilas TELKOM/Laporan Komisaris Utama

Laporan
Komisaris Utama
Di tengah kondisi persaingan yang ketat dan
turun drastisnya tarif telekomunikasi pada
beberapa tahun terakhir ini, TELKOM tetap dapat
mempertahankan laju pertumbuhan di samping
mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar

Pemegang Saham yang terhormat,

Strategi kami “mempertahankan Kami telah menyaksikan pertumbuhan tersebut merupakan pencapaian
p e r t u m b u h a n ya n g ko m p e t i t i f ’ pelanggan yang signifikan di setiap manajemen perusahaan yang patut
tercermin pada kinerja kami selama segmen pasar. Pangsa pasar kami dibanggakan.
2009. Di tengah kondisi persaingan p a d a s e g m e n - s e g m e n te r s e b u t
yang ketat dan turun drastisnya tarif juga meningkat. Kami juga berhasil Saat ini kondisi industri telekomunikasi
pada beberapa tahun terakhir ini, menghambat penurunan yang sedang mengalami saat-saat yang
TELKOM tetap dapat mempertahankan sebelumnya diperkirakan terjadi berat. Tiga atau empat tahun yang lalu,
laju pertumbuhan di samping pada bisnis legacy yakni melalui industri telekomunikasi di Indonesia
mempertahankan posisi sebagai penerapan beragam promosi menikmati ARPU tertinggi di Asia,
pemimpin pasar. Total pendapatan strategis. Pada saat yang sama, namun saat ini justru termasuk salah
kami sebesar Rp64.596,6 miliar dan pendapatan new wave kami tumbuh satu yang terendah di kawasan Asia
laba bersih sebesar Rp11.332,1 miliar pesat lebih dari 82,8%, dengan Tenggara. Pada saat yang sama,
meningkat masing-masing sebesar pertumbuhan yang signifikan persaingan menjadi semakin ketat
6,4% dan 6,7%. p a d a p e n d a p at a n i n te r n e t . H a l ditambah lagi kondisi ekonomi global

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Laporan Komisaris Utama 33

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
34 Sekilas TELKOM/Laporan Komisaris Utama

terpuruk dalam krisis yang cukup parah


belum lama ini. Walaupun demikian,
Untuk menjawab perubahan yang
strategis dan mendasar ini, maka
Identitas baru ini
TELKOM tetap dapat memperkokoh
posisinya, meningkatkan profitabilitas
TELKOM meluncurkan identitas baru
perusahaan di tahun 2009. Identitas
menyampaikan
dan menunjukkan pertumbuhan.
Pencapaian ini merupakan kesuksesan
baru ini menyampaikan pesan kepada
semua stakeholder bahwa kami tengah
pesan kepada
dari langkah strategis dan implementasi
yang diambil oleh pihak manajemen.
melakukan perubahan, bukan hanya
dalam bentuk produk dan layanan
semua
Hal tersebut merupakan berita baik yang kami tawarkan, tapi juga pada stakeholder
bukan saja bagi para investor dan batas-batas bidang kami beroperasi.
karyawan, tapi juga bagi seluruh Hal ini akan membantu mendorong bahwa kami
stakeholder, termasuk pemerintah transformasi budaya internal dalam
dan masyarakat. grup secara keseluruhan. tengah
Kami juga merasa puas dengan Investasi pada identitas baru ini melakukan
cara Direksi mengelola masa depan merupakan sebuah langkah strategis.
p e r u s a h a a n ya k n i m e n c i p t a ka n Namun, hanya dengan identitas saja perubahan,
nilai jangka panjang dengan
mempertahankan pertumbuhan. Guna
tidak akan menghasilkan apapun;
k i n e r j a T ELKOM - l a h ya n g a ka n bukan hanya
mencapai target tersebut, TELKOM
melakukan sebuah transformasi
memberikan nilai pada identitas
tersebut. Oleh sebab itu, terhadap
dalam bentuk
fundamental agar dapat mengikuti
perkembangan bidang komunikasi
i nve s t a s i ya n g te l a h d i l a k u k a n
adalah tanggung jawab kami untuk
produk dan
dan informasi yang pesat. Sebagai
upaya untuk mempertahankan posisi
memberikan hasil yang nyata. Dengan
berbekal sebuah strategi yang kuat
layanan yang
sebagai pemimpin pasar, TELKOM
melakukan ekspansi portofolio bisnis
dan jelas, rencana operasi yang
realistis, sumber daya manusia yang
kami tawarkan,
dari semula hanya bisnis voice, kini kompeten dan manajemen yang tapi juga pada
mencakup bisnis informasi, media berwawasan luas, kami yakin target
dan edutainment atau lebih dikenal itu akan tercapai. batas-batas
dengan IME.
Saya percaya bahwa salah satu kunci bidang kami
Transformasi dari sebuah perusahaan utama dari daya tahan TELKOM selama
domestik yang bersifat monopolistik masa-masa yang penuh tantangan beroperasi
menjadi pemain yang dinamis dalam ini adalah semangat kerjasama dan
industri yang sangat kompetitif, telah keterbukaan antara Dewan Komisaris
memberi dampak yang kuat pada dengan Direksi. Kerjasama yang
karakter organisasi. TELKOM telah baik dalam satu tim, memungkinkan
melakukan transformasi dari sebuah kami untuk mengelola faktor-faktor
perusahaan yang awalnya berorientasi eksternal sambil mempertahankan
produk, dalam hal ini jaringan, menjadi arah strategi perusahaan. Sinergi
sebuah perusahaan yang berorientasi ini dapat tercapai karena Dewan
pelanggan; dari semula fokus terhadap Komisaris dan Direksi memiliki tujuan
pasar informasi dan komunikasi yang sama yakni mengembangkan
domestik, menjadi sebuah perusahaan Perusahaan yang kompetitif. Fungsi
yang memposisikan dirinya untuk pengawasan Dewan Komisaris tidak
meraih peluang sebagai operator TIME dapat ditawar; fungsi pengawasan
di kawasan regional dan global. dapat menjadi lebih efektif karena

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Laporan Komisaris Utama 35

selarasnya persepsi terhadap tujuan untuk dapat menikmati era digital kepentingan semua stakeholder
Perusahaan dan bagaimana tujuan agar kehidupan mereka dapat berubah senantiasa terwakili dan terlindungi
tersebut dapat tercapai. menjadi lebih baik. secara adil.

Dalam tugasnya untuk mengawasi Pada tahun 2009, TELKOM kembali Kami bersama Direksi sepakat bahwa
tujuan dan kegiatan perusahaan, memberikan bantuannya kepada tantangan-tantangan utama yang akan
D ewa n Ko m i s a r i s d i b a n t u o l e h masyarakat yang membutuhkan, dihadapi TELKOM di tahun mendatang
beberapa komite yang memastikan yakni pertolongan darurat kepada adalah mempertahankan posisi
bahwa semua prosedur telah dipatuhi korban gempa bumi di Padang, serta sebagai pemimpin pasar serta meraih
dan standar integritas yang tinggi tetap masyarakat di daerah lain yang juga semua peluang dalam bisnis new wave.
dijaga. Salah satu komite yang penting terkena bencana, yang walaupun Kami akan terus bekerja keras untuk
dalam hal ini adalah Komite Audit, tidak terlalu banyak diberitakan, memperluas jenis layanan, konten
yang dengan semangat keterbukaan namun kerusakannya menyebabkan dan aplikasi yang ditawarkan kepada
s e b a g a i m a n a te l a h d i s i n g g u n g dampak yang cukup besar bagi pelanggan individu maupun kepada
sebelumnya, mendapatkan akses komunitas tersebut. pelanggan bisnis, serta memberikan
penuh serta kerjasama dari Direksi. platform jaringan berkualitas tinggi
Kegiatan dari Komite Audit selama Transformasi yang dilakukan TELKOM dan menambah bandwidth untuk
tahun 2009 dijabarkan dengan lebih b u ka n l a h t a n p a r i s i ko. D e n g a n mendukung semua itu.
rinci pada Laporan Tahunan ini. memperluas portofolio kami yang
semula hanya sektor telekomunikasi Atas nama Dewan Komisaris,
Organ pengawasan utama lainnya yang konservatif, merambah pada perkenankan saya menyampaikan
adalah Komite Evaluasi dan Monitoring, industri informasi, media dan terima kasih kepada semua pelanggan
Perencanaan dan Risiko. Ini merupakan edutainment yang lebih inovatif untuk kesetiaan dan dukungannya.
bagian kritis dari proses perencanaan dan dinamis, TELKOM menghadapi Saya juga berterima kasih kepada
dan merupakan salah satu dari kekuatan berbagai risiko baru dan berbeda dari seluruh jajaran Direksi serta para
yang dimiliki oleh Perusahaan, yang sebelumnya. Kami telah mengambil karyawan untuk kerja keras dan
memberikan kontribusi terhadap tata sejumlah langkah untuk mengurangi dedikasinya untuk mewujudkan visi
kelola perusahaan secara keseluruhan. r i s i ko te r s e b u t . P ro p o r s i b e s a r kami. Akhir kata, ijinkan saya untuk
Meskipun saham kami tercatat di dari risiko masih terkait dengan menyampaikan terima kasih juga
NYSE dan hasil audit Sarbanes-Oxley regulasi di bidang telekomunikasi, kepada para pemegang saham untuk
terakhir membuktikan kemampuan terutama terkait pemberian lisensi. keyakinan dan kepercayaan yang
kami untuk dapat mematuhi sistem Regulasi dapat memberikan dampak diberikan kepada Perusahaan dan kami
regulasi Amerika Serikat yang ketat, yang besar terhadap industri berharap dapat bekerja sama lagi di
kami akan senantiasa memperkokoh telekomunikasi dan juga terhadap tahun mendatang untuk memberikan
pengendalian internal, transparansi pelanggan kami. Menjadi tanggung yang terbaik.
dan akuntabilitas. jawab kami sebagai incumbent untuk
memastikan bahwa regulator dan
Perusahaan terus melakukan investasi legislator menyadari bahwa operator
di bidang pendidikan, kesehatan telekomunikasi harus bisa mendapat
dan pengembangan masyarakat di keuntungan agar mereka dapat
seluruh Nusantara. Salah satu cara melakukan investasi untuk inovasi
untuk memberikan manfaat yang dan ekspansi yang akan bermanfaat
nyata kepada masyarakat yang bagi para pelanggan dan bangsa
kurang beruntung adalah dengan secara keseluruhan. Sampai saat ini,
memberikan mereka akses informasi kami terus membina hubungan dan
dan komunikasi. Inisiatif kami di bidang kerjasama yang positif dengan pihak Tanri Abeng
ini adalah memberdayakan masyarakat regulator untuk memastikan bahwa Komisaris Utama

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
36 Sekilas TELKOM/Laporan Direktur Utama

Laporan
Direktur Utama
Dengan tetap mempertahankan bisnis legacy
yaitu layanan suara untuk telepon tidak
bergerak dan seluler, kami telah mempunyai
strategi membangun portofolio bisnis new
wave yang meliputi pita lebar, layanan TI dan
korporasi, dan juga konten dengan tujuan
untuk mempertahankan pertumbuhan yang
kompetitif.

Masa depan industri kami adalah T.I.M.E. mempunyai strategi membangun 2009, melebihi harapan dan menjadi
(Telecommunications, Information, portofolio bisnis new wave yang landasan yang baik untuk kondisi masa
Media & Edutainment). Beberapa meliputi pita lebar, layanan TI dan depan, ketika pendapatan dari layanan
tahun yang lalu, kami menyadari bahwa korporasi, dan juga konten dengan suara menjadi tidak dominan lagi.
TELKOM menghadapi tantangan lebih tujuan untuk mempertahankan
besar untuk memenuhi ekspektasi pertumbuhan yang kompetitif. Pada tahun 2009, laba bersih
dan aspirasi para pemegang saham, konsolidasian kami sebesar Rp11.332,1
pelanggan maupun bangsa, jika Di tahun 2009, strategi tersebut miliar meningkat 6,7% dibanding tahun
kami hanya tetap sebagai operator dapat terwujud sehingga TELKOM 2008 atau 100,8% terhadap target
telekomunikasi. Seiring dengan berhasil mempertahankan posisinya tahun 2009. Sementara itu margin laba
m e n i n g ka t nya t re n d a n j u m l a h sebagai market leader, bukan hanya bersih kami sebesar 17,5% di tahun 2009
komunikasi yang belum pernah terjadi di bisnis telepon tidak bergerak kabel, yang merupakan pencapaian 105,4%
sebelumnya yang didorong oleh tapi juga pada pasar telepon tidak terhadap target margin laba bersih.
teknologi seluler, satelit, digital dan bergerak nirkabel dan seluler dengan
pita lebar, kami melihat bahwa masa masing-masing pangsa pasar sebesar Prestasi keuangan tersebut didukung
depan TELKOM akan tergantung dari 58% dan 49%. Selanjutnya, kami terus oleh kinerja operasional kami yang
kemampuannya untuk menyediakan melihat adanya pertumbuhan yang juga solid. Saat ini kami melayani 105,2
akses tanpa putus kepada beragam sehat dari bisnis new wave kami, juta pelanggan, dari bisnis seluler,
informasi, media dan edutainment terutama pada bisnis pita lebar tidak telepon tidak bergerak dan telepon
melalui berbagai macam platform. bergerak dan pita lebar bergerak. tidak bergerak nirkabel. Jumlah
Kenyataannya, bisnis new wave kami tersebut merupakan pencapaian
Oleh sebab itu, kami melakukan ini telah menyumbang sebesar kurang 106% terhadap target perusahaan.
transformasi skala besar yang saat lebih 15,6% terhadap total pendapatan Penambahan pelanggan kami
ini sedang berlangsung. Dengan konsolidasian di tahun 2009. Untuk dipimpin oleh bisnis seluler yang
tetap mempertahankan bisnis legacy TELKOM sendiri, porsi new wave bertambah 16,34 juta pelanggan atau
yaitu layanan suara untuk telepon te r s e b u t a d a l a h s e b e s a r 2 3 , 8 % pencapaian 162% terhadap target
tidak bergerak dan seluler, kami telah terhadap total pendapatan TELKOM perusahaan tahun 2009.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Laporan Direktur Utama 37

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
38 Sekilas TELKOM/Laporan Direktur Utama

Kami juga berhasil mempercepat Telkomsel yang merupakan operator infrastruktur jaringan, organisasi, dan
pelaksanaan investasi di tahun 2009. seluler kami, menggunakan jaringan budaya Perusahaan. TELKOM bukan
Pengembangan infrastruktur NGN TELKOM; dan sebaliknya menara lagi hanya sebagai pemain incumbent
sedang dalam tahap pengerjaan dan Telkomsel digunakan oleh operator d a l a m i n d u s t r i t e l e ko m u n i k a s i
kami berharap infrastruktur triple play telepon tidak bergerak nirkabel kami, domestik, namun juga berusaha
dapat diluncurkan pada bulan Juni Flexi. Baik TELKOM maupun Telkomsel menjadi pemimpin, pemain yang
2010. TELKOM juga turut berpartisipasi mulai memanfaatkan call center inovatif dalam bidang informasi digital,
dalam dua konsorsium kabel laut, Asia Infomedia, sedangkan untuk layanan media dan edutainment . Semua
America Gateway, yang sekarang TI, mereka menggunakan Metra. investasi, pengembangan infrastruktur
sudah selesai, dan Palapa Ring, yang dan pembangunan kapasitas
akan siap pada awal 2011. Investasi Hasil yang dicapai tahun 2009 difokuskan kepada peningkatan akses,
ini akan meningkatkan kapasitas telah memberikan kontribusi yang kualitas dan pilihan layanan bagi
pita lebar dan memungkinkan kami solid terhadap kondisi keuangan pelanggan TELKOM.
untuk memberikan bandwidth yang perusahaan. Hal ini memberi
lebih besar dan harga yang lebih baik keyakinan bagi Perusahaan untuk Sejalan dengan selesainya transformasi,
kepada para pelanggan. Investasi terus maju meskipun kondisi ekonomi kami terus berupaya memperkokoh
penting lainnya adalah pembangunan dan bisnis penuh tantangan selama sinergi di seluruh TELKOMGroup.
satelit TELKOM 3, yang setelah tahun 2009. Yang lebih penting lagi, Dengan portofolio perusahaan yang
diluncurkan di tahun 2011, akan sangat hasil yang dicapai selama tahun mencakup bisnis TI, konten, media
mendorong kemampuan komunikasi 2009 menyediakan landasan kokoh dan seluler, Kami memiliki sumber
dan pemancaran kami. yang memungkinkan perusahaan daya beragam yang dapat diakses dan
terus tumbuh secara berkelanjutan digunakan bersama untuk mencapai
Di samping kinerja yang positif, dan menguntungkan. tujuan strategis TELKOMGroup.
TELKOM juga menghadapi beberapa Selama tahun 2009, sinergi ini telah
kendala selama tahun 2009 antara Saat ini, telekomunikasi adalah menciptakan momentum, tidak
lain menurunnya pendapatan telepon kekuatan penting yang mampu hanya antara TELKOM dan anak
kabel dan pendapatan interkoneksi, mendorong dunia usaha, dan telah perusahaan, tapi juga antar anak-anak
menurunnya ARPU pada layanan juga merambah ke dalam kehidupan perusahaan tersebut. Kami sudah
s e l u l e r s e r t a t i d a k t u m b u h n ya masyarakat sehari-hari. Industri mulai memberikan layanan bernilai
pendapatan bisnis telepon tidak telekomunikasi berubah dengan tambah secara berkesinambungan
b e rg e ra k n i r ka b e l . M e n u r u n nya cepat. Bisnis legacy TELKOM, sektor melalui seluruh gerai bisnis kami.
pendapatan telepon tidak bergerak telepon tidak bergerak kabel, saat Selanjutnya, ketika pergerakan SDM
ya n g m e r u p a ka n b i s n i s l e g a cy, ini sudah mulai menurun karena para maupun ide-ide dalam TELKOMGroup
adalah karena pergeseran preferensi pelanggan beralih ke layanan seluler menjadi semakin lancar, maka hal
pelanggan ke arah penggunaan yang yang lebih cocok dengan gaya hidup tersebut akan berdampak pada
lebih banyak pada telepon nirkabel. dan model usaha yang makin mobile. tersebar dan tertanamnya budaya
Menurunnya pendapatan interkoneksi Pertumbuhan bisnis seluler pun saat TELKOM secara mendalam di setiap
yang terjadi semenjak tahun 2007 ini tidak sebaik pada tahun-tahun unit bisnis di lingkungan grup.
terutama disebabkan oleh penerapan sebelumnya. Oleh sebab itu TELKOM
ketentuan baru interkoneksi berbasis secara aktif mencari peluang-peluang Perubahan cara pandang dan
biaya mulai 1 Januari 2007. Sementara baru untuk memastikan pertumbuhan budaya yang menyentuh banyak
itu persaingan yang ketat di bisnis jangka panjang perusahaan. Bisnis segi, menuntut peremajaan citra
nirkabel menjadi penyebab turunnya new wave - termasuk pita lebar tidak Perusahaan. Oleh sebab itu, pada
ARPU layanan seluler dan relatif bergerak dan bergerak (Speedy dan tahun 2009, kami meluncurkan
stabilnya pendapatan telepon tidak Telkomsel Flash), serta bisnis korporasi indentitas baru yang lebih dinamis dan
bergerak nirkabel TELKOMFlexi. - akan menjadi pendorong utama mencerminkan posisi baru TELKOM
pertumbuhan di masa depan. Pada serta memberikan gambaran akan
Walaupun ada hal-hal yang masih tahun 2009, pendapatan TELKOM masa depan yang cemerlang.
perlu diperbaiki lebih lanjut, seperti yang berasal dari bisnis new wave
melakukan perampingan birokrasi, tumbuh 82,8%, dan kami berharap
m e n i n g k a t k a n ko m p e te n s i d a n kenaikan ini akan semakin meningkat
sinergi baik di TELKOM maupun di
seluruh jajaran TELKOMGroup, kami
di tahun 2010. Dampaknya terhadap
pendapatan TELKOM (unconsolidated)
Ada banyak
sudah memiliki pemetaan yang jelas
untuk menangani semua hal tersebut.
juga signifikan, dengan pertumbuhan
sebesar 42,3%.
tantangan yang
Pelatihan gabungan untuk karyawan
TELKOMGroup sudah berjalan. Kami Bertambahnya penekanan pada bisnis
harus kami
mencoba untuk mendorong semua new wave adalah landasan bagi hadapi, tapi kami
anak perusahaan dapat memanfaatkan transformasi Perusahaan. Hal ini tidak
seluruh sumber daya yang tersedia hanya memerlukan tambahan unit melihat semua itu
dalam grup guna menghindari bisnis baru, namun merupakan sebuah
duplikasi investasi. Sebagai contoh, perubahan mendasar dalam sebagai peluang

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Sekilas TELKOM/Laporan Direktur Utama 39

Bagian inti Perusahaan adalah Pada tahun 2010, TELKOM memasuki berharap dapat mempertahankan
karyawan, dan mereka merupakan tahap penting proses transformasi. posisi TELKOM sebagai pemimpin
fokus utama transformasi. Melalui Fokus utama adalah agar kami semakin pasar pada bisnis-bisnis tersebut.
berbagai program pelatihan, orientasi dekat kepada para pelanggan dengan
dan pengembangan kompetensi menjadi semakin responsif terhadap Peluang bisnis untuk tumbuh secara
yang menyeluruh, semua karyawan kebutuhan mereka akan konektivitas. berkelanjutan dan kompetitif terbuka
di lingkungan TELKOMGroup dapat Untuk itu, prioritas kami adalah luas. Fokus TELKOM saat ini adalah
menghayati arah dan budaya baru menjadi penyedia bukan hanya memastikan bahwa organisasi dan
TELKOM. Program Pensiun Dini kami infrastruktur, tapi juga layanan SDMnya selaras dengan peluang-
memiliki peranan penting dalam bernilai tambah: menyediakan akses peluang tersebut. Melalui disiplin yang
proses transformasi ini. Pada tahun terpadu, mobile dan tanpa putus ke berasal dari pengalaman panjang
2009 sebanyak 1.336 karyawan berbagai konten dan aplikasi serta sebagai pemimpin pasar, sumber
memilih untuk berhenti secara sukarela menawarkan skema harga yang daya yang besar untuk berinovasi
sehingga pada tahun 2009 untuk inovatif untuk dapat memberikan dan kemampuan beradaptasi dalam
pertama kalinya terjadi penurunan pengalaman yang lebih baik dan lebih organisasi, didorong oleh visi strategis
biaya karyawan. Hasilnya adalah lengkap kepada setiap pelanggan. yang jelas, kami yakin bahwa semua
sumber daya manusia yang efisien itu akan tercapai.
dan kompeten yang selaras dengan Guna mencapai tujuan tersebut, kami
visi TELKOM serta sesuai dengan akan terus melanjutkan reorganisasi Saya ingin menyampaikan terima kasih
kebutuhan kami sebagai perusahaan Perusahaan sebagai upaya untuk atas kerjasama dan arahan dari Dewan
TIME di masa mendatang. m e n i n g ka t ka n f l e k s i b i l i t a s d a n Komisaris dalam proses transformasi
memaksimalkan potensi sumber dan dalam menentukan serta mencapai
TELKOM berkomitmen untuk terus pendapatan utama. Pada akhir tahun semua tujuan strategis. Akhir kata,
menerapkan standar tinggi dalam 2009, TELKOM mendirikan divisi Saya ingin menyampaikan terima kasih
in te g r i t a s d a n t a n g g u n g j awa b tersendiri untuk Business Services yang sebesar-besarnya kepada seluruh
untuk semua hal yang dilakukannya. (untuk melayani perusahaan kecil dan pelanggan dan pemegang saham atas
Kemajuan dalam menjalankan menengah), Consumer Services (untuk dukungannya, dan kami menjamin
kepatuhan, pengendalian internal, melayani pelanggan retail), Enterprise komitmen yang berkelanjutan dalam
dan transparansi tercermin pada hasil & Wholesale dan Flexi, sehingga memberikan yang terbaik.
audit Sarbanes Oxley tahun 2008, dengan demikian dapat menghasilkan
yang untuk pertama kalinya tidak organisasi yang lebih fokus,
menemukan kelemahan material. Pada lebih efisien dan lebih berorientasi
tahun 2009, kami terus memperkuat kepada pelanggan.
p ro s e s t a t a ke l o l a p e r u s a h a a n
sehingga di akhir tahun 2009, TELKOM Banyak tantangan yang harus kami
menerima penghargaan sebagai hadapi, tapi kami melihat semua
“Perusahaan Paling Terpercaya” untuk itu sebagai peluang. Salah satu dari
kategori non-bank atas hasil evaluasi tantangan tersebut adalah bagaimana
independen oleh Indonesian Institute menghambat penurunan bisnis Rinaldi Firmansyah
of Corporate Governance. Dorongan legacy. Walaupun penurunan ini tidak Direktur Utama/CEO
untuk mendukung dan memperbaiki dapat dihindarkan, namun kami akan
praktek bisnis yang bertanggung terus memperlambat laju penurunan
jawab dan berkelanjutan, berkembang tersebut dengan menawarkan
m e n j a d i ke p r i h a t i n a n te r h a d a p berbagai program yang menarik dan
komunitas dimana kami beroperasi. lebih menguntungkan bagi pelanggan,
seperti tarif tetap yang lebih progresif.
Pada tahun 2009, kami terus TELKOM juga terus berupaya untuk
berhubungan secara konstruktif dan mempertahankan pertumbuhan bisnis
proaktif dengan pihak regulator dan pita lebar seperti saat ini melalui
legislator untuk mencari jalan keluar peningkatan jaringan, termasuk melalui
yang terbaik bagi kepentingan para investasi pada kabel bawah laut dan
pelanggan, industri serta semua memberikan penawaran harga dan
pemangku kepentingan kami. Walaupun content yang lebih menarik. Portal
TELKOM mempunyai prioritas untuk Mojopia dan IPTV akan kami luncurkan
mewujudkan manfaat yang dijanjikan pada tahun 2010. Prioritas lainnya
oleh teknologi-teknologi baru bagi adalah mempertahankan pertumbuhan
pelanggan secepat mungkin, namun telepon tidak bergerak nirkabel Flexi
hal tersebut harus tetap dilaksanakan dan bisnis seluler dengan memperbaiki
d a l a m ke ra n g k a re g u l a s i ya n g jaringan, cakupan, kualitas dan
d a p a t d i p e r t a n g g u n g j awa b k a n kapasitas. Mengingat penetrasi pita
sehingga dapat mendukung persaingan lebar, nirkabel dan seluler di Indonesia
yang sehat. yang masih relatif rendah, kami

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
40 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia

Tinjauan Industri
Telekomunikasi
di Indonesia
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Industri Telekomunikasi di Indonesia 41

INDUSTRI TELEKOMUNIKASI di INDONESIA


Sejak tahun 1961, layanan telekomunikasi di Indonesia Penetrasi sambungan telepon tidak bergerak di Indonesia
diselenggarakan oleh badan usaha milik negara. Sebagaimana masih rendah apabila ditinjau dari standar internasional.
terjadi pada negara berkembang lainnya, pengembangan dan Sesuai dengan studi internal yang kami lakukan, per
modernisasi infrastruktur telekomunikasi berperan penting tanggal 31 Desember 2009, penetrasi sambungan telepon
dalam perkembangan ekonomi nasional secara umum. tidak bergerak di Indonesia (termasuk pelanggan telepon
Selain itu, jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan tidak bergerak nirkabel) diperkirakan hanya sebesar 14,9%
ekonomi yang pesat telah mendorong permintaan yang sedangkan penetrasi seluler diperkirakan sebesar 71,9%.
tinggi akan layanan telekomunikasi.
Kami meyakini adanya beberapa kecenderungan yang
Pemerintah mengatur regulasi sektor telekomunikasi, signifikan dalam industri telekomunikasi di Indonesia,
terutama melalui Menkominfo. Pada awalnya Pemerintah antara lain:
memberlakukan monopoli atas layanan telekomunikasi di
Indonesia. Reformasi telah menciptakan kerangka regulasi l pertumbuhan yang berkesinambungan. Kami yakin
yang mendorong tumbuhnya persaingan dan percepatan industri telekomunikasi akan terus tumbuh sejalan dengan
pembangunan fasilitas dan infrastruktur telekomunikasi. pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diharapkan akan
Reformasi regulasi berikutnya bulan September 2000, meningkatkan permintaan layanan telekomunikasi.
ditujukan untuk meningkatkan persaingan dengan l migrasi ke jaringan nirkabel. Kami mengantisipasi layanan
menghapus monopoli, meningkatkan transparansi dan nirkabel akan semakin populer sebagai dampak dari
kepastian terhadap kerangka regulasi, menciptakan peluang semakin luasnya area cakupan, membaiknya kualitas
bagi aliansi strategis dengan mitra asing dan memfasilitasi jaringan nirkabel, menurunnya harga telepon genggam
masuknya pemain baru dalam industri telekomunikasi. dan meluasnya layanan prabayar.
Pada saat itu, deregulasi sektor telekomunikasi sangat erat l meningkatnya persaingan. Kami mengantisipasi kompetisi
kaitannya dengan program pemulihan ekonomi nasional pasar telekomunikasi di Indonesia yang semakin meningkat
yang didukung oleh International Monetary Fund (”IMF”). sebagai dampak dari reformasi peraturan pemerintah.

REGULASI DI BIDANG TELEKOMUNIKASI


Tinjauan Umum
Reformasi yang Kerangka hukum industri telekomunikasi terdiri atas undang-
undang khusus, peraturan pemerintah dan keputusan menteri
terjadi akhir-akhir ini yang diumumkan dan diterbitkan dari waktu ke waktu.

telah menciptakan Kebijakan telekomunikasi yang berlaku saat ini pertama kali
diformulasikan dan dijabarkan dalam “Cetak Biru Kebijakan

kerangka regulasi Pemerintah Indonesia Mengenai Telekomunikasi”, yang


terkandung di dalam Keputusan Menteri Perhubungan
yang mendorong (Menhub) No. KM. 72 tahun 1999 tanggal 20 Juli 1999.
Tujuan kebijakan tersebut adalah untuk:
tumbuhnya persaingan l meningkatkan kinerja sektor telekomunikasi di era
dan percepatan globalisasi;
l melakukan liberalisasi sektor telekomunikasi dengan
pembangunan fasilitas struktur yang kompetitif dengan cara meniadakan
monopoli;
dan infrastruktur l meningkatkan transparansi dan kepastian kerangka
regulasi;
telekomunikasi l menciptakan peluang bagi operator telekomunikasi
nasional untuk membentuk aliansi strategis dengan para
mitra asing;
l menciptakan peluang bisnis untuk badan usaha skala
kecil dan menengah; dan
l memfasilitasi terciptanya lapangan kerja baru.

Regulasi sektor telekomunikasi yang berlaku pada saat


ini berlandaskan pada Undang-undang Telekomunikasi
N o. 3 6/ 1 9 9 9, ya n g b e r l a ku e fe kt i f s e j a k t a n g g a l
8 September 2000.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
42 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Regulasi di bidang telekomunikasi

Undang-undang Telekomunikasi Penyedia layanan telekomunikasi diberikan lisensi untuk


Undang-undang Telekomunikasi menetapkan pedoman menyediakan layanan dengan menyewa kapasitas jaringan
bagi reformasi industri telekomunikasi, termasuk liberalisasi dari penyedia jaringan lain. Lisensi telekomunikasi khusus
industri, kemudahan masuknya pemain baru, serta peningkatan diperlukan untuk penyedia layanan telekomunikasi privat
transparansi dan persaingan. Undang-undang Telekomunikasi untuk tujuan yang terkait dengan penyiaran dan kepentingan
hanya mengatur hal-hal yang bersifat umum. Peraturan keamanan nasional. Keputusan Menkominfo No. 01/PER/
pelaksanaannya diatur lebih lanjut dalam berbagai peraturan, M.KOMINFO/01/2010 tanggal 25 Januari 2010 tentang
Keputusan Menteri, serta Keputusan Dirjen Postel. Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi dan Keputusan
Menhub No. KM. 21/2001 tanggal 31 Mei 2001 mengenai
Undang-undang Telekomunikasi meniadakan konsep Operasi Layanan Telekomunikasi (yang diubah berdasarkan
“badan penyelenggara” sehingga mengakhiri status Keputusan Menhub No. KM. 30/2004 tanggal 11 Maret 2004,
TELKOM dan Indosat sebagai badan penyelenggara Peraturan Menkominfo No. 07/P/M.KOMINFO/04/2008
yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan tanggal 4 April 2008 dan Peraturan Menkominfo No. 31/
layanan telekomunikasi domestik dan internasional. Untuk PER/M.KOMINFO/09/2008 tanggal 9 September 2008)
meningkatkan persaingan, Undang-undang Telekomunikasi melaksanakan ketentuan Undang-undang Telekomunikasi
melarang praktik monopoli dan persaingan tidak wajar mengenai kategori baru atas jaringan telekomunikasi dan
antar operator telekomunikasi. layanan operasi.

Peran Pemerintah adalah sebagai pembuat kebijakan


dan pengawas sektor telekomunikasi. Untuk memastikan
transparansi dalam proses pembuatan regulasi sesuai
Undang-undang Telekomunikasi. Sebuah badan regulasi
independen, Badan Regulasi Telekomunikasi Independen
(BRTI) didirikan pada bulan Juli 2003 guna mengatur,
memantau dan mengontrol industri telekomunikasi. BRTI
terdiri dari para pejabat dari Ditjen Postel dan Komite
Regulasi Telekomunikasi serta diketuai oleh Dirjen Postel.

Keputusan Menhub No. 67/2003 mengatur hubungan


antara Menhub (yang bertanggungjawab atas pengaturan
telekomunikasi sebelum dialihkan kepada Menkominfo pada
bulan Februari 2005), dan BRTI. Sebagai bagian dari fungsi
pengatur, BRTI berwenang untuk (i) melaksanakan pemilihan
atau evaluasi untuk pemberian lisensi jaringan dan layanan
telekomunikasi sesuai dengan kebijakan Menkominfo, dan
(ii) mengusulkan kepada Menkominfo mengenai standar
kinerja operasi jaringan dan layanan telekomunikasi, standar
kualitas layanan, biaya interkoneksi dan standardisasi
perangkat. Sebagai bagian dari fungsi pemantauan, BRTI
berwenang memantau dan diharuskan melaporkan kepada
Menkominfo mengenai (i) pelaksanaan standar kinerja operasi
jaringan dan layanan telekomunikasi, (ii) persaingan antar
operator jaringan dan layanan, dan (iii) kepatuhan terhadap
penggunaan perangkat telekomunikasi sesuai dengan standar
yang berlaku. Sebagai bagian dari fungsi pemantauan, BRTI
diberi wewenang untuk memantau dan diharuskan untuk
melaporkan kepada Menkominfo mengenai (i) bantuan
penyelesaian sengketa antar operator jaringan dan layanan, Teknologi digital berkembang dengan pesat dan terus
dan (ii) pengendalian penggunaan perangkat telekomunikasi meningkat mengarah pada konvergensi, atau integrasi
dan pelaksanaan standar kualitas layanan. Keputusan BRTI layanan telekomunikasi, data, informasi dan penyiaran.
dituangkan dalam bentuk keputusan Dirjen Postel. Hal ini menyebabkan diterbitkannya beberapa peraturan
yang secara khusus menggabungkan beberapa aspek
Kategori Layanan Baru dari bidang-bidang tersebut:
Undang-undang Telekomunikasi menggolongkan penyedia
telekomunikasi ke dalam tiga kategori: l Undang-undang No. 11/2008 tanggal 21 April 2008
tentang transaksi dan informasi elektronik (“UU
(i) penyedia jaringan telekomunikasi; No.11/2008”), memungkinkan TELKOM untuk dapat
(ii) penyedia layanan telekomunikasi; dan menyelenggarakan dan memperluas usaha di bidang
(iii) penyedia telekomunikasi khusus. informasi dan transaksi elektronik, termasuk e-payment.
Hingga saat ini belum terdapat petunjuk pelaksanaan
Lisensi diperlukan untuk setiap kategori layanan dari undang-undang tersebut di atas.
telekomunikasi. Penyedia jaringan telekomunikasi l Peraturan Menteri No. 30/PER/M.KOMINFO/8/2009
d i b e r i k a n l i s e n s i u n t u k m e n y e d i a k a n d a n /a t a u tentang Penyelenggaran Layanan Televisi berbasis
mengoperasikan jaringan telekomunikasi. Internet Protokol (“IPTV”) sebagai dasar peraturan bagi

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Regulasi di bidang telekomunikasi 43

TELKOM untuk memberikan layanan baru IPTV, Net TV yang mewajibkan pola tarif interkoneksi berbasis-biaya
dan Web TV, dalam rangka memberi nilai tambah bagi untuk seluruh operator jaringan dan jasa telekomunikasi.
infrastruktur wireline yang sudah ada. Berdasarkan pola baru, operator jaringan tempat panggilan
berakhir akan menentukan biaya yang harus diterima oleh
Persaingan pihaknya berdasarkan atas formula berbasis-biaya.
Walaupun telah diberlakukan terminasi atas hak eksklusivitas,
Pemerintah tidak melarang atau mencegah operator untuk Berdasarkan Peraturan No. 8/Per/M.KOMINFO/02/2006
mempertahankan posisi dominan berkenaan dengan layanan dan surat BRTI No. 246/BRTI/VIII/2007 tanggal 6 Agustus
telekomunikasi. Namun, Pemerintah melarang operator 2007, TELKOM menyerahkan pemutakhiran Dokumen
menyalahgunakan posisi dominan tersebut. Pada bulan Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI pada Oktober
Maret 2004, Menhub mengeluarkan Keputusan No. 33/2004 2007 yang mencakup penyesuaian untuk penawaran-
(Peraturan pelaksanaan Undang-undang No. 5/1999, anti penawaran operasional, konfigurasi, teknis dan layanan.
monopoli dan persaingan tidak sehat), yang memberlakukan Pada bulan Desember 2007, TELKOM dan semua operator
larangan atas penyalahgunaan posisi dominan bagi penyedia jaringan menandatangani kesepakatan interkoneksi baru
jaringan dan layanan. Penyedia yang dominan ditentukan yang menggantikan semua kesepakatan interkoneksi
berdasarkan atas sejumlah faktor seperti lingkup bisnis, area TELKOM dengan operator lainnya termasuk amendemen
cakupan layanan dan apakah mereka mengontrol pasar. kesepakatan semua interkoneksi yang ditandatangani
Keputusan tersebut secara khusus melarang penyedia yang pada bulan Desember 2006. Kesepakatan-kesepakatan ini
dominan terlibat dalam praktik seperti dumping (penurunan menekankan persyaratan berdasarkan DPI TELKOM.
harga besar-besaran), penetapan harga yang semena-
mena, subsidi-silang, memaksa pelanggan menggunakan Pada tanggal 5 Februari 2008, Pemerintah mengeluarkan
layanan penyedia tersebut (dengan mengesampingkan aturan penyesuaian tarif mengacu pada ketentuan tarif
sama sekali para pesaing) dan menghambat kewajiban interkoneksi berbasis biaya. Pada tanggal 11 April 2008,
interkoneksi (termasuk diskriminasi terhadap penyedia berdasarkan Keputusan Dirjen Postel No. 205 tahun
layanan tertentu). 2008, Pemerintah menyetujui DPI dari operator dominan
(operator yang memiliki pangsa pasar sedikitnya 25%),
Diberlakukannya Peraturan KPPU No. 1/2009 tentang termasuk TELKOM dan Telkomsel, untuk mengganti DPI
Pemberitahuan Awal Mengenai Merger, Konsolidasi, dan sebelumnya. Kewajiban ini berlaku bagi semua operator
Akuisisi, berikut pedoman implementasinya diharapkan dan harus dilaporkan setiap tahun.
dapat memberikan kepastian hukum lebih lanjut dalam
lingkungan bisnis di Indonesia, khususnya untuk mereka yang Layanan SLJJ dan SLI
bermaksud untuk melakukan transaksi merger dan akuisisi. TELKOM mendapatkan ijin penggunaan kode akses “007”
Hal ini dimaksudkan untuk mengendalikan aktivitas M&A yang untuk Sambungan Langsung Internasional (“SLI”). Pada
anti-kompetisi. Untuk tujuan itulah KPPU memberlakukan bulan Desember 2005, TELKOM dan Indosat membuat
adanya “pemberitahuan-awal” dan “pemberitahuan- perjanjian interkoneksi yang memungkinkan pelanggan
setelahnya” kepada KPPU. Pemberitahuan-awal sifatnya masing-masing operator untuk melakukan panggilan
sukarela dan dapat disampaikan sebelum merger terjadi, melalui jaringan telepon tidak bergerak operator lain, dan
sedangkan pemberitahuan-setelahnya adalah wajib dan memungkinkan pelanggan seluler Indosat untuk mengakses
harus disampaikan setelah merger dilakukan. layanan SLI TELKOM ”007”.

KPPU juga memiliki kewenangan untuk mengawasi Pada bulan Mei 2005, Menkominfo menerbitkan Keputusan
transaksi luar negeri yang dapat memberikan akibat No. 6/P/M.KOMINFO/5/2005 yang merupakan Amandemen
yang kurang menguntungkan bagi pasar Indonesia, Kedua dari Keputusan Menhub No. KM. 4/2001 mengenai
sebagaimana diatur oleh UU No. 5/1999. Ini mencakup implementasi Fundamental National Technical Plan 2000
(a) merger perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi sebagai bagian Pengembangan Telekomunikasi Nasional
di Indonesia, (b) merger antara perusahaan dalam negeri (“Keputusan Menhub No. 4/2001”) yang memberikan
dengan perusahaan asing (baik yang beroperasi di wewenang penggunaan kode akses tiga digit berupa “01X”
Indonesian ataupun tidak) atau (c) bentuk lainnya dari dan kode akses “0” untuk layanan SLJJ boleh digunakan.
merger yang melibatkan pihak asing. Kode akses “0” digunakan untuk mengakomodasi pelanggan
yang lebih suka tidak memilih operator sambungan jarak
Interkoneksi jauh, sedangkan kode akses “01X” digunakan untuk memilih
Dengan mempertimbangkan adanya larangan atas kegiatan operator SLJJ dan diimplementasikan secara bertahap
yang dapat menimbulkan praktik monopoli dan persaingan di wilayah-wilayah lokal yang telah memiliki kemampuan
bisnis yang tidak adil, Undang-undang Telekomunikasi telah mendukung layanan tersebut.
menetapkan adanya interkoneksi jaringan yang adil agar
tercipta “any to any connectivity”. Hal ini berarti, setiap Pada bulan Desember 2007, Menkominfo mengeluarkan
penyelenggara jaringan wajib membuka interkoneksi Keputusan No. 43/P/M.KOMINFO/12/2007 yang merupakan
atas jaringannya dengan jaringan milik penyedia jaringan Amandemen Keempat dari Keputusan Menhub No. KM.
yang lain. Biaya interkoneksi harus disepakati oleh setiap 4/2001 yang menetapkan fase-fase implementasi kode akses.
penyedia jaringan dan dihitung secara transparan. Undang- TELKOM sudah dapat memulai pemakaian layanan jarak jauh
undang Telekomunikasi menetapkan panduan berkenaan berkode “01X” pada bulan April 2008 di Balikpapan, dengan
dengan pola interkoneksi antara para penyedia jaringan persyaratan tertentu, TELKOM diharuskan untuk menerapkan
telekomunikasi. Pada bulan Februari 2006, Menkominfo kode akses “01X” di seluruh area lainnya paling lambat
mengeluarkan Peraturan No. 8/Per/M.KOMINFO/02/2006 27 September 2011. Namun demikian, Keputusan itu juga

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
44 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Regulasi di bidang telekomunikasi

menuntut pembukaan akses jaringan telepon tidak bergerak Serikat. Pada bulan Desember 2004 kami juga menyelesaikan
kabel dan jaringan telepon tetap nirkabel untuk SLJJ bagi pengembangan ground segment untuk hubungan ke Satelit
operator lain sebelum batas waktu dimaksud apabila Indosat Intelsat. Persiapan ini memungkinkan TELKOM untuk mulai
atau operator berlisensi lainnya mencapai ambang batas menawarkan layanan sambungan telepon tidak bergerak
jumlah pelanggan yang ditentukan. Berdasarkan Keputusan SLI pada bulan Juni 2004.
ini, TELKOM diwajibkan membuka akses jaringan telepon
tetap nirkabel kepada Indosat atau operator berlisensi Pada tahun 2009, TELKOM memindahkan operasional
lainnya yang mencapai jumlah pelanggan setara 30% untuk layanan SLI kepada perusahaan afiliasinya, TELKOM
Indosat atau 15% untuk operator lain dari jumlah pelanggan Internasional Indonesia (TII), yang meningkatkan
telepon tetap nirkabel TELKOM. Pertimbangan mengenai konektivitas dari jaringan backbone nasional dengan
penerapan kode akses SLJJ di kota lainnya akan didasarkan jaringan global melalui penyelesaian kabel bawah laut
pada studi yang dilakukan oleh BRTI atas pelanggan dari Batam Singapore Cable System (BSCS) dan jaringan serat
Indosat dan TELKOM serta beberapa kriteria lainnya. optik Asian American Gateway (AAG) yang menghubungkan
TELKOM harus membuka akses SLJJ ”01X” di beberapa Singapura – Hong Kong – USA.
wilayah tertentu dalam jangka waktu 90 hari sejak studi
oleh BRTI (i) jika Indosat, sebagai operator SLJJ kedua, Konvergensi
memiliki layanan telepon tidak bergerak nirkabel dengan Pada tanggal 9 September 2009, Perusahaan dan dua anak
mobilitas pelanggan yang terbatas paling tidak 30% dari Perusahaan, Telkomsel dan Indonusa, telah ditunjuk untuk
pelanggan layanan telepon tidak bergerak TELKOM dengan melakukan uji lapangan untuk digital mobile TV. Hasilnya
mobilitas yang terbatas pada kode area tersebut atau (ii) akan digunakan sebagai landasan untuk pembentukan
Jika operator SLJJ lainnya memiliki layanan telepon tidak regulasi mobile TV. TELKOM berharap hal ini merupakan
bergerak nirkabel paling tidak 15% dari pelanggan layanan langkah pertama untuk mendapatkan lisensi operator
telepon tidak bergerak TELKOM dengan mobilitas yang mobile TV.
terbatas pada kode area tersebut.
Pada bulan Agustus 2009, Menkominfo mengeluarkan
Pada bulan September 2007, Menkominfo menerbitkan lisensi peraturan No. 30/PER/M.KOMINFO/8/2009 mengenai
SLI kepada Bakrie Telecom dengan kode akses internasional Penyelenggaraan Layanan Televisi Berbasis Internet
”009”. Pada tanggal 16 Desember 2008, Menkominfo juga Protocol (IPTV) di Indonesia. Peraturan ini mengatur bisnis
menerbitkan lisensi SLJJ kepada Bakrie Telecom, sehingga IPTV yang direncanakan TELKOM dimana layanan televisi
menjadikan jumlah operator SLJJ menjadi tiga. berlangganan ditransmisikan melalui jaringan internet
protocol. Seperti telah diatur oleh peraturan tersebut, IPTV
Dampaknya, operator lainnya yaitu TELKOM dan Indosat adalah teknologi yang menyediakan layanan konvergensi
diwajibkan untuk membuka kode akses SLJJ masing-masing dalam bentuk radio, siaran televisi, video, audio, teks, grafik,
kepada penyelenggara jaringan tetap tidak bergerak lokal dan data yang disalurkan melalui koneksi internet protocol
di setiap kode area yang memenuhi persyaratan ambang dengan kualitas, layanan, keamanan, dan kehandalan yang
batas jumalah pelanggan yang ditentukan. dapat dipertanggungjawaban serta mampu menyediakan
layanan komunikasi dengan pengguna secara interaktif
SLI dan langsung berdasarkan standar televisi. Perusahaan
Pada bulan Agustus 2001, Pemerintah melalui Dirjen Postel telah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk
mengumumkan terminasi dini hak eksklusivitas Indosat untuk mendukung layanan IPTV yang memungkinkan untuk
SLI. Pengumuman tersebut menyatakan maksud Pemerintah dilakukannya akses triple play (3 layanan untuk suara,
bahwa TELKOM akan menerima lisensi komersial untuk internet, dan video dalam 1 saluran untuk pelanggan).
menyediakan layanan SLI pada akhir tahun 2003. TELKOM TELKOM percaya bahwa IPTV akan meningkatkan nilai
menerima lisensi komersial pada bulan Mei 2004, dan mulai tambah infrastruktur jaringan kabel yang sudah ada (kabel,
menawarkan layanan sambungan telepon tidak bergerak serat optik) yang telah menjangkau 8,7 juta sambungan
SLI kepada pelanggan pada bulan Juni 2004. TELKOM telah di seluruh Indonesia.
memperbaiki peralatan switching agar memiliki kemampuan
gerbang internasional yakni di Batam, Jakarta dan Surabaya.
Gerbang tersebut telah mendapat sertifikat operasi (sertifikat
ULO) dari Dirjen Postel. Agar terhubung dengan operator
Pada tanggal 9
luar negeri, TELKOM telah membangun dua link gelombang
mikro untuk menghubungkan Batam-Singapura dan Batam-
September 2009,
Pangerang (Malaysia). Selain itu, TELKOM, SingTel Mobile
dan CAT mengembangkan sistem kabel bawah laut TIS
Perusahaan dan dua
pada tahun 2003 yang menghubungkan Batam, Singapura
dan Thailand. TELKOM juga menandatangani perjanjian
anak Perusahaan,
dengan Telekom Malaysia Berhad untuk pembangunan Telkomsel dan Indonusa,
dan pemeliharaan kabel optik bawah laut yang baru
untuk menghubungkan Dumai (Indonesia) dengan Melaka telah ditunjuk untuk
(Malaysia) yang telah selesai pada bulan Desember 2004.
Kami juga meningkatkan kapasitas kabel internasional melakukan uji lapangan
dengan membeli kapasitas bandwidth agar terhubung
dengan Hong Kong dan kami menggunakan kapasitas ini untuk digital mobile TV
untuk hubungan ke negara-negara lain seperti Amerika

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Regulasi di bidang telekomunikasi 45

Badan Regulasi Telekomunikasi Peraturan Pelaksanaan


Indonesia (BRTI) Pemerintah telah menerbitkan beberapa keputusan dan
BRTI, dibentuk pada tahun 2003, sebagai instansi peraturan pelaksanaan yang terkait Undang-Undang
p e l a k s a n a U n d a n g - u n d a n g Te l e ko m u n i ka s i . BRT I Telekomunikasi dan undang-undang lainnya. Tabel yang
berwenang mengatur, memantau dan mengendalikan terdapat pada halaman 48 menunjukkan setiap lisensi
operasi sektor telekomunikasi. BRTI terdiri dari para yang dimiliki oleh TELKOM, produk yang ditawarkan, dan
pejabat Ditjen Postel dan Komite Regulasi Telekomunikasi. peraturan, regulasi serta keputusan yang terkait. Lisensi
Pembentukan badan regulator independen tersebut yang dimiliki terkait dengan: Jenis penyelenggaraan
dimaksudkan untuk mengurangi peran Pemerintah dalam (Jaringan, Layanan dan Telekomunikasi Khusus), Perjanjian
industri telekomunikasi yakni yang semula sebagai pihak layanan, Rencana Teknis Dasar (FTP), peralatan yang
yang membiayai, mengoperasikan, mengatur dan memberi terstandarisasi, layanan standar dan kualitas jaringan,
lisensi menjadi pihak utama yang memberi lisensi dan alokasi penggunaan sumberdaya (penomoran dan spektrum
mengatur industri. frekuensi), interkoneksi, tarif dasar, dan penggunaan
fasilitas bersama (menara).
Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (”SKTT”) yang
dibentuk pada tahun 2003, membantu BRTI dalam Peraturan baru yang diterbitkan sejak tahun 2009 adalah
menjalankan fungsinya dan bertanggung jawab atas sebagai berikut:
seluruh hal terkait interkoneksi. Diharapkan melalui SKTT,
BRTI akan mendapatkan data mengenai profil trafik l P a d a t a n g g a l 1 9 J a n u a r i 2 0 0 9 , M e n k o m i n f o
interkoneksi antar operator untuk memastikan terwujudnya mengeluarkan empat peraturan yang seluruhnya
transparansi dalam pengenaan biaya interkoneksi. terkait dengan penataan dan penggunaan frekuensi
radio untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel dan
Pada tahun 2009, Menkominfo mengeluarkan Keputusan persiapan untuk operator yang diberikan ijin operasi
No. 14/PER/M.KOMINFO/02/2009 tanggal 25 Februari pada frekuensi radio 2,3 GHz sebagai berikut:
2009 terkait Kliring Trafik Telekomunikasi yang mengatur
pemindahan operasional SKTT kepada pihak operator. n K e p u t u s a n M e n k o m i n f o N o . 0 4 / KE P /
Pemerintah akan bertindak sebagai pengawas dan operator M.KOMINFO/01/2009 tentang Peluang Usaha
akan bertanggung jawab terhadap sistem dan operasional. Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis
SKTT bertindak sebagai alat yang digunakan Pemerintah Paket Switched pada frekuensi radio 2,3 GHZ
untuk memelihara mekanisme check and balance untuk b a g i ke b u t u h a n p i t a l e b a r n i r k a b e l d a n d i
memverifikasi data kliring trafik operator. Data tersebut amandemen Keputusan Menkominfo No. 114/KEP/
digunakan sebagai referensi oleh Pemerintah dalam M.KOMINFO/4/01/2009 tanggal 17 April 2009;
mengatur industri telekomunikasi. n K e p u t u s a n M e n k o m i n f o N o . 0 5 / KE P /
M.KOMINFO/01/2009 tentang Penetapan Blok
Perlindungan Konsumen Pita Frekuensi Radio dan Zona Layanan Pita Lebar
Berdasarkan Undang-undang Telekomunikasi, setiap Nirkabel (Wireless Broadband) pada radio frekuensi
operator harus memberikan jaminan perlindungan 3,3 Ghz untuk pengguna frekuensi yang telah ada
konsumen dalam hal kualitas layanan, penggunaan atau bagi kebutuhan pita lebar nirkabel;
biaya layanan, kompensasi dan hal lainnya. Pelanggan n P e r a t u r a n M e n k o m i n f o N o . 0 8 / P ER /
ya n g d i r u g i ka n a k i b a t ke l a l a i a n o p e ra to r d a l a m M.KOMINFO/01/2009 tentang Penetapan Radio
menjalankan usahanya dapat mengajukan tuntutan Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel
terhadap operator dimaksud. 2,3 GHz; dan
n P e r a t u r a n M e n k o m i n f o N o . 0 9 / P ER /
Dengan banyaknya kemajuan dalam layanan M.KOMINFO/01/2009 tentang Penetapan Pita
telekomunikasi, TELKOM harus lebih memperhatikan Frekuensi Radio bagi kebutuhan Layanan Pita lebar
kualitas layanan. Peraturan Perlindungan Konsumen di Nirkabel pada pita frekuensi Radio 3,3 GHz dan
bidang telekomunikasi menyediakan standar kualitas migrasi dari Frekuensi Radio yang dipakai untuk
dari jaringan telekomunikasi untuk operator kebutuhan Broadband Wireless dari pita frekuensi
telekomunikasi. Hal ini diperlukan untuk memastikan radio 3,4-3,6 GHz, sebagaimana telah diamandemen
bahwa layanan jaringan telekomunikasi yang disediakan d a l a m P e ra t u ra n M e n ko m i n f o N o . 3 5 / P ER /
oleh operator telekomunikasi kepada para pelanggan M.KOMINFO/08/2009 tertanggal 31 Agustus 2009;
telah memenuhi standar.
l Pada tanggal 16 Januari 2009, Pemerintah menerbitkan
Kewajiban Pelayanan Universal (“kpu”) Peraturan No. 7/2009 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis
Seluruh operator jaringan telekomunikasi dan penyedia Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada
layanan terikat oleh Kewajiban Pelayanan Universal Depkominfo. Beberapa hal penting yang terdapat dalam
yang mengharuskan para operator menyediakan fasilitas peraturan ini adalah sebagai berikut:
dan infrastruktur telekomunikasi universal atau bentuk
kompensasi lain. TELKOM telah membayar KPU sejumlah: n Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku
Rp383,8 miliar untuk tahun fiskal 2006, Rp438,5 miliar tidak hanya berasal dari penyelenggaraan pos dan
untuk tahun fiskal 2007, Rp462,5 miliar untuk tahun telekomunikasi tapi juga dari penyelenggaraan
fiskal 2008, dan Rp809,6 miliar untuk tahun fiskal 2009. penyiaran, jasa sewa sarana dan prasarana, serta jasa
Informasi lebih lanjut, lihat Catatan 46h pada Laporan pendidikan dan latihan;
Keuangan Konsolidasian.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
46 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Persaingan

n BHP (”Biaya Hak Penggunaan”) untuk layanan Regulasi Satelit


telekomunikasi turun dari 1% menjadi 0,5% dari Industri satelit internasional merupakan industri yang
pendapatan kotor; dan diatur dengan sangat ketat. Selain harus mengikuti aturan
n Penerapan sanksi administrasi dan denda atas pemberian lisensi domestik dan regulasi di Indonesia untuk
pelanggaran terhadap pemenuhan kewajiban dan penggunaan slot orbit dan frekuensi radio, penempatan
kualitas layanan; dan pengoperasian satelit TELKOM juga harus didaftarkan
kepada Biro Komunikasi Radio ITU (International
l Pada tanggal 25 Februari 2009, Menkominfo menerbitkan Telecommunications Union/ITU).
Surat Keputusan No. 14/PER/M.KOMINFO/02/2009
tentang Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (“SKTT”). Regulasi Telepon Tidak Bergerak Kabel
Regulasi ini memutuskan para operator akan bertanggung dan Telepon Tidak Bergerak Nirkabel
jawab terhadap sistem dan operasional dari SKTT, yang Pada bulan Maret 2004, Menhub mengeluarkan Keputusan
sebelumnya dilaksanakan oleh PT Pratama Jaringan yang menetapkan bahwa hanya operator jaringan telepon
Nusantara (“PJN”), sebuah perusahaan swasta yang tidak bergerak berlisensi dari Menhub dan menggunakan
dipilih oleh Menkominfo. Terkait dengan regulasi itu, PJN jaringan akses frekuensi radio saja yang boleh menawarkan
akan mengatur operasional harian dari sistem tersebut, layanan akses telepon tidak bergerak nirkabel. Selain itu,
tapi dengan peran yang tidak menonjol. Selain itu, PJN dinyatakan bahwa setiap penyedia akses telepon tidak
tidak dapat meneruskan penggunaan sistemnya sendiri bergerak nirkabel harus menyediakan layanan telepon
tapi diwajibkan menggunakan SOKI, Sistem Kliring dasar. Namun, penyedia akses telepon tidak bergerak
Trafik Interkoneksi milik Asosiasi Kliring Interkoneski nirkabel hanya dapat menyediakan layanan akses
Telekomunikasi (ASKITEL); telepon tidak bergerak nirkabel dalam kode area yang
l Pada tanggal 30 Maret 2009, Peraturan Bersama Menteri telah ditetapkan. Selain itu, layanan akses telepon tidak
Dalam Negeri No. 18/2009, Menteri Pekerjaan Umum bergerak nirkabel tidak boleh menggunakan fitur roaming.
No. 07/PRT/M/2009, Menteri Kominfo No. 19/PER/ Dengan menggunakan fitur auto-mutasi, pelanggan dapat
M.KOMINFO/03/2009, dan Kepala Badan Koordinasi menggunakan telepon tidak bergerak nirkabel mereka
dan Penanaman Modal No. 3/P/2009, diterbitkan dan untuk melakukan atau menerima panggilan sewaktu mereka
menjadi pedoman dalam pembangunan dan penggunaan berada di luar dari kode area masing-masing.
menara telekomunikasi. Pada dasarnya peraturan tersebut
mengatur hal sebagai berikut: Lisensi Modern mengijinkan TELKOM untuk menyediakan
layanan telepon tidak bergerak kabel untuk lokal, SLJJ dan
n Perijinan pembangunan menara diajukan oleh SLI. Lisensi ini tidak memiliki batas waktu, tetapi dievaluasi
perusahaan menara kepada Bupati/Walikota; setiap lima tahun.
n Batas waktu perijinan untuk mendirikan menara
harus diproses 14 hari sejak rencana teknis disetujui;
n Klasifikasi dari perusahaan tower dibagi menjadi PERSAINGAN
perusahaan tower operator telekomunikasi dan Telepon Tidak Bergerak Kabel dan
perusahaan tower bukan operator telekomunikasi; Telepon Tidak Bergerak Nirkabel
n A d a n y a z o n a y a n g d i l a r a n g u n t u k Pada awalnya, TELKOM memiliki hak eksklusif untuk
m e m b a n g u n m e n a ra ; menyediakan layanan telekomunikasi domestik sambungan
n Pengaturan mengenai konstruksi menara dan telepon tidak bergerak di Indonesia. Berdasarkan regulasi
pengenaan kontribusi; dan yang ditetapkan untuk melaksanakan Undang-undang
n P r i o r i t a s m e n a r a y a n g t e l a h a d a m e n j a d i Telekomunikasi, Pemerintah mengakhiri monopoli
menara bersama; TELKOM dalam menyediakan layanan telekomunikasi
domestik sambungan telepon tidak bergerak. Menhub
l Peraturan Menkominfo No. 27/PER/M.KOMINFO/8/2009 mengeluarkan lisensi kepada Indosat untuk menyediakan
tanggal 5 Agustus 2009 tentang Uji Coba TV Digital; layanan telepon lokal sejak bulan Agustus 2002. Pada
l Peraturan Menkominfo No. 30/PER/M.KOMINFO/8/2009 bulan Mei 2004, Indosat menerima lisensi komersial untuk
tanggal 19 Agustus 2009 tentang Penyelenggaraan Televisi menyediakan layanan telepon SLJJ. Indosat meluncurkan
Protokol Internet - layanan IPTV di Indonesia; layanan akses telepon tidak bergerak nirkabel CDMA
l Peraturan Menkominfo No. 39/PER/M.KOMINFO/10/2009 dengan merek dagang “StarOne” di Surabaya pada bulan
tanggal 16 Oktober 2009 tentang Kerangka Dasar Mei 2004 dan di Jakarta pada bulan Juli 2004, yang
Ketentuan Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital menciptakan “sistem duopoli” di pasar telekomunikasi
Teresterial Tidak Berbayar; domestik sambungan telepon tidak bergerak di Indonesia.
l Peraturan Menkominfo No. 48/PER/M.KOMINFO/11/2009 Mulai bulan Januari 2006, Indosat mampu menyediakan
tanggal 23 November 2009 mengenai Penyediaan layanan SLJJ di tingkat nasional melalui jaringan telepon
Jasa Internet di Pedesaan pada Wilayah Pelayanan tidak bergerak nirkabel berbasis-CDMA, jaringan telepon
Universal; tidak bergerak milik Indosat dan perjanjian interkoneksi
l Peraturan Menkominfo No. 01/PER/M.KOMINFO/01/2010 dengan TELKOM. Berdasarkan perjanjian interkoneksi
tanggal 25 Januari 2010 mengenai Penyelenggaraan antara TELKOM dan Indosat tertanggal 23 September
Jaringan Telekomunikasi; dan 2005, TELKOM sepakat untuk membuka interkoneksi
l Peraturan Menkominfo No. 32/PER/M.KOMINFO/10/2008 dengan layanan sambungan telepon tidak bergerak lokal
tanggal 10 Oktober 2008 tentang Kewajiban Pelayanan Indosat di wilayah tertentu seperti Jakarta, Surabaya,
Umum, yang kemudian diamandemen oleh Peraturan Batam, Medan, Balikpapan dan Denpasar. Hingga saat
Menkominfo No. 03/PER/M.KOMINFO/02/2010 tanggal ini, Indosat telah memperluas jangkauan jaringan
1 Februari 2010. telepon tidak bergerak lokal ke sebagian besar daerah

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Persaingan 47

di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, mengenakan tarif berdasarkan tarif PSTN yang secara substansial lebih rendah
dan Sulawesi. Indosat juga mulai dari pada tarif layanan seluler, sehingga mungkin dapat menawarkan alternatif
menawarkan layanan SLJJ terbatas yang kompetitif selain layanan GSM.
untuk panggilan di dalam jaringannya
pada akhir tahun 2004. Sampai dengan 31 Desember 2009, Telkomsel tetap merupakan penyedia layanan
seluler berlisensi nasional terbesar di Indonesia, dengan jumlah pelanggan seluler
Layanan sambungan telepon tidak mencapai 81,6 juta dan pangsa pasar kurang lebih 49% dari pasar seluler dengan
b e rg e ra k T ELKOM m e n g h a d a p i mobilitas penuh. Penyedia terbesar kedua dan ketiga adalah Indosat dan XL
persaingan langsung maupun tidak Axiata dengan pangsa pasar masing-masing 20% dan 19%, yang didasarkan pada
langsung dari penyedia layanan perkiraan jumlah pelanggan sampai dengan tanggal 31 Desember 2009. Selain
telepon tidak bergerak kabel dan operator GSM di tingkat nasional, terdapat pula sejumlah penyedia seluler GSM,
telepon tidak bergerak nirkabel analog dan CDMA regional yang lebih kecil beroperasi di Indonesia, sehingga
lain, seperti PT Bakrie Telecom jumlah total operator adalah lebih dari 10 operator.
(sebelumnya Ratelindo) dan PT Batam
Bintan Telecom, layanan telepon Tabel berikut memuat rangkuman informasi sampai dengan 31 Desember 2009
seluler, layanan pesan singkat (Short mengenai tiga operator utama telepon seluler GSM berlisensi nasional:
Massaging Service/SMS), layanan
Voice Over Internet Protocol (“VoIP”)
dan e-mail. TELKOM memperkirakan
bahwa peningkatan penggunaan Tabel Operator Telepon Seluler GSM Berlisensi
layanan ini dapat memberi dampak di Tingkat Nasional di Indonesia
merugikan pada permintaan terhadap Operator
layanan sambungan telepon tidak Telkomsel Indosat XL Axiata
bergerak di masa mendatang.
November
Tanggal peluncuran Mei 1995 Oktober 1996
Seluler 1994(2)
Sampai dengan tanggal Laporan
Bandwidth frekuensi berlisensi 2G
Tahunan ini dibuat, pasar seluler di
(GSM 900 dab 1800) 30 MHz 30 MHz 15 MHz
Indonesia didominasi oleh Telkomsel,
Indosat dan XL Axiata. Tiga operator Bandwidth frekuensi berlisensi 3G
seluler tingkat nasional ini secara (2,1 GHz) 10 MHz 10 MHz 5 MHz
bersama-sama memiliki kurang lebih
88% pangsa pasar seluler (mobilitas Cakupan berlisensi Nasional Nasional Nasional
penuh) Indonesia. Jumlah pelanggan Informasi tidak Informasi tidak
seluler dengan mobilitas penuh di Cakupan jaringan Nasional
tersedia tersedia
Indonesia mencapai jumlah total
kurang lebih 138,8 juta pada akhir tahun Pangsa pasar (per 31 Desember
2008 dan kurang lebih 166,9 juta pada 2009)(1) 49,0% 20,0% 19,0%
akhir tahun 2009, yang merupakan
Pelanggan (per 31 Desember
pertumbuhan tahunan kurang lebih 2009)(1) 81,6 juta 33,1 juta 31,4 juta
20,2% selama jangka waktu tersebut.
Meskipun pertumbuhan ini sangat
(1) Perkiraan, berdasarkan data statistik yang dihimpun oleh TELKOM.
pesat, namun tingkat penetrasi seluler (2) Pada bulan Nopember 2003, Indosat dan Satelindo dimerger dan Indosat telah mengambil alih operasi seluler Satelindo.
di Indonesia, yaitu sekitar 72% pada
akhir tahun 2009, tetap relatif rendah
dibandingkan dengan beberapa negara Layanan SLI
lain. Dalam tahun-tahun terakhir, Pada bulan Agustus 2001, Pemerintah melalui Dirjen Postel mengumumkan terminasi
persaingan di antara para operator dini hak eksklusivitas Indosat untuk SLI. Pengumuman tersebut menyatakan maksud
seluler semakin meningkat. Pemerintah bahwa TELKOM akan menerima lisensi komersial untuk menyediakan
layanan SLI pada akhir tahun 2003. TELKOM menerima lisensi komersial pada bulan
Operator telepon seluler GSM bersaing Mei 2004, dan mulai menawarkan layanan sambungan telepon tidak bergerak SLI
terutama atas dasar harga, merek, kepada pelanggan pada bulan Juni 2004. TELKOM telah memperbaiki peralatan
jangkauan jaringan, kualitas jaringan, switching agar memiliki kemampuan gerbang internasional yakni di Batam, Jakarta
distribusi, teknologi, layanan bernilai- dan Surabaya. Gerbang tersebut telah mendapat sertifikat operasi (sertifikat
tambah dan kualitas layanan. TELKOM ULO) dari Dirjen Postel. Agar terhubung dengan operator luar negeri, TELKOM
yakin bahwa Telkomsel mampu telah membangun dua link gelombang mikro untuk menghubungkan Batam-
bersaing secara efektif di pasar seluler Singapura dan Batam-Pangerang (Malaysia). Selain itu, TELKOM, SingTel Mobile
Indonesia dengan mengandalkan dan CAT mengembangkan sistem kabel bawah laut TIS pada tahun 2003 yang
kualitas jaringan yang tinggi dan menghubungkan Batam, Singapura dan Thailand. TELKOM juga menandatangani
jangkauan jaringan yang luas serta perjanjian dengan Telekom Malaysia Berhad untuk pembangunan dan pemeliharaan
kekuatan merek dagangnya. kabel optik bawah laut yang baru untuk menghubungkan Dumai (Indonesia)
dengan Melaka (Malaysia) yang telah selesai pada bulan Desember 2004. Kami juga
Layanan telepon tidak bergerak meningkatkan kapasitas kabel internasional dengan membeli kapasitas bandwidth
nirkabel berbasis-CDMA, TELKOMFlexi, agar terhubung dengan Hong Kong dan kami menggunakan kapasitas ini untuk
menawarkan mobilitas terbatas dan hubungan ke negara-negara lain seperti Amerika Serikat. Pada bulan Desember

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
48 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Lisensi

2004 kami juga menyelesaikan pengembangan ground card prabayar, yang diperkirakan akan mengakibatkan
segment untuk hubungan ke Satelit Intelsat. Infrastruktur persaingan yang lebih ketat antar operator VoIP dan
pendukung SLI tambahan telah dibangun pada tahun penyedia layanan SLI lain.
2009: Jaringan BSCS (Batam Singapore Cable System)
mulai beroperasi pada bulan Mei, sedangkan jaringan AAG Satelit
(Asia America Gateway) mulai beroperasi pada tanggal 10 Saat ini, persaingan bisnis satelit di Asia-Pasifik
November 2009. Pada tanggal 25 Januari 2008, TELKOM semakin meningkat. Perusahaan-perusahaan di bisnis ini
mengalihkan proyek backbone bawah laut internasionalnya bersaing terutama dalam hal daya jangkau, penawaran
yang sedang beroperasi kepada anak perusahaan, TII. produk dan harga. Industri satelit Indonesia tidak diatur
secara ketat dan dalam praktiknya beroperasi sesuai
VoIP dengan kebijakan “open-sky”, yang berarti operator
Kami meluncurkan layanan VoIP pada bulan September 2002. satelit Indonesia harus bersaing dengan operator
VoIP menggunakan komunikasi data untuk mengalihkan satelit asing.
trafik suara melalui internet, yang secara signifikan dapat
memberikan penghematan biaya bagi pelanggan. Selain Lain-lain
kami, XL Axiata, Indosat, Atlasat, Gaharu, dan PT Satria Widya Dalam tiga tahun terakhir, persaingan yang berkenaan
Prima, Primedia Armoekadata dan Jasnita Telekomindo dengan bisnis multimedia, internet, dan layanan yang
juga menyediakan layanan VoIP di Indonesia. Operator terkait dengan komunikasi data semakin ketat terutama
lain yang tidak berlisensi juga menyediakan layanan VoIP s e h u b u n g a n d e n g a n d i ke l u a r ka n nya l i s e n s i b a r u
yang dapat diakses melalui internet, juga dari piranti lunak sebagai hasil dari deregulasi industri telekomunikasi
yang memungkinkan komunikasi suara dari PC ke PC dapat Indonesia. Kami memperkirakan persaingan ini akan
terwujud melalui internet. Operator VoIP yang menawarkan terus berlanjut dan semakin ketat. Penyedia layanan
layanan internasional juga bersaing dengan operator SLI, multimedia, internet dan layanan yang terkait dengan
seperti Indosat dan TELKOM sejak Juni 2004. komunikasi data di Indonesia pada dasarnya bersaing
dalam hal tarif dasar, rentang layanan yang disediakan,
Operator VoIP bersaing terutama atas tarif dasar kualitas jaringan, jangkauan jaringan dan kualitas layanan
dan kualitas layanan. Operator VoIP tertentu mulai kepada pelanggan.
menawarkan layanan seperti budget call dan calling

Lisensi
Tabel di bawah ini adalah daftar lisensi beberapa produk TELKOM sesuai dengan undang-undang, peraturan atau keputusan
yang berlaku:

Penyelenggara Implementasi

Produk Sirkit
Lisensi Penyelenggaraan Langganan Berbasis
Jaringan Tetap tertutup
KP. 238/2002, 12 Agustus 2002 TDM lokal SLJJ dan
Internasional

Produk TELKOM
Lisensi Global, TELKOMSave,
Penyelenggaraan ITKP SK. 01/Dirjen/2004, Januari 2004 penyaluran trafik
TELKOM wholesale internasional
berbasis VoIP

Lisensi Penyelenggaraan
Layanan jasa dasar
Jaringan tetap dan Jasa
TELKOM; Lokal, SLI, SLJJ,
telepon dasar yang KP. 162/2004 IN dan TELKOM Flexi.
terdiri dari jaringan Tetap
Lokal, SLJJ, SLI, FWA

Produk SPEEDY,
Lisensi Penyelenggaraan TELKOMNET, ASTINET,
Jasa Akses Internet SK. 02/Dirjen/2004, 29 Januari 2004 VPN Dial, VPN IP, IP
(Internet Service Provider) Transit, INFONET,
METRO E, dll.

