Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II

Oki Neswan,Ph.D.,

Departemen Matematika-ITB

Bab 10 Barisan dan Deret
Barisan dan Kekonvergenannya Deret dan Kekonvergenannya Deret Positif dan Uji-uji Kekonkenvergenannya Deret Berganti Tanda dan Kekonkenvergenannya Deret Pangkat Deret Taylor
1

Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II

Pendahuluan
Pada Bab ini kita akan membangun algoritma untuk menentukan nilai-nilai fungsi yang didefinisikan melalui sifat-sifatnya, contohnya adalah fungsi transendal. Pendekatan ini disebut tehnik deret tak berhingga. Algoritma komputer untuk menentukan nilai suatu fungsi hanya menggunakan operasi aritmetika seperti jumlah dan kali. Oleh karena itu hanya fungsi rasional (hasil bagi dua polinomial) saja yang dapat ditentukan nilainya secara akurat. Sedangkan nilai-nilai fungsi transendental, hanya bisa n dihampiri. Sebagai contoh, ⎛ x⎞ x
e = lim ⎜1 + ⎟ n →∞ ⎝ n⎠
Oki Neswan, Ph.D. – Departemen Matematika ITB
2

1

Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II

Pendahuluan

Artinya untuk tiap n, bila dilakukan perhitngan pada ruas kanan maka diperoleh nilai hampiran pada nilai sebenarnya dari ex serta hampiran akan sangat baik bila n cukup besar. Tapi cara menghitung ini tidak cukup efisien. Cara yang lebih baik diperoleh melalui deret tak berhingga
ex = 1+ x + x x x + + + 2! 3! 4! + x + n!

Nilai ex dapat dihampiri dengan menjumlahkan bilangan berbentuk x/n! mulai dari n=0. Makin banyak yang dijumlahkan, makin baik hampirannya. Selain itu juga kita memerlukan cara ‘mengukur’ baik tidaknya sebuah hampiran.
Oki Neswan, Ph.D. – Departemen Matematika ITB
3

Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II

1. Barisan Tak Berhingga
Perhatikan kembali ungkapan ex= limn→∞ an dengan an =(1+x/n)n. Jelas bahwa a1, a2, a3,… makin dekat pada nilai ex bila nilai n makin besar.

Definisi
Bilangan-bilangan a1, a2, a3,… yang disusun menurut urutan tertentu disebut barisan dan ditulis sebagai {an}. Barisan di atas adalah barisan yang didefinisikan melalui rumus secara eksplisit untuk unsur ke-n, an.
Oki Neswan, Ph.D. – Departemen Matematika ITB
4

2

Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II

Barisan 1,4,7,10,… selain dinyatakan melalui rumus eksplisit an=3n-2, n≥1 juga dapat didefinisikan melalui rumus rekursif a1=1, an= an+1+3, n≥2 Pada contoh diatas karena anggota barisan {an} dengan an =(1+x/n)n ‘makin dekat’ ke nilai ex. Barisan demikian disebut konvergen ke ex , atau ex= limn→∞ an .

Oki Neswan, Ph.D. – Departemen Matematika ITB

5

Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II

Contoh-contoh

Oki Neswan, Ph.D. – Departemen Matematika ITB

6

3

b. Kita perlu menentukan N sehingga jika n > N . sehingga n > N ⇒ an _ L < ε Barisan yang tidak konvergen disebut divergen. 2 n n n Dari pertidaksamaan terakhir diperoleh syarat bagi n yaitu n 2 > 1 ε atau n > 1 ε .D. n2 1 1 1 − 0 < ε atau 2 < ε ekuivalen dengan 2 < ε . n →∞ n n →∞ Oki Neswan.D. Maka dapat kita pilih ε. lim 1 = 0. ditulis lim an = L bila n →∞ untuk tiap ε >0 terdapat bilangan cacah N ∈ . N = bilangan cacah yang lebih besar dari 1 Contoh Dengan menggunakan definisi. perlihatkan bahwa a. Oki Neswan. – Departemen Matematika ITB 7 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Perlihatkan bahwa lim n →∞ 1 = 0. maka 1 − 0 < ε. n2 Misalkan ε > 0 diberikan. Ph. Ph.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Definisi Barisan {an } disebut konvergen ke L. – Departemen Matematika ITB 8 4 . lim k = k .

lim ( an + bn ) = lim an + lim bn = A + B. n →∞ b ⎝ n ⎠ lim bn B n →∞ lim an Oki Neswan. 4.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II ⎧ ⎫ Jelaskan mengapa barisan ⎨( −1) n ⎬ divergen. bila an ∈(– 1 – ε. ⎩ ⎭ Pilih ε > 0. Ph. n →∞ n →∞ n →∞ n →∞ n →∞ n →∞ x →∞ n →∞ ⎛a ⎞ A 5. – Departemen Matematika ITB 10 5 . maka an+1∉(1 – ε.1+ ε) bila am ∈(1 – ε. lim ⎜ n ⎟ = n →∞ = . Ph. n +1 n −1 Tidak ada selang dengan jejari ε berpusat di 1 maupun di –1 yang memuat semua an dengan n > N .D.D. maka am∉(– 1 – ε. – 1+ ε). maka n →∞ n →∞ 1. lim ( an ⋅ bn ) = lim an ⋅ lim bn = A ⋅ B. lim k = k x →∞ 2. Untuk ε < 1. B. dan k . a + ε) disebut selang dengan jejari ε berpusat di a. – Departemen Matematika ITB 9 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Teorema Misalkan {an } dan {bn } barisan bilangan real dan diberikan bilangan real A. Jika lim an = A dan lim bn = B. – 1+ ε). bila B ≠ 0.1+ ε). lim kan = k lim an = kA 3. Catatan: selang (a – ε. Oki Neswan.

– Departemen Matematika ITB 12 6 . lim ln n en = 0. Ph. – Departemen Matematika ITB 11 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Fakta berikut sering digunakan. Maka lim x = lim x = 0. x →∞ Jika lim f ( x ) = L.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Teorema di atas. n →∞ Oki Neswan.D. n →∞ n →∞ n →∞ n →∞ n ⎝ n ⎠ ⎝ n⎠ 3. lim ⎜ ⎟ = lim ⎜1 − ⎟ = lim1 − lim = 1 − 0 = 0. lim ⎜ − ⎟ = −1⋅ lim = −1⋅ 0 = 0. n →∞ n 4 + 2 n →∞ 1 + 2 n 4 1+ 0 Oki Neswan. memudahkan kita dalam menentukan limitlimit barisan. n →∞ n →∞ n ⎝ n⎠ 1 ⎛ n −1 ⎞ ⎛ 1⎞ 2. x →∞ e x →∞ e Dengan demikian.D. lim 4 − 9n 4 4 n4 − 9 0 − 9 = lim = = −9. lim f ( n ) = L n →∞ Contoh Tentukanlah lim ln n en n →∞ Formula di atas sangat berguna karena memungkinkan kita untuk ln x 1x menggunakan Aturan l'Hopital. Contoh 1 ⎛ 1⎞ 1. Ph.

