Anda di halaman 1dari 32

Daftar fakultas di Universitas Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa

Berikut ini adalah daftar fakultas di Universitas Indonesia.


Daftar isi
[sembunyikan]

1 Fakultas Kedokteran

o o o

1.1 Jenjang S1 1.2 Jenjang S2 (Magister) 1.3 Jenjang S3 (Doktor)

2 Fakultas Kedokteran Gigi

o o o o

2.1 Sejarah 2.2 Departemen 2.3 Penelitian 2.4 Pranala luar

3 Fakultas Kesehatan Masyarakat

o o o o

3.1 Sejarah 3.2 Jenjang Studi 3.3 Program Internasional 3.4 Penelitian

4 Fakultas Ilmu Keperawatan

o o o

4.1 Sejarah 4.2 Program Pascasarjana 4.3 Pranala luar

5 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

o o

5.1 Sejarah 5.2 Departemen

5.2.1 Biologi 5.2.2 Farmasi 5.2.3 Fisika 5.2.4 Geografi

5.2.5 Kimia 5.2.6 Matematika

5.3 Pranala luar

6 Fakultas Teknik

o o o

6.1 Sejarah 6.2 Program Studi 6.3 Pranala luar

7 Fakultas Ilmu Komputer

o o

7.1 Sejarah 7.2 Jenjang Studi

7.2.1 Program sarjana kelas Ekstensi 7.2.2 Program sarjana

7.2.2.1 Jenjang Magister (S2) 7.2.2.2 Jenjang Doktor (S3)

7.3 Pranala luar

8 Fakultas Hukum

o o o o

8.1 Sejarah 8.2 Jenjang studi 8.3 Program Studi 8.4 Pranala luar

9 Fakultas Ekonomi

o o o

9.1 Sejarah 9.2 Program pendidikan 9.3 Pranala luar

10 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya

10.1 Sejarah

o o o o

10.1.1 Pergantian nama

10.2 Departemen 10.3 Program Studi dan Lembaga 10.4 Fasilitas 10.5 Pranala luar

11 Fakultas Psikologi

11.1 Sejarah

o o o o

11.2 Jenjang Studi 11.3 Program kelas internasional 11.4 Referensi 11.5 Pranala luar

12 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

o o o o

12.1 Sejarah 12.2 Jenjang Studi 12.3 Program Studi 12.4 Pranala luar

13 Referensi

[sunting]Fakultas

Kedokteran

Fakultas Kedokteran UI atau disingkat FKUI terdapat di Salemba dengan total luas area 16.209 m2. Saat ini, FKUI dipimpin oleh dr. H. Menaldi Rasmin, Sp.P(K)., FCCP. FKUI memiliki lima program pendidikan, yaitu Program Diploma, Program Sarjana, Program Pendidikan Dokter Spesialis, Program Magister, dan Program Doktor. FKUI merupakan fakultas kedokteran tertua di Indonesia. Sejarah kelahiran FMUI bermula dari didirikannya Dokter Djawa School pada tahun 1851. Pada tahun 1898 Dokter Djawa School diubah namanya menjadi STOVIA, dan pada 1927 diubah lagi menjadi Geneeskundige Hooge School. Pada masa pendudukan Jepang, lagi-lagi namanya diubah menjadi Ika Daigaku. Pada masa kemerdekaan Indonesia, pemerintah Indonesia menggabungkan Ika Daigaku ke dalam Balai Perguruan Tinggi RI dan mengubah namanya menjadi Pendidikan Tinggi Kedokteran. Setelah Indonesia mendapat kemerdekaan penuh di akhir tahun 1940-an, pemerintah mengambil alih sekolah kedokteran yang didirikan Belanda, Geneeskundige Faculteit Nood Universiteit van Indonesia, dan menggabungkannya dengan Pendidikan Tinggi Kedokteran. Gabungan ini kemudian diberi nama baru, yaitu Fakultas Kedokteran yang berada di bawah naungan Universitas Indonesia pada 2 Februari 1950. Kegiatan perkuliahan awalnya dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Jakarta dan di Surabaya, namun sejak tahun 1954, Fakultas di Surabaya digabungkan ke Universitas Airlangga. Program pendidikan akademik Fakultas Kedokteran UI saat ini berjenjang mulai dari Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), hingga Strata 3 (S3)

[sunting]Jenjang

S1

Program Studi Pendidikan Dokter terdapat Program Sarjana Reguler dan Program Sarjana Kelas Khusus Internasional bekerjasama dengan The University of Melbourne dan Monash University dilanjutkan dengan program pendidikan profesi jenjang pertama/dokter.

[sunting]Jenjang

S2 (Magister)

Program Magister dibagi menjadi beberapa jurusan dimana terdapat 1. Program Studi Ilmu Biomedik dengan kekhususan : Anatomi, Biokimia, Biologi Kedokteran, Farmakologi, Fisiologi, Histologi, Imunologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Patobiologi, Sciences Reproduksi Kedokteran, Sciences Transfusi, Onkologi 2. Program Studi Ilmu Gizi dengan Kekhususan : Ilmu Gizi Klinik, Ilmu Gizi Komunitas 3. Program Studi Kedokteran Kerja dengan Kekhususan peminatan: Kedokteran Kerja, Penerbangan, Kedokteran Hiperbarik 4. Program Pendidikan Magister Kedokteran Profesi Jenjang kedua Dokter (Spesialis I) dengan program studi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Anestesiologi Ilmu Bedah Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Kesehatan Anak, Neurologi Ilmu Kedokteran Jiwa Obstetri dan Ginekologi Ilmu Penyakit Mata Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Ilmu Kesehatan THT

10. Bedah Kepala & Leher 11. Ilmu Penyakit Jantung & Pembuluh Darah 12. Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi 13. Radiologi 14. Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal 15. Patologi Anatomik 16. Patologi Klinik 17. Orthopaedi dan Traumatologi 18. Ilmu Urologi

19. Ilmu Bedah Saraf 20. Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik 21. Ilmu Bedah Plastik 22. Ilmu Kedokteran Olahraga 23. Mikrobiologi Klinik 24. Farmakologi Klinik 25. Ilmu Kedokteran Okupasi.

[sunting]Jenjang

S3 (Doktor)

Program Doktor menempati area seluas 2,84 hektar yang berlokasi di daerah Salemba, Jakarta Pusat. Fakultas Kedokteran UI memiliki sarana penunjang kegiatan belajar dan mengajar seperti perpustakaan (buka 24 jam), pusat komputer & laboratorium untuk keperluan analisis dan praktek seperti laboratorium pendidikan dan penelitian. Program-program studi S3 yang terdapat disini di antaranya adalah:

[sunting]Fakultas

Program Studi Ilmu Biomedik Program Studi Ilmu Gizi Program Studi Ilmu Kedokteran

Kedokteran Gigi

Fakultas Kedokteran Gigi UI disingkat FKG UI adalah fakultas kedokteran khusus untuk kesehatan gigi dan mulut yang berada dibawah Universitas Indonesia. Saat ini (2008) fakultas ini dipimpin oleh Prof. Bambang Irawan, drg,Ph.D.

[sunting]Sejarah
FKG UI berdiri pada tahun 1961, dengan 71 satu orang mahasiswa sebagai angkatan pertamanya. Pendirian fakultas ini dirintis karena munculnya keprihatinan tentang kondisi kedokteran gigi di Indonesia. Ketika itu, perbandingan antara dokter gigi dan penduduk masih sangat kecil, yaitu 1 : 200.000, selain itu, lulusan dokter gigi juga hanya berasal dari dua fakultas (FKG Unair dan FKG UGM) dengan jumlah yang sangat sedikit, tidak pernah lebih dari 35 orang. Pada tahun 1959, Prof. Dr. Ouw Eng Liang (alm) dan kawan-kawan dari bagian Gigi dan Mulut FKUI mengajukan rencara terinci pendirian FKG di UI. Rencana itu mendapat dukungan pula dari Rektor UI Dr. Sudjono Djuned Pusponegoro dan Dekan FKUI Prof. Dr. M. Soekardjo. Pada tanggal 21 Desember 1960, Surat Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan RI No. 108049 yang berisi tentang pendirian Fakultas Kedokteran Gigi di UI dikeluarkan. Sejak itulah, lahir FKGUI yang merupakan Fakultas Kedokteran Gigi Negeri keempat di Indonesia dengan Prof. Dr. Ouw Eng Liang sebagai Dekan pertama.