Lisensi Penyelenggaraan
Jasa Interkoneksi internet Produk TIX, Global IP
Network Access Point
Kep. Dirjen No. 275/Dirjen/2006, 31 Juli 2006 Transit, dll.
(NAP)

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Lisensi 49

Pada tahun 2009, TELKOM wajib menyampaikan laporan Penyedia akses jaringan
lisensi modern (ITKP, Local, SLJJ, SLI, internet) secara TELKOM memiliki lisensi untuk menyediakan layanan koneksi
menyeluruh selama 5 tahun dalam rangka evaluasi dan internet. Masa berlaku lisensi ini tidak memiliki batas waktu
komitmen 5 tahun ke depan tertuang dalam lisensi modern berakhir, namun akan dievaluasi setiap lima tahun. Lisensi
penyelenggaraan yang diberikan. ini dievaluasi pada tahun 2009 dan evaluasi selanjutnya
pada tahun 2014.
Telepon tidak bergerak kabel dan
telepon tidak bergerak nirkabel akses pita lebar nirkabel/
Lisensi Modern yang dimiliki oleh TELKOM mewajibkan Broadband Wireless Access (bwa)
TELKOM untuk menyediakan layanan telepon tidak Pada tahun 2009, TELKOM memperoleh lisensi layanan
bergerak lokal, domestik dan sambungan jarak jauh pita lebar nirkabel (BWA) 3,3GHz pada tujuh zona yaitu:
internasional. Lisensi ini tidak memiliki batas waktu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera bagian tengah,
berakhir, namun dievaluasi setiap lima tahun. Lisensi ini Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Barat,
dievaluasi pada tahun 2009 dan evaluasi selanjutnya JABODETABEK dan Banten.
adalah pada tahun 2014.
Pada Agustus 2009, Menkominfo menerbitkan Keputusan
Seluler Menteri No. 237/KEP/M.KOMINFO/7/2009 tentang
Telkomsel memiliki lisensi untuk mengoperasikan jaringan Penetapan Pemenang Seleksi Penyelenggara Jaringan
telepon seluler GSM secara nasional, menggunakan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched yang menggunakan
frekuensi radio 7,5 MHz dalam band 900 MHz dan frekuensi radio 2,3 GHz untuk keperluan layanan Pita Lebar
menggunakan frekuensi radio 22,5 MHz dalam band Nirkabel (Wireless Broadband).
1800 MHz. Telkomsel juga memiliki lisensi dari Badan
Koordinasi Penanaman Modal Indonesia yang Sebanyak delapan perusahaan ditetapkan sebagai pemenang
mengijinkannya untuk mengembangkan layanan seluler seleksi penyelenggara jaringan tetap lokal berbasis packet
dengan jangkauan nasional, termasuk perluasan kapasitas switched yang menggunakan frekuensi radio 2,3 GHz untuk
jaringannya. Selain itu, Telkomsel memiliki ijin dan lisensi keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband)
dan registrasi pada pemerintah daerah tertentu dan/atau atau broadband wireless access (BWA), yaitu Indosat Mega
instansi pemerintah, terutama dalam hubungannya Media, Internux, First Media, Jasnita Telekomindo, Berca
dengan operasinya di wilayah tersebut, properti yang Hardayaperkasa, Konsorsium Rahajasa Media Internet dan
dimiliki oleh pihaknya dan/atau pembangunan dan WiMAX Indonesia, Konsorsium Comtronics Systems dan
penggunaan Base Transceiver Station (BTS). Adiwarta Perdania, serta TELKOM.

Third-Generation Mobile TELKOM memperoleh lisensi BWA 2,3 GHz untuk di 5 zona
Telecommunications System (“3G”) yaitu: Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Maluku, dan Sulawesi
Pada bulan Februari 2006, Pemerintah melaksanakan bagian utara.
tender untuk tiga lisensi spektrum frekuensi radio 2,1
GHz, masing-masing memiliki pita lebar 5 MHz, yang akan Menjadi operator broadband wireless access ini sejalan
digunakan bersama lisensi baru untuk mengoperasikan dengan transformasi bisnis TELKOM menuju TIME yang
jaringan telekomunikasi seluler 3G tingkat nasional di menuntut kami untuk memiliki infrastruktur dengan
Indonesia. Lisensi 3G diberikan kepada Telkomsel, Indosat kemampuan merespon pasar yang semakin kompleks
dan XL Axiata, serta dua pemegang lisensi existing (HCPT dan permintaan layanan yang semakin convergent,
dan PT Lippo Telekom (Natrindo Telepon Seluler) yang baik pada segmen consumer, enterprise maupun pada
telah menerima lisensi 3G melalui proses tender pada segmen wholesale.
tahun 2003.
Sistem Komunikasi Data (SISKOMDAT)
Sli Dengan diterbitkannya Keputusan Menteri
Sebagai bagian dari lisensi modern, TELKOM mulai Komunikasi No. KM. 30/2004 tentang Perubahan
menyediakan layanan SLI sejak tahun 2004. Lisensi ini tidak Keputusan Menteri Komunikasi No. KM. 21 tahun
memiliki batasan waktu, tetapi akan dievaluasi setiap 5 (lima) 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi,
tahun. Evaluasi tersebut telah dilakukan pada tahun 2009 TELKOM wajib memiliki Ijin Penyelenggaraan Jasa
dan akan dilakukan evaluasi kembali pada tahun 2014. SISKOMDAT (Data Communications Systems). Ijin
Penyelenggaraan Jasa SISKOMDAT tersebut adalah
Pada tanggal 2 Maret 2010, Peraturan Menkominfo No. ijin yang diperlukan untuk menyelenggarakan layanan
75/KEP/M.KOMINFO/03/2010 memberikan lisensi penyedia jasa komunikasi data. Saat ini, TELKOM telah memiliki
jaringan tetap, tertutup kepada TII sebagai penyedia layanan Ijin Prinsip Penyelenggaraan Jasa SISKOMDAT untuk
infrastruktur internasional. melaksanakan Uji Laik Operasi, untuk selanjutnya
memperoleh Ijin Penyelenggaraan Jasa SISKOMDAT.
VoIP dan isp TELKOM pada saat ini menggunakan ijin jaringan
TELKOM memiliki Lisensi Modern untuk menyediakan tetap tertutup untuk layanan komunikasi data.
layanan VoIP dan ISP yang mencakup ijin menyediakan
layanan komunikasi data.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
50 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Tarif dan Biaya Interkoneksi

Ijin Penyelenggaraan Penyiaran Pada bulan Januari 2010, TELKOM dan Indonusa telah
Berlangganan untuk Indonusa menyerahkan laporan uji coba lapangan IPTV kepada
Saat ini Indonusa, anak perusahaan kami, beroperasi atas Menkominfo, menyatakan kesiapan untuk mulai beroperasi
dasar Keputusan Dirjen Postel Nomor: 282/DIRJEN/2001 pada semester pertama 2010. Setelah menyerahkan
tentang Ijin Penyelenggaraan Jasa Multimedia dan laporan tersebut, TELKOM memulai diskusi dengan
berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 36 tahun Menkominfo mengenai standar-standar yang diperlukan
1999 tentang Telekomunikasi. untuk memperoleh lisensi. Perusahaan masih menunggu
diterbitkannya lisensi IPTV sebagai hasil diskusi tersebut.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002
tentang Penyiaran dan Peraturan Pemerintah Nomor
52 tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran TARIF DAN BIAYA INTERKONEKSI
L e m b a g a P e n y i a ra n B e r l a n g g a n a n ( ke s e m p a t a n Pemerintah membagi tarif menjadi dua kategori:
penyesuaian ijin selama 2 tahun), Indonusa mengajukan untuk penyediaan layanan telekomunikasi dan
ijin Lembaga Penyiaran kepada pemerintah pada jaringan telekomunikasi.
tahun 2007 yang sampai saat ini masih dalam proses
pengurusan ijin dimaksud. Perkembangan saat ini, Menkominfo mengatur tarif dan jumlah yang dapat ditagihkan
Indonusa telah mendapatkan rekomendasi kelayakan oleh TELKOM berdasarkan formula tarif untuk layanan
penyelenggaraan penyiaran dari Komisi Penyiaran telekomunikasi di Indonesia. Operator telekomunikasi dapat
Indonesia sebagai kelengkapan dalam pengurusan menetapkan besaran tarif. Dalam hal ini, unit bisnis TELKOM
ijin dimaksud. dapat menyesuaikan harga berdasarkan panduan tertentu
yang ditetapkan oleh Direksi TELKOM.

Tarif Sambungan Telepon Tidak Bergerak Kabel


Daftar tarif yang berlaku pada umum adalah sebagai berikut:

Tabel Tarif pemasangan dan Biaya Bulanan:


Biaya akses Bisnis (Rp) Residensial (Rp) Sosial (Rp)

Instalasi 175.000 – 450.000 75.000 – 295.000 50.000 – 205.000

Abonemen 38.400 – 57.600 20.600 – 32.600 12.500 – 18.500

Tabel Tarif Penggunaan Sambungan Lokal:


Jarak Harga per pulsa (Rp) Durasi pulsa

Sampai dengan 20 km 250 3 menit (di luar jam sibuk) dan 2 menit (jam sibuk)

Lebih dari 20 km 250 2 menit (di luar jam sibuk) dan 1,5 menit (jam sibuk)

Tabel Tarif Penggunaan Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ):


Jarak Harga per menit (Rp) Pembulatan durasi blok waktu

0-20 km 83 – 122 1 menit

20-30 km 122 – 163 1 menit

30-200 km 320 - 1.100 6 detik

200-500 km 320 - 1.770 6 detik

Lebih dari 500 km 320 - 2.100 6 detik

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Tarif dan Biaya Interkoneksi 51

Tarif sambungan Telepon tidak bergerak Nirkabel


Tarif yang dibebankan kepada pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel dilaporkan sebagai pendapatan telepon tidak
bergerak. TELKOM menawarkan layanan telepon tidak bergerak nirkabel pascabayar dan prabayar.

a. Pascabayar.
Pelanggan pascabayar membayar biaya aktivasi satu kali sebesar Rp25.000 dan biaya bulanan sebesar Rp30.000. Biaya
penggunaan untuk pelanggan pascabayar pada umum adalah sebagai berikut:

Tabel Tarif Sambungan Telepon Tidak Bergerak Nirkabel Pascabayar


Harga per pulsa (Rp) Durasi pulsa

Flexi ke Flexi:

Lokal 49 1 menit

SLJJ 300 30 detik

Flexi to PSTN / OLO Kabel tidak bergerak:

Lokal 150 1 menit

SLJJ 600 30 detik

Flexi ke Seluler:

Lokal 550 1 menit

SLJJ 625 30 detik

Flexi ke Mobile Satellite (Byru): 3.850 30 detik

Untuk SMS, pelanggan pascabayar dikenakan biaya Rp75 per SMS untuk Flexi ke Flexi, Rp136 dari Flexi ke operator
lainnya dan Rp450 dari Flexi ke luar negeri. Untuk akses internet melalui PDN atau WAP (menggunakan #777), pelanggan
pascabayar dikenakan Rp200 per menit atau Rp3 per Kbps. Pelanggan pascabayar yang menggunakan akses internet
melalui dial-up nirkabel (menggunakan 0809 89999) dikenakan biaya Rp150 per menit.

b. Prabayar.
Biaya penggunaan untuk pelanggan prabayar pada umum, termasuk PPN sebesar 10%, sebagai berikut:

Tabel Tarif Sambungan Telepon Tidak Bergerak Nirkabel Prabayar


Harga per pulsa (Rp) Durasi pulsa

Flexi ke Flexi:

Lokal 53,9 1 menit

SLJJ 375 30 detik

Flexi to PSTN / OLO Kabel tidak bergerak:

Lokal 250 1 menit

SLJJ 750 30 detik

Flexi ke Seluler:

Lokal 780 1 menit

SLJJ 800 30 detik

Flexi ke Mobile Satellite (Byru): 4.235 30 detik


Untuk SMS, pelanggan prabayar dikenakan Rp100 per pesan dari Flexi ke Flexi, Rp165 per pesan ke operator lainnya
dan Rp500 per pesan dari Flexi ke luar negeri. Untuk akses internet melalui PDN, pelanggan prabayar dikenakan
Rp220 per menit atau Rp5 per Kb. Pelanggan prabayar yang menggunakan akses internet TELKOM melalui dial-up
nirkabel dan WAP akan dikenakan biaya masing-masing Rp300 per menit dan Rp5 per Kbps.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
52 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Tarif dan Biaya Interkoneksi

Tarif SLI
Tarif untuk panggilan SLI ditetapkan oleh penyedia layanan sesuai batas maksimum yang telah ditetapkan oleh
Pemerintah. Sampai tanggal Laporan Tahunan ini dibuat, tarif terkini SLI TELKOM dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Tarif SLI


Wilayah Harga Per Menit Pembulatan durasi
blok waktu
(Rp)

Grup I Asia Tenggara, Pasifik Selatan 4.550 - 5.550 6 detik

Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika,


Grup II Asia Timur, Asia Barat dan Asia Selatan 5.550 - 6.550 6 detik

Grup III Eropa 7.570 - 8.700 6 detik

Grup IV Timur Tengah 8.080 - 9.290 6 detik

Grup V Tujuan khusus 20.200 - 23.300 6 detik

Tarif Telepon Seluler


a. Tarif Pascabayar
Untuk informasi tarif pascabayar telepon seluler, lihat Catatan 46b Laporan Keuangan Konsolidasian. Biaya pemakaian
yang dibebankan kepada pelanggan pada umum adalah sebagai berikut:

Tabel Tarif Telepon Seluler Pascabayar


Harga Per Menit Pembulatan durasi
blok waktu
kartuHALO HALOhybrid

(Rp) (Rp)

Telepon seluler ke telepon seluler

Lokal 650 – 750 650 – 750 20 detik

SLJJ 650 – 1.200 850 – 1.200 15 detik

Seluler ke telepon tidak bergerak :

Lokal 650 650 20 detik

SLJJ 1.200 1.200 15 detik

SLI*

Asia(Selatan, Utara, Tenggara), Australia, Oseania 3.000 6 detik

Amerika 4.500 6 detik

Timur Tengah, Afrika dan yang lainnya 5.000 6 detik

Eropa 5.500 6 detik

• Tarif promo TELKOM SLI menggunakan 007 untuk seluruh pengguna Telkomsel berlaku sampai dengan 31 Desember 2009.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Tarif dan Biaya Interkoneksi 53

b. Tarif Prabayar
Untuk layanan seluler prabayar, biaya aktivasi dapat ditentukan dengan bebas oleh operator seluler sementara biaya
pemakaian dibatasi maksimum 140% di atas biaya pemakaian puncak untuk layanan pascabayar. Telkomsel membebankan
biaya penggunaan kepada pelanggan umuprabayar (simPATI/Kartu As) seperti pada tabel berikut:

Tabel Tarif Telepon Seluler Pascabayar


Harga Per Menit (Rp) Pembulatan Durasi Blok Waktu

simPATI M@X Kartu As simPATI M@X Kartu As

Panggilan sesama Telkomsel:

Lokal 900 780 per 10 detik per detik

SLJJ

Zona 1 900 780 per 10 detik per detik

Zona 2 900 780 per 10 detik per detik

Panggilan ke seluler lain:

Lokal 1.800 780 per 30 detik per detik

SLJJ

Zona 1 1.800 780 per 30 detik per detik

Zona 2 1.800 780 per 30 detik per detik

Panggilan ke telepon tidak bergerak / telepon


tidak bergerak nirkabel:

Lokal 900 780 per 10 detik per detik

SLJJ

30-200 km 2.100 780 per 10 detik per detik

200-500 km 2.100 780 per 10 detik per detik

Over 500 km 2.100 780 per 10 detik per detik

SLI

Asia (Selatan, Utara, Tenggara), Australia, Oseania 3.300 3.300 15 detik 15 detik

Amerika 4.950 4.950 15 detik 15 detik

Timur Tengah, Afrika dan yang lainnya 5.500 5.500 15 detik 15 detik

Eropa 6.050 6.050 15 detik 15 detik

105,1 juta
Sampai dengan
31 Desember
2009, jumlah
pelanggan TELKOM
telah tumbuh
sebesar 21,2% atau
menjadi 105,1 juta
pelanggan

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
54 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Tarif dan Biaya Interkoneksi

Tarif Sewa Sirkit


Pemerintah mengendalikan bentuk, jenis, struktur harga dan formula tarif untuk sewa jaringan melalui penerbitan
berbagai keputusan.

Tabel berikut memuat tarif sewa sirkit kami:

Tabel Tarif Telepon Seluler Pascabayar


Tarif (Rp)
Biaya pasang baru
Akses pelanggan 2.400.000 – 30.000.000(1)
Biaya langganan bulanan
Point to Point
Lokal (sampai dengan 25 km) 1.750.000 – 88.650.000(2)
Inter-lokal (lebih dari 25 km) 5.600.000 – 3.893.100.000(2)
End to End
Lokal (sampai dengan 25 km) 4.500.000 – 165.650.000(2)
Inter-lokal (lebih dari 25 km) 8.350.000 – 3.970.100.000(2)

(1) Tarif berdasarkan kecepatan


(2) Tarif berdasarkan kecepatan dan wilayah

TARIF VoIP

Berdasarkan beban biaya, para operator VoIP secara bebas menentukan biaya untuk layanan VoIP. Kami telah meluncurkan
layanan VoIP, yang pada saat Laporan Tahunan ini dibuat terdiri dari TELKOMGlobal-01017 dan TELKOMSave dengan tarif
alternatif yang lebih murah.

Tarif Satelit
Tarif maksimum tahunan per transponder adalah US$1,20 juta, meskipun dalam beberapa hal kami dapat menawarkan
tarif dengan potongan harga untuk komitmen jangka panjang atau untuk pelanggan setia.

Tarif Akses Pita Lebar


Tabel di bawah ini berisikan tarif tetap layanan akses pita lebar:

Tabel Tarif Akses Pita Lebar Berbasis Volume I


Layanan Pascabayar Biaya aktivasi Biaya bulanan Kuota pemakaian per Biaya kelebihan
Speedy bulan pemakaian
(Rp) (Rp) (Rp)
Berbasis Volume I*
Limited Home 75.000 200.000 1,0GB 175/MB
Limited Professional 75.000 400.000 3,0GB 175/MB
Unlimited Office 75.000 750.000 Unlimited –
Unlimited Warnet 75.000 1.750.000 Unlimited –

* Tarif berikut ini berlaku bagi pelanggan lama sebelum melakukan penggantian ke paket Speedy 2009

Tabel Tarif Akses Pita Lebar Berbasis Volume II


Layanan Pascabayar Speedy Biaya aktivasi Biaya bulanan Kecepatan link
(Rp) (Rp)
Berbasis Volume II**
Semi Unlimited 1 75.000 195.000 sampai dengan 384 Kbps
Semi Unlimited 2 75.000 295.000 sampai dengan 512 Kbps
Unlimited 1 75.000 645.000 sampai dengan 1 Mbps
Unlimited 2 75.000 995.000 sampai dengan 2 Mbps
Unlimited 3 75.000 1.695.000 sampai dengan 3 Mbps

** Tarif berikut ini berlaku bagi pelanggan baru dan pelanggan lama paket Speedy 2009

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Tarif dan Biaya Interkoneksi 55

Tabel Tarif Akses Pita Lebar Berbasis Volume I


Layanan Pascabayar Biaya aktivasi Biaya bulanan Kuota pemakaian per Kecepatan link Biaya kelebihan
Speedy bulan pemakaian
(Rp) (Rp) (Rp)

Basis Waktu

Limited sampai sampai dengan


dengan 15 Jam 75.000 75.000 15 jam 1 Mbps 75/menit

Limited sampai sampai dengan


dengan 50 Jam 75.000 145.000 50 jam 1 Mbps 25/menit

Basis waktu prabayar adalah Rp75/menit

Tarif Wartel
Wartel adalah telepon umum yang dioperasikan oleh Pemerintah menetapkan
pihak ketiga. Biaya untuk wartel dapat ditentukan dengan
bebas oleh operator. TELKOM mendapatkan 70% dari tarif tarif interkoneksi dan
dasar yang dikenakan oleh wartel kepada pelanggannya
untuk panggilan domestik dan mendapatkan hingga 92% akses, termasuk jumlah
dari tarif dasar yang dikenakan wartel untuk panggilan
internasional (SLI). biaya interkoneksi
Tarif Layanan Lainnya yang diterima oleh
Tarif untuk penyewaan satelit serta layanan telepon dan
multimedia lain ditentukan oleh penyedia layanan dengan
setiap operator terkait
mempertimbangkan biaya dan harga pasar. Pemerintah
hanya menentukan formula tarif untuk layanan telepon
dengan panggilan
dasar, tidak ada penetapan untuk tarif layanan lain. yang lintas jaringan
Tarif Interkoneksi
Pemerintah menetapkan tarif interkoneksi dan akses,
termasuk jumlah biaya interkoneksi yang diterima oleh setiap
operator terkait dengan panggilan yang lintas jaringan.
Operator mengenakan biaya untuk panggilan berdasarkan
biaya untuk menyambungkan panggilan tersebut. Untuk
rincian mengenai tarif ini, lihat Catatan 46c Laporan
Keuangan Konsolidasian.

Para pelajar dari sebuah pondok pesantren sedang menggunakan layanan Speedy Unlimited dengan promo Rp300 ribu per bulan, gratis notebook.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
56 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Faktor-Faktor Risiko

Faktor- Faktor
RISIKO YANG TERKAIT
Risiko tidak langsung tidak akan berdampak negatif dan material
DENGAN INDONESIA terhadap bisnis, kondisi keuangan, hasil operasional dan
PERISTIWA POLITIK DAN SOSIAL YANG prospek TELKOM.
TERJADI DI INDONESIA SAAT INI DAPAT
MEMBERIKAN DAMPAK YANG MERUGIKAN Dengan kabinet dan legislatif baru, mungkin saja terjadi
PADA KEGIATAN BISNIS DI INDONESIA perubahan yang dapat berdampak terhadap peraturan,
Sejak pengunduran diri mantan Presiden Soeharto pada tahun tarif telekomunikasi dan faktor lainnya, yang dapat
1998, Indonesia mengalami proses perubahan demokrasi mempengaruhi prospek usaha, persaingan dan ruang
yang mengakibatkan peristiwa politik dan sosial yang lingkup untuk menawarkan produk-produk baru atau terus
menjadi fokus dari ketidakpastian atas perubahan politik menawarkan produk kami yang sudah ada. Perubahan
di Indonesia. Peristiwa-peristiwa tersebut menyebabkan komposisi dalam Pemerintahan juga dapat merubah
ketidakstabilan atas situasi politik serta sejumlah kerusuhan kebijakan atau struktur TELKOM, mengingat Pemerintah
yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. adalah pemegang saham pengendali.

Contohnya sejak tahun 2000, ribuan masyarakat Indonesia PERUBAHAN NEGATIF PADA TINGKAT
turut serta dalam berbagai demonstrasi di Jakarta dan GLOBAL, REGIONAL ATAU KEGIATAN EKONOMI
kota-kota lainya, baik yang mendukung atau anti terhadap INDONESIA DAPAT MENGAKIBATKAN DAMPAK
Pemerintah, sebagai reaksi atas beberapa permasalahan yang NEGATIF TERHADAP BISNIS TELKOM
spesifik, seperti pengurangan subsidi BBM, privatisasi dari Kinerja TELKOM sangat tergantung kepada kondisi ekonomi
aset-aset negara, gerakan anti korupsi, desentralisasi dan Indonesia karena sebagian besar dari kegiatan operasional,
otonomi daerah, tindakan dari berbagai pejabat pemerintah aset dan pelanggan kami ada di Indonesia.
termasuk anggota keluarganya, serangan tentara Amerika
ke Afghanistan dan Irak serta kenaikan tarif listrik. Walaupun Krisis ekonomi yang melanda Asia Tenggara, termasuk
pada umumnya demonstrasi ini berjalan secara tertib, namun Indonesia, sejak pertengahan 1997 dampak yang dirasakan
ada beberapa yang berubah menjadi anarkis. Khususnya, di Indonesia, antara lain, adalah penurunan nilai mata
pada beberapa kejadian sejak bulan Juni 2001, ketika uang, pertumbuhan ekonomi yang negatif, tingkat suku
Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga sejumlah bunga yang tinggi, kerusuhan sosial dan perkembangan
bahan dasar, seperti BBM yang menyebabkan demonstrasi politik yang luar biasa. Kondisi-kondisi tersebut memiliki
dan pemogokan besar-besaran di seluruh Indonesia. Tidak dampak negatif terhadap usaha di Indonesia. Krisis ekonomi
ada jaminan bahwa ketidakpuasan di masa mendatang tidak tersebut telah mengakibatkan banyaknya perusahaan di
akan menuju kepada ketidakstabilan politik dan sosial. Indonesia yang bangkrut, karena ketidakmampuan atau
karena hal lainnya, untuk membayar hutang-hutangnya
Gerakan separatis dan bentrok antar agama dan suku ketika jatuh tempo.
telah mengakibatkan ketidakstabilan sosial dan politik di
sejumlah daerah di Indonesia. Di Propinsi Papua (sebelumnya Pasar modal dan kondisi ekonomi Indonesia juga
Irian Jaya), telah terjadi sejumlah bentrokan antara para terpengaruh oleh kondisi ekonomi dan pasar di negara-
pendukung gerakan separatis dengan tentara Indonesia. negara lainnya. Krisis keuangan global timbul disebabkan
Di Papua, kekerasan terhadap perusahaan tambang emas oleh krisis subprime Mortgage di AS pada tahun 2008 yang
Freeport telah mengakibatkan meninggalnya beberapa menyebabkan penurunan drastis dari pasar ekuitas dan
tentara Indonesia, polisi dan masyarakat sipil. Di Maluku komoditas di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Anjloknya
dan Poso, wilayah di Propinsi Sulawesi Tengah, bentrokan ekonomi dunia ini memiliki dampak negatif yang signifikan
antar kelompok agama telah mengakibatkan sejumlah orang terhadap ekonomi Indonesia serta mempengaruhi stabilitas
luka-luka dan meninggal. pasar modal Indonesia dan kawasan regional.

Pada tahun 1999, pertama kalinya Indonesia berhasil Kondisi ekonomi yang buruk ini dapat mengakibatkan
melaksanakan pemilihan umum yang bebas untuk memilih menurunnya kegiatan bisnis, menurunnya pendapatan
Parlemen dan Presiden. Pada tahun 2004, Indonesia memilih sehingga mengurangi daya beli konsumen, yang pada
secara langsung Presiden, Wakil Presiden dan Wakil Rakyat akhirnya mengakibatkan penurunan akan permintaan
di Parlemen melalui sistem pemilihan yang proporsional layanan komunikasi, termasuk layanan TELKOM yang
dengan daftar calon yang terbuka untuk pertama kalinya. pada akhirnya mempengaruhi bisnis, kondisi keuangan
Pada tingkat pemerintahan daerah, masyarakat telah dan hasil operasi dan prospek TELKOM. Tidak ada jaminan
melakukan pemilihan langsung terhadap kepala daerah. Pada bahwa perbaikan kondisi ekonomi global dan regional
tanggal 9 April 2009, pemilihan umum dilangsungkan untuk akan terus berlanjut atau kondisi ekonomi yang buruk
memilih wakil-wakil rakyat di Parlemen Indonesia (termasuk tidak akan terjadi lagi.
wakil nasional, propinsi dan daerah). Pada bulan Juli 2009,
pemilihan umum presiden telah memilih kembali Presiden FLUKTUASI NILAI RUPIAH SECARA
Susilo Bambang Yudhoyono. Walaupun pada bulan April MATERIAL DAPAT BERDAMPAK NEGATIF
dan Juli 2009, pemilihan umum dilakukan secara tertib, TERHADAP KONDISI KEUANGAN
kampanye politik di Indonesia dapat saja menimbulkan DAN HASIL OPERASI TELKOM
ketidakpastian politik dan sosial di Indonesia. Di masa lalu, Mata uang yang TELKOM gunakan adalah Rupiah. Salah
politik dan perkembangan sosial terkait di Indonesia tidak satu penyebab utama krisis ekonomi Asia dan dampaknya
dapat di tebak dan tidak ada jaminan bahwa kerusuhan sosial terhadap Indonesia adalah depresiasi dan ketidakstabilan
dan sipil tidak akan terjadi di masa mendatang, dalam skala nilai mata uang Rupiah yang dibandingkan terhadap
yang lebih luas, kerusuhan tersebut secara langsung atau mata uang lainnya, seperti Dolar AS. Walaupun nilai mata
uang Rupiah telah meningkat secara signifikan dari yang

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Risiko yang Tekait Dengan Indonesia 57

sebelumnya anjlok sampai sekitar Rp15.250 per Dolar AS pada bulan Mei 2005. Aksi terorisme ini dapat terjadi lagi
pada bulan Juli 1998, namun di masa mendatang mungkin di masa mendatang. Aksi terorisme dapat menyebabkan
saja ketidakstabilan yang signifikan terjadi kembali. ketidakstabilan di Indonesia dan meningkatkan perpecahan di
dalam Pemerintahan pada saat mencoba untuk mengevaluasi
Sebagian besar dari pendapatan TELKOM adalah dalam tanggapan atas ketidakstabilan dan keresahan. Tindak
mata uang Rupiah. Penurunan nilai Rupiah terhadap Dolar kekerasan yang terjadi akibat dari dan mengarah kepada
AS atau mata uang asing lainnya dapat berdampak negatif ketidakstabilan dan kerusuhan di masa lalu akan memiliki
terhadap TELKOM. Hal tersebut dapat menambah beban dampak negatif terhadap investasi dan keyakinan pada,
kami dalam pembelian perangkat, yang diakibatkan oleh dan kinerja ekonomi Indonesia, yang dapat menyebabkan
kerugian nilai tukar atas pembayaran hutang dalam mata dampak negatif terhadap bisnis, kondisi keuangan, hasil
uang asing, meningkatkan hutang dalam mata uang asing operasi, prospek dan harga saham TELKOM.
menjadi Rupiah dan berkurangnya penerimaan dividen
dalam Dolar AS oleh pemegang saham dan pemegang INDONESIA RAWAN TERHADAP BENCANA
saham ADS. ALAM DAN KEJADIAN DI LUAR KUASA
TELKOM YANG DAPAT BERDAMPAK NEGATIF
Tidak ada jaminan bahwa Rupiah tidak akan terdepresiasi TERHADAP BISNIS DAN HASIL OPERASI
dan terus tidak stabil, kebijakan nilai tukar akan tetap Di beberapa daerah di Indonesia, termasuk area operasional
sama, atau Pemerintah akan, atau mampu untuk, bertindak TELKOM, rawan terhadap bencana alam, seperti banjir,
seperlunya untuk menjaga kestabilan, memelihara atau halilintar, topan, gempa bumi, tsunami, letusan gunung
meningkatkan nilai mata uang Rupiah dan tidak akan berapi, kebakaran dan lain-lain. Kepulauan Indonesia adalah
melakukan tindakan yang akan menurunkan nilai Rupiah, salah satu daerah di dunia ini yang memiliki banyak kegiatan
atau apabila salah satu dari tindakan tersebut dilaksanakan gunung berapi yang aktif karena lokasinya yang berada
akan berhasil. TELKOM juga tidak dapat menjamin bahwa di di pertemuan antara tiga lempengan lithospheric utama.
masa mendatang pengelolaan risiko nilai tukar yang kami Hal ini menyebabkan Indonesia rawan terhadap kegiatan
lakukan akan berhasil atau kami tidak akan terpengaruh seismik yang signifikan yang dapat menyebabkan terjadinya
oleh risiko nilai tukar. gempa bumi, tsunami atau gelombang pasang. Dari waktu
ke waktu, telah terjadi bencana alam yang mengakibatkan
PENURUNAN PERINGKAT HUTANG INDONESIA kematian, mempengaruhi atau menyebabkan pengungsian
OLEH AGEN PERINGKAT INTeRNASIONAL banyak orang dan kerusakan pada peralatan TELKOM.
DAPAT MEMILIKI DAMPAK NEGATIF Kejadian di masa lalu ini dan kemungkinan terjadi di masa
TERHADAP LIKUIDITAS PASAR KEUANGAN mendatang, dapat mengganggu kegiatan usaha Perusahaan,
INDONESIA DAN KEMAMPUAN ATAU BEBAN dan menyebabkan kerusakan pada peralatan dan berdampak
PERUSAHAAN INDONESIA, TERMASUK negatif terhadap kinerja keuangan dan laba usaha.
TELKOM, UNTUK MENDAPATKAN DANA
Sampai saat pembuatan Laporan Tahunan ini, hutang jangka Pada tanggal 16 Agustus 2009, Padang dan wilayah
panjang Pemerintah dalam mata uang asing mendapat peringkat sekitarnya diguncang gempa yang mengakibatkan kerusakan
“BB+” dari Fitch Ratings dan “BB-” dari Standard & Poor’s. aset di Divisi I Sumatera, sehubungan dengan hal tersebut
TELKOM telah mengajukan klaim asuransi. Pada tanggal 2
Peringkat ini mencerminkan penilaian dari kemampuan September 2009, sebagian Jawa Barat mengalami gempa.
Pemerintah untuk membayar kewajiban dan kemampuannya Bencana ini mengakibatkan kerusakan pada aset Perusahaan.
untuk memenuhi komitmen keuangannya. Tidak ada jaminan Pada tanggal 30 September 2009, telah terjadi gempa
bahwa peringkat tersebut tidak akan diturunkan di masa bumi di Sumatera Barat yang mengakibatkan gangguan
mendatang. Selain itu, krisis keuangan global telah menjadi layanan telekomunikasi di beberapa lokasi. Walaupun Tim
pemicu dari evaluasi peraturan agen peringkat kredit di AS Pengelolaan Krisis TELKOM telah bekerja sama dengan
dan negara-negara lainnya. Berbeda atau lebih ketat, peraturan para karyawan dan mitra untuk mengembalikan layanan
agen peringkat kredit dapat mengalami perubahan, termasuk secepatnya, gempa bumi tersebut mengakibatkan kerusakan
penurunan atas peringkat TELKOM. Penurunan ini akan memiliki terhadap aset TELKOM.
dampak negatif terhadap likuiditas pasar keuangan Indonesia
dan kemampuan perusahaan di Indonesia, termasuk TELKOM, Walaupun TELKOM telah melaksanakan rencana kelanjutan
untuk mendapatkan dana dengan tingkat suku bunga yang usaha dan rencana pemulihan akibat bencana, dan kami
dapat dikelola. juga telah mengasuransikan semua aset guna melindungi
dari kerugian yang disebabkan oleh bencana alam atau
KEGIATAN TERORISME DI INDONESIA fenomena lain di luar kekuasaan TELKOM, namun tidak
DAPAT MENGGUNCANG INDONESIA DAN ada jaminan bahwa jaminan asuransi akan cukup untuk
DAPAT BERDAMPAK NEGATIF TERHADAP mengganti kerugian potensial, atau premi asuransi ini tidak
BISNIS, KONDISI KEUANGAN DAN HASIL akan bertambah secara signifikan di masa mendatang atau
OPERASIONAL SERTA HARGA SAHAM TELKOM bencana alam tidak akan mengakibatkan gangguan yang
Sejak tahun 2002, beberapa aksi pemboman yang material terhadap kegiatan operasional TELKOM. Selanjutnya,
mengakibatkan kematian dan luka-luka telah terjadi di gempa bumi dahsyat, gangguan geologi lainnya atau
Indonesia. Termasuk kejadian di Hotel JW Marriot dan bencana alam yang disebabkan oleh cuaca di kota besar
Hotel Ritz Carlton pada bulan Juli 2009, di Bali pada bulan di Indonesia dapat menyebabkan gangguan yang parah
Oktober 2002 dan Oktober 2005, di Hotel JW Marriot di terhadap ekonomi Indonesia dan mengurangi keyakinan para
Jakarta pada bulan Agustus 2003 dan Kedutaan Besar investor. Salah satu dari kejadian ini dapat secara material
Australia di Jakarta pada bulan September 2004 dan di kota dan memberikan dampak negatif terhadap bisnis, kondisi
lain di Indonesia Timur, Tentena yang terletak di Sulawesi keuangan, hasil operasi dan prospek TELKOM.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
58 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Risiko Terkait dengan TELKOM
dan Anak Perusahaan

49,0%
Sampai dengan 31 Desember
2009, Telkomsel tetap
merupakan penyedia layanan
seluler berlisensi nasional
terbesar di Indonesia, dengan
jumlah pelanggan seluler
mencapai 81,6 juta dan
pangsa pasar kurang lebih
49,0% dari pasar seluler
dengan mobilitas penuh

RISIKO TERKAIT DENGAN TELKOM KEGAGALAN SISTEM PADA INFRASTRUKTUR,


DAN ANAK PERUSAHAAN DAPAT MEMBERIKAN DAMPAK NEGATIF
KEPENTINGAN PEMEGANG SAHAM PADA HASIL OPERASI TELKOM
PENGENDALI DAPAT BERBEDA TELKOM bergantung kepada keandalan jaringan infrastruktur
DENGAN KEPENTINGAN PEMEGANG dan perangkat agar dapat memberikan layanannya. TELKOM
SAHAM TELKOM LAINNYA mengoperasikan sambungan telepon tidak bergerak kabel
Pemerintah sebagai pemegang saham pengendali sebesar (“PSTN”), sambungan telepon tidak bergerak nirkabel
52,47% dari jumlah saham TELKOM yang diterbitkan dan (“CDMA”), jaringan internet dan jaringan broadband serta
beredar serta memiliki kemampuan untuk menentukan jaringan seluler. Jaringan terpadu tersebut terdiri dari
keputusan bagi hampir seluruh tindakan yang memerlukan jaringan akses tembaga, jaringan akses optik, BTS, switching,
persetujuan dari para pemegang saham TELKOM. perangkat transmisi radio dan optik, jaringan IP core, satelit
Pemerintah juga merupakan pemegang satu lembar saham dan server aplikasi.
Dwiwarna TELKOM, yang memiliki hak suara khusus dan
hak veto untuk hal tertentu, termasuk pemilihan dan S e l a n j u t n y a , T ELKOM j u g a b e r g a n t u n g k e p a d a
pemberhentian Direksi dan Komisaris TELKOM. Hak veto interkoneksi ke jaringan operator telekomunikasi lainnya
tersebut dapat juga digunakan untuk menerbitkan saham untuk membawa panggilan dan data dari pelanggan kami
baru, melakukan amandemen terhadap Anggaran Dasar ke pelanggan dari operator yang berada di Indonesia
atau melakukan tindakan penggabungan atau pembubaran atau luar negeri. TELKOM juga bergantung kepada
perusahaan, menambah atau mengurangi modal dasar berbagai sistem pengelolaan informasi berteknologi
atau mengurangi modal ditempatkan atau mem-veto tinggi dan sistem lainnya, seperti penagihan dan
salah satu dari aksi tersebut. Satu atau lebih dari aksi di sistem pengelolaan hubungan dengan pelanggan, yang
atas dapat menyebabkan delisting saham TELKOM pada memungkinkan TELKOM untuk beroperasi. Jaringan
bursa tertentu. Melalui Menkominfo, Pemerintah memiliki i n f ra s t r u k t u r d a n p e ra n g k a t T ELKOM , te r m a s u k
kewenangan untuk mengatur industri telekomunikasi sistem informasi, infrastruktur teknologi informasi dan
Indonesia. Dimungkinkan adanya situasi kepentingan jaringan dari operator lainnya dengan siapa pelanggan
Pemerintah selaku regulator dan pemegang saham berinterkoneksi, sangat rawan terhadap kerusakan atau
pengendali TELKOM mengalami benturan kepentingan gangguan operasional yang disebabkan oleh berbagai
dengan kepentingan bisnis TELKOM. Selain itu, tidak ada kejadian seperti gempa bumi, kebakaran, pemadaman
jaminan bahwa Pemerintah tidak akan memberikan peluang listrik, kegagalan peralatan, perangkat lunak jaringan
kepada operator telekomunikasi lain yang sahamnya juga yang tidak sempurna, gangguan pada kabel transmisi
dimiliki oleh Pemerintah. atau hal-hal sejenis lainnya.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Risiko Terkait dengan TELKOM 59
dan Anak Perusahaan

Walaupun TELKOM menerapkan Business Continuity JIKA TELKOM ATAU ANAK PERUSAHAAN
Plan dan Disaster Recovery Plan secara komprehensif, MEMBUTUHKAN DANA BAIK UNTUK
tidak ada jaminan bahwa kegagalan material dari KEPERLUAN YANG SESUAI MAUPUN YANG
jaringan terpadu TELKOM, server atau link transmisi TIDAK SESUAI DENGAN LAZIMNYA USAHA,
t i d a k a k a n m e n g a k i b a t k a n g a n g g u a n p e l aya n a n TIDAK ADA JAMINAN BAHWA PEMBIAYAAN
TELKOM atau ketika gangguan tersebut berasal dari TERSEBUT BISA DIDAPATKAN. JIKAPUN
gangguan operasi, bencana alam atau lainnya tidak TERSEDIA, MUNGKIN DAPAT DIKENAKAN BIAYA
mengurangi kemampuan TELKOM dalam mendapatkan TINGGI DAN MUNGKIN DENGAN PERSYARATAN
dan mempertahankan pelanggan dan dapat menimbulkan YANG BERAT DAN / ATAU PERJANJIAN
dampak kerugian kepada hasil usaha, kondisi keuangan YANG MEMBATASI ATAU, JIKA TERJADI
dan prospek TELKOM. PADA ANAK PERUSAHAAN AKAN MEMINTA
TELKOM UNTUK MEMBERIKAN JAMINAN
JARINGAN TELKOM, KHUSUSNYA TELKOM atau anak perusahaan mungkin memerlukan
JARINGAN AKSES KABEL, DAPAT dana tambahan untuk mendukung pertumbuhan bisnis,
MENGHADAPI POTENSI ANCAMAN melaksanakan akuisisi, menghadapi kejadian yang tidak
KEAMANAN, SEPERTI PENCURIAN ATAU diduga, membangun atau meningkatkan jaringan dan
VANDALISME YANG DAPAT BERDAMPAK mengembangkan layanan baru atau meningkatkan kualitas
PADA HASIL USAHA TELKOM layanan. TELKOM mungkin juga perlu melakukan sesuatu
Dalam kondisi ekonomi sekarang yang sulit, tingkat untuk menghadapi tekanan persaingan, mengembangkan
ancaman keamanan terhadap peralatan TELKOM telah bisnis pendukung atau teknologi yang tepat, atau
meningkat, dengan lebih banyak kejadian pencurian memanfaatkan peluang bisnis. TELKOM tidak dapat
dan vandalisme terhadap jaringan TELKOM, khususnya memastikan bahwa kebutuhan dana tambahan tersebut,
jaringan akses kabel. Untuk mengatasi situasi tersebut, pada saat dibutuhkan, akan tersedia sesuai berdasarkan
TELKOM telah bekerjasama dengan aparat penegak syarat dan ketentuan yang dapat diterima oleh TELKOM.
hukum setempat serta tokoh masyarakat dan telah Selain itu, suatu fasilitas perjanjian pinjaman, jika ada,
melakukan berbagai upaya, khususnya di tempat yang dapat mengandung adanya persyaratan pembatasan
rawan kejahatan. Namun demikian, tidak ada jaminan (“restrictive covenant”), yang dapat membatasi fleksibilitas
bahwa pada masa yang akan datang jaringan akses kabel operasional TELKOM untuk keperluan bisnis tertentu.
TELKOM tidak akan menghadapi masalah keamanan atau Apabila tidak terdapat ketersediaan dana yang memadai
jika masalah tersebut berlangsung, waktu dan sumber sesuai dengan syarat dan ketentuan yang dapat diterima
daya yang berjumlah signifikan tidak akan diperlukan oleh TELKOM, maka mungkin TELKOM tidak akan mampu
untuk memulihkan peralatan yang rusak atau dicuri, mengembangkan atau meningkatkan layanannya. TELKOM
yang akan berdampak kepada beban usaha dan hasil juga mungkin tidak akan mampu memperoleh keuntungan
usaha TELKOM. dari peluang bisnis di masa mendatang atau menghadapi
tekanan persaingan, semua itu dapat memberi dampak
K E B O CO R A N P E N DA PATA N dapat buruk yang material pada bisnis, hasil operasi dan kondisi
T E R JA D I A K I B AT K E L E M A H A N I N T E R N A L keuangan TELKOM.
DA N M ASA L A H E K ST E R N A L DA N
J I KA T E R JA D I DA PAT M E N I M B U L KA N TEKNOLOGI BARU DAPAT MEMBERIKAN
K E R U G I A N PA DA H AS I L U SA H A T E L KO M DAMPAK YANG MERUGIKAN PADA KEMAMPUAN
Dari waktu ke waktu, TELKOM dapat menghadapi TELKOM UNTUK TETAP KOMPETITIF
masalah kebocoran pendapatan atau masalah dalam Kemajuan teknologi telekomunikasi yang cepat dan
mengumpulkan semua pendapatan yang disebabkan dinamis dipacu oleh meningkatnya kebutuhan konsumen.
oleh kemungkinan terjadinya kelemahan kontrol pada Perkembangan teknologi, layanan atau standar baru dapat
level transaksi, kemungkinan terlambatnya proses secara signifikan memengaruhi bisnis TELKOM. Dalam
transaksi dan kemungkinan adanya kecurangan yang rangka memenuhi kebutuhan pelanggan, TELKOM selalu
dilakukan oleh pelanggan. TELKOM telah melakukan mengikuti teknologi baru dalam menghadapi persaingan,
langkah-langkah pencegahan terhadap kemungkinan TELKOM perlu melakukan upgrade teknologi ke jaringan
terjadinya kebocoran pendapatan melalui peningkatan generasi baru (next generation network) yang dapat
fungsi kendali pada proses bisnis yang ada saat ini, menggunakan teknologi dan layanan yang terpadu serta
mengimplementasikan metode revenue assurance , sekaligus meningkatkan efisiensi biaya. Selain itu, TELKOM
menerapkan kebijakan dan prosedur yang memadai, juga perlu untuk melakukan upgrade pada sistem-sistem
serta mengimplemetasikan sistem informasi atau aplikasi pelayanan pelanggan untuk mendukung pertumbuhan bisnis
untuk mencegah terjadinya kebocoran pendapatan. baru dan teknologi baru dan layanan baru.
Namun demikian hal tersebut tidak menjamin di
kemudian hari tidak terjadi risiko kebocoran pendapatan Karena cepat dan dinamisnya perkembangan teknologi saat
yang jika terjadi akan dapat menimbulkan dampak yang ini dan mendatang, TELKOM tidak dapat memprediksi secara
buruk pada hasil usaha TELKOM. akurat hasil operasi dan daya saing layanannya. Demikian
pula TELKOM tidak dapat menjamin bahwa teknologi yang
saat ini digunakan tidak akan segera usang atau selalu
mampu mengikuti perkembangan teknologi-teknologi baru
di masa mendatang.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
60 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Risiko Terkait dengan TELKOM
dan Anak Perusahaan

TELKOM BEROPERASI DALAM SUATU lain untuk menyewa tempat dan memanfaatkan menara
INDUSTRI yang HUKUM DAN PERATURANNYA telekomunikasi tanpa diskriminasi.
MENGALAMI REFORMASI SIGNIFIKAN DAN
PERUBAHAN TERSEBUT DAPAT BERDAMPAK Peraturan tersebut akan mengakibatkan alokasi
MERUGIKAN PADA BISNIS TELKOM menara BTS menjadi semakin rumit, yaitu dalam
Peraturan di bidang industri telekomunikasi di Indonesia mendirikan menara baru dan juga untuk tempat
mengandung sejumlah ketidakpastian. Pada dasarnya, yang digunakan bersama, yang dapat menghambat
Undang-Undang Telekomunikasi telah mengatur tentang rencana perkembangan Telkomsel dan TELKOM Flexi.
kerangka utama reformasi industri telekomunikasi, antara Kewajiban untuk berbagi tempat pada menara juga akan
lain liberalisasi industri, pemberian fasilitas untuk masuknya memberikan kerugian kepada para pemimpin pasar dan
operator baru dan perubahan struktur kompetisi. TELKOM mengijinkan pesaing untuk berkembang secara cepat,
melihat adanya ketidakpastian dalam peraturan di bidang terutama di daerah perkotaan karena lokasi baru untuk
telekomunikasi di Indonesia, di antaranya berkaitan dengan menara susah untuk di dapat.
hal-hal berikut:
Contohnya adalah pada tahun 2009, terjadi permasalahan
l Regulasi terkait SLJJ mengenai implementasi dari peraturan ini di Kabupaten
Saat ini, Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk Badung, Bali dimana sejumlah menara yang dimiliki
menyesuaikan jumlah Point of Charging (“POC”) dan oleh penyedia menara dimana perangkat BTS TELKOM
Points of Interconnection (“POI”) antara jaringan ditempatkan, dirubuhkan oleh Pemerintah Daerah
bergerak dan tetap yang akan mengurangi jumlah dikarenakan operator menara tersebut tidak mendapatkan
kode area, oleh karenanya hal ini dapat menimbulkan perpanjangan ijin pendirian menara (IMB). Hal ini telah
risiko pada struktur tarif yang mempunyai dampak mengakibatkan kerugian pada BTS TELKOM pada menara
terhadap bisnis TELKOM. tersebut dan TELKOM harus melakukan pemindahan BTS
tersebut ke menara lain.
l Regulasi atas interkoneksi dan layanan sirkit sewa
Implementasi regulasi interkoneksi berbasis biaya l Eksistensi BRTI
yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada tanggal 5 Undang-undang Telekomunikasi mengijinkan Pemerintah
Februari 2008 menetapkan skema interkoneksi berbasis untuk mendelegasikan wewenang untuk menjalankan,
biaya dengan panduan berbasis formula untuk semua mengawasi dan mengatur sektor telekomunikasi di
operator telekomunikasi. Operator telekomunikasi Indonesia bagi lembaga independen, namun tetap
yang menguasai paling sedikit 25% pangsa pasar berpengaruh dalam merumuskan kebijakan dari industri
seperti TELKOM dan Telkomsel, diwajibkan untuk telekomunikasi di Indonesia. Badan Regulasi Telekomunikasi
menyampaikan DPI setiap tahunnya untuk mendapat Indonesia (BRTI) ditunjuk oleh Pemerintah dan tidak ada
persetujuan dari Pemerintah. Menentukan jenis layanan jaminan bahwa BRTI tidak akan mengambil tindakan yang
interkoneksi dengan tarif yang dikenakan untuk dapat berdampak negatif terhadap bisnis, keuangan,
setiap layanan. Tinjauan tahunan ini memperbolehkan pendapatan operasional atau prospek TELKOM.
Pemerintah untuk menurunkan tarif interkoneksi.
Operator telekomunikasi non-dominan dengan mudah l Eksistensi KPPU
memberi tahu Pemerintah akan tarif yang mereka Komite Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) yang di
kenakan dan dapat menerapkan tarif tersebut kepada masa lalu menyatakan TELKOM melakukan pelanggaran
pelanggan tanpa harus mendapat persetujuan dari atas Undang-Undang nomor 5 tahun 1999, tentang
Pemerintah. Perbedaan perlakuan bagi operator larangan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat,
dominan dan non-dominan dapat meningkatkan telah menjatuhkan denda pada TELKOM. Lihat “Informasi
persaingan, memberikan manfaat bagi operator non- Keuangan Tambahan - Kasus Hukum Material”.
dominan, menciptakan peluang bagi pendatang baru,
memberikan fleksibilitas yang tinggi untuk menetapkan Tidak ada jaminan bahwa KPPU tidak akan memberikan
tarif yang lebih rendah dan menawarkan harga yang sanksi terhadap TELKOM atas aktivitas TELKOM di masa
lebih rendah kepada pelanggan yang dapat memberikan yang akan datang dan tidak ada jaminan bahwa tindakan
dampak negatif terhadap bisnis, kondisi keuangan, KPPU dapat mengakibatkan dampak yang merugikan
hasil usaha dan prospek TELKOM. terhadap bisnis, kondisi keuangan, hasil operasional dan
prospek usaha TELKOM.
l Regulasi terkait penataan penggunaan bersama
infrastruktur, khususnya menara BTS PERSAINGAN DI Sektor Telekomunikasi
Pada tanggal 17 Maret 2008 dan 30 Maret 2009 pemerintah dapat mempengaruhi bisnis telkom
telah mengeluarkan regulasi tentang pembangunan dan Pasar Telekomunikasi Indonesia adalah sangat kompetitif
penggunaan menara BTS bersama. Berdasarkan peraturan dan kompetisi telah berlangsung secara intensif pada
tersebut, pembangunan menara BTS harus mendapat tahun-tahun belakangan, khususnya untuk sektor SLI dan
ijin dari institusi pemerintah terkait dan juga pemerintah SLJJ, seluler, fixed wireless dan data internet.
daerah untuk menentukan penempatan dari menara
dan lokasi tempat menara tersebut dapat didirikan. Pada tanggal 14 September 2007, pemerintah mengeluarkan
Selanjutnya, penyedia telekomunikasi atau penyedia lisensi SLI ke PT Bakrie Telecom, Tbk. yang menggunakan
menara yang merupakan pemilik dari menara tersebut kode akses “009”. Lisensi ini menambah jumlah dari penyedia
dan memiliki kurang dari tiga lisensi sistem atau penyedia layanan SLI menjadi tiga penyedia sampai dengan akhir
menara yang hanya menyewakan kepada satu operator tahun 2009.
diwajibkan untuk mengijinkan operator telekomunikasi

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Risiko Terkait dengan TELKOM 61
dan Anak Perusahaan

Pada bulan Mei 2005, Menkominfo mengeluarkan WiMAX Indonesia, Konsorsium Comtronics Systems dan
ketentuan tentang penggunaan kode akses tiga digit, yang Adiwarta Perdania. Seperti sebelumnya, TELKOM diberi
memungkinkan pelanggan memilih operator SLJJ dan lisensi untuk frekuensi 3,3 GHz dalam tujuh area, Perusahaan
ketentuan ini dimaksudkan untuk mengenalkan kompetisi. memiliki lisensi untuk mengoperasikan akses layanan
broadband nirkabel di 12 area.
Pada bulan Desember 2007, Menkominfo menyusun tahapan
implementasi dari kode akses. TELKOM telah membuka Tekanan kompetitif dapat berdampak negatif pada pangsa
kode akses tiga digit untuk SLJJ pada bulan April 2008 pasar TELKOM dan hasil usaha. Umumnya, TELKOM bersaing
di Balikpapan, dengan berdasarkan persyaratan tertentu dalam tarif, kualitas, jangkauan jaringan, layanan pelengkap
TELKOM diharuskan untuk melaksanakan ketentuan tiga dan layanan pelanggan. Meskipun bisnis seluler dan tidak
digit kode akses tersebut di semua area, sebelum tanggal 27 bergerak nirkabel, telah mampu mempertahankan dan
September 2011. TELKOM juga diwajibkan untuk melaksanakan memperluas pangsa pasar, tidak ada jaminan bahwa TELKOM
akses SLJJ pada layanan telepon tidak bergerak kabel tetap mampu mengikuti persaingan atau mempertahankan
dan/atau layanan telepon tidak bergerak nirkabel, kepada pangsa pasar TELKOM di semua segmen tempat TELKOM
operator telekomunikasi lainnya dalam suatu area, jika beroperasi tanpa pengaruh yang dapat merugikan.
operator lain tersebut mencapai jumlah batas pelanggan yang
dipersyaratkan disuatu area dan setelah BRTI telah melakukan SATELIT TELKOM MEMILIKI RENTANG HIDUP
studi. Pada tanggal 16 Desember 2008, Menkominfo YANG TERBATAS DAN TERDAPAT RISIKO
mengeluarkan lisensi SLJJ kepada PT Bakrie Telecom YANG SUBSTANSIAL UNTUK TELKOM-1 DAN
sehingga meningkatkan jumlah operator SLJJ menjadi tiga. TELKOM-2 KARENA DAPAT MENGALAMI
Sebagai akibat adanya regulasi tersebut, kompetisi telah KERUSAKAN ATAU GANGGUAN layanan
dimulai dan diharapkan dapat meningkatkan layanan SLJJ SELAMA OPERASI BERLANGSUNG DAN
untuk mengakses ke berbagai area. Lihat “Regulasi di Bidang SATELIT KEMUNGKINAN DAPAT HILANG ATAU
Telekomunikasi - Layanan SLJJ dan SLI”. KINERJA YANG BERKURANG YANG DAPAT
MEMBERI DAMPAK MERUGIKAN PADA KONDISI
Layanan telepon tidak bergerak kabel TELKOM telah KEUANGAN, HASIL OPERASI DAN KEMAMPUAN
mengalami penurunan dikarenakan meningkatnya jumlah DALAM MENYEDIAKAN LAYANAN TERTENTU
pemakaian seluler dan layanan telepon tidak bergerak Satelit TELKOM-1 dan TELKOM-2 milik kami memiliki
nirkabel, dengan tarif yang lebih murah. Di samping juga rentang hidup yang terbatas. Sejumlah faktor
adanya peningkatan jumlah pelanggan seluler. TELKOM mempengaruhi rentang hidup dari satelit, termasuk
memperkirakan penurunan pendapatan dari layanan telepon kualitas pembuatannya, daya tahan bagian-bagian
tidak bergerak kabel tersebut akan berlanjut. komponennya, jumlah bahan bakar, kendaraan peluncur
yang digunakan dan cara pemantauan dan pengoperasian
Bisnis telepon tidak bergerak nirkabel juga menghadapi satelit. Satelit dapat mengalami kegagalan sebelum batas
persaingan dari semakin banyaknya operator, termasuk akhir masa operasionalnya dan perbaikan di orbit mungkin
Indosat dan PT Bakrie Telecom, Tbk. serta layanan seluler tidak bisa dilakukan. Meskipun telah mengasuransikan
mobile, SMS, layanan VoIP dan e-mail. Selain itu, usaha satelitnya, namun tidak dapat dipastikan bahwa asuransi
telepon tidak bergerak nirkabel menghadapi kendala belum tersebut akan memberikan penggantian yang memadai.
tersedia frekuensi bandwidth baru dari pemerintah untuk Hilangnya satelit mungkin dapat mengakibatkan dampak
ekspansi, dan di daerah padat penduduk, usaha telepon tidak terhadap kondisi keuangan, hasil operasi dan kemampuan
bergerak nirkabel saat ini menggunakan semua frekuensi untuk menyediakan layanan tertentu, terutama di kawasan
bandwidth yang telah dialokasikan. Akibatnya, perusahaan Indonesia bagian timur yang tergantung pada luasnya
mengalami masalah kapasitas suara telepon tidak bergerak area cakupan satelit untuk jasa telekomunikasi. Sementara
nirkabel serta data dan layanan internet di daerah padat itu, TELKOM telah memulai pengembangan TELKOM-3
penduduk, yang membatasi kemampuan TELKOM bersaing yang memiliki rentang hidup kerja 15 tahun serta kapasitas
di daerah tersebut.

