Layanan Pengadan Secara Elektronik (LPSE) Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja penyelenggara sistem

elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik. Terhadap ULP/Pejabat Pengadaan pada Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah yang tidak membentuk LPSE,dapat melaksanakan pengadaan secara elektronik dengan menjadi pengguna dari LPSE terdekat. Selain sebagai unit kerja sebagaimana tersebut diatas LPSE wajib memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan pasal 15, 16 dan 109 ayat (7) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, dan atas pemenuhan hal tersebut LKPP akan melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaannya.

Organisasi LPSE Organisasi LPSE sekurang-kurangnya meliputi: a. administrator sistem elektronik; b. unit registrasi dan verifikasi pengguna; dan c. unit layanan pengguna. Fungsi LPSE LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :

c. dikirimkan ke Direktorat eProcurement LKPP sebagai dasar pelaksanaan Management Training bagi calon pengelola LPSE di Jakarta atau LPSE terdekat. e. LPSE Sistem Provider Pada LPSE Sistem Provider ini memiliki organisasi sebagaimana tersebut pada huruf b. Dalam rangka memperkuat dasar hukum pelaksanaan e-Procurement.d. d. dan mempunyai. Institusi yang berminat (Pemohon) mengirimkan Surat Minat Implementasi e- b. Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 94. Untuk memberikan pemahaman kepada stakeholder (PPK.a. Management Training dilaksanakan selama 4 (empat) hari dan pemohon tidak dikenakan biaya apapun serta pemohon hanya menanggung biaya akomodasi selama kegiatan. f. Deputi Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP Gedung SMESCO UKM Lantai 8. pemohon harus menerbitkan Peraturan Kepala Daerah tentang Implementasi e-Procurement atau peraturan lain yang memungkinkan e-Procurement diberlakukan di institusi pemohon. yang dalam tim tersebut sekurang-kurangnya terdiri dari: i. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa. Penanggung Jawab ii. c. Ketua iii. 59 Extensi 221/174/160 Faksimili: 021-79181153 Email: programmanager-lpse@lkpp. Diinformasikan bahwa untuk implementasi e-Procurement pemohon dapat memilih satu dari 2 (dua) jenis LPSE. b.id Pemohon menerbitkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Tim LPSE. Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa. Prosedur Implementasi LPSE Permohonan implementasi e-Procurement oleh institusi pemerintah kami informasikan hal-hal sebagai berikut: a. Bidang Registrasi dan Verifikasi vi. Mengelola Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Pelaku Usaha).q. yaitu: 1. Bidang Administrasi Sistem Informasi (kecuali LPSE Service Provider) v. Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa. mengelola dan memelihara perangkat keras yang tidak .go. Bidang Layanan Pengguna Surat Keputusan sebagaimana dimaksud pada huruf b. Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa. d. Procurement (lihat disini) yang ditujukan ke: Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah c. Panitia Pengadaan. pemohon dapat melaksanakan sosialisasi dan/atau pelatihan penggunaan SPSE serta dapat mengajukan permohonan bantuan personil (narasumber) kepada Direktorat eProcurement LKPP untuk pendampingan kegiatan dimaksud. e. Jakarta Selatan Telepon: 021-7973548/97605950 atau 021-7998317/32569058 s. Bidang Pelatihan dan Sosialisasi iv.

dll.id (alamat ini milik LPSE Provinsi Jawa Barat). Diagram Network Design LPSE Diagram Network Design LPSE dapat digambarkan sebagai berikut: .id 2. KTP Pemilik dan/atau Direktur Perusahaan. misal: Pemohon berasal dari Pemkot Tulungagung maka alamat website adalah www.kotatulungangung. 3) melayani PPK/Panitia Pengadaan untuk mendapatkan kode akses 4). TDP. ijin usaha sesuai bidang. Bidang Layanan Pengguna Pada LPSE Service Provider ini fungsi mengelola server yang telah terinstalasi SPSE tidak diperlukan karena LPSE tipe ini akan menginduk pada LPSE terdekat sehingga tidak memiliki alamat website sendiri namun tetap menjalankan fungsi lainnya. SIUP. melakukan verifikasi terhadap dokumen (Akta. Penanggung Jawab ii. Bidang Registrasi dan Verifikasi v. Dengan LPSE ini maka pemohon akan memiliki alamat website sendiri. Ketua iii.terbatas pada perangkat jaringan dan server yang telah terinstalasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).jabarprov. dan fungsifungsi lainnya.go. Bidang Pelatihan dan Sosialisasi iv.lpse. LPSE Service Provider Pada LPSE ini memiliki organisasi sebagai berikut: i.go. LPSE dengan tipe ini juga melaksanakan fungsi lainnya. Adapun selain fungsi diatas yang merupakan tugas dari Bidang Administrasi Sistem Informasi. misal: Pemohon berasal dari Pemkot Tasikmalaya dengan alamat website www. 2) pelatihan kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa. misal: 1) sosialisasi kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa.) penyedia barang/jasa yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran untuk mendapatkan kode akses secara online.lpse.

1. LPSE Service Provider Pada gambar dibawah ini LPSE diasumsikan akan membangun jaringan (LAN) baru atau . LPSE Sistem Provider 2.

Ruang Training. sekurang kurangnya meliputi: i.tidak terhubung dengan jaringan (LAN) lain. iii. dan iv. Ruang Server. Router iii. Ruang Verifikasi dan Helpdesk. 2. Switch. Line internet ii. Kebutuhan Infrastruktur LPSE Infrastruktur yang disediakan oleh Pemohon antara lain: 1. . Server. Daftar kebutuhan perangkat jaringan dan server: i. ii. Ruang Bidding. Ruangan. dan (kecuali LPSE Service Provider) iv.