DRAFT 19-SEPTEMBER-2008

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR TENTANG RPJMD PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008-2013

BUKU II
TABEL INDIKATOR KINERJA PROGRAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008-2013

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008

TABEL INDIKATOR KINERJA PROGRAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008-2013
PROGRAM PEMBANGUNAN TAHUN 2008-2013
NO. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12

1

Misi 1 : Mewujudkan sumber daya manusia Jawa Barat yang produktif dan berdaya saing
1.
a.

URUSAN PENDIDIKAN
Menetapkan kebijakan pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu Program Wajib Pendidikan dasar Belajar 1. 2. 3. 4. 5. Meningkatnya APK PAUD formal Meningkatnya APM SD/MI Sederajat Meningkatnya APK SMP/MTs Sederajat Meningkatnya APM SMP/MTs Sederajat Meningkatnya angka melanjutkan SD/MI ke SMP/MTs Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas SMP Meningkatnya pelayanan pendidikan di daerah khusus Terlaksananya bantuan Beasiswa bagi Siswa SMP/MTs Terlaksananya bantuan Beasiswa bagi Siswa SMA/SMK Terlaksananya bantuan Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan tidak mampu Terbangunnya sekolah unggulan percontohan bertaraf internasional Meningkatnya jumlah SBI Meningkatnya jumlah SSN Berkurangnya angka buta aksara Meningkatnya angka APK PAUD non formal Meningkatnya angka partisipasi Paket B Meningkatnya angka partisipasi Paket C Meningkatnya Pendidikan Khusus (PK) dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Prosentase APK Prosentase APM Prosentase APK Prosentase APM Prosentase melanjutkan angka 37,25 96,65 88,90 79,00 80,00 42,25 97,15 93,90 82,00 83,50 47,25 97,65 98,90 85,00 86,50 52,25 98,15 103,90 88,00 89,50 57,25 98,65 108,90 91,00 92,50 62,25 99,15 113,90 94,00 94,00 67,25 99,00 115,00 95,00 95,00

6. 7. 8.

Rasio rombel ruang kelas Prosentase sarana memadai Prosentase jumlah siswa penerima beasiswa Prosentase jumlah siswa penerima beasiswa Jumlah mahasiswa penerima beasiswa Jumlah sekolah percontohan bertaraf internasional Jumlah SD Jumlah SMP Jumlah SD Jumlah SMP Prosentase angka buta aksara Prosentase APK Angka Partisipasi Peserta Paket B Angka Partisipasi Peserta Paket C Jumlah peserta/prosentase terlayani

1,35 60,00 70%

1,3 65,50 75%

1,25 71,00 80%

1,2 76,50 85%

1,15 82,00 90%

1,10 87,50 95%

1,05 93,00 100%

Program Pendidikan Menengah dan Tinggi

1.

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

2. 3.

2500 0

3500 1

4500 1

5500 1

6500 1

7500 1

8500 1

4. 5. Program Pendidikan Non Formal 1. 2. 3. 4. Program Pendidikan Luar Biasa 1.

3 10 52 26 4,19% 15% 4,26% 1,42% 70%

7 21 97 52 3,75% 20% 4,76% 1,92% 72%

11 32 123 78 3,25% 25% 5,26% 2,42% 74%

15 43 149 104 3,00% 30% 5,76% 2,92% 76%

19 54 175 130 2,50% 35% 6,26% 3,42% 78%

23 65 201 156 2,00% 40% 6,76% 3,92% 80%

27 76 227 182 1,5% 45% 7,26% 4,42% 82%

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

1

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3 2.

SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya mutu PBM PK dan PLK 3. Meningkatnya kompetensi guru PK dan PLK Terlaksananya alokasi anggaran pendidikan minimal 20 % dengan mengutamakan implementasi pendidikan murah Meningkatnya kompetensi guru dan penyelenggara pendidikan

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Prosentase terserapnya kurikulum Prosentase peningkatan kompetensi guru Alokasi anggaran pendidikan minimal 20 %

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 70% 50% Anggaran pendidikan 11,62 % 7 72% 55% alokasi anggaran pendidikan 15 % 2009 8 74% 65% alokasi anggaran pendidikan 20 % 2010 9 76% 70% alokasi anggaran pendidikan 20 % 2011 10 78% 75% alokasi anggaran pendidikan 20 % 2012 11 80% 80% alokasi anggaran pendidikan 20 % 2013 12 82% 85% alokasi anggaran pendidikan 20% 468 468 1800 635 780 780 780 635 4000 1000 560 237

1

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

Pengelola TK/SD satu atap Gugus TK Gugus SD TK Pembina Jumlah guru/pendidik PMR Jumlah guru/pendidik OSIS Jumlah guru/pendidik UKS Jumlah guru/pendidik PKLH Jumlah penambahan ruang kelas baru (RKB) Jumlah ruang kelas yang direhabilitasi Jumlah SMP Terbuka Jumlah SD SSN

23 36 2.515 22 2.769 5.053 16.848 200 2.000 560 560 97

78 78 300 260 130 130 130 260 2500 760 560 122

156 156 600 335 260 260 260 335 2800 810 560 147

234 234 900 410 390 390 390 410 3100 860 560 162

312 312 1200 485 520 520 520 485 3400 910 560 187

390 390 1500 560 650 650 650 560 3700 960 560 212

b.

Meningkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana Pendidikan

Program Wajib Pendidikan Dasar

Belajar

1. 2. 3. 4.

5. 6.

7.

Meningkatnya daya tampung SMP/MTs Meningkatnya kualitas SMP/MTs Meningkatnya daya tampung SMP Terbuka Meningkatnya jumlah dan kualitas SD berstandar nasional Meningkatnya jumlah dan kualitas SMP SBI Tersedianya pedoman penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan budi pekerti Tersedianya buku teks pelajaran KTSP

Jumlah SMP SBI Jumlah buku pedoman

32 0

57 480

82 584

107 688

132 792

157 896

182 1000

Rasio Buku : Murid = 1 : 1 jenjang SD Rasio Buku : Murid = 1 : 1 jenjang SMP Jumlah penambahan ruang kelas baru (RKB) SMA Jumlah penambahan ruang kelas baru (RKB) SMK Jumlah Lab IPA Jumlah Lab Bahasa Jumlah Lab Multimedia Jumlah Perpustakaan Jumlah Peralatan Jumlah Pendidik Jumlah siswa kejuruan listrik, mesin, elektronik, otomotif, bangunan

2 matpel 2 matpel 75 75 75 65 30 70 45 97 3500

2 matpel 2 matpel 58 150 80% 70% 35% 75% 196 120 4560

3 matpel 4 matpel 64 200 85% 75% 40% 80% 196 240 8560

4 matpel 6 matpel 71 250 90% 80% 45% 85% 196 360 12560

5 matpel 8 matpel 78 300 95% 85% 50% 90% 196 480 16560

6 matpel 10 matpel 86 350 100% 90% 55% 95% 196 600 20560

6 matpel 11 matpel 95 400 100% 95% 60% 100% 196 720 24560

Program Pendidikan Menengah dan Tinggi

1. 2. 3.

Meningkatnya daya tampung SMA Meningkatnya daya tampung SMK Meningkatnya sumber dan media belajar SMA/SMK

4. 5. 6.

Meningkatnya kelengkapan SSN dan SBI SMA/SMK Meningkatnya kompetensi SDM SSN dan SBI SMA/SMK Meningkatnya kompetensi siswa SMK

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

2

615 1.00 100% 95% 95% 100% 79.33 42.00 100% 85% 85% 100% 68.15 50 : 50 7. rasio rombel ruang kelas Rasio SMK:SMA Jumlah lembaga PAUD di perdesaan dan daerah terpencil Jumlah TK/PAUD guru/pendidik 1.00 100% 100% 100% 100% 84. 2.83 36.48 85.83 69.98 70.975 1. 3.00 60 : 40 12.844 2. 4.650 1.00 100% 75% 75% 100% 57. 4. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana serta tenaga PAUD di daerah perdesaan dan daerah terpencil Program Pendidikan Non Formal 1.48 65. 2.98 80. SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya kesejahteraan guru Meningkatnya kompetensi pendidik Meningkatnya jumlah sekolah terakreditasi meningkatnya jumlah guru berkualifikasi S1 meningkatnya kesiapan guru mngikuti sertifikasi tersedianya buku laporan pendidikan Meningkatnya pemahaman penyelenggaran pendidikan tentang MBS INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Prosentase guru penerima Jumlah guru dan siswa penerima penghargaan Prosentase sekolah terakreditasi prosentase guru memenuhi kualifikasi prosentase dokumen portofolio yang benar Prosentase siswa penerima buku raport prosentase sekolah yang mengimplementasikan prosentase pendidik prosenatse layanan kebutuhan prosentase aspek penanganan UN/USBN prosentase sekolah memiliki perpustakaan Prosentase APK Prosentase APM Prosentase melanjutkan angka Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 70% 100% 40% 70% 70% 100% 40% 7 72% 100% 50% 75% 75% 100% 50% 2009 8 74% 100% 60% 80% 80% 100% 60% 2010 9 76% 100% 70% 85% 85% 100% 70% 2011 10 78% 100% 80% 90% 90% 100% 80% 2012 11 80% 100% 90% 95% 95% 100% 90% 2013 12 82% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 1 8. meningkatnya pelayanan terhadap data/informasi 10. 7.33 53.250 1. Meningkatnya wawasan pendidik tentang kurikulum 9. 6.10 52 : 48 8.33 64. Meningkatnya mutu pelaksanaan UN/USBN 11. 150 200 400 600 800 1000 1200 e.676 1. d. Mengembangkan pelayanan pendidikan non formal dan Informal Pendidikan Non Formal 1. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 Manajemen Pendidikan Pelayanan 1.00 58 : 42 11. 5. Mencanangkan wajib belajar dua belas tahun bagi kabupaten/kota se Jawa Barat Program Pendidikan Menengah dan Tinggi 1.83 47.NO. Meningkatnya peran perpustakaan c.773 1.83 58.05 54 : 46 9. 3. 2.2 49 : 51 7.48 75. 5.00 56 : 44 10. Meningkatnya APK SMA/MA/SMK Sederajat Meningkatnya APM SMA/MA/SMK sederajat Meningkatnya angka melanjutkan SMP/MTs ke SMA/SMK Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas SMA/MA/SMK Tercapainya rasio SMK:SMA = 60:40 Meningkatnya jumlah lembaga penyelenggara PAUD di perdesaan dan daerah terpencil Meningkatnya jumlah tenaga pendidik dan kependidikan PAUD Meningkatnya penanganan penduduk usia sekolah yang tidak tertangani dengan pendidikan formal Meningkatnya jumlah dan kualitas PKBM Meningkatnya kualitas lembaga kursus Meningkatnya kegiatan pendidikan keterampilan bagi 100% 70% 70% 100% 51. 3.98 60. Prosentase penanganan penduduk usia sekolah yang tidak tertangani dengan pendidikan formal Prosentase PKBM yang terbina Prosentase pengelola/peserta kursus yang terbina Jumlah sasaran peserta pendidikan keterampilan 50% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 50% 50% 55% 55% 60% 60% 65% 65% 70% 70% 75% 75% 80% 80% 100 200 400 600 800 1000 1200 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 3 .00 100% 80% 80% 100% 62.00 4.00 100% 90% 90% 100% 73.98 90.

89% 12.37% 27% 31% 54% 77% 100% 100% 100% 7.1% 30.kelurahan di jawa Barat Meningkatnya koleksi bahan perpustakaan di perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat Prosentase ketersediaan kelembagaan teknis perpustakaan desa/ kelurahan di Jawa Barat Prosentase peningkatan jumlah SDM pengelola perpustakaan desa/kelurahan Prosentase peningkatan koleksi bahan perpustakaan di perpustakaan desa/ kelurahan Prosentase peningkatan pemanfaatan perpustakaan desa/kelurahan Prosentase peningkatan pemberdayaan perpustakaan umum Kabupaten/Kota berbasis TIK Prosentase peningkatan pemberdayaan layanan perpustakaan keliling berbasis TIK 28% 41% 58% 68% 79% 89% 100% 14% 20% 36% 52% 68% 84% 100% 29% 40% 55% 66% 77% 89% 100% Meningkatnya pemanfaatan perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat b. Meningkatnya persentase desa siaga dari 56. 5.8% 38.5% 46. 6. Mengembangkan sekolah kejuruan sesuai kompetensi daerah Program Pendidikan Menengah dan Tinggi 1.9% 3.97% 13.21 20 10% 20% 30% 40% 50% 35 50 65 80 80 44% 51% 58% 65% 70% 75% 80% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 4 . URUSAN PERPUSTAKAAN Meningkatkan kemampuan dan budaya baca masyarakat Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan Meningkatnya kelembagaan teknis perpustakaan desa/kelurahan di Jawa Barat Meningkatnya SDM pengelola perpustakaan desa.29% 13.2% 53. a. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 masyarakat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 masyarakat Jumlah SMK berbasis agrobisnis dan bisnis kelautan Jumlah assesor Jumlah modul jumlah guru Prosentase siswa terserap dunia kerja Tersedianya model pembelajaran TIK dan jarak jauh Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 f. URUSAN KESEHATAN Meningkatkan pelayanan kesehatan terutama Ibu dan Anak Program Upaya Kesehatan 1.NO.4% 23.74% menjadi 80% Meningkatnya persentase 11. 2.13% 13. Meningkatnya komitmen dan kemampuan Kabupaten/Kota untuk mencapai Desa Siaga dan PHBS Meningkatnya Keluarga Mandiri.21% 13. a. Tersedianya SMK berbasis agrobisnis dan bisnis kelautan Meningkatnya kompetensi assesor Meningkatnya ketersediaan sumber belajar SMK Meningkatnya kompetensi pendidik SMK Meningkatnya relevansi SMK dengan DUDI Meningkatnya pemanfaatan TIK dalam PBM SMK 3 50 2000 0 20% 10% 5 150 2160 960 25% 20% 7 200 2160 1020 30% 30% 9 250 2160 1080 40% 40% 11 300 2160 1140 50% 50% 13 350 2160 1200 60% 60% 15 400 2160 1260 70% 70 2. 3.7% 15.05% 13. Meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan berbasis teknologi informasi Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan Meningkatnya pemberdayaan perpustakaan umum Kabupaten/Kota berbasis TIK di Jawa Barat Meningkatnya pemberdayaan layanan perpustakaan keliling berbasis TIK di Jawa Barat 12. 4.

7 % 46 % 41 % 36 % 31 % 25 % 20 % 82.9 0.26/1000 KH menjadi 20/1000 KH tahun 2013 Menurunnya AKABA dari 50.6 70 85.26/1000 KH 50/1000 KH 39.08 % menjadi 0.3 95 100 100 100 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 5 . anak dan masyarakat resiko tinggi 40.5 1.NO. ibu nifas.6 80 90 90 85 93 93.8 0.7 0.3 90 96 96.00 11 14 17 19 21 23 26 2 4 6 8 10 12 14 51.5% Menurunya prevalensi Ibu Hamil Anemia dari 51. Meningkatnya Sadar Gizi Keluarga 90 75 80 95 75 85 80 85 90 100 100 100 100 85 90 90 95 95 100 100 100 100 100 100 100 100 100 3.3 100 82.1 85.000 KH 150/100. bayi. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Posyandu Purnama Meningkatnya Rumah Tangga yang ber PHBS % PHBS di pesantren Desa/keluarga dengan KLB Gizi buruk dilaporkan dalam waktu < 24 jam75 Meningkatnya persentase balita naik timbangannya Meningkatnya persentase balita yang mendapat kapsul Vitamin A 2 kali/tahun Meningkatnya persentase ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe Gizi buruk mendapat perawatan sesuai standar Balita (6-24 bulan) BGM Gakin dapat MPASI Menurunnya AKB dari 40.15/ 100.9% Meningkatnya jumlah Kab/Kota dengan Prevalensi Gizi buruk = atau kurang dari 0.000 KH 0.1 75 87.7 % menjadi 20 % tahun 2013 Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan Meningkatnya pelayanan kesehatan antenatal (K4) Meningkatnya cakupan Kunjungan Neonatal (N2) Meningkatnya cakupan kunjungan Bayi Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 44% 7 51% 2009 8 58% 20% 100 80 90 2010 9 65% 40% 100 80 100 2011 10 72% 50% 100 85 100 2012 11 80% 60% 100 90 100 2013 12 80% 70% 100 100 100 1 2. Meningkatnya perlindungan pada ibu hamil.000 /1000 KH menjadi 150/100.000/1000 KH menjadi 30/1000 KH tahun 2013 Menurunnya AKI dari 321.5/1000 KH 48/1000 KH 39/1000 KH 45/1000 KH 35/1000 kh 40/1000 KH 30/1000 KH 47/1000 KH 25/1000 KH 44/1000 KH 20/1000 KH 30/1000 KH 262/100.5 % tahun 2013 Meningkatnya jumlah Kab/Kota dengan Prevalensi Gizi buruk kurang dari 0.1 1.6 84.6 87. ibu bersalin.5 87 90 93.000 KH tahun 2013 Menurunnya prevalensi balita gizi buruk dari 1.6 82.3 96.6 0.

5 70 N/A 7 76 95 70 85 % 2009 8 78 97.5 90% 2010 9 80 100 71 90% 2011 10 82 100 71. N/A 10 % 20 % 30 % 50 % 75 % 100 % Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 6 .5 90% 2012 11 84 100 72 100% 2013 12 86 100 72. benar. Meningkatnya Kualifikasi RS Provinsi menjadi Center Of Excellent Rujukan Spesifik berbasis Masalah Kesehatan Pelatihan Siaga Bencana Periodik di seluruh Kab/Kota Semua masyarakat melaksanakan aktivitas fisik dan olahraga yang baik. 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 8.narkoba dan batra Tertanggulanginya masalah kesehatan pada saat dan pasca bencana dan antisipasi global warning N/A 50 % 60 % 70 % 80 % 85 % N/A 50 % 60 % 70 % 80 % 85 % 7. Menjamin setiap orang miskin mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan atau rujukan /spesialistik yang bermutu N/A 85 % 90% 95% 95% 100% 100% 5. teratur dan terukur 25 25 % 50 % 25 % 75 % 25 % 100 % 50 % 100 % 75 % 100 % 100 % 100 % 100 % N/A 40 % 45 % 50 % 55 % 60 % b. RS Al Ikhsan sebagai CoE Stroke dan CVD klasifikasi internasional. Meningkatnya pengawasan dan pengendalian peredaran sediaan makanan dan sediaan perbekalan farmasi terutama napza. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Meningkatnya cakupan peserta KB Aktif Cakupan penjaringan anak sekolah Cakupan pelayanan kesehatan pada usia lanjut Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin secara cuma Cuma di Puskesmas dan jaringannya Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan bagi keluarga msikin secara cuma-cuma di kelas III RS Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana produksi dalam rangka sertifikasi skala provinsi Meningkatnya penggunaan obat rasional di RS dan Puskesmas Meningkatnya kemampuan kab/kota yang mampu memfasilitasi pelaksanaan PIO di Puskesmas dan RS serta Apotik Meningkatnya persentase peredaran produk pangan yang memenuhi syarat meningkatnya peresentase produk farmasi (Alkes dan PKRT) yang memenuhi syarat Tertanggualanginya masalah kesehatan akibat bencana dan antisipasi global warning Terbentuknya BSB Kesehatan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 74 92. Mengembangkan kesehatan sistem Program Manajemen Pelayanan Kesehatan 1. teratur dan terukur.5 80.5 100% 1 4. Meningkatnya penggunaan obat obat yang rasional dan pemakaian obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta disetiap jenjang N/A 85 % 90% 95% 95% 100% N/A 85 % 90% 95% 95% 100% N/A 85 % 90% 95% 95% 100% 6.NO. Meningkatnya derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat melalui aktifitas fisik dan olahraga yang baik. benar.

SPM Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 7 .NO. Terciptanya System Pembiayaan Kesehatan Masyarakat Skala Provinsi % kepesertaan jamkesmas Model Jaminan Kesehatan Daerah Provinsi Perda Jamkesda % Kepersertaan semesta Terakreditasinya 53 Institusi pendidikan tenaga kesehatan N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 100 % 1 dokumen 100 % 100 % 100 % 100 % 45 % 22.28 60 % 67. teralokasi sesuai dengan besaran masalah dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna dan diutamakan untuk Upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan (Preventif dan Promotif) 1) 2) 3) 4) Anggaran Kesehatan/ Kapita minimal sesuai dengan WHO dan komitmen Bupati Walikota se Indonesia % Dana Pusat (APBN) utk pembiayaan kesehatan yang sesuai dengan standar WHO % Dana APBD Prov untuk pembiayaan kesehatan yang sesuai dengan standar WHO % Dana APBD Kab/Kota utk pembiayaan kesehatan yang sesuai dengan standar WHO 50 % 75 % N/A 20 % 20 % 20 % 20 % 20 % N/A 30 % 30 % 30 % 30 % 30 % N/A 50 % 50 % 50 % 50 % 50 % 4.79 100 % 100 5. Tersedianya berbagai kebijakan. standar pelayanan kesehatan Provinsi. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Jawa Barat (stroke. INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 RS Jiwa sebagai CoE penyakit Jiwa dan geriatri dengan klasifikasi internasional sebagai pusat rujukan medis dan rujukan KAP Jumlah RSD BLUD BPLK sebagai CoE pelayanan penunjang diagnostic bertaraf internasional CoE Laboratorium Kesehatan di 5 wilayah Jejaring / rujukan pelayanan kesehatan regional untuk penyakit TB Paru RS Rujukan Malaria dan pengembangan Iptek Malaria Di Jabar Selatan RS Rujukan HIV/AIDS Prov Jabar RS Rujukan Flu Burung di 5 Wilayah RS Emmergency Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 7 2009 8 10 % 2010 9 30 % 2011 10 50 % 2012 11 75 % 2013 12 100 % 1 2. gerontology dll) yang mempunyai kualitas tingkat Nasional / Dunia.Flu Burung dll) 2 N/A 6 31 60 % 70 % 80 % 90 % 100 % N/A N/A 20 % 20 40 % 40 60 % 60 80 % 80 100 % 100 % N/A 25 % 50 % 75 % 100 % N/A 40 % 50 % 70 % 90 % 100 % N/A N/A N/A N/A 40 % 50 % 25 % 70 % 50 % 100 % 90 % 75 % 100 % 100 % 100 % 100 % 3.64 100 % 50 % 45. penyakit jantung.92 80 % 86. Terwujudnya system rujukan pelayanan kesehatan dan penunjangnya (Laboratorium Diagnostik Kesehatan) regional Jawa Barat (HIV. Tersedianya Anggaran/ pembiayaan kesehatan di Provinsi dan Kab/Kota dengan jumlah mencukupi.

Terwujudnya system informasi dan Surveilance Epidemiologi Kesehatan yang evidence base. kabupaten kota. Provinsi Jawa Barat dan on line dengan Nasional N/A N/A 80 % 100 % 100 % 100 % 100 % Terbentuknya SIK di Kab / Kota Sistem Informasi Kesehatan yang on line dengan seluruh kab / kota Tersusunnya mekanisme Jejaring informasi dan komunikasi PHBS dan pembangunan kesehatan Terbentuknya Jejaring informasi dan komunikasi PHBS dan pembangunan kesehatan Frekwensi penyebaran informasi PHBS & pembangunan kesehatan Stakeholder/dunia usaha yang menyebarkan informasi PHBS dan pembangunan kesehatan Di setiap lintas batas provnsi. akurat diseluruh Kab / Kota. Pelayanan kesehatan di Terbentuknya Tim Jaminan Mutu Provinsi N/A N/A 1 Tim Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 8 .NO. nasional dan lokal N/A N/A 24 x 24 x 24 x 24 x 24 x N/A 100 % N/A 24 x 24 x 24 x 24 x 24 x N/A 10 20 30 40 50 N/A 10 % 50 % 80 % 100 % 100 % 8. pedoman dan regulasi kesehatan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tersedianya Sistem Kesehatan Provinsi Tersedianya SKK Tersedianya Pergub pedoman operasional SKP Tersedianya Yankes terpadu berbasis dokter keluarga Tersedianya SPM bidang Kesehatan Provinsi Tersusunnya Kebijakan kesehatan Provinsi atau petunjuk operasional kebijakan pusat di Provinsi Perda/Pergub bidang kesehatan Tersedianya Standar Pelayanan Kesehatan Skala Provinsi Terbentuknya Provinsi SIK di Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 4 SKK N/A N/A N/A N/A 7 2009 8 1 dokumen SKP 12 SKK 2010 9 1 dokumen Perda SKP 15 SKK 2011 10 2012 11 2013 12 1 8 SKK 20 SKK 2 dokumen 604 24 SKK 2 dokumen 604 26 SKK 2 dokumen 604 604 1 dokumen 1 dokumen 604 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen N/A N/A 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 1 dokumen 5 standar 6. Terwujudnya mekanisme dan jejaring untuk terselenggaranya komunikasi dan terbentuknya pemahaman publik tentang PHBS. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 bidang kesehatan Provinsi. kecamatan dan desa terpasang biilboard 8 langkah mencapai umur panjang dan sehat serta PHBS N/A N/A 60 % 100 % 80 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 7. pembangunan kesehatan dan masalah kesehatan global.