Persaingan dalam pasar seluler dan telepon tidak bergerak


nirkabel masih kuat, dengan operator masing-masing Pasar Telekomunikasi
meluncurkan program pemasaran yang semakin menarik dan
kreatif. Tarif rata-rata terendah yang diakibatkan persaingan Indonesia sangat
kuat dalam pasar seluler telah membawa pada penurunan
ARPU untuk Telkomsel, dengan penurunan ARPU bulanan
kompetitif dan kompetisi
masing-masing Rp80.000 pada tahun 2007, Rp59.000 pada
tahun 2008 dan Rp48.000 pada tahun 2009.
telah berlangsung secara
Setelah menetapkan frekuensi 2,3 GHz dan 3,3Ghz untuk
intensif pada tahun-tahun
layanan BWA, pada 16 Juli 2009 Pemerintah menetapkan
tender untuk akses broadband nirkabel di frekuensi 2,3
belakangan, khususnya
GHz dengan membagi Indonesia menjadi 15 area. TELKOM untuk sektor SLI dan SLJJ,
memperoleh lisensi untuk lima area. Tujuh operator lain yang
berlisensi akses broadband nirkabel adalah Indosat Mega seluler, fixed wireless
Media, Internux, First Media, Jasnita Telekomindo, Berca
Hardayaperkasa, Konsorsium Rahajasa Media Internet dan dan data internet

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
62 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Risiko Terkait dengan TELKOM
dan Anak Perusahaan

transponder lebih tinggi yang akan diluncurkan pada bisnis model TELKOM, pengembangan produk baru,
tahun 2011. Meskipun TELKOM mampu untuk memastikan penyediaan layanan tambahan dan investasi baru dalam
adanya alternatif ketersediaan bandwith satelit, apabila jumlah besar oleh TELKOM.
terjadi kerusakan pada satelit atau kegagalan peluncuran
TELKOM-3, namun demikian mempersiapkan satelit Guna memelihara dan memperkokoh pertumbuhan dari bisnis
tidak lebih efisien dan kemungkinan akan meningkatkan kami dan untuk menghadapi berbagai tantangan di masa
biaya operasi. mendatang, saat ini TELKOM melakukan sebuah transformasi
untuk menjadi bisnis TIME (Telekomunikasi, Informasi,
TELKOM BERKEWAJIBAN MEMENUHI Media dan Edutainment). Transformasi ini terjadi pada saat
STANDAR AKUNTANSI DAN PENGUNGKAPAN yang bersamaan dengan perubahan pada infrastruktur dan
YANG BERLAKU DI INDONESIA, YANG teknologi, organisasi dan budaya TELKOM.
DALAM BEBERAPA HAL SECARA
SIGNIFIKAN BERBEDA DENGAN STANDAR TELKOM menghadapi sejumlah risiko dan tantangan
YANG BERLAKU DI NEGARA LAIN yang mempengaruhi transformasi bisnis dan organisasi.
Kemungkinan terdapat lebih sedikit informasi tentang C o n t o h n ya , p e n g e m b a n g a n d a r i p e n g g a b u n g a n
perusahaan publik Indonesia, termasuk TELKOM, teknologi telepon tidak bergerak nirkabel yang bersaing
dibandingkan dengan apa yang umumnya diungkapkan dengan bisnis seluler anak perusahaan. Apabila TELKOM
o l e h p e r u s a h a a n p u b l i k d i n e g a ra - n e g a ra ya n g gagal untuk menyelaraskan bisnis telepon tidak bergerak
pasar modalnya lebih mapan. Laporan Keuangan nirkabel dan bisnis seluler secara strategis, maka hal
Konsolidasian Perseroan yang telah diaudit disiapkan tersebut akan berdampak negatif terhadap bisnis seluler
atas dasar prinsip akuntansi yang berlaku umum di anak perusahaan.
Indonesia yang dalam beberapa hal terdapat perbedaan
signifikan dari U.S. GAAP. Ringkasan perbedaan antara Selanjutnya, sebagai bagian dari transformasi untuk
Indonesia dan U.S. GAAP dapat dilihat dalam Catatan menjadi bisnis TIME, kami berusaha untuk mengambil
52 dalam Laporan Keuangan Konsolidasian. dan mengembangkan peluang di bisnis new wave yang
tergantung atau mengangkat infrastruktur berbasis
KEMAMPUAN TELKOM UNTUK MEMENUHI internet protocol dan penggabungan berbasis IP
KEBUTUHAN KEUANGAN KRITIKAL DALAM sesuai dengan hasil yang diharapkan. Pada bisnis new
MENDUKUNG PEMBELANJAAN MODAL wave baru, termasuk di dalamnya pita lebar, IT dan
Industri telekomunikasi adalah industri yang padat layanan korporasi dan konten serta peluang-peluang
modal. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan baru di masa mendatang. Pengembangan dari bisnis
pelanggan dan menyediakan layanan dan teknologi baru atau yang sudah ada dalam sebuah lingkungan
yang sebanding dan sesuai dengan operator layanan dengan perubahan teknologi yang pesat membutuhkan
telekomunikasi lainnya, TELKOM harus memperluas investasi modal dan sumber daya yang signifikan serta
dan memodernisasi jaringan, yang akan melibatkan pengembangan dari kompetensi terkait dalam area
investasi modal yang substansial. TELKOM percaya arus yang kami tidak terlalu berpengalaman. Transformasi
kas internal perusahaan, bila tersedia, sangat memadai TELKOM ke bisnis TIME juga membutuhkan langkah-
untuk memenuhi kebutuhan operasi dan perencanaan langkah strategis mengenai merger dan akuisisi, investasi
pembelanjaan modal. Bila kami tidak memiliki dana yang dan divestasi dan pengelolaan dari anak perusahaan
cukup atau tidak mampu mendapatkan penyedia lain atau terkait dengan pencarian peluang-peluang baru untuk
pihak ketiga untuk mendukung pengembangan jaringan, mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan. Jika
jika TELKOM tidak memiliki cukup dana internal atau TELKOM sebagai perusahaan menggunakan sumber
tidak dapat memperoleh pembiayaan pihak ketiga atau daya manusia dan modal secara tidak efektif dan tidak
dari pemasok untuk pemenuhan pembelanjaan modal efisien, gagal dalam memberikan pelatihan yang cukup
yang sudah direncanakan, atau membiayai pengeluaran kepada karyawan dan mengembangkan kompetensi
melalui pengaturan pembiayaan lainnya, perusahaan yang dibutuhkan, atau melakukan integrasi akuisisi
dapat mengalami keterlambatan atau penundaan sebagian baru ke dalam kegiatan operasional, maka TELKOM
belanja modal. Hal ini dapat mencegah perusahaan untuk akan mengalami kerugian.
meningkatkan kapasitas jaringan yang memadai dan pada
akhirnya dapat memberikan dampak buruk terhadap Selanjutnya, pengembangan produk dan layanan baru
pendapatan dan pertumbuhan TELKOM. akan membutuhkan biaya yang tinggi dan mungkin akan
menambah jumlah pesaing ke dalam pasar. TELKOM
KEGAGALAN KAMI DALAM MENGANTISIPASI t i d a k d a p a t m e m p re d i k s i s e c a ra a ku ra t d a m p a k
PERUBAHAN TEKNOLOGI ATAU dari perubahan teknologi yang sedang berkembang
MEMPENGARUHI TRANSFORMASI BISNIS DAN dan untuk di masa mendatang terhadap kegiatan
ORGANISASI DAPAT MEMBERIKAN DAMPAK operasional kami atau daya saing dari layanan kami.
NEGATIF TERHADAP USAHA TELKOM TELKOM tidak dapat menjamin bahwa teknologi tidak
Industri telekomunikasi ditandai dengan perubahan akan menjadi usang atau mendapat persaingan dari
teknologi yang cepat dan signifikan. Penggabungan teknologi di masa mendatang, atau TELKOM dapat
dari teknologi, perkembangan di masa mendatang atau memperoleh teknologi dan kompetensi baru yang
aplikasi dari teknologi, layanan, standar baru atau sebagai dibutuhkan untuk bersaing dalam kondisi yang telah
alternatif akan membutuhkan perubahan signifikan pada berubah dan sesuai dengan ketentuan bisnis.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Risiko Terkait dengan TELKOM 63
dan Anak Perusahaan

3,3Ghz
TELKOM
mendapatkan
lisensi BWA 3,3
Ghz di 7 zona

Apabila TELKOM tidak berhasil untuk merubah diri dan yang bersumber dari perusahaan atau orang yang
mengikuti perkembangan teknologi, maka kinerja usaha bertindak atas nama perusahaan secara keseluruhan
perusahaan, daya saing, kepuasan pelanggan dan citra dapat merujuk pada risiko-risiko ini.
perusahaan akan terpengaruh secara negatif.
TELKOM BERDOMISILI DI INDONESIA
“FORWARD-LOOKING STATEMENT” DAN PARA INVESTOR MUNGKIN TIDAK
MENGANDUNG UNSUR PROYEKSI BISA MELAKUKAN PROSES HUKUM ATAU
YANG MUNGKIN TIDAK TEPAT MEMAKSAKAN DIKENAKANNYA VONIS
Laporan Tahunan ini menyertakan beberapa forward- PENGADILAN AMERIKA SERIKAT PADA TELKOM
looking statement, termasuk pernyataan tentang TELKOM adalah badan hukum berbentuk Perseroan
target dan proyeksi TELKOM saat ini dalam rangka Terbatas yang berkedudukan hukum di Indonesia, yang
meningkatkan kinerja operasi dan prospek bisnis masa menjalankan usaha sesuai kerangka hukum Indonesia
mendatang. Kalimat seperti: “yakin”, “ekspektasi”, yang berlaku bagi perusahaan publik. Dewan Komisaris
“antisipasi”, “estimasi”, “proyeksi”, dan kata lain yang dan Direksi bertempat tinggal di Indonesia dan sebagian
sejenis merupakan forward-looking statement. Selain besar dari aset yang bersangkutan berada di luar Amerika
itu, seluruh pernyataan selain pernyataan yang bersifat Serikat. Oleh karena itu, dimungkinkan bahwa investor
fakta historis yang tercantum dalam dokumen ini adalah tidak dapat mengajukan proses hukum atau menerapkan
forward-looking statement. Pernyataan-pernyataan ini suatu penafsiran terhadap Perseroan atau pribadi yang
merupakan ekspektasi perusahaan. Meskipun TELKOM bersangkutan di Amerika Serikat termasuk penafsiran
meyakini ekspektasi yang tertuang dalam forward- berdasarkan undang-undang pasar modal U.S. Federal
looking statement bersifat wajar (reasonable), namun atau peraturan pasar modal negara bagian di Amerika
TELKOM tidak dapat menjamin bahwa ekspektasi akan Serikat, atau berdasarkan hukum lain atau bentuk lain
terbukti kebenarannya. Pernyataan tersebut mengandung dari peradilan Amerika Serikat.
sejumlah risiko dan ketidakpastian, termasuk perubahan
ekonomi, lingkungan sosial dan politik di Indonesia dan TELKOM telah memperoleh rekomendasi dari penasihat
risiko lain yang dijelaskan di ”Faktor Risiko”. Seluruh hukumnya bahwa vonis yang diputuskan di pengadilan-
forward-looking statement baik tertulis maupun lisan p e n g a d i l a n A m e r i ka S e r i ka t , te r m a s u k s e j u m l a h

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
64 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Pengungkapan Kuantitatif
dan Kualitatif Atas Risiko Pasar

vonis yang ditetapkan berdasarkan undang-undang suku bunga. Perusahaan tidak dapat memperkirakan
pasar modal federal Amerika Serikat tidaklah bisa apakah kondisi tersebut akan berlanjut selama tahun
diberlakukan di pengadilan-pengadilan Indonesia, 2010 atau sesudahnya.
meskipun vonis-vonis tersebut dapat dimasukkan
sebagai bukti non-conclusive dalam proses hukum Risiko Nilai Tukar
di pengadilan Indonesia. Tidak terlalu jelas apakah Eksposur Perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar
pengadilan Indonesia akan mengambil keputusan atas terutama disebabkan oleh kewajiban hutang jangka
perkara tersebut sesuai dengan hukum pasar modal panjang dan piutang dan hutang yang dibayarkan
Amerika Serikat. Akibatnya para pemegang ADS atau melalui pencairan program pinjaman Pemerintah.
saham biasa akan diharuskan mengajukan tuntutan Kewajiban jangka panjang, piutang dan kewajiban yang
pada TELKOM atau para Komisaris dan Direksi di didenominasikan dalam Dolar AS, Yen Jepang, Euro, Dolar
pengadilan Indonesia. Singapura dan Pound Sterling Inggris. Untuk mengetahui
uraian mengenai aset dan kewajiban Perusahaan dalam
mata uang asing dijelaskan dalam Catatan 49 pada
PENGUNGKAPAN KUANTITATIF DAN Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan. Sebagian
KUALITATIF ATAS RISIKO PASAR dari kewajiban ini kemungkinan akan dikompensasi
Umum d e n g a n ke n a i ka n n i l a i d e p o s i to b e r j a n g ka ya n g
Pe r u s a h a a n m e m i l i k i r i s i ko p a s a r ya n g terutama didenominasikan dalam mata uang asing dan kenaikan
ditimbulkan oleh perubahan nilai tukar mata uang asing, nilai piutang usaha dalam mata uang asing. Informasi
suku bunga dan risiko harga ekuitas yang berpengaruh mengenai instrumen dan transaksi yang sensitif terhadap
terhadap perusahaan. Perusahaan secara umum tidak nilai tukar mata uang asing, termasuk kewajiban hutang
melakukan lindung-nilai terhadap kewajiban jangka dalam Dolar AS, Euro, Dolar Singapura, Pound Sterling
panjang dalam mata uang asing tetapi melakukan lindung- Inggris dan Yen Jepang dan deposito berjangka serta
nilai terhadap kewajiban untuk tahun berjalan. Posisi per hutang usaha dan piutang Perusahaan.
31 Desember 2009, deposito berjangka kami dalam mata
uang asing mencapai 35% dari kewajiban jangka pendek Informasi yang disajikan dalam tabel berikut didasarkan
dalam mata uang asing. Eksposur Perusahaan terhadap pada asumsi kurs jual dan beli Dolar AS dan mata uang
risiko suku bunga dikelola dengan mempertahankan lainnya, yang dikutip dari Reuters pada tanggal 31 Desember
kombinasi antara tingkat suku bunga tetap dan variabel 2009, untuk aset dan kewajiban moneter. Kurs beli dan
kewajiban dan aset, termasuk aset dengan tingkat suku jual posisi per 31 Desember 2009 masing-masing sebesar
bunga tetap jangka pendek. Eksposur perusahaan terhadap Rp9.420 dan Rp9.430 terhadap US$1. Namun, kami yakin
risiko pasar berfluktuasi sepanjang tahun 2007, 2008 dan asumsi ini dan informasi yang digambarkan dalam tabel
2009 seperti terjadi pada ekonomi Indonesia yang telah berikut mungkin dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk
terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah dan tingkat fluktuasi atau depresiasi Rupiah dimasa depan.

Komisaris Utama dan Direktur Utama TELKOM sesaat setelah penandatanganan kerja sama dengan Orange, perusahaan telekomunikasi dari Perancis

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Pengungkapan Kuantitatif 65
dan Kualitatif Atas Risiko Pasar

Tabel Risiko Nilai Tukar


Saldo per Jatuh Tempo
31 Desember 2009

Mata Uang Setara Rp 2010 2011 2012 2013 2014 Nilai


Asing (Rupiah setelahnya Wajar
(dalam dalam
jutaan) jutaan)
(Rupiah dalam jutaan)

ASET
Kas dan Setara Kas
Dolar AS 185,71 1.747.751 - - - - - - 1.747.751
Euro 38,35 518.321 - - - - - - 518.321
Dolar Singapura 0,24 1.599 - - - - - - 1.599
Yen Jepang 0,22 22 - - - - - - 22
Ringgit Malaysia 0,03 95 95
Investasi Sementara
Dolar AS 7,52 70.834 - - - - - - 70.834
Piutang Usaha
Piutang usaha yang
mempunyai
hubungan istimewa
Dolar AS 2,78 26.198 26.198
Pihak Ketiga - - - - - -
Dolar AS 66,64 627.487 627.487
Dolar Singapura - 4 - - - - - - -
Piutang lain-lain - - - - - -
Dolar AS 0,64 5.994 - - - - - - 5.994
Dolar Singapura 0,01 90 - - - - - - 90
Pound Sterling Inggris 0,06 916 916
Euro 0,01 198 - - - - - - 198
Aset lancar lainnya - - - - - -
Dolar AS 0,67 6.318 6.318
Uang muka dan aset tak
lancar lainnya
Dolar AS 2,55 23.935 - - - - - - 23.935
Rekening Escrow - - - - - -
Dolar AS 4,67 44.004 44.004
KEWAJIBAN
Hutang usaha yang
mempunyai
hubungan istimewa
Dolar AS 6,81 63.981 63.981
Pihak Ketiga
Dolar AS 453,80 4.268.114 - - - - - - 4.268.114
Euro 18,04 243.667 243.667
Dolar Singapura 1,55 10.377 - - - - - - 10.377
Pound Sterling Inggris 0,06 873 - - - - - - 873
Yen Jepang 0,51 52 - - - - - - 52
Franc Swiss - 15 - - - - - - 15
Ringgit Malaysia 0,55 1.501 - - - - - - 1.501
Hutang lain-lain
Dolar AS 0,05 515 515
Beban yang masih harus
dibayar
Dolar AS 10,55 99.468 99.468
Yen Jepang 41,09 4.199 - - - - - - 4.199
Uang Muka dari
Pelanggan dan
Pemasok
Dolar AS 1,14 10.748 - - - - - - 10.748
Hutang jangka Panjang(1)
Dolar AS 266,50 2.513.002 1.183.553 365.186 181.655 178.073 178.073 426.462 2.454.083

Yen Jepang 11.518,47 1.177.186 78.479 78.479 78.479 78.479 78.479 784.791 1.147.252

(1) Hutang jangka panjang dalam tabel terdiri dari pinjaman dalam mata uang asing, pinjaman penerusan (two step loans), kewajiban penggabungan usaha, pinjaman bank jangka panjang,
obligasi dan wesel bayar yang masing-masing termasuk kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
66 Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Pengungkapan Kuantitatif
dan Kualitatif Atas Risiko Pasar

Risiko TINGKAT Suku Bunga tiga bulan penempatan yang berdampak pada posisi per 31
Eksposur Perusahaan terhadap fluktuasi tingkat suku Desember 2009 yang dilakukan oleh bank tempat deposito
bunga terutama berasal dari suku bunga mengambang tersebut disimpan; (ii) tingkat suku bunga variabel yang
atas hutang jangka panjang. Risiko ini ini terkait dengan didenominasikan untuk kewajiban jangka panjang yang
pinjaman dalam program pinjaman Pemerintah yang dihitung per 31 Desember 2009 berdasarkan syarat-
telah digunakan untuk membiayai pengeluaran modal syarat kontraktual tingkat suku bunga yang menggunakan
(capital expenditure) Perusahaan. Beban bunga mengacu tingkat suku bunga rata-rata selama enam bulan dan
pada tingkat yang diterapkan untuk mata uang Rupiah di atas Sertifikat Bank Indonesia berjangka waktu tiga
berdasarkan pada rata-rata enam bulan untuk Sertifikat bulanan atau rata-rata deposito berjangka waktu tiga
Bank Indonesia (“SBI”) tiga bulanan ditambah 1% atau bulan yang dibebankan oleh kreditur. (iii) tingkat suku
berdasarkan suku bunga mengambang yang dibebankan bunga tetap atas deposito dalam Dolar AS berdasarkan
oleh kreditur ditambah 5,25% dan untuk hutang dalam mata tingkat suku bunga rata-rata untuk penempatan tiga
uang non-Rupiah berdasarkan suku bunga mengambang bulan oleh berbagai institusi pinjaman tempat deposito
yang dibebankan oleh kreditur ditambah 0,5%. Lihat Catatan tersebut disimpan untuk posisi per 31 Desember 2009,
18 pada Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan. dan (iv) nilai sekuritas yang diperdagangkan didasarkan
pada nilai sekuritas tersebut untuk posisi per 31 Desember
Instrumen aktual arus kas didenominasikan dalam 2009. Namun demikian, asumsi ini dapat berubah di masa
Rupiah, Dolar AS, Euro dan Yen Jepang, sebagaimana depan. Asumsi tersebut berbeda dari tingkat suku bunga
ditunjukkan dalam tabel. Informasi yang tersaji dalam yang digunakan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian
tabel ditentukan berdasarkan asumsi sebagai berikut: (i) Perusahaan; oleh karena itu jumlah yang disajikan dalam
suku bunga tetap atas deposito berjangka dalam Rupiah tabel mungkin dapat berbeda dari jumlah yang disajikan
berdasarkan suku bunga rata-rata yang dibebankan untuk dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan.

Tabel Risiko Tingkat Suku Bunga


Saldo per 31 Desember 2009 Jatuh Tempo
Mata Uang Setara Rp Suku Bunga 2010 2011 2012 2013 2014 setelahnya Nilai
Asing (Rp dalam (%) Wajar
(dalam jutaan)
jutaan)
(Rp dalam jutaan)
ASET
Suku Bunga
Tetap
Kas dan Setara
Kas
Deposito
berjangka
Rupiah
Pokok
Pinjaman - 4.998.647 - 4.998.647 - - - - - 4.998.647
Bunga - - - - - - - - - -
Dolar AS
Pokok
Pinjaman 172,21 1.620.614 - 1.620.614 - - - - - 1.620.614
Bunga - - - - - - - - - -
Euro
Pokok
Pinjaman 35,77 483.243 - 483.243 - - - - - 483.243
Bunga - - - - - - - - - -
Dolar Singapura
Pokok
Pinjaman - - - - - - - - - -
Bunga - - - - - - - - - -
Investasi
Sementara
Tersedia
untuk Dijual
Rupiah - 288.673 - 288.673 - - - - - 288.673
Dolar AS 7,52 70.834 - 70.834 - - - - - 70.834
KEWAJIBAN
Pinjaman Bank
Jangka
Pendek

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia/Pengungkapan Kuantitatif 67
dan Kualitatif Atas Risiko Pasar

Saldo per 31 Desember 2009 Jatuh Tempo


Mata Uang Setara Rp Suku Bunga 2010 2011 2012 2013 2014 setelahnya Nilai
Asing (Rp dalam (%) Wajar
(dalam jutaan)
jutaan)
(Rp dalam jutaan)
Suku Bunga
Variabel
Rupiah
Pokok
Pinjaman - 43.850 - 43.850 - - - - - 43.850
Bunga - 3.877 13 3.877 - - - - - -
Suku Bunga
Tetap
Rupiah
Pokok
Pinjaman - - - - - - - - - -
Bunga - - - - - - - - - -
Hutang jangka
panjang(1)
Suku Bunga
Variable
Rupiah
Pokok
Pinjaman - 17.634.511 - 5.771.997 4.203.479 2.886.351 2.799.271 1.531.354 442.059 16.546.532
Bunga - 3.790.326 9 1.506.212 987.680 644.431 368.620 122.777 160.606 -
Dolar AS
Pokok
Pinjaman 0,46 4.295 - 1.718 1.718 859 - - - 4.175
Bunga - 192 3 115 64 13 - - - -
Suku Bunga
Tetap
Rupiah
Pokok
Pinjaman - 567.943 - 488.050 52.093 27.800 - - - 563.367
Bunga - 60.570 15 52.635 5.483 2.452 - - - -
Dolar AS
Pokok
Pinjaman 259,89 2.450.853 - 1.136.845 353.327 178.073 178.073 178.073 426.462 2.449.909
Bunga - 359.115 6 125.669 64.448 50.424 39.519 28.755 50.300 -
Yen Jepang
Pokok
Pinjaman 11.518,47 1.177.186 - 78.479 78.479 78.479 78.479 78.479 784.791 1.147.252
Bunga - 282.931 3 35.879 33.447 31.101 28.581 26.148 127.775 -
Rupiah (Sewa
Guna Usaha)
Pokok
Pinjaman - 302.393 - 107.170 96.703 69.838 25.962 2.720 - -
Bunga - 92.701 0,1-0,25 48.816 29.634 11.942 2.201 108 - -
Dolar AS (Sewa
Guna Usaha)
Pokok
Pinjaman 6,15 57.854 - 44.990 10.141 2.723 - - - 57.854
Bunga - 0,29 0,02-0,06 0,22 0,06 0,01 - - - -

(1) Hutang jangka panjang terdiri dari pinjaman yang dikenakan bunga; yaitu pinjaman penerusan (two step loans), wesel bayar dan obligasi, nilai perolehan penggabungan usaha yang
ditangguhkan dan hutang bank jangka panjang, masing-masing termasuk kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun.

Risiko Harga Ekuitas


Investasi jangka panjang Perusahaan terutama terdiri dari hak minoritas pada ekuitas dari perusahaan swasta Indonesia.
Kinerja keuangan perusahaan tersebut dapat dipengaruhi oleh fluktuasi kondisi ekonomi makro dan sosial seperti tingkat
kegiatan ekonomi, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang lain, laju inflasi dan tingkat suku bunga.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
68 Tinjauan Operasional TELKOM 2009

Tinjauan Operasional
TELKOM
2009
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Tinjauan Bisnis 69

TINJAUAN BISNIS

Umum
TELKOM adalah penyedia utama terbesar layanan telekomunikasi
sambungan telepon tidak bergerak di Indonesia. Kami merupakan
pemegang saham mayoritas Telkomsel, yang merupakan operator
telepon seluler terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah pelanggan
dan total pendapatan.

TELKOM juga menyediakan beragam layanan telekomunikasi telepon lokal, sambungan langsung jarak jauh (“SLJJ”)
lainnya termasuk layanan interkoneksi, jaringan, data dan dan internasional, dan layanan telekomunikasi lain (seperti
internet. TELKOM melaporkan pendapatan dalam kategori sirkit langganan, teleks, transponder, satelit dan Very Small
sebagai berikut: Aperture Terminal-VSAT) sebagai jasa pelengkapnya.
Segmen sambungan nirkabel tidak bergerak menyediakan
l Telepon tidak bergerak (yang terdiri dari telepon tidak layanan telepon lokal dan SLJJ berbasis CDMA di samping
bergerak kabel dan tidak bergerak nirkabel) dan termasuk layanan telekomunikasi lain yang menggunakan pesawat
sambungan telepon internasional; telepon nirkabel dengan mobilitas terbatas di dalam kode
l Seluler; area setempat. Segmen seluler menyediakan layanan
l Interkoneksi; telekomunikasi dasar, terutama layanan telekomunikasi
l Jaringan; telepon seluler. Segmen operasi lainnya yang tidak mewakili
l Data, internet dan jasa teknologi informasi; lebih dari 10% dari pendapatan TELKOM disajikan sebagai
l Pola Bagi-Hasil (“PBH”); dan “lain-lain”. Segmen tersebut terdiri dari layanan direktori
l Layanan lain (termasuk pendapatan dari layanan telepon dan layanan pengelolaan gedung.
direktori telepon dan pengelolaan gedung).
Pada tahun 2009, tidak ada satu pelanggan pun, selain
Untuk tujuan pelaporan segmen, Kami memiliki empat pelanggan interkoneksi, dan Departemen serta Instansi
segmen: sambungan kabel tidak bergerak, sambungan Pemerintah, yang menyumbangkan lebih dari 1% dari jumlah
nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lain-lain. Segmen pendapatan usaha. Bisnis TELKOM tidak memiliki bisnis
sambungan kabel tidak bergerak menyediakan layanan musiman yang signifikan.

Kami memiliki empat


segmen: sambungan
kabel tidak bergerak,
sambungan nirkabel
tidak bergerak,
seluler, dan lain-lain
70 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Tinjauan Bisnis

Layanan Telepon Tidak Bergerak pelanggan yang memerlukan layanan mobile data. Di
Layanan telepon tidak bergerak terutama terdiri dari samping harga yang terjangkau tersebut, layanan ini juga
lokal dan SLJJ. TELKOM adalah penyedia utama layanan dapat dipergunakan di seluruh kota di Indonesia yang
sambungan telepon tidak bergerak di Indonesia. terlayani oleh cakupan TELKOMFlexi.

a. Layanan Telepon Tidak Bergerak Kabel Pada bulan September 2009, menyambut bulan Ramadhan,
Pelanggan telepon tidak bergerak kabel membayar TELKOM meluncurkan terminal handset baru dengan nama
s a t u k a l i b i aya p a s a n g b a r u , b i aya l a n g g a n a n FlexiMuslim, yang menyediakan aplikasi Quran dan akses
bulanan dan biaya pemakaian untuk layanan lokal, terhadap konten-konten islami, seperti pembelajaran
sambungan langsung jarak jauh, dan internasional. pembacaan Al-quran, arah kiblat, dan waktu adzan sholat.
Selain itu, pelanggan disediakan sejumlah fitur yang Selain itu, Flexi muslim juga dibuat untuk memenuhi
mempunyai nilai tambah, seperti pesan-suara atau permintaan pelanggan terhadap telepon genggam yang
(voicemail) dan layanan informasi, serta tagihan memiliki kemampuan layanan multitasking.
dan bantuan direktori.
c. Layanan Seluler
Sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mengelola TELKOM menyediakan layanan telepon seluler melalui
cabutan (churn) pelanggan telepon tidak bergerak kabel, Telkomsel yang 65% sahamnya dimiliki oleh TELKOM.
pada tahun 2009 TELKOM meluncurkan”fixed business Pada tahun 2009, pelanggan seluler Telkomsel (prabayar
improvement program”, promosi ini menawarkan kepada dan pascabayar) meningkat 25% dari 65,3 juta pada
pelanggan telepon tidak bergerak kabel berupa paket akhir tahun 2008 menjadi 81,6 juta pada akhir 2009.
pembayaran tetap bulanan untuk panggilan lokal dan Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Telkomsel
SLJJ sampai dengan jumlah panggilan tertentu. Paket dari berbagai sumber, Telkomsel memperkirakan
biaya tetap ini ditawarkan oleh TELKOM kepada setiap pangsa pasarnya di Indonesia mencapai 49% sampai
pelanggan berdasarkan sejarah jumlah pemakaian dengan posisi tanggal 31 Desember 2009, sementara
pelanggan dimaksud. pada posisi tanggal 31 Desember 2008 diperkirakan
sebesar 47%.
b. Layanan Telepon Tidak Bergerak Nirkabel
Dengan menggunakan teknologi telepon tidak bergerak Telkomsel menyediakan layanan seluler GSM dan
nirkabel berbasis-CDMA yang meminimalisir kebutuhan 3G di Indonesia dengan jaringan sendiri dan secara
untuk menggelar kabel sehingga memungkinkan internasional melalui jaringan yang dioperasikan oleh
pengembangan jaringan telepon dengan cepat dan 380 mitra roaming internasional di 197 negara pada
mengurangi belanja modal per sambungan, TELKOM akhir tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2009,
menawarkan layanan telepon tidak bergerak nirkabel Telkomsel memiliki jaringan terbesar dibandingkan
berbasis-CDMA dengan mobilitas terbatas (di dalam dengan operator-operator seluler lainnya di Indonesia,
kode area lokal) “TELKOMFlexi” untuk pesawat telepon yang menjangkau hingga lebih dari 95% dari total
tidak bergerak dan genggam. Pelanggan TELKOMFlexi populasi Indonesia, termasuk seluruh kota/kabupaten
dapat menikmati semua fitur seperti yang ditawarkan di Indonesia dan seluruh kecamatan di Jawa, Bali, Nusa
oleh layanan seluler, kecuali untuk roaming ke kode area Tenggara, dan Sumatera.
lain serta roaming internasional.
Telkomsel menyediakan pilihan layanan pascabayar
Pelanggan TELKOMFlexi dapat memilih layanan ke p a d a p e l a n g g a n n ya d e n g a n m e re k d a g a n g
pascabayar atau prabayar. Pelanggan pascabayar “kartuHALO”, demikian juga dengan layanan prabayar
membayar biaya aktivasi satu kali, biaya langganan dengan merek dagang “simPATI” dan “Kartu As”.
bulanan dan biaya pemakaian untuk layanan lokal, SLJJ, Pada bulan Maret 2007, Telkomsel meluncurkan
dan internasional. Biaya-biaya ini secara umum sama HALOhybrid, produk pascabayar yang menawarkan
seperti yang dikenakan kepada pelanggan sambungan layanan pascabayar dan prabayar dalam satu kartu
telepon tidak bergerak kabel. SIM. Pelanggan HALOhybrid dapat menikmati manfaat
kartu ini karena dapat secara bebas menentukan batas
Pelanggan TELKOMFlexi dapat memanfaatkan sejumlah penggunaan bulanan (mulai dari Rp100.000 sampai
fitur bernilai tambah, termasuk SMS, protokol aplikasi Rp3.000.000), tarif yang fleksibel, dapat diisi ulang
nada dering, pesan suara dan layanan informasi seperti (ketika pelanggan telah mencapai batas penggunaan),
tagihan, bantuan direktori, dan layanan konten lainnya. SMS gratis, dan pemantauan penggunaan. Pada bulan
Pendapatan dari layanan-layanan ini dilaporkan sebagai Agustus 2009, Telkomsel menawarkan program
“Layanan Internet dan Data”. bebas (dari menit ke-6 sampai menit ke-10), setelah
pemakaian lima menit untuk penggunaan antar sesama
Pada bulan Juli 2009, untuk merespon permintaan pasar pelanggan pascabayar Telkomsel, dengan pengenaan
akan akses internet tanpa batas, TELKOM meluncurkan yang berulang.
“FlexiNet Unlimited” yang memungkinkan pelanggan
melakukan akses internet tanpa batas, hanya dengan Pada bulan Mei 2008, Telkomsel menjadi operator
membayar Rp2.500 per hari, Rp15.000 per minggu atau pertama di Asia Tenggara yang memperkenalkan layanan
Rp50.000 per bulan. FlexiNet Unlimited difokuskan untuk Blackberry® prabayar. Aktivasi via SMS diluncurkan pada

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Tinjauan Bisnis 71

saat yang sama, sebagai yang pertama kali di dunia. Sampai dengan akhir tahun 2009, pelanggan Blackberry® telah
mencapai jumlah 250.000. Pada bulan September 2009, Telkomsel menawarkan paket tak terbatas untuk pelanggan
kartuHALO yang menggunakan layanan TelkomselFlash. Tabel berikut menyajikan paket promosi TelkomselFlash:

Tabel Modem Gratis untuk Paket Unlimited


Paket Tarif Bulanan Kecepatan Akses Batas Penggunaan Batas Kecepatan Berlaku Untuk

sampai dengan 256 sampai dengan 64


Basic
Rp250.000 Kbps 500 MB Kbps

sampai dengan 512 sampai dengan 64


Advance kartuHALO
Rp350.000 Kbps 1 GB Kbps

sampai dengan 3,6 sampai dengan 128


Pro
Rp525.000 Mbps 2 GB Kbps

Tabel Paket Unlimited


Paket Tarif Bulanan Kecepatan Akses Batas Penggunaan Batas Kecepatan Berlaku Untuk

sampai dengan sampai dengan


Basic
Rp125,000 256 Kbps 500 MB 64 Kbps

sampai dengan sampai dengan


Advance kartuHALO
Rp225.000 512 Kbps 1 GB 64 Kbps

sampai dengan sampai dengan


Pro
Rp400.000 3,6 Mbps 2 GB 128 Kbps

Pada bulan Mei 2009, Telkomsel menawarkan tarif


promosi untuk penggunaan layanan SLI TELKOM (SLI Pada bulan Mei 2008,
007). Dengan menekan 007 (kode negara) (kode
area) (nomor tujuan) dari telepon genggam mereka, Telkomsel menjadi
pelanggan Telkomsel dapat menikmati tarif khusus.
operator pertama di
Pada bulan Agustus 2009, Telkomsel memperkenalkan
program baru bagi pelanggan HALOhybrid yang
Asia Tenggara yang
berlaku untuk jangka waktu dari 5 Agustus 2009
sampai dengan 31 Januari 2010. Program baru
memperkenalkan
dimaksud adalah gratis pemakaian selama 5 menit
(dari menit ke-6 menuju menit ke-10) bagi pelanggan
layanan Blackberry®
pascabayar (sesama Telkomsel), dan berulang untuk prabayar. Aktivasi via
pemakaian 5 menit berikutnya.
SMS diluncurkan pada
Pada bulan September 2009, Telkomsel menawarkan
p ro g ra m p ro m o s i h a r i a n ya n g d i ke n a l d e n g a n saat yang sama, sebagai
simPATI Talk Mania dimana, pelanggan simPATI dapat
menikmati gratis panggilan selama 1 jam dengan yang pertama kali di
hanya membayar hanya Rp2.000 atau Rp3.000 yang
berlaku dari jam 01.00 sampai dengan jam 17.00. dunia. Sampai dengan
Pada bulan November 2009, dengan adanya tambahan akhir tahun 2009,
spektrum frekuensi 5MHz, Telkomsel meluncurkan Flash
generasi baru bersamaan dengan peningkatan teknologi
pelanggan Blackberry®
jaringan dari HSDPA 7,2 Mbps menjadi teknologi
HSPA+ dengan kecepatan hingga 21 Mbps. Teknologi
telah mencapai
ini memungkinkan pelanggan mendapatkan kecepatan
akses internet maksimum dan bonus lainnya.
jumlah 250.000

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
72 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Tinjauan Bisnis

Telkomsel juga meluncurkan paket perdana simPATI edisi baru dengan sebutan Kerja Sama Operasi (“KSO”)
simPATI M@X pada bulan November 2009, yang menggantikan simPATI PeDe Sejak akuisisi mitra KSO terakhir,
dengan menawarkan bonus menarik yang bernilai lebih dari Rp100.000. Dengan yaitu KSO VII pada bulan Oktober
harga pemakai akhir Rp10.000, preloaded credit, bonus isi ulang (minimum 2006, TELKOM menghentikan kerja
Rp20.000) serta bonus-bonus lainnya. sama operasi dengan mitra KSO.

Pada bulan Desember 2009, Tekomsel memperkenalkan Kartu As edisi baru Layanan Interkoneksi
yang menawarkan berbagai layanan bagi pelanggan dengan cara mengetik TELKOM menerima pendapatan
nomor akses *100#. Pelanggan dikenakan tarif Rp1.000 per layanan, seperti dari operator telekomunikasi lain
“Menelepon kapan saja”, “Bicara 30 menit” (ke sesama pelanggan Telkomsel), yang menyediakan layanan telepon
50 atau 500 SMS ke sesama pelanggan Telkomsel (tergantung waktunya), Akses tidak bergerak, seluler, sambungan
data Internet 50Kb, Facebook & chatting seharian, Panggilan Internasional langsung internasional, dan layanan
(VoIP 01052) untuk pemakaian 5 menit, dan lain-lain. lain yang berinterkoneksi dengan
jaringan TELKOM.
Pada bulan September 2006, Telkomsel meluncurkan layanan 3G di Jakarta
untuk para pelanggan pascabayar dan prabayarnya. Layanan ini memberikan Pada bulan Desember 2006,
berbagai fitur termasuk video calls, mobile television, mobile download dan akses sebagai hasil dari pelaksanaan
data berkecepatan tinggi. Inovasi lain adalah layanan video surveillance dan pola interkoneksi berbasis-biaya,
layanan pemantauan lalu-lintas yang memungkinkan penggunanya memantau T ELKOM m e l a ku ka n p e r u b a h a n
berbagai hal pada telepon genggam mereka, seperti memantau kondisi lalu pada seluruh perjanjian interkoneksi
lintas jalan di lokasi tertentu, suatu obyek atau suatu acara yang ditentukan d e n g a n p a ra o p e rato r j a r i n g a n
sebelumnya, dan lain-lain. domestik lainnya dan menyesuaikan
dengan pola interkoneksi berbasis
Tabel berikut ini menunjukkan angka-angka pelanggan Telkomsel pada periode biaya. Perubahan ini berlaku pada
tertentu: t a n g g a l 1 J a n u a r i 2 0 0 7. P a d a
bulan Desember 2007, TELKOM
d a n s e l u r u h o p e ra t o r j a r i n g a n
menandatangani kesepakatan
Tabel Angka-Angka Pelanggan Telkomsel interkoneksi baru yang mengganti
Untuk tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember, s e l u r u h p e r j a n j i a n i n te r ko n e k s i
2007 2008 2009(1)
antara TELKOM dengan operator
jaringan lain, termasuk amandemen
Pelanggan Seluler yang ditandatangani pada bulan
Desember 2006. Kesepakatan baru
kartuHALO (Pascabayar) 1.913.130 1.940.372 2.034.693
ini menekankan persyaratan DPI
simPATI (Prabayar) 23.985.823 43.032.744 57.992.556 TELKOM. Pada tanggal 5 Februari
Kartu As (Prabayar) 21.991.186 20.326.875 21.616.283 2008, Pemerintah mengeluarkan
regulasi yang mengatur penyesuaian
Deaktivasi(2) tarif mengacu pada tarif interkoneksi
kartuHALO (Pascabayar) 355.839 445.981 418.100 berbasis biaya yang diperkenalkan
p a d a t a n g g a l 1 J a n u a r i 2 0 0 7.
simPATI (Prabayar) 36.417.396 39.156.518 45.500.291
Berdasarkan regulasi itu, TELKOM
Kartu As (Prabayar) 26.906.156 27.958.772 24.229.934 dan Telkomsel bersama 10 penyedia
Rata-rata Bulanan Tingkat churn(3)
layanan telekomunikasi lainnya di
Indonesia wajib menyesuaikan tarif
kartuHALO (Pascabayar) 1,70% 2% 2% interkoneksi sesuai skema baru paling
simPATI (Prabayar) 13,80% 10% 7% lambat 1 April 2008. Pada tanggal 11
April 2008, Pemerintah menyetujui
Kartu As (Prabayar) 12,80% 11% 10%
DPI dari operator dominan (operator
ARPU(4) yang memiliki pangsa pasar
sedikitnya 25%), termasuk TELKOM
kartuHALO (Pascabayar) (Rp’000) 264 216 214
dan Telkomsel, untuk mengganti
simPATI (Prabayar) (Rp’000) 84 63 48 DPI yang sebelumnya. Kami tidak
Kartu As (Prabayar) (Rp’000) 57 37 31 melakukan penyesuaian tarif
interkoneksi di tahun 2009.
1. Pada tahun 2009, pelanggan prabayar dapat membeli kartu SIM seharga Rp10.000 dan voucher isi ulang seharga
Rp5.000 sampai Rp1.000.000.
2. Termasuk deaktivasi/pemutusan sukarela atau terpaksa.
3. Rata-rata pemutusan bulanan selama setahun dihitung dengan cara menambahkan tingkat pemutusan tiap bulan
dalam satu tahun, kemudian dibagi 12. Tingkat pemutusan bulanan dihitung dengan cara membagi jumlah pemutusan
selama sebulan dengan jumlah pelanggan pada awal bulan.
4. Average Revenue per User (rata-rata pendapatan per pengguna) dihitung dengan menjumlahkan ARPU tiap bulan
dalam setahun dan dibagi 12. ARPU dihitung dengan cara membagi total pendapatan seluler baik pascabayar maupun
prabayar (kecuali fee koneksi, pendapatan interkoneksi, pendapatan roaming internasional dari non-pelanggan dan
potongan dealer) tiap bulan dengan rata-rata jumlah pelanggan pascabayar dan prabayar pada bulan bersangkutan.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Tinjauan Bisnis 73

Volume trafik interkoneksi TELKOM di sajikan pada tabel berikut ini untuk Layanan Data dan Internet
periode yang telah ditetapkan: TELKOM menyediakan layanan SMS
untuk telepon tidak bergerak kabel,
telepon tidak bergerak nirkabel dan
telepon seluler, layanan akses internet
Tabel Volume Trafik Interkoneksi TELKOM dial-up dan broadband, layanan
Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember, jaringan data (termasuk VPN frame
2005 2006 2007 2008 2009 relay dan IP VPN), layanan VoIP untuk
panggilan internasional, layanan
(juta menit)
s a m b u n g a n I S D N , d a n l aya n a n
Interkoneksi Telepon multimedia lainnya.
Seluler(1)
Layanan premium akses internet pra
Menit masuk berbayar 4.863,60 5.162,20 4.970,00 6.626,90 5.748,50
bayar dial-up, TELKOMNet Instan,
Menit keluar berbayar 7.514,90 7.704,20 7.251,80 5.879,40 4.622,90 tersedia di semua kota di Indonesia.
Interkoneksi Sambungan Sebanyak 1,5 miliar menit TELKOMNet
Tidak Bergerak(2) Instan digunakan pada tahun 2009
oleh sekitar 448 ribu pelanggan.
Menit masuk berbayar 612,3 864,9 923,5 1.362,30 1.547,80
Jumlah pelanggan tersebut berkurang
Menit keluar berbayar 493,5 965,2 1.437,10 1.988,50 1.910,60 sebanyak 22,0% dibanding tahun
sebelumnya.
Interkoneksi Telepon Satelit

Menit masuk berbayar 10,7 9,3 5,1 3,2 1,80 TELKOM juga menyediakan layanan
Menit keluar berbayar 6,5 4,5 2,3 1,6 1,00 internet pita lebar yang dioperasikan
pada kabel tembaga yang telah ada
Interkoneksi Internasional(3)
dan menggunakan teknologi ADSL.
Menit masuk berbayar 596,4 861,9 1.208,50 1.409,80 1.475,40 Sampai dengan tanggal 31 Desember
2009, sekitar 1.145 ribu pelanggan
Menit keluar berbayar 185,5 177,6 162,9 165,5 160,40
internet pita lebar, meningkat sebesar
Total 77,5% dari tahun sebelumnya.
Menit masuk berbayar 6.083,0 6.898,3 7.107,2 9.402,1 8.773,6
Vo I P a d a l a h l a y a n a n t e l e p o n
Menit keluar berbayar 8.200,4 8.851,5 8.854,1 8.035,0 6.695,0 murah untuk melakukan panggilan
internasional. “TELKOMGlobal-01017”
(1) Termasuk interkoneksi dengan Telkomsel.
adalah layanan panggilan internasional
(2) Menit
interkoneksi telepon tidak bergerak mencerminkan interkoneksi dengan jaringan PT Bakrie
Telecom (semula PT Radio Telepon Indonesia atau Ratelindo), PT Batam Bintan Telekomunikasi, VoIP premium, sedangkan layanan
Indosat mulai tahun 2004, dan Mobile 8 Phone mulai tahun 2008. panggilan internasional standar
(3) Menit interkoneksi internasional didapat dari interkoneksi dengan jaringan internasional Indosat bernama “TELKOMSave”. Kedua
mulai tahun 2004, dan juga didapat dari interkoneksi dengan Jaringan Internasional Bakrie
Telecom mulai tahun 2009, (panggilan masuk dan keluar juga menggunakan TIC-007).
layanan tersebut dapat diakses
dengan memutar satu awalan khusus
u n t u k p a n g g i l a n i n te r n a s i o n a l .
Menit Berbayar Telkomsel tahun 2005 - 2009 sebagai berikut: TELKOM melakukan kesepakatan
dengan delapan carrier global (empat
carrier untuk panggilan ke luar,
satu untuk panggilan ke dalam, dan
Tabel Menit Berbayar Telkomsel tahun 2005 - 2009 tiga untuk panggilan ke luar dan ke
Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember, dalam), untuk menyediakan akses ke
seluruh dunia bagi pelanggan kami.
2005 2006 2007 2008 2009 Semua carrier global itu adalah para
(juta menit) wholesaler yang memperbolehkan
T ELKOM m e n g a k s e s j a r i n g a n
Menit masuk berbayar 2.709,10 2.914 2.663,20 3.637,60 3.379,64 internasional mereka.
Menit keluar berbayar 4.251,50 4.546 4.188,00 3.270,60 2.611,90
Terdapat sebanyak 275,9 juta menit
panggilan outgoing (menggunakan
Layanan Jaringan TELKOMSave dan TELKOMGlobal-
TELKOM menyediakan sewa transponder satelit, siaran satelit, VSAT, distribusi 01017) dan panggilan incoming VoIP
audio, sirkit langganan berbasis satelit dan teresterial. Pelanggan untuk layanan (dari para mitra global TELKOM),
jaringan TELKOM mencakup para pelaku bisnis dan operator telekomunikasi lain. selama tahun 2009. Angka tersebut
Pelanggan dapat mengadakan perjanjian untuk layanan singkat seperti siaran menunjukkan peningkatan sebanyak
beberapa menit atau perjanjian untuk jangka waktu yang lama untuk periode 43,2 juta menit, atau 18,6%, pada
layanan satu sampai lima tahun. panggilan VoIP dibandingkan tahun

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
74 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Infrastruktur Jaringan

Tujuan utama dari


transformasi NGN adalah
pengurangan biaya
operasional (opex) dan
belanja modal (capex)

2008. Panggilan incoming menurun 68,9% dari 63,0 juta menit pada tahun INFRASTRUKTUR
2008 menjadi 19,6 juta menit pada tahun 2009. Namun demikian, panggilan JARINGAN
outgoing VoIP meningkat 51,0% dari 169,7 juta menit pada tahun 2008 menjadi Jaringan Telepon Tidak
256,3 juta menit pada tahun 2009. Bergerak dan Backbone
a. Jaringan telepon tidak bergerak
Informasi tentang layanan-layanan VoIP TELKOM dijelaskan pada tabel kabel
berikut: Jaringan telepon tidak bergerak
ka b e l T ELKOM te r s u s u n d a r i
hirarki sentral telepon lokal sampai
sentral jarak jauh. Lokasi pelanggan
Tabel Informasi Layanan VoIP TELKOM tersambung ke sentral telepon lokal
Jenis TELKOMGlobal-01017 TELKOMSave melalui fasilitas yang dinamakan
outside plant yaitu sambungan
Dial Satu Tahap Dua Tahap
kabel (serat optik dan tembaga)
Kualitas/Teknologi VoIP Premium VoIP Standar dan penghubung transmisi lokal
nirkabel serta fasilitas-fasilitas
distribusi yang menyatukan mereka.
Pola Bagi Hasil (PBH) Dengan fasilitas teknologi digital
TELKOM mengadakan perjanjian terpisah dengan beberapa penanam modal di sentral telepon lokal dan jarak
berdasarkan pola bagi hasil untuk mengembangkan telepon tidak bergerak, jauh, TELKOM telah meningkatkan
telepon umum kartu (termasuk pemeliharaannya), dan fasilitas-fasilitas efisiensi jaringan, kinerja, dan
pendukung telekomunikasi terkait. Untuk rincian lebih lanjut tentang PBH, fleksibilitas routing panggilan.
lihat Catatan 45 pada Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan.
Sampai dengan 31 Desember
Layanan Lain 2009, TELKOM memiliki 8,4 juta
TELKOM juga menyediakan beragam layanan seperti: layanan buku petunjuk sambungan telepon tidak bergerak
telepon melalui anak perusahaan, Infomedia; dan televisi kabel dan berlangganan kabel yang masih berfungsi di
serta layanan terkait (dengan 178.559 pelanggan sampai dengan 31 Desember semua divisi. Sejalan dengan
2009) melalui anak perusahaan, Indonusa. rencana indukInfrastruktur, Layanan

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Infrastruktur Jaringan 75

dan Operasional (INSYNC2014 tahun 2008-2014), TELKOM melakukan transisi dari jaringan legacy ke NGN. Transformasi
ini, yang dilakukan secara bertahap, mencakup infrastruktur, metode layanan new wave dan metode operasi jaringan
termasuk modernisasi jaringan infrastruktur ke infrastruktur IP. Tujuan utama dari transformasi NGN adalah pengurangan
biaya operasional (opex) dan belanja modal (capex) untuk penggunaan bandwidth yang tersedia dengan lebih efisien
sehingga dapat menawarkan layanan baru, layanan yang bervariasi, arsitektur jaringan, dan merampingkan peralatan.
Target kami untuk menjadi penyedia layanan NGN lengkap pada tahun 2014.

Tabel berikut menyajikan data terkait dengan jaringan telepon tidak bergerak sejak 2005:

Tabel Data Jaringan Telepon Tidak Bergerak


Statistik Operasi Pada posisi dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2005(1) 2006(2) 2007(2) 2008(2) 2009(2)


Kapasitas sentral
Divisi-divisi Non-KSO 9.138.167 10.439.658 10.732.304 11.038.818 11.094.063
Divisi-divisi KSO (7) 1.045.366 – - - -
Total 10.183.533 10.439.658 10.732.304 11.038.818 11.094.063
Sambungan terpasang
Divisi-divisi Non-KSO 8.497.255 9.634.910 9.704.576 9.838.537 10.013.565
KSO Divisions (7) 998.901 – - - -
Total 9.496.156 9.634.910 9.704.576 9.838.537 10.013.565
Sambungan terpakai(3)
Divisi-divisi Non-KSO 7.787.693 8.709.211 8.684.888 8.629.783 8.376.793
Divisi-divisi KSO (7) 898.438 – - - -
Total 8.686.131 8.709.211 8.684.888 8.629.783 8.376.793
Sambungan berbayar
Divisi-divisi Non-KSO 7.413.769 8.328.179 8.324.197 8.302.730 8.038.294
Divisi-divisi KSO(7) 869.631 – - - -
Total 8.283.400 8.328.179 8.324.197 8.302.730 8.038.294
Telepon umum
Divisi-divisi Non-KSO 373.924 381.032 360.691 327.053 338.499
Divisi-divisi KSO(7) 28.807 – - - -
Total 402.731 381.032 360.691 327.053 338.499
Sambungan sewa sirkit terpakai
Divisi-divisi Non-KSO(4) 11.333 7.476 6.338 6.084 4.273
Divisi-divisi KSO(7) 575 – - - -
Total 11.908 7.476 6.338 6.084 4.273
Produksi pulsa telepon tidak bergerak kabel
(juta)(5)
Divisi-divisi Non-KSO 57.926 64.012 75.451 62.940 54.186
Divisi-divisi KSO(7) 9.743 – - - -
Total 67.669 64.012 75.451 62.940 54.186
Tingkat kegagalan(6)
Divisi-divisi Non-KSO 3,8 3,6 3,8 3,5 3,1
Divisi-divisi KSO(7) 2,0 – - - -
Gabungan 3,6 3,6 3,8 3,5 3,1

(1) Tahun 2005, Divisi Non-KSO adalah Divisi I, II, III, IV, V dan VI, sedangkan Divisi KSO adalah Divisi VII.
(2) Sejak Oktober 2006, Divisi-divisi Non-KSO adalah Divisi I, II, III, IV, V, VI dan VII.
(3) Sambungan yang berfungsi terdiri dari sambungan pelanggan dan sambungan telepon umum, juga termasuk sejumlah sambungan yang kami operasikan untuk pola bagi hasil.
(4) Tidak termasuk sirkit sewa untuk jaringan dan bisnis multimedia TELKOM.
(5) Terdiri dari pulsa panggilan lokal and SLJJ, tidak termasuk telepon umum dan telepon seluler.
(6) Kesalahan per 100 kali sambung setiap bulan.
(7) Divisi yang tergolong KSO berbeda dari tahun ke tahun karena akuisisi di tahun tertentu. Lihat catatan kaki (1) to (3) di atas.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
76 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Infrastruktur Jaringan

Tabel berikut menyajikan jaringan telepon tidak bergerak di tiap divisi sampai dengan 31 Desember 2009:

Tabel Jaringan Telepon Tidak Bergerak di Tiap Divisi


Divisi I Divisi II Divisi III Divisi IV Divisi V Divisi VI Divisi VII Total
(Sumatera) (Jakarta) (Jawa (Jawa (Jawa (Kalimantan) (Indonesia
Barat dan Tengah) Timur) Timur)
Banten)

Kapasitas sentral lokal 5.284.789 8.921.855 4.715.035 3.539.831 8.305.781 1.502.605 2.217.798 34.487.694
Total sambungan
terpakai 2.744.101 6.410.837 1.940.326 1.978.867 6.905.510 1.259.081 2.277.128 23.515.850
Kapasitas penggunaan
(%)(1) 51,92 71,86 41,15 55,90 83,14 83,79 102,68 68,19
Sambungan
terpasang(2) 5.601.277 9.794.264 4.513.160 3.854.559 8.622.556 2.105.107 3.176.195 37.667.118
Tingkat utilisasi (%)(1) 49,0 65,5 43,0 51,3 80,1 59,8 71,7 62,4
Pegawai(3) 2.262 4.250 971 1.166 1.470 518 1.707 12.344
Populasi (juta)(4) 49,8 9,0 52,7 35,8 36,2 13,8 34,8 232,1
Tingkat penetrasi
Telekomunikasi
Indonesia (%)(5) 5,5 71,6 3,7 5,5 19,1 9,1 6,5 10,1
(1) Penggunaan kapasitas (sambungan terpakai/kapasitas sentral) dan tingkat penggunaan (sambungan terpakai /sambungan terpasang) terdiri dari sambungan telepon tidak bergerak
kabel dan nirkabel. Tingkatannnya dapat melebihi 100% karena kapasitas pertukaran sambungan telepon tidak bergerak nirkabel (MSC and BTS) dihitung dengan asumsi bahwa alokasi
trafik percakapan per pelanggan mencapai 60 mE (mili Erlang).
(2) Total mencakup 515.072 BTS kapasitas sambungan telepon tidak bergerak dalam skema PBH.
(3) Tidak termasuk pegawai dari Kantor Perusahaan dan divisi-divisi pendukung TELKOM, seperti Divisi Infratel, Divisi TELKOMFlexi, Divisi Multimedia, dan TELKOM Construction
Center(TCC).
(4) Sumber: jumlah indeks dari Badan Pusat Statistik Indonesia (angka perkiraan).
(5) Penetrasi TELKOM berdasarkan perkiraan populasi.

Compact Mobile Base Station (COMBAT), yaitu mobile BTS miliki Telkomsel yang dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya sesuai kebutuhan.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Infrastruktur Jaringan 77

b. Jaringan Telepon Tidak Bergerak Nirkabel


Jaringan telepon tidak bergerak nirkabel TELKOM terdiri dari Mobile Switching Center (“MSC”) yang dikoneksikan dengan
setiap sentral trunk lainnya. Setiap MSC dihubungkan dengan Base Station Sub System (“BSS”) yang terdiri dari Base
Station Controller (“BSC”) dan Base Transceiver Station (“BTS”). Semuanya menghubungkan perangkat telepon genggam
dan terminal telepon tidak bergerak nirkabel pelanggan ke jaringan telepon tidak bergerak nirkabel TELKOM.

Jumlah sambungan aktif telepon tidak bergerak nirkabel TELKOM bertambah dari 12,7 juta pada 31 Desember 2008
menjadi sekitar 15,1 juta pada 31 Desember 2009.

