Anda di halaman 1dari 114

Clean Coal Top Size(mm) ASTM Jumlah Increment(n) Berat Increment(kg) 15 1 16 ISO 16 1 BS 20 1 ASTM 15 3 50 ISO 32 3 Unclean Coal Jumlah

Increment(n) Berat Increment(kg) 35 1 32 1 35 1 35 3 64 3 40 3 35 7 32 10 35 10 BS 20 3 ASTM 15 7 150 ISO 16 10 BS 20 10

1.

Dengan stopbelt pada conveyor sebagai referensi sample


Sample diambil pada conveyor yang dihentikan dan memasang sample frame dengan ukuran 3x ukuran top size sample dengan posisi dari frame mengikuti kontur conveyor .Semua batubara di kumpulkan dalam frame. frame.

pembanding. 2. Dengan mechanical sampling ( crosbelt sample ) sebagai sample pembanding.


conveyor. Sample yang diambil dengan memotong secara diagonal dari aliran pada conveyor. Catatan : Stopbelt dan mechanical sample terjadi pada conveyor pada saat penimbunan di stockpile atau barge loading. loading. Pengujian bias tidak harus pada saat penimbunan di stockpile melalui conveyor namun karena itu merupakan produk akhir yang dianggap sudah mewakili pada kegiatan sebelumnya, adanya kegiatan ini dapat mengurangi kegiatan monitoring dan pengawasan QQC (Quality & Quantity Control ) pada area pertambangan. pertambangan. Bias yang mempengaruhi nilai callorie datang dari ash dan moisture, oleh karena itu perlu di ketahui prinsip mengenai hubungan ash, moisture dan callorie pada hasil pengujian pengujian.

Bias adalah perbedaan nilai pada hasil pengujian secara replikasi karena adanya faktor error. error. Bias bisa terjadi pada alat preparasi dan pengujian dari sample yang di ambil atau dari sample itu sendiri. sendiri. Bias tidak bisa dihilangkan tapi harus tetap terjaga pada batas toleransi, tergantung pada pengujian sample yang di jadikan referensi, pada umumnya Maximum Tolerable Bias ( MTB ) pada 0,2 % - 0,3%. Perlu adanya pengujian secara statistik yang di tuangkan dalam suatu grafik atau chart terhadap pengujian sample replikasi dari sample-sample sampleyang di jadikan referensi dan pembanding untuk di dapatkan tingkat kepercayaan (confidence limit ) 95%. 95% catatan : Gambaran mengenai bias pada produk tambang dari setiap titik lokasi pengambilan sample, dapat di lihat pada gambar di halaman berikut ini,

Coal Getting

Removal OB

Validation capacity

CV(Adb):5920; TS:0,55;Ash:3.5;M:13,0

???

Stacking

Coal Hauling

Coal Hauling Dumping Dumping Restacking Blending

CV(Adb):6000; TS:0,43;Ash:2.5;M:12,4
Barge Loading

???

Rehandling

CV(Adb):5742; TS:0,6;Ash:4.0;M:12,7 Semua Q Nilai bukan harga sebenarnya

?? ?

Rehandling Crushing

CV(Adb):5980; TS:0,6;Ash:3.0;M:12,0

CS 55_01

CS 55_02

CS 55_03

CS55_04

CS 55_05

CS 55_06

No 1 2 3 4 5 6

Produk CS 55_01 CS 55_02 CS 55_03 CS 55_04 CS 55_05 CS 55_06

M (% Ad ) 7,6 7,0 6,8 6,8 6,8 6,9

Ash(% Ad) 2,1 3,2 2,2 1,8 1,8 1,5

TS(% Ad) 0,44 0,17 0,45 0,37 0,37 O,58

Call (kcal/kg,Ad)

6984 6881 6993 7049 7049 7057

Ket :
Jarak antara titik CS per 10M Titik CS Seam Produk

15/03/2012

Hauling

Handling

1D 1C 1B 1A

6 2

(Tonage/DT Capacity)/n Dengan asumsi 1000 ton

Stacking
No 1 2 3 Produk 1A 2A 3A M (% Ad ) 12,4 11,6 11,1 Ash(% Ad) 9,10 6,90 6,42 TS(% Ad) 0,96 0,91 0,32 Call (kcal/kg,Ad) 5763 6005 6053

15/03/2012

Sampling ((Tonage x 60)/Flowrate)/n

1B 1D

Blending Act

Handling

1 D 1 B
Ash(% Ad) 7,32 7,17 7,34 8,14 5,88 7,34

1C1D 1B 1 A Stacking
TS(% Ad) 0,70 0,76 0,74 1,02 0,64 0,94 Call (kcal/kg,Ad) 5718 5802 5638 5665 5944 6037

Restacking
No 1 2 3 4 5 6 Produk Random 1 Random 2 Random 3 Random 4 Random 5 Random 6

Rehandling
M (% Ad ) 14,3 14,1 14,1 13,8 13,1 12,1

15/03/2012

Sampling
((Tonage x 60)/Flowrate)/n

Tug Boat

Barge Loading
No 1 2 3 4 5 6 Barge ROBBY 205 ROBBY 206 RVR 12 B. Pertiwi 2775 B. Pertiwi 2776 B. Pertiwi 2775/2 M (% Ad ) 11,90 11,50 11,2 10,7 11,9 11,2 Ash(% Ad) 9,7 9,4 7,9 9,3 7,3 8,6

Rehandling
TS(% Ad) 1,01 1,00 0,77 0,88 0,73 0,86

Dumping
Call (kcal/kg,Ad) 5599 5697 5870 5782 5922 5857

15/03/2012

Prosedur sebelum melakukan sampling


Panduan Mutu Instruksi Kerja SOP Sampling Report

15/03/2012

Form Dokumentasi IK Sampling

Cat : Form di atas belum di revisi terhadap beberapa kesalahan penulisan, tetapi format strukturnya sudah benar.
15/03/2012

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Mempersiapkan sample yang akan di uji fisik dan kimia pada laboratorium agar memenuhi persyaratan standar yang telah di tetapkan . Prinsip tahapan dalam preparasi sample : Pencampuran. Pencampuran. Penghancuran. Penghancuran. Pembagian. Pembagian. Pengeringan. Pengeringan. Pembubukan. Pembubukan. Penyimpanan. Penyimpanan.