– Departemen Matematika ITB 14 7 . Contoh Menggunakan Teorema Sandwich cos n cos n 1 ⎛ cos n ⎞ = ≤ 1. Sebagai latihan. maka lim an = 0. Ph.D. Jika an ≤ U untuk tiap n ∈ . n →∞ n →∞ Teorema n →∞ Jika lim an = 0. Teorema Teorema Barisan Monoton Diberikan barisan monoton tak turun {an } . lim n = 0 karena 0 ≤ n ≤ n →∞ 5 n 5 ⎧ sin n ⎫ Contoh Selidiki kekonvergenan barisan ⎨ ⎬. maka barisan {an } konvergen dan lim an ≤ L. Ph. – Departemen Matematika ITB 13 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Barisan Monoton Barisan {an } disebut barisan monoton tak turun jika an ≤ an +1 untuk tiap n ≥ 1.D. lim ⎜ ⎟ = 0 karena 0 ≤ n →∞ n n n ⎝ n ⎠ 1 1 1 2. ⎩ n + cos n ⎭ Oki Neswan. Contoh Perlihatkan bahwa {bn } dengan bn = n 2 2n konvergen Langkah pertama adalah membuktikan bahwa barisan ini monoton Oki Neswan. berikan definisi barisan monoton tak naik dan barisan yang terbatas di bawah. Maka lim bn = L.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Teorema Teorema Sandwich untuk Barisan Diketahui barisan-barisan {an } dan {cn } konvergen ke L dan an ≤ bn ≤ cn untuk tiap n ≥ K (suatu K ∈ ). n →∞ Hal serupa juga berlaku untuk barisan tak naik. Jika an ≤ U untuk tiap n maka barisan itu disebut terbatas di atas.

Masalah ini juga dapat diselesaikan dengan memanfaatkan Aturan l’Hopital. Ph. yaitu n 2 2n ≥ ( n + 1) 2n +1 . 2 Pertidaksamaan-pertidaksamaan ekuivalen satu terhadap yang lain.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II turun untuk n ≥ 3. Karena barisan terbatas di bawah oleh 0. – Departemen Matematika ITB 15 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Beberapa barisan yang sering muncul dalam applikasi. lim n →∞ ln n =0 n 1n lim x n = 0 untuk x < 0 n →∞ lim n n = 1 n →∞ lim x1 n = 1 untuk x > 0 n →∞ ⎛ x⎞ lim ⎜1 + ⎟ n →∞ ⎝ n⎠ = e lim xn =0 n →∞ n ! Oki Neswan. maka ia konvergen menurut Teorema Barisan Monoton. Ph. Oki Neswan. Jadi. n 2 2n ≥ ( n + 1) 2n +1 2 2 2n 2 ≥ ( n + 1) = n 2 + 2n + 1 n 2 ≥ 2n + 1 n 2 − 2n ≥ 1 n ( n − 1) ≥ 1 Karena pernyataan terakhir benar untuk semua n≥3.D. – Departemen Matematika ITB 16 8 .D. pada umumnya barisan ini monoton turun.

Jadi. – Departemen Matematika ITB 17 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Apakah benar tidak mungkin? Perhatikan jumlah-jumlah parsial Sn d d 1 S1 = = = 1− d 2 2 2 d d 3 1 S2 = + = d = 1 − 2 d 2 4 4 2 1 d d d 7 S3 = + + = d = 1 − 3 d 2 4 8 8 2 Sn = d d d + + + 2 4 8 + 1 d = 1− n d n 2 2 Jelas barisan Sn konvergen ke d. Mari kita perumum pembicaraan di atas. limn→∞Sn =d. ⎛d d d d ⎞ ⎛1 1 1 1 ⎞ d −⎜ + + + + ⎟ = d −d⎜ + + + + ⎟ ⎝ 2 4 8 16 ⎠ ⎝ 2 4 8 16 ⎠ Sewaktu balapan dimulai kelinci berada d meter dibelakang kurakura. maka. Zeno mengatakan bahwa sang kelinci tidak dapat menyusul kura-kura karena ia harus mengurangi jarak diantara mereka menjadi setengah dari sebelumnya. kelinci tidak dapat menyusul kura-kura. Dalam paradoks ini. Ph. Ph. – Departemen Matematika ITB 18 9 .D. Karena waktu yang tersedia hanya berhingga sedangkan tahap yang harus dilaluinya adalah berhingga. Deret Tak Berhingga Paradoks Zeno sangat terkenal dalam matematika dan filsafat.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II 2. Oki Neswan. pada akhirnya jarak diantara mereka adalah d-d=0. Oki Neswan.D. Setelah itu kembali ia harus mengurangi jarak menjadi setengah jarak sebelumnya.

Notasi yang lazim adalah ∞ ∑a k =1 k atau ∑a k Sedangkan Sn disebut jumlah parsial ke n. Deret Geometrik Deret geometrik adalah deret yang berbentuk ∑ ar k =1 ∞ k −1 = a + ar + ar 2 + ar 3 + + ar k + a≠0 Oki Neswan. Ph.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Dari setiap barisan {an}. ditulis ∑ ak k=1 = S. Barisan divergen tidak mempunyai jumlah. Ph. – Departemen Matematika ITB 20 10 . – Departemen Matematika ITB 19 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Definisi Deret ∑a k=1 ∞ k konvergen dan jumlahnya S jika barisan jumlah parsial ∞ {Sn } konvergen ke S . S1 = a1 S 2 = a1 + a2 S3 = a1 + a2 + a3 S n = a1 + a2 + a3 + + an Barisan {Sn} ini disebut deret (tak berhingga). Oki Neswan. dapat dibangun barisan baru {Sn} yang sangat penting dengan Sn adalah hasil jumlah n suku pertama dari barisan {an}. Barisan yang tidak konvergen disebut divergen.D.D.

r ∑ ar k=1 k divergen jika r ≥ 1. = − 1− r 1− r 1− r Dalam hal r < 1.D. Ph. Tapi bila r > 1. Ph.D. – Departemen Matematika ITB 21 n →∞ + ar n Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Teorema Deret geometrik Deret geometrik ∑ ar k=1 ∞ ∞ k = a jika r <1 (konvergen). C Contoh Diagram di sebelah memperlihatkan segitiga sama sisi dan sebagian dari tak berhingga lingkaran yang menyinggung segitiga dan lingkaran disebelahnya. Sedangkan jika r = 1 maka jumlah parsialnya tumbuh tanpa terbatas sehingga deret menjadi divergen. – Departemen Matematika ITB 11 . Tentukan luas semua lingkaran jika AB = 1 dm A D B 22 Oki Neswan.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Jumlah parsial deret jenis ini berbentuk S n = a + ar + ar 2 + ar 3 + Jika r ≠ 1. 1. maka S n − rS n = ( a + ar + ar 2 + + ar n ) − r ( a + ar + ar 2 + + ar n ) = a − ar n . lim r n = 0. Oki Neswan. a − ar n a ar n . barisan {r n } divergen Sn = yang berakibat {S n } juga divergen. Maka kita dapat memperoleh rumus untuk S n .