Tabel berikut menyajikan data jaringan telepon tidak bergerak nirkabel sejak tahun 2005:

Tabel Data Jaringan Telepon Tidak Bergerak Nirkabel Sejak Tahun 2005
Sampai dengan akhir tahun, 31 Desember

2005(1) 2006(2) 2007(2) 2008(3) 2009(3)

Kapasitas sentral (MSC)(5)

Divisi-divisi Non-KSO 2.687.348 6.655.891 12.831.841 15.885.020 23.393.631

Divisi-divisi KSO(5) 329.708 – – - –

Total 3.017.056 6.655.891 12.831.841 15.885.020 23.393.631

Sambungan terpasang (BTS) (5)

Divisi-divisi Non-KSO 3.332.893 7.698.039 9.383.924 19.861.324 27.653.553

Divisi-divisi KSO(5) 340.568 – – - –

Total 3.673.461 7.698.039 9.383.924 19.861.324 27.653.553

Sambungan terpakai(3)

Divisi-divisi Non-KSO 3.750.821 4.175.853 6.362.844 12.725.425 15.139.057

Divisi-divisi KSO(5) 311.046 – – - –

Total 4.061.867 4.175.853 6.362.844 12.725.425 15.139.057

Sambungan berbayar

Divisi-divisi Non-KSO 3.739.095 4.163.284 6.335.452 12.698.827 15.115.892

Divisi-divisi KSO(5) 311.046 – – - –

Total 4.050.141 4.163.284 6.335.452 12.698.827 15.115.892

Telepon umum

Divisi-divisi Non-KSO 11.726 12.569 27.392 26.598 23.165

Divisi-divisi KSO(5) – – – - –

Total 11.726 12.569 27.392 26.598 23.165

Produksi pulsa telepon tidak bergerak


nirkabel/produksi menit (juta)(4)(6)

Non-KSO Divisions 3.254 5.512 9.144 12.304 14.627

KSO Divisions(5) 299 – – - –

Total 3.553 5.512 9.144 12.304 14.627

(1) Tahun 2005, Divisi-divisi Non-KSO adalah Divisi I, II, III, IV, V dan VI, sementara Divisi KSO adalah Divisi VII.
(2) Sejak bulan Oktober 2006, Divisi-divisi Non-KSO adalah Divisi I, II, III, IV, V, VI dan VII.
(3) Sambungan yang berfungsi terdiri dari sambungan pelanggan dan telepon umum, termasuk sambungan yang kami operasikan untuk pola bagi hasil.
(4) Sebelum tahun 2006, kapasitas BTS dan MSC dihitung berdasarkan asumsi alokasi trafik percakapan per pelanggan sebesar 60 mE (mili Erlang). Namun, rata-rata trafik per pelanggan
pada tahun 2005 hanya berkisar antara 18 sampai 30 mE. Karena itu, kapasitas BTS dan MSC pada 2006, 2007, 2008 dan 2009 dihitung dengan asumsi trafik percakapan per
pelanggan sebesar 30 mE.
(5) Berisi menit pemakaian dari panggilan-panggilan lokal dan SLJJ, kecuali panggilan melalui telepon umum koin dan telepon seluler bergerak.
(6) TELKOM menawarkan layanan telepon tidak bergerak nirkabel berbasis CDMA dengan mobilitas terbatas dengan nama brand “TELKOMFlexi”. Sampai dengan 31 Desember 2009
TELKOM memiliki 15,1 juta satuan sambungan TELKOMFlexi.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
78 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Infrastruktur Jaringan

c. Backbone saat ini TELKOM belum memiliki


Backbone jaringan telekomunikasi TELKOM terdiri dari transmisi, sentral rencana untuk mengembangkan
(switching) jarak jauh dan core routers yang menghubungkan beberapa akses gateway baru.
node. Sambungan-sambungan transmisi antar node dan fasilitas switching
mencakup gelombang mikro, kabel laut, satelit, serat optik, dan teknologi Untuk memfasilitasi interkoneksi
transmisi lainnya. panggilan internasional, Perusahaan
telah mengadakan perjanjian
Tabel berikut menyajikan kapasitas transmisi backbone TELKOM sampai layanan telekomunikasi internasional
31 Desember 2009: dengan operator telekomunikasi di
beberapa negara. Selain itu, karena
Perusahaan tidak memiliki perjanjian
dengan operator telekomunikasi
Tabel Kapasitas Transmisi Backbone TELKOM
Kapasitas Persentase
d i s e t i a p t e m p a t t u j u a n S LI ,
(Jumlah sirkit medium maka TELKOM telah mengadakan
transmisi) perjanjian dengan SingTel Mobile,
Telekom Malaysia, MCI, dan operator
Kabel serat optik 24.489 75,4%
lainnya agar operator-operator
Gelombang mikro 4.800 14,8% tersebut dapat berfungsi sebagai
Kabel bawah laut 2.508 7,7% penghubung untuk mengalihkan
Satelit 702 2,2% panggilan internasional ke tempat
tujuan mereka. Sampai dengan 31
Total 32.499 100%
Desember 2009, perusahaan telah
mengadakan perjanjian layanan
telekomunikasi internasional dengan
Jaringan Seluler 37 operator internasional di 19
Telkomsel memiliki cakupan jaringan terbesar dibandingkan operator seluler negara, dibandingkan dengan 35
lain di Indonesia. Saat ini Telkomsel mengoperasikan GSM/DCS, GPRS, EDGE, operator internasional di 16 negara
dan jaringan seluler 3G. Jaringan GSM/DCS terdiri dari bandwidth 7,5 MHz pada tanggal 31 Desember 2008.
pada frekuensi 900 MHz dan bandwidth 22,5 MHz pada frekuensi 1800 MHz. Perusahaan berencana mengadakan
Kedua jaringan tersebut beroperasi sebagai sebuah jaringan dual band yang perjanjian layanan telekomunikasi
terintegrasi. Jaringan 3G Telkomsel menggunakan bandwidth 10 MHz pada internasional tambahan dengan
frekuensi 2,1 GHz. operator telekomunikasi lain untuk
interkoneksi langsung, terutama
Sampai dengan 31 Desember 2009, jaringan digital Telkomsel telah memiliki operator di 20 tempat tujuan teratas
30.992 BTS, 140 cellular switching center dan 760 BSC, dengan kapasitas untuk trafik SLI outgoing.
keseluruhan jaringan mampu mendukung 85,2 juta pelanggan.
Tujuan utama dari ekspansi dan
Jaringan Data Dan Internet pengembangan infrastruktur
TELKOM mulai mengoperasikan layanan jaringan data pada tahun 1997 jaringan internasional adalah untuk
serta terus mengembangkan dan memperluas jaringannya secara progresif. memenuhi persyaratan kapasitas,
Sampai dengan 31 Desember 2009, jaringan berbasis-IP TELKOM mencakup meningkatkan kehandalan, efisiensi
506 lokasi dengan 882 node router dalam lingkup nasional. Perusahaan akan investasi, dan pertimbangan untuk
terus meningkatkan kecepatan dan kualitas jaringan berbasis IP. Jaringan transformasi infrastruktur berbasis
berbasis IP berfungsi sebagai jaringan penghubung yang digunakan untuk NGN . U n t u k s a a t i n i , T ELKOM
VPN berkualitas tinggi, VoIP, layanan internet dial-up dan layanan internet memiliki tiga gateway internasional:
pita lebar. TELKOM memiliki server dengan akses jarak jauh (remote access Jakarta, Batam, dan Surabaya yang
server) di 121 lokasi dengan 167 node dalam lingkup nasional yang digunakan tersambung dengan jaringan
sebagai layanan internet dial-up “TELKOMNet Instan” dan layanan internet domestik yang handal. Dalam
dial-up korporasi. pengembangan simpul layanan,
TELKOM akan mengembangkan
Sejak tahun 2004, TELKOM telah menyediakan layanan akses pita lebar berbasis softswitch untuk mendukung
telepon tidak bergerak kabel dengan merek dagang “Speedy” yang menggunakan layanan internasional.
teknologi DSL. Sampai dengan 31 Desember 2009, terdapat sekitar 1,145 ribu
pelanggan Speedy di Divisi I sampai VII. Pelanggan Speedy umumnya adalah Jaringan internasional didukung
pengguna dial-up rumah dengan penggunaan bulanan mencapai lebih dari o l e h S i s t e m Ko m u n i k a s i K a b e l
Rp75.000, perusahaan skala kecil - menengah, agen perjalanan, warung internet, L a u t ( “ S KKL” ) , D u m a i - M a l a k a
dan sekolah-sekolah. Sejak bulan Mei 2008, kecepatan bandwidth Speedy untuk Cable System (“DMCS”), Thailand-
keperluan download telah mencapai 1 Mbps. Indonesia-Singapore (“TIS”), Hak
pakai yang tidak dapat di batalkan
Jaringan Internasional (indefeasible right of use, “IRU”),
TELKOM menawarkan layanan sambungan langsung internasional (SLI) dengan radio perbatasan berbasis microwave,
nama “TIC-007”. Untuk mengarahkan SLI outgoing dan incoming, TELKOM dan satelit. Dalam upayanya untuk
memiliki gateway internasional di Batam, Jakarta, dan Surabaya. Sampai mengembangkan dan memperkokoh

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Pengembangan Jaringan 79

jaringan internasional dan memperluas layanan pita lebar, backbone, dan long-haul backbone Beberapa hal utama
TELKOM juga bergabung dalam konsorsium kabel AAG pengembangan jaringan telepon tidak bergerak selama
untuk menyediakan bandwidth 40G dengan porsi investasi tahun 2009 adalah sebagai berikut:
awal sebesar US$48 juta pada April 2007. Perusahaan juga
memiliki rencana jangka panjang untuk mengembangkan l Sistem kabel internasional yang disediakan oleh
akses internasional ke Wilayah Indonesia Timur dan untuk Konsorsium Asia America Gateway telah beroperasi
meragamkan serta meraih peluang bisnis di Asia Selatan, sejak 10 November 2009 dengan kapasitas awal
Timur Tengah, dan Eropa. sebesar 40G;
l Ekspansi kapasitas dari infrastruktur backbone kabel
Infrastruktur Jaringan Lainnya bawah laut Jawa-Sumatera-Kalimantan (Jasuka) pada
Perusahaan mengoperasikan satelit TELKOM-1 dan saat ini sedang dalam tahap pembangunan dengan
TELKOM-2 beserta 190 stasiun bumi, termasuk satu beberapa perkembangan penting: kapasitas tambahan
st a s i u n m a ste r ke n d a l i s ate l i t . S ate l i t T ELKOM -1 sebesar 5 lambda (50 G) untuk Ring 3 bagian kabel
mempunyai 36 transponder, termasuk 12 transponder laut (BatamTengah-Pontianak-Tanjung Pandan-Tanjung
extended C-band dan 24 transponder C-band standar, Pakis); kapasitas tambahan sebesar 4 lambda (40 G)
sedangkan satelit TELKOM-2 memiliki 24 transponder untuk Ring 3 bagian darat (Dumai-Pakanbaru-Jambi),
C-band standar. TELKOM menggunakan kedua satelit 3 lamda (40 G) untuk Palembang-Baturaja-Bandar
itu untuk hal-hal berikut: Lampung dan 2 lambda (20 G) untuk Ring 1A (Medan-
Pekanbaru-Padang-Pematang Siantar). Ekspansi
l Backbone jaringan transmisi; backbone jangka panjang ini akan selesai pada bulan
l Layanan telekomunikasi daerah terpencil; April 2010. Proyek backbone sepanjang pesisir barat
l Kapasitas transmisi cadangan untuk jaringan telekomunikasi Sumatera (Ring 1B Medan-Banda Aceh) akan selesai
nasional; pada bulan Juni 2010 dengan kapasitas awal sebesar 70
l Pemancaran satelit, VSAT dan layanan-layanan G yang akan melengkapi ring untuk pulau Sumatera;
multimedia; l Ekspansi kapasitas backbone pulau Jawa mencakup
l Penyewaan kapasitas transponder satelit; peningkatan kapasitas sebesar 1 lambda (10 G)
l Sirkit sewa berbasis satelit; dan untuk Telkomsel dan 1 lambda (10 G) untuk Natrindo
l Teleport (layanan uplinking dan downlinking stasiun Telepon Seluler (“NTS”). Proyek ini direncanakan akan
bumi ke dan dari satelit-satelit lain). selesai pada kuartal pertama tahun 2010 yang akan
membuat kapasitas backbone pulau Jawa menjadi
TELKOM melanjutkan pembangunan jaringan satelit 15 lambda (150 G);
untuk mempertahankan dan meningkatkan pangsa l Penyelesaian proyek serat optik OSP baru Kalimantan-
pasar dan pendapatan dari layanan satelit, memenuhi Sulawesi pada bulan Juli 2009 yang menghubungkan
kebutuhan transmisi satelit dan meningkatkan kapasitas serat optik terestrial dari bagian Timur ke Kalimantan
dan kualitas layanan. Saat ini, TELKOM mengoperasikan bagian Selatan (Sangata-Banjarmasin) dan dari Utara
dua satelit: TELKOM-1 dan TELKOM-2. Sebagai upaya ke Selatan Sulawesi (Manado-Gorontalo-Parigi-Palu-
untuk memenuhi permintaan pelanggan, TELKOM juga Palopo-Mamuju-Makasar) dengan panjang total 3.163
menyewa beberapa transponder dari penyedia layanan km dan kapasitas total 2 lambda (20 G);
satelit lainnya, seperti GE 23 dengan 8 transponder, l Kabel laut JaKa2LaDeMa dan proyek serat kabel OSP
Apstar-1 dengan 1 transponder, Sinosat dengan 2 yang menghubungkan Jawa, Kalimantan, Sulawesi,
transponder, dan JCSAT5A dengan 2 transponder. Denpasar dan Mataram telah dikembangkan sejak
awal 2009 dan akan beroperasi pada bulan April
P a d a t a n g g a l 2 M a re t 2 0 0 9 , T ELKOM m e m b u a t 2010 dengan kapasitas awal 2 lambda (20 G).
kesepakatan untuk pengadaan Sistem Satelit TELKOM-3 Kabel JaKa2LaDeMa memiliki 3 ring: Ring 4 (Jawa-
dengan Perusahaan Academician M.F. Reshetnev Sistem Kalimantan), Ring 8 (Kalimantan-Sulawesi) dan
Informasi Satelit. Nilai kontrak untuk perjanjian ini adalah Ring 9 (Denpasar-Mataram);
sebesar 162,6 juta Dolar AS (tidak termasuk PPN), nilai l Pada tanggal 24 November 2009, TELKOM membuat
tersebut tergantung dari wahana yang akan digunakan kesepakatan untuk pengadaan dan instalasi Palapa
untuk meluncurkan satelit. Satelit TELKOM-3 yang Ring sistem kabel laut Mataram-Kupang. Proyek ini
diluncurkan memerlukan waktu 26 bulan untuk diarahkan akan menghubungkan jaringan antara Mataram dan
ke posisi yang dituju, dan 29 bulan untuk mencapai Kupang, dan ditargetkan untuk selesai pada Desember
posisi orbital akhir yang dituju, sejak kontrak tersebut 2010, dengan kapasitas awal 40 G;
efektif pada tanggal 2 Maret 2009 TELKOM berencana l Kabel serat optik regional sepanjang 2.000 km telah
meluncurkan satelit TELKOM 3 pada tahun 2011. dikembangkan di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi
pada tahun 2009;
l Softswitch dengan cakupan seluruh nusantara pertama
PENGEMBANGAN JARINGAN kali diimplementasikan pada tahun 2009 dan ditujukan
Pengembangan Jaringan untuk menggantikan TDM switch yang sudah melampaui
Telepon Tidak Bergerak usia teknis sekaligus juga untuk penambahan kapasitas
Pada tahun 2009, TELKOM memperkokoh implementasi telepon tidak bergerak. Implementasi ini mencakup
N ex t G e n e rat i o n N e t wo r k ( NGN ) s e i r i n g d e n g a n call agents (softswitch) di 12 lokasi, gerbang trunk di
Rencana Induk INSYNC2014 yang merupakan peta dari 28 lokasi dan kapasitas total sebanyak 602.656 lisensi,
pengembangan jaringan akses, jaringan layanan, IP termasuk untuk menambah kapasitas sambungan

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
80 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Infrastruktur Jaringan

telepon tidak bergerak, modernisasi sentral, dan akses. Regional V (Jawa Timur); kesepakatan pengadaan dan
Keseluruhan dari proyek ini diperkirakan akan siap pemasangan peralatan bersama konsorsium Samsung
untuk beroperasi pada bulan November 2010; untuk perluasan NSS, BSS dan proyek sistem PDN FWA
l Platform MSAN untuk jaringan telepon tidak bergerak CDMA di Divisi Regional V (Jawa Timur); perjanjian dengan
dibangun sebanyak 313.893 sambungan di tahun 2009. konsorsium Huawei untuk pengembangan FWA CDMA
Saat ini terdapat 3 platform MSAN yang memberikan di Divisi Regional I (Sumatera) hingga Regional IV (Jawa
cakupan nasional (Divisi Regional I – VII). Pembangunan Tengah); dan perjanjian dengan konsorsium ZTE untuk
di tahun 2009 akan siap untuk beroperasi pada bulan perluasan FWA CDMA di Divisi Regional VI (Kalimantan)
Juni 2010; dan Divisi Regional VII (Kawasan Indonesia Timur).
l GPON dikembangkan pada tahun 2009 dengan fokus
pada solusi mobile backhaul Node B untuk anak Pada tahun 2007, TELKOM melanjutkan pengembangan
perusahaan kami, Telkomsel, sebagai upaya untuk kapasitas di seluruh divisi, menandatangani perjanjian
mendukung penetrasi mobile broadband. GPON juga dengan Konsorsium Samsung untuk pengadaan FWA
akan mendukung penyediaan layanan pita lebar berbasis CDMA NSS, BSS dan sistem PDN di Divisi Regional VII
optik langsung ke area perumahan dan bangunan Bali dan Nusa Tenggara, dan dengan konsorsium ZTE
bertingkat tinggi secara selektif. Pembangunan di untuk pengadaan NSS, BSS FWA CDMA dan sistem PDN
tahun 2009 meliputi 140 node OLT, 152 node ONU dan di Divisi Regional VII, yang mencakup Sulawesi, Maluku
715 titik ONT, yang diestimasikan selesai seluruhnya dan Papua. Pada tahun 2007, TELKOM menyelesaikan
pada bulan Juni 2010; migrasi jaringan FWA CDMA TELKOMFlexi dari frekuensi
l Perluasan jaringan berbasis IP. Keterangan lebih lanjut 1900 MHz ke 800 MHz di Divisi Regional II (Jakarta) dan
dapat dilihat di halaman 81 sub judul Pengembangan Divisi Regional III (Jawa Barat dan Banten).
Jaringan Data; dan
l Pembangunan jaringan Metro Ethernet terus dilanjutkan Pada tahun 2008, TELKOM Flexi juga melakukan ekspansi
baik untuk ekspansi node maupun penambahan port di jaringan BTS-nya dengan menambah sebanyak 2.143 base
seluruh area regional. Keterangan lebih lanjut dapat dilihat station baru. Perluasan ini melibatkan empat vendor
di halaman 81 sub judul Pengembangan Jaringan Data. besar: Huawei, Motorola, Samsung dan ZTE. Pada Divisi
Regional I, Motorola mengembangkan 69 base station
Sebagai upaya lebih lanjut untuk memperkokoh layanan baru dengan metode penggantian dan perluasan kembali,
TIME, TELKOM berencana untuk: Huawei membangun 326 base station baru. Huawei juga
mendirikan 408 BTS baru pada Divisi II, 225 BTS baru
l secara konsisten mengimplementasikan visi pita lebar pada Divisi III dan 181 BTS baru pada Divisi IV. Sementara
yang ditetapkan pada Rencana Induk INSYNC2014: itu, Samsung membangun 543 BTS baru pada Divisi V,
pita lebar untuk perumahan, pita lebar untuk korporasi 63 pada Divisi IV dan 39 pada Divisi VII. Pada Divisi VI
dan bisinis serta mobile broadband; (Kalimantan), ZTE membangun 140 BTS baru dan juga
l menyediakan kapasitas sambungan baru untuk 149 pada Divisi VII. Kontrak untuk pembangunan BTS baru
memenuhi permintaan pelanggan baik untuk fixed di tahun 2008 hanya sebanyak 1.140 dari total BTS yang
layanan pita lebar bergerak maupun tidak bergerak dibangun. Sisanya sebanyak 47% (1.003 BTS) merupakan
maupun mobile broadband; lanjutan dari kontrak pengadaan BTS yang dilakukan pada
l melanjutkan upaya untuk memperkokoh implementasi tahun 2006 dan 2007.
NGN dengan menggelar, memperluas dan meningkatkan
kapasitas backbone domestik, melakukan ekspansi Divisi Fixed Wireless Network (DFWN) secara resmi
s i ste m ka b e l s a m b u n g a n i n te r n a t i o n a l , s i ste m menjadi divisi tersendiri pada tahun 2009. Saat ini,
softswitch, IP transport, jaringan Metro Ethernet dan Divisi yang dikenal sebagai Divisi TELKOM Flexi (DTF),
akses pita lebar; memiliki peran yang lebih komprehensif dan terintegrasi,
l melanjutkan upaya untuk meningkatkan kualitas mencakup perencanaan dan pengembangan produk dan
jaringan kami melalui modernisasi pada jaringan infrastruktur, penjualan, pemasaran, dan pengembangan
akses tembaga, jaringan transmisi dengan usaha dalam satu divisi.
menggunakan sistem proteksi ring termasuk batere
dan rectifier; dan Pada tahun 2009, DTF membangun 1.489 BTS baru yang
l melanjutkan integrasi jaringan dan perbaikan kualitas menghasilkan tambahan kapasitas sebanyak 7.505.439
melalui sistem pendukung operasi nasional. satuan sambungan Flexi. Secara total, jumlah BTS pada
akhir Desember 2009 adalah sebanyak 5.543 dengan total
Untuk rincian komitmen kontrak TELKOM lainnya kapasitas 27.653.553 satuan sambungan Flexi.
ya n g s i g n i f i ka n l i h at C at at a n 47 a d i L a p o ra n
Keuangan Konsolidasian. Perkembangan penting selanjutnya pada tahun 2009
adalah TELKOM memenangkan lisensi BWA (WiMAX)
Pengembangan Jaringan Telepon 2,3 GHz yang mencakup lima daerah (Jawa Tengah, Jawa
Tidak Bergerak Nirkabel Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara serta
Selama empat tahun terakhir, TELKOM telah melakukan Papua). Lisensi ini melengkapi lisensi-lisensi lainnya yang
peningkatan dan ekspansi jaringan telepon tidak bergerak dimiliki TELKOM untuk BWA 3,3 GHz di 7 daerah. Pada
nirkabel. Pada tahun 2006, TELKOM melakukan perjanjian tahun 2009, BWA 3,3 GHz meluncurkan 31 base station
dengan PT Samsung Telecommunication Indonesia untuk dan 460 subscriber station pelanggan dan akan siap
pengadaan layanan dan peralatan CDMA 2000-1X di Divisi untuk beroperasi pada September 2010.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Infrastruktur Jaringan 81

Pengembangan Jaringan Seluler konvergensi yang mengintegrasikan jaringan NGN Core


Cakupan GSM Telkomsel menyebar ke semua kota/ antara bisnis telepon tidak bergerak kabel dan nirkabel.
kabupaten di Indonesia. Pada tahun 2009, Telkomsel IP Core dikembangkan dengan mengimplementasi
telah menambah perangkat 4.120 BTS (termasuk 1.652 platform tunggal tera-byte router dengan arsitektur
node untuk layanan 3G) dan memperluas jaringan jaringan menggunakan sistem proteksi penuh. IP Core
selulernya untuk menjangkau semua kecamatan di yang sudah beroperasi saat ini terdiri dari 22 node router
Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatera. Telkomsel core, router 601 PE, 156 10GE 702 port GE, 284 STM-1,
berencana melanjutkan pemasangan BTS tambahan 143 STM-4 dan 37 STM-16.
untuk memperluas jangkauannya hingga ke kecamatan
di Kalimantan, Sulawesi, dan Kawasan Timur Indonesia, Jaringan Metro Ethernet kami telah diperluas pada
untuk meningkatkan kapasitas di wilayah padat penduduk, tahun 2009 dengan telah menyelesaikan pembangunan
mengembangkan jaringan 3G, mengembangkan backbone 130 node baru (yang terletak pada node exchange)
transmisi serat optik di kota-kota besar Jawa, memasang sebagai tambahan dari 767 node jaringan Metro yang
sel-sel mikro tambahan dan sentral-sentral pemancar sudah dibangun pada tahun 2008. Saat ini, total node
dan penerima terutama di wilayah provinsi, memperbaiki Metro Ethernet adalah sebanyak 897 yang telah siap
kualitas cakupan, meningkatkan peralatan switching untuk untuk mendukung kebutuhan bandwidth layanan pita
meningkatkan kapasitas jaringan, dan untuk memperluas lebar kami di seluruh Indonesia. Metro Ethernet juga
jaringan pintarnya yang dipakai dalam koneksi dengan digunakan untuk transport utama dari IP DSLAM, MSAN
produk-produk prabayarnya. untuk broadband Speedy, Softswitch, IP VPN serta GPON
baik untuk mobile backhaul, solusi korporasi, dan bisnis
Pengembangan Jaringan Data serta layanan Triple Play bagi pelanggan konsumer secara
Pada tahun 2009, perusahaan terus memperbaiki kualitas selektif. Pada tahun 2009, TELKOM telah menggunakan
jaringan data dengan menambah kapasitas dan cakupan. Metro Ethernet sebagai mobile backhaul pada lebih dari
Penggelaran baru meliputi perluasan cakupan dan 900 node Bs milik anak perusahaan seluler kami, yaitu
kapasitas IP core melalui penerapan IP berbasis Lambda Telkomsel, guna mendukung penetrasi layanan pita lebar
10 Gbps dan Tera Router. Tera Router ini dipasang di tiga bergerak. Sinergi jaringan ini akan terus dilanjutkan
kota dan enam node (Jakarta, Batam, Surabaya) dan tiga untuk menyediakan backhaul sebanyak 4.000 node Bs
tambahan node gerbang internet. Tera router ini sudah pada tahun 2010.
beroperasi sejak Maret 2009.
Sampai akhir Desember 2009, TELKOM telah berhasil
U n t u k m e n d u k u n g p r o g r a m NGN , k a m i t e l a h meluncurkan sebanyak 400.408 port akses pita lebar
meningkatkan jaringan IP Core yang digunakan untuk tambahan (IP DSLAM) untuk mendukung layanan
mengimplementasikan rencana layanan triple play dan TELKOMSpeedy, sehingga total kapasitas menjadi

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
82 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Strategi Perusahaan

2.350.257 port yang akan memberikan dukungan


penuh atas pesatnya pertumbuhan dari penetrasi fixed TELKOM juga berusaha
broadband TELKOMSpeedy. Selanjutnya, pembangunan
yang sedang berjalan di tahun 2009 sebanyak 303.812
mengembangkan area-
port akses pita lebar MSAN yang akan siap beroperasi
pada bulan Juni 2010.
area baru pertumbuhan
Sampai akhir Desember 2009, kami telah menambah
sebagai langkah
kapasitas gerbang internet sehingga mencapai 30,025 berikutnya dengan
Gbps. Hal ini dilakukan untuk memastikan kecukupan
kapasitas gerbang internet untuk mengantisipasi memasuki industri yang
pertumbuhan trafik pita lebar yang tinggi baik untuk
layanan pita lebar bergerak maupun tidak bergerak. memiliki kedekatan,
untuk meraih peluang
STRATEGI PERUSAHAAN
Pasar telekomunikasi Indonesia mempunyai tingkat di bidang layanan
penetrasi yang rendah untuk sambungan telepon tidak
bergerak, penetrasi menengah ke atas untuk bisnis TI serta media dan
nirkabel (Seluler/GSM dan akses telepon tidak bergerak
nirkabel), dan tingkat penetrasi rendah untuk bisnis pita bisnis edutainment
lebar. TELKOM berharap bahwa bisnis pita lebar, dan
layanan korporasi akan menjadi pendorong pertumbuhan
berikutnya dan terus berlanjut untuk menawarkan Unsur-unsur utama strategi TELKOM adalah:
peluang pertumbuhan di masa depan. TELKOM berharap
bahwa layanan kabel tidak bergerak, nirkabel, pita a. Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak
lebar dan korporasi akan terus memberikan kontribusi bergerak kabel
yang besar kepada pendapatan operasi dalam waktu Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat
dekat ini. Untuk mendukung semua itu, TELKOM telah penetrasi sambungan telepon tidak bergerak terendah di
mengembangkan strategi bisnis guna mempertahankan Asia Tenggara. Posisi per 31 Desember 2009, mayoritas
pelanggan saat ini, menarik pelanggan baru dan merebut sambungan layanan berada di kota-kota besar utama:
kembali pelanggan yang beralih kepada pesaing, dan Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan dan
terus melakukan penetrasi pasar melalui pengelolaan Denpasar. TELKOM bermaksud memperkuat bisnis telepon
hubungan dengan pelanggan, kepemimpinan produk dan tidak bergerak kabel dengan:
diversifikasi, harga yang bersaing, dan jalur distribusi satu
pintu. Strategi ini bertumpu pada pertumbuhan pasar l meningkatkan biaya yang kompetitif melalui
seperti pita lebar dan layanan korporasi yang merupakan perbaikan efisiensi lintas fungsional;
strategi pertumbuhan yang mencakup “mempertahankan l t r a n s f o r m a s i i n f r a s t r u k t u r l e g a c y m e n j a d i
b i s n i s i n t i d e n g a n m e m p e r t a h a n ka n p e l anggan”, infrastruktur NGN;
“memanfaatkan sepenuhnya seluruh potensi produk l meningkatkan penetrasi sambungan telepon
TELKOMGroup” dan “memperluas lingkup penawaran tidak bergerak dengan lebih cepat dan dengan
dan kapasitas guna menelusuri peluang pertumbuhan belanja modal yang lebih rendah per sambungan
di masa mendatang.” Untuk bisnis nirkabel, strateginya melalui penggunaan teknologi telepon tidak
adalah untuk menyelaraskan bisnis seluler dan telepon bergerak nirkabel;
tidak bergerak nirkabel, sehingga sinergi yang maksimal l meningkatkan penggunaan layanan suara dan
dapat tercapai. Fokus untuk strategi bisnis telepon tidak layanan bernilai-tambah pada produk telepon
bergerak kabel berbeda, yaitu pada produktivitas biaya, tidak bergerak kabel;
karena bisnis ini mengalami penurunan. Sebagai tambahan l meluncurkan program-program untuk pengelolaan
terhadap strategi yang fokus kepada memperkokoh pemutusan sambungan;
bisnis inti, TELKOM juga berusaha mengembangkan l m e m p e r k u a t b i s n i s i n t e r k o n e k s i m e l a l u i
area-area baru pertumbuhan sebagai langkah berikutnya pembangunan pusat layanan yang dikhususkan
dengan memasuki industri yang memiliki kedekatan, untuk operator telekomunikasi dan pelanggan
untuk meraih peluang di bidang layanan TI serta media interkoneksi lainnya, membuka lebih banyak
dan bisnis edutainment. gerbang ke operator telekomunikasi lain,
m e n awa r ka n h a rg a ya n g l e b i h m e n a r i k , d a n
Seluruh strategi di atas dikembangkan untuk mendukung menyediakan layanan billing yang lebih baik;
visi TELKOM “menjadi pemain InfoComm terkemuka di l m e m p e r k u a t P l a s a T ELKOM , p u s a t l aya n a n
regional” dengan misi “menyediakan layanan InfoComm pelanggan, sebagai titik penjualan untuk
terpadu dan lengkap dengan kualitas terbaik dan harga layanan TELKOM;
kompetitif” dan “menjadi model pengelolaan korporasi l m e n g e m b a n g k a n d a n m e m p e r l u a s b i s n i s
terbaik di Indonesia”. Sambungan Langsung Internasional;

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Strategi Perusahaan 83

l m e n i n g k a t k a n j a r i n g a n a k s e s te l e p o n t i d a k l m e n g e m b a n g k a n d a n m e n awa r k a n l aya n a n
bergerak kabel untuk menyediakan kemampuan bernilai-tambah dan produk baru, seperti layanan
pita lebar; dan korporasi terintegrasi untuk bank dan pelanggan
l mendirikan Divisi Akses sebagai bagian unit korporasi lainnya; dan
bisnis terpisah pada akhir tahun 2009 untuk l memperluas jangkauan dan kualitas internet
mengembangkan dan memperkuat bisnis protocol backbone untuk meningkatkan kapasitas
akses TELKOM. traffic data dan internet.

b. Menggabungkan & meningkatkan bisnis jaringan tidak d. Mengintegrasikan solusi enterprise dan berinvestasi
bergerak nirkabel dan mengelola portofolio nirkabel di wholesale
Perusahaan menawarkan layanan telepon tidak Dalam upayanya untuk meningkatkan nilai kontribusi
bergerak nirkabel berbasis CDMA dengan mobilitas dari bisnis korporasi, TELKOM membentuk tiga strategi
terbatas menggunakan merek dagang “TELKOMFlexi”. bisnis yang mempertahankan bisnis inti dengan secara
TELKOM berencana untuk terus memperluas jaringan selektif memilih investasi di bidang akses dan konektivitas
telepon tidak bergerak nirkabel berbasis-CDMA di (seperti IP VPN, frame relay, sambungan sewa, dll) dengan
seluruh divisi regional. Dibandingkan dengan jaringan tetap fokus kepada pelanggan strategis, memanfaatkan
telepon tidak bergerak kabel, jaringan tidak bergarak sepenuhnya potensi pelanggan TELKOMGroup, serta
nirkabel berbasis-CDMA pada umumnya lebih cepat dan memperluas ruang lingkup penawaran dan kemampuan
lebih mudah dibangun, dan memberikan fleksibilitas untuk tetap bertumpu pada pertumbuhan peluang di
serta mobilitas yang lebih besar kepada pelanggan. masa mendatang.
TELKOM yakin bahwa pembangunan jaringan telepon
tidak bergerak nirkabel berbasis-CDMA dan bisnis e. Mengintegrasikan Next Generation Network
TELKOMFlexi akan memberikan keunggulan kompetitif Sebagai upaya untuk meningkatkan infrastruktur
kepada TELKOM dalam menghadapi liberalisasi dan kemampuan layanan serta menekan biaya,
dan meningkatkan persaingan di pasar sambungan TELKOM menerapkan teknologi jaringan generasi
telepon tidak bergerak. Kami juga mengembangkan berikutnya atau NGN (platform berdasarkan IP) di
program pemakaian bersama infrastruktur (sharing seluruh TELKOMGroup dengan mengintegrasikan
joint infrastructure program) antara TELKOMFlexi dan jaringan inti NGN untuk kabel tidak bergerak dan
Telkomsel untuk mempercepat pembangunan jaringan yang bergerak serta mengembangkan jaringan akses
telepon tidak bergerak nirkabel dan memberikan lebih Metro Ethernet.
banyak nilai bagi TELKOMGroup.
f. Mengembangkan layanan teknologi informasi, bisnis
Untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam media dan edutainment dan industri-industri yang
mengelola bisnis akses tidak bergerak nirkabel (FWA), memiliki kedekatan
TELKOM mengembangkan entitas bisnis terpisah TELKOM memutuskan untuk mengubah usahanya
dalam perusahaan untuk dapat lebih responsif tidak hanya menjadi perusahaan terkemuka di bidang
dalam bereaksi terhadap pasar. TELKOM juga dapat telekomunikasi, tetapi juga mencari peluang pendapatan
mempertimbangkan untuk melakukan akuisisi atau baru dengan mengembangkan industri yang memiliki
konsolidasi bisnis dalam rangka peningkatan dan kedekatan. Transformasi bisnis ini disebut dengan TIME
pertumbuhan bisnis FWA kedepan jika terdapat peluang (Telekomunikasi, Informasi, Media, dan Edutainment)
bisnis yang menguntungkan. ekspansi ini juga menawarkan peluang pertumbuhan
baru yang signifikan serta meningkatkan kemampuan
c. Investasi pada jaringan pita lebar bisnis utama. Bersamaan dengan ini, TELKOM telah
Perusahaan bermaksud menumbuhkan bisnis pita lebar berhasil dalam tindakan korporasi sebagai berikut:
dan akses internet dengan, antara lain:
l p a d a t a h u n 2 0 0 8 , M e t ra , a n a k p e r u s a h a a n
l meningkatkan investasi di infrastruktur pita TELKOM dengan kepemilikan penuh, menutup
lebar TELKOM untuk jaringan kabel dan nirkabel akuisisi sebesar 80% saham PT Sigma Cipta
(seperti DSL, MSAN, FTTx dan HSPA); Caraka (SIGMA), yang merupakan pemimpin di
l fokus pada upaya mempertahankan dan meraih bidang layanan TI di Indonesia terutama layanan
pelanggan yang memiliki tuntutan tinggi atas keuangan dan perbankan;
layanan data dengan menawarkan harga yang l pada bulan Juni 2009, Metra, anak perusahaan
ko m p e t i t i f u n t u k l aya n a n d a t a d a n i n te r n e t TELKOM dengan kepemilikan penuh, telah berhasil
kecepatan tinggi (termasuk layanan bernilai- mengakuisisi 49% saham PT Infomedia Nusantara,
tambah) dan full IP VPN, dan memperluas yang merupakan pemimpin di bidang informasi,
backbone TELKOM serta teknologi akses jaringan; komunikasi, dan data perusahaan dalam industri
l memberikan kepada pelanggan pilihan akses telekomunikasi di Indonesia khususnya di direktori
internet yang lebih luas seperti melalui teknologi informasi, contact center, dan layanan konten.
hotspot nirkabel dan bundling layanan akses Kemudian, kepemilikan saham PT Infomedia
i n t e r n e t d e n g a n p r o d u k T ELKOM F l ex i d a n Nusantara menjadi 49% dimiliki oleh Metra dan
produk Telkomsel; 51% dimiliki oleh TELKOM;

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
84 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Layanan Kepada Pelanggan

l sampai akhir tahun 2009, PT Telekomunikasi dapat menghasilkan manfaat tambahan bagi
Indonesia Internasional (Telkom Internasional), TELKOMGroup;
anak perusahaan TELKOM dengan kepemilikan l m e m a n f a a t k a n s a m b u n g a n d i s t r i b u s i y a n g
penuh, telah membeli saham SCICOM, perusahaan tersedia untuk memperbaiki layanan dan kegiatan
call center global yang berlokasi di Malaysia, penjualan kepada pelanggan (seperti petugas
sebanyak 15,86%; dan customer service officer bersama); dan
l perusahaan baru di bawah Metra dibentuk pada l berbagi fasilitas lainnya seperti fasilitas pelatihan,
b u l a n A p r i l 2 0 0 9 , ya n g d i s e b u t M e t ra - N e t , fasilitas penelitian dan pengembangan.
portal, platform aplikasi ecommerce dan mobile
serta perusahaan konten/entertaiment yang h. Mempertahankan Keunggulan Telkomsel di Industri
berlokasi di Indonesia. Seluler
Kami berkeyakinan bahwa dari semua aktivitas
Selain itu, TELKOM melalui Telkom Internasional yang dijalani, bisnis seluler memberikan peluang
telah memperkuat infrastruktur internasional dengan terbesar bagi pertumbuhan pendapatan. Kami
menggunakan kabel fiber optik bawah laut dan menjadi menyediakan layanan seluler melalui Telkomsel,
anggota konsorsium AAG dengan landing point di seluruh pemimpin pasar dalam bisnis seluler di Indonesia.
Asia dan Amerika. Berdasarkan data statistik industri pada tanggal 31
Desember 2009, Telkomsel diperkirakan memiliki
g. Meningkatkan Sinergi antara TELKOM dan Telkomsel pangsa pasar sekitar 49% dari pasar seluler secara
Perusahaan berupaya meningkatkan sinergi dengan keseluruhan dan mempertahankan posisinya
Telkomsel dan meningkatkan fasilitas dan informasi, sebagai operator berlisensi seluler GSM tingkat
memadukan sumber daya dan meningkatkan nasional terbesar di Indonesia. Kami bermaksud
koordinasi. Sumber daya ini mencakup jaringan, mengembangkan lebih lanjut bisnis Telkomsel antara
pemasaran, dukungan infrastruktur (seperti lain dengan menawarkan tarif yang kompetitif dan
teknologi informasi, logistik, pengembangan sumber melakukan promosi, layanan nilai tambah untuk
daya manusia dan pengadaan) serta produk dan produk dan layanan, dan mengembangkan kapasitas
l aya n a n (s e p e r t i p e n g e m b a n g a n p ro d u k b a r u , dan jangkauan jaringan Telkomsel. Kami meyakini
pengemasan/bundling layanan dan interkoneksi). bahwa 35% saham SingTel Mobile di Telkomsel
Contoh khususnya mencakup: dapat memperbesar kemampuan Telkomsel untuk
mengakses perkembangan teknologi dan keahlian
l b e r b a g i l o k a s i d a n m e n a r a B T S , f a s i l i t a s pemasaran SingTel Mobile dalam bisnis seluler
mekanik dan elektrikal secara agresif untuk dan meningkatkan peluang kerjasama di antara
mengembangkan jangkauan TELKOMFlexi; Telkomsel dan SingTel Mobile dalam mengembangkan
l p a d a t a h u n 2 0 0 9 , Te l ko m s e l m e n g g u n a k a n produk baru, sehingga memperkuat dan membuat
jaringan Metro Ethernet TELKOM sebagai mobile posisi Telkomsel lebih baik lagi dalam menghadapi
backhaul untuk lebih dari 900 nodes yang dimiliki persaingan dari operator telepon seluler lain.
oleh Telkomsel dalam mendukung penetrasi
layanan pita lebar bergerak. Kami berharap bahwa Unsur-unsur utama dalam strategi bisnis Telkomsel
sinergi ini akan terus berlanjut untuk menyediakan terdiri dari:
mobile backhaul berdasarkan IP untuk lebih dari
4.000 nodes di tahun 2010; l m e m a n fa a t ka n p e m a s a ra n , o p e ra s i o n a l d a n
l m e m a n f a a t k a n b a s i s p e l a n g g a n g a b u n g a n sinergi jaringan dengan TELKOM dan berbagi
TELKOMGroup untuk saling memberikan produk praktik terbaik dan know-how dengan SingTel
yang relevan satu sama lain (seperti menawarkan Mobile;
l aya n a n T ELKOM S LI 0 07 ke p a d a p e l a n g g a n l m e m p e r b e s a r k a p a s i t a s d a n m e m p e r l u a s
Te l k o m s e l d e n g a n k e u n t u n g a n k h u s u s d a n j a n g ka u a n p a d a t i n g kat ku a l i t a s ya n g te l a h
kampanye promosi bersama); ditentukan untuk menangani pertumbuhan
l m e n i n g k a t k a n k u a l i t a s l aya n a n T ELKOM S LI pelanggan;
007 untuk pengguna telepon seluler baik l mempertahankan atau meningkatkan pangsa
pelanggan Telkomsel maupun pengguna roaming pasar dengan terus menerus menyelaraskan
internasional dengan menyediakan tambahan karakteristik dan fitur penawaran layanan
sambungan signaling langsung ke mitra roaming Telkomsel dengan berkembangnya kebutuhan
internasional Telkomsel; pelanggan retail dan pelanggan korporat,
l menyediakan skema harga interkoneksi untuk meningkatkan produk dan portofolio layanan
TELKOMSLI 007 dan layanan VoIP 01017 yang (termasuk layanan GPRS, EDGE, 3G dan HSPA),
menguntungkan TELKOM dan Telkomsel. Dengan memperluas kapasitas jaringan dan memperbaiki
m e m a n f a a t k a n s ke m a i n i , Te l ko m s e l d a p a t kualitas layanan;
menyediakan kepada pelanggan berbagai layanan l m e m a s t i k a n b a h w a Te l k o m s e l m e m i l i k i
SLI dan VoIP dengan harga terjangkau yang akan infrastruktur IT yang dapat memenuhi visi dan
meningkatkan trafik TELKOMSLI dan VoIP; misi, dengan fokus khusus pada bidang-bidang
l ke g i a t a n p r o m o s i d a n p e m a s a ra n b e r s a m a seperti penagihan, penyampaian layanan, dan
untuk kondisi tertentu yang diharapkan layanan kepada pelanggan; dan

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Layanan Kepada Pelanggan 85

l mencapai tingkat layanan setara dengan penyedia dengan dipungut biaya. Kami mempromosikan
layanan seluler kelas dunia melalui call center p e n g g u n a a n c a l l c e n t e r , S M S , d a n i n te r n e t
footprint dan sasaran berorientasi layanan. p a d a wa l k- i n c u s t o m e r s e r v i c e p o i n t u n t u k
pelanggan ritel. Untuk pelanggan korporasi, kami
menyediakan call center utama yang berlokasi di
LAYANAN KEPADA PELANGGAN Jakarta dan didukung dengan call center cabang
a. TELKOM ya n g b e r l o ka s i d i 6 ko t a ( M e d a n , B a n d u n g ,
TELKOM menyediakan layanan kepada pelanggan Semarang, Surabaya, Balikpapan dan Makassar);
melalui: l Layanan enterprise dan tim account management
(AM). Untuk fokus pada pelanggan korporasi
l Walk-in customer service points. Plasa TELKOM yang memberi kontribusi lebih dari Rp50 juta
menyediakan kenyamanan dan akses yang lengkap pada pendapatan bulanan TELKOM. Perusahaan
ke p a d a p e l a n g g a n T ELKOM ya n g m e n cakup membentuk Divisi Enterprise di Jakarta pada
permintaan informasi mengenai produk, layanan bulan Agustus 2004, Perusahaan menyediakan
dan keluhan, aktivasi layanan, penagihan kepada tim Account Manager (AM) kepada pelanggan
pelanggan, pembayaran, penangguhan akun, fitur ko r p o ra s i , ya n g m a s i n g - m a s i n g te rd i r i d a r i
layanan dan promosi pemasaran. Sampai dengan 31 account manager yang didukung oleh personil
Desember 2009, Perusahaan memiliki 753 customer dari unit operasional yang bersangkutan, untuk
service point. Selain itu Perusahaan juga memiliki memberikan point of contact tersendiri untuk
4 4 P l a s a T ELKOM ya n g d i g u n a ka n b e r s a m a seluruh kebutuhan komunikasi pelanggan,
dengan GraPARI sebagai pusat layanan pelanggan termasuk solusi komunikasi terpadu. Sejak bulan
Te l ko m s e l . S e m e n t a ra Te l ko m s e l m e m i l i k i 1 1 Agustus 2004, TELKOM juga telah membagi
GraPARI yang digunakan bersama dengan Plasa layanan korporasi dan tim AM menjadi enam
TELKOM. Sejak bulan Juni 2006, Perusahaan telah segmen, yaitu: (i) Keuangan dan Perbankan, (ii)
memperluas layanannya di customer service point Pemerintah, Tentara & Polisi, (iii) Manufaktur,
yang mencakup layanan pembayaran elektronik (iv) Pertambangan & Konstruksi, (v) Kawasan
melalui Electronic Data Capture yang menggunakan Industri & Perdagangan dan (vi) Perdagangan
di kurang lebih 101 terminal; & Pelayanan. Selain itu, pengelolaan pelanggan
l C a l l c e n t e r s d a n i n t e r n e t . T ELKOM j u g a d i ke l o m p o k ka n b e rd a s a r ka n ko n t r i b u s i
mengoperasikan call center di Medan, Jakarta pendapatan sebagai berikut: cluster-1 untuk
dan Surabaya, dimana pelanggan menghubungi pelanggan dengan pendapatan di atas Rp500
nomor panggil “147” untuk berbicara langsung juta, cluster-2 untuk pelanggan dengan
d e n g a n o p e rato r l aya n a n ya n g te l a h d i l at i h pendapatan di atas Rp100 juta sampai dengan
menangani permintaan dan keluhan pelanggan Rp500 juta, cluster-3 pelanggan dengan
serta untuk memberikan informasi terkini pendapatan di atas Rp50 juta sampai dengan
mengenai hal-hal seperti tagihan, promosi, dan Rp100 juta. Untuk memenuhi kebutuhan
f i t u r l aya n a n . Pe l a n g g a n ko r p o ra s i d i lokasi pelanggan ini, divisi layanan korporasi bekerja
tertentu diberi nomor bebas pulsa tambahan memadukan berbagai penawaran produk dan
“08001TELKOM” (“08001835566”). Pelanggan layanan dalam upaya menghasilkan solusi total
juga dapat mengakses directory services telekomunikasi, termasuk layanan telekomunikasi
suara, layanan multimedia dan layanan
otomatisasi kantor dan pemantauan serta
Kami berkeyakinan kontrol jaringan tertentu. Perusahaan juga telah
menetapkan AM team serupa di tingkat regional
bahwa dari semua yang berfokus pada korporasi yang beroperasi di
wilayah tertentu di Indonesia. Sampai dengan 31
aktivitas yang dijalani, Desember 2009, Divisi Enterprise Service Center

bisnis seluler memberikan TELKOM memiliki 598 AM tingkat nasional dan


regional yang mencakup Divisi I sampai VII;

peluang terbesar l L a y a n a n C a r r i e r a n d i n t e r c o n e c t i o n d a n
t i m A c c o u n t M a n a g e m e n t ( AM ) . T ELKOM
bagi pertumbuhan menawarkan layanan kepada pelanggan untuk
o p e ra t o r t e l e ko m u n i k a s i b e r l i s e n s i l a i n n ya
pendapatan. Kami (“OLO”) melalui tim AM di Divisi Carrier and
Interconnection Service yang terdiri dari 50 AM
menyediakan layanan untuk menangani kelompok pelanggan sesuai
lisensi yang mereka miliki;
seluler melalui Telkomsel, l Program Jaminan Tingkat Layanan. Perusahaan
m e m i l i k i p r o g ra m j a m i n a n t i n g k a t l a ya n a n
pemimpin pasar dalam u n t u k p e l a n g g a n s a m b u n g a n te l e p o n t i d a k
bergerak sejak bulan Juni 2002 dan telah
bisnis seluler di Indonesia menerapkan program jaminan tingkat layanan

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
86 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Penjualan, Pemasaran dan Distribusi

untuk TELKOMFlexi dan Speedy sejak bulan telepon seluler, melalui saluran distribusi utama
Agustus 2006. Program tersebut memberikan berikut ini:
jaminan tingkat layanan pada tingkat minimum
tertentu terkait dengan, antara lain, pemasangan l Walk-in customer service points. Pelanggan
sambungan baru, pemulihan sambungan memiliki akses ke produk dan layanan tertentu
yang terputus, dan keluhan atas tagihan, dan dalam walk-in customer service point ini;
m e m b e r i k a n ko m p e n s a s i n o n - t u n a i , s e p e r t i l T i m A c c o u n t M a n a g e m e n t ( A M ) . T i m A M
langganan gratis untuk jangka waktu tertentu, mempromosikan produk dan layanan TELKOM
yang diberikan kepada pelanggan apabila tingkat dengan cara yang terpadu untuk pelanggan bisnis
layanan minimum tersebut tidak terpenuhi; dan dan operator telekomunikasi berlisensi lainnya;
l I n d e k s Ke p u a s a n P e l a n g g a n a t a u C u sto m e r l Wa r u n g t e l e ko m u n i k a s i u m u m . P e r u s a h a a n
Satisfaction Index (CSI) dan Indeks Loyalitas telah mendirikan warung telekomunikasi
Pelanggan atau Customer Loyalty Index (CLI). umum (“wartel”) di seluruh Indonesia bersama
Agar dapat memahami tingkat kepuasan dan dengan pelaku bisnis skala kecil. Pelanggan
l oya l i t a s p e l a n g g a n , T ELKOM b e ke r j a s a m a dapat mengakses layanan telekomunikasi dasar,
dengan perusahaan survei independen melakukan termasuk telepon lokal, SLJJ dan internasional,
riset untuk mendapatkan indeks kepuasan dan mengirim faksimile, mengakses internet dan
l oy a l i t a s p e l a n g g a n d e n g a n m e n g g u n a k a n membeli kartu telepon serta paket perdana, dan
metode Top Two Boxes. Pada tahun 2009, indeks voucher TELKOMFlexi. Perusahaan secara umum
CSI TELKOM untuk segmen pelanggan korporasi m e m b e r i ka n p o to n g a n h a rg a ke p a d a wa r te l
adalah 82,3% dan indeks CLI-nya adalah 80,8%. tersebut sebesar 30% dibandingkan dengan tarif
telepon pelanggan. Wartel beroperasi secara
b. Telkomsel n o n - e k s k l u s i f d a n j u g a d a p a t m e nye d i a k a n
Telkomsel menyediakan pelayanan untuk pelanggan produk dan layanan operator lain;
melalui: l D e a l e r r e s m i d a n g e r a i r e t a i l . Te r s e b a r d i
seluruh Indonesia dan terutama menjual kartu
l Pusat Layanan Pelanggan GraPARI. Sampai dengan telepon dan langganan, paket perdana, dan
tanggal 31 Desember 2009, Telkomsel memiliki voucher TELKOMFlexi. Dealer independen dan
63 pusat layanan pelanggan GraPARI (“Pusat gerai retail membayar untuk seluruh produk
GraPARI”). Pusat GraPARI Telkomsel menyediakan yang mereka terima dengan potongan harga,
akses yang nyaman dan lengkap untuk layanan beroperasi secara non-eksklusif, dan juga dapat
pelanggan Telkomsel. Pusat GraPARI menangani menjual produk dan layanan opertor lain;
informasi produk dan layanan, permintaan dan l Situs web. Melalui situs web TELKOM, pelanggan
keluhan serta umumnya terfokus pada aktivasi dapat memperoleh informasi mengenai
layanan, tagihan, pembayaran, penangguhan produk dan layanan utama dari TELKOM dan
akun, fitur layanan, jangkauan jaringan, SLI, mendapatkan akses ke produk multimedia; dan
informasi roaming, dan promosi pemasaran; l Telepon Umum. Pelanggan dapat melakukan
l Outlet Layanan Gerai HALO. Outlet layanan Gerai panggilan lokal melalui telepon umum.
HALO adalah gerai layanan yang dioperasikan oleh
pihak ketiga. Sampai dengan 31 Desember 2009, Program komunikasi pemasaran TELKOM mencakup
Telkomsel memiliki 271 outlet layanan Gerai HALO; penggunaan iklan cetak dan televisi, layanan untuk
l Caroline. “Caroline” atau Customer Care on-Line, pelanggan dan personil distribusi, infrastruktur
adalah layanan telepon bebas-pulsa 24 jam. dan kampanye promosi khusus untuk memperkuat
Pelanggan Telkomsel dapat berbicara langsung merek dagang, meningkatkan profil dan mendidik
dengan operator layanan yang terlatih untuk masyarakat umum mengenai TELKOM dan produk serta
menangani permintaan dan keluhan pelanggan layanannya. TELKOM terus mengembangkan program
dan memberikan informasi terkini mengenai hal- ko m u n i ka s i p e m a s a ra n u n t u k m e m p ro m o s i ka n
hal seperti tagihan, pembayaran, promosi, dan seluruh bisnis utamanya, karena TELKOM tengah
fitur layanan; dan berupaya mengembangkan diri menjadi penyedia
l Anita. “Anita”, atau Aneka Informasi dan Tagihan, telekomunikasi dengan layanan lengkap.
adalah layanan SMS yang tersedia hanya untuk
pelanggan KartuHALO Telkomsel. Pelanggan dapat b. Telkomsel
menggunakan sambungan telepon Anita untuk Telkomsel menjual layanan seluler melalui sambungan
mendapatkan informasi mengenai tagihan selain distribusi utama berikut ini:
informasi mengenai penggunaan melalui SMS.
(i) pusat GraPARI;
(ii) outlet layanan Gerai HALO;
PENJUALAN, PEMASARAN (iii) jaringan dealer resmi yang terutama menjual
DAN DISTRIBUSI kartu SIM prabayar dan voucher;
a. TELKOM (iv) gerai bersama dengan Plasa TELKOM dan PT
Perusahaan mendistribusikan dan menjual produk Pos Indonesia; dan
dan layanan utamanya, termasuk layanan telepon (v) gerai lainnya seperti bank dan toko foto.
tidak bergerak nirkabel, tetapi tidak termasuk layanan

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Tagihan, Pembayaran dan Penagihan 87

Dealer mandiri dan gerai lain membayar untuk seluruh untuk memperbaiki dan memperkenalkan layanan baru
produk yang mereka terima seperti paket perdana dan agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang telah
voucher prabayar dengan potongan harga. Dealer mandiri ada dan untuk menarik pelanggan baru.
menjual layanan seluler Telkomsel secara non-eksklusif
dan juga dapat menjual produk dan layanan operator
seluler lain. TAGIHAN, PEMBAYARAN
dan PENAGIHAN
Telkomsel memasarkan produk dan layanan KartuHALO Untuk layanan telepon tidak bergerak kabel dan
kepada kelompok sasaran tertentu yang terpusat pada layanan ADSL Speedy, pelanggan TELKOM ditagih
pengguna akhir korporasi, dan untuk para profesional secara bulanan sesuai dengan divisi regional tempat
yang cenderung menghasilkan tingkat penggunaan yang mereka berada, meskipun mereka dapat meminta
lebih tinggi, dan dengan demikian akan menghasilkan tagihan gabungan dari beberapa wilayah regional.
pendapatan yang lebih tinggi. Telkomsel telah membentuk Proses penagihan terkomputerisasi di setiap wilayah.
tim akun korporasi khusus untuk memasarkan layanannya Kami saat ini menyediakan layanan tagihan untuk
kepada pelanggan korporasi skala-besar dan untuk Indosat dalam hubungannya dengan layanan SLI
mengelola hubungan berkelanjutan dengan klien. Produk Indosat dengan membebankan biaya tetap untuk
dan layanan prabayar ditargetkan pada basis pelanggan setiap tagihannya.
yang jauh lebih luas.
Proses pembayaran sudah tersentralisasi untuk layanan
Telkomsel memasang iklan melalui berbagai media telepon tidak bergerak nirkabel dan layanan non teleponi
untuk branding dan promosi strategis. Selain itu, (akses data dan internet, layanan jaringan, layanan
Telkomsel menerapkan metode pemasaran seperti transponder, dll).
sisipan tagihan dan tayangan point-of-sale untuk
menargetkan program, event dan promosi pada Pembayaran dapat dilakukan di wilayah terkait, melalui
segmen pasar tertentu. Strategi pemasaran Telkomsel Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang telah ditetapkan, di
mencakup analisis pasar yang berkelanjutan untuk kantor pos dan bank yang bertindak sebagai agen penagih
lebih memahami pelanggan yang menjadi sasaran serta di daerah tertentu dengan setoran langsung melalui
dan untuk memperoleh umpan-balik dari pelanggan. transfer dari bank atau melalui debet otomatis, melalui
Telkomsel juga melaksanakan analisis dengan tujuan bank dan internet banking.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
88 Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Pengelolaan Piutang Pelanggan

Untuk pelanggan retail, pembayaran yang melewati Dalam kebijakan akun pelanggan, akun pelanggan
jatuh tempo tiga bulan atau lebih, diharuskan melakukan ritel pribadi dihentikan apabila pelanggan gagal
pembayaran di customer service point TELKOM. Untuk melakukan pembayaran untuk tiga bulan berturut-
pelanggan korporasi, terdapat ketentuan khusus mengenai turut. Dalam hal pelanggan non ritel yang melebihi
periode pembayaran dan dituangkan dalam kontrak antara jumlah tagihan tertentu. Perusahaan mengevaluasi
TELKOM dan pelanggan. Pelanggan dapat membayar tingkat keberhasilan penagihan secara individual,
tagihannya secara bulanan, dua bulanan, kuartalan atau kecuali untuk HANKAM, Kepolisian dan Militer. Untuk
bahkan tahunan. kategori ini, Perusahaan akan melakukan pemutusan
jika lebih dari 25% piutang tersebut belum dibayar
Apabila pembayaran tidak diterima pada saat tanggal dalam jangka waktu tujuh sampai 12 bulan dari tanggal
jatuh tempo tagihan, maka pelanggan akan diberi jatuh tempo,jika lebih dari 50% piutang tersebut
peringatan melalui panggilan telepon otomatis dan surat belum dibayar dalam jangka waktu antara 13 dan 24
peringatan, serta diterapkannya biaya keterlambatan dan bulan, dan jika 100% piutang tersebut belum dibayar
meningkatnya pemblokiran pada panggilan. Layanan dalam jangka waktu lebih dari 24 bulan.
akan dihentikan apabila tidak dilakukan pembayaran tiga
bulan sejak tanggal jatuh tempo. Setelah layanan diputus, b. Telkomsel
maka pelanggan dapat memperoleh kembali layanannya Telkomsel menagih pelanggan pascabayar KartuHALO
setelah melakukan seluruh pembayaran yang tertunggak, setiap bulan sesudah pemakaian berdasarkan: (i)
termasuk pembayaran biaya keterlambatan dan dengan jumlah menit penggunaan untuk layanan seluler;
melengkapi permohonan baru. (ii) layanan nilai-tambah yang dapat dikenakan
biaya yang digunakan selama jangka waktu yang
bersangkutan; dan (iii) biaya langganan untuk
Pengelolaan Piutang Pelanggan layanan dasar dan layanan lain. Pilihan Paket yang
a. TELKOM tersedia bagi pelanggan adalah: HALOKeluarga,
TELKOM tidak menerima deposit dari pelanggan. HALO B e b a s , d a n HALOH y b r i d . HALOKe l u a rg a
Kecuali pemerintah, polisi dan militer, pelanggan diperuntukkan bagi keluarga karena biaya langganan
yang menunggak dikenakan biaya keterlambatan, bulanan dan tarif panggilannya lebih murah untuk
pemblokiran panggilan, dan pada akhirnya, anggota keluarga yang termasuk dalam daftar.
pemutusan layanan setelah kurang lebih tiga bulan Pelanggan pascabayar dapat memilih di antara
menunggak. Karena jumlah tagihan bulanan untuk e m p at p i l i h a n d i HALO B e b a s : ( a ) t a r i f k h u s u s
rata-rata pelanggan tidak signifikan dan pelanggan untuk panggilan ke sepuluh nomor favorit di dalam
dikenakan biaya pemasangan kembali, biaya jaringan Telkomsel; (b) 150 SMS gratis per bulan; (c)
penggunaan yang telah lewat tempo dan semua pembebasan biaya langganan bulanan; atau (d) tarif
biaya keterlambatan pada saat pelanggan bermaksud tetap dalam lingkup nasional. HALOHybrid adalah
berlangganan kembali, maka tidak ada keuntungan layanan pascabayar yang dapat diubah menjadi
bagi pelanggan untuk tidak membayar tagihan yang layanan prabayar kapanpun pelanggan menghendaki
terhutang. Selain itu, Perusahaan mengevaluasi calon atau sampai mencapai batas penggunaan.
pelanggan untuk sambungan telepon tidak bergerak
dengan memeriksa kartu identitas dan laporan Telkomsel menawarkan kepada pelanggan pascabayar
tagihan listrik dan dengan mengunjungi kediaman KartuHALO berbagai pilihan pembayaran, termasuk
calon pelanggan. Dengan demikian, Perusahaan pembayaran tunai, dengan cek, kartu kredit, setoran
yakin bahwa tertagihnya piutang dapat dipastikan. langsung melalui transfer telepon atau debet otomatis
melalui bank, dan perusahaan kartu kredit yang
berpartisipasi. Pembayaran dapat dilakukan di pusat
Telkomsel juga GraPARI Telkomsel, ATM yang telah ditunjuk atau

melaksanakan analisis melalui over-the-counter facility (sebagian besar


di kantor pos dan bank yang mempunyai perjanjian

dengan tujuan untuk dengan Telkomsel).

memperbaiki dan Te l k o m s e l m e n e r b i t k a n t a g i h a n k e p a d a p a r a
pelanggan non-korporasi pada salah satu dari lima
memperkenalkan layanan siklus penagihan. Perusahaan menerbitkan tagihan
kepada setiap pelanggan pada siklus penagihan
baru untuk memenuhi tiap bulan. Apabila pembayaran tidak diterima pada
jatuh tempo tagihan, maka pelanggan akan diberi
kebutuhan pelanggan peringatan melalui panggilan telepon otomatis atau
SMS dan pelanggan tidak diperbolehkan melakukan
yang telah ada dan untuk panggilan keluar atau menerima panggilan roaming
masuk. Apabila tidak ada pembayaran atas jumlah
menarik pelanggan baru tagihan dalam waktu satu bulan sejak tanggal

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tinjauan Operasional TELKOM 2009/Asuransi 89

jatuh tempo dari tagihan yang bersangkutan, maka dengan skema “sum insured basis” dengan spesifik untuk
pelanggan selanjutnya tidak diperbolehkan menerima “first loss basis” untuk kerugian per kejadian. Kebijakan
seluruh panggilan masuk. Apabila pembayaran tidak ini juga mencakup terganggunya aktivitas bisnis secara
diterima dalam waktu dua bulan sejak tanggal jatuh temporer. Kami juga melakukan asuransi untuk satelit
tempo pembayaran, maka nomor pelanggan ditutup, TELKOM-1 dan TELKOM-2 secara terpisah. Manajemen
selanjutnya Telkomsel terus mengupayakan penagihan kami meyakini bahwa cakupan asuransi kami berlaku
dan dapat meminta bantuan instansi penagih utang. konsisten sesuai dengan praktek bisnis di Indonesia.
Setelah nomor pelanggan ditutup, pelanggan hanya
dapat berlangganan kembali setelah membayar
tunggakan dan mengajukan permohonan baru. MEREK DAGANG, HAK CIPTA DAN PATEN
Telkomsel tidak membebankan biaya atau bunga TELKOM telah mendaftarkan sejumlah hak kekayaan
atas keterlambatan. intelektual yang terdiri dari merek dagang, hak cipta dan
paten di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
ASURANSI Indonesia. Hak kekayaan intelektual TELKOM meliputi (i)
TELKOM dan anak Perusahaan mengasuransikan aset merek dagang untuk nama perseroan, logo dan layanan
tetap yang nilainya signifikan tidak termasuk tanah, tertentu (ii) hak cipta program-program komputer dan
untuk seluruh industri atau aset, peralatan elektronik dan hasil riset tertentu, dan (iii) paten untuk inovasi produk
risiko tertentu akibat gempa bumi, termasuk kebakaran, dan layanan. Melindungi hak kekayaan intelektual tersebut
pencurian dan gempa bumi. Aset kami yang diasuransikan sangat penting bagi pertumbuhan bisnis TELKOM.

