Anda di halaman 1dari 9

Kolam Surya

Kolam surya adalah kolam air garam yang berfungsi untuk

mengumpulkan energi panas matahari dan energi panas yang dihasilkan

akan dikonversikan lagi kedalam bentuk energi listrik. Teknoligi ini

merupakan teknologi mendasar dan sangat mudah digunakan dengan

lahan yang cukup dan design yang tepat. Ukurannya pun bervariasi

tergantung dari kebutuhannya. Teknologi kolam surya sangat tepat sekali

digunakan di daerah yang memiliki sinar matahari yang banyak. Dan yang

pasti teknologi ini merupakan teknologi yang ramah lingkungan dan

bebas polusi.
Prinsip Kerja Kolam Surya

Pada dasarnya air dibawah terik matahari dapat menyerap panas matahari

secara alami. Ketika energi panas matahari masuk kedalam air, air akan menjadi

panas dan bagian air yang panas densitasnya akan turun karena terjadi pemuian

pada air sehingga air yang panas akan naik kepermukaan dan air yang lebih

dingin akan berada didasar. Akibat adanya kontak antara air panas dan udara

permukaan terjadi pelepasan kalor secara konduksi dan konveksi pada air panas

tadi sehingga kalor pada air terbuang sia-sia.

Akan tetapi manusia tidak kekurangan akal, agar panas didalam air tadi tidak

terbuang sia-sia maka dimasukkanlah garam kedalam air. Telah diketahui bahwa

air yang lebih panas dapat melarutkan garam lebih baik dibandingkan air dingin.

Ketika air yang diberi garam dipanaskan garam akan mudah larut didalam air

sehingga air panas yang tadinya ringan akan menjadi lebih berat karena larutan

garam membuat densitas air menjadi lebih berat dan air yang lebih dingin akan

naik ke permukaan karena lebih ringan.


Dari air garam yang dipanasi, akan terbentuk tiga zona air. Surface Zone yaitu

bagian permukaan air yang memiliki sedikit kandungan garam. Insulating Zone

yaitu bagian air yamg memiliki kandungan garam lebih tinggi dibandingkan

Surface Zone. Dan bagian dasar air yang disebut Storage Zone. Pada bagian

Storage Zone inilah air paling panas berada dan dibagian ini juga energi panas

dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Untuk mengikat panas lebih tinggi

biasanya pada permukaan kolam dilapisi dengan benda berwarna hitam agar

panas yang sampai pada permukaan kolam bisa diserap seluruhnya. Dengan

pemanasan terus menerus dari matahari air pada bagian Storage Zone bisa

mencapai suhu 178 derajat Farenheit.

Penggunaan Kolam Surya


Pada bagian berikut diilustrasikan penggunaan kolam surya untuk memutar

turbin dan menghasilkan listrik. Air asin (hot brine) pada pada storage zone

masuk kedalam evaporator, di dalam evaporator terdapat organic working fluid

(fluida kerja organik) yang memiliki titik didih dibawah temperatur hot brain.

Karena terjadi pertukaran kalor antara hot brain dengan Organic working fluid,

maka Organic working fluid tersebut akan menguap dan masuk kedalam turbin

pada tekanan tertentu dan memutar turbin. Dari putaran turbin tersebut

generator menghasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan.

Setelah melalui turbin, Organic working fluid tersebut akan mengalir kedalam

condenser. didalam condenser terdapat air dingin (cold water) yang berasal dari

kolam surya pada bagian surface zone dimana air dingin ini memiliki suhu

relative rendah terhadap titik didik Organic working fluid. Sehingga ketika

Organic working fluid masuk kedalam condenser maka Organic working fluid

akan berubah fasa dari gas menjadi cair akibat adanya pertukaran kalor. Organic
working fluid cair kemudian akan dialirkan kembali ke dalam tabung bagian

evaporator untuk digunakan kembali memutar turbin. Begitu seterusnya siklus

ini berjalan sampai dihasilkan energi listrik yang cukup banyak untuk mengisi

baterai.

Pada aplikasi lain dari kolam surya ini seperti di israel misalnya, memiliki luas

7000 m2 dengan temperatur air pada storage zone bisa mencapai 90 0C dan

dapat menghasilkan daya listrik sebesar 150 kW.

TEKNOLOGI TENAGA ANGIN UNTUK DENMARK

Teknologi tenaga angin, sumber energi paling cepat berkembang di dunia,


sepintas terlihat sederhana. Namun dibalik menara tinggi, langsing dan
bilahan besi putar terdapat pergerakan yang kompleks dari bahan-bahan
yang ringan seperti desain aerodinamis dan komputer yang dijalankan
secara elektronik. Tenaga ditransfer melalui baling-baling, kadang
dioperasikan pada variable kecepatan, lalu ke generator (meskipun
beberapa turbin menghindari kotak peralatan dengan menjalankan
langsung)

Tenaga Angin saat ini

Perkembangan teknologi dalam dua dekade terakhir menghasilkan turbin


angin yang modular dan mudah dipasang. Saat ini sebuah turbin angin
modern 100 kali lebih kuat daripada turbin dua dekade yang lalu dan
ladang angin saat ini menyediakan tenaga besar yang setara dengan
pembangkit listrik konvensional. Pada awal tahun 2004, pemasangan
tenaga angin secara global telah mencapai 40.300 MW sehingga tenaga
yang dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 19 juta rumah
tangga menengah di Eropa yang berarti sama dengan mendekati 47 juta
orang.