Tahun 1961, FKGUI yang memiliki 2 Staf Pengajar Tetap, 37 Staf Pengajar Luar Biasa, dibantu 7 tenaga administrasi termasuk pesuruh secara resmi membuka pintunya bagi mahasiswa baru. Awalnya, FKGUI praktis tak mempunyai fasilitas gedung dan perlengkapan. Satu-satunya ruang adalah ruang pinjaman dari Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo(RSCM) yaitu bagian Tata Usaha Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut RSCM. Untuk kuliah tingkat persiapan, pelaksanaan dan tempatnya digabung bersama mahasiswa tingkat I FKUI. Sedangkan praktikum Anatomi Gigi menggunakan tempat penitipan sepeda RSCM (kini tempat parkir paviliun Cendrawasih RSCM). Pada 17 Oktober 1963, mengingat meningkatnya kebutuhan mahasiswa dan keterbatasan fasilitas, maka sebagian ruang depan Perpustakaan Rakyat milik Departemen Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan RI di Salemba 4 diserahkan kepada FKGUI. Namun, kuliah dan praktikum masih bergabung dengan FKUI. Tahun berikutnya, pada 1964, FKGUI mendapat ruang tambahan yaitu bagian belakang dari Perpustakaan Rakyat. Sebagian ruang itu digunakan untuk preklinik (praktikum) mahasiswa tingkat III sebagai persiapan kepaniteraan klinik di tingkat IV nanti. Pada bulan April 1965, seluruh ruang Perpustakaan Rakyat diserahkan ke FKGUI sehingga kuliah dan praktikum yang bersifat dental dan kegiatan kemahasiswaan dilakukan disini. Pada 27 Maret, FKGUI membuka poliklinik gigi untuk umum bertempat di Biro Rektor UI. Mulanya poliklinik ini terdiri dari Ilmu Pengawet Gigi dan Ilmu Meratakan Gigi, sedangkan bagian lain yang diperlukan dalam kepaniteraan klinik mendapat pinjaman ruang dari RSCM yaitu bagian Exodontia dan Bagian Ilmu Gizi Tiruan. Terjalinnya kerjasama antara FKGUI dan RSCM, maka bagian Ilmu Pengawet Gigi dan Ilmu Bedah Mulut pun dapat memakai sarana RSCM. Sedangkan kegiatan bagian Ilmu Gizi Tiruan dipindahkan ke FKGUI. Pada 1967, FKGUI berhasil meluluskan 15 dokter gigi. Pada 1968, poliklinik gigi FKGUI diperluas dengan pengadaan laboratorium teknik dan pembukaan poliklinik baru di Pegangsaan Timur 17, hasil kerjasama dengan bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FKUI. Poliklinik ini semula digunakan bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Periodontologi. Pada 1969, poliklinik gigi di Salemba 4 diperluas dengan membuka bagian Periodontologi sehingga jumlahnya mencapai 17 dental unit . Kerjasama dengan fakultas dan instansi lain pun mulai dibina. Pada 1970, FKGUI menempati gedung baru berlantai empat untuk kegiatan dental dan non-dental . Baru pada 1972, semua perkuliahan dan poliklinik dipusatkan di gedung ini, kecuali bagian Ilmu Bedah Mulut yang berada di RSCM. Berbagai bantuan pun mengalir ke FKGUI berkat jasa Prof. Dr. Sumantri Brodjonegoro (alm) sebagai Rektor UI. Di sisi lain, FKGUI juga berpartisipasi dalam Proyek Pedesaan UI melalui Balai Pengobatan Gigi Puskesmas Serpong di Tangerang pada 1976. Pada 1978, FKGUI mendapat tambahan lagi gedung baru berlantai empat.

[sunting]Departemen
Fakultas Kedokteran Gigi UI (FKG) membawahi 8 departemen, yaitu:

[sunting]Penelitian

Departemen Bedah Mulut, Departemen Penyakit Mulut, Departemen Konservasi Gigi, Departemen Periodontologi, Departemen Prostodonsia, Departemen Orhtodonsia, Departemen Radiologi Ked.Gigi, Departemen Dental Material Ked.Gigi.

Pada September 2006 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) Depok tercatat menjadi penyelenggarakan pertemuan ilmiah Lembaga Internasional Kedokteran Gigi se-Asia Tenggara (South East Association for Dental Education/SEAADE XVII) di Jakarta Convention Center[1]

Pada Agustus 2008 penelitian yang dipresentasikan Dr Ria Puspita, drg, pada sidang Ujian Terbuka Program Doktor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) pada disertasinya dengan tema "Pengaruh Paparan Musik terhadap Kualitas Pertumbuhan Gigi dan Mandibula (Tulang Rahang)" memaparkan bahwa stimulasi musik yang harmonis mampu memacu pembentukan gigi dan mandibula (tulang rahang) anak tikus strain wistar menjadi lebih baik dan berkualitas. Disamping itu musik dapat meningkatkan hormon pertumbuhan. Dimana hormon pertumbuhan merupakan hormon utama yang berperan dalam pertumbuhan fisik termasuk pembentukan dan pertumbuhan tulang dan gigi [2].

[sunting]Pranala

luar

Situs Resmi

[sunting]Fakultas

Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia atau disingkat FKM UI adalah salah satu fakultas dibawah Universitas Indonesia yang mempelajari tentang ilmu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang merupakan bagian dari Ilmu Kesehatan Masyarakat. Keilmuan K3 merupakan perpaduan dari multidisiplin ilmu antara ilmu-ilmu kesehatan, ilmu perilaku, ilmu alam, teknologi dan lain-lain baik yang bersifat kajian maupun ilmu terapan dengan maksud menciptakan kondisi

sehat dan selamat bagi pekerja, tempat kerja, maupun lingkungan sekitarnya, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Saat ini FKM UI dipimpin oleh Drs. Bambang Wispriyono, Apt., Ph.D untuk periode 20082012.

[sunting]Sejarah
Gagasan awal pendirian FKM-UI dicetuskan pertama kali oleh Dokter Mochtar yang menjabat sebagai Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Pencegahan FK-UI yang kemudian dilanjutkan oleh dokter Sajono Sumodidjojo pada tahun 1964 dengan mengajukan usulan proyek kepada Rektor Universitas Indonesia, Dekan FKUI dan Perwakilan WHO di Indonesia.[3] Dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan nomor 26 tahun 1965 tanggal 26 Februari 1965 diputuskan bahwa Fakultas Kesehatan Masyarakat dibentuk di bawah naungan Universitas Indonesia. Pada tanggal 13 Maret 1965 Panitia Persiapan Pembentukan FKMUI terbentuk yang anggotanya terdiri dari wakil-wakil FKUI, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Departemen Tenaga Kerja. Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 153/1965 yang memperbaiki SK yang terdahulu, menetapkan tanggal berdirinya FKMUI, yaitu 1 Juli 1965.[3] Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no.5581/SEKRET/BUP/65 memutuskan dan menunjuk dokter Sajono Sumodidjojo sebagai dekan pertamanya.

[sunting]Jenjang

Studi

Jenjang S1, Program sarjana reguler terdiri dari Program studi Gizi dan Program studi Kesehatan Masyarakat dengan peminatan Biostatistik, Epidemiologi, Informatika Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Reproduksi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Manajemen Asuransi Kesehatan, Manajemen Informasi Kesehatan. Manajemen Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Promosi Kesehatan. Jenjang S2 Program Magister terdiri dari: Progran Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (Gelar MKM), Program Stusi Epidemiologi (Gelar M.Epid), Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit (Gelar MARS), Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Gelar MKKK).

[sunting]Program

Internasional

Program Internasional Dual Master Degree (Gelar MKM dan MHM) Bekerjasama dengan Griffith University, Australia, Lulusan program ini bergelar MKM dari UI dan Master of Health Management dari GU. Untuk tahap awal tersedia dua kekhususan peminatan yaitu Manajemen Kesehatan Daerah (Regional Health Management) dan Environmental Health Epidemiology and Risk Management. Jenjang S3 Program doktor dengan program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat , Ilmu Epidemiologi. Dengan peminatan Epidemiologi Klinik dan Epidemiologi Komunitas.

[sunting]Penelitian

Pada Januari 2008 hasil survey Pusat Penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (FKMUI) tentang peringatan kesehatan di bungkus rokok menjadi landasan untuk gerakan yang dimotori oleh Tobacco Control Support CenterIkatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSCIAKMI) untuk memberi dukungan kepada kalangan anggota DPR agar memperjuangkan segera disahkannya RUU Penanggulangan Dampak Tembakau (RUU Tembakau) bagi Kesehatan [4]

[sunting]Fakultas

Ilmu Keperawatan

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia adalah salah satu fakultas dibawah Universitas Indonesia yang didirikan untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang meningkat terhadap pelayanan keperawatan professional dan merujuk pada kebijaksanaan pengembangan tenaga kesehatan di Indonesia seperti tercantum dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Pada awalnya pendirian Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) adalah hasil rekomendasi Lokakarya Nasional Keperawatan pada tahun 1983 untuk pengembangan tenaga keperawatan pada jenjang sarjana [5]. Saat ini, FIK dipimpin oleh Dra. Elly Nurachmah, D.N.Sc untuk periode 20042008.