15/03/2012

produk Mencampur sample batubara yang sama yang merupakan bagian dari beberapa lot atau sublot untuk di proses lebih lanjut pada ruang preparasi. preparasi. Gambar di samping merupakan sample yang sudah di campur dalam satu wadah. wadah.

15/03/2012

Proses pencampuran sample


105 kg/Lot Top Size 50mm ID SAMPLE SP 28 12 kg/subLot Mixing

Gross Sample
Pengambilan sample pada 1000 ton dengan metode Standard ASTM D 2234/2234M dengan jumlah increment 35.

15/03/2012

Penghancuran
Proses penghancuran/pengecilan sample dengan alat penghancur/pengecilan dari top size yang bervariasi menjadi top size yang diinginkan agar memenuhi persyaratan standard yang dipersyaratkan untuk pengujian fisik dan kimia. kimia. Alat penghancur yang digunakan :
1. 2. 3. 4. 5. Roll Crusher. Hammer Mill. Jaw Crusher. Raymod Mill. Cofee Mill/Plate Mill.

15/03/2012

Roll Crusher : Alat penghancur dari Top size 50 mm ke 20 mm. Hammer Mill : Alat penghancur dari Top size 20 mm ke 10 mm. Jaw Crusher : Alat penghancur dari Top size 10 mm ke 4,75 mm. Raymond mill : Alat penghancur dari top size 4,75 ke 0,212mm. Coffee mill / plate mill: Alat penghancur -4,75 mm ke 0,6mm.

HamerMILL

JAW CRUSHER

RAYMOND MILL

COFEE MILL

15/03/2012

Tujuan
Untuk mendapatkan keseragaman sample. sample. Mendapatkan ukuran sample yang di persyaratkan. persyaratkan. Membantu dalam proses pembubukan. pembubukan. Dapat menghindari kemacetan pada mesin pembagi atau RSD. RSD. Mereduksi bobot dan ukuran sample. sample. Proses penghancuran pada mesin dapat terlihat pada gambar setelah halaman ini
15/03/2012

Roll Crusher
105 Kg 3/5 1/5 1/5

Sample size 50mm

Sublot Sample

To Crusher

Sizing

Storage

Sublot Sample

Mixing Sample Size 20 mm

Catatan : Asumsi Bucket RSD terdiri dari 5 Bucket


15/03/2012

Hammer Mill
1/5
Storag e

Input 63kg

1/5
SIZING

kg

Mixing Sample Size 20 mm

3/5
To JAW Crusher

S a m p l e To p S i ze 1 0 m m

Catatan : Asumsi Bucket RSD terdiri dari 5 Bucket


1 5 / 0 3 / 2 0 1 2

Jaw Crusher
37,8 kg Sisa
Storage

2/4
GA

1/5
H G I Sample Top Size 4,75mm

1/4 RM

15/03/2012

Pembagian (Dividing)
Input

RSD ( Rotary Sample Divider )


Alat pembagi Automatic untuk mendapatkan serangkaian berat dan menghomogenkan sample terhadap variasi ukuran. Setiap bucket harus memiki bobot Ya n g s a m a , t e r d i r i d a r i 6 b u c k e t . M e m i l i k i kapasitas m a k s i m u m 50kg,20kg dan 10kg Digunakan setiap habis penghancur an atau pengecilan ukuran dgn Crusher sesuai dgn kap.maksimum.

Output

To m b o l

P e n g a t u r

15/03/2012

RSD di lakukan minimal 4 5x dalam pembagiannya, untuk mendapatkan sample yang homogen. 1. RSD dengan bobot 10kg untuk sample ukuran terbesar -4,75 mm. 2. RSD dengan bobot 30 kg untuk sample ukuran terbesar -10mm

1.

2.

15/03/2012

Pengeringan
Memasukan sample ukuran terbesar 4,75 mm dengan bobot tertentu ke dalam oven dengan suhu 35C 38C 35 38 untuk di hilangkan kadar airnya ( ADL ), dalam waktu yang disesuaikan dengan metode standard. standard. ASTM :3 4 Jam dengan suhu 35C 38C 35 38 ISO : 3 - 4 Jam dengan suhu 35C 38C di lanjutkan 1 35 38 jam sampai konstan. konstan. Maksimum 18 jam untuk pengkonstanan. pengkonstanan. Harus ada pengujian terhadap rentang waktu dengan temperature, metode ini juga untuk mengetahui bias pada metode rapid. rapid.
15/03/2012

ALAT-ALAT YG DIBUTUHKAN
Drying Oven : Alat untuk menghilangkan kadar air bebas. Tray : Alat untuk meletakan sample yang akan dihilangkan kadar airnya. Timbangan 10 kg : Alat untuk menimbang bobot tray dan sample dalam tray. tray.

