INDIKATOR KINERJA

DRAFT 19-SEPTEMBER-2008

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR TENTANG RPJMD PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008-2013

BUKU II
TABEL INDIKATOR KINERJA PROGRAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008-2013

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008

TABEL INDIKATOR KINERJA PROGRAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008-2013
PROGRAM PEMBANGUNAN TAHUN 2008-2013
NO. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12

1

Misi 1 : Mewujudkan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif dan berdaya saing
1.
a.

URUSAN PENDIDIKAN
Menetapkan kebijakan pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu Program Wajib Pendidikan dasar Belajar 1. 2. 3. 4. 5. Meningkatnya APK PAUD formal Meningkatnya APM SD/MI Sederajat Meningkatnya APK SMP/MTs Sederajat Meningkatnya APM SMP/MTs Sederajat Meningkatnya angka melanjutkan SD/MI ke SMP/MTs Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas SMP Meningkatnya pelayanan pendidikan di daerah khusus Terlaksananya bantuan Beasiswa bagi Siswa SMP/MTs Terlaksananya bantuan Beasiswa bagi Siswa SMA/SMK Terlaksananya bantuan Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan tidak mampu Terbangunnya sekolah unggulan percontohan bertaraf internasional Meningkatnya jumlah SBI Meningkatnya jumlah SSN Berkurangnya angka buta aksara Meningkatnya angka APK PAUD non formal Meningkatnya angka partisipasi Paket B Meningkatnya angka partisipasi Paket C Meningkatnya Pendidikan Khusus (PK) dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Prosentase APK Prosentase APM Prosentase APK Prosentase APM Prosentase melanjutkan angka 37,25 96,65 88,90 79,00 80,00 42,25 97,15 93,90 82,00 83,50 47,25 97,65 98,90 85,00 86,50 52,25 98,15 103,90 88,00 89,50 57,25 98,65 108,90 91,00 92,50 62,25 99,15 113,90 94,00 94,00 67,25 99,00 115,00 95,00 95,00

6. 7. 8.

Rasio rombel ruang kelas Prosentase sarana memadai Prosentase jumlah siswa penerima beasiswa Prosentase jumlah siswa penerima beasiswa Jumlah mahasiswa penerima beasiswa Jumlah sekolah percontohan bertaraf internasional Jumlah SD Jumlah SMP Jumlah SD Jumlah SMP Prosentase angka buta aksara Prosentase APK Angka Partisipasi Peserta Paket B Angka Partisipasi Peserta Paket C Jumlah peserta/prosentase terlayani

1,35 60,00 70%

1,3 65,50 75%

1,25 71,00 80%

1,2 76,50 85%

1,15 82,00 90%

1,10 87,50 95%

1,05 93,00 100%

Program Pendidikan Menengah dan Tinggi

1.

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

2. 3.

2500 0

3500 1

4500 1

5500 1

6500 1

7500 1

8500 1

4. 5. Program Pendidikan Non Formal 1. 2. 3. 4. Program Pendidikan Luar Biasa 1.

3 10 52 26 4,19% 15% 4,26% 1,42% 70%

7 21 97 52 3,75% 20% 4,76% 1,92% 72%

11 32 123 78 3,25% 25% 5,26% 2,42% 74%

15 43 149 104 3,00% 30% 5,76% 2,92% 76%

19 54 175 130 2,50% 35% 6,26% 3,42% 78%

23 65 201 156 2,00% 40% 6,76% 3,92% 80%

27 76 227 182 1,5% 45% 7,26% 4,42% 82%

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

1

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3 2.

SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya mutu PBM PK dan PLK 3. Meningkatnya kompetensi guru PK dan PLK Terlaksananya alokasi anggaran pendidikan minimal 20 % dengan mengutamakan implementasi pendidikan murah Meningkatnya kompetensi guru dan penyelenggara pendidikan

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Prosentase terserapnya kurikulum Prosentase peningkatan kompetensi guru Alokasi anggaran pendidikan minimal 20 %

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 70% 50% Anggaran pendidikan 11,62 % 7 72% 55% alokasi anggaran pendidikan 15 % 2009 8 74% 65% alokasi anggaran pendidikan 20 % 2010 9 76% 70% alokasi anggaran pendidikan 20 % 2011 10 78% 75% alokasi anggaran pendidikan 20 % 2012 11 80% 80% alokasi anggaran pendidikan 20 % 2013 12 82% 85% alokasi anggaran pendidikan 20% 468 468 1800 635 780 780 780 635 4000 1000 560 237

1

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

Pengelola TK/SD satu atap Gugus TK Gugus SD TK Pembina Jumlah guru/pendidik PMR Jumlah guru/pendidik OSIS Jumlah guru/pendidik UKS Jumlah guru/pendidik PKLH Jumlah penambahan ruang kelas baru (RKB) Jumlah ruang kelas yang direhabilitasi Jumlah SMP Terbuka Jumlah SD SSN

23 36 2.515 22 2.769 5.053 16.848 200 2.000 560 560 97

78 78 300 260 130 130 130 260 2500 760 560 122

156 156 600 335 260 260 260 335 2800 810 560 147

234 234 900 410 390 390 390 410 3100 860 560 162

312 312 1200 485 520 520 520 485 3400 910 560 187

390 390 1500 560 650 650 650 560 3700 960 560 212

b.

Meningkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana Pendidikan

Program Wajib Pendidikan Dasar

Belajar

1. 2. 3. 4.

5. 6.

7.

Meningkatnya daya tampung SMP/MTs Meningkatnya kualitas SMP/MTs Meningkatnya daya tampung SMP Terbuka Meningkatnya jumlah dan kualitas SD berstandar nasional Meningkatnya jumlah dan kualitas SMP SBI Tersedianya pedoman penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan budi pekerti Tersedianya buku teks pelajaran KTSP

Jumlah SMP SBI Jumlah buku pedoman

32 0

57 480

82 584

107 688

132 792

157 896

182 1000

Rasio Buku : Murid = 1 : 1 jenjang SD Rasio Buku : Murid = 1 : 1 jenjang SMP Jumlah penambahan ruang kelas baru (RKB) SMA Jumlah penambahan ruang kelas baru (RKB) SMK Jumlah Lab IPA Jumlah Lab Bahasa Jumlah Lab Multimedia Jumlah Perpustakaan Jumlah Peralatan Jumlah Pendidik Jumlah siswa kejuruan listrik, mesin, elektronik, otomotif, bangunan

2 matpel 2 matpel 75 75 75 65 30 70 45 97 3500

2 matpel 2 matpel 58 150 80% 70% 35% 75% 196 120 4560

3 matpel 4 matpel 64 200 85% 75% 40% 80% 196 240 8560

4 matpel 6 matpel 71 250 90% 80% 45% 85% 196 360 12560

5 matpel 8 matpel 78 300 95% 85% 50% 90% 196 480 16560

6 matpel 10 matpel 86 350 100% 90% 55% 95% 196 600 20560

6 matpel 11 matpel 95 400 100% 95% 60% 100% 196 720 24560

Program Pendidikan Menengah dan Tinggi

1. 2. 3.

Meningkatnya daya tampung SMA Meningkatnya daya tampung SMK Meningkatnya sumber dan media belajar SMA/SMK

4. 5. 6.

Meningkatnya kelengkapan SSN dan SBI SMA/SMK Meningkatnya kompetensi SDM SSN dan SBI SMA/SMK Meningkatnya kompetensi siswa SMK

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

2

2 49 : 51 7. 2. 6. Meningkatnya wawasan pendidik tentang kurikulum 9.844 2.00 100% 90% 90% 100% 73. 3.98 60. 4.33 42.615 1. 5. rasio rombel ruang kelas Rasio SMK:SMA Jumlah lembaga PAUD di perdesaan dan daerah terpencil Jumlah TK/PAUD guru/pendidik 1.05 54 : 46 9.676 1. Meningkatnya peran perpustakaan c. 2.98 70.00 56 : 44 10. d.NO. 3.83 47.975 1.33 53.48 85. 4.10 52 : 48 8.33 64. 150 200 400 600 800 1000 1200 e. Meningkatnya APK SMA/MA/SMK Sederajat Meningkatnya APM SMA/MA/SMK sederajat Meningkatnya angka melanjutkan SMP/MTs ke SMA/SMK Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas SMA/MA/SMK Tercapainya rasio SMK:SMA = 60:40 Meningkatnya jumlah lembaga penyelenggara PAUD di perdesaan dan daerah terpencil Meningkatnya jumlah tenaga pendidik dan kependidikan PAUD Meningkatnya penanganan penduduk usia sekolah yang tidak tertangani dengan pendidikan formal Meningkatnya jumlah dan kualitas PKBM Meningkatnya kualitas lembaga kursus Meningkatnya kegiatan pendidikan keterampilan bagi 100% 70% 70% 100% 51.00 60 : 40 12.98 80. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana serta tenaga PAUD di daerah perdesaan dan daerah terpencil Program Pendidikan Non Formal 1.48 65.15 50 : 50 7. Prosentase penanganan penduduk usia sekolah yang tidak tertangani dengan pendidikan formal Prosentase PKBM yang terbina Prosentase pengelola/peserta kursus yang terbina Jumlah sasaran peserta pendidikan keterampilan 50% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 50% 50% 55% 55% 60% 60% 65% 65% 70% 70% 75% 75% 80% 80% 100 200 400 600 800 1000 1200 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 3 .00 100% 85% 85% 100% 68. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 Manajemen Pendidikan Pelayanan 1. 3.00 100% 75% 75% 100% 57.83 69. 5. SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya kesejahteraan guru Meningkatnya kompetensi pendidik Meningkatnya jumlah sekolah terakreditasi meningkatnya jumlah guru berkualifikasi S1 meningkatnya kesiapan guru mngikuti sertifikasi tersedianya buku laporan pendidikan Meningkatnya pemahaman penyelenggaran pendidikan tentang MBS INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Prosentase guru penerima Jumlah guru dan siswa penerima penghargaan Prosentase sekolah terakreditasi prosentase guru memenuhi kualifikasi prosentase dokumen portofolio yang benar Prosentase siswa penerima buku raport prosentase sekolah yang mengimplementasikan prosentase pendidik prosenatse layanan kebutuhan prosentase aspek penanganan UN/USBN prosentase sekolah memiliki perpustakaan Prosentase APK Prosentase APM Prosentase melanjutkan angka Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 70% 100% 40% 70% 70% 100% 40% 7 72% 100% 50% 75% 75% 100% 50% 2009 8 74% 100% 60% 80% 80% 100% 60% 2010 9 76% 100% 70% 85% 85% 100% 70% 2011 10 78% 100% 80% 90% 90% 100% 80% 2012 11 80% 100% 90% 95% 95% 100% 90% 2013 12 82% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 1 8. 7.773 1.83 36.00 100% 80% 80% 100% 62. Mencanangkan wajib belajar dua belas tahun bagi kabupaten/kota se Jawa Barat Program Pendidikan Menengah dan Tinggi 1.650 1. meningkatnya pelayanan terhadap data/informasi 10. Meningkatnya mutu pelaksanaan UN/USBN 11.00 4. 2.00 100% 95% 95% 100% 79.98 90.00 58 : 42 11.00 100% 100% 100% 100% 84.83 58.48 75. Mengembangkan pelayanan pendidikan non formal dan Informal Pendidikan Non Formal 1.250 1.

9% 3.21 20 10% 20% 30% 40% 50% 35 50 65 80 80 44% 51% 58% 65% 70% 75% 80% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 4 .29% 13. 2. 5. Meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan berbasis teknologi informasi Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan Meningkatnya pemberdayaan perpustakaan umum Kabupaten/Kota berbasis TIK di Jawa Barat Meningkatnya pemberdayaan layanan perpustakaan keliling berbasis TIK di Jawa Barat 12.5% 46. Meningkatnya persentase desa siaga dari 56. Mengembangkan sekolah kejuruan sesuai kompetensi daerah Program Pendidikan Menengah dan Tinggi 1.05% 13. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 masyarakat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 masyarakat Jumlah SMK berbasis agrobisnis dan bisnis kelautan Jumlah assesor Jumlah modul jumlah guru Prosentase siswa terserap dunia kerja Tersedianya model pembelajaran TIK dan jarak jauh Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 f. a.NO.7% 15.74% menjadi 80% Meningkatnya persentase 11.2% 53. Meningkatnya komitmen dan kemampuan Kabupaten/Kota untuk mencapai Desa Siaga dan PHBS Meningkatnya Keluarga Mandiri. 3. Tersedianya SMK berbasis agrobisnis dan bisnis kelautan Meningkatnya kompetensi assesor Meningkatnya ketersediaan sumber belajar SMK Meningkatnya kompetensi pendidik SMK Meningkatnya relevansi SMK dengan DUDI Meningkatnya pemanfaatan TIK dalam PBM SMK 3 50 2000 0 20% 10% 5 150 2160 960 25% 20% 7 200 2160 1020 30% 30% 9 250 2160 1080 40% 40% 11 300 2160 1140 50% 50% 13 350 2160 1200 60% 60% 15 400 2160 1260 70% 70 2.1% 30.21% 13.4% 23. URUSAN KESEHATAN Meningkatkan pelayanan kesehatan terutama Ibu dan Anak Program Upaya Kesehatan 1.37% 27% 31% 54% 77% 100% 100% 100% 7. 6. URUSAN PERPUSTAKAAN Meningkatkan kemampuan dan budaya baca masyarakat Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan Meningkatnya kelembagaan teknis perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat Meningkatnya SDM pengelola perpustakaan desa. a.13% 13.89% 12.97% 13. 4.kelurahan di jawa Barat Meningkatnya koleksi bahan perpustakaan di perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat Prosentase ketersediaan kelembagaan teknis perpustakaan desa/ kelurahan di Jawa Barat Prosentase peningkatan jumlah SDM pengelola perpustakaan desa/kelurahan Prosentase peningkatan koleksi bahan perpustakaan di perpustakaan desa/ kelurahan Prosentase peningkatan pemanfaatan perpustakaan desa/kelurahan Prosentase peningkatan pemberdayaan perpustakaan umum Kabupaten/Kota berbasis TIK Prosentase peningkatan pemberdayaan layanan perpustakaan keliling berbasis TIK 28% 41% 58% 68% 79% 89% 100% 14% 20% 36% 52% 68% 84% 100% 29% 40% 55% 66% 77% 89% 100% Meningkatnya pemanfaatan perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat b.8% 38.

5 87 90 93.6 87.7 % menjadi 20 % tahun 2013 Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan Meningkatnya pelayanan kesehatan antenatal (K4) Meningkatnya cakupan Kunjungan Neonatal (N2) Meningkatnya cakupan kunjungan Bayi Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 44% 7 51% 2009 8 58% 20% 100 80 90 2010 9 65% 40% 100 80 100 2011 10 72% 50% 100 85 100 2012 11 80% 60% 100 90 100 2013 12 80% 70% 100 100 100 1 2.3 90 96 96.6 82. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Posyandu Purnama Meningkatnya Rumah Tangga yang ber PHBS % PHBS di pesantren Desa/keluarga dengan KLB Gizi buruk dilaporkan dalam waktu < 24 jam75 Meningkatnya persentase balita naik timbangannya Meningkatnya persentase balita yang mendapat kapsul Vitamin A 2 kali/tahun Meningkatnya persentase ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe Gizi buruk mendapat perawatan sesuai standar Balita (6-24 bulan) BGM Gakin dapat MPASI Menurunnya AKB dari 40.7 0.1 1.6 70 85.9 0.8 0.08 % menjadi 0. Meningkatnya Sadar Gizi Keluarga 90 75 80 95 75 85 80 85 90 100 100 100 100 85 90 90 95 95 100 100 100 100 100 100 100 100 100 3.5/1000 KH 48/1000 KH 39/1000 KH 45/1000 KH 35/1000 kh 40/1000 KH 30/1000 KH 47/1000 KH 25/1000 KH 44/1000 KH 20/1000 KH 30/1000 KH 262/100.5 % tahun 2013 Meningkatnya jumlah Kab/Kota dengan Prevalensi Gizi buruk kurang dari 0. ibu bersalin.5% Menurunya prevalensi Ibu Hamil Anemia dari 51.1 85.00 11 14 17 19 21 23 26 2 4 6 8 10 12 14 51.000 KH 150/100.000 KH tahun 2013 Menurunnya prevalensi balita gizi buruk dari 1.6 80 90 90 85 93 93.000/1000 KH menjadi 30/1000 KH tahun 2013 Menurunnya AKI dari 321.26/1000 KH menjadi 20/1000 KH tahun 2013 Menurunnya AKABA dari 50.6 84.3 95 100 100 100 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 5 . ibu nifas.000 KH 0.NO. bayi.6 0.15/ 100.9% Meningkatnya jumlah Kab/Kota dengan Prevalensi Gizi buruk = atau kurang dari 0.3 100 82. anak dan masyarakat resiko tinggi 40.3 96.26/1000 KH 50/1000 KH 39. Meningkatnya perlindungan pada ibu hamil.5 1.000 /1000 KH menjadi 150/100.1 75 87.7 % 46 % 41 % 36 % 31 % 25 % 20 % 82.

benar.5 70 N/A 7 76 95 70 85 % 2009 8 78 97. RS Al Ikhsan sebagai CoE Stroke dan CVD klasifikasi internasional.5 90% 2010 9 80 100 71 90% 2011 10 82 100 71.NO. N/A 10 % 20 % 30 % 50 % 75 % 100 % Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 6 . Meningkatnya penggunaan obat obat yang rasional dan pemakaian obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta disetiap jenjang N/A 85 % 90% 95% 95% 100% N/A 85 % 90% 95% 95% 100% N/A 85 % 90% 95% 95% 100% 6. benar. teratur dan terukur.narkoba dan batra Tertanggulanginya masalah kesehatan pada saat dan pasca bencana dan antisipasi global warning N/A 50 % 60 % 70 % 80 % 85 % N/A 50 % 60 % 70 % 80 % 85 % 7. Meningkatnya Kualifikasi RS Provinsi menjadi Center Of Excellent Rujukan Spesifik berbasis Masalah Kesehatan Pelatihan Siaga Bencana Periodik di seluruh Kab/Kota Semua masyarakat melaksanakan aktivitas fisik dan olahraga yang baik. Menjamin setiap orang miskin mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan atau rujukan /spesialistik yang bermutu N/A 85 % 90% 95% 95% 100% 100% 5.5 90% 2012 11 84 100 72 100% 2013 12 86 100 72. Meningkatnya pengawasan dan pengendalian peredaran sediaan makanan dan sediaan perbekalan farmasi terutama napza. Meningkatnya derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat melalui aktifitas fisik dan olahraga yang baik. 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 8. teratur dan terukur 25 25 % 50 % 25 % 75 % 25 % 100 % 50 % 100 % 75 % 100 % 100 % 100 % 100 % N/A 40 % 45 % 50 % 55 % 60 % b. Mengembangkan kesehatan sistem Program Manajemen Pelayanan Kesehatan 1. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Meningkatnya cakupan peserta KB Aktif Cakupan penjaringan anak sekolah Cakupan pelayanan kesehatan pada usia lanjut Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin secara cuma Cuma di Puskesmas dan jaringannya Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan bagi keluarga msikin secara cuma-cuma di kelas III RS Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana produksi dalam rangka sertifikasi skala provinsi Meningkatnya penggunaan obat rasional di RS dan Puskesmas Meningkatnya kemampuan kab/kota yang mampu memfasilitasi pelaksanaan PIO di Puskesmas dan RS serta Apotik Meningkatnya persentase peredaran produk pangan yang memenuhi syarat meningkatnya peresentase produk farmasi (Alkes dan PKRT) yang memenuhi syarat Tertanggualanginya masalah kesehatan akibat bencana dan antisipasi global warning Terbentuknya BSB Kesehatan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 74 92.5 100% 1 4.5 80.

92 80 % 86. INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 RS Jiwa sebagai CoE penyakit Jiwa dan geriatri dengan klasifikasi internasional sebagai pusat rujukan medis dan rujukan KAP Jumlah RSD BLUD BPLK sebagai CoE pelayanan penunjang diagnostic bertaraf internasional CoE Laboratorium Kesehatan di 5 wilayah Jejaring / rujukan pelayanan kesehatan regional untuk penyakit TB Paru RS Rujukan Malaria dan pengembangan Iptek Malaria Di Jabar Selatan RS Rujukan HIV/AIDS Prov Jabar RS Rujukan Flu Burung di 5 Wilayah RS Emmergency Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 7 2009 8 10 % 2010 9 30 % 2011 10 50 % 2012 11 75 % 2013 12 100 % 1 2. Terciptanya System Pembiayaan Kesehatan Masyarakat Skala Provinsi % kepesertaan jamkesmas Model Jaminan Kesehatan Daerah Provinsi Perda Jamkesda % Kepersertaan semesta Terakreditasinya 53 Institusi pendidikan tenaga kesehatan N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 100 % 1 dokumen 100 % 100 % 100 % 100 % 45 % 22.Flu Burung dll) 2 N/A 6 31 60 % 70 % 80 % 90 % 100 % N/A N/A 20 % 20 40 % 40 60 % 60 80 % 80 100 % 100 % N/A 25 % 50 % 75 % 100 % N/A 40 % 50 % 70 % 90 % 100 % N/A N/A N/A N/A 40 % 50 % 25 % 70 % 50 % 100 % 90 % 75 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3.NO.64 100 % 50 % 45. Tersedianya Anggaran/ pembiayaan kesehatan di Provinsi dan Kab/Kota dengan jumlah mencukupi. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Jawa Barat (stroke. Terwujudnya system rujukan pelayanan kesehatan dan penunjangnya (Laboratorium Diagnostik Kesehatan) regional Jawa Barat (HIV. gerontology dll) yang mempunyai kualitas tingkat Nasional / Dunia. teralokasi sesuai dengan besaran masalah dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna dan diutamakan untuk Upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan (Preventif dan Promotif) 1) 2) 3) 4) Anggaran Kesehatan/ Kapita minimal sesuai dengan WHO dan komitmen Bupati Walikota se Indonesia % Dana Pusat (APBN) utk pembiayaan kesehatan yang sesuai dengan standar WHO % Dana APBD Prov untuk pembiayaan kesehatan yang sesuai dengan standar WHO % Dana APBD Kab/Kota utk pembiayaan kesehatan yang sesuai dengan standar WHO 50 % 75 % N/A 20 % 20 % 20 % 20 % 20 % N/A 30 % 30 % 30 % 30 % 30 % N/A 50 % 50 % 50 % 50 % 50 % 4. SPM Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 7 . Tersedianya berbagai kebijakan.28 60 % 67. penyakit jantung. standar pelayanan kesehatan Provinsi.79 100 % 100 5.

nasional dan lokal N/A N/A 24 x 24 x 24 x 24 x 24 x N/A 100 % N/A 24 x 24 x 24 x 24 x 24 x N/A 10 20 30 40 50 N/A 10 % 50 % 80 % 100 % 100 % 8. akurat diseluruh Kab / Kota. Terwujudnya mekanisme dan jejaring untuk terselenggaranya komunikasi dan terbentuknya pemahaman publik tentang PHBS. kecamatan dan desa terpasang biilboard 8 langkah mencapai umur panjang dan sehat serta PHBS N/A N/A 60 % 100 % 80 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 7. pedoman dan regulasi kesehatan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tersedianya Sistem Kesehatan Provinsi Tersedianya SKK Tersedianya Pergub pedoman operasional SKP Tersedianya Yankes terpadu berbasis dokter keluarga Tersedianya SPM bidang Kesehatan Provinsi Tersusunnya Kebijakan kesehatan Provinsi atau petunjuk operasional kebijakan pusat di Provinsi Perda/Pergub bidang kesehatan Tersedianya Standar Pelayanan Kesehatan Skala Provinsi Terbentuknya Provinsi SIK di Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 4 SKK N/A N/A N/A N/A 7 2009 8 1 dokumen SKP 12 SKK 2010 9 1 dokumen Perda SKP 15 SKK 2011 10 2012 11 2013 12 1 8 SKK 20 SKK 2 dokumen 604 24 SKK 2 dokumen 604 26 SKK 2 dokumen 604 604 1 dokumen 1 dokumen 604 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen N/A N/A 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 6. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 bidang kesehatan Provinsi. kabupaten kota.NO. Terwujudnya system informasi dan Surveilance Epidemiologi Kesehatan yang evidence base. Pelayanan kesehatan di Terbentuknya Tim Jaminan Mutu Provinsi N/A N/A 1 Tim Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 8 . pembangunan kesehatan dan masalah kesehatan global. Provinsi Jawa Barat dan on line dengan Nasional N/A N/A 80 % 100 % 100 % 100 % 100 % Terbentuknya SIK di Kab / Kota Sistem Informasi Kesehatan yang on line dengan seluruh kab / kota Tersusunnya mekanisme Jejaring informasi dan komunikasi PHBS dan pembangunan kesehatan Terbentuknya Jejaring informasi dan komunikasi PHBS dan pembangunan kesehatan Frekwensi penyebaran informasi PHBS & pembangunan kesehatan Stakeholder/dunia usaha yang menyebarkan informasi PHBS dan pembangunan kesehatan Di setiap lintas batas provnsi.