– Departemen Matematika ITB 24 ∞ 12 . Atau n =1 n →∞ ∞ jika lim an ≠ 0. ∞ 1 Contoh Deret Teleskopis ∑ n= n ( n + 1) 1 1 1 Maka = − n ( n + 1) n n + 1 1 ⎞ ⎛1 1 ⎞ ⎛ 1 1 ⎞ ⎛1 Sn = ⎜ − ⎟ + ⎜ − ⎟ + + ⎜ − ⎟ ⎝1 2 ⎠ ⎝ 2 3 ⎠ ⎝ n n +1⎠ 1 = 1− n +1 ∞ 1 ∑ ( n + 3)( n + 4 ) juga deret teleskopis n= Oki Neswan. n →∞ ∞ n =1 1 Contoh Buktikan bahwa deret ∑ ln divergen. Maka jelas lim an = −∞ ≠ 0. maka ∑ an divergen. Jika deret ∑ an konvergen. Tapi banyak deret dengan an menuju nol tapi divergen. Jumlah deret berikut masih dapat ditentkan secara eksak. Ph.D. n n =1 ∞ 1 1 Misalkan an = ln .D. Ph. Maka ∑ ln divergen. limn→∞an =0. n →∞ n n n =1 Oki Neswan. (contoh: deret harmonik) Teorema Uji Divergensi suku ke . maka lim an = 0.n .Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Tapi tidak semua deret se’jinak’ deret geometrik. – Departemen Matematika ITB 23 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Uji Kedivergenan Jika sebuah deret positif konvergen maka suku-sukunya haruslah mengecil menuju nol. Seringkali kita harus puas dengan hampiran jumlahnya.

Akibatnya Sn dapat sebesar apapun asal n cukup besar. Ph.D. Ph. Sn = 1 + 1 1 1 + + + 2 3 n 1 ⎛1 1⎞ ⎛1 1 1 1⎞ ⎛1 1⎞ = 1+ + ⎜ + ⎟ + ⎜ + + + ⎟ + ⎜ + + ⎟ + 2 ⎝3 4⎠ ⎝5 6 7 8⎠ ⎝9 16 ⎠ 1 2 4 1 1 1 1 1 > 1+ + + + + = 1+ + + + + 2 4 8 2 2 2 n n + 1 n Terlihat bahwa dengan memperbesar n kita dapat menambahkan sebanyak mungkin paruhan ½. Derek ini divergen. n =1 n =1 n =1 n =1 ∞ ∞ ∞ ∞ dan k sebuah kosntanta. n =1 n =1 ∞ ∞ Oki Neswan. maka ∑ kan dan ∑ ( an ± bn ) konvergen.D. – Departemen Matematika ITB 25 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Sifat Linear Deret Konvergen Deret mempunyai sifat mirip penjumlahan biasa dan sifat linear penjumlahan dipertahankan oleh limit (built-in dalam deret). ∑ bn = B. n =1 n =1 ∞ ∞ 1. 2. – Departemen Matematika ITB 26 13 . Teorema Sifat Linear Deret Konvergen.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Deret harmonik ∑ n = 1+ 2 + 3 + n =1 ∞ 1 1 1 + 1 + n adalah salah satu deret yang sangat penting. ∑ ka n =1 ∞ n =1 ∞ n = k ∑ an = kA n =1 ∞ ∑(a n + bn ) = ∑ an + ∑ bn = A + B. Jika deret ∑ an dan ∑ bn konvergen dengan ∑ an = A. sekalipun limn→∞1/n=0. Oki Neswan.

Ph. maka deret baru ini juga konvergen Oki Neswan. Ph. n =1 ∞ Contoh Selidiki kekekonvergenan deret ∑ n= ∞ ∞ 5 3− n dan ∑ n+6 n= n + 1 Teorema Pengelompokan Suku Penjumlahan Deret Konvergen Jika sebuah deret dibentuk dari deret konvergen ∑ an dengan cara n =1 ∞ mengelompokkan suku-sukunya tanpa mengubah urutan. G D C H F A E B Oki Neswan. dan H adalah titik -titik tengahnya. – Departemen Matematika ITB 28 14 . Jika pola arsir dilanjutkan terus-menerus. G.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Teorema Jika deret ∑a n =1 ∞ n divergen dan k ≠ 0. F .D. maka ∑ kan divergen. tentukan luas daerah yang terarsir. – Departemen Matematika ITB 27 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Diberikan persegi ABCD dengan panjang sisi 1 dan E .D.

Jika {an } adalah barisan dengan an = f ( n ) untuk tiap n ≥ M . Ph. maka ∑ an < ∞ (konvergen).Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II 2. monoton tak naik pada suatu interval [ M . Dua pertanyaan yang pasti diajukan mengenai deret adalah: 1. Kebalikannya juga berlaku. Jika b.D. n =1 Oki Neswan. n =1 ∞ ∞ M f ( x ) dx = ∞. ∞ ) . maka jumlah-jumlah parsialnya n =1 ∞ terbatas di atas. – Departemen Matematika ITB 30 15 . Ph. Jika ∫ ∫ ∞ M ∞ f ( x ) dx < ∞.D. maka ∑ an = ∞ (divergen). Bila konvergen berapakah jumlahnya? Teorema Barisan Monoton memberi kita teorema berikut. a. Deret Positif. Teorema Jika deret positif ∑ an konvergen. Maka. Apakah deret in konvergen? 2. Oki Neswan. Uji Integral Pada pasal ini kita akan fokus pada deret-deret positif. – Departemen Matematika ITB 29 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Uji Integral Teorema Diberikan fungsi f ( x ) ≥ 0.