Tabel Nomor Pendaftaran Paten


No. Nomor Pendaftaran Paten Paten Status

1 P00200900009 Flexi Personal Info Pemeriksaan Substantif

2 P00200900379 Social Networking-dengan Pemeriksaan Substantif


menggunakan layanan nilai tambah
PSTN

3 P00200900679 Sistem Pendaftaran dan Keamanan Terdaftar di Direktorat Jendral Hak Atas
dengan menggunakan RFID Kekayaan Intelektual (Ditjen HAKI)

4 P00200900680 Flexi Chatting Terdaftar di Ditjen HAKI

5 P00200900658 Text Insertion melalui SMS Terdaftar di Ditjen HAKI

6 P00200900284 ONU Security Instrument Terdaftar di Ditjen HAKI

Tabel Nomor Pendaftaran Hak Cipta

No. Nomor Pendaftaran Hak Cipta Hak Cipta Status

1 C00200P9004711 Sistem Activity-Based Pricing (ABP) Terdaftar di Ditjen HAKI


untuk Manajemen Data Tarif dan
Simulasi Perhitungan Tarif dengan
menggunakan Web-Based

2 C00200P9004712 Aplikasi Pengawasan Rumah Terdaftar di Ditjen HAKI

3 C00200901819 Penilaian Teknologi: Sistem Keamanan Pemeriksaan Substantif


Paket Data pada jaringan Flexi

4 C00200P9004713 Sistem Diseminasi Informasi berbasis Terdaftar di Ditjen HAKI


VIPO

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
90 Pembahasan dan Analisis Manajemen

Pembahasan
dan Analisis

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Tinjauan dan Prospek Operasi dan Keuangan 91

TINJAUAN dan PROSPEK


OPERASI dan KEUANGAN
Pembahasan dan analisis berikut mengacu pada Laporan
Keuangan Konsolidasian Perusahaan untuk tahun-tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007, 2008
dan 2009 yang disajikan dalam Laporan Tahunan ini.

Manajemen
Laporan Keuangan Konsolidasian ini disajikan
berdasarkan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia yang dalam beberapa hal berbeda dengan
U.S. GAAP. Lihat Catatan 52 dan 53 Laporan Keuangan
Konsolidasian untuk penyesuaian dengan U.S. GAAP.

TINJAUAN HASIL USAHA


TELKOM adalah penyedia utama layanan telekomunikasi
lokal, domestik, dan internasional di Indonesia, serta penyedia
layanan telepon seluler terkemuka melalui kepemilikan
mayoritas Perusahaan pada anak perusahaan, Telkomsel.
Visi kami adalah menjadi perusahaan InfoComm terkemuka
dikawasan regional melalui penyediaan berbagai layanan
komunikasi. Pada tanggal 31 Desember 2009, Perusahaan
memiliki kurang lebih 105,1 juta pelanggan yang terdiri dari
8,4 juta sambungan telepon tidak bergerak kabel dan 15,1
juta sambungan telepon tidak bergerak nirkabel serta
Telkomsel memiliki 81,6 juta pelanggan telepon seluler.
Perusahaan juga menyediakan beragam layanan komunikasi
lain, termasuk layanan interkoneksi jaringan telepon,
multimedia, data dan layanan terkait komunikasi internet,
sewa transponder satelit, sirkit langganan, jaringan pintar
dan layanan terkait, televisi kabel dan layanan VoIP.

Pada tanggal 31 Desember


2009, Perusahaan memiliki
kurang lebih 105,1 juta
satuan sambungan telepon
yang terdiri dari 8,4 juta
sambungan telepon tidak
bergerak kabel dan 15,1 juta
sambungan telepon tidak
bergerak nirkabel serta
Telkomsel memiliki 81,6 juta
pelanggan telepon seluler.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
92 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Tinjauan Hasil Usaha

Hasil usaha Perusahaan selama tiga tahun untuk periode Penurunan Pendapatan Telepon
2007 sampai 2009 mencerminkan pertumbuhan pada Tidak Bergerak Kabel
pendapatan usaha. Pada periode 2007 sampai 2009, Pendapatan telepon tidak bergerak kabel menurun sebesar
pertumbuhan pendapatan usaha dikontribusi oleh 13,2% dari Rp9.617,3 miliar pada tahun 2007 menjadi
pendapatan seluler. Pertumbuhan pendapatan seluler Rp8.344,8 miliar pada tahun 2008 dan 10,5% dari
terutama dicerminkan dari pertumbuhan jumlah pelanggan Rp8.344,8 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp7.463,0 miliar
seluler. Dari 2008 ke 2009, pertumbuhan pendapatan pada tahun 2009.
operasi dikontribusikan oleh pendapatan seluler dan
pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika. TELKOM meyakini bahwa pendapatan telepon tidak
bergerak kabel menurun disebabkan peningkatan
Hasil usaha Perusahaan dari tahun 2007 hingga 2009 juga pemakaian dan penurunan tarif layanan seluler dan telepon
menunjukkan pertumbuhan beban usaha yang signifikan. tidak bergerak nirkabel dan juga peningkatan penetrasi
Pertumbuhan beban usaha dipicu oleh beban operasi, dari pelanggan seluler di Indonesia. Layanan seluler dan
pemeliharaan dan jasa telekomunikasi, beban penyusutan telepon tidak bergerak nirkabel meningkatkan kenyamanan
serta beban umum dan administrasi. Pertumbuhan beban pengguna bahkan untuk keadaan tertentu ke sesama
penyusutan dan beban usaha, pemeliharaan dan beban pengguna dalam satu provider dikenakan tarif yang lebih
jasa telekomunikasi terutama disebabkan oleh penambahan rendah dibandingkan tarif panggilan telepon tidak bergerak
BTS dan TRX baru Telkomsel, dan peningkatan kapasitas kabel ke pengguna dari provider lain. Walaupun demikian,
jaringan untuk mendukung peningkatan jumlah pelanggan. TELKOM memperkirakan telepon tidak bergerak termasuk
Pertumbuhan beban umum dan administrasi terutama telepon tidak bergerak kabel akan tetap memberikan
disebabkan peningkatan amortisasi goodwill dan aset tidak kontribusi signifikan pada pendapatan usaha TELKOM.
berwujud lainnya dan juga beban penagihan. Kecenderungan penurunan pendapatan telepon tidak
bergerak diperkirakan akan terus terjadi.
Peningkatan Pendapatan Seluler dan
Pelanggan dengan Penurunan ARPU Sebagai bagian dari strategi perusahaan, TELKOM sedang
Pendapatan telepon seluler mengalami pertumbuhan sebesar mencari upaya untuk mengoptimalisasi bisnis telepon
7,4% dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 dan 11,9% t i d a k b e rg e ra k m e l a l u i b e r b a g a i c a ra , te r m a s u k
dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2008. Pelanggan meningkatkan efisiensi biaya, mengembangkan layanan
seluler meningkat sebesar 25,0% dari tahun 2008 sampai sambungan internasional telepon tidak bergerak,
dengan tahun 2009 dan meningkat sebesar 36,4% dari tahun meningkatkan nilai tambah layanan telepon tidak
2007 sampai dengan tahun 2008. Pendapatan Telkomsel bergerak kabel serta mempercepat peningkatan penetrasi
dari jasa telepon seluler (biaya pemakaian, biaya abonemen, telepon tidak bergerak dengan belanja modal per satuan
biaya aktifasi, dan fitur) mencakup sekitar 42,1% dari total sambungan yang lebih rendah melalui penggunaan
pendapatan usaha konsolidasian Perusahaan untuk tahun teknologi telepon tidak bergerak nirkabel dan
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, dibandingkan meningkatkan jaringan akses telepon tidak bergerak
dengan 41,7% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 k a b e l d a n i n f ra s t r u k t u r ya n g t e l a h a d a m e n u j u
Desember 2008, dan 38,1% untuk tahun yang berakhir pada infrastruktur NGN dengan kemampuan pita lebar. Sejak
tanggal 31 Desember 2007. 2009, TELKOM meluncurkan Fixed Business Improvement
Program (“FBIP”) atau program peningkatan telepon
Pertumbuhan pendapatan dan pelanggan didorong oleh tidak bergerak yang memberikan promosi pada pelanggan
pertumbuhan permintaan layanan seluler di Indonesia, telepon tidak bergerak yang telah ada dan menawarkan
seiring dengan upaya Perusahaan untuk menarik pelanggan kepada pelanggan berbagai paket tagihan tetap bulanan
baru dan perluasaan serta peningkatan kapasitas jaringan. untuk panggilan lokal dan SLJJ sampai dengan volume
Meskipun perilaku penggunaan oleh pelanggan baru sangat panggilan tertentu. Paket tagihan tetap ini ditawarkan
bervariasi tergantung paket harga yang ditawarkan dalam pada pelanggan berdasarkan data historis volume
periode tertentu serta paket harga yang ditawarkan oleh pemakaian pelanggan tersebut.
kompetitor, pendapatan usaha dari layanan seluler tumbuh
lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pelanggan Tren Telepon Tidak Bergerak Nirkabel
terutama disebabkan oleh kombinasi dari tarif rata-rata Pendapatan segmen telepon tidak bergerak nirkabel TELKOM
yang lebih rendah karena persaingan dan peningkatan relatif stabil yaitu Rp3.146,4 miliar pada tahun 2007,
penetrasi kepada pelanggan menengah ke bawah. Faktor Rp3.297,8 miliar pada tahun 2008 dan Rp3.336,0 miliar di
ini menyebabkan penurunan ARPU, dengan ARPU campuran tahun 2009. Pada segmen ini, pendapatan data, internet
bulanan yang menurun dari sekitar Rp80.000 pada tahun dan layanan teknologi informatika meningkat secara
2007 menjadi Rp59.000 pada tahun 2008 dan Rp48.000 signifikan sebesar 39,7% dari tahun 2008 sampai 2009 dan
pada tahun 2009. 10,1% dari tahun 2007 sampai 2008. Namun demikian,
pendapatan dari hasil segmen telepon tidak bergerak
Seiring dengan pertumbuhan pasar seluler, persaingan ketat nirkabel TELKOM mengalami penurunan, dari Rp1.518,1 miliar
terjadi antar operator seluler, terutama pada segmen prabayar. di tahun 2007 menjadi Rp1.203,4 miliar di tahun 2008 dan
Para operator seluler juga bersaing dalam tingkat yang lebih Rp279,4 miliar pada tahun 2009. Walaupun terjadi
sempit operator sambungan telepon tidak bergerak nirkabel, peningkatan jumlah pelanggan yang signifikan selama
seiring dengan berkembangnya jumlah layanan tersebut. periode tersebut, penurunan ini terjadi terutama disebabkan
Lihat “Faktor-Faktor Risiko - Risiko Terkait dengan TELKOM oleh tarif rata-rata yang lebih rendah akibat persaingan
dan Anak Perusahaan - Persaingan di Sektor Telekomunikasi yang ketat dan penurunan pendapatan pemakaian telepon
Dapat Mempengaruhi Bisnis TELKOM.” tidak bergerak nirkabel.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Tinjauan Hasil Usaha 93

Bisnis telepon tidak bergerak nirkabel TELKOM menghadapi menggunakan perangkat lunak agar beban interkoneksi
persaingan dari peningkatan jumlah operator, termasuk dapat ditekan. Sebagai tambahan, banyak operator seluler
Indosat dan PT Bakrie Telecom, serta layanan seluler, SMS, pada tahun-tahun belakangan ini mempromosikan secara
VoIP dan e-mail. Persaingan pasar telepon tidak bergerak gencar tarif yang sangat rendah untuk panggilan yang
nirkabel semakin ketat, dengan peluncuran program-program dilakukan sesama pelanggan dalam satu provider. Selama
pemasaran yang semakin menarik dan kreatif dari setiap panggilan ini tidak melalui jaringan TELKOM, maka
operator. Selain itu aktivitas telepon tidak bergerak nirkabel TELKOM tidak menerima pendapatan interkoneksi dari
TELKOM menghadapi keterbatasan frekuensi bandwidth panggilan semacam ini. Hal ini menyebabkan penurunan
disebabkan tidak disediakannya frekuensi bandwidth baru pendapatan interkoneksi secara umum pada industri
oleh pemerintah untuk keperluan ekspansi, di daerah padat telekomunikasi Indonesia.
penduduk, telepon tidak bergerak nirkabel telah
menggunakan semua frekuensi bandwidth yang telah Peningkatan pada Pendapatan
dialokasikan untuk TELKOM. Akibatnya, kapasitas untuk Data, Internet dan jasa
layanan suara, data dan internet telepon tidak bergerak Teknologi Informatika
nirkabel di daerah yang padat penduduknya menjadi sangat Pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika
terbatas. Hal ini membatasi kemampuan kami untuk bersaing memberikan kontribusi sebesar 28,6% terhadap jumlah
di daerah-daerah tersebut. pendapatan usaha konsolidasian untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2009, dibandingkan 24,2% untuk tahun
Walaupun demikian, TELKOM meyakini masih ada peluang- yang berakhir 31 Desember 2008 dan 24,7% untuk tahun
peluang lain di pasar telepon tidak bergerak nirkabel. yang berakhir 31 Desember 2007. Pendapatan Perusahaan
Untuk itu kami terus berupaya untuk meningkatkan dari layanan data, internet dan jasa teknologi informatika
pendapatan data dan internet telepon tidak bergerak meningkat sebesar 25,8% dari 2008 ke 2009 dan
nirkabel serta memperluas jaringan untuk melayani area- meningkat sebesar 0,2% dari 2007 ke 2008. Peningkatan
area baru. TELKOM berencana untuk terus mengembangkan pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika
secara selektif jaringan telepon tidak bergerak nirkabel pada tahun 2009 terutama disebabkan oleh peningkatan
berbasis CDMA. Dibandingkan dengan jaringan telepon pendapatan jasa SMS sebesar 8,8% dan peningkatan
tidak bergerak kabel, jaringan berbasis CDMA pada pendapatan jasa internet, komunikasi data dan jasa
umumnya lebih cepat dan mudah untuk dibangun serta teknologi informatika, tertama DSL dan layanan pita lebar
menawarkan fleksibilitas dan mobilitas yang lebih besar bergerak sebesar 60,8%. Sebagai bagian dari transformasi
bagi pelanggan. TELKOM menuju bisnis TIME dan tujuan perusahaan untuk
menumbuhkan bisnis new wave, TELKOM tetap mencari
Penurunan Pendapatan Interkoneksi peluang untuk meningkatkan pendapatan dari bisnis
Pendapatan interkoneksi-bersih memberikan kontribusi tersebut.
sekitar 11,9% terhadap jumlah pendapatan usaha
konsolidasian Perusahaan untuk tahun yang berakhir Beban Operasi, Pemeliharaan
tanggal 31 Desember 2009, berbanding dengan 14,5% dan jasa Telekomunikasi
pada tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi
dan 16,2% untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember TELKOM meningkat sebesar Rp2.364,6 miliar atau 19,4%
2007. Pendapatan interkoneksi-bersih menurun sebesar d a r i R p 1 2 . 2 1 7,7 m i l i a r p a d a t a h u n 2 0 0 8 m e n j a d i
13,3% dari Rp8.790,8 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp14.582,3 miliar pada tahun 2009 dan meningkat
Rp7.621,9 miliar pada tahun 2009 dan menurun sebesar sebesar Rp2.627,1 miliar atau 27,4% dari Rp9.590,6
8,9% dari Rp9.651,3 miliar pada tahun 2007 menjadi miliar pada tahun 2007 menjadi Rp12.217,7 miliar pada
Rp8.790,8 miliar pada tahun 2008. tahun 2008. Peningkatan ini terutama terkait dengan
pengembangan kapasitas jaringan Telkomsel sejalan
Tren penurunan pendapatan interkoneksi terutama dengan pertumbuhan basis pelanggan serta peningkatan
disebabkan penerapan ketentuan baru interkoneksi. Mulai aset tetap guna pembangunan telepon tidak bergerak
1 Januari 2007, pemerintah menerapkan ketentuan baru nirkabel. Pelanggan Telkomsel mengalami peningkatan
interkoneksi berbasis biaya untuk semua jaringan dari 47,9 juta pelanggan pada posisi 31 Desember 2007
telekomunikasi dan operator layanan. Dalam skema baru menjadi 65,3 juta pelanggan pada posisi 31 Desember
ini, operator jaringan yang menerima panggilan akan 2008, dan 81,6 juta pelanggan pada posisi 31 Desember
dibebani biaya interkoneksi berdasarkan formula yang 2009. Sedangkan layanan telepon tidak bergerak
ditetapkan pemerintah, yang mensyaratkan operator nirkabel TELKOM tumbuh dari 6,3 juta sambungan pada
untuk menagih panggilan berdasarkan beban atas posisi 31 Desember 2007 menjadi 12,7 juta sambungan
panggilan tersebut. Tagihan interkoneksi ini harus dihitung pada posisi 31 Desember 2008 dan 15,1 juta sambungan
dan dilaporkan kepada Ditjen Postel setiap tahun untuk pada posisi 31 Desember 2009.
memperoleh pengesahan dalam bentuk Daftar Penawaran
Interkoneksi atau Reference Interconnection Offer (“RIO”). Aset Tidak Berwujud
Sebagai akibatnya, TELKOM, termasuk Telkomsel, Aset tidak berwujud terdiri dari aset tidak berwujud yang
membuat penyesuaian dengan menurunkan tarif pada berasal dari anak perusahaan dan penggabungan usaha,
Desember 2007 dan April 2008. TELKOM memperkirakan (lihat Catatan 2d, 2j, 3, 13 dan 36 dari Laporan Keuangan
penurunan tarif akan terus terjadi. Ketentuan baru Konsolidasian TELKOM), lisensi dan perangkat lunak
interkoneksi berbasis biaya juga menyediakan keterbukaan komputer. Aset tidak berwujud diakui jika kemungkinan
dalam biaya interkoneksi yang memungkinkan operator besar akan memperoleh manfaat ekonomi pada masa
untuk mencari rute panggilan yang paling efisien dengan ya n g a ka n d a t a n g d a r i a s e t te r s e b u t d a n b i aya

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
94 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Tinjauan Hasil Usaha

perolehannya dapat diukur secara andal. Aset tidak Berdasarkan interpretasi manajemen atas persyaratan
berwujud dicatat sebesar harga perolehan dikurangi lisensi dan konfirmasi tertulis dari Dirjen Postel, diyakini
dengan akumulasi amortisasi dan penurunan nilai (jika bahwa lisensi dapat dikembalikan setiap waktu tanpa
ada). Aset tidak berwujud diamortisasi selama umur adanya kewajiban finansial untuk membayar sisa BHP.
manfaatnya. Perusahaan melakukan estimasi nilai yang Berdasarkan kenyataan tersebut, Telkomsel memperoleh
dapat diperoleh kembali atas aset tidak berwujud pada hak untuk mengoperasikan jaringan 3G atas dasar lisensi
tanggal neraca. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi 3G dengan membayar iuran tahunan. Oleh karena itu,
estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai aset Telkomsel mengakui biaya BHP tahunan sebagai beban
tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi nilai yang pada saat terjadi.
dapat diperoleh kembali.
Ringkasan Kebijakan Akuntansi
Pada tahun 2006, Telkomsel memperoleh lisensi untuk yang Signifikan dan Beberapa
mengoperasikan jaringan 3G. Telkomsel harus membayar keputusan Akuntansi yang Baru
uang muka (up-front fee) dan Biaya Hak Penggunaan Ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan
(“BHP”) selama sepuluh tahun mendatang. Uang muka b e b e ra p a ke p u t u s a n a ku n t a n s i ya n g b a r u d a p at
dicatat sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi dengan ditemukan pada Catatan 2 dan 51 Laporan Keuangan
menggunakan metode garis lurus selama masa hak Konsolidasian TELKOM.
pengoperasian lisensi 3G. Amortisasi diakui sejak aset
tersebut tersedia untuk digunakan.

Pendapatan Usaha TELKOM


Tabel berikut menunjukkan pendapatan usaha TELKOM, yang dikelompokkan sesuai dengan produk dan jasa utama
TELKOM selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009. Setiap item dinyatakan dalam persentase dari total
pendapatan usaha:

Tabel Pendapatan Usaha TELKOM


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Pendapatan Usaha

Telepon

Tidak bergerak 11.001,2 18,5 9.730,3 16,0 8.644,9 13,4 917,2

Seluler 22.638,1 38,1 25.332,0 41,7 27.201,8 42,1 2.886,1

Interkoneksi

Pendapatan 12.705,9 21,3 12.054,3 19,9 10.551,2 16,3 1.119,5

Beban (3.054,6) (5,1) (3.263,5) (5,4) (2.929,3) (4,5) (310,8)

Bersih 9.651,3 16,2 8.790,8 14,5 7.621,9 11,8 808,7

Data, Internet dan jasa teknologi


Informatika
14.684,1 24,7 14.712,8 24,2 18.506,2 28,6 1.963,5

Jaringan 707,4 1,2 1.079,5 1,8 1.218,0 1,9 129,2

Jasa telekomunikasi lainnya 757,9 1,3 1.044,5 1,7 1.403,8 2,2 148,9

Jumlah Pendapatan Usaha 59.440,0 100,0 60.689,9 100,0 64.596,6 100,0 6.853,6

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Tinjauan Hasil Usaha 95

Pendapatan Telepon Tidak Bergerak


Pendapatan telepon tidak bergerak selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009 adalah sebagai berikut, yang
setiap item dinyatakan dalam persentase dari pendapatan usaha:

Tabel Pendapatan Telepon Tidak Bergerak


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Pendapatan Telepon Tidak Bergerak

Percakapan Lokal dan SLJJ 7.023,0 11,8 5.738,0 9,5 4.774,1 7,4 506,3

Pendapatan Abonemen Bulanan 3.700,6 6,2 3.668,0 6,0 3.508,4 5,4 372,0

Pendapatan Pasang Baru 123,7 0,2 130,0 0,2 91,5 0,1 9,7

Kartu Telepon 1,0 - 11,7 - 35,4 0,1 3,8

Lain-lain 152,9 0,3 182,6 0,3 235,5 0,4 25,0

Jumlah 11.001,2 18,5 9.730,3 16,0 8.644,9 13,4 917,2

Pendapatan Telepon Seluler


Pendapatan telepon seluler selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009 sebagai berikut, untuk setiap item
dinyatakan dalam persentase dari pendapatan usaha:

Tabel Pendapatan Telepon Seluler


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Pendapatan Telepon Seluler

Pendapatan Pemakaian 21.990,3 36,8 24.138,0 39,8 26.071,4 40,4 2.766,2

Pendapatan Abonemen Bulanan 204,7 0,6 186,1 0,3 423,5 0,7 44,9

Pendapatan Jasa Penyambungan 130,4 0,2 285,0 0,5 223,8 0,3 23,8

Fitur 312,6 0,5 722,9 1,2 483,1 0,7 51,2

Jumlah 22.638,1 38,1 25.332,0 41,7 27.201,8 42,1 2.886,1

Pendapatan Interkoneksi
Pendapatan interkoneksi selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009 adalah sebagai berikut, yang setiap
item dinyatakan dalam persentase dari pendapatan usaha:

Tabel Pendapatan Interkoneksi


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Pendapatan Interkoneksi

Pendapatan 12.705,9 21,4 12.054,3 19,9 10.551,2 16,4 1.119,5

Beban (3.054,6) (5,1) (3.263,5) (5,4) (2.929,3) (4,5) (310,8)

Jumlah - Bersih 9.651,3 16,2 8.790,8 14,5 7.621,9 11,8 808,7

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
96 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Tinjauan Hasil Usaha

Pendapatan Data, Internet dan Jasa Teknologi Informatika


Pendapatan data, intenet dan jasa teknologi informatika selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009 adalah
sebagai berikut, yang setiap item dinyatakan dalam persentase dari pendapatan usaha:

Tabel Pendapatan Data, Internet dan Jasa Teknologi Informatika


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Pendapatan Data, Internet dan Jasa


Teknologi Informatika

SMS 11.224,4 18,9 9.653,6 15,9 10.499,4 16,3 1.113,9

Internet, Komunikasi Data dan Jasa


Teknologi Informatika 3.232,9 5,4 4.841,1 8,0 7.785,5 12,1 826,0

VoIP 198,3 0,3 180,5 0,3 184,5 0,3 19,6

e-business 28,5 - 37,5 0,1 36,7 0,1 3,9

Jumlah 14.684,1 24,7 14.712,8 24,2 18.506,2 28,6 1.963,5

Pendapatan Jaringan
Pendapatan jaringan selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009 adalah sebagai berikut, yang setiap item
dinyatakan dalam persentase dari pendapatan usaha:

Tabel Pendapatan Jaringan


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Pendapatan Jaringan

Sewa Transponder Satelit 233,9 0,4 387,7 0,6 475,0 0,7 50,4

Sewa Sirkit 473,5 0,8 691,8 1,2 743,0 1,2 78,8

Jumlah 707,4 1,2 1.079,5 1,8 1.218,0 1,9 129,2

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Tinjauan Hasil Usaha 97

Pendapatan Layanan Telekomunikasi Lainnya


Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya untuk tiga tahun sejak 2007 sampai dengan 2009 disajikan dibawah ini
dimana setiap item di nyatakan dalam pesentase dari pendapatan usaha.

Tabel Pendapatan Layanan Telekomunikasi Lainnya

Years Ended December 31,


2007 2008 2009 2009
Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Pendapatan Jasa Telekomunikasi


Lainnya

Customer Premise Equipment (“CPE”)


and Terminal - - 380.5 0.6 721.1 1.1 76,5

Directory Assistance 329.9 0.6 333.6 0.5 340.1 0.5 36,1

Pendapatan PBH 114.2 0.2 122.0 0.2 29.5 - 3,1

Amortisasi pendapatan ditangguhkan 313.8 0.5 204.1 0.3 111.8 0,2 11,9

Lain-lain - - 4.4 0.0 201.4 0,3 21,4

Jumlah 757.9 1.3 1,044.5 1.7 1,403.8 2.2 148,9

Beban Usaha Telkom


Tabel berikut menampilkan beban usaha TELKOM selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009 adalah sebagai
berikut, yang setiap item dinyatakan dalam persentase dari pendapatan usaha:

Tabel Beban Usaha TELKOM


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Beban Usaha

Penyusutan 9.440,5 15,9 11.069,6 18,2 12.565,9 19,5 1.333,2

Karyawan 8.494,9 14,3 9.116,6 15,0 8.533,2 13,2 905,4

Operasi, pemeliharaan dan jasa


telekomunikasi 9.590,6 16,1 12.217,7 20,1 14.582,3 22,6 1.547,2

Umum dan Administrasi 3.672,2 6,2 3.628,7 6,0 4.052,7 6,3 430,0

Pemasaran 1.769,1 3,0 2.349,7 3,9 2.259,5 3,5 239,7

Jumlah Beban Usaha 32.967,3 55,5 38.382,3 63,2 41.993,5 65,0 4.455,5

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
98 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Tinjauan Hasil Usaha

Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa Telekomunikasi


Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa Telekomunikasi untuk tiga tahun sejak tahun 2007 sampai dengan 2009 adalah
sebagai berikut, dimana setiap item dinyatakan dalam prosentase dari pendapatan usaha:

Tabel Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa Telekomunikasi


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa


Telekomunikasi

Operasi dan pemeliharaan 5.415,8 9,1 5.905,3 9,7 7.480,2 11,6 793,7

Beban pemakaian frekuensi radio 1.138,5 1,9 2.400,3 4,0 2.784,4 4,3 295,5

Beban hak penyelenggaraan dan


kewajiban pelayanan universal 1.026,3 1,7 1.095,1 1,8 1.136,8 1,8 120,6

Beban pokok penjualan pesawat telepon,


kartu telepon, kartu SIM dan RUIM 582,1 1,0 1.101,5 1,8 1.142,0 1,8 121,2

Beban Pokok Jasa Teknologi Informatika - - 105,7 0,2 181,2 0,3 19,2

Listrik, air dan gas 481,7 0,8 558,4 0,9 724,1 1,1 76,8

Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung 236,3 0,4 232,4 0,4 266,4 0,4 28,3

Asuransi 342,7 0,6 366,5 0,6 312,3 0,5 33,1

Sewa sirkit dan CPE 298,7 0,5 383,3 0,6 474,2 0,7 50,3

Perjalanan 50,2 0,1 50,1 0,1 60,8 0,1 6,5

Lain-lain 18,4 - 19,0 - 19,7 - 2,1

Jumlah 16,1 12.217,7 20,1 14.582,3 22,6 1.547,2

Beban Karyawan
Beban karyawan selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009 adalah sebagai berikut, yang setiap item
dinyatakan dalam persentase dari pendapatan usaha:

Tabel Beban Karyawan


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Beban Karyawan
Gaji dan tunjangan 2.884,1 4,9 2.956,4 4,9 3.056,3 4,7 324,3
Cuti, insentif dan tunjangan lainnya 2.488,3 4,2 2.242,0 3,7 2.335,4 3,6 247,8
Program Pendi - - 788,2 1,3 1.043,6 1,6 110,7
Beban imbalan kesehatan pasca kerja
berkala bersih 723,2 1,2 901,8 1,5 331,1 0,5 35,1
Beban pensiun berkala bersih 859,5 1,4 706,5 1,2 625,8 1,0 66,4
PPh Karyawan 1.511,2 2,5 1.128,4 1,9 674,4 1,0 71,6
Beban LSA dan terminasi LSA (359,8) (0,6) 35,3 0,1 116,6 0,2 12,4
Perumahan 219,7 0,4 215,3 0,4 207,5 0,3 22,0
Beban Imbalan pasca kerja lainnya 84,7 0,1 83,6 0,1 81,5 0,1 8,6
Pengobatan 28,1 - 10,3 - 18,7 - 2,0
Imbalan karyawan lainnya 13,6 - 16,3 - 20,0 - 2,1
Lain-lain 42,3 0,1 32,5 0,1 22,4 - 2,4
Jumlah 8.494,9 14,3 9.116,6 15,0 8.533,2 13,2 905,4

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Tinjauan Hasil Usaha 99

Beban Umum dan Administrasi


Beban umum dan administrasi selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009 adalah sebagai berikut, yang setiap
item dinyatakan dalam persentase dari pendapatan usaha:

Tabel Beban Umum dan Administrasi


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Beban Umum dan Administrasi


Jasa Profesional 156,9 0,3 204,9 0,3 184,5 0,3 19,6
Beban Penagihan 598,6 1,0 583,9 1,0 717,8 1,1 76,2
Amortisasi goodwill dan aset tidak
berwujud lainnya 1.154,0 1,9 1.243,6 2,0 1.390,5 2,2 147,5
Pelatihan, pendidikan dan rekruitmen 222,7 0,4 241,4 0,4 204,7 0,3 21,7
Perjalanan 254,1 0,4 238,3 0,4 223,2 0,3 23,7
Keamanan dan screening 236,0 0,4 258,7 0,4 265,4 0,4 28,2

Sumbangan sosial dan umum 237,4 0,4 141,8 0,2 220,6 0,3 23,4

Sewa Kendaraan 103,0 0,2 87,0 0,1 66,2 0,1 7,0


Alat tulis dan cetakan 79,9 0,1 72,0 0,1 64,6 0,1 6,9
Rapat 88,9 0,1 88,0 0,1 76,4 0,1 8,1
Penyisihan piutang ragu-ragu dan
persediaan usang 500,8 0,8 398,0 0,7 573,7 0,9 60,9
Penelitian dan pengembangan 6,7 - 9,8 - 5,9 - 0,6
Lain-lain 33,2 0,1 61,3 0,1 59,2 0,1 6,3
Jumlah 3.672,2 6,1 3.628,7 6,0 4.052,7 6,2 430,0

Beban Pemasaran
Beban pemasaran selama tiga tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009 adalah sebagai berikut, yang setiap item
dinyatakan dalam persentase dari pendapatan usaha:

Tabel Beban Pemasaran


Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) % US$ (juta)

Beban Pemasaran

Iklan 1.300,7 2,2 1.876,3 3,1 1.724,0 2,7 182,9

Edukasi Pelanggan 424,8 0,7 416,5 0,7 437,2 0,7 46,4

Lain-lain 43,6 0,1 56,9 0,1 98,2 0,2 10,4

Jumlah 1.769,1 3,0 2.349,7 3,9 2.259,5 3,5 239,7

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
100 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Usaha

HASIL USAHA Rp881,8 miliar, atau 10,5%, dari Rp8.344,8 miliar


Tahun yang berakhir pada tanggal pada 2008 menjadi Rp7.463,0 miliar pada 2009.
31 Desember 2009 dibandingkan Pendapatan telepon tidak bergerak nirkabel
dengan tahun yang berakhir pada turun sebesar Rp203,7 miliar, atau 14,7%, dari
tanggal 31 Desember 2008 Rp1.385,5 miliar pada 2008 menjadi Rp1.181,8
A. Pendapatan Usaha miliar pada 2009.
Pendapatan usaha meningkat sebesar Rp3.906,8
miliar, atau 6,4%, dari Rp60.689,8 miliar dalam tahun Penurunan pendapatan telepon tidak bergerak
2008 menjadi Rp64.596,6 miliar pada tahun 2009. ka b e l te r u t a m a d i s e b a b ka n o l e h p e n u r u n a n
Peningkatan pada pendapatan usaha pada 2009 pendapatan percakapan lokal dan SLJJ sebesar
terutama disebabkan oleh peningkatan dari pendapatan 21,1% dari Rp4.559,9 miliar pada 2008 menjadi
seluler, data, internet dan jasa teknologi informatika, Rp3.598,9 miliar pada 2009. Penurunan pada
dan jasa telekomunikasi lainnya yang diimbangi dengan pendapatan telepon tidak bergerak nirkabel
penurunan pendapatan telepon tidak bergerak dan terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan
interkoneksi. sambungan lokal dan jarak jauh dalam negeri
sebesar 21,7% dari Rp1.016,9 miliar pada 2008
1. Pendapatan Sambungan Telepon Tidak Bergerak menjadi Rp796,2 miliar pada 2009.
Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak
menurun sebesar Rp1.085,4 miliar, atau 11,2%, dari 2. Pendapatan Telepon Seluler
Rp9.730,3 miliar pada 2008 menjadi Rp8.644,9 Pendapatan telepon seluler meningkat sebesar
miliar pada 2009. Penurunan pada pendapatan Rp1.869,8 miliar, atau 7,4%, dari Rp25.332,0
sambungan telepon tidak bergerak terutama miliar pada 2008 menjadi Rp27.201,8 miliar pada
disebabkan oleh penurunan pendapatan layanan 2009, terutama disebabkan oleh peningkatan
telepon tidak bergerak kabel dan telepon tidak pendapatan pemakaian dan fitur. Pendapatan
b e rg e ra k n i r ka b e l . Pe n d a p at a n d a r i l aya na n pemakaian meningkat sebesar Rp1.933,4 miliar,
te l e p o n t i d a k b e rg e ra k ka b e l t u r u n s e b e s a r atau 8,0% dari Rp24.138,0 miliar pada 2008

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Usaha 101

m e n j a d i R p 2 6 .07 1 , 4 m i l i a r p a d a 2 0 0 9, ya n g Peningkatan pendapatan ini terutama disebabkan


disebabkan oleh pertumbuhan pelanggan seluler o l e h p e n i n g kat a n p e n d a p at a n l aya n a n S M S ,
dan minute of usage. internet, komunikasi data dan jasa teknologi
informatika.
Peningkatan pendapatan seluler terutama
disebabkan oleh peningkatan pelanggan Pendapatan SMS meningkat sebesar Rp845,8
Telkomsel sebesar 25,0% dari 65,3 juta pelanggan miliar atau 8,8% dari Rp9.653,6 miliar pada
pada 2008 menjadi 81,6 juta pelanggan pada 2008 menjadi Rp10.499,4 miliar pada 2009.
2009. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan Pendapatan layanan internet, komunikasi data
jumlah pelanggan pascabayar dan prabayar yang dan teknologi informatika meningkat sebesar
tumbuh masing-masing sebesar 4,9% dan 25,6% Rp2.944,4 miliar, atau 60,8% dari Rp4.841,1 miliar
pada tahun 2009. pada 2008 menjadi Rp7.785,5 miliar pada 2009
terutama karena peningkatan usaha pemasaran
Sebagai hasil tingkat pertumbuhan pelanggan untuk mendorong peningkatan penjualan atas
prabayar yang lebih tinggi, proporsi pelanggan layanan data dan internet terutama pelanggan
p ra b a ya r t e r h a d a p t o t a l j u m l a h p e l a n g g a n Speedy pada 2009. Pelanggan Speedy meningkat
m e n i n g k a t d a r i 9 7, 0 % p a d a 2 0 0 8 m e n j a d i sebesar 77,5% dari 645.000 pelanggan pada 2008
97,5% pada 2009. Dengan adanya peningkatan menjadi sekitar 1.145.000 pelanggan pada 2009.
persentase jumlah pelanggan prabayar tersebut
terhadap total jumlah pelanggan, ARPU campuran 5. Pendapatan Jaringan
bulanan menurun dari sekitar Rp59.000 pada Pendapatan jaringan meningkat sebesar Rp138,5
tahun 2008 menjadi sekitar Rp48.000 pada tahun miliar, atau 2,8% dari Rp1.079,5 miliar di 2008
2009. Jumlah minute of usage meningkat 44,5%, menjadi Rp1.218,0 miliar pada 2009, terutama
dari 90,2 miliar menit pada 2008 menjadi 130,3 disebabkan oleh peningkatan sewa sirkit dan
miliar menit pada 2009. peningkatan pada pendapatan sewa transponder
satelit.
3. Pendapatan Interkoneksi
Pendapatan interkoneksi-bersih menurun sebesar Pendapatan sewa sirkit meningkat sebesar Rp51,2
Rp1.168,9 miliar, atau 13,3%, dari Rp8.790,8 miliar miliar atau 7,4% dari Rp691,8 miliar pada 2008
pada 2008 menjadi Rp7.621,9 miliar pada 2009. menjadi Rp743,0 miliar pada 2009. Pendapatan
P e n d a p a t a n i n te r ko n e k s i - b e r s i h te rd i r i d a r i sewa transponder satelit meningkat sebesar
pendapatan interkoneksi dari sambungan telepon Rp87,3 miliar, atau 22,5%, dari Rp387,7 miliar pada
tidak bergerak dan pendapatan interkoneksi 2008 menjadi Rp475,0 miliar pada 2009.
dari jaringan seluler Telkomsel . Pendapatan
inte rkoneks i termas uk sambu ngan la ngsung 6. Pendapatan Jasa Telekomunikasi Lainnya
internasional incoming dari layanan SLI (TIC-007). Pada tahun 2009, pendapatan TELKOM dari jasa
telekomunikasi lainnya meningkat sebesar Rp359,3
Pendapatan interkoneksi seluler menurun sebesar miliar, atau 34,4%, dari Rp1,044.5 miliar pada 2008
Rp1.023,4 miliar, atau 13,0%, dari Rp7.900,4 menjadi Rp1.403,8 miliar pada 2009. Peningkatan
miliar pada 2008 menjadi Rp6.877,0 miliar pada pendapatan ini terutama berasal dari pendapatan
2009, terutama karena menurunnya pendapatan CPE (Customer Premises Equipment) dan
percakapan outgoing (lokal dan SLJJ) dari telepon pendapatan TV berbayar.
tidak bergerak kabel ke seluler. Pendapatan
interkoneksi internasional turun sebesar Rp214,1 B. Beban Usaha
miliar, atau 27,4%, dari Rp780,6 miliar pada 2008 Jumlah beban usaha meningkat sebesar Rp3.611,2 miliar,
menjadi Rp566,5 miliar pada 2009. Pendapatan atau 9,4% dari Rp38.382,3 miliar pada 2008 menjadi
interkoneksi lainnya meningkat sebesar Rp68,7 Rp41.993,5 miliar pada 2009. Kenaikan jumlah beban
miliar, atau 62,6%, dari Rp109,7 miliar pada 2008 usaha terutama disebabkan oleh meningkatnya beban
menjadi Rp178,4 miliar pada 2009. operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi, beban
umum dan administrasi, sebagaimana dijelaskan lebih
Pendapatan interkoneksi-bersih memberikan lanjut di bawah ini.
kontribusi sebesar 11,9% terhadap total
pendapatan usaha konsolidasian untuk tahun 1. Beban Penyusutan
yang berakhir 31 Desember 2009 dibandingkan Beban penyusutan meningkat sebesar Rp1.496,9
14,5% untuk tahun yang berakhir 31 Desember miliar, atau 13,5%, dari Rp11.069,0 miliar pada 2008
2008. menjadi Rp12.565,9 miliar pada 2009. Peningkatan
beban penyusutan terutama disebabkan oleh
4. Pendapatan Data, Internet dan Jasa Teknologi pembangunan BTS Telkomsel sebanyak 4.120 unit
Informatika pada 2009, peningkatan kapasitas stasiun transmisi
Pendapatan data, internet dan jasa teknologi dan penerima, peralatan switching, jaringan pintar
informatika meningkat sebesar Rp3.793,4 dan peningkatan belanja modal untuk pembangunan
miliar, atau 25,8%, dari Rp14.712,8 miliar pada infrastruktur jaringan (jaringan transmisi. backbone
2008 menjadi Rp18.506,2 miliar pada 2009. dan jaringan akses).

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
102 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Usaha

2. Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa 4. Beban Pemasaran


Telekomunikasi Beban pemasaran menurun sebesar Rp90,2 miliar,
Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi atau 3,8%, dari Rp2.349,7 miliar pada 2008 menjadi
meningkat sebesar Rp2.364,6 miliar, atau 19,4%, dari Rp2.259,5 miliar pada 2009, terutama disebabkan
Rp12.217,7 miliar pada 2008 menjadi Rp14.582,3 oleh penurunan beban iklan sebesar Rp152,3 miliar,
miliar pada 2009. Peningkatan beban operasi, atau 8,1%.
pemeliharaan dan jasa telekomunikasi terutama
disebabkan oleh: 5. Beban Karyawan
Beban karyawan menurun sebesar Rp583,4 miliar,
l beban operasi dan pemeliharaan meningkat atau 6,4%, dari Rp9.116,6 miliar pada 2008 menjadi
sebesar Rp1.574,9 miliar, atau 26,7%, dari Rp8.533,2 miliar pada 2009. Penurunan beban
Rp5.905,3 miliar pada 2008 menjadi Rp7.480,2 karyawan ini terutama disebabkan oleh penurunan
m i l i a r p a d a 2 0 0 9 , ya n g d i s e b a b k a n o l e h beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala
peningkatan kapasitas BTS Telkomsel yang bersih dan penurunan beban pajak penghasilan
mendukung peningkatan pelanggan dari 65,3 karyawan. Penurunan beban karyawan dijelaskan
juta pelanggan pada tahun 2008 menjadi 81,6 sebagai berikut:
juta pelanggan pada tahun 2009. Telkomsel juga
meningkatkan kapasitas stasiun transmisi dan l beban imbalan kesehatan pascakerja berkala
penerima, switching serta peralatan jaringan bersih menurun sebesar Rp570,7 miliar, atau
pintar. 63,3%, dari Rp901,8 miliar pada 2008 menjadi
l beban listrik, air dan gas meningkat sebesar Rp331,1 miliar pada 2009, terutama disebabkan
Rp165,7 miliar atau 29,7% dari Rp558,4 miliar penurunan beban bunga;
pada tahun 2008 menjadi Rp724,1 miliar pada l pajak penghasilan (PPh) karyawan menurun
tahun 2009, terutama disebabkan meningkatnya sebesar Rp454,0 miliar, atau 40,2%, dari Rp1.128,4
jumlah BTS seluler dan telepon tidak bergerak miliar pada 2008 menjadi Rp674,4 miliar pada
nirkabel serta kenaikan tarif listrik; 2009, terutama disebabkan karena penurunan
l beban pemakaian frekuansi radio meningkat tarif pajak dan melebarnya lapisan penghasilan
sebesar Rp384,3 miliar atau 16,0% dari Rp2.400,3 kena pajak, serta penurunan jumlah pegawai dari
miliar pada 2008 menjadi Rp2.784,6 miliar pada 30.213 orang di tahun 2008 menjadi 28.750 orang
2009, disebabkan oleh peningkatan jumlah total di tahun 2009; dan
BTS (Flexi dan Telkomsel). BTS Flexi tumbuh l beban pensiun berkala bersih menurun sebesar
sebesar 36,7% dari 4.054 unit pada 2008 menjadi Rp80,7 miliar, atau 11,4% dari Rp706,5 miliar
5.543 unit pada 2009, sementara BTS Telkomsel pada 2008 menjadi Rp625,8 miliar pada
tumbuh sebesar 15,3% dari 26.872 unit pada 2008 2009, terutama disebabkan oleh peningkatan
menjadi 30.992 unit pada 2009; dan pengembalian yang diharapkan dari aset program
l b e b a n p o ko k j a s a t e k n o l o g i i n f o r m a t i k a pensiun berdasarkan perhitungan aktuaria.
meningkat sebesar Rp75,5 miliar atau 71,4%, dari
Rp105,7 miliar pada 2008 menjadi Rp181,2 miliar Penurunan ini diimbangi dengan kenaikan pada:
pada 2009, yang disebabkan oleh meningkatnya l program pensiun dini (pendi) meningkat sebesar
beban integrasi sistem perangkat keras. Rp255,4 miliar atau 32,4%, dari Rp788,2 miliar
pada 2008 menjadi Rp1.043,6 miliar pada 2009,
3. Beban Umum dan Administrasi yang disebabkan penerapan program pensiun
Beban umum dan administrasi meningkat sebesar dini pada 2009;
Rp424,0 miliar, atau 11,7%, dari Rp3.628,7 miliar pada l beban penghargaan masa kerja (LSA) dan
2008 menjadi Rp4.052,7 miliar pada 2009, yang te r m i n a s i p e n g h a rg a a n m a s a ke r j a ( L SA )
disebabkan oleh: meningkat sebesar Rp81,3 miliar, atau 230,2%,
dari Rp35,3 miliar pada 2008 menjadi Rp116,6
l peningkatan karena bertambahnya penyisihan miliar pada 2009, terutama disebabkan oleh
piutang ragu-ragu dan persediaan usang sebesar dimulainya pemberian tunjangan cuti besar di
Rp175,7 miliar, atau 44,1%; Telkomsel pada tahun 2009 dan biaya untuk
l peningkatan amortisasi goodwill dan aset tunjangan tersebut dimasukan ke dalam beban;
tidak berwujud lainnya sebesar Rp146,9 miliar l cuti, insentif dan tunjangan lainnya meningkat
atau 11,8%; sebesar Rp93,4 miliar, atau 4,2%, dari Rp2.242,0
l peningkatan beban penagihan Rp133,9 miliar, miliar pada 2008 menjadi Rp2.335,4 miliar pada
atau 22,9%; dan 2009, terutama disebabkan oleh kenaikan beban
l peningkatan sumbangan sosial dan umum insentif yang sejalan dengan kenaikan performansi
sebesar Rp78,8 miliar, atau 55,6%, d a r i R p 1 4 1 , 8 keuangan; dan
m i l i a r p a d a 2 0 0 8 m e n j a d i Rp220,6 miliar l gaji dan tunjangan terkait lainnya meningkat
pada 2009, terutama disebabkan meningkatnya sebesar Rp99,8 miliar, atau 3,4% dari Rp2.956,4
program kemitraan. miliar pada 2008 menjadi Rp3.056,3 miliar pada

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Usaha 103

2009, terutama disebabkan oleh kenaikan gaji J. Saldo Laba Ditahan


pegawai walaupun diimbangi dengan penurunan Saldo laba ditahan meningkat sebesar Rp4.967,2 miliar,
jumlah pegawai. dari Rp31.500,0 miliar per 31 Desember 2008 menjadi
Rp36.467,2 miliar per 31 Desember 2009, y a n g
C. Laba Usaha dan Marjin Usaha disebabkan oleh laba bersih sebesar Rp11.332,1 miliar pada
Sebagai hasil dari hal-hal yang dijelaskan di atas, laba 2009, yang diimbangi dengan pengakuan dividen tunai
usaha meningkat sebesar Rp295,6 miliar, atau 1,3% sebesar Rp5.840,7 miliar.
dari Rp22.307,5 miliar pada 2008 menjadi Rp22.603,1
miliar pada 2009. Sementara itu, pendapatan usaha Tahun yang berakhir pada tanggal
meningkat sebesar Rp3.906,8 miliar atau 6,4%. Marjin 31 Desember 2008, dibandingkan
usaha TELKOM sedikit menurun dari 36,8% pada 2008 dengan tahun yang berakhir pada
menjadi 35,0% pada 2009. tanggal 31 Desember 2007
A. Pendapatan Usaha
D. (Beban) Penghasilan Lain-Lain Pendapatan usaha meningkat sebesar Rp1.249,8
Beban lain-lain menurun sebesar Rp1.740,8 miliar, atau miliar atau 2,1% dari Rp59.440 miliar pada tahun
87,3%, dari Rp1.994,7 miliar pada 2008 menjadi Rp253,9 2 0 07 m e n j a d i R p 6 0 . 6 8 9 , 8 m i l i a r p a d a t a h u n
miliar pada 2009, terutama disebabkan oleh keuntungan 2008. Hal ini terutama disebabkan karena adanya
selisih kurs - bersih meningkat sebesar Rp2.586,7 miliar, peningkatan dari pendapatan seluler, jaringan dan
atau 160,3% dari rugi sebesar Rp1.613,8 miliar pada jasa telekomunikasi lainnya.
2008 menjadi keuntungan sebesar Rp972,9 miliar pada
2009, terutama disebabkan oleh apresiasi Rupiah yang 1. Pendapatan Sambungan Telepon Tidak Bergerak
diakibatkan oleh laba translasi atas pinjaman dalam mata Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak
uang Dolar AS. menurun sebesar Rp1.270,9 miliar atau 11,6% dari
Rp11.001,2 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp9.730,3
E. Laba Sebelum Pajak dan Marjin Laba Sebelum Pajak miliar pada tahun 2008. Penurunan pendapatan
Sebagai hasil dari hal-hal yang dijelaskan sebelumnya, sambungan telepon tidak bergerak terutama
laba sebelum pajak meningkat sebesar Rp2.036,5 miliar, disebabkan oleh penurunan pendapatan dari layanan
atau 10,0% dari Rp20.312,8 miliar pada 2008 menjadi telepon tidak bergerak kabel. Pendapatan telepon
Rp22.349,3 miliar pada 2009. Marjin laba sebelum pajak tidak bergerak kabel menurun sebesar Rp1.272,6
meningkat dari 34,6% pada 2008 menjadi 35,3% pada miliar atau 13,2% dari Rp9.617,3 miliar pada tahun
2009. 2007 menjadi Rp8.344,8 miliar pada tahun 2008.
Pendapatan telepon tetap nirkabel sebaliknya
F. Beban Pajak Penghasilan meningkat sebesar Rp1,6 miliar atau 0,1%. dari
Beban pajak penghasilan meningkat sebesar Rp733,4 Rp1.383,9 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp1.385,5
miliar, atau 13,0%, dari Rp5.639,7 miliar pada 2008 miliar pada tahun 2008.
menjadi Rp6.373,1 miliar pada 2009, sejalan dengan
peningkatan laba sebelum pajak pada 2009. Penurunan pendapatan telepon tidak bergerak kabel
terutama disebabkan penurunan pada pendapatan
G. Hak Minoritas Atas Laba Bersih Anak Perusahaan sambungan jarak jauh dalam negeri sebesar 18,0%
Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan dari Rp5.562,3 miliar pada tahun 2007 menjadi
meningkat sebesar Rp590,5 miliar, atau 14,6%, dari Rp4.559,9 miliar pada tahun 2008. Peningkatan
Rp4.053,6 miliar pada 2008 menjadi Rp4.644,1 miliar pada pendapatan telepon tetap nirkabel terutama
pada 2009, terutama karena meningkatnya kinerja disebabkan pertumbuhan sebesar 45,7% pada
keuangan Telkomsel. produksi pulsa telepon seluler dari 9,3 miliar menit
pada tahun 2007 menjadi 13,6 miliar menit pada
H. Laba Bersih tahun 2008.
Sebagai hasil dari penjelasan di atas, laba bersih
perusahaan meningkat sebesar Rp712,6 miliar, atau 6,7%, 2. Pendapatan Telepon Seluler
dari Rp10.619,5 miliar pada 2008 menjadi Rp11.332,1 Pendapatan telepon seluler meningkat sebesar
miliar pada 2009. Rp2.693,9 miliar atau 11,9% dari Rp22.638,1 miliar
pada tahun 2007 menjadi Rp25.332,0 miliar
I. Ekuitas pada tahun 2008 terutama disebabkan karena
Jumlah ekuitas meningkat sebesar Rp4.675,6 miliar, meningkatnya biaya air time dan biaya fitur. Biaya
atau 13,6%, dari Rp34.314,1 miliar pada 2008 menjadi air time meningkat sebesar Rp1.869,1 miliar atau
Rp38.989,7 miliar pada 2009. Peningkatan jumlah 8,6% dari Rp21.823,2 miliar pada tahun 2007
ekuitas terutama disebabkan oleh laba bersih sebesar menjadi Rp23.692,3 miliar pada tahun 2008 yang
Rp11.332,1 miliar pada 2009, diimbangi dengan dividen dipengaruhi peningkatan pada jumlah pelanggan
tunai sebesar Rp5.840,7 miliar dan akuisisi 49% saham seluler dan jumlah menit yang digunakan.
Infomedia sebesar Rp439,4 miliar.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
104 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Usaha

Seorang Customer Service sedang mencoba layanan Telkomsel My Pulau, yaitu layanan jejaring sosial yang memiliki fitur unik seperti: social status
integrator, my interest, dan my buys.

P e n d a p a t a n j a s a p e nya m b u n g a n m e n i n g ka t pelanggan prabayar tersebut terhadap total


sebesar Rp154,5 miliar atau 118,5% dari Rp130,4 jumlah pelanggan, ARPU campuran bulanan
miliar pada tahun 2007 menjadi Rp284,9 miliar m e n u r u n d a r i s e k i t a r R p 8 0.0 0 0 p a d a t a h u n
pada tahun 2008. Pendapatan fitur meningkat 2007 menjadi sekitar Rp59.000 pada tahun
sebesar Rp410,2 miliar atau 131,2% dari Rp312,7 2008. ARPU untuk SMS/non-voice pelanggan
miliar pada tahun 2007 menjadi Rp722,9 miliar p a s c a b aya r m e n u r u n d a r i s e k i t a r R p 49.0 0 0
pada tahun 2008. Pendapatan abonemen bulanan pada tahun 2007 menjadi sekitar Rp40.000
meningkat sebesar Rp260,1 miliar atau 69,9% dari pada tahun 2008. Menit pemakaian meningkat
Rp371,8 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp631,9 2 57 % d a r i 2 5 , 2 m i l i a r m e n i t d i t a h u n 2 0 07
miliar pada tahun 2008, terutama karena adanya menjadi 90,2 miliar menit di tahun 2008.
peningkatan jumlah pelanggan KartuHALO.
3. Pendapatan Interkoneksi
Peningkatan pendapatan seluler terutama Pendapatan interkoneksi-bersih menurun sebesar
disebabkan oleh peningkatan pelanggan Rp860,5 miliar atau 8,9% dari Rp9.651,3 miliar pada
Telkomsel sebesar 36,4% dari 47,9 juta pelanggan tahun 2007 menjadi Rp8.790,8 miliar pada tahun
pada tahun 2007 menjadi 65,3 juta pelanggan 2008. Pendapatan interkoneksi-bersih terdiri dari
pada tahun 2008. Peningkatan jumlah pelanggan pendapatan interkoneksi sambungan telepon tidak
ini karena terjadinya peningkatan pelanggan bergerak kami dan pendapatan interkoneksi dari
bersih sebesar 41,5% dari 12,3 juta pelanggan jaringan seluler Telkomsel. Pendapatan interkoneksi
pada tahun 2007 menjadi 17,4 juta pelanggan termasuk sambungan langsung international
pada tahun 2008. Pelanggan pascabayar incoming dari layanan SLI (TIC-007).
tumbuh sebesar 1,4% menjadi 1,9 juta pelanggan,
s e d a n g k a n p e l a n g g a n p ra b a ya r m e n i n g k a t Pendapatan interkoneksi seluler bersih menurun
sebesar 37,8% menjadi 63,4 juta pelanggan per Rp834,4 miliar atau 9,6% dari Rp8.734,8 miliar
tanggal 31 Desember 2008. pada tahun 2007 menjadi Rp7.900,4 miliar pada
tahun 2008, terutama disebabkan oleh penurunan
Tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari pendapatan panggilan keluar (lokal dan SLJJ) dari
pelanggan prabayar menyebabkan komposisi telepon tidak bergerak kabel beralih ke seluler.
p e l a n g g a n p ra b a ya r t e r h a d a p t o t a l j u m l a h Pendapatan interkoneksi internasional bersih
pelanggan meningkat dari 96,0% pada tahun meningkat sebesar Rp85,9 miliar atau 12,4% dari
2007 menjadi 97,0% pada tahun 2008. Dengan Rp694,7 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp780,6
adanya peningkatan persentase jumlah miliar pada tahun 2008. Pendapatan interkoneksi

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Usaha 105

lain juga mengalami penurunan sebesar Rp112,1 6. Pendapatan Jasa Telekomunikasi Lainnya
miliar atau 50,5% dari Rp221,8 miliar pada tahun Pendapatan dari jasa telekomunikasi lainnya
2007 menjadi Rp109,7 miliar pada tahun 2008. meningkat sebesar Rp286,5 miliar atau 37,8% dari
Rp758,0 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp1.044,5
Pendapatan interkoneksi-bersih memberikan miliar pada tahun 2008, terutama disebabkan oleh
kontribusi 14,4% terhadap total pendapatan usaha program bundling terminal Flexi.
konsolidasian untuk tahun 2008 dibandingkan 16,2%
untuk tahun 2007. B. Beban Usaha
Jumlah beban usaha meningkat sebesar Rp5.415,0
4. Pendapatan Data, Internet dan Jasa Teknologi miliar atau 16,4% dari Rp32.967,3 miliar pada tahun
Informatika 2007 menjadi Rp38.382,3 miliar pada tahun 2008.
Pendapatan data, internet dan jasa teknologi Peningkatan total beban usaha terutama disebabkan
i n f o r m a t i k a n a i k s e b e s a r Rp28,7 miliar atau oleh meningkatnya beban operasi, pemeliharaan
0,2% dari Rp14.684,1 miliar p a d a t a h u n 2 0 07 dan jasa telekomunikasi, beban penyusutan, beban
m e n j a d i R p 1 4 .7 1 2 , 8 m i l i a r di tahun 2008. p e m a s a ra n , d a n b e b a n p e g awa i , s e b a g a i m a n a
Peningkatan pendapatan ini dipengaruhi oleh dijelaskan lebih lanjut di bawah.
meningkatnya pendapatan internet, komunikasi
data dan jasa teknologi informatika. 1. Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa
Telekomunikasi
Pendapatan internet, komunikasi data, dan jasa Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi
teknologi infoematika meningkat sebesar Rp1.608, 2 meningkat sebesar Rp2.627,1 miliar atau 27,4% dari
miliar, atau 49,7% dari Rp 3.232,9 miliar di tahun 2007 Rp9.590,6 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp12.217,7
menjadi Rp 4.481,1 di tahun 2008. H a l t e r s e b u t miliar pada tahun 2008. Peningkatan beban operasi.
terutama disebabkan karena peningkatan usaha pemeliharaan dan jasa telekomunikasi terutama
pemasaran untuk mendorong peningkatan penjualan disebabkan oleh:
terhadap layanan data, internet dan layanan
teknologi informatika, terutama pelanggan Speedy l beban pemakaian frekuensi radio meningkat
pada tahun 2008 dan peningkatan pendapatan sebesar Rp1.261,8 miliar dari Rp1.138,5 miliar
VPN serta kontribusi dari anak perusahaan (SIGMA). pada tahun 2007 menjadi Rp2.400,3 miliar pada
Pelanggan Speedy meningkat 167,6% dari sekitar tahun 2008 atau meningkat sebesar 110,8%,
241.000 pada tahun 2007 menjadi 645.000 pada yang disebabkan oleh peningkatan jumlah BTS
tahun 2008 (tidak termasuk jumlah pelanggan Telkomsel dan TELKOM. Jumlah BTS TELKOM
untuk tujuan trial & pendidikan sekitar 205.000). meningkat sebesar 112,1% dari 1.911 unit pada
Pendapatan VPN meningkat sebesar 76,1% dari tahun 2007 menjadi 4.054 unit pada tahun 2008.
Rp393,3 miliar di tahun 2007 menjadi Rp692,5 Jumlah BTS Telkomsel meningkat sebesar 28,8%
miliar di tahun 2008. dari 20.858 unit pada tahun 2007 menjadi 26.872
unit pada tahun 2008;
Peningkatan ini mengimbangi penurunan l peningkatan beban operasi dan pemeliharaan
pendapatan dari SMS sebesar Rp1.570,7 miliar sebesar Rp489,5 miliar atau 9,0%, dari Rp5.415,8
atau 14,0% dari Rp11.224,3 miliar di tahun 2007 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp5.905,3
menjadi Rp9.653,6 miliar di tahun 2008 terutama miliar pada tahun 2008 yang disebabkan oleh
karena penurunan tarif SMS yang signifikan di meningkatnya kapasitas jaringan Telkomsel yang
Telkomsel. meskipun trafik SMS meningkat 58% mendukung peningkatan jumlah pelanggan dari
dari 49,5 miliar pada tahun 2007 menjadi 78,0 47,9 juta pada tahun 2007 menjadi 65,3 juta
miliar pada tahun 2008. pelanggan pada tahun 2008. Telkomsel juga
meningkatkan kapasitas stasiun transmisi,
5. Pendapatan Jaringan stasiun penerima, switching, dan peralatan
Pendapatan jaringan meningkat sebesar Rp372,1 jaringan pintar; dan
miliar atau 52,6% dari Rp707,4 miliar pada tahun l beban pokok penjualan pesawat telepon, kartu
2007 menjadi Rp1.079,5 miliar pada tahun 2008 telepon, kartu SIM dan RUIM meningkat Rp519,5
terutama disebabkan oleh peningkatan layanan miliar, dari Rp582,1 miliar pada tahun 2007
transponder satelit dan sewa sirkit. menjadi Rp1.101,5 miliar pada tahun 2008.
Pendapatan sewa transponder satelit meningkat
sebesar Rp153,8 miliar atau 65,7% dari Rp233,9 2. Beban Penyusutan
miliar di tahun 2007 menjadi Rp387,7 miliar Beban penyusutan meningkat sebesar Rp1.629,1
pada tahun 2008. Pendapatan sirkit langganan miliar atau 17,3% dari Rp9.440,5 miliar pada tahun
meningkat sebesar Rp218,3 miliar atau 46,1% dari 2007 menjadi Rp11.069,6 miliar pada tahun 2008.
Rp473,5 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp691,8 Peningkatan beban ini terutama disebabkan oleh
miliar pada tahun 2008 karena meningkatnya penambahan jumlah BTS Telkomsel sebanyak
jumlah operator telekomunikasi yang menggunakan 6.014 unit pada tahun 2008, peningkatan kapasitas
jaringan TELKOM. stasiun transmisi dan penerima, switching dan

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
106 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Usaha

peralatan jaringan pintar dan juga peningkatan l penurunan beban penyisihan piutang ragu-ragu
belanja modal untuk pembangunan infrastruktur dan persediaan usang sebesar Rp102,9 miliar
j a r i n g a n ( j a r i n g a n t ra n s m i s i . b a c k b o n e d a n atau 20,5%;
jaringan akses). l p e n u r u n a n b e b a n s u m b a n g a n s o s i a l d a n
umum sebesar Rp95,5 miliar atau 40,2% dari
3. Beban Pemasaran R p 2 37, 4 m i l i a r p a d a t a h u n 2 0 07 m e n j a d i
Beban pemasaran meningkat sebesar Rp580,6 Rp141,8 miliar pada tahun 2008 yang terutama
miliar atau 32,8% dari Rp1.769,1 miliar pada disebabkan oleh penurunan realisasi program
tahun 2007 menjadi Rp2.349,7 miliar pada tahun kemitraan dan penurunan beban audit.
2008. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan beban iklan sebesar Rp575,6 miliar Penurunan tersebut diimbangi sebagian oleh:
atau 44,3%.
l peningkatan beban amortisasi goodwill dan aset
4. Beban Karyawan tidak berwujud lainnya sebesar Rp89,6 miliar atau
Beban karyawan meningkat sebesar Rp621,8 7,8% dari Rp1.154,0 pada tahun 2007 menjadi
miliar atau 7,3% dari Rp8.494,9 miliar pada tahun Rp1.243,6 miliar pada tahun 2008;
2007 menjadi Rp9.116,6 miliar pada tahun 2008. l peningkatan beban jasa profesional sebesar
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya Rp48,0 miliar atau 30,6% dari Rp156,9 miliar pada
peningkatan beban pensiun dini dan peningkatan tahun 2007 menjadi Rp204,9 miliar pada tahun
beban penghargaan masa kerja. Peningkatan beban 2008 yang terutama disebabkan oleh peningkatan
karyawan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut: beban konsultan manajemen sebesar 42,7%; dan
l peningkatan beban keamanan dan screening
l beban pensiun dini naik sebesar Rp788,2 miliar sebesar Rp22,7 miliar, atau 9,6% dari Rp236,0
karena adanya pelaksanaan program pensiun dini miliar pada tahun 2007 menjadi Rp258,8 miliar
pada tahun 2008; pada tahun 2008 yang terutama disebabkan oleh
l beban penghargaan masa kerja (LSA) dan peningkatan gaji petugas keamanan.
te r m i n a s i p e n g h a rg a a n m a s a ke r j a ( L SA )
meningkat sebesar Rp395,1 miliar dari (Rp359,8) C. Laba Usaha dan Marjin Usaha
miliar pada tahun 2007 menjadi Rp35,3 miliar Laba usaha menurun sebesar Rp4.165,2 miliar atau 15,7%
pada tahun 2008; dari Rp26.472,7 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp22.307,5
l beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala miliar pada tahun 2008. Sementara itu pendapatan usaha
bersih yang meningkat Rp178,6 miliar atau 24,7%, meningkat sebesar Rp1.249,8 miliar, atau 2,1%. Marjin usaha
dari Rp723,2 miliar pada tahun 2007 menjadi Perusahaan sedikit menurun dari 44,5% pada tahun 2007
Rp901,8 miliar di 2008; dan menjadi 36,8% pada tahun 2008.
l gaji dan tunjangan lainnya yang meningkat
s e b e s a r R p 7 2 , 3 m i l i a r, a t a u 2 , 5 % , d a r i D. (Beban) Penghasilan Lain-lain
Rp2.884,1 miliar di tahun 2007 menjadi Rp2.956,4 Beban lain-lain meningkat sebesar Rp1.117,6 miliar atau
miliar pada 2008; 127,4% sebesar Rp877,1 miliar pada tahun 2007 menjadi
beban sebesar Rp1.994,7 miliar pada tahun 2008, terutama
Peningkatan ini sebagian diimbangi oleh yang disebabkan oleh:
penurunan di:
l kerugian selisih kurs - bersih meningkat sebesar
l cuti, insentif dan tunjangan lainnya yang menurun Rp1.319,0 miliar atau 447,5% dari rugi bersih
sebesar Rp246,3 miliar atau 9,9% dari Rp2.488,3 Rp294,8 miliar pada tahun 2007 menjadi rugi
miliar pada tahun 2007 menjadi Rp2.242,0 miliar bersih sebesar Rp1.613,8 miliar pada tahun 2008,
pada tahun 2008; terutama disebabkan oleh depresiasi Rupiah yang
l beban pensiun berkala bersih yang menurun mengakibatkan rugi translasi pada pinjaman dalam
s e b e s a r R p 1 5 3 , 0 m i l i a r a t a u 1 7, 8 % d a r i mata uang Dolar AS; dan
R p 8 59, 5 m i l i a r p a d a t a h u n 2 0 07 m e n j a d i l b e b a n b u n g a m e n i n g k a t s e b e s a r R p 1 4 5 , 7
Rp706,5 miliar pada tahun 2008, terutama m i l i a r at a u 1 0,1 % d a r i R p 1 . 4 3 6 , 2 m i l i a r p a d a
disebabkan menurunnya beban persiapan t a h u n 2 0 07 m e n j a d i R p 1 . 5 8 1 , 8 m i l i a r p a d a
pensiun dini; dan tahun 2008, terutama karena meningkatnya
l pajak penghasilan (PPh) pendapatan karyawan hutang bank jangka pendek dan pinjaman
yang menurun sebesar Rp382,7 miliar atau 25,3% jangka menengah Telkomsel.
dari Rp1.511,2 miliar pada tahun 2007 menjadi
Rp1.128,4 miliar pada tahun 2008. E. Laba Sebelum Pajak dan Marjin Laba Sebelum Pajak
Laba sebelum pajak menurun sebesar Rp5.282,8 miliar atau
5. Beban Umum dan Administrasi 20,6% dari Rp25.595,7 miliar pada tahun 2007 menjadi
Beban Umum dan Administrasi menurun sebesar Rp20.312,8 miliar pada tahun 2008 terutama disebabkan
Rp43,5 miliar atau 1,2% dari Rp3.672,2 miliar pada oleh peningkatan rugi selisih kurs sebesar Rp1.319,0 miliar.
tahun 2007 menjadi Rp3.628,7 miliar pada tahun Marjin laba sebelum pajak menurun dari 43,1% pada tahun
2008, yang disebabkan oleh: 2007 menjadi 33,5% pada tahun 2008.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Usaha 107

F. Beban Pajak Penghasilan I. Ekuitas


Beban pajak penghasilan menurun sebesar Rp2.288,1 Jumlah ekuitas meningkat sebesar Rp565,5 miliar atau 1,7%
miliar atau 28,9% dari Rp7.927,8 miliar pada tahun 2007 dari Rp33.748,6 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp34.314,1
menjadi Rp5.639,7 miliar pada tahun 2008, sejalan miliar pada tahun 2008, terutama disebabkan oleh laba
dengan menurunnya pendapatan sebelum pajak pada bersih sebesar Rp10.619,5 miliar pada tahun 2008, yang
tahun 2008. dikurangi dengan dividen tunai sebesar Rp8.034,5 miliar.
Per tanggal 31 Desember 2008, TELKOM telah membeli
G. Hak Minoritas Atas Laba Bersih Anak Perusahaan kembali Saham Seri B yang diterbitkan dan beredar
Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan sebanyak 490,5 juta lembar, yang merupakan 2,4% dari
menurun sebesar Rp757,2 miliar atau 15,7% dari saham yang diterbitkan dan beredar dengan jumlah nilai
Rp4.810,8 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp4.053,6 pembelian sebesar Rp4.264,1 miliar (termasuk biaya broker
miliar pada tahun 2008, terutama disebabkan karena dan kustodian). Hal-hal tersebut berkontribusi terhadap
menurunnya kinerja keuangan Telkomsel. penurunan ekuitas sebesar Rp2.087,5 miliar.