15/03/2012

Tujuan
Untuk menghilangkan kadar air bebas dalam batubara. batubara. Untuk membantu proses penghancuran pada mesin jaw crusher lebih mudah. mudah. Sebagai perhitungan dalam analisa Total Moisture. Moisture. Untuk membantu perhitungan analisa dalam basis AR. AR. Menghitung persentase kadar air bebas ( Free Moisture ).

15/03/2012

Worksheet Untuk ADL

15/03/2012

Pembubukan
Menghancurkan/mengecilkan ukuran sample untuk dapat di uji fisik dan kimia sesuai dengan standard yang telah di tetapkan. tetapkan. Sample dihancurkan sampai dengan ukuran terbesar 0,6 mm sd 0,212 mm. mm. Dengan Alat Raymond mill, Coffee/Plate mill, Screen size +1,18 mm ,+0,6 mm, -0,6 m dan ,+0 Rotap Sieve. Sieve.

15/03/2012

Pembubukan
Input

R AY M O N D M I L L
1 / 4 Lab GA

Output Knop manual


S a m p l e s i z e 0 , 2 1 2

1 / 4 Umpi re GA 1 / 4 Prin cipal GA 1 / 4 Ship er GA

To m b o l A u t o m a t i c Dynamo

1 5 / 0 3 / 2 0 1 2

Te r t a h a n

COFEE MILL
Input To m b o l O n / O f f Manual atau dengan R O TA P S I E V E

+ 1,18

D y n a m o Output S c r e e n S i ze Te r t a h a n
120gr

+ 1,18 + 0,6
Sample size -4,75

Cofee mill Lolos HGI 120 gr Lolos Buang

F o r H G I
Sample size -1,18 & +0,6

- 0,6

1 5 / 0 3 / 2 0 1 2

Pembagian dan Penyimpanan Sample RM + GA


Masing-masing bobot 200-300gr Untuk RM top size -4,75 mm Untuk GA top size -0,212 mm 2/4 GA & 1/4RM

1/4

2/4

RM + GA

1/4

1/4

1/4

1/4

RM + GA UMPIRE

RM + GA For LAB

RM + GA
PRINCIPAL

RM + GA
SHIPPER

15/03/2012

Penyimpanan sample yang sudah di preparasi Sample untuk explorasi dengan waktu tidak terbatas. Sample non explorasi dengan waktu 3 bulan sd 3 tahun.

15/03/2012

Wo r k f l o w P re p a rat i o n S a m p l e
Gross sample Sample Received Crusher R S D Mixing sample STORAGE Umpire
Principal To p S i z e 20 mm To p S i z e 10 mm To p S i z e 4,75 mm S i z i n g

L o t / S u b l o t

S i z i n g

A D L R M G A R a y m o n d M i l l To p S i z e 0,212mm 200 gr H G I P l a t e M i l l To p S i z e 0,6 mm 150 gr

Shiper Lab
1 5 / 0 3 / 2 0 1 2

Analisa / Pengujian
Melakukan pengujian fisik dan kimia pada sample batubara dengan tetap mengacu pada standard yang telah di tetapkan untuk di ketahui kualitasnya sebagai syarat utama dalam penggunaanya. penggunaanya. Acuan standard (Standard reference ) 1. ASTM 2. ISO 3. BS Pengujian Fisik : Pengujian pada sample untuk mengetahui sifat fisik batubara yaitu distribusi sebaran batubara ( Sizing ), Nilai kekerasan ( HGI ), Abration index, Bulk & Relative density, Float & Sink. Sink. Pengujian Kimia : Pengujian pada sample untuk kandungan dan sifat kimia dalam batubara seperti kandungan C,H,O,N ( Ultimate ) dan Sulfur ( TS ), Kandungan abu, Mineral ikutan, Kadar air serta nilai pembakaran. pembakaran.
15/03/2012

Sizing
Merupakan pengujian untuk mengetahui variasi ukuran butir pada produk batubara. batubara. Acuan Standard : ISO 1953 -1994 BS 1016,109 ASTM D4749 -1987 Alat yang digunakan adalah Screen Size + 50 mm sd -2,00 mm, Timbangan 100 kg, Sekop, wadah penampung. penampung.
Massa Original yang sudah di keringkan
50mm 30mm 20mm 10mm 5mm 3mm 2mm 1mm

Min 20 kg

Hitung Massa setiap fraksi dan massa loss %

15/03/2012

Tujuan
Untuk mengetahui distribusi variasi ukuran pada batubara. batubara. Untuk mengetahui persentase masa yg hilang pada produk ketika di crusher plant, baik ketika di preparasi ataupun di produksi. produksi. Untuk mengetahui penyimpangan ukuran pada produk batubara yang memiliki hubungannya dengan kualitas. kualitas. Untuk mengetahui tingkat akurasi dan presisi pada sampling. sampling. Untuk kalibrasi dan maintenance alat crusher

15/03/2012

No 1 2 3 4 5 6 7 8

Size + 50 - 50 + 31,5 - 31,5 + 22,4 - 22,4 + 11,2 - 11,2 + 4,75 - 4,75 + 2,00 - 2,00 + 1,00 To t a l

Mass ( kg ) 0,19 3,02 4,82 4,24 2,29 1,67 3,66 19,9

%Loss 1,0 15,2 24,2 21,3 11,5 8,4 18,4 100

Ad sample 20 kg Berat fraksi : mn x100/m M = M1 + M2 + .....+ Mn Los (%) = ( M1 M )/ M1 Ad sub sample 3620 % Mass hilang ((20 - 19,9 )/20) X 100 0,5 %
Massa keseluruhan 0,59 O,56 0,51 18,4