D. Jika p ≤ 1 maka deret-p divergen. t →∞ 1 − p x p t →∞ 1 x t →∞ ∫ ∞ 1 Jika p > 1. lim t1− p = 0. (Petunjuk: Gunakan Uji Integral pada selang [1.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Uji deret-p Deret ∑n n =1 ∞ 1 p dengan p konstan disebut deret-p. ∞ ) ) Jika p = 1. Maka p > 1: ∫ ∞ 1 dx 1 = . Ph.p adalah deret harmonik yang telah diketahui divergen. p x p −1 p ≤ 1: ∫ ∞ 1 dx = ∞. 1 + x2 ∫ ∞ 0 M π 1 1 M dx = lim ∫ dx = lim arctan( x) 0 = .D. Jika p > 1 maka deret-p konvergen. t →∞ t dx dx t1− p − 1 = lim ∫ p = lim . Misalkan p ≠ 1. lim t1− p = ∞. Ph. – Departemen Matematika ITB 31 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Tentukanlah kekonvergenan ∑ 1+ k k =1 ∞ 1 2 . Pada gambar disamping. 2. – Departemen Matematika ITB 32 16 . xp Oki Neswan. 1 diberikan oleh 1 + x2 Luas daerah dibawah kurva f ( x ) = ∫ ∞ 0 1 dx. maka deret . Perlihatkan 1. 2 0 1 + x2 M →∞ M →∞ 2 1+ x Oki Neswan. luas daerah kotak hijau berkorespondensi dengan suku dari deret ∑ 1+ k k =1 ∞ 1 2 . Jika p < 1.

Hal ini mengakibatkan jumlah luas daerah kotak hijau juga berhingga. maka deret tersebut konvergen. – Departemen Matematika ITB 33 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II 4. Ph.D. ini hanyalah satu macam dari banyak deret yang harus dihadapi. ∑n n =1 1 p Tapi. konvergen jika dan hanya jika p > 1. Pada bagian ini kita dapat menguji kekonvergenan deret-deret lain dengan cara membandingkannya dengan deretp. ln n ∑ n n =1 ∞ c. ∑ ar n =1 ∞ ∞ n konvergen jika dan hanya jika r < 1. ∑n n =1 ∞ 1 n b. Ph. Contoh Ujilah kekonvegenan deret a. ∑ en 2n n =1 1 + e ∞ Oki Neswan. Oki Neswan. dan juga deret geometrik. – Departemen Matematika ITB 34 17 . 2 0 1 + x2 k =1 1 + k ∞ Luas daerah dibawah kurva merah adalah berhingga. Uji2 lain untuk Deret Positif Kita sudah tuntas mengklasifikasikan kekonvergenan deret-p.D. yaitu deret yang kita hitung juga berhingga. atau deret gemetrik.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Karena ∑ ∞ 1 1 ≤∫ dx.

Teorema Uji Banding Langsung Diberikan deret tak negatif a. – Departemen Matematika ITB 35 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Penalaran serupa juga dapat digunakan untuk situasi ∑a n =1 ∞ n divergen. Oki Neswan.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Membandingkan Dua Deret Jika suku-suku sebuah deret kurang dari sebuah deret yang konvergen. Karena S n ≤ Tn . Maka. S n = a1 + ∞ n =1 + an ≤ b1 + + bn = Tn Misalkan ∑ bn konvergen. jika terdapat deret konvergen ∑ bn n =1 ∞ sehingga an ≤ bn tiap n ≥ N untuk suatu N ∈ . Ph. Oki Neswan. Deret ∑a n =1 ∞ n dengan an ≥ 0. – Departemen Matematika ITB 36 18 .D. Ph.D. Diberikan 0 ≤ ak ≤ bk tiap k ∈ . Maka. maka n →∞ ∞ barisan monoton naik {S n } juga terbatas di atas dan oleh karena itu n =1 ∑a n =1 ∞ n konvergen. Barisan {Tn } monoton naik (karena bk ≥ 0) dan terbatas di atas oleh lim Tn = T = ∑ bn . Deret ∑a n =1 n divergen jika terdapat deret konvergen ∑ bn n =1 sehingga an ≥ bn tiap n ≥ N untuk suatu N ∈ . maka seharusnya deret tersebut juga konvergen. b. ∞ ∑a n =1 ∞ ∞ n konvergen.

D. ∑ r ( r + 1) . Jika L = 0 dan ∑ bn konvergen. memenuhi hubungan lim n →∞ ∞ an = L. – Departemen Matematika ITB 37 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Ada dua kesulitan penggunaan Uji Banding. Jika 0 < L < ∞.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Ujilah kekonvegenan deret a. Ph. maka ∑ an dan ∑ bn keduanya konvergen n =1 atau keduanya divergen. bn ∞ n =1 a. yaitu mencari pembanding yang tepat serta menentukan pertidaksamaannya. r >1 Contoh Ujilah kekonvegenan deret 2 2 1 1 1 5 + +1+ + + + + 3 7 2! 3! 4! + 1 + n! Oki Neswan. – Departemen Matematika ITB 38 19 . n =1 n ∞ 1 0 < r <1 ∑r n =1 ∞ n n .D. Masalah dengan pertidaksamaan dapat dikurangi dengan menggunakan hasil bagi sebagai pengantinya. maka ∑ an juga konvergen. b. Ph. n =1 n =1 ∞ ∞ Oki Neswan. b. Teorema Uji Banding Limit Diberikan an ≥ 0 dan bn > 0.

Jika ρ < 1.D. maka tak ada kesimpulan yang bisa ditarik. n →∞ n =1 ∞ c. c. n →∞ a n a. – Departemen Matematika ITB 39 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Masalah mencari deret pembanding yang tepat tidak muncul sama sekali dengan uji berikut. b. n =1 2 − 1 =∑ 1 + n ln n 2 n=2 n + 5 ∞ ∞ 1 + 2 ln 2 1 + 3ln 3 1 + 4 ln 4 + + + 9 14 21 Oki Neswan. maka ∑ an divergen. Ph. Teorema Uji Hasil Bagi Diberikan an > 0. n =1 b. Pada uji ini.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Ujilah kekonvegenan deret a. Jika ρ = 1. 3 5 7 9 + + + + 4 9 16 25 1 1 1 1 + + + + 1 3 7 15 =∑ n =1 ∞ 2n + 1 ( n + 1) n 2 . deret ‘dibandingkan’ dengan dirinya sendiri. maka ∑ an divergen. =∑ 1 . Oki Neswan.D. Ph. – Departemen Matematika ITB 40 20 . memenuhi hubungan lim ∞ an +1 = ρ. Jika ρ > 1 atau jika lim an +1 an = ∞.