Peningkatan kuantitas. kualitas dan fungsi sarana prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya N/A 65 N/A 97 8 122 5% 26 151 10 % 42 302 20 % 84 453 40 % 165 604 80 % N/A 25 25 25 25 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 9 . Peningkatan Kualitas sarana prasarana pelayanan kesehatan Rumah Sakit 12 24 4 14 26 5 17 27 7 19 28 8 21 29 9 23 30 10 25 31 11 8 6 21 11 11 22 14 11 23 17 17 23 20 22 23 23 25 23 26 27 23 2.NO. Puskesmas dan Jaringannya memenuhi standar mutu INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Terbentuknya Tim Jaminan Mutu Kabupaten / Kota Tersusunnya Klasifikasi Puskesmas sesuai standar mutu % Puskesmas memenuhi Klasifikasi Standar Mutu % RS memenuhi Klasifikasi standar mutu RS Klasifikasi B dengan pendidikan % RS memenuhi Klasifikasi standar mutu RS Klasifikasi B % RS memenuhi Klasifikasi standar mutu RS Klasifikasi C Terbentuknya Dewan Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A N/A N/A N/A 7 2009 8 26 Tim 1 dokumen 10 % 20 % 20 % 40 % 30 % 60 % 40 % 80 % 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 N/A N/A 10 % 10 % 20 % 20 % 30 % 30 % 40 % 40 % N/A N/A N/A 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 provinsi dan 5 kab/kota 8 kab/kota 8 kab/kota 5 kab/kota 9. Terwujudnya Akuntabilitas dan pencapaian Kinerja program pembangunan kesehatan yang baik Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Tersusunnya LAKIP Diskes Provinsi Tersusunnya Laporan Kinerja Diskes Provinsi Terusunnya LKPJ Diskes Prov Tersusunnya AMJ Diskes Prov Jumlah RS yang melaksanakan PONEK Jumlah Rumah Sakit Daerah yang terakreditasi Jumlah RS yang melaksanakan rujukan flu burung Jumlah Bank Darah yang terbentuk di RS Jumlah RS rujukan HIV / AIDS jumlah UTDC sesuai standar berfungsi Meningkatnya Puskesmas terakreditasi Meningkatnya Puskesmas mampu PONED dan PPGD Meningkatnya Puskesmas Ramah penderita cacat dan lansia Pembangunan Puskesmas baru untuk meemenuhi ratio jumlah Puskesmas 90 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 92.50 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 100 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan 1. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 setiap Rumah sakit.50 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 95 % 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 97.

Penyakit Cardio Vasculer (Stroke.50 % 100 % 50 % 93 % 1% 2.54 % 100 % 50 % 85 % 1. Malaria.25 % 100 % 50 % 94 % 1% 2.75 % 100 % 50 % 92 % 1% 2.000 76 50/100. Peningkatan Kualitas sarana dan prasarana Dinas Kesehatan dan UPT Kesehatan N/A 50 % 75 % 100 % BLUD UPTD Provinsi c. peny.000 100 <1% <1% <1% <1% <1% <1% <1% 100 % 50 % 82 % 1.33 % 78. TBC. Penanggulangan fokus sesuai proses c.1 % 3.000 86 40/100.2 % 3% 100 % 50 % 90 % 1.000 95 25/100. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 terhadap jumlah penduduk 1 : 25. peny. Penyakit Metabolisme (DM) dan penyakit Jiwa. MI). Meningkatnya jumlah % Desa mencapai Universal Child Immunization (UCI) Kesehatan N/A 100 % Cakupan Desa UCI Cakupan Campak Cakupan DPT III Jumlah Kab/Kota pengelolaan program immunisasi berkualitas jumlah Kab/Kota logistik immunisasi sesuai kebutuhan jumlah Kab/Kota Pengelolaan limbah immunisasi dengan baik Adanya jejaring komunikasi kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat situasi global (Global Warming) Meningkatnya 84.90 % 98 % 84 % 83 % 26 98 % 88 % 87 % 26 98 % 92 % 92 % 26 98 % 94 % 94 % 26 98 % 95 % 95 % 26 N/A N/A 26 26 26 26 26 26 26 26 26 26 2. Cakupan Penemuan ISPA Persentasi angka kesakitan demam berdarah (DMD) yang ditemukan dan ditangani persentase angka kematian (DBD) yang ditemukan dan ditangani Persentase kasus DBD ditangani : a.1 % 2.000 90 30/100. Meningkatnya system kewaspadaan dini terhadap peningkatan dan penyebaran penyakit akibat situasi global (Global Warming) N/A 1 dokumen kesepakatan.10 % 100 % 50 % 95 % 1% 2% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 10 . DBD.000 COE UPTD Kesehatan Provinsi Dinas Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 3. Gimul. penemuan dan tatalaksana kasus HIV/AIDS. Akibat kerja Detection Rate TB Case 80 80 80 80 80 80 80 2 per 100 ribu anak usia kurang dari 15 tahun. angka bebas jentik DBD Menurunnya Case Fatality Rate Diare saat KLB Menurunnya prevalensi HIV dan Sifilis pada kelompok risiko tinggi Menurunnya angka Acute Flaccid Paralysis menjadi ≥ 76 74/100.000 90 35/100.52 % 83. Mata dan Telinga. Meningkatnya upaya pengendalian.22 % N/A 79. pemberantasan dan pengendalian penyakit menular serta tidak menular Program Pencegahan dan penanggulangan Penyakit menular 1.NO. penyelidikan epid b. 1 SK tim 3. Meningkatkan upaya pencegahan. peny.

48 < 50 % 2013 12 0. Setiap KLB dilaporkan secara cepat < 24 jam kepada kepala dan instansi kesehatan terdekat Tersedianya dokumen Prediksi epidemiologis kemungkinan kejadian penyakit berdasarkan kecenderungan yang ada Jumlah tenaga kese-hatan dan masyarakat yang dilatih tentang penyelenggaraan surveilans epidemiologi penyakit dan faktor risikonya.58 < 50 % 7 0.54 < 50 % 2010 9 0.46 < 50 % 1 0 0 0 0 16 0 0 0 0 13 0 0 0 0 11 0 0 0 0 9 0 0 0 0 8 0 0 0 0 7 0 0 0 0 6 83 % 90 % 95 % 100 % 100 % 100 % 100 % 4.000 pddk Meningkatnya persentase penderita flu burung yang ditemukan dan ditangani Menurunkan kasus rabies menjadi 0 Menurunkan kasus antraks menjadi 0 Menurunkan kasus pes pada manusia menjadi 0 Menurunkan kasus leptosprirosis pada manusia menjadi 0 Jumlah desa endemis tinggi malaria (high Case Incidence) Pengobatan penderita malaria Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 0. Setiap KLB/Wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat N/A Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 11 .56 < 50 % 2009 8 0.5 < 50 % 2012 11 0.52 < 50 % 2011 10 0. termasuk sistem pencatatan dan pelaporannya Dilaporkannya seluruh hasil kegiatan surveilans epidemiologi penyakit dan faktor risikonya secara berjenjang hingga ke tingkat Provinsi secara tepat waktu Persentasi KLB direnpon Bersama Tenaga Kesehatan dan Masyarakat < 24 Jam jumlah stake holders/ share holders yang Terdistribusi data/ informasi epidemiologis kejadian faktor risiko dan penyakit yang difungsikan sebagai alat peringatan dini kemungkinan kejadian penyakit N/A 1 dokumen N/A N/A 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 1 dokumen N/A 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 5.NO. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Menurunnya prevalensi penderita kusta < 1/10.

jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan yang sesuai dengan standar N/A N/A 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 3) N/A 100% 100% 100% 100% 4) 5) N/A N/A 30 100% 75 100% 100% 150 100% 122 100% 6) 7) N/A N/A 50% 100% 80% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 12 .33 % 61 % 65 69 74 % 78 % 80 % 61. anestesi dan radiologi Seluruh Puskesmas memiliki satu orang dokter umum Penambahan dokter gigi untuk memenuhi Puskesmas memiliki satu orang dokter gigi Seluruh desa tersedia bidan desa Seluruh Puskesmas tersedia tenaga Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 1 7 2009 8 5865 desa 1 2010 9 5866 desa 1 2011 10 5867 desa 1 2012 11 5868 desa 1 2013 12 5869 desa 1 1 1 6. Eliminasi penyakit tertentu yang berorientasi pada penguatan system. 1) 2) Tersedianya tenaga kesehatan : Dokter spesialis kebidanan 1 : 100. 42.99 50 55 60 65 70 75 d. kepatuhan terhadap standar dan peningkatan komitmen para pihak Terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan terutama didaerah lintas batas Kab/Kota dan Provinsi 6 N/A N/A 6 6 6 6 6 6 7.000 Dokter spesialis bedah. penyakit dalam. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Desa Menerapkan Sistem Kewaspadaan Dini (laporan W1) Provinsi Memiliki RS yang Memiliki EWORS (Early warming Outbreak Recognition System) jumlah kab/kota microfilaria rate < jumlah kab/kota insidens kusta < jumlah kab/kota insidens TN < Meningkatnya persentase keluarga menghuni rumah yang memenuhi syarat Meningkatnya persentase keluarga menggunakan air bersih Meningkatnya persentase keluarga menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan Meningkanya persentase tempat-tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan Meningkanya persentase TPM yang memenuhi syarat kesehatan Meningkatnya % keluarga menggunakan SPAL a.38 % 65 % 68 % 71 % 73 % 76 % 75 % 47.NO.14 % 60 % 63 % 66 % 69 % 72 % 75 % 57.90 % 70 % 72 % 74 % 76 % 78 % 80 % 56.29 % 48 % 54 % 60 % 66 % 72 % 75 % 69.000 Dokter spesialis anak 1 : 100. Meningkatnya jumlah. Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan Program sumber Kesehatan Daya 1.

-/ orang / tahun) N/A N/A N/A N/A 4000 15 Kab/Kota 60% 80% 5000 18 Kab/Kota 75% 90% 6000 22 Kab/Kota 85% 100% 7500 26 Kab/Kota 90% 100% 9000 26 Kab/Kota 95% 100% 5. teknis dan manajemen Pendidikan lanjutan bagi tenaga kesehatan JPM dan D-1 menjadi D3/S1/S2 Pendidikan dokter dan Bidan bagi masyarakat miskin Peningkatan keterampilan bagi dokter dan bidan puskesmas Pemilihan tenaga kesehatan berprestasi Pemilahan tenaga kesehatan berprestasi Registrasi tenaga kesehatan tertentu Terbentuknya MTKP Terlaksananya Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan tertentu Anggaran obat/kapita Rp. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 nutrisionis Seluruh Puskesmas memiliki tenaga sanitarian Seluruh Puskesmas memiliki tenaga . Meningkatnya pendayagunaan kesehatan aparatur Pelatihan Diklat Fungsional. Seluruh Puskesmas memiliki tenaga perawat gigi Seluruh Puskesmas memiliki tenaga epidemiologi Seluruh Puskesmas memiliki tenaga analis kesehatan Seluruh Puskesmas memiliki tenaga penyuluh kesehatan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A N/A N/A 7 80% 60% 2009 8 90% 70% 90% 2010 9 100% 80% 90% 2011 10 100% 90% 90% 2012 11 100% 100% 90% 2013 12 100% 100% 100% 1 8) 9) 10) 11) N/A 7% 29% 51% 73% 100% 12) 13) N/A N/A 7% 7% 29% 29% 51% 51% 73% 73% 100% 100% 2. Meningkatnya Citra Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit.. 9000/orang/tahun 36 obat esential terpenuhi di semua Kab/Kota Prosentase ketersediaan OGB di sarana distribusi RS Kab/Kota yang Menyelenggarakan Pelayanan Gawat Darurat sesuai Standar Cakupan rawat Inap di RSU N/A N/A N/A 10% 10% 10% 10% 10% 10% 10% 10% N/A 10% 10% 10% 10% N/A 25% 25% 25% 25% N/A SK Penetapan SK Penetapan SK Penetapan SK Penetapan SK Penetapan SK Penetapan 3.. 9.. Meningkatnya tenaga kesehatan kualitas N/A N/A N/A 100% SK MTKP 100% 100% 100% 100% 100% 1000 2000 2000 4000 4000 4. N/A 80% 90% 100% 100% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 13 .000.. Meningkatnya kecukupan Obat dan perbekalan kesehatan (standar nasional Rp.NO. Puskesmas dan Jaringannya.

26 94. b.68 11. c. Meningkatnya indek pemberdayaan gender a.63 0.62 70.24 69. a.68 64. URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Meningkatkan pemberdayaan yang berbasis berusaha upaya perempuan kemandirian Program Peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam pembangunan 1.22 a.57 0.52 87.07 68.8 13. Perempuan di parlemen Perempuan pekerja profesional Perempuan dalam angkatan kerja Perempuan upah pekerja non pertanian (rasio) Angka harapan hidup laki-laki Angka harapan hidup perempuan Rata-rata lama sekolah laki-laki Rata-rata lama sekolah perempuan Angka melek huruf laki-laki Angka melek huruf perempuan 11.38 91.8 13.7 41. jenis dan penyebaran tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan sesuai standar.20 89.9 14.46 68.47 64.10 71. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Puskesmas yang memenuhi Standar Mutu Cakupan Balita Gizi buruk Mendapat Perawatan Tim Jaringan dengan Kabupaten/Kota rasio pasien rawat inap dan rawat jalan dengan dokter rasio pasien rawat inap dan rawat jalan dengan perawat/tenaga lainnya Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A N/A N/A N/A 50% 7 2009 8 60% 100% 5 Tim 75% 2010 9 70% 100% 10 Tim 80% 2011 10 80% 100% 15 Tim 85% 2012 11 85 % 100% 20 Tim 90% 2013 12 90% 100% 25 Tim 100% 1 6.9 14.18 11. e. f.85 69. N/A 50% 75% 80% 85% 90% 100% 4.9 14.88 81.08 43.62 11.72 88.12 69.44 77. Meningkatnya jumlah.34 0.86 94. b. b.74 77.65 45.89 42.00 74.29 90.40 96.74 46.27 43.51 66.68 63.30 66.56 71. Meningkatkan upaya perlindungan terhadap anak melalui pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan perdagangan perempuan dan anak Program Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan anak Meningkatnya perlindungan terhadap perempuan dan anak Menurunnya jumlah kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak 15% 20% 30% 50% 60% 70% 100% 5.80 11.34 85.5 65.12 73. Meningkatnya indeks Pembangunan gender a.01 70.47 64.11 0.58 11.46 44.66 60.5 65. keterampialn dan kemampuan Jumlah kemandirian kesejahteraan sosial: dan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 14 .36 0.53 66. c.9 14.NO.80 96.85 94. d.84 11.82 0. 2.43 86. d.16 96. URUSAN SOSIAL Meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Meningkatnya pengetahuan.9 14.62 94.40 70.48 64.24 61.09 0.49 68.

Korban Trafficking dalam Rumah Tangga (KDRT) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 425 org 1. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan pekerja sosial secara profesional 3. Fakir miskin 2. kejuangan dan kesetiakawanan sosial Jumlah partisipasi sosial dan potensi sumber kesejahteraan sosial 1. Anak nakal Korban Narkotika (ANKN) 6. Meningkatnya pemahaman tentang pembangunan kesejahteraan sosial melalui peyuluhan sosial Jumlah Kehidupan PKRI/Janda PKRI dan keluarga pahlawan 2.000 org 250 org 150 org 250 org 2011 10 700 KK 200 KK 300 org 2. Anak terlantar 3. kelompok dan komunitas mayarakat PROGRAM 3 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya SASARAN PROGRAM 4 Fakir Miskin. kepahlawanan. 2. dan kesetiakawanan sosial b. pekerja sosial masyarakat dan organisasi sosial) dalam pelaksanaan usaha kesejahteraaan sosial 2. Meningkatnya partisipasi sosial potensi sumber kesejahteraan sosial (karang Taruna. Terpenuhinya bantuan bahan bangunan rumah bagi eks korban bencana Tersedianya bantuan tanggap darurat bencana Meningkatnya partisipasi pilar masyarakat/relawan dalam penanggulangan bencana Kebutuhan terpenuhi rumah N/A N/A N/A 200 kk 1 paket 50 org 200 kk 1 paket 100 org 250 kk 1 paket 120 org 300 kk 1 paket 150 org 300 kk 1 paket 200 org 300 kk 1 paket 250 org Bufferstock berupa beras dan lauk pauk Tingkat partisipasi pilar masyarakat/relawan 6. kejuangan. Wanita Rawan Sosial Ekonomio Jumlah pemenuhan kebutuhan hidup : 1. KAT 3. Meningkatkan penggalian potensi serta sumber kehidupan penyandang masalah kesejahteraan Sosial Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) 1. KEBIJAKAN 2 perseorangan. terlindunginya dan tersantuninya PMKS dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya Tersantuninya PKRI/Janda PKRI dan Keluarga pahlawan serta terpeliharanya nilai-nilai keperintisan. 3.200 org 300 org 200 org 275 org 2013 12 800 KK 250 KK 350 org 2. Lanjut Usia 2. Pelestarian nilai keperintisan.400 org 150 org 600 org 1.900 org 200 org 150 org 250 org 2010 9 650 KK 150 KK 275 org 2. Komunitas Adat terpencil dan Penyandang masalah Kesejahteraan Sosial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial secara mandiri dan dapat melaksanakan fungsi serta peran sosialnya secara wajar INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 1. Penyandang Cacat 4. N/A N/A 22 org/350 org/9 org 20 desa/10 kab/kota 20 org/340 org/10 org 30 desa/ 15 kab/kota 20 org/330 org/12 org 40 desa/20 kab/kota 19 org/315 org/ 12 org 40 desa/ 20 kab/kota 17 org/ 300 org/ 15 org 40 desa/ 20 kab/kota 15 org/ 290 org/ 1 org 46 desa/ 23 kab/kota N/A 10 karang taruna/70 org PSM/ 10 orsos 40 karang taruna/100 org PSM/ 12 orsos 40 karang taruna/100 org PSM/ 12 orsos 50 karang taruna/120 org PSM/ 16 orsos 50 karang taruna/120 org PSM/ 16 orsos 60 karang taruna/ 140 org PSM/ 20 orsos jumlah Profesional pekerja sosial Tingkat Penyerapan Sumber dana Sosial Jumlah Penyerapan informasi pembangunan kesejahteraan sosial N/A 455 org 500 org 500 org 500 org 500 org 500 org N/A N/A 60 org 100 org 90 org 100 org 120 org 100 org 120 org 150 org 120 org 150 org 120 org 150 org Program Bencana Penanggulangan 1.250 org 950 org 450 org 1.850 org 180 org 120 org 240 0rg 2009 8 600 KK 150 KK 250 org 1.300 org 125 org 500 org 1.500 org 150 org 7 250 KK 120 KK 190 org 1.200 org 300 org 240 org 275 org 1 Terlayaninya. Tuna sosial 5.350 org 150 org 550 org 1.000 org 250 org 180 org 275 org 2012 11 750 KK 200 KK 350 org 2. keluarga. URUSAN Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 15 .NO. kepahlawanan. Meningkatnya sumber dana sosial 4. Keluarga Berumah Tidak layak Huni 7.450 org 150 org 650 org 1.

630 700 90 2.170 773. toleran dan sejuk Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 16 .200 1.760 100 540 1.780 500 80 2. Meningkatkan kontribusi pemuda dan lembaga kepemudaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Meningkatnya apresiasi terhadap pengembangan olahraga masyarakat dan olahraga tradisional Program pembinaan pemasyarakatan dan pengembangan olahraga Meningkatnya apresiasi terhadap pengembangan olahraga masyarakat dan olahraga tradisional 55% 65% 75% 85% 90% 95% 100% c.170 773.300 700 90 2.470 613.741 100 540 3.400 1. a.640 715. Penyediaan kawasan olahraga masyarakat dan olahraga prestasi Program pembinaan pemasyarakatan dan pengembangan olahraga Tersedianya kawasan olahraga dan sarana pendukung untuk meningkatkan prestasi olahraga Jawa Barat Prosentase ketersediaan sarana olahraga masyarakat di tingkat kecamatan Tahapan pembangunan sarana olahraga terpadu di Jawa Barat 15% 30% 45% 65% 75% 85% 100% Persiapan pembangunan Persiapan pembangunan Pelaksanaan pembangunan Pelaksanaan pembangunan Pelaksanaan pembangunan Penyelesaian tahap akhir pembangunan 7. URUSAN KETENAGAKERJAAN Meningkatkan tenaga kerja daya saing Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja Terwujudnya peningkatan kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja melalui pelatihan Standarisasi dan sertifikasi Pemagangan Pembinaan Lembaga Latihan Swasta dan Lembaga Latihan Pemerintah Terlindunginya tenaga kerja melalui penyelesaian kasus hubungan industrial Pemberdayaan sarana hubungan industrial Pengembangan sistem pengupahan Fasilitasi perlindungan tenaga kerja terhadap naskah kontrak kerja Jumlah tenaga terlatih (orang) kerja 1. Meningkatkan Perlindungan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 400 920 516. a. URUSAN PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AGAMA Pengembangan fungsi & peran Forum Kerukunan Umat Baeragama (FKUB) Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan pengembangan peran dan fungsi FKUB Terbentuknya kepengurusan FKUB di seluruh kabupaten/kota dan provinsi Terwujudnya penguatan kelembagaan FKUB dengan berfungsinya organ-organ organisasi Terwujudnya FKUB sebagai lembaga yang steril dari politik praktis Berfungsinya FKUB sebagai pusat kegiatan bersama antar umat beragama Terjalinnya sinergi antarumat beragama melalui kegiatan sosialkemasyarakatan bersama Hilangnya budaya kekerasan dalam kehidupan beragama Terwujudnya suasana kehidupan beragama yang rukun.700 750 100 2.500 1. DAN Peningkatan pembinaan peran pemuda dan serta Meningkatnya peran dalam pembangunan pemuda Prosentase peningkatan peran pemuda dan lembaga kepemudaan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Prosentase peningkatan upaya revitalisasi olahraga masyarakat dan tradisional di Jawa Barat 40% 55% 65% 75% 85% 90% 100% b. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 KEPEMUDAAN OLAH RAGA a.500 1.700 750 100 b.700 750 90 2.649 100 640 980 662.600 Jumlah tenaga kerja terakreditasi (orang) Jumlah tenaga kerja yang dimagangkan (orang) Jumlah Lembaga Pelatihan yang Dibina Jumlah kasus terselesaikan Jumlah perusahaan Besaran upah minimum Jumlah naskah/KKB yang 1.193 50 500 3.840 40 450 1.NO.400 700 90 2.021 100 540 1.100 568.021 100 8.600 1600 1.

kapabel. dan transparan] di kalangan aparat Tersosialisasinya nilai-nilai shidiq. Peningkatan wawasan keagamaan melalui kaidahkaidah kepublikan (nilai-nilai umum) dan pendidikan Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan implementasi pengembangan wawasan keagamaan Tersosialisasikannya nilai-nilai shidiq. akuntabel. amanah. amanah. dan tabligh [kredibel. URUSAN KEBUDAYAAN Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 17 . dengan standar yang memadai Penguatan kapasitas para pengelola madrasah swasta melalui pembekalan wawasan manajerial Meningkatnya pelayanan pendidikan keagamaan yang bermutu dan berkeadilan untuk seluruh dengan memperhatika n kondisi wilayah d. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Kondisi suasana kehidupan keagamaan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif 7 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Pengembangan kapasitas dan wawasan kaum muda Islam sebagai elemen potensial pembangunan 2009 8 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Tercapainya keseimbangan pembangunan jasmani dan ruhani melalui fasilitasi kegiatan seni dan olahraga di lingkungan pondok pesantren Terimplementasik an-nya secara penuh kebijakan [SK Gubernur Jawa Barat] tentang kuota haji kabupaten/kota 2010 9 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Menguatnya sikap moderat dalam kehidupan keagamaan masyarakat 2011 10 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Tersedianya kader dakwah dan khatib unggulan yang memiliki wawasan agama dan sosial yang seimbang 2012 11 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Tumbuhnya budaya dakwah yang lebih empatik dan merangkul 2013 12 Suasana kehidupan keagamaan antar dan inter umat beragama yang kondusif Meningkatnya kualitas hidup beragama masyarakat yang lebih kreatif dan produktif 1 b. khususnya di kalangan madrasah swasta. akuntabel. baik sebagai aparat pelayan publik maupun sebagai warga masyarakat Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku kehidupan masyarakat Terwujudnya kesadaran aparat dan masyarakat untuk menjaga sarana-sarana publik Terwujudnya layanan publik yang ramah dan amanah sebagai implementasi dari nilai-nilai agama Pengembanga n kesadaran aparat dan masyarakat untuk menjaga lingkungan e. Peningkatan pendidikan agama dan keagamaan serta pelayanan ibadah haji Program Pembinaan Lembaga Sosial dan Keagamaan Meningkatnya peran Lembagalembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Tahapan penguatan dan peningkatan peran lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan Penguatan dan pengembangan kapasitas para pemangku kepentingan [stake holders] pendidikan agama dan keagamaan Tersedianya perangkat hukum yang memadai untuk mengalihkan kebijakan kuota haji dari provinsi ke kabupaten/kota demi memenuhi rasa keadilan masyarakat Pengembangan mutu dan kompetensi para guru madrasah swasta Meningkatnya kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan. dan tabligh [kredibel.NO. fatonah. fatonah. Meningkatkan upaya implementasi kesalehan sosial baik di kalangan aparat maupun seluruh unsur masyarakat Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan implementasi kesalehan sosial di kalangan aparat maupun seluruh unsur masyarakat Tersosialisasikannya prinsip dan nilai-nilai kesalehan sosial ke seluruh elemen aparat dan masyarakat Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku kehidupan aparat Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku berpolitik. yang akan memacu tanggung jawab sosial mereka. berbangsa dan bernegara Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam pelestarian lingkungan Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Terwujudnya nilai-nilai kesalehan sosial dalam perilaku pengembanga n seni dan budaya 9. Implementasi dan aktualisasi pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Tahapan pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Terwujudnya pemahaman yang sama tentang nilainilai agama sebagai basis nilai hidup bersama c. dan transparan] di kalangan masyarakat Terpeliharanya energi kolektif [rasa kebersamaan] masyarakat sebagai modal sosial pembangunan Penumbuhan kecerdasan sosial aparat. kapabel.