[sunting]Sejarah
Sejarah lahirnya Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) diawali dengan dibukanya Program Studi Ilmu Keperawatan yang ditubuhkan pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ditunjuk oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan SK Dirjen DIKTI No. 339/D2/1985 dan SK Dirjen DIKTI No. 07/DIKTI/Kep/1986 untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi keperawatan dan merupakan pendidikan tinggi jenjang Sarjana yang pertama di Indonesia. Pendirian Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) tersebut merupakan hasil upaya bersama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Kesehatan, dan lembaga terkait lain yang pada bulan Januari 1983 telah melakukan Lokakarya Nasional Keperawatan yang menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan tenaga keperawatan pada jenjang sarjana. Pendidikan di PSIK dimulai pada bulan Agustus 1985. Ketika itu, PSIK menyelenggarakan dua jenis Program Strata I yaitu Program A menerima lulusan SMU dan Program B menerima lulusan D3 Keperawatan/AKPER. Untuk meningkatkan kesempatan bagi perawat yang bekerja mengikuti pendidikan, pada tahun akademik 1995 telah dibuka Program B Ekstensi yang diselenggarakan pada sore hari. Lama pendidikan untuk program A adalah 9 semester sedangkan program B adalah 5 semester dan lulusan kedua program ini adalah Sarjana Keperawatan yang disingkat S.Kp., dan lulusan telah memiliki kemampuan penuh sebagai perawat professional.

Pada tanggal 15 November 1995, PSIK secara resmi berpisah dengan FKUI dan membentuk fakultas baru, yaitu Fakultas Ilmu Keperawatan, sesuai surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. nomor 0332/O/1995. Pada tahun 1998, FIK-UI menerapkan kurikulum Ners. Pada kurikulum Ners ini terdapat 2 (dua) tahap program pendidikan yaitu tahap program akademik dan tahap program profesi. Lulusan tahap akademik adalah Sarjana Keperawatan yang disingkat S.Kep. dan lulusan tahap profesi adalah Ners (sebagai perawat professional).Penyebutan Program A, mulai tahun 2000 dinamakan program regular dan Program B menjadi program ekstensi yang diselenggarakan pada pagi dan sore hari. Sejak Oktober tahun 2000, penyelenggaraan kegiatan pendidikan ilmu dasar dan ilmu keperawatan dasar terutama yang dikelola oleh Bagian Dasar Keperawatan dan Keperawatan Dasar dilaksanakan di kampus UI Depok. Pada pembangunan gedung FIK-UI Depok tahap II sedang dilanjutkan untuk menambah fasilitas pendidikan di kampus FIK-UI Depok sejak Juli2003. Pada tahun 1996 FIK-UI mempunyai 4 (empat) bagian yang terdiri dari : 1) Bagian Dasar Keperawatan & Keperawatan Dasar; 2) Keperawatan Medikal Bedah, 3) Keperawatan Maternitas dan Anak dan 4) Keperawatan Jiwa & Maternitas. Namun sejalan dengan perkembangan yang terjadi khususnya terkait dengan UI sebagai BHMN, maka pada tahun 2004 FIK-UI mengembangkan bagian menjadi kelompok keilmuwan keperawatan yang terdiri atas 6 (enam) kelompok keilmuwan. FIK-UI juga membuka program pendidikan keperawatan pada jenjang Pascasarjana, yang dimulai dengan Program Magister Ilmu Keperawatan, Kekhususan Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan sejak Februari 1999 dan Program Spesialis Keperawatan Maternitas & Keperawatan Komunitas sejak tahun 2003. Pada tahun 2005, kekhususan pada program Magister bertambah dengan Kekhususan Keperawatan Medikal Bedah dan Keperawatan Jiwa. Profesi Keperawatan memiliki disiplin ilmu tersendiri dan mempunyai peran vital dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia yang dihasilkan melalui program pendidikan Ners yang meliputi tahapan pendidikan sarjana keperawatan ditambah pendidikan profesi. Pendidikan Ners di FIK- UI terdiri dari dua jenis program, yaitu Program Reguler yang diperuntukkan bagi mereka yang lulus dari SMU jurusan IPA. Sedangkan Program Ekstensi disediakan bagi lulusan D3 yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang Sarjana Keperawatan dan kemudian Ners. Mahasiswa program reguler aka menempuh 144 SKS (8 Semester) tahap akademik dan 25 SKS (2 Semester) tahap profesi untuk mendapatkan gelar Ners (di depan nama) dan S.Kep (dibelakang nama). Sedangkan untuk mahasiswa ekstensi membutuhkan minimal 4 semester (72 SKS) di tahap akademik dan 2 semester (25 SKS) di tahap profesi, untuk menjadi Ners.

Universitas Indonesia melalui Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK UI) telah menghasilkan lebih dari 3552 Ners dan 773 magister &magister spesialis keperawatan. Lulusan tersebut telah bekerja sebagai perawat porfesional bahkan beberapa berhasil menduduki posisi penting di berbagai tatanan pelayanan kesehatan, insitusi pendidikan, institusi riset, dan tatanan lain yang memerlukan keahlian keperawatan. Kurikulum pendidikan Ners di FIK-UI juga telah diakui secara internasional. Hal ini dibuktikan antara lain dengan kemudahan yang didapatkan lulusan FIK-UI untuk mendapatkan Registered Nurse (RN), di negara-negara maju untuk kemudian bekerja dengan kualifikasi yang disamakan dengan perawat di negara tersebut. Permintaan dan kebutuhan pasar terhadap lulusan FIK sangat tinggi termasuk peluang bekerja di luar negeri seperti di Australia, Jepang, Belanda, Timur Tengah, Malaysia dan Singapura, dengan penghasilan yang sangat menarik. Untuk memenuhi kompleksitas pelayanan keperawatan, sejak tahun 1999 FIK UI membuka program Magister & Magister Spesialis yang terdiri dari Jenjang Magister dengan kekhususan:

Kepemimpinan & Manajemen Keperawatan Keperawatan Komunitas, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Anak.

Pendidikan profesi jenjang kedua (Ners Spesialis I) dengan kekhususan:

Keperawatan Komunitas, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Anak.

Magister Kepemimpinan & Manajemen Keperawatan,

Magister Keperawatan & Ners Spesialis Keperawatan Komunitas, Magister Keperawatan & Ners Spesialis Keperawatan Maternitas, Magister Keperawatan & Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah, Magister Keperawatan & Ners Spesialis Keperawatan Jiwa, Magister Keperawatan & Ners Spesialis Keperawatan Anak.

Selain memiliki program pendidikan, Magister dan Spesialis, pada semester ganjil 2008 ini FIK UI segera akan membuka Program Doktor Keperawatan bagi lulusan Magister & Spesialis Keperawatan untuk mengembangkan IPTEK keperawatan di Indonesia. Dengan program-program pendidikan yang dimiliki oleh Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, diharapkan akan menghasilkan perawat profesional yang mampu bersaing secara nasional, regional maupun global dan mampu mengembangkan IPTEK Keperawatan serta peka budaya untuk kesejahteraan masyarakat

[sunting]Program

Pascasarjana

Program Pascasarjana (PPs) UI terletak di kampus Depok. PPs menyelenggarakan 11 program studi, yaitu:

Kajian Ketahanan Nasional Kajian Wilayah Amerika Kajian Kependudukan Kajian Ilmu Lingkungan Kajian Wilayah Jepang Kajian Wanita Kajian Ilmu Kepolisian Kajian Timur Tengah & Islam Kajian Pengembangan Perkotaan Kajian Wilayah Eropa Teknologi Biomedis

Saat ini, PPs UI diketuai oleh Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH, Ph.D. Pendidikan Pascasarjana sebenarnya telah mulai diselenggarakan lama sebelum diresmikannya Fakultas Pascasarjana pada tahun 1982. Tahun 1950 merupakan tahun pertama Universitas Indonesia menghasilkan tenaga ahli pada taraf pengetahuan doktor Pada tahun tersebut Fakultas Hukum menghasilkan dua orang doktor, Fakultas Kedokteran menghasilkan dua orang doktor dan Fakultas Sastra menghasilkan satu orang doktor. Pendidikan doktor pada masa itu dilaksanakan dalam bentuk kerja mandiri. Namun dengan makin banyaknya peserta, cara tersebut tidak dapat digunakan lagi. Maka pada tahun 1987, pemerintah mengeluarkan peraturan (Peraturan Menteri P & K Nomor : 0207/M/1987) yang mengharuskan perubahan bertahap Program Doktor menjadi Program Terstruktur. Peraturan Pemerintah nomor 30 pada bulan Juli 1990, mengubah sebutan Fakultas Pascasarjana dengan Program Pendidikan Pascasarjana. Pendidikan pascasarjana menurut Peraturan Pemerintah nomor 30 tahun 1990 tersebut merupakan jalur pendidikan akademik yang dikelola oleh Program Pendidikan Pascasarjana, sedangkan jalur pendidikan profesi, seperti pendidikan dokter spesialis, dikembalikan ke fakultas. Lulusan

pendidikan program pascasarjana bergelar Magister atau Doktor, sedangkan lulusan pendidikan profesi mendapat sebutan Spesialis. Berdasarkan PP No. 60 Tahun 1999 dan melalui Keputusan Rektor Universitas Indonesia, Nomor 312, 313 serta 363/SK/R/UI/1999 secara resmi mulai Februari 2000, hanya program studi multidisiplin saja yang dikoordinasi oleh Program Pascasarjana, sedangkan program studi pascasarjana mono-/oligo-disiplin dikoordinasi oleh fakultas yang sama atau sesuai.

[sunting]Pranala

luar

Situs Resmi

[sunting]Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam adalah salah satu fakultas dibawah Universitas Indonesia yang mempelajari tentang Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.

[sunting]Sejarah
Fakultas MIPA berdiri pada tahun 1950-an, sebagai bagian dari UI cabang Bandung. Pada tahun 1959, cabang UI di Bandung berpisah dan membentuk Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebagai ganti FMIPA di Bandung, Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan RI dengan SK nomor: 108094/UU tanggal 21 Desember 1960 mendirikan fakultas sejenis untuk UI Jakarta, yaitu Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) Di masa awal pendiriannya, FIPIA UI membuka 4 jurusan, yaitu Jurusan Matematika, Jurusan Fisika, Jurusan Kimia, dan Jurusan Biologi. Pada tahun kuliah 1961/1962, kegiatan perkuliahan dipusatkan di Lembaga Eykman (Departemen Kesehatan RI) di Jalan Dipenogoro 69 Jakarta. Khusus untuk Jurusan Biologi kegiatan pendidikan diadakan di IPB hingga tahun 1967. Pada tahun 1965, FIPIA UI membuka Jurusan Farmasi, kemudian Jurusan Geografi yang semula bernaung di bawah FIPIA-Unpad diserahkan kepada FIPIA UI. Sejak tahun1974 semua kegiatan pendidikan FIPIA UI dipusatkan di Kampus Salemba nomor 4 Jakarta. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 44 Tahun 1982 tanggal 7 September 1982, nama FIPIA UI kemudian diubah menjadi FMIPA UI dan pada tahun akademik 1986/1987 FMIPA UI menempati Kampus Baru di Depok. Dekan FMIPA saat ini adalah Dr. Adi Basukriadi

[sunting]Departemen
FMIPA membawahi departemen biologi, farmasi, fisika, geografi, kimia, dan matematika.

[sunting]Biologi
Departemen Biologi FMIPA-UI merupakan pusat pendidikan dan penelitian konservasi keanekaragaman hayati dan didirikan dengan tujuan untuk meningkatan sumberdaya manusia yang mampu bersain di bidang

ini. Sarana-sarananya di antara lain adalah Laboraturium Biologi Laut, Bio Perkembangan, Ekologi, Genetika, Fisiologi, Mikrobiologi, hingga Taksonomi. Pada jenjang S1 program studi Biologi terdapat program Sarjana Reguler; Jenjang S2 terdapat Program Magister Biologi dan Magister Kelautan; Jenjang S3 terdapat Program Doktor Biologi.

[sunting]Farmasi
Pada jenjang S1 program studi farmasi terdapat program Sarjana Reguler, kelas paralel dan Kelas Ekstensi.Untuk Jenjang Profesi terdapat program profesi Apoteker. Pada Jenjang S2 terdapat Pascasarjana Ilmu Kefarmasian yang terdiri dari peminatan teknologi farmasi, peminatan kimia farmasi/kimia medisinal, peminatan biologi farmasi dan peminatan farmasi klinik.

[sunting]Fisika
Departemen Fisika dan terapannya memiliki lima bidang studi kekhususan peminatan yaitu, Fisika Nuklir dan Partikel, Fisika Material dan Zat Mampat, Fisika Instrumentasi Elektronika, Geofisika, dan Fisika Medis dan Biofisika. Pada Jenjang S1 program studi fisika terdapat program sarjana reguler, kelas ekstensi dan kelas paralel. Pada jenjang S2 dan S3 program magister dan doktor Fisika, terdapat program studi Ilmu Material. Sarana pendidikannya di antara lain laboratorium dasar yang terdiri dari Laboratorium Fisika Dasar, Laboratorium Fisika Lanjutan dan Laboratorium Fisika Modern.

[sunting]Geografi
Pendidikan geografi disampaikan melalui pendekatan regional dan topikal. Bidang Fakultas dengan pendekatan di atas dapat ditinjau dari segi geografi fisik maupun dari geografi manusia dengan inti terdiri dari empat topik yakni kependudukan, geomofologi, klimatologi, kartografi, dimana geografi fisik menjadi keutamaan dalam pendidikan di jurusan geografi. Meskipun geografi fisik mendapat penekanan utama, jurusan tetap mendorong pengembangan geografi sosial maupun geografi regional penelitiannya maupun pengembangan kurikulumnya. Saat ini pada program studi Geografi terdapat: Jenjang S1 Program sarjana reguler, Jenjang magister (S2) serta Jenjang Doktor (S3).

[sunting]Kimia
Jenjang strata satu (Sarjana Kimia) di UI terdapat kelas reguler, ekstensi dan paralel. Jenjang strata dua (Magister Ilmu Kimia), dan jenjang strata tiga (Doktor Ilmu Kimia). Sarana di antara lain adalah perpustakaan dan fasilitas Laboraturium Kimia Dasar, Kimia Analitik, Kimia Fisik, Kimia Anorganik, Kimia Organik, dan Biokimia.

[sunting]Matematika

Departemen Matematika UI dilengkapi dengan sarana seperti Fasilitas Laboratorium Komputer dan Fasilitas Perpustakaan.

[sunting]Pranala

luar

Situs Resmi

[sunting]Fakultas

Teknik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia disingkat FT UI adalah salah satu fakultas dibawah Universitas Indonesia dimana didirikan dengan tujuan untuk menjadi institusi pendidikan keteknikan. FT UI saat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng.

[sunting]Sejarah
Sejarah Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) berawal dari tawaran kaum muda Insinyur yang tergabung dalam Perkumpulan Insinyur Indonesia (PII), kepada Presiden Soekarno, untuk membenahi jalanjalan protokol di Jakarta yang ketika itu rusak berat. Tawaran ini disambut baik oleh pemerintah RI yang ketika itu memang sedang berusaha berbenah untuk menyambut Pekan Olah Raga Internasional GANEFO di Jakarta. Dalam waktu dua minggu, tim yang dipimpin oleh Ir. Slamet Bratanata, Ir. Roosseno, Ir. Sutami, Ir. Soehoed berhasil menyelesaikan tugasnya. Setelah proyek selesai, muncul sebuah ide untuk mendirikan sebuah fakultas teknik di Jakarta. Alasan utamanya adalah letak Fakultas Teknik UI di Bandung terlalu jauh dan sulit dijangkau dari Jakarta. [6] Ide ini kemudian disampaikan pada sebuah acara di Gedung Pola (saat ini disebut Gedung Pembangunan). Bung Karno merespon positif dan mengundang perwakilan kelompok ini untuk datang ke Istana. Di Istana, Bung Karno menyatakan persetujuan akan ide itu dan langsung mengangkat Prof. Ir. Roosseno sebagai Dekan pertama Fakultas Teknik. Bung Karno juga menginstruksikan agar Fakultas Teknik ini berada dibawah naungan Universitas Indonesia, dimana Rektornya pada waktu itu adalah dr. Syarief Thayeb. Keputusan itu diresmikan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Nomor 76 tanggal 17 Juli 1964 tentang dibentuknya Fakultas Teknik. Pada awalnya, FTUI hanya memiliki tiga jurusan (Sipil, Mesin, dan Elektro) dengan 32 mata ajar, dan didukung oleh 30 tenaga dosen serta 11 tenaga non-akademis. Masing-masing jurusan diketuai oleh Ir. Sutami untuk Jurusan Sipil, Ir. Ahmad Sayuti untuk Ketua Jurusan Mesin dan Ir. K. Hadinoto untuk Ketua Jurusan Elektro. Tahun berikutnya dibuka Jurusan Metalurgi dan Jurusan Arsitektur, dengan ketuanya masing-masing Dr. Ing. Purnomosidhi H dan Ir. Sunaryo S. Ir. Roosseno selaku Dekan pertama dibantu oleh Ir. Sutami selaku Pembantu Dekan Bidang Akademis, Ir. Slamet Bratanata selaku Pembantu Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan serta Dr. Ing. Purnonosidhi H selaku Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Mahasiswa tahun pertama berjumlah 203 orang mahasiswa pria dan wanita, dan 199 orang di antaranya lulus tes dan menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang pertama. Dalam jangka waktu lima setengah tahun, FTUI berhasil mewisuda 18 orang lulusan pertama sebagai Sarjana S1. Pada tahun 1985, program studi Teknik Gas dari jurusan Metalurgi digabung dengan program studi Teknik Kimia dari jurusan Mesin menjadi jurusan Teknik Gas & Petrokimia dengan ketua jurusan Dr. Ir. H. Rachmantio. Jurusan Teknik Industri merupakan yang termuda, dibuka tahun 1999 dengan ketua jurusan Ir. M. Dachyar, MSc.

[sunting]Program

Studi

FTUI terdiri atas tujuh departemen sebagai pengelola sumber daya akademik yang membawahi delapan program studi sebagai kesatuan rencana belajar berdasarkan suatu kurikulum teknik:

Departemen/Program Studi Teknik Sipil Departemen Teknik Mesin/Program Studi Teknik Mesin dan Program Studi Teknik Perkapalan.Departemen Teknik Mesin adalah satu-satunya Departemen yang memiliki lebih dari satu Program Studi.

Departemen/Program Studi Teknik Elektro Departemen Teknik Metalurgi dan Material /Program Studi Teknik Material Departemen/Program Studi Arsitektur Departemen/Program Studi Teknik Kimia Departemen/Program Studi Teknik Industri

Satu program studi tingkat pascasarjana dibawah FTUI yaitu Program Studi Optoelektronika dan Aplikasi Laser.

[sunting]Pranala

luar

Situs Resmi

[sunting]Fakultas

Ilmu Komputer

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia adalah salah satu fakultas dibawah Universitas Indonesia yang didirikan untuk menghasilkan lulusan sarjana komputer yang mampu bersaing di pasar tenaga kerja global, menciptakan dan mengembangkan pengetahuan dalam bidang ilmu komputer dan teknologi informasi, berpartisipasi dalam meningkatkan daya saing bangsa melalui pelayanan akademik dan meningkatkan jiwa kewirausahaan dalam aktivitas akademik

[sunting]Sejarah

Fakultas Ilmu Komputer UI (Fasilkom) berdiri sejak tahun 1993, dan saat ini membuka 5 program studi untuk sarjana, 2 untuk program magister, dan 1 untuk program doktor.[7] Sebelum pendiriannya, pendidikan Ilmu Komputer di UI dilaksanakan oleh Pusilkom UI (Pusat Ilmu Komputer) yang kini berstatus sebagai unit usaha akademis di bawah Fasilkom UI. Kegiatan akademiknya adalah Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

[sunting]Jenjang

Studi

Kelas Internasional

Sejak tahun 2002, Fasilkom-UI bekerjasama dengan School of Information Technology and Electrical Engineering, The University of Queensland (ITEE-UQ) dalam menyelenggarakan Program Sarjana Internasional (S1-Kelas Internasional) bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Peserta program ini harus menyelesaikan delapan semester pendidikan yang dibagi menjadi dua bagian, yakni pada semester 1-5 diselenggarakan di UI dan pada semester 6-8 diselenggarakan di UQ, Australia. Seluruh proses pendidikan diselenggarakan dalam Bahasa Inggris. Kemudian, lulusan program ini akan mendapatkan dua gelar,yaitu Sarjana Ilmu Komputer dari UI, dan Bachelor of Information Technology dari ITEE UQ.

[sunting]Program sarjana kelas Ekstensi


Program Studi Sistem Informasi kelas Ekstensi, atau disebut juga Program Sarjana Ekstensi Sistem Informasi ini dilatarbelakangi oleh keinginan Fasilkom UI untuk menyediakan program peningkatan skill dan kompetensi bagi para lulusan program D3 di bidang-bidang yang berkaitan dengan teknologi informasi dan sudah bekerja. Kompetensi utama lulusan program ini adalah kemampuan menangani penerapan sistem dan teknologi informasi dalam suatu organisasi maupun mengembangkan penelitian, khususnya penelitian terapan teknologi informasi, di sektor bisnis dan sektor publik. Sarjana. Program pendidikan sarjana reguler di Fasilkom UI Terdiri terdiri dari dua program studi, yaitu program studi Ilmu Komputer dan program studi Sistem Informasi. Kedua program studi tersebut mewakili dua bagian besar dalam kajian bidang ilmu komputer dan teknologi informasi yaitu perangkat lunak (software) dan menjadi dasar dari rekayasa perangkat lunak (software engineering) dan sistem informasi.

[sunting]Program sarjana
Program Magister di Fasilkom UI terdiri dari dua program studi yakni Magister Ilmu Komputer (MIK) dan Magister Teknologi Informasi (MTI). Program MIK dirancang sebagai research-based master program untuk mencetak tenaga ahli dengan wawasan riset dalam bidang ilmu komputer. Kegiatan perkuliahan di MIK dikaitkan dengan kegiatan penelitian yang sedang berlangsung di laboratorium-laboratorium riset Fasilkom UI, yakni Lab Computational Intelligence, Lab Digital Library and Distance Learning, Lab Formal Metnods in Software Engineering, Lab High Performance Computing & Grid Computing, Lab Image Processing and Geographics Information Systems, Lab Information Retrieval, Lab IT Governance, Lab E-Government, dan Lab

Enterprise Computing. Program MTI menekankan pada pengembangan profesi serta kemampuan manajerial dalam menangani Teknologi Informasi. Fasilkom UI juga menyelenggarakan Program Pemelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Perkuliahan MTI Dual Mode. Penyelengaraan perkuliahan dilaksanakan dengan cara semi-pembelajaran jarak jauh, berupa kombinasi pengajaran melalui media elektronik, dan pengajaran di kampus Universitas Indonesia. Pengajaran melalui media elektronik tersebut dapat terselenggara dengan memanfaatkan fasilitas Student Centered E-Learning Environment (SCeLE).

[sunting]Jenjang Magister (S2)


Program Magister di Fasilkom UI terdiri dari dua program studi yakni Magister Ilmu Komputer (MIK) dan Magister Teknologi Informasi (MTI). Program MIK dirancang sebagai program master berbasiskan riset untuk mencetak tenaga ahli dengan wawasan riset dalam bidang ilmu komputer. Kegiatan perkuliahan di MIK dikaitkan dengan kegiatan penelitian yang sedang berlangsung di laboratorium-laboratorium riset Fasilkom UI, yakni Lab Computational Intelligence, Lab Digital Library and Distance Learning, Lab Formal Metnods in Software Engineering, Lab High Performance Computing & Grid Computing, Lab Image Processing and Geographics Information Systems, Lab Information Retrieval, Lab IT Governance, Lab E-Government, dan Lab Enterprise Computing.

[sunting]Jenjang Doktor (S3)


Program Doktor Ilmu Komputer (DIK) merupakan program doktor yang pertama di Indonesia dalam bidang Ilmu Komputer. Program ini dirancang untuk menghasilkan pakar Ilmu Komputer yang mampu menerapkan ilmunya, baik untuk penyelesaian masalah aplikatif maupun untuk pengembangan ilmu komputer lebih lanjut.

[sunting]Pranala

luar

Situs Resmi

[sunting]Fakultas

Hukum

Fakultas Hukum Universitas Indonesia adalah salah satu fakultas dibawah Universitas Indonesia yang dikenal dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang pada dasarnya memiliki kurikulum dan sistem pendidikan yang berlaku dari Faculteit der Rechtsgeleerdheid en Sociale Wetenschappen dengan modifikasimodifikasi yang menyesuaikan atas keputusan-keputusan Konperensi Dinas Antara Fakultas Hukum Pembina se-Indonesia di Yogyakarta pada 29-31 Agustus 1968 dan kemudian penyesuaian dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.0198/U/1972. Fakultas Hukum Universitas Indonesia adalah sekolah hukum yang pertama di Indonesia.

[sunting]Sejarah

Awalnya Fakultas Hukum didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk mencetak tenaga hukum Indonesia diluar pengadilan, karena dalam permasalahan hukum melalui pengadilan harus menggunakan tenaga hukum dari Belanda. Pada tahun 1924 dibentuklah sekolah hukum dengan nama Rechthogeschool dengan dua bidang studi yang diajarkan, yaitu ilmu hukum dan ilmu kemasyarakatan. Rechthogeschool kemudian digabungkan dengan Universitas Indonesia pada tahun 1955 yang kemudian berubah nama menjadi Fakultas Hukum dan Ilmu Kemasyarakatan. Pada tahun1968, Ilmu Kemasyarakatan dipisahkan dari Fakultas Hukum dan dibentuk menjadi fakultas baru dengan nama Fakultas Ilmu Kemasyarakatan (FISIP). Saat ini Fakultas Hukum Universitas Indonesia dipimpin oleh Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D untuk masa periode jabatan 2003-2008. Fakultas Hukum menyediakan berbagai fasilitas bagi mahasiswanya seperti Perpustakaan Soediman Kartohadiprodjo, Auditorium/balai sidang, Badan penerbit, Pusat dokumentasi hukum, Moot court (ruang simulasi sidang), Student Internet Centre, Ruang multimedia, dan Student Centre

[sunting]Jenjang

studi
1. Program Pendidikan Jenjang S1 terdiri dari: Program Sarjana Hukum Reguler dan Program Sarjana Hukum kelas Ekstensi 2. Program Pasca Sarjana, terdiri dari jenjang S2 Program Magister Ilmu Hukum dengan peminatan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Magister Ilmu Hukum Pidana Magister Ilmu Hukum Ekonomi Magister Ilmu Hukum Islam Magister Ilmu Hukum Negara Jenjang S2 Program Profesi Kenotariatan. Jenjang S3 Program Doktor Ilmu Hukum

[sunting]Program

Studi

Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia terdapat 7 (tujuh) program kekhususan (PK) yang merupakan penjurusan atau keahlian secara spesifik yang dapat dipilih oleh mahasiswa, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. hukum perdata hukum pidana hukum acara hukum ekonomi hukum tata negara dan hukum administrasi negara hukum internasional

7.

hukum dan masyarakat

[sunting]Pranala

luar

Situs Resmi

[sunting]Fakultas

Ekonomi

Gedung A FEUI

'Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (disingkat FEUI) atau dikenal pula sebagai Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah salah satu dari fakultas di bawah Universitas Indonesia yang mengkaji ilmu ekonomi secara khusus. Fakultas Ekonomi UI membawahi 3 departemen, yaitu departemen manajemen, departemen akuntansi, dan departemen ilmu ekonomi. Dekan FEUI saat ini adalah Prof. Firmanzah, Ph.D.

[sunting]Sejarah
FEUI berdiri pada tanggal 18 September 1950 dan saat ini terletak di Kampus UI Depok. Kelahiran fakultas ini bermula ketika Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) memisahkan diri dan memilih untuk berdiri secara independen dengan membentuk fakultas baru, yaitu Fakultas Ekonomi. Pada saat yang bersamaan mahasiswa Akademi Nasional yang juga mengkaji ilmu ekonomi bergabung dengan fakultas baru tersebut. Maka jadilah mereka sebagai mahasiswa angkatan pertama di FEUI. Pada tahun-tahun awal kelahiran FEUI, Kegiatan perkuliahan berlangsung dengan kondisi darurat. Ketika itu, jumlah staf pengajar sangat terbatas, dan hanya ada satu pengajar yang berkebangsaan Indonesia di sana, yaitu Prof. MR. R. Soenario Kolopaking yang juga menjadi dekan pertama FEUI. Kegiatan perkuliahan diadakan di tiga tempat, yaitu Aula Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian di Jalan Tambak, Gedung Kesenian Pasar Baru dah Gedung Adhoc Stat (yang sekarang bappenas di jalan Diponegoro). Urusan administrasi pun harus ditangani oleh mahasiswa sendiri.

Taman Makara, landmark FEUI.

Pada tahun 1951, Prof. Soenario selaku Dekan FEUI menyatakan mengundurkan diri. Beberapa perwakilan mahasiswa angkatan pertama kemudian menemui Dr. Soemitro dan memintanya menjadi Dekan FEUI, dan ia menyetujuinya. Kesediaan Soemitrowalaupun saat itu belum menjadi guru besarmerupakan penyelesaian bagi masalah kepemimpinan FEUI. Pada masa kepemimpinan Dr. Soemitro ini, FEUI mengirimkan beberapa asisten peneliti untuk tugas belajar di berbagai universitas di Amerika Serikat dengan dukungan dana dari Ford Foundation. Selain itu, FEUI juga mendatangkan staf pengajar dari AS, dan dengan sendirinya mengurangi dominasi pengajar berkebangsaan Belanda di kampus. Jurusan yang ada di FEUI juga ditambah, dari yang awalnya hanya mempunyai satu jurusan (Ekonomi Perusahaan), dikembangkan menjadi tiga jurusan, yaitu Ekonomi Umum, Sosiologi Ekonomi, dan Ekonomi Perusahaan. Kegiatan FEUI pada periode ini mulai meluas ke bidang penelitian, yang dilakukan melalui Seminar Ekonomi Perusahaan dan Balai Penyelidikan Masyarakat. Selanjutnya Balai Penyelidikan Masyarakat berubah menjadi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat tahun 1953. Pada tahun 1964, Prof. Widjojo Nitisastro ditunjuk sebagai Dekan FEUI. Belaiu adalah dekan pertama yang merupakan lulusan FEUI. Pada masa terjadi perubahan yang cukup banyak terutama dalam pembentukan institusi pendukung. Lembaga yang pertama dibentuk oleh Widjojo ini adalah Lembaga Demografi, tahun 1964. Tahun berikutnya menyusul pembentukan Laboratorium Statistik. Dalam bidang akademik, perubahan terjadi menyangkut awal tahun ajaran, dari bulan September menjadi Februari, namun hal ini terjadi lebih dikarenakan oleh krisis politik Indonesia. Pada tahun-tahun berikutnya, FEUI berkembang dengan pesat. Pada masa kepemimpinan Prof. Ali Wardhana (1968-1978), Iluni FEUI dibentuk. Pada tahun 1982, sistem perkuliahan berubah dari sistem tingkat ke sistem

SKS. Pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Mohammad Arsjad Anwar (1988-1994), kampus FEUI di Salemba dipindahkan ke kampus UI Depok. Hingga saat ini, FEUI telah dipimpin oleh 13 Dekan. Jabatan Dekan saat dipegang oleh Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, PhD untuk masa bakti 20052009.

[sunting]Program
Ilmu Ekonomi

pendidikan


Manajemen

Program Pasca Sarjana - Strata 3 Program Pasca Sarjana - Strata 2 Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Program Sarjana - Strata 1 Program Hibah B


Akuntansi

Program Pasca Sarjana - Strata 3 Program Pasca Sarjana - Strata 2 Program Magister Manajemen Program Sarjana - Strata 1 Program Ekstensi - Strata 1

[sunting]Pranala

Program Pasca Sarjana Ilmu Akuntansi - S3 Program Pasca Sarjana Ilmu Akuntansi - S2 Program Magister Akuntansi Program Sarjana - Strata 1 Program Ekstensi - Strata 1

luar

Situs Resmi Artikel utama untuk kategori ini adalah Daftar fakultas di Universitas Indonesia.

[sunting]Fakultas

Ilmu Pengetahuan Budaya

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia adalah salah satu fakultas dibawah Universitas Indonesia yang mengkhususkan diri dalam ilmu pengetahuan budaya dengan tingkat pendidikan sarjana dan pengelolalaan lembaga-lembaga penelitian yang terkait dengan bidang studi tersebut.

[sunting]Sejarah
Pada tahun 1920an usaha untuk mendirikan sebuah Fakultas Ilmu Budaya atau FIB (dahulu Fakultas Sastra Universitas Indonesia--FSUI) dirintis. Ketika itu, kaum terpelajar Belanda dan kaum nasionalis Indonesia mempunyai cita-cita untuk mendirikannya dengan tujuan yang berbeda. Kaum terpelajar Belanda bermaksud meneliti dan mempelajari kebudayaan Indonesia secara lebih ilmiah, agar dengan demikian politik kolonialnya dapat lebih berhasil. Sebaliknya golongan nasionalis bermaksud untuk meneliti dan mempelajari kebudayaan Indonesia dengan tujuan untuk menanamkan dan mengobarkan semangat kebangsaan Indonesia. Karena berbagai rintangan, antara lain resesi ekonomi yang melanda negeri Belanda, rencana pembukaan Fakultas Ilmu Budaya tertunda bertahuntahun. Pada tanggal 4 Desember 1940 Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte dibuka, menempati gedung Rechts Hogeschoolyang sekarang menjadi gedung Departemen Pertahanan dan Keamanandi Jalan Merdeka Barat 13, Jakarta. Pada waktu pembukaan, terdapat empat jurusan, yaitu Jurusan Sastra Indonesia, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial, Jurusan Sejarah, dan Jurusan Ilmu Bangsa-Bangsa. Pembentukan Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte ini berhubungan erat dengan rencana pembentukan Universiteit van Nederlands-Indi (Universitas Hindia Belanda). Awalnya, Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte hanya didirikan untuk jangka waktu satu tahun, dan perannya kemudian akan digantikan oleh fakultas di Universiteit van Nederlands-Indi tersebut. Namun dalam kenyataannya, universitas yang direncanakan ini tidak dapat didirikan pada waktu yang diharapkan, sehingga usia berdirinya fakultas itu sebagai sebuah fakultas yang mandiri diperpanjang satu tahun lagi. Pada tahun 1942, Jepang yang terlibat Perang Dunia II menduduki dan menguasai Indonesia. Seluruh kegiatan pendidikan terhenti, tidak

terkecuali Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte yang baru dibuka. Pemerintah jajahan Jepang membuka lembaga-lembaga pendidikannya sendiri termasuk pendidikan tinggi, kecuali Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Setelah proklamasi kemerdekaan (1945), pemerintah Republik Indonesia mendirikan Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia (BPTRI) di Jakarta. Sementara itu, pada tahun 1946, Belanda berusaha berkuasa kembali di Indonesia serta membuka sebuah universitas darurat dengan nama Nooduniversiteit pada tanggal 21 Januari. Ketika NICA (Netherlands Indies Civil Administration) menguasai Jakarta, BPTRI pun pindah ke Yogyakarta. Di sana, diselenggarakan BPTRI yang menjelma menjadi Universitit Gadjah Mada (yang sejak tahun 1954menjadi Universitas Gadjah Mada), sedangkan sebagian kemudian pindah ke Jakarta. Pada tanggal 21 Maret 1947, Nooduniversiteit berganti nama menjadi Universiteit van Indonesieyang fakultas-fakultasnya tersebar di Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Makasar. Sejak 1954 secara berangsur-angsur fakultasfakultas tersebut menjadi lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang berdiri sendiri, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin. Pada tanggal 2 Februari 1950, Universiteit van Indonesie diambil alih oleh BPTRI dan namanya diganti menjadi Universitet Indonesia dan yang sejak 1954 menjadi Universitas Indonesia; di dalamnya termasuk Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte yang telah berganti nama menjadi Fakultet Sastra dan Filsafat. Jurusan-jurusan yang tersedia pada waktu itu adalah Jurusan Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Belanda, Jurusan Sastra Cina dan Jurusan Arkeologi. Keempat jurusan itu kemudian disesuaikan dengan kepentingan Indonesia serta didasarkan atas tersedianya tenaga pengajar. Berdasarkan hal itu, jurusan-jurusan yang dibentuk adalah Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Cina, Arkeologi, dan Jurusan Bebas. Jurusan Bebas menampung mahasiswa yang bidang ilmunya belum merupakan jurusan sendiri; jurusan itu kemudian dihapuskan pada tahun 1961. Dalam perkembangan selanjutnya, Fakultet Sastra dan Filsafat diganti menjadi Fakultet Sastra, karena pengertian sastra dianggap mencakup pula filsafat. Nama Fakultet Sastra yang kemudian menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya sampai sekarang masih dipertahankan. Sesuai

dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) mengembangkan jumlah jurusan yang dikelolanya menjadi 13 jurusan, yakni Jurusan Sastra Indonesia, Jurusan Sastra Daerah, Jurusan Sastra Asia Timur yang terdiri atas Program Studi Cina dan Jepang, Jurusan Sastra Asia Barat dengan Program Studi Arab, Jurusan Sastra Germania yang terdiri atas Program Studi Jerman dan Belanda; Jurusan Sastra Inggris, Jurusan Sastra Roman dengan Program Studi Prancis, Jurusan Sastra Slavia dengan Program Studi Rusia, Jurusan Arkeologi, Jurusan Sejarah, Jurusan Linguistik, Jurusan Kesusastraan, Jurusan Filsafat, dan Jurusan Ilmu Perpustakaan. Perlu ditambahkan bahwa Jurusan Antropologi yang mula-mula berada di FIB, sejak tanggal 14 Juni1983 diserahterimakan pengelolaannya ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0174/0/1983. Peresmian serah-terima dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 1983. Pada permulaan tahun 50-an, beberapa kuliah masih diberikan dalam bahasa Belanda, karena jumlah tenaga pengajar berbangsa Belanda masih cukup banyak. Keadaan serupa juga terdapat di fakultas-fakultas lain di lingkungan Universitas Indonesia. Pada tahun 1951, Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan surat keputusan yang mewajibkan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam semua kuliah. Dalam rangka pengadaan tenaga pengajar sekolah menengah, pada awal sejarahnya FIB pernah pula menyelenggarakan program pendidikan yang disebut Kursus B-I dan B-II, yang pada prinsipnya sama dengan pendidikan MO-A dan MO-B (MO adalahMiddelbaar Onderwijs 'Pendidikan Menengah'), seperti yang diselenggarakan oleh beberapa universitas di Negeri Belanda. Kursuskursus tersebut sekarang dikelola oleh Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Di samping mengelola program pendidikan sarjana, FIB juga pernah mengelola lembaga-lembaga penelitian. Salah satu di antaranya ialah Lembaga Bahasa dan Budaya (dahulu disebutInstitut voor Taal en CultuurOnderzoek atau ITCO) yang bertugas melaksanakan penelitian bahasa dan kebudayaan Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya, lembaga itu menjadi Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, yang secara administratif

bernaung di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan sesudah beberapa kali ganti nama sekarang dikenal sebagai Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Sejak dibuka kembali pada tahun 1947, tempat kuliah utama FIB adalah di Jalan Diponegoro 82. Kemudian, sejak tahun 1960, pindah ke Kampus Rawamangun. Sejak tahun akademik 1987/1988 FIB pindah ke Depok bersama beberapa fakultas lainnya. Pada saat ini FIB mengelola program sarjana, magister, doktor dan diploma.

[sunting]Pergantian nama
Segenap sivitas akademika FSUI berpendapat bahwa nama "Fakultas Sastra" sudah tidak memadai lagi. Alasannya, istilah "sastra" kini telah mengalami penyempitan sehingga disalahartikan sebagai identik dengan "kesusastraan". Oleh sebab itu ada semacam persepsi keliru dari sebagian besar masyarakat bahwa lulusan Fakultas Sastra adalah orang yang hanya ahli atau tahu tentang bersajak-sajak, prosa, atau bentuk-bentuk kesusastraan lain. Padahal, seorang lulusan FSUI adalah seorang sarjana yang menguasai bahasa dan kebudayaan dari suatu wilayah atau bangsa. Kesusatraan memang diajarkan di FSUI, tapi ia hanya sebagian kecil dari kurikulum FSUI. Atas dasar yang disebut di atas, maka kata Fakultas Sastra untuk FSUI dengan demikian kurang memberikan representasi bidangbidang lain yang diberikan di FSUI yaitu sejarah, filsafat, arkeologi, perpustakaan, dan linguistik. Oleh karena itu pada tahun 2002 FSUI mengadakan perubahan nama, "Fakultas Sastra Universitas Indonesia"(FSUI) menjadi "Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya" (FIB).

[sunting]Departemen
Saat ini, FIB dipimpin oleh Dr Bambang Wibawarta. FIB membawahi 7 departemen, yaitu:

Departemen Ilmu Arkeologi Departemen Ilmu Filsafat Departemen Ilmu Kewilayahan Departemen Ilmu Linguistik Departemen Ilmu Perpustakaan dan Dokumen Departemen Ilmu Sejarah Departemen Ilmu Susastra

[sunting]Program

Studi dan Lembaga

Pendidikan jenjang strata satu (S1) program sarjana kelas reguler, ekstensi, dan kelas Paralel (non Reguler), dan Program Pascasarjana. Selain itu ada program-program kelembagaan lainnya sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, di antaranya Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), Pusat Studi Cina (Centre for Chinese Studies), Pusat Leksikologi dan Leksikografi (PLL), Pusat Penerjemahan, Pusat Penerjemahan, Program Pelayanan Bahasa (PPB), Pusat Penelitian dan Kemasyarakatan Budaya (PPKB), dan Pusat Penelitian dan Kemasyarakatan Budaya (PPKB).

[sunting]Fasilitas
Laboraturium Bahasa yang terdiri dari delapan ruang dengan perlengkapan audio visual, slide projector, televisi, film projector, video dan DVD player, serta tape recorder.Perpustakaan dan Perpustakaan Dijital dengan koleksi buku, majalah, jurnal, laporan penelitian dan dilengkapi LONTAR (Library Automation dan Digital Archive), dan Teater terbuka Daun Sirih.

[sunting]Pranala
Situs Resmi

luar

[sunting]Fakultas

Psikologi

Fakultas Psikologi Universitas Indonesia adalah salah satu fakultas dibawah Universitas Indonesia yang didirikan dengan tujuan melakukan penerapan psikologi yang berorientasi lintas budaya, perkotaan, dan ulayat (indigenous). Fakultas Psikologi (FPsi) UI terletak di kampus Depok. FPsi memiliki 6 bagian yang merupakan perwujudan cabang-cabang psikologi, yaitu:

Bagian Psikologi Perkembangan Bagian Psikologi Pendidikan Bagian Psikologi Umum & Eksperimental Bagian Psikologi Industri & Organisasi Bagian Psikologi Klinis, serta Bagian Psikologi Sosial.

FPsi saat ini dipimpin oleh Dra. Dharmayati Utoyo Lubis , MA untuk periode 20042008.

[sunting]Sejarah
Lahirnya Pendidikan Psikologi di Indonesia diawali oleh pidato ilmiah Prof. Dr. Slamet Iman Santoso dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Universitas Indonesia pada Dies Natalis Universitas Indonesia pada tahun 1952 di Fakultas Pengetahuan Teknik UI di Bandung (sekarang ITB).[8] Sebagai tindak lanjut pidato tersebut, pada tanggal 3 maret 1953 diselenggarakan Kursus Asisten Psikologi dalam lingkungan Kementerian Pendidikan, yang diketuai oleh Prof. Dr. Slamet Iman Santoso. Tak lama setelah itu, masih dalam lingkungan Kementerian PP&K, didirikan Lembaga Psikologi, yang kemudian berubah statusnya menjadi Lembaga Pendidikan Asisten Psikologi yang secara langsung berada di bawah pimpinan Universitas Indonesia.[8] Pada tahun 1955, Pendidikan Psikologi Asisten Psikologi diubah statusnya menjadi Pendidikan Sarjana Psikologi, yang secara administratif berada di bawah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beberapa tahun kemudian, dikeluarkanlah SK Menteri Pendidikan, Pengadjaran & Kebudajaan Republik Indonesia No. 108049/U.U. yang menyatakan bahwa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia didirikan terpisah dari Fakultas Kedokteran, dimulai tanggal 1 Juli 1960. Dengan demikian, tahun 1960 merupakan tahun kelahiran Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, dengan Dekan pertamanya Prof. Dr. Slamet Iman Santoso.

[sunting]Jenjang

Studi

Pendidikan jenjang S1 Program sarjana kelas Reguler, Ekstensi dan Kelas Internasional, Jenjang Pasca Sarjana (S2 dan S3). Fasilitas Pelengkap Untuk menunjang kegiatan pengajaran, di kampus juga tersedia berbagai fasilitas yang mendukung. Seperti: perpustakaan, jurnal daring yang dilengkapi dengan kafe, ruang kuliah multimedia, BKM (Bimbingan Konseling Mahasiswa), UPA (Unit Pelayanan Akademik), Pomda Point, yakni areal bisnis yang memiliki sarana ATM yang lengkap, mini market, fotocopy hingga restoran. Yang menarik di dalam kampus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, terdapat Tempat Pengembangan Anak Makara

(TPAM) yang merupakan hasil kerjasama Fakultas Psikologi UI dengan 3 fakultas lainnya (FK-UI, FKG-UI, dan FIK-UI). TPAM ini disamping merupakan tempat penitipan anak juga sebagai laboratorium pengembangan anak.

[sunting]Program

kelas internasional

Program kelas internasional bekerjasama dengan School of Psychology, The University of Queensland, Australia. Program Twinning ini berhasil meraih predikat sebagai The Best Double Degree Program kerjasama UI dan UQ dalam bidang Ilmu Psikologi, yang diberikan oleh Departemen Pendidikan Australia, tahun 2007. Mahasiswa yang mengikuti kelas internasional harus mengikuti pendidikan empat semester di Universitas Indonesia dan empat semester di University of Queensland (UQ), Australia. Para lulusan kelas internasional ini akan mendapatkan dua gelar sarjana (Double Degree), yaitu Sarjana Psikologi (S.Psi) dari Universitas Indonesia dan Bachelor of Arts in Psychology (B.A) dari Univesity of Queensland.

[sunting]Referensi 1. ^ (Indonesia) Kompas:Pertemuan Ilmiah Lembaga Internasional Kedokteran Gigi se-Asia Tenggara 2. ^ (Indonesia) Suara Karya Online: Terapi Musik Bikin Gigi Tumbuh Kuat 3. ^
a b

http://www.ui.edu/page/fakultas-kesehatan-masyarakat-

id.html 4. ^ (Indonesia) Hukum Online: Terabaikannya Tobacco Warning Labels 5. ^ Situs Resmi: Sejarah Fakultas Ilmu Keperawatan 6. ^ Fakultas teknik yang terletak di Bandung tersebut kini diubah menjadi Institut Teknologi Bandung sejak tahun 2 Maret 1959 7. ^ Daftar program lengkap dapat dilihat di halaman ini 8. ^
a b

http://www.psikologi.ui.edu/campus_news.php?ch=01&tp=

00 [sunting]Pranala
Situs Resmi

luar

[sunting]Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau disingkat FISIP UI secara kelembagaan merupakan bagian dari BHMN (Badan Hukum Milik Negara) Universitas Indonesia. Saat ini FISIP UI dipimpin oleh Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono untuk masa bakti 20082012. Fakultas ini didirikan sejak tahun 1968 dan merupakan salah satu fakultas dengan jumlah program studi dan mahasiswa terbanyak yang terdapat di Universitas Indonesia karena sejak berdiri sampai dengan tahun 2005, FISIP UI berkembang dengan pesat sehingga memiliki 8 Departemen, 35 program studi dengan 52 program kekhususan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 7912 orang [1].

[sunting]Sejarah
FISIP didirikan pada tahun 1968 dan pada mulanya merupakan bagian dari Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM). Pada tanggal 1 September 1962, Bagian Pengetahuan Masyarakat yang kemudian menjadi Bagian Ilm Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi diperluas sehingga meliputi jurusan Ilmu Publisistik, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, Kriminologi, Sosiologi, dan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Perkembangan bidang-bidang ilmu sosial yang demikian pesat mendorong ditingkatkannya status Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakat menjadi fakultas yang berdiri sendiri. Berdasarkan keputusan Direktur Jendral Perguruan Tinggi No. 42 tanggal 1 Februari 1986, Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi dipisahkan dari Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan dan dinyatakan sebagai fakultas yang berdiri sendiri dengan nama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (FIPK-UI) dengan Prof. Selo Soemardjan sebagai dekan pertama. Rektor Universitas Indonesia melalui surat keputusan No.002/SK/BR/72 tertanggal 7 Februari 1972 memutuskan untuk mengubah nama FIPK-UI menjadi Fakultas Ilmu Sosial UI. Keputusan ini kemudian dikukuhkan oleh keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 31/C/1972. Pada tahun 1982, Fakultas Ilmu Sosial UI diubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No.44 tahun 1982.

[sunting]Jenjang

Studi

Jenjang strata satu (S1) kelas Reguler dan Ekstensi, serta jenjang Pasca Sarjana (S2 dan S3) dengan pendekatan kualitas manajemen pengajaran berbasis integrated-comprehensive methods based learning, yang bertumpu pada kurikulum yang inovatif dan dinamis serta metode pembelajaran berbasis riset.

[sunting]Program

Studi

Program Studi Ilmu Antropologi Program studi ilmu Komunikasi Program Studi Ilmu Politik Program Studi Ilmu Administrasi Program Studi Ilmu Kriminologi Program Studi Ilmu Sosiologi Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Program Studi Ilmu Hubungan Internasional

[sunting]Pranala
Situs Resmi

luar

[sunting]Referensi

1. ^ Profil Singkat FISIP UI dari Situs Resmi - diakses September 2008


Kategori:


Masuk log / buat akun

Universitas Indonesia

Halaman Pembicaraan Baca Sunting Versi terdahulu

Halaman Utama Perubahan terbaru Peristiwa terkini Halaman sembarang Komunitas

Warung Kopi Portal komunitas Bantuan


Wikipedia Cetak/ekspor Peralatan

Halaman ini terakhir diubah pada 04.39, 31 Desember 2011. Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

Kebijakan privasi Tentang Wikipedia Penyangkalan Tampilan seluler