P. 1
Laporan Tugas Elemen Mesin

Laporan Tugas Elemen Mesin

5.0

|Views: 13,458|Likes:
Dipublikasikan oleh Haqqi

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Haqqi on Jun 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

FTI / TEKNIK MESIN

7

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

Dalam perencanaan ini saya menggunakan jenis roda gigi lurus

karena ada beberapa pertimbangan yaitu :

# Dilihat dari poros, karena sejajar maka yang paling cocok dipergunakan

adalah roda gigi lurus.

# Karena daya dan putaran relative rendah, maka lebih cocok bila

menggunakan roda gigi lurus.

Adapun rumus dasar yang berhubungan dengan perencanaan roda

gigi antara lain sebagai berikut :

a.Diameter Pitch Circle (P)

Rumus dari buku deutschman (hal 521)

P = Nt/d (in)

( 1 )

Dimana :

P

= Diametral pitch

d

= Diameter roda gigi ( inch )

Nt

= Jumlah gigi ( buah )

b.Perbandingan Kecepatan (rv)

Rumus dari buku deutschman hal 525

rv = W2/W1 = NtP/Ntg = d1/d2 = n2/n1

( 2 )

Dimana :

N1,n2

= putaran roda gigi ( rpm )

Nt1,Nt2

= jumlah gigi ( buah )

d1,d2

= diameter roda gigi ( inch )

FTI / TEKNIK MESIN

8

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

c.Jarak Poros (C)

Rumus dari buku deutschman hal 528

C = d1+d2

(in)

( 3 )

2

Dimana :

C

= jarak poros antara dua roda gigi

d

= diameter roda gigi

d.Kecepatan Pitch Line / Garis Kontak (Vp)

Rumus dari buku deutschman hal 563

Vp = π .d.n (ft/mnt)

( 4 )

12

Dimana :

Vp = kecepatan putaran

e.Torsi yang Bekerja

T = 63000.N daya

( 5 )

n

Dimana :

T

= torsi yang bekerja

N

= daya motor

n

= putaran input

f.Gaya-gaya pada Roda Gigi

FTI / TEKNIK MESIN

9

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

Gambar 2.7.Gaya-Gaya pada Roda Gigi

➢Gaya radial (Fr)

Fr = Fn.Sinθ = Fn.Cosθ

( 6 )

➢Gaya normal (Fn)

Fn = Ft

Cosθ

➢Gaya tangensial (Ft)

Ft = 2T

( 7 )

D

➢Gaya dinamis (Fd)

Fd = 600+Vp . Ft

( 8 )

600

Untuk 0 < Vp ≤ 2000 ft/menit

Fd = 1200+Vp .Fp

1200

Untuk 2000 < Vp ≤ 4000 ft/menit

FTI / TEKNIK MESIN

10

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

Fd = 78+ √ Vp .Ft

78

Untuk Vp > 4000 ft/min dimana Fw ≥ Fd dan Fb ≥ Fd

Dimana :

T

= Torsi (lbm)

n

= Putaran (rpm)

Ft

= Gaya tangensial (lb)

Fn

= Gaya normal (lb)

Fd

= Gaya dinamis (lb)

Fr

= Gaya radial (lb)

a.Lebar Gigi (b)

Rumus dari buku deutschman hal 584

b = Fd

( 9 )

d1.Q K

Q= 2.d2

d1+d2

Dimana :

b

= Lebar gigi (in)

Fd

= Gaya dinamis (in)

d1

= diameter pinion

FTI / TEKNIK MESIN

11

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

d2

=diameter gear

Q

= Perbandingan roda gigi

K

= Faktor pembebanan

b.Syarat Keamanan Roda Gigi

9 ≤ b ≤ 13

p p

c.Evaluasi Kekuatan Gigi (Persamaan AGMA)

Sad = Sat.Kl

( 10 )

Kt.Kr

σt = Ft.Ko.P.Ks.Km ; Sad >σt (syarat aman )

( 11 )

Kv.b.j

Dimana :

Sat

= Tegangan ijin Material

Kl

= Faktor umur

Kt

= Faktor temperature

Kr

= Faktor keamanan

σt

= Tegangan bending pada kaki gigi

Ko

= Faktor koreksi beban lebih

Km

= Koreksi distribusi beban

Kv

= Faktor dinamis

FTI / TEKNIK MESIN

12

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

J

= Faktor bentuk geometris

d.Menentukan Gaya bending Pada Pinion dan Gear (Fb)

Rumus dari buku deutschman hal 551

PY

b

So

Fb

.

.

=

( 12 )

Dimana :

Fb

= Gaya bending

So

= Kekuatan permukaan gigi

Y

= Faktor bentuk Lewis

b

= diameter pitch

P

= lebar gigi

e.Menentukan Panjang Garis Kontak Gigi

2d

r =

(

)

(

)

+

+

+

=

θ

θ

θ

θ

sin

cos

sin

cos

2

2

2

2

2

2

4

2

2

4

2

4

4

r

r

a

r

r

r

a

r

AB

( 13 )

l. Menentukan Perbandingan Kontak (kontak ratio)

θ

ρcos
.AB

Sad =

( 14 )

FTI / TEKNIK MESIN

13

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

Dimana :

AB

= Panjang garis kontak

CR

= Kontak ratio

M.Standart Ukuran Roda Gigi

Tabel 2.1.