b. 3 ∑ n !n ! . n =1 ∞ an a > 0. dengan p ≤ 1 k =1 k 41 Oki Neswan. Deret Berganti Tanda Setelah mempeljaari deret dengan suku-sukunya semua nonnegatif. Ph. c. Deret tipe ini yang penting adalah deret harmonik berganti tanda. – Departemen Matematika ITB 42 21 .Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Ujilah kekonvegenan deret a.D. ∑ n!. 1 1 1 1 1− + − + − + 2 3 4 5 =∑ n =1 ∞ ( −1) n n +1 Dapat dibuktikan bahwa deret ini konvergen. Deret berganti tanda adalah deret berbentuk a1 − a2 + a3 − a4 + a5 − a6 + − dengan syarat an>0 untuk tiap n. khususnya adalah deret berganti tanda. dengan p > 1 k =1 k 1 Deret-p ∑ p . Oki Neswan. maka pada bpasal ini kita akan membicarakan deret dengan suku tidak harus nonnegatif. Ph. n →∞ 1 Deret-p ∑ p . ∑ ( 2n ) ! n =1 ∞ 4n n !n ! Deret Divergen Deret Geometrik dengan r ≥ 1 Deret Harmonik ∑ Sebarang deret n →∞ ∞ Deret Konvergen Deret Geometrik dengan r < 1 Deret Teleskopis spt ∑ k ( k + 1) k =1 1 1 k =1 k n ∞ Deret ∑ k! k =1 ∞ ∞ 1 ∑a dengan lim an tak ada atau lim an ≠ 0.D. n =1 ∞ ∞ ( 2n ) ! ∑ 2 n n n =1 3 ∞ n d. – Departemen Matematika ITB Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II 5.

an+1 < an untuk tiap n. – Departemen Matematika ITB 43 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Karena an→0 ketika n → ∞. Oki Neswan. Maka keduanya konvergen masing-masing ke S’ dan S’’. Ph. n →∞ Error hampiran S oleh S n adalah tak lebih dari an +1 .Sn ≤ an +1 Contoh Perlihatkan bahwa deret harmonik berganti tanda 1 1 1 1 + − + −+ 2 3 4 5 konvergen. maka deret konvergen.D.D. Selain itu S '− S '' ≤ S n +1 − S n = an +1 yaitu error hampiran S oleh Sn kurang dari an+1.. – Departemen Matematika ITB 44 22 . sebut S. Jika lim an = 0. Oki Neswan.01.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Uji Kekonvergenan Perhatikan sebuah barisan monoton turun {an}. S . Teorema Uji Deret Berganti Tanda Diberikan deret berganti tanda a1 − a2 + a3 − a4 + a5 − a6 + − dengan an > an +1 > 0. S1 S2 S3 S4 S5 = a1 = a1 − a2 = a1 − a2 + a3 = a1 − a2 + a3 − a4 = a1 − a2 + a3 − a4 + a5 = S1 = S2 = S1 − ( a2 − a3 ) = S 2 + ( a3 − a4 ) = S3 − ( a4 − a5 ) = S1 − a = S2 + a3 = S3 − a4 = S4 + a5 Terlihat bahwa {S2n} naik dan terbatas sedangkan {S2n-1} turun dan terbatas. Kemudian tentukan nilai n agar selisih antara jumlah parsial Sn 1− dan jumlah S tak lebih dari 0. Maka keduanya konvergen ke titik yang sama. Misalkan {Sn} adalah barisan jumlah parsialnya. Ph.

Untuk tiap n. misalkan n =1 ∞ vn = an + an . Maka vn ≥ 0 dan menurut pertidaksamaan segitiga vn ≤ an + an = 2 an .Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Perlihatkan bahwa deret Konvergen Mutlak ∑ ( −1) n =1 ∞ n +1 ln n konvergen. yaitu 1+ − 1 1 1 1 1 1 1 1 + 2 + 2 +− 2 + 2 + 2 + 2 +− 2 2 2 3 4 5 6 7 8 9 Ternyata deret ini konvergen karena merupakan deret –p dengan p=2. Dengan demikian.D. Uji Banding memberikan bahwa deret nonnegatif ∞ ∑v n =1 ∞ n konvergen. Maka sifat linear deret memberikan bahwa ∑ an juga n =1 konvergen. Teorema Uji Kekonvergenan Absolut Jika ∞ ∞ ∑a n=1 n konvergen. – Departemen Matematika ITB 45 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Misalkan ∑ an adalah sebarang barisan. Ph. maka ∑ an konvergen. – Departemen Matematika ITB 46 23 . Ph. n Bagaimana menentukan kekonvergenan deret yang bukan deret berganti tanda. n=1 Catatan ∑a n=1 ∞ n akan kita sebut deret mutlak dari ∑ an . n=1 ∞ Oki Neswan. Oki Neswan.D. Secara keseluruhan 0 ≤ vn ≤ 2 an . seperti 1 1 1 1 1 1 1 1 1− 2 + 2 + 2 − 2 + 2 + 2 + 2 − 2 2 3 4 5 6 7 8 9 Salah satu metodanya adalah membandingkannya dengan deret itu sendiri yang telah dimodifikasi dengan menggunakan fungsi nilai mutlak.

Konvergen mutlak⇒Konvergen Tetapi kebalikannya tidak selalu berlaku. 48 Oki Neswan. Jika ρ = 1 tidak ada kesimpulan.D. – Departemen Matematika ITB 24 . Konvergen Bersyarat Telah kita ketahui bahwa kekonvergenan mutlak membawakan kekonvergen. Jika ρ > 1. Diketahui n=1 ∞ lim an +1 an x →∞ =ρ 1.D. Oki Neswan. 2. Teorema Uji Hasil Bagi Absolut Diberikan deret ∑ an dengan an ≠ 0 tiap n. Jika ρ < 1. 2n n +1 Contoh Periksa kekonvergenan deret ∑ ( −1) sin ( n ) n n . maka deret konvergen mutlak (sehingga ia konvergen).Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Deret ∑ an dikatakan konvergen mutlak bila n =1 ∞ ∑a n =1 ∞ n konvergen. Deret ∑ an disebut konvergen bersyarat bila ∑ an konvergen tapi ∑a n divergen. artinya ada deret yang konvergen tetapi deret mutlaknya tidak konvergen. – Departemen Matematika ITB 47 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Perlihatkan bahwa deret ∑ ( −1) n =1 ∞ n =1 ∞ n +1 n4 konvergen mutlak. maka deret konvergen. Kekonvergenan ∑a n =1 ∞ n dapat diuji dengan menggunakan uji-uji untuk deret nonnegatif yang sudah telah kita pelajari sebelumnya. 3. Ph. Ph. Contohnya adalah deret harmonik berganti tanda.

Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Perlihatkan bahwa deret bersyarat. Oki Neswan. Maka suku-sukunya dapat disusun ulang mengubah kekonvergenannya maupun jumlahnya. ∑ ( −1) n=2 ∞ n 1 n −1 2 konvergen Teorema Teorema Penyusunan Ulang Diberikan deret ∑a n=1 ∞ n konvergen mutlak.D. Ph. – Departemen Matematika ITB 50 25 . – Departemen Matematika ITB 49 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Oki Neswan.D. Ph.