No 1 2 3 4

Size - 2,00 +1,00 -1,00 +0,50 - 0,50 Total

Mass ( gr ) 1132,74 1183,41 1302,84 3619

Sub Sample ( % ) 31,3 32,7 36 100

15/03/2012

Hubungan Kualitas dengan Ukuran Butir


Ash 5 % Size 50 mm Reduction size, loss mass & ash Reduction size, loss mass & ash

Ash 2,56 % Ash 2 %

Size 20 mm

1,2 %

1,7 %

1,3 %

Size 10 mm

Gambar hubungan ukuran batubara dgn ash

15/03/2012

60 50 40 SIZE 30 20 10 0 0 5 ASH/Grain Cat : Bahwa masih dalam produk yang sama Ash /grain bukan kumulative. 10 R = 0,955

Y-Values Linear (Y-Values)

15/03/2012

HGI
Pengujian untuk mengetahui nilai kekerasan pada batubara. batubara. Nilai kekerasan ini untuk mengetahui kuat gerus batubara baik terhadap alat atau proses pelapukan ( oksidasi ). Semakin tinggi nilai batubara maka semakin mudah di gerus, semakin rendah semakin sukar di gerus. gerus. Acuan Standard ( Standard Reference ) ASTM D 409/D 409 M 409/D ISO 5074 :1994 Pengujian dilakukan pada sample -1,18 mm dan + 0,6 mm, dengan alat wallace hardgrove di set pada angka 60,untuk di dapat size 0,075 mm.
HGI = 12.02 + 7.24*X

15/03/2012

AlatAlat-alat yang dibutuhkan


1. 2. 3. 4. 5. Wallace hardgrove Sieve 200 m s/d 75 m Kuas Analytic Balance HGI Index

15/03/2012

Tujuan
Untuk mengetahui tingkat sukar atau mudah batubara tergerus Untuk membantu menentukan jenis unit pada saat pengambilan produk. produk. Untuk membantu pihak penambang atau pengujian dalam menentukan dan memperlakukan alat crusher pada stockpile atau preparasi. preparasi.

15/03/2012

Float & Sink


Pengujian pada sample batubara untuk memisahkan sample batubara yang terapung ( float ) dan tenggelam ( sink ) pada suatu larutan kimia, karena adanya perbedaan densitas. densitas. Nilai RD ini adalah nilai atau harga yang digunakan untuk perhitungan cadangan batubara, sedangkan BD untuk mengetahui jumlah batubara yang dapat dimuat atau jumlah muatan batubara. batubara. Acuan Standard ( Standard Reference ) AS 4156.1 4156. Larutan yang digunakan untuk memisahkan sample batubara memiliki density: density: 1. Toluene 0,86 2. Perchloro Ethylene 1,91 3. TetraBromo Ethane 2,96 Pengujian pada sample -2,00 mm dilakukan pada densitas 1,3 sd 2,2 dengan melakukan perbandingan pada pencampuan larutan kimia, sedangkan untuk non batubara di lakukan terbalik dari 2,2 sd 1,3.

15/03/2012

ALATALAT-ALAT YANG DIBUTUHKAN


1. Density Meter 2. Timbangan 3. Saringan 4. Rak Pengering 5. Container 6. Tray
15/03/2012

Tujuan
Untuk mengetahui densitas relative pada sample batubara. batubara. Untuk mengetahui perbedaan densitas batubara dan non batubara. batubara. Untuk mengetahui apakah ada material non batubara pada sample batubara. batubara. Untuk memisahkan batubara dengan material non batubara. batubara. Untuk mengetahui jumlah cadangan batubara yang dapat di tambang. tambang. dimana berat produk ( Ton ) x RD ( kg/m ) = Berat/Jumlah Muatan ( M/T ).

15/03/2012

Bulk Density
Pengujian pada sample batubara untuk mengetahui berat batubara ( kg ) dalam suatu volume ( m ). Acuan Standard ( Standard Reference ) ASTM D 4071 2007 procedure A. Pengujian ini dilakukan dengan melakukan pendekatan pada suatu bangun ruang berbentuk kubus dengan ukuran 30 x 30 x 30,6 dengan volume : 27540 cm. 30, cm. Dengan berat minimum sample batubara 136 kg / lot. lot. Perbedaan bulk density dengan relative density, kalau BD merupakan berat batubara yang mengisi ruang volume sedangkan RD untuk jumlah muatan yang mengisi suatu ruang volume. volume.
15/03/2012

Prinsipnya sama dengan pada saat muat ( loading ) batubara di truck atau tongkang/vessel Curahan Batubara Berat sample = ( Berat kotak + sample ) Berat kotak BD = ( Berat sample ) / Volume Berat muatan = Berat muatan =

V = 27540 cm

Apakah BD pada pengujian bisa di korelasikan thd penentuan muatan di truck atau tongkang..???

15/03/2012

Ratio perbandingan = V balok : V kerucut terhadap tinggi maks kerucut Tinggi Maks gundukan agar tidak tumpah Tinggi Maks gundukan pada tongkang, truck Volume kerucut

Volume ruang kubus atau balok


Jumlah muatan = ( Berat produk x RD ) : Volume ruang

Volume ruang = Volume balok + Volume kerucut Ratio perbandingan = V balok : V kerucut
15/03/2012

ALAT ALAT YG DIBUTUHKAN Bangun Ruang Kubus terbuat dari besi dengan dimensi 30 x 30 x 30,5 dalam satuan cm. Bangun Ruang kerucut atas terbuat dari besi dengan D atas = 51 cm, D bawah = 11 cm , tinggi 61 cm. Timbangan 10 kg. Sekop ukuran kecil.