H. Laba Bersih J. Saldo Laba Ditahan


Akibat hal-hal yang dibahas di atas, laba bersih Saldo laba ditahan meningkat sebesar Rp2.585,0 miliar
p e r u s a h a a n m e n u r u n s e b e s a r R p 2 . 2 37, 5 m i l i a r dari Rp28.915,0 miliar pada tanggal 31 Desember 2007
atau 17,4% dari Rp12.857,0 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp31.500,0 miliar pada tanggal 31 Desember
menjadi Rp10.619,5 miliar pada 2008. Marjin laba 2008, yang disebabkan karena laba bersih sebesar
bersih menurun dari 21,6% pada 2007 menjadi 17,5% Rp10.619,5 miliar pada tahun 2008 dan dikurangi dividen
pada tahun 2008. tunai sebesar Rp8.034,5 miliar.

Rp 2.764 miliar

Rencana investasi
TELKOM pada
bisnis New Wave
untuk tahun 2010
sebesar Rp2.764
miliar

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
108 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Usaha

Tabel Hasil Operasi Berdasarkan Segmen

Tahun yang berakhir 31 Desember,

2007 2008 2009 2009

Rp (miliar) Rp (miliar) Rp (miliar) US$ (juta)

Sambungan Kabel Tidak Bergerak

Hasil Segmen

Pendapatan Usaha Eksternal 20.246,2 20.154,6 19.533,2 2.072,5

Pendapatan Usaha Antar Segmen 942,2 1.316,0 2.736,3 290,3

Jumlah Pendapatan Segmen 21.188,4 21.470,6 22.269,5 2.362,8

Beban Usaha Segmen (16.253,8) (17.780,9) (18.935,0) (2009,0)

Hasil Segmen 4.934,6 3.689,7 3.334,5 353,8

Penyusutan dan Amortisasi (3.403,8) (3.432,4) (3.409,6) (361,8)

Amortisasi Goodwill dan Aset tak berwujud lainnya (1.067,4) (1.196,9) (1.274,5) (135,2)

Beban Non-Kas lain-lain (397,3) (335,4) (461,3) (48,9)

Sambungan Nirkabel Tidak Bergerak

Hasil Segmen

Pendapatan Usaha Eksternal 3.221,2 3.271,4 3.283,5 348,4

Pendapatan Usaha Antar Segmen (74,7) 26,4 52,5 5,6

Jumlah Pendapatan Segmen 3.146,5 3.297,8 3.336,0 354,0

Beban Usaha Segmen (1.628.3) (2.094.4) (3.056,6) (324,3)

Hasil Segmen 1.518,1 1.203,4 279,4 29,6

Penyusutan dan Amortisasi (343,3) (408,5) (631,0) (67,0)

Amortisasi Goodwill dan Aset tidak berwujud lainnya – - (6,1) (0,7)

Seluler

Hasil Segmen

Pendapatan Usaha Eksternal 35.574,7 36.878,1 41.376,4 4.390,1

Pendapatan Antar Segmen 1.042,4 272,7 159,4 16,9

Jumlah Pendapatan Segmen 36.617,1 37.150,9 41.535,8 4.407,0

Beban Usaha Segmen (16.796,4) (20.404,5) (22.800,9) (2.419,2)

Hasil Segmen 19.820,6 16.746,4 18.735,0 1.987,8

Penyusutan dan Amortisasi (5.685,4) (7.207,6) (8.513,2) (903,3)

Amortisasi Goodwill dan Aset tak berwujud lainnya (86,6) (46,7) (109,4) (11,6)

Beban Non-Kas lain-lain (101,7) (54,9) (108,3) (11,5)

Lain-lain

Hasil Segmen

Pendapatan Usaha Eksternal 398,0 385,6 403,6 42,8

Pendapatan Usaha Antar Segmen 264,8 346,2 325,3 34,5

Jumlah Pendapatan Segmen 662,8 731,8 728,9 77,3

Beban Usaha Segmen (610,4) (642,7) (744,7) (79,0)

Hasil Segmen 52,4 89,1 (15,9) (1,7)

Penyusutan dan Amortisasi (51,0) (56,0) (30,5) (3,2)

Amortisasi Goodwill dan Aset tak berwujud lainnya - - (0,5) (0,1)

Beban Non-Kas lain-lain (1,8) - (4,1) (0,4)

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Hasil Segmen 109

HASIL SEGMEN Beban segmen seluler meningkat sebesar Rp2.396,4 miliar,


Tahun yang berakhir 31 Desember atau 11.7%, dari Rp20.404,5 miliar pada tahun 2008 menjadi
2009 dibandingkan dengan tahun Rp22.800,9 miliar pada tahun 2009, terutama karena
yang berakhir 31 Desember 2008 meningkatnya beban operasi, pemeliharaan dan jasa
Segmen Sambungan Kabel Tidak Bergerak telekomunikasi sebesar Rp777,8 miliar, beban depresiasi
Pendapatan segmen sambungan kabel tidak bergerak sebesar Rp1.276,6 miliar dan beban umum dan administrasi
meningkat sebesar Rp798,9 miliar atau 3,7% dari sebesar Rp241,5 miliar yang sejalan dengan peningkatan
Rp21.470,6 miliar pada tahun 2008 menjadi jumlah pelanggan seluler Telkomsel dari 65,3 juta pelanggan
Rp22.269,5 miliar pada tahun 2009. Peningkatan pada akhir tahun 2008 menjadi 81.6 juta pelanggan pada
pendapatan segmen ini terutama disebabkan oleh akhir tahun 2009 serta meningkatnya BTS Telkomsel dari
peningkatan pendapatan data, internet dan jasa teknologi 26,872 unit pada akhir tahun 2008 menjadi 30.992 unit
informatika sebesar Rp1.142,6 miliar terutama karena pada akhir tahun 2009.
meningkatnya pendapatan koneksi internet dari layanan
akses pita lebar. Kenaikan tersebut juga berkontribusi Segmen Lain-lain
terhadap kenaikan jasa telekomunikasi lainnya sebsar Pendapatan segmen lain-lain menurun sebesar Rp2,9 miliar,
Rp308,9 miliar. Peningkatan pendapatan layanan pada atau 0,4%, dari Rp731,8 miliar pada tahun 2008 menjadi
segmen telepon kabel tidak bergerak ini diimbangi oleh Rp728,9 miliar pada tahun 2009, disebabkan oleh
penurunan pendapatan percakapan telepon kabel tidak menurunnya pendapatan layanan call center Infomedia
bergerak sebesar Rp957,3 miliar karena menurunnya sebesar Rp13,8 miliar.
volume panggilan, dan penurunan pendapatan dari
interkoneksi sebesar Rp1.136,8 miliar. Beban segmen lain-lain meningkat sebesar
Rp102,0 miliar, atau 15,9%, dari Rp642,7 miliar pada tahun
Beban segmen sambungan kabel tidak bergerak meningkat 2008 m e n j a d i R p 74 4 ,7 m i l i a r p a d a t a h u n 2 0 0 9 ,
sebesar Rp1.154,1 miliar, atau 6,5% dari Rp17.780,9 miliar te r u t a m a ka re n a m e n i n g ka t nya b e b a n ka r yawa n
pada tahun 2008 menjadi Rp18.935,0 miliar pada tahun sebesar Rp112,0 miliar dan beban operasi dan pemeliharaan
2009, terutama disebabkan karena peningkatan pada sebesar Rp53,2 miliar.
beban operasi dan pemeliharaan sebesar Rp143,1 miliar
atau 8,4%, beban umum dan administrasi sebesar Tahun yang berakhir 31 Desember
Rp112,6 miliar, atau 8,9% dan amortisasi dari aset tidak 2008 dibandingkan dengan tahun
berwujud sebesar Rp111,0 miliar atau 9,3%. yang berakhir 31 Desember 2007
Segmen Sambungan Kabel Tidak Bergerak
Segmen Sambungan Nirkabel Tidak Bergerak Pendapatan segmen sambungan kabel tidak bergerak
Pendapatan segmen sambungan nirkabel tidak bergerak meningkat sebesar Rp282,2 miliar atau 1,3% dari
meningkat sebesar Rp38,2 miliar, atau 1,2%, dari Rp21.188,4 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp21.470,6 miliar
Rp3.297,8 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp3.336,0 miliar pada tahun 2008. Peningkatan pendapatan segmen ini
pada tahun 2009, terutama disebabkan peningkatan terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan data,
pendapatan data dan internet sambungan nirkabel tidak i n te r n e t d a n j a s a te k n o l o g i i n fo r m a t i ka s e b e s a r
bergerak sebesar Rp220,9 miliar, atau 39,7% dan Rp1.543,6 miliar terutama karena meningkatnya pendapatan
meningkatnya pendapatan interkoneksi sambungan nirkabel koneksi internet dari layanan pita lebar. Kenaikan ini juga
tidak bergerak sebesar Rp67,4 miliar, atau 5,2%. Peningkatan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan jasa
ini sejalan dengan peningkatan pelanggan sambungan jaringan sebesar Rp348,7 miliar dan pendapatan jasa
nirkabel tidak bergerak sebesar 18,9% dari 12,7 juta pelanggan telekomunikasi lainnya sebesar Rp396,8 miliar. Peningkatan
pada akhir tahun 2008 menjadi 15,1 juta pelanggan pada pendapatan layanan pada segmen sambungan kabel tidak
akhir tahun 2009. bergerak ini diimbangi oleh penurunan pendapatan
percakapan sambungan kabel tidak bergerak sebesar
Beban segmen sambungan nirkabel tidak bergerak Rp1.226,2 miliar karena menurunnya volume panggilan, dan
meningkat sebesar Rp962,2 miliar atau 45,9%, dari penurunan pendapatan dari interkoneksi bersih sebesar
Rp2.094,4 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp323,8 miliar.
Rp3.056,6 miliar pada tahun 2009, terutama karena
meningkatnya beban operasi dan pemeliharaan sebesar Beban segmen sambungan kabel tidak bergerak
Rp590,2 miliar, beban pemasaran sebesar Rp252,9 miliar, meningkat sebesar Rp1.527,1 miliar, atau 9,4% dari
dan beban penyusutan sebesar Rp222,6 miliar dari tahun Rp16.253,8 miliar pada tahun 2007 menjadi
2008 sampai dengan 2009. Rp17.780,9 miliar pada tahun 2008, terutama disebabkan
karena peningkatan pada beban operasi dan pemeliharaan
Segmen Seluler sebesar Rp544,1 miliar atau 46,5%, beban karyawan
Pendapatan segmen seluler meningkat sebesar sebesar Rp619,3 miliar, atau 9,5% dan beban pemasaran
Rp4.385,0 miliar, atau 11,8%, dari Rp37.150,9 miliar pada sebesar Rp159,0 miliar, atau 37,4%.
tahun 2008 menjadi Rp41.535,8 miliar pada tahun 2009,
terutama disebabkan karena peningkatan pendapatan Segmen sambungan Nirkabel Tidak Bergerak
percakapan seluler sebesar Rp3.504,3 miliar sejalan Pendapatan segmen sambungan nirkabel tidak
dengan peningkatan jumlah pelanggan Telkomsel sebesar b e rg e ra k m e n i n g kat s e b e s a r R p 1 5 1 , 4 m i l i a r at a u
25,0% dari 65,3 juta pelanggan pada akhir tahun 2008 4 , 8 % d a r i Rp3.146,4 miliar pada tahun 2007 menjadi
menjadi 81,6 juta pelanggan pada akhir tahun 2009. Rp3.297,8 miliar pada tahun 2008 yang disebabkan oleh

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
110 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Likuiditas dan Sumber Permodalan

meningkatnya pendapatan interkoneksi sambungan LIKUIDITAS DAN SUMBER-


nirkabel tidak bergerak sebesar Rp80,6 miliar atau sumber PERMODALAN
6,6%, kenaikan sebesar Rp51,2 miliar atau 10,1% pada Tinjauan
pendapatan data, internet dan layanan teknologi 2009
informatika dan pendapatan panggilan segmen Sumber-sumber pendanaan pada tahun 2009, berasal dari:
sambungan kabel tidak bergerak nirkabel sebesar
Rp19,4 miliar atau 1,4%. Peningkatan ini sejalan dengan 1. kas dari aktifitas operasi sebesar Rp29.715,6 miliar;
p e n i n g k a t a n p e l a n g g a n t e l e p o n t i d a k b e rg e ra k 2. pinjaman dari konsorsium beberapa bank (BNI dan BRI)
nirkabel sebesar 100,0% dari 6,4 juta sst pada tanggal sebesar Rp2.700 miliar; dan
31 Desember 2007 menjadi 12,7 juta sst pada tanggal 3. fasilitas pinjaman jangka menengah dari sindikasi bank
31 Desember 2008. (Mandiri, BCA, BNI, BRI, ANZ, BII, OCBC Indonesia dan
OCBC NISP) sebesar Rp7.550 miliar.
Beban segmen sambungan nirkabel tidak bergerak
meningkat sebesar Rp466,1 miliar atau 28,6% dari Pada tahun 2009, kebutuhan likuiditas dan sumber
Rp1.628,3 miliar pada tahun 2007 menjadi Rp2.094,4 miliar permodalan selain berasal dari modal kerja dan untuk
pada tahun 2008, terutama karena meningkatnya beban pembayaran dividen dan pajak, terdiri dari hal-hal sebagai
operasi dan pemeliharaan sebesar Rp247,5 miliar, beban berikut:
pemasaran sebesar Rp134,9 miliar dan beban penyusutan
sebesar Rp65,1 miliar dari tahun 2007 ke tahun 2008. l belanja modal untuk jaringan yang sudah terpasang dan
jaringan baru dan untuk infrastruktur backbone;
Segmen Seluler l penambahan 49% kepemilikan TELKOM di Infomedia
Pendapatan segmen seluler meningkat sebesar l pembayaran kewajiban terkait dengan hutang yang ada
Rp533,9 miliar atau 1,5% dari Rp36.617,0 miliar pada saat ini termasuk pinjaman penerusan, pinjaman jangka
tahun 2007 menjadi Rp37.150,9 miliar pada tahun 2008, pendek dan pembayaran KSO (MGTI, PT Bukaka Singtel
terutama disebabkan karena peningkatan pendapatan International (“BSI”)); dan
percakapan seluler sebesar Rp2.694,0 miliar yang l pembayaran kontribusi untuk program pensiun dan
sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan Telkomsel program imbalan kesehatan pascakerja.
sebesar 36,4% dari 47,9 juta pelanggan pada tanggal
31 Desember 2007 menjadi 65,3 juta pelanggan pada 2010
tanggal 31 Desember 2008. T E L KO M m e m p e r k i r a k a n b a h w a l i k u i d i t a s d a n
kebutuhan sumber pendanaan, selain berasal dari
Beban segmen seluler meningkat sebesar Rp3.608,1 miliar modal kerja dan untuk pembayaran dividen dan pajak,
atau 21,5% dari Rp16.796,4 miliar pada tahun 2007 menjadi setidaknya terdiri dari:
Rp20.404,5 miliar pada tahun 2008, terutama karena
meningkatnya beban operasi, pemeliharaan dan layanan l belanja modal untuk infrastruktur jaringan dan backbone
telekomunikasi dan beban penyusutan masing-masing yang sudah ada maupun baru meliputi jaringan
sebesar Rp1.850,7 miliar dan Rp1.538,8 miliar serta beban transmisi backbone pada lingkar JaKa2LaDeMa (Jakarta,
pemasaran sebesar Rp287,5 miliar, yang sejalan dengan Kalimantan, Sulawaesi, Denpasar dan Mataram), Jasuka
peningkatan jumlah pelanggan seluler Telkomsel dari Ring (Jawa, Sumatera dan Kalimantan), kabel laut JDM
47,9 juta pelanggan pada tanggal 31 Desember 2007 menjadi (Jember-Denpasar-Mataram), Sulka Ring (Sulawesi
65,3 juta pelanggan pada tanggal 31 Desember 2008 serta dan Kalimantan), PALAPA Ring, Sangata-Toweli
meningkatnya BTS Telkomsel dari 20.858 unit pada tanggal Ring, Asia Amerika Gateway (“AAG”), ekspansi akses
31 Desember 2007 menjadi 26.872 unit pada tanggal jaringan tidak bergerak nirkabel, ekspansi kabel laut
31 Desember 2008. SUB (Surabaya-Ujung Pandang-Banjarmasin), proyek
satelit TELKOM-3, penambahan segmen stasiun bumi,
Segmen Lain-lain jaringan transmisi serat optik, pembangunan softswitch,
Pendapatan segmen lain-lain meningkat sebesar Rp69,0 instalasi dan peningkatan sambungan telepon tidak
miliar atau 10,4% dari Rp662,8 miliar pada tahun 2007 bergerak dan peningkatan kapasitas layanan seluler
menjadi Rp731,8 miliar pada tahun 2008, yang disebabkan melalui Telkomsel;
oleh meningkatnya pendapatan layanan call center l pembayaran kewajiban terkait dengan hutang yang ada
Infomedia sebesar Rp77,2 miliar. saat ini termasuk pinjaman penerusan dan pinjaman
jangka pendek;
Beban segmen lain-lain meningkat sebesar Rp32,3 l pembayaran kontribusi untuk program pensiun manfaat
miliar atau 5,3% dari Rp610,4 miliar pada tahun 2007 pasti dan program imbalan kesehatan pascakerja;
menjadi Rp642,7 miliar pada tahun 2008, terutama l pembayaran tetap bulanan kepada MGTI sesuai dengan
karena meningkatnya beban karyawan sebesar Rp27,3 perjanjian yang sudah diperbaharui dan dinyatakan
miliar dan beban umum dan administrasi sebesar kembali untuk KSO IV, sejak Januari 2004 dan akan
Rp16,5 miliar. berakhir pada tahun 2010; dan
l pembayaran tetap bulanan kepada PT Bukaka Singtel
Ringkasan Perbedaan Signifikan Internasional (“BSI”) sesuai dengan perjanjian yang sudah
antara Indonesia GAAP dan US GAAP diperbaharui dan dinyatakan kembali untuk KSO VII, sejak
Lihat Catatan 52 Laporan Keuangan Konsolidasian. Oktober 2006 dan akan berakhir pada tahun 2010.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Arus Kas Bersih 111

TELKOM memperkirakan sumber- serta stabilitas pasar keuangan Indonesia pada tahun 2008 dan 2009.
sumber pendanaan pada tahun 2010 Kemungkinan berulangnya krisis kredit dan keuangan atau dampak lanjutan
berasal dari: dari krisis tersebut di masa mendatang akan mempengaruhi Indonesia dan
mempengaruhi kemampuan TELKOM untuk memperoleh pendanaan bank
1. kas dari kegiatan operasi; dan masuk ke pasar modal atau setidaknya berdampak pada meningkatkan
2. f a s i l i t a s p i n j a m a n b a r u d a n biaya dalam memperoleh pendanaan tersebut.
pendanaan dari pemasok;
3. pencairan fasilitas pinjaman yang Pada tahun 2010 TELKOM memperkirakan berlanjutnya kecenderungan penurunan
sedang berjalan dan fasilitas pendapatan telepon tetap kabel dan penyesuaian lanjutan dari tarif interkoneksi
pinjaman jangka menengah. berbasis biaya akan menghasilkan penurunan pendapatan interkoneksi, meskipun
Pada 31 Desember 2009 kami demikian, TELKOM memperkirakan penurunan tersebut setidaknya dapat ditutupi
mempunyai fasilitas yang sedang dengan peningkatan pendapatan di area lain, seperti bisnis new wave. Lihat
berjalan sejumlah Rp1.250 miliar ”Tinjauan Hasil Usaha”.
yang belum dicairkan atau belum
semuanya dicairkan dan tambahan
pinjaman jangka menengah yang ARUS KAS BERSIH
mungkin dapat dicairkan sejumlah Tabel berikut menyajikan informasi yang berhubungan dengan arus kas konsolidasi
Rp35 miliar. Kami telah mencairkan Perusahaan, seperti yang disajikan dalam (dan dipersiapkan dalam basis yang
sebagian fasilitas-fasilitas tersebut sama) pada Laporan Keuangan Konsolidasian TELKOM.
sebelum jatuh temponya pada
31 Desember 2009. Di samping Arus Kas Bersih Dari KEGIATAN Operasi
itu pada tanggal 2 Maret 2010 Sumber likuiditas TELKOM yang utama pada beberapa tahun terakhir adalah
Telkomsel menyepakati fasilitas arus kas yang berasal dari aktivitas operasi. Arus kas bersih dari aktivitas
pinjaman dengan Finnish Export operasi masing-masing sebesar Rp27.727,3 miliar pada tahun 2007, Rp24.316,3
Credit Ltd sebesar 250 juta Dolar miliar pada tahun 2008 dan Rp29.715,6 miliar (3.152,8 juta Dolar AS) pada
AS untuk pembelian perangkat tahun 2009.
jaringan dan layanan, dan pada
tanggal 26 Maret 2010 Perusahaan
menandatangani perjanjian Tabel Arus Kas Bersih dari Kegiatan Operasi
dengan The Japan Bank for Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember,
International Cooperation untuk 2007 2008 2009 2009
fasilitas pinjaman sebesar 35,93
Rp (miliar) Rp (miliar) Rp (miliar) US$ (juta)
juta Dolar AS dan 23,96 juta Dolar
AS dalam kaitan perjanjian dengan Arus Kas Bersih:
Konsorsium NSW-Fujitsu untuk
Dari kegiatan operasi 27.727,3 24.316,3 29.715,6 3.152,8
proyek JaKa2LaDeMa; dan
4. kami juga berencana mengeluarkan Dari kegiatan investasi (15.138,9) (16.545,7) (21.828,9) (2.316,1)
obligasi dengan denominasi Rupiah Dari kegiatan
di tahun 2010 dengan total nilai lebih pendanaan (10.957,0) (11.348,4) (6.652,7) (705,9)
dari Rp1 triliun.
Kenaikan (penurunan)
TELKOM tidak merencanakan untuk kas dan setara kas 1.631,4 (3.577,8) 1.234,0 130,8
mencari sumber pendanaan lain Dampak perubahan kurs
selama tahun 2010. tukar terhadap kas
dan setara kas 193,6 327,0 (318,5) (33,8)
Ke m a m p u a n T E L KO M u n t u k
Kas dan setara kas pada
memperoleh fasilitas pinjaman baru
awal tahun 8.315,8 10.140,8 6.889,9 731,0
serta masuk ke pasar modal
Indonesia tergantung pada Kas dan setara kas pada
pemulihan ekonomi global serta akhir tahun 10.140,8 6.889,9 7.805,5 828,2
pasar keuangan dan pasar utang
Indonesia. TELKOM tidak dapat
memastikan bahwa akan memperoleh Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan
pinjaman dengan ketentuan yang tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008
sesuai dengan keinginan TELKOM. Pada tahun 2009 dibandingkan 2008, arus kas bersih dari kegiatan operasional
Walaupun krisis penyaluran kredit meningkat sebesar Rp5.399,3 miliar atau 22,2%, yang terutama disebabkan oleh
tidak memberikan pengaruh yang peningkatan penerimaan dari pendapatan usaha. Peningkatan arus kas operasional
signifikan terhadap TELKOM atau disebabkan oleh:
kesehatan perbankan Indonesia
seperti yang terjadi pada bank-bank l peningkatan penerimaan kas dari layanan seluler sebesar Rp2.734,1 miliar
dan perusahaan-perusahaan di atau 10,6%;
Amerika Serikat dan negara lainnya, l peningkatan penerimaan kas dari data, internet dan jasa teknologi informatika
krisis keuangan global mempunyai sebesar Rp1.898,1 miliar atau 12,8%; dan
dampak yang signifikan pada l peningkatan penerimaan kas dari layanan telepon lainnya sebesar
beberapa sektor ekonomi Indonesia Rp711,9 miliar atau 38,5%.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
112 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Arus Kas Bersih

Salah satu pengunjung pameran Mega Bazaar 2009 sedang mencoba Seorang pelanggan sedang mencoba layanan BlackBerry services dari
layanan internet gratis di stand Telkom. Telkomsel.

Peningkatan di atas diimbangi oleh hal-hal sebagai berikut: dari kelebihan uang kasnya dalam bentuk reksadana berbasis
mata uang Rupiah dan surat berharga lainnya. Pada tanggal
l penurunan penerimaan kas dari layanan telepon tidak 31 Desember 2009 total penyertaan sementara yang jatuh
bergerak sebesar Rp714,9 miliar atau 7,8%; dan tempo senilai Rp359,5 miliar (38,1 juta Dolar AS) dalam bentuk
l penurunan penerimaan dari layanan interkoneksi bersih reksadana dan surat berharga lainnya.
sebesar Rp1.158,5 miliar atau 13,2%.
Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2009
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dibandingkan dengan tahun yang berakhir tanggal
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008.
31 Desember 2007 Dibandingkan dengan tahun 2008, arus kas bersih dari aktivitas
Pada tahun 2008 dibandingkan 2007, arus kas bersih dari investasi pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp5.283,2
kegiatan operasional menurun sebesar Rp3.411,0 miliar atau miliar atau 31,9%, terutama disebabkan oleh peningkatan
12,3%, terutama disebabkan oleh meningkatnya pembayaran pengeluaran kas sebesar Rp4.615,6 miliar atau 29,1% untuk
untuk beban operasional. Penurunan arus kas operasional pembelian aset tetap.
juga disebabkan oleh:
Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008
l penurunan penerimaan kas dari layanan telepon tidak dibandingkan dengan tahun yang berakhir tanggal
bergerak sebesar Rp1.821,4 miliar atau 16,6%; 31 Desember 2007.
l penurunan penerimaan kas dari layanan interkoneksi Dibandingkan dengan tahun 2007, arus kas bersih dari
bersih sebesar Rp870,0 miliar atau 9,0% yang terutama aktivitas investasi pada tahun 2008 meningkat sebesar
disebabkan oleh menurunnya pendapatan interkoneksi Rp1.406,9 miliar atau 9,3%, terutama disebabkan oleh
seluler; dan peningkatan sebesar Rp807,0 miliar atau 5,4% sehubungan
l peningkatan pembayaran kas untuk beban operasi sebesar untuk pembelian aset tetap.
Rp3.024,5 miliar atau 12,8%.
Arus Kas Bersih dari
Penurunan di atas diimbangi oleh hal-hal sebagai berikut: KEGIATAN Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan
l peningkatan penerimaan kas dari bisnis seluler sebesar masing-masing berjumlah Rp10.957,0 miliar, Rp11.348,4
Rp2.961,8 miliar atau 13,0%; miliar dan Rp6.652,7 miliar (705,9 juta Dolar AS) pada
l peningkatan penerimaan dari layanan lainnya sebesar tahun 2007, 2008 dan 2009. Selama tiga tahun terakhir
Rp725,7 miliar atau 64,6%. aliran kas bersih dari aktivitas pendanaan berasal dari
penerimaan pinjaman, pembayaran kewajiban dan
Arus Kas Bersih dari KEGIATAN Investasi pembayaran dividen tunai. Pada tahun 2009, arus kas
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi dari aktivitas pendanaan menurun sebesar Rp4.695,8
sebesar Rp15.138,9 miliar, Rp16.545,7 miliar dan Rp21.828,9 miliar atau 41,4% terutama disebabkan oleh penurunan
miliar (2.316,1 juta Dolar AS) masing-masing untuk tahun 2007, pembayaran dividen sebesar Rp1.668,6 miliar, penurunan
2008 dan 2009. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pembayaran dividen kepada pemegang saham minoritas
investasi terutama digunakan untuk belanja modal. di anak perusahaan sebesar Rp901,4 miliar, peningkatan
hasil pinjaman jangka panjang sebesar Rp1.103,6 miliar
Selain kas dan bank, TELKOM menginvestasikan sebagian dan tidak adanya pembelian saham kembali (treasury
besar dari kelebihan kasnya dalam bentuk deposito berjangka. stock) pada tahun 2009 dibandingkan dengan pembelian
Sejak 14 Mei 2004 TELKOM juga menginvestasikan sebagian saham kembali tahun 2008 sebesar Rp2.087,5 miliar.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Modal Kerja 113

Penurunan tersebut diimbangi dengan peningkatan l peningkatan beban dibayar dimuka sebesar Rp620,7 miliar
pembayaran pinjaman jangka panjang sebesar Rp1,804.2 atau 33,1% dari Rp1.875,8 miliar pada 31 Desember 2008
milyar dan peningkatan pembayaran pinjaman jangka menjadi Rp2.496,5 miliar pada 31 Desember 2009;
pendek sebesar Rp463,7 miliar. l peningkatan dalam penyertaan sementara sebesar
Rp92,5 miliar atau 34,6%, dari Rp267,0 miliar pada
Pembayaran KEWAJIBAN Jangka Pendek 31 Desember 2008 menjadi Rp359.5 miliar pada 31
Pada posisi 31 Desember 2007, 2008 dan 2009, masing- Desember 2009; dan
masing berkisar 27,8%, 22,3% dan 22,3% komposisi l peningkatan piutang usaha-pihak yang mempunyai
kewajiban lancar perusahaan (terdiri dari kewajiban jangka hubungan istimewa sebesar Rp59,8 miliar atau 11.0%, dari
panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dan hutang Rp545,0 miliar pada 31 Desember 2008 menjadi Rp604,8
bank jangka pendek) adalah dalam mata uang asing, miliar pada 31 Desember 2009.
terutama Dolar AS. Arus kas TELKOM dalam mata uang
Rupiah yang digunakan untuk pembayaran kewajiban Peningkatan tersebut di atas diimbangi dengan penurunan
jangka panjang secara signifikan dipengaruhi oleh apresiasi pajak dibayar dimuka sebesar Rp425,9 miliar atau 52,9%
Rupiah terhadap Dolar AS pada tahun 2009, dibandingkan dari Rp805,6 miliar pada 31 Desember 2008 menjadi Rp379,7
dengan depresiasi Rupiah yang terjadi tahun 2008 dan miliar pada 31 Desember 2009.
apresiasi Rupiah pada tahun 2007.
Pada tanggal 31 Desember 2007, 2008, dan 2009 komposisi
Pada tahun 2007, 2008 dan 2009, TELKOM melakukan aset lancar terutama dalam mata uang asing masing-masing
pembayaran kewajiban lancarnya masing-masing sebesar sekitar 19,2%, 21,2% dan 17,9%, terutama dalam Dolar AS,
Rp6.241,5 miliar, Rp5.982,3 miliar dan Rp7.180,9 miliar (761,9 Euro, dan Yen Jepang. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap
juta Dolar AS). Arus kas keluar pada tahun 2009 terutama mata uang asing pada tahun-tahun tersebut mempengaruhi
digunakan untuk pembayaran: nilai aset lancar perusahaan.

l pinjaman jangka pendek sebesar Rp118,5 miliar; Piutang USAHA


l pinjaman jangka panjang sebesar Rp6.669,6 miliar; Untuk rincian piutang usaha tercantum dalam catatan 5
l wesel bayar sebesar Rp123,9 miliar; dan Laporan Keuangan Konsolidasian.
l sewa pembiayaan sebesar Rp268,9 miliar.
DEPOSITO BERJANGKA YANG
REKENING EscroW DIBATASI PENGGUNANYA
Lihat Catatan 14 Laporan Keuangan Konsolidasian. Untuk rincian Lihat Catatan 8 Laporan Keuangan
Konsolidasian.

Modal Kerja
Modal kerja bersih, merupakan selisih antara aset lancar kewajiban JANGKA PENDEK
dan kewajiban jangka pendek berjumlah Rp(12,375.8) Kewajiban jangka pendek posisi per tanggal 31 Desember
miliar pada tanggal 31 Desember 2008 dan Rp(10,531.4) 2008 dan 31 Desember 2009 masing-masing sebesar
miliar ((1,117.4) juta Dolar AS) pada 31 Desember 2009. Rp26.998,2 miliar dan Rp26.717,4 miliar yang merupakan
Penurunan modal kerja bersih terutama disebabkan oleh penurunan sebesar Rp280,8 miliar atau 1,0%, terutama
meningkatnya kas dan setara kas dan biaya dibayar di disebabkan karena penurunan kewajiban jangka pendek
muka serta penurunan hutang dagang. Hal ini diimbangi dalam mata uang Rupiah. Penurunan ini berasal dari
dengan peningkatan hutang pajak, kewajiban jangka penurunan hutang dagang kepada pihak ketiga dan
panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dan penurunan diimbangi dengan kenaikan pada hutang pajak dan hutang
pajak dibayar di muka. jangka yang jatuh tempo dalam satu tahun.

Kami memperkirakan bahwa defisit modal kerja akan


terus berlanjut yang disebabkan oleh berbagai sumber
pendanaan, termasuk aliran kas dari aktivitas operasi dan
pinjaman bank. Lihat “Likuiditas dan Sumber-Sumber
Permodalan - Tinjauan - 2010”.

Aset Lancar Aset lancar berjumlah


Aset lancar berjumlah Rp14,622.3 miliar pada tanggal 31
Desember 2008 dan Rp16,186.0 miliar (1,717.4 juta Dolar
Rp14.622,3 miliar pada
AS) pada tanggal 31 Desember 2009, mencerminkan
terjadinya peningkatan sebesar Rp1.563,7 miliar atau 10,6%
tanggal 31 Desember 2008
yang terutama disebabkan oleh: dan Rp16,186.0 miliar (1,717.4
l peningkatan kas dan setara kas sebesar Rp915,5 miliar juta Dolar AS) pada tanggal
atau 13,3% dari Rp6.889,9 miliar pada 31 Desember 2008
menjadi Rp7.805,5 miliar pada 31 Desember 2009; 31 Desember 2009

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
114 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Struktur Modal

kewajiban Jangka Panjang yang Dari seluruh kewajiban pada tanggal


Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 31 Desember 2009, pembayaran
Untuk rincian lihat Catatan 19a Laporan Keuangan Konsolidasian TELKOM. dijadwalkan akan dilakukan pada tahun
2010, 2011 dan 2012-2024 masing-
Beban yang MASIH HARUS DIBAYAR masing sebesar Rp7.633,6 milyar,
Untuk rincian lihat Catatan 16 Laporan Keuangan Konsolidasian TELKOM. Rp4.795,9 milyar dan Rp9.769,8 milyar.
Telkomsel dijadwalkan membayar
sebesar Rp5.013,6 miliar pada tahun
STRUKTUR MODAL 2010, Rp2.764,4 miliar pada tahun 2011
Struktur modal TELKOM per 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: dan Rp3.633,3 miliar pada tahun
2012-2014. Infomedia dijadwalkan
membayar sebesar Rp22,8 miliar,
Tabel Struktur Modal Rp0,5 miliar dan Rp1,6 miliar masing-
Jumlah Porsi (%) masing pada tahun 2010, 2011, dan
(dalam Rp miliar)
2012-2014. Untuk informasi lebih
Kewajiban 22.238,9 36,32 lengkap mengenai kewajiban TELKOM
dan Telkomsel, lihat Catatan 18-23
Jangka Pendek 7.673,1 12,53 Laporan Keuangan Konsolidasian.
Jangka Panjang 14.565,8 23,79
Pada dua tahun terakhir, rasio hutang
Modal 38.989,7 63,68
terhadap ekuitas (DER) di bawah 0,6
Total Modal Yang Investasikan 61.228,6 100,00 dan interest coverage ratio (EBIT/
interest expense) antara 11 hingga
Secara umum, Perusahaan mengambil pendekatan kualitatif terhadap struktur 14 kali, menunjukan kemampuan
modal dan tingkat hutang. Berdasarkan perjanjian sindikasi TELKOM dengan TELKOM untuk memenuhi kewajiban
BNI dan BRI tanggal 16 Juni 2009, TELKOM dipersyaratkan untuk mempertahankan hutang Perusahaan.
rasio hutang terhadap ekuitas tidak lebih dari 2,0 dan rasio debt service coverage
(EBITDA dibagi total hutang yang jatuh tempo dalam satu tahun ditambah KEWAJIBAN DARI Akuisisi
bunga bank) lebih dari 1,25. Sampai dengan 31 Desember 2009, rasio hutang Bisnis dan Harga
perusahaan terhadap ekuitas adalah 0,6 dengan cakupan rasio debt service Pembelian Opsi
coverage 3,87, mengindikasikan kemampuan yang tinggi untuk membayar Untuk rincian penjelasan lihat Catatan
hutang. Tingkat hutang tersebut dipicu oleh rencana TELKOM untuk 3 Laporan Keuangan Konsolidasian.
mengembangkan perusahaan dan strategi perusahaan yang baru. Dalam
menentukan tingkat hutang perusahaan yang optimal, TELKOM juga
mempertimbangkan rasio hutang perusahaan dengan mengacu pada industri BELANJA MODAL
telekomunikasi regional. Sampai dengan 31 Desember 2009,
belanja modal TELKOM sebesar
Rp19.160,6 miliar (2.031,9 juta Dolar
KEWAJIBAN AS), lebih kecil Rp4.964,6 miliar dari
Saldo kewajiban konsolidasian (terdiri dari kewajiban jangka panjang, kewajiban anggaran belanja modal sebesar.
jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun, hutang bank jangka pendek,
dan nilai perolehan penggabungan usaha yang ditangguhkan) pada tanggal Untuk tujuan perencanaan, TELKOM
31 Desember 2007, 2008 dan 2009, tercantum pada tabel berikut: mengelompokkan kategori belanja
modal berdasarkan kategori yang
sejalan dengan pengelompokan
Tabel Saldo Kewajiban Konsolidasian pendapatan dan biaya:
Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember,
l Optimizing Legacy, terdiri dari
2007 2008 2009 2009
sambungan nirkabel tidak bergerak
Rp (miliar) Rp (miliar) Rp (miliar) US$ (juta) dan sambungan kabel tidak
bergerak (berbasis teknologi
Rupiah Indonesia 9.876,4 14.642,4 18.548,7 1.968,0
non-NGN).
Dolar AS (1) 4.922,9 4.209,4 2.513,0 266,5 l New Wave, terdiri dari broadband,
Yen Jepang (2)
1.099,6 1.489,3 1.177,2 124,8 soft switch (teknologi berbasis
NGN), komunikasi data dan TI,
Euro(3) 100,9 - - - aplikasi dan konten.
Jumlah 15.999,8 20.341,1 22.238,9 2.359,4 l Infrastruktur, terdiri dari transmisi
backbone, Metro and Regional
(1) Jumlah pada tanggal 31 Desember 2007, 2008 dan 2009, masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs
Rp9.399, Rp10.950 dan Rp9.430 = 1 Dolar AS, yang merupakan nilai jual Reuters untuk Dolar Amerika Serikat pada setiap
Metro Junction (“RMJ”), dan IP
tanggal tersebut. backbone dan sistem satelit.
(2) Jumlah pada tanggal 31 Desember 2007, 2008 dan 2009, masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs Rp83,0, l U n i t p e n d u k u n g , te rd i r i d a r i
Rp121,2 dan Rp102,2 = 1 Yen Jepang, merupakan nilai tukar beli untuk Yen Jepang pada setiap tanggal tersebut.
(3) Jumlah pada tanggal 31 Desember 2007, 2008 dan 2009, masing-masing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs
sistem pendukung, dan seluruh
Rp13.769,5, Rp15.429,0 dan Rp13.590,5 = 1 Euro, merupakan nilai tukar beli untuk Euro pada setiap tanggal tersebut. unit pendukung.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Belanja Modal 115

Pengelompokan tersebut mencerminkan keterkaitan antara belanja modal dengan Rencana Investasi pada
pendapatan dan beban operasi. Optimalisasi Bisnis Legacy
Rencana investasi untuk optimalisasi
Dari total Rp19.160,6 miliar, Telkomsel mempergunakan belanja modal sebesar b i s n i s l e g a cy p a d a t a h u n 2 01 0
Rp12.672,6 miliar (1.343,9 juta Dolar AS) untuk infrastruktur jaringan dan berjumlah Rp422,0 miliar, yang akan
investasi lainnya serta belanja modal anak perusahaan lainnya sebesar Rp836,4 dipergunakan untuk:
miliar (88,7 juta Dolar AS) pada tahun 2009.
l investasi dalam jaringan akses
Tabel berikut ini berisi realisasi dan rencana kebutuhan belanja modal untuk telepon nirkabel CDMA, termasuk
periode dimaksud, termasuk kebutuhan belanja modal untuk Telkomsel dan MSC, BSC, BTS, menara BTS, layanan
beberapa anak perusahaan yang dikonsolidasi lainnya: nilai tambah dan seluruh fasilitas
pendukung yang berhubungan
dengan jaringan akses telepon tidak
Tabel Realisasi dan Rencana Kebutuhan Belanja Modal bergerak nirkabel;
Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember, l investasi dalam infrastruktur
2007(1) 2008(1) 2009(1) 2010(2) 2011(3) akses untuk jaringan telepon tidak
bergerak termasuk pengembangan
Rp (miliar) Rp (miliar) Rp (miliar) Rp (miliar) Rp (miliar)
dan peningkatan kualitas kabel
TELKOM (Induk tembaga; dan
Perusahaan) l investasi stasiun bumi, termasuk
p e r l u a s a n l aya n a n VSAT d a n
Optimizing Legacy
Intermediate Data Rate (IDR) dan
(Sambungan kabel
tidak bergerak dan mengganti beberapa perangkat
sambungan nirkabel yang sudah usang.
tidak bergerak) 1.915,9 2.637,6 1.913,3 422,0 428,1
New Wave (pita
Rencana Investasi pada Bisnis New Wave
lebar, softswitch, Rencana investasi pada bisnis new
datacom, TI dan wave untuk tahun 2010 sebesar
lainnya) 615,7 1.560,2 1.311,5 2.764,0 3.057,5 R p 2 . 7 6 4 , 0 m i l i a r, y a n g a k a n
Infrastruktur dipergunakan untuk:
(backbone, metro,
RMJ, IP dan sistem l investasi jaringan pita lebar, termasuk
satelit) 794,3 1.689,1 2.207,9 2.431,0 2.446,0 peningkatan kapasitas IP DSLAM,
Pendukung 182,2 199,8 218,9 202,0 183,4 pengoprasian Multi Service Access
Network (“MSAN”), modernisasi
Subtotal untuk TELKOM
jaringan akses dan perluasan kabel
(induk Perusahaan) 3.508,1 6.086,7 5.651,6 5.819,0 6.115,0
serat optik untuk Remote IP DSLAM,
Anak Perusahaan Gigabit-Passive Optical Network
TELKOM : (“GPON”), peningkatan kualitas
Telkomsel 12.132,2 15.915,0 12.672,6 13.946,0 12.843,0 jaringan akses, Broadband Remote
Access Server, dan investasi juga
Lainnya 139,8 242,6 836,4 826,0 1.474,5
dialokasikan untuk penggantian
Subtotal untuk anak dan perluasan jaringan pita lebar
perusahaan 12.272,0 16.157,6 13.509,0 14.772,0 14.317,5 nirkabel (“BWA”);
Jumlah untuk TELKOM l i nve st a s i ko m u n i ka s i d a t a ,
(konsolidasian) 15.780,1 22.244,3 19.160,6 20.591,0 20.432,5 termasuk pengoprasian akses
IP VPN (xDSL based dan inverse
(1) Jumlah untuk tahun 2007, 2008 dan 2009 adalah pengeluaran modal yang diakui berdasarkan barang yang
diterima.
multiplexing (“IMUX”) based)
(2) Jumlah untuk tahun 2010 adalah anggaran belanja modal terencana yang termasuk dalam anggaran TELKOM dan dan akses metro ethernet untuk
dapat disesuaikan baik ke atas atau ke bawah. layanan berbasis ethernet (E-Line
(3) Jumlah untuk tahun 2011 adalah proyeksi belanja modal dan realisasi belanja modal dapat berbeda secara signifikan
dengan proyeksinya. dan E-LAN); dan
l investasi TI, aplikasi dan konten,
termasuk investasi sistem informasi
Realisasi belanja modal masa yang akan datang mungkin berbeda dengan u n t u k m e nye m p u r n a k a n d a n
jumlah yang tercantum pada tabel di atas yang disebabkan oleh beberapa meningkatkan kemampuan sistem
faktor, termasuk tetapi tidak terbatas pada perekonomian Indonesia, nilai pendukung TI, billing systems,
tukar Rupiah terhadap Dolar AS, Euro dan mata uang lainnya, ketersediaan operating support system (“OSS”),
dari pemasok atau sumber pendanaan lainnya, teknis atau masalah lainnya customer care and billing system
dalam memperoleh atau instalasi peralatan serta apabila TELKOM memasuki (“CCBS”), Service Delivery Platform
lini bisnis baru. (“SDP”), layanan nilai tambah
internet untuk layanan komersial
Investasi Yang Direncanakan Pada Tahun 2010 seperti B2B e-commerce access,
Pada tahun 2010, TELKOM berencana melakukan investasi pada legacy, new NGN platform services serta konten
wave, infrastruktur dan pendukung dengan jumlah mencapai Rp5.819,0 miliar. dan aplikasi pita lebar.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
116 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Kebijakan Akuntansi yang Signifikan, Penggunaan Estimasi dan Pertimbangan

Rencana Investasi pada Infrastruktur dilaporkan selama periode pelaporan. Manajemen secara
Rencana investasi pada infrastruktur untuk tahun berkala mengevaluasi estimasi dan pertimbangan termasuk
2010 berjumlah Rp2.431,0 miliar, yang akan digunakan estimasi masa manfaat dan nilai tercatat aset tetap dan aset
untuk investasi pada infrastruktur transmisi termasuk tidak berwujud, perhitungan atas cadangan piutang, beban
jaringan transmisi serat optik, perluasan jaringan pensiun dan imbalan pascakerja lain, pajak penghasilan dan
transmisi backbone di Jawa, Sumatera dan Kalimantan kontinjensi hukum. Manajemen membuat estimasi dan
(Jasuka), dan sistem kabel laut di Jawa, Kalimantan, pertimbangan berdasarkan pengalaman masa lalu dan
Sulawesi, Bali dan Mataram (“JaKa2LaDeMa”). Investasi faktor-faktor lain yang relevan. Untuk pembahasan yang
dalam jumlah yang cukup besar untuk investasi pada lengkap atas penggunaan estimasi dan pertimbangan serta
satelit TELKOM-3. kebijakan akuntansi yang signifikan lainnya, lihat Catatan 2
pada Laporan Keuangan Konsolidasian. Realisasi dari estimasi
Rencana Investasi pada Unit Pendukung tersebut dapat berbeda dengan asumsi dan kondisi yang
Rencana investasi pada unit pendukung untuk tahun 2010 berbeda. TELKOM percaya bahwa kebijakan akuntansi yang
berjumlah Rp202,0 miliar yang akan dipergunakan untuk: signifikan di bawah ini dapat mempengaruhi pengambilan
keputusan pada tingkat yang lebih tinggi dan kompleks,
l investasi pada TELKOM‘s Center Unit termasuk Research atau area suatu asumsi dan estimasi menjadi signifikan
& Development Center (“RDC”), Maintenance Center, terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Learning Center, dan Supply Center;
l investasi fasilitas pendukung termasuk bangunan (untuk Penyisihan Piutang Ragu-ragu
operasi dan peralatan), power supply, piranti pengukuran Penyisihan piutang ragu-ragu merupakan estimasi terbaik
jaringan, dan fasilitas kantor; dan Perusahaan atas jumlah kemungkinan kerugian dari tidak
l anggaran standby/kontinjensi untuk mendukung tertagihnya piutang. Besarnya cadangan piutang tersebut
dinamika pasar High End Market dan konsumen diakui pada Laporan Laba Rugi dalam beban usaha dan beban
wholesale, jaringan telepon tidak bergerak nirkabel dan umum dan administrasi. Perusahaan menentukan cadangan
akses pita lebar nirkabel (“BWA”). piutang ragu-ragu berdasarkan pengalaman penghapusan
pada masa lampau. Perusahaan mengevaluasi penyisihan
Sumber-Sumber Pendanaan piutang ragu-ragunya secara bulanan. Piutang yang telah
Seperti halnya beberapa BUMN di Indonesia, TELKOM jatuh tempo lebih dari 90 hari untuk pelanggan ritel sepenuhnya
mengandalkan pendanaan dari Pemerintah dalam bentuk disisihkan dan piutang yang telah jatuh tempo untuk pelanggan
pinjaman penerusan (two-step loan) dan pola bagi hasil non-ritel yang melebihi jumlah tertentu dievaluasi tingkat
dengan investor untuk pendanaan investasi aset tetap. ketertagihannya secara individual. Saldo piutang dihapuskan
Namun, pada beberapa tahun terakhir TELKOM mendanai dari neraca setelah semua cara penagihan dilakukan namun
investasinya dari arus kas yang berasal dari operasi dan kemungkinan tertagihnya sangat kecil. Perusahaan tidak
pinjaman dari bank-bank komersial. Sebagai tambahan, memiliki eksposur kredit di luar neraca yang terkait dengan
pada beberapa tahun terakhir, TELKOM memenuhi kebutuhan pelanggan (off-balance sheet credit exposure).
pendanaannya dari pasar surat utang dan pendanaan dari
pemasok. Sumber pendanaan TELKOM pada tahun 2010, Nilai Tercatat Aset Tetap, Goodwill
utamanya diharapkan berasal dari kegiatan operasi dan Aset Tidak Berwujud Lainnya
perusahaan, hutang bank, pendanaan dari pemasok serta TELKOM menggunakan estimasi masa manfaat aset tetap,
pencairan fasilitas bank yang telah tersedia dan wesel goodwill (goodwill diamortisasi berdasarkan PSAK tapi tidak
jangka menengah. Kami juga berencana menerbitkan obligasi diamortisasi berdasarkan prinsip U.S GAAP), dan aset tidak
Rupiah sejumlah lebih dari Rp1 triliun. Lihat “Likuiditas dan berwujud lainnya untuk menentukan beban penyusutan dan
Sumber-Sumber Permodalan - Tinjauan”. amortisasi yang dicatat selama suatu periode laporan. Masa
manfaat aset ditaksir pada saat perolehan aset dan
Bagi Hasil berdasarkan pada pengalaman masa lalu untuk aset yang
Untuk rincian penjelasan lihat Catatan 45 Laporan Keuangan sejenis dengan mengantisipasi teknologi atau perubahan-
Konsolidasian. perubahan lain dan, dalam hal hak atas pengoprasian aset
tidak berwujud, selama sisa jangka waktu perjanjian KSO.
Kejadian luar biasa Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi nilai yang
Selama tahun 2009, tidak terjadi kejadian luar biasa yang dapat diperoleh kembali karena antara lain, perubahan
material. teknologi, perubahan yang signifikan di bidang hukum dan
bisnis, kompetisi yang tidak diperkirakan, perubahan kondisi
industri atau kerusakan, masa manfaat aset diperpendek
KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG yang menyebabkan peningkatan beban penyusutan dan
SIGNIFIKAN, PENGGUNAAN amortisasi pada masa mendatang atau perubahan ini
ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN menyebabkan pengakuan penurunan nilai aset. TELKOM
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian TELKOM mengkaji adanya penurunan nilai aset secara periodik, apabila
berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia terdapat kejadian yang mengindikasikan terjadinya penurunan
yang direkonsiliasi dengan prinsip akuntansi yang berlaku nilai aset selama sisa masa manfaat aset. Penilaian atas waktu
di Amerika Serikat (U.S. GAAP), mengharuskan manajemen dan/atau jumlah penurunan nilai tersebut merupakan suatu
untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi pertimbangan yang signifikan. Di dalam menguji penurunan
jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan nilai aset, TELKOM menggunakan arus kas yang didiskontokan
kewajiban kontinjensi pada tanggal Laporan Keuangan sebagai dasar bagi manajemen untuk mengestimasi operasi
Konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban yang di masa datang.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Kebijakan Akuntansi yang Signifikan, Penggunaan Estimasi dan Pertimbangan 117

Estimasi terpenting yang digunakan Pensiun dan Manfaat Pensiun


TELKOM dalam memproyeksikan arus TELKOM mempunyai komitmen untuk membayar pensiun dan manfaat pensiun
kas masa depan, adalah estimasi harga lainnya kepada para karyawan dan mantan karyawan yang telah mencapai usia 56
yang akan datang, jumlah jaringan tahun. Biaya dan kewajiban bersih dari tunjangan dihitung sesuai dengan nilai saat
akses yang akan dimiliki, serta tingkat ini dari estimasi manfaat atas layanan yang akan dibebankan di masa mendatang
diskonto yang digunakan untuk yang telah diterima oleh karyawan sebagai imbalan jasanya pada saat ini dan periode
menghitung nilai kini dari arus kas sebelumnya, dikurangi nilai wajar aset program pensiun dan disesuaikan dengan
masa depan yang diproyeksikan. Harga keuntungan atau kerugian aktuaria yang belum diakui dan beban pensiun masa
d a r i j a s a y a n g d i j u a l T E L KO M lalu yang belum diakui, tergantung dari beberapa faktor yang ditentukan berdasarkan
dibebankan berdasarkan peraturan aktuaria dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam
pemerintah. Jumlah jaringan akses menetapkan laba atau rugi aktuaria bersih untuk pensiun dan imbalan pascakerja
yang dimiliki TELKOM di masa depan termasuk tingkat pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program
akan tergantung pada kemampuan pensiun dan tingkat diskonto. Dalam hal menghitung rencana imbalan kesehatan
T E L KO M u n t u k m e n ye d i a k a n pascakerja, digunakan perkiraan tingkat pertumbuhan biaya kesehatan. Perubahan
pendanaan guna membangun jaringan atas asumsi tersebut akan berdampak pada pencatatan laba atau rugi aktuaria
akses yang baru. bersih atas biaya pensiun dan imbalan pascakerja.

TELKOM dan anak perusahaannya TELKOM menggunakan informasi berupa imbal hasil jangka panjang aktual berupa
melakukan review dan mengevaluasi data historis dan estimasi imbal hasil investasi jangka panjang masa depan dari
nilai sisa dan masa pakai aset tetap referensi eksternal, ke dalam kondisi saat ini dan ekspektasi alokasi aset guna
setidaknya setiap tahun keuangan menetapkan ekspektasi imbal hasil pada aset-aset program pensiun.
berakhir. Jika nilai sisa dan masa pakai
berbeda dari perkiraan sebelumnya, Pada setiap akhir tahun, TELKOM menetapkan tingkat diskonto yang tepat,
maka perubahan tersebut guna merepresentasikan tingkat suku bunga yang seharusnya digunakan
diperhitungkan sebagai perubahan pada penentuan nilai kini dari arus kas masa depan yang diharapkan dapat
estimasi akuntansi. TELKOM dan anak digunakan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban pensiun dan manfaat pasca
perusahaannya juga melakukan review pensiun. TELKOM menggunakan imbal hasil dari Obligasi Pemerintah Indonesia
d a n eva l u a s i te r h a d a p m e to d e mengingat tidak tersedianya pasar bagi obligasi korporasi berkualitas tinggi
depresiasi yang digunakan setidaknya yang memiliki masa jatuh tempo yang mendekati masa jatuh tempo kewajiban
setiap akhir tahun keuangan. Bila ada tersebut. Per tanggal 31 Desember 2009, tingkat diskonto yang ditetapkan
perubahan yang signifikan dalam pola TELKOM adalah 10,75%. Akibat sangat terbatasnya instrumen surat utang
konsumsi untuk keuntungan ekonomi berkualitas tinggi di Indonesia serta terbatasnya kemampuan untuk
di masa depan yang terdapat dalam mengestimasi tingkat suku bunga, maka kami meyakini bahwa imbal hasil
aset, maka metode berubah dan dari Obligasi Pemerintah Indonesia dapat merepresentasikan tingkat diskonto
perubahan itu diperhitungkan dalam yang paling tepat untuk mengukur nilai kini dari kewajiban-kewajiban manfaat
perubahan estimasi akuntansi. pada akhir tahun. Perubahan dari tingkat diskonto yang diakibatkan oleh
perubahan-perubahan dari kondisi ekonomi Indonesia maupun akan
Pada tahun 2006, Telkomsel diberikan mempengaruhi pengakuan kewajiban pensiun serta manfaat pasca pensiun
lisensi 3G. Telkomsel diharuskan yang sebagai konsekuensinya dapat secara signifikan mempengaruhi posisi
membayar uang muka (up-front fee) finansial dan hasil usaha TELKOM.
dan iuran tahunan Biaya Hak
Penggunaan (BHP) untuk sepuluh Perkiraan tingkat biaya kesehatan ditetapkan dengan cara membandingkan data
tahun ke depan setelah memperoleh masa lalu antara kenaikan biaya kesehatan aktual dengan tingkat inflasi pada
lisensi 3G. Uang muka dicatat sebagai umumnya dalam perekonomian Indonesia dan pola pemanfaatan fasilitas kesehatan.
aset tidak berwujud dan diamortisasi Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa biaya kesehatan aktual tumbuh rata-
dengan menggunakan metode garis rata sebesar 6% di atas tingkat inflasi pada umumnya. Proyeksi biaya kesehatan
lurus selama masa lisensi pengoperasian TELKOM berturut-turut sebesar 8% dan 8% pada tanggal 31 Desember 2008 dan
3G (10 tahun). Amortisasi dimulai sejak 2009. Lihat Catatan 42 Laporan Keuangan Konsolidasian.
aset tersebut siap untuk digunakan.
Berdasarkan interpretasi manajemen Pertumbuhan biaya kesehatan diasumsikan berdampak signifikan pada besarnya
Telkomsel terhadap ketentuan ijin rencana biaya kesehatan. Perubahan satu persen dari tingkat pertumbuhan
tersebut dan konfirmasi tertulis dari beban kesehatan, akan berdampak seperti pada tabel berikut:
Dirjen Postel, manajemen berkeyakinan
bahwa ijin tersebut dapat dikembalikan
setiap saat tanpa adanya kewajiban Tabel Dampak Perubahan Satu Persen dari
Tingkat Pertumbuhan Beban Kesehatan
finansial untuk membayar sisa BHP.
Berdasarkan fakta tersebut, manajemen Kenaikan 1% Penurunan 1%
Telkomsel berpendapat bahwa dalam
Dampak pada beban jasa dan beban bunga 139.740 (114.015)
memperoleh hak untuk menggunakan
lisensi 3G tersebut dengan cara Dampak pada akumulasi kewajiban imbalan
kesehatan pascakerja 1.128.733 (926.535)
m e l a ku ka n p e m b aya ra n s e c a ra
tahunan. Oleh karena itu, Telkomsel
mengakui BHP sebagai beban pada Asumsi lainnya termasuk harapan hidup dari karyawan, tingkat pertumbuhan
saat terjadinya. kompensasi dan sisa rata-rata masa kerja.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
118 Pembahasan dan Analisis Manajemen/Riset dan Pengembangan Serta Kekayaan Intelektual

Beban pensiun dini diakui pada saat TELKOM berkomitmen sewa minimum. Jika terdapat penambahan beban langsung
untuk memberi imbalan pensiun dini yang timbul sehubungan pada Perusahaan dan Anak Perusahaan maka penambahan
dengan tawaran yang diajukan TELKOM agar karyawan tersebut diperlakukan sebagai aset. Pembayaran sewa
terdorong untuk melakukan pengunduran diri secara sukarela. minimum akan dialokasikan antara biaya pembiayaan dan
TELKOM berkomitmen untuk melakukan pensiun dini jika pengurang kewajiban berjalan. Biaya pembiayaan akan
dan hanya jika TELKOM telah memiliki rencana pensiun dini dialokasikan terhadap masing-masing periode selama masa
formal yang tidak dapat dibatalkan dan rencana tersebut sewa agar dapat memberikan suku bunga berkala yang tetap
tanpa kemungkinan yang realistis untuk ditarik. atas saldo sisa kewajiban. Sewa kontinjensi akan diperlakukan
sebagai beban dalam periode terjadinya beban tersebut.
Pajak Penghasilan
TELKOM mengakui aset dan kewajiban pajak tangguhan KontiNjensi Hukum
yang berasal dari perbedaan aset dan kewajiban untuk Sampai dengan tanggal laporan tahunan ini, TELKOM terlibat
pelaporan keuangan dan pengakuan jumlah untuk tujuan dalam beberapa permasalahan hukum dan telah mengakui
pajak penghasilan. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk atas dasar estimasi, jumlah kemungkinan biaya penyelesaian
seluruh perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak dari kasus-kasus tersebut. Estimasi biaya tersebut
tangguhan diakui untuk perbedaan temporer pengurang berdasarkan konsultasi dengan konsultan hukum dan melalui
pajak sepanjang laba kena pajak akan tersedia di masa yang penilaian strategi litigasi dan penyelesaian hukum. Meskipun
akan datang sehingga perbedaan temporer tersebut dapat TELKOM percaya bahwa pengakuan tersebut telah memadai,
dimanfaatkan atau aset pajak tangguhan tersebut akan dapat namun kejadian yang akan datang atau perubahan kondisi
direalisasikan pada masa yang akan datang. akan mengharuskan TELKOM melakukan penyesuaian yang
akan dibebankan pada Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia TELKOM di masa yang akan datang. Lihat Catatan 48
pada tanggal laporan tahunan ini, dividen yang didistribusikan Laporan Keuangan Konsolidasian.
oleh TELKOM kepada para pemegang saham dengan
kepemilikan saham minimum 25% dan mempunyai bisnis
selain dari holding company, maka tidak merupakan subyek RISET DAN PENGEMBANGAN serta
pajak, karena laba penjualan saham sudah merupakan subyek KEKAYAAN INTELEKTUAL
pajak yang berlaku pada perhitungan pajak badan normal. Perusahaan melakukan investasi untuk meningkatkan
Selama TELKOM berkomitmen untuk tetap melakukan produk dan layanan. Pengeluaran yang telah dilakukan
investasi pada anak perusahaan dengan kepemilikan saham mencapai sekitar Rp6,7 miliar, Rp9,8 miliar dan Rp5,9
minimum sebesar 25% dan mempunyai bisnis lain selain miliar (0,6 juta Dolar AS) masing-masing untuk tahun
daripada holding company, serta pembagian dividen dari 2007, 2008 dan 2009. Pada tahun 2009, pengeluaran
perusahaan afiliasi kepada TELKOM sesuai dengan kriteria d i l a ku ka n u n t u k r i s e t d a n p e n g e m b a n g a n v i d e o
tersebut di atas, bukan merupakan objek pajak, maka TELKOM conferencing, SMS, sistem CMS, lab CDMA, sistem
tidak perlu mencatat kewajiban pajak tangguhan terkait pengukuran, dan pengembangan konten lainnya.
dengan laba ditahan dari perusahaan afiliasi tersebut.