Sekarang kita kan mempelajari deret dengan suku ∞ terdiri dari fungsi: ∑ un ( x ) ln x ln 2 x ln 3x ln 4 x ln 5 x + + + + + 1 n 2 2 3 3 4 4 5 5 n =1 n =1 Pertanyaan yang umum diajukan adalah 1. Definisi Deret Pangkat Ungkapan berbentuk ∑a x n=0 n ∞ n = a0 + a1 x + a2 x 2 + a3 x3 + + an x n + disebut deret pangkat berpusat di x = 0. Sedangkan ∑ a ( x − a) n=0 n ∞ n = a0 + a1 ( x − a ) + a2 ( x − a ) + 2 + an ( x − a ) + n disebut deret pangkat berpusat di x = a. S(x). Deret Pangkat Sejauh ini kita telah mempelajari deret dengan suku terdiri dari bilangan konstan.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II 6. Suku an ( x − a ) disebut suku ke n. Ph. Tentukan semua nilai x sehingga deret tersebut konvergen. 2. Ph. n Oki Neswan. Bilangan a disebut pusat. Namun pada kita akan mempelkajari deret dengan fungsi khusus yang disebut deret pangkat. – Departemen Matematika ITB Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Deret Pangkat dan Kekonvergenan Walaupun tampil seperti polinom.D. berbentuk ∑u x = ∑ n n ∞ ∞ n =1 ln nx = ∑a x n=0 n ∞ n = a0 + a1 x + a2 x 2 + a3 x 3 + a4 x 4 + 51 Oki Neswan. deret pangkat bukanlah polinom karena suku penjumlahannya tidak berhingga. – Departemen Matematika ITB 52 26 . Tentukan fungsi jumlahnya.D.

1 = 1 + x + x2 + + xn + . Pada deret pangkat geometrik. 1− x Untuk tiap n. ∞ n a2 = 1 4. Arti deret pangkat dapat dilihat dari gambar yang memperlihatkan jumlah-jumlah parsial dan jumlahnya. dengan koefisien a0 = 1. – Departemen Matematika ITB 27 .D. deret konvergen bila − ( x + 2 ) 2 < 1 atau −4 < x < 0 dengan jumlah 1 2 = 1 − ( − ( x + 2) 2) x + 4 54 Oki Neswan. jumlah parsial Pn(x) merupakan polinom berderajat n. a2 = −1 2. terutama disekitar pusatnya Contoh Diskusikan kekonvergenan n ⎛ 1⎞ dari deret pangkat ∑ ⎜ − ⎟ ( x + 2 ) . – Departemen Matematika ITB 53 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Dari gambar disebelah. Ph. Untuk tiap x. 2⎠ n =0 ⎝ Deret pangkat ini berpusat di x = −2.1) . terlihat bahwa jumlah-jumlah parsial Makin mendekati jumlahnya.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Deret ∑x n=0 ∞ n = 1 + x + x2 + + xn + disebut adalah deret geometri yang berpusat di x = 0. deret tersebut konvergen ke 1 (1 − x ) . Sifat kekonvergenan seperti ini adalah umum. − 1 < x < 1. jumlah parsial adalah polinom Pn(x)=1+x+x2+x3+…+xn. untuk tiap x. Oki Neswan. Oleh karena itu.D. Fakta kekonvergenan ini dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai berikut. Ph. deret ini adalah deret geometri dengan unsur pertama 1 dan rasio r = − ( x + 2 ) 2. Untuk tiap x ∈ ( −1.

Oleh karena itu metoda ini juga sesuai untuk deret pangkat. Pada x = −2. Berdasarkan pengalaman dengan deret. untuk x = 2 atau x = −2. deret merupakan deret harmonik. sehingga konvergen. UHBM tidak memberikan kesimpulan. sehingga divergen.D. Oki Neswan. n n n →∞ 2 2 x 2 Akibatnya.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Interval Kekonvergenan Himpunan/interval kekonvergenan suatu deret pangkat adalah himpunan semua x sehingga deret tersebut konvergen. kita ketahui bahwa Uji Hasil Bagi Mutlak adalah uji yang efektif untuk deret yang memuat bentuk perpangkatan (dan juga faktorial). – Departemen Matematika ITB 56 28 . deret merupakan deret harmonik berganti tanda. Ph. dan divergen bila ρ > 1 dengan Menurut Uji Hasil Bagi Mutlak (UHBM ) . n =1 ∞ Oki Neswan. Jadi. interval kekonvergenan adalah [ −2. – Departemen Matematika ITB 55 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II xn ∑ 2n konvergen mutlak n =0 (sehingga konvergen) bila ρ < 1. • konvergen untuk x 2 > 1 atau x > 2. Ph. Pada x = 2. ∞ ρ = lim n →∞ x x n +1 2n +1 x = lim = .D. deret pangkat akan • konvergen (mutlak) untuk x 2 < 1 atau x < 2. Contoh Tentukan himpunan kekonvergenan ( HK ) dari deret pangkat xn ∑ 2n . 2 ) . Sedangkan.

c+R). ( R = 0 ) 3. n =1 ∞ xn 4. ∑ n! x n =1 ∞ n Teorema Deret pangkat ∑ an ( x . (c-R. HK={c} 3.c < R. ∑ n =1 ∞ ( 2 x − 1) n n n 4 + 16 3. x = c + R. untuk masing-masing kasus dalam teorema di atas. Deret konvergen pada tiap x ( R = ∞ ) . Contoh Tentukan himpunan kekonvergenan ( HK ) dari 1.c+R]. 2. Deret mungkin konvergen atau divergen pada. Ph. ∑ n! . 2. – Departemen Matematika ITB 58 29 . Terdapat R > 0 sehingga deret divergen untuk x . n n=1 ∞ 1.D. Oki Neswan. Deret konvergen di x = c dan divergen untuk x lainnya.c ) konvergen mutlak pada interior dari interval kekonvergenannya.c > R dan konvergen bila x .c+R]. Bilangan R pada teorema ini disebut radius (jejari) kekonvergenan. ∑ n =1 ∞ ( −1) ( x − 1) n −1 n n . Teorema Kekonvergen Deret Pangkat Terdapat tiga kemungkinan kekonvergenan deret pangkat ∑ an ( x − c ) .Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh di atas memberi gambaran mengenai esensi teorema berikut. diperoleh 1. HK=(c-R. Oki Neswan. – Departemen Matematika ITB 57 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Sedangkan bila Himpunan Kekonvergenan (HK) ditulis dalam bentuk selang. HK=R. atau [c-R.D.c+R).[c-R. Ph.titik-titik ujung x = c − R. 2.

Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II 7. – Departemen Matematika ITB 60 30 . Dari sudut pandang lain. maka diperoleh sebuah fungsi S(x) dengan domain HK. Oleh karena itu layak jika bertanya.D. ∫ S ( t ) dt = ∑ ∫ x 0 ∞ x 0 an t n dt = ∑ ∞ Oki Neswan.D. apakah S(x) terturunkan. Maka S '( x) = ∑ ∞ d ( an x n ) = ∑ an nx n−1 = a1 + a2 2 x + a3 3x 2 + n = 0 dx n=0 ∞ adalah turunan dari S ( x ) dengan radius kekonvergenan R.1).1) Dengan demikian. setiap deret pangkat melahirkan sebuah fungsi yang terdefinisi pada selang kekonvergenannya. 1+x+x2+x3+… adalah representasi atau penyajian dalam bentuk deret pangkat dari fungsi rasional 1/(1-x) pada selang (-1. Operasi Deret Pangkat Jika sebuah deret konvergen dengan jumlah S(x) dan himpunan kekonvergenan HK. misalnya. Ph. 1/(1-x)=1+x+x2+x3+… x∈HK=(-1. Sebagai contoh. Dan an n +1 a a a x =a0 x + 1 x 2 + 2 x3 + 3 x 4 + 2 3 4 n=0 n =0 n + 1 juga memiliki radius kekonvergenan R. Bila jawabnya ya. Oki Neswan. – Departemen Matematika ITB 59 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Turunan dan Integral ∞ Teorema Turunan dan Integral Deret Pangkat Diberikan S ( x ) = ∑ an x n = a0 + a1 x + a2 x 2 + a3 x 3 + n=0 mempunyai radius kekonvergenan R > 0. bagaimana representasi deret pangkat dari S’(x). Ph.

– Departemen Matematika ITB 62 31 .D. ∫ x 0 2 3 x xt xt 1 dt = ∫ tdt + ∫ dt + ∫ dt + 0 0 2 0 3 1. (Petunjuk: mulai dari fakta bahwa dan deret geometri). Ph.t Oki Neswan. − 1 < x < 1. apakah ia mempunyai turunan ke n untuk tiap bilangan asli n? Contoh Gunakan teorema ini untuk menentukan bentuk deret pangkat dari fungsi ln (1 + x ) . 2 3 Gantilah x dengan − x. Contoh Tentukan penyajian dalam bentuk deret pangkat untuk fungsi tan-1x. − 1 < x < 1.x Integral dari fungsi adalah . − ln (1 − x ) = x + ln (1 + x ) = x − x 2 x3 x 4 + − + 2 3 4 . 1 = 1 + x + x 2 + x3 + 1. Pertanyaan: Selain mempunyai turunan pertama. Kemudian kalikan kedua ruas dengan − 1. tan −1 x = ∫ x 0 1 dt . 1+ t2 Oki Neswan.D. Misalnya fungsi tersebut mempunyai turunan dan dapat diintegralkan. – Departemen Matematika ITB 61 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II x 2 x3 + + .Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Teroem di atas memperlihatkan bahwa fungsi yang dapat ditulis dalam bentuk deret pangkat mempunyai yang sangat baik. − 1 < x < 1. Ph.

− 1 < t 2 < 1 atau − 1 < t < 1.D. 1 = 1 − t2 + t4 − t6 + 1− t2 Dengan demikian.t 2 . 2 1− t Oki Neswan. – Departemen Matematika ITB 64 32 . yaitu dengan cara menentukan penyajian dalam bentuk deret pangkat dari 1 (1 + t 2 ) . x . Gantilah x pada deret geometri dengan . 63 yang memberikan tan −1 x = x − x3 x5 x7 − +− + 5 7 3 Oki Neswan.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Kita ketahui bahwa tan −1 x = ∫ 1 dt . – Departemen Matematika ITB Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Latihan Tentukan representasi deret pangkat untuk dt. Ph. (Petunjuk: mulai dari fakta bahwa x 1 sin −1 x = ∫ dt . 0 1− t2 dan gunakan deret binomial untuk menentukan deret pangkat bagi 12 1 = (1 − t 2 ) . Persamaan ini memberi 1+ t2 jalan untuk menentukan penyajian dalam bentuk deret pangkat bagi x 0 tan −1 x. Ph.D. tan −1 x = ∫ (1 − t 2 + t 4 − t 6 + 0 ) dt − 1 < t < 1. 2 et x 2 x3 x 4 (mulai dari fakta bahwa e x = 1 + x + + + + 2! 3! 4! 0 f ( x ) =∫ x 1 − e−t 2 ) Latihan Tentukan penyajian dalam bentuk deret pangkat untuk fungsi sin-1x.

jika n > 0 jika n = 0 Deret Binomial: (1 + x ) α = ∑ ⎜ α (α − 1) 2 α (α − 1)(α − 2 ) 3 ⎛α ⎞ n x + x + ⎟x = 1 + α x + 2! 3! n=0 ⎝ n ⎠ ∞ Oki Neswan. – Departemen Matematika ITB 65 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Operasi Aljabar atas Deret Pangkat Teorema Penjumlahan Deret Pangkat Misalkan A ( x ) = ∑ an x n dan B ( x ) =∑ bn x n keduanya konvergen mutlak n=0 n=0 ∞ ∞ untuk x < R Maka ⎛ ∞ ⎞ ∞ k ⎜ ∑ an x n ⎟ = ∑ kan x n dan ⎝ n =0 ⎠ n=0 ∞ ∞ ⎞ ∞ ⎛ ⎞ ⎛ ∑ an x n ⎟ + ⎜ ∑ bn x n ⎟ = ∑ ( an + bn ) xn ⎜ ⎠ n =0 ⎝ n=0 ⎠ ⎝ n=0 konvergen mutlak masing-masing ke kA ( x ) dan A ( x ) + B ( x ) untuk x < R.D. – Departemen Matematika ITB 66 33 .D. Ph.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Catatan α (α − 1) ⎛α ⎞ ⎜ ⎟= ⎝n⎠ 1 (α − n + 1) n! . Ph. Oki Neswan.

