Anda di halaman 1dari 8

SKU TINGKAT PENGGALANG RAMU

Syarat No. 1
Rajin dan giat Mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 6 kali latihan
berturut-turut.

 Pembina dapat menghitung kehadiran (Presensi) anggota penggalangnya dengan melihat pada
buku-buku administrasi regu atau buku kehadiran pasukan. 6 kali kehadiran berturut-turut sejak
diterimanya anggota tersebut dipasukan penggalang (dilantik Menjadi Penggalang)

Syarat No. 2
Hafal dan mengerti isi Dasa Dharma dan Trisatya

 Dasa Dharma dan Tri Satya adalah merupakan kode kehormatan bagi setiap anggota pramuka.
sehingga layak menjadi persyaratan awal untuk meraih tanda kecakapan. Pembina pertama-
tama dapat menanyakan kesiapan penggalang dan menghafal Dasa Dharma dan Trisatya. Baru
menanyakan tentang isinya, apa kewajiban di dalam Trisatya itu dan apa bentuk-bentuk
pengalaman dari Dasa Dharma itu? (Untuk Lebih Lengkap Buka Link ini)

Syarat No. 3
Dapat memberi salam pramuka, dan tahu maksud dan penggunaanya.

 Salam adalah suatu tanda antara orang-orang yang terhormat. Dapat memberi salam kepada
orang lain adalah suatu kehormatan yang istimewa. Memberi salam itu hanya menyatakan
bahwa kita  bermaksud baik terhadap orang lain. Dan tidak ada maksud kita merendahkan diri
(seperti pada jaman perbudakan atau abdi dalem)
 Jadi maksud salam pramuka adalah untuk memberikan penghormatan orang lain, mendekati tali
persaudaraan dan silaturahmi.

Jenis-jenis Salam, ada tiga yaitu :

1. Salam Janji, yaitu tanda penghormatan yang dilakukan setiap anggota Pramuka sewaktu
Trisatya dibacakan (semisal dalam acara pelantikan/ulang Janji).
2. Salam Hormat, yaitu tanda penghormatan yang diberikan para anggota Pramuka yang ditujukan
kepada Pramuka tertinggi (Bapak Presiden), Bendera Kebangsaan Merah Putih, Tamu-tamu
negara, dan jenazah.
3. Salam Biasa, yaitu tanda penghormatan yang diberikan atau disampaikan kepada sesama
anggota pramuka.

Syarat No.4

Tahu Arti Lambang Gerakan Pramuka

Seperti juga organisasi kepanduan memiliki tanda atau lambang begitu pula dengan Gerakan
Pramuka. Tiap-tiap lambang mempunyai makna. Begitu pula dengan lambang Gerakan
Pramuka yang kita miliki. Lambang gerakan pramuka adalah Silhoute (Bayangan TUNAS
KELAPA) sebagai tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan
Pramuka.

Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak Soehardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka
yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16
Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972 yang dikluarkan pada tanggal 31 Januari 1927.

Bentuk dan Arti Kiasan


                Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan
lambang gerakan pramuka :
1.Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia
berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur
yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan
hidup bangsa Indonesia.
2.Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu
mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat,
kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam
menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.
3.Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam
menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
4.Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di
Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi
dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan
oleh sesuatu.
5.Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan
keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik,
benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri
guna mencapai cita-citanya.
6.Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu
mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan
kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada
umat manusia.

Penggunaan Lambang
Lambang gerakan pramuka dapat digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan
satuan, tanda pengenal administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan
sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan gerakan pramuka
sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan pramuka tersebut.
Gambar lambang gerakan pramuka

Syarat No.5
Tahu cara menggunakan bendera kebangsaan Indonesia, sejarahnya dan tahu arti kiasan
warna-warnanya.
Cara penggunaan bendera kebangsaan Indonesia, adalah :

1. Dikibarkan dari pagi hari sampai petang (kurang lebih antarapukul 06.00 - 18.00 W1B).
2. Untuk mencegah dari kerusakan atau kotor, bendera merah Putih dapat diturunkan jika turun
hujan lebat.
3. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu lebih tinggi dibandingkan bendera-bendera orginisasi
lainnya (bendera pramuka. bendera kepanduan, bendera OSIS, dan sebagainya). Tetapi bendera
merah Putih dikibarkan sejajar jika dikibarkan bersama-sama bendera negara-negara lain.
4. Bendera Merah Putih dikibarkan selalu paling kanan, Jika dibuat untuk hiasan atau lainnya,
warna merah ditempatkan di sebelah kanan warna kiri.
5. Bendera Merah Putih tidak boleh kotor, digambari, dicorat-coret.
6. Bendera Merah Putih tidak boleh menyentuh tanah. 
7. Bendera Merah Putih selalu disimpan di tempat yang baik dan bersih.
8. Pengibaran bendera merah Putih yaitu pada hari-hari besar nasional.
9. Cara pengibaran setengah tiang dilakukan jika pada hari berkabung. Caranya adalah bendera
dinaikkan sampai ke puncak tiang bendera, baru kemudian. diturunkan sampai setengah tiang.
Demikian pula cara menurunkannya,bendera Merah Putih dinaikkan terlebih dahulu ke puncak
tiang bendera baru kemudian diturunkan.
10. Bendera Merah Putih jika dipergunakan sebagai penutup peti jenazah. Maka warna merah
diletakkan di sebelah kanan jenazah.