Perubahan tujuan untuk mempertahankan investasi/kondisi INFORMASI TREN


lainnya mungkin dapat menyebabkan TELKOM tidak dapat Sejumlah perkembangan telah terjadi dan mungkin dapat
merealisasikan bagian dalam laba ditahan perusahaan afiliasi, berdampak secara material di masa yang akan datang
yang memungkinkan TELKOM dapat menggunakan tingkat terhadap hasil operasi, kondisi keuangan dan belanja modal.
pajak 0% untuk pembagian dividen. Setiap perubahan di Lihat Pembahasan dan Analisis Manajemen - Tinjauan Hasil
masa datang kepemilikan dapat berdampak pada pengakuan Usaha di bawah sub judul “Peningkatan Pendapatan Seluler
kewajiban pajak tangguhan dan akan dibebankan pada dan Pelanggan dengan Penurunan ARPU”, “Tren Telepon
laporan laba rugi konsolidasian TELKOM. Tidak Bergerak Nirkabel”, “Penurunan Pendapatan
Interkoneksi dan Peningkatan Pendapatan Data, Internet
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak dan Jasa Teknologi Informatika”.
yang berlaku pada tanggal neraca konsolidasian. Apabila
tarif pajak berubah, maka TELKOM akan menyesuaikan aset Perkembangan/tren lain termasuk:
dan kewajiban pajak tangguhan yang dibebankan ke dalam
beban pajak penghasilan pada periode perubahan untuk l Pengembangan portofolio bisnis informasi, media dan
mencerminkan tarif pajak yang berlaku pada saat edutainment. Di samping kenaikan pendapatan dari
pengembalian pajak tangguhan. komunikasi data dan jasa teknologi informasi, terutama
dari layanan pita lebar, sebagai bagian dari transformasi
Transaksi Sewa ke bisnis TIME, TELKOM terus mencari peluang untuk
Sewa diklasifikasikan menjadi sewa guna usaha (finance menambah pendapatan dengan perluasan ke industri
lease) atau sewa-menyewa biasa (operating lease) yang yang berdekatan. Lihat “Strategi Perusahaan” serta
didasarkan pada substansinya dan bukan berdasarkan bentuk “Risiko terkait dengan TELKOM dan anak perusahaan
kontrak. Aset tetap yang berasal dari sewa guna usaha diakui — Kegagalan kami dalam mengantisipasi perubahan
jika sewa guna usaha mengalihkan secara substansial seluruh teknologi atau mempengaruhi transformasi bisnis
risiko dan manfaat yang tidak terkait dengan kepemilikan. dan organisasi dapat memberikan dampak negatif
Aset tetap yang diperoleh melalui sewa guna usaha dinyatakan terhadap usaha TELKOM”. Dalam kaitannya dengan
dengan jumlah yang setara dengan nilai wajar aset yang strategi ini TELKOM telah mengaquisisi sejumlah bisnis
disewakan atau, jika lebih rendah, nilai saat ini dari pembayaran terkait dalam beberapa tahun terakhir ini, dan TELKOM

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Pembahasan dan Analisis Manajemen/Pengaturan Transaksi di Luar Neraca 119

berharap aktivitas akuisisi ini akan berlanjut pada masa TELKOM meyakini bahwa persaingan di antara
yang akan datang; dan para operator seluler akan berlanjut pada tahun
l Penurunan jumlah karyawan. TELKOM telah melakukan 2 0 1 0, n a m u n d e m i k i a n p e r s a i n g a n t i d a k a k a n
pengurangan jumlah karyawan dalam beberapa tahun seketat pada beberapa tahun terakhir yang
terakhir. Pada periode tahun 2005 sampai 2009, jumlah menyebabkan pengurangan tarif secara signifikan
karyawan (tidak termasuk karyawan anak perusahaan) dan kemungkinan terjadinya pengurangan belanja
berkurang dengan pertumbuhan rata-rata tahunan negatif modal oleh operator lain.
4,8% dan jumlah karyawan pada tahun 2007, 2008 dan
2009 masing-masing sebanyak 32.465, 30.213, dan
28.750 karyawan. Kondisi ini menunjukkan keberhasilan PENGATURAN TRANSAKSI
dari program multi-exit khususnya program pensiun DI LUAR NERACA
dini selama periode 2005 sampai dengan 2009, yang Kewajiban dan kontinjensi TELKOM dijelaskan pada
memungkinkan perusahaan untuk mengelola biaya Catatan 48 dari Laporan Keuangan Konsolidasian dan
karyawan. Perusahaan mengurangi jumlah karyawan untuk d i r i n g ka s d a l a m Ta b e l Pe n g u n g ka p a n Kewa j i b a n
meningkatkan efisiensi sebagai upaya dari manajemen agar Kontraktual di bawah ini. Selain dari itu, pada tanggal
unggul dalam teknologi. Perusahaan akan melaksanakan 31 Desember 2009 perusahaan tidak mempunyai
upgrade infrastruktur dimasa yang akan datang temasuk pengaturan transaksi di luar neraca yang kemungkinan
integrasi dan perluasan jaringan Next Generation Network mempunyai dampak material pada Laporan Keuangan
(“NGN”), akan semakin meningkatkan efisiensi lebih lanjut Konsolidasian baik di masa kini maupun yang akan
termasuk beban operasi. Perusahaan merencanakan akan datang terhadap kondisi keuangan, pendapatan atau
terus melanjutkan pengurangan pegawai dalam beberapa beban, hasil usaha, likuiditas, belanja modal dan sumber-
tahun mendatang. sumber pendanaan.

KEWAJIBAN KONTRAKTUAL
Tabel berikut menyajikan informasi tentang kewajiban kontraktual pada tanggal 31 Desember 2009.

Tabel Pengungkapan Dalam Bentuk Tabel Untuk Kewajiban Kontraktual


Kewajiban Kontraktual Jatuh Tempo Pembayaran

Kurang dari 1 Lebih dari 5


Jumlah tahun 1-3 tahun 3-5 tahun tahun

(Rp miliar) (Rp miliar) (Rp miliar) (Rp miliar) (Rp miliar)

Pinjaman Jangka Pendek(1)(6) 43,8 43,8 - - -

Hutang Jangka Panjang(2)(6) 20.505,4 6.255,8 7.752,6 4.843,7 1.653,3

Kewajiban Sewa Guna Usaha 360,3 152,2 179,4 28,7 -

Bunga atas Pinjaman Jangka Pendek, Hutang 4.592,4 1.775,1 1.861,8 616,8 338,7
Jangka Panjang dan Kewajiban Sewa Guna
Usaha(7)

Operating Leases (4) 1.648,4 1.447,0 164,2 35,9 1,3

Kewajiban Pengadaan yang Tidak Bersyarat(5) 9.026,2 9.026,2 - - -

Nilai Perolehan Penggabungan Usaha yang 1.329,4 1.221,3 108,1 - -


Ditangguhkan

Jumlah 37.505,9 19.921,4 10.066,1 5.525,1 1.993,3

(1) Terkait dengan pinjaman jangka pendek yang diperoleh dari Bank Ekonomi, CIMB Niaga, dan BSM, lihat Catatan 18 pada Laporan Keuangan Konsolidasian;
(2) Lihat Catatan 19-23 pada Laporan Keuangan Konsolidasian;
(3) Terkait dengan sewa guna usaha untuk instalasi dan peralatan transmisi, kendaraan bermotor, perangkat pemrosesan dan perangkat kantor untuk jaringan telekomunikasi TELKOMFlexi;
(4) Terkait dengan sewa komputer, kendaraan bermotor, tanah, gedung, peralatan kantor dan sirkit;
(5) Terkait dengan komitmen TELKOM kepada pemasok untuk pembelian peralatan dan infrastruktur telekomunikasi;
(6) Tidak termasuk yang terkait dengan komitmen kontraktual/kewajiban beban bunga; dan
(7) Lihat “Faktor-Faktor Risiko - Tabel Risiko Suku Bunga”.

Lihat Catatan 47 Laporan Keuangan Konsolidasian untuk rincian kewajiban kontraktual di atas. Sebagai tambahan dari
kewajiban kontraktual diatas, pada tanggal 31 Desember 2009, TELKOM memiliki kewajiban jangka panjang untuk pensiun,
imbalan kesehatan pascakerja dan penghargaan masa kerja. TELKOM mengalokasikan Rp990,0 miliar untuk imbalan
kesehatan pascakerja dan Rp485,3 miliar untuk program pensiun manfaat pasti untuk tahun 2010. Lihat Catatan 40 dan
42 pada Laporan Keuangan Konsolidasian TELKOM.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
120 Informasi Keuangan Tambahan

Informasi

Keuangan
Tambahan

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Informasi Keuangan Tambahan/Informasi Keuangan 121

INFORMASI KEUANGAN Telkomsel, sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai


Laporan Konsolidasi dan pelanggaran Undang-Undang No. 5 tahun 1999 tentang
Informasi Keuangan Lain Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak
Lihat “Laporan Keuangan Konsolidasian” yang terdapat Sehat, menyatakan antara lain:
dalam lampiran Laporan Tahunan ini.
n Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25.1.b
Undang-Undang tersebut;
KASUS HUKUM MATERIAL n Telkomsel telah melanggar pasal 17.1 Undang-Undang
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perusahaan tersebut;
dan anak perusahaan telah menjadi tergugat dalam n Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan
berbagai kasus hukum yang terkait dengan perselisihan afiliasinya untuk melepaskan kepemilikannya di
tanah, praktik monopoli dan persaingan usaha tidak Indosat atau Telkomsel dengan syarat-syarat sebagai
sehat, dan praktik kartel SMS. Berdasarkan estimasi berikut:
manajemen mengenai kemungkinan hasil penyelesaian
dari kasus-kasus tersebut, Perusahaan dan anak £ Maksimum kepemilikan untuk masing-masing
perusahaan mencadangkan sebesar Rp95.054 juta pada pembeli adalah 5%;
tanggal 31 Desember 2009. £ Pembeli tidak memiliki hubungan dengan
Temasek Holdings;
Berikut disampaikan penjelasan tentang kasus-kasus
yang sedang dihadapi oleh TELKOM dan atau anak n Telkomsel diharuskan membayar denda sebesar
perusahaan. Rp25.000 juta dan memerintahkan Telkomsel untuk
menghentikan praktik pengenaan tarif yang tinggi
l Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”) melalui dan menurunkan tarif paling sedikit sebesar 15% dari
suratnya tanggal 5 Desember 2007 memberitahu tarif yang berlaku.
Telkomsel bahwa berdasarkan hasil penyelidikan
kasus No. 07/KPPU-L/2007 tanggal 19 November Pada tanggal 9 Mei 2008, Pengadilan Negeri telah
2007 berkaitan dengan transaksi kepemilikan silang mengumumkan keputusannya dan menyimpulkan antara
oleh Temasek Holdings dan praktik monopoli oleh lain sebagai berikut:

n Telkomsel tidak terbukti melanggar pasal 25.1.b


Undang-Undang tersebut;
n Telkomsel telah melanggar pasal 17.1 Undang-Undang
tersebut;
n Memerintahkan Temasek Holdings dan perusahaan
afiliasinya yang terkait untuk melepaskan
kepemilikannya di Indosat atau Telkomsel atau
mengurangi kepemilikannya menjadi 50% pada
masing-masing perusahaan dalam batas waktu
dua belas bulan sejak tanggal keputusan ini final
dan mengikat secara hukum dengan syarat-syarat
sebagai berikut:

£ Maksimum kepemilikan untuk masing-masing


pembeli adalah 10%;
£ Pembeli tidak memiliki hubungan dengan
Temasek Holdings;

n Telkomsel harus membayar denda sebesar Rp15


miliar; dan
n Pengadilan Negeri tidak menyetujui keputusan KPPU
mengenai perintah untuk menurunkan tarif tersebut
karena KPPU tidak memiliki kewenangan untuk
menentukan tarif tersebut.

Pada tanggal 22 Mei 2008, Telkomsel telah mengajukan


keberatan hukum kepada Mahkamah Agung (“MA”).
Pada tanggal 9 September 2008, MA mencabut
keputusan Pengadilan Negeri yang memerintahkan
Temasek Holdings dan perusahaan afiliasinya yang
terkait untuk melepaskan salah satu kepemilikannya
di Indosat atau Telkomsel. Pada tanggal 14 Mei 2009,
Telkomsel mengajukan uji materil ke MA atas keputusan
tersebut. Sampai dengan tanggal Laporan Tahunan
ini, belum ada keputusan yang diperoleh dari upaya
pengajuan uji materiil tersebut.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
122 Informasi Keuangan Tambahan/Informasi Keuangan

l Sekelompok pelanggan Telkomsel, Indosat, dan Undang No. 5 tahun 1999 dan menjatuhkan denda kepada
XL Axiata Tbk (dahulu PT Excelcomindo Pratama) Perusahaan dan Telkomsel masing-masing sebesar
yang berdomisili di Bekasi, Tangerang, dan berbagai Rp18.000 juta dan Rp25.000 juta.
wilayah lainnya, diwakili oleh Penasehat Hukum,
telah mengajukan gugatan hukum class-action di S e h u b u n g a n d e n g a n Ke p u t u s a n K P P U t a n g g a l
Pengadilan Negeri terhadap Telkomsel, TELKOM, 17 Juni 2008, TELKOM dan Telkomsel telah mengajukan
Indosat, Pemerintah, Temasek Holdings, dan perusahaan keberatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan
terafiliasi tertentu (”Pihak Tergugat”). Pihak Tergugat Pengadilan Negeri Bandung, masing-masing pada
didakwa telah menerapkan tarif yang terlalu tinggi tanggal 11 Juli 2008 dan 14 Juli 2008. Sampai dengan
dari tarif sewajarnya, tarif tersebut dapat berdampak tanggal penerbitan laporan tahunan ini, belum terdapat
buruk terhadap pelanggan tersebut. keputusan atas pengajuan keberatan tersebut.

Pada tanggal 8 Juli 2008, gugatan hukum class-action T E L KO M d a n Te l ko m s e l m eya k i n i b a hwa h a s i l


ke Pengadilan Negeri Bekasi terhadap Telkomsel, telah i nve s t i g a s i a t a u ke p u t u s a n p e n g a d i l a n d a l a m
ditolak dan kasus tersebut telah ditutup. kasus-kasus tersebut tidak akan membawa dampak
material terhadap kondisi keuangan Perusahaan dan
Pada tanggal 14 Agustus 2008, berdasarkan keputusan anak Perusahaan. Lihat Catatan 48 pada Laporan
pengadilan, gugatan hukum class-action di Tangerang Keuangan Konsolidasian.
dan wilayah lainnya dikonsolidasi menjadi satu kasus,
untuk diajukan ke Pengadilan Negeri Tangerang. kejadian setelah tanggal neraca
Pelanggan di berbagai wilayah lainnya keberatan Pada tanggal 11 Januari 2010, para pemegang saham TII
atas keputusan tersebut dan mengajukan keberatan menyetujui keikutsertaan TII dalam konsorsium Kabel Laut
hukum ke MA. Pada tanggal 21 Januari 2009, dalam South East Asia-Japan Cable System (SJC) dan extended
keputusannya No. 01K/Pdt.Sus/2009, MA menyetujui capacity ke Amerika Serikat dengan total investasi sebesar
tuntutan para pelanggan, oleh karena itu, gugatan 45,2 juta Dolar AS.
hukum class-action diproses secara terpisah di
pengadilan masing-masing. Berdasarkan ketetapan Pada tanggal 22 Januari 2010, Telkomsel memperoleh
MA tersebut, pengesahan ini dianggap telah dieksekusi sertifikat persetujuan untuk paket 2 dan 7 setelah
dan pada tanggal 6 Oktober 2009 Pengadilan Negeri dilakukan uji kelayakan operasi terkait dengan ijin prinsip
Jakarta Selatan memutuskan bahwa pemeriksaan Telkomsel untuk menyediakan jaringan tetap lokal di
terhadap kasus ini dapat dilanjutkan. bawah program KPU. Selanjutnya, pada tanggal 25
Januari 2010 dan 28 Januari 2010, Telkomsel memperoleh
l TELKOM, Telkomsel, beserta tujuh operator telekomunikasi ijin operasi untuk menyediakan jaringan tetap lokal
lainnya sedang diperiksa oleh KPPU dengan tuduhan dibawah program KPU di daerah-daerah yang dicakup
melakukan praktik kartel SMS. Sebagai hasil dari oleh perjanjian antara Telkomsel dan Balai Telekomunikasi
pemeriksaan tersebut pada tanggal 17 Juni 2008, KPPU dan Informatika Pedesaan (“BTIP”). institusi yang
menyatakan bahwa TELKOM, Telkomsel, dan beberapa didirikan oleh Menkominfo. Lisensi berlaku sampai
operator lainnya terbukti melanggar pasal 5 Undang-

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Informasi Keuangan Tambahan/Memorandum dan Anggaran Dasar 123

berakhirnya masa perjanjian, dapat diperpanjang l Tanggal ketika pemesanan pembelian terakhir dalam
tergantung hasil evaluasi. Lihat Catatan 46h pada Laporan lingkup perjanjian ini berakhir atau habis masa berlakunya
Keuangan Konsolidasian TELKOM. untuk suatu pemesanan pembelian yang diterbitkan
sebelum tanggal kadaluwarsa dalam periode 5 tahun.
Pada tanggal 25 Januari 2010, Metra telah menandatangani
Conditional Sales Purchase Agreement (“CSPA”) dengan Pada tanggal 2 Maret 2010, Telkomsel menandatangani
para pemegang saham PT Administrasi Medika (“Ad Medika”) perjanjian pinjaman dengan Finnish Export Credit Ltd. sebesar
untuk membeli 75% saham beredar Ad Medika. Selanjutnya, 250 juta Dolar AS. Tujuan dari fasilitas ini adalah untuk
pada tanggal 25 Februari 2010, Metra menandatangani pembelian peralatan dan jasa Nokia Siemens Network.
Sales Purchase Agreement (“SPA”) dengan para pemegang
saham Ad Medika atas transaksi pembelian saham sebesar Pada tanggal 3 Maret 2010, Pengadilan Pajak mengumumkan
Rp128,25 miliar. persetujuan atas sebagian besar keberatan Telkomsel atas
PPN untuk tahun fiskal 2004 dan 2005 sebesar 215 miliar.
Pada tanggal 27 Januari 2010, Pengadilan Negeri Jakarta Tetapi sampai dengan tanggal penerbitan laporan tahunan
Pusat memutuskan menolak gugatan class-action oleh ini, Telkomsel belum menerima keputusan resmi dari
beberapa pelanggan tertentu di berbagai wilayah lainnya. Pengadilan Pajak.

Pada tanggal 28 Januari dan 12 Februari 2010, Telkomsel Pada tanggal 26 Maret 2010, dalam kaitan perjanjian
menerima klaim atas pengembalian pajak untuk tahun Perusahaan dengan Konsorsium NSW-Fujitsu untuk kapasitas
fiskal 2008 masing-masing sebesar Rp439 miliar dan Ring proyek JaKa2LaDeMa, Perusahaan menandatangani
Rp4,2 miliar. perjanjian untuk pinjaman dari Japan Bank for International
Coorperation, yang merupakan perpanjangan tangan
Pada 2 Februari 2010, fasilitas pinjaman dari OCBC NISP internasional dari Japan Finance Corporation untuk fasilitas
dan OCBC Indonesia masing-masing sejumlah Rp250.000 pinjaman senilai 59,89 juta Dolar AS yang digunakan untuk
juta (lihat catatan 22n Laporan Keuangan Konsolidasian pembelian layanan dan perangkat telekomunikasi dari
TELKOM) dan Rp100.000 juta (lihat catatan 22m Laporan Konsorsium NSW-Fujitsu. Fasilitas tersebut terdiri dari
Keuangan Konsolidasian TELKOM), telah dilakukan pencairan Fasilitas A dan B yang berjumlah 35,93 juta Dolar AS dan
oleh TELKOM. 23,96 juta Dolar AS. Fasilitas ini dibayar kembali dalam 10
kali angsuran tetap semesteran dimulai 6 bulan sejak tanggal
Pada tanggal 3 Februari 2010, TII melakukan tambahan fasilitas digunakan. Pinjaman melalui fasilitas ini memiliki
pembelian saham Scicom sejumlah 3.042.400 lembar saham tingkat suku bunga sebesar 4,56% dan tingkat rata-rata
dengan nilai transaksi sebesar 0,42 juta Dolar AS (setara LIBOR selama enam bulan di tambah 0,70% per tahunnya
dengan Rp3.905 juta) sehingga tingkat kepemilikan TII di serta tidak memiliki jaminan. sampai dengan tanggal
Scicom meningkat menjadi 17,01%. dikeluarkannya laporan tahunan ini, fasilitas ini belum dapat
digunakan.
Pada tanggal 3 Februari 2010, Telkomsel menandatangani
beberapa perjanjian untuk pemeliharaan serta pengadaan
peralatan dan jasa terkait: MEMORANDUM DAN ANGGARAN DASAR
Anggaran Dasar Perusahaan (“Anggaran Dasar”) telah
l Next Generation Convergence IP RAN Rollout and Technical didaftarkan sesuai Undang-undang Perseroan Terbatas No.
Support dengan PT Packet System Indonesia dan Huawei 1 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-
Tech; dan Undang Perseroan Terbatas (“UUPT”) No. 40 Tahun 2007
l Next Generation Convergance Core Transport Rollout dan disetujui sesuai Keputusan Menteri No. C2-7468.HT.01.04.
and Technical Support dengan PT Datacraft Indonesia TH.97 tahun 1997 dan selanjutnya sesuai Keputusan Menteri
dan Huwei Tech. Hukum dan HAM No. AHU.46312.AH.01.02 Tahun 2008
tanggal 31 Juli 2008 dan telah didaftarkan pada Berita Negara
Perjanjian berlaku sampai dengan: Republik Indonesia No. 84 tanggal 17 Oktober 2008, Lampiran
Berita Negara No. 20155.
l Tiga tahun setelah tanggal efektif; dan
l Tanggal PO terakhir sesuai perjanjian berakhir berkaitan Sesuai pasal 3, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
dengan PO yang dikeluarkan sebelum berakhirnya menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi serta
perjanjian dalam periode tiga tahun. informasi. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
Perusahaan dapat melakukan kegiatan yang semestinya
Telkomsel dapat memperpanjang perjanjian untuk periode untuk menjaga dan meningkatkan jaringan telekomunikasi
tidak lebih dari dua tahun. dan informasi.

Pada tanggal 8 Februari 2010, Telkomsel menandatangani Sesuai UUPT, TELKOM memiliki Dewan Komisaris dan Direksi.
perjanjian pengembangan Online Charging System and Dewan Komisaris dan Direksi tersebut terpisah dan tidak
Service Control Point System Solutions dengan Amdocs ada individu yang dapat menjadi anggota keduanya. Setiap
Software Solutions Limited Liability Company dan PT Direktur menerima bonus apabila TELKOM melampaui target
Application Solutions. Perjanjian ini akan berlanjut hingga: keuangan dan operasional tertentu yang jumlahnya ditentukan
oleh para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang
l Tanggal pada saat 5 tahun setelah tanggal efektif Saham (“RUPS”). Lihat “Tata Kelola Perusahaan - Informasi
perjanjian; dan yang Berkaitan dengan Penerapan Good Corporate
Governance (“GCG”)”. Dalam Anggaran Dasar dinyatakan

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
124 Informasi Keuangan Tambahan/Memorandum dan Anggaran Dasar

bahwa setiap transaksi yang melibatkan benturan kepentingan pemegang saham lain atau kuasanya yang secara bersama
antara Perusahaan dan Direksi, Dewan Komisaris dan mewakili sekurang-kurangnya dua pertiga dari seluruh suara
pemegang sahamnya harus mendapat persetujuan dalam yang hadir pada RUPS.
RUPS, suatu persetujuan memerlukan lebih dari lima puluh
persen suara pemegang saham independen. R U P S h a nya b o l e h d i a d a ka n s e te l a h Pe r u s a h a a n
menyampaikan pemberitahuan seperti yang disyaratkan.
Direksi bertanggung jawab memimpin dan mengelola Pemberitahuan harus diumumkan sekurang-kurangnya dalam
Perusahaan sesuai maksud dan tujuan perusahaan, dua surat kabar dalam bahasa Indonesia dan satu surat kabar
mengendalikan, menjaga dan mengelola aset Perusahaan. dalam bahasa Inggris yang memiliki peredaran luas di
Indonesia. Jangka waktu pemberitahuan akan diadakannya
Anggaran Dasar tidak mencantumkan persyaratan apapun RUPS Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
bagi Direksi untuk (i) pensiun pada usia tertentu atau (ii) Biasa (“RUPSLB”) adalah 14 hari (tidak termasuk tanggal
memiliki suatu atau sejumlah tertentu saham Perusahaan. panggilan dan tanggal rapat). Kuorum untuk RUPS dan
Hak, preferensi dan batasan yang menyertai setiap jenis RUPSLB adalah para pemegang saham yang mewakili lebih
saham Perusahaan adalah sebagai berikut: dari 50% modal saham beredar dari Perusahaan. Dalam hal
kuorum tidak tercapai, harus diadakan rapat berikutnya,
l hak atas dividen. Dividen harus dibayar sesuai kondisi tanpa harus menyampaikan pemberitahuan. Pada RUPS dan
keuangan TELKOM dan sesuai keputusan para pemegang RUPSLB, kuorum untuk rapat adalah para pemegang saham
saham dalam RUPS, yang juga menentukan besaran dan yang mewakili sepertiga (1/3) modal saham yang beredar
waktu pembayaran dividen; dari Perusahaan. Dalam hal kuorum tidak tercapai pada rapat
l hak suara. Setiap pemegang saham mempunyai hak satu kedua, maka RUPS dan RUPSLB dapat diadakan, suatu
suara pada RUPS; kuorum untuk rapat tersebut akan ditentukan oleh Ketua
l hak mendapatkan bagian atas laba Perusahaan. Lihat Bapepam-LK sesuai ketentuan peraturan perundang-
hak atas dividen; undangan.
l hak mendapatkan bagian atas kelebihan pada saat
likuidasi. Para pemegang saham berhak atas kelebihan Para pemegang saham dapat memberikan suara melalui
pada saat likuidasi sesuai proporsi kepemilikan sahamnya kuasa. Seluruh keputusan diambil berdasarkan musyawarah
dengan ketentuan nilai nominal Saham Biasa yang dimiliki untuk mufakat. Apabila musyawarah untuk mufakat tidak
sudah disetor penuh; tercapai, maka keputusan diambil berdasarkan mayoritas,
l ketentuan pembelian kembali. Tidak ada ketentuan kecuali Anggaran Dasar mensyaratkan mayoritas yang
mengenai pembelian kembali saham dalam Anggaran lebih besar. Anggaran Dasar tidak mencantumkan batasan
Dasar. Namun, sesuai Pasal 30 UUPT, TELKOM dapat apapun atas hak setiap orang untuk memiliki saham
membeli kembali maksimum 10% dari saham yang telah Perusahaan. Peraturan pasar modal Indonesia tidak
ditempatkan dan beredar; mencantumkan batasan apapun atas hak setiap orang,
l ketentuan dana cadangan. Laba ditahan hingga minimum baik warga negara Indonesia atau warga negara asing,
20% dari modal yang ditempatkan Perusahaan, harus untuk memiliki saham di suatu perusahaan yang tercatat
disisihkan untuk menutup kemungkinan kerugian yang di Bursa Efek Indonesia.
diderita Perusahaan. Apabila jumlah dana cadangan
lebih besar 20% dari modal yang ditempatkan Perusahaan, Setiap pengambilalihan TELKOM harus mendapat
maka RUPS dapat memberi wewenang kepada persetujuan dari pemegang Saham Seri A Dwiwarna dan
Perusahaan untuk menggunakan kelebihan dana tersebut mayoritas yang mewakili setidaknya tiga per empat (3/4)
sebagai dividen; dari seluruh saham pada rapat umum pemegang saham
l kewajiban untuk peningkatan modal dari waktu ke yang harus dihadiri oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.
waktu. Para pemegang saham Perusahaan dapat diminta
untuk membeli saham baru di Perusahaan dari waktu
ke waktu. Hak tersebut harus ditawarkan kepada para Setiap Direktur dan
pemegang saham sebelum ditawarkan kepada pihak
ketiga dan dapat dialihkan atas opsi pemegang saham. Komisaris memiliki
Direksi TELKOM diberi wewenang untuk menawarkan
saham baru kepada pihak ketiga dalam hal pemegang kewajiban untuk
saham yang ada tidak dapat atau tidak bersedia membeli
saham baru tersebut; dan menyampaikan laporan
l ketentuan yang membedakan antara pemegang saham
yang ada atau calon pemegang saham yang disebabkan kepada Bapepam-LK
karena pemegang saham tersebut memiliki jumlah saham
yang substansial. Anggaran Dasar tidak mencantumkan berkenaan dengan
ketentuan tersebut.
kepemilikan saham
Untuk mengubah hak para pemegang saham, diperlukan
perubahan terhadap ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar
serta perubahan
yang terkait. Setiap perubahan Anggaran Dasar memerlukan
persetujuan dari pemegang saham “Seri A” Dwiwarna dan
kepemilikan saham

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Informasi Keuangan Tambahan/Rangkuman Perbedaan Signifikan antara Praktik Tata Kelola Perusahaan 125
Indonesia dan Standar Tata Kelola Perusahaan NYSE

Tidak ada ketentuan lain dalam Anggaran Dasar yang Pada tanggal 30 November 2004, Pemerintah membentuk
berdampak memperlambat, menangguhkan atau mencegah Komite Nasional Kebijakan Governance (“KNKG”)
perubahan kendali atas TELKOM. berdasarkan peraturan Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian No. KEP-49/M.EKONOM/1/TAHUN 2004.
Setiap Direktur dan Komisaris memiliki kewajiban untuk Pendirian tersebut merupakan revitalisasi Komite Nasional
menyampaikan laporan kepada Bapepam-LK berkenaan Tata Kelola Perusahaan (“KNTKP”) yang didirikan pada
dengan kepemilikan saham serta perubahan kepemilikan tahun 1999. Tujuan dari KNKG adalah meningkatkan
saham di Perusahaan dan kewajiban ini juga berlaku untuk pemahaman dan pelaksanaan tata kelola perusahaan di
para pemegang saham yang memiliki kepemilikan 5% atau Indonesia dan untuk memberi saran kepada Pemerintah
lebih atas modal yang disetor dari Perusahaan. TELKOM tentang hal-hal yang terkait dengan data kelola, baik di
yakin bahwa Anggaran Dasar tidak berbeda signifikan dari sektor korporasi dan publik.
yang umum berlaku di Indonesia untuk perusahaan publik
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. TELKOM juga yakin Hasilnya, KNKG merumuskan Kode Tata Kelola Perusahaan
bahwa ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar yang 2006 (”Kode”) yang merekomendasikan standar tata
terkait dengan perubahan modal TELKOM tidak lebih ketat kelola perusahaan yang lebih ketat untuk perusahaan-
dari yang disyaratkan oleh hukum Indonesia. perusahaan Indonesia, seperti pembentukan komite
audit independen, komite nominasi dan remunerasi oleh
Dewan Komisaris, serta peningkatan lingkup kewajiban
RANGKUMAN PERBEDAAN SIGNIFIKAN pengungkapan perusahaan-perusahaan Indonesia.
ANTARA PRAKTIK TATA KELOLA Meskipun KNKG merekomendasikan agar Kode diterapkan
PERUSAHAAN INDONESIA DAN STANDAR oleh Pemerintah sebagai dasar reformasi hukum, namun
TATA KELOLA PERUSAHAAN NYSE sampai dengan tanggal laporan tahunan ini, Pemerintah
Berikut ini diuraikan secara ringkas rangkuman umum b e l u m m e n e r b i t ka n p e ra t u ra n ya n g s e p e n u h nya
mengenai perbedaan signifikan antara praktik tata kelola melaksanakan ketentuan-ketentuan tersebut.
perusahaan di Indonesia dan yang disyaratkan oleh standar
pencatatan New York Stock Exchange (“NYSE”) untuk Komposisi Direksi Independen
perusahaan Amerika yang tercatat di NYSE. Standar pencatatan NYSE mensyaratkan bahwa Direksi
perusahaan yang tercatat di Amerika Serikat harus terdiri
Tinjauan Hukum Indonesia dari mayoritas direktur independen dan bahwa komite
Perusahaan publik Indonesia diwajibkan untuk mematuhi tertentu harus terdiri dari para direktur independen. Seorang
dan memenuhi praktik tata kelola perusahaan yang telah Direktur memenuhi syarat sebagai independen hanya apabila
berlaku. Persyaratan dan standar praktik tata kelola dewan dengan tegas memutuskan bahwa Direktur tidak
perusahaan untuk perusahaan publik diatur dalam Undang- memiliki hubungan material dengan perusahaan, baik secara
Undang No. 1 tahun 1995 mengenai Perseroan Terbatas langsung atau tidak langsung.
yang telah diperbaharui oleh Undang-undang Perseroan
Terbatas (“UUPT”) No. 40 tahun 2007; Undang-Undang Tidak seperti halnya perusahaan yang didirikan di Amerika
No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal (“UUPM”); Undang- Serikat, manajemen perusahaan Indonesia terdiri dari dua
Undang No. 19 tahun 2003 mengenai Badan Usaha Milik lembaga dengan status yang sama, yaitu Dewan Komisaris
Negara; Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direksi. Pada umumnya Direksi bertanggung jawab
No. KEP-117/M.MBU/2002 mengenai Pelaksanaan Praktik atas kegiatan bisnis rutin perusahaan dan diberi wewenang
Tata Kelola Perusahaan; Peraturan Badan Pengawas Pasar untuk bertindak untuk dan atas nama perusahaan, sementara
Modal Indonesia (Peraturan Bapepam-LK); dan peraturan Dewan Komisaris memiliki wewenang dan tanggung jawab
yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (“BEI”). Selain mengawasi Direksi dan berdasarkan UUPT Indonesia diberi
persyaratan berdasarkan undang-undang tersebut, mandat untuk memberikan saran kepada Direksi.
Anggaran Dasar perusahaan publik umumnya
menyertakan ketentuan-ketentuan yang mengatur praktik Berkenaan dengan Dewan Komisaris, UUPT mengharuskan
tata kelola perusahaan. Dewan Komisaris perusahaan publik memiliki setidaknya
dua anggota. Meskipun UUPT tidak mengatur mengenai
Seperti undang-undang Amerika Serikat, undang-undang komposisi Dewan Komisaris, namun Peraturan Pencatatan
Indonesia mengharuskan perusahaan publik mematuhi No. 1A yang dikeluarkan oleh BEI menyatakan bahwa
dan memenuhi standar praktik tata kelola perusahaan sekurang-kurangnya 30% dari anggota Dewan Komisaris
yang lebih ketat dari yang diterapkan pada perusahaan perusahaan publik (seperti TELKOM) harus independen.
milik swasta. Perlu diperhatikan bahwa di Indonesia,
istilah “perusahaan publik” belum tentu merujuk pada Mengenai Direksi, dalam UUPT diatur bahwa Direksi memiliki
perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek. Sesuai wewenang untuk mengelola operasi rutin perusahaan dan
UUPM, perusahaan yang tidak tercatat dapat dianggap setidaknya dua anggota, yang masing-masing harus
perusahaan publik dan tunduk pada undang-undang memenuhi persyaratan kualifikasi minimum yang ditetapkan
dan peraturan yang mengatur perusahaan publik, apabila dalam UUPT. Menurut Peraturan Menteri Badan Usaha Milik
p e r u s a h a a n te r s e b u t m e m e n u h i at a u m e l a m p a u i Negara No. KEP-117/M.MBU/2002 menyatakan sekurang-
persyaratan modal dan persyaratan pemegang saham kurangnya 20% anggota Direksi harus merupakan anggota
yang berlaku untuk perusahaan terbuka. yang tidak terafiliasi.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
126 Informasi Keuangan Tambahan/Rangkuman Perbedaan Signifikan antara Praktik Tata Kelola Perusahaan Indonesia
dan Standar Tata Kelola Perusahaan NYSE

Dengan adanya perbedaan antara peran anggota Direksi Dewan Komisaris TELKOM memiliki komite nominasi dan
di perusahaan Indonesia dan mitranya di perusahaan re m u n e ra s i , Ko m i te te r s e b u t d i b e r i t u g a s u n t u k
Amerika Serikat, undang-undang Indonesia tidak merumuskan kriteria pemilihan dan prosedur pencalonan
mengharuskan independensi anggota Direksi tertentu untuk Dewan Komisaris dan Direksi serta sistem remunerasi
juga tidak mengharuskan dibentuknya komite tertentu untuk Dewan Komisaris dan Direksi.
yang sepenuhnya beranggotakan direktur independen.
Pengungkapan berkenaan dengan
Komite-komite tata kelola perusahaan
Standar pencatatan NYSE mensyaratkan bahwa perusahaan Standar pencatatan NYSE mengharuskan perusahaan
yang tercatat di Amerika Serikat harus memiliki komite Amerika Serikat untuk mengambil dan menempatkan
audit, komite tata kelola perusahaan dan komite pada situs web mereka, pedoman pelaksanaan tata
kompensasi. Masing-masing komite tersebut harus terdiri kelola perusahaan. Pedoman tersebut, antara lain, harus
atas direktur independen dan mendapatkan pengakuan mencantumkan: standar kualifikasi direktur, tanggung
tertulis yang membahas hal-hal spesifik yang terdapat jawab direktur, hubungan direktur dengan manajemen
pada standar pencatatan. dan penasihat independen, kompensasi direktur,
orientasi dan pendidikan yang berkelanjutan bagi
UUPT tidak mengharuskan perusahaan publik Indonesia direktur, suksesi manajemen serta evaluasi kinerja
membentuk setiap komite yang ditetapkan dalam standar tahunan. Selain itu, CEO perusahaan Amerika Serikat
pencatatan NYSE. Namun, Peraturan Bapepam-LK No. harus menyatakan kepada NYSE setiap tahunnya bahwa
IX.I.5 dan Peraturan Pencatatan No. 1A yang dikeluarkan ia tidak menemukan adanya pelanggaran apapun oleh
oleh BEI mengharuskan Dewan Komisaris perusahaan perusahaan terhadap standar pencatatan tata kelola
publik tercatat (seperti TELKOM) membentuk komite perusahaan NYSE. Sertifikasi harus diungkapkan dalam
yang akan mengawasi proses audit perusahaan (komite laporan tahunan perusahaan kepada para pemegang
ini harus diketuai oleh anggota Dewan Komisaris saham. Tidak ada persyaratan pengungkapan dalam
Independen). undang-undang yang berlaku di Indonesia yang mirip
dengan standar pencatatan NYSE yang diuraikan di
TELKOM memiliki komite audit yang terdiri dari enam atas. Namun, Undang-Undang Pasar Modal pada
anggota: dua Komisaris independen dan empat anggota umumnya mengharuskan perusahaan publik Indonesia
yang tidak berafiliasi dengan TELKOM. Peraturan mengungkapkan jenis informasi tertentu kepada para
pencatatan NYSE yang diterapkan sesuai Peraturan 10A- pemegang saham dan Bapepam-LK, khususnya informasi
3 berdasarkan Exchange Act mengharuskan emiten swasta yang berkenaan dengan perubahan kepemilikan saham
asing dengan saham yang tercatat di NYSE memiliki p e r u s a h a a n p u b l i k d a n fa kt a m ate r i a l ya n g b i s a
komite audit yang terdiri dari para direktur independen. mempengaruhi keputusan para pemegang saham dalam
Namun, sesuai Peraturan tersebut, emiten swasta asing mempertahankan kepemilikan sahamnya di perusahaan
dikecualikan dari persyaratan independensi apabila (i) publik tersebut.
pemerintah atau bursa efek negara asal mengharuskan
perusahaan memiliki komite audit; (ii) komite audit Kode Etik dan Perilaku Bisnis
terpisah dari Direksi dan memiliki anggota dari dalam Standar pencatatan NYSE mengharuskan setiap perusahaan
maupun dari luar Direksi; (iii) anggota komite audit tidak yang tercatat di Amerika Serikat untuk mengambil dan
dipilih oleh manajemen dan tidak ada pejabat eksekutif menempatkan di situs web perusahaannya, kode etik dan
perusahaan yang menjadi anggota komite audit; (iv) perilaku bisnis bagi Direksi, pejabat dan karyawannya. Tidak
pemerintah atau bursa efek negara asal memiliki ada persyaratan serupa berdasarkan undang-undang yang
persyaratan untuk komite audit yang independen dari berlaku di Indonesia. Namun, perusahaan diharuskan
manajemen perusahaan; dan (v) komite audit bertanggung menyampaikan laporan berkala ke SEC, termasuk TELKOM,
jawab atas penunjukan, retensi dan pengawasan pekerjaan harus mengungkapkan dalam laporan tahunan tentang
auditor eksternal. TELKOM dikecualikan dari hal ini penerapan peraturan etika untuk pejabat keuangan senior
sebagaimana ditetapkan dalam Seksi 303A Penegasan perusahaan. Meskipun persyaratan mengenai isi peraturan
Tertulis Tahunan yang diajukan ke NYSE. Standar etika sesuai peraturan SEC tidak identik dengan yang
pencatatan NYSE dan charter Komite Audit TELKOM ditetapkan dalam standar pencatatan NYSE, namun terdapat
bersama-sama bertujuan untuk menetapkan sistem kemiripan yang signifikan. Berdasarkan peraturan SEC, kode
pengawasan akuntansi perusahaan yang independen dari etika harus dirancang untuk mendorong: (a) perbuatan yang
manajemen dan memastikan independensi auditor. Namun, jujur dan etis, termasuk penanganan benturan kepentingan
tidak seperti persyaratan yang ditetapkan dalam standar antara hubungan pribadi dan profesional; (b) pengungkapan
pencatatan NYSE, Komite Audit TELKOM tidak memiliki yang lengkap, wajar, tepat dan tepat waktu dalam laporan
tanggung jawab langsung atas penunjukan, kompensasi dan dokumen yang diajukan kepada atau diserahkan kepada
dan retensi auditor eksternal TELKOM. Komite Audit SEC; (c) kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan
TELKOM hanya dapat merekomendasikan penunjukan yang berlaku; (d) mempercepat pelaporan internal mengenai
auditor eksternal kepada Dewan Komisaris dan keputusan pelanggaran terhadap peraturan; dan (e) pertanggungjawaban
Dewan Komisaris harus mendapat persetujuan dari atas kepatuhan terhadap peraturan. Selanjutnya, para
pemegang saham. pemegang saham harus diberikan akses ke salinan fisik atau

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Informasi Keuangan Tambahan/Kontrak Material 127

elektronik dari kode tersebut. Lihat


“Tata Kelola Perusahaan - Budaya Tabel Informasi Nilai Tukar
Korporasi Dan Etika Bisnis - Kode Kalender Pada akhir Rata-rata(1) Tertinggi(2) Terendah(2)
Etik”. periode

(Rp per US$1)

KONTRAK MATERIAL 2005 9.830 9.711 10.800 9.133


Kapasitas Ring Jawa-
Kalimantan, Kalimantan- Kuartal Pertama 9.480 9.276 9.520 9.133
Sulawesi, Denpasar- Kuartal Kedua 9.713 9.548 9.755 9.435
Mataram (“JaKa2LaDeMa”)
Kuartal Ketiga 10.310 10.006 10.800 9.735
dengan Konsorsium
NSW-Fujitsu Kuartal Keempat 9.830 9.992 10.300 9.735
Pada tanggal 30 Desember 2008, 2006 9.020 9.167 9.795 8.720
TELKOM membuat kesepakatan
dengan Konsorsium NSW-Fujitsu Kuartal Pertama 9.075 9.304 9.795 9.030
u n t u k p e n g a d a a n d a n i n st a l a s i Kuartal Kedua 9.300 9.107 9.520 8.720
kabel laut yang menghubungkan
Kuartal Ketiga 9.235 9.121 9.245 9.030
jaringan antar pulau besar di
Indonesia melalui jaringan Kuartal Keempat 9.020 9.134 9.228 9.020
Kapasitas Ring proyek 2007 9.419 9.136 9.479 8.672
Jaka2LaDeMa. Nilai pengadaan
tersebut adalah sebesar 106,5 juta Kuartal Pertama 9.118 9.099 9.225 8.950
Dolar AS (tidak termasuk PPN). Kuartal Kedua 9.054 8.973 9.120 8.672

Kuartal Ketiga 9.137 9.246 9.479 8.990


Untuk rincian komitmen kontrak
TELKOM lainnya yang signifikan lihat Kuartal Keempat 9.419 9.234 9.434 9.045
Catatan 47a di Laporan Keuangan
2008 10.950 9.691 12.400 9.051
Konsolidasian TELKOM.
Kuartal Pertama 9.217 9.260 9.486 9.051

Kuartal Kedua 9.225 9.264 9.376 9.179


PENGENDALIAN
Kuartal Ketiga 9.378 9.216 9.470 9.063
NILAI TUKAR
Informasi Nilai Tukar Kuartal Keempat 10.950 11.023 12.400 9.555
Tabel berikut memuat nilai tukar
2009 9.400 10.398 12.065 9.293
Rupiah terhadap Dolar AS berdasarkan
kurs tengah pada akhir setiap bulan Kuartal Pertama 11.575 11.631 12.065 10.863
untuk jangka waktu yang bersangkutan. Kuartal Kedua 10.225 10.531 11.620 9.985
Kurs tengah Rupiah dihitung
berdasarkan kurs jual dan beli Bank Kuartal Ketiga 9.681 10.002 10.255 9.580
Indonesia. Kuartal Keempat 9.400 9.471 9.685 9.293

September 9.681 9.901 10.155 9.580

Sertifikasi Oktober 9.545 9.483 9.685 9.293

November 9.480 9.470 9.610 9.348


harus Desember 9.400 9.458 9.505 9.400
diungkapkan 2010

dalam Januari 9.365 9.275 9.408 9.130

Februari 9.335 9.348 9.413 9.280


laporan Maret 9.115 9.174 9.313 9.070

tahunan (1) Rata-rata dari nilai tukar tengah yang diumumkan oleh Bank Indonesia berlaku untuk jangka waktu yang bersangkutan.

perusahaan (2) Nilai atas dan bawah ditentukan berdasarkan nilai tukar tengah harian yang diumumkan oleh Bank Indonesia selama
jangka waktu yang berlaku. Sumber: Bank Indonesia

pada Nilai tukar yang digunakan untuk translasi aset dan kewajiban moneter
pemegang yang didenominasikan dalam mata uang asing adalah nilai beli dan jual
yang dipublikasikan oleh Reuters pada tahun 2007, 2008 and 2009. Nilai
saham tukar untuk beli dan jual yang dipublikasikan oleh Reuters untuk aset dan

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
128 Informasi Keuangan Tambahan/Perpajakan

kewajiban moneter masing – masing sebesar Rp9.389 AS sebesar kurang lebih 4% setiap tahunnya. Sejak rezim
dan Rp9.399 per Dolar AS pada tanggal 31 Desember mengambang bebas diberlakukan pada bulan Agustus
2007, Rp10.850 dan Rp10.950 per Dolar AS pada tanggal 1997, fluktuasi Rupiah terjadi signifikan. Selama tahun
31 Desember 2008 dan Rp9.420 dan Rp9.430 per Dolar 2009, nilai rata-rata Rupiah terhadap Dolar AS adalah
AS pada tanggal 31 Desember 2009. sebesar Rp10.398. dengan nilai tertinggi dan terendah,
masing-masing sebesar Rp12.065 dan Rp9.293.
Penyajian laporan keuangan konsolidasian dinyatakan
dalam Rupiah. Translasi Rupiah ke dalam Dolar AS
dimaksudkan demi kemudahan dalam membaca dan PERPAJAKAN
dikonversikan menggunakan nilai tukar rata-rata beli dan Berikut ini adalah ikhtisar pajak penghasilan Indonesia dan
jual Rp9.425 per Dolar AS seperti yang dipublikasikan Amerika Serikat yang berisi uraian mengenai konsekuensi
oleh Reuters pada tanggal 31 Desember 2009. pajak Indonesia dan US Federal terhadap pembelian,
kepemilikan dan penjualan ADS atau saham biasa. Para
Pada tanggal 8 April 2010, nilai tukar beli dan jual Dolar AS investor harus berkonsultasi dengan penasihat pajak mereka
berdasarkan Reuters masing-masing sebesar Rp9.035 dan mengenai konsekuensi pajak Indonesia dan US Federal
Rp9.065 per Dolar AS. terhadap pembelian, kepemilikan dan penjualan ADS atau
saham biasa.
Valuta Asing
Kontrol Valuta Asing dihapuskan pada tahun 1971 dan PERPAJAKAN INDONESIA
Indonesia saat ini menerapkan sistem valuta asing liberal Berikut ini adalah ikhtisar konsekuensi pajak Indonesia
yang memungkinkan aliran bebas valuta asing. Transaksi atas kepemilikan dan pelepasan saham biasa atau ADS
modal termasuk pengiriman modal, laba, dividen dan bunga, kepada perorangan bukan penduduk atau perusahaan
bebas dari kontrol pertukaran. Bagaimanapun, beberapa asing yang memiliki saham biasa atau ADS (Pemegang
peraturan mempunyai dampak terhadap sistem nilai tukar. bukan penduduk). Sebagaimana yang digunakan dalam
Misalnya, hanya bank yang diberi wewenang untuk melakukan kalimat sebelumnya, “perorangan bukan penduduk”
transaksi atas valuta asing dan melaksanakan transaksi adalah warga negara asing yang secara fisik tidak berada
pertukaran terkait dengan import dan ekspor barang. Selain di Indonesia selama-lamanya 183 hari atau lebih selama
itu, bank-bank Indonesia (termasuk cabang bank asing di jangka waktu dua belas bulan, selama jangka waktu
Indonesia) diharuskan melapor ke Bank Indonesia (Bank tersebut perorangan bukan penduduk menerima
Sentral Indonesia) setiap transfer dana yang melebihi 10.000 penghasilan sehubungan dengan kepemilikan atau
Dolar AS. Sebagai perusahaan milik Negara, TELKOM, pelepasan saham biasa atau ADS dan “perusahaan asing”
berdasarkan ketetapan Ketua Team Koordinasi Pinjaman adalah badan hukum atau bukan badan hukum yang
Komersial Luar Negeri (“PKLN”), diharuskan mendapatkan didirikan, berkedudukan atau terorganisasi berdasarkan
persetujuan dari PKLN sebelum mendapatkan pinjaman hukum yurisdiksi selain Indonesia dan tidak memiliki
komersial asing dan harus menyerahkan laporan berkala tempat berbisnis tetap atau menjalankan bisnis atau
kepada PKLN selama jangka waktu pinjaman. melakukan kegiatan melalui badan usaha tetap di Indonesia
selama tahun pajak Indonesia tempat badan usaha non-
Bank Indonesia berwenang menerbitkan mata uang Rupiah Indonesia tersebut menerima penghasilan sehubungan
dan bertanggung jawab untuk mempertahankan stabilitas dengan kepemilikan atau pelepasan saham biasa atau
Rupiah. Sebelum tanggal 14 Agustus 1997, Bank Indonesia ADS. Dalam menentukan kedudukan perorangan atau
mempertahankan stabilitas Rupiah melalui kebijakan batas badan, yang dipertimbangkan adalah ketentuan-ketentuan
atas dan bawah nilai tukar (trading band policy) yang dari perjanjian pajak berganda yang berlaku, Indonesia
merupakan dasar bagi Bank Indonesia untuk memasuki merupakan salah satu pihak yang berpartisipasi.
pasar valuta asing dan membeli atau menjual Rupiah, apabila
diperlukan, ketika perdagangan dalam Rupiah melampaui Dividen
harga jual dan beli yang diumumkan oleh Bank Indonesia Dividen yang diumumkan oleh Perusahaan dari laba ditahan
setiap harinya. Pada tanggal 14 Agustus 1997, Bank Indonesia dan dibagikan kepada pemegang saham bukan warga
mengakhiri kebijakan kebijakan batas atas dan bawah negara Indonesia terkait dengan saham biasa atau ADS
(trading band policy) yang secara efektif membebaskan terkena kewajiban pemotongan pajak penghasilan
Rupiah mengambang terhadap mata uang lain. Sejak tanggal (withholding tax) di Indonesia yang, pada tanggal laporan
itu, Rupiah mengalami depresiasi signifikan terhadap mata tahunan ini, dikenakan tarif sebesar 20% atas jumlah
uang negara lain. pembagian (dalam hal dividen tunai) atau atas bagian
proporsional dari para pemegang saham dari nilai
Selama 25 tahun terakhir, Rupiah telah mengalami pembagian. Tarif yang lebih rendah yang ditetapkan
devaluasi tiga kali terhadap Dolar AS. Penyesuaian ke berdasarkan perjanjian penghindaran pajak berganda
bawah ini terjadi pada bulan November 1978, ketika nilai dapat diberlakukan dengan ketentuan bahwa penerima
tukar diselaraskan kembali dari Rp415 menjadi Rp623 adalah pemilik manfaat dari dividen dan telah menyerahkan
terhadap Dolar AS; pada bulan Maret 1983, ketika nilai kepada Perusahaan (dengan salinan yang ditembuskan
tukar naik dari Rp703 menjadi Rp970 terhadap Dolar AS; kepada Kantor Pelayanan Pajak Indonesia tempat
dan pada bulan September 1986, ketika nilai tukar jatuh Perusahaan terdaftar) Surat Keterangan Domisili Pajak
dari Rp1.134 menjadi Rp1.644 terhadap Dolar AS. Antara yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang atau pihak
waktu devaluasi 1986 dan 14 Agustus 1997, nilai Rupiah yang ditetapkannya, dari yurisdiksi tempat pemegang
secara bertahap disesuaikan ke bawah terhadap Dolar saham bukan warga Negara Indonesia berkedudukan

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Informasi Keuangan Tambahan/Perpajakan 129

(Surat Keterangan Domisili). Indonesia telah mengadakan terletak di pihak pembeli (apabila merupakan wajib pajak
perjanjian penghindaran pajak berganda dengan sejumlah Indonesia) atau Perusahaan (apabila pembeli adalah wajib
negara termasuk Australia, Belgia, Kanada, Perancis, pajak bukan penduduk). Pembebasan dari pemotongan
Jerman, Jepang, Malaysia, Belanda, Singapura, Swedia, pajak penghasilan atas penghasilan dari penjualan saham
Swiss, Inggris dan AS. Berdasarkan perjanjian penghindaran di perusahaan non-publik dapat diberikan kepada penjual
pajak berganda antara AS-Indonesia, pengenaan potongan saham yang bukan warga negara Indonesia tergantung
pajak penghasilan atas dividen, bagi pemegang saham ketentuan dari perjanjian penghindaran pajak berganda
yang tidak memiliki hak suara lebih dari 25%, dikurangi yang bersangkutan. Agar mendapat manfaat dari
menjadi 15%. pembebasan berdasarkan perjanjian penghindaran pajak
berganda yang bersangkutan, penjual bukan penduduk
Capital Gains harus menyerahkan Surat Keterangan Domisili Pajak kepada
Penjualan atau pengalihan Saham Biasa melalui BEI pembeli atau Perusahaan dan kepada Kantor Pajak
merupakan subyek pemotongan pajak penghasilan yang Indonesia yang memiliki yurisdiksi atas pembeli atau
bersifat final dengan tarif 0,1% dari nilai transaksi. Pialang Perusahaan (apabila pembeli adalah wajib pajak bukan
yang melakukan transaksi diwajibkan memotong pajak penduduk).
tersebut. Kepemilikan saham pihak pendiri atau penjualan
atau pengalihan saham pihak pendiri melalui BEI, Dalam hal pembeli atau pialang Indonesia, berdasarkan
berdasarkan peraturan pajak Indonesia yang berlaku saat undang-undang pajak Indonesia, diharuskan memotong
ini, dapat terkena tambahan pajak penghasilan yang pajak atas pembayaran harga beli untuk Saham Biasa atau
bersifat final 0,5%. ADS, maka pembayaran tersebut dapat dibebaskan dari
pemotongan pajak penghasilan Indonesia atau pajak
Dengan diberlakukannya peraturan pelaksanaan, perkiraan penghasilan Indonesia lainnya berdasarkan perjanjian
penghasilan bersih yang diterima atau masih akan diterima penghindaran pajak berganda yang berlaku, Indonesia
dari penjualan aset bergerak di Indonesia, yang dapat merupakan salah satu pihak (termasuk perjanjian
mencakup saham biasa yang tidak tercatat di bursa efek penghindaran pajak berganda AS-Indonesia). Namun,
Indonesia atau ADS, oleh pemegang saham bukan warga kecuali untuk penjualan atau pengalihan saham di
Negara Indonesia (kecuali penjualan aset berdasarkan perusahaan non publik, peraturan pajak saat ini di Indonesia
Pasal 4 ayat (2) Undang-undang Pajak Penghasilan tidak menetapkan prosedur khusus untuk meniadakan
Indonesia) dapat terkena pemotongan pajak penghasilan kewajiban pembeli atau pialang Indonesia untuk memotong
di Indonesia dengan tarif 20% dari estimasi penghasilan pajak dari hasil penjualan tersebut. Agar dapat memperoleh
b e r s i h . Pa d a t a h u n 1 9 9 9, D e p a r te m e n Ke u a n g a n manfaat dari perjanjian penghindaran pajak berganda,
mengeluarkan keputusan yang menyatakan perkiraan pemegang saham bukan warga negara Indonesia mungkin
penghasilan bersih untuk penjualan saham yang diterima dapat meminta pengembalian dari Kantor Pajak Indonesia
oleh wajib pajak bukan penduduk di perusahaan non-publik dengan mengajukan permohonan tertentu yang disertai
sebesar 25% dari harga jual, yang menghasilkan tarif dengan Surat Keterangan Domisili yang dikeluarkan oleh
pemotongan pajak penghasilan efektif sebesar 5% dari pihak perpajakan yang berwenang atau pihak yang
harga penjualan. Pajak ini merupakan pemotongan pajak ditunjuknya, dari yurisdiksi tempat Pemegang saham bukan
penghasilan yang bersifat final dan kewajiban membayar warga negara Indonesia berkedudukan.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
130 Informasi Keuangan Tambahan/Perpajakan

Meterai darimana sumbernya atau (iv) suatu perserikatan (A)