50 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 100 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan 1. Puskesmas dan Jaringannya memenuhi standar mutu INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Terbentuknya Tim Jaminan Mutu Kabupaten / Kota Tersusunnya Klasifikasi Puskesmas sesuai standar mutu % Puskesmas memenuhi Klasifikasi Standar Mutu % RS memenuhi Klasifikasi standar mutu RS Klasifikasi B dengan pendidikan % RS memenuhi Klasifikasi standar mutu RS Klasifikasi B % RS memenuhi Klasifikasi standar mutu RS Klasifikasi C Terbentuknya Dewan Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A N/A N/A N/A 7 2009 8 26 Tim 1 dokumen 10 % 20 % 20 % 40 % 30 % 60 % 40 % 80 % 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 N/A N/A 10 % 10 % 20 % 20 % 30 % 30 % 40 % 40 % N/A N/A N/A 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 provinsi dan 5 kab/kota 8 kab/kota 8 kab/kota 5 kab/kota 9. Terwujudnya Akuntabilitas dan pencapaian Kinerja program pembangunan kesehatan yang baik Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Tersusunnya LAKIP Diskes Provinsi Tersusunnya Laporan Kinerja Diskes Provinsi Terusunnya LKPJ Diskes Prov Tersusunnya AMJ Diskes Prov Jumlah RS yang melaksanakan PONEK Jumlah Rumah Sakit Daerah yang terakreditasi Jumlah RS yang melaksanakan rujukan flu burung Jumlah Bank Darah yang terbentuk di RS Jumlah RS rujukan HIV / AIDS jumlah UTDC sesuai standar berfungsi Meningkatnya Puskesmas terakreditasi Meningkatnya Puskesmas mampu PONED dan PPGD Meningkatnya Puskesmas Ramah penderita cacat dan lansia Pembangunan Puskesmas baru untuk meemenuhi ratio jumlah Puskesmas 90 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 92. Peningkatan Kualitas sarana prasarana pelayanan kesehatan Rumah Sakit 12 24 4 14 26 5 17 27 7 19 28 8 21 29 9 23 30 10 25 31 11 8 6 21 11 11 22 14 11 23 17 17 23 20 22 23 23 25 23 26 27 23 2. kualitas dan fungsi sarana prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya N/A 65 N/A 97 8 122 5% 26 151 10 % 42 302 20 % 84 453 40 % 165 604 80 % N/A 25 25 25 25 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 9 .50 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 95 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 97. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 setiap Rumah sakit. Peningkatan kuantitas.NO.

54 % 100 % 50 % 85 % 1. angka bebas jentik DBD Menurunnya Case Fatality Rate Diare saat KLB Menurunnya prevalensi HIV dan Sifilis pada kelompok risiko tinggi Menurunnya angka Acute Flaccid Paralysis menjadi ≥ 76 74/100. peny. MI). DBD. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 terhadap jumlah penduduk 1 : 25. Gimul.000 90 30/100. Mata dan Telinga.000 COE UPTD Kesehatan Provinsi Dinas Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 3. Meningkatnya upaya pengendalian.33 % 78.000 76 50/100. Meningkatnya system kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat situasi global (Global Warming) N/A 1 dokumen kesepakatan.000 95 25/100.75 % 100 % 50 % 92 % 1% 2.22 % N/A 79.000 90 35/100.000 86 40/100. TBC.000 100 <1% <1% <1% <1% <1% <1% <1% 100 % 50 % 82 % 1.52 % 83. Cakupan Penemuan ISPA Persentasi angka kesakitan demam berdarah (DMD) yang ditemukan dan ditangani persentase angka kematian (DBD) yang ditemukan dan ditangani Persentase kasus DBD ditangani : a.2 % 3% 100 % 50 % 90 % 1.90 % 98 % 84 % 83 % 26 98 % 88 % 87 % 26 98 % 92 % 92 % 26 98 % 94 % 94 % 26 98 % 95 % 95 % 26 N/A N/A 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 2. Meningkatkan upaya pencegahan. Penyakit Metabolisme (DM) dan penyakit Jiwa. Meningkatnya jumlah % Desa mencapai Universal Child Immunization (UCI) Kesehatan N/A 100 % Cakupan Desa UCI Cakupan Campak Cakupan DPT III Jumlah Kab/Kota pengelolaan program immunisasi berkualitas jumlah Kab/Kota logistik immunisasi sesuai kebutuhan jumlah Kab/Kota Pengelolaan limbah immunisasi dengan baik Adanya jejaring komunikasi kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat situasi global (Global Warming) Meningkatnya 84.50 % 100 % 50 % 93 % 1% 2.10 % 100 % 50 % 95 % 1% 2% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 10 . Peningkatan Kualitas sarana dan prasarana Dinas Kesehatan dan UPT Kesehatan N/A 50 % 75 % 100 % BLUD UPTD Provinsi c. penyelidikan epid b. Penanggulangan fokus sesuai proses c.NO. Akibat kerja Detection Rate TB Case 80 80 80 80 80 80 80 2 per 100 ribu anak usia kurang dari 15 tahun.1 % 2. Penyakit Cardio Vasculer (Stroke. peny. penemuan dan tatalaksana kasus HIV/AIDS. Malaria. 1 SK tim 3.1 % 3.25 % 100 % 50 % 94 % 1% 2. peny. pemberantasan dan pengendalian penyakit menular serta tidak menular Program Pencegahan dan penanggulangan Penyakit menular 1.

termasuk sistem pencatatan dan pelaporannya Dilaporkannya seluruh hasil kegiatan surveilans epidemiologi penyakit dan faktor risikonya secara berjenjang hingga ke tingkat Provinsi secara tepat waktu Persentasi KLB direnpon Bersama Tenaga Kesehatan dan Masyarakat < 24 Jam jumlah stake holders/ share holders yang Terdistribusi data/ informasi epidemiologis kejadian faktor risiko dan penyakit yang difungsikan sebagai alat peringatan dini kemungkinan kejadian penyakit N/A 1 dokumen N/A N/A 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen N/A 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 5. Setiap KLB dilaporkan secara cepat < 24 jam kepada kepala dan instansi kesehatan terdekat Tersedianya dokumen Prediksi epidemiologis kemungkinan kejadian penyakit berdasarkan kecenderungan yang ada Jumlah tenaga kese-hatan dan masyarakat yang dilatih tentang penyelenggaraan surveilans epidemiologi penyakit dan faktor risikonya.54 < 50 % 2010 9 0.58 < 50 % 7 0.NO.48 < 50 % 2013 12 0.52 < 50 % 2011 10 0.000 pddk Meningkatnya persentase penderita flu burung yang ditemukan dan ditangani Menurunkan kasus rabies menjadi 0 Menurunkan kasus antraks menjadi 0 Menurunkan kasus pes pada manusia menjadi 0 Menurunkan kasus leptosprirosis pada manusia menjadi 0 Jumlah desa endemis tinggi malaria (high Case Incidence) Pengobatan penderita malaria Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 0. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Menurunnya prevalensi penderita kusta < 1/10.46 < 50 % 1 0 0 0 0 16 0 0 0 0 13 0 0 0 0 11 0 0 0 0 9 0 0 0 0 8 0 0 0 0 7 0 0 0 0 6 83 % 90 % 95 % 100 % 100 % 100 % 100 % 4.56 < 50 % 2009 8 0. Setiap KLB/Wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat N/A Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 11 .5 < 50 % 2012 11 0.

38 % 65 % 68 % 71 % 73 % 76 % 75 % 47.90 % 70 % 72 % 74 % 76 % 78 % 80 % 56. kepatuhan terhadap standar dan peningkatan komitmen para pihak Terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan terutama didaerah lintas batas Kab/Kota dan Provinsi 6 N/A N/A 6 6 6 6 6 6 7.29 % 48 % 54 % 60 % 66 % 72 % 75 % 69. anestesi dan radiologi Seluruh Puskesmas memiliki satu orang dokter umum Penambahan dokter gigi untuk memenuhi Puskesmas memiliki satu orang dokter gigi Seluruh desa tersedia bidan desa Seluruh Puskesmas tersedia tenaga Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 1 7 2009 8 5865 desa 1 2010 9 5866 desa 1 2011 10 5867 desa 1 2012 11 5868 desa 1 2013 12 5869 desa 1 1 1 6. penyakit dalam.NO.000 Dokter spesialis anak 1 : 100. Eliminasi penyakit tertentu yang berorientasi pada penguatan system.14 % 60 % 63 % 66 % 69 % 72 % 75 % 57. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Desa Menerapkan Sistem Kewaspadaan Dini (laporan W1) Provinsi Memiliki RS yang Memiliki EWORS (Early warming Outbreak Recognition System) jumlah kab/kota microfilaria rate < jumlah kab/kota insidens kusta < jumlah kab/kota insidens TN < Meningkatnya persentase keluarga menghuni rumah yang memenuhi syarat Meningkatnya persentase keluarga menggunakan air bersih Meningkatnya persentase keluarga menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan Meningkanya persentase tempat-tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan Meningkanya persentase TPM yang memenuhi syarat kesehatan Meningkatnya % keluarga menggunakan SPAL a. Meningkatnya jumlah.33 % 61 % 65 69 74 % 78 % 80 % 61.000 Dokter spesialis bedah. Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan Program sumber Kesehatan Daya 1. 1) 2) Tersedianya tenaga kesehatan : Dokter spesialis kebidanan 1 : 100.99 50 55 60 65 70 75 d. jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan yang sesuai dengan standar N/A N/A 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 3) N/A 100% 100% 100% 100% 4) 5) N/A N/A 30 100% 75 100% 100% 150 100% 122 100% 6) 7) N/A N/A 50% 100% 80% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 12 . 42.

. 9000/orang/tahun 36 obat esential terpenuhi di semua Kab/Kota Prosentase ketersediaan OGB di sarana distribusi RS Kab/Kota yang Menyelenggarakan Pelayanan Gawat Darurat sesuai Standar Cakupan rawat Inap di RSU N/A N/A N/A 10% 10% 10% 10% 10% 10% 10% 10% N/A 10% 10% 10% 10% N/A 25% 25% 25% 25% N/A SK Penetapan SK Penetapan SK Penetapan SK Penetapan SK Penetapan SK Penetapan 3.-/ orang / tahun) N/A N/A N/A N/A 4000 15 Kab/Kota 60% 80% 5000 18 Kab/Kota 75% 90% 6000 22 Kab/Kota 85% 100% 7500 26 Kab/Kota 90% 100% 9000 26 Kab/Kota 95% 100% 5... N/A 80% 90% 100% 100% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 13 .. Seluruh Puskesmas memiliki tenaga perawat gigi Seluruh Puskesmas memiliki tenaga epidemiologi Seluruh Puskesmas memiliki tenaga analis kesehatan Seluruh Puskesmas memiliki tenaga penyuluh kesehatan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A N/A N/A 7 80% 60% 2009 8 90% 70% 90% 2010 9 100% 80% 90% 2011 10 100% 90% 90% 2012 11 100% 100% 90% 2013 12 100% 100% 100% 1 8) 9) 10) 11) N/A 7% 29% 51% 73% 100% 12) 13) N/A N/A 7% 7% 29% 29% 51% 51% 73% 73% 100% 100% 2. Meningkatnya kecukupan Obat dan perbekalan kesehatan (standar nasional Rp. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 nutrisionis Seluruh Puskesmas memiliki tenaga sanitarian Seluruh Puskesmas memiliki tenaga . Meningkatnya tenaga kesehatan kualitas N/A N/A N/A 100% SK MTKP 100% 100% 100% 100% 100% 1000 2000 2000 4000 4000 4. teknis dan manajemen Pendidikan lanjutan bagi tenaga kesehatan JPM dan D-1 menjadi D3/S1/S2 Pendidikan dokter dan Bidan bagi masyarakat miskin Peningkatan keterampilan bagi dokter dan bidan puskesmas Pemilihan tenaga kesehatan berprestasi Pemilahan tenaga kesehatan berprestasi Registrasi tenaga kesehatan tertentu Terbentuknya MTKP Terlaksananya Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan tertentu Anggaran obat/kapita Rp.000. Meningkatnya pendayagunaan kesehatan aparatur Pelatihan Diklat Fungsional.NO. Puskesmas dan Jaringannya. Meningkatnya Citra Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit. 9.

00 74.40 70.85 69.72 88.65 45.68 64.74 77. URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Meningkatkan pemberdayaan yang berbasis berusaha upaya perempuan kemandirian Program Peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam pembangunan 1.29 90.12 73.26 94.63 0.51 66. N/A 50% 75% 80% 85% 90% 100% 4.27 43. d.7 41.48 64.44 77. keterampialn dan kemampuan Jumlah kemandirian kesejahteraan sosial: dan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 14 .8 13.38 91.66 60. URUSAN SOSIAL Meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Meningkatnya pengetahuan.68 11.53 66. Meningkatnya indek pemberdayaan gender a.62 94. c.24 69. Meningkatnya indeks Pembangunan gender a.09 0.56 71.8 13.85 94. jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan sesuai standar.84 11. d. b. b.10 71.58 11.18 11. f.5 65.46 68. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Puskesmas yang memenuhi Standar Mutu Cakupan Balita Gizi buruk Mendapat Perawatan Tim Jaringan dengan Kabupaten/Kota rasio pasien rawat inap dan rawat jalan dengan dokter rasio pasien rawat inap dan rawat jalan dengan perawat/tenaga lainnya Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A N/A N/A N/A 50% 7 2009 8 60% 100% 5 Tim 75% 2010 9 70% 100% 10 Tim 80% 2011 10 80% 100% 15 Tim 85% 2012 11 85 % 100% 20 Tim 90% 2013 12 90% 100% 25 Tim 100% 1 6.62 11.08 43. Meningkatnya jumlah.43 86.49 68.9 14.80 11.89 42.9 14.01 70.07 68.88 81.47 64. a.34 0.16 96.52 87.40 96.22 a. c.9 14.5 65.57 0. e.9 14.46 44.68 63.9 14.80 96. b. 2.NO.86 94.30 66.24 61.74 46. Perempuan di parlemen Perempuan pekerja profesional Perempuan dalam angkatan kerja Perempuan upah pekerja non pertanian (rasio) Angka harapan hidup laki-laki Angka harapan hidup perempuan Rata-rata lama sekolah laki-laki Rata-rata lama sekolah perempuan Angka melek huruf laki-laki Angka melek huruf perempuan 11.82 0. Meningkatkan upaya perlindungan terhadap anak melalui pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan perdagangan perempuan dan anak Program Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan anak Meningkatnya perlindungan terhadap perempuan dan anak Menurunnya jumlah kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak 15% 20% 30% 50% 60% 70% 100% 5.20 89.34 85.12 69.36 0.62 70.11 0.47 64.

Meningkatnya sumber dana sosial 4. dan kesetiakawanan sosial b. kejuangan. terlindunginya dan tersantuninya PMKS dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya Tersantuninya PKRI/Janda PKRI dan Keluarga pahlawan serta terpeliharanya nilai-nilai keperintisan. Meningkatkan penggalian potensi serta sumber kehidupan penyandang masalah kesejahteraan Sosial Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) 1. kejuangan dan kesetiakawanan sosial Jumlah partisipasi sosial dan potensi sumber kesejahteraan sosial 1.200 org 300 org 200 org 275 org 2013 12 800 KK 250 KK 350 org 2. Pelestarian nilai keperintisan. kelompok dan komunitas mayarakat PROGRAM 3 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya SASARAN PROGRAM 4 Fakir Miskin. Anak nakal Korban Narkotika (ANKN) 6. kepahlawanan. Penyandang Cacat 4. 2. URUSAN Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 15 . Wanita Rawan Sosial Ekonomio Jumlah pemenuhan kebutuhan hidup : 1. KEBIJAKAN 2 perseorangan. Komunitas Adat terpencil dan Penyandang masalah Kesejahteraan Sosial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial secara mandiri dan dapat melaksanakan fungsi serta peran sosialnya secara wajar INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 1. Terpenuhinya bantuan bahan bangunan rumah bagi eks korban bencana Tersedianya bantuan tanggap darurat bencana Meningkatnya partisipasi pilar masyarakat/relawan dalam penanggulangan bencana Kebutuhan terpenuhi rumah N/A N/A N/A 200 kk 1 paket 50 org 200 kk 1 paket 100 org 250 kk 1 paket 120 org 300 kk 1 paket 150 org 300 kk 1 paket 200 org 300 kk 1 paket 250 org Bufferstock berupa beras dan lauk pauk Tingkat partisipasi pilar masyarakat/relawan 6.000 org 250 org 150 org 250 org 2011 10 700 KK 200 KK 300 org 2. kepahlawanan. Fakir miskin 2. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan pekerja sosial secara profesional 3.900 org 200 org 150 org 250 org 2010 9 650 KK 150 KK 275 org 2.250 org 950 org 450 org 1. N/A N/A 22 org/350 org/9 org 20 desa/10 kab/kota 20 org/340 org/10 org 30 desa/ 15 kab/kota 20 org/330 org/12 org 40 desa/20 kab/kota 19 org/315 org/ 12 org 40 desa/ 20 kab/kota 17 org/ 300 org/ 15 org 40 desa/ 20 kab/kota 15 org/ 290 org/ 1 org 46 desa/ 23 kab/kota N/A 10 karang taruna/70 org PSM/ 10 orsos 40 karang taruna/100 org PSM/ 12 orsos 40 karang taruna/100 org PSM/ 12 orsos 50 karang taruna/120 org PSM/ 16 orsos 50 karang taruna/120 org PSM/ 16 orsos 60 karang taruna/ 140 org PSM/ 20 orsos jumlah Profesional pekerja sosial Tingkat Penyerapan Sumber dana Sosial Jumlah Penyerapan informasi pembangunan kesejahteraan sosial N/A 455 org 500 org 500 org 500 org 500 org 500 org N/A N/A 60 org 100 org 90 org 100 org 120 org 100 org 120 org 150 org 120 org 150 org 120 org 150 org Program Bencana Penanggulangan 1.300 org 125 org 500 org 1. Korban Trafficking dalam Rumah Tangga (KDRT) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 425 org 1.000 org 250 org 180 org 275 org 2012 11 750 KK 200 KK 350 org 2.500 org 150 org 7 250 KK 120 KK 190 org 1.850 org 180 org 120 org 240 0rg 2009 8 600 KK 150 KK 250 org 1.200 org 300 org 240 org 275 org 1 Terlayaninya. Tuna sosial 5.NO.400 org 150 org 600 org 1. KAT 3. Meningkatnya pemahaman tentang pembangunan kesejahteraan sosial melalui peyuluhan sosial Jumlah Kehidupan PKRI/Janda PKRI dan keluarga pahlawan 2. 3. Anak terlantar 3. Meningkatnya partisipasi sosial potensi sumber kesejahteraan sosial (karang Taruna. keluarga. Keluarga Berumah Tidak layak Huni 7.450 org 150 org 650 org 1. pekerja sosial masyarakat dan organisasi sosial) dalam pelaksanaan usaha kesejahteraaan sosial 2.350 org 150 org 550 org 1. Lanjut Usia 2.

640 715.649 100 640 980 662.700 750 100 2.400 700 90 2.170 773. URUSAN KETENAGAKERJAAN Meningkatkan tenaga kerja daya saing Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja Terwujudnya peningkatan kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja melalui pelatihan Standarisasi dan sertifikasi Pemagangan Pembinaan Lembaga Latihan Swasta dan Lembaga Latihan Pemerintah Terlindunginya tenaga kerja melalui penyelesaian kasus hubungan industrial Pemberdayaan sarana hubungan industrial Pengembangan sistem pengupahan Fasilitasi perlindungan tenaga kerja terhadap naskah kontrak kerja Jumlah tenaga terlatih (orang) kerja 1. a.021 100 540 1.760 100 540 1.500 1.700 750 100 b.741 100 540 3. toleran dan sejuk Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 16 . Penyediaan kawasan olahraga masyarakat dan olahraga prestasi Program pembinaan pemasyarakatan dan pengembangan olahraga Tersedianya kawasan olahraga dan sarana pendukung untuk meningkatkan prestasi olahraga Jawa Barat Prosentase ketersediaan sarana olahraga masyarakat di tingkat kecamatan Tahapan pembangunan sarana olahraga terpadu di Jawa Barat 15% 30% 45% 65% 75% 85% 100% Persiapan pembangunan Persiapan pembangunan Pelaksanaan pembangunan Pelaksanaan pembangunan Pelaksanaan pembangunan Penyelesaian tahap akhir pembangunan 7. DAN Peningkatan pembinaan peran pemuda dan serta Meningkatnya peran dalam pembangunan pemuda Prosentase peningkatan peran pemuda dan lembaga kepemudaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Prosentase peningkatan upaya revitalisasi olahraga masyarakat dan tradisional di Jawa Barat 40% 55% 65% 75% 85% 90% 100% b.200 1.300 700 90 2.840 40 450 1. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 KEPEMUDAAN OLAH RAGA a.100 568. Meningkatkan kontribusi pemuda dan lembaga kepemudaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya apresiasi terhadap pengembangan olahraga masyarakat dan olahraga tradisional Program pembinaan pemasyarakatan dan pengembangan olahraga Meningkatnya apresiasi terhadap pengembangan olahraga masyarakat dan olahraga tradisional 55% 65% 75% 85% 90% 95% 100% c.170 773.021 100 8. Meningkatkan Perlindungan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 400 920 516.470 613.400 1.600 1600 1. a.600 Jumlah tenaga kerja terakreditasi (orang) Jumlah tenaga kerja yang dimagangkan (orang) Jumlah Lembaga Pelatihan yang Dibina Jumlah kasus terselesaikan Jumlah perusahaan Besaran upah minimum Jumlah naskah/KKB yang 1.500 1.193 50 500 3.630 700 90 2.NO.780 500 80 2. URUSAN PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AGAMA Pengembangan fungsi & peran Forum Kerukunan Umat Baeragama (FKUB) Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan pengembangan peran dan fungsi FKUB Terbentuknya kepengurusan FKUB di seluruh kabupaten/kota dan provinsi Terwujudnya penguatan kelembagaan FKUB dengan berfungsinya organ-organ organisasi Terwujudnya FKUB sebagai lembaga yang steril dari politik praktis Berfungsinya FKUB sebagai pusat kegiatan bersama antar umat beragama Terjalinnya sinergi antarumat beragama melalui kegiatan sosialkemasyarakatan bersama Hilangnya budaya kekerasan dalam kehidupan beragama Terwujudnya suasana kehidupan beragama yang rukun.700 750 90 2.

fatonah. dengan standar yang memadai Penguatan kapasitas para pengelola madrasah swasta melalui pembekalan wawasan manajerial Meningkatnya pelayanan pendidikan keagamaan yang bermutu dan berkeadilan untuk seluruh dengan memperhatika n kondisi wilayah d.NO. Peningkatan wawasan keagamaan melalui kaidahkaidah kepublikan (nilai-nilai umum) dan pendidikan Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan implementasi pengembangan wawasan keagamaan Tersosialisasikannya nilai-nilai shidiq. amanah. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Kondisi suasana kehidupan keagamaan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif 7 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Pengembangan kapasitas dan wawasan kaum muda Islam sebagai elemen potensial pembangunan 2009 8 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Tercapainya keseimbangan pembangunan jasmani dan ruhani melalui fasilitasi kegiatan seni dan olahraga di lingkungan pondok pesantren Terimplementasik an-nya secara penuh kebijakan [SK Gubernur Jawa Barat] tentang kuota haji kabupaten/kota 2010 9 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Menguatnya sikap moderat dalam kehidupan keagamaan masyarakat 2011 10 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Tersedianya kader dakwah dan khatib unggulan yang memiliki wawasan agama dan sosial yang seimbang 2012 11 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Tumbuhnya budaya dakwah yang lebih empatik dan merangkul 2013 12 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Meningkatnya kualitas hidup beragama masyarakat yang lebih kreatif dan produktif 1 b. dan transparan] di kalangan masyarakat Terpeliharanya energi kolektif [rasa kebersamaan] masyarakat sebagai modal sosial pembangunan Penumbuhan kecerdasan sosial aparat. baik sebagai aparat pelayan publik maupun sebagai warga masyarakat Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku kehidupan masyarakat Terwujudnya kesadaran aparat dan masyarakat untuk menjaga sarana-sarana publik Terwujudnya layanan publik yang ramah dan amanah sebagai implementasi dari nilai-nilai agama Pengembanga n kesadaran aparat dan masyarakat untuk menjaga lingkungan e. Implementasi dan aktualisasi pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Terwujudnya pemahaman yang sama tentang nilainilai agama sebagai basis nilai hidup bersama c. akuntabel. kapabel. dan tabligh [kredibel. fatonah. akuntabel. dan tabligh [kredibel. kapabel. URUSAN KEBUDAYAAN Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 17 . Meningkatkan upaya implementasi kesalehan sosial baik di kalangan aparat maupun seluruh unsur masyarakat Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan implementasi kesalehan sosial di kalangan aparat maupun seluruh unsur masyarakat Tersosialisasikannya prinsip dan nilai-nilai kesalehan sosial ke seluruh elemen aparat dan masyarakat Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku kehidupan aparat Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku berpolitik. dan transparan] di kalangan aparat Tersosialisasinya nilai-nilai shidiq. berbangsa dan bernegara Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam pelestarian lingkungan Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku pengembanga n seni dan budaya 9. Peningkatan pendidikan agama dan keagamaan serta pelayanan ibadah haji Program Pembinaan Lembaga Sosial dan Keagamaan Meningkatnya peran Lembagalembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Tahapan penguatan dan peningkatan peran lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan Penguatan dan pengembangan kapasitas para pemangku kepentingan [stake holders] pendidikan agama dan keagamaan Tersedianya perangkat hukum yang memadai untuk mengalihkan kebijakan kuota haji dari provinsi ke kabupaten/kota demi memenuhi rasa keadilan masyarakat Pengembangan mutu dan kompetensi para guru madrasah swasta Meningkatnya kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan. amanah. khususnya di kalangan madrasah swasta. yang akan memacu tanggung jawab sosial mereka.

pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2011 10 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 20 naskah Visualisasi khasanah budaya. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 50 orang Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 18 . 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. 50 orang Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 20 naskah Visualisasi khasanah budaya. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 15 naskah Visualisasi khasanah budaya. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 20 naskah Visualisasi khasanah budaya. kepurbakalaan dan Museum bagi pengembangan budaya daerah. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 15 naskah Visualisasi khasanah budaya. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2013 12 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2010 9 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali. INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tahapan pelestarian peninggalan sejarah Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 15 naskah Visualisasi khasanah budaya. KEBIJAKAN 2 Meningkatnya upaya revitalisasi nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal yang selaras dengan perkembangan zaman PROGRAM 3 Program Pengembangan Nilai Budaya SASARAN PROGRAM 4 Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. peninggalan kesejarahan . pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kal Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 5 naskah 0 Tahapan peningkatan aspekkesejarahan dan kenilaitradisionalan dalam upaya mem perkokoh jatidiri Identifikasi dan Konsep Desa Budaya Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda Tahapan peningkatan kontribusi nilai-nilai kearifan lokal peningkatan kualitas SDM Jawa Barat.NO. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2012 11 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. 1. 7 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. 5 buah Penyusunan Buku dan Sosialisasi Desa Budaya Jawa Barat Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2009 8 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali 1 a. Pameran keliling bersama Museum 1 kali.

Puisi bahasa Cirebon. 2. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. sastra dan aksara daerah Jawa Barat Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 50 orang. 1kali. komnitas masyarakat agraris. 50 orang. komnitas masyarakat agraris. 1 kali. SDM Museum. komnitas masyarakat agraris. 3 kali 300 orang 1 - - Terbinanya tenaga budaya. 1 kali. 300 orang Terbinanya tenaga budaya. 50 orang. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 50 orang. 50 orang. 1kali. 50 orang. 1 kali. 50 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 50 orang. SDM Museum. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 50 orang. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 300 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 300 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 1 kali. Puisi bahasa Cirebon. 1 kali. 1 kali. Puisi bahasa Cirebon. SDM Museum. SDM Museum. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. tokoh adat. Puisi bahasa Cirebon. 1 kali. 1 kali. 50 orang. 50 orang. 50 orang. 1 kali. 1 kali. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. Puisi bahasa Cirebon. 1kali. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 1 kali. 1 kali. 50 orang. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 1kali. komnitas masyarakat agraris. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 1 kali. 50 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 300 orang Terbinanya tenaga budaya. 50 orang. 1kali. 50 orang. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. tokoh adat. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap bahasa. 50 orang. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 1 kali. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda. SDM Museum. 300 orang Terbinanya tenaga budaya. 1 kali. Puisi bahasa Cirebon. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 50 orang. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 - Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs 2010 9 Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs 2011 10 Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs 2012 11 Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs 2013 12 Tertanamkan nya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs Terbinanya tenaga budaya. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 1 kali. 1 kali. tokoh adat. 1 kali. 50 orang. 1 kali. 50 orang. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. Puisi bahasa Melayu-Betawi. Puisi bahasa Cirebon. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 50 orang. tokoh adat. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 1kali. 1kali. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 50 orang. komnitas masyarakat agraris. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 50 orang. sastra dan aksara daerah Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap bahasa. tokoh adat. 3 kali 300 orang Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 19 .NO. 1 kali. Puisi bahasa MelayuBetawi. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 1 kali. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. komunitas masyarakat pesisir 2 kali.

2009 8 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 10 buah. 12 Kab/Kota - 1 Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 12 Kab/Kota - Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 1 kali. Penghargaan karya sastra daerah. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Purwakarta 2012 11 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 25 buah. 1 kali 15 orang. 1 kali 15 orang. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 12 Kab/Kota - Lomba menulis pidato berbahasa daerah. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Bogor 2010 9 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 15 buah. Lomba menulis pidato berbahasa daerah. Penghargaan karya sastra daerah. 7 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 10 buah. 2011 10 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 20 buah. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Priangan Timur. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali.NO. Meningkatnya pengelolaan dan pengakuan atas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam bidang seni dan budaya Tahapan penyusunan rumusan dan pengakuan tentang HAKI seni budaya Jawa Barat Jumlah penerbitan HAKI seni budaya Jawa Barat - Rumusan tentang HAKI seni budaya Jawa Barat 0 Sosialisasi tentang rumusan HAKI seni budaya Jawa Barat 5 jenis kesenian - 0 7 jenis kesenian 10 jenis kesenian 12 jenis kesenian 13 jenis kesenian 88 kali pergelaran 45 kali pergelaran dan 3 kali pameran 3. Penghargaan karya sastra daerah. 1 kali 15 orang. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 1 kali 15 orang. Kota Frekuensi penyelenggaran pergelaran seni budaya dan pameran di Taman Budaya Jawa Barat 42 50 kali pergelaran 58 kali pergelaran 66 kali pergelaran 74 kali pergelaran 80 kali pergelaran 24 kali pergelaran dan 1 kali pameran 15 kali pergelaran dan 1 kali pameran 25 kali pergelaran dan 1 kali pameran 30 kali pergelaran dan 1 kali pameran 35 kali pergelaran dan 2 kali pameran 40 kali pergelaran dan 2 kali pameran Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 20 . 50 orang b. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Bandung Raya. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 5 keraton - Lomba menulis pidato berbahasa daerah. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Cirebon 2013 12 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 30 buah. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 10 buah. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali. masyarakat dan swasta Frekuensi penyelenggaran seni budaya daerah di ruang publik dan di Kab. Penghargaan karya sastra daerah. 1 kali 15 orang. Meningkatnya apresiasi seni dan budaya daerah di kalangan pemerintah. 1 kali 15 orang. Mengembangkan jenis dan bentuk kegiatan pembangunan kebudayaan yang mampu secara nyata berkontribusi terhadap peningkatan apresiasi dan kesejahteraan masyarakat Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya 1. 1 kali 15 orang. 12 Kab/Kota - 2. Meningkatnya pengelolaan keragaman dan kekayaan budaya Jawa Barat Tahapan pelestarian keragaman dan kekayaan budaya serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Festival budaya Jawa Barat 1 kali. 12 Kab/Kota Partisipasi pada Festival Keraton Nusantara. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Cirebon. 12 Kab/Kota Partisipasi pada Festival Keraton Nusantara. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali. Penghargaan karya sastra daerah. Penghargaan karya sastra daerah. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali. Penghargaan karya sastra daerah. 12 Kab/Kota - Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 5 keraton - Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 1 kali 50 orang Lomba menulis pidato berbahasa daerah.

100 KUMKM 2. Meningkatnya akses teknologi bagi KUMKM 3. degung 105 kali. Pengembangan akses pasar melalui promosi dan kreasi produk KUMKM 249 KUMKM 200 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5.040 KUMKM 1.040 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1. peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 4 kali pergelaran 1 Frekuensi penyelenggaran seni budaya daerah di tingkat Internasional 0 2 kali pergelaran MISI 2 : Meningkatkan Pembangunan Perekonomian Regional Berbasis Potensi Lokal 1.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5. Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 1.000 org 1. Meningkatnya kinerja dan daya saing BUMD dalam rangka memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dn memberikan sumbangan terhadap keuangan daerah Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 21 . Meningkatnya kualitas kelembagaan koperasi 4.600 KUMKM 400 KUMKM 4.000 org 1. Kecil dan Menengah 1.000 wirausaha 250 wirausaha 25. degung 75 kali dan pameran 2 kali 7 105 kali pergelaran kesenian. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah komunitas yang berekspresi dan pameran di Anjungan Jabar TMII Jakarta Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 116 kali pergelaran kesenian.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5. dan wirausaha yang berdaya saing serta penyerapan tenaga kerja Jumlah wirausaha baru per tahun Jumlah wirausaha yang berdaya saing per tahun Tingkat penyerapan tenaga kerja per tahun Kualitas kelembagaan KUMKM per tahun (standarisasi.100 KUMKM 25.000 KUMKM 43 KUMKM 484 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD sebesar 10% 53 KUMKM 484 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 3. degung 105 kali.100 KUMKM 25. KECIL DAN MENENGAH Menguatkan kelembagaan.600 KUMKM 400 KUMKM 4. peragaan kerajinan 52 dan pameran 4 kali 2 kali pergelaran 2010 9 105 kali pergelaran kesenian.000 org 1.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5. Mendorong penumbuhan wirausaha.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5. degung 105 kali.NO.600 KUMKM 400 KUMKM 4.100 KUMKM 1.000 wirausaha 250 wirausaha 5. URUSAN KOPERASI USAHA MIKRO.000 KUMKM 1. pembiayaan.600 KUMKM 400 KUMKM 4.100 KUMKM 25. Kecil dan Menengah 1.600 KUMKM 400 KUMKM 4.040 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1. Usaha Mikro. peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 4 kali pergelaran 2013 12 125 kali pergelaran kesenian.040 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1. Meningkatnya akses permodalan bagi KUMKM 2. degung 105 kali.000 org 1. dan peluang pasar KUMKM 1. peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 2 kali pergelaran 2011 10 116 kali pergelaran kesenian. peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 4 kali pergelaran 2012 11 120 kali pergelaran kesenian.600 KUMKM 400 KUMKM 4. degung 12 kali dan pameran 3 kali 2009 8 105 kali pergelaran kesenian. Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi.100 KUMKM 25. degung 105 kali.040 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.000 org 1.000 org 1.100 KUMKM 25. Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi.600 KUMKM 400 KUMKM 25 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 2. akreditasi dan sertifikasi) Tingkat kapasitas SDM KUMKM per tahun Ketersediaan aspek legalitas bagi KUMKM per tahun Ketersediaan sarana dan parasana bagi KUMKM per tahun Akses permodalan ke lembaga keuangan mikro per tahun Akses terhadap teknologi tepat guna per tahun Promosi Produk KUMKM per tahun melalui : Jaringan KUMKM Pameran KUMKM Kontribusi keberadaan BUMD terhadap PAD per tahun 6. Usaha Mikro.

PK sebesar Rp 211 milyar 7 Jumlah penyaluran Kredit PD.715 32.PK sebesar Rp 232 milyar 2013 12 Jumlah penyaluran Kredit PD.BPR dan PD. produktivitas dan kualitas produk pertanian Pengembangan Bibit Ternak Peningkatan Kelahiran Ternak melalui Inseminasi Buatan Penyelamatan/Pemanfaatan Ternak Bibit Hasil IB melalui penjaringan ternak bibit dan pengembangan rearing (ekor) 8% 250 10% 250 12% 1000 15% 1000 15% 1000 15% 1000 15% 1000 Pengembangan Sentra Bibit/Village Breeding Center (VBC) Peningkatan Kualitas Genetik Ternak Bibit melalui penerapan program breeding dan sistem informasi Pengembangan Akseptor IB Sapot Pengembangan Produksi Bibit di UPTD Pengembangan Pertanian Terpadu Pembenahan penyediaan pakan sepanjang Tahun Pemanfaatan dan konversi limbah pertanian Pengembangan wilayah produksi Hijauan Makanan Ternak (HMT) 4 klpk 10 klpk 20 klpk 25 klpk 30 Klpk 40 klpk 40 klpk 16 Kab 16 Kab 18 Kab 18 Kab 18 Kab 18Kab 18 Kab 30000 10% 7 Klpk 36000 10% 8 Klpk 40 10% 50 Klpk 50 0.328 56.052 5.892 36.BPR dan PD.593 41.193 68.593 41. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 2.172 3. URUSAN PERTANIAN Meningkatkan produksi dan nilai tambah hasil pertanian Program Peningkatan Produksi Pertanian 1.513 29.595 26.PK sebesar Rp 215 milyar 2009 8 Jumlah penyaluran Kredit PD.PK sebesar Rp 228 milyar 2012 11 Jumlah penyaluran Kredit PD.819 3.648 51.052 3.794 35.704 28.368 25. Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non Perbankan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Akses Keuangan Perbankan Lembaga Non Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Jumlah penyaluran Kredit PD.260 62. URUSAN KERJA TENAGA Program Peningkatan Kesempatan Kerja Terselenggaranya Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja melalui Informasi Pasar Kerja (IPK) Mekanisme AKAD Mekanisme AKL Mekanisme AKAN Perluasan produktif lapangan kerja Jumlah pengakses 18.466 4.BPR dan PD.PK sebesar Rp 223 milyar 2011 10 Jumlah penyaluran Kredit PD.PK sebesar Rp 237 milyar 1 2.394 32.715 Perluasan Kesempatan Kerja Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan kerja yang kerja yang kerja yang kerja yang 3.995 29.031 23.BPR dan PD.041 32.059 79.1 50 Klpk 60 10% 50 Klpk 70 10% 50 Klpk 100 10% 50 Klpk 25 Klpk 50 Klpk 50 Klpk 50 Klpk 50 Klpk 50 Klpk 2 Kab 5 Kab 5 Kab 5 Kab 5 Kab 5 Kab Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 22 .581 40.PK sebesar Rp 219 milyar 2010 9 Jumlah penyaluran Kredit PD. Meningkatnya produksi.648 51.462 45.654 21.395 51.BPR dan PD.059 79.405 5.NO.BPR dan PD.BPR dan PD.196 23.270 47.112 4.202 32.

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 pegembangan intensifikasi HMT Pengujian pakan secara laboratories (sample) Pengembangan plasma nutfah (Domba Garut, Kambing, Itik dan Ayam Buras) Restrukturisasi Perunggasan Produksi Sayuran (ton) Produktivitas Sayuran (%) Meningkatnya Produksi Buah2han ton) Meningkatnya Produksi Tan. Obat (ton) Meningkatnya Produksi Tan. Hias (tangkai) Produksi perkebunan bermutu dan bebas residu Maksimalisasi produktivitas Pemenuhan kualitas mutu Peningkatan luasan lahan perkebunan produktif dengan komoditas unggulan Pengembangan Kawasan/klaster usaha peternakan (lokasi) Pembenahan lingkungan industri peternakan Pengembangan sistem usaha ternak harapan yang berkelanjutan Pengembangan urban farming dalam membuka lapangan kerja masyarakat di sekitar perkotaan Pengembangan tenaga teknis peternakan mandiri (Dokter Hewan, Sarjana Peternakan, Inseminator, Technical Service, ATR, PKB, Recorder,Vaksinator dll) dan Program Sarjana Membangun Desa (SMD) Pembentukan modelmodel konservasi ternak lokal penghasil tenaga kerja)

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 18 Kab 600 10 Klpk 2009 8 18 Kab 1000 15 Klpk 2010 9 18 Kab 1.2 15 Klpk 2011 10 18 Kab 1.5 20 Klpk 2012 11 18 Kab 1.75 20 Klpk 2013 12 18 Kab 2 20 Klpk

1

500 5 Klpk

10 Kab 2,945,753 4 3,036,320 114,690 80,787,154 3,615,393 4 3,032,371 108,287 74,768,132 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 39 % 2,713,731 4 2,990,060 1,814,075 82,920,233 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 13 %

15 Kab 2,820,336 4 3,139,563 1,904,779 86,402,949 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 18 %

15 Kab 2,927,909 4 2,691,753 1,995,483 89,885,664 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 18 %

15 Klk 3,036,451 4 2,782,704 2,086,186 93,368,380 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 18 %

15 Klpk 3,145,966 4 2,873,656 2,176,890 96,851,096 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 18 %

9 komoditas konsumsi perkebunan N/A N/A

2.

Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pertanian, perkebunan dan peternakan

N/A N/A N/A

4

4 2 Kab 5 Klpk

5 5 Kab 10 Klpk

6 5 Kab 20 Klpk

10 5 Kab 20 Klpk

N/A

1 Kota

3 Kota

3 Kota

3 Kota

3 Kota

N/A

50 orang

100 org

100 org

100 org

100 org

N/A

5 Lok

5 Lok

5 Lok

5 Lok

5 Lok

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

23

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Penyerapan kesempatan kerja di sektor pertanian Penyerapan tenaga kerja bidang perkebunan (orang) Optimalisasi UPTD Pengembangan Perbibitan Ternak Optimalisasi UPTD Pelayanan Pengujian penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner secara laboratories Optimalisasi UPTD Pengujian Sarana Peternakan secara laboratories Penataan RPH/RPU Pengembangan Pos IB Mandiri Pengembangan Pos Keswan Mandiri Tersedianya Pupuk: Urea SP-36 ZA NPK Organik Tersedianya sarana Alsintan
Peningkatan luas areal perkebunan rakyat (%)

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 189.000 7 198.874 106.080 5 UPTD 5 UPTD 2009 8 208.817 40.410 5 UPTD 2010 9 261.021 106.410 5 UPTD 2011 10 287.123 106.410 5 UPTD 2012 11 315.836 106.410 5 UPTD 2013 12 347.419 106.410 5 UPTD

1

3.

Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

1 Lok

730.000 29.000 95.000 10.000 60 %

708.416 148.000 65.655 126.000 22.500 60 % 39

678.070 120.000 60.000 148.060 53.000 70 % 13 1 50 kec

666.755 100.000 55.600 166.000 64.700 70 % 18 1 150 Kec

647.041 87.200 50.000 180.000 75.800 80 % 18 1 300 Kec

6.238.000 77.900 45.550 190.000 87.000 80 % 18 1 -

609.450 70.000 41.150 198.000 100.000 80 % 18 1 -

4.

Meningkatnya multi aktivitas Agribisnis (Gemar) Terlaksananya inovasi dan teknologi pertanian yang ramah lingkungan

5.

Pengembangan kawasan Agropolitan di Kabupaten Penyerapan tenaga kerja pertanian, Perkebunan, Peternakan Perikanan dan Kehutanan di kecamatan Padi (Kel) PTT SRI Sayuran (kab) Penggunaan teknologi tepat guna pada pengendalian kebun petani dari gangguan OPT secara PHT dan pelstarian musuh alami (kab) Pengembangan perencanaan partisipatif dan pembangunan peternakan berkelanjutan yang ramah lingkungan Pengembangan teknologi tepat guna didalam

8 Kab --

1 --

8 22 14

8 24 14

8 24 5 14

8 24 10 14

8 24 10 14

8 24 10 14

8 24 10

10 Kab

10 Kab

10 Kab

10 Kab

10 Kab

2 Klp

4 Klp

10 Klp

10 Klp

10 Klp

10 Klp

10 Klp

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

24

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 budidaya ternak sesuai keb lokal Penerapan sistem Usaha dengan pemanfaatan dan penggunaan bioteknologi dan biosafety (Good Farming Product) Penyebaran dan penerapan teknologi pengolah limbah pertanian untuk pakan ternak Pengembangan BATAMAS (Biogas Asal Ternak Bersama Masyarakat) dan pengolahan manure sebagai pupuk kandang Menurunnya tingkat kehilangan hasil akibat penanganan panen dan pasca panen Komoditas Padi Penyuluh PNS pada Pelatihan Teknis Manajemen PL I, II, dan III (orang) Penyuluh THLTB-PP pd pelatihan teknis manajemen (org) Penyuluh swadaya binaan Distan Jabar (orang) Pelatihan petani muda, tokoh tani menjadi penyuluh swadaya (org) Terfasilitasinya P4S (Kelompok) Terfasilitasinya model pengemb agribisnis Ikamaja (org) Meningkatnya Kelompok tani menjadi Gabungan Kelompok tani Terbenahinya Kelompok Tani (klp) Terfasilitasinya temu teknologi penyuluh dan peneliti (klp) Penyampaian informasi teknologi pertanian, melalui: -media cetak (materi) -media elektronik (kali) Terfasilitasinya kelembagaan BPP (unit)

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12

1

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

3 Klpk

1 klp

3 Klpk

3 Klpk

3 Klpk

3 Klpk

3 Klpk

6.

Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen

14,5 % 282

14,0 % 308

13,5 % 384

13,0 % 359

12,5 % 385

12,0 % 436

11,5 % 462

Program Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian

1.