D. – Departemen Matematika ITB 68 34 . – Departemen Matematika ITB 67 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Tentukanlah representasi deret pangkat untuk untuk x < 1. dengan menggunakan hubungan 1 1 (1 − x ) 2 (1 − x ) 2 ⎛ 1 ⎞ =⎜ ⎟ ⎝1− x ⎠ 2 1 d ⎛ 1 ⎞ ⎜ ⎟= dx ⎝ 1 − x ⎠ (1 − x )2 Oki Neswan. dengan menggunakan hubungan b. Ph.D.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Teorema Perkalian Deret Pangkat Jika A ( x ) = ∑ an x n dan B ( x ) = ∑ bn x n keduanya konvergen mutlak n =0 n =0 ∞ ∞ untuk x < R dan jika cn = a0 bn + a1bn −1 + a2 bn − 2 + ∞ + an b0 = ∑ ak bn − k k =0 n maka ∑ cn x n konvergen mutlak ke A ( x ) B ( x ) . yaitu n=0 ⎛ ∞ ⎞⎛ ∞ ⎞ ∞ an x n ⎟ ⎜ ∑ bn x n ⎟ = ∑ cn x n ⎜∑ ⎝ n =0 ⎠ ⎝ n =0 ⎠ n=0 Oki Neswan. a. Ph.

D.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Beberapa deret pangkat penting dan terkenal. untuk mencari representasi deret pangkat bagi suatu fungsi. Selain itu. fungsi tersebut mempunyai turunan untuk semua order. Di sini kita akan mempelajari bebrapa tehnik yang lebih umum dari sedblumnya. – Departemen Matematika ITB 70 35 . nilai fungsi tersebut dapat ditentukan melalui komputer. – Departemen Matematika ITB 69 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II 8. Oki Neswan. Deret Taylor dan Deret MacLaurin Banyak keuntungan yang diperoleh bila sebuah fungsi mempunyai representasi deret pangkat di sekitar suatu titik.D. Ph. Sebagi contoh. Ph. 1 = 1 + x + x 2 + x3 + 1− x x 2 x3 xn + + + + ex = 1 + x + 2! 3! n! 2n x2 x4 x6 n x + − + + ( −1) + cos x = 1 − 2! 4! 6! ( 2n ) ! sin x = x − x3 x5 x 7 + − + 3! 5! 7! + ( −1) n x <1 x <1 x <1 x <1 x 2 n +1 + ( 2n + 1)! Oki Neswan.

f’’(x)=2a2+2·3a3 (x-c)+ 3 · 4a3 (x-c)2+ …. dst.…. Ph. an = f ( n) ( c ) n! 71 Oki Neswan.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Konstruksi Misalkan fungsi f(x) mempunyai penyajian deret pangkat: f(x)=a0+a1 (x-c)+a2 (x-c)2+a3 (x-c)3+…. a1=f’(c). 2 ( x − c) + + f ( n) ( c ) n! ( x − c) n + Misalkan diberikan fungsi f ( x ) dengan sifat f ( x ) = a0 + a1 ( x − c ) + a2 ( x − c ) + a3 ( x − c ) + 2 3 untuk tiap x dalam sebuah interval yang berpusat di c. maka untuk n n=0 ∞ tiap n = 0. memberikan bahwa f’(x)=a1 +2a2 (x-c)+3a3 (x-c)2+…. Secara umum. Jika dihitung di x=c.D. Maka teorema mengenai operasi turunan. Maka an = f ( n) ( c ) n! 72 Oki Neswan. maka diperoleh a0=f(c). a1=f’’’ (c)/3!. Ph. berlaku an = f ( x ) = f ( c ) + f ' ( c )( x − c ) + Teorema Ketunggalan f ( n) (c) n! f '' ( c ) 2! .D. dst. 2.1. – Departemen Matematika ITB Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Pengamatan di atas membawa kita pada kesimpulan: jika suatu fungsi f ( x) mempunyai penyajian f ( x ) = ∑ an ( x − c ) . – Departemen Matematika ITB 36 . Akibatnya. a2=f’’ (c)/2!.

Oki Neswan. Khususnya jika c=0 maka deret ini disebut deret Maclaurin. untuk tiap x ∈ I . f ( n +1) ( d ) ( n + 1)! ( x − c) Oki Neswan.…. – Departemen Matematika ITB 73 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Kekonvergenan Deret Taylor Teorema Rumus Taylor dengan Suku Sisa Misalkan diberikan fungsi f ( x ) bersifat f ' ( x ) . – Departemen Matematika ITB 74 37 . Maka. Ph.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Penyajian dalam bentuk deret pangkat sebagai fungsi dari (x-c) disebut deret Taylor.D. f tiap x dalam sebuah interval yang memuat c. Ph. f ( x ) = f ( c ) + f ' ( c )( x − c ) + f '' ( c ) 2! ( n +1) ( x) ada untuk ( x − c) 2 + + f (n) ( c ) n! n +1 ( x − c) n + Rn ( x ) di mana suku sisa (atau error) Rn ( x ) = untuk suatu d di antara x dan c.D.

D. Oki Neswan. – Departemen Matematika ITB 75 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Contoh Tentukanlah representasi deret Maclaurin bagi a.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Teorema Rumus Taylor Misalkan diberikan fungsi f ( x ) dengan sifat semua turunannya f n = 1. Ph.… . Maka. cos x ln (1 + x ) b. Contoh Tentukanlah representasi deret Maclaurin bagi a.3.D. b. a + R ) . f ( x ) = f ( c ) + f ' ( c )( x − c ) + f '' ( c ) ( x − c) + f ''' ( c ) ( x − c) jika lim Rn ( x ) = 0 di mana Rn ( x ) adalah suku sisa dari Rumus Taylor Rn ( x ) = f ( n +1) ( d ) x →∞ ( n + 1)! ( x − c) n +1 dan d suatu bilangan di dalam ( a − R. a + R ) jika dan hanya 2 3 ( n) ( x) . deret Taylor + 2! 3! merupakan representasi dari f pada interval ( a − R. 2. − ln (1 + x ) 1+ x . a + R ) . Oki Neswan. cos x Jelaskan bahwa deret ini berlaku untuk semua x. ada pada interval ( a − R. Ph. – Departemen Matematika ITB 76 38 . sin x.

10. 22. 14. 34. 25. 8. 22. 37.5 : 2. 24.Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II Soal PR Bab 10 10. 10. 9. 17. 26. Oki Neswan. 23. 19. 8. 27. 10. 53 10. 2. 28. 25. 10.4 : 2. 7. 37. 3. 23.1 : 4. 31. 12. 32. 39. 6.3 : 2. – Departemen Matematika ITB 78 39 . 49. 34. Ph. 13. 13. 16. 40. 8. Ph.D. 41. 14. 11. 4. 10. 12. 10. 27-30.7 : 1. 22. 41. 6. 3. 18. 31. 19. 4. 29. 8. 39. 22. 29-31.2 : 2. 18. 20. 3. 15. 7. 14. 9. 25. 12. 33. 21. 39. 10. 6. 17. 23. 35. 19. 26. 6. 32.6 : 3.8 : 4. 31. 17. 17. – Departemen Matematika ITB 77 Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II 10. 6. 25. 15. 10. 25.D. Oki Neswan. 20. 5. 50. 10. 34.