Pameran keliling bersama Museum 1 kali. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tahapan pelestarian peninggalan sejarah Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 20 naskah Visualisasi khasanah budaya. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 20 naskah Visualisasi khasanah budaya. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. kepurbakalaan dan Museum bagi pengembangan budaya daerah. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 15 naskah Visualisasi khasanah budaya. KEBIJAKAN 2 Meningkatnya upaya revitalisasi nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal yang selaras dengan perkembangan zaman PROGRAM 3 Program Pengembangan Nilai Budaya SASARAN PROGRAM 4 Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. 50 orang Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2013 12 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. 5 buah Penyusunan Buku dan Sosialisasi Desa Budaya Jawa Barat Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2009 8 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali. 50 orang Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 20 naskah Visualisasi khasanah budaya. dan pameran patung etnis 1 kali 1 a. Pameran keliling bersama Museum 1 kali. Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kal Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 5 naskah 0 Tahapan peningkatan aspekkesejarahan dan kenilaitradisionalan dalam upaya mem perkokoh jatidiri Identifikasi dan Konsep Desa Budaya Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda Tahapan peningkatan kontribusi nilai-nilai kearifan lokal peningkatan kualitas SDM Jawa Barat. 1.NO. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2011 10 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. peninggalan kesejarahan . pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. 7 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. pameran nasional sejarah perjuangan bangsa 1 kali. Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2010 9 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 15 naskah Visualisasi khasanah budaya. 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda Terbinanya juru pelihara dan konservator BCB di Jawa Barat. 50 orang Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 18 . 10 buah Tersedianya dokumen tentang Desa budaya 500 buku Pengenalan nilainilai budaya dalam busana tradisional kepada 100 orang generasi muda 2012 11 Partisipasi Museum Jabar pada : Pameran Tenun Tradisional 1 kali. dan pameran patung etnis 1 kali Eksplorasi dan Konservasi tinggalan budaya 1 kali Transliterasi dan Deskripsi Naskah Kuna 15 naskah Visualisasi khasanah budaya.

50 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 1kali. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 50 orang. 1kali. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. komnitas masyarakat agraris. 50 orang. 50 orang. 50 orang. 1 kali. SDM Museum. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 1 kali. 50 orang. 2. 50 orang. 50 orang. Puisi bahasa Cirebon. 1 kali. Puisi bahasa Melayu-Betawi. komnitas masyarakat agraris. komnitas masyarakat agraris. tokoh adat. 1 kali. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 1 kali. 1 kali. 50 orang. 1kali. 50 orang. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap bahasa. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 1 kali. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 50 orang. 1 kali. SDM Museum. 50 orang. 50 orang. 1kali. 3 kali 300 orang Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 19 . 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 1 kali. Puisi bahasa Melayu-Betawi. tokoh adat. Puisi bahasa Cirebon. Puisi bahasa Cirebon. 1 kali. 300 orang Dialog budaya bagi generasi muda. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 1 kali. 50 orang. 300 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. Puisi bahasa Cirebon. Puisi bahasa Cirebon. SDM Museum. tokoh adat. 1 kali. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 1kali. 50 orang. 1kali. tokoh adat. komnitas masyarakat agraris. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 50 orang. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 50 orang. 50 orang. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 1 kali. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. komnitas masyarakat agraris. Puisi bahasa Melayu-Betawi. 1kali. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 3 kali 300 orang 1 - - Terbinanya tenaga budaya. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 50 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 50 orang. 1 kali. 1 kali. Puisi bahasa Cirebon. 1 kali. Puisi bahasa MelayuBetawi. 1 kali. 1 kali. tokoh adat. sastra dan aksara daerah Jawa Barat Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. SDM Museum. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda. 1 kali. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 - Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs 2010 9 Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs 2011 10 Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs 2012 11 Tertanamkannya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs 2013 12 Tertanamkan nya nilai-nilai keraifan lokal kepada 50 orang generasi muda melalui ekspedisi terhadap 5 situs Terbinanya tenaga budaya. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 300 orang Terbinanya tenaga budaya. 300 orang Terbinanya tenaga budaya. 300 orang Terbinanya tenaga budaya. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. SDM Museum. Lomba baca puisi dalam bahasa daerah: Puisi Sunda. 50 orang. Puisi bahasa Cirebon. 1 kali 50 orang Workshop Sastra Daerah. 50 orang Dialog budaya bagi generasi muda.NO. 1 kali. sastra dan aksara daerah Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap bahasa. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. komunitas masyarakat pesisir 2 kali. 50 orang. 1 kali. 3 kali 300 orang Lomba berpidato berbahasa daerah. 50 orang.

KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 10 buah. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Bandung Raya. Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 50 orang b.NO. 2011 10 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 20 buah. 1 kali 15 orang. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali. 1 kali 15 orang. Meningkatnya pengelolaan keragaman dan kekayaan budaya Jawa Barat Tahapan pelestarian keragaman dan kekayaan budaya serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Festival budaya Jawa Barat 1 kali. 2009 8 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 10 buah. Penghargaan karya sastra daerah. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Bogor 2010 9 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 15 buah. 1 kali 50 orang Lomba menulis pidato berbahasa daerah. Penghargaan karya sastra daerah. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Cirebon 2013 12 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 30 buah. 12 Kab/Kota - Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 5 keraton - Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali. 12 Kab/Kota - 1 Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 12 Kab/Kota - Lomba menulis pidato berbahasa daerah. Mengembangkan jenis dan bentuk kegiatan pembangunan kebudayaan yang mampu secara nyata berkontribusi terhadap peningkatan apresiasi dan kesejahteraan masyarakat Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya 1. 1 kali 15 orang. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Priangan Timur. Meningkatnya pengelolaan dan pengakuan atas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam bidang seni dan budaya Tahapan penyusunan rumusan dan pengakuan tentang HAKI seni budaya Jawa Barat Jumlah penerbitan HAKI seni budaya Jawa Barat - Rumusan tentang HAKI seni budaya Jawa Barat 0 Sosialisasi tentang rumusan HAKI seni budaya Jawa Barat 5 jenis kesenian - 0 7 jenis kesenian 10 jenis kesenian 12 jenis kesenian 13 jenis kesenian 88 kali pergelaran 45 kali pergelaran dan 3 kali pameran 3. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 1 kali. Penghargaan karya sastra daerah. Penghargaan karya sastra daerah. 1 kali 15 orang. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Purwakarta 2012 11 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 25 buah. 7 Sosialisasi aksara daerah melalui papan nama jalan/instansi 10 buah. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 12 Kab/Kota Partisipasi pada Festival Keraton Nusantara. 5 keraton - Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 12 Kab/Kota - 2. Penghargaan karya sastra daerah. Meningkatnya apresiasi seni dan budaya daerah di kalangan pemerintah. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. 1 kali 50 orang Lomba debat berbahasa daerah 1 kali. masyarakat dan swasta Frekuensi penyelenggaran seni budaya daerah di ruang publik dan di Kab. 1 kali 15 orang. 1 kali 15 orang. 1 kali 15 orang. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali. Penghargaan karya sastra daerah. Kota Frekuensi penyelenggaran pergelaran seni budaya dan pameran di Taman Budaya Jawa Barat 42 50 kali pergelaran 58 kali pergelaran 66 kali pergelaran 74 kali pergelaran 80 kali pergelaran 24 kali pergelaran dan 1 kali pameran 15 kali pergelaran dan 1 kali pameran 25 kali pergelaran dan 1 kali pameran 30 kali pergelaran dan 1 kali pameran 35 kali pergelaran dan 2 kali pameran 40 kali pergelaran dan 2 kali pameran Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 20 . Penghargaan karya sastra daerah. 12 Kab/Kota - Lomba menulis pidato berbahasa daerah. 12 Kab/Kota Partisipasi pada Festival Keraton Nusantara. Pemetan varian bahasa daerah 7 titik wilayah Cirebon. 50 orang Festival budaya Jawa Barat 2 kali.

degung 105 kali.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5.600 KUMKM 400 KUMKM 25 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 50 KUMKM 2. peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 4 kali pergelaran 1 Frekuensi penyelenggaran seni budaya daerah di tingkat Internasional 0 2 kali pergelaran MISI 2 : Meningkatkan Pembangunan Perekonomian Regional Berbasis Potensi Lokal 1. peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 4 kali pergelaran 2013 12 125 kali pergelaran kesenian.600 KUMKM 400 KUMKM 4. peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 4 kali pergelaran 2012 11 120 kali pergelaran kesenian.600 KUMKM 400 KUMKM 4. dan wirausaha yang berdaya saing serta penyerapan tenaga kerja Jumlah wirausaha baru per tahun Jumlah wirausaha yang berdaya saing per tahun Tingkat penyerapan tenaga kerja per tahun Kualitas kelembagaan KUMKM per tahun (standarisasi. Usaha Mikro.040 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.600 KUMKM 400 KUMKM 4.040 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.100 KUMKM 25.100 KUMKM 2.NO. URUSAN KOPERASI USAHA MIKRO.000 wirausaha 250 wirausaha 5.100 KUMKM 25. Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi.000 KUMKM 1.600 KUMKM 400 KUMKM 4.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5. Kecil dan Menengah 1.100 KUMKM 25.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5.100 KUMKM 25. Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 1.000 org 1.100 KUMKM 25.040 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1. pembiayaan.040 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1. Meningkatnya akses teknologi bagi KUMKM 3. Meningkatnya kualitas kelembagaan koperasi 4.000 wirausaha baru 250 wirausaha 5. Meningkatnya akses permodalan bagi KUMKM 2. Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi. dan peluang pasar KUMKM 1.000 org 1.000 org 1.000 org 1. KECIL DAN MENENGAH Menguatkan kelembagaan.000 org 1.000 KUMKM 43 KUMKM 484 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD sebesar 10% 53 KUMKM 484 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 50 KUMKM 500 KUMKM Setoran dividen BUMD terhadap PAD meningkat sebesar 20% 3. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah komunitas yang berekspresi dan pameran di Anjungan Jabar TMII Jakarta Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 116 kali pergelaran kesenian.040 KUMKM 1.100 KUMKM 1. peragaan kerajinan 52 dan pameran 4 kali 2 kali pergelaran 2010 9 105 kali pergelaran kesenian.600 KUMKM 400 KUMKM 4. akreditasi dan sertifikasi) Tingkat kapasitas SDM KUMKM per tahun Ketersediaan aspek legalitas bagi KUMKM per tahun Ketersediaan sarana dan parasana bagi KUMKM per tahun Akses permodalan ke lembaga keuangan mikro per tahun Akses terhadap teknologi tepat guna per tahun Promosi Produk KUMKM per tahun melalui : Jaringan KUMKM Pameran KUMKM Kontribusi keberadaan BUMD terhadap PAD per tahun 6. degung 75 kali dan pameran 2 kali 7 105 kali pergelaran kesenian. Pengembangan akses pasar melalui promosi dan kreasi produk KUMKM 249 KUMKM 200 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 1.000 wirausaha 250 wirausaha 25. peragaan kerajinan 105 dan pameran 5 kali 2 kali pergelaran 2011 10 116 kali pergelaran kesenian. Mendorong penumbuhan wirausaha. degung 12 kali dan pameran 3 kali 2009 8 105 kali pergelaran kesenian. degung 105 kali. Kecil dan Menengah 1. degung 105 kali. degung 105 kali.000 org 1. Meningkatnya kinerja dan daya saing BUMD dalam rangka memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dn memberikan sumbangan terhadap keuangan daerah Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 21 . degung 105 kali. Usaha Mikro.600 KUMKM 400 KUMKM 4.

BPR dan PD.654 21. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 2.395 51.715 Perluasan Kesempatan Kerja Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan kerja yang kerja yang kerja yang kerja yang 3.052 3.PK sebesar Rp 219 milyar 2010 9 Jumlah penyaluran Kredit PD.BPR dan PD.648 51.513 29.052 5.260 62.196 23.394 32. URUSAN PERTANIAN Meningkatkan produksi dan nilai tambah hasil pertanian Program Peningkatan Produksi Pertanian 1.202 32.595 26.BPR dan PD. Meningkatnya produksi.PK sebesar Rp 237 milyar 1 2.031 23.NO.PK sebesar Rp 228 milyar 2012 11 Jumlah penyaluran Kredit PD.593 41.BPR dan PD.892 36.BPR dan PD.715 32.405 5.PK sebesar Rp 215 milyar 2009 8 Jumlah penyaluran Kredit PD.819 3.059 79.368 25.112 4.328 56.995 29. produktivitas dan kualitas produk pertanian Pengembangan Bibit Ternak Peningkatan Kelahiran Ternak melalui Inseminasi Buatan Penyelamatan/Pemanfaatan Ternak Bibit Hasil IB melalui penjaringan ternak bibit dan pengembangan rearing (ekor) 8% 250 10% 250 12% 1000 15% 1000 15% 1000 15% 1000 15% 1000 Pengembangan Sentra Bibit/Village Breeding Center (VBC) Peningkatan Kualitas Genetik Ternak Bibit melalui penerapan program breeding dan sistem informasi Pengembangan Akseptor IB Sapot Pengembangan Produksi Bibit di UPTD Pengembangan Pertanian Terpadu Pembenahan penyediaan pakan sepanjang Tahun Pemanfaatan dan konversi limbah pertanian Pengembangan wilayah produksi Hijauan Makanan Ternak (HMT) 4 klpk 10 klpk 20 klpk 25 klpk 30 Klpk 40 klpk 40 klpk 16 Kab 16 Kab 18 Kab 18 Kab 18 Kab 18Kab 18 Kab 30000 10% 7 Klpk 36000 10% 8 Klpk 40 10% 50 Klpk 50 0.794 35.BPR dan PD.1 50 Klpk 60 10% 50 Klpk 70 10% 50 Klpk 100 10% 50 Klpk 25 Klpk 50 Klpk 50 Klpk 50 Klpk 50 Klpk 50 Klpk 2 Kab 5 Kab 5 Kab 5 Kab 5 Kab 5 Kab Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 22 . Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non Perbankan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Akses Keuangan Perbankan Lembaga Non Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Jumlah penyaluran Kredit PD.581 40.172 3.270 47.059 79.PK sebesar Rp 232 milyar 2013 12 Jumlah penyaluran Kredit PD.466 4.041 32.PK sebesar Rp 223 milyar 2011 10 Jumlah penyaluran Kredit PD.648 51.704 28. URUSAN KERJA TENAGA Program Peningkatan Kesempatan Kerja Terselenggaranya Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja melalui Informasi Pasar Kerja (IPK) Mekanisme AKAD Mekanisme AKL Mekanisme AKAN Perluasan produktif lapangan kerja Jumlah pengakses 18.193 68.BPR dan PD.462 45.593 41.PK sebesar Rp 211 milyar 7 Jumlah penyaluran Kredit PD.

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 pegembangan intensifikasi HMT Pengujian pakan secara laboratories (sample) Pengembangan plasma nutfah (Domba Garut, Kambing, Itik dan Ayam Buras) Restrukturisasi Perunggasan Produksi Sayuran (ton) Produktivitas Sayuran (%) Meningkatnya Produksi Buah2han ton) Meningkatnya Produksi Tan. Obat (ton) Meningkatnya Produksi Tan. Hias (tangkai) Produksi perkebunan bermutu dan bebas residu Maksimalisasi produktivitas Pemenuhan kualitas mutu Peningkatan luasan lahan perkebunan produktif dengan komoditas unggulan Pengembangan Kawasan/klaster usaha peternakan (lokasi) Pembenahan lingkungan industri peternakan Pengembangan sistem usaha ternak harapan yang berkelanjutan Pengembangan urban farming dalam membuka lapangan kerja masyarakat di sekitar perkotaan Pengembangan tenaga teknis peternakan mandiri (Dokter Hewan, Sarjana Peternakan, Inseminator, Technical Service, ATR, PKB, Recorder,Vaksinator dll) dan Program Sarjana Membangun Desa (SMD) Pembentukan modelmodel konservasi ternak lokal penghasil tenaga kerja)

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 18 Kab 600 10 Klpk 2009 8 18 Kab 1000 15 Klpk 2010 9 18 Kab 1.2 15 Klpk 2011 10 18 Kab 1.5 20 Klpk 2012 11 18 Kab 1.75 20 Klpk 2013 12 18 Kab 2 20 Klpk

1

500 5 Klpk

10 Kab 2,945,753 4 3,036,320 114,690 80,787,154 3,615,393 4 3,032,371 108,287 74,768,132 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 39 % 2,713,731 4 2,990,060 1,814,075 82,920,233 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 13 %

15 Kab 2,820,336 4 3,139,563 1,904,779 86,402,949 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 18 %

15 Kab 2,927,909 4 2,691,753 1,995,483 89,885,664 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 18 %

15 Klk 3,036,451 4 2,782,704 2,086,186 93,368,380 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 18 %

15 Klpk 3,145,966 4 2,873,656 2,176,890 96,851,096 5 komoditas konsumsi perkebunan 9 komoditas konsumsi perkebunan 5% 18 %

9 komoditas konsumsi perkebunan N/A N/A

2.

Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pertanian, perkebunan dan peternakan

N/A N/A N/A

4

4 2 Kab 5 Klpk

5 5 Kab 10 Klpk

6 5 Kab 20 Klpk

10 5 Kab 20 Klpk

N/A

1 Kota

3 Kota

3 Kota

3 Kota

3 Kota

N/A

50 orang

100 org

100 org

100 org

100 org

N/A

5 Lok

5 Lok

5 Lok

5 Lok

5 Lok

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

23

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Penyerapan kesempatan kerja di sektor pertanian Penyerapan tenaga kerja bidang perkebunan (orang) Optimalisasi UPTD Pengembangan Perbibitan Ternak Optimalisasi UPTD Pelayanan Pengujian penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner secara laboratories Optimalisasi UPTD Pengujian Sarana Peternakan secara laboratories Penataan RPH/RPU Pengembangan Pos IB Mandiri Pengembangan Pos Keswan Mandiri Tersedianya Pupuk: Urea SP-36 ZA NPK Organik Tersedianya sarana Alsintan
Peningkatan luas areal perkebunan rakyat (%)

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 189.000 7 198.874 106.080 5 UPTD 5 UPTD 2009 8 208.817 40.410 5 UPTD 2010 9 261.021 106.410 5 UPTD 2011 10 287.123 106.410 5 UPTD 2012 11 315.836 106.410 5 UPTD 2013 12 347.419 106.410 5 UPTD

1

3.

Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD dan 2 isntalasi

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

1 UPTD

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

20 Lok 10 Lok 3 Lok

1 Lok

730.000 29.000 95.000 10.000 60 %

708.416 148.000 65.655 126.000 22.500 60 % 39

678.070 120.000 60.000 148.060 53.000 70 % 13 1 50 kec

666.755 100.000 55.600 166.000 64.700 70 % 18 1 150 Kec

647.041 87.200 50.000 180.000 75.800 80 % 18 1 300 Kec

6.238.000 77.900 45.550 190.000 87.000 80 % 18 1 -

609.450 70.000 41.150 198.000 100.000 80 % 18 1 -

4.

Meningkatnya multi aktivitas Agribisnis (Gemar) Terlaksananya inovasi dan teknologi pertanian yang ramah lingkungan

5.

Pengembangan kawasan Agropolitan di Kabupaten Penyerapan tenaga kerja pertanian, Perkebunan, Peternakan Perikanan dan Kehutanan di kecamatan Padi (Kel) PTT SRI Sayuran (kab) Penggunaan teknologi tepat guna pada pengendalian kebun petani dari gangguan OPT secara PHT dan pelstarian musuh alami (kab) Pengembangan perencanaan partisipatif dan pembangunan peternakan berkelanjutan yang ramah lingkungan Pengembangan teknologi tepat guna didalam

8 Kab --

1 --

8 22 14

8 24 14

8 24 5 14

8 24 10 14

8 24 10 14

8 24 10 14

8 24 10

10 Kab

10 Kab

10 Kab

10 Kab

10 Kab

2 Klp

4 Klp

10 Klp

10 Klp

10 Klp

10 Klp

10 Klp

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

24

NO.

KEBIJAKAN 2

PROGRAM 3

SASARAN PROGRAM 4

INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 budidaya ternak sesuai keb lokal Penerapan sistem Usaha dengan pemanfaatan dan penggunaan bioteknologi dan biosafety (Good Farming Product) Penyebaran dan penerapan teknologi pengolah limbah pertanian untuk pakan ternak Pengembangan BATAMAS (Biogas Asal Ternak Bersama Masyarakat) dan pengolahan manure sebagai pupuk kandang Menurunnya tingkat kehilangan hasil akibat penanganan panen dan pasca panen Komoditas Padi Penyuluh PNS pada Pelatihan Teknis Manajemen PL I, II, dan III (orang) Penyuluh THLTB-PP pd pelatihan teknis manajemen (org) Penyuluh swadaya binaan Distan Jabar (orang) Pelatihan petani muda, tokoh tani menjadi penyuluh swadaya (org) Terfasilitasinya P4S (Kelompok) Terfasilitasinya model pengemb agribisnis Ikamaja (org) Meningkatnya Kelompok tani menjadi Gabungan Kelompok tani Terbenahinya Kelompok Tani (klp) Terfasilitasinya temu teknologi penyuluh dan peneliti (klp) Penyampaian informasi teknologi pertanian, melalui: -media cetak (materi) -media elektronik (kali) Terfasilitasinya kelembagaan BPP (unit)

Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12

1

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

5 lok

3 Klpk

1 klp

3 Klpk

3 Klpk

3 Klpk

3 Klpk

3 Klpk

6.

Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen

14,5 % 282

14,0 % 308

13,5 % 384

13,0 % 359

12,5 % 385

12,0 % 436

11,5 % 462

Program Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian

1.

Meningkatnya kinerja sumber daya pertanian Jawa Barat

128 48 129

139 45 140

151 71 152

163 97 164

174 123 175

198 149 199

209 175 210

8 6

8 7

9 7

10 8

11 9

12 10

13 10

120

131

142

153

164

185

196

2.853 2

3.112 4

3.372 6

3.631 8

3.890 10

4.409 12

4.668 14

5 12 426

10 12 426

15 12 426

20 12 426

25 12 426

30 12 426

35 12 426

Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013

25

KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Terselengaranya kursus dg metoda SL bagi KWT (kelompok) Meningkatnya PSK Petugas TGA (org) Meningkatnya Kinerja Kelompok P3A (unit) Peningkatan Aksesibilitas terhadap sumber daya finansial dan investasi Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Peternakan di Jawa Barat Penguatan kelembagaan kelompok tani ternak dan jaringan usaha Pengembangan dan perkuatan data statistik dan sistem informasi peternakan Peningkatan SDM peternakan Peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya perkebunan (%) Peningkatan kinerja perkebunan dalam pengendalian OPT tanaman perkebunan berdasarkan prinsipprinsip PHT (%) Meningkatnya Luas cakupan Lahan yang teririgasi -teknis -1/2 teknis -pedesaan Tersedianya Infrastruktur pertanian: -Jitut -Jides Menurunnya Luas konversi lahan Pertanian Meningkatnya Konservasi DAS hulu Meningkatnya Teknologi SRI Tersedianya Pompa dangkal Tersedianya Irigasi tanah dalam Tersedianya Embung Tersedianya Dam parit Tersedianya Irigasi sprinkel Tersedianya Irigasi tetes Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 320 104 12.900 3.262 1 kali 1 1 unit 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1000 org 200 org 25 330 org 25 840 org 25 25 1000 org 25 1000 org 25 1000 org 25 25 25 25 25 25 25 25 2.400 5.423 1 kali 2009 8 378 104 7.365 250.473 380.277 380.424 380.825 20.472 1 kali 2011 10 436 104 7.000 7 349 104 6.992 1 kali 2013 12 523 104 8.489 111.348 111.800 3.343 250.900 2.500 600 30 1 12 16 12 16 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 26 .423 111.500 50 3 1 2 - 22.321 250.179 5.000 22.228 380.732 1 kali 2012 11 494 104 7. Meningkatnya kualitas tata guna lahan dan air serta terkendalinya konversi lahan pertanian 380.300 3.450 5.700 3.550 4.489 111.326 380.500 4.632 2.342 1 kali 2010 9 407 104 7.387 250.461 111.586 3.318 12.576 3.600 6.376 250.794 14.354 250.000 8 2 1 1 6.000 300 6 1 8 10 12 6 18.982 3.750 100 34 1 10 10 19 5 15.000 3.527 111.NO.332 250.500 200 6 1 8 12 10 8 16.600 3.000 400 20 1 10 10 10 8 14.674 16.386 111.375 380.