15/03/2012

Tujuan
Untuk mengetahui berat batubara pada truck atau tongkang / vessel. vessel. Sebagai perbandingan dalam perhitungan draught survey. survey. Membantu perhitungan dalam penentuan muatan. muatan.

15/03/2012

Uji Kimia
Pengujian Kimia : Pengujian pada sample untuk kandungan dan sifat kimia dalam batubara seperti kandungan C,H,O,N ( Ultimate ) dan Sulfur ( TS ), Kandungan abu, Mineral ikutan, Kadar air serta nilai pembakaran. pembakaran. Dalam pengujian pada laboratorium ada istilah metode rapid dan konvensional. konvensional. Untuk metode rapid ( Moisture, Ash, Volatile Matter ) merupakan metode hasil modifikasi dengan memainkan tingkat konsentrasi dan rentang waktu, sedangkan metode std atau konvensional adalah metode yang di tetapkan, di sepakati serta di akui secara internasional. internasional.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Terbagi menjadi 2 yaitu : 1. 2. Proximate Analysis Ultimate Analysis

Proximate Analysis 1. 2. 3. 4. 5. Moisture Ash Content Volatile Matter Calorivic Value Fixed Carbon

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Ultimate Analysis : Kandungan Carbon ( C ). Kandungan Hidrogen ( H ). Kandungan Oxygen ( O ). Kandungan Nitrogen ( N ). General Analysis : 1. Total Sulfur 2. Ash Analysis 3. Ash Fusion Temperature 4. Relative Density 5. Proximate Analysis 6. Crusible Swelling Number
15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

Total Sulfur
Pengujian/analisa untuk mengetahui kandungan sulfur keseluruhan pada satuan massa sample batubara. Efek atau dampak yang ditimbulkan oleh sulfur dalam batubara pada saat pembakaran pada boiler menimbulkan korosi pada mesin pembakaran atau pipa. Acuan Standard ASTM D 4239 2008 Pengujian di lakukan pada sample dengan ukuran terbesar 0,212 mm bobot 0,2 gr pada krusible porcelain yang kemudian di masukan ke dalam lecco analyzer . Sulfur tersebut di konversikan menjadi sulfur oksida selama pembakaran di bawah atmosfer oksigen yang di baca oleh cell infra merah yang terhubung pada suatu layar komputer dalam suatu bentuk grafik.
15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

ALATALAT-ALAT YG DIBUTUHKAN Lecco S 144 DR Perangkat lunak Komputer Analytic Balance Krusible Porcelain CRM Std Pinset

Lecco

CRM

Computer nalytic A

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Total Moisture
Merupakan pengujian untuk mengetahui kadar kelembaban total pada sample batubara dari hasil penjumlahan antara residual moisture dengan free moisture. moisture. TM = (100 ADL) /100 X ( RM + FM ) ADL = (M2 M3/M3 M1) x 100 (M2 /M3 Acuan Standard ISO 589-2008E 589-2008E Pengujian ini di lakukan pada sample ukuran terbesar 4,75 mm dengan bobot 5 gr pada suhu 105 - 107C 107 pengeringan dengan gas nitrogen selama 5 jam. jam.
15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

ALAT ALAT YG DIBUTUHKAN Minimum Free Oven Petridish Analytic Balance Tray Gegep 30 cm Gas Nitrogen

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Tujuan
Untuk menghitung kadar air kelembaban keseluruhan pada satuan massa sample. sample. Sebagai parameter dalam basis pelaporan dari Adb ke Ar. Ar. Untuk membantu dalam menentukan residual moisture. moisture. Sebagai pembanding dengan harga residual moisture. moisture. Untuk mengetahui kebenaran hasil pengujian dalam basis Ar. Ar.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Dalam pengujian TM ada dengan metode inhause ( rapid ) dan dengan konvensional methode, kedua pengujian itu biasa di lakukan dalam suatu laboratorium, Rapid untuk mengejar waktu operasional. operasional. Hasil pengujian Rapid dengan Standard harus mendekati, MTB 0,2% - 0,3 % atau masih dalam control chart. chart.

No 1 2 3

Product
G o l d T r a n s 3 1 7 c o m p o s i t e G o l d T r a n s 3 0 7 c o m p o s i t e G o l d T r a n s 3 1 3 c o m p o s i t e

T m R a p i d ( % A r )

T M A r

12,8 11,2 10,9

12,3 11,3 10,13

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

MTB 0,2 % - 0,3 % , Bias 0,1 0,7 %


13 12,5 12 11,5 11 10,5 10 105
15/03/2012
Rapid

12,8 12,3

TM

11,3

11,2
Rapid

10,8 10,13
Rapid

160

105

160

105

160

Sucofindo SBU Mineral

14 12 10 8 6 4 2 0 -2 GT 313 GT 317 GT 307

TM RAPID TM DISPUTE

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Control Chart
14 13,5 Analysis Result 13 12,5 12 11,5 11 10,5 10 0 2 4 n 6 8 10
Hasil Uji Replikasi Random Value Action Level

Warning Level

Control Level

Average /Mean

Akurat tapi tidak Presisi


Pengujian pada salah satu sample dengan harga rata 12,3 terhadap hasil pengujian replikasi

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Residual Moisture
Pengujian pada sample batubara untuk di ketahui kadar air sisa dalam batubara. Acuan Standard ( Standard Reference ) ISO 589 : 2008E ASTM D 3302 /3302M 210 Hubungan TM, IM dan RM
Coal profile RM IM
15/03/2012
0,212 mm