Sejarah bendera Merah Putih, penggunaan bendera Merah Putih sudah terilhami oleh sejaran nenek
moyang bangsa kita. Pada jaman kerajaan Majapahit, sudah ada yang namanya bendera berwarna
Merah Putih, kemudian ada pasukan yang namanya gula kelapa yaitu pasukan yang menggunakan
pakaian berwama merah dan putih.
Pada masa pergerakkan. warna merah dan putih ini sering dipakai sarana perjuangan dengan  cara
pemasangan hiasan/dekorasi di  ruangan-ruangan  pertemuan (seperti misalnya pada acara Kongres
Pemuda II). Banyak organisasi-organisasi kepemudaan/pergerakkan   yang menggunakan wania merah
dan putih, seperti misalnya PNI.

Bendera Merah Putih pertama kali dijahit oleh ibu Fatmawati (istri Presiden RJ pertama Ir. Soekarno).
Dikibarkan pertama kali oleh Latief Hendraningrat di halaman Gedung yang dipergunakan untuk
mengumandangkan teks proklamasi yaitu di Jalan Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta. Kemudian secara
rutin setiap tahunnya bendera Merah Putih yang sekarang disebut bendera pusaka dikibarkan di
halaman istana negara setiap tanggal 17 Agustus, dan karena usianya yang sudah cukup tua. Bendera
pusaka kemudian digantikan dengan bendera duplikat pusaka. Bendera pusaka disimpan di ruang sunyi
di Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

Kiasan warna-warna bendera Merah Putih, adalah :


Merah berarti berani dan Putih berarti suci atau bersih, jadi arti kiasan warna-wania beridera Merah
Putih adalah bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berani karena dilandaskan kebenaran. Tidak
memaksakan kehendak pada negara lain. menjaga ketertiban dan persaudaraan dunia.

Syarat No. 6
a. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka
Pasukan Penggalang atau di muka pendengar-pendengar lain, dan tahu sikap yang haras
dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara.

b. Tahu sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya.


Sikap yang harus diperlihatkan setiap anggota Pramuka jika mendengar lagu kebangsaan adalah dengan
sikap siap sempurna, mendengarkan dengan hidmat dan mengikuti lagu dari awal sampai akhir.

Pembina dapat mencoba anggota penggalang dalam upacara pembukaan latihan, upacara pelantikan,
dan sebagainya. Atau jika anggota Pramuka mengikuti upacara di sekolah sebagai anggota barisan
aubade (kelompok paduan suara).

Lagu kebangsaan Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman seorang anggota organisasi
kepemudaan yang aktif sebagai seorang wartawan. Lagu ini pertama kali dikumandangkan pada
pertemuan Kongres Pemuda II tahun 1928 (ingat Sumpah Pemuda), dengan menggunakan alat musik
biola. Pada waktu itu banyak peserta kongres yang sempat menitikkan air mata ketika mendengar lagu
Indonesia Raya. Lagu kebangsaan kemudian diatur dalam pasal 36 UUD 1945.

Syarat No.7
Hafal Pancasila. dan tahu artinya.
->Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila adalah dasar Negara kita seperti tercantum didalam pembukaan UUD 1945 alinea 4.
Kemudian untuk memudahkan pengamalannya di dalam kegiatan sehari-hari. Berdasarkan Tap MPR
No. II/MPR/1978 dikeluarkanlah Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau disebut
juga Eka Prasetya Pancakarsa.

36 butir-burir Pengamalan Pancasila :

I. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa


1. Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing
menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang
berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
4. Tidak memaksa suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

II.Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab


1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak. persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu
dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

III. Sila Persatuan Indonesia


1. Menempatkan   persatuan.   kesatuan.   kepentingan  dan keselamatan bangsa dan negara di atas
kepentingan pribadi
atau golongan.
2. Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara
3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan berTanah Air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berbhineka tunggal ika.