Setiap dokumen yang dibuat dalam transaksi Saham yang administrasinya tunduk pada pengawasan utama
Biasa di Indonesia, dokumen tersebut akan digunakan pengadilan AS dan yang mempunyai satu atau lebih orang
sebagai bukti di Indonesia, harus diberi meterai AS yang mempunyai wewenang untuk mengendalikan
Rp6.000. Pada umumnya, meterai terhutang pada saat semua keputusan penting perserikatan tersebut atau (B)
dokumen ditandatangani. yang sebaliknya dipilih untuk diperlakukan sebagai orang
AS dibawah peraturan pajak.
PERTIMBANGAN TERTENTU MENGENAI PAJAK
PENGHASILAN FEDERAL AMERIKA SERIKAT Jika suatu kemitraan adalah pemilik ADS atau Saham
Menurut persyaratan-persyaratan terkait praktik menurut Biasa,perlakuan pajak dari kemitraan secara umum
Internal Revenue Service, saran pajak apapun dalam akan tergantung pada status kemitraan dan
komunikasi ini (termasuk lampiran-lampiran apapun) kegiatannya. Untuk keperluan pajak penghasilan di
tidak dimaksud untuk digunakan, dan tidak dapat dipakai federal AS, orang AS pemegang ADS akan diperlakukan
untuk tujuan (i) menghindari denda yang dikenakan oleh sebagai pemilik bersangkutan saham biasa yang
U.S. Internal Revenue Code, atau (ii) mempromosikan, diwakili oleh ADS.
memasarkan atau merekomendasikan hal-hal terkait
perpajakan kepada orang lain. Tentang Klasifikasi Ambang PFIC
S u at u p e r u s a h a a n n o n AS s e p e r t i T E L KO M a ka n
Di bawah ini adalah ikhtisar beberapa konsekuensi pajak diperlakukan sebagai perusahaan investasi asing pasif
penghasilan AS yang berhubungan dengan akuisisi, (suatu PFIC), untuk keperluan pajak penghasilan federal
kepemilikan dan pengalihan ADS atau Saham Biasa oleh AS, jika 75% atau lebih dari pendapatan kotornya terdiri
pemegang saham warga Amerika (seperti keterangan dari tipe tertentu penghasilan pasif atau 50% atau lebih
di bawah) yang memegang ADS atau Saham Biasa asetnya adalah pasif. Berdasarkan pendapatan dan aset
mereka sebagai capital asset (umumnya, harta yang perusahaan kini, TELKOM meyakini bahwa TELKOM tidak
dimiliki sebagai investasi) di bawah Internal Revenue harus diklasifikasikan sebagai PFIC. Oleh karena status
Code (“Tax Code”). Ikhtisar ini berdasarkan hukum PFIC ditentukan oleh fakta intensif yang dibuat secara
federal AS tentang pajak penghasilan yang berlaku, yang tahunan, tidak ada jaminan bahwa Perusahaan tidak atau
dapat diartikan secara berbeda atau dapat berubah, tidak akan diklasifikasikan sebagai PFIC. Diskusi di bawah
kemungkinan dengan dampak retroaktif. ini tentang “Dividen” dan “Penjualan atau pengalihan
lainnya atas ADS atau Saham Biasa” ditulis dengan dasar
Ringkasan berikut tidak mendiskusikan semua aspek bahwa TELKOM tidak akan diklasifikasikan PFIC untuk
pajak penghasilan federal AS yang mungkin penting keperluan pajak penghasilan federal AS.
bagi investor tertentu dalam kaitan dengan situasi
investasi individual, termasuk investor yang terkena Dividen
aturan pajak khusus (misalnya institusi keuangan, Setiap pembagian tunai yang dibayar oleh TELKOM
perusahaan asuransi, broker-dealers, kemitraan dan dari keuntungan dan laba sebagaimana ditentukan oleh
m i t ra m e r e k a , s e r t a o r g a n i s a s i ya n g m e n d a p a t prinsip-prinsip pajak penghasilan federal AS, akan
p e m b e b a s a n p a j a k ( te r m a s u k yaya s a n p r i b a d i ) , dikenakan pajak sebagai penghasilan dividen dan akan
pemegang saham yang non AS, investor yang akan dimasukkan dalam penghasilan kotor pemegang saham
memegang ADS atau Saham Biasa sebagai bagian dari AS pada saat diterima. Penerima penghasilan dividen
straddle, lindung nilai, konversi, penjualan konstruktif yang bukan perusahaan pada umumnya akan dikenakan
a t a u t ra n s a k s i t e r p a d u l a i n u n t u k t u j u a n p a j a k pajak penghasilan dividen dari suatu “perusahaan asing
penghasilan AS, atau para investor yang memiliki mata yang memenuhi persyaratan” (qualified) dengan tingkat
uang selain Dolar Amerika, mereka mungkin tunduk pajak federal pada maksimum 15% pajak federal AS
pada aturan pajak yang sangat berbeda dengan apa dibandingkan tingkat pajak marjinal yang diterapkan
yang diringkas di bawah ini. Di samping itu, ringkasan pada penghasilan biasa mengingat terpenuhinya
berikut tidak membahas konsekuensi perpajakan non persyaratan periode kepemilikan tertentu. Suatu
AS tingkat negara bagian, lokal atau negara. Tiap perusahaan non AS (yang bukan PFIC) pada umumnya
pemegang saham diminta untuk berkonsultasi dengan dianggap sebagai perusahaan asing yang qualified (i)
penasehat pajak mereka berkenaan dengan konsekuensi jika ia memenuhi syarat untuk menerima manfaat suatu
pajak penghasilan dan pajak lainnya baik perpajakan perjanjian pajak lengkap dengan AS yang ditentukan
lokal, negara bagian, federal di Amerika Serikat maupun memuaskan oleh Secretary of Treasury AS untuk tujuan
non Amerika Serikat berkaitan dengan investasi mereka perjanjian ini dan yang mencakup program pertukaran
pada ADS atau saham biasa. informasi atau (ii) berkenaan dengan dividen apapun
yang dibayar oleh perusahaan atas saham (atau ADS
Untuk keperluan rangkuman berikut, seorang pemegang ya n g d i d u ku n g o l e h s a h a m te r s e b u t ) ya n g s i a p
saham AS adalah pemilik ADS atau saham biasa yang diperdagangkan di suatu bursa efek yang mapan di AS.
untuk keperluan pajak federal AS, (i) seorang warga Saat ini terdapat suatu perjanjian pajak yang berlaku
negara atau penduduk AS, (ii) sebuah perusahaan atau antara AS dan Indonesia yang telah ditentukan sesuai
entitas lain yang diperlakukan sebagai perusahaan untuk untuk tujuan ini oleh Secretary of Treasury dan Perseroan
keperluan pajak penghasilan federal AS, didirikan atau yakin dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan
dijalankan di bawah hukum AS atau salah satu negara manfaat-manfaat perjanjian tersebut. Di samping itu,
bagian atau sub divisi politik, (iii) suatu estate yang oleh karena ADS tercatat di NYSE, suatu bursa efek yang
penghasilannya tercakup dalam pendapatan kotor untuk terkemuka di AS, maka ADS tersebut dianggap mudah
keperluan pajak penghasilan AS tanpa memperdulikan diperdagangkan di NYSE.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Informasi Keuangan Tambahan/Perpajakan 131

Jumlah pembagian tunai dalam Rupiah harus sama dengan penasihat pajaknya berkenaan dengan potensi
dengan nilai Dolar AS sebagaimana Rupiah pada tanggal konsekuensi pajak atas kepemilikan jika perseroan
kuitansi distribusi, tanpa memperhatikan apakah Rupiah diklasifikasikan sebagai PFIC, demikian juga pilihan-
su d a h d i t u ka r ke d a l a m D o l a r AS p a d a s a at itu. pilihan tertentu yang mungkin tersedia untuk mengurangi
Keuntungan atau kerugian, jika ada, diakui pada konsekuensi-konsekuensi tersebut.
kesempatan berikutnya baik penjualan, konversi atau
pengalihan lain rupiah pada umumnya merupakan sumber Cadangan Pajak Penghasilan dan Persyaratan
pendapatan atau kerugian biasa. Dividen yang diterima Pelaporan Informasi
dari ADS atau Saham Biasa secara umum tidak akan Cadangan pajak penghasilan dan persyaratan pelaporan
memenuhi pengurangan dividen yang diterima yang informasi AS pada umumnya berlaku untuk beberapa
diperbolehkan untuk Perseroan. pembayaran kepada beberapa pemegang saham non-
korporasi. Pelaporan informasi pada umumnya berlaku
Dividen secara umum diperlakukan sebagai pendapatan terhadap pembayaran dividen dan hasil dari penjualan
dari sumber-sumber asing untuk keperluan kredit pajak atau pelunasan saham biasa yang didapat dalam wilayah
asing AS. Pemegang saham AS mungkin memenuhi syarat, AS atau oleh pembayar pajak AS atau pihak AS yang
dengan sejumlah pembatasan yang rumit, untuk mengajukan bertindak sebagai perantara pemegang saham biasa
klaim kredit pajak asing berkenaan dengan pemotongan (selain “penerima yang dibebaskan,” termasuk perusahaan,
pajak asing yang dikenakan atas dividen yang diterima penerima pembayaran yang bukan orang AS yang dapat
karena ADS atau Saham Biasa. Pemegang saham AS yang memperlihatkan sertifikasi yang dibutuhkan dan beberapa
memilih tidak mengajukan klaim kredit pajak asing untuk orang tertentu lainnya). Suatu pihak pembayar pajak
pajak asing yang dipotong, mungkin saja mengajukan akan diwajibkan untuk menahan cadangan pajak
klaim pengurangan, untuk keperluan pajak penghasilan penghasilan dari setiap pembayaran dividen, atau hasil
federal AS, berkenaan dengan pemotongan tersebut, dari penjualan atau pelunasan dari ADS atau Saham Biasa
tetapi hanya dalam satu tahun yang pemegang saham dalam teritori AS atau oleh pembayar AS atau perantara
memilih melakukannya untuk semua pajak penghasilan AS kepada pemegang saham, selain penerima yang
asing yang dikreditkan. dikecualikan, jika pemegang saham tersebut gagal untuk
memberikan nomor wajib pajak yang benar atau tidak
Penjualan atau Pengalihan Lainnya atas ADS atau dapat memenuhi pengecualian dari kewajiban pajak
Saham Biasa penghasilan. Tarif pajak penghasilan adalah 28% sampai
P e m e g a n g s a h a m A S s e c a ra u m u m m e n g e t a h u i dengan tahun 2010.
keuntungan atau kerugian modal (capital gain or loss)
dari penjualan atau pengalihan lainnya atas ADS atau Cadangan pajak penghasilan bukanlah pajak tambahan
Saham Biasa dalam jumlah yang sama dengan selisih dan mungkin saja dikembalikan kepada kewajiban pajak
antara jumlah yang terealisasi pada saat pengalihan pendapatan Negara AS bagi pemegang saham AS atau,
terjadi dengan basis pajak yang telah disesuaikan bagi apabila dalam hal melebihi kewajibannya, maka akan
pemegang saham untuk ADS atau Saham Biasa tersebut. dikembalikan oleh Kantor Pajak AS atau Internal Revenue
Suatu keuntungan ataupun kerugian modal bersifat Service (“IRS”) apabila klaim untuk pengembalian uang
jangka panjang apabila ADS atau Saham Biasa telah telah disampaikan kepada IRS. Salinan dari informasi
dimiliki selama lebih dari satu tahun dan umumnya akan p a j a k at a u k l a i m u n t u k p e n g e m b a l i a n u a n g d a r i
menjadi sumber keuntungan atau kerugian AS untuk pembayaran pajak yang disampaikan oleh pemegang
keperluan kredit pajak asing AS. Pengurangan dari saham non-AS kepada IRS mungkin disediakan oleh
kerugian modal harus memenuhi kriteria tertentu. IRS, berdasarkan perjanjian tertentu atau perjanjian
lainnya untuk pertukaran informasi, bagi otoritas
Konsekuensi Perusahaan Investasi Asing Pasif (PFIC) perpajakan dari Negara tempat pemegang saham non-
Jika Perseroan diklasifikasikan sebagai PFIC pada suatu AS bertempat tinggal.
tahun pajak, pemegang saham AS tunduk pada aturan-
aturan khusus yang umumnya dimaksudkan untuk
mengurangi atau menghapuskan manfaat-manfaat
penangguhan pajak penghasilan federal AS yang oleh
pemegang saham AS dapat diperoleh dari investasinya
di suatu perusahaan non AS yang tidak membagikan
semua labanya pada basis saat ini. Pada kejadian seperti
ini, pemegang saham AS mungkin tunduk pada tingkat
pajak penghasilan biasa atas (i) keuntungan yang diakui
pada penjualan ADS atau saham biasa dan (ii) kelebihan
distribusi yang dibayarkan karena ADS atau saham
biasa (umumnya merupakan pembagian yang melebihi
125% dari rata-rata pembagian tahunan yang TELKOM
bayarkan selama tiga tahun pajak sebelumnya). Di
samping itu, pemegang saham AS akan dikenakan
bunga atas keuntungan atau pembagian berlebih
tersebut. Akhirnya tingkat maksimum 15% terhadap
dividen Perseroan tidak akan dikenakan jika Perseroan
merupakan atau dikategorikan sebagai PFIC. Setiap
pemegang saham AS didorong untuk berkonsultasi

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
132 Tata Kelola Perusahaan

Tata Kelola
Perusa

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tata Kelola Perusahaan 133

TAta kelola perusahaan


TELKOM wajib mematuhi peraturan Bapepam-LK dan SEC.
Selain itu, kami menerapkan dan berupaya menjunjung
tinggi kebijakan dan praktik tata kelola perusahaan
berdasarkan international best practices serta Pedoman
Pelaksanaan tata kelola Perusahaan Indonesia (“Good
Corporate Governance”) yang diterbitkan oleh Komite
Nasional Kebijakan Corporate Governance di Indonesia.
Sebagai sebuah perusahaan publik, kami menyadari bahwa
pelaksanaan Good Corporate Governance merupakan lebih
dari sekedar mematuhi peraturan, namun merupakan
kewajiban yang harus dilakukan demi melindungi
kepentingan para pemegang saham dan pemangku
kepentingan dalam rangka berupaya mempertahankan

haan
pertumbuhan usaha dalam industri komunikasi dan
informasi yang sangat kompetitif.

Keberhasilan TELKOM dalam implementasi Good Corporate


Governance tercermin dalam berbagai penghargaan yang
telah diterima oleh Perusahaan. Penghargaan tersebut
antara lain adalah:

l “Most Trusted Companies based on Corporate Governance


Perception Index Assessment” dan “Trusted Company
based on Investor and Analyst’s Assessment Survey” dari
Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) yang
bekerja sama dengan majalah SWA (Desember 2009);
dan
l “Best Good Corporate Governance – Non Financial Sector”
dari majalah Business Review dan Indonesian Institute for
Corporate Directorship (IICD) (Mei 2009).

Dalam rangka menjaga transparansi, akuntabilitas, tanggung


jawab, independensi dan kewajaran, Direksi dan Dewan
Komisaris telah mengembangkan, menerapkan, serta
meningkatkan struktur dan prosedur tata kelola guna
memastikan bahwa good corporate governance diterapkan
di perusahaan. TELKOM berkomitmen untuk melaksanakan
good corporate governance secara konsisten agar
senantiasa dapat memberikan layanan terbaik bagi para
pelanggan dan menjaga kepercayaan dari para pemegang
saham dan masyarakat.

TELKOM berkomitmen
melaksanakan good
corporate governance
secara konsisten
agar senantiasa
dapat memberikan
layanan terbaik bagi
pelanggan dan menjaga
kepercayaan dari para
pemegang saham
dan masyarakat

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
134 Tata Kelola Perusahaan/Struktur Tata Kelola Perusahaan

Direksi telah menerbitkan Keputusan 302, yang mensyaratkan manajemen TELKOM untuk bertanggung jawab terhadap
Direksi No. 29 Tahun 2007 yang secara pembuatan, pemeliharaan dan evaluasi efektifitas prosedur dan pengendalian
komprehensif mengatur dan pengungkapan yang didesain untuk memastikan bahwa informasi yang harus
memperbaiki pelaksanaan tata kelola diungkap dalam laporan sesuai Exchange Act, dicatat, diproses, dirangkum dan
perusahaan. Kebijakan ini berisikan dilaporkan dalam periode waktu yang tersedia, dan informasi tersebut
berbagai ketentuan untuk memastikan diakumulasikan dan dikomunikasikan kepada manajemen TELKOM termasuk
agar setiap transaksi yang dilakukan, Direktur Utama dan Direktur Keuangan, sesuai keperluan, agar dapat segera
baik internal maupun eksternal, telah mengambil keputusan terkait dengan pengungkapan yang diperlukan. Penjelasan
dilakukan dengan memperhatikan tentang asesmen yang dilakukan manajemen terhadap prosedur dan pengendalian
etika dan sesuai dengan praktik tata pengungkapan ICOFR dan pengungkapan yang terkait dapat dilihat pada
kelola perusahaan yang benar. “Prosedur dan Pengendalian”. TELKOM juga harus tunduk pada aturan SEC dan
Bapepam-LK tentang independensi anggota komite audit.
Prinsip-prinsip utama yang membentuk
kerangka program good corporate
governance TELKOM adalah: STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN
Pencapaian tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di
l Pelaksanaan etika bisnis yang TELKOM merupakan bagian yang penting dari upaya perusahaan untuk menjadikan
baik; perusahaan yang berdaya saing tinggi dan terjamin kelangsungan bisnisnya,
l Kebijakan dan prosedur kerja yang sesuai dengan visi TELKOM, yaitu “menjadi perusahaan InfoComm terkemuka
efektif; di kawasan regional.”
l Penerapan kebijakan dan prosedur
manajemen risiko; Tekad TELKOM dalam menjalankan good corporate governance tertuang dalam
l Pengawasan internal, kebijakan kerangka GCG TELKOM.
dan prosedur pengendalian yang
ketat;
l Kepemimpinan dan pemisahan
tugas dan tanggung jawab yang
jelas dengan memperhatikan
prinsip-prinsip akuntabilitas dan
pemisahan tugas;
l Memperkuat sumber daya guna
meningkatkan kapabilitas dan
kompetensi karyawan;
l Pengelolaan sistem manajemen
kinerja; dan
l Insentif bagi pelaksanaan kinerja
terbaik, yang diimbangi dengan
penegakan hukum yang benar
atas peristiwa pelanggaran yang
terjadi.

Sebagai perusahaan yang sahamnya


tercatat di NYSE, TELKOM wajib
mematuhi ketentuan Sarbanes Oxley
Ac t t a h u n 2 0 0 2 ( “ S OA” ) s e r t a
peraturan pelaksanaannya. Beberapa
peraturan SOA yang relevan dengan
bisnis kami, adalah peraturan (i) SOA
S e k s i 4 0 4 ya n g m e n s ya ra t k a n
m a n a j e m e n T E L KO M u n t u k
bertanggung jawab atas dilakuknanya TELKOM sebagai Perusahaan publik, menyadari bahwa para pemegang
dan dipeliharanya pengendalian saham dan pemangku kepentingan yang menuntut Perusahaan agar
internal terhadap pelaporan finansial menjalankan setiap transaksi (internal dan eksternal) sesuai dengan prosedur,
(“ICOFR”) yang memadai, agar dapat kebijakan, hukum, dan best practice yang berlaku. Hal inilah yang dituntut
memberikan jaminan yang cukup dari TELKOM oleh para investor, pemerintah dan regulator, pelaku bisnis
terkait dengan keandalan pelaporan dan komunitas keuangan.
keuangan Peusahaan dan persiapan
penerbitan laporan keuangan yang Unsur utama yang berperan dalam mewujudkan GCG, yaitu:
selaras dengan PSAK. TELKOM dan
anak perusahaan telah melaksanakan l Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);
asesmen dan audit terhadap efektivitas l Dewan Komisaris;
atas rancangan dan implementasi l Direksi;
ICOFR, yang terintegrasi dalam proses l Komite-komite yang ada; dan
audit laporan keuangan. (ii) SOA seksi l Corporate Secretary.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tata Kelola Perusahaan/Organisasi Tata Kelola Perusahaan 135

Penerapan good corporate governance tercermin antara 1. menyetujui Laporan Tahunan untuk tahun fiskal 2008,
lain dalam: termasuk Laporan Pengawasan Dewan Komisaris;
2. menyetujui laporan keuangan yang telah diaudit untuk
l Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris tahun fiskal 2008 dan Program Kemitraan dan Bina
dan Direksi, termasuk unit pendukung dan komite- Lingkungan, dan pembebasan tuntutan (acquittal and
komite; discharge) kepada anggota Dewan Komisaris dan
l Pelaksanaan sistem manajemen risiko berdasarkan the Direksi;
Comitee Of Sponsoring Organizations of the Tradeway 3. menetapkan laba bersih Rp10.619 miliar dari tahun
Commission (“COSO”) Enterprise Risk Management; fiskal 2008;
l Pelaksanaan sistem pengendalian internal berdasarkan 4. menetapkan besaran remunerasi (terdiri dari gaji dan
COSO Internal Control Framework; bonus) bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk
l Penyampaian management statement oleh CEO dan CFO tahun fiskal 2009;
terhadap efektivitas ICOFR berdasarkan hasil penilaian 5. menunjuk KAP Haryanto Sahari & Rekan (sejak 8 Maret
yang dlakukan secara independen oleh auditor internal; 2010 berubah nama menjadi KAP Tanudiredja, Wibisana &
l Penilaian auditor eksternal terhadap efektivitas Rekan, a member firm of PricewaterhouseCoopers global
pengendalian internal dan pelaporan keuangan; dan network) sebagai auditor independen untuk mengaudit
l Evaluasi kinerja dan akuntabilitas melalui Performance laporan keuangan perusahaan untuk tahun fiskal 2009,
Assessment System. termasuk audit ICOFR, dan menunjuk auditor independen
untuk mengaudit laporan keuangan Program Kemitraan
ORGANISASI TATA KELOLA PERUSAHAAN dan Bina Lingkungan untuk tahun fiskal 2009;
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM 6. menyetujui perpanjangan masa kerja para anggota Dewan
Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), baik RUPS Komisaris dengan Tanri Abeng menjabat sebagai Komisaris
Tahunan (“RUPST”) maupun RUPS Luar Biasa (“RUPSLB”) Utama dan Arif Arryman serta P. Sartono sebagai Komisaris
merupakan lembaga tertinggi di perusahaan. Lembaga Independen sejak RUPST tahun fiskal 2009; dan
tersebut adalah forum utama tempat pemegang saham 7. menerima Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor
menggunakan hak dan wewenangnya terhadap PER05/MBU/2008 tertanggal 3 September 2008 tentang
manajemen perusahaan. Pedoman Umum atas Pembelian Barang dan Jasa bagi
Perusahaan BUMN.
Setiap pemegang saham berhak memperoleh penjelasan
yang lengkap dan informasi yang akurat mengenai agenda DEWAN KOMISARIS
yang akan dibahas dalam RUPS, agar dapat turut serta dan Dewan Komisaris, dipimpin oleh Komisaris Utama,
berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan. TELKOM bertanggung jawab terhadap pengawasan pengelolaan
juga melindungi hak pemegang saham agar dapat P e r u s a h a a n ya n g d i l a k u k a n o l e h D i re k s i . D a l a m
melaksanakan haknya berdasarkan Anggaran Dasar dan menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris didukung oleh
perundang-undangan yang berlaku. Pemegang saham beberapa komite.
diperlakukan dengan setara (equal treatment) dan
mempunyai kedudukan yang seimbang terhadap Perseroan. Dewan Komisaris tidak memiliki wewenang untuk
Pemerintah selaku pemegang saham pengendali wajib menjalankan pengelolaan Perusahaan, kecuali dalam situasi
memperhatikan tanggung jawabnya pada saat menggunakan tertentu, apabila seluruh anggota Direksi diberhentikan
pengaruhnya terhadap manajemen Perseroan, baik pada sementara karena suatu sebab. Saat ini, Dewan Komisaris
saat penggunaan hak suara maupun dalam hal lainnya. TELKOM terdiri dari Komisaris utama dan empat Komisaris,
dua di antaranya merupakan Komisaris independen. Profil
Pada saat RUPST atau RUPSLB, para pemegang saham anggota Dewan Komisaris terdapat pada halaman 184.
menggunakan hak suaranya secara langsung maupun lewat
kuasa. Hak tersebut antara lain untuk menunjuk dan Rapat Dewan Komisaris harus diadakan sekurang-kurangnya
memberhentikan Dewan Komisaris atau Direksi, menetapkan setiap bulan sekali atau pada setiap waktu jika dianggap
jumlah remunerasi dan tunjangan Komisaris serta Direksi, perlu oleh salah satu atau lebih anggota Dewan Komisaris,
menilai kinerja perusahaan tahun buku yang ditelaah, atau atas permintaan tertulis dari salah satu atau lebih
menentukan penggunaan laba perusahaan termasuk dividen pemegang saham yang memiliki sedikitnya sepersepuluh
dan merubah Anggaran Dasar. RUPS juga memiliki saham TELKOM yang beredar dengan hak suara yang sah.
kewenangan untuk mengesahkan laporan tahunan. Kuorum untuk seluruh rapat Dewan Komisaris adalah lebih
Pemerintah sebagai pemegang saham seri A Dwiwarna, dari separuh jumlah anggota Dewan Komisaris yang hadir
memiliki hak khusus untuk menyetujui rencana merger, atau diwakili kuasa yang diberikan kepada salah satu
akuisisi, divestasi atau likuidasi Perseroan melalui RUPST Komisaris yang hadir pada rapat tersebut.
atau RUPSLB. RUPST wajib dilaksanakan setahun sekali,
sementara RUPSLB dapat dilaksanakan setiap saat sesuai Keputusan dalam rapat Dewan Komisaris didasarkan
dengan kebutuhan. atas mufakat. Apabila mufakat tidak dapat dicapai, maka
didasarkan pada suara mayoritas anggota Dewan
RUPST terakhir diselenggarakan pada tanggal 12 Juni 2009 Komisaris yang hadir atau yang mewakili pada rapat.
di Jakarta. Rapat ini dihadiri oleh pemegang saham Apabila jumlah suara berimbang, maka keputusan yang
pengendali Perusahaan dan pemegang Saham Biasa yang diajukan harus ditolak.
mewakili 16.870.942.248 saham atau 85,77% dari seluruh
pemegang saham dengan hak suara yang sah. Rapat tersebut Rapat gabungan antara Dewan Komisaris dan Direksi
membahas dan memutuskan hal-hal berikut ini: diselenggarakan sekali dalam tiap dua minggu.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
136 Tata Kelola Perusahaan/Organisasi Tata Kelola Perusahaan

Lingkup dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris DIREKSI


Dewan Komisaris bertanggung jawab dalam melakukan pengawasan terhadap Direksi dipilih dan diberhentikan
pengelolaan Perusahaan oleh Direksi, termasuk perencanaan dan pengembangan, berdasarkan keputusan pemegang
operasi dan anggaran, kepatuhan terhadap Anggaran Dasar Perusahaan dan saham. Untuk dapat dipilih, calon
pelaksanaan keputusan RUPS. Dewan Komisaris harus melaksanakan tugas dan Direktur harus diajukan oleh pemegang
tanggung jawabnya sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, keputusan saham Dwiwarna Seri A. Setiap
RUPS dan semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Direktur diangkat untuk masa jabatan
selama 5 (lima) tahun yang dimulai
Dewan Komisaris juga bertanggung jawab dalam memberikan saran dan pendapat sejak tanggal pengangkatan, kecuali
kepada RUPST mengenai pelaporan keuangan tahunan, rencana pengembangan jika masa jabatan akhir jatuh bukan
perusahaan, penunjukan kantor akuntan publik sebagai auditor dan hal-hal pada hari kerja. Jika hal itu terjadi,
penting lainnya. Selain itu, Dewan Komisaris juga diwajibkan untuk mengevaluasi maka masa akhir jabatan jatuh pada
rencana kerja dan anggaran perusahaan, mengikuti perkembangan perusahaan, hari berikutnya, tanpa mengurangi
dan jika ada gejala yang menunjukkan perusahaan sedang dalam masalah, maka hak pemegang saham dalam RUPST
Dewan Komisaris akan segera meminta Direksi untuk mengumumkannya kepada atau RUPSLB untuk memberhentikan
para pemegang saham dan memberikan rekomendasi untuk langkah-langkah Direktur pada setiap saat sebelum
perbaikan yang harus ditempuh. masa jabatannya berakhir.

Tanggung jawab utama lainnya dari Dewan Komisaris adalah memastikan program Pada tanggal 31 Desember 2009,
pelaksanaan tata kelola perusahaan sudah diterapkan dan terpelihara dengan baik. Direksi terdiri dari delapan
Direktur, yaitu:
Dewan Komisaris dibantu oleh Sekretaris Dewan Komisaris serta komite-komite
berikut ini: l Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama
(“CEO”);
a. Komite Audit; l Sudiro Asno, Direktur Keuangan
b. Komite Nominasi dan Remunerasi; dan (“CFO”);
c. Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan Risiko. l Faisal Syam, Direktur Human Capital
& General Affairs;
Jika dipandang perlu, Dewan Komisaris dapat meminta masukan dan bantuan l I Nyoman G Wiryanata, Direktur
dari penasihat profesional. Konsumer;
l Ermady Dahlan, Direktur Network
& Solution (Pejabat pelaksana
Tabel Penugasan dan Kegiatan Dewan Komisaris
“COO”);
Komisaris Penugasan dan kegiatan terkait
l Arief Yahya, Direktur Enterprise &
Tanri Abeng Selain menjabat sebagai Komisaris Utama, beliau Wholesale;
(Komisaris Utama) juga mengetuai Komite Nominasi dan Remunerasi. l Indra Utoyo, Direktur IT & Supply
P. Sartono Beliau merupakan anggota Komite Audit dan (“CIO”); dan
(Komisaris Independen) Komite Perencanaan, Evaluasi dan Pengawasan l Prasetio, Direktur Compliance & Risk
Risiko, serta menjabat sebagai Sekretaris Management.
Komite Nominasi dan Remunerasi.

Arif Arryman Beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Tanggung jawab utama Direksi adalah
(Komisaris Independen) Audit dan anggota Komite Perencanaan, untuk memimpin dan mengelola
Evaluasi dan Pengawasan Risiko. operasi perusahaan dan mengendalikan
Mahmuddin Yasin Beliau mengetuai Komite Perencanaan,
serta mengelola aset-aset TELKOM
(Komisaris) Evaluasi dan Pengawasan Risiko dan menjabat dengan pengawasan dari Dewan
anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Komisaris.
Bobby A.A. Nazief Beliau juga menjabat Wakil Pimpinan Komite
(Komisaris) Perencanaan, Evaluasi dan Pengawasan Risiko Sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan
dan salah satu anggota Komite Audit. peraturan yang berlaku, Direksi
memiliki hak dan wewenang untuk
Dewan Komisaris dibantu oleh seorang Sekretaris Dewan Komisaris, Yuki mengambil tindakan untuk dan atas
Indrayadi, yang fungsi utamanya untuk memastikan pelaksanaan tugas-tugas nama perusahaan baik di dalam
Dewan Komisaris telah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. maupun di luar pengadilan atas hal
Yuki Indrayadi, yang mempunyai pengalaman di pasar modal dan perencanaan atau kejadian apapun, dengan pihak
korporat, memegang gelar sarjana di bidang Teknik Industri dari Institut lain. Rapat Direksi dipimpin oleh
Teknologi Bandung (ITB), gelar Master dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) Direktur Utama. Apabila Direktur
bidang Teknik dari Katholieke Universiteit Leuven, Belgia. Beliau sebagai Utama berhalangan hadir karena
Sekretaris Dewan Komisaris sejak 1 Oktober 2008. Alamat resmi Dewan alasan apapun, maka rapat Direksi
Komisaris adalah Gedung Grha Citra Caraka, Lantai 5, Jalan Gatot Subroto akan dipimpin oleh Wakil Direktur
Kav. 52, Jakarta 12710, Indonesia. Utama, atau apabila Wakil Direktur

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung 137

Utama berhalangan hadir, karena alasan apapun, maka 4. Direktur Network & Solution
rapat Direksi akan dipimpin oleh salah satu anggota Direksi Lingkup dan Tanggung Jawab:
yang ditunjuk oleh rapat Direksi.
l mengelola operasional dan mengelola infrastruktur
Rapat Direksi dapat diadakan bilamana dianggap perlu dan layanan di sektor jaringan dan solusi;.
atas permintaan satu atau lebih anggota Direksi atau atas l mengelola unit usaha lain, termasuk Divisi Infratel,
permintaan Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis d a n l aya n a n p e n d u ku n g s e p e r t i Re s e a rc h &
dari satu atau lebih pemegang saham yang memiliki Development Center (“RDC”), Maintenance Service
sedikitnya sepersepuluh atau lebih dari jumlah saham biasa Center (“MSC”), dan Supply Center (“SUC”).
yang beredar. Rapat Direksi dianggap sah dan mengikat
apabila lebih dari setengah dari anggota Direksi hadir atau 5. Direktur Konsumer
diwakili dengan sah secara hukum dalam rapat tersebut. Lingkup dan Tanggung Jawab:
Setiap anggota Direksi yang hadir memiliki satu suara (dan
satu suara untuk setiap Direktur lainnya yang diwakili). l melaksanakan fungsi manajemen penyediaan
delivery channels dan layanan konsumen bagi
Keputusan rapat Direksi berdasarkan atas mufakat. Apabila bisnis konsumer.
mufakat tidak tercapai, maka pengambilan keputusan akan l mengelola delivery channel dan layanan konsumen
dilaksanakan berdasarkan atas pengambilan suara mayoritas bagi bisnis, termasuk unit lain seperti Divisi
dari anggota Direksi yang hadir. TELKOMFlexi (“DTF”).

Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi 6. Direktur Enterprise & Wholesale


1. Direktur Utama Lingkup dan Tanggung Jawab:
Lingkup dan Tanggung Jawab:
l menerapkan fungsi manajemen di sektor delivery
l memimpin dan mengelola perusahaan sejalan channel dan layanan konsumen di Direktorat
dengan tujuan dan target perusahaan. Enterprise dan Wholesale.
l memperbaiki tingkat efisiensi dan efektivitas l m e l a k s a n a ka n d e l i ve r y c h a n n e l d a n l aya n a n
perusahaan. konsumen untuk korporat dan bisnis wholesale, yang
l mempertahankan dan mengelola, serta menjaga termasuk unit-unit seperti Divisi Enterprise Service
aset-aset perusahaan. dan (“DIVES”) dan Divisi Carrier and Interconnection
l bertanggung jawab terhadap manajemen dan Services (“CIS”).
ke p e m i l i ka n , te r m a s u k ke s e p a ka t a n d e n g a n
pihak ketiga. 7. Direktur Information Technology & Supply
Lingkup dan Tanggung Jawab:
2. Direktur Keuangan
Lingkup dan Tanggung Jawab: l bertanggung jawab terhadap teknologi informasi
dan supply management di Direktorat Information
l m e n e ra p ka n f u n g s i ko r p o rat te r ka i t d engan Technology & Supply.
Direktorat Keuangan. l mengelola Information Service Center, Supply Center
l b e r t a n g g u n g j a w a b m e l a k s a n a k a n f u n g s i dan Divisi Multimedia.
keuangan terpusat, termasuk mengelola
fungsi operasi keuangan di seluruh unit usaha 8. Direktur Compliance & Risk Management
perusahaan, melalui financial center, serta Lingkup dan Tanggung Jawab:
m e m a st i ka n p e n g e n d a l i a n s e l u r u h ke g i a t a n
investasi anak perusahaan. l mengelola kepatuhan, pelaksanaan hukum dan
manajemen risiko di Direktorat Compliance &
3. Direktur Human Capital & General Affairs Risk Management.
Lingkup dan Tanggung Jawab: l mengelola unit Legal & Compliance dan Manajemen
Resiko Perusahaan.
l mengelola Direktorat Human Capital & General
Affairs.
l mengelola sumber daya manusia di seluruh unit usaha KOMITE DAN UNIT PENDUKUNG
melalui Human Resources Center dan memastikan KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS
pengendalian di unit usaha Corporate Services Komite Audit
lainnya, Support Services serta Enterprise Service, Komite Audit menjalankan tugas berdasarkan mandat Audit
termasuk Human Resources Center (“HR Center”), Committee Charter (yang telah diamandemen) sesuai
Learning Center (“LEC”), Management Consultant Keputusan Dewan Komisaris No. 20 KEP/DK/2006 tertanggal
Center (“MCC”), Community Development Center 11 September 2006. Audit Committee Charter dievaluasi
(“CDC”) serta dana pensiun dan lembaga lainnya. secara berkala dan, apabila diperlukan, dilakukan amandemen

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
138 Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung

untuk memastikan kepatuhan perusahaan dengan peraturan Profil ringkas dari masing-masing anggota Komite Audit
Bapepam-LK dan SEC serta peraturan terkait lainnya. Selama adalah sebagai berikut:
tahun 2009, perusahaan tidak melakukan perubahan atas
Audit Committee Charter tersebut. Arif Arryman – Ketua/Anggota
Arif Arryman adalah Ketua Komite Audit dan bertanggung
Audit Committee Charter secara garis besar memuat tujuan, jawab untuk memberikan arahan, koordinasi dan monitor
fungsi dan tanggung jawab Komite Audit. Berdasarkan pelaksanaan tugas tiap anggota Komite Audit.
charter ini tanggung jawab Komite Audit adalah:
Salam - Sekretaris/Anggota
l mengawasi proses pelaporan keuangan perusahaan atas Salam merupakan akuntan bersertifikat dan berpengalaman
nama Dewan Komisaris; dalam bidang auditing, akuntasi, dan keuangan. Antara
l memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris tahun 1974 dan 1989, beliau bekerja sebagai karyawan di
tentang penunjukan auditor eksternal untuk dimintakan Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan, AVP
persetujuan dalam RUPS; Divisi Pengembangan Usaha PT Rajawali Wirabhakti Utama,
l mendiskusikan dengan auditor internal dan eksternal Kepala Corporate Control Unit PT Pabrik Rokok Cap Bentoel
mengenai seluruh lingkup dan rencana audit mereka; dan Direktur Keuangan PT Telekomindo Primakarya. Beliau
l mendiskusikan laporan keuangan konsolidasian TELKOM meraih gelar sarjana bidang akuntansi dari Institut Ilmu
serta efektifitas pengendalian internal atas pelaporan Keuangan Jakarta.
keuangan (“ICOFR”);
l mengadakan rapat secara berkala dengan auditor Salam bertugas memfasilitasi pelaksanaan tugas
internal dan eksternal, tanpa kehadiran manajemen, untuk anggota Komite Audit, melakukan korespondensi,
membahas hasil evaluasi mereka atas pengendalian internal menyiapkan dokumentasi, membuat laporan perubahan
TELKOM serta kualitas pelaporan keuangan TELKOM Audit Charter, serta mengkoordinasikan proses seleksi
secara keseluruhan; dan auditor independen.
l melaksanakan tugas-tugas lain yang diamanatkan oleh
Dewan Komisaris, khususnya dalam bidang yang terkait P. Sartono - Anggota
dengan akuntansi dan keuangan. P. Sartono bertugas melakukan pengawasan dan
pemantauan terhadap tata kelola perusahaan dan
Peraturan Bapepam-LK tentang Komite Audit mensyaratkan memantau peraturan pasar modal dan perundangan lainnya
bahwa Komite Audit sedikitnya terdiri dari tiga orang yang terkait operasi perusahaan.
anggota, satu di antaranya adalah Komisaris Independen
yang bertindak sebagai ketua, sementara dua anggota Bobby A.A. Nazief - Anggota
lainnya harus merupakan pihak yang independen, minimal Bobby A.A. Nazief bertugas melakukan pengawasan dan
salah satu diantaranya memiliki pengetahuan dalam bidang pemantauan terhadap teknologi informasi perusahaan.
akuntansi dan/atau keuangan. Agar memenuhi syarat
independen sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia, Sahat Pardede - Anggota
anggota eksternal Komite Audit: Sahat Pardede adalah akuntan publik bersertifikat dan
Managing Partner di Kantor Akuntan Publik Ghazali, Sahat
l Tidak boleh memiliki keterkaitan dengan akuntan & Rekan. Beliau mempunyai pengalaman yang luas dan
publik Indonesia yang terdaftar yang memberikan jasa keahlian di bidang audit dan memiliki pengetahuan luas
audit dan/atau non-audit kepada perusahaan dalam dalam bidang akuntansi keuangan dan pengendalian
satu tahun sebelum penunjukannya sebagai anggota internal sesuai dengan SOA Seksi 404. Pada tahun 1981
Komite Audit; hingga 2000, beliau merupakan karyawan pada Badan
l Bukan sebagai karyawan perusahaan dalam satu Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Beliau meraih
tahun sebelum penunjukannya sebagai anggota gelar sarjana bidang akuntansi dari Sekolah Tinggi
Komite Audit; Akuntansi Negara (STAN) Jakarta dan meraih gelar Master
l Tidak boleh memiliki, secara langsung maupun tidak bidang Business Administration dari Universitas Saint Mary
langsung, saham TELKOM; dan di Halifax, Kanada. Sahat Pardede bertugas untuk
l Tidak boleh memiliki hubungan bisnis apapun yang terkait mengawasi dan memantau proses integrated audit dan
dengan bisnis Perusahaan. konsolidasi pelaporan keuangan, termasuk penerapan
standar akuntansi dan efektivitas ICOFR.
Pada 31 Desember 2009, Komite Audit terdiri dari tujuh
anggota: (i) Arif Arryman (Ketua); (ii) Salam (Sekretaris); Jarot Kristiono - Anggota
(iii) P. Sartono (Komisaris Independen); (iv) Bobby A.A. Sebelum menjadi anggota Komite Audit TELKOM, Jarot
Nazief (Komisaris); (v) M. Ghazali Latief; (vi) Sahat Pardede; Kristiono sebagai Ketua Unit Internal Audit PT Koneba
dan (vii) Jarot Kristiono. Sehubungan dengan adanya Persero, perusahaan BUMN energi, menjabat AVP Internal
ketentuan Bapepam tentang pembatasan masa jabatan Audit di Badan Restrukturisasi Perbankan Indonesia dan
Komite Audit, M. Ghazali Latief mengakhiri masa tugas AVP Internal Audit di Panin Bank, Jakarta. Beliau meraih
sebagai anggota Komite Audit per tanggal 1 Maret 2010. gelar sarjana bidang teknik sipil dari Institut Teknologi

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung 139

Bandung dan meraih gelar Master bidang Manajemen Sesuai peraturan Bapepam—LK, tentang Komite Audit
Akuntansi dari Universitas Indonesia di Jakarta. Jarot Perusahaan wajib memiliki setidaknya tiga orang
Kristiono bertanggung jawab melakukan pengawasan dan anggota Komite Audit, salah satunya adalah Komisaris
pemantauan terhadap efektivitas pelaksanaan pengendalian Independen, yang bertindak sebagai Komite Audit,
internal, termasuk pengawasan dan pemantauan sedangkan dua anggota lainnya harus pihak independen
penanganan pengaduan. yang salah satunya mempunyai keahlian akuntansi
dan/atau keuangan.
Komite Audit dapat menunjuk konsultan independen atau
profesional untuk membantu pelaksanaan tugasnya. TELKOM mengacu pada pengecualian umum dari
Selain itu, Komite Audit juga menerima dan menangani peraturan 10A-3(c)(3) dari Exchange Act mengenai
pengaduan dan melakukan tugas lain yang diberikan komposisi Komite Audit, Perusahaan meyakini bahwa
Dewan Komisaris. acuan pada pengecualian umum tersebut tidak akan
memberikan dampak sebaliknya secara material pada
Ahli Keuangan Komite Audit kemampuan Komite Audit untuk bertindak independen.
Dewan Komisaris telah menetapkan Sahat Pardede, selaku Kami yakin bahwa maksud dari pembatasan bahwa tiap
anggota independen Komite Audit Perusahaan, memenuhi anggota Komite Audit adalah anggota Direksi atau
kualifikasi sebagai Ahli Keuangan Komite Audit sebagaimana Dewan Komisaris, sebagaimana yang berlaku, dan harus
dinyatakan dalam butir 16A Form 20-F, sebagaimana independen, adalah untuk memastikan bahwa Komite
dinyatakan dalam peraturan 10A-3 dalam Exchange Act. Audit bebas dari pengaruh manajemen dan dapat
Sahat Pardede telah menjadi anggota Komite Audit sejak menyediakan forum yang terpisah dari manajemen
Februari 2004. Sebelum penunjukannya sebagai anggota sehingga auditor dan pihak-pihak berkepentingan lainnya
Komite Audit, dan sampai saat ini, beliau masih sebagai dapat melakukan pembahasan secara lugas. Peraturan
Akuntan Publik Bersertifikat di Indonesia dan menyediakan Komite Audit yang dikeluarkan Bapepam-LK menetapkan
jasa audit dan jasa keuangan lainnya terhadap sejumlah bahwa setiap anggota Komite Audit harus independen.
perusahaan swasta dan lembaga publik. Beliau merupakan Peraturan Komite Audit yang dikeluarkan Bapepam-LK
Akuntan Publik Bersertifikat dan juga merupakan anggota juga mensyaratkan bahwa paling sedikit dua anggota
Institut Akuntan Publik Indonesia. Komite Audit, yaitu anggota eksternal independen, tidak
hanya independen terhadap manajemen tapi juga
Pengecualian dari Aturan Baku bagi Perusahaan yang terhadap Dewan Komisaris dan Direksi serta Perusahaan
Sahamnya Terdaftar di AS bagi Komite Audit secara keseluruhan. Oleh karena itu kami yakin bahwa
Sesuai hukum Indonesia, Perusahaan memiliki struktur standar yang ditetapkan dalam Peraturan Komite Audit
dua dewan (two tiers system) yang terdiri dari Dewan yang dikeluarkan Bapepam-LK cukup efektif untuk
Komisaris dan Direksi. Fungsi manajemen eksekutif memastikan kemampuan Komite Audit untuk bertindak
dilaksanakan oleh Direksi, sedangkan tugas utama Dewan independen.
Komisaris adalah untuk mengawasi kebijaksanaan Direksi
dalam menjalankan operasi dan manajemen perusahaan
dan memberikan saran kepada Direksi.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
140 Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung

Laporan
Komite Audit
Berikut ini adalah laporan kegiatan Komite Audit selama rencana audit mereka. Komite Audit telah mengadakan
tahun 2009: rapat-rapat dengan internal auditor dan PwC, tanpa
kehadiran manajemen, untuk membahas hasil pemeriksaan
Independensi Auditor mereka, hasil evaluasi mereka terhadap pengendalian
Komite Audit telah mereview dan membahas dengan Auditor internal Perusahaan termasuk pengendalian internal atas
Independen (KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan, a member pelaporan keuangan serta kualitas pelaporan keuangan
firm of PricewaterhouseCoopers global network- “PwC”) Perusahaan secara keseluruhan.
yang bertanggung jawab untuk memberikan pendapat
mengenai kesesuaian dari laporan keuangan konsolidasian Komite Audit juga telah mereview dan mendiskusikan
dan daftar-daftar terkait dengan prinsip-prinsip akuntansi Laporan Keuangan Konsolidasian dan daftar-daftar yang
yang berlaku umum di Indonesia dan Amerika Serikat, tidak terkait dalam Laporan Tahunan (Form 20-F) dengan
hanya penilaian terhadap kualitas tetapi juga akseptabilitas manajemen Perusahaan, termasuk diskusi mengenai kualitas
dari prinsip akuntansi yang diterapkan Perusahaan dan hal- dan akseptabilitas dari prinsip-prinsip akuntansi yang
hal yang menurut standar auditing mengenai komunikasi diterapkan, kelayakan accounting judgement yang signifikan,
dengan Komite Audit, standar dari Public Company dan kecukupan pengungkapan dalam laporan konsolidaian.
Accounting Oversight Board, peraturan Bapepam-LK dan Manajemen telah mengkonfirmasikan kepada Komite Audit
Securities and Exchange Commission serta peraturan lain bahwa laporan keuangan konsolidasian tersebut: (i)
yang berlaku, harus didiskusikan dengan Komite Audit. Selain merupakan tanggung jawab manajemen dan telah disajikan
itu, Komite Audit juga mendiskusikan dengan PwC tentang dengan penuh integritas serta obyektif; dan (ii) telah
independensi Kantor Akuntan Publik dari manajemen disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang
Perusahaan dan dari Perusahaan sendiri termasuk hal-hal berlaku umum.
yang ada dalam surat PwC seperti yang diwajibkan menurut
Peraturan PCAOB 3526, Communication with Audit Committee Berdasarkan hasil diskusi dan pembahasan tersebut, Komite
Concerning Independence (menggantikan Independence Audit merekomendasikan kepada Dewan Komisaris, dan
Standard Board No.1, Independence Discussion with Audit Dewan Komisaris telah menyetujui agar laporan keuangan
Committee) dan mempertimbangkan pengaruh dari jasa-jasa konsolidasian auditan dan daftar-daftar terkait serta evaluasi
non-audit dari Kantor Akuntan Publik. Komite Audit telah manajemen terhadap efektivitas pengendalian internal atas
menerima surat dari PwC yang memberikan penjelasan, pelaporan keuangan Perusahaan untuk disertakan ke dalam
seperti yang diwajibkan menurut Peraturan PCAOB 3526, Annual Report on Form 20-F yang akan dilaporkan oleh
mengenai semua hubungan antara PwC dengan Perusahaan Perusahaan kepada Bapepam-LK dan Securities and
yang menurut pertimbangan profesional mereka dapat Exchange Commission.
dianggap mengganggu independensi. P wC telah
mendiskusikan independensinya dengan Komite Audit dan Whistleblower
telah memberikan konfirmasi melalui suratnya bahwa, menurut l Komite telah menyusun prosedur untuk menerima
pertimbangan profesional mereka, PwC adalah independen dan menangani pengaduan yang berkaitan
terhadap Perusahaan. dengan masalah akuntansi, pengendalian internal
dan auditing, termasuk prosedur untuk menjaga
Integrated Audit kerahasiaan dan pengaduan tanpa nama terhadap
l Komite Audit telah mereview laporan manajemen pelaporan akuntansi yang dipertanyakan atau masalah
mengenai hasil evaluasi manajemen terhadap efektivitas audit sesuai dengan peraturan 10A-3(b)(3) pada
pengendalian internal atas pelaporan keuangan Exchange Act.
Perusahaan dan laporan PwC mengenai efektivitas
pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Komite l Berkaitan dengan manajemen risiko perusahaan,
Audit telah membahas dengan manajemen dan PwC Komite audit juga mengawasi dan memonitor risiko
mengenai significant deficiencies yang diidentifikasi kecurangan dan risiko-risiko pelaporan keuangan yang
selama proses evaluasi dan proses audit dan rencana berdampak material pada pelaporan keuangan.
manajemen untuk meremediasi kelemahan-kelemahan
pengendalian internal tersebut. Sepanjang tahun 2009, Komite Audit telah mengadakan
rapat 25 kali pertemuan. Rapat ini diselenggarakan sesuai
l Komite Audit telah membahas dengan internal auditor dengan persyaratan Piagam Komite Audit dan bertujuan
perusahaan dan PwC mengenai seluruh lingkup dan

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung 141

untuk memfasilitasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bagi tiap anggota
dan bagi Komite Audit. Jumlah pertemuan dan tingkat kehadiran anggota Komite
adalah sebagai berikut:

Tabel Jumlah Rapat Komite Audit


Prosentase
Nama Jumlah Rapat Tingkat kehadiran
kehadiran
Arif Arryman 25 21 84%
Salam 25 25 100%
P. Sartono 25 20 80%
Bobby A.A. Nazief 25 20 80%
M. Ghazali Latief 25 24 96%
Sahat Pardede 25 24 96%
Jarot Kristiono 25 25 100%

Jakarta, 1 Maret 2010

Arif Arryman
Ketua Komite Audit

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
142 Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung

Komite Nominasi dan Remunerasi Pada 31 Desember 2009, Komite Nominasi dan Remunerasi
Komite Nominasi dan Remunerasi dibentuk berdasarkan terdiri dari tiga anggota:
Keputusan Dewan Komisaris No. 003/KEP/DK/2005
tertanggal 21 April 2005 tentang Pembentukan Komite l Tanri Abeng - Ketua/Komisaris
Nominasi dan Remunerasi. Tanri Abeng merupakan Ketua Komite Nominasi dan
Remunerasi dan bertanggung jawab terhadap pemberian
Tujuan pembentukan Komite Nominasi dan Remunerasi arahan dan koordinasi pelaksanaan tugas Komite.
adalah untuk melaksanakan, mengatur dan menegakkan
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan sejalan dengan l P. Sartono – Komisaris Independen & Sekretaris
proses pencalonan posisi strategis dalam manajemen P. Sartono merupakan Sekretaris sekaligus anggota Komite,
dan menetapkan besaran remunerasi bagi Direksi. Komite bertanggung jawab untuk menyiapkan dan mengelola
Nominasi dan Remunerasi ini bertugas untuk: dokumentasi komite, serta mengkoordinasikan isu-isu
terkait dengan nominasi dan remunerasi dengan pihak
l mengembangkan sistem nominasi dan pemilihan bagi manajemen dan pihak eksternal yang independen.
posisi strategis dalam perusahaan dengan memperhatikan
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan, antara lain l Mahmuddin Yasin – Komisaris
transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kewajaran Mahmuddin Yasin merupakan salah satu anggota Komite
dan independensi; dan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan
l membantu Dewan Komisaris dalam memilih kandidat masukan yang berasal dari pemegang saham pengendali
bagi posisi strategis di Perusahaan, yaitu satu level di terkait dengan isu-isu nominasi dan remunerasi.
bawah direktur, sebagaimana juga direktur dan komisaris
pada anak perusahaan yang terkonsolidasi dengan
kontribusi mencapai 30% atau lebih terhadap pendapatan
konsolidasian Perusahaan, seperti Telkomsel. Khusus untuk
Telkomsel, rekomendasi Komite disampaikan kepada
pemegang saham Seri A Dwiwarna; dan
l merumuskan sistem remunerasi bagi Direksi berdasarkan
perhitungan kewajaran dan kinerjanya.

Tampak luar gerai layanan pelanggan Telkom (Plasa Telkom) yang telah menggunakan corporate identity yang baru

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung 143

Laporan Komite Nominasi dan


Remunerasi
Berikut ini adalah laporan kegiatan Komite Nominasi dan jabatan bagi setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
Remunerasi selama tahun 2009: Baik inisiatif maupun revisi tersebut yang saat ini telah
diterapkan Perusahaan, mencerminkan kesadaran tinggi
Nominasi dari Dewan Komisaris maupun Direksi mengenai kondisi
Komite ini bertugas sesuai dengan Keputusan Dewan Komisaris ekonomi global pada tahun 2009 yang dapat berdampak
No. 004/KEP/DK/2005 tertanggal 12 Juli 2005 terkait dengan pada kinerja usaha Perusahaan dan karenanya dilakukan
penunjukan posisi strategis di Perusahaan, yaitu: peningkatan efisiensi biaya dimulai dari Direksi maupun
Dewan Komisaris.
l mengisi posisi yang berada setingkat di bawah Direksi
perusahaan atau direksi pada anak perusahaan, Direksi Selama tahun 2009, Komite Nominasi dan Remunerasi telah
harus berkonsultasi dengan Dewan Komisaris; menyelenggarakan rapat sebanyak 15 kali.
l sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, mengisi
posisi Direktur dan Komisaris dalam anak perusahaan
yang terkonsolidasi yang memberikan kontribusi terhadap
pendapatan konsolidasian sebesar 30% atau lebih, Direktur Tabel Jumlah Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi
perusahaan harus mendapatkan persetujuan dari Dewan
Komisaris. Sebelum persetujuan tertulis diberikan, Dewan Jumlah Tingkat Prosentase
Nama
Komisaris mewakili pemegang saham Dwiwarna seri Rapat Kehadiran Kehadiran
A diharuskan berkonsultasi dengan pemegang saham
Tanri Abeng 15 15 100%
Dwiwarna seri A, sebulan sebelumnya.
P. Sartono 15 15 100%
Sepanjang tahun 2009, Komite telah menyampaikan
Mahmuddin 15 12 80%
masukan terkait dengan usulan pencalonan beberapa
Yasin
posisi strategis, termasuk dua Direktur dari Telkomsel,
E xe c u t i ve G e n e ra l M a n a g e r D i v i s i I n f ra s t r u k t u r
Telekomunikasi, Divisi Enterprise Service, Divisi Akses dan
Divisi TELKOMFlexi serta posisi Senior General Manager Jakarta, 10 Februari 2010
pada Maintenance Service Center.

Remunerasi
Pada tahun 2009, Komite telah mengambil inisiatif untuk
menghentikan pemberlakuan skema penetapan insentif
triwulanan bagi Dewan Komisaris dan Direksi dengan
Tanri Abeng
mempertimbangkan bahwa insentif tersebut seharusnya
Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi
menjadi bagian dari perhitungan bonus tahunan. Selain itu,
Komite ini juga menyusun revisi atas skema ketentuan bagi
penetapan santunan purna jabatan bagi Direksi dan Dewan
Komisaris yang dilaporkan dalam RUPST tanggal 20 Juni
2008. Revisi tersebut mengurangi jumlah santunan purna

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
144 Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung

Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko l Ario Guntoro – Sekretaris/Anggota
Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Lingkup tugas mencakup pelaksanaan koordinasi
a t a u “ K E M P R ” ( s e b e l u m n y a Ko m i t e P e n g k a j i a n seluruh tugas Komite dan penjadwalan pelaksanaan
Perencanaan dan Risiko) dibentuk dengan mengacu pada kerja Komite, serta melakukan evaluasi dan
Keputusan Dewan Komisaris No. 02/KEP/DK/2009/RHS pemantauan terhadap pencapaian CSS dan CAPEX.
tanggal 26 Februari 2009 yang merupakan perubahan Ario Guntoro merupakan seorang profesional dengan
terhadap Keputusan Dewan Komisaris No. 06/KEP/ pengalaman luas di bidang keuangan, investasi, dan
DK/2006 tanggal 19 Mei 2006. perbankan. Setelah berkecimpung di sektor perbankan
swasta nasional mulai dari 1994 hingga 1999, sebagai
Tujuan pembentukan KEMPR di antaranya untuk melakukan corporate officer dan Branch Manager, beliau bekerja
evaluasi atas usulan rencana jangka panjang perusahaan untuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
serta usulan rencana kerja anggaran tahunan Perusahaan mulai dari 1999 hingga 2004, dengan jabatan terakhir
dan menyampaikan rekomendasi terkait kepada Dewan Assistant Vice President Divisi HIPA, dan sebelum
Komisaris. Komite ini juga bertanggung jawab terhadap bergabung ke dalam KEMPR pada tahun 2004 beliau
pemantauan pelaksanaan rencana bisnis Perusahaan. Komite staf khusus PT (Persero) PPA. Ario Guntoro meraih
ini juga bertugas memberikan hasil evaluasi yang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada
komprehensif dan masukan yang penting guna memenuhi pada tahun 1993.
tanggung jawabnya dalam membantu Dewan Komisaris
berkaitan dengan pemantauan proses pelaksanaan bisnis l P. Sartono - Anggota
Perusahaan, penganggaran belanja modal, serta penerapan Bertanggung jawab melakukan pengawasan dan
manajemen risiko Perusahaan. pemantauan terhadap tata kelola perusahaan dan
pemantauan terhadap kepatuhan pada peraturan yang
Lingkup tugas dari KEMPR adalah untuk: berkaitan dengan kegiatan usaha perusahaan, khususnya
dalam pelaksanaan program kerja perusahaan dan
l menyampaikan laporan evaluasi atas Rencana Jangka penyusunan rencana jangka panjang perusahaan.
Panjang Perusahaan atau Corporate Strategic Skenario
(“CSS”) dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (“RKAP”) l Arif Arryman – Anggota
yang diajukan oleh Direksi sesuai jadwal yang ditentukan Bertanggung jawab melakukan pengawasan dan
dari Dewan Komisaris; pemantauan terhadap penerapan kebijakan perusahaan
l menyampaikan laporan evaluasi kepada Dewan Komisaris terkait dengan pengembangan usaha anak-anak
terkait dengan pelaksanaan CSS dan RKAP serta perusahaan dan pertumbuhan usaha un-organik melalui
penerapan manajemen risiko perusahaan; merger dan akuisisi.
l memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
dalam memberikan persetujuan CSS dan RKAP; l Adam Wirahadi – Anggota
l memberikan rekomendasi terkait dengan pelaksanaan Tugas utamanya adalah untuk memantau penerapan
manajemen risiko; dan tata kelola perusahaan, termasuk kepatuhan
l menjaga kerahasiaan perusahaan sesuai peraturan terhadap hukum dan peraturan, mengkaji dampak
yang berlaku. atas penerapan peraturan terhadap kegiatan usaha
Perusahaan, memantau penerapan manajemen risiko
Pada tanggal penyusunan laporan ini, KEMPR terdiri dari perusahaan, dan mengkaji aspek kepatuhan hasil
delapan anggota. kerja Komite dan keputusan Dewan Komisaris.

l Mahmuddin Yasin - Ketua/Anggota Sebelum bergabung dengan KEMPR pada tahun


Beliau sebagai Ketua KEMPR dan bertanggung jawab 2003, yang bersangkutan bekerja di Kementerian
memberikan arahan, mengkoordinasikan dan memonitor Keuangan Republik Indonesia (1999-2000), menjadi
pelaksanaan tugas dari seluruh anggota komite. periset di NGO mengenai tata kelola (2001-2003)
dan analis regulasi bagi sebuah perusahaan
l Bobby A.A. Nazief – Wakil Ketua/Anggota konsultan lingkungan usaha (2001-2003). Selain itu
Beliau sebagai Wakil Ketua KEMPR yang bersama juga merupakan staf ahli di DPR RI mulai dari 2001
dengan Ketua KEMPR, bertanggung jawab memberikan hingga 2002 dan juga terlibat dalam penyusunan
arahan, mengkoordinasikan dan memonitor pelaksanaan RUU pada Kementerian Perdagangan (2001) dan
tugas anggota Komite. Beliau juga bertugas melakukan Ke m e n te r i a n N e g a ra Pe n d aya g u n a a n A p a rat u r
pengawasan dan pemantauan terhadap pencapaian Negara (2002). Adam Wirahadi meraih gelar Sarjana
Rencana Anggaran Belanja Tahunan (“RKAP”) dan Ekonomi Akuntansi (1998) dan Hukum (2007) dari
realisasi belanja modal (CAPEX), di samping juga Universitas Indonesia.
melakukan pengawasan dan pemantauan proses
transformasi perusahaan menuju bisnis new wave.

Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009 Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan
Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung 145

l Widuri Meintari Kusumawati - Anggota l Rama Kumala Sari - Anggota


Tu g a s u t a m a n y a a d a l a h m e l a k u k a n p e n i l a i a n Tugas utamanya adalah memantau dan melakukan
terhadap usulan RKAP yang diajukan manajemen evaluasi aspek legal atas usulan tindakan tertentu Direksi
dan memantau pelaksanaannya di samping yang memerlukan persetujuan dewan Komisaris dan
memantau pertumbuhan usaha anak perusahaan. memantau perkembangan kasus hukum yang melibatkan
Sebelum bergabung dengan KEMPR pada tahun perusahaan, serta melaksanakan tugas tambahan terkait
2004, Widuri M Kusumawati bekerja di Kementerian dengan pelaporan Komite. Sebelum bergabung dengan
Keuangan (2000-2003) dan di sebuah bank swasta KEMPR pada tahun 2006, Rama Kumala Sari merupakan
dalam negeri (2003-2004). Widuri M Kusumawati staf Dewan Komisaris sejak tahun 2004. Rama Kumala Sari
merupakan lulusan dari Universitas Gadjah Mada meraih gelar sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran
pada tahun 2000 dengan menyandang gelar Sarjana (2004) dan gelar Magister Kenotariatan dari Fakultas
Ekonomi Akuntansi. Hukum Universitas Gadjah Mada (2009).

Seluruh anggota Komite Evaluasi dan Monitoring


Perencanaan dan Risiko (kecuali Mahmuddin Yasin, Bobby
A.A. Nazief, Arif Arryman dan P. Sartono) merupakan
anggota eksternal dan bersifat independen.

Membawa Anda Menuju Dunia Masa Depan Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia, Tbk. 2009
146 Tata Kelola Perusahaan/Komite dan Unit Pendukung

Laporan Komite
Evaluasi dan Monitoring
Perencanaan Risiko
Sepanjang tahun 2009, KEMPR melakukan pengawasan b) Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (“RKAP”)
dan pemantauan terhadap implementasi RKAP 2009, Dalam menjalankan RKAP 2010, Dewan Komisaris
anggaran belanja modal (CAPEX) dalam RKAP 2009, kinerja menginstruksikan kepada Direksi untuk menerapkan
manajemen, analisa investasi pada anak perusahaan dan langkah-langkah penting, termasuk:
implementasi CSS periode berjalan dan usulan CSS tahun
2010-2014. KEMPR melakukan penelaahan komprehensif l mempertahankan daya saing produk dan layanan,
atas RKAP tahun 2009 dan usulan RKAP untuk tahun 2010, khususnya untuk produk-produk utama Perusahaan;
serta melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan l m e n i n g k a t k a n b i s n i s n e w w a v e u n t u k
manajemen risiko perusahaan. mengkompensasi penurunan bisnis legacy;
l mengembangkan bisnis baru terkait dengan
Kegiatan Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan portofolio bisnis informasi, media dan edutainment;
Risiko dalam tahun 2009: l mengendalikan biaya melalui program penghematan
a) Corporate Strategic Scenario (“CSS”) biaya; dan
CSS untuk periode 2010-2014 menjadi dasar bagi l mengoptimalkan keuangan perusahaan melalui
pengembangan Corporate Annual Message (“CAM”) pengelolaan kas dengan meminimalkan risiko.
pada tahun 2010 dan RKAP 2010. CSS periode 2010-2014
memperkenalkan TIME (Telecommunication, Information, c) Memantau Penerapan Enterprise Risk Management
Media, Edutainment), yang merupakan portofolio usaha (“ERM”)
baru perusahaan. Selama penyusunan CSS periode 2010- KEMPR bertugas melakukan pemantauan terhadap
2014, KEMPR dan Manajemen melakukan serangkaian penerapan ERM pada tahun 2009 termasuk melakukan
rapat yang membahas sejumlah topik, termasuk: tujuan pembahasan tentang manajemen risiko dan rencana
strategis CSS, perbaikan inisiatif strategis, menetapkan mitigasi risiko terkait dengan penerapan RKAP 2009 dan
arah usaha dan proyeksi keuangan. Pada CSS periode pembahasan tentang aspek risiko dari RKAP 2010.
2010-2014, strategi tingkat korporasi didasarkan pada 10
inisiatif strategis, dalam pengembangannya didasarkan d) Tindakan Direksi yang memerlukan persetujuan dari
pada strategi tingkat usaha. Komite memperbaharui asumsi Dewan Komisaris (“CA”)
makro ekonomi, melakukan kajian terhadap penerapan Selama tahun 2009, KEMPR melakukan kajian terhadap
program CSS periode 2009-2013, dan memperbaiki hal-hal berikut:
struktur CSS dengan menerapkan analisa kesenjangan
antara strategi perusahaan dan arah usaha. l rencana Direksi untuk pembubaran dan penutupan
PT Napsindo;
Penyusunan CSS untuk periode 2010-2014 juga l persetujuan atas rencana akuisisi dalam proyek