FM
4,75 mm

Sucofindo SBU Mineral

Pengujian pada sample top size 4,75 mm dengan bobot 10 gr yang diletakan pada crucible porcelain kemudian dimasukan ke dalam MFS dengan gas Nitrogen pada temperature 105 -107C selama 5 jam. 107 jam. AlatAlat-alat yang dibutuhkan MFS ( Minimum Free Space ) Oven. Analytic Balance Petridish 80 mm Pinset Gegep 15 cm Gas Nitrogen Densikator

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Tujuan
Untuk mengetahui kadar air sisa dalam batubara. batubara. Untuk mengetahui harga Total Moisture. Moisture. Sebagai pembanding dengan hasil analisa pada Total Moisture. Moisture. Untuk mengetahui kebenaran seluruh hasil analisa Proximate dalam basis Ar. Ar. Untuk mengetahui harga FM. FM.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Contoh Quality Produk


No 1 2 3 4 Product SL 1 A SL 1 B SL 1 C SL 1 D
RM ( % Ar )

13,8 12,4 14,9 12,7

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

14 13,5 13 12,5 12 11,5 RM SL 1 B SL 1 A SL 1 D SL 1 C

SL 1 A SL 1 B SL 1 C SL 1 D

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

17 16 15 14 13 12 11 10 9 1
RM

1,5

2,5
Warning Level

3,5
Control Level

Action Level

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Performance
14,5 14 13,5 13 RM 12,5 12 11,5 11 10,5 10 1 2 n
Sucofindo SBU Mineral

RM

15/03/2012

Moisture
Pengujian pada satuan massa sample batubara untuk mengetahui kandungan kadar air terikat pada batubara. batubara. Acuan Standard ( Standard Reference ) ISO 1722 : 1999 ASTM 2173 : 2003 ( Reapproved 2008 ) Pengujian pada sample dilakukan dengan menggunakan sample dengan ukuran terbesar 0,212 mm dengan bobot 1 gr pada petridish yang di keringkan dengan MFS pada suhu 105 105C hingga 110C, selama 3 jam ( ISO ). 110

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

AlatAlat-alat yg dibutuhkan
MFS Petridish 40 mm Pinset Analytic Balance Gegep 15 cm Gas Nitrogen Deksikator
Sucofindo SBU Mineral

15/03/2012

Quality Product
N o 1 2 3 4 5 Product SM A SM B SM C SM D SM E
M Rapid ( % Ad ) M ( % Ad )

6,1 6,3 7,1 7,1 7,1

7,2 6,5 7,56 6,7 6,4

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Chart M rapid Vs M
8 6 4 2
SM B SM A SM E SM D
M( % Adb ) M Rapid (% Adb )

SM C

M ( % Adb ) M Rapid( % Adb ) Dispute

Dispu te

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Quality Control
8,4 8,2 8 7,8 7,6 7,4 7,2 7 6,8 6,6 6,4 6,2 6 5,8 5,6 5,4 5,2 5 1 2 3 4 5

M rpd M Action Level Warning Level Control Level

M Rapid , not Acurate but Presisi M ,Acurate & Presisi


15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

Bias M rapid dengan M 8 7,8 7,6 7,4 7,2 7 6,8 6,6 6,4 6,2 6 5,8 5,6 5,4 5,2 5
105

Analysis Result

Rapid

Rapid

Rapid

Rapid

Te m p
15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

Rapid

160

105

160

105

160

105

160

105

160

Ash Content
Pengujian pada sample batubara untuk mengetahui kandungan abu dalam batubara. Pengujian ash content ini juga merupakan proses atau tahap awal dalam pengujian kandungan logam dalam abu dengan AAS ( Atomic Absorbtion Specktrophotometri ). Acuan standard ISO 1171 1997 ASTM D 3174 2004 Pengujian dilakukan pada sample batubara dengan bobot 1 gram dengan ukuran terbesar 0,212 mm yang diletakan krusible 40 mm dan dipanaskan dengan furnace AAF secara bertahap pada suhu 500C dengan waktu 1,5 jam kemudian suhu dinaikan s.d 850C selama 2jam.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

ALATALAT-ALAT YG DIBUTUHKAN

AAF Krusible 40 mm Analytic Balance Pinset Gegep 15 30 cm Tray

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

TUJUAN
Untuk mengetahui kandungan abu dalam batubara Sebagai syarat utama dalam melakukan uji abu seperti AFT dan AAS. AAS. Untuk mengetahui efisiensi pembersihan pada hasil pembakaran batubara dalam mesin pembakaran. pembakaran. Sebagai salah satu faktor dalam merancang ketel pembakaran Untuk mengetahui kualitas batubara, yang memiliki hubungannya dengan kalori ( niai pembakaran ). Untuk mengetahui kebenaran hasil pengujian proximate. proximate.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Quality Produk
No 1 2 3 4 5 6

Produk Criterz 1 Criterz 2 Criterz 3 Criterz 4 Criterz 5 Criterz 6

Ash (% Adb)

GCV ( % Adb )

3,34 1,54 3,58 2,59 3,40 8,97

6132 6081 6031 5894 5828 5493

Cat : produk di ambil berdasarkan analisa dengan melihat hasil2 yang di anggap memungkinkan dan bisa di terima.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Hubungan Ash dengan Calorie


6300 6200 6100 6000 5900 5800 5700 5600 5500 5400 -1

CV ( % Adb )

Ash Vs CV R = 0,872 Linear (Ash Vs CV)