959 14 120.Cetak sawah . Terkendalinya hama dan penyakit tanaman. ternak.965 14 10 117375 14 10 8 Kab 1 jt ds 15 Kab 25 Kab/K 1 UPTD 8 Kab 25 jt ds 15 Kab 2 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 8 Kab 10 jt ds 15 Kab 26 Kab/ 1 UPTD 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 lok 1 lok 1 lok 1 lok 25 Kab/ 25 Kab/ 26 Kab 26 Kab 26 Kab 26 Kab 26 Kab Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 27 .NO.Areal hortikultura Peningkatan fungsi lahan kritis berdasarkan kaidah konservasi tanah dan air (%) Pemanfaatan lahan cadangan HGU perkebunan’ (%) Pengembangan mekanisme dan pemanfaatan sumberdaya lahan peternakan dan Penetapan Tata Ruang Peternakan Pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya air untuk produksi peternakan Menurunnya Luas serangan 9 OPT Utama Terkendalinya serangan hama dan penyakit perkebunan Menurunnya serangan OPT tanaman perkebunan Perkuatan sarana dan prasarana pencegahan dan pemberantasan Penyakit Hewan Menular Anthrax. dan ikan 120. Flu Burung ds Brucellosis Rabies Penguatan dukungan teknis pelayanan kesehatan hewan dan kesmavet Meningkatkan mekanisme pengawasan pengendalian penyakit hewan Meningkatkan keragaan infrastruktur pelayanan teknis dan laboratorium keswan dan kesmavet Pengembangan penerapan sistem Jaminan Mutu BAH dan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 3 37 7 2 9 2009 8 1 2 2010 9 2 30 2011 10 2 24 2012 11 2 28 2013 12 3 32 1 80 125 200 100 25 5 200 150 60 5 250 200 100 5 300 250 125 5 350 300 150 5 400 350 125 5 5 5 5 5 5 5 1 kl 4 lok 4 lok 4 lok 4 lok 4 kab 4 kab 4 kab 4 Kab Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tanaman. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tersedianya Pompa hydran Tersedianya Air permukaan Meningkatnya Perluasan areal lahan: .752 14 10 119.Lahan kering . ternak dan Ternak 1.354 14 10 119.558 14 10 117.154 14 10 118.

000 6.000 5.000 5 110. Perkebunan.000 47.000 5 100. Perikanan dan Kehutanan 1.000 14.000 12.000 6.NO.057 53.500 6. peternakan.615 5 2 5 2 Lok 14 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok 2 5 5 Lok 7 Lok Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 28 . perikanan dan kehutanan - 3 120. perikanan dan kehutanan 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 8 0 0 16 0 0 25 1 - - 4 1 4 1 - 6 1 8 6 16 20 16 20 26 26 26 - - 1 26 4 2 26 6 2 26 6 2 26 6 2 26 6 2 5 kali 12 kali 2 5 kali 12 kali 2 5 kali 12 kali 2 1 keg 5 kali 12 kali 2 1 keg 5 kali 12 kali 2 1 keg 5 kali 12 kali 2 1 keg 5 kali 12 kali 2 1 keg 2.000 3. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 HBAH Mendukung lembaga swasta memasuki industri jasa pelayanan keswan dan kesmavet Penerapan GDP (good distribution product): -Database distribusi -Penyusunan regulasi -Penerapan GDP Meningkat dan berkembangnya sarana dan prasarana pasar: -STA -Pasar bunga -Pasar tani -Pasar lelang -Pasar tradisional Berkembangannya sarana dan prasarana informasi pasar: -Pengiriman data -Diseminsai data Fasilitasi kemitraan pemasaran hasil perkebunan Fasilitasi promosi produk perkebunan Fasilitasi pemasaran melalui lelang produk Fasilitasi psar komoditi (lokasi) Penguatan aspek pemasaran dan pasar produk ternak -Sabit bergerigi -Terpal -Pedal thresher -Power thresher -Dryer -RMU Fasilitasi Unit Pengolahan Hasil (UPH) perkebunan UPH memenuhi standar mutu produk Produk yang memenuhi standar mutu produk Pengembangan Sistem Rantai Dingin Susu Mendorong pengembangan RPH dan RPU yang memenuhi standar NKV Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 5 unit 2011 10 5 unit 2012 11 5 unit 2013 12 5 unit 1 Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian. perkebunan.197 6.000 5.000 40.000 6.000 6. peternakan.108 6.000 45.982 5.500 5.000 4.000 5.000 13. Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian.000 10. perkebunan.000 5 110. Peternakan. Meningkatnya sarana pengolahan hasil pertanian.850 50.837 1.000 5 120.000 5.

000 2% 672. peternakan.304.925 2% 1.Perkenunan .500 2% 793.105.600 462.388.NO.457 2% 1. peternakan. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Pengembangan sistem informasi pasar peternakan -Silo Jagung -Dryer Jagung -Corn sealler Mutu hasil produk hasil olahan sesuai standar produk (%) Meningkatnya penerapan teknologi pada industri kecil di bidang pangolahan pangan di 26 Kab/Kota . perkebunan.000 1. Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian. perkebunan.528 559.Perikanan . Meningkatnya pengolahan hasil pertanian.414 2.922 1. perikanan dan kehutanan 570.000 420.111.919 2% 1.596.800 orang 4.625 2% 936. kelembagaan konsumen.500 orang 1.(Dinas Teknis) Meningkatnya kualitas hasil produksi olahan pangan di 26 kab Kota Mendorong tumbuhnya industri pengolahan produk ternak berskala rumah tangga.Pertanian .200 1.020 1.668 508.207.714 2% 10 10 10 10 10 10 1 keg 1 unit 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg 1 Keg Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 29 .428.836.200 orang 1.056 2.538.050.103 614.022 676.dan infrastruktur Penerapan standar mutu pengawasan sistem jaminan mutu Meningkatnya kualitas hasil produksi olahan pangan di 26 kabupaten dan kota Pengolahan Padi Pengolahan Palawija Pengolahan Sayuran Meningkatnya keuntungan industri kecil dan menengah di bidang pengolahan pangan pada Tingkat nilai tambah diversifiaksi produk terhadap pendapatan usaha tani perkebunan (%) Sosialisasi penerapan sistem grading produk Penyusunan Road Map Pengolahan Hasil Peternakan Pengembangan sistem Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 1 Keg 7 1 Keg 10 2009 8 1 Keg 12 31 355 10 2010 9 1 Keg 2 7 75 10 2011 10 1 Keg 2 6 75 10 2012 11 1 Keg 2 6 75 10 2013 12 1 Keg 2 6 55 10 1 3.746 744. perikanan dan kehutanan 5% 1% 5% 1% 100 orang 5% 15 5% 1% 200 orang 5% 2% 5% 1% 500 orang 2 lok 5% 2% 5% 1% 800 orang 2 lok 5% 3% 5% 1% 1200 orang 2 lok 5% 3% 5% 1% 1500 orang 2 lok 5% 4% 5% 1% 1800 orang 2 lok 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 100 orang 200 orang 500 orang 800 orang 1.000 1.Kehutanan .

1Milyar 7.3 Milyar 6. akreditasi dan sertifikasi) Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat 60 % 70 % 60 % 30 % 65 % 75 % 65 % 35 % 70 % 80 % 70 % 40 % 75 % 85 % 75 % 50 % 80 % 85 % 80 % 55 % 85 % 90 % 85 % 60 % 85 % 90 % 85 % 65 % 4.5 juta Wisnus 500 Rb Wisman • 40 juta Wisnus • 1 juta Wisman • 42 juta Wisnus • 1.5 juta Wisnus 850 Rb Wisman • • 38. URUSAN PARIWISATA Meningkatkan keunggulan daya tarik wisata melalui pengembangan produk wisata yang unik.9 Milyar 10.8 Juta Ton US $ 23. Meningkatnya distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis.4% 61.7% 8. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata 1.950 Set SKA 85 % 12.5% 8. 3.51 Milyar 4. Efisiensi dan efektivitas distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis 5.2 Juta Ton US $ 21.3 Juta Ton US $ 10.6% 8.7 Juta Ton US $ 18.8 Juta Ton US $ 9.3% 61.4 Juta Ton US $ 24.300 Set SKA 80 % 11.8% 70.7 Juta Ton US $ 7.2 juta Wisman • 43 juta Wisnus • 1. pelayanan dan informasi pariwisata Meningkatnya sumber daya pariwisata (Standarisasi.10 Milyar 2.6 Milyar 7.7% 61.100 Set SKA 90 % Laju Pertumbuhan ekspor Jawa barat Laju Pertumbuhan impor Jawa Barat Jumlah penerbitan SKA per tahun Program Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam negeri 1. Meningkatnya sarana dan prasarana pariwisata Meningkatnya kualitas.22 Milyar 4.94 Milyar 3.2% 58.2% 61. Meningkatnya Jawa Barat ekspor-impor volume dan nilai ekspor Jawa Barat per tahun volume dan nilai impor Jawa Barat per tahun 9.2 Juta Ton US $ 9. Meningkatnya penggunaan produk dalam negeri Meningkatnya fungsi sarana dan prasarana perdagangan (GEMPITA) Jumlah transaksi produk agro Jawa Barat per tahun Tingkat penggunaan produk dalam negeri Tersedianya sarana dan prasarana perdagangan yang 122 Milyar 150 Milyar 200 Milyar 300 Milyar 400 Milyar 500 Milyar 600 Milyar 80 % 70 % 80 % 70 % 80 % 75 % 85 % 75 % 85 % 80 % 90 % 85 % 90 % 85 % Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 30 .5 juta Wisman 5.800 Set SKA 85 % 11.65 Milyar 3.6 Juta Ton US $ 8. 3. URUSAN PERDAGANGAN Meningkatkan akses distribusi perdagangan dan Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor 1.23 Milyar 3.7 Juta Ton US $ 20.2 Juta Ton US $ 19. tradisional dan mencerminkan jati diri masyarakat Jawa Barat Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 1.2% 8. Meningkatnya kualitas objek dan daya tarik wisata 60 % 65 % 70 % 75 % 80 % 85 % 85 % 70 % 70 % 80 % 80 % 85 % 85 % 85 % 2. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jaminan Mutu Meningkatnya keuntungan industri kecil dan menengah di bidang pengolahan pertanian Tersedianya objek wisata yang berkualitas dan berwawasan lingkungan Jumlah masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan pariwisata Tersedianya sarana prasarana pendukung pariwisata Tingkat mutu dan pelayanan pariwisata Ketersediaan informasi pariwisata Tingkat penyerapan tenaga kerja pariwisata Jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat per tahun Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 2 % 7 2 % 2009 8 2 % 2010 9 2 % 2011 10 2 % 2012 11 2 % 2013 12 2 % 1 4.1 Juta Ton US $ 8.2% 71.NO.000 Set SKA 80 % 10.7 Milyar 7.9% 8.1% 9.3% 8.000 Set SKA 75 % 2.200 Set SKA 90 % 13 Juta Ton US $ 25.1 Milyar 7.8 Juta Ton US $ 10.70 Milyar 4. • 35 juta Wisnus • 500 Rb Wisman • • 37.3 juta Wisman • • 45 juta Wisnus 1.6 Milyar 8.

325 Orang 1.000 TDP dan 21.828 Orang 4.731.958.224.820 SIUP 25 % UTTP : 2.000 TDP dan 20.780 Orang 199.956 Orang 205.600 buah BDKT : 1.788 buah BDKT : 1.207.832 Orang 1.337 Orang 90 % 80 % 120 Perusahaan 3.000 SIUP 50 % UTTP : 5. URUSAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Meningkatkan pengusahaan dan nilai tambah produksi sumber daya mineral Pengembangan Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi Meningkatkan pembinaan nilai tambah produksi pertambangan skala kecil Jumlah usaha penambangan yang dibina 2 Penambang skala kecil (PSK) yg dibina dari 508 IUP Fasilitasi pembinaan PSK di kab.965. 2. Pembinaan 3 PSK Pembinaan 5 PSK Pembinaan 5 PSK Pembinaan 5 PSK Pembinaan 5 PSK Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 31 . Meningkatnya pengawasan barang beredar dan jasa Tingkat pengawasan barang beredar per tahun Tingkat Advokasi perlindungan konsumen per tahun Tingkat Penyelesaian sengketa konsumen Jumlah peneraan UTTP dan BDKT per tahun 15 Kali 5 Kali 10 Kali 15 kali 6 Kali 10 Kali 15 Kali 2.125.200 buah 55.500 SIUP 45 % UTTP : 4.678.842 unit 2.385 Orang 7.943.878 unit 1.281.656 Perusahaan 4.989 Orang 1.377.105 buah 53.145 buah BDKT : 1.179 TDP dan 19.156 buah BDKT : 1.920 buah BDKT : 1.964 buah BDKT : 1.291.118.738.134 Orang 1.624 Perusahaan 4.900 SIUP 30 % UTTP : 2. Meningkatnya Penguasaan Teknologi Industri Meningkatnya Penyerapan tenaga kerja oleh industri besar 1.000 TDP dan 19.230 buah 58. Meningkatnya tertib usaha dan tertib ukur/takar/ timbang dan perlengkapannya Jumlah wajib daftar perusahaan per tahun 6.672 unit 2. Meningkatnya unit usaha industri kecil menegah Meningkatnya penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah Meningkatnya pelayanan terhadap pelaku usaha IKM Meningkatnya sinergitas pengembangan industri Jumlah wirausaha industri kecil menengah Tingkat Penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah Tingkat pelayanan usaha IKM Tingkat koordinasi dan konsolidasi industri Jumlah Keterlibatan perusahaan dalam pengembangan klaster industri Penerapan standarisasi dan sertifikasi industri Tingkat penyerapan tenaga kerja oleh industri besar 195.950 SIUP 35 % UTTP : 3.796 unit 1.592 Perusahaan 4.335. Meningkatnya perlindungan terhadap konsumen dan produsen 5 Kali 5 Kali 10 Kali 5 kali 6 Kali 6 Kali 7 Kali 20 % UTTP : 1. 3. URUSAN INDUSTRI Meningkatkan nilai produk industri tambah Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 1. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 memadai Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan perdagangan 1.304 buah BDKT : 1.240 buah 59.000 TDP dan 19.210 buah 56.500 Perusahaan 3.285.901.556 unit 2.500 SIUP 3.000 TDP dan 20.559 Orang 245.044.000 TDP dan 21.452.000 SIUP 40 % UTTP : 3.220 buah 57.434 unit 2. Program Penataan struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 1.342 Orang 233.056.561 Perusahaan 4.530 Perusahaan 4. 40 % 70 % 80 Perusahaan 50 % 80 % 85 perusahaan 60 % 80 % 90 Perusahaan 70 % 80 % 95 Perusahaan 80 % 80 % 100 Perusahaan 80 % 80 % 110 Perusahaan 2.465.234 unit 2.997.719 Orang 211.250 buah 60.NO.370 Orang 1.421 Orang 222.

Fasiliatsi investasi sektor migas .280 ton 13.000 ekor 168.860 ton 24 milyar ekor 132.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam operasi migas hulu .958 ton 1.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam operasi migas hulu . dan pajak air tanah 2010 9 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.Fasilitasi prospek investasi sektor migas .727 ton 138.Fasiliatsi investasi sektor migas .161 ton 12.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam opersi migas hulu . Prasarana perikanan (kolam.280 ton 1. dan pajak air tanah 2012 11 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas. laboratorium) Peralatan perikanan di balai Operasionalisasi Balai benih Ikan 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai 5 balai Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 32 .970 ton 153.Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah. dan panas bumi . hatchery. pertambangan umum.138.393 ton 32.189 ton 1.073 ton 16. Juklak dan Juknisnya .Penyusunan Perda Ketenagalistrikan .334 ton 15. URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Meningkatkan pengelolaan sumber daya kelautan Program Pengembangan Budi Daya Perikanan 1.071 ton 35.604 ton 14.4 milyar ekor 138.944 milyar ekor 153.879 ton 1.759 ton 125. dan pajak air tanah 2011 10 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.950 ton 13.472 ton 109.400.344 ton 14.105 ton 11.Fasiliatsi investasi sektor migas .121 ton 99.652.Integrasi pengembangan infrastruktur energi dan listrik dalam pengembangan wilayah .NO.Fasiliatsi investasi sektor migas . dan pajak air tanah 2013 12 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.178 ton 26. penerimaan migas Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 Penghitungan NPA dan bagi hasil migas 2009 8 Fasilitasi peningkatan penerimaan daerah dari migas.412 ton 15.960 ton 132. pertambangan umum.Penyediaan data potensi dan kondisi migas hulu .237 ton 29.Integrasi pengembangan infrastruktur enrgi dan listrik .875 ton 12.053 ton 11.073 ton 40. Meningkatnya perikanan produksi Produksi perikanan budidaya tambak Produksi perikanan budidaya kolam Produksi perikanan budidaya karamb Produksi perikanan budidaya laut Produksi perikanan budidaya sawa Produksi perikanan budidaya kolam air dera Produksi perikanan budidaya jaring apung benih ikan untuk budidaya 90. pertambangan umum.158 ton 15.958 ton 121.755 ton 38.Penyusunan Perda Energi .040 milyar ekor 145.219 ton 13. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Meningkatkan potensi penerimaan daerah dari sumber daya mineral INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Nilai Perolehan Air (NPA). dan pajak air tanah. Meningkatnya ketersediaan dan pendistribusian benih/induk yang berkualitas Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan 3.195 ton 115.814 ton 29.517.780 ton 104.494 ton 94.733 ton 145.666 ton 36.Fasilitasi Forum Energi daerah Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrik-an dan energi Mengembangkan pemanfaatan sumur migas Tingkat fasilitasi investasi - Identifikasi pemanfaatan sumur migas .421 ton 125.375 ton 13.921 ton 1.464.955 ton 1.352 ton 38.00 0 ekor 2. .000 ekor 160.825 ton 42.240. pertambangan umum.895 ton 1. Bagi hasil pertambangan umum.Pemantauan pelaksanaan comdev dalam opersi migas hulu 8.490 ton 160.Integrasi pengembang an infrastruktur enrgi dan listrik 1 Pemantapan pranata pengelolaan energi Ketersediaan pedoman dan aturan - Pembentukan Forum Energi Daerah. pertambangan umum.801 ton 31.782 ton 31.288 ton 168.015 ton 34.

830 2 lokasi 10 unit 10 unit 13.540 2 lokasi 10 unit 10 unit 2. payau dan tawar Aneka produk olahan hasil budidaya perikanan Informasi pengendalian hama penyakit ikan dan Udang Anti virus Terselenggaranya Pengendalian Hama Penyakit Meningkatnya jumlah pasar ikan Meningkatnya jumlah sentra pasar ikan hias Meningkatnya sarana prasarana TPI jumlah kawasan industri pengolahan hasil perikanan Tersedianya aneka produk olahan hasil perikanan Tingkat harga produk komoditas perikanan Produksi perikanan laut Produksi terumbu karang buatan Produksi perikanan perairan umum Meningkatnya pendapatan nelayan Meningkatnya prasaranan PPI Meningkatnya sarana penangkapan ikan Rumponisasi Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 778.348 orang 5 balai 2010 9 838. Meningkatnya pengolahan hasil perikanan Pengembangan Tangkap Perikanan 11. 6. 5. air payau dan air tawar Meningkatnya nilai tambah usaha pemanfaatan produk perikanan Terkendalinya serangan hama penyakit ikan dan udang INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat jumlah tenaga kerja (pembudidaya) Paket teknologi budidaya perikanan air laut. SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya penyerapan tenaga kerja perikanan Meningkatnya teknologi budidaya perikanan air laut.813. Meningkatnya produksi dan produktivitas nelayan 30% 162. Meningkatnya sarana dan prasarana perikanan tangkap 3.807 orang 5 balai 2011 10 859.140 2 lokasi 10 unit 10 unit 217.449.388 orang 5 balai 2009 8 818. Meningkatnya sarana pemasaran hasil perikanan 23 unit 5 lokasi 3 lokasi 23 unit 8 lokasi 3 lokasi 25 unit 8 lokasi 3 lokasi 25 unit 10 lokasi 3 lokasi 28 unit 10 lokasi 3 lokasi 28 unit 10 lokasi 3 lokasi 28 unit 10 lokasi 3 lokasi 9.919. 106. Meningkatnya margin pemasaran perikanan 1.153. Program Peningkatan 1.210 2 lokasi 10 unit 10 unit 30% 197.207 ton 10 unit 17.591 ton Rp.715.303 orang 5 balai 1 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 20 jenis 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 26 kab/kota 8. Ketersediaan pangan terutama Peningkatan Jumlah Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 33 .760 2 lokasi 10 unit 10 unit 15.824 orang 5 balai 7 798.189.777 orang 5 balai 2012 11 881. Meningkatnya sarana pengolahan hasil perikanan 2 lokasi 20 jenis 3 lokasi 20 jenis 4 lokasi 20 jenis 5 lokasi 20 jenis 5 lokasi 20 jenis 5 lokasi 20 jenis 5 lokasi 20 jenis 10.271 orang 5 balai 2013 12 903. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya kelautan 9. 114. URUSAN KETAHANAN PANGAN Peningkatan Ketersediaan.990 2 lokasi 7 unit 7 unit 15.882. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 4.609 ton 10 unit 18.926 ton 10 unit 30% 187.229 ton 30% 170.NO.387 ton Rp.819 ton 152.159 ton 131.150 2 lokasi 10 unit 10 unit 30% 207.303 ton 10 unit 16.387 ton 122.373 ton 30% 178.908 ton 10 unit 16.714 ton 163. 7.967 ton 141.

25 773.937 61.386 176.52 22.36 23. KEBIJAKAN 2 Akses dan keamanan pangan PROGRAM 3 Ketahanan Pangan SASARAN PROGRAM 4 pangan pokok (beras.041 243.14 577.026 10 236.000 Ha 25 unit 50 unit 25 unit 5 Unit 100 Unit 15 Unit 25 Unit 5000 m 60 km 25 Unit 50 Unit 200 Unit 500.310 15.071 55.12 20187 17.990 57.28 499.296 226.753644 66.746 11.024 10 194.975 265.196 18. kedelai.707 12.621 183.66 688.067 10 214.078.83 636. tenak dan ikan Padi Jumlah Produksi padi (ton) Produktivitas padi (ku/ha) Jagung Jumlah Produksi jagung (ton) jagung Produktivitas (ku/ha) Kedelai Jumlah Produksi kedelai (ton) Produktivitas kedelai (ku/ha) Daging (ton) Telur (ton) Susu (ton) Tingkat produksi perikanan budidaya Tingkat produksi perikanan tangkap (ton) Jumlah restocking ikan di perairan umum (juta ekor) Reposisi Komoditas Tambak dengan GAPURA .593 437. daging.NO.484 416.65 841.438 14.939 12. susu dan ikan) INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 produksi dan produktivitas padi.708 52.00 553.331 216.225 16.79 737.168 228.64 19.434 211. jagung.655 506.469.823 459. kedelai.253 66.257 221.551.305 64.udang . Cotoni Kerang Hijau Mangrove Rumpon Trumbu Karang Bauat Kapal Nelayan ( 1 GT ) (5 GT ) Revitalsasi Pasca Panen Penanganan Mutu (CCS) Pengolahan Pemasaran Rehabilitasi Infrastrktur Penahan Abrasi Penataan Saluran Tambak Penataan Pemukiman Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 9.389 51.264 532.822 11.543 54.369 19.441 68.256 18.60 18.513 50. telur.323 10 - - 1500 5000 1000 2000 2500 Ha Ha Ha Ha Ha 1500 5000 1000 2000 2500 Ha Ha Ha Ha Ha 1500 5000 1000 2000 2500 Ha Ha Ha Ha Ha - - - - 25 Unit 50 Unit 200 Unit 500.106.947 246.368 59.12 701.25 613.20 757.411.06 21.000 ha 25 unit 50 unit 25 unit 5 Unit 100 Unit 15 Unit 25 Unit 5000 m 60 km - - - Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 34 .313 10 204.899 10.721 11.923 56.Bandeng .70 606.270 10 225.Polikulture Pemanfaatan Muara dan Talanca melalui KJA & Keramba Akselerasi Budidaya Laut Rumput Laut E.35 936.506 212.962. jagung.Nila .069 55.955 197.493 396.539 232.710 170.15 17.085 237.176 482.Rumput laut .000 Ha 25 unit 50 unit 25 unit 5 Unit 100 Unit 15 Unit 25 Unit 5000 m 60 km 25 Unit 50 Unit 200 Unit 500.50 681.181 3.5 185.