Meningkatnya kinerja sumber daya pertanian Jawa Barat

128 48 129

139 45 140

151 71 152

163 97 164

174 123 175

198 149 199

209 175 210

8 6

8 7

9 7

10 8

11 9

12 10

13 10

120

131

142

153

164

185

196

2.853 2

3.112 4

3.372 6

3.631 8

3.890 10

4.409 12

4.668 14

5 12 426

10 12 426

15 12 426

20 12 426

25 12 426

30 12 426

35 12 426

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

25

000 3.586 3.NO.450 5.423 1 kali 2009 8 378 104 7.354 250.527 111.500 50 3 1 2 - 22.500 4.277 380.461 111.387 250.000 22.000 400 20 1 10 10 10 8 14.300 3.000 300 6 1 8 10 12 6 18.750 100 34 1 10 10 19 5 15.375 380.732 1 kali 2012 11 494 104 7.900 3. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Terselengaranya kursus dg metoda SL bagi KWT (kelompok) Meningkatnya PSK Petugas TGA (org) Meningkatnya Kinerja Kelompok P3A (unit) Peningkatan Aksesibilitas terhadap sumber daya finansial dan investasi Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Peternakan di Jawa Barat Penguatan kelembagaan kelompok tani ternak dan jaringan usaha Pengembangan dan perkuatan data statistik dan sistem informasi peternakan Peningkatan SDM peternakan Peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya perkebunan (%) Peningkatan kinerja perkebunan dalam pengendalian OPT tanaman perkebunan berdasarkan prinsipprinsip PHT (%) Meningkatnya Luas cakupan Lahan yang teririgasi -teknis -1/2 teknis -pedesaan Tersedianya Infrastruktur pertanian: -Jitut -Jides Menurunnya Luas konversi lahan Pertanian Meningkatnya Konservasi DAS hulu Meningkatnya Teknologi SRI Tersedianya Pompa dangkal Tersedianya Irigasi tanah dalam Tersedianya Embung Tersedianya Dam parit Tersedianya Irigasi sprinkel Tersedianya Irigasi tetes Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 320 104 12.000 7 349 104 6.600 3. Meningkatnya kualitas tata guna lahan dan air serta terkendalinya konversi lahan pertanian 380.700 3.489 111.179 5.600 6.386 111.992 1 kali 2013 12 523 104 8.500 200 6 1 8 12 10 8 16.000 8 2 1 1 6.500 600 30 1 12 16 12 16 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 26 .423 111.473 380.472 1 kali 2011 10 436 104 7.489 111.632 2.228 380.321 250.342 1 kali 2010 9 407 104 7.262 1 kali 1 1 unit 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1000 org 200 org 25 330 org 25 840 org 25 25 1000 org 25 1000 org 25 1000 org 25 25 25 25 25 25 25 25 2.674 16.800 3.343 250.982 3.424 380.900 2.400 5.365 250.825 20.576 3.794 14.318 12.348 111.326 380.550 4.376 250.332 250.

ternak. Flu Burung ds Brucellosis Rabies Penguatan dukungan teknis pelayanan kesehatan hewan dan kesmavet Meningkatkan mekanisme pengawasan pengendalian penyakit hewan Meningkatkan keragaan infrastruktur pelayanan teknis dan laboratorium keswan dan kesmavet Pengembangan penerapan sistem Jaminan Mutu BAH dan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 3 37 7 2 9 2009 8 1 2 2010 9 2 30 2011 10 2 24 2012 11 2 28 2013 12 3 32 1 80 125 200 100 25 5 200 150 60 5 250 200 100 5 300 250 125 5 350 300 150 5 400 350 125 5 5 5 5 5 5 5 1 kl 4 lok 4 lok 4 lok 4 lok 4 kab 4 kab 4 kab 4 Kab Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tanaman. ternak dan Ternak 1.Areal hortikultura Peningkatan fungsi lahan kritis berdasarkan kaidah konservasi tanah dan air (%) Pemanfaatan lahan cadangan HGU perkebunan’ (%) Pengembangan mekanisme dan pemanfaatan sumberdaya lahan peternakan dan Penetapan Tata Ruang Peternakan Pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya air untuk produksi peternakan Menurunnya Luas serangan 9 OPT Utama Terkendalinya serangan hama dan penyakit perkebunan Menurunnya serangan OPT tanaman perkebunan Perkuatan sarana dan prasarana pencegahan dan pemberantasan Penyakit Hewan Menular Anthrax.Lahan kering .959 14 120. Terkendalinya hama dan penyakit tanaman.NO.154 14 10 118.965 14 10 117375 14 10 8 Kab 1 jt ds 15 Kab 25 Kab/K 1 UPTD 8 Kab 25 jt ds 15 Kab 2 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 lok 1 lok 1 lok 1 lok 25 Kab/ 25 Kab/ 26 Kab 26 Kab 26 Kab 26 Kab 26 Kab Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 27 .Cetak sawah .752 14 10 119. dan ikan 120. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tersedianya Pompa hydran Tersedianya Air permukaan Meningkatnya Perluasan areal lahan: .354 14 10 119.558 14 10 117.

Meningkatnya sarana pengolahan hasil pertanian.000 47.500 5.000 3.000 6.000 12.837 1. perikanan dan kehutanan 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 8 0 0 16 0 0 25 1 - - 4 1 4 1 - 6 1 8 6 16 20 16 20 26 26 26 - - 1 26 4 2 26 6 2 26 6 2 26 6 2 26 6 2 5 kali 12 kali 2 5 kali 12 kali 2 5 kali 12 kali 2 1 keg 5 kali 12 kali 2 1 keg 5 kali 12 kali 2 1 keg 5 kali 12 kali 2 1 keg 5 kali 12 kali 2 1 keg 2. Perikanan dan Kehutanan 1. Perkebunan.000 13.000 6.000 5 110.000 45.000 6. perkebunan.000 6.850 50.108 6. perkebunan.000 5.197 6.000 5 110.000 5.000 5. peternakan.615 5 2 5 2 Lok 14 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 28 .000 14. peternakan. Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian.000 40. Peternakan. perikanan dan kehutanan - 3 120.500 6.000 10. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 HBAH Mendukung lembaga swasta memasuki industri jasa pelayanan keswan dan kesmavet Penerapan GDP (good distribution product): -Database distribusi -Penyusunan regulasi -Penerapan GDP Meningkat dan berkembangnya sarana dan prasarana pasar: -STA -Pasar bunga -Pasar tani -Pasar lelang -Pasar tradisional Berkembangannya sarana dan prasarana informasi pasar: -Pengiriman data -Diseminsai data Fasilitasi kemitraan pemasaran hasil perkebunan Fasilitasi promosi produk perkebunan Fasilitasi pemasaran melalui lelang produk Fasilitasi psar komoditi (lokasi) Penguatan aspek pemasaran dan pasar produk ternak -Sabit bergerigi -Terpal -Pedal thresher -Power thresher -Dryer -RMU Fasilitasi Unit Pengolahan Hasil (UPH) perkebunan UPH memenuhi standar mutu produk Produk yang memenuhi standar mutu produk Pengembangan Sistem Rantai Dingin Susu Mendorong pengembangan RPH dan RPU yang memenuhi standar NKV Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 5 unit 2011 10 5 unit 2012 11 5 unit 2013 12 5 unit 1 Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian.000 5 120.NO.982 5.000 4.000 5.000 5 100.057 53.

Pertanian .000 1.200 orang 1.dan infrastruktur Penerapan standar mutu pengawasan sistem jaminan mutu Meningkatnya kualitas hasil produksi olahan pangan di 26 kabupaten dan kota Pengolahan Padi Pengolahan Palawija Pengolahan Sayuran Meningkatnya keuntungan industri kecil dan menengah di bidang pengolahan pangan pada Tingkat nilai tambah diversifiaksi produk terhadap pendapatan usaha tani perkebunan (%) Sosialisasi penerapan sistem grading produk Penyusunan Road Map Pengolahan Hasil Peternakan Pengembangan sistem Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 1 Keg 7 1 Keg 10 2009 8 1 Keg 12 31 355 10 2010 9 1 Keg 2 7 75 10 2011 10 1 Keg 2 6 75 10 2012 11 1 Keg 2 6 75 10 2013 12 1 Keg 2 6 55 10 1 3.925 2% 1.056 2.457 2% 1.528 559.414 2.000 420. Meningkatnya pengolahan hasil pertanian.388.Perkenunan . Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Pengembangan sistem informasi pasar peternakan -Silo Jagung -Dryer Jagung -Corn sealler Mutu hasil produk hasil olahan sesuai standar produk (%) Meningkatnya penerapan teknologi pada industri kecil di bidang pangolahan pangan di 26 Kab/Kota .714 2% 10 10 10 10 10 10 1 keg 1 unit 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 29 .111.625 2% 936.538.500 orang 1.207.022 676.746 744.103 614.428.Perikanan . perkebunan.Kehutanan .000 2% 672.200 1.919 2% 1.800 orang 4.000 1. perikanan dan kehutanan 570.NO. perikanan dan kehutanan 5% 1% 5% 1% 100 orang 5% 15 5% 1% 200 orang 5% 2% 5% 1% 500 orang 2 lok 5% 2% 5% 1% 800 orang 2 lok 5% 3% 5% 1% 1200 orang 2 lok 5% 3% 5% 1% 1500 orang 2 lok 5% 4% 5% 1% 1800 orang 2 lok 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 100 orang 200 orang 500 orang 800 orang 1. kelembagaan konsumen. perkebunan.596. peternakan.105.836.600 462. peternakan.(Dinas Teknis) Meningkatnya kualitas hasil produksi olahan pangan di 26 kab Kota Mendorong tumbuhnya industri pengolahan produk ternak berskala rumah tangga.668 508.020 1.922 1.500 2% 793.304.050.

3% 61.100 Set SKA 90 % Laju Pertumbuhan ekspor Jawa barat Laju Pertumbuhan impor Jawa Barat Jumlah penerbitan SKA per tahun Program Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam negeri 1.NO.23 Milyar 3.4 Juta Ton US $ 24.70 Milyar 4. tradisional dan mencerminkan jati diri masyarakat Jawa Barat Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 1.5 juta Wisman 5. Meningkatnya distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis. akreditasi dan sertifikasi) Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat 60 % 70 % 60 % 30 % 65 % 75 % 65 % 35 % 70 % 80 % 70 % 40 % 75 % 85 % 75 % 50 % 80 % 85 % 80 % 55 % 85 % 90 % 85 % 60 % 85 % 90 % 85 % 65 % 4.9 Milyar 10.4% 61.7 Milyar 7. Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri Meningkatnya fungsi sarana dan prasarana perdagangan (GEMPITA) Jumlah transaksi produk agro Jawa Barat per tahun Tingkat penggunaan produk dalam negeri Tersedianya sarana dan prasarana perdagangan yang 122 Milyar 150 Milyar 200 Milyar 300 Milyar 400 Milyar 500 Milyar 600 Milyar 80 % 70 % 80 % 70 % 80 % 75 % 85 % 75 % 85 % 80 % 90 % 85 % 90 % 85 % Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 30 .8% 70.950 Set SKA 85 % 12.8 Juta Ton US $ 23.3% 8. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jaminan Mutu Meningkatnya keuntungan industri kecil dan menengah di bidang pengolahan pertanian Tersedianya objek wisata yang berkualitas dan berwawasan lingkungan Jumlah masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan pariwisata Tersedianya sarana prasarana pendukung pariwisata Tingkat mutu dan pelayanan pariwisata Ketersediaan informasi pariwisata Tingkat penyerapan tenaga kerja pariwisata Jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat per tahun Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 2 % 7 2 % 2009 8 2 % 2010 9 2 % 2011 10 2 % 2012 11 2 % 2013 12 2 % 1 4.800 Set SKA 85 % 11.7% 61.5% 8.22 Milyar 4. 3.6% 8.2% 71. pelayanan dan informasi pariwisata Meningkatnya sumber daya pariwisata (Standarisasi. Efisiensi dan efektivitas distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis 5. 3.5 juta Wisnus 850 Rb Wisman • • 38.7 Juta Ton US $ 7.9% 8.65 Milyar 3.3 juta Wisman • • 45 juta Wisnus 1. Meningkatnya sarana dan prasarana pariwisata Meningkatnya kualitas.2% 8.94 Milyar 3.7% 8.2 Juta Ton US $ 21.6 Milyar 7.2% 61. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata 1.5 juta Wisnus 500 Rb Wisman • 40 juta Wisnus • 1 juta Wisman • 42 juta Wisnus • 1.2 Juta Ton US $ 9.10 Milyar 2. • 35 juta Wisnus • 500 Rb Wisman • • 37.8 Juta Ton US $ 9. Meningkatnya Jawa Barat ekspor-impor volume dan nilai ekspor Jawa Barat per tahun volume dan nilai impor Jawa Barat per tahun 9.300 Set SKA 80 % 11. URUSAN PERDAGANGAN Meningkatkan akses distribusi perdagangan dan Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor 1.000 Set SKA 80 % 10.2 Juta Ton US $ 19.1 Milyar 7.8 Juta Ton US $ 10.2% 58. Meningkatnya kualitas objek dan daya tarik wisata 60 % 65 % 70 % 75 % 80 % 85 % 85 % 70 % 70 % 80 % 80 % 85 % 85 % 85 % 2.1% 9. URUSAN PARIWISATA Meningkatkan keunggulan daya tarik wisata melalui pengembangan produk wisata yang unik.6 Juta Ton US $ 8.3 Juta Ton US $ 10.6 Milyar 8.2 juta Wisman • 43 juta Wisnus • 1.000 Set SKA 75 % 2.1Milyar 7.7 Juta Ton US $ 18.1 Juta Ton US $ 8.7 Juta Ton US $ 20.51 Milyar 4.200 Set SKA 90 % 13 Juta Ton US $ 25.3 Milyar 6.

Meningkatnya perlindungan terhadap konsumen dan produsen 5 Kali 5 Kali 10 Kali 5 kali 6 Kali 6 Kali 7 Kali 20 % UTTP : 1.592 Perusahaan 4.530 Perusahaan 4.465.820 SIUP 25 % UTTP : 2.920 buah BDKT : 1.000 TDP dan 20.000 TDP dan 19.828 Orang 4.943.452.719 Orang 211.000 SIUP 40 % UTTP : 3.000 TDP dan 21.370 Orang 1.134 Orang 1.230 buah 58. Meningkatnya Penguasaan Teknologi Industri Meningkatnya Penyerapan tenaga kerja oleh industri besar 1.421 Orang 222.958.842 unit 2.559 Orang 245.250 buah 60.325 Orang 1.179 TDP dan 19.105 buah 53.385 Orang 7.672 unit 2.678. Meningkatnya pengawasan barang beredar dan jasa Tingkat pengawasan barang beredar per tahun Tingkat Advokasi perlindungan konsumen per tahun Tingkat Penyelesaian sengketa konsumen Jumlah peneraan UTTP dan BDKT per tahun 15 Kali 5 Kali 10 Kali 15 kali 6 Kali 10 Kali 15 Kali 2. Meningkatnya unit usaha industri kecil menegah Meningkatnya penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah Meningkatnya pelayanan terhadap pelaku usaha IKM Meningkatnya sinergitas pengembangan industri Jumlah wirausaha industri kecil menengah Tingkat Penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah Tingkat pelayanan usaha IKM Tingkat koordinasi dan konsolidasi industri Jumlah Keterlibatan perusahaan dalam pengembangan klaster industri Penerapan standarisasi dan sertifikasi industri Tingkat penyerapan tenaga kerja oleh industri besar 195. URUSAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Meningkatkan pengusahaan dan nilai tambah produksi sumber daya mineral Pengembangan Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi Meningkatkan pembinaan nilai tambah produksi pertambangan skala kecil Jumlah usaha penambangan yang dibina 2 Penambang skala kecil (PSK) yg dibina dari 508 IUP Fasilitasi pembinaan PSK di kab.561 Perusahaan 4.291.342 Orang 233.901.780 Orang 199.240 buah 59.731.285.210 buah 56.000 SIUP 50 % UTTP : 5.900 SIUP 30 % UTTP : 2.738.878 unit 1. Program Penataan struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 1.500 SIUP 45 % UTTP : 4.956 Orang 205.000 TDP dan 20.125.965.500 Perusahaan 3. 3.377.556 unit 2.337 Orang 90 % 80 % 120 Perusahaan 3.500 SIUP 3.796 unit 1. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 memadai Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan perdagangan 1.145 buah BDKT : 1.964 buah BDKT : 1.950 SIUP 35 % UTTP : 3.220 buah 57.989 Orang 1.118.788 buah BDKT : 1. 2.624 Perusahaan 4.156 buah BDKT : 1.200 buah 55.656 Perusahaan 4.997. Meningkatnya tertib usaha dan tertib ukur/takar/ timbang dan perlengkapannya Jumlah wajib daftar perusahaan per tahun 6.NO. 40 % 70 % 80 Perusahaan 50 % 80 % 85 perusahaan 60 % 80 % 90 Perusahaan 70 % 80 % 95 Perusahaan 80 % 80 % 100 Perusahaan 80 % 80 % 110 Perusahaan 2.335.832 Orang 1.234 unit 2.056.600 buah BDKT : 1.281.304 buah BDKT : 1.000 TDP dan 21.044.224.207.000 TDP dan 19. URUSAN INDUSTRI Meningkatkan nilai produk industri tambah Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 1.434 unit 2. Pembinaan 3 PSK Pembinaan 5 PSK Pembinaan 5 PSK Pembinaan 5 PSK Pembinaan 5 PSK Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 31 .

URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Meningkatkan pengelolaan sumber daya kelautan Program Pengembangan Budi Daya Perikanan 1. dan pajak air tanah 2013 12 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.Fasiliatsi investasi sektor migas .189 ton 1. hatchery. dan panas bumi .158 ton 15. pertambangan umum. pertambangan umum.Integrasi pengembangan infrastruktur energi dan listrik dalam pengembangan wilayah .604 ton 14. pertambangan umum. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Meningkatkan potensi penerimaan daerah dari sumber daya mineral INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Nilai Perolehan Air (NPA). Prasarana perikanan (kolam.Penyusunan Perda Ketenagalistrikan .040 milyar ekor 145. dan pajak air tanah 2011 10 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas. Meningkatnya ketersediaan dan pendistribusian benih/induk yang berkualitas Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan 3.00 0 ekor 2.288 ton 168.Fasiliatsi investasi sektor migas .733 ton 145.Penyediaan data potensi dan kondisi migas hulu .178 ton 26.400. laboratorium) Peralatan perikanan di balai Operasionalisasi Balai benih Ikan 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 32 .875 ton 12. Bagi hasil pertambangan umum.727 ton 138.960 ton 132.Integrasi pengembangan infrastruktur enrgi dan listrik .801 ton 31.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam operasi migas hulu .Pemantauan pelaksanaan comdev dalam opersi migas hulu 8.000 ekor 168.Fasilitasi Forum Energi daerah Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrik-an dan energi Mengembangkan pemanfaatan sumur migas Tingkat fasilitasi investasi - Identifikasi pemanfaatan sumur migas .494 ton 94.219 ton 13.Fasiliatsi investasi sektor migas .Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah.490 ton 160.825 ton 42.053 ton 11.780 ton 104.015 ton 34.Fasilitasi prospek investasi sektor migas . . dan pajak air tanah.782 ton 31. dan pajak air tanah 2010 9 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.879 ton 1.073 ton 16.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam opersi migas hulu .755 ton 38.280 ton 13.Fasiliatsi investasi sektor migas .237 ton 29.666 ton 36.955 ton 1.472 ton 109. penerimaan migas Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 Penghitungan NPA dan bagi hasil migas 2009 8 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.138. Juklak dan Juknisnya . Meningkatnya perikanan produksi Produksi perikanan budidaya tambak Produksi perikanan budidaya kolam Produksi perikanan budidaya karamb Produksi perikanan budidaya laut Produksi perikanan budidaya sawa Produksi perikanan budidaya kolam air dera Produksi perikanan budidaya jaring apung benih ikan untuk budidaya 90.073 ton 40. pertambangan umum.944 milyar ekor 153.970 ton 153.000 ekor 160.NO.759 ton 125.4 milyar ekor 138. pertambangan umum.Integrasi pengembang an infrastruktur enrgi dan listrik 1 Pemantapan pranata pengelolaan energi Ketersediaan pedoman dan aturan - Pembentukan Forum Energi Daerah.280 ton 1.344 ton 14.958 ton 1.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam operasi migas hulu .895 ton 1.464.375 ton 13.921 ton 1.517.652.814 ton 29.393 ton 32. dan pajak air tanah 2012 11 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.071 ton 35.412 ton 15.352 ton 38.161 ton 12.958 ton 121.121 ton 99.Penyusunan Perda Energi .105 ton 11.860 ton 24 milyar ekor 132.334 ton 15.240.950 ton 13.195 ton 115.421 ton 125.

Terkendalinya pemanfaatan sumber daya kelautan 9. Ketersediaan pangan terutama Peningkatan Jumlah Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 33 . Meningkatnya sarana pengolahan hasil perikanan 2 lokasi 20 jenis 3 lokasi 20 jenis 4 lokasi 20 jenis 5 lokasi 20 jenis 5 lokasi 20 jenis 5 lokasi 20 jenis 5 lokasi 20 jenis 10. 5. URUSAN KETAHANAN PANGAN Peningkatan Ketersediaan.760 2 lokasi 10 unit 10 unit 15. Meningkatnya produksi dan produktivitas nelayan 30% 162.824 orang 5 balai 7 798.919.449.387 ton Rp.189.159 ton 131.830 2 lokasi 10 unit 10 unit 13.207 ton 10 unit 17.348 orang 5 balai 2010 9 838.303 orang 5 balai 1 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 8.967 ton 141.777 orang 5 balai 2012 11 881. Meningkatnya pengolahan hasil perikanan Pengembangan Tangkap Perikanan 11.153. 114.882. Meningkatnya sarana dan prasarana perikanan tangkap 3.140 2 lokasi 10 unit 10 unit 217.150 2 lokasi 10 unit 10 unit 30% 207.819 ton 152.271 orang 5 balai 2013 12 903.387 ton 122.926 ton 10 unit 30% 187.715.591 ton Rp. Meningkatnya sarana pemasaran hasil perikanan 23 unit 5 lokasi 3 lokasi 23 unit 8 lokasi 3 lokasi 25 unit 8 lokasi 3 lokasi 25 unit 10 lokasi 3 lokasi 28 unit 10 lokasi 3 lokasi 28 unit 10 lokasi 3 lokasi 28 unit 10 lokasi 3 lokasi 9. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 4.229 ton 30% 170.908 ton 10 unit 16.210 2 lokasi 10 unit 10 unit 30% 197.714 ton 163. payau dan tawar Aneka produk olahan hasil budidaya perikanan Informasi pengendalian hama penyakit ikan dan Udang Anti virus Terselenggaranya Pengendalian Hama Penyakit Meningkatnya jumlah pasar ikan Meningkatnya jumlah sentra pasar ikan hias Meningkatnya sarana prasarana TPI jumlah kawasan industri pengolahan hasil perikanan Tersedianya aneka produk olahan hasil perikanan Tingkat harga produk komoditas perikanan Produksi perikanan laut Produksi terumbu karang buatan Produksi perikanan perairan umum Meningkatnya pendapatan nelayan Meningkatnya prasaranan PPI Meningkatnya sarana penangkapan ikan Rumponisasi Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 778. 106. air payau dan air tawar Meningkatnya nilai tambah usaha pemanfaatan produk perikanan Terkendalinya serangan hama penyakit ikan dan udang INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat jumlah tenaga kerja (pembudidaya) Paket teknologi budidaya perikanan air laut.303 ton 10 unit 16.813. 7.540 2 lokasi 10 unit 10 unit 2.609 ton 10 unit 18.NO. 6. Meningkatnya margin pemasaran perikanan 1.990 2 lokasi 7 unit 7 unit 15.807 orang 5 balai 2011 10 859.373 ton 30% 178. Program Peningkatan 1. SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya penyerapan tenaga kerja perikanan Meningkatnya teknologi budidaya perikanan air laut.388 orang 5 balai 2009 8 818.