Dalam 15 tahun terakhir ini, seiring meningkatnya pasar, tenaga angin


memperlihatkan menurunnya biaya produksi hingga 50%. Saat ini di
wilayah yang anginnya maksimum, tenaga angin mampu menyaingi PLTU
batu bara teknologi baru dan di beberapa lokasi dapat menandingi
pembangkit listrik tenaga gas alam.

Tenaga Angin pada tahun 2020

Selama beberapa tahun terakhir pemasangan kapasitas angin meningkat


melebihi 30%. Hal tersebut membuat target untuk menjadikan tenaga
angin mampu memenuhi kebutuhan energi dunia hingga 12 persen
pada tahun 2020 menjadi realistis. Di saat bersamaan hal tersebut juga
akan membuka kesempatan terbukanya lapangan pekerjaan hingga dua
juta dan mengurangi emisi CO2 hingga 10.700 juta ton.

Berkah terus meningkatnya ukuran dan kapasitas rata-rata turbin, pada


tahun 2020 biaya pembangkit listrik tenaga angin pada wilayah yang
menunjang akan turun hingga 2.45 sen per KWh- lebih murah 36 persen
dari biaya pada tahun 2003 yang mencapai 3.79 euro/KWh. Sambungan
kabel listrik tidak termasuk dalam biaya ini.
Tenaga angin setelah tahun 2020

Sumber angin dunia sangat besar dan menyebar dengan baik di semua
kawasan dan negara. Menggunakan teknologi saat ini, tenaga angin
diperkirakan dapat menyediakan 53.000 Terawat/jam setiap tahunnya.
Yang berarti dua kali lebih besar dari proyeksi permintaan energi pada
tahun 2020-meninggalkan tempat yang penting untuk tumbuhnya industri
bahkan dalam 1 dekade kedepan. Amerika Serikat sendiri mempunyai
potensi angin yang cukup untuk menyediakan pasokan kebutuhan
energinya bahkan tiga kali lebih besar daripada kebutuhannya.

Kelebihan Tenaga Angin

Ramah lingkungan- keuntungan terpenting dari tenaga angin adalah


berkurangnya level emisi karbon dioksida penyebab perubahan ikilm.
Tenaga ini juga bebas dari polusi yang sering diasosiasikan dengan
pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan nuklir.

Penyeimbang energi yang sangat baik -emisi karbon dioksida


berhubungan dengan proses produksi. Pemasangan dan penggunaan
turbin angin selama rata-rata 20 tahun siklus hidup 'membayar kembali'
terjadinya emisi setelah 3-6 bulan pertama-yang berarti lebih dari 19
tahun produksi energi tanpa ongkos lingkungan.

Cepat menyebar-pembangunan ladang angin (wind farm) dapat


diselesaikan dalam waktu seminggu. Menara turbin, badan dan bilahan
besi di pasang di atas permukaan beton bertulang dengan menggunakan
alat pemindah besar.

Sumber energi terbarukan dan dapat diandalkan- angin yang menjalankan


turbin selalu gratis dan tidak terkena dampak harga bahan bakar fosil
yang fluktuatif. Tenaga ini juga tidak butuh untuk ditambang, digali atau
dipindahkan ke pembangkit listrik. Seiring meningkatnya harga bahan
bakar fosil, nilai tenaga angin juga meningkat dan biaya keseluruhan
pembangkit akan menurun.
Selanjutnya, dalam proyek besar yang menggunakan turbin ukuran
medium yang sudah disetujui, tenaga angin mampu beroperasi hingga
98% secara konstan. Artinya hanya dua persen waktu turun mesin untuk
perbaikan- catatan yang jauh lebih baik dari yang bisa diharapkan dari
pembangkit listrik konvensional.

Variable Angin

Variable angin menimbulkan masalah manajemen sistem jaringan listrik


lebih sedikit daripada yang diharapkan oleh pihak-pihak yang skeptis.
Ketidakstabilan permintaan energi dan kebutuhan untuk melindungi
gagalnya pembangkit listrik konvensional memenuhi kebutuhan tersebut,
sesungguhnya membutuhkan sistem jaringan listrik yang lebih fleksibel
daripada tenaga angin, dan pengalaman dunia nyata telah menunjukan
bahwa sistem pembangkit listrik nasional mampu menjalankan tugas
tersebut. Pada malam berangin, sebagai contoh, turbin angin 50%
pembangkit listrik di bagian barat Denmark, tapi kekuatannya telah
terbukti dapat diatur.

Penciptaan jaringan listrik yang super mengurangi masalah


ketidakstabilan angin. Caranya dengan membiarkan perubahan pada
kecepatan di wilayah-wilayah berbeda untuk diseimbangkan satu sama
lain.

Bergerak ke depan

Perkembangan tenaga angin berkembang dengan pesat saat ini, namun


demikian masa depan tenaga ini belum terjamin. Saat ini tenaga angin
telah dimanfaatkan oleh sekitar 50 negara di dunia. Namun sejauh ini
kemajuan itu disebabkan oleh usaha segelintir pihak, yang dipimpin oleh
Jerman, Spanyol dan Denmark. Negara-negara lain perlu untuk
memperbaiki industri tenaga angin secara dramastis jika target global
ingin dicapai. Oleh karena itu prediksi untuk menjadikan tenaga angin
dapat memasok energi dunia sebesar 12 persen pada tahun 2020
sebaiknya tidak dilihat sebagai hal yang pasti, tapi sebagai tujuan-satu
kemungkinan masa depan yang kita bisa pilih jika kita mau.