Standart Ukuran Roda Gigi

Nama

°

=

21

14

φ

20°

20° dipotong

25°

Addendum (A)

P1

P1

P8,

0

P1

Dedendum (b)

P157

,
1

P25

,
1

P1

P25

,
1

Tinggi gigi ©

P157

,
2

P25

,
2

P8,

1

P2

Tinggi kontak (d)

P2

P2

P6,

1

P2

Celah

(

)

(

)

d
c a

b
P

/

157
,
0

P25

,
0

P2,

0

P25

,
0

FTI / TEKNIK MESIN

14

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

Gambar 2.8.Bagian-bagian pada Roda Gigi

2.2.Poros

Poros adalah suatu bagian stationer yang berputar, biasanya

berpenampang bulat, dimana terpasang elemen - elemen seperti roda gigi,

roda gila dan elemen pamindah daya lainnya. Poros dapat menerima beban –

beban lentur, tarik, tekan atau putaran yang bekerja sendiri – sendiri atau

FTI / TEKNIK MESIN

15

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

berupa gabungan satu dengan yang lainnya. Definisi yang pasti dari poros

adalah sesuai dengan penggunaan dan tujuan penggunaan.

Dibawah ini terdapat beberapa definisi dari poros :

a.Shaf adalah poros yang ikut berputar untuk memindahkan daya dari

mesin ke mekanisme yang digunakan.

Gambar 2.9.shaf

b.Axle adalah poros yang tetap dan mekanismenya yang berputar pada

poros tersebut, juga berfungsi sebagai pendukung.

Gambar 2.10. Axle

c.Spindle adalah poros yang terpendek terdapat pada mesin perkakas dan

mampu atau sangat aman terhadap momen bending.

Gambar 2.11.Spindle

FTI / TEKNIK MESIN

16

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

d.Line Shaft adalah poros yang langsung berhubungan dengan mekanisme

yang digerakkan dan berfungsi memindahkan daya dari motor

penggerak ke mekanisme tersebut.

Gambar 2.12.Line Shaft

e.Jack Shaft adalah poros yang pendek, biasanya dipakai untuk dongkrak

“JACK” mobil.

Gambar 2.13.Jack Shaft

f.Flexible adalah poros yang juga berfungsi memindahkan daya dari dua

mekanisme, dimana peerputaran poros membentuk sudut dengan poros

yang lainnya, daya yang dipindahkan rendah.

FTI / TEKNIK MESIN

17

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

Gambar 2.14.Flaxible

Poros pada umumnya dibuat dari baja yang telah diheattreatment.

Poros yang dipakai untuk meneruskan daya dan putaran tinggi umumnya

dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan terhadap

keausan.

Poros dapat dibedakan menjadi 2 macam :

a.Poros Lurus

Adalah sebatang logam yang berpenampang lingkaran

berfungsi memindahkan putaran atau mendukung beban-beban yang

didukung pada poros ini adalah beban puntir dan bending.

b.Poros Bintang

Adalah sebatang logam yang berpenampang lingakaran dan
terdapat sirip yang menyerupai bintang. Poros dihubungkan dengan
roda gigi tanpa menggunakan pasak.
Persamaan yang digunakan pada poros bintang :
a)Tegangan geser maksimum ( σ max )
σ max =

Psi

NSyp

x

0,5

FTI / TEKNIK MESIN

18

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

Dimana:

σ max= tegangan geser maksimum ( Psi )

N

= faktor keamanan

Syp

= yield posisi dari material

b)Diameter poros
d =

N

Syp

x

0,5

x

π

T

MB

x

16

2

2

+

Dimana:

d= diameter poros (inch)

MB= momen bending yang diterima poros (lb. in)

T= momen torsi myang diterima poros

Poros pada umumnya dibuat dari baja yang telah di

heatreatment. Poros yang dipakai pada untuk meneruskan daya dan

putaran tinggi umumnya dibuat dari baja paduan dengan pengerjaan

kulit yang sangat

tahan terhadap keausan.

2.3.Pasak ( Keys )

Pasak digunakan untuk menyambung poros dan roda gigi, roda

pulley, sprocket, cams, lever, impeller dan sebagainya.

Karena distribusi tegangan secara actual untuk sambungan pasak

ini tidak dapat diketahui secara lengkap maka dalam perhitungan tegangan

disarankan menggunakan faktor keamanan sebagai berikut :

FTI / TEKNIK MESIN

19

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

1. Untuk beban torsi yang konstan ( torque stedy ).

>> N = 1.5

2. Untuk beban yang mengalami kejut rendah.

>> N = 2.5

3. Untuk beban kejut besar terutama beban bolak balik

>> N = 4.5

Adapun macam – macam pasak yaitu :

1.Pasak datar segi empat ( Standart square key ).

Gambar 2.15.Pasak data segiempat

2.Pasak datar standar ( Standart flat key ).

Gambar 2.16. Pasak datar standar

FTI / TEKNIK MESIN

20

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

3.Pasak tirus ( Tepered key ).

Gambar 2.17. Pasak tirus

4.Pasak bidang lingkaran ( Wood ruff key ).

Gambar 2.18.Pasak bidang lingkaran

FTI / TEKNIK MESIN

21

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

5.Pasak bintang (Splines ).

Gambar 2.19.Pasak bintang

6.Pasak bintanng lurus ( Straight splines ).

Gambar 2.20.Pasak bintanng lurus

7.Pasak bintang involute ( involute spline ).

Gambar 2.21.Pasak Bintang Involute

FTI / TEKNIK MESIN

22

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

Tugas Perencanaan Elemen Mesin
“Gear Box”

Adapun berbagai macam pasak, namun yang dibahas adalah

pasak standar ( Standart flat key ). Pemasangan pasak pada poros maupun

roda yang disambungkan dan dibuat alur pasak yang disesuaikan dengan

ukuran pasak.

Keterangan :

F = Gaya yang bekerja.

h = Tinggi pasak.

A = Pasak.

b = Lebar pasak

B = Poros.

l = Panjang pasak.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->