441 68.Polikulture Pemanfaatan Muara dan Talanca melalui KJA & Keramba Akselerasi Budidaya Laut Rumput Laut E. jagung.20 757.939 12.310 15.438 14.493 396.386 176.06 21. KEBIJAKAN 2 Akses dan keamanan pangan PROGRAM 3 Ketahanan Pangan SASARAN PROGRAM 4 pangan pokok (beras.70 606.026 10 236.udang .621 183.296 226.823 459.25 613.60 18.539 232.078.923 56.513 50.52 22.746 11.168 228.990 57.000 Ha 25 unit 50 unit 25 unit 5 Unit 100 Unit 15 Unit 25 Unit 5000 m 60 km 25 Unit 50 Unit 200 Unit 500.707 12.83 636.36 23.28 499.65 841.12 701.256 18.35 936.50 681.25 773.071 55.Rumput laut . telur. daging.253 66.331 216.12 20187 17.069 55. jagung.225 16. kedelai.899 10.000 Ha 25 unit 50 unit 25 unit 5 Unit 100 Unit 15 Unit 25 Unit 5000 m 60 km 25 Unit 50 Unit 200 Unit 500.822 11.543 54.655 506. kedelai.710 170.368 59.411.962.434 211.721 11.593 437.Bandeng . Cotoni Kerang Hijau Mangrove Rumpon Trumbu Karang Bauat Kapal Nelayan ( 1 GT ) (5 GT ) Revitalsasi Pasca Panen Penanganan Mutu (CCS) Pengolahan Pemasaran Rehabilitasi Infrastrktur Penahan Abrasi Penataan Saluran Tambak Penataan Pemukiman Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 9.947 246.753644 66.041 243.955 197.5 185.79 737.264 532.305 64.66 688.506 212.313 10 204. tenak dan ikan Padi Jumlah Produksi padi (ton) Produktivitas padi (ku/ha) Jagung Jumlah Produksi jagung (ton) jagung Produktivitas (ku/ha) Kedelai Jumlah Produksi kedelai (ton) Produktivitas kedelai (ku/ha) Daging (ton) Telur (ton) Susu (ton) Tingkat produksi perikanan budidaya Tingkat produksi perikanan tangkap (ton) Jumlah restocking ikan di perairan umum (juta ekor) Reposisi Komoditas Tambak dengan GAPURA .15 17.389 51.024 10 194.270 10 225.937 61.085 237.196 18.708 52.64 19.181 3.106. susu dan ikan) INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 produksi dan produktivitas padi.Nila .369 19.NO.323 10 - - 1500 5000 1000 2000 2500 Ha Ha Ha Ha Ha 1500 5000 1000 2000 2500 Ha Ha Ha Ha Ha 1500 5000 1000 2000 2500 Ha Ha Ha Ha Ha - - - - 25 Unit 50 Unit 200 Unit 500.00 553.14 577.484 416.000 ha 25 unit 50 unit 25 unit 5 Unit 100 Unit 15 Unit 25 Unit 5000 m 60 km - - - Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 34 .067 10 214.469.551.257 221.975 265.176 482.

ketersediaan dan konsumsi sepanjang tahun sampai tingkat rumah tangga N/A 2 Kabupaten 6 Kabupaten 9 Kabupaten 3 Kabupaten 17 Kabupaten 121 15 29.654 RTM) 45 Desa 200 ton gabah 200 Lumbung (1000 ton 200 Lumbung (1000 ton GKP) 2009 8 100 unit 60 km 10 unit 2 % atau (64.9 39.5 80.9 9 Kabupaten 115.8 23.657 RTM 120 Desa 1400 ton gabah 700 Lumbung (3500 ton 700 Lumbung (3500 ton GKP) 100% 1 3. serta menurunnya ketergantungan terhadap pangan pokok beras.1 8.1 12.7 1 Kabupaten 119.3 1.7 12.2 8.5 % atau (105.1 34. Meningkatnya pengendalian keamanan pangan Menurunnya Penggunaan bahan tambahan berbahaya pada komoditas 100 Orang 200 Orang 500 Orang 800 Orang 1100 Orang 1500 Orang 2.3 11.9 16.259RTM) 90 Desa 800 ton gabah 300 Lumbung (1500 ton 300 Lumbung (1500 ton GKP) 2011 10 100 unit 60 km 10 unit 3 % atau (77.6 1.1 8.2 79.550 RTM) 60 Desa 600 ton gabah 250 Lumbung (1250 ton 250 Lumbung (1250 ton gkp) 2010 9 100 unit 60 km 10 unit 2. Meningkatnya keanekaragaman konsumsi.3 11 Kabupaten 113. Tertatanya distribusi perdagangan beras dan Terciptanya stabilitas harga gabah sesuai dengan HPP Meningkatnya eksport/perdagangan antar pulau komoditas beras Terbentuknya pusatpusat kegiatan : Agribisnis perberasan Agribisnis terpadu Tingkat Konsumsi Pangan (kg/kap/tahun) Umbi-umbian Pangan Hewani Minyak dan Lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayur dan Buah Lainnya Berkembangnya Komoditas pangan lokal non beras 100% 100% 100% 100% 100% 100% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% N/A 1 Kabupaten 3 Kabupaten 6 Kab 9 Kab 3 Kab 17 Kab 1 Kabupaten 4.3 12.2 8.4 9.6 8.8 7.0 21.9 7.5 6 Kabupaten 116. dan kualitas pangan.493 RTM) 100 Desa 1000 ton gabah 400 Lumbung (2000 ton 500 Lumbung (2000 ton GKG) 2012 11 3.3 9.4 81.0 7.000 Orang Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 35 .5 12.5 % atau (63.2 51.0 20.3 17.8 2.4 1.0 80.7 2.7 33.7 15 Kabupaten 111.4 31.1 17 Kabupaten 5.6 19.5 8.9 12. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 2.103 RTM ) 32 Desa N/A N/A 7 1.8 8.1 3 Kabupaten 118.5 % atau (49.5 1.4 78.NO. Menurunnya kerawanan pangan masyarakat terhadap pangan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jalan Produksi PPI Menurunnya jumlah Rawan Rumahtangga Tangga Pangan/Rumah Miskin Terbentuknya Desa Mandiri Pangan Tersediaanya Cadangan Pangan Pemerintah Daerah jumlah Meningkatnya Pangan Cadangan dikelompok lumbung pangan masyarakat Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 1 % atau (33.777 RTM) 110 Desa 1200 ton gabah 500 Lumbung (2500 ton 500 Lumbung (2500 ton GKP) 2013 12 4 % atau (116.9 8.9 79.5 36.9 2.5 11.7 8.7 79.

4 7. Terlaksananya pengembangan aneka usaha dan pengelolaan kehutanan 250 300 420 500 500 500 500 - 2 2 2 2 2 2 48 16 16 48 48 48 48 1.8 1. URUSAN KEHUTANAN Mengembangkan aneka usaha non kayu sekitar hutan Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Kehutanan 1. SKAU.2 7.000 - - 7.8 3 3 1. FA-KB.2 7.2 7.2 7.8 1. SKSKB) dan meningkatnya pengendalian ijin industri dan bahan baku industri hasil hutan di Jabar Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 5% 5 komoditas 7 5% 10 komoditas 2009 8 5% 15 komoditas 2010 9 5% 20 komoditas 2011 10 5% 25 komoditas 2012 11 5% 30 komoditas 2013 12 5% 40 komoditas 1 10.2 2.8 - 7. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 olahan pangan Menurunnya Jumlah kasus keracunan pangan Meningkatnya jumlah komoditas yang bebas dari residu pestisida Meningkatnya jumlah kelompok masyarakat sekitar hutan yang mendapat pembekalan kemampuan Aneka Usaha Kehutanan non Kayu Berkembangnya produksi aneka usaha kehutanan (lokasi) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas jamur kayu (ton) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas lebah madu (ton) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas sutera alam/kokon (ton) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas budidaya komoditas kayu rakyat Meningkatnya pengendalian jatah tebangan tahunan (JTT) Perum Perhutani (KPH Perhutani) Meningkatnya tertib usaha hasil hutan (FA-KO. Terbina dan terkendalinya usaha-usaha bidang kehutanan 13 13 13 13 13 13 13 26 26 26 26 26 26 26 Meningkatnya Bina Produksi Kayu Rakyat di Jawa Barat (kab/Kota Jabar) Meningkatnya kemampuan aparatur desa sebagai penerbit SKAU di Jawa Barat (orang) Meningkatnya kemampuan petani dalam pengukuran kayu berdasarkan standar 26 26 26 26 26 26 26 N/A 150 150 150 150 150 150 N/A - 90 90 150 150 150 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 36 .NO.000 - - - 2.8 1.

a. skala. Meningkat kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan yang efektif dan efisien di bidang investasi Jumlah peraturan/ ketentuan mengenai investasi Jumlah pelaku usaha yang dibina di Jawa Barat Presentase ketepatan waktu pelayanan perizinan Prosentase kepa-tian & ketepatan biaya pelayanan perizinan Laju pertumbuhan investasi Jumlah sarana promosi investasi (event. bentuk) N/A 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 275 perusahaan 95 % 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 300 perusahaan 95 % 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 325 perusahaan 97 % 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 350 perusahaan 97 % 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 375 perusahaan 97 % 200 perusahaan 90% 250 perusahaan 90 % 90% Meningkat lebih dari 15% 12 event 90% Meningkat lebih dari 15% 13 event 95% Meningkat lebih dari 15% 14 event 95% Meningkat lebih dari 15% 14 event 100% Meningkat lebih dari 15% 14 event 100% Meningkat lebih dari 15% 14 event 100% Meningkat lebih dari 15% 14 event Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi 1. Berkembangnya penyuluhan mandiri lembaga swakarsa Terbentuknya kelom-pok penyuluhan swakarsa mandiri masyarakat sekitar hutan negara (org) Meningkatnya fasilitasi sarana prasarana penyuluhan swakarsa mandiri (unit kelompok) Meningkatnya kelembagaan penyuluhan swakarsa mandiri (kelompok) Meningkatnya kinerja penyuluh kehutanan di jawa Barat (orang) N/A - 24 24 300 300 300 N/A - - 5 5 5 5 N/A - 4 4 4 4 4 N/A 200 240 300 360 400 500 11. Meningkatnya minat realisasi investasi dan 2. Meningkatnya pelaksanaan kegiatan investasi di Jawa Barat 3. Pengembangan Promosi Terpadu guna Peningkatan Investasi dan Perluasan Pasar Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi 1. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 nasional (orang) Menurunnya pelang-garan dan tindak pidana bidang pere-daran hasil hutan (%) Meningkatnya pengendalian penerimaan iuran kehutanan dari pengelolaan kehu-tanan dan peredaran hasil hutan di Jawa Barat (Kab/Kota dan Perhutani) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 5 7 5 2009 8 5 2010 9 5 2011 10 5 2012 11 5 2013 12 5 1 26 26 26 26 26 26 26 3. Meningkatnya promosi yang terintegrasi dengan stakeholder terkait di Jawa Barat b.NO. Terwujudnya harmonisasi dan integrasi peraturan dan ketentuan pendukung investasi di daerah 2. Meningkatnya minat dan realisasi investasi Laju pertumbuhan investasi Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 37 . URUSAN PENANAMAN MODAL Menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan menjadikan investasi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah Peningkatan Iklim Investasi 1.

8 Km.79 km. dan Bogor Ring Road c. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan Jalan = 27. dan Bogor Ring Road Operasionalisasi jalan tol ruas Depok-Antasari. Penggantian jembatan = 4 buah Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 3 Km. Tanjung PriokCikarang. dan ruas CiranjangPadalarang Pembangunan Jalan Tol ruas CiawiSukabumi.6 Km. dan jasa Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Tanjung PriokCikarang.5 km dan pembangunan baru 5. dan Fly Over. pada ruas-ruas strategis di Jawa Barat Tahapan jalan tol pembangunan Proses Pembebasan lahan Jalan Tol Depok Antasari dan Bogor Ring Road Pembangunan jalan tol ruas Depok-Antasari. a.15 Km.6 meter Pembangunan jalan = 7. dan Bogor Ring Road Peningkatan jalan =85. Tanjung PriokCikarang. dan ruas Ciranjang- Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 38 . dan Pelelangan Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/CikampekPalimanan Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/Cikamp ek-Palimanan Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 10 Km Peningkatan jalan = 57. Penggantian jembatan di Jabar Selatan = 40 meter Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Perencanaan teknis jalan sepanjang 206 m Persiapan pembangunan jalan tol ruas Depok-Antasari.60 Km.00 Km.2 km). Tanjung PriokCikarang. dan Pelelangan Jalan Tol Persiapan pembangunan jalan tol ruas jalan Cikopo/CikampekPalimanan Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. dan Bogor Ring Road Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/CikampekPalimanan Penyelesaian Pembangunan dan Operasionalisasi jalan tol ruas Depok-Antasari. bentuk) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 12 event 7 13 event 2009 8 14 event 2010 9 14 event 2011 10 14 event 2012 11 14 event 2013 12 14 event 1 MISI 3 : Meningkatkan Ktersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah 1.2 Km. Pembangunan Jembatan sepanjang 290 meter Pembangunan Jembatan sepanjang 185. Tanjung PriokCikarang.NO. TanjungpriokCikarang.2 Km b. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan= 5 Km dan Jembatan sebanyak 2 buah Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Peningkatan jalan = 61. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 4. Meningkatnya promosi yang terintegrasi dengan stakeholder terkait di Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah sarana promosi investasi (event. Pembangunan Jalan = 21. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 7. dan ruas Ciranjang- Pembangunan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. URUSAN PEKERJAAN UMUM Memantapkan kondisi transportasi jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang. Terlaksananya pembangunan jalan tol.7 Km (lanjutan 2. Terciptanya jaringan jalan yang dapat menyediakan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan serta mempunyai nilai struktur yang baik Panjang Jalan dan Jumlah Jembatan yang terbangun pertahun Pembangunan jalan=5. dan Pelelangan Pembangunan jalan tol ruas Depok-Antasari.20 Km. skala.9 Km. dan ruas Ciranjang- Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. dan Bogor Ring Road Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/CikampekPalimanan Pembebasan lahan jalan tol Cikopo/CikampekPalimanan Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CiawiSukabumi. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Pembangunan jalan = 4 Km. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 3.099 Km Penggantian Jembatan = 8 buah Peningkatan jalan = 45. KEBIJAKAN 2 Komoditi PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 2. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Peningkatan jalan = 53. Meningkatnya kondisi jalan dan jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi dan non status di Jawa Barat untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan pemerataan pembangunan Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui kegiatan jalan dan peningkatan jembatan penggantian pertahun Panjang jalan dan jembatan non status yang ditangani melalui kegiatan dan peningkatan jalan jembatan penggantian pertahun Ketersediaan perencanaan teknis pembangunan dan jalan dan peningkatan jembatan di provinsi Jawa Barat tiap tahun Peningkatan Jalan = 67. dan Bogor Ring Road Persiapan pembangunan jalan tol ruas jalan Cikopo/CikampekPalimanan Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi.40 Km. barang. jalan lingkar.6 Km Pembangunan Jembatan = 7 buah Perencanaan teknis jalan pada 3 ruas jalan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Operasionalisasi jalan tol ruas Depok-Antasari. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan = 59.

90 Km.00 bh Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Penerapan konsep Road Fund. Pemeliharaan Jalan = 2. Turn Key Project. Toha Kota Bandung Penyelesaian pembangunan jalan lingkar sukabumi Persiapan pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi serta penyelesaian pembangunan jalan lingkar nagreg dan jalan lingkar cianjur Telah keluarnya peraturan perundangan mengenai pelaksanaan Road Fund di Indonesia Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan a. Pemeliharaan Jalan = 2.00 bh. Rehabilitasi Jembatan = 12 bh. Turn Key Project. serta pemeliharaan jalan dan jembatan pertahun Rehabilitasi Jalan = 119.177 Km. Pemeliharaan Jalan = 2257. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 122.36 Km. dan ruas SukabumiCiranjang Persiapan pembangunan dan pelelangan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Nagreg dan Gebang 2010 9 Padalarang Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. Meningkatnya ketersediaan data untuk sistem manajemen pemeliharaan Ketersediaan data kondisi jalan dan jembatan sebagai bahan masukan Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Manajemen Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 39 . ruas SoreangPasirkoja.444 buah 2009 8 Jalan Tol ruas CiranjangPadalarang Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan.680 Km. Pemeliharaan Jalan = 2257.962.00 bh b. Pemeliharaan Jembatan = 1.00 bh. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 118. Pemeliharaan Jembatan = 1. Turn Key Project. Pemeliharaan Jembatan = 1.666 Km. dan ruas SukabumiCiranjang Pembangunan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over M.364 Km.037. Turn Key Project. ruas SoreangPasirkoja.445 bh Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Rehabilitasi Jalan = 174. Rehabilitasi Jembatan = 912 m.037.58 Km. Pemeliharaan Jalan = 2. Toha dan Junjunan Kota Bandung 1 Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. Gebang dan Buah Batu Pembangunan jalan lingkar sukabumi dan penyelesaian pembangunan jalan lingkar cianjur 2011 10 Padalarang Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan.445. ruas SoreangPasirkoja. ruas SoreangPasirkoja. Turn Key kelembagaan dan peraturan Project dan Multi terkait dengan yang Years Project pendanaan pemeliharaan jalan pada tahun 2010 Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui kegiatan rehabilitasi jalan dan jembatan.444. dan ruas SukabumiCiranjang Persiapan pembangunan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Buah Batu dan Kopo Kota Bandung Penyelesaian pembangunan jalan lingkar sukabumi 2012 11 2013 12 Padalarang Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. dan ruas SukabumiCiranjang Persiapan pembangunan dan pelelangan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Nagreg.4444 m Penerapan konsep Road Fund. Rehabilitasi Jembatan = 11.00 bh Penerapan konsep Road Fund.05 Km.18 Km.68 Km.038. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 ruas CiranjangPadalarang Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CileunyiSumedang-Dawuan. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 147. Turn Key Project. Rehabilitasi Jembatan = 10. dan ruas Sukabumi-Ciranjang 7 Jalan Tol ruas CiranjangPadalarang Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan.446. ruas SoreangPasirkoja. Pemeliharaan Jembatan = 1.NO. Rehabilitasi Jembatan = 26 m. dan ruas SukabumiCiranjang Penyelesaian Perencanaan Teknis ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Persiapan pembangunan Fly Over Nagreg dan Gebang Persiapan pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi serta lanjutan pembangunan jalan lingkar nagreg dan jalan lingkar cianjur Penyempurnaan konsep Road Fund.35 Km. Pemeliharaan Jembatan = 1. Rehabilitasi Jembatan = 12. Pemeliharaan Jalan = 1.00 bh. Mempertahankan kondisi kemantapan jalan agar tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap arus lalu lintas yang melewatinya dalam batas repetisi beban standar maupun struktur yang direncanakan Tahapan penyusunan dan Penyusunan Konsep pelaksanaan perangkat Road Fund.00 bh Penerapan konsep Road Fund. ruas SoreangPasirkoja.65 Km. Pemeliharaan Jembatan = 1.666 Km.038. dan ruas SukabumiCiranjang Penyelesaian Perencanaan Teknis ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Tahapan pembangunan jalan lingkar dan Fly Over Persiapan pembangunan Fly Over Nagreg dan Gebang Persiapan pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi dan jalan lingkar cianjur serta lpembangunan jalan lingkar nagreg Persiapan pembangunan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Kopo dan M. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 119. ruas SoreangPasirkoja.000 Km. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 116. Pemeliharaan Jalan = 2.00 bh. Pemeliharaan Jembatan = 1.444. Rehabilitasi Jembatan = 11.

domestik (90%) dan industri (90%) Pembebasan lahan dan tahap awal pembangunan Waduk Program Pengembangan. serta pengendalian daya rusak air Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Terlaksananya pembangunan wadukwaduk strategis Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (60%). Perencanaan dan persiapan pembangunan Waduk Sukahurip. peralatan. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 90%. domestik (80%) dan industri (80%) Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (85%). embung. domestik (65%) dan industri (65%) Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (70%). domestik (70%) dan industri (70%) DED & Amdal Rencana Pembangunan Waduk Sukahurip. peralatan. pendayagunaan sumber daya air. Waduk Cikembang Evaluasi thdp Rencana Pembangunan Waduk Sukahurip. situ. Terlaksananya pembangunan daerah irigasi strategis Persiapan Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Kajian DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (75%). pendayagunaan sumber daya air. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 60%. domestik dan industri 2. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 70%. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 80%. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah provinsi kondisi baik 48. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Tersedianya infrastruktur sumber daya air dalam rangka konservasi sumber daya air. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 70% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 55% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. Pengelolaan dan Konservasi Sungai. peralatan. pantai dan sumber daya air lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan air baku untuk pertanian. Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 40 . peralatan. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Tersedianya jaringan irigasi yang handal 1. pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai 1. peralatan. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 60% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 80% b.NO. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 55%. Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat (kondisi baik 90%). pemerintah provinsi dengan kondisi baik 50% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. Perencanaan dan persiapan pembangunan Waduk Sukahurip. Pembebasan lahan pembangunan Waduk Sukahurip. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 jalan dan jembatan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 dalam proses sistem manajemen jaringan jalan (IRMS) dan sistem manajemen jembatan setiap tahun Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan setiap tahun Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 7 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2009 8 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2010 9 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2011 10 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2012 11 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2013 12 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 1 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. peralatan. domestik (75%) dan industri (75%) Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (80%). pemerintah provinsi (kondisi baik 90%) pada tahun 2013 2. domestik (60%) dan industri (60%) Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (65%). pemerintah provinsi dengan kondisi baik 90% Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (90%). domestik (85%) dan industri (85%) Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. Meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air dan irigasi untuk mendukung konservasi.9 % Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 50%. waduk. Pembebasan lahan pembangunan Waduk Sukahurip.

Sukabumi. di Kab. Waduk Cikembang. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 dan Waduk Leuwikeris di Kab. Waduk Sadawarna di Kab. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Melanjutkan penanganan pantai strategis lainnya. Garut. Pantai Bojongsalawe di Kab Ciamis. Garut.475. Pembangunan Waduk Jatigede di Kab. Pantai Citepus dan Cimandiri di Kab Sukabumi. dan Waduk Leuwikeris di Kab. serta waduk strategis lainnya Penyelesaian pembangunan Waduk Cipanas di Kab. Waduk Santosa di Kab.372 Ha dan kekeringan 79. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. Sukabumi.014 jiwa Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 41 . Garut. di Kab.6 km c. Pantai Eretan di Kab Indramayu. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Ciamis.174 jiwa 1. Waduk Citepus di Kab.279. 1 Persiapan pembangunan Waduk Cipanas di Kab. serta waduk strategis lainnya 2012 11 Waduk Cikembang.254 jiwa 1. Subang Pembangunan Waduk Jatigede di Kab. Sumedang Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Tersedianya infrastruktur sumber daya air yang dapat mengendalikan banjir dan kekeringan serta pengamanan pantai Meningkatkan kondisi dan fungsi sungai. Waduk Santosa di Kab. Waduk Cibatarua di Kab. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Waduk Cibatarua di Kab. Bandung. serta waduk strategis lainnya 2011 10 Waduk Cikembang. Subang Pembangunan Waduk Cipanas di Kab. Waduk Citepus. 985. Ciamis. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Penanganan Pantai Ciwadas di Kab Karawang. serta waduk strategis lainnya 2009 8 Waduk Cikembang. Ciamis. Sukabumi. embung dan sumber daya air lainnya dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai Areal banjir 12. Waduk Cipanas Kab. di Kab. situ. Pembangunan Waduk Cipanas di Kab. Garut. Sukabumi. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Desain Pantai Pisangan dan Ciwadas di Kab Karawang. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Melanjutkan penanganan pantai strategis lainnya. serta waduk strategis lainnya 2010 9 Waduk Cikembang. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. Ciamis. Meningkatkan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana air minum di wilayah rawan air minum dan wilayah tertinggal Jumlah penduduk yang terlayani melalui penyediaan sarana dan prasarana air minum di 887. serta waduk strategis lainnya 2013 12 Sukahurip. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. Pantai Citepus dan Cimandiri di Kab Sukabumi. Pantai Citepus di Kab Sukabumi. Waduk Santosa di Kab. Waduk Citepus. Subang Pembangunan Waduk Jatigede di Kab.494 jiwa 1. di Kab. Garut. dan Waduk Leuwikeris di Kab.181. Garut. Waduk Santosa di Kab. Waduk Citepus di Kab. Waduk Cibatarua di Kab. Pembangunan Waduk Jatigede di Kab.334 jwa 1. Waduk Cibatarua di Kab. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. Pantai Eretan di Kab Indramayu. Sukabumi. Pantai Cipatujah di Kab Tasikmalaya. Ciamis.377. Waduk Cibatarua di Kab. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Penanganan Pantai Pisangan di Kab Karawang. Waduk Cibatarua di Kab. Sumedang. Bandung. Waduk Santosa di Kab. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Subang Persiapan dan pembangunan tahap awal Waduk Cipanas di Kab.414 jiwa Pembangunan Waduk Jatigede di Kab.694 Ha Relokasi Orang Terkena Dampak Waduk Jatigede di Kab. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. Bandung. Pantai dengan kondisi rusak sepanjang 30. Sukabumi. Ciamis. Subang serta waduk strategis lainnya 7 Waduk Cikembang. Waduk Cibatarua di Kab. di Kab. Waduk Citepus. Subang Rincian Sertifikat Tanah Waduk Jatigede di Kab. Garut.NO. Pantai Cipatujah di Kab Tasikmalaya. Bandung. Waduk Santosa di Kab.094 jiwa 1. Bandung. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Bandung. Bandung. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Penanganan Pantai Bojongsalawe di Kab Ciamis. Ciamis.083. Waduk Citepus. Sukabumi. waduk. Waduk Citepus. Wadk Santosa di Kab.