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

VOLATILE MATTER
Pengujian pada sample batubara untuk mengetahui kandungan zat terbang pada batubara. batubara. Zat terbang juga merupakan senyawa lain yang terdapat pada batubara yang mudah terbakar dan menguap pada mesin pembakaran. pembakaran. Acuan Standard ASTM D 3175 : 2007 ISO 562 : 1998 Pengujian dgn menggunakan krusible porcelain atau platina yang telah di isi dengan sample batubara dgn bobot 1 gram yang kemudian dimasukan ke dalam furnace VM F, untuk metode ASTM selama 7 menit pada suhu 950C dilanjutkan dengan pendinginan selama 10 menit. ISO pada 950 menit. suhu 900C selama 7 menit dgn pendinginan selama 7 menit. 900 menit.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

ALAT ALAT YG DIBUTUHKAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Krusible porcelain VMF Analytic Balance Pinset Gegep 15 cm Tray/container

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

TUJUAN
Untuk mengetahui kandungan zat terbang pada batubara. Untuk mengetahui tingkat batubara dengan melihat perbandinganya dengan fixed carbon. Sebagai salah satu parameter untuk mengetahui harga atau nilai carbon tertambat ,dimana FC = 100 ash vm m. Untuk mengetahui kebenaran analisa proksimate. Untuk mengetahui tingkat kekokasan batubara.
15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

Fixed Carbon
Merupakan kandungan karbon yang tertambat pada batubara. Fixed Carbon batubara. atau Karbon tertambat adalah hasil dari analisa ash, volatile matter dan moisture. moisture. Tidak ada acuan standard ( no standard reference ) karena tidak menggunakan pengujian secara langsung pada sample batubara. batubara. Hasil atau jumlah carbon dalam batubara sama dengan nilai carbon pada pengujian ultimate dengan CHN analyzer. Nilai carbon pada batubara adalah analyzer. faktor yang menentukan nilai kalori. kalori.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

TUJUAN
Untuk mengetahui kandungan carbon dalam batubara. Untuk mengetahui tingkat atau jenis batubara. Sebagai pembanding untuk analisa ultimate Untuk mengetahui kebenaran hasil pengujian proksimate. Untuk mengetahui kisaran harga calorie.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

CALORIVIC VALUE
Pengujian untuk mengetahui nilai pembakaran pada batubara yang digunakan untuk atau sebagai persyaratan dalam penggunaanya. Nilai penggunaanya. kalori juga merupakan nilai yang digunakan untuk menentukan tingkatan jenis batubara selain jumlah karbon dan volatile. volatile. Acuan Standard ( Standard Reference ). ASTM 5865 ISO 1928 Pengujian dilakukan pada sample batubara dengan bobot 1 gr yang diletakan pada krusible platina ukuran 40 mm dimasukan ke dalam calorimeter parr dgn tabung yang telah diisi dengan oxygen, hasil dari pembakaran di koreksi dengan acid yang merupakan konversi dari total sulfur. sulfur.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Alat-Alat yg di Butuhkan
Kalorimeter Parr. Tabung untuk pembakaran sample. Krusible Platina. Analytic Balance. Pinset. Gas Oxygen. Timer. Presure Regulator & Gangue. Water handling & Cooler.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

TUJUAN
Untuk mengetahui nilai pembakaran pada batubara. Untuk mengetahui tingkat kematangan & jenis batubara. Untuk mengetahui kualitas batubara. Sebagai syarat utama dalam penggunaannya. Untuk mengetahui kisaran nilai jual produk.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Quality Product
No 1 2 3 4 5 6 7 Product (Bagaskara.R.ST & Yulie Kwan) A (Bagaskara.R.ST & Yulie Kwan) B (Bagaskara.R.ST & Yulie Kwan) C (Bagaskara.R.ST & Yulie Kwan) D (Bagaskara.R.ST & Yulie Kwan) E (Bagaskara.R.ST & Yulie Kwan) F (Bagaskara.R.ST & Yulie Kwan) G VM (%Adb) 40,04 40,04 39,7 40,2 40,8 39,2 40,04 FC (%Adb) 48,5 50,3 49,6 48,3 49,8 45,9 49,2 Call (%Adb) 6820 7027 6910 6784 6985 6477 6993

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Hubungan Calorie dgn FC


7100 7000 6900 CV 6800 6700 6600 6500 6400
45,5
15/03/2012

y = 127,3x + 644,4 R = 0,952

CV VS FC Linear (CV VS FC)

46,0

46,5

47,0

47,5

Sucofindo SBU Mineral

48,0

FC

48,5

49,0

49,5

50,0

50,5

51,0

Hubungan Calorie dgn FC/VM


7100 7000 6900 6800 6700 6600 6500 6400 1,2 1,16 1,17 1,18 1,19 y = 6099,x - 563,2 R = 0,724

CV

6820 Linear (6820)

FC/VM

Terlihat penyimpangan pada hasil analisa dalam satu produk perlu dilihat harga simpangan dengan variance yang ada

1,21

1,22

1,23

1,24

1,25

1,26

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Klasifikasi Tingkat Kematangan


No
1 2 3 4 5 6 7 8

Jenis Batubara
Kokas Antracite Semi Anthracite Semi Bituminous Bituminous ( Low Volatile ) Bituminous ( Medium Volatile ) Bituminous ( High Volatile ) Lignite

FC/VM
92 24 8,6 4,3 2,8 1,9 1,3 0,9

Untuk produk di atas dengan kisaran perbandingan FC/VM dengan harga 1,2 Termasuk Jenis Batubara Bituminous dgn High Volatile

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Ash Fusion Temperature


Pengujian pada abu batubara untuk mengetahui titik leleh abu, di lakukan untuk mengetahui efisiensi pembersihan pada batubara. Dengan melihat temperature batubara. dengan titik leleh abu terbagi menjadi dua yaitu pada atmosfer reduksi dan oxidasi, dimana reduksi 50% : 50% 50% 50% , Karbondioksida : Hidrogen sedangkan untuk Atmosfer oksidasi dengan 100% 100% gas karbondioksida. karbondioksida. Acuan Standard ( Standard Reference ) ISO 540 : 2008 ASTM D 1857 : 2004 Pengujian dilakukan pada sample hasil analisa ash content yang di haluskan sampai dengan ukuran 0,076 mm yang di letakan pada spatula kemudian dimasukan ke tanur dengan temp 800 C 1000 C, untuk reduksi dimasukan gas CO2 dengan CO2 kecepatan 200 ml/menit kemudian H dengan kecepatan yang sama, untuk oksida. oksida. Dengan kenaikan temperature s.d 1600C secara perlahan dan catat perubahan dan 1600 karakteristik dari lelehan abu tiap 5 menit. menit.
15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

ALATALAT-ALAT YG DI BUTUHKAN
Furnace AFT Mortar Spatula Gold & Nickel Wire ( 0,055 mm ) Aquades High Silicon Grease Gas Hidrogen Gas Karbondioksida Brass Cone Mould Test Sieve Cone Mold Thermo Couple Optical Pyrometer
Sucofindo SBU Mineral

15/03/2012

Tujuan
Untuk mengetahui titik leleh abu Untuk memberikan informasi dalam mengatasi slagging pada mesin pembakaran. Memberikan informasi dalam merancang ketel. Memberikan Informasi dalam mengatasi penumpukan abu yang kaitannya dgn pembersihan mesin boiler.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Karakteristik Titik Leleh Abu

Original 1321 C

Deformation

Sphere Ash Softening

Hemisphere

Flow Ash Temp 1461 C

Ash softening temperature lebih kecil dari temperature gas mengandung ash Maka akan menimbulkan kerak pada boiler 1321 C 1461 C Ash softening temperature lebih besar dari temperature gas mengandung ash Maka akan menimbulkan debu pada boiler
15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

Ash Analysis
Pengujian pada abu batubara untuk mengetahui kandungan unsur atau element yang mengandung logam atau non logam dalam abu. abu. UnsurUnsur-unsur yang mengandung logam dapat berupa TiO2, Al2O3, Fe2O3, Mn3O4. Sedangkan unsur-unsur yang mengandung non logam seperti SiO2, CaO, unsurMgO, Na2O, K2O, P2O5, SO3. Acuan Standard ( Standard Reference ) ASTM D 3682 01 Pengujian dilakukan pada sample dari hasil analisa ash content yang dilarutkan dengan lithium tetraborat yang telah dicampurkan dengan aquades kemudian di analisa dengan alat spectrophotometri dengan ion selective electrode dan larutan standard sesuai dengan kandungan unsur yang ingin diketahui. diketahui.
15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

Alat-alat yg dibutuhkan
Mesin AAS Ion Selective Electrode Larutan Standard ASCRM dan Unsur Krusible Platina Magnetic Stirrer HCL Larutan Lanthanum Gelas Piala Stirer Hotplate Labu Ukur 200 ml
Sucofindo SBU Mineral

15/03/2012

Tujuan
Untuk mendeteksi unsur-unsur yang mengandung oksida logam. Mengevaluasi potensi slaging dan fouling pada mesin pembakaran. Untuk mengevaluasi efisiensi pembersihan pada boiler. Untuk mengetahui ratio perbandingan unsur unsur yang mengandung asam dan basa. Untuk mengetahui tipikal slaging dan fouling index. Untuk mengetahui komposisi kimia pada abu batu bara.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Relative Density
Pengujian untuk mengetahui densitas relative pada batubara yang dikonversikan kedalam satuan gr/ml. Dilakukan dengan melihat ratio perbandingan batubara dengan massa air dalam satuan volume ( gr/ml ). Acuan Standard ( Standard Reference ) AS 1038.21 Pengujian dilakukan pada sample batubara dengan bobot 2 gr yang dimasukan ke dalam botol pignometer yang dicampur dengan air sabun terkalibrasi, yang kemudian di vacum dengan deksikator selama 15 menit dan kemudian dipanaskan dengan penangas air sampai suhu 25C.
15/03/2012 Sucofindo SBU Mineral

Alat-alat yg di Butuhkan
Krusible porcelain Analytic Balance Pinset Penangas Air Pignometer Air Sabun terkalibrasi Waterbath

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Crucible Swelling Number


Pengujian pada sample batubara untuk mengetahui tingkat kekokasan batubara. Dilihat pada hasil pemuaian batubara setelah dibakar dengan burner CSN. Acuan Standard ( Standard Reference ) ISO 501:1951 / ASTM D 720 1991 Pengujian dilakukan pada sample batubara dengan bobot 1 gr pada krusible 20 mm, yang dibakar dengan burner CSN selam 3 menit kemudian didiamkan selama 3 menit dan lihat profile atau wujud dari hasil pembakaran tersebut.

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Alat-alat yang dibutuhkan


Burner CSN Krusible Silica 20 mm Analytic Balance Pinset Swelling Number Index

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral

Tujuan
Untuk mengetahui tingkat kekokasan batubara Sebagai data pembanding untuk mengkorelasikan kematangan batubara dengan tingkat kekokasan batubara. Untuk mengetahui kualitas batubara

15/03/2012

Sucofindo SBU Mineral