IV. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3. Mengutamakan Musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
5. Dengan itikad baik dan rasa tanggungjawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan
musyawarah.
6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat. dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang
Maha Esa, menjunjung ringgi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

V. Sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan kegotong royongan.
2. Bersikap adil.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak-hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak bersikap boros.
8. Tidak bergaya hidup mewah.
9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10.Suka bekerja keras.
11.Menghargai hasil karya orang lain.
12.Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Syarat No. 8
Biasa berbahasa Indonesia diwaktu mengikuti pertemuan-pertemuan penggalang.
~>Pembina dapat merabiasakan memimpin iatihan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar. Untuk menguji anggota, bisa dengan cara pertanyaan lisan maupun tertuiis mengenai
kemampuan anggota dalam menggunakan bahasa Indonesia. Atau membuat suatu simulasi acara
rapat/pertemuan dewan penggalang, dimana setiap anggota akan belajar mengemukakan pendapatnya
secara langsung dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Syarat No. 9
Tahu struktur organisasi dan tar-da-tanda pengenal dalam Gugus Depan.
~>Struktur organisasi gugus depan adalah sebagai berikut:

Syarat No 10
Dapat berbaris.
~>Pendidikan kepramukaan merupakan pendidikan yang juga bertujuan meningkatkan disiplin para
anggotanya. Dan salah satu cara untuk meningkatkan disiplin para anggotanya, adalah dengan cara
menggiatkan iatihan bans berbaris. Karena bukan hanya di kepramukaan saja, baris berbaris menjadi
menu wajib di dinas kemilitefan, begitu juga dipelajari di Paskibra, PKS, PMR, Hansip, Satpam, dan
sebagainya. Untuk lebih lengkapnya baca baris berbaris pada Link PBB.

Syarat No 11
Dapat menurjuk sedikitnya 8 (delapan) arah mata angin, dapat menggunakan kompas dan dapat
membaca jam.
Untuk penggunaan kompas. dapat dibaca pada halaman Materi KOMPAS.

Satu hari terdiri dari 24 jam. 1 jam terdiri dari 60 menit. Dan setiap menimya terdiri dari 60 detik.
Waktu di Indonesia di bagi dalam tiga satuan waktu, yaitu Waktu Indonesia bagian Barat (WIB),
Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA). dan Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).

Misal : Waktu  shalat  Dhuhur kira-kira pukul 12:00 sedangkan waktu penayangan siaran Dunia Dalam
Berita TVR1 yaitu pada pukul 21.00 WIB.

Syarat No 12
Dapat membuat dan menggunakan simpul mati. simpul hidup, simpul anyam. simpul tiang.
simpul, pangkaK dan dapat menyusuk tali.
-> Syarat ini selain membutuhkan keterampilan dalam praktek pembuatan simpul. para anggota
pramuka juga harus mengetaJmi dengan jelas dan benar tentang kegunaan masing-masing simpul.
Untuk lebih jelasnya buka halaman Materi Tali Temali. 

Syarat No 13
Dapat menyampaikan berita secara lisan.
~> Setiap anggota pramuka harus dapat menyampaikan berita secara lisan. baik kepada teman. para
guru atau orang lain. Pesan yang akan disampaikan harus dimengerti terlebih dahulu intinya. sehingga
jika pesan tersebut telah disampaikan kepada yang berhak, si penerima pesan tidak akan salah
mengerti. Terutama untuk pesan-pesan yang sangat penting dan mendesak.

Dalam hal ini, para pembina   dapat melatih anggota-anggotanya dengan cara memberi pesan lisan
yang harus disampaikan kepada pihak/orang tertentu, dan si penerima akan memberikan jawabannya
secara lisan pula dan harus disampaikan kembali pada pembina tersebut.

 
Syarat No 14
Dapat mengumpulkan   keterangan   untuk   memperoleh pertolongan pertama pada kecelakaan,
dan dapat melaporkannya kepada dokter, rumah sakit, pamong praja polisi, atau keluarga
korban.
~> Seorang pramuka harus dapat mengumpulkan keterangan jika terjadi kecelakaan yang memakan
korban, baik korban cedera ringan. cedera berat atau si korban sainpai meninggal dunia Pertama-tama
lakukan prosedur PPPK dan PPGD (baca   mengenai   PPPK.   pada  halaman   Materi P3K). Baru
mengumpulkan keterangan (informasi) mengenai si korban.

Apa saja yang harus diperhatikan. yaitu :


1. Identitas di korban, siapakah namanya dan berapakah usianya ?
2. Dimanakan si korban tinggal ? (alamat dengan siapa si korban tinggal ?)
3. Bagaimana keadaan luka-luka (cedera) yang dialami si korban ? Yang pasti akan menjadi pertanyaan
keluarganya. 
4. Bagaimana dan dimana situasi lingkungan tempat kejadian kecelakaan, kemanakah kira-kira si
korban dibawa jika membutuhkan pertolongan lebih lanjut.
5. dan sebagainya.
Baru setelah itu kita menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan korban. seperti keluarganya, rumah
sakit, dan kepolisian.

Syarat No. 15
Selalu berpakaian rapih dan memelihara kesehatan badan.
~> Pembina dapat menilai cara berpakaian para anggotanya. Apakah sudah rapih atau belum. Cara
menguji Syarat nomor 15 ini tidak selalu harus secara terbuka atau langsung, jika sekiranya memang
anggota tersebut sudah terbiasa berpakaian rapih tentunya pembina lebih tahu hal tersebut. Bisa pada
waktu upacara latihan rutin diadakan pemeriksaan pakaian dan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan, dapat meliputi :
1. Pemeriksaan kesehatan dan kebersihan gigi.
2. Pemeriksaan kebersihan pakaian.
3. Pemeriksaan kebersihan kuku dan kerapihan rambut.
4. dan sebagainya.

Syarat No. 16
a. Untuk puteri : Dapat mengatur meja makan. atau menghidangkan minuman dan makanan
kecil pada tamu.
~> Untuk anggota puteri, idealnya seorang pembina sewaktu-waktu dapat datang ke rumah anggota dan
memperhatikan bagaimana cara anggota tersebut menghidangkan jamuan. Sedangkan untuk menata
meja makan, pembina dapat menyelenggarakan suatu lomba masak antar regu/anggota yang hasilnya
akan ditata pada meja makan. Dapat sekalian dengan pengujian Tanda Kecakapan  Khusus (TKK)
Memasak.

b. Untuk putera : Dapat membuat dua macarn hasta karya dengan dua macain bahan yang
berbeda.
~> Sedangkan untuk anggota putera, banyak macam benda merupakan hasil dad kerajiman.   Bahan
yang dipergunakan bisa pula dari bahan-bafaaa yang sudah terpakai lagi. Bahan yang dapat
dipergunakan, bisa dari :
1)Kertas
2)Kayu.
3)Bambu.
4)Pelastik.
5)Kawat.
6)Tanah Liat.
7)Semen.
8)dan sebagainya.

Syarat No. 17
Memiliki buku Tabamas, buku Tabungan Pramuka, atau buku Tabungan Pelajar.
~> Idealnya seorang anggota pramuka harus mempunyai buku tabungan, baik bisa berupa Tabanas,
Tabungan Pramuka atau Tabungan Pelajar (di kelas/sekolah) tetapi jika tidak memungkinkan, pembina
dapat tnenyelenggarakan sendiri tabungan anggota pramuka. Bisa disatukan dengan buku kehadiran
(presensi) dan cara pengumpulan tabungannya, dapat dikoordirur oleh masing-masing pemimpin
regunya.

Syarat No. 18
Setia membayar uaiig iuran kepada Gugus Depannya, sedapat-dapatnya dengaii uang yang
diperolehnya dari usahanya sendiri.
~> Pembina dapat melihat kesetiaan anggota dalam membayar iuran dari buku kas regu atau buku kas
pasukam/gudep Biasanya   sebelum   dilantik, setiap aoggota harus melunasi/melengkapi iurannya. Dan
idealnya, uang yang dipergunakan adalah hasil usahanya sendiri, seperti penjualan koran-koran bekas,
botol-botol, dan sebagainya, Tetapi jika tidak, uang dari hasil penghematan uang saku/jajannya sudah
baik. Tetapi alangkah baiknya, jika pembina melakukan pemeriksaan berkala, sehingga para
anggotanya menjadi rajin dan giat menabung.
Syarat No. 19
Untuk Penggalang yang beragama Islam :
1) Dapat mengucapkan Kalimat Syahadat.
2) Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.
3) Melakukan Sholat Berjamaah.
-> Dikarenakan mayoritas anggota pramwka memeluk agama Islam, maka kami hanya dapat
membahas syarat untuk anggota pramuka pemeluk agama Islam saja.
Kalimat Syahadat adalah kalimat yang wajib diucapkan oleh setiap pemeluk agania Islam (muslim).
yang bunyinya :

artinya : "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan
Allah"

lman artinya percaya, Rukun Iman terdiri dari enam rukun, yaitu seperti (tertera di bawali ini :
1) Iman kepada Allah.
2) Iman kepada Malaikat.
3) Iman kepada kitab-kitab Allah
4) Iman kepada Rasul allah
5) Iman kepada Hari akhir
6) Iman Kepada Qada dan Qadar

Rukun Islam Terdiri dari 5 Rukun, yaitu :


1) Mengucapkan 2 kalimat Syahadat
2) Melaksanakan Shalat lima waktu, serta shalat-shalat sunat.
3) Membayar Zakat
4) Melaksanakan Pusasa Wajib di bulan Ramadhan
5) Pergi ke tanah suci untuk melakukan ibadah haji.

Sedangkan untuk syarat ke-3, pembina dapat mengadakan kegiatan shalat berjama'ah di sela-sela
latihan atau sewaktu acara berkemah.

Anda mungkin juga menyukai