000 orang 1.800 jiwa 2012 11 28.800 jiwa 2010 9 28.560 orang 1. Terlaksananya pengembangan angkutan massal b.NO. Ciamis Penyusunan Master Plan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Penataan dan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung.800 jiwa 2013 12 28.560 orang 1.28% 59% 62% 65% 68% 71% 75% Jumlah tenaga ahli dan terampil di bidang jasa konstruksi yang bersertifikat per tahun Jumlah penyedia jasa yang mendapatkan pembinaan teknis penyelenggaraan jasa konstruksi per tahun 680 orang 1.800 jiwa 2009 8 28. dan penyusunan RTT Sisi Udara Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. barang dan jasa Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan a. Bandara Cakrabhuwana Cirebon. Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. dan Bandara Nusawiru. Terlaksananya pengembangan dan pembangunan BandaraBandara di Jawa Barat Pelaksanaan pengembangan angkutan massal setiap tahun Tahapan pembangunan Bandara Udara Internasional di Jawa Barat sampai tahun 2013 Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Persiapan Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Penetapan Perda tentang Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat.560 orang 1. Bandara Cakrabhuwana Cirebon. URUSAN PERHUBUNGAN Mengembangkan infrastruktur transportasi perhubungan dalam rangka peningkatan pelayanan pergerakan orang. dan Bandara Nusawiru.800 jiwa 1 20 50 50 50 50 50 50 d.800 jiwa 2011 10 28.560 orang 30 30 40 40 40 40 40 2. dan Penyusunan RDTR Kawasan Aerocity Kertajati Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat dan Kawa san Aerocity Kertajati Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat dan Kawa san Aerocity Kertajati Tahapan pengembangan bandara-bandara di Jawa Barat sampai tahun 2013 N/A c. Ciamis Penyusunan studi kelayakan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Persiapan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Bandara Cakrabhuwana Cirebon. Terlaksananya pengembangan dan pembangunan PelabuhanPelabuhan Laut di Jawa Barat Tahapan persiapan pembangunan Pelabuhan Utama Cilamaya di Jawa Barat N/A Persiapan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Ciamis Penyusunan Dokumen Amdal Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Pengembangan fasilitas terminal Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Cakrabhuwana Cirebon Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Pelabuhan Utama Cilamaya di Pengembanga n fasilitas terminal Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Cakrabhuwana Cirebon Penyusunan Detail Enginering Design (DED) dan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 42 .560 orang 1. Meningkatkan pelayanan jasa konstruksi Program Pembinaan Jasa Konstruksi Meningkatnya cakupan pelayanan air limbah domestik di PKN dan PKW melalui perluasan ketersediaan sarana dan prasarana air limbah Meningkatnya kemampuan dan ketertiban penyelenggaraan jasa konstruksi 56. dan penyusunan RTT Sisi Darat. dan Bandara Nusawiru. dan Bandara Nusawiru. Ciamis Penyusunan Master Plan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Penataan dan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 wilayah Pantura Jumlah penduduk yang terlayani melalui SPAM IKK per tahun Jumlah desa rawan air bersih dan tertinggal yang terlayani air minum melalui fasilitasi penyediaan sarana prasarana sir minum per tahun Cakupan pelayanan limbah domestik di PKN dan PKW Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 28. Bandara Cakrabhuwana Cirebon.

serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Pembebasan lahan dan pembangunan Jembatan timbang di Kabupaten Purwakarta. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. dan Bogor Peningkatan jumlah dan pengelolaan sarana dan prasarana pelabuhan laut dan ASDP Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Danau dan Penyeberangan di 6 Kab/Kota Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Sukabumi. Meningkatnya Pengendalian MST Kendaraan pada Jaringan Jalan di Jawa Barat Tahapan pembangunan jembatan timbang di Jawa Barat pada tahun 2010 N/A Pembebasan lahan dan pembangunan jembatan timbang di Kabupaten Ciamis. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Cianjur. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas Sarana dan Prasarana Perhubungan Tahapan persiapan pengembangan pelabuhan pengumpul dan pelabuhan pengumpan di Jawa Barat N/A Identifikasi Pelabuhanpelabuhan yang Terbuka untuk Perdagangan Luar Negeri Identifikasi Pelabuhanpelabuhan yang Terbuka untuk Perdagangan Luar Negeri Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 Karawang 2009 8 Karawang 2010 9 Karawang 2011 10 Karawang 2012 11 Kabupaten Karawang 2013 12 Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Karawang Pengembanga n tahap awal Pelabuhan Pengumpul Cirebon (Reklamasi Lahan untuk Fasilitas Darat. pembangunan fasilitasfasilitas darat) Persiapan Pengembanga an Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota Penyusunan Master Plan Transportasi Jawa Barat Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. Cianjur.NO. Cirebon. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota 1 Tahapan Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Cirebon di Jawa Barat sampai tahun 2013 Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Internasional Cirebon Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Internasional Cirebon Persiapan Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon Persiapan Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon Persiapan Pengembangaan Pelabuhan Internasional Cirebon Persiapan Pengembangaan Pelabuhan Internasional Cirebon d. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota Kajian double track parsial di jalur pantura dan rencan pengembangan kereta api cepat Pembebasan lahan dan pembangunan jembatan timbang di Kabupaten Ciamis. Danau dan Penyeberangan di 6 Kab/Kota Identifikasi fasilitas sarana dan prasarana perhubungan pada 14 Kab/Kota di Jawa Barat Penyusunan dokumen FS dan DED pembangunan jembatan timbang di Jawa Barat Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Cirebon. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Subang. Sukabumi. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota Pembangunan sistem informasi manajemen perhubungan di Jawa Barat Pembebasan lahan dan pembangunan Jembatan timbang di Kabupaten Purwakarta. Danau dan Penyeberangan di 6 Kab/Kota Kajian pengembangan transportasi antar moda berdasarkan OD matriks Penyusunan dokumen FS dan DED pembangunan jembatan timbang di Jawa Barat Ketersediaan perencanaan teknis pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan N/A e. Subang. Pembuatan Dermaga. dan Bogor Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 43 . Persiapan Pengembangaan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi.

Meningkatnya kinerja kualitas angkutan umum AKDP dan AKAP di Jawa Barat Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat Pengembangan Terminal AKDP 3 Kab/Kota dan Terminal terpadu 1 Kabupaten Pengembang anTerminal AKDP 3 Kabupaten/K ota di Jawa Barat Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 44 . intra dan antar moda di Jawa Barat Evaluasi dan Penataan Angkutan tidak dalam Trayek Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat Publikasi dan Informasi Proses Perijinan se Jawa Barat Pengintegrasian Jaringan Pelayanan angkutan umum. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 f. Meningkatnya kesadaran berlalu lintas dan kinerja awak kendaraan umum Pelaksanaan pelatihan awak kendaraan umum se Jawa Barat setiap tahun Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 30 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta b. Tertatanya jaringan lalu lintas angkutan barang dan penumpang Tahapan sosialisasi. evaluasi. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Peningkatan pengendalian dan evaluasi hasil pembangunan sektor perhubungan di Jawa Barat setiap tahun Ketersediaan fasilitas perlengkapan sarana dan prasarana lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 7 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2009 8 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2010 9 dan Garut Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2011 10 dan Garut Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2012 11 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2013 12 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 8 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 10 Kab/Kota Penyelenggara an Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Evaluasi perijinan trayek angkutan umum AKDP/AKAP di 25 Kabupaten/ Kota 1 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ a. intra dan antar moda di Jawa Barat Sosialisasi Penataan jaringan Angkutan tidak dalam Trayek Pengembangan Terminal AKDP 3 Kab/Kota dan Terminal terpadu 2 Kabupaten Peningkatan pelayanan perijinan angkutan umum di 25 Kabupaten/Kota c. Meningkatnya ketersediaan prasarana dan fasilitas lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 6 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 6 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 6 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 7 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 8 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 10 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 8 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 10 Kab/Kota Program Peningkatan Pelayanan Angkutan a. dan penataan jaringan angkutan tidak dalam trayek setiap tahun Peningkatan fasilitas pelayanan angkutan umum AKDP dan AKAP di Jawa Barat pada tahun 2013 N/A Evaluasi dan Penataan Angkutan tidak dalam Trayek Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat d.NO. Meningkatnya pelayanan perijinan dan pengawasan angkutan umum Peningkatana sosialisasi dan koordinasi pelayanan angkutan umum di Jawa Barat setiap tahun N/A Penyempurnaan Data Base Perijinan Angkutan Umum AKDP sebanyak 460 trayek di Jawa Barat Inventarisasi dan identifikaksi Penataan Angkutan tidak dalam Trayek Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat Pengintegrasian Jaringan Pelayanan angkutan umum.

Laut. Meningkatnya kinerja pengujian kendaraan bermotor N/A Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 45 . Tersusunnya Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Perhubungan Darat. Meningkatnya keselamatan pelayaran dan penerbangan N/A Perencanaan dan Pembangunan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan laut serta pengawasan KKOP pada Bandara di 8 Kab/Kota Penetapan Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Penetapan Rest Area pada ruas jalan provinsi di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Pembangunan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan laut serta pengawasan KKOP pada Bandara di 8 Kab/Kota Evaluasi Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Penetapan Rest Area pada ruas jalan provinsi di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota c. dan Udara di Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah buku pedoman mekanisme dan prosedur perijinan dan pengawasan angkutan umum di Jawa Barat yang disusun setiap tahun Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 7 Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur penanganan kecelakaan lalu lintas jalan sebanyak 2000 buku 2009 8 Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur perijinan angkutan umum AKDP sebanyak 3000 buku 2010 9 Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur operasional pengujian kendaraan bermotor sebanyak 1000 buku 2011 10 Penyusunan Standar dan Klasifikasi Pelayanan Angkutan Umum AKDP/AKAP sebanyak 500 buku 2012 11 Penyusunan Standar dan Klasifikasi Pelayanan Angkutan Umum AKDP/AKAP sebanyak 500 buku 2013 12 1 Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur pengawasan dan pengendalian pengoperasia n angkutan AKDP sebanyak 3000 buku Pembangunan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan laut serta pengawasan KKOP pada Bandara di 8 Kab/Kota Evaluasi Jaringan Trayek Angkutan Umum AKDP dan Angkutan Perbatasan di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas a. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 e. Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan orang dan barang di Jawa Barat Ketersediaan dokumen rencana pengaturan angkutan umum dan Rest Area di Jawa Barat N/A Penetapan Jaringan Trayek angkutan umum AKDP dan Angkutan Perbatasan di Jawa Barat Penimbangan mobil barang di jembatan timbang pada 7 UPPKB se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Penyusunan Pedoman Mekanisme dan Prosedur Operasional Pengujian Kendaraan Bermotor d.NO. Meningkatnya keselamatan di perlintasan sebidang antara KA dengan jalan Tahapan pembangunan dan peningkatan jalur kereta api di Jawa Barat sampai tahun 2013 Peningkatan pengendalian dan pemeriksaan kelaikan sarana perhubungan setiap tahun N/A Perencanaan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Sosialisasi keselamatan pelayaran dan penerbangan di 8 Kab/Kota Perencanaan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengadaan fasilitas peralatan terhadap keselamatan pelayaran dan penerbangan sebanyak 4 paket Penetapan Jaringan Trayek angkutan umum AKDP dan Angkutan Perbatasan di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Perencanaan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan Kapal Pedalaman di 5 Kabupaten/Kota b. Meningkatnya Pengendalian MST Kendaraan pada Jaringan Jalan di Jawa Barat Peningkatan kualitas pemeriksaan dan pengawasan terhadap kelebihan muatan angkutan barang di Jawa Barat setiap tahun Pelaksanaan pembinaan bengkel karoseri kendaraan bermotor di Jawa Barat setiap tahun Peningkatan pengendalian dan pengawasan pengujian kendaraan bermotor di Jawa Barat setiap tahun N/A Penetapan Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Penetapan Rest Area pada ruas jalan provinsi di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Program Peningkatan Kelayakan Kendaraan bermotor a. Meningkatnya kinerja kegiatan uji mutu terhadap produksi karoseri N/A b.

Cibuni dan Karaha Bodas Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 46 .000 unit 485.000 unit 485.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha. Cibuni dan .Fasilitasi realisasi investasi di 3 WKP .000 unit Program Pemberdayaan Komunitas Permukiman Meningkatnya peran serta masyarakat pesantren dan mesjid dalam pengelolaan lingkungan permukiman Jumlah kawasan permukiman kumuh perkotaan dan perdesaan yang terfasilitasi untuk diperbaiki per tahun Jumlah pesantren/ mesjid yang memiliki rencana tindak pengelolaan lingkungan 18 kawasan 3 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 21 pesantren/mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 4. URUSAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Meningkatkan pasokan.435 unit 485.Pengajuan WKP Sangkan Hurip dan Papandayan .Fasilitasi realisasi investasi di 5 WKP . KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 3.000 unit 485.Lelang WKP Sangkan Hurip dan Papandayan . Meningkatkan ketersediaan perumahan serta sarana dan prasarana dasar permukiman Program Pengembangan Permukiman Program Lingkungan Permukiman Sehat Terpenuhinya kebutuhan rumah layak huni melalui fasilitasi pembangunan rusuna.Fasilitasi realisasi investasi di 3 WKP (Cisolok. Wayang Windu dan Gn Salak) Metro Bandung Metro Bandung dan Bodebek Pengembangn distribusi gas perkotaan di PKN 12 lapangan panas bumi telah dan sedang dikembangkan di Jawa Barat .000 unit 485.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha.NO.Fasilitasi realisasi investasi di 3 WKP (Cisolok.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha. cakupan dan kualitas pelayanan infrastruktur energi dan ketenagalistrikan Pembinaan pengembangan ketenagalistrikan energi dan bidang dan Terjaganya pasokan energi di Jawa Barat Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/ Pump Storage dan pipanisasi gas setiap tahun - Pembangunan 3 PLTU 1800 MW Pembangunan pipeline gas SSWJ Rencana Pembangkit baru 12 desa belum berlistrik Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas 6 desa belum berlistrik Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas 5 desa belum berlistrik Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas fasilitasi perlistrikan di kampungkampung Metro Bandung dan Bodebek Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas fasilitasi perlistrikan di kampungkampung Bodebek dan Cirebon Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas fasilitasi perlistrikan di kampungkampung Bodebek dan Cirebon Jabar Caang tercapai Meningkatnya cakupan layanan dan distribusi energi dan ketenagalistrikan di Jawa Barat Pertambahan Jumlah layanan dan distribusi energi dan ketenagalistrikan pertahun Layanan distribusi gas perkotaan belum ada Pengembangan sumberdaya mineral dan panas bumi Meningkatnya pendayagunaan panas bumi sebagai sumber energi listrik di Jawa Barat Jumlah lapangan pertahun pengembangan panas bumi 4 WKP yang sudah dikembangkan (Kamojang. Cibuni dan .Pengajuan WKP Sangkan Hurip dan Papandayan .Fasilitasi realisasi investasi di 5 WKP . serta fasilitasi dan koordinasi pengembangan perumahan dan permukiman Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman 349. pengembangan kasiba/lisiba. Cibuni dan Karaha Bodas .Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha. Cibuni dan Karaha Bodas . Tangkuban Perahu dan Tampomas) . Darajat. URUSAN PERUMAHAN Meningkatkan kinerja pengelolaan bangunan gedung/rumah negara Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara Terkendalinya proses alih status gedung/rumah negara Jumlah proses pengallihan status/hak rumah negara yang terlayani melalui bantuan teknis/ administrasi per tahun Jumlah pembangunan rumah baru per tahun 100 proses 200 proses 200 proses 200 proses 200 proses 200 proses 200 proses b. a. Tangkuban Perahu dan Tampomas) .000 unit 485.

324.10 17.428 18. 905 KK.666 56.Jmlh Kelompok UPPKS aktif .002 19. 1.000 31.8 1.5 1.453 57.999 3.935 5.773 5.868.97 63.455 5. pengurangan timbulan sampah pada sumbernya dan pengembangan teknologi pemanfaatan sampah Cakupan pelayanan persampahan di PKN dan PKW 53. Prov.232.745.000 KK.670 27.60 21.540 28.287 5.98 55.026 59.576 21.786.3 1.41 6. 2.NO.250 KK.00 18.Jmlh Kelompok Keluarga Aktif Bina 1.813 60 Meningkatnya rata-rata usia kawin pertama wanita di Jawa Barat.240 58.20 25. URUSAN KEPENDUDUKAN CATATAN SIPIL DAN Program Administrasi Kependudukan Penataan Terselenggaranya tertib administrasi kependudukan di Jawa Barat Jumlah Kabupaten/Kota SIAK ON LINE dalam wilayah administrasi Kabupaten/Kota Data penduduk yang terkendali oleh sistem administrasi kependudukan dalam wilayah administrasi antar wilayah di Jawa Barat 4 Kab/Kota SIAK ONLINE 11 Kab/Kota SIAK ONLINE 18 Kab/Kota SIAK ONLINE 24 Kab/Kota SIAK ONLINE 26 Kab/Kota SIAK ON LINE 26 Kab/Kota SIAK ON LINE 26 Kab/Kota SIAK sesuai dgn UU 23/2006 & PP 37/2007 Terlaksananya NIK Nasional di 26 Kab/Kota Penataan penyelenggaraan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh Tersedianya Persiapan Data Pilgub 2008 Tersedia-nya hasil DP4 Pilgub 2008 Terlsedianya hasil Pemutakhiran Data Pilpres 2009 Terbangun-nya Jar-Kom Data penduduk antar Kab/Kota.195 19.293.247.650 KK. KETRANSMIGRASIAN Meningkatnya kerjasama antar daerah dalam rangka penyelenggaraan transmigrasi Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi Terselenggaranya kerjasama bidang transmigrasi antar provinsi penempatan di luar Jumlah transmigran yang mengikuti program transmigrasi 785 KK.262.908.704.549 5.48 14.66 50.00 10.308. 1.32 53. 2.7 1. 2.879 55. & Pusat Terlaksananya Pemutakhiran Data antar Wilayah Terlasananya Persiapan NIK Nasional 2.2 1.800 KK. KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA Meningkatkan jumlah cakupan peserta KB dan jumlah peserta KB Mandiri Program Berencana Keluarga Meningkatnya kuantitas dan kualitas pemakaian kontrasepsi Jumlah peserta KB baru Jumlah Peserta KB aktif yang terbina Persentase Peserta KB Mandiri rata-rata usia kawin pertama wanita ASFR kelompok umur 1519 tahun . Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 47 .925 18.879 55 1.385 30.155 29.770 30.827. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 Karaha Bodas 2009 8 Karaha Bodas 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 5 URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Meningkatkan penanganan persampahan perkotaan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan di PKN dan PKW melalui peningkatan kinerja pengelolaan sampah regional di Jawa Barat.000 KK. Meningkatnya ketahanan keluarga melalui peningkatan ekonomi Keluarga Pra Sejahtera dan KS I serta Pengembangan Bina Keluarga 17.789 20 48.541 5.704.31 60. a.825 5.65 58.29% 55% 57% 59% 63% 67% 71% MISI 4 : Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan 1.277.

Jumlah warga di 21 UPT yang terlatih Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 44 naskah 475 orang 7 55 naskah 600 orang 2009 8 70 naskah 800 orang 2010 9 75 naskah 1000 orang 2011 10 100 naskah 1200 orang 2012 11 125 naskah 1350 orang 2013 12 150 naskah 1500 orang 1 b. URUSAN RUANG PENATAAN Program Perencanaan Ruang Tersedianya pranata pendukung pelaksanaan penataan ruang Ketersediaan peraturan daerah tentang rencana tata ruang Perda 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Jawa Barat Kajian revisi RTRWP Jawa Barat Peraturan Daerah RTRWP Jawa Barat Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR kawasan strategis provinsi Peraturan Gubernur tentang IDSD Jawa Barat Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Evaluasi RTRW Provinsi Jawa Barat - Menyiapkan pranata pelaksanaan penataan ruang b. dan 2005 Peta Dasar skala 1:250. Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi Jumlah lokasi UPT yang bersertifikasi - - 7 (lahan pekarangan) UPT 14 (lahan pekarangan) UPT 4. a.000 dan Peta Dasar 1:25.Terlaksananya proses sertifikasi pada 21 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah naskah MoU . Mengembangkan infrastruktur data spasial daerah yang terintegrasi dalam jaringan data spasial nasional Program Perencanaan Ruang Tersedianya data dan informasi spasial Jawa Barat yang handal dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder pembangunan secara efektif dan efisien Tingkat ketersediaan pranata pendukung pelaksanaan IDSD Jabar Tingkat perkembangan infrastruktur data spasial SK Gubernur No. Meningkatnya kesejahteraan penduduk pada lokasi resettlement terkena dampak pembangunan dan Sertifikasi lahan pada transmigrasi local di Jawa Barat PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Pulau Jawa dengan kab/kota di Jawa Barat -Meningkatnya kemampuan penduduk pada lokasi transmigrasi lokal dan resetlemen pada bidang wirausaha . 33 Tahun 2005 tentang Infrastruktur Data Spasial Provinsi Jawa Barat Rancangan Pergub tentang IDSD Jabar Rancangan Pedoman Kustodian dan Metadata Portal metada telah terbangun - Pedoman pelaksanaan IDSD Jawa Barat - - Pengembangan Geodatabase dan pembangunan Web IDSD Jabar Pengembangan Web IDSD Jabar yang terintegrasi dengan jaringan IDSN Peta tutupan lahan skala semi detail Peta Kawasan Bandung Utara skala detail Meta data geospasial yang mendukung informasi Pengembangan Web IDSD Jabar untuk dapat diinput secara online Persiapan pembangunan peta dasar skala detail 5 peta tematik Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai Pengembangan Web IDSD Jabar untuk dapat melaksanakan pertukaran data secara online Peta dasar skala detail Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi Pengembangan Web IDSD IDSD Jabar yang terintegrasi dengan jaringan IDSD kabupaten/kota Tingkat ketersediaan data dan informasi spasial yang mutakhir dalam mendukung perencanaan tata ruang Peta tutupan lahan skala 1 : 100. 1997.NO.000 tahun 1994. KEBIJAKAN 2 baik di dalam maupun ke luar Provinsi Jabar.000 Masih diperlukan pemutakhiran peta tematik dan meta 5 peta tematik 5 peta tematik Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi peta terbaru Pengembangn Web IDSD Jabar yang dapat melakukan proses analisis online 5 peta tematik Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 48 .

URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 49 . dunia usaha. pemerintah.691ORG/2004 tentang TKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionalisasi TKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionalisasi TKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi PPNS Operasionali sasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi PPNS Operasionali sasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi PPNS Operasion alisasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasion alisasi PPNS 5. pemerintah. 54 tahun 2008 tentang RTR Jabodetabekpunjur Kajian pembentukan PPNS bidang penataan ruang Pembentukan BKPRD Provinsi sesuai dengan peraturan terbaru Pembentukan PPNS bidang penataan ruang Penetapan peraturan zonasi sistem provinsi Penetapan peraturan zonasi sistem provinsi Penetapan peraturan zonasi sistem provinsi Meningkatnya peran perangkat pengendalian pemanfaatan ruang di tingkat provinsi Terselenggaranya fasilitasi dan koordinasi penyelenggaraan penataan ruang Provinsi Jawa Barat Telah terbit SK Gub No. dan pemerintah daerah Tersedianya pranata pendukung pengendalian pemanfaatan ruang Tingkat kesesuaian antara RTRW Provinsi Jawa Barat dengan pemanfaatan ruang Tingkat kesesuaian RTRWP Jabar dengan pemanfaatan ruang sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tingkat ketersediaan peraturan pendukung pengendalian pemanfaatan ruang Peraturah zonasi sistem provinsi sesuai dengan amanat UU No. dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan penataan ruang Memantapkan peran provinsi dalam koordinasi penataan ruang Program Pemanfaatan Ruang d. dunia usaha. Meningkatkan peran serta masyarakat. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 data geospasial 2009 8 mengenai spesifikasi peta terbaru 2010 9 spesifikasi peta terbaru 2011 10 peta terbaru Tinggi 2012 11 2013 12 peta terbaru Tinggi 1 7 c.NO. 26 Tahun 2007 belum dimiliki Rancangan Perda Pengendalian Pemanfaatan Ruang di KBU Peraturan Daerah tentang pengendalian pemanfaatan ruang KBU Peraturan Gubernur untuk pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Bandung Utara Kajian arahan pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan dan alih fungsi lahan sawah di Pantura Perpres No.05/Kep. URUSAN KEHUTANAN Meningkatkan pengamanan dan pencegahan kerusakan kawasan hutan Program Pemantapan kawasan Lindung Meningkatnya peranserta masyarakat desa hutan dalam penamanan kawasan hutan Tingkat perambahan hutan (jumlah kasus) N/A 50 40 30 25 15 6. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Terwujudnya rencana tata ruang wilayah Provinsi Jawa Barat sebagai acuan pemanfaatan ruang oleh masyarakat. 120.

minimal untuk 729 perusahaan berijin Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 202. utk pencapaian Status mutu cemar ringan (III) Mendorong pengurangan emisi sektor lainnya untuk pencapaian 100 hari baik/tahun Pengembanag an sistem pengawasan terpadu.000 ha lahan kritis tertangani. konservasi lahan dan pendayagunaan lahan berbasis lingkungan Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak 1 a. pengawasan dan penertiban pemanfaatan ABT Identifikasi kehati. koordinasi pengelolaan kehati Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Pengendalian di Cekungan Bandung Kawasan Ciayumajaku-ning Pengendalian dan penanganan Cekungan Bandung Kawasan Bodebek Pengendalian dan penanganan CAT Bandung dan CAT Bogor Kawasan Priangan Pengendalian dan penanganan CAT Bogor Kawasan Purwasuka Pengendalian agar 2 CAT membaik kondisinya Kawasan Sukabumi Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati Maish tinggi kasus pencurian.ex TPA. Sebagian besar eks tambang. penyelundupan kehati. KEBIJAKAN 2 Meningkatkan upaya pemulihan dan konservasi sumber daya air. Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri Tingkat penaatan terhadap standar.TPA. terutama galian C belum direklamasi. udara.000 ha lahan kritis tertangani dan optimasi GRLK Tahap II Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 60. Jumlah pelaku usaha yang melaksanakan Cleaner Production Jumlah industri yang mengikuti EPCM. dan pengembangan kemitraan dalam GRLK Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 60. evaluasi GRLK tahap I 50. 2. baku mutu dan peraturan lingkungan B3/limbah B3 429 perusahaan berijin Pendataan industri pengguna B3 dan sosialisasi peraturan Pengawasan untuk Industri Pengawasan untuk rumah sakit Pengawasan untuk domestik Pengawasan untuk penambangan dan sektor lainnya Mengembangkan produksi yang lebih bersih ( Cleaner Production) dan EPCM ( Environmental Pollution Control Manager ) 1. 30 industri ikut CP dan 171 lulus uji kompetensi EPCM Pengembangan EPCM Udara dan Pembentukan asosiasi EPCM Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 50. dan perusakan kehati Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 50 .000 ha lahan kritis tertangani. hutan dan lahan PROGRAM 3 Pengendalian pencemaran dan Perusakan lingkungan SASARAN PROGRAM 4 Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat penaatan terhadap standar. baku mutu dan peraturan lingkungan udara 20 hari baik / tahun Penyiapan pola pemantauan kualitas udara daerah Pengembangan sistem pemantauan udara daerah Mendorong pengurangan emisi sektor persampahan Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3 Tingkat penaatan terhadap standar. baku mutu dan peraturan lingkungan air Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Status mutu cemar berat (IV) 7 Penyusunan standar status mutu sungai dan waduk prioritas 2009 8 Penatapan status mutu sungaisungai prioritas 2010 9 Penanganan daerah hulu sungai prioritas ( industri dan domestik ) Pelaksanaan Gerakan Udara Bersih Kota 2011 10 Penanganan daerah hulu sungai prioritas (industri dan domestik ) Mendorong pengurangan emisi sektor transportasi dan industri 2012 11 Penanganan daerah hilir sungai prioritas (industri ) 2013 12 Integrasi penanganan hulu hilir.130 ha tertangani. dan bencana Jumlah kerusakan lahan yang ditangani/ direklamasi (ex TPA. dan pengendalian lahan potensi kritis Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri Rehabilitasi dan Konservasi Sumberdaya alam dan lingkungan hidup Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis Luas lahan kritis yang ditangani Sisa lahan kritis 202. dan penanganan lahan potensi kritis Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan. dan dampak bencana alam Pembinaan.NO.000 ha lahan kritis tertangani. ex penambangan ) Meningkatkan konservasi air bawah tanah Tingkat Ketaatan terhadap ijin pengambilan air bawah tanah Tingkat pengendalian terhadap flora/fauna yang dilindungi. dan banyak ex TPA blm dreklamasi Masih banyak ABT belum berijin Pendataan kerusakan lahan tambang.130 ha Penyiapan GRLK Tahap II.

. Stok pangan. program dan kegiatan PB 7 Penyusunan Rencana Induk Penanggula-ngan Bencana 2009 8 Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan fasilitasi penyusunan Rencana Induk PB kab/kota Sosialisasi dan informasi kebencanaan bagi masyarakat 2010 9 Fasilitasi Pembentukan BPBD Kab/ Kota dan penyempunaan pranata PB Tersimulasikannya penanggulangan bencana utk masyarakat di daerah resiko Gladi resik dan simulasi PB bagi sumber daya ( aparat dan relawan )PB 2011 10 Pemantapan pranata penangulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim Pemberdayaan masyarakat di daerah resiko bencana 2012 11 Fasilitasi Penataan wilayah resiko bencana dan rentan perubahan iklim 2013 12 Peningkatan integrasi upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dalam pembangunan Pemberdayaan masyarakat dan penataan daerah resiko bencana Pembinaan.Penataan fungsi kawasan lindung non hutan utk wilayah Bakorwil Priangan . Bakesbanglinmasda. dan peralatan. dsb) 2 kawasan dikelola daerah ( THR Juanda dan Pancoran Mas ). Peningkatan serta perbaikan sarana dan prasarana dalam PB Peningkatan serta perbaikan sarana dan prasarana dalam PB Penandaan batas kawasan lindung. 160 satgas.Penataan fungsi kawasan lindung non hutan utk kawasan Ciayu majakuning. Halimun. Meningkatkan ketahananan masyarakat terhadap bencana Tingkat ketahanan masyarakat terhadap bencana 14 daerah rawan bencana alam Pembinaan dan Pelatihan aparat Pemberdayaan masyarakat dan penataan daerah resiko bencana Meningkatkan kemampuan dan jumlah sumber daya penanggulangan bencanan Jumlah dan kualitas sumber daya c.NO. Salak. inventarisasi pemanfaatan kawasan lindung .Pemulihan dan rehabilitasi kawasan .Pemulihan dan rehabilitasi kawasan - - Penataan fungsi kawasan lindung non hutan di wilayah Bakorwil Bogor Pemulihan dan rehabilitasi kawasan Meningkatkan pengamanan dan perlindungan kawasan Jumlah gangguan dan kerusakan kawasan lindung per tahun Beberapa kawasan masih rawan ganguan dan kerusakan.Pendataan peruntukan kawasan pasca penandaan batas . KEBIJAKAN 2 Mengurangi Resiko Bencana PROGRAM 3 Program penanggulangan bencana alam dan perlindungan masyarakat SASARAN PROGRAM 4 Meningkatkan mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat pelaksanaan upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim oleh kab/kota Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Peta rawan bencana. dan fasilitasi peningkatan sumber daya PB di kab/kota Penataan fungsi kawasan lindung non hutan di wilayah Bakorwil Purwakarta Pencapaian target 35% kawasan lindung dapat terwujud Peningkatan peran masyarakat dalam pengendalian gangguan dan kerusakan di Bogor. kebakaran ( Ciremai. Pangrango. Cianjur Pengembanga n RTH di kawasan kota baru berkembang 1 b. Fasilitasi pembentukan kawasan lindung baru di Ciayumajakuning Peningkatan peran masyarakat dalam perlindungan kawasan Ciayumajakuning Pengendalian gangguan dan kerusakan di kawasam Ciayumajakuninf Peningkatan peran masyarakat dalam pengendalian gangguan dan kerusakan di Priangan Mengembangkan kawasan lindung baru Jumlah dan luas kawasn lindung baru Fasilitasi pembentukan Kebun Raya Kuningan Fasilitasi pembentukan kawasan lindung baru di Bakorwil Bogor Pengembangan RTH di Kawasan Metro Bandung dan Bodebek Pengembangan RTH di Kawasan Cirebon Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 51 . Sukabumi. Sancang. relawan dan NGO 27 % kawasan lindung Sosialisasi di daerag rawan longsor Pendidikan dan Pelatihan Kebencanaan bagi personil PB. rencana Kebun Raya Kuningan Pembentukan pengamanan swakarsa.Pemulihan dan rehabiltasi kawasan . 470 Tagana. Meningkatkan fungsi dan luas kawasan lindung Program Pengelolaan kawasan lindung Melakukan penataan dan perbaikan fungsi kawasan lindung Tingkat kesesuain peruntukan/kriteria kawasan lindung dan pemanfaatannya Satkorlak PB. 60 Tim reaksi cepat. Pendidikan lanjut. pengendalian kebakaran hutan Fasilitasi pembentukan lembaga masyarakat perlindungan dan pengamanan kawasan di kawasan rawan gangguan.

laut.. pikohidro. Bangunan Komersial dan Industri Instansi Pemerintahan Provinsi. Ketersediaan dokumen dan lembaga pengelolaan Seluruh kawasan pantai jabar minim perlindung-an ATLAS Wilayah Pesisir dan Laut Jabar Identifikasi kekritisan kawasan pantai Meningkatkankoo rdinasi antar stakeholeder pengelola pesisir Pengembangan biogas.. pikohidro. biokerosen. PLTSurya. Bangunan Komersial dan Industri Instansi Pemerintahan Provinsi. dan .engembangan bioogas. Bioenergi Kawasan wisata pantai selatan Penyusunan pedoman teknis dan rencana sektoral Kawasan wisata pantai utara Penyusunan pedoman teknis dan rencana sektoral Kawasan wisata pantai utara Penyusunan pedoman teknis dan rencana sektoral . PLTMH. PLTMH. Luas kawasan mangrove dan jumlah lokasi terumbu karang yang ditangani 17 kawasan mangrove rusak berat di 8 kab. Instansi Pemerintahan Provinsi... dan Fasilitasi pembentukan Pokja Mangrove Kab.. pikohidro. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan lindung INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat kepedulian masyarakat sekitar kawasan lindung Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Kepedulian untuk menjaga dan kearifan pemanfaatan kawasan masih perlu ditingkatkan 7 Meningkatkan jaringan kerjasama dengan LSM kehutanan 2009 8 Fasilitasi dan penguatan masyarakat peduli lingkungan dan Masayarakat desa hutan dalam pendayagunaan kawasan 2010 9 Pengembangan dan penguatan lembaga Gerakan Aksi Penyelamatan Lingkungan dan habitat tanaman dan satwa dilindungi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantura 2011 10 Penguatan kemitraan dalam pemanfaatan sumber daya alam kawasan untuk kesejahteraan berbasis konservasi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantura dan Pansela 2012 11 Penguatan kemitraan dalam pemanfaatan sumber daya alam kawasan untuk kesejahteraan berbasis konservasi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pansela 2013 12 Penguatan kemitraan dalam pemanfaatan sumber daya alam kawasan untuk kesejahteraan berbasis konservasi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pansela 1 Program Pengelolaan ekosistem Pesisir dan Laut Memperbaiki kondisi kawasan mangrove dan terumbu karang. dan Sosialisasi Potensi Nuklir Pengembangan ogas.. 10 lokasi terumbu karang rusak Pembentukan Pokja Mangrove Provinsi Meningkatkan vegetasi pelindung pantai Menyiapkan pranata pengelolaan pesisir . Bioenergi.pemanfaatan produktif end use dari energi alternatif d. pikohidro.mikrohidro. PLTSurya. PLTAngin.. PLTAngin. dan Mikrohidro Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantura. PLTSurya. dan Sosialisasi Potensi Nuklir Jumlah desa mandiri energi Belum ada desa mandiri energi Penyusunan Rencana Desa Mandiri Energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Meningkatkan pelaksanaan konservasi dan hemat energi Tingkat penerapan hemat energi Telah ada identifikasi peluang penghematan energi di lingkungan pemprov. Audit Energi di lingkungan Pemerintah Prov. PLTAngin. Pengembangan biogas. PLTMH. Mengembang-kan energi alternatif dan gerakan hemat energi bagi masyarakat dan pelaku usaha Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan dan energi Meningkatkan penggunaan energi alternatif Jumlah dan jenis energi alternatif yang dikembangkan . Bioenergi.PLT Surya. biokerosene Pengembangan biogas. PLTSurya. PLTAngin. dan pulau kecil Luasan / jumlah vegetasi pelindung pantai. Kawasan wisata pantai selatan Penyusunan Renstra dan Zonasi Pesisir dan pulau kecil Kawasan wisata pantai selatan Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Pengembangan biogas. PLTMH. Bangunan Komersial dan Industri Sektor Transportasi Dan Perumahan Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi shg (total target 20 desa mandiri energi tercapai ) Seluruh sektor penggunan energi Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 52 .NO. . PLTSurya. Bioenergi. PLTMH. pikohidro.1000 reaktor biogas.

Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah 65% 50% 25% 100% 70% 60% 20% 100% 75% 65% 15% 100% 80% 70% 10% 100% 85% 75% 5% 100% 90% 80% 0% 100% 95% 90% 0% 100% 2.000 1 : 2000 org 48 Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. Tiras Jumlah penyiaran yang masuk ke daerah a. LN = 8 40% AD = 2. TV b. kabupaten/kota. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah Terwujudnya kerjasama pembangunan antar daerah. AP = 7.000 1 : 2500 org 960. 45 45 46 46 47 47 15 30 15 30 15 31 15 31 15 32 16 32 16 33 3. antar provinsi dan luar negeri Tingkat kesesuaian antara dokumen perencanaan provinsi dengan pusat dan kab/kota Tingkat ketersediaan dan validitas informasi perencanaan pembangunan Tingkat ketersediaan dokumen perencanaan daerah : a. Terwujudnya tertib administrasi Persentase luas lahan 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 53 . spasial b.000 1 : 3500 org 900. Informasi. 75% 80% 85% 90% 95% 100% 100% 75% 80% 85% 90% 95% 100% 100% c. URUSAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi dalam manajemen pemerintahan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat Program Pengembangan Komunikasi. URUSAN PERTANAHAN Mewujudkan tertib Program Pengadaan. antar provinsi dan luar negeri Meningkatnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah.NO. Radio 830. AP = 7 LN = 3 45% AD = 3 AP = 8 LN = 4 50% AD = 3 AP = 8 LN = 5 55% AD = 4 AP = 9 LN = 6 60% AD = 4 AP = 9 LN = 7 65% AD = 5 AP = 10 LN = 8 70% b. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 Misi 5 : Meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan daerah dan kualitas demokrasi 1. a. Tersedianya dokumen perencanaan makro dan sektoral yang pro publik jumlah kerjasama antar daerah. sektoral Tingkat kesesuaian antara perencanaan dengan implementasi Tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan daerah Jumlah temuan penyimpangan Jumlah tindak lanjut temuan penyimpangan AD = 2.000 1 : 3000 org 930. Meningkatnya pelayanan informasi kepada masyarakat.000 1 : 4000 org 870. Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Meningkatnya penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi dalam berbagai bidang kehidupan Jumlah jaringan komunikasi (telepon genggam dan stationer) Jumlah Satuan Sambungan telepon Rasio pengguna internet terhadap penduduk Jumlah surat kabar nasional dan lokal yang beredar a. Penerbit b. kabupaten/kota. URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN Mewujudkan kerjasama pembangunan antar daerah yang saling menguntungkan Meningkatkan kualitas perencanaan dan mengembangkan perencanaan yang pro publik Program Kerjasama Pembangunan Program Perencanaan. Meningkatkan pengendalian pembangunan dan mengembangkan sistem pengawasan Terkendalinya program-program pembangunan daerah.000 1 : 5000 org 1 : 4500 org 850.

menerapkan insentif berbasis kinerja dan pengadaan secara elektronik Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Sistem Administrasi pemerintahan daerah Terselenggaranya urusan pemerintahan Tingkat ketersediaan peraturan perundangundangan tentang penyelenggaraan urusan Tingkat kesesuaian besaran organisasi dengan beban kerja Jumlah OPD Proporsi SKPD yang bersertifikat ISO Proporsi SPM pada urusan pemerintahan Proporsi SOP pada SKPD Jumlah regulasi penegasan batas daerah Tingkat produktivitas aparatur Tingkat kasus pelanggaran disiplin dan kasus kepegawaian Tingkat keterampilan aparatur Tingkat profesionalisme aparatur Tingkat pelayanan administrasi kepegawaian internal dan eksternal Tingkat pemenuhan kebutuhan dasar operasional unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya. prosedur dan kriteria penyelenggaraan pemerintahan daerah Terwujudnya penegasan batas daerah dan kode wilayah Meningkatnya kinerja aparatur Meningkatnya disiplin aparatur 60% 47 2% 15% 1 65% 80% 85% 90% 95% 200% 2% 15% 1 4% 50% 1 6% 60% 3 20% 70% 3 40% 80% 3 60% 90% 3 b. KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN Melaksanakan reformasi birokrasi melalui penataan struktur yang proporsional. standar. PERANGKAT DAERAH.NO. 60% 70% 60% 85% 65% 100% 75% 100% 85% 100% 90% 100% 100% 100% Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur 70% 85% 100% 100% 100% 100% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 54 . Tingkat pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kerja aparatur sesuai standar daerah Tingkat pemeliharaan sarana dan prasarana operasional a. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas setiap unit kerja dalam pelayanan publik Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur 50% 55% 60% 75% 65% 80% 65% 80% 100% 70% 85% 75% 85% 100% 75% 90% 85% 90% 100% 80% 100% 100% 95% 100% Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Meningkatnya kualitas aparatur daerah 50% 60% 100% 55% 65% 100% 60% 75% 100% Meningkatnya pelayanan administrasi kepegawaian Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Terpenuhinya kebutuhan dasar operasional unit kerja SKPD/Balai/UPT/ UPTD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya. ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH. KEBIJAKAN 2 administrasi pertanahan PROGRAM 3 Penataan dan Pengendalian Administrasi Pertanahan SASARAN PROGRAM 4 pertanahan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 bersertifikat Tingkat penyelesaian sengketa pertanahan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 40% 45% 55% 60% 75% 80% 85% 4. Terpeliharanya sarana dan prasarana operasional SKPD/Balai/UPT/UPTD. Tingkat pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat. Meningkatnya sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Tersedianya norma. PEMERINTAHAN UMUM. 1 2 2 3 3 4 4 Terwujudnya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. mengembangkan profesionalisme. Terwujudnya kualitas pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat. URUSAN OTONOMI DAERAH.

13% 65% 80.56% 19.60% 26. Tingkat kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. Tingkat akuntabilitas penggunaan anggaran 75% 75% 90% 95% 100% 100% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 55 . KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Terwujudnya kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 SKPD/Balai/UPT/UPTD. Kesadaran Hukum dan HAM Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan. 2 12 15 15 15 15 15 1 2 3 3 3 4 5 Tersedianya produk hukum yang mengakomodasi nilai-nilai agama.12% 70% Optimalisasi pengelolaan asset daerah Terwujudnya pengelolaan anggaran yang akuntabel Sumber lainnya yang sah Tingkat pemanfaatan dan pendayagunaan asset daerah.23% 21.22% 0.44% 0.NO.96% 22.43% 20.89% 0. Menata sistem hukum di daerah Program Penataan Peraturan Perundangundangan. Meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Terwujudnya penerimaan yang sesuai dengan potensi 73.24% 0. Meningkatnya budaya taat hukum 20 25 25 25 25 25 25 8 10 11 12 12 14 15 75% 90% 95% 95% 96% 97% 98% d.14% 60% 79. PAD b. kearifan local.63% 0.62% 24. Dana Perimbangan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 60% 2 60% 32 14 75% 15 10 80% 20 15 90% 20 15 100% 20 15 100% 20 15 c. Meningkatkan kapasitas lembaga legislatif Program Peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Terwujudnya harmonisasi produk hukum provinsi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota Meningkatnya produk hukum yang sesuai dengan aspirasi masyarakat Terwujudnya peningkatan kinerja DPRD yang akuntabel.17% 45% 45% 75. kearifan local.15% 50% 76.15% 55% 78.32% 0. c. dan nilainilai hidup lainnya yang berkeadilan Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya. dan nilai-nilai hidup lainnya yang berkeadilan Jumlah penanganan perkara dengan lembaga lain Tingkat kesadaran hukum dan penaatan hukum masyarakat serta penegakan hukum dan HAM Jumlah produk hukum yang tidak saling bertentangan Jumlah produk hukum yang aspiratif dan berpihak pada publik Jumlah perda yang disetujui Jumlah perda inisiatif Jumlah rapat kerja inisiatif dewan Tingkat pendapatan daerah : a. Jumlah peraturan daerah yang disusun Jumlah regulasi yang dapat memperbaiki efektivitas pemerintahan Jumlah regulasi yang dapat memperbaiki kualitas pelayanan Jumlah regulasi yang dapat menurunkan praktik korupsi produk hukum yang mengakomodasi nilai-nilai agama. 20 120 125 130 135 140 145 20 20 25 25 25 25 25 2 1 75 28 5 95 12 6 105 12 6 110 12 6 120 12 8 140 12 8 150 e.

Tingkat ketersediaan data/informasi dan statistik daerah 70% 70% 75% 80% 90% 95% 100% 6. Meningkatnya kuantitas dan kualitas Pol PP dan PPNS Se Jawa Barat Meningkatnya kuantitas dan kualitas anggota satuan Linmas Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam tramtibmas • Tingkat kasus kriminalitas yang dapat diselesaikan • Jumlah kasus peredaran narkoba • Jumlah kasus penyalahgunaan narkoba Tingkat keamanan dan kenyamanan lingkungan Jumlah unjuk rasa Rasio jumlah polisi pamong praja per 10.000 penduduk Rasio jumlah linmas per penduduk Rasio Pos Siskamling per desa/kelurahan 60% 62% 65% 68% 75% 80% 85% 75% 398 70% 75% 375 73% 80% 360 77% 80% 350 81% 80% 345 85% 90% 340 90% 100% 330 100% 5. satuan perlindungan masyarakat. dan unsur rakyat terlatih lainnya Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Menurunnya angka kriminalitas.NO. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan SASARAN PROGRAM 4 Tersedianya sistem pelaporan capaian kinerja pada unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD. URUSAN STATISTIKA Meningkatkan kualitas data pendukung perencanaan daerah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah Tersedianya data/informasi aspasial yang mutakhir dan akurat. URUSAN KEARSIPAN Meningkatkan kinerja pengelolaan kearsipan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan Program Pengembangan Kearsipan Tersedianya data kearsipan yang mendukung manajemen pemerintah daerah Tingkat kelengkapan administrasi kearsipan Tingkat penerapan teknologi informasi dalam administrasi kearsipan Tingkat penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan pelestarian dokumen/arsip daerah Tingkat pelayanan informasi kearsipan daerah 60% 70% 70% 60% 75% 75% 65% 80% 80% 75% 85% 85% 85% 90% 90% 90% 95% 95% 100% 100% 100% Terpeliharanya data kearsipan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna arsip 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 56 . Menurunnya gangguan terhadap ketertiban umum. Meningkatkan pembinaan tramtibmas. Tersedianya dokumen operasional SKPD/Balai/UPTD/UPTD yang mendukung capaian kinerja organisasi INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat kesesuaian pelaporan capaian kinerja pada unit kerja SKPD/Balai/ UPT/UPTD dengan anggaran Tingkat ketersediaan dokumen operasional Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 65% 7 65% 2009 8 90% 2010 9 95% 2011 10 100% 2012 11 100% 2013 12 100% 1 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% f.

swasta dan masyarakat dalam pembangunan. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Tersedianya arsip yang dapat mendukung keperluan publik INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat keterbukaan informasi kearsipan daerah bagi masyarakat Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% 7. Meningkatkan adaptasi dan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 57 . Meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur desa dan kelurahan Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Meningkatnya kualitas perangkat desa 10% 5% 20% 10% 5% 20% 20% 10% 25% 30% 20% 30% 40% 25% 40% 50% 30% 45% 60% 35% 50% Meningkatnya kualitas sarana prasarana pemerintahan desa Meningkatnya Kinerja pemerintahan desa 20% 20% 60% 20% 25% 65% 25% 30% 75% 30% 35% 80% 35% 40% 85% 40% 45% 90% 45% 50% 95% 8. URUSAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Meningkatkan partisipasi dan peran kelembagaan masyarakat desa dalam pembangunan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terwujudnya kemitraan pemerintah. Jumlah korban manusia akibat bencana Tingkat kesiapan pemerintah dalam penanggulangan bencana 100 orang / Desa 100 orang / Desa 100 orang / Desa 150 orang / Desa 150 orang / Desa 200 orang / Desa 200 orang / Desa c.NO. a. 60% 70% 85% 90% 95% 100% 100% 50% 190 394 50% 55% 190 394 55% 70% 195 400 65% 75% 200 410 70% 80% 206 420 75% 85% 212 430 80% 90% 220 440 85% Meningkatnya frekuensi keterlibatan masyarakat dalam penetapan kebijakan b. URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI Mengurangi jumlah korban dan kerugian akibat bencana/kerusakan lingkungan Meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam penanggulangan bencana Program Penanggulangan Bencana Menurunnya jumlah kerugian akibat bencana/kerusakan lingkungan Meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan dampaknya Meningkatnya kemampuan pemerintah dalam pencegahan dini dan penanggulangan bencana Tersedianya Kelembagaan penanggulangan Bencana Daerah Tingkat kerugian material akibat bencana b. Rata-rata jumlah kelompok binaan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Tingkat keterlibatan lembaga kemasyarakatan dalam pembangunan Jumlah LSM Jumlah ormas Tingkat keterlibatan LSM dan ormas dalam penetapan kebijakan Tingkat keterampilan perangkat desa Tingkat pengetahuan perangkat desa Tingkat kelengkapan sarana prasarana perkantoran pemerintahan desa Tingkat pelayanan pemerintahan desa Tingkat Tertib pengelolaan dokumen Administrasi pemerintahan desa Persentase desa berstatus swasembada terhadap total desa a.

Melibatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan politik Memfasilitasi peningkatan peran dan fungsi partai politik PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Terintegrasinya aspek mitigasi bendana dalam pembangunan Menurunnya konflik antar kelompok. INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 d. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemilu Meningkatnya fungsi partai politik dalam pendidikan politik Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu Tingkat penyelenggaraan pendidikan politik oleh partai politik 75% 67.NO. 50% 50% 60% 75% 80% 85% 90% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 58 .31% 75% 80% 83%% 85%% 87%% f. yang dilandasi etika/moral politik dan wawasan kebangsaan. Membentuk kultur politik demokrasi. KEBIJAKAN 2 mitigasi terhadap perubahan iklim dan bencana. Program Pendidikan Politik Masyarakat Jumlah konflik antar kelompok e.

Jaminan cagub-cawagub untuk merealisasikan wajardikdas 9 tahun secara gratis selambat-lambatnya 2 tahun masa jabatan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Tingkat implementasi pendidikan gratis di jenjang pendidikan dasar Penyusunan formulasi pendidikan gratis Implementasi pendidikan gratis untuk SD/MI/Sederajat Pemantapan Implementasi Pendidikan Gratis untuk SD/MI/Sedjat Dalam rangka penuntasan wajardikdas 9 tahun.PROGRAM JANJI GUBERNUR NO 1 1. dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMP/MTs/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajardikdas 9 tahun yang berkualitas. dgn anggaran Rp 200 Milyar/tahun Peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga sukarela Menetapkan kebijakan Pembebasan SPP dan bantuan buku. APBD Provinsi. APBD Provinsi. Implementasi Pendidikan gratis tingkat SMA/MA/SMK dalam rangka Rintisan Wajib Belajar 12 tahun Program Pendidikan Menengah dan Tinggi Terlaksananya upaya Jawa Barat Bebas Putus jenjang Sekolah dan peningkatan mutu pendidikan menengah Tingkat implementasi pendidikan gratis di jenjang pendidikan menengah Rintisan Wajar 12 tahun di Kab/Kota terpilih Pencanangan Wajar 12 Tahun bagi Kab/Kota se Jawa Barat c. JANJI GUBERNUR 2 URUSAN PENDIDIKAN Pendidikan yang murah dengan anggaran pendidikan 20 % Menetapkan kebijakan pendidikan murah dengan alokasi anggaran pendidikan 20 % Menetapkan kebijakan pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu KEBIJAKAN PROGRAM 3 Program Manajemen Pelayanan Pendidikan SASARAN PROGRAM 4 Terlaksananya alokasi anggaran pendidikan minimal 20 % dengan mengutamakan implementasi pendidikan murah Meningkatnya angka partisipasi pendidikan untuk penerapan wajib belajar pada anak usia sekolah jenjang pendidikan dasar INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Alokasi anggaran minimal 20 % pendidikan Target Pencapaian 2008 7 2009 8 alokasi anggaran pendidikan 20 % 2010 9 alokasi anggaran pendidikan 20 % 2011 10 alokasi anggaran pendidikan 20 % 2012 11 alokasi anggaran pendidikan 20 % 2013 12 alokasi anggaran pendidikan 20 % b. dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMP/MTs/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajardikdas 9 tahun yang berkualitas. Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMA/MA/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajib Belajar 12 tahun dengan mengutamakan mutu Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Terlaksananya upaya Pembebasan SPP dan bantuan buku. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. tambahan gaji guru negeri & swasta 1. dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar 72% 100% 50% 74% 100% 60% 76% 100% 70% 78% 100% 80% 80% 100% 90% 82% 100% 100% prosentase kualifikasi guru memenuhi 75% 80% 85% 90% 95% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 59 . dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. Meningkatnya kompetensi pendidik 3. tambahan gaji guru negeri & swasta Menetapkan kebijakan peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru negeri dan swasta Program Manajeman Pelayanan Pendidikan e. a. perbaikan gedung sekolah. Meningkatnya kesejahteraan guru 2. Pembebasan SPP dan bantuan buku. dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMP/MTs/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajardikdas 9 tahun yang berkualitas. Meningkatnya jumlah sekolah terakreditasi 4. meningkatnya jumlah guru berkualifikasi S1 Penyaluran alokasi anggaran pendidikan untuk biaya operasional dan perbaikan sarana prasarana pendidikan dalam kerangka anggaran pendidikan 20 % Prosentase guru penerima insentif Jumlah guru dan siswa penerima penghargaan Prosentase sekolah terakreditasi Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. perbaikan gedung sekolah. Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMA/MA/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajib Belajar 12 tahun dengan mengutamakan mutu Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. tambahan gaji guru negeri & swasta. perbaikan gedung sekolah. Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMA/MA/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajib Belajar 12 tahun dengan mengutamakan mutu Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. Transparansi penyaluran dana bantuan pendidikan Menetapkan penyaluran pendidikan masyarakat kebijakan dana yang pro Program Manajeman Pelayanan Pendidikan Terlaksananya penyaluran dana pendidikan dengan memperhatikan transparansi dan ketepatan sasaran Laporan/sosialisasi dana bantuan pendidikan Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBD Provinsi Rp 200 Milyar d.

170 773. Peningkatan perlindungan hukum utk TKI asal Jawa Barat Meningkatkan Perlindungan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah kasus yang kerja kerja kerja kerja yang yang yang yang 3.NO 1 JANJI GUBERNUR 2 KEBIJAKAN PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 meningkatnya kesiapan guru mngikuti sertifikasi INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 prosentase dokumen portofolio yang benar Target Pencapaian 2008 7 75% 2009 8 80% 2010 9 85% 2011 10 90% 2012 11 95% 2013 12 100% 5.648 51.059 79.202 32.112 640 4.595 26.328 56. Perjuangkan nasib buruh Jawa Barat 4.892 36.760 100 1. kualitas dan fungsi sarana prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya Meningkatnya jumlah.395 51.470 613.100 568.059 79.704 28.648 51.031 23. diprioritaskan pada perbaikan masalah kesehatan Peningkatan akses pelayanan kesehatan pada daerah terpencil 1. URUSAN PEMUDA OLAHRAGA DAN Penyediaan kawasan olahraga masyarakat dan olahraga prestasi Program pembinaan pemasyarakatan dan pengembangan olahraga Tersedianya kawasan olahraga dan sarana pendukung untuk meningkatkan prestasi Prosentase ketersediaan sarana olahraga masyarakat di tingkat kecamatan Tahapan pembangunan sarana 30% Persiapan 45% Persiapan 65% Pelaksanaan 75% Pelaksanaan 85% Pelaksanaan 100% Penyelesaian tahap Membuat kawasan olahraga dan sarana pendukung untuk meningkatkan prestasi olahraga Jawa Barat Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 60 . Perluasan kesempatan kerja bagi putra daerah Terselenggaranya Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja melalui Informasi Pasar Kerja (IPK) Mekanisme AKAD Mekanisme AKL Mekanisme AKAN Perluasan lapangan kerja produktif Terlindunginya tenaga kerja melalui penyelesaian kasus hubungan industrial Pemberdayaan sarana hubungan industrial Pengembangan sistem pengupahan Fasilitasi perlindungan tenaga kerja terhadap naskah kontrak kerja Jumlah pengakses 21.819 450 3.715 c. 2.995 29.405 540 5.466 500 4.260 62.000 25 25 25 25 Seluruh desa tersedia Bidan Desa 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % % Kepesertaan Asuransi % Posyandu Purnama 40 % 51 % 45 % 58 % 50 % 65 % 60 % 70 % 80 % 75 % 100 % 80 % Pengembangan & revitalisasi posyandu utk kesehatan ibu.715 32. anak dan lansia Rp 50 M/thn URUSAN KETENAGAKERJAAN Penyediaan 1 juta lapangan kerja 3.021 100 1.052 540 5.193 50 3.581 40.593 41.649 100 980 662. jenis dan penyebaran tenaga kesehatan Terciptanya sitem pembiayaan kesehatan Meningkatnya kualitas dan kuantitas Posyandu Pembangunan Puskesmas baru untuk meemenuhi ratio jumlah Puskesmas terhadap jumlah penduduk 1 : 25.640 715.052 540 terselesaikan Jumlah perusahaan Besaran upah minimum Jumlah naskah/KKB 1. Program Peningkatan Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan 2. Program Sumber Daya Kesehatan b.593 41.041 32.368 25.794 35. a.170 773.270 47.193 68.021 100 d. Program KTP Kesehatan Berasuransi Meningkatkan jaminan pembiayaan kesehatan Mengaktifkan kembali peran dan fungsi Posyandu Program Manajemen kesehatan Program Kesehatan upaya Peningkatan kuantitas.741 100 3. URUSAN KESEHATAN Prioritas pembangunan pada daerah yg belum tersentuh. a. Perluasan Kerja Kesempatan Program Peningkatan Kesempatan Kerja b. c.394 32.

000 wirausaha baru 250 wirausaha 25. Meningkatnya usaha industri genteng Tersedianya kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang wajar dan terjangkau Peningkatan industri genteng 50 Milyar Regulasi pengelolaan dan penataan pasar tradisional di 12 Kabupaten/Kota 50 Milyar Regulasi pengelolaan dan penataan pasar tradisional di 14 Kabupaten/Kota 50 Milyar c. Mendorong penumbuhan wirausaha.600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar b.600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 4.000 wirausaha baru 250 wirausaha 25. Menguatkan Kelembagaan dan Usaha. Meningkatkan akses dan distribusi perdagangan Sistem Dalam Meningkatnya distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat 4.600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 4.600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 4. Kecil dan Menengah Meningkatnya permodalan KUMKM akses bagi 7. a. Usaha Mikro.000 orang 1.100 KUMKM 5.100 KUMKM 5. Kecil dan Menengah 1. Usaha Mikro.000 orang 1.000 wirausaha baru 250 wirausaha 25.NO 1 5 JANJI GUBERNUR 2 URUSAN KEBUDAYAAN Pengembangan seni dan budaya di Jabar melalui pembangunan gedunggedung kesenian bertaraf internasional.000 wirausaha baru 250 wirausaha 25. Meningkatnya nilai tambah produk industri Penataan dan Teknologi 10 unit 15 unit 15 unit 20 unit 25 unit 25 unit Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 61 . dan wirausaha yang berdaya saing serta penyerapan tenaga kerja Meningkatnya kualitas kelembagaan koperasi • Jumlah wirausaha baru per tahun • Jumlah wirausaha yang berdaya saing per tahun • Tingkat penyerapan tenaga kerja per tahun Kualitas kelembagaan KUMKM per tahun (standarisasi.000 wirausaha baru 250 wirausaha 25.000 orang 1. Kapasitas SDM.100 KUMKM 5. dan Peluang Pasar KUMKM Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi. Menyerap satu juta lapangan kerja melalui pengadaan dan peningkatan UKM dengan anggaran Rp 200 milyar per tahun (Komitmen Moral dgn batas waktu pelaksanaan 3 tahun masa kepemimpinan) URUSAN INDUSTRI DAN PERDAGANGAN Mempertahankan eksistensi pasar tradisional melalui penataan daya saing Anggaran dana khusus Rp 50 Milyar per tahun untuk operasi pasar ketika harga sembako naik Membangkitkan genteng Majalengka industri Meningkatkan perdagangan system Pengembangan sistem pendukung usaha bagi Koperasi. 2. Program Pengembangan Perdagangan Negeri Program Pengembangan Perdagangan Negeri Program struktur Peningkatan Kemampuan Industri Sistem Dalam Meningkatnya pengelolaan penataan tradisional dan pasar Tersedianya regulasi pengeloaan dan penataan pasar tradisional b. dan mengupayakan pematenan kesenian khas Jawa Barat Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya Meningkatnya • Tersusunya rumusan dan pengakuan tentang HAKI seni pengelolaan dan pengakuan atas Hak budaya Jawa Barat Kekayaan Intelektual dalam bidang seni dan • Jumlah HAKI seni budaya Jawa budaya Barat 7 jenis kesenian 10 jenis kesenian 12 jenis kesenian 13 jenis kesenian 6 a. Sistem Pembiayaan. serta mematenkan kesenian khas Jawa Barat URUSAN KOPERASI USAHA MIKRO.600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 4.100 KUMKM 4. akreditasi dan sertifikasi) Tingkat kapasitas SDM KUMKM per tahun Ketersediaan aspek legalitas bagi KUMKM per tahun Akses permodalan ke lembaga keuangan mikro per tahun 5.100 KUMKM 5. KECIL DAN MENENGAH Kebijakan berorientasi pemberdayaan usaha kecil menengah KEBIJAKAN PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 olahraga Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 olahraga terpadu di Jawa Barat Target Pencapaian 2008 7 pembangunan Rumusan tentang HAKI seni budaya Jawa Barat 0 2009 8 pembangunan Sosialisasi tentang rumusan HAKI seni budaya Jawa Barat 5 jenis kesenian 2010 9 pembangunan 2011 10 pembangunan 2012 11 pembangunan 2013 12 akhir pembangunan - Fasilitasi pembangunan gedung kesenian bertaraf internasional.000 orang 1.000 orang 1.

40 Km. a. dan kualitas produk pertanian Regulasi tentang Perpanjangan HGU N/A Evaluasi HGU di Jawa Barat d. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Rehabilitasi Jalan = 174. perikanan.36 Km. Meningkatkan kesejahteraan petani melalui dana talangan utk menjamin stabilitas harga pupuk dan gabah sebesar Rp 200 Milyar/thn Program pemasaran dan pengolahan hasil pertanian. dan kualitas produk pertanian Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian. kec.00 Km.35 Km.79 km. Penggantian jembatan = 4 buah Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 3 Km. Memantapkan kondisi transportasi jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang. Rehabilitasi Jalan = 116. dan kehutanan Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian Fasilitasi dana talangan untuk menjamin stabilitas harga pupuk dan gabah N/A Rp 200 Milyar Mengusulkan Rancangan Peraturan Perundang Undangan Perpanjangan HGU Rp 200 Milyar Monitoring dan evaluasi pemanfaatan HGU Monitoring dan evaluasi pemanfaatan HGU Monitoring dan evaluasi pemanfaatan HGU Rp 200 Milyar Rp 200 Milyar Rp 200 Milyar e. produktivitas. Rehabilitasi Jalan = 119. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan= 5 Km dan Jembatan sebanyak 2 buah Peningkatan jalan = 53. JANJI GUBERNUR 2 URUSAN PERTANIAN Mengubah pola pertanian dengan pupuk organik untuk meningkatkan hasil produksi KEBIJAKAN PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya produksi. perikanan.65 Km. Program peningkatan produksi pertanian Meningkatnya produksi. perikanan. Bandung Barat Permudah regulasi perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) bagi masyarakat perkebunan Program pemasaran dan pengolahan hasil pertanian. Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 62 . Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Peningkatan jalan = 61. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 10 Km Peningkatan jalan = 57. Rehabilitasi Jalan = 118. dan jasa Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Meningkatnya kondisi jalan dan jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi dan non status di Jawa Barat untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan pemerataan pembangunan Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui kegiatan peningkatan jalan dan penggantian jembatan pertahun Panjang jalan dan jembatan non status yang ditangani melalui kegiatan peningkatan jalan dan penggantian jembatan pertahun Program Rehabilitasi/Pemeliharaa Mempertahankan kondisi kemantapan Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui Peningkatan jalan = 45. peternakan. produktivitas. Terfasilitasinya praktisi perkebunan untuk mendapatkan Hak Guna Usaha (HGU) Menurunnya konversi lahan pertanian Prosentase lokasi yang terfasilitasi perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) Luas lahan yang konversi per tahun mengalami N/A 25 % 50 % 75 % 100 % 100 % N/A 100 Ha 50 Ha 50 Ha 50 Ha 50 Ha 9. perkebunan. Membuka akses pemasaran bunga hias untuk pengembangan sentra tanaman hias Cihideung.20 Km. Mendukung eksistensi praktisi perkebunan utk mendapatkan hak guna usaha Menghentikan alih fungsi lahan pertanian untuk menyelamatkan pertanian URUSAN PEKERJAAN UMUM Percepatan Perbaikan Jalan Rusak di Provinsi Jabar Program peningkatan produksi pertanian Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang f. perkebunan.9 Km. a.60 Km. perkebunan. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Peningkatan jalan = 59. dan kehutanan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah Demplot pertanian pupuk organik per tahun Target Pencapaian 2008 7 N/A 2009 8 50 2010 9 150 2011 10 300 2012 11 2013 12 Meningkatkan nilai produksi dan nilai tambah hasil pertanian Program peningkatan produksi pertanian b.90 Km. peternakan. Penggantian jembatan di Jabar Selatan = 40 meter Rehabilitasi Jalan = Peningkatan jalan =85. dan kehutanan Fasilitasi pemasaran lelang produk melalui N/A 2 kali lelang per minggu 2 kali lelang per minggu 2 kali lelang per minggu 2 kali lelang per minggu 2 kali lelang per minggu c. peternakan.NO 1 8. Rehabilitasi Jalan = 122.05 Km. Parongpong Kab. barang.

dan jasa Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Panjang Jalan dan Jumlah Jembatan yang terbangun pertahun Pembangunan jalan = 7.038.444.NO 1 JANJI GUBERNUR 2 KEBIJAKAN PROGRAM 3 n Jalan dan Jembatan SASARAN PROGRAM 4 jalan agar tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap arus lalu lintas yang melewatinya dalam batas repetisi beban standar maupun struktur yang direncanakan Terciptanya jaringan jalan yang dapat menyediakan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan serta mempunyai nilai struktur yang baik INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 kegiatan rehabilitasi jalan dan jembatan.444 buah Pembangunan jalan = 7.000 Km.7 Km (lanjutan 2.5 km dan pembangunan baru 5. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 55% Pembangunan jalan = 4 Km. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pembangunan Jalan dan Irigasi dengan Anggaran Rp.037.18 Km.00 bh.8 Km. serta pemeliharaan jalan dan jembatan pertahun Target Pencapaian 2008 7 147.68 Km. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 50% N/A Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 60%.58 Km. 200 Milyar/Tahun Memantapkan kondisi transportasi jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang. Pemeliharaan Jalan = 2. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 3.037. URUSAN PENATAAN RUANG Pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Jatinangor Menyiapkan pranata pendukung pelaksanaan pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Jatinangor Program Perencanaan Ruang Tersedianya pranata pendukung pelaksanaan pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Jatinangor Ketersediaan pranata pendukung Kajian rencana rinci kawasan IPTEK Jatinangor Penetapan rencana rinci kawasan IPTEK Jatinangor - - - - 11. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Tersedianya jaringan irigasi yang handal Peningkatan kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat (kondisi baik 90%).962.6 meter Meningkatkan kondisi infrastruktur irigasi untuk mendukung konservasi.00 bh.00 bh. Pemeliharaan Jembatan = 1.038. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 90% Tahapan pembangunan daerah irigasi strategis N/A Persiapan Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Kajian DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya 10.666 Km.680 Km.445.00 bh 2013 12 Rehabilitasi Jembatan = 11.444. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 80% Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 90%. barang.00 bh. serta pengendalian daya rusak air Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Pemeliharaan Jalan = 2.445 bh b. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 55%.177 Km. Pemeliharaan Jalan = 2.00 bh 2012 11 Rehabilitasi Jembatan = 10. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jalan = 2257.446. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah 2009 8 Rehabilitasi Jembatan = 12 bh. URUSAN PERUMAHAN Pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Mengembangkan dan menata kawasan Program Pengembangan Tertatanya kawasan pendidikan Jatinangor Ketersediaan sarana dan prasana pendukung N/A Pelaksanaan penataan Pelaksanaan penataan Pelaksanaan penataan Pelaksanaan penataan kawasan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 63 . pemerintah provinsi (kondisi baik 90%) pada tahun 2013 Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 50%. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jembatan = 1.2 km).6 Km. pendayagunaan sumber daya air.00 bh 2010 9 Rehabilitasi Jembatan = 11. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 4. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jalan = 1.00 bh 2011 10 Rehabilitasi Jembatan = 12.2 Km Pembangunan Jembatan sepanjang 185. Pemeliharaan Jalan = 2. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 60% Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 70%. Rehabilitasi Jembatan = 912 m. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 70% Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 80%.

KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN Membuka ruang publik untuk komunikasi dengan masyarakat Meningkatkan dan mengembangkan kualitas setiap unit kerja dalam pelayanan publik Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Terwujudnya kualitas pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat N/A sarana dan prasarana untuk komunikasi publik di masingmasing unit kerja b. serta menyelenggarakan komunikasi publik 3 95 % OPD memiliki sarana dan prasarana. Kolusi dan Nepotisme (KKN) melaksanakan reformasi birokrasi melalui penataan struktur yang proporsional. Membuat peraturan daerah yang transparan Menata sistem hukum di daerah Program penataan peraturan perundang undangan. dan Program peraturan undangan. URUSAN OTONOMI DAERAH. mengembangan profesionalisme. Menghapus dan menindak tegas pungutan liar melaksanakan reformasi birokrasi melalui penataan struktur yang proporsional. Membasmi mafia peradilan Menata sistem hukum di daerah Program peraturan undangan. menerapkan Insentif Berbasis Kinerja (IBK). dan HAM d. serta menyelenggara kan komunikasi publik 3 90 % OPD memiliki sarana dan prasarana. mengembangan profesionalisme. dan penataan perundang kesadaran HAM penataan perundang kesadaran HAM terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya jumlah penanganan perkara dengan lembaga lainnya N/A 11 12 12 14 15 jumlah penanganan perkara dengan lembaga lainnya N/A 11 12 12 14 15 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 64 . hukum. menerapkan Insentif Berbasis Kinerja (IBK). Pemekaran Sukabumi Mendukung pembentukan Bogor Barat Kabupaten aspirasi Kabupaten f. dan pengadaan secara elektronik Program pemantapan otonomi daerah dan sistem administrasi pemerintahan daerah Terselenggaranya urusan pemerintahan yang bebas KKN M enurunnya jumlah kasus KKN Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya. serta menyelenggara kan komunikasi publik 4 100 % OPD memiliki sarana dan prasarana. a. serta menyelenggara-kan komunikasi publik 5 N/A N/A Menurunnya jumlah kasus KKN 10 Menurunnya jumlah kasus KKN 11 Menurunnya jumlah kasus KKN 12 Menurunnya jumlah kasus KKN 12 Menurunnya jumlah kasus KKN 14 c. PERANGKAT DAERAH. Pemerintah bersih Korupsi.NO 1 JANJI GUBERNUR 2 Jatinangor KEBIJAKAN PROGRAM 3 Permukiman SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian 2008 7 2009 8 2010 9 kawasan IPTEK Jatinangor 2011 10 kawasan IPTEK Jatinangor 2012 11 kawasan IPTEK Jatinangor 2013 12 IPTEK Jatinangor pendidikan Jatinangor 12. dan pengadaan secara elektronik Menata sistem hukum di daerah Program pemantapan otonomi daerah dan sistem administrasi pemerintahan daerah Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung pemerintahan yang transparan Meningkatnya produk hukum yang sesuai dengan aspirasi masyarakat Terselenggaranya penataan pembentukan daerah kabupaten/kota Tingkat kesadaran hukum dan penaatan hukum masyarakat serta penegakan hukum dan HAM Jumlah peraturan daerah yang disusun N/A 90% 95% 95% 96% 97% N/A 15 20 20 20 20 Jumlah produk hukum yang aspiratif dan berpihak pada publik Pembentukan kabupaten/kota N/A 25 25 25 25 25 N/A terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota g. ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH. e. serta menyelenggarakan komunikasi publik 3 85 % OPD memiliki sarana dan prasarana. PEMERINTAHAN UMUM. hukum. Meningkatnya budaya taat hukum Jumlah regulasi yang dapat menurunkan praktik korupsi jumlah kasus KKN Jumlah penanganan perkara dengan lembaga lain N/A 80 % OPD memiliki sarana dan prasarana. kesadaran hukum.

NO 1 JANJI GUBERNUR 2 KEBIJAKAN PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian 2008 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 65 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful