Anda di halaman 1dari 76

BUKU I

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


ATAS LAPORAN KEUANGAN KOTA BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2008 DI BANDA ACEH

PERWAKILAN BPK-RI PROVINSI NAD DI BANDA ACEH

Nomor : 171.A/S/XVIII.BAC/07/2009 Tanggal : 23 Juli 2009

DAFTAR ISI LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2008 Halaman DAFTAR ISI LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN... LAPORAN KEUANGAN POKOK ............... 1. 2. 3. 4. Neraca Komparatif .... Laporan Realisasi APBD ...... Laporan Arus Kas ......... Catatan atas Laporan Keuangan .... i ii 1 1 3 5 7 29

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN .................

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman i dari iii

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, BPK telah memeriksa Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh Tahun Anggaran (TA) 2008 yang terdiri dari Neraca per 31 Desember 2008, Laporan Realisasi Anggaran TA 2008, Laporan Arus Kas TA 2008, dan Catatan atas Laporan Keuangan TA 2008. Laporan Keuangan tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Banda Aceh. Tanggung jawab BPK terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan. BPK melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan BPK merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi pengujian atas penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK yakin bahwa dasar pemeriksaan yang telah dilakukan memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Banda Aceh. Untuk memperoleh keyakinan memadai apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, BPK juga melaksanakan pengujian atas kepatuhan Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap peraturan perundang-undangan. Namun, tujuan pemeriksaan BPK atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tersebut. Oleh karena itu, BPK tidak menyatakan pendapat seperti itu. BPK telah melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh pada TA 2007 dengan opini Wajar Dengan Pengecualian. Opini tersebut diberikan karena terdapat indikasi double pencatatan aset tetap untuk barang yang sama dalam saldo awal aset tetap TA 2007. Pada pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008, Pemerintah Kota Banda Aceh telah melakukan inventarisasi ulang atas saldo awal aset tetap TA 2007. Menurut pendapat BPK, laporan keuangan yang disebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh per 31
Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD Halaman ii dari iii

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman iii dari iii

LAPORAN KEUANGAN POKOK 1. Neraca Komparatif PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH NERACA KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2007 (Audited)
Uraian 1 ASET LANCAR Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Piutang Pajak Persediaan Jumlah Aset Lancar INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Non Permanen Investasi Permanen Jumlah Investasi Jangka Panjang ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Jumlah Aset Tetap ASET LAINNYA Aset Lain-lain Kas Bon Jumlah Aset Lainnya JUMLAH AKTIVA PASIVA KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Utang Pajak Jumlah Kewajiban Jangka Pendek EKUITAS DANA LANCAR Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Pendapatan yang Ditangguhkan Jumlah Ekuitas Dana Lancar 2008 2 29.520.340.063,00 0,00 47.493.950,00 443.862.684,00 1.800.519.127,00 31.812.215.824,00 6.792.814.733,00 14.041.903.544,00 20.834.718.277,00 1.471.597.704.386,00 96.751.862.941,00 358.962.714.614,00 215.870.111.785,00 17.339.808.825,00 322.755.734,00 2.160.844.958.285,00 29.051.450.151,00 29.051.450.151,00 2.242.543.342.537,00

(dalam rupiah)
2007 3

40.440.573.822,00 242.183.403,00 15.759.000,00 1.696.811.425,00 2.866.165.355,00 45.261.493.005,00 6.250.220.608,00 14.041.903.544,00 20.292.124.152,00 1.445.013.258.013,00 91.063.149.738,00 336.445.872.380,00 195.297.849.425,00 4.572.838.000,00 0,00 2.072.392.967.556,00 29.090.450.151,00 29.090.450.151,00 2.167.037.034.864,00

0,00 0,00 0,00 29.520.340.063,00 443.862.684,00 1.800.519.127,00 47.493.950,00 31.812.215.824,00

0,00 3.427.652.815,00 3.427.652.815,00 37.255.104.410,00 1.696.811.425,00 2.866.165.355,00 15.759.000,00 41.833.840.190,00

1 EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya Jumlah Ekuitas Dana Investasi JUMLAH PASIVA

2 20.834.718.277,00 2.160.844.958.285,00 29.051.450.151,00 2.210.731.126.713,00 2.242.543.342.537,00

3 20.292.124.152,00 2.072.392.967.556,00 29.090.450.151,00 2.121.775.541.859,00 2.167.037.034.864,00

WALIKOTA BANDA ACEH

Ir. MAWARDY NURDIN, MEngSc

2. Laporan Realisasi Anggaran PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH LAPORAN REALISASI ANGGARAN Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 2008 (Audited) Uraian
1

(dalam rupiah)
Realisasi
3

Anggaran
2

%
4

PENDAPATAN DAERAH PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Pendapatan Asli Daerah Lainnya PENDAPATAN TRANSFER TRANSFER PEMERINTAH PUSAT - DANA PERIMBANGAN Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus TRANSFER PEMERINTAH PUSAT - LAINNYA Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian TRANSFER PEMERINTAH PROVINSI Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya JUMLAH PENDAPATAN DAERAH BELANJA DAERAH BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Bagi Hasil Pendapatan Lainnya Hibah Bantuan Sosial

45.000.000.000,00 23.303.000.000,00 13.024.624.500,00 1.000.0000.000,00 7.672.375.500,00 420.740.754.837,00 400.607.557.499,00 34.476.570.000,00 20.486.667.499,00 307.002.320.000,00 38.642.000.000,00 5.149.638.000,00 0,00 5.149.638.000,00 14.983.559.338,00 14.983.559.338,00 0,00 4.000.000.000,00 0,00 0,00 4.000.000.000,00 469.740.754.837,00

43.097.704.361,00 25.518.334.146,00 8.644.628.092,00 719.261.211,00 8.215.480.912,00 411.424.262.449,00 396.335.582.439,00 34.229.155.334,00 16.462.112.105,00 307.002.315.000,00 38.642.000.000,00 5.149.638.000,00 0,00 5.149.638.000,00 9.939.042.010,00 9.939.042.010,00 0,00 15.655.926.378,00 0,00 0,00 15.655.926.378,00 470.177.893.188,00

95,77 109,51 66,37 71,93 107,08 97,79 98,93 99,28 80,36 99,99 100,00 100,00 0,00 100,00 66,33 66,33 0,00 391,40 0,00 0,00 391,40 100,09

393.923.836.598,00 306.839.145.038,00 62.371.291.560,00 8.370.000.000,00 2.350.000.000,00 13.993.400.000,00

374.418.277.699,00 301.955.746.372,00 52.410.261.231,00 6.227.380.612,00 2.080.448.265,00 11.744.441.219,00

95,05 98,41 84,03 74,40 88,53 83,93

1 BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya BELANJA TAK TERDUGA Belanja Tak Terduga JUMLAH BELANJA DAERAH SURPLUS/DEFISIT PEMBIAYAAN DAERAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN Penggunaan SILPA PENGELUARAN PEMBIAYAAN Penyertaan Modal Pemerintah Daerah JUMLAH PEMBIAYAAN BERSIH SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN (SiLPA)

2 105.116.918.239,00 45.000.000.000,00 9.298.784.822,00 29.180.350.667,00 20.614.802.750,00 1.022.980.000,00 0,00 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00 500.040.754.837,00 -30.300.000.000,00

3 103.506.208.537,00 44.750.943.873,00 8.632.588.360,00 28.626.772.804,00 20.504.423.800,00 991.479.700,00 0,00 284.570.000,00 284.570.000,00 478.209.056.236,00 -8.031.163.048,00

4 98,47 99,45 92,84 98,10 99,46 96,92 0,00 28,46 28,46 95,63 26,51

60.093.200.151,00 60.093.200.151,00 700.000.000,00 700.000.000,00 59.393.200.151,00 29.093.200.151,00

37.551.503.111,00 37.551.503.111,00 0,00 0,00 37.551.503.111,00 29.520.340.063,00

62,48 62,48 0,00 0,00 62,48 101,46

WALIKOTA BANDA ACEH

Ir. MAWARDY NURDIN, MEngSc

3. Laporan Arus Kas PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2008 DAN 2007 (Audited) Uraian
1

Tahun 2008
2

(dalam rupiah) Tahun 2007


3

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Arus Masuk Kas Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain PAD yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hasil Pajak dari Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Lainnya dari Provinsi Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Bagi Hasil Pajak Belanja Bagi Hasil Pendapatan Lainnya Hibah Bantuan Sosial Belanja Tak Terduga Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan

25.518.334.146,00 8.644.628.092,00 719.261.211,00 8.215.480.912,00 34.229.155.334,00 16.462.112.105,00 307.002.315.000,00 38.642.000.000,00 0,00 5.149.638.000,00 9.939.042.010,00 0,00 0,00 0,00 15.655.926.378,00 470.177.893.188,00

15.812.025.530,00 6.930.661.811,00 769.657.037,00 7.346.688.044,00 31.749.074.651,00 16.592.223.809,00 308.839.000.003,00 34.098.000.000,00 6.377.713.930,00 5.000.000.000,00 14.642.553.498,00 14.882.006.677,00 0,00 0,00 3.364.464.547,00 466.404.069.537,00

301.955.746.372,00 52.410.261.231,00 0,00 6.227.380.612,00 2.080.448.265,00 11.744.441.219,00 284.570.000,00 374.702.847.699,00 95.475.045.489,00

265.917.470.537,00 54.184.601.228,00 4.990.000.000,00 450.000.000,00 2.707.550.000,00 12.202.535.362,00 97.431.075,00 340.549.588.202,00 125.854.481.336,00

0,00

0,00

44.750.943.873,00 8.632.588.360,00 28.626.772.804,00 20.504.423.800,00 991.479.700,00 103.506.208.537,00 (103.506.208.537,00)

52.244.543.713,00 22.287.688.470,00 28.263.125.320,00 45.760.371.885,00 315.844.000,00 148.871.573.388,00 (148.871.573.388,00)

1 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN Arus Masuk Kas Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) Penerimaan Pajak Koreksi SILPA Tahun Lalu Jumlah Arus Masuk Kas Arus Keluar Kas Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) Penyetoran Pajak Koreksi SILPA Tahun Lalu Jumlah Arus Keluar Kas Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran Kenaikan / Penurunan Kas selama Periode ini Saldo Awal Kas Saldo Akhir Kas Terdiri dari: Saldo Kas di Kas Daerah Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran

2 0,00 0,00

0,00 0,00 (0,00)

700.000.000,00 700.000.000,00 (700.000.000,00)

19.208.735.156,00 15.075.632.372,00 296.398.701,00 34.580.766.229,00

14.470.140.997,00 23.337.473.718,00 1.945.057.770,00 39.752.672.485,00

19.208.735.156,00 18.503.285.187,00 0,00 37.712.020.343,00 (3.131.254.114,00) (11.162.417.162,00) 40.682.757.226,00 29.520.340.064,00

14.470.140.997,00 25.654.626.786,00 29.090.450.151,00 69.215.217.934,00 (29.462.545.449,00) (53.179.637.501,00) 93.862.394.727,00 40.682.757.226,00

29.520.340.064,00 0,00

40.440.573.823,00 242.183.403,00

WALIKOTA BANDA ACEH

Ir. MAWARDY NURDIN, MEngSc

4. Catatan atas Laporan Keuangan 4.a. Kebijakan akuntansi Kebijakan akuntansi merupakan prinsip dasar konvensi aturan dan praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Pemerintah Kota Banda Aceh dalam pengelolaan keuangan daerah selalu mengikuti perkembangan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan berpedoman pada ketentuan yang diatur dalam peraturan. Penyusunan kebijakan akuntansi berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Akuntansi secara sederhana adalah suatu sistem informasi yang menggabungkan proses pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran, pelaporan data yang berkaitan dengan keuangan dari suatu entitas sehingga dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Akuntansi keuangan pemerintah meliputi semua kegiatan yang mencakup pengumpulan data, pengklasifikasian, pembukuan dan pelaporan atas transaksi keuangan pemerintah. Akuntansi keuangan pemerintah merupakan bagian dari disiplin ilmu akuntansi yang memiliki ciri-ciri tersendiri berbeda dengan akuntansi komersial yaitu: 1) Tidak bertujuan untuk mengukur laba; Tujuan pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga harus memberikan informasi keuangan mengenai sumber-sumber yang digunakan untuk pelayanan dan dari mana sumber-sumber tersebut diperoleh. 2) Tidak ada kepentingan pemilik; Pemerintah tidak memiliki kekayaan sendiri sebagaimana perusahaan. Bila aset melebihi hutang, maka kelebihan tersebut tidak dapat dibagikan kepada rakyat sebagaimana layaknya badan usaha komersial yang membagikan deviden pada akhir tahun buku; 3) Akuntansi anggaran. Akuntansi anggaran mencakup akuntansi atas estimasi pendapatan, appropriasi, estimasi pendapatan yang dialokasikan, otorisasi kredit anggaran (allotment) serta realisasi pendapatan dan belanja untuk pembuatan laporan yang menunjukkan/membuktikan ketaatan dengan syarat-syarat yang ditetapkan dalam dokumen otorisasi kredit anggaran (allotment) dan peraturan-peraturan pelaksanaan anggaran yang berlaku.

Entitas akuntansi dan entitas pelaporan keuangan daerah Entitas pelaporan adalah struktur organisasi pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan Perundang-Undangan wajib melaporkan pertanggung jawaban berupa Laporan Keuangan. Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai suatu entitas fiskal saat ini masih memberlakukan struktur organisasi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun

2000 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 50 Tahun 2001, yang terdiri dari dua Sekretariat, 16 Dinas Daerah, 10 Lembaga Teknis Daerah, dan sembilan kecamatan. Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, akan dilakukan restrukturisasi organisasi Pemerintahan Kota Banda Aceh guna mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance).

Basis akuntansi yang mendasari Laporan Keuangan Basis Akuntansi yang digunakan dalam Laporan Keuangan Pemerintah yaitu basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dalam Neraca. 1) Pengakuan Pendapatan Pendapatan diakui pada saat diterima pada rekening Kas Umum Daerah, akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya. 2) Pengakuan Belanja Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari rekening Kas Umum Daerah. 3) Pengakuan Investasi Pengeluaran untuk memperoleh investasi jangka pendek diakui sebagai pengeluaran kas pemerintah dan tidak dilaporkan sebagai belanja dalam laporan realisasi anggaran, sedangkan pengeluaran untuk memperoleh investasi jangka panjang diakui sebagai pengeluaran pembiayaan. Data akuntansi yang dilaporkan, dikaitkan dengan data non-finansial seperti data statistik memungkinkan instansi pemerintah untuk menilai efisiensi, sejauh mana sumbersumber daya yang ada telah dimanfaatkan secara ekonomis, dan penilaian efektivitas suatu instansi tersebut mampu memberikan pelayanan maksimal dengan sumber daya yang tersedia, termasuk menilai apakah hasil suatu program dapat mencapai konsekuensikonsekuensi yang dituju. Sebagai contoh program yang diluncurkan untuk menanggulangi kemiskinan, pemberantasan penyakit menular, pemberantasan kejahatan atau program penanggulangan putus sekolah apakah sudah berhasil sesuai dengan tujuannya. Dari ungkapan diatas secara eksplisit menjelaskan konteks penggunaan informasi akuntansi untuk mengevaluasi sejauh mana kebijakan publik dilaksanakan para pimpinan program dan mentaati pencapaian tujuan dengan batasan tingkat pendanaan yang ditetapkan. Dengan membandingkan angka-angka anggaran dengan realisasi, kita dapat menetapkan berapa jumlah yang dibelanjakan.

Basis pengukuran yang mendasari penyusunan Laporan Keuangan Basis pengukuran yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan adalah sebagai berikut: 1) Umur ekonomis terhadap aset tetap mengacu kepada peraturan perpajakan. 2) Gaji/honorarium dibayarkan berdasarkan ketentuan yang diatur.

3) Aset yang diluar anggaran Pemerintah Daerah diakumulasikan sebagai hibah. 4) Sistem pencatatan pengeluaran anggaran menggunakan otomatisasi sistem yaitu Program Akuntansi Keuangan Daerah (PAKD). 5) Sistem akuntansi Aset menggunakan program Aplikasi PAKD. 6) Persediaan dinilai berdasarkan hasil opname fisik persediaan pada akhir periode. 7) Penyajian pos-pos Laporan Realisasi Anggaran sebagaimana yang diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) mengacu kepada basis kas yaitu basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. 8) Penyajian pos-pos neraca sebagaimana yang diatur dalam pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) mengacu kepada basis akrual yaitu basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas.

Penerapan Kebijakan Akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintahan. Kebijakan akuntansi adalah mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah untuk tujuan umum dalam rangka meningkatkan keterbandingan Laporan Keuangan terhadap anggaran dan antar periode, yang meliputi atas Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan. 4.a.1). Neraca Unsur yang dicakup dalam Neraca terdiri dari aset, kewajiban dan ekuitas dana, yang masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut : a) Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah daerah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan atau sosial dimasa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang. b) Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah daerah. c) Ekuitas dana adalah kekayaan bersih pemerintah daerah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah daerah 4.a.2). Laporan Realisasi Anggaran Unsur yang dicakup dalam laporan realisasi anggaran terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan, yang masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut : a) Pendapatan adalah semua penerimaan kas daerah yang menambah ekuitas dana dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah daerah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah daerah. b) Belanja adalah semua pengeluaran kas daerah yang mengurangi ekuitas dana dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah daerah.

c) Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam pengganggaran pemerintah daerah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. 4.a.3). Laporan Arus Kas Unsur yang dicakup dalam Laporan Arus Kas terdiri dari penerimaan dan pengeluaran kas, yang masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut: a) Penerimaan Kas adalah semua aliran kas yang masuk ke kas daerah. b) Pengeluaran Kas adalah semua aliran kas yang keluar dari kas daerah. 4.a.4). Catatan atas Laporan Keuangan Catatan atas Laporan Keuangan mengungkapkan hal-hal sebagai berikut : a) Menyajikan informasi tentang ekonomi makro, kebijakan fiskal/keuangan dan pencapaiaan target APBD, berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target. b) Menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja selama tahun pelaporan. c) Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksitransaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya. d) Menyediakan informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

4.b. Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan Sesuai dengan Qanun Nomor 01 Tahun 2008 tanggal 24 Maret 2008 M/16 Rabiul Awal 1429 H tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Tahun Anggaran 2008, masing-masing Pendapatan Daerah ditetapkan sebesar Rp469.740.754.837,00, Belanja Daerah sebesar Rp500.040.754.837,00, Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp60.093.200.151,00 dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah sebesar Rp700.000.000,00. Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBK) Tahun Anggaran 2008 yang didasarkan atas : 1) Laju inflasi Tahun 2007 mencapai 11% (sumber data: BPS Kota Banda Aceh). 2) Pertumbuhan ekonomi regional Tahun 2007 mengalami pencapaian sebesar 6,35%. 3) Perbaikan dan pertumbuhan ekonomi meningkat pada Tahun 2008. 4) Tidak terjadi bencana alam. 5) Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar 39,66% dari Tahun 2007

Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan 4.b.1). Neraca Per 31 Desember 2008 4.b.1).a). Aktiva Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi/sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan untuk pemeliharaan sumber-sumber daya karena alasan sejarah dan budaya. Aset Pemerintah Kota Banda Aceh Tahun Anggaran 2008 terdiri dari: 4.b.1).a).(1). Aset Lancar Posisi aset lancar per 31 Desember 2008 sebesar Rp31.812.215.824,00 yang terdiri atas: 4.b.1).a).(1).(a) Kas Jumlah kas sebesar Rp29.567.834.013,00 terdiri atas: Saldo Kas di Kas Daerah per Rp29.520.340.063,00 ini meliputi: 31 Desember 2008 sebesar

Kas daerah yang tersimpan pada rekening giro bank umum (setelah rekonsiliasi) sebesar Rp24.520.340.063,00. Pengeluaran TA 2007 tanpa melalui SP2D untuk melunasi utang Persiraja sebesar Rp5.000.000.000,00.

Kas di Bendahara Penerima sebesar Rp47.493.950,00.

4.b.1).a).(1).(b) Piutang Pajak Piutang pajak sebesar Rp443.862.684,00 meliputi: - Piutang Pajak Hotel sebesar Rp383.362.684,00 - Piutang Pajak Restoran sebesar Rp60.500.000,00 4.b.1).a).(1).(c) Persediaan Persediaan sebesar Rp1.800.519.127,00 terdapat pada Dinas Kesehatan berupa Obat-obatan sebesar Rp1.227.068.931,00, RSU Meuraxa yaitu obatobatan sebesar Rp140.979.681,00, bahan kimia sebesar Rp380.228.015,00 dan Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Kelautan memiliki persediaan obat-obatan sebesar Rp52.242.500,00. 4.b.1).a).(2).Investasi Jangka Panjang Investasi Jangka Panjang Pemerintah Kota Banda Aceh per 31 Desember 2008 sebesar Rp20.834.718.277,00 terdiri dari: 4.b.1).a).(2).(a) Investasi Non Permanen sebesar Rp6.792.814.733,00 yang merupakan investasi berupa dana yang disisihkan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam rangka pelayanan masyarakat dalam bentuk bantuan modal kerja secara bergulir kepada masyarakat guna Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (PER) yang mekanisme penyalurannya melalui Bank penyalur sejak Tahun 2002 ditetapkan dalam suatu Surat Keputusan Walikota. Dana PER per 31

Desember 2008 dimaksud terdiri atas jumlah Saldo Kas dana PER seluruhnya Rp2.351.847.157,00 dan tunggakan pokok/jasa pada rekening masing-masing bank penyalur sebesar Rp4.440.967.576,00 dengan rinciannya yaitu dana pada rekening PT. Bank BPD Aceh sebesar Rp567.068.914,00 dengan jumlah tunggakan pokok/jasa sebesar Rp1.601.367.815,00, pada Bank BPRS Baiturrahman sebesar Rp1.589.720.213,00 dengan jumlah tunggakan pokok/jasa sebesar Rp1.736.761.003,00, serta Bank Mandiri Banda Aceh sebesar Rp195.058.030,00 dengan tunggakan pokok/jasa sebesar Rp1.102.938.758,00. (Rincian Lihat Lampiran) 4.b.1).a).(2).(b) Investasi Permanen sebesar Rp14.041.903.544,00 merupakan Investasi Jangka Panjang Pemerintah Kota Banda Aceh dalam bentuk penyertaan modal pada PT. Bank BPD Aceh per 31 Desember 2008. 4.b.1).a).(3). Aset Tetap Posisi Aset tetap per 31 Desember 2008 sebesar Rp2.160.844.958.285,00 yang terdiri atas Tanah sebesar Rp1.471.597.704.386,00, Peralatan dan Mesin sebesar Rp96.751.862.941,00, Gedung dan Bangunan Rp358.962.714.614,00, Jalan, Irigasi dan Jaringan sebesar Rp215.870.111.785,00, Aset Tetap lainnya sebesar Rp17.339.808.825,00 dan Konstruksi dalam Pengerjaan sebesar Rp322.755.734,00. Posisi aset tetap per 31 Desember 2008 mengalami kenaikan sebesar Rp88.451.990.729,00 dari posisi aset tetap per 31 Desember 2007 sebesar Rp2.072.392.967.556,00, kenaikan tersebut berasal dari belanja modal TA 2008 setelah penyesuaian sebesar Rp99.620.208.537,00 dan penyesuaian kembali saldo awal TA 2008 sebesar minus Rp11.168.217.808,00. 4.b.1).a).(4). Aset Lainnya Akun ini merupakan kas bon dari TA 1996 s.d. 2004 yang belum dipertanggungjawabkan per 31 Desember 2008 sebesar Rp29.051.450.151,00, dengan rincian sebagai berikut: (dalam rupiah)
No Uraian Jumlah Kas Bon Penyelesaian TA 2006 & 2007 1 Mantan Walikota (Drs. Zulkarnain) a. Kas Bon yang diambil secara langsung (2002-2003) b. Kas Bon melalui Bendahara (2001-2002) c. Kas Bon melalui Bendahara (2002-2004) 24,235,492,821.00 Penyelesaian TA 2008 Kas Bon Per 31 Desember 2007 24,235,492,821.00

18.411.479.050,00

2.156.396.242,00

3.667.617.529,00

Mantan Pj. Walikota (Drs. Syarifuddin Latif) (2004) Kas Bon pengadaan mobil DPRD (2002-2003) Kas Bon pihak ketiga a.n Bustami (Alm) (1996) Kas Bon Pribadi Pimpinan dan Anggota DPRD 1. M. Amin Said, SH (2000) 2. Razali Achmad (2001) 3. Drs. Haris Abdaly (2002)

70,617,877.00

70,617,877.00

2,788,711,000.00

2,788,711,000.00

20,000,000.00

20,000,000.00

61,750,000.00

61,750,000.00

24.500.000,00 17.250.000,00

24.500.000,00 17.250.000,00

20.000.000,00 325,000,000.00

20.000.000,00 3.000.000,00 322,000,000.00

Pihak ketiga 1. Drs. Sayed Ibrahim Zahier (2001) 2. Rukayah Naim (2002)

300.000.000,00

300,000,000.00

25,000,000.00 28,000,000.00 22,782,839.00 30,000,000.00 3,500,000.00 217,500,000.00 75,000,000.00 17,000,000.00 22,782,839.00 3,500,000.00 20,000,000.00

3,000,000.00 11,000,000.00

22,000,000.00 30,000,000.00 0

7 8 9 10 11

Ir. Nasruddin Daud, MSc (2003) Sekretariat Kota Banda Aceh (1998) Bagian Tata Pemerintahan (2002) Bagian Umum (2002) DPRD 1.Razaly Achmad (2002) 2.H. Muntasir Hamid (2002) 3. Nyak Umar (biaya studi banding) (2002)

25,000,000.00 25,000,000.00

172,500,000.00 50,000,000.00

120,000,000.00

20.000.000,00

100.000.000,00

22,500,000.00

22.500.000,00

12

Persiraja (2001-2004) Jumlah

1,412,128,453.00 29,215,482,990.00

0 125,032,839.00 39,000,000.00

1,412,128,453.00 29,051,450,151.00

Berdasarkan atas Hasil laporan Pemeriksaan Investigasi BPK-RI Tahun Anggaran 2004 Nomor: 376/S/XIV.1/11/2004 tanggal 30 Nopember 2004 diketahui bahwa terdapat Kas Bon sebesar Rp29.215.482.990,00. Kas Bon dimaksud telah diupayakan penyelesaiannnya sebesar Rp164.032.839,00 dan posisi terakhir per 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp29.051.450.151,00 meliputi atas pinjaman Almarhum Drs. Zulkarnain (Mantan Walikota Banda Aceh) sebesar Rp24.235.492.821,00 sedang dalam proses penyelesaian sesuai dengan surat BPK-RI Perwakilan Banda Aceh Nomor 043/S/XIV.9/11/2005 tanggal 22 November 2005 perihal jawaban atas permohonan penghapusan Kas Bon pada Pemerintah Kota Banda Aceh dinyatakan bahwa proses penyelesaiannya dapat dilakukan melalui Majelis Pertimbangan TP-TGR. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR), maka atas permohonan penghapusan TGR dari ahli waris Tanggal 8 Januari 2007 dan Surat Kepala Bawasda Kota Banda Aceh No.751.1/25/2006 tanggal 7 Februari 2007 tentang Hasil Penelitian Keadaan Sosial Ekonomi Ahli Waris serta Berita Acara Tim Majelis TPTGR Kota Banda Aceh, maka untuk tidak menjadi beban bagi kas Pemerintah Kota Banda Aceh serta dengan alasan yang bersangkutan (Drs. Zulkarnain) sudah meninggal dunia dan ahli waris yang bersangkutan tidak mampu melunasinya maka dapat dilakukan penghapusan TGR sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Berkas penghapusan TGR tersebut telah disampaikan kepada DPRK Banda Aceh dan telah dikeluarkan Keputusan DPRK No.11 Tahun 2008 tanggal 7 Juni 2008 yang merekomendasikan antara lain (1) agar dokumen TGR terlebih dahulu mendapat pertimbangan PUPN, (2) perlu dilakukan audit investigasi ulang oleh BPK-RI, (3) serta pendapat Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Dari ketiga rekomendasi tersebut, maka rekomendasi pertama telah mendapat jawaban dari PUPN dimana hal tersebut bukan merupakan kewenangan PUPN sementara rekomendasi kedua telah ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat ke BPK-RI No. 900/00485/2008 tanggal 18 Januari 2009 dan Surat No.900/02317/2008 tanggal 11 Maret 2008 dan telah mendapat jawaban dari BPK-RI dengan Surat No.262/S/XV.III.BAC/II/2008 tanggal 7 November 2008 yang menyatakan bahwa BPK-RI tidak akan melakukan audit lanjutan atas kas bon dimaksud dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian permasalahan tersebut kepada Pemerintah Kota Banda Aceh dan DPRK Banda Aceh sesuai dengan Peraturan Perundangundangan yang berlaku. Sementara terhadap sisa kas bon lainnya yang dapat dilakukan penagihan terus diupayakan penyelesaiannya. 4.b.1).b). Pasiva 4.b.1).b).(1). Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiaannya diharapkan mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Kewajiban Pemerintah Kota Banda Aceh per 31 Desember 2008 sebesar Rp0,00. 4.b.1).b).(2). Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Lancar adalah selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek, maka Ekuitas Dana Lancar Pemerintah Kota Banda Aceh per 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp31.812.215.824,00 yang terdiri atas Sisa

Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp29.520.340.063,00, Cadangan untuk Piutang sebesar Rp443.862.684,00, Cadangan untuk Persediaan Rp1.800.519.127,00 dan Pendapatan yang ditangguhkan sebesar Rp47.493.950,00. 4.b.1).b).(3). Ekuitas Dana Investasi Ekuitas dana investasi mencerminkan kekayaan pemerintah yang tertanam dalam aset non lancar selain dana cadangan, dikurangi dengan kewajiban jangka panjang. Ekuitas Dana Investasi Pemerintah Kota Banda Aceh per 31 Desember 2008 sebesar Rp2.210.731.126.713,00 yang diinvestasikan dalam Investasi jangka panjang sebesar Rp20.834.718.277,00, diinvestasikan dalam investasi Aset Tetap sebesar Rp2.160.844.958.285,00 dan diinvestasikan dalam aset lainnya (tidak termasuk dana cadangan) sebesar Rp29.051.450.151,00. 4.b.2). Laporan Realisasi Anggaran ( LRA) 4.b.2).a). Pendapatan Pendapatan Daerah sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran berjalan terealisir sebesar Rp470.177.893.188,00 atau 100,09% dari rencana sebesar Rp469.740.754.837,00 yang terdiri dari : (1) Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Asli Daerah Tahun 2008 mengalami kenaikan yang sangat signifikan dari target tahun 2007, yaitu sebesar Rp12.238.671.939,00 atau 39,66%. Kenaikan ini terutama bersumber dari pajak daerah sebesar 61,39% atau Rp9.706.308.616,00 dan dari retribusi daerah sebesar 24,73% atau Rp1.713.966.281,00. Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah mengalami penurunan dibandingkan dengan Tahun Anggaran 2007 yaitu 6,55% atau sebesar Rp50.395.826,00. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah mengalami kenaikan sebesar 11,83% atau Rp868.792.868,00. Pendapatan Asli Daerah Kota Banda Aceh sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2008 terealisir sebesar Rp43.097.704.361,00 dari yang direncanakan sebesar Rp45.000.000.000,00 atau 95,77% yang bersumber dari: (a) Pajak Daerah terealisir sebesar Rp25.518.334.146,00 dari rencana sebesar Rp23.303.000.000,00 atau 109,51%. Dari keseluruhan realisasi pajak daerah tersebut, yang tidak terealisir seluruhnya hanya Pajak Hotel yaitu sebesar 88,22% atau sebesar Rp6.476.558.882,00 dari yang direncanakan sebesar Rp7.341.000.000,00. Sedangkan yang terealisir seluruhnya yang bersumber dari Pajak Restoran sebesar Rp4.230.562.120,00 atau 132,21% dari yang direncanakan sebesar Rp3.200.000.000,00. Pajak Hiburan terealisir sebesar Rp170.525.650,00 atau 129,19% dari yang direncanakan sebesar Rp132.000.000,00. Pajak Reklame terealisir sebesar Rp4.139.178.769,00 atau 103,48% dari yang direncanakan sebesar Rp4.000.000.000,00. Pajak Penerangan Jalan Pelanggan PLN (PPJU) terealisir sebesar Rp10.293.278.725,00 atau 121,10% dari yang direncanakan sebesar Rp8.500.000.000,00. Pajak Parkir terealisir sebesar Rp90.150.000,00 atau 150,25% dari yang direncanakan sebesar Rp60.000.000,00 dan Pajak Sarang Burung Walet

terealisir sebesar Rp118.080.000,00 direncanakan sebesar Rp70.000.000,00.

atau

168,69%

dari

yang

(b) Retribusi Daerah terealisir sebesar Rp8.644.628.092,00 dari rencana sebesar Rp13.024.624.500,00 atau 66,37% yang terdiri dari Retribusi Jasa Umum terealisir sebesar Rp3.899.940.844,00 atau 56,75% dari yang direncanakan sebesar Rp6.871.800.000,00, Retribusi Jasa Usaha terealisir sebesar Rp1.848.679.398,00 atau 97,67% dari yang direncanakan sebesar Rp1.892.712.000,00 dan Retribusi Perizinan Tertentu terealisir sebesar Rp2.896.007.850,00 atau 67,98% dari yang direncanakan sebesar Rp4.260.112.500,00. (c) Hasil Perusahaan Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah terealisir sebesar Rp719.261.211,00 dari rencana sebesar Rp1.000.000.000,00 atau 71,93% yang merupakan pembagian deviden Tahun 2007 dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh. (d) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah terealisir sebesar Rp8.215.480.912,00 atau 107,08% dari yang direncanakan sebesar Rp7.672.375.500,00 yang terdiri dari Penerimaan Jasa Giro Kas Daerah terealisir Rp608.918.537,00 atau 67,11% dari yang direncanakan sebesar Rp907.288.000,00, penerimaan Bunga Deposito terealisir sebesar Rp1.455.276.823,00 atau 84,85% dari yang direncanakan sebesar Rp1.715.087.500,00, pendapatan dari Denda Retribusi terealisir sebesar Rp60.500.000,00 atau 121,00% dari yang direncanakan sebesar Rp50.000.000,00, pendapatan dari Pengembalian terealisir sebesar Rp2.203.957.843,00 atau 146,93% dari yang direncanakan sebesar Rp1.500.000.000,00, pendapatan dari Penerimaan Zakat terealisir sebesar Rp3.886.827.709,00 atau 111,05% dari yang direncanakan sebesar Rp3.500.000.00,00. (2) Pendapatan Transfer Transfer Pemerintah Pusat - Dana Perimbangan Tahun 2008 mengalami kenaikan dari realisasi Tahun 2007, yaitu sebesar Rp5.057.283.976,00 atau 1,29%, kenaikan ini terutama bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 13,33% atau sebesar Rp4.544.000.000,00 dan Bagi Hasil Pajak sebesar 7,81% atau sebesar Rp2.480.080.683,00. Sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2008 Pendapatan Transfer terealisir sebesar Rp411.424.262.449,00 dari yang direncanakan sebesar Rp420.740.754.837,00 atau 97,79% yang bersumber dari: (a) Bagi Hasil Pajak terealisir sebesar Rp34.229.155.334,00 atau 99,28% dari yang direncanakan sebesar Rp34.476.570.000,00 yang terdiri dari realisasi Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp19.806.187.427,00 atau 131,54% dari yang direncanakan sebesar Rp15.056.810.000,00, Bagi Hasil Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terealisir sebesar Rp4.396.825.572,00 atau 129,38% dari yang direncanakan sebesar Rp3.398.470.000,00 dan Bagi Hasil Pajak Penghasilan Orang Pribadi terutama PPh Pasal 21,25, dan 29 terealisasi sebesar Rp10.026.142.335,00 atau 62,58% dari yang direncanakan sebesar Rp16.021.290.000,00.

(b) Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam terealisir sebesar Rp16.462.112.105,00 dari rencana sebesar Rp20.486.667.499,00 atau 80,36% yang bersumber dari Bagi Hasil dari Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH) terealisir sebesar Rp425.479.774,00 atau 40,05% dari rencana sebesar Rp1.062.350.000,00; Bagi Hasil dari penerimaan Pungutan Hasil Perikanan terealisir sebesar Rp140.582.108,00 atau 40,15% dari rencana sebesar Rp350.110.000,00; Bagi Hasil dari Penerimaan dari Sektor Pertambangan Umum terealisir sebesar Rp15.896.050.223,00 atau 83,34% dari yang direncanakan sebesar Rp19.074.207.499,00. (c) Dana Alokasi Umum terealisir sebesar Rp307.002.315.000,00 atau 99,99% dari yang direncanakan sebesar Rp307.002.320.000,00. (d) Dana Alokasi Khusus terealisir sebesar Rp38.642.000.000,00 atau 100,00% yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Bidang Jalan yang terealisir sebesar Rp8.276.000.000,00 atau 100,00%, Dana Alokasi Bidang Kesehatan yang terealisir sebesar Rp6.293.000.000,00 atau 100,00%, Dana Alokasi Bidang Pendidikan yang terealisir sebesar Rp15.814.000.000,00 atau 100,00%, Dana Alokasi Bidang Kelautan yang terealisir sebesar Rp2.176.000.000,00 atau 100,00%, Dana Alokasi Bidang Air Bersih yang terealisir sebesar Rp2.328.000.000,00 atau 100,00%, Dana Alokasi Bidang Pertanian yang terealisir sebesar Rp3.027.000.000,00 atau 100,00% dan Dana Alokasi Bidang Lingkungan yang terealisir sebesar Rp728.000.000,00 atau 100,00%. (e) Dana Penyesuaian terealisir sebesar Rp5.149.638.000,00 atau 100%. (f) Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi terealisir sebesar Rp9.939.042.010,00 atau 66,33% dari rencana sebesar Rp14.983.559.338,00 yang bersumber dari Bagi Hasil dari Pajak Kendaraan Bermotor yang terealisir sebesar Rp2.329.085.468,00 atau 71,59% dari rencana sebesar Rp3.253.446.000,00; Bagi Hasil dari Bea Nama Kendaraan Bermotor yang terealisir sebesar Rp3.773.198.121,00 atau 78,63% dari rencana sebesar Rp4.798.973.155,00; dan Bagi Hasil dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang terealisir sebesar Rp3.836.758.421,00 atau 55,36% dari rencana sebesar Rp6.931.140.183,00. (3) Lain-lain Pendapatan yang Sah Pendapatan Daerah yang bersumber dari Lain-lain Pendapatan yang sah sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2008 terealisir sebesar Rp15.655.926.378,00 dari yang direncanakan sebesar Rp4.000.000.000,00 atau 391,40%. 4.b.2).b). Belanja Struktur Belanja dalam APBK Tahun Anggaran 2008 sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 terbagi kedalam 2 (dua) kelompok belanja yaitu Belanja Langsung yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa dan Belanja Modal sedangkan Belanja Tidak Langsung terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja Hibah,

Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan serta Belanja Tidak Terduga. Penyajian Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2008 Pemerintah Kota Banda Aceh menyajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, dimana belanja dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok belanja yaitu belanja Operasi, Belanja Modal, dan Belanja tak Terduga. Anggaran Belanja Daerah Tahun 2008 yang dialokasikan sebesar Rp500.040.754.837,00 mengalami penurunan sebesar Rp32.005.979.147,00 atau 6,02% dari Tahun 2007, realisasi Belanja sampai dengan berakhirnya tahun berjalan terealisir sebesar Rp478.209.056.236,00 atau 95,63% yang meliputi atas Belanja Operasi terealisir sebesar Rp374.418.277.699,00 atau 95,05% dari yang direncanakan sebesar Rp393.923.836.598,00, Belanja Modal terealisir sebesar Rp103.506.208.537,00 atau 98,47% dari yang direncanakan sebesar Rp105.116.918.239,00 dan Belanja Tak Terduga terealisir sebesar Rp284.570.000,00 atau 28,46% dari yang direncanakan sebesar Rp1.000.000.000,00. Realisasi Belanja Operasi sampai dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2008 terealisir sebesar 95,05%, yang terdiri atas: (1) Belanja Pegawai Belanja Pegawai direncanakan sebesar Rp306.839.145.038,00 terealisir sebesar Rp301.955.746.372,00 atau 98,41%. Realisasi belanja dimaksud meliputi Gaji dan Tunjangan PNS, Tambahan Penghasilan PNS, Belanja Penerimaan lainnya Pimpinan dan Anggota DPRD serta KDH/WKDH, Biaya Pemungutan Pajak Daerah, Honorarium PNS dan Non PNS, Uang Lembur, Belanja Beasiswa, Kursus, dan Pelatihan, dan Belanja Pendukung Pelaksanaan Kegiatan yang digunakan sebagai tambahan penghasilan dan peningkatan kesejahteraan berdasarkan pertimbangan yang objektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD Kota Banda Aceh sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Belanja Barang dan Jasa Belanja Barang direncanakan sebesar Rp62.371.291.560,00 terealisir sebesar Rp52.410.261.231,00 atau 84,03%. Realisasi belanja dimaksud meliputi Belanja Barang dan Jasa, Belanja Perjalanan Dinas dan Belanja Pemeliharaan, yang digunakan untuk kebutuhan nyata dalam rangka mengoptimalisasi fungsi dan tugas-tugas perangkat daerah dan kebutuhan rutin dinas dengan cara memprioritaskan pengeluaran-pengeluaran yang benar-benar urgen disertai dengan peningkatan disiplin anggaran. (3) Belanja Hibah Belanja hibah terealisir sebesar Rp2.080.448.265,00 atau 88,53% dari yang direncanakan sebesar Rp2.350.000.000,00. Realisasinya diperuntukan untuk membiayai pembayaran dalam bentuk bantuan kepada:

(a) Dewan Kesenian Kota Banda Aceh sebesar Rp250.000.000,00 sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah No. 7/PJ/2008 tanggal 8 April 2008 yang terealisir sebesar Rp125.000.000,00. (b) Badan Baitul Mal sebesar Rp400.000.000,00 sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah No. 12/PJ/2008 tanggal 8 April 2008 yang terealisir sebesar Rp400.000.000,00. (c) PKK Kota Banda Aceh sebesar Rp300.000.000,00 sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah No. 08/PJ/2008 tanggal 8 April 2008 yang terealisir sebesar Rp300.000.000,00. (d) Dharma Wanita Kota Banda Aceh Kota Banda Aceh sebesar Rp100.000.000,00 sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah No. 11/PJ/2008 tanggal 8 April 2008 yang terealisir sebesar Rp99.998.400,00. (e) Komite Pemilihan Umum (KPU) Kota Banda Aceh sebesar Rp800.000.000,00 sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah No.10/PJ/2008 Tanggal 7 April 2008, terealisir sebesar Rp706.689.175,00. (f) Majelis Adat Aceh Kota Banda Aceh sebesar Rp150.000.000,00 sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah N0. 09/PJ/2008 tanggal 8 April 2008, terealisir sebesar Rp149.995.500,00. (g) BKMT Kota Banda Aceh sebesar Rp100.000.000,00 sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah N0. 13/PJ/2008 tanggal 8 April 2008, terealisir sebesar Rp48.923.000,00. (h) Dekranas Kota Banda Aceh sebesar Rp250.000.000,00 sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah No. 14/PJ/2008, terealisir sebesar Rp249.842.190,00. (4) Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Sosial direncanakan sebesar Rp13.993.400.000,00 terealisir sebesar Rp11.744.441.219,00 atau 83,93%. Realisasi belanja dimaksud meliputi Belanja Bantuan kepada Organisasi Kemasyarakatan, Belanja Bantuan Keuangan kepada Partai Politik, serta Belanja Bantuan Keuangan dalam rangka penyaluran zakat, yang digunakan untuk membiayai kegiatankegiatan yang telah dialokasikan untuk keperluan organisasi kemasyarakatan yang di dasarkan atas kebutuhan nyata sesuai dengan tuntutan dan dinamika yang berkembang guna meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. (5) Belanja Bagi Hasil Pendapatan Lainnya Belanja Bagi Hasil Pendapatan Lainnya terealisir sebesar Rp6.227.380.612,00 atau 74,40% dari yang direncanakan sebesar Rp8.370.000.000,00. Realisasi tersebut meliputi Belanja Bagi Hasil Bantuan Keuangan kepada Desa terealisir sebesar Rp6.227.380.612,00 atau 78,63% dari yang direncanakan sebesar Rp7.920.000.000,00 adalah untuk bantuan Alokasi Dana Gampong (ADG) yang dibagi kepada 90 desa/kelurahan dalam lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

(6) Belanja Modal Belanja Modal direncanakan sebesar Rp105.116.918.239,00 terealisir sebesar Rp103.506.208.537,00 atau 98,47%, yang terdiri dari: Belanja modal pengadaan tanah sebesar Rp44.750.943.873,00. Belanja modal pengadaan Rp1.385.730.000,00. Alat-alat Angkutan Darat Bermotor

Belanja modal pengadaan Alat-alat Angkutan Darat Tidak Bermotor Rp43.112.500,00. Belanja modal Alat-alat bengkel Rp19.425.000,00. Belanja modal pengadaanAlat-alat pengolahan pertanian dan peternakan Rp39.800.000,00. Belanja modal pengadaan peralatan kantor Rp265.704.250,00. Belanja modal pengadaan perlengkapan kantor Rp936.110.550,00. Belanja modal pengadaan komputer Rp1.086.916.000,00. Belanja modal pengadaan mebeulair Rp700.203.200,00. Belanja modal pengadaan peralatan dapur Rp243.280.500,00. Belanja modal pengadaan Rp253.193.250,00. penghias ruangan rumah tangga

Belanja modal pengadaan Alat-alat Studio Rp299.224.060,00. Belanja modal pengadaan Alat-alat komunikasi Rp389.248.000,00. Belanja modal pengadaan Alat-alat kedokteran Rp2.418.661.050,00. Belanja modal pengadaan Alat-alat Laboratorium Rp551.980.000,00. Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Rp16.781.179.800,00. Belanja modal pengadaan konstruksi jaringan air Rp2.545.795.000,00. Belanja modal pengadaan penerangan jalan, taman dan hutan kota Rp950.000.000,00. Belanja modal pengadaan instalasi listrik dan telepon Rp227.449.000,00. Belanja modal pengadaan Rp28.626.772.804,00. konstruksi/pembelian bangunan

Belanja modal pengadaan buku/perpustakaan Rp123.750.000,00. Belanja modal pengadaan barang bercorak kesenian, kebudayaan Rp48.500.000,00. Belanja modal pengadaan hewan/ternak dan tanaman Rp745.369.700,00. Belanja modal pengadaan Rp14.860.000,00. Alat-alat olah raga dan kesehatan

Belanja modal pengadaan perikanan Rp59.000.000,00.

Realisasi belanja modal dimaksud digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang telah diproyeksikan dalam rangka penyediaan/

pengadaan sarana dan prasarana pemenuhan atas dasar kebutuhan dasar masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika yang berkembang untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Dari keseluruhan realisasi belanja modal tersebut, realisasi yang paling besar adalah belanja modal tanah sebesar Rp44.750.943.873,00 atau 43,23% dari total realisasi belanja modal sebesar Rp103.506.208.537,00 yang digunakan dalam rangka pembebasan/ganti rugi tanah untuk kepentingan umum dengan luas seluruhnya 135.488 M2 yaitu pertapakan terminal bus Kota Banda Aceh, pembangunan terminal type-A, pembangunan jalan tembus Tibang-Deah Raya-Alue Naga, pembangunan terminal L-300 Kelurahan Seutui, pelebaran jalan masuk L-300 Kelurahan Seutui, pelebaran jalan Sultan Iskandar Muda, perluasan SMPN 13 Banda Aceh, pembangunan Jalan Bahtera Kelurahan Mulia, pembangunan Jalan Emas Kelurahan Mulia, pembangunan pasar Kecamatan Lueng Bata, perluasan jalan menuju pelabuhan Ulee Lheue (laguna), pelebaran jalan masuk PLTD Apung, perluasan jalan T.A Jalil Kelurahan Kampung Baru, pertapakan puskesmas pembantu di Gampong Lampulo, pertapakan tanah rumah dinas tenaga medis Puskesmas Lampulo, pertapakan taman kanak-kanak di Gampong Lampulo, pembangunan jalan Lamteh Gp Blang Kecamatan Meuraxa, pengembangan kawasan wisata Ulee Lheue, perluasan pengembangan kawasan wisata kuliner Gampong Ulee Lheue, pembangunan gedung olahraga dan lapangan terbuka untuk penghijauan, pengembangan kolam ikan di areal gedung olahraga di gampong Tibang Kecamatan Syiah Kuala, perluasan Kantor Dinas P3K, penerusan jalan T.P Nyak Makam, perluasan jalan dan parit di Gp. Batoh Kecamatan Lueng Bata, pembangunan tanggul penahan ombak Alue Naga, pembangunan tanggul penahan air asin Gp. Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa, pembangunan kawasan wisata kuliner di Kelurahan Kuta Alam, perluasan SMPN 15 Banda Aceh di Gp. Lamjamee Kecamatan Jaya Baru, perluasan jalan Abdussalam Kecamatan Meuraxa, perluasan jalan menuju Simpang Rima Ulee Lheue di Kecamatan Meuraxa dan pembangunan terminal dan prasarana umum. (7) Belanja Tak Terduga Belanja Tak Terduga direncanakan sebesar Rp1.000.000.000,00 terealisir sebesar Rp284.570.000,00 atau 28,46% digunakan untuk keperluan bantuan musibah kebakaran yaitu di Lamsepeung sebesar Rp14.000.000,00, Kelurahan Kuta Alam sebesar Rp18.500.000,00, Kampung Lambaro Skep sebesar Rp10.000.000,00, TK Pemda Neusu sebesar Rp165.000.000,00 dan untuk operasional penanggulangan DBD sebesar Rp77.070.000,00. c) Pembiayaan Berdasarkan Laporan Realisasi Anggran TA 2008, realisasi pendapatan daerah sebesar Rp470.177.893.188,00, realisasi belanja sebesar Rp478.209.056.236,00 dan mengalami defisit anggaran sebesar Rp8.031.163.048,00. Defisit anggaran tersebut ditutupi dengan realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp37.551.503.111,00 (Rp37.255.104.410,00 + Rp296.398.701,00) yaitu setelah adanya penyesuaian untuk mengakui selisih lebih saldo awal kas tahun 2008. Sedangkan pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal Pemerintah Daerah pada Bank Pembangunan Daerah tidak direalisasikan. Sehingga SILPA Tahun

2008 sebesar Rp29.520.340.063,00 Rp37.551.503.111,00). 4.b.3). Laporan Arus Kas

(-Rp8.031.163.048,00

Laporan arus kas adalah suatu laporan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode tertentu. Penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan sebagai berikut: 4.b.3).a) Arus Kas aktivitas operasi Arus Kas aktivitas operasi Pemerintah Kota Banda Aceh meliputi Arus Kas Masuk dan Arus Kas Keluar dalam satu periode terhitung 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2008. Jumlah Arus Kas Masuk seluruhnya sebesar Rp470.177.893.188,00 yang diperoleh dari realisasi Pendapatan Pajak Daerah sebesar Rp25.518.334.146,00; realisasi Pendapatan Retribusi Daerah sebesar Rp8.644.628.092,00; realisasi Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan sebesar Rp719.261.211,00; realisasi Lain-lain PAD yang Sah sebesar Rp8.215.480.912,00; realisasi Dana Bagi Hasil Pajak sebesar Rp34.229.155.334,00; realisasi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam sebesar Rp16.462.112.105,00; realisasi Dana Alokasi Umum sebesar Rp307.002.315.000,00; realisasi Dana Alokasi Khusus sebesar Rp38.642.000.000,00; realisasi Dana Penyesuaian sebesar Rp5.149.638.000,00; realisasi Pendapatan Bagi Hasil Pajak dari Provinsi sebesar Rp9.939.042.010,00 dan realisasi Pendapatan Lainnya sebesar Rp15.655.926.378,00. Jumlah Arus Kas Keluar seluruhnya sebesar Rp374.702.847.699,00 yang terdiri atas realisasi Belanja Pegawai sebesar Rp301.955.746.372,00; realisasi Belanja Barang dan Jasa Rp52.410.261.231,00; realisasi Belanja Hibah sebesar Rp2.080.448.265,00; realisasi Belanja Sosial sebesar Rp11.744.441.219,00; realisasi Belanja Tak terduga sebesar Rp284.570.000,00 dan realisasi Belanja Bagi Hasil Pendapatan Lainnya sebesar Rp6.227.380.612,00. Maka Total Arus Kas Bersih dari Aktifitas Operasi adalah sebesar Rp95.475.045.489,00. 4.b.3).b). Arus Kas aktivitas investasi aset non keuangan Arus Kas aktivitas investasi aset non keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh meliputi Arus Kas Masuk dan Arus Kas Keluar dalam satu periode Tahun Anggaran berjalan. Jumlah Arus Kas Masuk dalam Tahun Anggaran berjalan tidak ada atau Nihil, dikarenakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh tidak menerima pendapatan yang bersumber dari penjualan aset pemerintah. Sedangkan Jumlah Arus Kas Keluar seluruhnya sebesar Rp103.506.208.537,00 yang terdiri atas realisasi Belanja Modal Tanah sebesar Rp44.750.943.873,00; realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp8.632.588.360,00; realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp28.626.772.804,00; realisasi Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan sebesar Rp20.504.423.800,00 dan realisasi Belanja Aset tetap Lainnya sebesar Rp991.479.700,00.

Maka Total Arus Kas Bersih dari aktivitas investasi aset non keuangan adalah minus sebesar (Rp103.506.208.537,00). 4.b.3).c). Arus Kas aktivitas pembiayaan Arus Kas dari aktivitas pembiayaan meliputi Arus Kas Masuk dan Arus Kas Keluar dalam satu periode tahun anggaran berjalan. Pemerintah Kota Banda Aceh dalam Tahun Anggaran 2008 tidak menerima dan melakukan pinjaman dalam bentuk apapun, sehingga Jumlah Arus Kas Masuk dari aktivitas pembiayaan tidak ada. Sedangkan dari arus kas keluar tidak ada. Maka Arus Kas Bersih dari aktivitas pembiayaan tidak ada 4.b.3).d). Arus Kas Aktivitas Non Anggaran Arus Kas dari aktivitas Non Anggaran meliputi Arus Kas Masuk dan Arus Kas Keluar dalam satu Tahun Anggaran berjalan. Jumlah Arus Kas Masuk seluruhnya adalah sebesar Rp34.580.766.229,00 yang terdiri atas : (1) Penerimaan Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) sebesar Rp19.208.735.156,00 yaitu terdiri dari penerimaan PFK PPh Pusat sebesar Rp3.860.645.710,00; penerimaan PFK Taperum sebesar Rp633.876.622,00 dan penerimaan PFK Iuran Wajib Pegawai (IWP) sebesar Rp14.714.212.824,00. (2) Penerimaan Pajak sebesar Rp15.075.632.372,00 yaitu terdiri dari penerimaan PPh 21 sebesar Rp6.145.155.302,00; penerimaan PPh 22 sebesar Rp1.045.451.604,00; penerimaan PPn sebesar Rp5.774.273.082,00 dan penerimaan PPh Pasal 23 sebesar Rp2.110.752.384,00. (3) Koreksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Rp296.398.701,00 merupakan koreksi positif yang didasarkan hasil pemeriksaan BPK-RI untuk mengakui selisih lebih saldo awal kas tahun 2008. Sedangkan jumlah Arus Kas Keluar seluruhnya sebesar Rp37.712.020.343,00 yang terdiri atas : (1) Penyetoran Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) sebesar Rp19.208.735.156,00 yaitu terdiri dari Penyetoran PFK PPh Pusat sebesar Rp3.860.645.710,00; Penyetoran PFK Taperum sebesar Rp633.876.622,00 dan Penyetoran PFK Iuran Wajib Pegawai (IWP) sebesar Rp14.714.212.824,00. (2) Penyetoran Pajak sebesar Rp18.503.285.187,00 yaitu terdiri dari Penyetoran Pajak PPh21 sebesar Rp6.451.720.858,00; Penyetoran PPh 22 sebesar Rp1.497.982.740,00; Penyetoran PPh 23 sebesar Rp2.291.285.483,00 dan Penyetoran PPn sebesar Rp8.262.296.106,00. Maka Total arus kas bersih dari aktivitas non anggaran adalah minus sebesar (Rp3.131.254.114,00).

Dari penjelasan atas komponen-komponen arus kas sebagaimana tersebut diatas, kenaikan dan penurunan kas selama periode Tahun Anggaran 2008 adalah minus sebesar (Rp11.162.417.162,00), Saldo Awal Kas sebesar Rp40.682.757.226,00 maka Saldo Akhir Kas per 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp29.520.340.064,00 (-Rp11.162.417.162,00 + Rp40.682.757.226,00), yang merupakan Saldo Kas di Kas Daerah. WALIKOTA BANDA ACEH

Ir. MAWARDY NURDIN, MEngSc

Lampiran
TABEL 1 LAPORAN PENYALURAN DAN PENGEMBALIAN DANA REVOLVING PER KOTA BANDA ACEH TAHUN 2002 S/D 2008 PADA PT. BANK BPD ACEH URAIAN Org (Rp) JUMLAH 2 3 4 5 Tahun 2002 Jatuh tempo 2004 (Tahap I-A) - Jumlah debitur 140 - Jumlah debitur macet 112 - Jumlah debitur lunas 28 - Jumlah dana disalurkan 871.100.000,00 - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 321.511.230,00 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 549.588.770,00 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 29.153.391,00 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 17.126.501,00 Tahun 2002 Jatuh tempo 2004 (Tahap II-A) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Tahun 2003 Jatuh tempo 2005 (Tahap II-B) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Tahun 2006 Jatuh tempo 2008 - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Jumlah debitur tahun 2002 s/d 2006 Jumlah debitur yang macet tahun 2002 s/d 2006 Jumlah debitur yang lunas tahun 2002 s/d 2006 Jumlah penyaluran tahun 2002 s/d 2006 Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 56 40 16 617.100.000,00 217.548.232,00 399.551.768,00 19.844.985,00 12.509.188,00 42 30 12 559.000.000,00 212.793.943,00 346.665.119,00 21.365.357,00 8.654.112,00 34 25 9 545.000.000,00 282.722.793,00 259.801.102,00 22.959.315,00 7.371.255,00 272 202 70 2.592.200.000,00 1.034.578.198,00 1.555.606.759,00 93.323.048,00 45.661.056,00 * *

No. 1 1.

2.

3.

TABEL 2 LAPORAN PENYALURAN DAN PENGEMBALIAN DANA REVOLVING PER KOTA BANDA ACEH TAHUN 2002 S/D 2008 PADA PT. BANK BPRS BAITURRAHMAN No. 1 1. URAIAN 2 Tahun 2002 Jatuh tempo 2004 (Tahap I-B) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Tahun 2002 Jatuh tempo 2004 (Tahap II-A) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Tahun 2003 Jatuh tempo 2005 (Tahap II-B) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Tahun 2003 Jatuh tempo 2005 (Tahap III-A) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Tahun 2006 Jatuh tempo 2008 - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Org 3 84 55 29 649.250.000,00 306.968.924,00 342.281.076,00 27.600.980,00 32.982.243,00 84 65 19 859.700.000,00 392.116.163,00 467.583.837,00 43.831.730,00 38.363.887,00 51 36 15 712.800.000,00 243.237.510,00 469.562.490,00 24.758.796,00 41.293.068,00 51 36 15 289.000.000,00 114.052.870,00 174.947.130,00 12.150.095,00 14.962.272,00 21 18 3 312.000.000,00 160.736.684,00 149.596.650,00 9.340.951,00 5.188.350,00 (Rp) 4 JUMLAH 5

2.

3.

4.

5.

Jumlah debitur tahun 2002 s/d 2006 Jumlah debitur yang macet tahun 2002 s/d 2006 Jumlah debitur yang lunas tahun 2002 s/d 2006 Jumlah penyaluran tahun 2002 s/d 2006 Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008

314 229 85 2.822.750.000,00 1.217.112.151,00 1.603.971.183,00 117.682.552,00 132.789.820,00 * *

TABEL 3 LAPORAN PENYALURAN DAN PENGEMBALIAN DANA REVOLVING PER KOTA BANDA ACEH TAHUN 2002 S/D 2008 PADA PT. BANK MANDIRI BANDA ACEH No. 1 1. URAIAN 2 Tahun 2002 Jatuh tempo 2004 (Tahap I-B) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Tahun 2002 Jatuh tempo 2004 (Tahap II-A) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Tahun 2003 Jatuh tempo 2005 (Tahap II-B) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Tahun 2003 Jatuh tempo 2005 (Tahap III-A) - Jumlah debitur - Jumlah debitur macet - Jumlah debitur lunas - Jumlah dana disalurkan - Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2008 - Jumlah pokok yang macet per 31-12-2008 - Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2008 - Jumlah jasa yang macet per 31-12-2008 Org 3 56 43 13 674.700.000,00 298.693.368,00 376.006.632,00 23.122.149,00 17.070.783,00 35 27 8 460.900.000,00 179.142.013,00 281.757.987,00 17.945.267,00 12.181.741,00 45 31 14 564.500.000,00 290.588.660,00 273.911.340,00 21.303.532,00 12.396.968,00 39 30 9 225.700.000,00 101.890.847,00 123.809.153,00 8.802.344,00 5.804.154,00 (Rp) 4 JUMLAH 5

2.

3.

4.

Jumlah debitur tahun 2002 s/d 2006 Jumlah debitur yang macet tahun 2002 s/d 2006 Jumlah debitur yang lunas tahun 2002 s/d 2006 Jumlah penyaluran tahun 2002 s/d 2006 Jumlah pengembalian pokok per 31-12-2007 Jumlah pokok yang macet per 31-12-2007 Jumlah pengembalian jasa per 31-12-2007 Jumlah jasa yang macet per 31-12-2007

175 131 44 1.925.800.000,00 870.314.888,00 1.055.485.122,00 71.173.292,00 47.453.646,00

* *

TABEL 4 LAPORAN SISA DANA PER TAHUN 2008 No. A. URAIAN PT. BANK BPD ACEH - No. Rekening Giro AC. 010.01.02.570494.8 - No. Rek. Angsuran Pokok AC. 010.202.03.12 - No. Rekening Jasa AC. 010.202.03.13 PT. BANK BPRS Baiturrahman - No. Rek. Angsuran Pokok AC. 270.01.06 - No. Rekening Jasa AC. 02.20.004356.0 PT. BANK MANDIRI Banda Aceh - No. Rek. Angsuran Pokok AC. 105.00.0231866.9 - No. Rekening Jasa AC. 1058.00.000.2228-5 TOTAL (Rp) 59.262.658,00 445.720.129,00 62.086.127,00 567.068.914,00 B. 1.465.934.351,00 123.785.862,00 1.589.720.213,00 C. 168.669.521,00 26.388.509,00 195.058.030,00 2.351.847.157,00 JUMLAH

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN

1. Dasar Hukum Pemeriksaan a. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; b. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; c. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; d. UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. 2. Tujuan Pemeriksaan Untuk memberikan opini atas tingkat kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan didasarkan kepada kriteria: a. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan atau prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan. b. Kecukupan pengungkapan (adequate disclosure). c. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. d. Efektivitas sistem pengendalian intern. 3. Sasaran Pemeriksaan Pemeriksaan LKPD TA 2008 meliputi pengujian atas : a. Penyajian saldo akun-akun dalam Neraca per 31 Desember 2008. b. Penyajian saldo akun-akun dan transaksi-transaksi pada Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan Arus Kas TA 2008 sesuai dengan SAP. c. Pengungkapan informasi keuangan pada Catatan atas Laporan Keuangan. d. Efektivitas desain dan implementasi sistem pengendalian intern termasuk pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya. e. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengujian atas Laporan Keuangan bertujuan untuk menguji semua pernyataan manajemen (asersi manajemen) dalam informasi keuangan, efektivitas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang undangan yang berlaku meliputi:

a. Keberadaan dan keterjadian


Bahwa seluruh aset dan kewajiban yang disajikan dalam Neraca per 31 Desember 2008 dan seluruh transaksi penerimaan, belanja dan pembiayaan anggaran yang disajikan dalam LRA TA 2008 benar-benar ada dan terjadi selama periode tersebut serta telah didukung dengan bukti bukti yang memadai.

b. Kelengkapan
Bahwa semua aset, kewajiban, dan equitas dana yang dimiliki telah dicatat dalam neraca dan seluruh transaksi penerimaan negara, belanja daerah dan pembiayaan yang terjadi selama Tahun 2008 telah dicatat dalam LRA.

c. Hak dan Kewajiban


Bahwa seluruh aset yang tercatat dalam neraca benar-benar dimiliki atau hak dari pemerintah daerah dan utang yang tercatat merupakan kewajiban pemerintah daerah pada tanggal pelaporan.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 29 dari 30

d. Penilaian dan Alokasi


Bahwa seluruh aset, utang, penerimaan dan belanja daerah, serta pembiayaan telah disajikan dengan jumlah dan nilai semestinya; diklasifikasikan sesuai dengan standar/ketentuan yang telah ditetapkan; dan merupakan alokasi biaya/anggaran TA 2008.

e. Penyajian dan Pengungkapan


Bahwa seluruh komponen laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan ketentuan dan telah diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. 4. Standar Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 dilakukan dengan berpedoman kepada Peraturan BPK-RI Nomor 01 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). 5. Waktu Pemeriksaan Jangka waktu pemeriksaan selama 40 hari, mulai tanggal 6 April s.d. tanggal 19 Mei 2009. 6. Objek Pemeriksaan Obyek pemeriksaan adalah Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008. 7. Batasan dan Kendala Pemeriksaan

Dalam rangka pelaksanaan salah satu tugas konstitusionalnya yaitu pemeriksaan atas Laporan Keuangan, BPK-RI masih menghadapi kendala bahwa perubahan struktur organisasi Pemerintah Kota Banda Aceh dan personil-personilnya mengakibatkan Tim BPK-RI kesulitan dalam memperoleh dokumen dan informasi.
.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 30 dari 30

BUKU II

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


ATAS

SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN KOTA BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2008 DI BANDA ACEH

PERWAKILAN BPK-RI PROVINSI NAD DI BANDA ACEH

Nomor Tanggal

: 171.B/S/XVIII.BAC/07/2009 : 23 Juli 2009

DAFTAR ISI LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2008 Halaman DAFTAR ISI.. RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LKPD TA 2008.. GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH TA 2008.. HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN Beberapa kegiatan penatausahaan dan pengelolaan keuangan daerah pada Pemerintah Kota Banda Aceh belum tertib ............................................................................................................ i ii

1 6 6

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LKPD TA 2008

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, BPK telah memeriksa Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh Tahun Anggaran (TA) 2008 yang terdiri dari Neraca per 31 Desember 2008, Laporan Realisasi Anggaran TA 2008, Laporan Arus Kas TA 2008, dan Catatan atas Laporan Keuangan TA 2008. Laporan Keuangan tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Banda Aceh. Tanggung jawab BPK terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan. BPK telah melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2007 dengan Opini Wajar Dengan Pengecualian. Atas pemeriksaan tersebut, BPK telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan yang memuat opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 dengan Nomor 171.A/S/XVIII.BAC/07/2009, tanggal 23 Juli 2009 dan Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan dengan Nomor 171.C/S/XVIII.BAC/07/2009 tanggal 23 Juli 2009. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 tersebut dilakukan berdasarkan pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK. Standar tersebut mengharuskan BPK untuk merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Standar tersebut juga mengharuskan BPK untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan. Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 yang ditemukan BPK adalah beberapa kegiatan penatausahaan dan pengelolaan keuangan daerah pada Pemerintah Kota Banda Aceh belum tertib.

GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH TA 2008
1.

Dasar Hukum Penyusunan Laporan Keuangan a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; b. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; c. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan; d. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

2.

Organisasi Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh dan Sekretariat DPRD Kota Banda Aceh telah diatur masing-masing dalam Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2001 dan Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2001 tanggal 23 Juli 2001. Berdasarkan Peraturan Daerah tersebut, organisasi Sekretariat Daerah dipimpin oleh Sekretaris Daerah dan dibantu oleh tiga Asisten dan 10 Kepala Bagian, sedangkan Sekretariat DPRD dipimpin oleh Sekretaris DPRD dibantu oleh tiga Kepala Bagian. Pada Tahun 2008 Pemerintah Kota Banda Aceh membentuk susunan organisasi sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 yaitu dengan Qanun Nomor 02 Tahun 2008 tanggal 30 Oktober 2008. Berdasarkan qanun tersebut susunan organisasi Sekretariat Daerah dipimpin oleh Sekretaris Daerah dibantu oleh tiga asisten dan delapan Kepala Bagian, sedangkan Sekretariat DPRD dipimpin oleh Sekretaris DPRD dibantu oleh empat Kepala Bagian. Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pemerintah Kota Banda Aceh berdasarkan qanun tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dipimpin oleh Kepala Dinas yang bertugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD). Dalam pelaksanaan kegiatan Kepala Dinas dibantu oleh Sekretariat yang membawahi tiga Sub Bagian yaitu Sub Bagian Umum, Sub Bagian Kepegawaian dan Sub Bagian Keuangan, dan enam Bidang terdiri dari Bidang Pendataan, Bidang Penagihan, Bidang Anggaran, Bidang Perbendaharaan, Bidang Akuntansi dan Pelaporan dan Bidang Aset serta UPTD dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Perbendaharaan terdiri dari Seksi Belanja Langsung, Belanja Tidak Langsung dan Seksi Penatausahaan Kas Daerah, Bidang Akuntansi dan Pelaporan terdiri dari Seksi Akuntansi, Seksi Pinjaman, Hibah dan Piutang Daerah dan Seksi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan, sedangkan Bidang Aset terdiri dari Seksi Penatausahaan Aset, Seksi Pemeliharaan dan Perawatan Aset dan Seksi Pemanfaatan, Pengendalian dan Penghapusan. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, pada TA 2008 Walikota Banda Aceh mengangkat beberapa pejabat yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan daerah yaitu sebagai berikut: a. Penunjukan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) selaku BUD dan Kuasa BUD Kota Banda Aceh Tahun 2008 melalui SK Walikota Nomor 08 Tahun 2008;

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 1 dari 7

b. Penunjukan Pengguna Anggaran/Barang, Kuasa Pengguna Anggaran/Barang, Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK-SKPD), Bendahara Penerimaan, Bendahara Penerimaan Pembantu, Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Pengeluaran Pembantu pada SKPD dalam jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 melalui SK Walikota Nomor 1 Tahun 2008 dan perubahannya.
3.

Kebijakan Dalam rangka tertib pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, Pemerintah Kota Banda Aceh dengan persetujuan DPRK Banda Aceh telah menetapkan Peraturan Daerah (Qanun) Nomor 01 Tahun 2007 tanggal 24 Januari 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, yang telah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dan Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 03 Tahun 2007 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah serta Peraturan Walikota Nomor 26 Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kota Banda Aceh. Dalam rangka menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Pemerintah Kota Banda Aceh telah menetapkan Peraturan Walikota Nomor 25 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang Disesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dan sebagai penjabarannya ditetapkan Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Opersional dan Prosedur (SOP) Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Banda Aceh. Dalam pelaksanaan peraturan tentang pengelolaan keuangan daerah tersebut, Walikota Banda Aceh telah menetapkan beberapa kebijaksanaan melalui surat keputusan, antara lain mengatur: a. Pengeluaran kas mendahului penetapan APBD TA 2008 untuk belanja yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui SK Walikota Nomor 2 Tahun 2008; b. Penetapan batasan jumlah SPP Uang Persediaan (SPP UP), SPP Ganti Uang Persediaan (SPP GU), dan SPP Tambahan Uang Persediaan (SPP TU) TA 2008 melalui Peraturan Walikota Nomor 7 Tahun 2008; c. Penunjukan Pejabat yang berwenang menandatangani Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA SKPD), Surat Penyediaan Dana (SPD), Surat Pertanggungjawaban (SPJ), Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP) pada lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 melalui SK Walikota Nomor 7 Tahun 2008; d. Penunjukan Lembaga Perbankan yang berfungsi dalam menyimpan dan penyaluran dana pada Kas Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 melalui SK Walikota Nomor 02 Tahun 2008; e. Penetapan Nomor Rekening Bank pada PT Bank BPD Aceh yang berfungsi dalam penyimpanan dan penyaluran dana pada SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui SK Walikota Nomor 03 Tahun 2008 dan perubahannya melalui SK Walikota No. 65 Tahun 2008. Namun demikian, masih terdapat kelemahan dalam pelaksanaan kebijaksanaan tersebut, yaitu terdapat realisasi belanja yang melebihi pagu anggaran.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 2 dari 7

4.

Prosedur Sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah Kota Banda Aceh telah mempedomani Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dan telah dituangkan dalam Peraturan Walikota Nomor 03 Tahun 2007 dan Peraturan Walikota Nomor 25 Tahun 2008. Peraturan Walikota tersebut menyajikan bagan alir proses pengelolaan keuangan daerah yang dibagi dalam lima kelompok, yaitu penyusunan rancangan APBD, dokumen pelaksanaan APBD, pelaksanaan dan penatausahaan penerimaan dan pengeluaran, akuntansi keuangan daerah dan pelaporan pelaksanaan APBD. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kelemahan, yaitu terdapat pertanggungjawaban atas pengeluaran belanja beasiswa sebesar Rp393.750.000,00 belum lengkap.

5.

Personalia Pengelolaan keuangan daerah dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Jumlah pegawai pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebanyak 100 orang yaitu berlatar belakang pendidikan Magister (S2) sebanyak lima orang, Sarjana (S1) sebanyak 51 orang termasuk sembilan orang bergelar Akuntan, Diploma III sebanyak 13 orang, SLTA sebanyak 29 dan lain-lain sebanyak 2 orang.. Untuk penyusunan Laporan Keuangan, dilakukan oleh Bidang Akuntansi dan Pelaporan pada umumnya telah memahami Standar Akuntansi Pemerintahan dan proses pembukuan yang sesuai dengan prinsip akutansi yang diterima umum. Hal tersebut terbukti dengan penyajian format Laporan Keuangan Kota Banda Aceh yang telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.

6.

Perencanaan Penyusunan Rancangan APBD Kota Banda Aceh dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: a. Penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Dalam menyusun rancangan KUA dan PPAS, Walikota Banda Aceh dibantu oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah. Walikota kemudian mengotorisasi rancangan KUA serta PPAS dan menyerahkan kepada DPRK. DPRK membahas rancangan KUA dan PPAS tersebut bersama Pemerintah Kota Banda Aceh hingga tercapai kesepakatan dan menghasilkan KUA serta Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) b. Penyiapan Pedoman Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD dalam bentuk Surat Edaran (SE) Walikota Banda Aceh c. Penyusunan RKA SKPD Berdasarkan SE Walikota Banda Aceh tentang Pedoman Penyusunan RKA SKPD, Kepala SKPD menyusun RKA masing-masing untuk kemudian diserahkan kepada Pejabat Pengelola Keuangan Darah (PPKD) dhi. Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh. d. Penyiapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 3 dari 7

PPKD menghimpun RKA SKPD yang telah disusun Kepala SKPD, kemudian menyerahkannya kepada TAPD untuk dilakukan pembahasan/asistensi. Pembahasan antara TAPD dan masing-masing SKPD dilakukan untuk melihat kesesuaian antara RKA SKPD dengan KUA, PPA, Tolok Ukur, Indikator Kinerja, SAB, Standar Harga, Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta sinkronisasi program dan kegiatan. RKA SKPD yang telah dibahas dan disepakati dikompilasi menjadi Raperda APBD oleh PPKD. Selanjutnya Raperda APBD tersebut diserahkan kepada Sekretaris Daerah dan Sekretaris Daerah menyampaikan kepada Walikota setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. e. Pembahasan Raperda APBD dan Penyusunan Rancangan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD Pemerintah Kota Banda Aceh bersama DPRK membahas kesesuaian antara Raperda APBD dengan KUA dan PPA. Setelah disepakati, DPRK dan Walikota membuat Persetujuan Bersama kemudian diserahkan kepada PPKD. Berdasarkan persetujuan bersama, PPKD menyiapkan Rancangan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD dan menyerahkannya kepada Walikota Banda Aceh. f. Evaluasi Raperda APBD dan Rancangan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD Raperda APBD dan Rancangan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD diserahkan kepada Gubernur NAD untuk dievaluasi kesesuaiannya dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Evaluasi Raperda. Setelah sesuai dengan Permendagri, Raperda APBD dan Rancangan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD diserahkan kembali kepada Walikota. g. Penetapan Perda APBD dan Peraturan Walikota Banda Aceh tentang Penjabaran APBD Walikota menetapkan Raperda APBD dan Rancangan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD menjadi Perda APBD dan Peraturan Walikota tentang Penjabaran APBD, kemudian disampaikan kepada Gubernur dan Menteri Dalam Negeri. Kelemahan yang masih ditemukan dalam pelaksanaan perencanaan APBD yaitu Perda APBD terlambat ditetapkan dan penganggaran untuk Belanja Bantuan Sosial serta Belanja Hibah tidak mengikuti ketentuan yang berlaku.

7.

Pencatatan Pencatatan atas transaksi keuangan daerah pada TA 2008 telah dilakukan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. Namun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan dalam pelaksanaan pencatatan BKU oleh Kuasa BUD dan pencatatan dalam Laporan Keuangan oleh Sub Bagian Pembukuan, yaitu masih adanya perbedaan Saldo Akhir Kas di Kas Daerah menurut BKU dan rekening koran akibat sisa dana pada kas daerah atas pekerjaan yang belum diselesaikan dan penetapan saldo awal pada BKU terlalu kecil.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 4 dari 7

8.

Pelaporan Pada TA 2008, seluruh SKPD telah mulai membuat Laporan Keuangan, yang terdiri dari Neraca SKPD dan LRA SKPD. Sedangkan penyusunan Laporan Keuangan konsolidasi pada Pemerintah Kota Banda Aceh secara keseluruhan dilakukan oleh Bidang Akuntansi dan Pelaporan. Namun meskipun seluruh SKPD telah membuat Laporan Keuangan, Bidang Akuntansi dan Pelaporan belum dapat menyusun laporan keuangan secara terintegrasi dengan seluruh Laporan Keuangan SKPD. Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi masih dilakukan dengan cara menginput seluruh bukti transaksi keuangan dalam aplikasi sistem akuntansi yaitu Program Akuntansi Keuangan Daerah (PAKD). Kompilasi Laporan Keuangan SKPD belum dapat dilakukan karena Pemerintah Kota Banda Aceh belum memiliki aplikasi sistem yang digunakan untuk mengkompilasi Laporan Keuangan SKPD sekaligus memungkinkan Sub Bagian Pembukuan untuk memantau dan memastikan keandalan Laporan Keuangan yang disusun oleh masingmasing SKPD. Dalam pelaksanaan pelaporan keuangan yaitu nilai aset tetap yang disajikan dalam Neraca Pemerintah Kota Banda Aceh belum menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

9.

Pengawasan Intern Kegiatan pengawasan intern pada Pemerintah Kota Banda Aceh dilaksanakan oleh Inspektorat Kota Banda Aceh dan Inspektorat Provinsi Aceh. Kegiatan pengawasan oleh Inspektorat Kota Banda Aceh telah dijabarkan dalam Program Kerja Pemeriksaan Tahunan (PKPT) yang disesuaikan dengan jumlah anggaran dan personil yang tersedia. Inspektorat Kota Banda Aceh telah melakukan review atas Laporan Keuangan TA 2008 sebelum disampaikan ke BPK-RI namun dalam mengintensifkan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK-RI belum maksimal

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 5 dari 7

HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN Berdasarkan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 dapat dikemukakan hal-hal yang perlu mendapat perhatian terkait ketidakpatuhan terhadap sistem pengendalian intern, yaitu : Beberapa kegiatan penatausahaan dan pengelolaan keuangan daerah pada Pemerintah Kota Banda Aceh belum tertib Pada TA 2008 Pemerintah Kota Banda Aceh telah melaksanakan pengelolaan Keuangan Daerah yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah atas semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang, termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut dalam kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kepala Daerah selaku kepala pemerintah daerah adalah Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah (PKPKD) dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Kepala Daerah selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah melimpahkan sebagian atau seluruh kekuasaannya kepada Sekretaris Daerah selaku Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah, Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD), Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selaku pejabat pengguna anggaran/pengguna barang. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas pengendalian intern pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh 2008 diketahui masih terdapat beberapa kelemahan, yaitu: a. APBD TA 2008 terlambat disahkan, yaitu ditetapkan pada tanggal 24 Maret 2008 dengan Qanun Nomor 01 Tahun 2008. b. Hasil pemeriksaan atas dokumen pengeluaran pada Bendahara Pengeluaran SKPD diketahui terdapat saldo kas pada rekening kas Bendahara Pengeluaran SKPD per 31 Desember 2008 sebesar Rp859.496.229,00 dengan rincian sebagai berikut: 1) Sekretariat Daerah sebesar Rp859.125.958,00
No/Tanggal SP2D SP2D 03613/SP2D/LS/2008 SP2D 05466/SP2D/LS/2008 SP2D 05686/SP2D/LS/2008 SP2D 06461/SP2D/LS/2008 25-Sep-08 03-Des-08 05-Des-08 16-Des-08 Uraian Belanja Hibah Majelis Adat Aceh Belanja Bantuan Gampong (ADG) Alokasi Dana Jumlah (Rp) 4.000.000,00 37.293.750,00 17.832.208,00 800.000.000,00 859.125.958,00 Tanggal pencairan 05/01/2009 05/01/2009 05/01/2009 05/01/2009

Belanja Bantuan Sosial Belanja pendampingan P2KP Jumlah

2) Kecamatan Ulee Kareng sebesar Rp370.271,00 untuk pembayaran telepon bulan Desember dan listrik bulan Oktober dan November. Jumlah sebesar Rp859.496.804,50 tersebut merupakan sisa dana yang ada pada bendahara pengeluaran untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang telah
Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD Halaman 6 dari 7

dipertanggungjawabkan pada TA 2008, namun baru dibayarkan setelah tahun anggaran berakhir. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan a. Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Keuangan Negara pasal 53 ayat (1) menyatakan bahwa bendahara penerimaan/bendahara pengeluaran bertanggungjawab secara fungsional atas pengelolaan uang yang menjadi tanggungjawabnya;

b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 19 menyebutkan Tahun Anggaran APBD meliputi masa 1 (satu) tahun mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Kondisi tersebut mengakibatkan pengeluaran kas sebesar sebesar Rp859.496.229,00 tidak memenuhi disiplin anggaran dan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah. Kondisi tersebut terjadi karena: a. Kepala Daerah dan DPRD dalam menetapkan rancangan peraturan daerah tentang APBD belum mengikuti ketentuan yang berlaku. b. Bendahara pengeluaran dalam melaksanakan tugasnya tidak mempedomani ketentuan yang berlaku. Atas temuan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh menyatakan bahwa keterlambatan penyampaian rancangan APBD disebabkan karena belum ada penetapan persetujuan bersama Kepala Daerah mengenai rancangan perda APBD, dan saldo kas per 31 Desember 2008 pada Bendahara Pengeluaran merupakan pengeluaran TA 2008 yang dibayarkan setelah tahun anggaran berakhir dan untuk masa mendatang hal tersebut akan menjadi perhatian. BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar: a. Melakukan upaya-upaya untuk mempercepat pembahasannya bersama-sama pihak DPRD. proses penyusunan APBD dan

b. Memerintahkan Sekretaris Daerah untuk menegur secara tertulis Bendahara Pengeluaran supaya dalam mengelola uang yang menjadi tanggungjawabnya dilaksanakan sesuai dengan kententuan yang berlaku.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 7 dari 7

BUKU III

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


ATAS
KEPATUHAN TERHADAP PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN KOTA BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2008 DI BANDA ACEH

PERWAKILAN BPK-RI PROVINSI NAD DI BANDA ACEH

Nomor

171.C/S/XVIII.BAC/07/2009 23 Juli 2009

Tanggal :

DAFTAR ISI
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2008

Halaman
DAFTAR ISI........ RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LKPD TA 2008 TEMUAN PEMERIKSAAN .. 1. 2. 3. Terdapat kas pada Bendahara Penerima pada empat SKPD yang terlambat disetor ke Kas Daerah sebesar Rp47.493.950,00. Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Terlambat diterima oleh Pemerintah Kota Banda Aceh................................................................................................................................... Terdapat keterlambatan pembayaran Surat Ketetapan Pajak Daerah sebesar Rp91.800.000,00 dan denda atas keterlambatan Sebesar Rp32.576.770,92 yang belum disetor ke Kas Daerah................................................................. Pengelolaan dana revolving Pengembangan Ekonomi Rakyat (PER) pada Pemerintah Kota Banda Aceh tidak tertib.............................................................. Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD sebesar Rp131.800.000,00 pada Sekretariat DPRK kurang tepat sasaran .......................................... Pertanggungjawaban atas pengeluaran Belanja Beasiswa pada Kantor Diklat dan Perpustakaan sebesar Rp393.750.000,00 belum lengkap...................................... Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan sebesar Rp343.321.000,00 tidak tepat sasaran ................................................................................................................................ Realisasi Belanja Hibah Pemerintah Kota Banda Aceh sebesar Rp199.140.000,00 tidak tepat sasaran...................................................................................................................... Belanja Modal pengadaan tanah sebesar Rp39.087.138.815,00 belum dilengkapi dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat....................................................................... i ii 1 1 3

5 7 10 12 14 16 17

4. 5. 6. 7. 8. 9.

LAMPIRAN

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

halaman i dari iii

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

RESUME HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LKPD TA 2008 Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, BPK telah memeriksa Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh Tahun Anggaran (TA) 2008 yang terdiri dari Neraca per 31 Desember 2008, Laporan Realisasi Anggaran TA 2008, Laporan Arus Kas TA 2008, dan Catatan atas Laporan Keuangan TA 2008. Laporan Keuangan tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Banda Aceh. Tanggung jawab BPK terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan. BPK telah melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2007 dengan Opini Wajar Dengan Pengecualian. Kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Pemerintah Daerah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah tersebut. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. BPK melakukan pengujian atas kepatuhan Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap peraturan perundang-undangan. Namun tujuan pemeriksaan BPK atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Oleh karena itu, BPK tidak menyatakan pendapat seperti itu. Atas pemeriksaan tersebut, BPK telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan yang memuat opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 dengan Nomor 171.A/S/XVIII.BAC/07/2009, tanggal 23 Juli 2009 dan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Pengendalian Intern dengan Nomor 171.B/S/XVIII.BAC/07/2009 tanggal 23 Juli 2009. Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan dalam pelaporan keuangan yang ditemukan BPK adalah sebagai berikut: 1. Terdapat kas pada Bendahara Penerima pada empat SKPD yang terlambat disetor ke Kas Daerah sebesar Rp47.493.950,00. 2. Penerimaan Pajak Penerangan Jalan terlambat diterima oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. 3. Terdapat keterlambatan pembayaran Surat Ketetapan Pajak Daerah sebesar Rp91.800.000,00 dan denda atas keterlambatan sebesar Rp32.576.770,92 yang belum disetor ke Kas Daerah.

TEMUAN PEMERIKSAAN Berdasarkan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2008 dapat dikemukakan hal-hal yang perlu mendapat perhatian terkait ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu sebagai berikut: 1. Terdapat kas pada Bendahara Penerima pada empat SKPD yang terlambat disetor ke Kas Daerah sebesar Rp47.493.950,00 Dalam Neraca TA 2008 terdapat Kas pada Bendahara Penerima sebesar Rp47.493.950,00. Berdasarkan pemeriksaan atas buku kas umum penerimaan dan rekening koran TA 2008 serta bukti setor TA 2009 diketahui terdapat empat SKPD yang terlambat menyetorkan penerimaan retribusi ke Kas Daerah, dengan rincian sebagai berikut:
No 1. 2. 3. 4. Nama SKPD Dinas Pasar Badan Pengelolaan Perparkiran (BPP) RSU Meuraxa Dinas Perhubungan Jenis Retribusi Retribusi Pelayanan Pasar Retribusi Parkir Retribusi Parkir Retribusi Pelayanan Kesehatan Retribusi Pelayanan Kesehatan Retribusi Terminal Retribusi Pelayanan Kepelabuhan Retribusi Izin Trayek Retribusi Pengujian Kendaraan bermotor Total Jumlah (Rp) 7.815.000,00 3.821.000,00 2.777.000,00 4.982.300,00 2.443.650,00 5.412.000,00 12.436.000,00 352.500,00 7.454.500,00 47.493.950,00 Diterima Penarikan 24/12/2008 30/12/2008 30/12/2008 30/12/2008 31/12/2008 31/12/2008 31/12/2008 31/12/2008 31/12/2008 Tanggal Setor 07/01/2009 06/01/2009 06/01/2009 05/01/2009 05/01/2009 06/01/2009 05/01/2008 05/01/2008 05/01/2008 Keterlambatan (hari) 6 4 4 3 2 3 2 2 2

Penerimaan retribusi yang terlambat tersebut telah disajikan dalam Neraca TA 2008 sebagai akun Kas pada Bendahara Penerima sebesar Rp47.493.950,00. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 57 ayat 2 yang menyatakan bahwa Bendahara penerimaan wajib menyetor seluruh penerimaannya ke rekening kas umum daerah selambatlambatnya dalam waktu 1 (satu) hari kerja. Kondisi tersebut mengakibatkan: a. Realisasi pendapatan daerah belum disajikan secara wajar. b. Penerimaan daerah tidak dapat segera digunakan untuk membiayai belanja daerah. Kondisi tersebut disebabkan oleh: a. Bendahara penerimaan lalai dalam menyetorkan penerimaan daerah ke kas daerah sesuai pedoman yang berlaku. b. Para Kepala SKPD selaku Atasan Langsung Bendahara Penerimaan yang bersangkutan lemah dalam melakukan pengawasan dan pengendalian. Atas temuan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh mengakui bahwa benar terdapat keterlambatan penyetoran penerimaan daerah atas empat SKPD ke Kas Daerah untuk tanggal 24 s.d. 30 Desember 2008. Hal tersebut disebabkan oleh penyetoran untuk tanggal tersebut yang tidak dapat dilaksanakan karena Bank BPD Capem Balai Kota telah melakukan penutupan kas pada tanggal 24 Desember 2008 sehingga penyetoran dilakukan pada tanggal 05 Januari 2009.
Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD Halaman 1 dari 18

a. b.

BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar: Memerintahkan Kepala Dinas Pasar, Kepala Badan Pengelolaan Perparkiran, Kepala RSU Meuraxa, dan Kepala Dinas Perhubungan untuk menegur secara tertulis Bendahara Khusus Penerimaan supaya menyetorkan pendapatan daerah secara tepat waktu. Menegur secara tertulis Kepala Dinas Pasar, Kepala Badan Pengelolaan Perparkiran, Kepala RSU Meuraxa, dan Kepala Dinas Perhubungan supaya meningkatkan pengendalian dan pengawasan.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 2 dari 18

2. Penerimaan Pajak Penerangan Jalan terlambat diterima oleh Pemerintah Kota Banda Aceh Pada TA 2008 Pemerintah Kota Banda Aceh telah menganggarkan penerimaan dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar Rp8.500.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp10.293.278.725,00 atau 121,10 % dari anggaran. Mekanisme pemungutan PPJ dituangkan dalam Naskah Kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan PT. PLN (Persero) Cabang Banda Aceh No. 6/PJ/2007007/545/BAC/2007 tanggal 20 Pebruari 2007 tentang Pemungutan, Penyetoran Pajak Penerangan Jalan, dan Pembayaran Rekening Listrik Pemerintah Kota Banda Aceh. Naskah Kerjasama tersebut antara lain menyebutkan bahwa PLN berkewajiban menyetorkan hasil pemungutan PPJ secara bruto ke Kas Pemerintah Kota paling lambat tanggal 20 setiap bulan setelah bulan pemungutan. Hasil pemeriksaan atas bukti-bukti penerimaan PPJ TA 2008, diketahui bahwa penerimaan PPJ dari PT PLN (Persero) Cabang Banda Aceh untuk Bulan Januari s.d. Desember 2008 mengalami keterlambatan antara 2 s.d.103 hari. Berdasarkan konfirmasi dengan PT PLN Cabang Banda Aceh diketahui bahwa PPJ disetorkan secara bruto ke Kas Daerah melalui BPD Cabang Banda Aceh. Adapun rincian setoran PPJ selama Tahun 2008 adalah sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tanggal Masuk Kas Daerah 30 April 2008 29 April 2008 29 April 2008 20 Juni 2008 23 Juni 2008 20 Agustus 2008 09 September 2008 14 Oktober 2008 22 Oktober 2008 3 Maret 2009 3 Maret 2009 14 April 2009 Keterangan PPJ bulan Januari 2008 PPJ bulan Februari 2008 PPJ bulan Maret 2008 PPJ bulan April 2008 PPJ bulan Mei 2008 PPJ bulan Juni 2008 PPJ bulan Juli 2008 PPJ bulan Agustus 2008 PPJ bulan September 2008 PPJU bulan Oktober PPJU bulan Nopember PPJU bulan Desember Jumlah Jumlah (Rp) 758,328,710.00 739,196,480.00 744,631,515.00 709,576,405.00 751,394,690.00 761,332,925.00 779,881,935.00 813,653,330.00 750,349,045.00 818,111,805.00 883,287,145.00 810,291,455.00 9,320,035,440.00 Keterlambatan (hari) 70 40 9 31 2 31 20 24 2 103 73 84

Kondisi tersebut di atas tidak sesuai dengan: a. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2002 tentang Pemungutan Pajak Penerangan Jalan pasal 4 ayat (2) yang antara lain menyebutkan bahwa penyetoran dilakukan paling lambat tanggal 20 pada bulan berikutnya. b. MoU antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan PT. PLN (Persero) Cabang Banda Aceh Nomor 6/PJ/2007-007/545/BAC/2007 tanggal 20 Pebruari 2007 tentang Pemungutan, Penyetoran Pajak Penerangan Jalan dan Pembayaran Rekening Listrik Pemerintah Kota Banda Aceh Pasal 4 ayat (4) poin b yang menyebutkan PLN berkewajiban menyetorkan hasil pemungutan PPJ secara bruto ke Kas Pemerintah Kota paling lambat tanggal 20 setiap bulan setelah bulan pemungutan. Kondisi tersebut mengakibatkan Pemerintah Kota Banda Aceh tidak dapat segera memanfaatkan uang daerah dari penerimaan PPJ untuk membiayai kegiatan daerah.
Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD Halaman 3 dari 18

Kondisi tersebut terjadi karena: a. PT PLN (Persero) Cabang Banda Aceh dalam menyetorkan PPJ tidak mematuhi MoU yang telah disepakati. b. Kepala Dinas Pendapatan Daerah selaku atasan langsung Bendaharawan lemah dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian. Atas temuan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh menyatakan bahwa keterlambatan penerimaan PPJ tersebut disebabkan oleh PT. PLN Cabang Banda Aceh tidak melakukan kewajibannya untuk menyetorkan hasil pemungutan PPJU secara bruto ke Kas Daerah paling lambat tanggal 20 setiap bulannya. Dan untuk selanjutnya, pihak Pemerintah Kota Banda Aceh akan melakukan koordinasi dengan pihak PT. PLN Cabang Banda Aceh. BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar: a. Menegur secara tertulis Kepala Dinas Pendapatan Kekayaan dan Aset Daerah (DPKAD) supaya di masa mendatang lebih optimal dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap penyetoran PPJ. b. Memerintahkan Kepala DPKAD menyurati PT PLN (Persero) Cabang Banda Aceh untuk menyetorkan PPJ sesuai MoU.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 4 dari 18

3. Terdapat keterlambatan pembayaran Surat Ketetapan Pajak Daerah sebesar Rp91.800.000,00 dan denda atas keterlambatan sebesar Rp32.576.770,92 yang belum disetorkan ke Kas Daerah Pada TA 2008, Pemerintah Kota Banda Aceh menganggarkan pendapatan daerah sebesar Rp45.000.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp43.097.704.361,00 atau 95,77% dari anggaran. Dari pendapatan tersebut dianggarkan pendapatan pajak daerah sebesar Rp23.303.000.000,00 dengan realisasi Rp25.518.334.146,00 atau 109,51% dari anggaran. Dari pendapatan Pajak Daerah tersebut dianggarkan Pajak Hotel dan Pajak Restoran dengan rincian sebagai berikut: No. 1. 2. Uraian Pajak Hotel Pajak Restoran Anggaran (Rp) 7.431.000.000,00 3.200.000.000,00 Realisasi (Rp) 6.476.558.882,00 4.230.562.120,00 % 87,16 132,21

Penetapan besaran pajak daerah di wilayah Kota Banda Aceh dilakukan berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD). DPKAD telah menerbitkan SKPD TA 2008 untuk hotel dan restoran masing-masing sebesar Rp5.504.282.078,00 dan Rp4.972.010.424,00. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1998 menyebutkan bahwa tarif pajak hotel dan restoran di Kota Banda Aceh ditentukan sebesar 10% dari penjualan kotor. Sedangkan keterlambatan atas pembayaran pajak hotel dan restoran dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan. Hasil pemeriksaan atas bukti penyetoran Pajak Hotel dan Pajak Restoran pada TA 2008 diketahui hal-hal sebagai berikut: a. Terdapat empat wajib pajak yang belum membayar Pajak Hotel s.d. pemeriksaan berakhir sebesar Rp17.400.000,00 dan denda atas keterlambatan yang berkisar 6 s.d. 14 bulan sebesar Rp3.388.000,00 (rincian lihat lampiran 1). b. Terdapat 23 wajib pajak yang belum membayar Pajak Restoran s.d pemeriksaan berakhir sebesar Rp74.400.000,00 dan denda atas keterlambatan yang berkisar 10 s.d. 14 bulan sebesar Rp9.459.000,00 (rincian lihat lampiran 2). c. Terdapat 18 wajib pajak yang mengalami keterlambatan pembayaran Pajak Hotel berkisar 1 s.d. 9 bulan sehingga harus dikenakan denda sebesar Rp63.389.580,50. Atas denda tersebut, telah disetor sebesar Rp43.659.809,58 sehingga sisa yang belum disetor sebesar Rp19.729.770,92 (rincian lihat lampiran 3). Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1998 tentang Pajak Hotel dan Restoran: a. Pasal 10 Ayat (3) yang menyatakan antara lain bahwa SPTPD harus disampaikan kepada Kepala Daerah selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah berakhirnya masa pajak; b. Pasal 11 yang menyatakan bahwa: 1) Ayat (1) yang menyatakan antara lain bahwa berdasarkan SPTPD, Kepala Daerah menetapkan pajak terutang dengan menerbitkan SKPD; 2) Ayat (2) yang menyatakan apabila SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak atau kurang dibayar setelah lewat waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak SKPD diterima dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan dan ditagih dengan menerbitkan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD). Kondisi tersebut mengakibatkan Pemerintah Kota Banda Aceh tidak dapat segera memanfaatkan pendapatan atas Pajak Hotel dan Pajak Restoran sebesar Rp91.800.000,00
Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD Halaman 5 dari 18

(Rp17.400.000,00 + Rp74.400.000,00) untuk membiayai belanja daerah. Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh kehilangan kesempatan memperoleh denda atas keterlambatan pembayaran Pajak Hotel dan Pajak Restoran sebesar Rp32.576.770.92 (Rp3.388.000,00 + Rp19.729.770.92 + Rp9.459.000,00). Kondisi tersebut terjadi karena: a. Kepala Bidang Penagihan kurang aktif dalam melakukan penagihan Pajak Hotel dan Pajak Restoran. b. Kepala DPKAD Kota Banda Aceh lemah dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian. Atas temuan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh mengakui keterlambatan atas pembayaran Surat Ketetapan Pajak Daerah tersebut dan hal tersebut akan menjadi perhatian untuk melakukan penagihan atas tunggakan tersebut. Sedangkan untuk pengenaan denda atas keterlambatan penyetoran pajak daerah ke Kas Daerah yang belum dipungut, hal tersebut terjadi karena sosialisasi terhadap pengenaan denda kepada Wajib Pajak terhitung mulai TA 2009 sehingga akan menyulitkan untuk menagih denda keterlambatan yang terjadi pada TA 2008. BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar: a. Memerintahkan Kepala DPKAD menegur secara tertulis Kepala Bidang Penagihan supaya dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memerintahkan Kepala Bidang Penagihan untuk memungut tunggakan sebesar Rp91.800.000,00 dan denda keterlambatan pembayaran Pajak Hotel dan Pajak Restoran sebesar Rp32.576.770.92 untuk selanjutnya disetor ke Kas Daerah dan copy bukti setoran disampaikan kepada BPK-RI. b. Menegur secara tertulis Kepala DPKAD untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 6 dari 18

4. Pengelolaan dana revolving Pengembangan Ekonomi Rakyat (PER) pada Pemerintah Kota Banda Aceh tidak tertib dan sebesar Rp4.440.967.576,00 macet Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menyalurkan dana yang berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banda Aceh melalui penguatan dan penanaman modal untuk memberdayakan kelompok usaha yang ada. Program tersebut adalah penyediaan kredit bagi masyarakat sehingga memungkinkan masyarakat terbantu/terfasilitasi dalam mengembangkan usaha yang telah ada. Progam penyaluran Dana PER dilaksanakan sejak Tahun 2002. Dana pinjaman tersebut harus dikembalikan oleh masyarakat penerima manfaat berupa cicilan pokok dan bunga dalam waktu sesuai dengan ketentuan. Dalam Neraca TA 2008, Pemerintah Kota Banda Aceh menyajikan dana PER per 31 Desember 2008 dalam akun Investasi Non Permanen sebesar Rp6.792.814.733,00. Jumlah saldo awal sebesar Rp10.000.000.000,00 dan penyaluran sejak tahun 2002 s.d. tahun 2006 sebesar Rp7.340.750.000,00, sedangkan masa jatuh tempo selama 24 bulan. Penempatan dan penyaluran dana tersebut dilaksanakan oleh tiga bank penyalur yaitu PT Bank BPD Aceh, PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan PT Bank Mandiri (aktif sebagai penyalur s.d TA 2004). Dasar perikatan dengan pihak debitur berupa akad kredit antara debitur dengan bank penyalur disertai agunan sebagai jaminan. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas pengelolaan kegiatan penyaluran dan pengembalian dana PER diketahui hal-hal sebagai berikut: a. Jumlah penyaluran dana PER s.d 31 Desember 2008 sebesar Rp7.340.750.000,00 dengan rincian sebagai berikut: 1) Penyaluran tahun 2002 sebesar Rp4.132.750.000,00 2) Penyaluran tahun 2003 sebesar Rp2.351.000.000,00 3) Penyaluran tahun 2006 sebesar Rp857.000.000,00 (rincian lihat lampiran 4) b. Pembentukan tim pengendali pengelolaan dana revolving melalui keputusan Walikota dilakukan hanya pada saat penyaluran dana PER sedangkan pemantauan pengembalian dana PER dilakukan oleh Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (BPMKS). c. Sampai dengan bulan Desember TA 2008 penerimaan cicilan dari 761 debitur atas pinjaman tahun 2002 s.d tahun 2006 sebesar Rp3.404.182.129,00 terdiri dari: 1) Penyaluran tahun 2002 sebesar Rp1.877.478.432,00 2) Penyaluran tahun 2003 sebesar Rp1.050.945.954,00 3) Penyaluran tahun 2006 sebesar Rp475.759.743,00 (rincian lihat lampiran 4) d. Jumlah tunggakan macet/berpotensi macet terdiri dari 562 debitur dengan nilai sebesar Rp4.440.967.576,00 terdiri dari: 1) Penyaluran tahun 2002 jatuh tempo tahun 2004 sebesar Rp2.547.004.413,00 2) Penyaluran tahun 2003 jatuh tempo tahun 2005 sebesar Rp1.472.005.806,00 3) Penyaluran tahun 2006 jatuh tempo tahun 2008 sebesar Rp421.957.357,00 (rincian lihat lampiran 4) Berdasarkan keterangan lisan Kepala BPMKS, tunggakan sebesar Rp4.440.967.576,00 belum dapat ditagih oleh pengelola disebabkan sebagian besar debitur tidak diketahui keberadaannya akibat bencana gempa dan tsunami.
Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD Halaman 7 dari 18

e. Dari Laporan Hasil Inventarisasi Debitur dana PER untuk penyaluran tahun 2002 dan 2003 yang dibuat tahun 2007 diketahui jumlah debitur yang macet pada sembilan kecamatan sebanyak 476 orang dengan jumlah tunggakan sebesar Rp3.728.607.632,00. Dari jumlah tersebut diketahui yang dapat ditelusuri keberadaannya sebanyak 324 orang terdiri dari 298 orang masih hidup dan 26 orang meninggal dunia sedangkan 97 orang belum dapat ditelusuri keberadaannya. Penyaluran dana PER untuk tahun 2006, BPMKS belum melakukan inventarisasi atas nama-nama debitur yang menunggak. f. BPMKS selaku pembina dan pengendali dana PER dalam mengelola dan menatausahakan kegiatan belum memadai diantaranya dokumen penyaluran dana PER untuk tahun 2002 dan 2003 seperti SK Walikota yang memuat nama-nama debitur, surat perjanjian Pemerintah Kota Banda Aceh dengan bank penyalur dan dokumen pendukung lainnya tidak dapat diperoleh. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 184 ayat (1) Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran, bendahara penerimaan/pengeluaran dan orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/barang/kekayaan daerah wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; b. Keputusan Walikota Banda Aceh No. 581/263/2006 tanggal 1 Mei 2006 tentang Pembentukan Tim Pengendali Pengelolaan Dana revolving Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kota Banda Aceh Tahun 2006 antara lain menyatakan bahwa tugas Sekretaris Pengelolaan Dana Revolving PER antara lain mempersiapkan dan melaksanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kesekretariatan dan administrasi dana revolving PER. Kondisi tersebut mengakibatkan: a. Daerah terlambat menerima pengembalian dana revolving untuk dapat disalurkan kembali kepada masyarakat. b. Terdapat tunggakan dana PER yang macet tahun 2002 dan tahun 2003 sebesar Rp4.019.010.219,00 (Rp2.547.004.413,00 + Rp1.472.005.806,00) dan tahun 2006 yang berpotensi macet sebesar Rp421.957.357,00. Kondisi tersebut terjadi karena: a. Walikota Banda Aceh selaku penanggung jawab tidak membentuk Tim Pengendali Pengelolaan Dana PER setiap tahun untuk memantau penyaluran dan pengembalian dana revolving PER. b. Kepala Kantor BPMKS tidak melakukan pengawasan dan pengendalian yang optimal atas pelaksanaan dana bergulir yang dikelolanya. Atas temuan tersebut, Kepala BPMKS menyatakan bahwa arsip Akad Kredit debitur tahun 2002 s.d. 2003 tidak dapat ditemukan karena hilang pada saat terjadi bencana tsunami. BPMKS juga menyatakan untuk selanjutnya akan berusaha untuk lebih optimal dalam penatausahaan administrasi kegiatan PER. BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar: a. Membentuk Tim Pengendali Pengelolaan Dana PER untuk memantau penyaluran dan pengembalian dana revolving PER. b. Menegur secara tertulis Kepala Kantor BPMKS untuk melakukan penatausahaan pengelolaan dana PER dengan baik serta segera mengupayakan pengembalian dana PER
Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD Halaman 8 dari 18

yang macet tahun 2002 dan 2003 sebesar Rp4.019.010.219,00 dan tahun 2006 sebesar sebesar Rp421.957.357,00 dari para debitur supaya disetorkan ke bank penyalur. c. Memerintahkan Kepala BPMKS untuk mengintensifkan upaya inventarisasi dan melengkapi arsip akad kredit debitur tahun 2002 dan 2003, untuk kejelasan status kredit dan upaya penagihannya.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 9 dari 18

5. Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD sebesar Rp131.800.000,00 pada Sekretariat DPRK kurang tepat sasaran Pada TA 2008 Pemerintah Kota Banda Aceh mengalokasikan Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD pada Sekretariat DPRK sebesar Rp201.600.000,00 dengan realisasi sebesar Rp151.200.000,00 atau 75% dari anggaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap bukti pertanggungjawaban atas pengeluaran Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD diketahui bahwa terdapat pengeluaran sebesar Rp131.800.000,00 yang digunakan untuk membiayai kegiatan yang kurang menunjang operasional pimpinan DPRD. Pengeluaran tersebut antara lain digunakan sebagai bantuan kepada organisasi kemasyarakatan, bantuan untuk perayaan HUT RI, bantuan secara perorangan yang tidak berkaitan dengan kegiatan pimpinan DPRD dalam hal melayani masyarakat. (rincian lihat lampiran 5). Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa bukti-bukti pertanggungjawaban atas pengeluaran-pengeluaran tersebut hanya berupa proposal pengajuan permohonan bantuan dan kuitansi tanda terima. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pengelompokan Kemampuan Keuangan Daerah, Penganggaran dan Pertanggungjawaban Penggunaan Belanja Penunjang Operasional Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Serta Tata Cara Pengembalian Tunjangan Komunikasi Insentif dan Dana Operasional Bab III tentang Penganggaran dan Pertanggungjawaban Belanja Penunjang Operasional Pasal 2 yang menyatakan BPO Pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipergunakan untuk: a. Representasi, antara lain menyampaikan berbagai informasi dan permasalahan yang ada di masyarakat, melaksanakan dan memasyarakatkan keputusan DPRD kepada seluruh Anggota DPRD. b. Pelayanan, antara lain untuk pelayanan keamanan dan transportasi. c. Kebutuhan lain, antara lain untuk mengikuti upacara kenegaraan, upacara peringatan hari jadi daerah, pelantikan pejabat daerah, melakukan koordinasi dan konsultasi kepada kepala daerah, musyawarah pimpinan daerah, dan tokoh-tokoh masyarakat, menjadi juru bicara DPRD dan pemberian bantuan kepada masyarakat/kelompok masyarakat yang sifatnya insidental. Kondisi tersebut Rp131.800.000,00. mengakibatkan pemborosan keuangan daerah sebesar

Kondisi tersebut disebabkan oleh: a. Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRK dalam melaksanakan tugasnya belum mempedomani ketentuan yang berlaku. b. Sekretaris DPRK dalam menyetujui pembayaran atas pengeluaran yang membebani Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD belum mempedomani ketentuan yang berlaku. Atas temuan tersebut, Sekretaris DPRD Kota Banda Aceh menyatakan bahwa untuk di masa mendatang akan berusaha untuk membebankan pengeluaran Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD sesuai dengan peruntukkannya.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 10 dari 18

BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar: a. Memerintahkan Sekretaris DPRK untuk menegur secara tertulis Bendahara Pengeluaran supaya dalam melaksanakan tugasnya mempedomani ketentuan yang berlaku. b. Menegur secara tertulis Sekretaris DPRK supaya dalam menyetujui pembayaran atas pengeluaran mempedomani ketentuan yang berlaku dan untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian dalam melaksanakan tugasnya.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 11 dari 18

6. Pertanggungjawaban atas pengeluaran Belanja Beasiswa pada Kantor Diklat dan Perpustakaan sebesar Rp393.750.000,00 belum lengkap Pada TA 2008 Kantor Diklat dan Perpustakaan Kota Banda Aceh mengalokasikan dana untuk Belanja Beasiswa Pendidikan PNS sebesar Rp659.500.000,00 dengan realisasi sebesar Rp417.750.000,00 atau 63,34% dari anggaran. Dana tersebut diantaranya dialokasikan untuk beasiswa pendidikan sebesar Rp393.750.000,00 yang diperuntukan untuk PNS di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang mendapat ijin tugas belajar atau sedang mengikuti pendidikan baik di tingkat Sarjana (S1) maupun Pasca Sarjana (S2) sebanyak 94 orang dan sebanyak dua orang untuk beasiswa non PNS dengan rincian sebagai berikut: a. Beasiswa Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) Jakarta Beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang belajar di IPMI (program S-1) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 420/307/2005 dikeluarkan pada bulan September 2008 tentang Penetapan Calon Mahasiswa Aceh dan Besarnya Beasiswa Untuk Belajar di IPMI Jakarta 2004-2005. Dalam Surat Keputusan dimaksud disebutkan bahwa biaya pendidikan pada tahun pertama dibebankan pada Pemerintah Provinsi NAD sedangkan untuk tahun ajaran berikutnya menjadi beban Pemerintah Kabupaten/Kota masing-masing. Berdasarkan keputusan tersebut Kota Banda Aceh mempunyai kewajiban untuk memberikan beasiswa kepada dua orang mahasiswa yaitu atas nama Muhammad Aldian dan Risha Lailita dengan besaran biaya pendidikan Rp25.000.000,00 dan uang saku sebesar Rp 4.000.000,00 per orang setiap tahun sampai masa pendidikan berakhir. b. Beasiswa tugas belajar Program Sarjana (S1) Pemerintah Kota Banda Aceh Beasiswa diberikan kepada 33 PNS di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang sedang mengikuti pendidikan Sarjana (S1) berdasarkan pengajuan permohonan beasiswa dari masing-masing orang dengan besaran beasiswa Rp750.000,00 per orang. c. Beasiswa tugas belajar Program Magister (S2) Pemerintah Kota Banda Aceh Beasiswa diberikan kepada 52 PNS di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang sedang mengikuti pendidikan Program Magister (S2) berdasarkan pengajuan permohonan beasiswa dari masing-masing orang dengan besaran beasiswa Rp3.000.000,00 per orang. d. Beasiswa pendidikan tugas belajar S2 Beasiswa diberikan kepada empat orang PNS di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang mendapatkan ijin tugas belajar berdasarkan Surat Keputusan Gubernur dengan besaran beasiswa Rp20.000.000,00 per orang setiap tahun selama dua tahun. e. Beasiswa pendidikan spesialis bagi PNS khusus Dokter Beasiswa diberikan kepada lima orang dokter di RSU Meuraxa yang sedang mengikuti tugas belajar Program Dokter Spesialis berdasarkan Surat Keputusan Walikota Nomor 234 tahun 2008 dengan besaran beasiswa Rp15.000.000,00 per orang setiap tahun. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen pertanggungjawaban pengeluaran Belanja Beasiswa Pendidikan PNS diketahui bahwa bukti pertanggungjawaban hanya sampai sebatas bukti permohonan pengajuan beasiswa, dan bukti kwitansi tanda terima dari masing-masing penerima bantuan tanpa dilengkapi bukti pelengkap seperti kuitansi pembayaran SPP, bukti laporan kemajuan akademik secara periodik sebagai alat monitoring bagi Kantor Diklat dan Perpustakaan atas keberlanjutan program beasiswa yg diberikan. a. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: Peraturan Menteri Dalam Negeri No 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Bagian Keempat tentang Pelaksanaan Anggaran Belanja Daerah pasal 132 ayat (1) yang menyatakan bahwa
Halaman 12 dari 18

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

b.

c.

d.

e.

setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. Keputusan Gubernur Nomor Peg. 826.1/47/2006 butir lima yang menyatakan bahwa selama melaksanakan tugas belajar wajib menyampaikan laporan kemajuan akademik secara tertulis pada setiap akhir semester kepada Walikota Banda Aceh dan tembusannya disampaikan kepada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam c.q. Kepala Biro Kepegawaian Setda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Keputusan Gubernur Nomor Peg. 826.1/006/2008 butir empat yang menyatakan bahwa selama melaksanakan tugas belajar wajib menyampaikan laporan kemajuan akademik secara tertulis pada setiap akhir semester kepada Walikota Banda Aceh dan tembusannya disampaikan kepada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam c.q. Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Keputusan Gubernur Nomor BKPP. 826.1/012/2008 butir empat yang menyatakan bahwa selama melaksanakan tugas belajar wajib menyampaikan laporan kemajuan akademik secara tertulis pada setiap akhir semester kepada Walikota Banda Aceh dan tembusannya disampaikan kepada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam c.q. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan. Keputusan Gubernur Nomor BKPP. 826.1/013/2008 butir empat yang menyatakan bahwa selama melaksanakan tugas belajar wajib menyampaikan laporan kemajuan akademik secara tertulis pada setiap akhir semester kepada Walikota Banda Aceh dan tembusannya disampaikan kepada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam c.q. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.

Kondisi tersebut mengakibatkan pengeluaran Belanja Beasiswa Pendidikan PNS sebesar Rp393.750.000,00 belum memenuhi syarat sahnya suatu pertanggungjawaban yang lengkap dan sah. Kondisi tersebut terjadi karena: a. Bendahara Pengeluaran pada Kantor Diklat dan Perpustakaan dalam mempertanggungjawabkan pengeluaran tidak mengikuti ketentuan yang berlaku. b. Kepala Kantor Diklat dan Perpustakaan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran lemah dalam melakukan pengendalian dan pengawasan. Atas temuan tersebut, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banda Aceh menyatakan bahwa untuk masa selanjutnya akan berusaha untuk memperbaikinya. BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar: a. Memerintahkan Kepala Kantor Diklat dan Perpustakaan untuk menegur secara tertulis Bendahara Pengeluaran supaya dalam mempertanggungjawabkan pengeluaran mengikuti ketentuan yang berlaku dan segera melengkapi pertanggunggjawaban beasiswa pendidikan sebesar Rp393.750.000,00. b. Menegur secara tertulis Kepala Kantor Diklat dan Perpustakaan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran untuk lebih meningkatkan pengendalian dan pengawasan dalam melaksanakan tugasnya.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 13 dari 18

7. Bantuan sosial organisasi kemasyarakatan sebesar Rp343.321.000,00 tidak tepat sasaran Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat dan partisipasi kegiatan sosial dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Kota Banda Aceh menganggarkan Belanja Bantuan Sosial Organisasi Kemasyarakatan sebesar Rp9.968.400.00,00 dengan realisasi sebesar Rp8.372.398.018,00 atau 83,99% dari anggaran. Pengelolaan kegiatan dilaksanakan oleh Bagian Bina Sosial Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh. Hasil pemeriksaan atas bukti pengeluaran Surat Pertanggungjawaban Belanja Bantuan Sosial diketahui bahwa dari realisasi pengeluaran bantuan sosial sebesar Rp8.372.398.018,00, diantaranya sebesar Rp343.321.000,00 digunakan untuk pengeluaran-pengeluaran yang tidak tepat sasaran, dengan rincian sebagai berikut: a. Bantuan kegiatan olahraga di luar kegiatan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebesar Rp107.750.000,00. b. Bantuan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh partai politik yang sudah mendapat kursi berupa bantuan sosial kepada Partai Politik sebesar Rp35.071.000,00. c. Bantuan yang diberikan kepada SKPD untuk menunjang kegiatan SKPD yang bersangkutan sebesar Rp200.500.000,00. (rincian lihat lampiran 6) Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 45 ayat (1) yang menyatakan bahwa bantuan sosial digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2008: 1) Bagian II angka 2 huruf b point 15 huruf c yang menyatakan bahwa bantuan sosial digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemberian bantuan sosial tersebut tidak secara terus menerus/tidak berulang setiap tahun anggaran, selektif dan memiliki kejelasan peruntukan penggunaannya. 2) Bagian II angka 2 huruf b point 15 huruf c yang menyatakan bahwa penyediaan anggaran untuk bantuan keuangan kepada partai politik mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2005 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengajuan, Penyerahan dan Laporan Penggunaan Bantuan Keuangan kepada Partai Politik, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2006, yang dianggarkan dalam bantuan sosial. Kondisi tersebut mengakibatkan pengeluaran belanja sebesar Rp343.321.000,00 membebani keuangan daerah/pemborosan serta membuka peluang penyalahgunaan dana daerah untuk tujuan di luar ketentuan yang berlaku. Kondisi tersebut terjadi karena Walikota dan Sekretaris Daerah yang menyetujui serta Kepala Bagian Bina Sosial yang mengusulkan pencairan bantuan tidak mempedomani ketentuan yang berlaku.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 14 dari 18

a. b.

c.

Atas temuan tersebut, Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh menyatakan bahwa: Bantuan sosial untuk kegiatan olah raga di luar kegiatan KONI diberikan lebih mengacu pada kebijakan kepala daerah dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan olah raga. Bantuan sosial untuk kegiatan politik kepada DPC Barisan Muda Penegak Amanat Nasional tidak diberikan kepada Partai Amanat Nasional (PAN) tetapi kepada Organisasi Barisan Muda Penegak Amanat Nasional. Sedangkan bantuan sosial yg ditujukan kepada DPP PPP diberikan guna mendukung kegiatan musyawarah kerja dan kegiatan lainnya yang mendukung program Pemerintah Kota Banda Aceh. Bantuan sosial untuk kegiatan SKPD diberikan untuk kegiatan SKPD yang dianggap layak dibantu sesuai dengan kebijakan kepala daerah. BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar: Di masa mendatang supaya lebih selektif dalam menyetujui pembayaran bantuan sosial. Menegur secara tertulis Sekretaris Daerah supaya dalam menyetujui pembayaran bantuan sosial mempedomani ketentuan yang berlaku. Memerintahkan Sekretaris Daerah untuk menegur Kepala Bagian Bina Sosial supaya dalam mengusulkan pencairan bantuan mempedomani ketentuan yang berlaku.

a. b. c.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 15 dari 18

8. Realisasi Belanja Hibah Pemerintah Kota Banda Aceh sebesar Rp199.140.000,00 tidak tepat sasaran Dalam rangka meningkatkan fungsi penyelenggaraan pemerintahan di daerah dan pelayanan umum kepada masyarakat, Pemerintah Kota Banda Aceh mengalokasikan Belanja Hibah sebesar Rp2.350.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp2.080.448.265,00 atau 88,53% dari anggaran yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional lembaga/organisasi penerima hibah. Dari jumlah tersebut sebesar Rp706.689.175,00 diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dalam bentuk bantuan uang yang digunakan untuk kegiatan operasional dan kegiatan rekruitmen dan penyaringan calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)/Komisi Independen Pemilihan (KIP) sesuai yang dipersyaratkan dalam Naskah Perjanjian Hibah No. 10/PJ/2008 tanggal 7 April 2008. Hasil pemeriksaan atas dokumen pertanggungjawaban belanja pada Sekretariat Daerah diketahui bahwa belanja Pegawai Sekretariat KPUD sebesar Rp199.140.000,00 yang dialokasikan antara lain untuk membayar tunjangan PNS dan gaji tenaga honorer Pemerintah Kota Banda Aceh yang diperbantukan pada Sekretariat KPUD. Belanja Pegawai Sekretariat KPUD tersebut seharusnya dianggarkan pada Belanja Pegawai Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Banda Aceh. (rincian lihat lampiran 7) Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, pasal 31 ayat (1) yang menyatakan bahwa belanja pegawai merupakan belanja kompensasi dalam bentuk gaji dan tunjangan serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kondisi tersebut mengakibatkan pengeluaran belanja hibah sebesar Rp199.140.000,00 tidak tepat sasaran. Kondisi tersebut disebabkan : a. Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kota Banda Aceh dalam menganggarkan belanja pegawai pada belanja hibah tidak mengikuti ketentuan yang berlaku. b. Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh lemah dalam melakukan pengawasan dan pengendalian dalam pengeluaran belanja hibah. Atas temuan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh menyatakan bahwa untuk belanja hibah yang digunakan untuk pembayaran tunjangan PNS dan gaji tenaga honorer di masa mendatang akan dialokasikan pada Belanja Pegawai Sekretariat Daerah. BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar: a. Menegur secara tertulis Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kota Banda Aceh supaya di tahun berikutnya menganggarkan belanja hibah mempedomani ketentuan yang berlaku. b. Menegur secara tertulis Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap pengeluaran belanja hibah.

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 16 dari 18

9. Belanja Modal pengadaan tanah sebesar Rp39.087.138.815,00 belum dilengkapi dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat Pada TA 2008 Pemerintah Kota Banda Aceh menganggarkan Belanja Modal sebesar Rp105.116.918.239,00 dengan realisasi sebesar Rp103.506.208.537,00 atau 98,47% dari anggaran. Dari jumlah tersebut dianggarkan untuk pembelian tanah sebesar Rp45.000.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp44.750.943.873,00 atau 99,45% dari anggaran. Hasil pemeriksaan atas dokumen pertanggungjawaban pada Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah diketahui pembelian tanah untuk pertapakan sebesar Rp39.087.138.815,00 belum dilengkapi dengan sertifikat tanah dengan rincian sebagai berikut: No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kegiatan Pertapakan terminal bus Kota Banda Aceh Pembangunan terminal Type A Pembangunan terminal L-300 di kel Setui Kec Baiturrahman Perluasan SMPN 13 Banda Aceh Pembangunan pasar Kecamatan Lueng Bata Pertapakan puskesmas pembantu di Gampong Lampulo Pertapakan tanah rumah dinas tenaga medis Puskesmas Lampulo Pertapakan Taman Kanak-Kanak (TK) di Gampong Lampulo Pengembangan kawasan wisata Uleelheue Perluasan pengembangan kawasan wisata kuliner Gampong Uleelheue Pembangunan gedung olahraga dan lapangan terbuka untuk penghijauan Pembangunan kolam ikan di areal gedung olahraga di gampong Tibang Kec. Syiah Kuala Perluasan kantor Dinas P3K Pembangunan kawasan wisata kuliner di kelurahan Kuta Alam Perluasan SMPN 15 Banda Aceh di Gp. Lam Jamee Kec. Jaya Baru Pembangunan terminal dan prasarana umum Jumlah Luas (M2) 2.864 3.205 2.971 1.037 7.914 440 900 815 6.352 5.593 Jumlah (Rp) 1.346.080.000,00 1.323.420.000,00 6.684.750.000,00 725.900.000,00 5.790.720.000,00 220.000.000,00 450.000.000,00 407.500.000,00 1.826.800.000,00 1.472.077.600,00

52.627 10.525.400.000,00 9.383 1.059 515 3.646 13.353 1.313.620.000,00 317.700.000,00 1.127.021.215,00 1.093.800.000,00 4.462.350.000,00 39.087.138.815,00

Berdasarkan pemeriksaan selanjutnya atas dokumen pengadaan tanah diketahui: a. Terdapat pembayaran yang belum diselesaikan kepada enam orang pemilik tanah seluas 15.114 m2 dengan nilai Rp5.330.072.090,90 disebabkan belum ada kesepakatan mengenai biaya ganti rugi. Atas permasalahan tersebut Pemerintah Kota Banda Aceh telah menitipkan biaya sebesar Rp5.330.072.090,90 tersebut di Pengadilan Negeri Banda Aceh untuk diproses lebih lanjut. b. Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengeluarkan biaya sertifikasi tanah sebesar Rp96.926.750 untuk pengadaan tanah TA 2005 s.d. TA 2008 (52 lokasi). Dari pengadaan tanah TA 2008 sebanyak 16 lokasi yang diajukan pengurusan sertifikat hanya 12 lokasi dan sampai dengan pemeriksaan tim BPK-RI berakhir ke 16 lokasi tersebut proses sertifikasinya belum selesai.
Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD Halaman 17 dari 18

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah: 1) Pasal 32 ayat (1) Pengelola Barang, pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan barang milik negara/daerah yang berada dalam penguasaannya. 2) Pasal 32 ayat (2) Pengamanan barang milik negara/daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pengamanan administrasi, pengamanan fisik, pengamanan hukum. 3) Pasal 33 ayat (1), Barang milik negara/daerah berupa tanah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/pemeintah daerah yang bersangkutan. b. Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 132 ayat (1) yang menyatakan setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. Kondisi tersebut mengakibatkan tanah yang belum dilengkapi dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat berpotensi disalahgunakan dan dikuasai oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga akan menimbulkan kerugian bagi daerah Kondisi tersebut terjadi karena: a. Sekretaris Daerah lemah dalam melaksanakan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan. b. Pemimpin kegiatan dan atasan langsungnya kurang berupaya mempercepat pengurusan sertifikasi tanah senilai Rp39.087.138.815,00. Atas temuan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh menyatakan bahwa sertifikat atas pengadaan tanah tersebut masih dalam proses penyelesaian pada Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh. BPK-RI menyarankan kepada Walikota Banda Aceh agar menegur secara tertulis Sekretaris Daerah untuk lebih meningkatkan pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dan melakukan koordinasi dengan pihak BPN untuk segera mengamankan aset tetap tanah dimaksud dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Perwakilan BPK-RI Provinsi NAD

Halaman 18 dari 18

Daftar Wajib Pajak yang Belum Membayar Pajak Hotel s.d Pemeriksaan Berakhir No. Nama 1 2 3 4 Wisma Lauser Agara Wisma Mentari Wisma Nuri Wisma Permata Hati Total Jumlah Ketetapan Pajak Per bulan 500.000,00 400.000,00 500.000,00 500.000,00 1.900.000,00 keterlambatan (bulan) 14 6 6 10 Jumlah Tunggakan 7.000.000,00 2.400.000,00 3.000.000,00 5.000.000,00 17.400.000,00

lampiran 1 Denda atas tunggakan 1.630.000,00 568.000,00 710.000,00 480.000,00 3.388.000,00

lampiran 2 Daftar Wajib Pajak yang Belum Membayar Pajak Restoran s.d Pemeriksaan Berakhir No. Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 KK Citarasa RM Nasional RM Aceh Purnama Rasa RM Sudi Mampir KK Mandiri Mesra Utama Caf KK Baro Jaya Juju Caf KK Sidoel KK Suardi Yacob WR Nasi Ilham KK Bachtiar Muin KK Famili 100 Caf Romen KK M. Yusuf RM Friends Caf Warkop Rahmat KK. Taufik RM Sahabat Big Fish Grill RM Laros Khas Aceh Mie Pangsit Malioboro Warkop Sahara Total Jumlah Ketetapan Pajak Per bulan 100.000,00 450.000,00 400.000,00 400.000,00 100.000,00 600.000,00 200.000,00 300.000,00 400.000,00 100.000,00 150.000,00 100.000,00 300.000,00 700.000,00 150.000,00 200.000,00 100.000,00 150.000,00 100.000,00 1.000.000,00 150.000,00 200.000,00 150.000,00 6.500.000,00 keterlambatan (bulan) 10 10 12 13 10 12 12 14 12 12 10 11 12 11 12 10 12 12 11 11 10 10 12 Jumlah Tunggakan 1.000.000,00 4.500.000,00 4.800.000,00 5.200.000,00 1.000.000,00 7.200.000,00 2.400.000,00 4.200.000,00 4.800.000,00 1.200.000,00 1.500.000,00 1.100.000,00 3.600.000,00 7.700.000,00 1.800.000,00 2.000.000,00 1.200.000,00 1.800.000,00 1.100.000,00 11.000.000,00 1.500.000,00 2.000.000,00 1.800.000,00 74.400.000,00 Denda atas tunggakan 96.000,00 432.000,00 1.239.000,00 672.000,00 96.000,00 852.000,00 284.000,00 588.000,00 568.000,00 142.000,00 513.000,00 118.000,00 426.000,00 826.000,00 213.000,00 192.000,00 142.000,00 213.000,00 118.000,00 1.180.000,00 144.000,00 192.000,00 213.000,00 9.459.000,00

DAFTAR DENDA KETERLAMBATAN PAJAK TA 2008 No. 1 Hotel/wisma/losmen Hotel Sulthan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Hotel Cakra Donya Januari Februari Maret April Mei Juni Hotel Medan Januari Februari Maret April Mei Paviliun Seulawah Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Hotel Kuala Radja Januari Februari Hotel Wisata Januari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Wisma Jeumpa Januari Februari Maret April Hotel Madinah April Hotel Aceh Barat Juni Juli Agustus Hotel Griya Januari Maret April Mei Juni Keterlambatan (bulan) 9 8 7 6 5 4 3 3 2 1 4 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 3 4 3 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 3 3 3 1 1 1 1 1 Denda atas Keterlambatan 41.009.788,58 7.413.538,86 6.463.382,24 5.655.459,46 5.121.377,04 4.143.699,30 3.543.811,84 3.312.936,84 3.602.019,00 922.028,00 831.536,00 2.180.271 998.400 367.200 202.730 203.241 158.720 249.980 3.241.390 1.080.924 530.546 544.354 538.009 547.557 3.380.000 250.600 672.600 902.400 303.000 295.200 303.200 293.200 289.600 70.200 1.142.214 870.483 271.731 3.734.720 488.520 481.720 475.920 485.040 467.760 495.200 475.480 365.080 434.112 88.536 82.824 177.072 85.680 104.600 104.600 408.150 132.900 141.840 133.410 155.880 28.080 15.300 15.000 16.500 22.500

lampiran 3 Denda yang telah Denda yang Belum Disetor Disetor 41.009.789 0 7.413.539 0 6.463.382 0 5.655.459 0 5.121.377 0 4.143.699 0 3.543.812 0 3.312.937 0 3.602.019 0 922.028 0 831.536 0 0 2.180.271 0 998.400 0 367.200 0 202.730 0 203.241 0 158.720 0 249.980 0 3.241.390 0 1.080.924 0 530.546 0 544.354 0 538.009 0 547.557 359.800 3.020.200 0 250.600 0 672.600 0 902.400 0 303.000 0 295.200 0 303.200 0 293.200 289.600 0 70.200 0 0 1.142.214 0 870.483 0 271.731 840.560 2.894.160 0 488.520 0 481.720 0 475.920 0 485.040 0 467.760 0 495.200 475.480 0 365.080 0 0 434.112 0 88.536 0 82.824 0 177.072 0 85.680 0 104.600 0 104.600 275.250 132.900 0 132.900 141.840 0 133.410 0 58.500 97.380 0 28.080 0 15.300 0 15.000 0 16.500 0 22.500

5 6

8 9

10

Juli

58.500

58.500

11 12

13

14

15

16

17

18

Wisma Iskandar Muda April Mei Wisma Kuta Alam Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus Hotel Prapat Februari Maret April UKM Hotel Januari Februari Maret Juni Juli Agustus September Oktober Losmen Raya Januari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Wisma Diana Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus Wisma Regina Mei Juni September Oktober Nopember Desember Losmen Kartini Januari Februari Total

1 1 6 5 4 3 2 4 3 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 6 5 4 3 2 1 1 3 2 2 1

57.700 29.600 28.100 2.610.000 540.000 450.000 360.000 270.000 180.000 360.000 270.000 180.000 403.730 99.000 203.580 101.150 421.085 101.960 37.515 23.724 59.169 68.618 68.604 29.195 32.300 249.840 24.304 24.304 23.520 24.304 23.520 32.736 32.736 31.680 32.736 3.480.000 840.000 720.000 600.000 480.000 360.000 240.000 120.000 120.000 282.600 81.000 141.600 24.000 36.000 93.500 80.000 13.500 63.389.580,50

0 0 0 810.000 0 0 0 0 0 360.000 270.000 180.000 0 0 0 0 61.495 0 0 0 0 0 0 29.195 32.300 64.416 0 0 0 0 0 0 0 31.680 32.736 120.000 0 0 0 0 0 0 0 120.000 60.000 0 0 24.000 36.000 0 0 0 43.659.809,58

57.700 29.600 28.100 1.800.000 540.000 450.000 360.000 270.000 180.000 0 0 0 403.730 99.000 203.580 101.150 359.590 101.960 37.515 23.724 59.169 68.618 68.604 0 0 185.424 24.304 24.304 23.520 24.304 23.520 32.736 32.736 0 0 3.360.000 840.000 720.000 600.000 480.000 360.000 240.000 120.000 0 222.600 81.000 141.600 0 0

2 1

93.500 80.000 13.500 19.729.770,92

Lampiran 4

Daftar Cicilan dan Tunggakan Dana Pengembangan Ekonomi Rakyat (PER) Tahun 2002 s.d Tahun 2006 (Keadaan per 31 desember 2008)
No. Uraian Bank Penyalur PT Bank Mandiri BPRS 1.925.800.000,00 2.822.750.000,00 870.314.888,00 1.217.112.151,00 477.835.381,00 699.085.087,00 392.479.507,00 357.290.380,00 160.736.684,00 1.055.485.112,00 1.603.971.183,00 657.764.619,00 809.864.913,00 397.720.493,00 644.509.620,00 149.596.650,00 71.173.292,00 117.682.552,00 41.067.416,00 71.432.710,00 30.105.876,00 36.908.891,00 9.340.951,00 47.453.646,00 132.789.820,00 29.252.524,00 71.346.130,00 18.201.122,00 56.255.340,00 5.188.350,00 PT Bank Mandiri 44 131 175 BPRS 85 229 314

1. Dana yang disalurkan 2. Pengembalian Pokok Jatuh Tempo 2004 Jatuh Tempo 2005 Jatuh Tempo 2008 3. Tunggakan Pokok (macet) Jatuh Tempo 2004 Jatuh Tempo 2005 Jatuh Tempo 2008 4. Pengembalian Jasa Jatuh Tempo 2004 Jatuh Tempo 2005 Jatuh Tempo 2008 5. Tunggakan Jasa (macet) Jatuh Tempo 2004 Jatuh Tempo 2005 Jatuh Tempo 2008 No. Debitur 1. Debitur Lunas 2. Debitur Macet Jumlah debitur

BPD Aceh 2.592.200.000,00 1.034.578.198,00 539.059.462,00 212.795.943,00 282.722.793,00 1.555.606.759,00 949.140.538,00 346.665.119,00 259.801.102,00 93.323.048,00 48.998.376,00 21.365.357,00 22.959.315,00 45.661.056,00 29.635.689,00 8.654.112,00 7.371.255,00 BPD Aceh 70 202 272

Total 7.340.750.000,00 3.122.005.237,00 1.715.979.930,00 962.565.830,00 443.459.477,00 4.215.063.054,00 2.416.770.070,00 1.388.895.232,00 409.397.752,00 282.178.892,00 161.498.502,00 88.380.124,00 32.300.266,00 225.904.522,00 130.234.343,00 83.110.574,00 12.559.605,00 Total 199 562 761

Lampiran 5

Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD yang Tidak Sesuai Peruntukan


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Tanggal 18 Februari 2008 27 Maret 2008 07 April 2008 20 April 2008 21 April 2008 28 April 2008 12 Juni 2008 01 Juli 2008 01 Juli 2008 01 Juli 2008 01 Juli 2008 08 Juli 2008 29 Juli 2008 29 Juli 2008 12 Agustus 2008 26 Agustus 2008 26 Agustus 2008 15 September 2008 10 Oktober 2008 10 Nopember 2008 19 Nopember 2008 04 Desember 2008 15 Desember 2008 15 Desember 2008 Uraian Bantuan dana untuk Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Kota Banda Aceh dalam rangka pelantikan PWA. Bantuan biaya turnamen Volley Ball Kapolsek Cup Kecamatan Ulee Kareng Bantuan kepada Yusman YR Bantuan biaya kepada HIMSA dalam rangka perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Bantuan kepada Vita Vadilla untuk auditing acting & modelling search 2008 di Jakarta Bantuan untuk kegiatan Pentas Hiburan dan Bazar pada SMA Negeri 2 Banda Aceh Bantuan untuk kegiatan HUT Surat Kabar Mingguan HABA Rakyat ke 1 di Sabang Bantuan biaya penelitian dan skripsi kepada Nasrul mahasiswa Universitas Syiah Kuala Bantuan biaya pelantikan komandan baru Resimen Mahasiswa Mahadasa Satuan 102 Rencong Sakti IAIN Ar-Raniry Darussalam Bantuan pembangunan mesjid Gampong Pande Kuta Raja Biaya bantuan pembangunan meunasah di kompleks KPR Dephankam Gampong Mibo Bantuan untuk Lomba Gampong dan Pemilihan Ketua Pemuda Kelurahan Keuramat Bantuan untuk perayaan HUT RI ke-63 Gampong Neusu Bantuan untuk pembuatan lapangan voli di Gampong Lhong Raya Kota Banda Aceh Bantuan untuk Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma-PP) Aceh Barat Daya Bantuan biaya pengadaan daging meugang untuk anggota DPRK Bantuan biaya pengadaan daging meugang untuk pegawai Sekretariat DPRK Bantuan kepada Barisan Muda Penegak Amanat Nasional Kecamatan Kuta Alam dalam rangka kegiatan buka puasa bersama anak yatim Bantuan untuk Organisasi Foto Amatir Baiturrahman (OFAB) Bantuan untuk kenduri Laot Lhok Pasie Tibang, Desa Alue Naga Bantuan dalam rangka perayaan HUT RI ke 63 Gampong Doy Kecamatan Ulee Kareng Bantuan untuk penyelesaian Tugas Akhir kepada mahasiswa Universitas Serambi Mekkah Bantuan untuk sarana kegiatan olah raga mahasiswa Ikatan Warga Kembang Tanjong (IWKT) Biaya pembelian sirup dan gula dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha Jumlah Jumlah (Rp) 8.000.000,00 4.000.000,00 5.000.000,00 5.000.000,00 4.000.000,00 2.000.000,00 4.000.000,00 4.200.000,00 4.200.000,00 4.200.000,00 3.000.000,00 4.200.000,00 8.400.000,00 4.200.000,00 4.200.000,00 7.600.000,00 7.400.000,00 4.200.000,00 4.200.000,00 4.200.000,00 15.000.000,00 4.200.000,00 5.000.000,00 11.400.000,00 131.800.000,00

Lampiran 6

Belanja Bantuan Sosial Kemasyarakatan yang Menyimpang dari Ketentuan


No. Uraian Bantuan sosial untuk kegiatan olahraga 1 Kegiatan Klub Sepak bola dan Bola Volly Buruh Kota Banda Aceh 2 Bantuan untuk panitia pelaksana Turnamen badminton Dandim CUP HUT Korem 3 Bantuan untuk kejuaraan Bola Volly Universitas Serambi Mekkah 4 Bantuan pengurus Bola Volly Club Tunas Muda 5 Bantuan untuk RIP Entertainment untuk KODAM Iskandar Muda Cup 6 Bantuan untuk Event Organizer-Takraw 7 Bantuan untuk Himpunan Mahasiswa TeknologiHasil Pertanian-ABOT CUP IV 8 Bantuan untuk IPMB FC 9 Bantuan untuk Yayasan Jantung Indonesia 10 Bantuan untuk instruktur senam jantung sehat 11 Bantuan untuk pembangunan lap Volly-Ikatan Pemuda Neusu 12 Bantuan utuk sepak bola pelajar usia 10-12 tahun 13 Bantuan untuk kejuaraan bola voli antar pelajar - PBVP 14 Bantuan untuk panitia HUT Bitervoll ke III Tahun 2008 15 Bantuan urtuk kompetisi olahraga tim pelajar Kota Banda Aceh 16 Bantuan turnamen golf farewell Pangdam Iskandar Muda 17 Bantuan untuk IKAMBA CUP se NAD Bantuan sosial untuk kegiatan politik 18 Bantuan untuk Panitia Pelaksana Musda II DPD Barisan Muda PAN Bantuan untuk Partai Persatuan Pembangunan NAD dalam rangka Pelaksanaan 19 Musyawarah Kerja 20 Bantuan untuk DPC Barisan Muda PAN kegiatan pengadaan tempat sampah 21 Bantuan untuk DPD Persaudaraan Perempuan Amanat-PAN Bantuan sosial untuk kegiatan SKPD 22 Bantuan untuk panitia pelaksana olimpiade olahraga siswa SMP/M.ST Bantuaan dalam rangka penghargaan kepada pengawas, kepala sekolah, guru dan 23 siswa berprestasi Bantuan untuk peserta observasi lapangan kegiatan Diklat PIM III Angkatan V Tahun 24 2008 25 Bantuan untuk Paskibraka Kota Banda Aceh 26 Bantuan untuk SDN 67 dalam rangka lomba drumband se-Prov NAD 27 Bantuan mengikuti lomba cipta menu 3B berbasis potensi wilayah di Bandung 28 Bantuan untuk pemenang lomba gampong Binaan tingkat Kota Banda Aceh Jumlah (Rp) 6.000.000 10.000.000 25.000.000 3.000.000 5.000.000 500.000 750.000 6.000.000 1.000.000 7.000.000 5.000.000 3.000.000 3.500.000 1.000.000 20.000.000 10.000.000 1.000.000 107.750.000 13.071.000 10.000.000 5.000.000 7.000.000 35.071.000 30.000.000 Dinas Pendidikan 100.000.000 Dinas Pendidikan 7.500.000 Peserta Diklat 5.000.000 3.000.000 30.000.000 25.000.000 200.500.000 343.321.000 Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Dinas P3K BPMKS Ket

Lampiran 7 REALISASI BELANJA HIBAH TIDAK TEPAT SASARAN No. Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 No/Tgl SP2D 00240/SP2D/LS/2008 00240/SP2D/LS/2008 00240/SP2D/LS/2008 00240/SP2D/LS/2008 00240/SP2D/LS/2008 00240/SP2D/LS/2008 00240/SP2D/LS/2008 00240/SP2D/LS/2008 00240/SP2D/LS/2008 00240/SP2D/LS/2008 00524/SP2D/LS/2008 00524/SP2D/LS/2008 01234/SP2D/LS/2008 01494/SP2D/LS/2008 01494/SP2D/LS/2008 01494/SP2D/LS/2008 01494/SP2D/LS/2008 01494/SP2D/LS/2008 01494/SP2D/LS/2008 01494/SP2D/LS/2008 01494/SP2D/LS/2008 01494/SP2D/LS/2008 01234/SP2D/LS/2008 02612/SP2D/LS/2008 02616/SP2D/LS/2008 03208/SP2D/LS/2008 03208/SP2D/LS/2008 03208/SP2D/LS/2008 03208/SP2D/LS/2008 03208/SP2D/LS/2008 03208/SP2D/LS/2008 03208/SP2D/LS/2008 03208/SP2D/LS/2008 03208/SP2D/LS/2008 04030/SP2D/LS/2008 04030/SP2D/LS/2008 04030/SP2D/LS/2008 04775/SP2D/LS/2008 04775/SP2D/LS/2008 04775/SP2D/LS/2008 04775/SP2D/LS/2008 04775/SP2D/LS/2008 04775/SP2D/LS/2008 04775/SP2D/LS/2008 04775/SP2D/LS/2008 05555/SP2D/LS/2008 06485/SP2D/LS/2008 06599/SP2D/LS/2008 06599/SP2D/LS/2008 06599/SP2D/LS/2008 06599/SP2D/LS/2008 06599/SP2D/LS/2008 06599/SP2D/LS/2008 06599/SP2D/LS/2008 06599/SP2D/LS/2008 06599/SP2D/LS/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 29/04/2008 20/06/2008 04/07/2008 04/07/2008 04/07/2008 04/07/2008 04/07/2008 04/07/2008 04/07/2008 04/07/2008 04/07/2008 20/06/2008 25/08/2008 25/08/2008 19/09/2008 19/09/2008 19/09/2008 19/09/2008 19/09/2008 19/09/2008 19/09/2008 19/09/2008 19/09/2008 08/09/2008 08/09/2008 08/09/2008 19/11/2008 19/11/2008 19/11/2008 19/11/2008 19/11/2008 19/11/2008 19/11/2008 19/11/2008 04/12/2008 16/12/2008 17/12/2008 17/12/2008 17/12/2008 17/12/2008 17/12/2008 17/12/2008 17/12/2008 17/12/2008 17/12/2008 Uraian Pembayaran Gaji Pegawai Honorer bulan Jan dan Feb Pembayaran Tunjangan Khusus (TC) PNS bulan Jan-Maret Pembayaran Gaji Pegawai honorer bulan Jan-Maret Pembayaran Tunj. Khusus (TC) Pegawai Honorer bulan Maret Pembayaran uang minum PNS bulan Jan-Maret Pembayaran uang minum pegawai honorer bulan Jan-Maret Pembayaran honorarium Bendaharawanbulan Jan-Maret Pembayaran honorarium Pemegang Barang bulan Jan-Maret Pembayaran honorarium Pengurus Barang bulan Jan-Maret Pembayaran honorarium Panitia Pemeriksa Barang bulan Jan-Maret Pembayaran Gaji Pegawai Honorer bulan April Pembayaran uang makan pegawai honorer bulan Jan-April Pembayaran gaji Pegawai Honorer Sekretariat KPU bulan Mei Pembayaran Tunjangan Khusus (TC) PNSbulan April Pembayaran Tunjangan Khusus (TC) Pegawai honorer bln April-Juni Pembayaran gaji Pegawai Honorer bulan Maret Pembayaran uang minum pegawai bulan April-Juni Pembayaran uang minum pegawai honorer bulan April-Juni Pembayaran honorarium Bendaharawan bulan April-Juni Pembayaran honorarium Pemegang Barang bulan April-Juni Pembayaran honorarium Pengurus Barang bulan April-Juni Pembayaran honorarium Panitia Pemeriksa Barang bulan April-Juni Pembayaran uang makan pegawai bulan Mei-Juni Pembayaran Biaya Kesejahteraan Aparatur Set KPU Pembayaran gaji Pegawai Honorer bulan Juli Pembayaran Tunj. Khusus (TC) PNS Set KPU bulan Juli-Agustus Pembayaran Tunj. Khusus (TC) Pegawai honorer bulan Juli-Agustus Pembayaran uang minum PNS bulan Juli-Agustus Pembayaran uang minum pegawai honorer bulan Juli-Agustus Pembayaran honorarium Bendaharawan bulan Juli-Agustus Pembayaran honorarium Pemegang Barang bulan Juli-Agustus Pembayaran gaji Pegawai honorer bulan Agustus Pembayaran honorarium Bendaharawan Pembantu bulan Juli-Agust Pembayaran Biaya Kesejahteraan Aparatur PNS dan Honorer Pembayaran gaji pegawai honorer bulan September Pembayaran honorarium pemeriksa barang bulan Juli s.d Sept Pembayaran uang makan Sekretariat KPU bulan Juli s.d Agustus Pembayaran gaji pegawai honorer bulan Oktober Pembayaran Tunj. Khusus (TC) Pegawai honorer bulan Sept-Okt Pembayaran uang minum pegawai honorer bulan Sep-Okt Pembayaran Tunj. Khusus (TC) PNS Set KPU bulan September-Okt Pembayaran honorarium Bendaharawan Barang bulan Sept-Okt Pembayaran honorarium Pengurus Barang bulan Sept-Okt Pembayaran uang minum PNS bulan Sept-Oktober Pembayaran honorarium Bendaharawan Pembantu bulan Sept-Okt Pembayaran Biaya Kesejahteraan Aparatur PNS dan Honorer Biaya Makan Sekretariat KPU bulan Okt-Desember Pembayaran Tunj. Khusus (TC) PNS Set KPU bulan Nop-Des Pembayaran Tunj. Khusus (TC) Pegawai honorer bulan Nop-Des Pembayaran gaji pegawai honorer bulan Nop-Des Pembayaran honorarium Panitia Pemeriksa Barang bulan November Pembayaran uang minum PNS bulan Nop-Des Pembayaran uang minum pegawai honorer bulan Nop-Des Pembayaran honorarium Bendaharawan bulan Nop-Des Pembayaran honorarium Bendaharawan Barang bulan Nop-Des Pembayaran honorarium Pengurus Barang bulan Nop-Des Jumlah Jumlah (Rp) 10.800.000,00 15.900.000,00 5.400.000,00 6.000.000,00 2.100.000,00 1.500.000,00 750.000,00 825.000,00 375.000,00 1.200.000,00 5.400.000,00 8.100.000,00 4.500.000,00 15.000.000,00 5.600.000,00 4.500.000,00 1.950.000,00 1.400.000,00 750.000,00 825.000,00 375.000,00 1.200.000,00 3.900.000,00 5.500.000,00 3.600.000,00 12.000.000,00 1.600.000,00 1.800.000,00 400.000,00 550.000,00 250.000,00 3.600.000,00 500.000,00 5.500.000,00 3.600.000,00 1.200.000,00 3.690.000,00 3.600.000,00 1.600.000,00 400.000,00 12.000.000,00 550.000,00 250.000,00 1.800.000,00 500.000,00 5.500.000,00 6.100.000,00 12.000.000,00 1.600.000,00 7.200.000,00 400.000,00 1.800.000,00 400.000,00 500.000,00 550.000,00 250.000,00 199.140.000,00