5 80.2 51.550 RTM) 60 Desa 600 ton gabah 250 Lumbung (1250 ton 250 Lumbung (1250 ton gkp) 2010 9 100 unit 60 km 10 unit 2. ketersediaan dan konsumsi sepanjang tahun sampai tingkat rumah tangga N/A 2 Kabupaten 6 Kabupaten 9 Kabupaten 3 Kabupaten 17 Kabupaten 121 15 29.493 RTM) 100 Desa 1000 ton gabah 400 Lumbung (2000 ton 500 Lumbung (2000 ton GKG) 2012 11 3.7 8.5 % atau (105.3 9.4 1.6 1.3 17.9 2.3 12.0 7.0 21.9 12.9 7.9 9 Kabupaten 115. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 2.654 RTM) 45 Desa 200 ton gabah 200 Lumbung (1000 ton 200 Lumbung (1000 ton GKP) 2009 8 100 unit 60 km 10 unit 2 % atau (64.6 19.7 33.4 81.1 12.9 16.3 11.5 1.9 8.7 15 Kabupaten 111.1 3 Kabupaten 118.2 8.3 1.3 11 Kabupaten 113. Tertatanya distribusi perdagangan beras dan Terciptanya stabilitas harga gabah sesuai dengan HPP Meningkatnya eksport/perdagangan antar pulau komoditas beras Terbentuknya pusatpusat kegiatan : Agribisnis perberasan Agribisnis terpadu Tingkat Konsumsi Pangan (kg/kap/tahun) Umbi-umbian Pangan Hewani Minyak dan Lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayur dan Buah Lainnya Berkembangnya Komoditas pangan lokal non beras 100% 100% 100% 100% 100% 100% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% N/A 1 Kabupaten 3 Kabupaten 6 Kab 9 Kab 3 Kab 17 Kab 1 Kabupaten 4.9 39.5 12.0 80.657 RTM 120 Desa 1400 ton gabah 700 Lumbung (3500 ton 700 Lumbung (3500 ton GKP) 100% 1 3.7 2.5 8.8 7.1 34.7 1 Kabupaten 119.7 12. Meningkatnya keanekaragaman konsumsi.5 36.2 8.8 23. Meningkatnya pengendalian keamanan pangan Menurunnya Penggunaan bahan tambahan berbahaya pada komoditas 100 Orang 200 Orang 500 Orang 800 Orang 1100 Orang 1500 Orang 2.1 17 Kabupaten 5.7 79.1 8.4 9.8 8.000 Orang Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 35 .5 6 Kabupaten 116.259RTM) 90 Desa 800 ton gabah 300 Lumbung (1500 ton 300 Lumbung (1500 ton GKP) 2011 10 100 unit 60 km 10 unit 3 % atau (77. dan kualitas pangan.1 8.8 2.0 20.777 RTM) 110 Desa 1200 ton gabah 500 Lumbung (2500 ton 500 Lumbung (2500 ton GKP) 2013 12 4 % atau (116.4 78.6 8.5 % atau (49.9 79.5 % atau (63.103 RTM ) 32 Desa N/A N/A 7 1.2 79. Menurunnya kerawanan pangan masyarakat terhadap pangan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jalan Produksi PPI Menurunnya jumlah Rawan Rumahtangga Tangga Pangan/Rumah Miskin Terbentuknya Desa Mandiri Pangan Tersediaanya Cadangan Pangan Pemerintah Daerah jumlah Meningkatnya Pangan Cadangan dikelompok lumbung pangan masyarakat Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 1 % atau (33.NO. serta menurunnya ketergantungan terhadap pangan pokok beras.4 31.5 11.

KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 olahan pangan Menurunnya Jumlah kasus keracunan pangan Meningkatnya jumlah komoditas yang bebas dari residu pestisida Meningkatnya jumlah kelompok masyarakat sekitar hutan yang mendapat pembekalan kemampuan Aneka Usaha Kehutanan non Kayu Berkembangnya produksi aneka usaha kehutanan (lokasi) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas jamur kayu (ton) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas lebah madu (ton) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas sutera alam/kokon (ton) Bertambahnya produksi aneka usaha kehutanan komoditas budidaya komoditas kayu rakyat Meningkatnya pengendalian jatah tebangan tahunan (JTT) Perum Perhutani (KPH Perhutani) Meningkatnya tertib usaha hasil hutan (FA-KO.4 7. URUSAN KEHUTANAN Mengembangkan aneka usaha non kayu sekitar hutan Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Kehutanan 1. Terlaksananya pengembangan aneka usaha dan pengelolaan kehutanan 250 300 420 500 500 500 500 - 2 2 2 2 2 2 48 16 16 48 48 48 48 1.8 1.8 1.8 1.8 - 7. SKSKB) dan meningkatnya pengendalian ijin industri dan bahan baku industri hasil hutan di Jabar Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 5% 5 komoditas 7 5% 10 komoditas 2009 8 5% 15 komoditas 2010 9 5% 20 komoditas 2011 10 5% 25 komoditas 2012 11 5% 30 komoditas 2013 12 5% 40 komoditas 1 10.2 7.000 - - - 2.000 - - 7.2 7.NO. Terbina dan terkendalinya usaha-usaha bidang kehutanan 13 13 13 13 13 13 13 26 26 26 26 26 26 26 Meningkatnya Bina Produksi Kayu Rakyat di Jawa Barat (kab/Kota Jabar) Meningkatnya kemampuan aparatur desa sebagai penerbit SKAU di Jawa Barat (orang) Meningkatnya kemampuan petani dalam pengukuran kayu berdasarkan standar 26 26 26 26 26 26 26 N/A 150 150 150 150 150 150 N/A - 90 90 150 150 150 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 36 .2 2. FA-KB. SKAU.2 7.2 7.8 3 3 1.

Berkembangnya penyuluhan mandiri lembaga swakarsa Terbentuknya kelom-pok penyuluhan swakarsa mandiri masyarakat sekitar hutan negara (org) Meningkatnya fasilitasi sarana prasarana penyuluhan swakarsa mandiri (unit kelompok) Meningkatnya kelembagaan penyuluhan swakarsa mandiri (kelompok) Meningkatnya kinerja penyuluh kehutanan di jawa Barat (orang) N/A - 24 24 300 300 300 N/A - - 5 5 5 5 N/A - 4 4 4 4 4 N/A 200 240 300 360 400 500 11. bentuk) N/A 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 275 perusahaan 95 % 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 300 perusahaan 95 % 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 325 perusahaan 97 % 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 350 perusahaan 97 % 2 peraturan/ kebijakan di bidang investasi 375 perusahaan 97 % 200 perusahaan 90% 250 perusahaan 90 % 90% Meningkat lebih dari 15% 12 event 90% Meningkat lebih dari 15% 13 event 95% Meningkat lebih dari 15% 14 event 95% Meningkat lebih dari 15% 14 event 100% Meningkat lebih dari 15% 14 event 100% Meningkat lebih dari 15% 14 event 100% Meningkat lebih dari 15% 14 event Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi 1.NO. skala. Meningkat kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan yang efektif dan efisien di bidang investasi Jumlah peraturan/ ketentuan mengenai investasi Jumlah pelaku usaha yang dibina di Jawa Barat Presentase ketepatan waktu pelayanan perizinan Prosentase kepa-tian & ketepatan biaya pelayanan perizinan Laju pertumbuhan investasi Jumlah sarana promosi investasi (event. Meningkatnya minat realisasi investasi dan 2. a. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 nasional (orang) Menurunnya pelang-garan dan tindak pidana bidang pere-daran hasil hutan (%) Meningkatnya pengendalian penerimaan iuran kehutanan dari pengelolaan kehu-tanan dan peredaran hasil hutan di Jawa Barat (Kab/Kota dan Perhutani) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 5 7 5 2009 8 5 2010 9 5 2011 10 5 2012 11 5 2013 12 5 1 26 26 26 26 26 26 26 3. Pengembangan Promosi Terpadu guna Peningkatan Investasi dan Perluasan Pasar Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi 1. Meningkatnya minat dan realisasi investasi Laju pertumbuhan investasi Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Meningkat lebih dari 15% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 37 . Meningkatnya pelaksanaan kegiatan investasi di Jawa Barat 3. URUSAN PENANAMAN MODAL Menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan menjadikan investasi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah Peningkatan Iklim Investasi 1. Terwujudnya harmonisasi dan integrasi peraturan dan ketentuan pendukung investasi di daerah 2. Meningkatnya promosi yang terintegrasi dengan stakeholder terkait di Jawa Barat b.

2 Km b.6 meter Pembangunan jalan = 7. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 4.7 Km (lanjutan 2. dan Pelelangan Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/CikampekPalimanan Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/Cikamp ek-Palimanan Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. dan Bogor Ring Road Operasionalisasi jalan tol ruas Depok-Antasari.6 Km Pembangunan Jembatan = 7 buah Perencanaan teknis jalan pada 3 ruas jalan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Operasionalisasi jalan tol ruas Depok-Antasari. Penggantian jembatan di Jabar Selatan = 40 meter Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Perencanaan teknis jalan sepanjang 206 m Persiapan pembangunan jalan tol ruas Depok-Antasari. Tanjung PriokCikarang. dan Bogor Ring Road Peningkatan jalan =85.15 Km.5 km dan pembangunan baru 5.6 Km. Tanjung PriokCikarang.40 Km. dan jasa Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan Jalan = 27. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan = 59. KEBIJAKAN 2 Komoditi PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 2. Tanjung PriokCikarang. dan ruas Ciranjang- Pembangunan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. dan ruas CiranjangPadalarang Pembangunan Jalan Tol ruas CiawiSukabumi. Tanjung PriokCikarang. barang. Terlaksananya pembangunan jalan tol.79 km. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 7.2 km).8 Km. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan= 5 Km dan Jembatan sebanyak 2 buah Perencanaan Teknis Jalan sebanyak 6 paket Peningkatan jalan = 61. Terciptanya jaringan jalan yang dapat menyediakan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan serta mempunyai nilai struktur yang baik Panjang Jalan dan Jumlah Jembatan yang terbangun pertahun Pembangunan jalan=5. pada ruas-ruas strategis di Jawa Barat Tahapan jalan tol pembangunan Proses Pembebasan lahan Jalan Tol Depok Antasari dan Bogor Ring Road Pembangunan jalan tol ruas Depok-Antasari. dan Bogor Ring Road Persiapan pembangunan jalan tol ruas jalan Cikopo/CikampekPalimanan Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi.00 Km.9 Km. dan Bogor Ring Road Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/CikampekPalimanan Penyelesaian Pembangunan dan Operasionalisasi jalan tol ruas Depok-Antasari. URUSAN PEKERJAAN UMUM Memantapkan kondisi transportasi jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang. dan Bogor Ring Road Pembangunan Jalan Tol ruas Cikopo/CikampekPalimanan Pembebasan lahan jalan tol Cikopo/CikampekPalimanan Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CiawiSukabumi. Penggantian jembatan = 4 buah Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 3 Km.NO. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 10 Km Peningkatan jalan = 57. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Pembangunan jalan = 4 Km. Tanjung PriokCikarang.20 Km. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 3. Meningkatnya promosi yang terintegrasi dengan stakeholder terkait di Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah sarana promosi investasi (event.60 Km. jalan lingkar. dan Pelelangan Jalan Tol Persiapan pembangunan jalan tol ruas jalan Cikopo/CikampekPalimanan Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Peningkatan jalan = 53. skala. a. dan Fly Over.099 Km Penggantian Jembatan = 8 buah Peningkatan jalan = 45.2 Km. TanjungpriokCikarang. Pembangunan Jembatan sepanjang 290 meter Pembangunan Jembatan sepanjang 185. Pembangunan Jalan = 21. dan Pelelangan Pembangunan jalan tol ruas Depok-Antasari. dan ruas Ciranjang- Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas Ciawi-Sukabumi. Meningkatnya kondisi jalan dan jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi dan non status di Jawa Barat untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan pemerataan pembangunan Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui kegiatan jalan dan peningkatan jembatan penggantian pertahun Panjang jalan dan jembatan non status yang ditangani melalui kegiatan dan peningkatan jalan jembatan penggantian pertahun Ketersediaan perencanaan teknis pembangunan dan jalan dan peningkatan jembatan di provinsi Jawa Barat tiap tahun Peningkatan Jalan = 67. bentuk) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 12 event 7 13 event 2009 8 14 event 2010 9 14 event 2011 10 14 event 2012 11 14 event 2013 12 14 event 1 MISI 3 : Meningkatkan Ktersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah 1. dan Bogor Ring Road c. dan ruas Ciranjang- Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 38 .

Rehabilitasi Jembatan = 26 m. Rehabilitasi Jembatan = 10. Rehabilitasi Jembatan = 11.038.68 Km.00 bh. Rehabilitasi Jembatan = 11. dan ruas SukabumiCiranjang Pembangunan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over M.037.666 Km.445.177 Km.00 bh Penerapan konsep Road Fund. Rehabilitasi Jembatan = 12. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jembatan = 1.00 bh.364 Km.00 bh Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Penerapan konsep Road Fund. ruas SoreangPasirkoja. Pemeliharaan Jalan = 2. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jalan = 2. Pemeliharaan Jalan = 1.000 Km. Pemeliharaan Jalan = 2. Meningkatnya ketersediaan data untuk sistem manajemen pemeliharaan Ketersediaan data kondisi jalan dan jembatan sebagai bahan masukan Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Manajemen Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 39 .00 bh. ruas SoreangPasirkoja. Turn Key Project.00 bh. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 122.037.05 Km. Toha dan Junjunan Kota Bandung 1 Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 ruas CiranjangPadalarang Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CileunyiSumedang-Dawuan.NO.36 Km.446.444 buah 2009 8 Jalan Tol ruas CiranjangPadalarang Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan.038.00 bh b. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 147. Rehabilitasi Jembatan = 912 m. Turn Key kelembagaan dan peraturan Project dan Multi terkait dengan yang Years Project pendanaan pemeliharaan jalan pada tahun 2010 Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui kegiatan rehabilitasi jalan dan jembatan. dan ruas SukabumiCiranjang Penyelesaian Perencanaan Teknis ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Persiapan pembangunan Fly Over Nagreg dan Gebang Persiapan pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi serta lanjutan pembangunan jalan lingkar nagreg dan jalan lingkar cianjur Penyempurnaan konsep Road Fund. Turn Key Project. serta pemeliharaan jalan dan jembatan pertahun Rehabilitasi Jalan = 119.680 Km. Turn Key Project. Pemeliharaan Jembatan = 1.58 Km. Turn Key Project.35 Km. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 116.65 Km. Pemeliharaan Jembatan = 1. ruas SoreangPasirkoja. Pemeliharaan Jalan = 2257.444. Toha Kota Bandung Penyelesaian pembangunan jalan lingkar sukabumi Persiapan pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi serta penyelesaian pembangunan jalan lingkar nagreg dan jalan lingkar cianjur Telah keluarnya peraturan perundangan mengenai pelaksanaan Road Fund di Indonesia Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan a. dan ruas SukabumiCiranjang Persiapan pembangunan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Buah Batu dan Kopo Kota Bandung Penyelesaian pembangunan jalan lingkar sukabumi 2012 11 2013 12 Padalarang Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. Turn Key Project.445 bh Penggunaan IRMS/BMS dalam sistem Rehabilitasi Jalan = 174. Pemeliharaan Jalan = 2257. ruas SoreangPasirkoja. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jembatan = 1.00 bh Penerapan konsep Road Fund. dan ruas SukabumiCiranjang Persiapan pembangunan dan pelelangan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Nagreg dan Gebang 2010 9 Padalarang Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan. ruas SoreangPasirkoja.962. ruas SoreangPasirkoja. ruas SoreangPasirkoja. dan ruas SukabumiCiranjang Persiapan pembangunan dan pelelangan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Nagreg.666 Km.90 Km. Mempertahankan kondisi kemantapan jalan agar tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap arus lalu lintas yang melewatinya dalam batas repetisi beban standar maupun struktur yang direncanakan Tahapan penyusunan dan Penyusunan Konsep pelaksanaan perangkat Road Fund.4444 m Penerapan konsep Road Fund. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 118. Pemeliharaan Jalan = 2.444. dan Multi Years Project Rehabilitasi Jalan = 119. Rehabilitasi Jembatan = 12 bh. dan ruas SukabumiCiranjang Penyelesaian Perencanaan Teknis ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Tahapan pembangunan jalan lingkar dan Fly Over Persiapan pembangunan Fly Over Nagreg dan Gebang Persiapan pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi dan jalan lingkar cianjur serta lpembangunan jalan lingkar nagreg Persiapan pembangunan jalan tol ruas Terusan PasteurUjungberungCileunyi Pembangunan Fly Over Kopo dan M. dan ruas Sukabumi-Ciranjang 7 Jalan Tol ruas CiranjangPadalarang Persiapan Pembangunan dan Pelelangan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan.18 Km. Gebang dan Buah Batu Pembangunan jalan lingkar sukabumi dan penyelesaian pembangunan jalan lingkar cianjur 2011 10 Padalarang Persiapan Pembangunan Jalan Tol ruas CileunyiSumedangDawuan.

Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. Pembebasan lahan pembangunan Waduk Sukahurip. domestik (65%) dan industri (65%) Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (70%). pendayagunaan sumber daya air. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Tersedianya jaringan irigasi yang handal 1. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 80%. Pengelolaan dan Konservasi Sungai. pemerintah provinsi (kondisi baik 90%) pada tahun 2013 2. domestik (70%) dan industri (70%) DED & Amdal Rencana Pembangunan Waduk Sukahurip. Perencanaan dan persiapan pembangunan Waduk Sukahurip. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Tersedianya infrastruktur sumber daya air dalam rangka konservasi sumber daya air. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 55%. domestik dan industri 2. domestik (90%) dan industri (90%) Pembebasan lahan dan tahap awal pembangunan Waduk Program Pengembangan. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 70%. peralatan. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 60%. Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat (kondisi baik 90%). pemerintah provinsi dengan kondisi baik 80% b. domestik (85%) dan industri (85%) Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 70% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. waduk. peralatan.NO. peralatan. Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 40 . pantai dan sumber daya air lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan air baku untuk pertanian. pendayagunaan sumber daya air. Terlaksananya pembangunan wadukwaduk strategis Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (60%). dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah provinsi kondisi baik 48. dan dokumen pemanfaatan ruang jalan Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 90%. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 60% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. situ. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 90% Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (90%). embung. serta pengendalian daya rusak air Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Pembebasan lahan pembangunan Waduk Sukahurip. domestik (60%) dan industri (60%) Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (65%). Meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air dan irigasi untuk mendukung konservasi. peralatan. Terlaksananya pembangunan daerah irigasi strategis Persiapan Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Kajian DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (75%).9 % Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 50%. domestik (75%) dan industri (75%) Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (80%). pemerintah provinsi dengan kondisi baik 50% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. Perencanaan dan persiapan pembangunan Waduk Sukahurip. pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai 1. peralatan. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 jalan dan jembatan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 dalam proses sistem manajemen jaringan jalan (IRMS) dan sistem manajemen jembatan setiap tahun Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan setiap tahun Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 7 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2009 8 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2010 9 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2011 10 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2012 11 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 2013 12 Manajemen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 1 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. peralatan. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 55% Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan berupa sarana pengujian tahan dan bahan jalan. Waduk Cikembang Evaluasi thdp Rencana Pembangunan Waduk Sukahurip. domestik (80%) dan industri (80%) Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Terpenuhinya kebutuhan air baku untuk pertanian (85%).

Bandung.181. serta waduk strategis lainnya 2010 9 Waduk Cikembang. di Kab. Pantai Citepus di Kab Sukabumi. serta waduk strategis lainnya Penyelesaian pembangunan Waduk Cipanas di Kab.NO. Sukabumi.494 jiwa 1.334 jwa 1. Waduk Santosa di Kab. Waduk Citepus. Pembangunan Waduk Cipanas di Kab. Waduk Cibatarua di Kab. Pantai Cipatujah di Kab Tasikmalaya. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Melanjutkan penanganan pantai strategis lainnya. Waduk Cikembang.094 jiwa 1. Sukabumi.174 jiwa 1. Waduk Citepus di Kab. 1 Persiapan pembangunan Waduk Cipanas di Kab. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. Waduk Cibatarua di Kab. Waduk Santosa di Kab. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Penanganan Pantai Bojongsalawe di Kab Ciamis. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Penanganan Pantai Pisangan di Kab Karawang. Garut. Pantai Eretan di Kab Indramayu. situ. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. di Kab. Waduk Santosa di Kab. Meningkatkan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana air minum di wilayah rawan air minum dan wilayah tertinggal Jumlah penduduk yang terlayani melalui penyediaan sarana dan prasarana air minum di 887. Garut. serta waduk strategis lainnya 2011 10 Waduk Cikembang. Bandung. Pantai Cipatujah di Kab Tasikmalaya. Sukabumi. Waduk Cibatarua di Kab.377. Ciamis.254 jiwa 1. Ciamis. serta waduk strategis lainnya 2012 11 Waduk Cikembang. Sukabumi. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Penanganan Pantai Ciwadas di Kab Karawang. Garut. Garut. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Desain Pantai Pisangan dan Ciwadas di Kab Karawang.083. Waduk Cibatarua di Kab. Garut. Sumedang. waduk. dan Waduk Leuwikeris di Kab.475. Ciamis. Sumedang Berkurangnya areal banjir dan kekeringan sebesar 10% Melanjutkan penanganan pantai strategis lainnya. Wadk Santosa di Kab. Pantai dengan kondisi rusak sepanjang 30. Bandung. Bandung. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Ciamis. embung dan sumber daya air lainnya dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai Areal banjir 12. 985. Waduk Santosa di Kab. Pantai Bojongsalawe di Kab Ciamis.6 km c. Pantai Eretan di Kab Indramayu. Waduk Citepus.372 Ha dan kekeringan 79. Sukabumi. Waduk Cipanas Kab. serta waduk strategis lainnya 2009 8 Waduk Cikembang.414 jiwa Pembangunan Waduk Jatigede di Kab. di Kab. Ciamis. Ciamis. Bandung. Subang Pembangunan Waduk Jatigede di Kab. di Kab. Subang Pembangunan Waduk Cipanas di Kab. Sumedang Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Tersedianya infrastruktur sumber daya air yang dapat mengendalikan banjir dan kekeringan serta pengamanan pantai Meningkatkan kondisi dan fungsi sungai. Waduk Citepus.694 Ha Relokasi Orang Terkena Dampak Waduk Jatigede di Kab. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 dan Waduk Leuwikeris di Kab. Subang Rincian Sertifikat Tanah Waduk Jatigede di Kab. di Kab. Waduk Citepus. Waduk Cibatarua di Kab. Waduk Santosa di Kab. Waduk Santosa di Kab. Waduk Cibatarua di Kab.279. Waduk Sadawarna di Kab. Waduk Citepus di Kab. Subang serta waduk strategis lainnya 7 Waduk Cikembang. Pembangunan Waduk Jatigede di Kab. Garut. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab.014 jiwa Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 41 . dan Waduk Leuwikeris di Kab. Subang Persiapan dan pembangunan tahap awal Waduk Cipanas di Kab. Sukabumi. Pantai Citepus dan Cimandiri di Kab Sukabumi. Garut. Ciamis. Sukabumi. Pantai Citepus dan Cimandiri di Kab Sukabumi. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Waduk Cibatarua di Kab. Waduk Citepus. Sumedang dan Waduk Sadawarna di Kab. serta waduk strategis lainnya 2013 12 Sukahurip. Subang Pembangunan Waduk Jatigede di Kab. dan Waduk Leuwikeris di Kab. Bandung. Bandung. Pembangunan Waduk Jatigede di Kab.

800 jiwa 2012 11 28. Terlaksananya pengembangan dan pembangunan BandaraBandara di Jawa Barat Pelaksanaan pengembangan angkutan massal setiap tahun Tahapan pembangunan Bandara Udara Internasional di Jawa Barat sampai tahun 2013 Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Persiapan Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Penetapan Perda tentang Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. dan Bandara Nusawiru. dan Bandara Nusawiru. Ciamis Penyusunan Dokumen Amdal Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Pengembangan fasilitas terminal Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Cakrabhuwana Cirebon Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Pelabuhan Utama Cilamaya di Pengembanga n fasilitas terminal Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Cakrabhuwana Cirebon Penyusunan Detail Enginering Design (DED) dan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 42 .560 orang 1. Terlaksananya pengembangan angkutan massal b. dan Bandara Nusawiru.800 jiwa 2009 8 28. dan Penyusunan RDTR Kawasan Aerocity Kertajati Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat dan Kawa san Aerocity Kertajati Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat dan Kawa san Aerocity Kertajati Tahapan pengembangan bandara-bandara di Jawa Barat sampai tahun 2013 N/A c. Bandara Cakrabhuwana Cirebon.800 jiwa 1 20 50 50 50 50 50 50 d.NO. Bandara Cakrabhuwana Cirebon. Ciamis Penyusunan Master Plan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Penataan dan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung.800 jiwa 2013 12 28.560 orang 1. URUSAN PERHUBUNGAN Mengembangkan infrastruktur transportasi perhubungan dalam rangka peningkatan pelayanan pergerakan orang.28% 59% 62% 65% 68% 71% 75% Jumlah tenaga ahli dan terampil di bidang jasa konstruksi yang bersertifikat per tahun Jumlah penyedia jasa yang mendapatkan pembinaan teknis penyelenggaraan jasa konstruksi per tahun 680 orang 1.560 orang 30 30 40 40 40 40 40 2. barang dan jasa Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan a.800 jiwa 2010 9 28. dan Bandara Nusawiru. dan penyusunan RTT Sisi Udara Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. Meningkatkan pelayanan jasa konstruksi Program Pembinaan Jasa Konstruksi Meningkatnya cakupan pelayanan air limbah domestik di PKN dan PKW melalui perluasan ketersediaan sarana dan prasarana air limbah Meningkatnya kemampuan dan ketertiban penyelenggaraan jasa konstruksi 56. Ciamis Penyusunan studi kelayakan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Persiapan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Ciamis Penyusunan Master Plan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Penataan dan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Peremajaan kendaraan umum jenis Bis Kecil dan Bis Besar Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat.560 orang 1. dan penyusunan RTT Sisi Darat. Bandara Cakrabhuwana Cirebon.560 orang 1.800 jiwa 2011 10 28. Terlaksananya pengembangan dan pembangunan PelabuhanPelabuhan Laut di Jawa Barat Tahapan persiapan pembangunan Pelabuhan Utama Cilamaya di Jawa Barat N/A Persiapan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara Bandung.000 orang 1. Bandara Cakrabhuwana Cirebon. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 wilayah Pantura Jumlah penduduk yang terlayani melalui SPAM IKK per tahun Jumlah desa rawan air bersih dan tertinggal yang terlayani air minum melalui fasilitasi penyediaan sarana prasarana sir minum per tahun Cakupan pelayanan limbah domestik di PKN dan PKW Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 28.

Pembuatan Dermaga. Persiapan Pengembangaan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota 1 Tahapan Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Cirebon di Jawa Barat sampai tahun 2013 Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Internasional Cirebon Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Internasional Cirebon Persiapan Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon Persiapan Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon Persiapan Pengembangaan Pelabuhan Internasional Cirebon Persiapan Pengembangaan Pelabuhan Internasional Cirebon d. Cirebon. Subang. Cianjur. pembangunan fasilitasfasilitas darat) Persiapan Pengembanga an Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. dan Bogor Peningkatan jumlah dan pengelolaan sarana dan prasarana pelabuhan laut dan ASDP Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Sukabumi. Pembebasan lahan dan pembangunan Jembatan timbang di Kabupaten Purwakarta. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota Kajian double track parsial di jalur pantura dan rencan pengembangan kereta api cepat Pembebasan lahan dan pembangunan jembatan timbang di Kabupaten Ciamis. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 Karawang 2009 8 Karawang 2010 9 Karawang 2011 10 Karawang 2012 11 Kabupaten Karawang 2013 12 Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Pelabuhan Utama Cilamaya di Kabupaten Karawang Pengembanga n tahap awal Pelabuhan Pengumpul Cirebon (Reklamasi Lahan untuk Fasilitas Darat. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Sukabumi. Danau dan Penyeberangan di 6 Kab/Kota Kajian pengembangan transportasi antar moda berdasarkan OD matriks Penyusunan dokumen FS dan DED pembangunan jembatan timbang di Jawa Barat Ketersediaan perencanaan teknis pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan N/A e.NO. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas Sarana dan Prasarana Perhubungan Tahapan persiapan pengembangan pelabuhan pengumpul dan pelabuhan pengumpan di Jawa Barat N/A Identifikasi Pelabuhanpelabuhan yang Terbuka untuk Perdagangan Luar Negeri Identifikasi Pelabuhanpelabuhan yang Terbuka untuk Perdagangan Luar Negeri Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. Cirebon. Danau dan Penyeberangan di 6 Kab/Kota Identifikasi fasilitas sarana dan prasarana perhubungan pada 14 Kab/Kota di Jawa Barat Penyusunan dokumen FS dan DED pembangunan jembatan timbang di Jawa Barat Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Danau dan Penyeberangan di 6 Kab/Kota Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Subang. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai. Cianjur. dan Bogor Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 43 . Meningkatnya Pengendalian MST Kendaraan pada Jaringan Jalan di Jawa Barat Tahapan pembangunan jembatan timbang di Jawa Barat pada tahun 2010 N/A Pembebasan lahan dan pembangunan jembatan timbang di Kabupaten Ciamis. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota Pembangunan sistem informasi manajemen perhubungan di Jawa Barat Pembebasan lahan dan pembangunan Jembatan timbang di Kabupaten Purwakarta. Danau dan Penyeberangan di 4 Kab/Kota Penyusunan Master Plan Transportasi Jawa Barat Penyusunan Rencana Penataan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Bekasi. serta Pelabuhan Laut Palabuhanratu Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Perhubungan pada Pelabuhan dan Alur Sungai.

Meningkatnya kesadaran berlalu lintas dan kinerja awak kendaraan umum Pelaksanaan pelatihan awak kendaraan umum se Jawa Barat setiap tahun Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 30 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Penyelenggaraan Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta b. Meningkatnya pelayanan perijinan dan pengawasan angkutan umum Peningkatana sosialisasi dan koordinasi pelayanan angkutan umum di Jawa Barat setiap tahun N/A Penyempurnaan Data Base Perijinan Angkutan Umum AKDP sebanyak 460 trayek di Jawa Barat Inventarisasi dan identifikaksi Penataan Angkutan tidak dalam Trayek Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat Pengintegrasian Jaringan Pelayanan angkutan umum. Tertatanya jaringan lalu lintas angkutan barang dan penumpang Tahapan sosialisasi. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Peningkatan pengendalian dan evaluasi hasil pembangunan sektor perhubungan di Jawa Barat setiap tahun Ketersediaan fasilitas perlengkapan sarana dan prasarana lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 7 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2009 8 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2010 9 dan Garut Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2011 10 dan Garut Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2012 11 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat 2013 12 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Perhubungan di Jawa Barat Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 8 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 10 Kab/Kota Penyelenggara an Diklat/Kursus Awak Kendaraan Umum sebanyak 40 peserta Evaluasi perijinan trayek angkutan umum AKDP/AKAP di 25 Kabupaten/ Kota 1 Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ a. evaluasi. intra dan antar moda di Jawa Barat Sosialisasi Penataan jaringan Angkutan tidak dalam Trayek Pengembangan Terminal AKDP 3 Kab/Kota dan Terminal terpadu 2 Kabupaten Peningkatan pelayanan perijinan angkutan umum di 25 Kabupaten/Kota c. dan penataan jaringan angkutan tidak dalam trayek setiap tahun Peningkatan fasilitas pelayanan angkutan umum AKDP dan AKAP di Jawa Barat pada tahun 2013 N/A Evaluasi dan Penataan Angkutan tidak dalam Trayek Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat d. Meningkatnya ketersediaan prasarana dan fasilitas lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 6 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 6 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 6 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 7 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 6 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 8 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 10 Kab/Kota Pengadaan Sarana dan Prasarana Peralatan Survey Lalu Lintas dan Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan di 8 Kab/Kota Peningkatan Kesadaran Berlalulintas / TIBLANTAS Wahana Tata Nugraha dan Awak Kendaraan Umum Teladan terhadap 10 Kab/Kota Program Peningkatan Pelayanan Angkutan a. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 f. Meningkatnya kinerja kualitas angkutan umum AKDP dan AKAP di Jawa Barat Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat Pengembangan Terminal AKDP 3 Kab/Kota dan Terminal terpadu 1 Kabupaten Pengembang anTerminal AKDP 3 Kabupaten/K ota di Jawa Barat Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 44 . intra dan antar moda di Jawa Barat Evaluasi dan Penataan Angkutan tidak dalam Trayek Evaluasi Kinerja Terminal AKDP dan Penetapan Terminal Terpadu di Jawa Barat Publikasi dan Informasi Proses Perijinan se Jawa Barat Pengintegrasian Jaringan Pelayanan angkutan umum.NO.

dan Udara di Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah buku pedoman mekanisme dan prosedur perijinan dan pengawasan angkutan umum di Jawa Barat yang disusun setiap tahun Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 N/A 7 Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur penanganan kecelakaan lalu lintas jalan sebanyak 2000 buku 2009 8 Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur perijinan angkutan umum AKDP sebanyak 3000 buku 2010 9 Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur operasional pengujian kendaraan bermotor sebanyak 1000 buku 2011 10 Penyusunan Standar dan Klasifikasi Pelayanan Angkutan Umum AKDP/AKAP sebanyak 500 buku 2012 11 Penyusunan Standar dan Klasifikasi Pelayanan Angkutan Umum AKDP/AKAP sebanyak 500 buku 2013 12 1 Penyusunan pedoman mekanisme dan prosedur pengawasan dan pengendalian pengoperasia n angkutan AKDP sebanyak 3000 buku Pembangunan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan laut serta pengawasan KKOP pada Bandara di 8 Kab/Kota Evaluasi Jaringan Trayek Angkutan Umum AKDP dan Angkutan Perbatasan di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas a. Meningkatnya keselamatan pelayaran dan penerbangan N/A Perencanaan dan Pembangunan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan laut serta pengawasan KKOP pada Bandara di 8 Kab/Kota Penetapan Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Penetapan Rest Area pada ruas jalan provinsi di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Pembangunan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan laut serta pengawasan KKOP pada Bandara di 8 Kab/Kota Evaluasi Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Penetapan Rest Area pada ruas jalan provinsi di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota c.NO. Meningkatnya Pengendalian MST Kendaraan pada Jaringan Jalan di Jawa Barat Peningkatan kualitas pemeriksaan dan pengawasan terhadap kelebihan muatan angkutan barang di Jawa Barat setiap tahun Pelaksanaan pembinaan bengkel karoseri kendaraan bermotor di Jawa Barat setiap tahun Peningkatan pengendalian dan pengawasan pengujian kendaraan bermotor di Jawa Barat setiap tahun N/A Penetapan Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Penetapan Rest Area pada ruas jalan provinsi di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Program Peningkatan Kelayakan Kendaraan bermotor a. Laut. Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan orang dan barang di Jawa Barat Ketersediaan dokumen rencana pengaturan angkutan umum dan Rest Area di Jawa Barat N/A Penetapan Jaringan Trayek angkutan umum AKDP dan Angkutan Perbatasan di Jawa Barat Penimbangan mobil barang di jembatan timbang pada 7 UPPKB se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Penyusunan Pedoman Mekanisme dan Prosedur Operasional Pengujian Kendaraan Bermotor d. Tersusunnya Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Perhubungan Darat. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 e. Meningkatnya keselamatan di perlintasan sebidang antara KA dengan jalan Tahapan pembangunan dan peningkatan jalur kereta api di Jawa Barat sampai tahun 2013 Peningkatan pengendalian dan pemeriksaan kelaikan sarana perhubungan setiap tahun N/A Perencanaan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Sosialisasi keselamatan pelayaran dan penerbangan di 8 Kab/Kota Perencanaan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengadaan fasilitas peralatan terhadap keselamatan pelayaran dan penerbangan sebanyak 4 paket Penetapan Jaringan Trayek angkutan umum AKDP dan Angkutan Perbatasan di Jawa Barat Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perhubungan se Jawa Barat Pembinaan Bengkel Karoseri Kendaraan Bermotor di 14 Kab/Kota Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Perencanaan sistem angkutan berbasis rel di Jawa Barat Pengendalian dan pemeriksaan kelaikan Kapal Pedalaman di 5 Kabupaten/Kota b. Meningkatnya kinerja pengujian kendaraan bermotor N/A Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor di 26 Kab/Kota Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 45 . Meningkatnya kinerja kegiatan uji mutu terhadap produksi karoseri N/A b.

000 unit 485.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha. pengembangan kasiba/lisiba. Cibuni dan . URUSAN PERUMAHAN Meningkatkan kinerja pengelolaan bangunan gedung/rumah negara Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara Terkendalinya proses alih status gedung/rumah negara Jumlah proses pengallihan status/hak rumah negara yang terlayani melalui bantuan teknis/ administrasi per tahun Jumlah pembangunan rumah baru per tahun 100 proses 200 proses 200 proses 200 proses 200 proses 200 proses 200 proses b. URUSAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Meningkatkan pasokan. Darajat.000 unit 485.Pengajuan WKP Sangkan Hurip dan Papandayan .Fasilitasi realisasi investasi di 3 WKP . Cibuni dan .Lelang WKP Sangkan Hurip dan Papandayan . Wayang Windu dan Gn Salak) Metro Bandung Metro Bandung dan Bodebek Pengembangn distribusi gas perkotaan di PKN 12 lapangan panas bumi telah dan sedang dikembangkan di Jawa Barat .Pengajuan WKP Sangkan Hurip dan Papandayan . a. Tangkuban Perahu dan Tampomas) .Fasilitasi realisasi investasi di 3 WKP (Cisolok.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha. Meningkatkan ketersediaan perumahan serta sarana dan prasarana dasar permukiman Program Pengembangan Permukiman Program Lingkungan Permukiman Sehat Terpenuhinya kebutuhan rumah layak huni melalui fasilitasi pembangunan rusuna.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha.000 unit Program Pemberdayaan Komunitas Permukiman Meningkatnya peran serta masyarakat pesantren dan mesjid dalam pengelolaan lingkungan permukiman Jumlah kawasan permukiman kumuh perkotaan dan perdesaan yang terfasilitasi untuk diperbaiki per tahun Jumlah pesantren/ mesjid yang memiliki rencana tindak pengelolaan lingkungan 18 kawasan 3 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 20 kawasan 21 pesantren/mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 30 pesantren/ mesjid 4.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha.000 unit 485.Fasilitasi pengembangan lapangan panas bumi di Patuha. Cibuni dan Karaha Bodas Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 46 .000 unit 485.Fasilitasi realisasi investasi di 3 WKP (Cisolok. Cibuni dan Karaha Bodas .NO. Tangkuban Perahu dan Tampomas) .Fasilitasi realisasi investasi di 5 WKP . KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 3.000 unit 485. Cibuni dan Karaha Bodas .435 unit 485. serta fasilitasi dan koordinasi pengembangan perumahan dan permukiman Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman 349.Fasilitasi realisasi investasi di 5 WKP . cakupan dan kualitas pelayanan infrastruktur energi dan ketenagalistrikan Pembinaan pengembangan ketenagalistrikan energi dan bidang dan Terjaganya pasokan energi di Jawa Barat Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/ Pump Storage dan pipanisasi gas setiap tahun - Pembangunan 3 PLTU 1800 MW Pembangunan pipeline gas SSWJ Rencana Pembangkit baru 12 desa belum berlistrik Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas 6 desa belum berlistrik Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas 5 desa belum berlistrik Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas fasilitasi perlistrikan di kampungkampung Metro Bandung dan Bodebek Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas fasilitasi perlistrikan di kampungkampung Bodebek dan Cirebon Fasilitasi dan pemantauan pembangunan PLTU/PLTA/Pump storage dan pipanisasi gas fasilitasi perlistrikan di kampungkampung Bodebek dan Cirebon Jabar Caang tercapai Meningkatnya cakupan layanan dan distribusi energi dan ketenagalistrikan di Jawa Barat Pertambahan Jumlah layanan dan distribusi energi dan ketenagalistrikan pertahun Layanan distribusi gas perkotaan belum ada Pengembangan sumberdaya mineral dan panas bumi Meningkatnya pendayagunaan panas bumi sebagai sumber energi listrik di Jawa Barat Jumlah lapangan pertahun pengembangan panas bumi 4 WKP yang sudah dikembangkan (Kamojang.

704.925 18.29% 55% 57% 59% 63% 67% 71% MISI 4 : Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan 1.825 5.240 58.232.60 21.247.48 14.428 18. Prov.000 KK. 2.3 1.262.908.8 1.00 10.308.026 59.NO.2 1.541 5.155 29. KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA Meningkatkan jumlah cakupan peserta KB dan jumlah peserta KB Mandiri Program Berencana Keluarga Meningkatnya kuantitas dan kualitas pemakaian kontrasepsi Jumlah peserta KB baru Jumlah Peserta KB aktif yang terbina Persentase Peserta KB Mandiri rata-rata usia kawin pertama wanita ASFR kelompok umur 1519 tahun .745.385 30. 2.000 31.195 19.704.287 5.868.453 57.324.813 60 Meningkatnya rata-rata usia kawin pertama wanita di Jawa Barat.000 KK.31 60. KETRANSMIGRASIAN Meningkatnya kerjasama antar daerah dalam rangka penyelenggaraan transmigrasi Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi Terselenggaranya kerjasama bidang transmigrasi antar provinsi penempatan di luar Jumlah transmigran yang mengikuti program transmigrasi 785 KK.786. URUSAN KEPENDUDUKAN CATATAN SIPIL DAN Program Administrasi Kependudukan Penataan Terselenggaranya tertib administrasi kependudukan di Jawa Barat Jumlah Kabupaten/Kota SIAK ON LINE dalam wilayah administrasi Kabupaten/Kota Data penduduk yang terkendali oleh sistem administrasi kependudukan dalam wilayah administrasi antar wilayah di Jawa Barat 4 Kab/Kota SIAK ONLINE 11 Kab/Kota SIAK ONLINE 18 Kab/Kota SIAK ONLINE 24 Kab/Kota SIAK ONLINE 26 Kab/Kota SIAK ON LINE 26 Kab/Kota SIAK ON LINE 26 Kab/Kota SIAK sesuai dgn UU 23/2006 & PP 37/2007 Terlaksananya NIK Nasional di 26 Kab/Kota Penataan penyelenggaraan sistem administrasi kependudukan secara menyeluruh Tersedianya Persiapan Data Pilgub 2008 Tersedia-nya hasil DP4 Pilgub 2008 Terlsedianya hasil Pemutakhiran Data Pilpres 2009 Terbangun-nya Jar-Kom Data penduduk antar Kab/Kota.879 55 1.7 1.935 5.455 5.540 28.293.879 55.32 53.250 KK.576 21.41 6.00 18.827. 1. Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 47 .002 19.999 3.789 20 48. 2. pengurangan timbulan sampah pada sumbernya dan pengembangan teknologi pemanfaatan sampah Cakupan pelayanan persampahan di PKN dan PKW 53. & Pusat Terlaksananya Pemutakhiran Data antar Wilayah Terlasananya Persiapan NIK Nasional 2.800 KK.Jmlh Kelompok Keluarga Aktif Bina 1. a. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 Karaha Bodas 2009 8 Karaha Bodas 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 5 URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Meningkatkan penanganan persampahan perkotaan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan di PKN dan PKW melalui peningkatan kinerja pengelolaan sampah regional di Jawa Barat.670 27.773 5.66 50.666 56. Meningkatnya ketahanan keluarga melalui peningkatan ekonomi Keluarga Pra Sejahtera dan KS I serta Pengembangan Bina Keluarga 17. 905 KK.10 17.5 1.549 5.98 55.770 30. 1.Jmlh Kelompok UPPKS aktif .277.65 58.20 25.650 KK.97 63.

a.000 dan Peta Dasar 1:25.Jumlah warga di 21 UPT yang terlatih Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 44 naskah 475 orang 7 55 naskah 600 orang 2009 8 70 naskah 800 orang 2010 9 75 naskah 1000 orang 2011 10 100 naskah 1200 orang 2012 11 125 naskah 1350 orang 2013 12 150 naskah 1500 orang 1 b. Mengembangkan infrastruktur data spasial daerah yang terintegrasi dalam jaringan data spasial nasional Program Perencanaan Ruang Tersedianya data dan informasi spasial Jawa Barat yang handal dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder pembangunan secara efektif dan efisien Tingkat ketersediaan pranata pendukung pelaksanaan IDSD Jabar Tingkat perkembangan infrastruktur data spasial SK Gubernur No. 33 Tahun 2005 tentang Infrastruktur Data Spasial Provinsi Jawa Barat Rancangan Pergub tentang IDSD Jabar Rancangan Pedoman Kustodian dan Metadata Portal metada telah terbangun - Pedoman pelaksanaan IDSD Jawa Barat - - Pengembangan Geodatabase dan pembangunan Web IDSD Jabar Pengembangan Web IDSD Jabar yang terintegrasi dengan jaringan IDSN Peta tutupan lahan skala semi detail Peta Kawasan Bandung Utara skala detail Meta data geospasial yang mendukung informasi Pengembangan Web IDSD Jabar untuk dapat diinput secara online Persiapan pembangunan peta dasar skala detail 5 peta tematik Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai Pengembangan Web IDSD Jabar untuk dapat melaksanakan pertukaran data secara online Peta dasar skala detail Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi Pengembangan Web IDSD IDSD Jabar yang terintegrasi dengan jaringan IDSD kabupaten/kota Tingkat ketersediaan data dan informasi spasial yang mutakhir dalam mendukung perencanaan tata ruang Peta tutupan lahan skala 1 : 100.000 Masih diperlukan pemutakhiran peta tematik dan meta 5 peta tematik 5 peta tematik Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi peta terbaru Pengembangn Web IDSD Jabar yang dapat melakukan proses analisis online 5 peta tematik Meta data geospasial yang mendukung informasi mengenai spesifikasi Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 48 . 1997. KEBIJAKAN 2 baik di dalam maupun ke luar Provinsi Jabar. URUSAN RUANG PENATAAN Program Perencanaan Ruang Tersedianya pranata pendukung pelaksanaan penataan ruang Ketersediaan peraturan daerah tentang rencana tata ruang Perda 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Jawa Barat Kajian revisi RTRWP Jawa Barat Peraturan Daerah RTRWP Jawa Barat Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR kawasan strategis provinsi Peraturan Gubernur tentang IDSD Jawa Barat Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Peraturan Daerah RTR Kawasan Strategis Provinsi Kajian RTR Kawasan Strategis Provinsi Evaluasi RTRW Provinsi Jawa Barat - Menyiapkan pranata pelaksanaan penataan ruang b. dan 2005 Peta Dasar skala 1:250.Terlaksananya proses sertifikasi pada 21 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah naskah MoU .000 tahun 1994. Meningkatnya kesejahteraan penduduk pada lokasi resettlement terkena dampak pembangunan dan Sertifikasi lahan pada transmigrasi local di Jawa Barat PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Pulau Jawa dengan kab/kota di Jawa Barat -Meningkatnya kemampuan penduduk pada lokasi transmigrasi lokal dan resetlemen pada bidang wirausaha . Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi Jumlah lokasi UPT yang bersertifikasi - - 7 (lahan pekarangan) UPT 14 (lahan pekarangan) UPT 4.NO.

26 Tahun 2007 belum dimiliki Rancangan Perda Pengendalian Pemanfaatan Ruang di KBU Peraturan Daerah tentang pengendalian pemanfaatan ruang KBU Peraturan Gubernur untuk pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Bandung Utara Kajian arahan pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan dan alih fungsi lahan sawah di Pantura Perpres No. dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan penataan ruang Memantapkan peran provinsi dalam koordinasi penataan ruang Program Pemanfaatan Ruang d. pemerintah. URUSAN KEHUTANAN Meningkatkan pengamanan dan pencegahan kerusakan kawasan hutan Program Pemantapan kawasan Lindung Meningkatnya peranserta masyarakat desa hutan dalam penamanan kawasan hutan Tingkat perambahan hutan (jumlah kasus) N/A 50 40 30 25 15 6. Meningkatkan peran serta masyarakat. dunia usaha. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Terwujudnya rencana tata ruang wilayah Provinsi Jawa Barat sebagai acuan pemanfaatan ruang oleh masyarakat. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 49 . 120. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 data geospasial 2009 8 mengenai spesifikasi peta terbaru 2010 9 spesifikasi peta terbaru 2011 10 peta terbaru Tinggi 2012 11 2013 12 peta terbaru Tinggi 1 7 c.05/Kep. dan pemerintah daerah Tersedianya pranata pendukung pengendalian pemanfaatan ruang Tingkat kesesuaian antara RTRW Provinsi Jawa Barat dengan pemanfaatan ruang Tingkat kesesuaian RTRWP Jabar dengan pemanfaatan ruang sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tingkat ketersediaan peraturan pendukung pengendalian pemanfaatan ruang Peraturah zonasi sistem provinsi sesuai dengan amanat UU No. dunia usaha. 54 tahun 2008 tentang RTR Jabodetabekpunjur Kajian pembentukan PPNS bidang penataan ruang Pembentukan BKPRD Provinsi sesuai dengan peraturan terbaru Pembentukan PPNS bidang penataan ruang Penetapan peraturan zonasi sistem provinsi Penetapan peraturan zonasi sistem provinsi Penetapan peraturan zonasi sistem provinsi Meningkatnya peran perangkat pengendalian pemanfaatan ruang di tingkat provinsi Terselenggaranya fasilitasi dan koordinasi penyelenggaraan penataan ruang Provinsi Jawa Barat Telah terbit SK Gub No. pemerintah.NO.691ORG/2004 tentang TKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionalisasi TKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionalisasi TKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi PPNS Operasionali sasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi PPNS Operasionali sasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasionali sasi PPNS Operasion alisasi BKPRD Provinsi Jawa Barat Operasion alisasi PPNS 5.

hutan dan lahan PROGRAM 3 Pengendalian pencemaran dan Perusakan lingkungan SASARAN PROGRAM 4 Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat penaatan terhadap standar.000 ha lahan kritis tertangani. dan dampak bencana alam Pembinaan. Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri Tingkat penaatan terhadap standar. penyelundupan kehati. dan perusakan kehati Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 50 .130 ha Penyiapan GRLK Tahap II. baku mutu dan peraturan lingkungan udara 20 hari baik / tahun Penyiapan pola pemantauan kualitas udara daerah Pengembangan sistem pemantauan udara daerah Mendorong pengurangan emisi sektor persampahan Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3 Tingkat penaatan terhadap standar. 30 industri ikut CP dan 171 lulus uji kompetensi EPCM Pengembangan EPCM Udara dan Pembentukan asosiasi EPCM Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 50. konservasi lahan dan pendayagunaan lahan berbasis lingkungan Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak 1 a. baku mutu dan peraturan lingkungan B3/limbah B3 429 perusahaan berijin Pendataan industri pengguna B3 dan sosialisasi peraturan Pengawasan untuk Industri Pengawasan untuk rumah sakit Pengawasan untuk domestik Pengawasan untuk penambangan dan sektor lainnya Mengembangkan produksi yang lebih bersih ( Cleaner Production) dan EPCM ( Environmental Pollution Control Manager ) 1.ex TPA. dan pengendalian lahan potensi kritis Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri Rehabilitasi dan Konservasi Sumberdaya alam dan lingkungan hidup Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis Luas lahan kritis yang ditangani Sisa lahan kritis 202. KEBIJAKAN 2 Meningkatkan upaya pemulihan dan konservasi sumber daya air. minimal untuk 729 perusahaan berijin Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 202.NO. udara. dan banyak ex TPA blm dreklamasi Masih banyak ABT belum berijin Pendataan kerusakan lahan tambang. 2. pengawasan dan penertiban pemanfaatan ABT Identifikasi kehati. dan penanganan lahan potensi kritis Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan. terutama galian C belum direklamasi. ex penambangan ) Meningkatkan konservasi air bawah tanah Tingkat Ketaatan terhadap ijin pengambilan air bawah tanah Tingkat pengendalian terhadap flora/fauna yang dilindungi.000 ha lahan kritis tertangani dan optimasi GRLK Tahap II Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 60. Sebagian besar eks tambang.TPA. Jumlah pelaku usaha yang melaksanakan Cleaner Production Jumlah industri yang mengikuti EPCM.000 ha lahan kritis tertangani. evaluasi GRLK tahap I 50.130 ha tertangani. dan pengembangan kemitraan dalam GRLK Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Cleaner Production Industri kecil dan menengah dan EPCM utk industri 60. utk pencapaian Status mutu cemar ringan (III) Mendorong pengurangan emisi sektor lainnya untuk pencapaian 100 hari baik/tahun Pengembanag an sistem pengawasan terpadu. baku mutu dan peraturan lingkungan air Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Status mutu cemar berat (IV) 7 Penyusunan standar status mutu sungai dan waduk prioritas 2009 8 Penatapan status mutu sungaisungai prioritas 2010 9 Penanganan daerah hulu sungai prioritas ( industri dan domestik ) Pelaksanaan Gerakan Udara Bersih Kota 2011 10 Penanganan daerah hulu sungai prioritas (industri dan domestik ) Mendorong pengurangan emisi sektor transportasi dan industri 2012 11 Penanganan daerah hilir sungai prioritas (industri ) 2013 12 Integrasi penanganan hulu hilir.000 ha lahan kritis tertangani. koordinasi pengelolaan kehati Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Fasilitasi penanganan untuk l 3 lokasi rusak Pengendalian di Cekungan Bandung Kawasan Ciayumajaku-ning Pengendalian dan penanganan Cekungan Bandung Kawasan Bodebek Pengendalian dan penanganan CAT Bandung dan CAT Bogor Kawasan Priangan Pengendalian dan penanganan CAT Bogor Kawasan Purwasuka Pengendalian agar 2 CAT membaik kondisinya Kawasan Sukabumi Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati Maish tinggi kasus pencurian. dan bencana Jumlah kerusakan lahan yang ditangani/ direklamasi (ex TPA.

program dan kegiatan PB 7 Penyusunan Rencana Induk Penanggula-ngan Bencana 2009 8 Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan fasilitasi penyusunan Rencana Induk PB kab/kota Sosialisasi dan informasi kebencanaan bagi masyarakat 2010 9 Fasilitasi Pembentukan BPBD Kab/ Kota dan penyempunaan pranata PB Tersimulasikannya penanggulangan bencana utk masyarakat di daerah resiko Gladi resik dan simulasi PB bagi sumber daya ( aparat dan relawan )PB 2011 10 Pemantapan pranata penangulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim Pemberdayaan masyarakat di daerah resiko bencana 2012 11 Fasilitasi Penataan wilayah resiko bencana dan rentan perubahan iklim 2013 12 Peningkatan integrasi upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dalam pembangunan Pemberdayaan masyarakat dan penataan daerah resiko bencana Pembinaan. Sukabumi. . Fasilitasi pembentukan kawasan lindung baru di Ciayumajakuning Peningkatan peran masyarakat dalam perlindungan kawasan Ciayumajakuning Pengendalian gangguan dan kerusakan di kawasam Ciayumajakuninf Peningkatan peran masyarakat dalam pengendalian gangguan dan kerusakan di Priangan Mengembangkan kawasan lindung baru Jumlah dan luas kawasn lindung baru Fasilitasi pembentukan Kebun Raya Kuningan Fasilitasi pembentukan kawasan lindung baru di Bakorwil Bogor Pengembangan RTH di Kawasan Metro Bandung dan Bodebek Pengembangan RTH di Kawasan Cirebon Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 51 .Pemulihan dan rehabilitasi kawasan . Halimun. dan fasilitasi peningkatan sumber daya PB di kab/kota Penataan fungsi kawasan lindung non hutan di wilayah Bakorwil Purwakarta Pencapaian target 35% kawasan lindung dapat terwujud Peningkatan peran masyarakat dalam pengendalian gangguan dan kerusakan di Bogor. Bakesbanglinmasda. dan peralatan. kebakaran ( Ciremai.Pemulihan dan rehabilitasi kawasan - - Penataan fungsi kawasan lindung non hutan di wilayah Bakorwil Bogor Pemulihan dan rehabilitasi kawasan Meningkatkan pengamanan dan perlindungan kawasan Jumlah gangguan dan kerusakan kawasan lindung per tahun Beberapa kawasan masih rawan ganguan dan kerusakan. 60 Tim reaksi cepat.NO. Peningkatan serta perbaikan sarana dan prasarana dalam PB Peningkatan serta perbaikan sarana dan prasarana dalam PB Penandaan batas kawasan lindung. Stok pangan. Salak. dsb) 2 kawasan dikelola daerah ( THR Juanda dan Pancoran Mas ). 160 satgas. Meningkatkan ketahananan masyarakat terhadap bencana Tingkat ketahanan masyarakat terhadap bencana 14 daerah rawan bencana alam Pembinaan dan Pelatihan aparat Pemberdayaan masyarakat dan penataan daerah resiko bencana Meningkatkan kemampuan dan jumlah sumber daya penanggulangan bencanan Jumlah dan kualitas sumber daya c. Meningkatkan fungsi dan luas kawasan lindung Program Pengelolaan kawasan lindung Melakukan penataan dan perbaikan fungsi kawasan lindung Tingkat kesesuain peruntukan/kriteria kawasan lindung dan pemanfaatannya Satkorlak PB. KEBIJAKAN 2 Mengurangi Resiko Bencana PROGRAM 3 Program penanggulangan bencana alam dan perlindungan masyarakat SASARAN PROGRAM 4 Meningkatkan mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat pelaksanaan upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim oleh kab/kota Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Peta rawan bencana. Pangrango. 470 Tagana. Pendidikan lanjut. Sancang.Penataan fungsi kawasan lindung non hutan utk wilayah Bakorwil Priangan .Penataan fungsi kawasan lindung non hutan utk kawasan Ciayu majakuning. Cianjur Pengembanga n RTH di kawasan kota baru berkembang 1 b. inventarisasi pemanfaatan kawasan lindung . pengendalian kebakaran hutan Fasilitasi pembentukan lembaga masyarakat perlindungan dan pengamanan kawasan di kawasan rawan gangguan.Pemulihan dan rehabiltasi kawasan . rencana Kebun Raya Kuningan Pembentukan pengamanan swakarsa.Pendataan peruntukan kawasan pasca penandaan batas . relawan dan NGO 27 % kawasan lindung Sosialisasi di daerag rawan longsor Pendidikan dan Pelatihan Kebencanaan bagi personil PB.

Bangunan Komersial dan Industri Sektor Transportasi Dan Perumahan Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi shg (total target 20 desa mandiri energi tercapai ) Seluruh sektor penggunan energi Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 52 . PLTMH. PLTMH. dan pulau kecil Luasan / jumlah vegetasi pelindung pantai. laut.. Bioenergi.. PLTSurya. dan Sosialisasi Potensi Nuklir Jumlah desa mandiri energi Belum ada desa mandiri energi Penyusunan Rencana Desa Mandiri Energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Mendorong terwujudnya 4 desa mandiri energi Meningkatkan pelaksanaan konservasi dan hemat energi Tingkat penerapan hemat energi Telah ada identifikasi peluang penghematan energi di lingkungan pemprov.pemanfaatan produktif end use dari energi alternatif d. Audit Energi di lingkungan Pemerintah Prov.. dan Sosialisasi Potensi Nuklir Pengembangan ogas.1000 reaktor biogas. Bioenergi. PLTSurya. pikohidro. PLTSurya. PLTMH. Mengembang-kan energi alternatif dan gerakan hemat energi bagi masyarakat dan pelaku usaha Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan dan energi Meningkatkan penggunaan energi alternatif Jumlah dan jenis energi alternatif yang dikembangkan . PLTAngin. Luas kawasan mangrove dan jumlah lokasi terumbu karang yang ditangani 17 kawasan mangrove rusak berat di 8 kab. PLTMH..PLT Surya. Bangunan Komersial dan Industri Instansi Pemerintahan Provinsi.engembangan bioogas. Kawasan wisata pantai selatan Penyusunan Renstra dan Zonasi Pesisir dan pulau kecil Kawasan wisata pantai selatan Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Pengembangan biogas. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan lindung INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat kepedulian masyarakat sekitar kawasan lindung Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 Kepedulian untuk menjaga dan kearifan pemanfaatan kawasan masih perlu ditingkatkan 7 Meningkatkan jaringan kerjasama dengan LSM kehutanan 2009 8 Fasilitasi dan penguatan masyarakat peduli lingkungan dan Masayarakat desa hutan dalam pendayagunaan kawasan 2010 9 Pengembangan dan penguatan lembaga Gerakan Aksi Penyelamatan Lingkungan dan habitat tanaman dan satwa dilindungi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantura 2011 10 Penguatan kemitraan dalam pemanfaatan sumber daya alam kawasan untuk kesejahteraan berbasis konservasi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantura dan Pansela 2012 11 Penguatan kemitraan dalam pemanfaatan sumber daya alam kawasan untuk kesejahteraan berbasis konservasi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pansela 2013 12 Penguatan kemitraan dalam pemanfaatan sumber daya alam kawasan untuk kesejahteraan berbasis konservasi Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pansela 1 Program Pengelolaan ekosistem Pesisir dan Laut Memperbaiki kondisi kawasan mangrove dan terumbu karang. Instansi Pemerintahan Provinsi. PLTAngin. PLTMH. PLTAngin. Bangunan Komersial dan Industri Instansi Pemerintahan Provinsi. dan Mikrohidro Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pantura. pikohidro. PLTSurya.. Pengembangan biogas.. pikohidro.mikrohidro. pikohidro. dan Fasilitasi pembentukan Pokja Mangrove Kab. Bioenergi. biokerosen. . 10 lokasi terumbu karang rusak Pembentukan Pokja Mangrove Provinsi Meningkatkan vegetasi pelindung pantai Menyiapkan pranata pengelolaan pesisir . pikohidro. PLTSurya. PLTAngin..NO. dan . Ketersediaan dokumen dan lembaga pengelolaan Seluruh kawasan pantai jabar minim perlindung-an ATLAS Wilayah Pesisir dan Laut Jabar Identifikasi kekritisan kawasan pantai Meningkatkankoo rdinasi antar stakeholeder pengelola pesisir Pengembangan biogas. biokerosene Pengembangan biogas. Bioenergi Kawasan wisata pantai selatan Penyusunan pedoman teknis dan rencana sektoral Kawasan wisata pantai utara Penyusunan pedoman teknis dan rencana sektoral Kawasan wisata pantai utara Penyusunan pedoman teknis dan rencana sektoral .

000 1 : 5000 org 1 : 4500 org 850.NO. Meningkatnya pelayanan informasi kepada masyarakat. Penerbit b. AP = 7. TV b. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah Terwujudnya kerjasama pembangunan antar daerah.000 1 : 2000 org 48 Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. kabupaten/kota. Informasi. AP = 7 LN = 3 45% AD = 3 AP = 8 LN = 4 50% AD = 3 AP = 8 LN = 5 55% AD = 4 AP = 9 LN = 6 60% AD = 4 AP = 9 LN = 7 65% AD = 5 AP = 10 LN = 8 70% b. URUSAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi dalam manajemen pemerintahan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat Program Pengembangan Komunikasi.000 1 : 3500 org 900. Terwujudnya tertib administrasi Persentase luas lahan 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 53 . Radio 830. Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Meningkatnya penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi dalam berbagai bidang kehidupan Jumlah jaringan komunikasi (telepon genggam dan stationer) Jumlah Satuan Sambungan telepon Rasio pengguna internet terhadap penduduk Jumlah surat kabar nasional dan lokal yang beredar a. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 Misi 5 : Meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan daerah dan kualitas demokrasi 1. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah 65% 50% 25% 100% 70% 60% 20% 100% 75% 65% 15% 100% 80% 70% 10% 100% 85% 75% 5% 100% 90% 80% 0% 100% 95% 90% 0% 100% 2. LN = 8 40% AD = 2. a. Tiras Jumlah penyiaran yang masuk ke daerah a. spasial b. URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN Mewujudkan kerjasama pembangunan antar daerah yang saling menguntungkan Meningkatkan kualitas perencanaan dan mengembangkan perencanaan yang pro publik Program Kerjasama Pembangunan Program Perencanaan. Meningkatkan pengendalian pembangunan dan mengembangkan sistem pengawasan Terkendalinya program-program pembangunan daerah. URUSAN PERTANAHAN Mewujudkan tertib Program Pengadaan. antar provinsi dan luar negeri Meningkatnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah. antar provinsi dan luar negeri Tingkat kesesuaian antara dokumen perencanaan provinsi dengan pusat dan kab/kota Tingkat ketersediaan dan validitas informasi perencanaan pembangunan Tingkat ketersediaan dokumen perencanaan daerah : a.000 1 : 3000 org 930.000 1 : 2500 org 960. kabupaten/kota. 75% 80% 85% 90% 95% 100% 100% 75% 80% 85% 90% 95% 100% 100% c. Tersedianya dokumen perencanaan makro dan sektoral yang pro publik jumlah kerjasama antar daerah. 45 45 46 46 47 47 15 30 15 30 15 31 15 31 15 32 16 32 16 33 3.000 1 : 4000 org 870. sektoral Tingkat kesesuaian antara perencanaan dengan implementasi Tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan daerah Jumlah temuan penyimpangan Jumlah tindak lanjut temuan penyimpangan AD = 2.

Terwujudnya kualitas pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat. 60% 70% 60% 85% 65% 100% 75% 100% 85% 100% 90% 100% 100% 100% Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur 70% 85% 100% 100% 100% 100% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 54 . Tersedianya norma. menerapkan insentif berbasis kinerja dan pengadaan secara elektronik Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Sistem Administrasi pemerintahan daerah Terselenggaranya urusan pemerintahan Tingkat ketersediaan peraturan perundangundangan tentang penyelenggaraan urusan Tingkat kesesuaian besaran organisasi dengan beban kerja Jumlah OPD Proporsi SKPD yang bersertifikat ISO Proporsi SPM pada urusan pemerintahan Proporsi SOP pada SKPD Jumlah regulasi penegasan batas daerah Tingkat produktivitas aparatur Tingkat kasus pelanggaran disiplin dan kasus kepegawaian Tingkat keterampilan aparatur Tingkat profesionalisme aparatur Tingkat pelayanan administrasi kepegawaian internal dan eksternal Tingkat pemenuhan kebutuhan dasar operasional unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya. KEBIJAKAN 2 administrasi pertanahan PROGRAM 3 Penataan dan Pengendalian Administrasi Pertanahan SASARAN PROGRAM 4 pertanahan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 bersertifikat Tingkat penyelesaian sengketa pertanahan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 40% 45% 55% 60% 75% 80% 85% 4. 1 2 2 3 3 4 4 Terwujudnya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH. Tingkat pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kerja aparatur sesuai standar daerah Tingkat pemeliharaan sarana dan prasarana operasional a. Meningkatnya sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas setiap unit kerja dalam pelayanan publik Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur 50% 55% 60% 75% 65% 80% 65% 80% 100% 70% 85% 75% 85% 100% 75% 90% 85% 90% 100% 80% 100% 100% 95% 100% Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Meningkatnya kualitas aparatur daerah 50% 60% 100% 55% 65% 100% 60% 75% 100% Meningkatnya pelayanan administrasi kepegawaian Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Terpenuhinya kebutuhan dasar operasional unit kerja SKPD/Balai/UPT/ UPTD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya. mengembangkan profesionalisme. standar. URUSAN OTONOMI DAERAH.NO. Tingkat pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat. prosedur dan kriteria penyelenggaraan pemerintahan daerah Terwujudnya penegasan batas daerah dan kode wilayah Meningkatnya kinerja aparatur Meningkatnya disiplin aparatur 60% 47 2% 15% 1 65% 80% 85% 90% 95% 200% 2% 15% 1 4% 50% 1 6% 60% 3 20% 70% 3 40% 80% 3 60% 90% 3 b. PEMERINTAHAN UMUM. KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN Melaksanakan reformasi birokrasi melalui penataan struktur yang proporsional. Terpeliharanya sarana dan prasarana operasional SKPD/Balai/UPT/UPTD. PERANGKAT DAERAH.

14% 60% 79. dan nilainilai hidup lainnya yang berkeadilan Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya.23% 21.22% 0.15% 55% 78. Tingkat kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. 20 120 125 130 135 140 145 20 20 25 25 25 25 25 2 1 75 28 5 95 12 6 105 12 6 110 12 6 120 12 8 140 12 8 150 e. kearifan local.89% 0. Menata sistem hukum di daerah Program Penataan Peraturan Perundangundangan. c.63% 0. Meningkatkan kapasitas lembaga legislatif Program Peningkatan kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Terwujudnya harmonisasi produk hukum provinsi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota Meningkatnya produk hukum yang sesuai dengan aspirasi masyarakat Terwujudnya peningkatan kinerja DPRD yang akuntabel.24% 0. dan nilai-nilai hidup lainnya yang berkeadilan Jumlah penanganan perkara dengan lembaga lain Tingkat kesadaran hukum dan penaatan hukum masyarakat serta penegakan hukum dan HAM Jumlah produk hukum yang tidak saling bertentangan Jumlah produk hukum yang aspiratif dan berpihak pada publik Jumlah perda yang disetujui Jumlah perda inisiatif Jumlah rapat kerja inisiatif dewan Tingkat pendapatan daerah : a. Kesadaran Hukum dan HAM Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Tingkat akuntabilitas penggunaan anggaran 75% 75% 90% 95% 100% 100% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 55 .96% 22. 2 12 15 15 15 15 15 1 2 3 3 3 4 5 Tersedianya produk hukum yang mengakomodasi nilai-nilai agama. Dana Perimbangan Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 60% 2 60% 32 14 75% 15 10 80% 20 15 90% 20 15 100% 20 15 100% 20 15 c.56% 19.17% 45% 45% 75.62% 24. Meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Terwujudnya penerimaan yang sesuai dengan potensi 73. Meningkatnya budaya taat hukum 20 25 25 25 25 25 25 8 10 11 12 12 14 15 75% 90% 95% 95% 96% 97% 98% d.32% 0. kearifan local.60% 26. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Terwujudnya kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 SKPD/Balai/UPT/UPTD.43% 20.13% 65% 80.44% 0. Jumlah peraturan daerah yang disusun Jumlah regulasi yang dapat memperbaiki efektivitas pemerintahan Jumlah regulasi yang dapat memperbaiki kualitas pelayanan Jumlah regulasi yang dapat menurunkan praktik korupsi produk hukum yang mengakomodasi nilai-nilai agama.15% 50% 76.NO. PAD b.12% 70% Optimalisasi pengelolaan asset daerah Terwujudnya pengelolaan anggaran yang akuntabel Sumber lainnya yang sah Tingkat pemanfaatan dan pendayagunaan asset daerah.

URUSAN KEARSIPAN Meningkatkan kinerja pengelolaan kearsipan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan Program Pengembangan Kearsipan Tersedianya data kearsipan yang mendukung manajemen pemerintah daerah Tingkat kelengkapan administrasi kearsipan Tingkat penerapan teknologi informasi dalam administrasi kearsipan Tingkat penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan pelestarian dokumen/arsip daerah Tingkat pelayanan informasi kearsipan daerah 60% 70% 70% 60% 75% 75% 65% 80% 80% 75% 85% 85% 85% 90% 90% 90% 95% 95% 100% 100% 100% Terpeliharanya data kearsipan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna arsip 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 56 . Meningkatnya kuantitas dan kualitas Pol PP dan PPNS Se Jawa Barat Meningkatnya kuantitas dan kualitas anggota satuan Linmas Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam tramtibmas • Tingkat kasus kriminalitas yang dapat diselesaikan • Jumlah kasus peredaran narkoba • Jumlah kasus penyalahgunaan narkoba Tingkat keamanan dan kenyamanan lingkungan Jumlah unjuk rasa Rasio jumlah polisi pamong praja per 10. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan SASARAN PROGRAM 4 Tersedianya sistem pelaporan capaian kinerja pada unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD.000 penduduk Rasio jumlah linmas per penduduk Rasio Pos Siskamling per desa/kelurahan 60% 62% 65% 68% 75% 80% 85% 75% 398 70% 75% 375 73% 80% 360 77% 80% 350 81% 80% 345 85% 90% 340 90% 100% 330 100% 5. Tersedianya dokumen operasional SKPD/Balai/UPTD/UPTD yang mendukung capaian kinerja organisasi INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat kesesuaian pelaporan capaian kinerja pada unit kerja SKPD/Balai/ UPT/UPTD dengan anggaran Tingkat ketersediaan dokumen operasional Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 65% 7 65% 2009 8 90% 2010 9 95% 2011 10 100% 2012 11 100% 2013 12 100% 1 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% f. Menurunnya gangguan terhadap ketertiban umum. satuan perlindungan masyarakat.NO. dan unsur rakyat terlatih lainnya Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Menurunnya angka kriminalitas. Meningkatkan pembinaan tramtibmas. URUSAN STATISTIKA Meningkatkan kualitas data pendukung perencanaan daerah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah Tersedianya data/informasi aspasial yang mutakhir dan akurat. Tingkat ketersediaan data/informasi dan statistik daerah 70% 70% 75% 80% 90% 95% 100% 6.

Meningkatkan adaptasi dan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 57 . URUSAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Meningkatkan partisipasi dan peran kelembagaan masyarakat desa dalam pembangunan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Terwujudnya kemitraan pemerintah.NO. a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur desa dan kelurahan Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Meningkatnya kualitas perangkat desa 10% 5% 20% 10% 5% 20% 20% 10% 25% 30% 20% 30% 40% 25% 40% 50% 30% 45% 60% 35% 50% Meningkatnya kualitas sarana prasarana pemerintahan desa Meningkatnya Kinerja pemerintahan desa 20% 20% 60% 20% 25% 65% 25% 30% 75% 30% 35% 80% 35% 40% 85% 40% 45% 90% 45% 50% 95% 8. Jumlah korban manusia akibat bencana Tingkat kesiapan pemerintah dalam penanggulangan bencana 100 orang / Desa 100 orang / Desa 100 orang / Desa 150 orang / Desa 150 orang / Desa 200 orang / Desa 200 orang / Desa c. URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI Mengurangi jumlah korban dan kerugian akibat bencana/kerusakan lingkungan Meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam penanggulangan bencana Program Penanggulangan Bencana Menurunnya jumlah kerugian akibat bencana/kerusakan lingkungan Meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan dampaknya Meningkatnya kemampuan pemerintah dalam pencegahan dini dan penanggulangan bencana Tersedianya Kelembagaan penanggulangan Bencana Daerah Tingkat kerugian material akibat bencana b. swasta dan masyarakat dalam pembangunan. Rata-rata jumlah kelompok binaan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Tingkat keterlibatan lembaga kemasyarakatan dalam pembangunan Jumlah LSM Jumlah ormas Tingkat keterlibatan LSM dan ormas dalam penetapan kebijakan Tingkat keterampilan perangkat desa Tingkat pengetahuan perangkat desa Tingkat kelengkapan sarana prasarana perkantoran pemerintahan desa Tingkat pelayanan pemerintahan desa Tingkat Tertib pengelolaan dokumen Administrasi pemerintahan desa Persentase desa berstatus swasembada terhadap total desa a. KEBIJAKAN 2 PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Tersedianya arsip yang dapat mendukung keperluan publik INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Tingkat keterbukaan informasi kearsipan daerah bagi masyarakat Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% 7. 60% 70% 85% 90% 95% 100% 100% 50% 190 394 50% 55% 190 394 55% 70% 195 400 65% 75% 200 410 70% 80% 206 420 75% 85% 212 430 80% 90% 220 440 85% Meningkatnya frekuensi keterlibatan masyarakat dalam penetapan kebijakan b.

31% 75% 80% 83%% 85%% 87%% f. Melibatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan politik Memfasilitasi peningkatan peran dan fungsi partai politik PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Terintegrasinya aspek mitigasi bendana dalam pembangunan Menurunnya konflik antar kelompok. KEBIJAKAN 2 mitigasi terhadap perubahan iklim dan bencana.NO. 50% 50% 60% 75% 80% 85% 90% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 58 . Membentuk kultur politik demokrasi. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemilu Meningkatnya fungsi partai politik dalam pendidikan politik Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu Tingkat penyelenggaraan pendidikan politik oleh partai politik 75% 67. INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian Eksisting 2007 2008 6 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 1 d. yang dilandasi etika/moral politik dan wawasan kebangsaan. Program Pendidikan Politik Masyarakat Jumlah konflik antar kelompok e.

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Terlaksananya upaya Pembebasan SPP dan bantuan buku. APBD Provinsi. dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMP/MTs/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajardikdas 9 tahun yang berkualitas. JANJI GUBERNUR 2 URUSAN PENDIDIKAN Pendidikan yang murah dengan anggaran pendidikan 20 % Menetapkan kebijakan pendidikan murah dengan alokasi anggaran pendidikan 20 % Menetapkan kebijakan pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu KEBIJAKAN PROGRAM 3 Program Manajemen Pelayanan Pendidikan SASARAN PROGRAM 4 Terlaksananya alokasi anggaran pendidikan minimal 20 % dengan mengutamakan implementasi pendidikan murah Meningkatnya angka partisipasi pendidikan untuk penerapan wajib belajar pada anak usia sekolah jenjang pendidikan dasar INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Alokasi anggaran minimal 20 % pendidikan Target Pencapaian 2008 7 2009 8 alokasi anggaran pendidikan 20 % 2010 9 alokasi anggaran pendidikan 20 % 2011 10 alokasi anggaran pendidikan 20 % 2012 11 alokasi anggaran pendidikan 20 % 2013 12 alokasi anggaran pendidikan 20 % b. Transparansi penyaluran dana bantuan pendidikan Menetapkan penyaluran pendidikan masyarakat kebijakan dana yang pro Program Manajeman Pelayanan Pendidikan Terlaksananya penyaluran dana pendidikan dengan memperhatikan transparansi dan ketepatan sasaran Laporan/sosialisasi dana bantuan pendidikan Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBD Provinsi Rp 200 Milyar d. Jaminan cagub-cawagub untuk merealisasikan wajardikdas 9 tahun secara gratis selambat-lambatnya 2 tahun masa jabatan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Tingkat implementasi pendidikan gratis di jenjang pendidikan dasar Penyusunan formulasi pendidikan gratis Implementasi pendidikan gratis untuk SD/MI/Sederajat Pemantapan Implementasi Pendidikan Gratis untuk SD/MI/Sedjat Dalam rangka penuntasan wajardikdas 9 tahun.PROGRAM JANJI GUBERNUR NO 1 1. Meningkatnya jumlah sekolah terakreditasi 4. Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMA/MA/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajib Belajar 12 tahun dengan mengutamakan mutu Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. meningkatnya jumlah guru berkualifikasi S1 Penyaluran alokasi anggaran pendidikan untuk biaya operasional dan perbaikan sarana prasarana pendidikan dalam kerangka anggaran pendidikan 20 % Prosentase guru penerima insentif Jumlah guru dan siswa penerima penghargaan Prosentase sekolah terakreditasi Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMA/MA/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajib Belajar 12 tahun dengan mengutamakan mutu Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. Pembebasan SPP dan bantuan buku. perbaikan gedung sekolah. Implementasi Pendidikan gratis tingkat SMA/MA/SMK dalam rangka Rintisan Wajib Belajar 12 tahun Program Pendidikan Menengah dan Tinggi Terlaksananya upaya Jawa Barat Bebas Putus jenjang Sekolah dan peningkatan mutu pendidikan menengah Tingkat implementasi pendidikan gratis di jenjang pendidikan menengah Rintisan Wajar 12 tahun di Kab/Kota terpilih Pencanangan Wajar 12 Tahun bagi Kab/Kota se Jawa Barat c. APBD Provinsi. dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar 72% 100% 50% 74% 100% 60% 76% 100% 70% 78% 100% 80% 80% 100% 90% 82% 100% 100% prosentase kualifikasi guru memenuhi 75% 80% 85% 90% 95% 100% Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 59 . dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMP/MTs/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajardikdas 9 tahun yang berkualitas. perbaikan gedung sekolah. tambahan gaji guru negeri & swasta 1. APBD Provinsi. Meningkatnya kompetensi pendidik 3. perbaikan gedung sekolah. dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. tambahan gaji guru negeri & swasta. APBD Provinsi. Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMA/MA/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajib Belajar 12 tahun dengan mengutamakan mutu Sosialisasi dan publikasi kegiatan bantuan dana pendidikan yg bersumber dari APBN. dan APBD kabupaten/ Kota Rp 200 Milyar Iimplementasi Pendidikan gratis Untuk jenjang SMP/MTs/ Sederajat Dalam rangka Tuntas Wajardikdas 9 tahun yang berkualitas. APBD Provinsi. a. Meningkatnya kesejahteraan guru 2. tambahan gaji guru negeri & swasta Menetapkan kebijakan peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru negeri dan swasta Program Manajeman Pelayanan Pendidikan e. dgn anggaran Rp 200 Milyar/tahun Peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga sukarela Menetapkan kebijakan Pembebasan SPP dan bantuan buku.

000 25 25 25 25 Seluruh desa tersedia Bidan Desa 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % % Kepesertaan Asuransi % Posyandu Purnama 40 % 51 % 45 % 58 % 50 % 65 % 60 % 70 % 80 % 75 % 100 % 80 % Pengembangan & revitalisasi posyandu utk kesehatan ibu.368 25.059 79. a. anak dan lansia Rp 50 M/thn URUSAN KETENAGAKERJAAN Penyediaan 1 juta lapangan kerja 3.100 568.170 773.760 100 1.328 56.892 36.704 28.405 540 5.648 51. c.193 50 3. Program KTP Kesehatan Berasuransi Meningkatkan jaminan pembiayaan kesehatan Mengaktifkan kembali peran dan fungsi Posyandu Program Manajemen kesehatan Program Kesehatan upaya Peningkatan kuantitas.741 100 3.112 640 4.640 715.649 100 980 662.395 51.NO 1 JANJI GUBERNUR 2 KEBIJAKAN PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 meningkatnya kesiapan guru mngikuti sertifikasi INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 prosentase dokumen portofolio yang benar Target Pencapaian 2008 7 75% 2009 8 80% 2010 9 85% 2011 10 90% 2012 11 95% 2013 12 100% 5.260 62.041 32.715 c.466 500 4.031 23. a.202 32. Peningkatan perlindungan hukum utk TKI asal Jawa Barat Meningkatkan Perlindungan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah tenaga ditempatkan Jumlah kasus yang kerja kerja kerja kerja yang yang yang yang 3. URUSAN PEMUDA OLAHRAGA DAN Penyediaan kawasan olahraga masyarakat dan olahraga prestasi Program pembinaan pemasyarakatan dan pengembangan olahraga Tersedianya kawasan olahraga dan sarana pendukung untuk meningkatkan prestasi Prosentase ketersediaan sarana olahraga masyarakat di tingkat kecamatan Tahapan pembangunan sarana 30% Persiapan 45% Persiapan 65% Pelaksanaan 75% Pelaksanaan 85% Pelaksanaan 100% Penyelesaian tahap Membuat kawasan olahraga dan sarana pendukung untuk meningkatkan prestasi olahraga Jawa Barat Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 60 .715 32.394 32.995 29.170 773. URUSAN KESEHATAN Prioritas pembangunan pada daerah yg belum tersentuh. 2.059 79. Perluasan kesempatan kerja bagi putra daerah Terselenggaranya Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja melalui Informasi Pasar Kerja (IPK) Mekanisme AKAD Mekanisme AKL Mekanisme AKAN Perluasan lapangan kerja produktif Terlindunginya tenaga kerja melalui penyelesaian kasus hubungan industrial Pemberdayaan sarana hubungan industrial Pengembangan sistem pengupahan Fasilitasi perlindungan tenaga kerja terhadap naskah kontrak kerja Jumlah pengakses 21.052 540 terselesaikan Jumlah perusahaan Besaran upah minimum Jumlah naskah/KKB 1.593 41. Perjuangkan nasib buruh Jawa Barat 4.581 40. jenis dan penyebaran tenaga kesehatan Terciptanya sitem pembiayaan kesehatan Meningkatnya kualitas dan kuantitas Posyandu Pembangunan Puskesmas baru untuk meemenuhi ratio jumlah Puskesmas terhadap jumlah penduduk 1 : 25.270 47. Perluasan Kerja Kesempatan Program Peningkatan Kesempatan Kerja b. kualitas dan fungsi sarana prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya Meningkatnya jumlah.595 26.021 100 1.193 68.593 41.648 51. Program Peningkatan Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan 2.794 35.470 613. diprioritaskan pada perbaikan masalah kesehatan Peningkatan akses pelayanan kesehatan pada daerah terpencil 1.021 100 d.052 540 5.819 450 3. Program Sumber Daya Kesehatan b.

600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 4.100 KUMKM 5.000 wirausaha baru 250 wirausaha 25. Mendorong penumbuhan wirausaha.000 orang 1.600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 4. dan wirausaha yang berdaya saing serta penyerapan tenaga kerja Meningkatnya kualitas kelembagaan koperasi • Jumlah wirausaha baru per tahun • Jumlah wirausaha yang berdaya saing per tahun • Tingkat penyerapan tenaga kerja per tahun Kualitas kelembagaan KUMKM per tahun (standarisasi. KECIL DAN MENENGAH Kebijakan berorientasi pemberdayaan usaha kecil menengah KEBIJAKAN PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 olahraga Jawa Barat INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 olahraga terpadu di Jawa Barat Target Pencapaian 2008 7 pembangunan Rumusan tentang HAKI seni budaya Jawa Barat 0 2009 8 pembangunan Sosialisasi tentang rumusan HAKI seni budaya Jawa Barat 5 jenis kesenian 2010 9 pembangunan 2011 10 pembangunan 2012 11 pembangunan 2013 12 akhir pembangunan - Fasilitasi pembangunan gedung kesenian bertaraf internasional.600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 4. Meningkatnya nilai tambah produk industri Penataan dan Teknologi 10 unit 15 unit 15 unit 20 unit 25 unit 25 unit Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 61 . Meningkatnya usaha industri genteng Tersedianya kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang wajar dan terjangkau Peningkatan industri genteng 50 Milyar Regulasi pengelolaan dan penataan pasar tradisional di 12 Kabupaten/Kota 50 Milyar Regulasi pengelolaan dan penataan pasar tradisional di 14 Kabupaten/Kota 50 Milyar c.100 KUMKM 5. Menyerap satu juta lapangan kerja melalui pengadaan dan peningkatan UKM dengan anggaran Rp 200 milyar per tahun (Komitmen Moral dgn batas waktu pelaksanaan 3 tahun masa kepemimpinan) URUSAN INDUSTRI DAN PERDAGANGAN Mempertahankan eksistensi pasar tradisional melalui penataan daya saing Anggaran dana khusus Rp 50 Milyar per tahun untuk operasi pasar ketika harga sembako naik Membangkitkan genteng Majalengka industri Meningkatkan perdagangan system Pengembangan sistem pendukung usaha bagi Koperasi.000 wirausaha baru 250 wirausaha 25.000 orang 1.600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar b.000 wirausaha baru 250 wirausaha 25. akreditasi dan sertifikasi) Tingkat kapasitas SDM KUMKM per tahun Ketersediaan aspek legalitas bagi KUMKM per tahun Akses permodalan ke lembaga keuangan mikro per tahun 5.600 KUMKM 400 KUMKM 200 KUMKM Rp 200 Milyar 4.000 orang 1.000 wirausaha baru 250 wirausaha 25.100 KUMKM 5. Program Pengembangan Perdagangan Negeri Program Pengembangan Perdagangan Negeri Program struktur Peningkatan Kemampuan Industri Sistem Dalam Meningkatnya pengelolaan penataan tradisional dan pasar Tersedianya regulasi pengeloaan dan penataan pasar tradisional b.000 wirausaha baru 250 wirausaha 25. Kapasitas SDM. dan Peluang Pasar KUMKM Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi. Usaha Mikro. Meningkatkan akses dan distribusi perdagangan Sistem Dalam Meningkatnya distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat 4. a. Kecil dan Menengah 1.100 KUMKM 5.000 orang 1.100 KUMKM 4. dan mengupayakan pematenan kesenian khas Jawa Barat Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman Budaya Meningkatnya • Tersusunya rumusan dan pengakuan tentang HAKI seni pengelolaan dan pengakuan atas Hak budaya Jawa Barat Kekayaan Intelektual dalam bidang seni dan • Jumlah HAKI seni budaya Jawa budaya Barat 7 jenis kesenian 10 jenis kesenian 12 jenis kesenian 13 jenis kesenian 6 a. serta mematenkan kesenian khas Jawa Barat URUSAN KOPERASI USAHA MIKRO.000 orang 1. Sistem Pembiayaan. 2. Kecil dan Menengah Meningkatnya permodalan KUMKM akses bagi 7.NO 1 5 JANJI GUBERNUR 2 URUSAN KEBUDAYAAN Pengembangan seni dan budaya di Jabar melalui pembangunan gedunggedung kesenian bertaraf internasional. Usaha Mikro. Menguatkan Kelembagaan dan Usaha.

Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan= 5 Km dan Jembatan sebanyak 2 buah Peningkatan jalan = 53. dan kehutanan Fasilitasi pemasaran lelang produk melalui N/A 2 kali lelang per minggu 2 kali lelang per minggu 2 kali lelang per minggu 2 kali lelang per minggu 2 kali lelang per minggu c. dan jasa Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Meningkatnya kondisi jalan dan jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi dan non status di Jawa Barat untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan pemerataan pembangunan Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui kegiatan peningkatan jalan dan penggantian jembatan pertahun Panjang jalan dan jembatan non status yang ditangani melalui kegiatan peningkatan jalan dan penggantian jembatan pertahun Program Rehabilitasi/Pemeliharaa Mempertahankan kondisi kemantapan Panjang jalan dan jumlah jembatan yang ditangani melalui Peningkatan jalan = 45. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Peningkatan jalan = 61. kec. produktivitas.05 Km. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 10 Km Peningkatan jalan = 57.NO 1 8. dan kualitas produk pertanian Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian. dan kualitas produk pertanian Regulasi tentang Perpanjangan HGU N/A Evaluasi HGU di Jawa Barat d. Rehabilitasi Jalan = 118. perkebunan. Penggantian jembatan di Jabar Selatan = 40 meter Rehabilitasi Jalan = Peningkatan jalan =85. barang. Memantapkan kondisi transportasi jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang.20 Km. Membuka akses pemasaran bunga hias untuk pengembangan sentra tanaman hias Cihideung. Meningkatkan kesejahteraan petani melalui dana talangan utk menjamin stabilitas harga pupuk dan gabah sebesar Rp 200 Milyar/thn Program pemasaran dan pengolahan hasil pertanian.60 Km. a. Penggantian jembatan = 4 buah Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 3 Km.90 Km. Mendukung eksistensi praktisi perkebunan utk mendapatkan hak guna usaha Menghentikan alih fungsi lahan pertanian untuk menyelamatkan pertanian URUSAN PEKERJAAN UMUM Percepatan Perbaikan Jalan Rusak di Provinsi Jabar Program peningkatan produksi pertanian Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang f. produktivitas. dan kehutanan INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Jumlah Demplot pertanian pupuk organik per tahun Target Pencapaian 2008 7 N/A 2009 8 50 2010 9 150 2011 10 300 2012 11 2013 12 Meningkatkan nilai produksi dan nilai tambah hasil pertanian Program peningkatan produksi pertanian b. peternakan. perikanan. perkebunan. peternakan. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Peningkatan jalan = 59. perikanan. perikanan. Rehabilitasi Jalan = 119.9 Km.00 Km. JANJI GUBERNUR 2 URUSAN PERTANIAN Mengubah pola pertanian dengan pupuk organik untuk meningkatkan hasil produksi KEBIJAKAN PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 Meningkatnya produksi.65 Km. Parongpong Kab.79 km.35 Km. dan kehutanan Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian Fasilitasi dana talangan untuk menjamin stabilitas harga pupuk dan gabah N/A Rp 200 Milyar Mengusulkan Rancangan Peraturan Perundang Undangan Perpanjangan HGU Rp 200 Milyar Monitoring dan evaluasi pemanfaatan HGU Monitoring dan evaluasi pemanfaatan HGU Monitoring dan evaluasi pemanfaatan HGU Rp 200 Milyar Rp 200 Milyar Rp 200 Milyar e. peternakan. Program peningkatan produksi pertanian Meningkatnya produksi. a. perkebunan. Bandung Barat Permudah regulasi perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) bagi masyarakat perkebunan Program pemasaran dan pengolahan hasil pertanian. Rehabilitasi Jalan = 116.36 Km. Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 62 . Terfasilitasinya praktisi perkebunan untuk mendapatkan Hak Guna Usaha (HGU) Menurunnya konversi lahan pertanian Prosentase lokasi yang terfasilitasi perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) Luas lahan yang konversi per tahun mengalami N/A 25 % 50 % 75 % 100 % 100 % N/A 100 Ha 50 Ha 50 Ha 50 Ha 50 Ha 9. Penggantian jembatan = 4 bh jembatan Peningkatan jalan di Jabar Selatan = 15 Km Rehabilitasi Jalan = 174. Rehabilitasi Jalan = 122.40 Km.

pemerintah provinsi dengan kondisi baik 50% N/A Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 60%.962.18 Km. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 55% Pembangunan jalan = 4 Km. serta pemeliharaan jalan dan jembatan pertahun Target Pencapaian 2008 7 147.444.037. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 70% Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 80%. Pemeliharaan Jalan = 2. Pemeliharaan Jalan = 2. barang. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 60% Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 70%. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah 2009 8 Rehabilitasi Jembatan = 12 bh.666 Km. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jalan = 1. Rehabilitasi Jembatan = 912 m.58 Km.6 meter Meningkatkan kondisi infrastruktur irigasi untuk mendukung konservasi. dan jasa Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Panjang Jalan dan Jumlah Jembatan yang terbangun pertahun Pembangunan jalan = 7. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Tersedianya jaringan irigasi yang handal Peningkatan kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat (kondisi baik 90%). 200 Milyar/Tahun Memantapkan kondisi transportasi jalan guna mendukung pelayanan pergerakan orang.8 Km.00 bh 2010 9 Rehabilitasi Jembatan = 11.68 Km.037.446.5 km dan pembangunan baru 5. Pembangunan Jalan dan Irigasi dengan Anggaran Rp. Pemeliharaan Jalan = 2257. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pemeliharaan Jembatan = 1.6 Km.00 bh. URUSAN PENATAAN RUANG Pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Jatinangor Menyiapkan pranata pendukung pelaksanaan pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Jatinangor Program Perencanaan Ruang Tersedianya pranata pendukung pelaksanaan pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Jatinangor Ketersediaan pranata pendukung Kajian rencana rinci kawasan IPTEK Jatinangor Penetapan rencana rinci kawasan IPTEK Jatinangor - - - - 11. serta pengendalian daya rusak air Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 4.7 Km (lanjutan 2.038.00 bh.177 Km. pemerintah provinsi (kondisi baik 90%) pada tahun 2013 Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 50%. Pemeliharaan Jalan = 2.2 Km Pembangunan Jembatan sepanjang 185.NO 1 JANJI GUBERNUR 2 KEBIJAKAN PROGRAM 3 n Jalan dan Jembatan SASARAN PROGRAM 4 jalan agar tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap arus lalu lintas yang melewatinya dalam batas repetisi beban standar maupun struktur yang direncanakan Terciptanya jaringan jalan yang dapat menyediakan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan serta mempunyai nilai struktur yang baik INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 kegiatan rehabilitasi jalan dan jembatan. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 90% Tahapan pembangunan daerah irigasi strategis N/A Persiapan Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Kajian DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya Pembangunan DI Leuwigoong di Kab Garut Persiapan pembangunan DI strategis lainnya 10. pendayagunaan sumber daya air.680 Km.444 buah Pembangunan jalan = 7.000 Km.445.00 bh.00 bh 2013 12 Rehabilitasi Jembatan = 11. URUSAN PERUMAHAN Pengembangan dan penataan kawasan pendidikan Mengembangkan dan menata kawasan Program Pengembangan Tertatanya kawasan pendidikan Jatinangor Ketersediaan sarana dan prasana pendukung N/A Pelaksanaan penataan Pelaksanaan penataan Pelaksanaan penataan Pelaksanaan penataan kawasan Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 63 . Pemeliharaan Jembatan = 1.00 bh 2012 11 Rehabilitasi Jembatan = 10.444. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Pembangunan jalan = 3.00 bh 2011 10 Rehabilitasi Jembatan = 12.00 bh. Pemeliharaan Jembatan = 1. Pembangunan Jembatan sebanyak 2 buah Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 55%.445 bh b. pemerintah provinsi dengan kondisi baik 80% Jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah pusat dengan kondisi baik 90%. Pemeliharaan Jembatan = 1.2 km).038. Pemeliharaan Jalan = 2.

serta menyelenggara kan komunikasi publik 4 100 % OPD memiliki sarana dan prasarana. KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN Membuka ruang publik untuk komunikasi dengan masyarakat Meningkatkan dan mengembangkan kualitas setiap unit kerja dalam pelayanan publik Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Terwujudnya kualitas pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat N/A sarana dan prasarana untuk komunikasi publik di masingmasing unit kerja b. e. serta menyelenggara kan komunikasi publik 3 90 % OPD memiliki sarana dan prasarana. Kolusi dan Nepotisme (KKN) melaksanakan reformasi birokrasi melalui penataan struktur yang proporsional. menerapkan Insentif Berbasis Kinerja (IBK). dan Program peraturan undangan. PEMERINTAHAN UMUM. Pemekaran Sukabumi Mendukung pembentukan Bogor Barat Kabupaten aspirasi Kabupaten f.NO 1 JANJI GUBERNUR 2 Jatinangor KEBIJAKAN PROGRAM 3 Permukiman SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian 2008 7 2009 8 2010 9 kawasan IPTEK Jatinangor 2011 10 kawasan IPTEK Jatinangor 2012 11 kawasan IPTEK Jatinangor 2013 12 IPTEK Jatinangor pendidikan Jatinangor 12. hukum. Membuat peraturan daerah yang transparan Menata sistem hukum di daerah Program penataan peraturan perundang undangan. dan penataan perundang kesadaran HAM penataan perundang kesadaran HAM terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya jumlah penanganan perkara dengan lembaga lainnya N/A 11 12 12 14 15 jumlah penanganan perkara dengan lembaga lainnya N/A 11 12 12 14 15 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 64 . dan HAM d. a. serta menyelenggarakan komunikasi publik 3 85 % OPD memiliki sarana dan prasarana. serta menyelenggara-kan komunikasi publik 5 N/A N/A Menurunnya jumlah kasus KKN 10 Menurunnya jumlah kasus KKN 11 Menurunnya jumlah kasus KKN 12 Menurunnya jumlah kasus KKN 12 Menurunnya jumlah kasus KKN 14 c. dan pengadaan secara elektronik Program pemantapan otonomi daerah dan sistem administrasi pemerintahan daerah Terselenggaranya urusan pemerintahan yang bebas KKN M enurunnya jumlah kasus KKN Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya. hukum. dan pengadaan secara elektronik Menata sistem hukum di daerah Program pemantapan otonomi daerah dan sistem administrasi pemerintahan daerah Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung pemerintahan yang transparan Meningkatnya produk hukum yang sesuai dengan aspirasi masyarakat Terselenggaranya penataan pembentukan daerah kabupaten/kota Tingkat kesadaran hukum dan penaatan hukum masyarakat serta penegakan hukum dan HAM Jumlah peraturan daerah yang disusun N/A 90% 95% 95% 96% 97% N/A 15 20 20 20 20 Jumlah produk hukum yang aspiratif dan berpihak pada publik Pembentukan kabupaten/kota N/A 25 25 25 25 25 N/A terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota terfasilitasinya pembentukan kabupaten/kota g. kesadaran hukum. ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH. PERANGKAT DAERAH. serta menyelenggarakan komunikasi publik 3 95 % OPD memiliki sarana dan prasarana. URUSAN OTONOMI DAERAH. Pemerintah bersih Korupsi. mengembangan profesionalisme. Meningkatnya budaya taat hukum Jumlah regulasi yang dapat menurunkan praktik korupsi jumlah kasus KKN Jumlah penanganan perkara dengan lembaga lain N/A 80 % OPD memiliki sarana dan prasarana. Menghapus dan menindak tegas pungutan liar melaksanakan reformasi birokrasi melalui penataan struktur yang proporsional. Membasmi mafia peradilan Menata sistem hukum di daerah Program peraturan undangan. mengembangan profesionalisme. menerapkan Insentif Berbasis Kinerja (IBK).

NO 1 JANJI GUBERNUR 2 KEBIJAKAN PROGRAM 3 SASARAN PROGRAM 4 INDIKATOR KINERJA PROGRAM 5 Target Pencapaian 2008 7 2009 8 2010 9 2011 10 2012 11 2013 12 Rancangan RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 65 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful